Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menegaskan bahwa dirinya memiliki target besar untuk musim MotoGP 2027, meskipun harus menjalani paruh pertama musim debut yang dinilainya penuh tantangan. Setelah mendominasi WorldSBK dalam dua musim terakhir, kepindahan Razgatlioglu ke MotoGP belum membuahkan hasil manis di papan atas. Dalam 12 balapan pertamanya di kelas utama, bintang asal Turki tersebut bertengger di posisi ke-21 klasemen sementara dengan hasil finis terbaik sejauh ini di urutan ke-11. Yup…Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!
Meski belum berhasil menembus posisi 10 besar, Razgatlioglu memandang sisa musim 2026 sebagai masa pembelajaran penting untuk membangun fondasi yang kuat menyongsong musim keduanya di 2027.
“Musim ini baru berjalan setengahnya—setengah musim di sini terasa seperti satu musim penuh di Superbike karena total balapan di Superbike hanya 12 seri. Sekarang kami masih punya setengah musim lagi. Saya berharap bisa belajar lebih banyak dan makin berkembang. Saya fokus pada hal tersebut karena target saya untuk tahun depan sangat besar. Musim ini saya harus banyak belajar agar tahun depan bisa tampil jauh lebih kuat.”
Rekan setimnya di Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, menilai Razgatlioglu sedikit kurang beruntung terkait momentum kepindahannya ke MotoGP. Pasalnya, Razgatlioglu datang di saat Yamaha sedang melakukan pengembangan besar-besaran pada proyek mesin baru V4 mereka.
Razgatlioglu mengakui bahwa situasi tersebut tidaklah mudah bagi pebalap yang terbiasa bersaing memperebutkan kemenangan.
“Ini adalah proyek baru bagi Yamaha, mereka sedang beradaptasi dan mencoba meningkatkan performa mesin ini. Namun saya sangat memahami posisi mereka. Bagi saya, ini adalah tahun untuk belajar. Tentu tidak mudah ketika setelah dua tahun tampil sangat kompetitif di Superbike, lalu sekarang harus finis di posisi ke-13, 14, atau 15. Tapi ini adalah tahun pertama bagi Yamaha [dengan mesin V4] dan juga bagi saya.”
Meskipun harus melewati fase yang sulit, Razgatlioglu tetap menaruh kepercayaan penuh pada pabrikan asal Iwata tersebut untuk kembali ke barisan depan persaingan MotoGP.
“Ini tahun yang sulit bagi saya dan juga Yamaha, tetapi saya percaya Yamaha bisa berkembang lebih baik. Saya tahu sejarah Yamaha, mereka selalu menjadi yang terbaik. Saya yakin mereka akan segera bangkit,” pungkasnya.
Last…Melihat optimisme dan kepercayaan tinggi yang ditunjukkan Toprak Razgatlioglu, menarik untuk menanti sejauh mana progres adaptasinya bersama Prima Pramac Yamaha di sisa musim 2026 ini. Jika proses pengembangan mesin V4 Yamaha berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin kejutan besar benar-benar akan dihadirkan sang bintang asal Turki pada musim 2027 mendatang….(iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk….sebuah pemandangan langka datang dari dunia racing. Yup…lagi-lagi jagat balap dibuat geger gara-gara rekaman video yang bikin bulu kuduk merinding. Piye ora geger, lha wong bocah ajaib asal Indonesia yang lagi berjuang di kelas Moto3, Veda Ega Pratama, kedapatan lagi mengasah skill di atas sirkuit mini dikuntit dari belakang oleh sang Juara Dunia 8 kali, Marc Marquez! Sontak wae video unggahan Idemitsu Honda Team Asia ini langsung bikin paddock gempar jelang bentrok GP Aragon!
Jujur wae Cak, ngeliat momen itu ati bungah tenan. Ini bukan sekadar latihan rutinitas biasa, tapi privat coaching secara tidak langsung dari sang maesta! Ibarat murid lagi dites langsung sama gurunya, Veda yang mengaspal di lintasan pendek benar-benar diuji nyalinya. Membiarkan pebalap belia seperti Veda merasakan langsung pressure hebat dan intimasi racing line dari seorang legenda hidup jelas bakal merombak mentalitasnya. Jalur balap yang presisi, cara mengambil apex, sampai manajemen pengereman Marc bisa diserap langsung secara visual oleh Veda dari jarak hanya hitungan sentimeter. Ilmu super mahal yang gak bakal ada di buku teori manapun Cak!
Veda – Marquez
Di sisi lain, pemandangan ini sekaligus jadi tamparan buat para rival Marc di kelas utama. Sempat bikin cemas gara-gara rumor kondisi fisiknya pasca-balapan seri Inggris lalu, aksi Marc yang tampil begitu agresif dan lincah melibas tikungan demi tikungan sirkuit mini seolah memberi sinyal tegas bahwa si Semut Merah siap full power untuk menguasai MotorLand Aragon—salah satu trek spesialisasi yang sangat disukainya.
Nggak cuma itu Cak, atmosfir persaingan di Aragon nanti dipastikan bakal panas membara. Pasukan Aprilia yang lagi on-fire diprediksi bakal makin rapat melancarkan serangan buat membendung dominasi Marc di paruh kedua musim ini.
Over all, momen senggol-senggolan halus di lintasan latihan ini jelas jadi suntikan modal yang sangat berharga buat Veda Ega. Moga-moga wae “gemblengan” mendadak dari Marc Marquez bisa bikin Veda makin tampil kesetanan dan siap mengibarkan bendera Merah Putih di podium Moto3 Aragon akhir pekan ini! Goooo vedaaaaa !!! (Iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk…..lagi-lagi jagat otomotif dibuat geger gara-gara isu panas yang berhembus makin kencang. Lhaa piyee…Honda bikin ulah lagi cak. Lewat Honda Wuyang diam-diam kepergok lagi menyiapkan skutik gambot anyar bermesin 150cc! Dengan fitur yang mirip dengan Forza 250…nggak heran sosok yang diregistrasi oleh Honda ini disebut sebagai Mini Forza. Yup….garis desainnya mengadopsi aura kemewahan sang kakak, Honda Forza! Seperti apa ? simak penjabarannya berikut ini…
Jujur wae Cak, isu hadirnya Honda Forza versi mesin kecil sejatinya sudah beberapa kali timbul tenggelam. Namun belakangan, kabar ini kembali mencuat setelah bocornya paten/desain calon motor matic bongsor terbaru yang didaftarkan oleh Wuyang Honda. Motor tersebut disinyalir mengusung kode nama NWZ150. Dan kalau diteliti dari lekukan bodinya… wahhh garang Cak, auranya memancarkan ciri khas keluarga Forza series! IWB coba bedah satu per satu kisi-kisinya:
1. Desain Elegan nan Agresif Khas Forza Secara visual, calon skutik 150cc ini memadukan konsep maxi scooter eropa yang serba bongsor dan elegan. Lampu depan atau fascia depan diprediksi mengusung desain dual keen headlight berbentuk V yang tajam, lengkap dengan teknologi LED full-face. Garis bodi sampingnya dibuat tegas, padat, dan muscle abis. Aura mewahnya benar-benar bukan kaleng-kaleng, Beda gaya jika dibandingkan PCX yang sudah wara-wiri di jalanan! Walau feel desain Cinanya masih terasa cak…
2. Fitur Melimpah Khas Skutik Premium Sebagai jajaran motor yang meminjam “nama besar” Forza, ekspektasi fiturnya jelas tinggi Cak. Diprediksi motor ini bakal dibekali:
Windshield depan yang proporsional (semoga saja sudah electric adjustable kaya sang kakak, wih makin gokil!).
Keyless / Honda Smart Key System.
Panel Meter Full Digital / TFT dengan informasi komplit.
Rem Cakram Depan-Belakang plus fitur keselamatan ABS dan kontrol traksi HSTC (Honda Selectable Torque Control).
Bagasi super luas di bawah jok yang muat helm full-face.
3. Mesin eSP+ yang Responsif Untuk urusan dapur pacu, mesin 150cc hingga 160cc eSP+ dengan konfigurasi 4-katup berpendingin cairan jelas bakal jadi andalan utama. Mesin ini terkenal halus namun punya tarikan bawah hingga menengah yang padat. Cocok banget buat membopong bodi gambotnya agar tetap lincah di kemacetan kota maupun saat diajak touring jarak jauh.
Last….basis calon motor tersebut disinyalir dikembangkan terlebih dahulu untuk pasar Tiongkok (Wuyang Honda) dan tidak menutup kemungkinan berlanjut ke pasar global seperti India atau Eropa. Untuk pasar Indonesia (AHM), kita tahu AHM sudah punya Honda PCX 160 dan ADV 160 yang terbukti sangat laris manis. Tapi mungkinkah Jika ceruk pasar skutik maksi premium 150-160cc makin panas, AHM bakal tergiur melokalkan atau membawanya ke tanah air ?? Menurut IWB sih terlalu prematur kalau membahas ini. Apalagi biasanya AHM tidak tertarik membawa produk garapan Wuyang Honda. Over all, ini masih berupa hot rumor dan kabar burung yang patut kita pantau bareng-bareng. Kita tunggu wae perkembangannya ke depan… Piye menurut sampeyan Cak, setuju gak kalau Forza 150/160cc beneran dirilis masuk kesini ? Tulis di kolom komentar! (Iwb)
Iwanbanaran.com – Caakkk….Kabar geger datang dari panggung balap paling bergengsi sejagat, MotoGP! Musim 2027 memang masih di depan mata, tapi kasak-kusuk soal perombakan regulasi besar-besaran (peralihan ke mesin 850cc, penyunatan aerodinamis, penghapusan ride height device, hingga transisi karet bundar dari Michelin ke Pirelli) makin panas. Dan yang bikin penasaran, pabrikan Borgo Panigale alias Ducati diprediksi bakal langsung meledak dan mendominasi di awal era baru ini! lhoo kok isoo ???
Isu panas ini dilontarkan langsung oleh test rider kawakan KTM, Pol Espargaro. Doi yang baru saja melakoni sesi private test di Sirkuit Mugello membocorkan bahwa Ducati terlihat sangat siap dan berpotensi memegang keunggulan telak dibanding pabrikan lainnya.
“Kalian nggak bakal percaya sejauh mana kategori balap ini berubah di musim depan. Sangat mudah untuk berpikir kalau Ducati bakal gila-gilaan (insane) sejak hari pertama!” tutur Pol.
Pertanyaannya… Kenapa Ducati bisa diunggulkan secepat itu padahal regulasi benar-benar diacak total?
1. Senjata Rahasia: Data Melimpah dari WorldSBK!
Cak… Salah satu faktor kunci yang bikin Ducati di atas angin adalah penggunaan ban Pirelli. Seperti yang kita tahu, Ducati sudah bertahun-tahun merajai ajang World Superbike (WSBK) menggunakan ban Pirelli lewat keganasan Panigale V4 R.
Sementara rival seperti KTM dan Aprilia tidak berlaga di WSBK, pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha malah kedodoran di sana. Ducati sudah mengantongi database raksasa soal karakter ban Pirelli—mulai dari cara menjaga degradasi ban saat balapan hingga strategi one-lap pace untuk kualifikasi. Keunggulan basis data ini jelas bikin riset motor 850cc Ducati selangkah lebih maju!
2. Hasil Tes Mugello yang Bikin Merinding
Dalam tes rahasia di Mugello baru-baru ini yang diikuti hampir seluruh pabrikan (minus Yamaha), Ducati yang ditunggangi Nicolo Bulega tampil amat dominan dan sangat meyakinkan. Bulega yang kenyang pengalaman di WSBK bersama Pirelli tampak begitu menyatu dengan prototipe 850cc milik Borgo Panigale.
3. Ancaman Rider Muda Moto2 & Bulega
Pol Espargaro juga memberikan analisis menarik terkait perpindahan dari mesin 1000cc ke 850cc. Karakter motor 850cc dengan ban Pirelli ternyata memiliki sensasi berkendara (riding style) yang jauh lebih dekat dengan motor Moto2 dibanding MotoGP 1000cc versi sekarang! Bahkan Pol mengaku sempat kelabakan saat harus mendadak kembali menunggangi KTM RC16 1000cc di Silverstone setelah berminggu-minggu menguji motor 850cc.
“Bedanya gila banget! Pembalap-pembalap jebolan Moto2 seperti Bulega, Izan Guevara, Senna Agius, hingga David Alonso justru akan punya keuntungan besar. Rider MotoGP senior yang sudah terbiasa dengan kebuasan 1000cc dan Michelin bakal butuh adaptasi ekstra keras,” tambah Pol.
Last…Tentu saja, regulasi anyar 2027 diprediksi bakal meratakan kekuatan dalam jangka panjang. Tapi untuk tahun pertama atau bahkan musim awal transisi? Ducati jelas memegang kartu as terkuat. Kombinasi mesin 850cc baru, pengalaman bertahun-tahun di WSBK dengan Pirelli, plus amunisi rider top seperti Marquez akan membuat pabrikan Italia ini siap menebar ancaman nyata sejak putaran perdana! Yup…Marquez akan gila-gilaan cak. Dikatakan Pabrikan lain auto pusing tujuh keliling ki cak. Piye menurut sampeyan, apakah dominasi Merah bakal berlanjut tanpa celah di era 850cc nanti? Monggo corat-coret di kolom komentar yo cak! (iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkkk…sudah 2 kali ini IWB full mengikuti Turing Vario EVO 160, skutik gen terbaru AHM yang banyak menyita perhatian kita semua. Memang cak…setiap produk tidak ada yang sempurna, pasti ada juga kekurangannya. Namun soal performa engine…gen ke 2 V160 ini banyak mendapatkan pujian. Bahkan guyonan para Blogger dan Vlogger disela turing terlontar celetukan…Insinyur Honda memang pinterrrr !!! Lhoo kok isooo….kenapa demikian ??? Nah dalam artikel ini IWB akan ajak sampeyan untuk membedah Rahasia BBM Vario Evo 160 Irit dan Ngacir…dan ini cak faktanya !!
Insinyur Honda dianggap pinterrr karena mereka tidak perlu susah payah mengeluarkan senjata mereka yang dianggap sudah dipersiapkan yakni VTEC. Kenapa pinter ?? karena dengan cost yang sama motor mereka terasa beda dibanding old gen. Yup…PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyempurnaan pada New Honda Vario Evo 160. Meski secara basis dapur pacu masih mengusung mesin 156,9 cc eSP+ 4-katup berpendingin cairan, edisi Evo terbukti menawarkan impresi berkendara yang lebih responsif sekaligus konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dibanding Vario 160 generasi pertama. Pertanyaanya kenapa hal itu bisa terjadi ?? Berikut adalah sisi teknis yang menjadi rahasia mengapa Vario Evo 160 bisa lebih bertenaga namun tetap irit bahan bakar:
1. Engine Re-mapping & Optimasi Ignition Timing
Kunci utama peningkatan performa Vario Evo 160 terletak pada kalibrasi ulang unit kontrol mesin (ECU). AHM melakukan optimasi ignition timing (waktu pengapian) serta pemetaan ulang aliran bahan bakar.
Torsi Puncak Naik: Torsi maksimum melonjak dari sebelumnya 13,8 Nm menjadi 14,0 Nm.
Puncak Torsi Diraih Lebih Awal: Jika pada versi lama torsi maksimal baru tercapai di 7.000 rpm, pada Vario Evo penyaluran tenaga di putaran bawah-ke-menengah disetel lebih padat.
Efek pada Konsumsi BBM: Karena powerband dan dorongan torsi bawah kini lebih berisi, kita tidak perlu membuka selongsong gas (throttling) terlalu dalam untuk mendapatkan akselerasi stop-and-go di lalu lintas perkotaan. Pembukaan katup gas yang lebih minim secara langsung menekan jumlah semprotan bahan bakar dari injector.
Sistem injeksi PGM-FI pada versi Evo mendapatkan penyempurnaan kurva pengapian agar pembakaran di dalam ruang bakar dengan kompresi 12,0:1 berjalan jauh lebih sempurna (complete combustion). Pembakaran yang efisien berarti hampir seluruh energi kimia dari bahan bakar diubah menjadi tenaga mekanis, meminimalkan sisa BBM yang terbuang tanpa menghasilkan daya putar.
3. Karakter CVT dan Transfer Tenaga Minim Power Loss
Selain penyetelan pada ECU, sektor transmisi V-Matic (CVT) pada Vario Evo 160 mendapat penyesuaian pada bobot roller dan rasio per CVT. Langkah ini dibuat agar transfer tenaga dari kruk as (crankshaft) ke roda belakang berlangsung lebih linier tanpa jeda (lag). Penyampaian tenaga yang presisi ini mencegah mesin meraung berlebihan saat akselerasi awal, yang biasanya menjadi salah satu penyumbang pemborosan bahan bakar pada skutik.
4. Aerodinamika Bodi Baru
Vario Evo 160 mengalami perubahan dimensi bodi yang sedikit lebih lebar (dari 679 mm menjadi 686 mm pada tipe CBS, dan 696 mm pada tipe ABS). Namun Garis-garis lekukan bodi terbaru ini dirancang tidak hanya untuk estetika yang lebih agresif, melainkan juga untuk mengalirkan hambatan angin (drag coefficient) lebih baik saat motor dipacu pada kecepatan menengah hingga tinggi. Hambatan angin yang berkurang membantu mesin bekerja lebih ringan mempertahankan kecepatan jelajah (cruising speed).
Kesimpulan Ringkas
Sektor
Vario 160 Lama
Vario Evo 160
Torsi Puncak
13,8 Nm
14,0 Nm (Akselerasi lebih spontan)
Pemetaan ECU
Pemetaan Standard 160cc
Engine Re-mapping (Torsi bawah-tengah lebih padat)
Karakter Gas
Butuh bukaan gas lebih dalam
Bukaan gas lebih sedikit untuk akselerasi serupa
Fitur Kepraktisan
Power Socket Lighter
USB Type-C (Direct Plug) & Center Hook Pop-Up
Last…Rahasia Vario Evo 160 bisa lebih irit dan bertenaga bukanlah dari pembesaran kapasitas mesin maupun penambahan komponen VTEC melainkan dari pemanfaatan torsi yang lebih efisien di putaran bawah-menengah. Pengendara mendapatkan tenaga yang dibutuhkan tanpa harus memutar selongsong gas terlalu dalam, sehingga efisiensi bahan bakar (yang diklaim mencapai ~46,7 km/liter metode WMTC EURO namun pada prakteknya sangat mudah mendapatkan 50km/liter) tetap terjaga dengan maksimal. Dan memang feelnya dijalanan sukses membuatnya berbeda. Monggo jajal wae cak dan rasakan sendiri…nah dari sini wis mudeng kan kenapa Vario EVO ngacir dan irit ?! (iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk…Setelah mengalami rentetan hasil buruk akibat insiden, penalti, hingga cedera sebelum jeda musim panas, pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, akhirnya bangkit di GP Silverstone dengan meraih podium ganda (Sprint dan Balapan Utama). Kebangkitan Bezzecchi ini membawanya naik ke posisi kedua klasemen sementara, tepat di belakang rekan setimnya, Jorge Martin. Di balik hasil manis tersebut, ada perubahan pendekatan mental yang diterapkan oleh tim pabrikan asal Noale tersebut. Yup…Aprilia Minta Bezzecchi Lebih Tenang: “Tidak Perlu Memaksa Menang di Setiap Balapan” !
Team Manager Aprilia, Paolo Bonora, mengungkapkan bahwa selama jeda musim panas timnya melakukan analisis mendalam terhadap paruh pertama musim. Meski RS-GP terbukti kompetitif di berbagai lintasan, Bezzecchi sempat mengalami periode kelam dengan mencatatkan non-score (gagal meraih poin) di enam dari delapan balapan sebelum Silverstone (termasuk di Balaton, Brno, Assen, dan Sachsenring).
“Pesan kami jelas: kami tahu potensi pesaing dan potensi diri kami sendiri. Khusus untuk Marco, kami harus lebih memperhatikannya dalam balapan panjang—memintanya untuk lebih tenang dan tidak memberinya tekanan. Cobalah untuk tetap berada dalam persaingan tanpa harus memaksakan diri menang di setiap kesempatan,” ujar Paolo Bonora.
Menurut Bonora, kelemahan Bezzecchi di paruh pertama musim terjadi saat sang pembalap merasa memiliki kecepatan terbaik. Merasa punya margin dan potensi besar, Bezzecchi kerap menekan motor secara berlebihan (push more than necessary) di awal balapan yang akhirnya berujung pada kesalahan atau kecelakaan. Aprilia menegaskan kepada pembalap asal Italia tersebut untuk menganggap sisa musim sebagai awal yang baru (fresh start) dan fokus mengelola energi serta poin secara konsisten.
Strategi baru ini langsung membuahkan hasil di Silverstone. Meski masih memulihkan cedera lutut dan tulang selangka (collarbone) akibat insiden di Sachsenring, Bezzecchi tampil jauh lebih tenang dan berhasil mengamankan podium ketiga di Sprint maupun Balapan Utama. Kini, Bezzecchi bertolak ke seri berikutnya di MotorLand Aragon dengan selisih 31 poin dari Jorge Martin di puncak klasemen pembalap. Apakah instruksi ini akan diikuti Marco ?? kita tunggu saja cak…(iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda Racing Corporation (HRC) dilaporkan tengah berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut dengan tim Moto2 papan atas, MT Helmets – MSi. Langkah ini diambil Honda demi memperkuat jalur pengembangan pembalap (rider development program) yang siap berlaga di kelas tertinggi MotoGP dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut laporan dari Sky Italia, pembicaraan antara kedua belah pihak berfokus pada pembentukan kemitraan jangka panjang. MSi, yang sukses meraih gelar juara dunia Moto2 2024 bersama Ai Ogura, dipandang sebagai mitra ideal bagi Honda untuk menjaring dan menggembleng calon bintang masa depan.
Hingga saat ini, belum dipastikan apakah kerja sama dengan tim MSi asal Spanyol ini akan menggantikan struktur yang sudah ada—seperti proyek Honda Team Asia—atau justru berjalan secara mendampingi (komplementer) untuk memperluas jangkauan pembinaan.
Bentuk kolaborasi yang paling kentara dalam kesepakatan ini nantinya adalah hadirnya branding resmi Honda pada motor balap tim MSi. Namun, rumor di paddock yang disampaikan oleh jurnalis Sky, Rosario Triolo, menyebutkan bahwa peran HRC akan jauh lebih dalam dari sekadar sponsor. Honda berpotensi terlibat langsung dalam pengelolaan dan keterikatan kontrak para pembalap MSi.
Saat ini, MSi diperkuat oleh jajaran pembalap muda yang impresif:
Ivan Ortola: Duduk di peringkat keempat klasemen sementara Moto2 dengan mengantongi dua kemenangan dari empat balapan terakhir.
Angel Piqueras:Runner-up Moto3 musim lalu yang telah naik kelas ke Moto2 bersama MSi pada musim ini.
Jika aliansi antara HRC dan MSi resmi terwujud, nama-nama seperti Ivan Ortola dan Angel Piqueras diprediksi akan berada di barisan terdepan kandidat pembalap masa depan Honda di MotoGP, setidaknya untuk musim 2028.
Last…Langkah ini juga menjadi strategi penting Honda dalam menyusun proyeksi skuat masa depan. Saat ini, beberapa pembalap top telah mengamankan kontrak jangka panjang di Grid, sementara dinamika kontrak internal Honda sendiri terus bergerak. Kerja sama ini menjadi benteng pertahanan HRC agar tidak kehabisan stok talenta muda berkualitas di masa mendatang. Kemitraan ini menegaskan kembali komitmen Honda untuk membangun kembali kejayaannya di MotoGP dari akar rumput, memastikan transisi pembalap muda dari Moto2 ke motor MotoGP HRC berjalan mulus dan kompetitif….(iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkkk….Siapa sih yang bisa nolak pesona eksotis ujung timur Pulau Jawa? Yesss, Banyuwangi Cak! Begitu IWB mendapatkan kesempatan untuk mengeksplor tanah The Sunrise of Java ini bersama generasi anyar Honda Vario EVO 160, rasanya adrenaline langsung melonjak. Perjalanan turing kali ini menempuh jarak total sekitar 170 km dengan medan yang sangat lengkap…mulai dari kemacetan kota, jalan mulus antar-kabupaten, meliuk-liuk di pesisir, hingga trek bergelombang menuju destinasi wisata. Dan hasilnya? Konsumsi BBM-nya Parah !!! lhoo kok isoooo….???
Pada tanggal 17 Agustus 2026 IWB sukses melakukan mini turing bersama Honda cak. Yup…jadi bertepatan dengan hari kemerdekaan RI yang ke 81, makanya rasanya begitu sakral. Bersama teman-teman AHM yang dikawal langsung oleh Main dealer Jawa Timur yakni MPM….kita menyebut mini turing karena jarak total yang hanya 170km. Maklum cak….IWB nyerah kalau turing diatas 250km…wisss tuwooo cakkk, oraa kuatt wkwkwkwk. Dan ini adalah rangkaian Turing Vario EVO 160 yang sebelumnya juga sukses digelar di Belitung. Nah seperti apa keseruannya ? simak penjabaran IWB berikut ini…
Start Pagi, Bawa Misi Sosial ke Genteng
DI Hari Sabtu, tepatnya tanggal 16 Agustus 2026…IWB tiba di Bandara Banyuwangi. Berui besoknya Tepat pukul 07.30 WIB, rombongan resmi dilepas dari titik start di ILLIRA Hotel Banyuwangi. Suasana pagi yang segar mengiringi langkah awal kami menuju destinasi pertama: SMK Muhammadiyah 2 Genteng, yang berjarak sekitar 40 km dari pusat kota. Disini IWB mendapatkan Vario EVO warna biru….versi CBS cakkk. Diawal saja kita sudah langsung merasakan nyaman dengan kondisi jalan Banyuwangi yang asri. Btw…hawanya kok dingin ya cak ternyata. Lagi adem euy….
Sesampainya di lokasi, sambutan luar biasa hangat diberikan oleh pihak sekolah dan para siswa. Momen ini kian berkesan karena AHM dan MPM menyisipkan agenda penyerahan bantuan helm secara simbolis untuk SMK binaan Honda tersebut. Edukasi safety riding sejak dini memang krusial, dan aksi nyata ini patut diacungi dua jempol, Cak!
Menjelajah Keindahan Pesisir: Pantai Mustika & Pulau Merah
Puas berbagi senyum bersama para siswa, kami langsung mengarahkan stang Vario EVO 160 menuju wilayah selatan. Jalur menuju Pantai Mustika dan kawasan ikonik Pulau Merah menyuguhkan pemandangan pesisir yang begitu memanjakan mata. Hembusan angin laut yang segar berpadu dengan garis pantai nan indah seolah menghapus rasa lelah seketika. Nahhh disini yang menarik cak karena kontur jalanan naik sudah mulai kombinasi naik turun. Asli cak…nafas Vario EVO seperti nggak ada habisnya. Mau kondisi jalan brutal sekalipun dorongan power tetap melimpah. Juozzzz….!!
Tiba di Pantai Mustika…IWB sempat dapat pelayanan Pijat seluruh badan, beighhh seger tenan. Eitttt tapi ini Pijat beneran lho ya…pikiran sampeyan jangan berfantasi aneh-aneh wkwkwk. Btw….Pantai Mustika sendiri memiliki karakter yang relatif tenang dan alami. Lokasi ini menjadi tempat peristirahatan yang sempurna untuk makan siang sembari menikmati kuliner laut khas Banyuwangi sebelum rombongan kembali tancap gas. Oh ya cak…odo setelah IWB reset diawal menunjukkan 105km, yaaa….kita sudah menjelajah sejauh 105 km atau baru separuh jalan. Dan komsumsi BBM 50,1 km/liter. Ediannn iritttt parah !!
Magical De Djawatan: Masuk ke Dunia Fantasi
Selesai dari Pantai Mustika, petualangan berlanjut ke De Djawatan Forest di Benculuk. Asli Cak, tempat ini punya aura magis yang luar biasa! Begitu memasuki kawasannya, kita langsung disambut oleh deretan pohon trembesi raksasa berumur ratusan tahun yang diselimuti benalu hijau. Suasananya persis seperti latar film Lord of the Rings! Rimbunnya tajuk pohon membuat udara sangat sejuk, menjadikannya lokasi chilling dan berburu konten yang sangat ciamik. Kok masih ada ya hutan trembesi seperti ini, merinding dan kagum euy…” Usianya mencapai 200 tahunan mz, sejak jaman Belanda..” tukas bapak delman. Waahh…pantesss gedeee dan sangarrrr. Betul cak…kita dihutan ini lumayan lama menikmati pemandangan dan foto-foto. Kita juga sempat nunggang delman…seru tenan !!
Dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.30…waahhh mulai gelap cak. Kita pun bertolak dari sana untuk geber balik kehotel. Rombongan akhirnya tiba kembali di titik awal, ILLIRA Hotel Banyuwangi, tepat pukul 18.00 WIB (6 sore) saat matahari mulai terbenam. Rangkaian turing seharian ini ditutup dengan kehangatan acara makan malam berkonsep kuliner khas Osing.
Impresi Performa Vario EVO 160 Selama Turing
Melibas rute 170 km dengan ragam karakter jalanan menjadi pembuktian nyata kualitas Vario EVO 160 ini. Ada beberapa poin impresi penting yang wajib IWB jabarkan:
Karakter Mesin eSP+ 160cc: Dapur pacu 160cc eSP+ 4-valve ini responsif sejak putaran bawah hingga atas. Melibas tanjakan maupun trek lurus sangat enteng. Uniknya, makin panas mesin digebuk, karakternya justru terasa makin halus dan minim getaran! Tenaga terus mengalir tanpa ada gejala loyo. Juoss gandozz!
Handling Nurut dan Stabil: Diajak meliuk-liuk di tikungan tajam daerah pesisir, sasisnya terasa sangat rigid namun fleksibel. Handling-nya nurut banget, penurut seperti mengerti kemauan rider. Yup…eSAF soal ini memang sulit dibantah cak
Suspensi Pas & Empuk: Saat melintasi ruas jalanan yang bumpy atau bergelombang, peredaman suspensinya bekerja dengan sangat baik. Bantingsannya pas, empuk, dan tidak mengocok perut. Pinggang tetap rileks sepanjang hari!
Rem : Versi CBS terasa lebih loyo dibandingkan ABS. Cukup sih cak namun tidak seyahud versi Anti Lock Brake System
Last….Untuk ukuran skutik bongsor bertenaga 160cc yang terus diperas di jalanan turing bervariasi, angka konsumsi bahan bakarnya bikin IWB mengelus dada karena kagum! Rata-rata rombongan mencatatkan angka 50 km/liter. Bahkan Wak Haji TMCBlog berhasil tembus hingga 58 km/liter! Iritnya parahhhh, bener-bener ramah di kantong! Secara keseluruhan, ini adalah petualangan turing yang sangat mengesankan. Banyuwangi menyajikan keindahan alam yang tiada duanya, dipadukan dengan performa Honda Vario EVO 160 yang tidak hanya kencang dan nyaman, tetapi juga sangat efisien. Skutik ini benar-benar paket komplit untuk jelajah jarak jauh maupun harian! A big special thanks dan apresiasi setinggi-tingginya IWB haturkan kepada tim HC3 PT Astra Honda Motor (AHM) serta MPM Honda Jatim selaku tuan rumah dan penyelenggara. Acara terkemas sangat rapi, aman, dan penuh kesan mendalam! Juozzz gandozzz tenan !! (iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk….Performa buruk Francesco Bagnaia di GP Inggris 2026 mempertegas krisis mendalam yang dialami sang pembalap bersama tim pabrikan Ducati. Peraih dua kali gelar juara dunia MotoGP tersebut kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara, mencatatkan salah satu periode tersulit dalam kariernya sebelum dipastikan hengkang ke Aprilia musim depan. Keterpurukan di Silverstone—di mana ia finis ke-17 di sesi Sprint dan gagal finis (DNF) akibat kecelakaan di balapan utama—menjadi cerminan nyata bahwa masalah adaptasi Bagnaia di atas Ducati GP26 belum menemukan titik terang. Namun dalam artikel ini cak…IWB pastikan bahwa yang problem bukan Pecco namun Ducati memang bermasalah. Lhoo kok iso ?? ternyata gara-gara ini cak….
Berbeda dengan musim 2025 ketika masalah Bagnaia bersumber pada kepercayaan diri roda depan (front-end confidence) pada GP25, kendala utama pada spesifikasi motor GP26 terletak pada ketiadaan cengkeraman roda belakang (rear grip). Kondisi ini memaksa Bagnaia mengubah gaya berkendara secara ekstrem demi memaksa motor berbelok, yang berdampak pada kelelahan fisik hingga berujung pada operasi arm pump pada pertengahan Juli 2026. Bagnaia secara terbuka menyatakan kekecewaannya karena penyesuaian setup maupun elektronika tidak membuahkan hasil, sementara rider Ducati lainnya seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang mengemas GP26 justru tampil lebih stabil. Karakter khas Bagnaia yang unggul saat corner-entry kini sirna karena keterbatasan traksi ban belakang…..
” Saya sudah mengubah semuanya: set-up, elektronika, tetapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini saya sama sekali tidak mendapatkan grip (daya cengkeram), benar-benar nol. Dan kami tidak tahu harus melakukan apa karena ada pembalap Ducati lain yang memiliki rear grip sangat melimpah, jadi ini sangat sulit untuk dipahami…” keluhnya. Hal ini pernah ia bicarakan sebelumnya, yang tampaknya merujuk pada Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang keduanya juga menunggangi GP26 tahun ini dengan pola performa mereka yang terlihat sangat berbeda dibanding Bagnaia. Masalah ini bermanifestasi pada keterbatasan Bagnaia saat masuk tikungan (corner entry—yang dulunya merupakan senjata utamanya) dan memaksanya harus menekan motor secara berlebihan agar mau berbelok (yang ia sebut sebagai penyebab cedera arm pump-nya)…
Kegagalan meraih poin di GP Inggris secara praktis menutup peluang Bagnaia dalam peta persaingan gelar juara dunia 2026. Bagi Ducati, menyelesaikan masalah GP26 milik Bagnaia tampaknya tak lagi menjadi prioritas utama menyusul kepastian transisi sang pembalap ke Aprilia dengan kontrak empat tahun mulai musim 2027. Fokus Bagnaia di sisa musim 2026 kini bergeser dari memburu gelar menuju persiapan mental dan teknis menjelang era baru 850cc serta ban tunggal Pirelli.
Perbandingan Performa Pecco Bagnaia di GP Inggris 2026
Sesi
Selisih Waktu dari Ducati Terdepan
Catatan/Posisi Akhir
Free Practice 1 (FP1)
+0,954 detik
Ketertinggalan signifikan
Practice (PR)
+1,013 detik
Gagal menembus papan atas
Qualifying (Q)
+1,476 detik
Kesulitan mencetak flying lap
Sprint Race (SPR)
+16,766 detik
Finis di posisi ke-17
Grand Prix (GP)
N/A
DNF (Kecelakaan pada lap ke-7 saat tertinggal 10 detik)
Last…krisis yang dialami Pecco Bagnaia di sisa musim 2026 menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara dominasi dan keterpurukan di kelas tertinggi MotoGP. Dengan peluang gelar juara dunia yang kian tertutup, sisa seri musim ini tidak lagi berpatokan pada perburuan poin, melainkan menjadi momentum krusial bagi Bagnaia untuk memulihkan rasa percaya diri dan gaya berkendaranya. Langkah besar menuju Aprilia pada musim 2027—bersamaan dengan perombakan regulasi mesin 850cc dan hadirnya ban Pirelli—memberikan kesempatan emas bagi sang juara dunia dua kali untuk melakukan reset total. Babak baru ini akan menjadi pembuktian sejati bagi Bagnaia untuk bangkit dan kembali menegaskan kapasitasnya di papan atas kejuaraan dunia. Goo Peccooo…!! (iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pabrikan sepeda motor eksotis asal Italia, Bimota, secara resmi mendobrak batasan desain industri roda dua lewat peluncuran Bimota TERA model 2026. Menjadi bagian dari lini “Tesi” yang legendaris, TERA hadir sebagai motor crossover pertama di dunia yang mengadopsi mekanisme kemudi hub-center steering, berpadu dengan performa ekstrem dari mesin berteknologi supercharger. Peluncuran Bimota TERA menetapkan tolok ukur baru di segmen adventure-touring premium. Motor ini dirancang untuk memberikan kenyamanan jelajah jarak jauh bersama pembonceng, sekaligus menyuguhkan performa fantastis dengan kecepatan maksimum mencapai 270 km/jam. Ini baru Monster cakkk….Bimota TERA model 2026 !!
Jantung mekanis Bimota TERA mengadopsi mesin yang dicangkok langsung dari Kawasaki Ninja H2 SX. Mesin 4-silinder sejajar berkapasitas 998 cc berpendingin cairan ini dilengkapi dengan modul pengisian paksa supercharger yang responsif. Kombinasi tersebut mampu menyemburkan tenaga puncak hingga 200 PS (147,1 kW) pada 11.000 rpm serta torsi maksimal 137 Nm pada 8.500 rpm. Seluruh daya mekanis disalurkan secara presisi melalui transmisi manual 6-percepatan, memberikan akselerasi luar biasa di setiap putaran mesin.
Keunggulan paling radikal dari Bimota TERA terletak pada arsitektur kendaraan tanpa rangka konvensional. Mesin bertindak sebagai elemen struktural utama (penopang beban), di mana lengan ayun (swingarm) depan dan belakang dipasang langsung pada blok mesin. Mekanisme kemudi hub-center khas Tesi memisahkan fungsi peredaman suspensi dari fungsi kemudi:
Minimalisir Anti-Dive: Mengeliminasi gejala penundukan suspensi depan (nose-dive) saat pengereman keras, sehingga traksi ban depan tetap optimal.
Pengendalian Presisi: Pusat gravitasi dan poros roll yang rendah menghasilkan kestabilan berkendara yang belum pernah ada sebelumnya di segmen crossover.
Performa Edisi Terbatas: Mampu melaju hingga kecepatan puncak 270 km/jam dengan performa mesin supercharged.
Kenyamanan Grand Tourer: Ergonomi disesuaikan untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh secara berpasangan.
Handling Dinamis: Sistem hub-center steering menjamin stabilitas tinggi saat pengereman lan responsif saat melibas tikungan tajam.
Last..Hadirnya Bimota TERA 2026 tidak sekadar menambah portofolio motor crossover di pasar global, melainkan menegaskan keahlian rekayasa presisi tinggi dalam memadukan seni desain dan performa brutal. Lewat keberanian mengawinkan mekanisme kemudi hub-center steering yang legendaris dengan dahsyatnya dorongan mesin supercharged 200 PS, Bimota berhasil menciptakan kategori baru dalam sejarah roda dua: sebuah grand tourer berteknologi tinggi yang sanggup menyajikan kenyamanan jelajah tanpa mengurangi sedikit pun sensasi performa kelas superbike. Hingga saat ini, Bimota belum merilis secara resmi banderol harga pasti untuk pasar global maupun wilayah Asia. Namun, berdasarkan estimasi dan posisi pasarnya di Eropa estimasi kisaran 700 jutaan cak. Bimota TERA 2026 ?? intip saja beberapa fotonya dibawah ini cak..piyee sangarr oraaa ?? (iwb)