Category: Motogp

  • Breaking !! Skutik Yamaha RS Neo 2026 brojol….wahh Buntut R DNA ??

    Breaking !! Skutik Yamaha RS Neo 2026 brojol….wahh Buntut R DNA ??

    Iwanbanaran.com – Menggeliat cakkk! Lagi-lagi sebuah kejutan datang dari negeri seberang, Taiwan. Kalau kita ngomongin skutik pasar Taiwan, emang nggak ada habisnya soal desain yang berani out of the box dan cenderung radikal. Nah, yang terbaru, Yamaha Taiwan baru saja meluncurkan versi penyegaran dari skutik andalan anak muda di sana. Apalagi kalau bukan Yamaha RS Neo versi 2026! Asli cak, melihat tongkrongannya, aura sporty-nya dapat banget tapi hanya diarea belakang hehhe…

    Bila sampeyan intip desainnya secara detail, stoplamp Yamaha RS Neo 2026 ini sekilas menganut bahasa desain R DNA. Khususnya desain stoplamp LED-nya. Sementara di bagian wajah depan, bentuknya meruncing aerodinamis mirip anak panah. Uniknya, di ujung moncong depan ada detail semacam paruh bebek minimalis ala motor adventure, yang justru memperkuat kesan tak biasa pada skutik perkotaan ini. Penempatan headlamp-nya berada di area setang, sedangkan area dada depan diisi oleh lampu DRL dan lampu sein yang sipit dan tajam. Konsepnya mereka sebut “air force aesthetics, streamlined running”. Judule… pancen unik cakkk! Sayangnya cuma ban wae ki kecil sak emprit…jadi rada kebanting…

    Masuk ke area dapur pacu, Yamaha RS Neo 2026 dibekali mesin 1-silinder berkapasitas 125cc Blue Core, SOHC 2-katup dengan pendingin udara. Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga sekitar 7,4 hp dan torsi maksimal di angka 9 Nm. Di atas kertas pancen bukan buat adu kencang di sirkuit, tapi karakter mesin Blue Core ini terkenal sangat responsif di putaran bawah sampai menengah, cocok banget buat stop-and-go membelah kemacetan kota.

    Yang paling gila apa coba? Efisiensi bensinnya itu lho cak! Yamaha mengklaim konsumsi bahan bakar RS Neo 2026 ini bisa menembus 57,9 km/liter. Iritnya keterlaluan buat ukuran motor matik 125cc jaman sekarang! Ditambah lagi, motor ini punya bobot super enteng, cuma 93 kg dengan tinggi jok yang sangat ramah lingkungan alias ramah bokong, hanya 735 mm. Dijamin lincah buat selap-selip, dipake cewek atau rider pemula pun nggak bakalan intimidatif.

    Gimana dengan fiturnya? Jangan remehkan skutik mungil ini. Yamaha melengkapinya dengan panel instrumen digital LCD yang futuristik, soket pengisi daya USB Type-A buat ngecas HP, sistem pengereman Unified Brake System (UBS), hingga fitur Smart Motor Generator (SMG) yang bikin starter mesin halus tanpa suara blethak. Oh ya, tangki bensinnya ada di dek depan mirip Yamaha FreeGo, jadi sampeyan nggak perlu repot buka jok kalau mau isi bensin. Praktis pol!

    Untuk versi 2026 ini, Yamaha Taiwan menghadirkan pilihan warna baru bernuansa street lifestyle yang anak muda banget, mulai dari Shibuya Blue (perpaduan biru muda dan aksen kuning stabilo), Midnight Black (hitam abu-abu dengan aksen hijau), dan Mineral White (putih bersih dengan sentuhan warna ungu tipis).

    Last… Yamaha RS Neo bukanlah matic baru banget karena sebenarnya sudah cukup lama mengaspal. Artinya ini hanya versi penyegaran cak. Dan soal harga, di Taiwan skutik ini dibanderol sekitar 80.000 Dolar Taiwan Baru, atau jika dikonversi ke Rupiah tembus di angka Rp 44,8 jutaan! Weladalah, jengat tenan harganya kalau dibandingin pasar Indonesia, cak. Tapi ya maklum, skema pajak dan daya beli di Taiwan memang jauh berbeda. Pertanyaannya, kalau model ini dibawa ke Indonesia oleh YIMM dengan harga lokal 20 jutaan, kira-kira bakal moncer ora cak? Monggo berikan komentarnya… (iwb)

  • Gawat…Marc Marquez Merasa kelelahan di Brno !!!

    Gawat…Marc Marquez Merasa kelelahan di Brno !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Hari pertama MotoGP Republik Ceko 2026 di Sirkuit Brno menjadi panggung yang penuh dinamika bagi Marc Marquez. Pebalap andalan Ducati ini sempat mengejutkan publik dengan memuncaki sesi Free Practice 1 (FP1) pada Jumat pagi (19/6). Namun, kecepatan fantastis tersebut harus dibayar mahal dengan terkurasnya kondisi fisik yang berujung pada dua kali insiden crash. Meski mengakhiri hari di posisi ke-5 secara keseluruhan dan mengamankan tiket langsung ke Kualifikasi 2 (Q2), Marquez mengakui ada penyesalan di balik performa impresifnya di awal hari. Laahh kok isoo ???

    Memulai sesi pagi dengan sangat kuat, Marquez langsung menemukan ritme terbaik di atas Ducati Desmosedici miliknya. Ia bahkan menyebut momen tersebut sebagai “best feeling of the season” atau sensasi berkendara terbaik yang ia rasakan sepanjang musim 2026 ini. Namun, alih-alih menghemat tenaga, juara dunia delapan kali itu justru tampil all-out sejak menit pertama. Dampaknya baru terasa pada sesi siang (Practice), di mana energinya terkuras habis.

    “Secara jujur, saya sedikit menyesal tampil terlalu menekan di FP1. Sensasinya memang yang terbaik sepanjang musim ini, tapi saya menghabiskan terlalu banyak energi di pagi hari. Jika bisa memutar waktu, saya lebih memilih finis ke-10 di sesi pagi asalkan fisik saya lebih segar di sore hari,” ungkap Marquez dengan nada berkelakar.

    Kelelahan fisik yang dialami Marquez tidak lepas dari karakter Sirkuit Brno yang terkenal menuntut fisik prima. Berbeda dengan sirkuit Balaton di Hungaria yang baru saja dilewati, Brno didominasi oleh tikungan kanan yang panjang dan heavy braking. Kondisi ini memberikan tekanan yang jauh lebih berat pada lengan kanan Marquez yang memiliki riwayat cedera panjang. Akibat kelelahan otot tersebut, ritme balapnya di sesi sore menjadi tidak konsisten karena ia kesulitan mempertahankan riding style yang presisi.

    Menariknya, meski lengan kanan yang kelelahan akibat dominasi tikungan kanan, kedua insiden tumbangnya Marquez justru terjadi di tikungan kiri, yaitu Turn 7 pada sesi pagi dan Turn 11 pada sesi siang. Marquez menjelaskan bahwa kedua kecelakaan tersebut memiliki penyebab yang sangat kontras:

    1. Crash Turn 7 (Pagi): Terjadi karena tubuhnya terlambat merespons setelah melakukan perubahan arah (change of direction) yang sangat agresif dari Turn 6 (kanan). Tubuhnya yang mulai lelah tidak mampu mengimbangi agresivitas motor saat menikung ke kiri.

    2. Crash Turn 11 (Siang): Terjadi justru karena Marquez terlalu santai (relaxed). Demi menghemat tenaga untuk menghadapi rangkaian tikungan kanan berikutnya, ia sedikit menurunkan kewaspadaan di tikungan kiri tersebut hingga akhirnya kehilangan daya cengkeram ban depan.

    Melihat situasi fisiknya yang menurun, Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, sempat turun tangan di dalam garasi. Tardozzi mencoba berdiskusi dan menahan Marquez agar tidak memaksakan diri melakukan time attack tambahan demi menjaga kebugaran untuk hari Sabtu dan Minggu. Namun, Marquez mengakui bahwa insting kompetitifnya selalu menang mengalahkan logika.

    “Davide mencoba menenangkan saya, dan secara logika dia benar. Tapi Anda tahu, begitu kaca helm (visor) sudah ditutup dan saya melihat catatan waktu saya sangat dekat dengan pebalap top di Brno, insting balap itu langsung mengambil alih,” jelasnya.

    Meskipun harus melewati hari Jumat yang melelahkan dan penuh drama, hasil posisi ke-5 sudah cukup bagi Marquez untuk langsung mengamankan slot di Q2 tanpa harus melewati Q1 yang sarat risiko. Menghadapi sesi Sprint dan balapan utama, Marquez memasang target yang realistis namun tetap kompetitif:

    • Kualifikasi: Mengamankan posisi di dua baris terdepan (first two rows / posisi 1-6).

    • Balapan (Sprint & Main Race): Konsisten bertarung dan finis di posisi 5 besar.

    Mampukah The Baby Alien mengelola kondisi fisiknya dan mengonversi “sensasi terbaik” menjadi podium di Brno? Menarik untuk kita tunggu jalannya sesi kualifikasi dan Sprint Race hari ini. Kita tunggu saja saja cak….(iwb)

  • Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap internasional kembali dikejutkan oleh performa gemilang pembalap muda asal Sleman, Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Dalam balapan di Sirkuit Estoril, Ramadhipa menunjukkan kelasnya dengan gaya balap yang sangat presisi dan terkontrol, yang akhirnya membawa nama Indonesia disegani di kancah balap Eropa. Dalam wawancara eksklusif bersama Iwan Banaran, Ramadhipa mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah keberanian mengambil celah di lap terakhir serta setup motor Honda NSF250RW yang sangat mumpuni. Meski sirkuit Estoril memiliki karakteristik teknikal yang sulit, Ramadhipa berhasil memaksimalkan sektor-sektor krusial untuk melakukan aksi overtaking yang dramatis. Tidak heran sebuah pertanyaan muncul…betulkah Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…?? (more…)

  • Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengaku sangat takjub sekaligus terheran-heran dengan mentalitas dan kemampuan Marc Marquez. Pria asal Italia tersebut berseloroh bahwa dirinya “terkejut karena masih bisa dibuat terkejut” oleh performa luar biasa pembalap berjuluk The Ant of Cervera itu saat merebut kemenangan emosional di MotoGP Hungaria 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park. Kemenangan di GP Hungaria ini merupakan podium tertinggi pertama bagi Marquez di musim kompetisi 2026, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan pertamanya sejak September tahun lalu. Istimewanya, hasil sempurna ini diraih di seri kedelapan musim ini, tepat di tengah perjuangan keras sang pembalap melawan cedera.

    Semenjak awal musim 2026, juara dunia 8 kali tersebut harus membalap dengan kondisi fisik yang jauh dari kata ideal. Marquez mengalami masalah gangguan saraf yang berkepanjangan pada bahu kanannya akibat kecelakaan fatal di GP Indonesia pada Oktober tahun lalu—hanya berselang satu minggu setelah dirinya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025.

    Karakter Sirkuit Balaton Park yang mengalir berlawanan arah jarum jam (anticlockwise) memang sedikit meringankan beban fisik pada bahu kanan Marquez. Kendati demikian, dominasi total dan sapu bersih yang ditunjukkan Marquez sepanjang akhir pekan di Hungaria tetap membuat jajaran petinggi Ducati terperangah.

    “Sangat (terkejut), ya,” jawab Tardozzi ketika ditanya mengenai performa mengejutkan pembalapnya.

    “Namun apa yang ingin saya katakan adalah: saya terkejut karena saya masih bisa terkejut, karena ya, itulah Marc Marquez. Marc tahu persis di mana batas kemampuannya saat ini. Terlepas dari apa yang berhasil dia lakukan sepanjang akhir pekan ini, kondisi fisiknya belum 100 persen,” tambah Tardozzi.

    Tardozzi menegaskan bahwa kru pabrikan Borgo Panigale akan terus bekerja keras di setiap seri agar sang pembalap merasa semakin nyaman di atas motor Desmosedici, mengingat proses pemulihan cedera Marquez masih terus berjalan. “Dia adalah seorang juara sejati, dan dia mampu melakukan balapan serta akhir pekan yang luar biasa seperti yang dia tunjukkan di sini.”

    Kemenangan luar biasa Marquez di Hungaria ini menjadi kemenangan ketiga bagi kubu Ducati sepanjang musim 2026, di mana paruh pertama musim ini justru cenderung didominasi oleh ketangguhan motor Aprilia.

    Menatap dua seri ke depan di Sirkuit Brno (Ceko) dan Assen (Belanda), Tardozzi memprediksi Aprilia masih akan memegang keunggulan trek. Namun, ia tetap optimis dengan potensi motor utama mereka.

    “Kami sangat yakin bahwa kami selalu memiliki motor yang kompetitif sejak awal tahun. Namun, kita juga harus mengakui bahwa rival kami yang memimpin klasemen saat ini melakukan pekerjaan yang fantastis. Saat ini level kami setara, dan di beberapa sirkuit berikutnya mungkin mereka yang diuntungkan, sementara di sirkuit lain giliran kami yang akan unggul,” jelasnya.

    Last…Berkat tambahan 25 poin penuh dari bumi Hungaria, Marc Marquez sukses memangkas jarak poin secara signifikan di papan klasemen. Datang ke Balaton Park dengan ketertinggalan 102 poin, kini pembalap nomor 93 tersebut berhasil memotong defisit menjadi 72 poin dari sang pemuncak klasemen sementara yang menunggangi Aprilia, Marco Bezzecchi. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa sang juara bertahan menolak untuk dicoret dari perburuan gelar juara dunia 2026…(iwb)

  • Terbongkar Kenapa Veda sulit di Hongaria…” Aku kehabisan Ban…” !!

    Terbongkar Kenapa Veda sulit di Hongaria…” Aku kehabisan Ban…” !!

    Iwanbanaran.com – Cak… seri kedelapan Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, akhir pekan kemarin (7/6/2026) bener-bener jadi ujian berat buat pembalap muda kebanggaan tanah air, Veda Ega Pratama. Sempat bikin kita optimis lewat performa apiknya di awal sesi latihan, rider besutan Honda Team Asia ini harus legawa finis di posisi ke-16 dan gagal membawa pulang poin berharga. Selepas balapan, Veda secara blak-blakan membongkar semua rintangan yang bikin dia kerepotan menjinakkan sirkuit baru sepanjang 4,08 kilometer tersebut. Nah, berikut rangkuman analisis dari IWB, monggo disimak Cak!

    Balaton Park ini adalah sirkuit gres yang baru pertama kali dicicipi oleh Veda. Selain belum hafal betul lekuk-lekuknya, kondisi aspal ternyata kurang bersahabat. Layout sirkuit yang punya 17 tikungan dengan kombinasi chicane (tikungan zigzag) rapat bener-bener menguras fisik. IWB mencatat, petaka sebenarnya berawal pada hari Sabtu pagi. Veda sempat mengalami lowside crash di Tikungan 3 yang membuat motornya lumayan babak belur. Proses perbaikan di paddock memakan waktu lama, sehingga Veda kehilangan sisa waktu berharga di sesi tersebut.

    Dampaknya fatal banget, Cak. Tim mekanik jadi kehilangan momen krusial untuk melakukan race simulation (simulasi balapan). Alhasil, mereka kekurangan data penting mengenai ketahanan ban dan setelan final motor untuk hari Minggu. Gara-gara nggak punya data simulasi balap, tim terpaksa meraba-raba setelan motor. Sialnya lagi, saat race day, cuaca di sirkuit mendadak berubah jadi jauh lebih panas. Kombinasi setelan yang kurang matang dan suhu aspal yang menyengat langsung bikin sektor pengereman motor Honda NSF250RW milik Veda terasa kedodoran sejak lap-lap awal…

    Padahal kalau sampeyan intip jalannya start, performa Veda bener-bener gila. Start dari posisi ke-9, dia langsung melesat merangsek ke barisan depan di posisi ke-6. Sayang seribu sayang, momentum emas itu langsung buyar setelah ia harus menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) di Lap ke-3 akibat insiden di sesi sebelumnya. Menjalani LLP di sirkuit sempit seperti Balaton Park otomatis melempar posisinya ke urutan 17 dan tertinggal jauh dari rombongan depan. Saat mencoba push habis-habisan untuk mengejar ketertinggalan, Veda malah terlibat duel sengit dengan pembalap papan bawah yang justru bikin bannya makin tersiksa.

    “Pas balapan, kesulitannya ya mungkin karena pertama kali juga saya balap di situ. Terus, sirkuitnya memang sulit karena banyak chicane dan juga grip-nya tidak terlalu bagus. Akhirnya tidak ada setelan yang siap untuk race, karena memang belum sempat simulasi race. Terus saat balapan kondisi lebih panas dan saya kesulitan saat mengerem. Setelah long lap saya tertinggal ke belakang, terus saya juga sempat bertarung dengan rider di belakang dan sempat naik posisinya. Sayang saya kehabisan grip ban dan ya susah,” keluh Veda.

    Balapan itu sendiri akhirnya harus dihentikan lebih awal (Red Flag) di lap terakhir menyusul crash horor yang melibatkan beberapa pembalap. Berdasarkan regulasi, hitungan finis diambil dari lap sebelumnya, dan Veda dinyatakan finis di posisi ke-16. Akibat pulang dengan tangan hampa dari Hungaria, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 terpaksa melorot dari peringkat 3 ke peringkat 6 dengan raihan 71 poin. Yang bikin makin nyesek, takhta puncak klasemen Rookie of the Year yang sempat dipegang Veda kini direbut oleh rival terdekatnya, Brian Uriarte (72 poin), dengan selisih tipis cuma 1 angka!

    Last…. balapan di Balaton Park kemarin bener-bener jadi learning curve alias pelajaran yang mahal banget buat seorang rookie seperti Veda Ega Pratama. Secara speed, bocah kita ini sejatinya punya potensi luar biasa dan mampu jabanin pembalap Eropa di barisan depan. Hanya saja, manajemen weekend balap dan adaptasi cepat saat ada kendala darurat memang masih perlu dipoles lagi. Tapi Perjalanan musim 2026 masih panjang, masih banyak sirkuit klasik seperti Brno di Ceko (19-21 Juni) yang menanti di depan mata. Kita doakan semoga Veda dan Honda Team Asia bisa segera bangkit. Semangat Veda, Gazzz !! (iwb)

  • Dokter Bedah Marquez Dr. Costa: ” Penderitaan membuatnya jadi Ksatria ” !!

    Dokter Bedah Marquez Dr. Costa: ” Penderitaan membuatnya jadi Ksatria ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kemenangan bersejarah Marc Marquez di Grand Prix Hongaria 2026, yang sekaligus menandai kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di semua kelas Kejuaraan Dunia, terus menuai kekaguman dari berbagai tokoh penting di dunia motorsport. Salah satu ulasan yang paling mendalam datang dari Dr. Claudio Costa, dokter ikonik sekaligus pendiri Clinica Mobile yang telah merawat ratusan pembalap legenda selama berdekade-dekade. Bagi Dr. Costa, pencapaian luar biasa The Baby Alien di Sirkuit Balaton Park bukan sekadar menambah angka dalam buku statistik. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata dari kemenangan jiwa manusia atas ujian fisik dan mental yang sangat ekstrem.

    Menurut Dr. Costa, periode-periode sulit yang dilalui Marquez akibat cedera parah pada lengan kanannya sejak tahun 2020—yang membutuhkan serangkaian operasi besar dan fase pemulihan yang sangat panjang—sama sekali tidak melemahkan pembalap asal Spanyol tersebut. Sebaliknya, proses menyakitkan itu justru mengubah watak dan kekuatannya secara total.

    “Penderitaan telah membentuknya menjadi seorang ksatria yang tak terkalahkan (an invincible knight),” ujar Dr. Costa saat mengulas kebangkitan magis pembalap bernomor 93 tersebut.

    Dr. Costa menjelaskan beberapa poin penting mengapa Marquez kini menjadi sosok yang berbeda:

    • Mentalitas yang Kebal: Pembalap biasa mungkin akan menyerah atau kehilangan kecepatan mereka setelah mengalami trauma fisik yang begitu berat. Namun, Marquez menggunakan penderitaan tersebut sebagai “bahan bakar” untuk membentuk mental yang lebih kuat.

    • Gaya Balap yang Matang: Di lintasan, Marquez yang sekarang bukan lagi sekadar pembalap muda yang mengandalkan bakat alami yang agresif. Ia telah bertransformasi menjadi seorang pahlawan sirkuit yang penuh perhitungan, tenang, dan memiliki ketahanan mental yang sulit digoyahkan oleh para rivalnya.

    Last….Kemenangan ke-100 Marquez ini diraih lewat aksi memukau di Grand Prix Hongaria. Ia memamerkan gaya berkendara yang sangat rapi dan cerdik dalam memanfaatkan peluang, terutama setelah insiden tabrakan besar yang menyingkirkan beberapa pembalap utama termasuk Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Bagi komunitas MotoGP, ulasan dari Dr. Costa ini semakin mempertegas naratif bahwa Marc Marquez telah berhasil menyelesaikan salah satu kisah kebangkitan (comeback) paling agung dalam sejarah olahraga modern. Dari titik terendah di mana ia hampir pensiun akibat cedera yang mengancam kariernya, kini ia kembali berdiri megah sebagai ksatria yang tak tertandingi di atas lintasan. Piye menurut sampeyan cak…setuju dengan opini dokter bedah Costa ?? (iwb)

  • Cetak Sejarah! Marc Marquez Jadi Pembalap Ke 3 yang Tembus 100 Kemenangan Grand Prix !!

    Cetak Sejarah! Marc Marquez Jadi Pembalap Ke 3 yang Tembus 100 Kemenangan Grand Prix !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap legendaris Marc Marquez resmi menorehkan namanya dalam buku sejarah emas Kejuaraan Dunia Balap Motor. Lewat kemenangan gemilang di Grand Prix Hongaria yang digelar di Sirkuit Balaton Park, sang The Baby Alien kini resmi mengoleksi 100 kemenangan sepanjang kariernya di semua kelas (125cc/Moto3, 250cc/Moto2, dan 500cc/MotoGP). Pencapaian ini menempatkan Marquez ke dalam klub elite yang sangat eksklusif. Sepanjang sejarah balap motor dunia, kini hanya ada tiga pembalap yang mampu menembus angka tiga digit atau 100 kemenangan Grand Prix…!!

    Sebelum Marquez, rekor fantastis ini hanya bisa diraih oleh dua legenda besar asal Italia, yaitu Giacomo Agostini dengan rekor 122 kemenangan (atau 123 jika menghitung kelas 750cc pada tahun 1977), dan musuh bebuyutan sekaligus ikon MotoGP, Valentino Rossi, yang mengoleksi 115 kemenangan.

    Peta Persaingan di Kelas Utama (Premier Class)

    Meski Marquez sukses menyentuh angka 100 kemenangan secara total di semua kelas, statistik di kelas utama (500cc/MotoGP) menunjukkan dinamika yang berbeda. Hingga saat ini, belum ada satu pun pembalap dalam sejarah yang mampu mencetak 100 kemenangan hanya di kelas tertinggi saja.

    Di kelas premier, Valentino Rossi masih kokoh memegang takhta tertinggi sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak, yaitu 89 kemenangan. Marc Marquez menguntit di posisi kedua dengan 74 kemenangan, disusul oleh Giacomo Agostini di tempat ketiga dengan 68 kemenangan.

    Berikut adalah daftar pembalap dengan kemenangan terbanyak khusus di kelas premier (500cc/MotoGP):

    1. Valentino Rossi – 89 kemenangan

    2. Marc Marquez – 74 kemenangan

    3. Giacomo Agostini – 68 kemenangan

    4. Mick Doohan – 54 kemenangan

    5. Jorge Lorenzo – 47 kemenangan

    6. Casey Stoner – 38 kemenangan

    7. Mike Hailwood – 37 kemenangan

    8. Dani Pedrosa – 31 kemenangan

    9. Eddie Lawson – 31 kemenangan

    10. Francesco Bagnaia – 31 kemenangan

    11. Kevin Schwantz – 25 kemenangan

    Last…Kemenangan ke-100 Marquez ini diraih di tengah balapan dramatis di Hongaria, di mana ia berhasil memanfaatkan situasi pelik setelah insiden tabrakan beruntun yang melibatkan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang turut menyeret total lima pembalap. Marquez menunjukkan kematangan luar biasa dengan membawa pulang podium tertinggi sekaligus mengamankan tonggak sejarah baru dalam kariernya yang penuh dengan pasang surut akibat cedera di masa lalu. Dengan usia dan performa yang kembali kompetitif, publik kini menanti apakah Marquez mampu mengejar rekor 115 kemenangan milik Valentino Rossi atau bahkan mendekati rekor sepanjang masa milik Giacomo Agostini di masa depan. Satu yang pasti, nama Marc Marquez kini semakin tidak tergoyahkan sebagai salah satu pembalap terhebat yang pernah ada di dunia motorsport. Gooo Marc !! (iwb)

  • Memanas…Banding tim Leopard di tolak, Pertimbangkan bawa ke CAS !!??

    Memanas…Banding tim Leopard di tolak, Pertimbangkan bawa ke CAS !!??

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kabar Buruk bagi Leopard: FIM Tolak Upaya Banding! Panel Juri Banding (Stewards’ Appeal Panel) memperkuat keputusan awal dan menolak banding dari tim. Leopard kini tidak punya pilihan selain mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Waah makin mawuttt cakkk….

    Berita besar hari ini di kelas Moto3 adalah didiskualifikasinya Adrien Fernandez dari GP Thailand, Brasil, Austin, Jerez, Le Mans, dan Barcelona. Ini merupakan pukulan telak bagi Tim Leopard yang kini terpaksa menghadapi kemunduran yang signifikan. Kendati demikian, pihak tim tidak tinggal diam dan segera mengajukan banding atas keputusan tersebut. Alasan mereka adalah….tidak ada bukti khusus mereka cheating. Berikut pernyataan resmi tim Leopard..

    ” Leopard Racing mengakui keputusan yang dikeluarkan oleh Panel Steward FIM MotoGP™ mengenai mesin #810 dan #811 dan perubahan hasil Grand Prix Thailand, Brasil, Spanyol, Prancis, dan Catalunya untuk pembalap #31 Adrián Fernández.

    Tim dengan hormat tidak setuju dengan kesimpulan yang dicapai dan menegaskan bahwa mereka telah memulai semua prosedur yang tersedia berdasarkan peraturan yang berlaku untuk melindungi hak-hak mereka dan hak-hak pembalapnya, sambil mengevaluasi, bersama dengan penasihat hukum mereka, langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil.

    Leopard Racing selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan peraturan teknis dan olahraga Kejuaraan Dunia Moto3™ dan dengan tegas menolak anggapan bahwa mesin apa pun telah dibuka atau dimodifikasi tanpa izin.

    Juga dicatat bahwa inspeksi teknis yang dilakukan pada dua mesin tidak mengidentifikasi komponen ilegal, modifikasi peningkatan performa, bagian yang tidak sesuai, atau elemen teknis yang bertentangan dengan peraturan Moto3™.

    Selanjutnya, mesin yang digunakan selama Grand Prix Italia di Mugello telah menjalani pemeriksaan teknis yang ekstensif dan dinyatakan sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Perselisihan saat ini hanya menyangkut interpretasi elemen-elemen tertentu yang berkaitan dengan sistem penyegelan mesin dan kesimpulan yang diambil dari pengamatan tersebut. Leopard Racing percaya bahwa sejumlah pertanyaan teknis dan prosedural yang signifikan masih belum terselesaikan, termasuk metodologi yang digunakan untuk menetapkan dugaan pelanggaran dan proporsionalitas sanksi yang dikenakan. Lebih lanjut dicatat bahwa tidak ada perwakilan tim yang hadir selama inspeksi ini.

    Tim menganggap bahwa tidak ada bukti yang jelas yang disajikan untuk menetapkan apakah dan kapan dugaan pelanggaran tersebut dikatakan telah terjadi, atau indikasi bahwa keuntungan teknis atau olahraga apa pun telah diperoleh.

    Leopard Racing akan terus mempertahankan posisinya melalui semua saluran yang tersedia, dengan tekad dan keyakinan akan kebenaran tindakannya, sambil tetap menghormati lembaga olahraga yang terlibat.

    Terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembalap, mitra, sponsor, dan penggemar kami atas kepercayaan dan dukungan mereka yang berkelanjutan selama proses ini..”

    • Leopard Racing

    Namun, dalam satu jam terakhir, Juri Banding FIM resmi menolak banding tim tersebut, sekaligus mengonfirmasi keputusan awal: yakni diskualifikasi sang pembalap dari enam seri GP pertama.

    Berikut adalah pernyataan resminya:

    Direktur Teknis telah menetapkan, berdasarkan inspeksi fisik, bukti yang diberikan oleh pihak pabrikan, serta pemeriksaan segel mesin, bahwa integritas sistem penyegelan resmi yang telah disetujui telah dilanggar dan mesin bernomor #810 telah dibuka tanpa izin. Sesuai dengan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin dengan segel pengaman yang rusak, diotak-atik, atau hilang dianggap sebagai mesin yang dibangun ulang (rebuilt) dan harus diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi mesin untuk pembalap.

    Mesin tersebut sebenarnya telah menyelesaikan masa pakainya dan telah dihapus dari alokasi pembalap sesuai dengan prosedur standar akhir masa pakai. Namun, temuan berikutnya yang menunjukkan bahwa segel pengaman telah diotak-atik dan mesin telah dibuka tanpa izin mengharuskan mesin ini dianggap telah dibangun ulang, sehingga dihitung sebagai mesin tambahan dalam alokasi pembalap. Konsekuensinya, mesin #810 dihitung satu kali untuk penggunaannya selama masa pakai aslinya, dan dihitung untuk kedua kalinya berdasarkan dugaan pembangunan ulang sesuai dengan Pasal 2.6.3.3.13(c).

    Oleh karena itu, mesin #810 digunakan sebagai mesin yang dialokasikan dan, setelah adanya ketetapan bahwa sistem penyegelan pengaman resmi telah dilanggar, maka berdasarkan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin tersebut dianggap sebagai mesin yang dibangun ulang dan diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap. Akibatnya, alokasi mesin untuk pembalap tersebut diubah.

    Keputusan Direktur Teknis ini didasarkan secara eksklusif pada fakta yang terbukti bahwa integritas sistem penyegelan resmi telah dilanggar dan mesin-mesin tersebut telah dibuka tanpa izin.

    Juri FIM MotoGP (FIM MotoGP Stewards) setuju dengan penerapan Regulasi Teknis seperti yang ditentukan oleh Direktur Teknis beserta konsekuensi terkait alokasi mesin yang diatur dalam Pasal 2.6.3.3.13(c).

    Panel Juri FIM MotoGP menilai bahwa campur tangan tanpa izin terhadap sistem penyegelan teknis yang sah merupakan tindakan yang merugikan kepentingan acara atau olahraga tersebut sesuai dengan Pasal 3.3.2.2.

    Panel Juri Banding FIM MotoGP merujuk pada Pasal 2.4.5.3(3), di mana penyerahan sepeda motor pada saat Pemeriksaan Teknis (Technical Scrutineering) merupakan pernyataan implisit tentang kepatuhan terhadap regulasi teknis.

    Tanggung jawab untuk mempersiapkan sepeda motor agar mematuhi semua regulasi teknis dan keselamatan berada sepenuhnya di tangan tim.

    Panel Juri Banding FIM MotoGP menyatakan puas dengan penjelasan yang diberikan oleh Direktur Teknis beserta staf teknis, serta oleh teknisi dari perusahaan yang bertanggung jawab membantu produsen mesin, serta mengenai prosedur terkait, termasuk penyerahan foto-foto tambahan yang memperlihatkan kondisi segel dan bagian internal mesin.

    Pihak Tim tidak dapat memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai kondisi segel pengaman beserta bukti-bukti relevan yang menunjukkan bahwa telah dilakukan tindakan invasif di dalam mesin.

    Sistem penyegelan resmi merupakan bagian integral dari regulasi daya tahan mesin Moto3 dan merupakan mekanisme untuk memverifikasi kepatuhan terhadap batasan alokasi dan pembangunan ulang mesin. Dengan menyerahkan mesin yang segel pengamannya telah diotak-atik dan dibuka tanpa izin, tim telah menyerahkan materi yang kepatuhannya terhadap regulasi tidak bisa lagi diverifikasi.

    Begitu integritas tersebut dilanggar, Direktur Teknis tidak bisa lagi memastikan dengan penuh keyakinan bahwa mesin tetap berada dalam kondisi semula saat pertama kali disetujui dan dialokasikan.

    Sudah menjadi prinsip baku dalam Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM bahwa hasil balapan harus didasarkan pada peralatan yang kepatuhannya dapat diverifikasi. Ketika tindakan tim/peserta membuat verifikasi tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, maka hasil olahraga yang diraih tidak dapat dianggap cukup andal untuk tetap dipertahankan dalam klasemen.

    Keputusan Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukakan di atas, Komisaris Banding FIM memutuskan:

    • Memperkuat keputusan yang dikeluarkan oleh Juri FIM MotoGP™;

    • Menolak banding yang diajukan.

    Sesuai dengan Pasal 3.4.4, 3.7.2.2, 3.7.2.3, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, tim memiliki hak untuk menyanggah keputusan Komisaris Banding FIM ini di hadapan Pengadilan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan selanjutnya, jika diperlukan, di hadapan pengadilan selanjutnya. Pemberitahuan banding harus diajukan dalam waktu 5 hari sejak tanggal dan waktu notifikasi ini dikeluarkan…

    Yesss…itu cak isi resmi penolakan banding. Kini untuk iktiar final tim Leopard bisa mengajukan final banding ke CAS atau Pengadilan Arbitrase Olahraga. Hanya saja dari pengalaman masa lalu CAS ini akan inline dengan keputusan FIM MotoGP Stewards. Kasus yang pernah terjadi pada Rossi saat dituduh menendang Marquez hingga harus start paling belakang di Valencia juga ditolak oleh CAS. Jadi sepertinya tim Leopard harus merelakan perjuangan mereka untuk tidak banding karena justru akan membuat mereka makin tak menentu…(iwb)

  • MotoGP Sprint Hongaria : The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    MotoGP Sprint Hongaria : The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Juara dunia bertahan, Marc Marquez, membuktikan kembali mentalitas juaranya dengan memenangkan balapan Tissot Sprint dalam Grand Prix Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park (6/6/2026). Kemenangan ini terasa luar biasa mengingat pembalap utama Ducati tersebut baru saja menjalani operasi pada bahu kanannya bulan lalu dan masih berada dalam proses pemulihan kebugaran fisik. Yup…The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    Sebelum akhir pekan ini dimulai, Marquez sempat meredam ekspektasi publik dengan menyatakan dirinya belum cukup bugar untuk memperebutkan podium. Namun, performa di atas lintasan menceritakan kisah yang sama sekali berbeda. Sang “Baby Alien” merebut posisi pole pada kualifikasi pagi hari dan mengonversinya menjadi kemenangan dominan dalam balapan sepanjang 13 lap tersebut.

    Sejak lampu start padam, Marc Marquez langsung melakukan holeshot sempurna dari posisi terdepan. Pembalap KTM, Pedro Acosta, menempel ketat di posisi kedua, sementara pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi (Aprilia), melakukan start brilian melesat dari posisi keenam menuju posisi ketiga di Tikungan 1.

    Keunggulan teknis Marquez langsung terlihat di lap-lap awal. Memasuki lap kedua, Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menembus catatan waktu 1 menit 37 detik, tepatnya 1 menit 37,901 detik, menjadikannya pemilik Fastest Lap pada sesi Sprint ini. Sebagai perbandingan, lap terbaik Pedro Acosta berada di angka 1 menit 38,332 s.

    Kecepatan luar biasa tersebut membuat Marquez sukses membuka jarak hingga lebih dari dua detik di pertengahan balapan, sebelum akhirnya mengendurkan kecepatan di lap terakhir untuk mengamankan kemenangan dengan keunggulan 1,548 detik atas Acosta.

    Di posisi ketiga, Marco Bezzecchi berhasil mengamankan podium terakhir setelah menahan gempuran dari pembalap Gresini Ducati, Fermin Aldeguer, yang sayangnya melakukan kesalahan melebar di Tikungan 9 pada lap keempat. Kesalahan Aldeguer tersebut juga menguntungkan Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) yang naik dan finis di posisi keempat. Sementara itu, rival utama Bezzecchi di klasemen, Jorge Martin, harus puas finis di posisi keenam setelah sempat melebar memotong chicane saat mencoba menyalip pembalap LCR Honda, Diogo Moreira.

    Hasil Lengkap MotoGP Sprint Hungaria 2026 (Poin Teratas):

    1. Marc Marquez (Ducati) – 13 Lap (12 Poin)

    2. Pedro Acosta (KTM) +1.548s (9 Poin)

    3. Marco Bezzecchi (Aprilia) +2.722s (7 Poin)

    4. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) +3.940s (6 Poin)

    5. Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) +4.211s (5 Poin)

    6. Jorge Martin (Aprilia) +5.102s (4 Poin)

    Kemenangan Sprint ketiga bagi Marc Marquez di musim 2026 ini memberikan suntikan 12 poin penting dalam upayanya mengejar ketertinggalan di papan klasemen akibat absen dan pemulihan operasi.

    Di sisi lain, keberhasilan Marco Bezzecchi finis di depan Jorge Martin membuat pembalap Italia tersebut memperlebar jaraknya di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia. Dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh tim Aprilia dan kebangkitan dramatis dari Marc Marquez bersama Ducati, jalannya balapan utama (Main Race) pada hari Minggu dipastikan akan berlangsung sangat sengit.

    Last…Kemenangan di Balaton Park ini menjadi pesan tegas dari Marc Marquez kepada rival-rivalnya: bahkan dalam kondisi fisik yang belum 100 persen pasca operasi, insting membunuh sang juara dunia di atas lintasan tetap tidak terkalahkan. Piyee masih nyinyirin Marc waktunya pensiun ? wkwkwkwk….Goooo Marquezz !!! (iwb)

    2026 Hungarian MotoGP, Balaton Park – Sprint Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 13 laps
    2 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +1.548s
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.722s
    4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +3.973s
    5 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +4.366s
    6 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +5.708s
    7 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +6.285s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +7.587s
    9 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +8.237s
    10 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +8.469s
    11 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +11.609s
    12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +12.07s
    13 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +14.173s
    14 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +15.799s
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +15.961s
    16 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +16.376s
    17 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +17.07s
    18 Iker Lecuona SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +17.381s
    19 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +19.49s
    20 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +20.662s
    21 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +24.063s
    22 Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V) +30.947s
  • Licik Bongkar Mesin !! Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari 6 Balapan….Veda Melesat P3 di Moto3 !!

    Licik Bongkar Mesin !! Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari 6 Balapan….Veda Melesat P3 di Moto3 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia balap Moto3 diguncang skandal teknis besar. Pebalap tim Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari hasil enam Grand Prix (GP) awal musim ini. Keputusan berat ini diambil setelah Direktur Teknis kejuaraan menemukan adanya indikasi kecurangan berupa manipulasi atau perusakan segel pada mesin Honda milik tim asal Luksemburg tersebut…!!

    Berdasarkan hasil investigasi mendalam, Fernandez dicoret dari hasil balapan yang berlangsung di Thailand, Brasil, Amerika Serikat (Austin), Spanyol (Jerez), Prancis (Le Mans), dan Catalunya (Barcelona).

    Kronologi Terbongkarnya Kecurangan

    Sanksi tegas ini dijatuhkan setelah pihak penyelenggara melakukan inspeksi menyeluruh terhadap dua mesin Honda yang digunakan oleh Adrian Fernandez, yaitu mesin dengan nomor seri 810 dan 811.

    Dari hasil pemeriksaan teknis, ditemukan ketidaksesuaian regulasi yang fatal pada kedua mesin tersebut:

    • Mesin 810 (Digunakan pada 4 GP pertama: Thailand, Brasil, Austin, dan Jerez): Direktur Teknis menemukan bahwa segel resmi pada mesin ini telah rusak atau terkompromi (compromised). Meski demikian, tidak ditemukan bukti adanya modifikasi atau manipulasi komponen di bagian dalam mesin ini.

    • Mesin 811 (Digunakan di Le Mans dan Barcelona): Temuan pada mesin kedua jauh lebih serius. Selain segelnya yang rusak karena sengaja diakali, petugas teknis menemukan tanda-tanda jelas bahwa mesin tersebut telah dibongkar. Begitu mesin dibuka, tim teknis kejuaraan mendeteksi berbagai anomali yang membuktikan bahwa mekanik Leopard Racing telah mengutak-atik bagian dalam mesin tersebut tanpa izin.

    Sesuai dengan Pasal 3.3.2.2 dalam regulasi teknis kejuaraan, setiap tim dilarang keras merusak, membuka, atau memodifikasi segel mesin yang telah dipasang oleh pihak otoritas balap tanpa adanya izin tertulis sebelumnya.

    Dampak Besar pada Klasemen Kejuaraan

    Hukuman diskualifikasi massal ini menjadi pukulan telak bagi Adrian Fernandez dan tim Leopard Racing. Pebalap asal Spanyol tersebut harus merelakan sejumlah pencapaian gemilang yang diraihnya dengan susah payah di awal musim ini, termasuk podium yang ia amankan di GP Le Mans dan GP Barcelona.

    Dampak terhadap posisinya di papan klasemen sementara Moto3 juga sangat masif:

    • Sebelum hukuman dijatuhkan, Fernandez berada di peringkat ke-3 klasemen sementara dengan koleksi 90 poin.

    • Setelah poin dari enam balapan tersebut hangus, ia kini hanya menyisakan 13 poin saja di kantongnya.

    Last…Hingga saat ini, keputusan pembatalan poin tersebut telah berkekuatan hukum tetap, memaksa Leopard Racing untuk mengevaluasi kinerja internal mereka dan berjuang keras mengembalikan posisi mereka yang merosot tajam di sisa musim kompetisi. Dan dengan didiskualifikasi Adrian otomatis akan membuat posisi Veda Naik ke P3 dalam klasemen sementara Moto3 2026…Goooo Veda !! (iwb)