Category: Motogp

  • Bezzecchi Tuduh Marquez Sembunyikan Kecepatan Asli di Aragon !!

    Bezzecchi Tuduh Marquez Sembunyikan Kecepatan Asli di Aragon !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Meskipun sukses mengungguli Marc Marquez dan memimpin sesi Practice MotoGP Aragon pada Jumat sore, pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yakin bahwa pebalap Ducati Lenovo tersebut belum mengeluarkan seluruh potensi terbaiknya dan masih menjadi tolok ukur utama akhir pekan ini. Marquez sempat menguasai sesi FP1 dan memimpin sebagian besar sesi Practice, sebelum akhirnya disalip tipis oleh Bezzecchi dan Alex Marquez di menit-menit akhir dengan selisih waktu yang sangat ketat, yaitu hanya 0,038 detik di antara ketiganya. Bezzecchi Tuduh Marquez Sembunyikan Kecepatan Asli di Aragon !!

    Bezzecchi menilai bahwa Marquez belum benar-benar melakukan time attack maksimal pada akhir sesi.

    “Saya senang dengan hasil ini. Memang benar Marc pasti sedikit ‘bersembunyi’ (menyimpan kemampuan) karena dia bahkan tidak melakukan time attack kedua, dan saya yakin besok dia akan menjadi pebalap yang harus dikalahkan. Tapi untuk saat ini, hasil ini sangat bagus bagi saya. Saya merasa nyaman dengan motornya. Saya memulai dengan baik pagi ini dan di antara dua sesi, saya mampu membuat sedikit kemajuan. Dari segi gaya berkendara, saya masih melakukan beberapa kesalahan. Namun saya merasa baik. Memang benar secara fisik, terus-menerus bertumpu pada tikungan kiri untuk lutut saya rasa sakitnya tidak pernah benar-benar hilang, tetapi saya merasa lebih baik dibandingkan saat di Silverstone…” serunya..

    Pernyataan Bezzecchi mengacu pada keputusan Marquez yang memilih tetap menggunakan set ban lunak belakang yang sama pada percobaan time attack keduanya, alih-alih menggantinya dengan ban belakang lunak baru seperti pebalap lain. Hasil manis sebagai satu-satunya pebalap non-Ducati di posisi lima besar ini menjadi penyemangat besar bagi Bezzecchi, mengingat ia masih bertarung dengan rasa sakit akibat cedera tulang selangka dan knee (lutut) yang didapatnya di Sachsenring.

    Last….Keberhasilan Bezzecchi menempati posisi teratas bahkan mengejutkan pebalap KTM, Pedro Acosta, yang menyebut hasil P1 Bezzecchi sebagai kejutan terbesar hari itu melampaui kejutan dari kembalinya Johann Zarco ke posisi 10 besar. Acosta menilai Marquez mungkin sedang mengelola akhir pekan dengan menghemat tenaga. Di sisi lain, saat ditanya mengenai komponen aero belakang baru pada motor Aprilia RS-GP miliknya yang membantu penampilannya hari itu, Bezzecchi hanya merespons singkat sambil tersenyum: “Bentuknya sangat indah!”…(iwb)

    2026 Aragon MotoGP – Latihan Bebas

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’45.455s 21/22 348k
    2 ^2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.010s 21/21 348k
    3 ˅2 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.038s 17/20 345k
    4 ^4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.299s 19/20 346k
    5 ^4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.440s 18/20 343k
    6 ˅4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.504s 21/23 343k
    7 ^11 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.572s 17/22 347k
    8 ˅3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.609s 16/20 348k
    9 ˅2 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.763s 17/21 346k
    10 ^1 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.843s 21/21 349k
    Qualifying 1:
    11 ^2 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +0.853s 18/22 348k
    12 ^5 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.921s 19/24 348k
    13 ^7 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.032s 15/20 349k
    14 ˅4 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.163s 21/21 344k
    15 ˅1 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.168s 23/24 347k
    16 ˅4 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.249s 17/18 345k
    17 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.494s 17/18 348k
    18 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.554s 17/21 348k
    19 ˅13 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.638s 18/18 340k
    20 ˅5 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.733s 23/23 351k
    21 ˅5 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.902s 18/19 341k
    22 = Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +2.254s 20/21 344k
  • Ajaib !! Pasca Cedera Parah, Johann Zarco Langsung Melesat jadi Honda terbaik !!

    Ajaib !! Pasca Cedera Parah, Johann Zarco Langsung Melesat jadi Honda terbaik !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…siapa menyangka pasca cedera kaki yang sangat parah, Zarco melesat cak. Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, menandai kembalinya ia ke lintasan MotoGP dengan performa luar biasa di Gran Premio de Aragón. Setelah harus absen lebih dari 100 hari (sekitar tiga setengah bulan) akibat cedera ligamen lutut yang didapatnya di Barcelona, pebalap asal Prancis ini langsung mencuri perhatian dengan menjadi pebalap Honda tercepat dan mengamankan posisi 10 besar untuk lolos langsung ke babak Kualifikasi 2 (Q2). Zarco bikin Kejutan di Aragon…Langsung Melesat jadi Honda terbaik !!

    Zarco mengalami cedera parah pada bulan Mei usai insiden kecelakaan di Catalunya. Namun, saat kembali menunggangi motor RC213V di Aragon, ia menunjukkan bahwa kecepatannya sama sekali tidak memudar. Setelah mencatatkan waktu impresif di sesi Latihan Bebas 1 (FP1) dengan menempati posisi ke-11, Zarco tampil makin agresif pada sesi Practice di sore hari. Ia berhasil finish di urutan ke-10, menjadikannya satu-satunya penunggang Honda yang berhasil menembus posisi 10 besar dan langsung mengamankan tempat di Q2.

    “Sore harinya, kecepatannya langsung terasa lebih cepat dan sengit, dan kami kembali ke dalam atmosfer persaingan! Saya sampai berkata, ‘Wow, itu sangat intens!’. Mengenai kaki, tidak ada rasa sakit, tetapi otot-otot membutuhkan sedikit waktu untuk terbiasa lagi dengan posisinya. Saya langsung mengalami sedikit kram, yang langsung saya tangani setelah sesi berakhir. Nanti malam, saya akan memijat kaki dengan baik untuk merilekskannya karena kram bisa menjadi masalah. Pada time attack pertama, saya bersama Alex Marquez, pembalap yang sempurna untuk diikuti, tetapi saya tidak cukup cepat dan sempat berpikir akan sulit untuk menembus sepuluh besar. Pada pemakaian ban terakhir, saya tidak bisa [mengikuti] pebalap yang saya inginkan, tetapi saya mencoba melakukan semuanya dengan baik dan itu berhasil.

    Bangga ?? tidak, tetapi sangat senang bisa kembali ke papan atas. Selain itu, [Kualifikasi 2] selalu menjadi target setiap akhir pekan… dan hanya Honda yang ada di 10 besar. Kami selalu membandingkan diri dengan pebalap lain, dan rasanya menyenangkan bisa kembali serta berkata, ‘Oke, saya di sini’! Yang jelas, ego saya sangat terpuaskan hari ini! Saya ingin berada di dua baris terdepan besok agar punya peluang bagus di balapan sprint, tetapi saya tidak tahu bagaimana kami bisa mencatatkan waktu di kisaran ’45. Saya senang memiliki sensasi yang berbeda pada motor hari ini dan mencoba memaksimalkan sensasi tersebut untuk mungkin membuat langkah maju. Namun dari apa yang sudah saya lakukan sejauh ini, saya bertanya-tanya apakah waktu ’45 itu memungkinkan.” serunya…

    Last..menghadapi sesi kualifikasi pada Sabtu pagi, Zarco menargetkan untuk bisa memulai balapan dari dua baris terdepan (posisi 6 besar) agar memiliki peluang bagus di Sprint Race. Meski demikian, ia bersikap realistis terkait potensi motor Honda saat ini.  Perjuangan Zarco akan sedikit lebih berat karena ia harus menjalani hukuman Double Long Lap Penalty akibat dianggap menjadi penyebab kecelakaan saat restart di Barcelona. Kembalinya Zarco yang langsung kompetitif juga memberikan suntikan kelegaan besar bagi tim LCR dan pabrikan Honda (HRC) yang sangat membutuhkan arah serta performa kuat darinya di sisa musim ini…..(iwb)

    MotoGP Aragon: All riders in Q2

    Pos Rider Nat Team
    1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26)
    2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26)
    3 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26)
    4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26)
    5 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25)
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
    7 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26)
    8 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)
    9 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)
    10 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)

    MotoGP Aragon: All riders in Q1

    11 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)*
    12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V)
    13 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26)
    14 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
    16 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    17 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    18 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)
    19 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)
    20 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    21 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)*
    22 Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
  • Pecco Bingung dan Frustasi di Aragon….Motor rasanya berbeda total !!!

    Pecco Bingung dan Frustasi di Aragon….Motor rasanya berbeda total !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap Ducati Lenovo, Francesco “Pecco” Bagnaia, tak mampu menyembunyikan rasa frustrasi dan emosinya usai menjalani sesi latihan Jumat yang berat di MotoGP Aragon. Sang juara bertahan harus puas tertahan di posisi ke-13 dan gagal lolos langsung ke Kualifikasi 2 (Q2). Saat empat pebalap Ducati lainnya berhasil menembus posisi lima besar, Bagnaia justru masih berkutat dengan masalah grip (daya cengkeram) yang terus menghantuinya sejak akhir pekan di Silverstone. Pecco Bingung dan Frustasi….Motor rasanya berbeda total !!!

    Usai sesi latihan berakhir, Bagnaia tidak langsung kembali ke garasi Ducati untuk melakukan evaluasi. Ia memilih mengambil waktu sejenak untuk mengontrol emosinya.

    “Saya tidak berhenti di garasi karena sangat gugup dan frustrasi dengan diri sendiri akibat tidak berhasil menyelesaikan satu lap pun [dengan bersih]. Saya perlu menenangkan diri sedikit. Sebab dalam situasi seperti itu, saat Anda merasa frustrasi dan gugup, Anda bisa mengatakan hal-hal yang tidak Anda maksudkan. Dalam situasi sulit, sangat mudah untuk merusak kerja sama tim. Saya tidak menduga performa seperti ini, saya berharap bisa jauh lebih cepat. Namun sayangnya, ini sulit. Ada sesuatu dari segi feeling yang berubah sejak di Silverstone.

    “Di Sachsenring saya cukup yakin kami mengalami peningkatan dan hasilnya pun lebih baik, tetapi sejak Silverstone saya tidak merasa nyaman di atas motor dan kesulitan melakukan hal-hal yang normal. Hari ini saya berisiko terjatuh berkali-kali padahal melaju sangat pelan. Lalu, di lap terakhir saya mencoba segalanya untuk menembus sepuluh besar, saya sudah dekat, tetapi di tikungan terakhir saya melebar. Saya tidak langsung berhenti di garasi karena sangat gugup dan frustrasi pada diri sendiri karena tidak berhasil menyelesaikan satu pun lap [yang bersih], jadi saya perlu sedikit menenangkan diri.

    “Karena dalam situasi seperti itu, ketika kamu frustrasi dan gugup, kamu bisa mengucapkan banyak hal yang sebenarnya tidak kamu inginkan. Dan ketika bekerja dalam situasi sulit, sangat mudah untuk merusak kerja sama tim. Jadi lebih baik mengambil napas sejenak, lalu ketika kembali ke garasi, saya banyak berdiskusi dengan tim untuk memahami situasi. Beruntung, seperti biasa, Alex Marquez mampu membuat perbedaan dalam banyak aspek. Saya benar-benar berharap bisa menemukan cara untuk mengikuti apa yang dia lakukan. Jadi, bisa dibilang hampir di seluruh area. Jujur saja, grip di trek terlihat lebih baik karena lebih konstan dibanding trek lain. Namun bagi saya sendiri, saat masuk tikungan, saya kehilangan kendali bagian belakang tanpa melakukan apa pun.

    “Begitu saya menyentuh gas, di 10-15% bukaan awal saya langsung kehilangan grip. Dan sampai posisi motor benar-benar tegak, ban belakang masih spinning dan motor banyak bergetar. Motor saya masih kesulitan mencari grip, tapi ya begitulah kondisinya. Beruntung, tim bekerja dengan baik dan mereka punya ide bagus yang sudah disiapkan, yang sangat saya harapkan bisa berhasil.” serunya….

    Last….Pecco akan Menghadapi sesi Kualifikasi 1 (Q1) pada hari Sabtu, Bagnaia berharap tim mekaniknya dapat menemukan formula tepat dari data pebalap Ducati lainnya, terutama Alex Marquez yang tampil sangat menjanjikan. Semangat Pecco !! (iwb)

  • Strategi Marquez di Aragon Hanya Satu…” Serang !!”

    Strategi Marquez di Aragon Hanya Satu…” Serang !!”

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Marc Marquez mengungkapkan bahwa ia langsung menggunakan “attack mode” (mode menyerang) sejak sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Grand Prix MotoGP Aragon, meskipun sebelumnya sempat mengisyaratkan akan mengubah pendekatannya setelah balapan di Silverstone. Usai GP Inggris, pebalap Ducati tersebut mengakui bahwa ia terlalu memaksakan diri di awal akhir pekan sehingga menguras energi bahu kanannya yang masih dalam pemulihan untuk balapan utama. Meski sempat berencana menghemat tenaga pada hari Jumat, Marquez justru tampil tercepat di FP1 dan mematahkan rekor lap saat menempati posisi ketiga pada sesi Practice di lintasan favoritnya ini. Yup….Strategi Marquez di Aragon adalah…” Serang !!”

    Marc Marquez menegaskan bahwa ia langsung mengaktifkan “attack mode” sejak sesi latihan bebas pertama di MotoGP Aragon karena karakter sirkuit yang didominasi tikungan kiri dinilai lebih ramah bagi kondisi fisik bahunya, sehingga ia tidak ragu menekan motor Ducati miliknya hingga berhasil mematahkan rekor lap dan menembus tiga besar, meskipun pada akhirnya ia mewaspadai ketatnya persaingan karena pebalap lain seperti Marco Bezzecchi dan Alex Marquez juga mencatatkan waktu yang sangat tajam, namun dengan basis motor yang sudah terasa konsisten dan nyaman ia optimistis bisa kembali bertarung di barisan terdepan pada sesi kualifikasi dan balapan mendatang. Ketika ditanya mengenai pendekatannya di Aragon, Marquez menjelaskan mengapa ia tidak menahan diri sejak awal:

    “Ini adalah sirkuit untuk menyerang, jadi saya harus menyerang. Tidak masalah, mari kita lihat bagaimana saya akan bertahan. Namun, fakta bahwa ini adalah sirkuit berlawanan arah jarum jam (dominan tikungan kiri) dan sebagian besar titik pengereman keras ada di sisi kiri, saya yakin itu tidak akan menjadi masalah. Karena alasan itulah saya memulai dengan mode menyerang sejak FP1. Saya berada di bawah rekor lap, tetapi bukan yang tercepat. Itu berarti semua orang sangat cepat, semuanya sangat ketat, dan ini akan menjadi akhir pekan yang berat. Namun kami ada di sana bertarung dengan para pebalap terdepan, jadi itu hal yang paling penting. Basis motor sudah bagus, saya merasa nyaman, dan kami hanya mengubah hal-hal kecil. Kami perlu mencoba sedikit hal besok pagi untuk melihat apakah saya bisa sedikit lebih cepat. Namun fakta bahwa saya sangat konsisten berarti saya merasa nyaman dengan motor ini.” tukasnya..

    Last…Meskipun Marquez belum terkalahkan di Aragon baik dalam sesi Sprint maupun balapan utama sejak bergabung dengan Ducati pada 2024, ia tetap mewaspadai kecepatan lawan-lawannya. Ia secara khusus menyoroti performa impresif Bezzecchi dan Alex Marquez, serta mengingatkan untuk tidak melupakan Jorge Martin dan Fabio Di Giannantonio. Menghadapi sesi Sabtu pagi, Marquez mengonfirmasi bahwa ia memiliki sedikit pembaruan atau penyesuaian kecil yang akan dicoba pada motor Ducati miliknya. Gooo Marc !! (iwb)

    2026 Aragon MotoGP – Practice Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’45.455s 21/22 348k
    2 ^2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.010s 21/21 348k
    3 ˅2 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.038s 17/20 345k
    4 ^4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.299s 19/20 346k
    5 ^4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.440s 18/20 343k
    6 ˅4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.504s 21/23 343k
    7 ^11 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.572s 17/22 347k
    8 ˅3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.609s 16/20 348k
    9 ˅2 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.763s 17/21 346k
    10 ^1 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.843s 21/21 349k
    Qualifying 1:
    11 ^2 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +0.853s 18/22 348k
    12 ^5 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.921s 19/24 348k
    13 ^7 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.032s 15/20 349k
    14 ˅4 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.163s 21/21 344k
    15 ˅1 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.168s 23/24 347k
    16 ˅4 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.249s 17/18 345k
    17 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.494s 17/18 348k
    18 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.554s 17/21 348k
    19 ˅13 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.638s 18/18 340k
    20 ˅5 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.733s 23/23 351k
    21 ˅5 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.902s 18/19 341k
    22 = Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +2.254s 20/21 344k
  • ” Aku tidak Bisa Mengontrol lengan Kananku..” tukas Marquez !!

    ” Aku tidak Bisa Mengontrol lengan Kananku..” tukas Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..Marc Marquez akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pernyataannya yang sempat memicu spekulasi usai balapan di Silverstone. Dalam rekaman video di balik layar yang diunggah di saluran YouTube resmi Ducati Lenovo, juara dunia MotoGP tersebut terdengar mengeluh bahwa dirinya “tidak bisa mengontrol lengan kanan” setelah menyelesaikan balapan di posisi ketujuh. ” Aku tidak Bisa Mengontrol lengan Kananku..” tukas Marquez !!

    Menjelang bergulirnya seri GP Aragon, Marquez meluruskan bahwa keluhan tersebut berkaitan langsung dengan riwayat medis panjang yang dialaminya. Pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa masalah pada lengan kanannya merupakan efek dari tujuh operasi berbeda yang pernah ia jalani di area bahu kanan. Usai jeda musim panas, Marquez mengaku sempat merasa kondisi fisiknya membaik setelah menambah massa otot di gym. Hal itulah yang mendorongnya untuk tampil agresif sejak sesi latihan bebas pertama (FP1) di Silverstone.

    “Terkait masalah di Silverstone, itu berakar dari rangkaian tujuh operasi berbeda yang telah saya jalani di bahu kanan saya. Usai jeda musim panas, saya mengira kondisi fisik saya jauh lebih baik karena telah menambah massa otot di gym. Saya pun mengawali akhir pekan secara agresif sejak FP1.

    ” Namun saat bangun di hari Minggu, saya sadar pendekatan itu keliru. Saya tidak bisa terus-terusan memaksakan diri sejak awal. Saya harus lebih bijak menghemat tenaga—cukup menyelesaikan lap secukupnya pada hari Jumat agar kondisi fisik tetap optimal untuk Sabtu dan Minggu….” seru Marc…

    Yesss….pendekatan agresif sejak awal pekan ternyata memberikan beban berlebih pada tubuhnya. Saat bangun di hari Minggu jelang balapan utama, Marquez baru menyadari bahwa strategi tersebut kurang tepat karena menyedot stamina terlalu dini. Pengalaman tersebut membuatnya mengevaluasi ulang metode pendekatannya. Mulai dari seri Aragon dan seterusnya, ia berencana untuk lebih bijak menghemat energi pada hari Jumat dengan membatasi jumlah lap, sehingga kondisi fisiknya tetap berada dalam tingkat optimal saat menghadapi sesi kualifikasi, Sprint, dan balapan utama di hari Sabtu dan Minggu.

    Last….langkah penghematan tenaga ini menjadi sangat krusial mengingat Marquez kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin dalam perburuan gelar juara dunia. Meski demikian, menghadapi GP Aragon memberikan motivasi tersendiri baginya. Character sirkuit MotorLand Aragon yang didominasi tikungan ke kiri dinilai lebih ramah terhadap gaya balapnya sekaligus mengurangi tekanan fisik pada lengan kanan. Kendati mewaspadai lonjakan performa dari para pembalap Aprilia yang tampil dominan di beberapa trek terakhir, Marquez optimistis perubahan strategi fisiknya ini dapat membawanya kembali bersaing di barisan depan. Gooo Marc !! (iwb)

  • Breaking !! Yamaha Tendang Jack Miller….Izan Guevara Resmi Gabung Pramac Racing !

    Breaking !! Yamaha Tendang Jack Miller….Izan Guevara Resmi Gabung Pramac Racing !

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha secara resmi mengonfirmasi bahwa pembalap muda Moto2, Izan Guevara, akan naik kelas ke MotoGP bersama tim Prima Pramac Racing mulai musim 2027. Pembalap asal Spanyol tersebut diproyeksikan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh pembalap veteran, Jack Miller. Betul cak…Miller ditendang dan Izan masuk. Keputusan ini diumumkan bertepatan menjelang seri Grand Prix Aragon !! (more…)

  • Pindah ke VR46…Fermin Aldeguer dipastikan Nunggang GP27 Factory Spec !!!

    Pindah ke VR46…Fermin Aldeguer dipastikan Nunggang GP27 Factory Spec !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Ducati menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap talenta muda dengan mengonfirmasi perpanjangan kontrak Fermin Aldeguer. Pembalap muda berbakat asal Spanyol tersebut resmi dipastikan hengkang dari Gresini Racing untuk bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada musim 2027 mendatang, lengkap dengan jaminan motor berspesifikasi pabrikan (factory-spec). Keputusan ini diambil di tengah eksodus besar-besaran pembalap Ducati. Menghadapi era baru mesin 850cc pada 2027, Ducati tercatat kehilangan sejumlah nama besar seperti Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Alex Marquez, dan Fabio Di Giannantonio yang berlabuh ke pabrikan rival. Dalam situasi tersebut, hanya Marc Marquez dan Fermin Aldeguer yang dipastikan tetap bertahan di bawah naungan pabrikan asal Italia tersebut. Yup…Pindah ke VR46…Fermin Aldeguer dipastikan Nunggang GP27 Factory Spec !!!

    Petinggi Ducati tidak ragu mengungkapkan alasan mendasar di balik langkah strategis mengamankan jasa Aldeguer untuk jangka panjang. CEO Ducati, Claudio Domenicali, menegaskan bahwa Aldeguer adalah representasi sempurna dari filosofi balap mereka.

    “Fermín secara sempurna mewakili visi Ducati untuk masa depan dunia balap: percaya pada talenta muda dan memupuk pertumbuhan mereka agar potensi maksimalnya dapat keluar,” ungkap Claudio Domenicali. “Philosofi ini telah memberi kami kepuasan luar biasa selama bertahun-tahun, dan kami tetap berkomitmen penuh pada arah tersebut.”

    Pandangan serupa disampaikan oleh General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna. Ia memuji adaptasi serta bakat alami yang ditunjukkan Aldeguer sejak debutnya di kelas utama.

    “Sejak kedatangannya di MotoGP, Fermin telah menunjukkan bakat yang luar biasa, kemampuan belajar yang cepat, dan determinasi yang langsung mengesankan kami,” puji Dall’Igna. “Dia masih sangat muda, tetapi potensinya sangat besar dan kami yakin dia memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Kami percaya VR46 merupakan lingkungan ideal baginya untuk melanjutkan proses tersebut.”

    Memang cak…Karier Aldeguer di MotoGP diwarnai oleh kilasan performa gemilang. Pada musim debutnya tahun lalu, ia berhasil meraih enam podium, termasuk kemenangan memukau di GP Indonesia (Mandalika). Meski kampanye musim 2026 sempat terganggu akibat cedera patah tulang paha saat latihan musim dingin serta cedera punggung di Assen, Aldeguer masih sanggup menapakkan kakinya di podium Catalunya. Keberhasilan itu makin meyakinkan Ducati bahwa ia dan Pedro Acosta—yang akan bertandem dengan Marquez di tim pabrikan—adalah dua aset muda paling berharga yang dimiliki pabrikan.

    Di tim VR46 milik Valentino Rossi, Aldeguer akan menerima dukungan penuh dengan mengendarai Desmosedici GP berspesifikasi pabrikan. Direktur Tim VR46, Alessio “Uccio” Salucci, menyambut hangat kedatangan sang pembalap.

    “Kami sangat tidak sabar menyambut Fermin di tim, di mana ia akan mengendarai pabrikan Desmosedici GP sebagai pembalap resmi Ducati Corse,” ujar Salucci. “Kami akan memberikan dukungan maksimal untuk membantu mencapai target bersama.”

    Last…Dengan kepastian kontrak ini, Aldeguer dijadwalkan kembali mengaspal pada seri GP Aragon pekan ini setelah pulih dari cedera, siap membuktikan kepercayaan besar yang telah ditaruh Ducati di pundaknya…..(iwb)

  • Breaking !! Ai Ogura Tersingkar Dari Race Aragon….Tulang Dekat Ibu Jari Retakkk !!!!

    Breaking !! Ai Ogura Tersingkar Dari Race Aragon….Tulang Dekat Ibu Jari Retakkk !!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Kabar kurang menyenangkan datang dari salah satu kandidat juara dunia MotoGP, Ai Ogura. Pembalap tim Trackhouse Racing tersebut dipastikan absen pada seri MotoGP Aragon pekan ini setelah mengalami cedera tangan saat menjalani latihan di Jepang. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi sang pembalap asal Jepang. Ini merupakan tahun kedua secara beruntun bagi Ogura harus melewatkan balapan di MotorLand Aragon, setelah pada musim sebelumnya ia juga terpaksa absen akibat cedera kaki. Yup…Ai Ogura Tersingkar Dari Aragon….Apess cakkkkk !!!

    Jadi cak Insiden berawal ketika Ogura kembali ke Jepang di sela-sela jeda balapan usai GP Britania Raya untuk menjaga kondisi fisiknya. Sayangnya, ia mengalami kecelakaan (crash) saat berlatih yang berdampak langsung pada area tangan kirinya. Sekembalinya ke Eropa untuk bersiap menghadapi seri Aragon, pemeriksaan medis menyeluruh menunjukkan adanya keretakan (fraktur) pada tulang di dekat ibu jari tangan kirinya.

    Melihat kondisi cidera yang cukup serius dan memerlukan tindakan bedah atau operasi medis pada hari Kamis, pihak tim dan tim medis sepakat menyatakan Ogura tidak fit untuk mengendarai sepeda motor balapnya. Situasi ini menjadi pukulan telak baginya, mengingat ini adalah tahun kedua secara beruntun bagi Ogura terpaksa melepaskan balapan di Aragon setelah pada musim sebelumnya juga absen akibat cedera kaki.

    Absennya Ogura berdampak besar pada perburuan poin di papan atas klasemen sementara. Pembalap yang saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen kejuaraan dunia tersebut terancam melorot hingga peringkat keenam, lantaran para pesaing terdekatnya seperti Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez terus menempel ketat dengan selisih poin yang sangat tipis.

    Menanggapi situasi darurat tersebut, Trackhouse Racing bergerak cepat dengan menunjuk test rider resmi Aprilia, Lorenzo Savadori, untuk menggantikan posisi Ogura. Savadori akan mendampingi Raul Fernandez di garasi tim selama akhir pekan balapan di MotorLand Aragon, sementara seluruh anggota tim berharap prosedur operasi Ogura berjalan lancar agar sang pembalap dapat segera pulih dan kembali berlaga di lintasan. Dalam pernyataan resminya, tim Trackhouse Racing mengonfirmasi kondisi pembalapnya:

    “Pembalap Trackhouse MotoGP Team #79 Ai Ogura mengalami cedera tangan kiri saat berlatih di Jepang. Setibanya di Eropa, fraktur di dekat ibu jari kirinya diketahui memerlukan operasi yang akan dijalaninya pada hari Kamis pekan ini.”

    “Tim menyambut #32 Lorenzo Savadori yang akan menggantikannya untuk putaran di Aragon ini. Kami mendoakan Ai agar cepat pulih dan berterima kasih kepada Lorenzo atas kesediaannya menggantikan dalam waktu yang singkat.”

    Last….Pembalap penguji (test rider) Aprilia, Lorenzo Savadori, ditunjuk untuk mengendarai RS-GP milik Ogura dan akan bertandem dengan Raul Fernandez pemenang seri Silverstone—pada akhir pekan ini di Aragon. Pemenang seri Assen tersebut saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara kejuaraan dunia, tertinggal 37 poin dari Jorge Martin dan 6 poin dari Marco Bezzecchi. Kendati demikian, persaingan di papan atas yang sangat ketat membuat posisi Ogura terancam melorot hingga peringkat keenam usai akhir pekan Aragon mengingat Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez menempel ketat dalam jarak 19 poin di belakangnya. GWS Ogura….!! (iwb)

  • Tantang Aprilia…Marquez Yakin Bisa Merusak Dominasi Martin dan Bezzecchi di Aragon !!

    Tantang Aprilia…Marquez Yakin Bisa Merusak Dominasi Martin dan Bezzecchi di Aragon !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Setelah mengalami akhir pekan yang sulit di GP Britania Raya akibat kendala fisik pasca-operasi bahu, Marc Marquez menyatakan keyakinannya untuk kembali bersaing di barisan depan pada gelaran MotoGP Aragon pekan ini. Pembalap Ducati Lenovo tersebut datang ke sirkuit MotorLand Aragon dengan catatan rekor yang impresif. Selain mengantongi lima kemenangan di trek ini, Marquez juga berhasil mengamankan podium tertinggi pada musim lalu. Nggak heran Marc sangat pede bisa bangkit untuk Tantang Aprilia. Waaahh iki seruuu !!!

    Hasil kurang memuaskan di seri sebelumnya membuat selisih poin Marquez dengan pemimpin klasemen melebar menjadi 40 poin. Hal ini memberikan motivasi ekstra baginya untuk meraih poin maksimal di sirkuit berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) favoritnya tersebut. Namun Menjelang seri Aragon, Marquez merasa kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan balapan sebelumnya.

    “Di Aragon Aku meraih banyak kesuksesan di masa lalu. Ini adalah lintasan yang sangat cocok dengan karakteristik balapku. Dengan tambahan waktu pemulihan, Aku yakin kami akan jauh lebih dekat dengan kelompok terdepan dan dapat bertarung untuk posisi penting, baik di Sprint maupun di balapan hari Minggu.” seru Marc seakan pede siap tantang Marco dan Martin…

    Nggak kaget cak doi pede. Sebab Sirkuit MotorLand Aragon di Spanyol bukan sekadar lintasan biasa bagi Marc Marquez. Trek dengan karakteristik unik berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) ini telah menjadi “rumah” bagi sang juara dunia, tempat di mana ia mengukuhkan dirinya sebagai pembalap tersukses sepanjang sejarah sirkuit tersebut. Berikut Dominasi Marquez di Aragon tercatat impresif di berbagai kelas balapan Grand Prix:

    Kategori Jumlah Rekor Tahun Kejayaan
    Total Kemenangan GP 8 Kali 2011 (Moto2), 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, 2025 (MotoGP)
    Kemenangan Kelas Utama (MotoGP) 7 Kali 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, 2025
    Pole Position 7 Kali Pemegang rekor kualifikasi terbanyak di Aragon
    Rekor Lap Tercepat 1:45.704 Diukir saat menguasai kualifikasi

    Perjalanan Dominasi: Dari Moto2 hingga Era Ducati

    1. Awal Kejayaan (2011 & 2013)

      Keperkasaan Marquez di Aragon dimulai pada musim 2011 di kelas Moto2 bersama tim Suter. Hanya butuh satu musim setelah naik ke kelas utama MotoGP pada 2013, ia langsung merengkuh kemenangan pertamanya di sirkuit ini bersama Repsol Honda

    2. Era Emas Empat Kemenangan Beruntun (2016 – 2019)

      Dari musim 2016 hingga 2019, Marquez mencatatkan rekor tak terkalahkan di Aragon. Gaya balapnya yang agresif saat melibas tikungan kiri sangat cocok dengan tata letak MotorLand Aragon yang memiliki lebih banyak tikungan ke kiri daripada ke kanan.

    3. Kembalinya Sang Raja bersama Ducati (2024 – 2025)

      Setelah melewati masa-masa sulit cedera fisik dan proses adaptasi motor baru, Marquez membuktikan bahwa kelasnya di Aragon tak pernah pudar. Mengendarai Ducati, ia kembali mendominasi balapan—termasuk menyapu bersih kemenangan Sprint dan Balapan Utama—sekaligus mempertegas statusnya sebagai King of Aragon.

    Kenapa Marquez Sangat Dominan di Aragon?

    • Karakteristik Anti-Clockwise: MotorLand Aragon mengalir berlawanan arah jarum jam, memberikan porsi tikungan kiri lebih banyak. Karakter lintasan ini selalu menjadi spesialisasi Marquez karena terbiasa berlatih di trek dirt track.

    • Manajemen Ban di Sektor Teknis: Sirkuit ini menuntut kombinasi pengereman keras dan kontrol traksi saat keluar dari tikungan panjang, sektor di mana Marquez selalu unggul dalam menghemat usia ban belakang.

    Sementara Francesco “Pecco” Bagnaia, juga memiliki kenangan manis di MotorLand Aragon. Sirkuit ini menjadi saksi kemenangan perdana Bagnaia di kelas utama MotoGP usai duel sengit melawan Marquez beberapa tahun lalu. Bagnaia turut optimistis menghadapi balapan pekan ini:

    “Aragon adalah trek yang sangat berkesan bagiku karena di sinilah aku meraih kemenangan pertama di MotoGP. Sirkuit ini tidak begitu menguras fisik. Aku berharap bisa langsung kompetitif sejak awal dan kembali bertarung di barisan depan.”

    Last…Dengan rekor 8 kemenangan Grand Prix dan 7 pole position, MotorLand Aragon terus menjadi salah satu panggung terbaik bagi Marc Marquez untuk menunjukkan dominasinya di kejuaraan dunia MotoGP. Jadi beda dengan Silverstone….modal Marc untuk menantang kekuatan Aprilia terbuka cak. So…persaingan di MotorLand Aragon diprediksi akan berjalan sengit dan menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara musim ini. Gooo Marc !! (iwb)

  • Pedro Acosta pastikan Tidak Enggan Serang Marquez Ketika di Ducati !!

    Pedro Acosta pastikan Tidak Enggan Serang Marquez Ketika di Ducati !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkkk…Pedro Acosta, kembali menunjukkan mentalitas bertarungnya yang dingin dan lugas. Menjelang masa-masa akhir pengabdiannya bersama KTM sebelum bergabung dengan tim pabrikan Ducati musim depan, pembalap berjuluk El Tiburón de Mazarrón ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menganggap paddock MotoGP sebagai tempat untuk mencari teman. Dengan kata lain Pedro Acosta pastikan Tidak Enggan Serang Marquez Ketika di Ducati !! Waahhh…

    Bagi Acosta, ketiadaan ikatan persahabatan di grid bukanlah sebuah kebetulan, melainkan strategi yang ia pilih dengan sadar. Ia mengungkapkan bahwa memiliki hubungan yang benar-benar tulus dengan kompetitor yang mengejar impian sama adalah hal yang sangat sulit.

    “Secara jujur, saya lebih memilih untuk mengambil satu langkah ke belakang dan tidak memiliki hubungan dekat dengan siapa pun. Sejak hari pertama, saya merasa tidak memiliki teman di paddock. Saya senang dengan kondisi ini karena saya tidak perlu melibatkan perasaan terhadap siapa pun. Saya tidak peduli siapa yang akan saya salip atau dengan cara apa saya menyalipnya.” serunya seakan mempertegas posisinya saat di Ducati satu tim bersama Marc nanti…

    Prinsip tersebut dipandang Acosta sebagai bentuk pengembalian ke era keemasan MotoGP. Menurutnya, persaingan era modern kerap kehilangan tensi panas yang dahulu justru menjadi daya tarik utama kejuaraan. Acosta merujuk pada beberapa rivalitas paling sengit dalam sejarah Grand Prix, seperti Valentino Rossi vs Sete Gibernau hingga Mick Doohan vs Álex Crivillé. Pada masa itu, hubungan para pembalap utama dipenuhi ketegangan tinggi baik di dalam maupun di luar trek. Bagi Acosta, bumbu ketegangan (spicy) seperti itulah yang seharusnya menjadi dinamika wajar di level tertinggi balapan dunia.

    Last….Pernyataan lugas ini memberikan sinyal kuat jelang kepindahannya ke garasi Ducati untuk mendampingi sang juara dunia, Marc Marquez. Acosta menegaskan bahwa ia datang tanpa merasa berutang budi atau segan terhadap siapa pun di grid—termasuk kepada calon rekan satu timnya sendiri. Dengan fokus penuh memburu kemenangan perdana di kelas utama dan meramaikan perebutan gelar juara dunia, Acosta telah menetapkan batas tegas: di lintasan, semua kompetitor adalah target menyalip tanpa keraguan. Seruuu iki cakkk…(iwb)