Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

Written by

in

,

Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap internasional kembali dikejutkan oleh performa gemilang pembalap muda asal Sleman, Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Dalam balapan di Sirkuit Estoril, Ramadhipa menunjukkan kelasnya dengan gaya balap yang sangat presisi dan terkontrol, yang akhirnya membawa nama Indonesia disegani di kancah balap Eropa. Dalam wawancara eksklusif bersama Iwan Banaran, Ramadhipa mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah keberanian mengambil celah di lap terakhir serta setup motor Honda NSF250RW yang sangat mumpuni. Meski sirkuit Estoril memiliki karakteristik teknikal yang sulit, Ramadhipa berhasil memaksimalkan sektor-sektor krusial untuk melakukan aksi overtaking yang dramatis. Tidak heran sebuah pertanyaan muncul…betulkah Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

Keberhasilan Ramatidak lepas dari didikan keras Astra Honda Racing School. Ramadhipa menekankan bahwa adaptasi dini dengan motor prototype menjadi modal utamanya bersaing dengan pembalap dunia lainnya. Menariknya, Ramadhipa justru menyukai karakteristik motor yang “liar”. “Saya suka motor yang ada geraknya atau goyang, lebih seru dan terasa benar-benar motor balap,” ujarnya. Semua IWB akan beberkan dalam sebuah artikel bertajuk….Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…?? monggo intip saja detil interviewnya dibawah ini cak…

IWB: Selamat malam Ramadhipa. Jagoan luar biasa! Kemarin kita betul-betul tegang melihat kamu. Bagaimana kamu bisa balapan dengan racing line yang sangat rapi, terkontrol, dan gap yang sangat tipis? Pertanyaan pertama, kemarin kamu berusaha menggantung rombongan agar tidak tercecer, lalu di akhir lap kamu masuk dari racing line dalam. Apakah itu sudah direncanakan? Dan bagaimana feeling motor Honda di Estoril kemarin?

Ramadhipa: Untuk di last lap, sebenarnya saya tidak ada rencana khusus untuk menyalip di Tikungan 6. Target saya, pokoknya kalau ada celah sedikit, saya akan masuk. Kelebihan motor Honda kemarin ada di fast corner. Walaupun di sektor stop and go, motor saya cukup mendukung dan mumpuni untuk bertarung memperebutkan kemenangan.

IWB: Kamu mengontrol semuanya dengan sangat baik. Mengenai final setting, apakah itu rekomendasi tim atau kamu sendiri yang memutuskan?

Ramadhipa: Kami berdiskusi. Tim menanyakan apa yang saya rasakan di atas motor, lalu saya memberi masukan. Mereka mempertimbangkan itu untuk merubah setup seperti suspensi atau gearing.

IWB: Bagaimana perasaanmu setelah balapan di Catalunya sebelumnya dan sekarang di Estoril?

Ramadhipa: Senang karena di balapan pertama, meskipun tidak podium, poin yang didapat sangat berharga. Kami bisa finish di kedua race dan mengambil poin sebanyak mungkin. Di Estoril, kami mencoba setup yang berbeda dari hasil tes minggu sebelumnya, dan untungnya berfungsi dengan baik saat latihan dan kualifikasi.

IWB: Saat hampir jatuh atau dalam tekanan, apakah kamu merasa down?

Ramadhipa: Kalau down tidak ada, mungkin hanya kaget atau nervous kalau hampir jatuh. Cara mengatasinya, saya berdoa agar hati tenang dan fokus bagaimana caranya maju ke depan.

IWB: Estoril punya trek lurus panjang tapi juga tikungan patah. Kamu lebih mengejar top speed atau kelincahan? Dan bagaimana kamu memetakan lawan?

Ramadhipa: Kami mencoba gearing lebih pendek agar akselerasi di tikungan kuat karena banyak exit corner yang menanjak (uphill). Sektor 1 dan 4 saya agak kurang, tapi saya maksimalkan di Sektor 2 dan 3 yang teknikal untuk melakukan overtaking.

IWB: Seberapa penting peran Astra Honda dalam kariermu?

Ramadhipa: Sangat penting. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di sini. Sejak di Astra Honda Racing School tahun 2022, kami sudah dibiasakan dengan motor prototype, jadi tidak kaget saat transisi dari motor produksi massal (underbone).

IWB: Siapa rival terberatmu dan bagaimana hubungan dengan tim?

Ramadhipa: Lawan pertama saya adalah rekan satu tim sendiri. Saya berpikir kalau belum bisa mengalahkan rekan satu tim, saya belum bisa mengalahkan lawan lainnya. Tapi di dalam tim, komunikasi dan saling percaya sangat penting.

IWB: Ada target untuk masuk Moto3 tahun 2027 bersama Veda Ega Pratama?

Ramadhipa: Musim 2026 masih panjang, jadi saya tidak mau memikirkan tahun depan dulu. Saya ingin fokus race by race dan memberikan yang terbaik tahun ini. Memang Moto3 adalah mimpi saya, tapi saya tidak mau membebani diri sendiri sekarang.

IWB: Terakhir, apa poin terkuat motor Honda NSF250RW menurutmu? Dan siapa pembalap favoritmu?

Ramadhipa: Saya suka motor ini karena lebih “racing”, suspensinya bekerja sangat baik, lincah, dan mesinnya kuat. Saya suka sensasi motor yang sedikit “liar” atau goyang. Untuk pembalap favorit, saya suka Jorge Martin karena gaya balap dan mentalnya yang kuat untuk bangkit dari masa sulit.

Last…terkait rumor dirinya akan ditandemkan dengan Veda Ega Pratama di Moto3 pada tahun 2027, Ramadhipa memilih untuk tetap membumi. Ia menegaskan ingin fokus memberikan hasil maksimal di sisa musim ini tanpa ingin terbebani oleh ekspektasi masa depan. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari fans di tanah air, Ramadhipa optimis dapat melanjutkan momentum positif ini di seri-seri selanjutnya, termasuk di Jerez yang menjadi tantangan berikutnya. Dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia tetap menjadi bahan bakar utama bagi sang pembalap untuk terus mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi. Gooo merah putihh !! (iwb)