Iwanbanaran.com – Cakkk….Pecco Bagnaia di MotoGP Silverstone 2026 ini dibuat hopeless alias frustrasi berat. Setelah Sabtu kemarin kepayahan setengah mati di balapan Sprint, puncaknya di race hari Minggu (9/8) doi malah crash misterius alias DNF! Pecco sampai blak-blakan ngaku timnya udah “lost” alias bingung mau ngapain lagi buat nyari grip Desmosedici miliknya. “Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya..
Akhir pekan di Silverstone ini bener-bener jadi mimpi buruk terkelam Bagnaia musim ini cak :
-
Kualifikasi: Start dari posisi ke-16 (posisi kualifikasi terburuknya musim ini).
-
Sprint Race: Menderita tyre degradation parah sampai nggak bisa lean angle maksimal.
-
Main Race: Crash aneh di lap ke-9 dari posisi 15 saat mencoba merangsek ke 10 besar.
Catatan Akhir Pekan Pecco Bagnaia – Silverstone 2026:
• Start Grid : P16 (Hasil kualifikasi terburuk musim 2026)
• Main Race : DNF (Lowside misterius di Lap 9/20)
hitungan milidetik saat keluar tikungan
• Penyebab : Ban depan kehilangan grip kilat dala
m
Insiden crash-nya pun tergolong sangat aneh cak! Pecco kehilangan bagian depan motor (lost the front) justru saat akselerasi keluar dari tikungan.
“Aneh banget jujur aja. Saya belum pernah kehilangan ban depan pas posisi keluar dari tikungan (exiting corner),” keluh Pecco dengan nada bingung.
“Dan pas ngeliat data, susah banget buat nemuin penyebab pastinya. Satu-satunya hal yang kelihatan cuma ban depan tiba-tiba hilang grip cuma dalam hitungan milidetik. Sangat aneh, tapi ya itu yang terjadi. Susah banget diterima, apalagi ini salah satu pekan tersulit musim ini. Kita Gak Tahu Harus Berbuat Apa Lagi…”
Yang bikin Pecco makin pusing tuju keliling, mekanik Ducati sebenarnya sudah membongkar total perataan motor dari Jumat sampai Minggu. Tapi hasilnya? NIHIL CAK!
Eksperimen Ducati yang Tetap Gagal Total:
• Setup mekanikal : Dirombak total (Gagal)
• Pengaturan Elektronik : Diubah dari nol (Gagal)
• Masalah Utama : Grip roda belakang & depan “NOL KEBANGETAN” sejak awal musim!
Pecco Bagnaia: “Kita udah ubah semuanya. Setup, dari sisi elektronik juga. Tapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini, saya bener-bener gak punya grip sama sekali, NOL!
Dan kita bingung mau bikin apa lagi (we don’t know what to do), karena pebalap Ducati lainnya malah punya grip yang melimpah. Jadi bener-bener susah buat dipahami. Saya gak mau ngalamin akhir pekan kayak gini lagi!”
Di saat Pecco tersungkur DNF dan Marc Marquez hanya mampu finis ke-7, justru Alex Marquez yang jadi pebalap Ducati terbaik di P4, di belakang trio Aprilia yang mendominasi Silverstone. Ini memang PR besar buat kru Ducati Lenovo cak. Ada misteri apa di balik motor Pecco sampai doi kehilangan feeling total dan nggak punya grip sama sekali? Jelas ini aduh masalahnya aku dipecahkan oleh tim Bologna…. Kita tunggu saja usaha mereka….(iwb)


Pasca balapan, raut muka adik Marc Marquez ini kelihatan muram banget, Cak. Doi merasa potensi motor Ducati Desmosedici GP miliknya sebenarnya sanggup buat finis runner-up di belakang sang pemenang!

“Motor bekerja dengan baik, ban juga oke. Hanya saja hari ini aku nggak menemukan cara untuk tampil lebih baik. Posisi ketujuh ini adalah sesuatu yang secara teori memang sudah bisa diprediksi. Hasil paling optimistis ya Top 5, tapi kita tidak bisa mengelolanya dengan baik dan akhirnya finish ke-7,” ujar Marquez gamblang.
Yup… lugas dan bijak banget cakk! Marc sadar betul kapan harus menekan dan kapan harus main aman demi selamat sampai garis finish. Menariknya, seri berikutnya bakal berlangsung di Aragon—sirkuit ‘makanan empuk’ Marc Marquez tempat doi pernah menyapu bersih kemenangan. Akankah Si Semut dari Cervera bangkit mengamuk di Aragon? Kita tunggu saja aksi lanjutannya cakk! (iwb)
Keberhasilan Fernandez melengkapi podium sapu bersih (1-2-3) untuk pabrikan Aprilia di Silverstone:

Selain masalah teknis pada ban, Marquez secara terbuka mengakui keunggulan pabrikan rival, Aprilia, di sirkuit sepanjang 5,9 kilometer tersebut. Karakteristik Silverstone yang mengandalkan kecepatan tinggi di tikungan mengalir (sweeping corners) dinilai sangat cocok dengan paket aerodinamika dan sasis Aprilia.
“Hari-hari di rumah terasa seperti bencana. Saya harus sedikit memaksakan diri, terutama saat perubahan arah cepat. Saya tidak bisa menekuk kaki sepenuhnya,” tambah pembalap yang saat ini berada di peringkat ketiga klasemen kejuaraan tersebut. Meski harus menahan rasa sakit dan nyeri di atas motor, Bezzecchi mengaku puas bisa membuktikan kecepatannya di hari pertama, terlebih Aprilia mendominasi dengan menempatkan empat motor RS-GP di lima besar.
“Ini adalah hari yang memang sudah kami perkirakan. Di sini, Aprilia memiliki keunggulan pada tikungan mengalir, yang merupakan titik terkuat motor mereka—mirip seperti di Assen. Kami bekerja keras untuk menemukan setup terbaik, namun saat ini kami masih jauh dari podium, bahkan belum menembus lima besar.” serunya…

Iwanbanaran.com – Cakkk…Pengumuman kepindahan Fabio Quartararo ke Honda untuk musim MotoGP 2027 menjadi salah satu kabar paling menyedot perhatian di paddock. Menjelang seri GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Juara Dunia MotoGP 2021 tersebut akhirnya angkat bicara mengenai alasannya mengambil tantangan baru bersama pabrikan asal Jepang itu. Dan yang mengejutkan cak…Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???
Quartararo menekankan bahwa dirinya ingin menyelesaikan hubungannya dengan Yamaha secara profesional dan memberikan hasil terbaik sejauh yang ia mampu.
Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, kembali memberikan pengakuan jujur mengenai kondisi fisik lengan kanannya yang sempat melewati empat kali operasi besar. Juara dunia delapan kali tersebut menegaskan bahwa kondisi lengan kanannya tidak akan pernah bisa kembali seperti sediakala, sehingga ia harus terus menyesuaikan gaya balapnya di atas motor MotoGP. Kalau Bahasa kasarnya lengannya sudah cacat ?? waduhhh…..gawaatttt…
Masalah cedera humerus kanan yang dialami Marquez sejak insiden fatal di Jerez beberapa tahun lalu memang terus membayang-bayangi kariernya. Kendati kini mampu bersaing ketat di papan atas kejuaraan dunia bersama pabrikan Ducati, Marquez mengakui bahwa keterbatasan fisik masih ada.

