Author: Iwanbanaran

  • Nakagami bocorkan Feeling new Honda RC214V 850cc….Sangat Bagus ?!

    Nakagami bocorkan Feeling new Honda RC214V 850cc….Sangat Bagus ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya Takaaki Nakagami membagikan pengalamannya yang cukup mengejutkan setelah kembali melompat ke atas motor MotoGP 1000cc konvensional. Pembalap penguji (test rider) HRC tersebut mengakui bahwa dirinya sempat mengalami “kejutan besar” (big shock) saat harus beradaptasi kembali dengan mesin 1000cc setelah berbulan-bulan fokus penuh mengembangkan motor prototipe 850cc untuk regulasi baru MotoGP 2027. Sebab Nakagami bocorkan Feeling new Honda RC214V 850cc….Sangat Bagus ?!

    Kesempatan langka menjajal motor 1000cc lagi datang pada awal September lalu dalam sesi private test di Sirkuit Motegi. Maklum saja, sejak cedera punggung serius yang menimpa rekan sesama test rider, Aleix Espargaro, pada April lalu, Nakagami harus bekerja sendirian memikul beban pengujian motor 850cc.

    “Pada awal September kami melakukan tes privat di Motegi dengan motor 1000cc. Itu benar-benar kejutan besar. Sebab sudah lama sekali saya tidak mengendarai motor 1000cc. Kami lebih banyak menghabiskan waktu menguji motor 850cc.”

    Jadwal Nakagami sendiri tergolong sangat padat. Selain harus menggantikan Joan Mir yang absen akibat kelelahan ekstrem di GP Austria, ia juga dihadapkan pada rentetan agenda uji coba ban Pirelli, persiapan wildcard di GP Jepang, hingga tes lanjutan di Sepang. Untungnya, beban kerja Nakagami kini sedikit berkurang setelah Aleix Espargaro dinyatakan pulih dan kembali bergabung dalam program pengujian.

    Dari perbandingan langsung antara dua generasi mesin tersebut, Nakagami secara terbuka mengaku lebih menikmati membesut prototipe 850cc yang dipersiapkan untuk masa depan—termasuk yang nantinya bakal ditunggangi oleh bintang baru Honda, Fabio Quartararo.

    Menurutnya, ada beberapa poin pembeda utama yang membuat motor 850cc terasa jauh lebih menyenangkan:

    • Absennya Perangkat Rear Height Device: Tanpa perlu memikirkan peranti pengubah ketinggian buritan motor, mekanisme balap terasa kembali ke bentuk yang lebih murni dan sederhana.

    • Aerodinamika Lebih Ringkas: Ukuran sayap dan komponen aero yang lebih kecil membuat motor bereaksi secara natural.

    • Karakter Fisik: Motor terasa lebih ringan, lincah, dan memiliki gejala natural pitching yang disukai pembalap.

    • Perbedaan Ban: Nakagami, yang sepandangan dengan test rider KTM Pol Espargaro, menyebut transisi penggunaan ban Pirelli menjadi salah satu faktor paling krusial yang membedakan sensasi berkendara dibanding era sebelumnya.

    “Ya, saya lebih menyukainya dibandingkan 1000cc,” konfirmasi Nakagami. “Anda tidak perlu memikirkan rear height device, jadi lebih sederhana. Ukuran aerodinamikanya juga sedikit lebih kecil, motor terasa lebih natural dan lebih banyak pitching… Saya sangat menikmatinya.”

    Mengenai performa di atas lintasan, Nakagami memilih untuk tidak terlalu terbuka soal catatan waktu lap lantaran fokus utama HRC saat ini masih berpusat pada daftar panjang item pengembangan (testing list). Kendati demikian, ia memberikan sinyal positif bahwa progres sejauh ini berjalan di jalur yang tepat.

    Melalui sesi tes gabungan pabrikan yang kerap dilakukan bersama-sama di Misano dan Mugello, Honda bisa mengukur jarak kompetitif mereka dengan pabrikan rival.

    “Untuk saat ini sulit menilainya secara pasti, tetapi hal yang bagus adalah dalam setiap tes… bukan hanya satu pabrikan yang turun ke trek,” jelas pembalap asal Jepang tersebut.

    “Kami memang belum fokus mengejar catatan waktu lap karena harus mengikuti rencana pengembangan yang panjang. Tapi sejauh ini, kami merasa cukup kompetitif.”

    Last…dengan kembalinya Aleix Espargaro ke garasi pengujian serta kesiapan fisik Nakagami menghadapi rangkaian balapan dan tes non-stop, proyek pengembangan generasi baru Honda menatap paruh akhir musim 2026 dengan optimisme tinggi….(iwb)

  • Breaking !! Honda Rilis New CB125R Neo Cafe…bikin leleh cakkkk !!

    Breaking !! Honda Rilis New CB125R Neo Cafe…bikin leleh cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda memang pinter main di segmen kecil. Motor yang satu ini bukan sekadar “motor sport pakai tangki”, tapi benar-benar “Neo Sports Cafe” dalam ukuran mungil. Filosofinya sama dengan CB1000R yang gede itu, tapi dipadatkan jadi 125cc. Dan pada generasi terbaru ini…Honda kembali melakukan sentuhan yang membuat tampangnya New CBR125R Neo Cafe makin rupawan. Eitttt…tapi jangan salah, walaupun mesin kecil harganya bikin ngiluuuu !!! Simak penjabaran IWB berikut ini….

    Honda kembali memperkenalkan gen Baru CB125R Neo Cafe. Secara fisik memang tidak ada ubahan apapun cak. Masih Neo Cafe yang rupawan karena DNA nya yang nyomot dari abangnya. Dengan harga 52,8 juta rupiah (sudah termasuk pajak), CB125R ini masuk kategori mahal untuk ukuran 125cc. Sampeyan bisa beli dua motor bebek dengan duit segitu. Tapi tunggu dulu, Cak. Jangan menilai dari cc saja! Motor ini pakai sasis full size yang sama dengan CB250R. Bukan rangka murah yang dijejali mesin kecil. Ini rangka teralis beneran, Cak! Wheelbase 1345mm, bobot 130kg. Kalau sampeyan duduk di atasnya, orang nggak akan nyangka ini cuma 125cc.

    Mesinnya pakai pendingin water-cooled, 4-stroke, DOHC, 4-valve, single cylinder. Tenaga puncaknya 15PS di 10.000rpm dan torsi 11 Nm di 8.000rpm. Ini angka maksimal di kelas 125cc. Tapi yang bikin enak, torsi itu keluar rata dari putaran bawah sampai atas. Buat stop-and-go di kota, sampeyan nggak perlu main kopling terus. Buat jalan jauh, tenaga di putaran atas masih cukup buat nyalip. Fiturnya juga jabang bajul tenan.  Pertama, Showa SFF-BP inverted fork di depan. Suspensi upside-down di motor 125cc? Ini langka, Cak! Buat yang belum tahu, SFF-BP itu teknologi dari motor gede. Hasilnya? Handling lebih presisi dan feedback ke jalan jauh lebih baik.

    Kedua, ABS dengan IMU. Bukan sekadar ABS biasa, tapi sudah pakai inertial measurement unit. Jadi pengereman darurat tetap stabil, nggak takut ban depan terkunci. Ketiga, TFT full color 5 inci. Panel instrumen digital warna, Cak! Bukan LCD monokrom murahan. Ada 4-way selector switch di setang kiri, persis motor premium. Sampeyan bisa ganti-ganti tampilan tanpa lepas tangan. CB125R ini pakai bahasa desain “Neo Sports Cafe” yang jadi ciri khas keluarga CB modern. Tangki bensin 10 liter, lampu bulat LED, jok terpisah, dan finishing metalik yang berkelas membuat siapapun dijamin ngiler kalau melihatnya…

    Last….Honda CB125R ini bukan motor untuk semua orang. Harga 52,8 juta bikin banyak orang mikir dua kali. Apalagi buat yang cuma butuh transportasi murah. Tapi kalau sampeyan melihatnya sebagai “CB250R dengan mesin 125cc”, harganya jadi masuk akal. Sasis gede, suspensi Showa, ABS IMU, TFT display, desain kelas premium. Ini bukan motor murah, Cak. Ini motor mungil dengan jiwa besar. Honda untuk gen baru menawarkan dua opsi warna yakni Matte Gunpowder Black Metallic dan Candy Caribbean Blue Sea. Dua-duanya bikin motor ini kelihatan mahal. Kalau diparkir di depan kafe, orang bakal nyangka ini motor 250cc atau lebih. Sayang…kembali lagi motor ini belum masuk Indonesia. Dengan banderol seseram itu jelas tidak logis bagi AHM memasarkan di tanah air. Piye menurut sampeyan ?? (iwb)

    Spesifikasi CB125 Neo Cafe

    Engine type: Water-cooled 4-stroke DOHC 4-valve single cylinder
    Total displacement: 124cc
    Bore x stroke: 57.3 x 48.4mm
    Compression ratio: 11.3
    Maximum output: 11kW (15PS) / 10000rpm
    Maximum torque: 11N・m (1.1kgf・m) / 8000rpm
    Fuel tank capacity: 10L
    Transmission type: Constant mesh 6-speed return
    Caster angle: 24°12′
    Trail: 90mm
    Brakes front/rear: Hydraulic single disc / Hydraulic disc
    Tire size front/rear: 110/70R17M/C 54H / 150/60R17M/C 66H

  • Gegerr !! Leopard Racing Menang Banding, Diskualifikasi Fernández dibatalkan…Nasib Veda Piye ???

    Gegerr !! Leopard Racing Menang Banding, Diskualifikasi Fernández dibatalkan…Nasib Veda Piye ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….mumet ndase tenan cakkk cakkk. Tahu nggak sampeyan….setelah empat bulan lebih bergelut di meja hijau, akhirnya kasus yang bikin panas dingin jagat balap ini menemukan titik terang. Dan hasilnya? Sungguh di luar dugaan, Cak! Leopard Racing cs. Adrián Fernández akhirnya MENANG TELAK di Mahkamah Banding Internasional alias CAI. Diskualifikasi resmi DIBATALKAN, Cak !

    Dunia balap Grand Prix Moto3 bikin geger cak setelah lebih dari empat bulan lamanya, drama kusir soal dugaan tampering atau utak-atik segel mesin Honda NSF250R milik skuad jagoan Leopard Racing akhirnya menemui babak akhir yang bikin ndhas sirah pusing. Mahkamah Banding Internasional alias FIM International Court of Appeal (CAI) resmi mengabulkan dan memenangkan gugatan banding yang dilayangkan oleh Leopard Racing bersama sang pembalap, Adrián Fernández. Keputusan kontroversial dari FIM Stewards yang sempat menjatuhkan vonis berat bulan Juni lalu… ndilalah resmi dibatalkan!

    Flashback Dulu: Drama Panas Bulan Juni 2026

    Kasus ini meledak pas seri GP Hungaria tanggal 5 Juni 2026 silam. Waktu itu, Panel FIM Stewards yang dipimpin langsung sama The Professor Simon Crafar bikin gebrakan yang bikin jidat berkerut: mendiskualifikasi Adrián Fernández dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, sampai Catalunya).

    Usut punya usut, gara-garanya sepele tapi fatal: hasil inspeksi teknis dua unit mesin Honda bernomor 810 dan 811 dituding bermasalah. Segel pengamannya (security seals) dianggep melenceng dari SOP FIM, bahkan ada indikasi kuat mesin itu sempat dibuka tanpa izin (unauthorised opening).

    Namanya regulasi teknis Moto3, rek, kalau segel jebol atau diubah tanpa restu, langsung dicap sebagai mesin baru yang kena pinalti alokasi. Hasilnya? Fernández—adik kandung pembalap MotoGP Raúl Fernández—langsung dipreteli 77 poin berharganya. Dua podium runner-up manis di Jerez dan Le Mans amblas seketika, bikin posisinya yang tadinya anteng di peringkat ketiga klasemen (90 poin) langsung terjun bebas sisa 13 biji doang!

    Perlawanan Leopard Racing: “Nggak Ada Peningkatan Performa, Prosedur Ngawur!”

    Leopard Racing tentu nggak tinggal diam cak. Mereka bawa kasus ini naik banding ke tingkat pengadilan tertinggi olahraga balap motor, CAI. Argumen yang diusung tim asal Luksemburg ini tajam setajam silet:

    1. Clear dari Part Ilegal: Hasil bongkar mesin sama sekali nggak nemu komponen atau ubahan jeroan ilegal yang mendongkrak performa kuda besi. Nol besar!

    2. Prosedur Cacat: Tim teknis Leopard nggak diajak langsung melihat proses pembongkaran mesin pas diperiksa inspektur FIM.

    3. Nggak Ada Keuntungan (Sporting Advantage): Nggak terbukti kapan segel itu rusak, dan yang penting, nggak ada secuil pun keuntungan teknis yang didapat pembalap di lintasan.

    Putusan Resmi CAI: Martabat Dipulihkan, Poin Dikembalikan!

    Tepat tanggal 15 Oktober 2026 kemarin, CAI mengeluarkan lembar putusan yang bikin kubu Leopard bernapas lega. Intinya ada tiga poin sakti:

    • Banding diterima sah secara hukum.

    • Segala bentuk sanksi dan keputusan diskualifikasi dari FIM Appeal Stewards per 5 Juni resmi dibatalkan.

    • Otoritas terkait diperintah kilat buat balikin hak-hak sang pembalap.

    “Kami ucapkan terima kasih seluas-luasnya buat para ahli, saksi, dan tim hukum yang sudah balikin kehormatan serta martabat tim Leopard Racing dan Adrián Fernández,” tulis pernyataan resmi tim dengan nada penuh kemenangan.

    Buntutnya ke Klasemen piye ??

    Otomatis, FIM dan Dorna sekarang punya PR besar buat nge-revisi ulang buku catatan poin Moto3 2026. Sebanyak 77 poin milik Fernández yang kemarin dirampas bakal dibalikin utuh ke kantongnya. Peta persaingan di papan atas klasemen dipastikan bakal berubah drastis cak. Meskipun kabarnya pihak FIM masih punya celah waktu sebulan buat nggugat balik ke Pengadilan Canton of Vaud di Swiss, kemenangan telak di meja hijau ini setidaknya jadi penegasan bahwa masalah ini memang rumit. Pertanyaannya…apakah ada permainan dibelakang sana ??

    Mari kita coba sedikit kritis mencermati semua kronologi kejadian Leopard racing….

    Pada Juni 2026, FIM Stewards mengumumkan bahwa mereka menemukan Leopard Racing telah membuka segel pada dua mesin Adrián Fernández tanpa otorisasi dari Direktur Teknis FIM. Ini bukan tuduhan kosong. Ini temuan dari inspeksi fisik. Dua mesin, nomor 810 dan 811, segelnya rusak. Dan menurut FIM, mesin-mesin itu telah dibuka dan dirakit ulang tanpa izin.

    Dalam regulasi Moto3, mesin yang segelnya rusak dianggap sudah “rebuilt” dan harus dihitung sebagai alokasi mesin baru. Sanksinya berat: diskualifikasi dari enam seri pertama musim 2026. GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Adrián Fernández, yang saat itu duduk di peringkat ketiga klasemen, kehilangan 77 poin dalam sekejap. Dari 90 poin, tersisa 13. Bagaikan gedung yang ambruk, Cak.

    Tapi Kenapa Sekarang Menang?

    Nah, ini yang perlu sampeyan pahami betul. Leopard Racing memenangkan banding di CAI. Tapi kemenangan ini bukan karena mereka terbukti tidak bersalah secara teknis. Bukan karena tiba-tiba ditemukan bukti bahwa mesin mereka memang tidak pernah dibuka. Coba baca pernyataan resmi FIM Court of Appeal berikut ini:

    “The ruling overturns the previous sporting decisions, although the detailed legal and technical grounds for their annulment will only be known once the reasoned judgment has been examined.”

    Artinya? Alasan detail hukum dan teknis atas pembatalan ini baru akan diketahui setelah putusan lengkap dipelajari. Jadi, Cak, sampai detik ini kita belum tahu apa alasan sebenarnya CAI membatalkan sanksi tersebut. Yang kita tahu: banding itu dinyatakan admissible dan dikabulkan pada pokoknya. Apakah karena prosedur inspeksi dianggap cacat? Apakah karena perwakilan tim tidak diizinkan hadir saat pemeriksaan? Apakah karena metodologi penetapan pelanggaran dipertanyakan? Kita belum tahu pasti. Yang jelas, temuan teknis bahwa segel mesin telah dirusak dan mesin dibuka tanpa izin itu tidak dibatalkan. Yang dibatalkan adalah konsekuensi hukumnya…

    Efek Spanyol? Apa Itu?

    Istilah “efek Spanyol” yang sampeyan sebut itu menarik. Dalam konteks ini, bisa jadi merujuk pada bagaimana keputusan ini menguntungkan pembalap Spanyol dan merugikan pembalap lain yang sempat naik posisi karena diskualifikasi tersebut. Tapi mari kita jujur: tidak ada bukti bahwa keputusan CAI ini dipengaruhi oleh faktor kebangsaan. Yang ada adalah celah prosedural yang berhasil dimanfaatkan Leopard Racing.

    Namun, sampeyan tidak salah kalau merasa ada yang janggal. Kenapa sanksi seberat itu dijatuhkan tanpa prosedur yang dianggap sempurna? Kenapa baru dibatalkan setelah empat bulan? Dan kenapa putusan ini keluar di akhir musim, saat peta kejuaraan sudah hampir final? Pertanyaan-pertanyaan ini yang bikin kasus ini terasa “bau” bagi sebagian orang….

    Nasib Veda Ega: Podium yang Harus Dilepas

    Celakanya cak….Dengan dipulihkannya hasil Fernández dari enam seri pertama, podium ketiga Veda di GP Prancis resmi hilang. Posisi itu kembali menjadi milik Fernández. Veda juga kehilangan tambahan satu poin dari GP Spanyol, di mana dia sempat naik dari posisi keenam ke kelima setelah Fernández dicoret. Tapi dengar dulu, Cak. Veda tidak kehilangan poin aslinya. Poin yang dia kumpulkan dari hasil balapan sesungguhnya, dari start sampai finis, itu tetap miliknya. Yang hilang adalah poin bonus yang datang dari hukuman Fernández. Sebelum keputusan banding, Veda berada di posisi ketujuh dengan 115 poin. Ini pencapaian luar biasa untuk seorang debutan. Dengan hilangnya tambahan dari Prancis dan Spanyol, poin Veda akan kembali ke angka sebelum dia mendapat “berkah” dari diskualifikasi tersebut.

    Klasemen Berubah: Fernández Naik, Morelli Turun

    Dari putusan ini langsung terasa di klasemen. Fernández yang tadinya terpuruk di peringkat 14, sekarang melonjak ke posisi kelima dengan 148 poin. Dia menggeser Marco Morelli yang turun ke posisi keenam dengan 146 poin. Bayangkan, Cak. Selisih dua poin. Morelli yang sepanjang musim berjuang mati-matian, sekarang harus rela posisinya digeser oleh pembalap yang sempat didiskualifikasi. Dan yang lebih penting: FIM Technical Commission masih punya waktu empat minggu untuk mengajukan banding atas putusan ini. Jadi drama ini secara legal belum sepenuhnya berakhir.

    Last….kemenangan Leopard Racing di CAI ini memang kemenangan hukum. Tapi jangan sampai kita lupa apa yang sudah ditemukan secara teknis. Segel mesin itu memang rusak. Mesin itu memang dibuka tanpa izin. Itu fakta yang tidak dibatalkan oleh putusan banding. Yang dibatalkan adalah konsekuensi hukumnya, karena prosedur yang dianggap tidak sesuai. Tapi di sinilah masalahnya, Cak. Kalau prosedur inspeksi dianggap cacat, kenapa baru ketahuan sekarang? Kenapa FIM Appeal Stewards yang menolak banding pertama Leopard di bulan Juni tidak mendeteksi cacat prosedural yang sama? Apakah ini murni soal keadilan, atau ada tekanan dari pihak-pihak tertentu? Kita tidak tahu. Tapi yang jelas, kasus ini meninggalkan pertanyaan besar tentang integritas proses teknis di MotoGP dan Moto3. Dan soal Veda, Cak, ini pelajaran berharga. Poin yang datang dari hukuman orang lain itu sifatnya sementara. Bisa ditarik kapan saja. Yang benar-benar milik sampeyan adalah poin yang sampeyan raih dengan keringat sendiri di lintasan. Podium Prancis memang hilang dari catatan resmi Veda. Tapi kualitasnya sebagai pembalap tidak hilang. Podium di Brasil, performa comeback di Catalunya, konsistensi sepanjang musim, itu semua fakta yang tidak bisa dibatalkan oleh putusan pengadilan mana pun. Dan yang lebih penting, Cak: Veda tidak butuh podium “warisan” dari hukuman orang lain. Dia punya talenta untuk meraih podium dengan caranya sendiri. Tetap dukung Veda, Cak. Podium yang sesungguhnya masih menanti. Dan itu akan jauh lebih manis. Berikan komen dan opini sampeyan perkara ini..gazzz !! (iwb)

  • Jorge Martin akui Lawan Marc Marquez tidak Mudah…” Dia minim Kesalahan !”

    Jorge Martin akui Lawan Marc Marquez tidak Mudah…” Dia minim Kesalahan !”

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Jorge Martin buka suara soal bedanya bertarung lawan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. Jawabannya bikin IWB manggut-manggut cak. Pembalap Aprilia itu sekarang sedang terkunci dalam duel gelar yang super ketat dengan Marquez. Setelah seri Indonesia akhir pekan lalu, jarak keduanya cuma dua poin dengan lima seri tersisa. Ini jarak yang tercatat sebagai rekor untuk dua protagonis gelar sedekat ini di fase akhir musim. Bagi Martin, ini kali ketiga dia bertarung gelar di kelas premier. Tahun 2023 dia kalah dari Bagnaia, tahun 2024 dia balas mengalahkan Bagnaia dan juara. Sekarang lawannya Marquez. Jorge Martin akui Lawan Marc Marquez tidak Mudah…” Dia minim Kesalahan !”

    Ditanya bedanya lawan Marquez vs lawan Bagnaia….“Bagi saya, tidak berubah banyak. Maksud saya, tentu saja ini Marc. Saya punya pengalaman dua gelar [Moto3 dan MotoGP], tapi dia punya pengalaman sembilan. Yang saya lihat, Marc membuat lebih sedikit kesalahan. Setiap hari kamu bikin kesalahan kecil, dia ada di sana untuk mengalahkanmu. Dia selalu ada di sana. Jadi itu memang berbeda. Tapi Saya coba lakukan yang terbaik. Saya tidak bisa melakukan lebih dari yang saya bisa. Dan jujur, menang atau tidak akan jadi konsekuensi dari melakukan segalanya dengan baik.” serunya…

    Marquez Belum Pernah Kalah di Duel Gelar

    Ini statistik yang bikin merinding cak. Hanya dua kali ada pembalap yang mampu menyeret Marquez sampai seri terakhir, dan dua-duanya Marquez tetap juara. Pertama tahun 2013, musim rookie-nya. Keunggulan poinnya tergerus karena diskualifikasi di GP Australia yang dramatis — gara-gara Honda salah hitung kapan dia harus masuk pit ganti motor kedua. Jorge Lorenzo menang di Australia dan Jepang, tapi Marquez tetap juara di Valencia. Kedua tahun 2017, melawan Andrea Dovizioso dari Ducati. Lagi-lagi cak, Marquez menang.

    Ini yang bikin musim 2026 terasa istimewa. Marquez memulai musim dari posisi terlemah. Setelah operasi bahu usai GP Prancis, dia tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Sejak itu? Dia menang enam grand prix. Martin? Cuma satu kemenangan sepanjang musim. Jadi cak, bayangkan…Marquez yang awalnya tertinggal 102 poin, sekarang cuma terpaut 2 poin. Itu bukan comeback biasa, itu kebangkitan monster..!!

    Last….Martin adalah pembalap yang konsisten, sabar, dan tidak gampang panik — lihat saja bagaimana dia juara 2024 dengan cuma tiga kemenangan melawan sebelas kemenangan Bagnaia. Tapi melawan Marquez, konsistensi saja tidak cukup cak. Marquez punya naluri pembunuh yang tidak dimiliki Bagnaia. Dia tidak butuh menang setiap minggu, dia cuma butuh sampeyan bikin satu kesalahan kecil, lalu dia hajar. Lima seri sisa. Jarak dua poin. Dan sejarah bilang: Marquez belum pernah kalah kalau duel gelar sampai akhir. Tapi Martin juga bukan pembalap yang mudah goyah cak. Ini bakal jadi lima seri paling mendebarkan dalam sejarah MotoGP modern…. (iwb)

  • Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 !!

    Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..kabar kurang enak nih buat sampeyan yang sudah muak dengan drama penalti tekanan ban di MotoGP. Isu tekanan ban kembali panas di Mandalika akhir pekan lalu. Pedro Acosta sampai harus sengaja memperlambat dan turun di belakang Marc Marquez berkali-kali cuma buat menaikkan tekanan ban depannya. Jorge Martin juga kehilangan kemenangan sprint karena masalah serupa. Acosta sampai ngomel cak: “pembalap terlihat seperti keledai.” Celakanya cak….Pirelli ternyata dipaksa akan Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 !! Lhoo kok iso ???

    Biar sampeyan paham, aturan ini lahir setelah tim-tim main di celah regulasi tekanan ban sejak 2022. Atas rekomendasi Michelin, MotoGP akhirnya bikin aturan tegas: pembalap harus menyelesaikan minimal 30% sprint dan 60% balapan utama dengan tekanan ban depan di atas batas minimum 1,8 bar. Kalau gagal? Penalti waktu 8 detik untuk sprint dan 16 detik untuk balapan utama. Nggak heran cak, pembalap jadi sibuk ngatur ban daripada ngatur balapan.

    Pirelli Mau Ubah, Tapi Katanya Dipaksa Tetap Lanjut

    Nah ini bagian pentingnya. Mantan crew chief MotoGP, Ramon Forcada, membocorkan sesuatu di podcast Duralavita. Katanya begini cak: “Dari yang saya dengar, Pirelli ingin melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda. Saya diberitahu oleh Pirelli akan ada regulasi, tapi tidak akan ada penalti pasca-balapan atau perubahan hasil karena tekanan.”

    Caranya sebenarnya gampang menurut Forcada: cek tekanannya sebelum balapan, lalu verifikasi di grid. Masalahnya, verifikasi di grid sangat rumit karena faktor suhu. Analoginya seperti cek bahan bakar cek sejam sebelum balapan, segel tangki, selesai.

    Tapi cak, kenyataannya begini: “[Mereka akan tetap memberi penalti] karena mereka dipaksa. Dan lagipula, saya kira mereka tidak mau masuk seperti banteng di toko pecah belah.”

    Jadi meski Pirelli mau menghapus penalti, mereka terpaksa mempertahankannya demi stabilitas regulasi.

    Pirelli Punya Peluang Lebih Baik

    Sebenarnya cak, Pirelli punya modal bagus. Mereka sudah pasok ban di WorldSBK dan Moto2, dan desain untuk MotoGP kabarnya tidak berbasis keduanya—tapi DNA-nya mirip. Yang bikin optimis: mulai 2027, MotoGP pakai mesin 850cc tanpa ride height device. Artinya beban dan panas pada ban depan bakal lebih terkendali dibanding era sekarang.

    Tapi cak, ada catatan pahit. Michelin sebenarnya sudah berencana bikin ban depan baru untuk 2026 yang bisa menghindari masalah tekanan ini. Prototipe sudah dibawa ke tes Misano 2024, awalnya mau dipakai 2025. Masalahnya, tim cuma menghabiskan setengah jam mengujinya—tidak cukup untuk dipakai dengan aman. Akhirnya ditunda ke 2026, lalu dibatalkan total karena kontrak Michelin tidak diperpanjang.

    Last….andai MotoGP dulu lebih serius melibatkan tim untuk menguji ban itu, drama Mandalika kemarin mungkin tidak perlu terjadi. Sekarang Pirelli masuk dengan niat baik, tapi tetap “dipaksa” meneruskan penalti yang dibenci semua orang. Jadi cak, apakah tahun 2027 nanti tekanan ban masih jadi momok? Jawabannya: kemungkinan besar iya, setidaknya di awal. Semoga Pirelli dan Dorna bisa duduk bareng dan mencari jalan tengah yang tidak bikin pembalap jadi keledai. Btw…Sampeyan setuju penalti tekanan ban dihapus cak? Tulis di komentar! (iwb)

  • Di Keroyok Aprilia…Marc Marquez diprediksi akan keluarkan Jurusnya !!

    Di Keroyok Aprilia…Marc Marquez diprediksi akan keluarkan Jurusnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..seperti yang sampeyan tahu persaingan gelar MotoGP 2026 makin panas cak! Marc Marquez sekarang cuma tertinggal dua poin dari Jorge Martin setelah seri Indonesia di Mandalika akhir pekan lalu. Tapi cak, bukan berarti jalannya mulus. Ada satu orang yang paling tahu kondisi Marc…ya adiknya sendiri, Alex Marquez. Yang terbaru Alex mengatakan…“Dia selamat di Mandalika, tidak diragukan. Saya tidak akan menyebutnya kemenangan, tapi dia keluar dari sirkuit yang sulit baginya dalam keadaan hidup….imbang, 22 poin masing-masing.” serunya. Jadi di Mandalika, Marc dan Martin sama-sama dapat 22 poin. Marc menang sprint, tapi cuma finis keenam di balapan utama. Martin finis keempat dan ketiga. Hasil imbang cak, tidak ada yang untung. Tapi yang bikin saya angkat topi, Marc bisa mengubah sirkuit yang selama ini jadi neraka baginya menjadi hasil yang tetap menjaga peluang juara. Itu bukan keberuntungan cak, itu pengalaman. Di Keroyok Aprilia…Marc Marquez diprediksi akan keluarkan Jurusnya !! Apa gerangan ? berikut penuturan Alex….

    Menurut Alex, Marc tidak sepenuhnya aman. Sebab menurut Alex ada tiga sirkuit di mana Aprilia bakal sangat kuat:

    • Australia (Phillip Island)

    • Qatar (Lusail)

    • Portimao

    Kata Alex: “Pertarungan gelar akan sangat terbuka, meski sekarang kita menuju sirkuit seperti Australia, Qatar dan Portimao, terutama di mana Aprilia bisa tampil sangat baik. Marc harus mengeluarkan trik-triknya…” serunya. Apa maksud trik disini ? apakah jurus pamungkas ?? Dari lima sirkuit sisa, Portimao satu-satunya yang belum pernah dimenangkan Marc. Sisanya…Phillip Island, Sepang, Lusail, Valencia… sudah pernah dia taklukkan.

    Hanya saja posisi Marc akan sulit karena sekarang muncul isu team orders. Aprilia punya dua pembalap di tiga besar: Martin dan Bezzecchi. Bezzecchi tertinggal 46 poin dari Martin. Secara matematis, Bezzecchi masih bisa juara, tapi realistis? Ya harus bantu Martin cak. Aprilia bilang mereka masih menunggu beberapa seri sebelum menerapkan team orders. Alex Marquez punya pendapat menarik:

    “Jelas Aprilia punya ide yang cukup jelas; mereka ingin gelar, dan mereka berbicara dengan semua pembalap. Jadi saya pikir waktunya akan tiba bagi Ducati untuk melakukan hal yang sama, tapi masih agak terlalu dini.” cetusnya.  Artinya cak, Ducati juga bakal main team orders nanti. Tapi Alex bilang, “sekali kita di sana bertarung setiap Minggu, kita akan evaluasi semuanya.” tambahnya…

    Kondisi Klasemen Sekarang

    Pembalap Tim Poin
    Jorge Martin Aprilia Pemimpin
    Marc Marquez Ducati -2
    Marco Bezzecchi Aprilia -46

    Lima seri sisa cak. Setiap poin berharga. Setiap kesalahan bisa jadi bencana.

    Last….Marc Marquez itu pembalap yang paling berbahaya justru saat terpojok. Lihat saja bagaimana dia bertahan di Mandalika. Kalau dia bisa tampil “hidup” di sirkuit yang tidak cocok, apa lagi di Phillip Island, Sepang, dan Valencia yang selama ini jadi kandangnya? Tapi cak, Aprilia musim ini benar-benar serius. Martin konsisten, Bezzecchi siap jadi pendukung. Dan dengan empat pembalap yang bisa menang balapan, strategi team orders bisa jadi penentu. Pertanyaannya cak… apakah jurus pamungkas Marc masih cukup melawan kekuatan Aprilia? jawabannya adalah Lima seri terakhir. Martin atau Marquez? siapa jago sampeyan…monggo Tulis di komentar!

  • Makin Gilaaa..Kawasaki KLE 500 SE Smartride “Tanpa Kopling” segera Mengaspal !!!

    Makin Gilaaa..Kawasaki KLE 500 SE Smartride “Tanpa Kopling” segera Mengaspal !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kabar gembira buat sampeyan yang sudah lama nunggu Kawasaki masuk segmen adventure mid-range. Pabrikan berlambang hijau ini resmi mengumumkan di Eropa bahwa seri KLE500 model tahun 2027 punya varian baru namanya KLE500 SE Smartride. Yang bikin mata ini langsung melek bukan gaya rally-nya, melainkan sistem kopling otomatis pertama Kawasaki sepanjang sejarah. Yess…Kawasaki KLE 500 SE Smartride “Tanpa Kopling” segera Mengaspal !!! Ediannn…

    Kabar datang dari Jepang bahwa Kawasaki akan segera memperkenalkan Kawasaki KLE 500 SE Smartride…

    Smartride Itu Apa Cak?

    Sederhananya begini: Kawasaki menyelipkan centrifugal clutch mekanis kecil ke dalam kopling konvensional. Hasilnya, sampeyan tidak perlu tarik tuas kopling lagi saat mulai jalan dan berhenti. Di tengah kemacetan yang bikin tangan pegal, ini benar-benar penyelamat.

    Tapi cak, yang menarik tuas kopling tetap ada. Jadi saat pindah gigi sampeyan masih harus pegang kopling seperti motor manual biasa. Kawasaki bilang, Smartride itu “mengurangi kerja kopling saat start dan stop”, pindah gigi tetap manual.

    Bandingkan dengan tetangga: Honda E-Clutch itu elektronik plus quickshifter, BMW ERC itu mekanis plus quickshifter, sedangkan Kawasaki Smartride murni mekanis, tanpa elektronik, tanpa quickshifter. Lebih banyak nuansa manual, tapi tangan lebih santai. Nahh kan….jadi ini terobosan geng ijo yang cukup perlu kita apresisasi…

    Spesifikasi Mesin dan Fitur Normal KLE500

    KLE500 dibekali mesin 451cc parallel twin, 4-tak, DOHC, 8 katup, berpendingin cairan. Meski namanya “500”, kapasitas aktualnya 451cc—sama seperti Ninja 500.

    Tenaga maksimalnya 33,4 kW (45 PS) di 9.000 rpm untuk pasar Eropa, atau 38,3 kW (52 PS) di 10.000 rpm untuk versi Indonesia. Torsi puncak 42,6 Nm di 6.000-7.500 rpm. Sistem bahan bakar pakai fuel injection 32mm x 2, transmisi 6 percepatan, dan kopling basah multi-plat. Nah untuk versi Smartride pastinya ada sedikit perbedaan sistem diarea sini cak…

    Untuk varian normal, KLE500 sudah dibekali Assist & Slipper Clutch yang bikin tarikan tuas kopling lebih ringan dan mencegah rear wheel hop saat downshift agresif. Suspensi depan KYB inverted fork 43mm dengan travel 210mm, belakang New Uni-Trak dengan travel 196mm. Roda depan 21 inci, belakang 17 inci—kombinasi rally sejati. Tangki bensin 16 liter, tinggi jok 870mm, bobot 195 kg (curb mass). Ground clearance 185mm, cukup untuk melibas jalanan rusak. Fitur modern juga lengkap: ABS selectable yang bisa dimatikan untuk off-road, smartphone connectivity via RIDEOLOGY THE APP, Economical Riding Indicator, dan ERGO-FIT untuk kustomisasi posisi duduk…

    Last….Di Indonesia, KLE500 sudah meluncur Maret 2026 dengan harga Rp 149,9 juta untuk tipe standar dan Rp 156,9 juta untuk tipe SE (OTR Jakarta). Harga ini menjadikannya moge adventure termurah Kawasaki, jauh lebih murah dari kompetitor seperti Honda CB500X atau CF Moto 450 MT. Sementara Untuk pasar Jepang, KLE500 SE Smartride masuk sekitar musim semi 2027. Harga tentunya belum muncul. Namun diprediksi banderol akan jauh lebih murah dari sistem E-Clutch Honda ataupun BMW ERC. So…kita tunggu saja kelahirannya tahun depan…juozzz ikii cakkk ! (iwb)

  • Alex Espargaro puji mesin 850cc….MotoGP Bakal Makin Seru ?!

    Alex Espargaro puji mesin 850cc….MotoGP Bakal Makin Seru ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Paddock MotoGP dipastikan bakal mengalami perombakan besar-besaran pada musim 2027 mendatang. Tidak hanya soal perubahan kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc dan masuknya pemasok ban baru Pirelli, tetapi juga perombakan radikal pada format pekan balap. Mantan pembalap Aprilia yang kini menjadi test rider Honda HRC, Aleix Espargaro, memberikan pandangan menariknya usai menjajal prototipe anyar tersebut. Menurutnya, regulasi baru ini akan menyajikan dua sisi mata uang: balapan yang dipenuhi lebih banyak drama, namun di sisi lain menjadi jauh lebih aman bagi para pembalap. Yup…Alex Espargaro puji mesin 850cc….MotoGP Bakal Makin Seru ?!

    Salah satu poin krusial pada 2027 adalah hadirnya sesi kualifikasi khusus Sprint Race berdurasi 15 menit pada Jumat sore. Dengan 22 pembalap yang memburu waktu dalam durasi super singkat, risiko terjadinya yellow flag hingga lalu lintas padat (traffic) di lintasan bakal makin tinggi.

    “Nanti tidak akan mudah melakukan time attack 15 menit dengan 22 pembalap di lintasan. Pasti akan banyak drama, pembalap-pembalap top bisa saja harus mengawali balapan dari posisi 15 atau 20. Bagi kejuaraan dan penonton ini bagus, tapi bagi pembalap tentu sangat stres,” ungkap Aleix.

    Kondisi ini diprediksi akan mengacak-acak peta persaingan. Pembalap papan atas tidak lagi bisa bersantai karena kesalahan kecil di sesi kualifikasi singkat akan langsung melempar mereka ke barisan belakang.

    Meski format balap makin menekan mental, Aleix menegaskan bahwa dari sisi teknis kendaraan, regulasi 2027 justru jauh lebih ramah dan aman bagi keselamatan pembalap. Pengalamannya menguji prototipe mesin 850cc berbalut ban Pirelli memberikan impresi yang sangat positif. Turunnya kapasitas mesin otomatis memangkas top speed dan tenaga brutal yang selama ini menguras fisik rider. Selain itu, karakter ban Pirelli dinilai sangat bersahabat.

    “Soal keselamatan, ini jauh lebih baik. Ban baru sangat, sangat mudah dikendalikan (super easy to ride), dan motornya juga lebih lambat. Jujur saya pribadi lebih menyukai tenaga ekstra mesin 1000cc, tapi jika bicara keselamatan pembalap, paket baru ini jelas sebuah peningkatan,” tambahnya.

    Last….Menjawab kekhawatiran bahwa banyaknya sesi kualifikasi akan meningkatkan angka kecelakaan akibat aksi time attack berlebih, pihak Dorna dan FIM telah menyiapkan aturan pembatasan ban baru. Di regulasi baru nanti, pembalap hanya diberi alokasi satu set ban baru per sesi kualifikasi. Artinya, jumlah percobaan time attack sepanjang akhir pekan justru berkurang menjadi 2-3 kali saja, lebih sedikit dibandingkan regulasi saat ini yang bisa mencapai 4 kali atau lebih. Perubahan besar ini membuktikan bahwa MotoGP sedang bergerak menuju era baru: menyajikan tontonan yang jauh lebih dramatis bagi fans, tanpa mengorbankan keselamatan para pembalapnya di atas lintasan. Kita tunggu persaingan era baru 850cc nanti cakkk! (IWB)

  • Geger !! CFMoto Berambisi Masuk MotoGP…..pabrikan Cina makin Agresif !!!

    Geger !! CFMoto Berambisi Masuk MotoGP…..pabrikan Cina makin Agresif !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Siapa yang tidak kaget membaca berita satu ini? bener cak…pabrikan asal Tiongkok yang belakangan ini pergerakannya sangat agresif, CFMoto, resmi menabuh genderang perang. Yup, mereka tidak sekadar ‘numpang lewat’ di kelas Moto2 dan Moto3 bersama tim Aspar, melainkan sedang menyiapkan langkah raksasa untuk mencaplok satu tempat di kelas tertinggi… MotoGP! Tidak main-main, CFMoto baru saja membocorkan peta jalan (roadmap) ambisius mereka. Untuk membuktikan bahwa gertakan ini bukan sekadar pamer, CFMoto resmi membangun markas divisi balap super megah (Racing Headquarters) langsung di jantung balap dunia: Rimini, Italia! Ediannnn serius kiii ???

    Markas dibangun Bertetangga dengan Ducati

    Lokasi markas balap baru CFMoto ini berada di wilayah Emilia-Romagna, hanya berjarak sekitar satu jam dari Bologna—alias bertetangga langsung dengan markas besar Ducati. Biaya investasi dan niatnya sangat besar.

    Samantha Liu, General Manager dari Motorsports Management Centre CFMoto, menjelaskan secara terbuka kepada media mengenai proyek besar ini. Ia menuturkan bahwa pusat teknologi balap di Italia tersebut dibangun untuk memperkuat struktur tim, merekrut para insinyur berpengalaman, serta bekerja berdampingan dengan tim R&D industrial design mereka yang sudah berada di lokasi yang sama.

    “Pusat teknologi Italia kami khusus untuk balap sedang berjalan. Kami bekerja sangat keras membangun struktur, mengumpulkan staf, dan segera menempati bangunan baru ini… Apakah ini hanya untuk MotoGP? Tidak. Ini membantu kami di berbagai bidang balap. Memang butuh jalan panjang dan kami siap untuk bersabar. Kami adalah CFMoto, dan kami fokus pada strategi kami sendiri,” ujar Samantha Liu.

    Langkah strategis ini dinilai sangat tepat. Selain mengejar gengsi di kelas para raja, hasil riset dari balapan kelas tinggi ini nantinya akan ditransfer langsung ke produk-produk harian mereka.

    Kapan Resmi Bergabung ke MotoGP?

    Lantas, kapan CFMoto akan resmi turun sebagai pabrikan di grid MotoGP?

    Jawabannya: Harus bersabar.

    Saat ini, lima pabrikan utama—Ducati, Aprilia, Honda, Yamaha, dan KTM—masih terikat kontrak komersial dengan Dorna hingga tahun 2031. Namun, CFMoto memiliki hubungan kerja sama yang sangat erat dengan Pierer Mobility Group (induk KTM) dan tim Aspar yang dipimpin Jorge Martinez “Aspar”. Relasi inilah yang menjadi kunci utama.

    Jalur ekspansi CFMoto di area paddock terus meluas secara terstruktur:

    • 2022: Mulai masuk ke Grand Prix kelas Moto3 bersama PrüstelGP.

    • 2024: Resmi menggantikan GasGas sebagai sponsor utama tim Aspar di Moto2 dan Moto3.

    • Masa Depan: Mengincar slot pabrikan di MotoGP, serta persiapan superbike V4 SR-RR untuk ajang WorldSBK.

    • 2027: Dipastikan menjadi pemasok motor resmi untuk kejuaraan dunia balap motor wanita (WorldWCR) menggantikan Yamaha.

    Last….Keputusan CFMoto mendirikan basis di Italia merupakan langkah taktis yang sangat cerdik karena daerah tersebut merupakan pusat berkumpulnya para insinyur top MotoGP. Menggabungkan dukungan finansial yang kuat dari Tiongkok dengan keahlian teknik balap Eropa membuat posisi CFMoto semakin solid. Pabrikan Tiongkok masa kini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Niat dan modal mereka sangat diperhitungkan. Akankah CFMoto menjadi pabrikan Tiongkok pertama yang mencetak sejarah di kelas para raja MotoGP? Kita pantau terus perkembangannya cak….(IWB)

  • Nonton Bareng Motogp Mandalika 2026….Honda Puas Performa Veda Ega !!

    Nonton Bareng Motogp Mandalika 2026….Honda Puas Performa Veda Ega !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….akhirnyaaaa, puasss sudah IWB dan teman-teman Nonton Bareng Motogp Mandalika 2026 bersama AHM. Mendapatkan fasilitas tiket VIP DELUXE seharga 15 juta rupiah, kita betul-betul mendapatkan eksperience yang luar biasa. Mulai dari makanan, pelayanan hingga akses Mandalika circuit yang jauhhh dari kata macet setelah bubaran race. Pengalaman  4 tahun lalu tepatnya 18–20 Maret 2022 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat terkubur jauh cak. Bis kita yang tidak bisa beranjak karena terperangkap dalamnya lumpur parkiran, hingga kemacetan berjam-jam telah sirna. Kini sirkuit Mandalika menjelma jadi Anti macet, ini baru hebattttt !!!

    Untuk kesekian kalinya AHM kembali membawa kita untuk merasakan seperti apa atmosphere Motogp Mandalika 2026. Ini adalah sebuah langkah sangat positif cak…sebab dari kacamata IWB konsistensi AHM menerbangkan para youtuber, Blogger ataupun media adalah bentuk dukungan mereka dalam dunia racing khususnya anak didiknya seperti Veda Ega Pratama ataupun Mario AJI. Para pembalap yang digembleng AHRT dan sekarang telah menjadi bintang nasional. Yang kedua cak…ini juga menjadi sumbangsih merk untuk meramaikan gelaran Motogp yang diadakan oleh pemerintah. AHM artinya tidak cuma berpangku tangan namun mereka mengalokasikan budget demi mendukung program pemerintah soal olah raga. Jelas konsistensi AHM ini patut kita apresiasi. Terus piye keseruan balap Motogp Mandalika 2026 ini ??

    Yang jelas berubah total cak. Mendapatkan tiket VIP Deluxe seharga 15 jutaan, IWB bisa membandingkan perkembangan event Motogp ini. Memang cak…Fasilitas tiket VIP Deluxe Class (seperti pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia / MotoGP Mandalika) dirancang untuk memberikan kenyamanan eksklusif indoor dan outdoor bagi penonton selama 3 hari race weekend. Berada di gedung Hospitality Suites khusus, berikut detail fasilitas utama yang IWB dapatkan saat di VIP Deluxe:

    1. Kenyamanan Area & Ruangan (Lounge)

    • Lounge Ber-AC Dewasa: Ruangan dalam ruangan (indoor) berpendingin udara yang luas dan nyaman untuk bersantai.

    • Layar TV Live Broadcast: Disediakan banyak layar TV monitor di dalam lounge untuk memantau setiap sesi balapan (Free Practice, Kualifikasi, Sprint, hingga Main Race) secara langsung.

    • Akses Wi-Fi Gratis: Fasilitas internet cepat agar tidak terkendala masalah sinyal di area sirkuit.

    • Fasilitas Toilet Khusus VIP: Toilet eksklusif di dalam gedung yang bersih dan terpisah dari area tribun reguler.

    2. Makanan & Minuman All-You-Can-Eat (Free Flow)

    • Buffet Makanan Berat: Makanan prasmanan dengan menu lengkap (breakfast, lunch gourmet, hingga hidangan penutup/cemilan sore).

    • Free-Flow Drinks & Snack Bar: Bebas mengambil berbagai jenis minuman sepanjang hari, mulai dari air mineral, kopi, teh, minuman isotonik, hingga minuman dingin/soft drinks dan hidangan ringan (snack/tapas).

    3. Pandangan Sirkuit & Akses Tribun (Viewing Experience)

    • Tribun Outdoor Khusus: Penonton memiliki akses langsung keluar dari lounge menuju open viewing terrace / tribun duduk VIP.

    • Posisi Dekat Garis Start/Finis & Tikungan 1: Terletak dekat area straight utama dan Turn 1, memberikan posisi strategis untuk menyaksikan starting line-up, momen adu kecepatan lap pertama, bendera finish, serta sensasi raungan engine brake motor MotoGP secara langsung.

    Nahhh…jadi memang wis lumayan pollll. Kita bahkan mendapatkan akses dari HRC agar bisa masuk paddock area, yang pada akhirnya bisa kita gunakan untuk melakukan interaksi saat Hero Walks dan yang paling penting adalah…interview Veda Ega Pratama yang sukses menyabet posisi tertinggi rider Honda dengan P6…

    ” Kami happy…ini adalah hasil bagus untuk seorang rookie yang baru masuk Moto3..” tutur Juan (Manajer Veda). Sebuah pengakuan yang membuat kita bangga tentunya…

    Last….nonton MotoGP bareng AHM di Mandalika 2026 juga memberikan kita gambaran betapa rapinya pengelolaan Mandalika pasca Race Minggu. Petugas sudah mengatur dengan model kontraflow terkonsentrasi dengan baik pada beberapa area. Asli ini sih lancar parahhh….Anti Macet, ini baru Hebatttt !!! Sebuah experience yang selalu berkesan yang diberikan oleh teman-teman Honda. Maturnuwun buat tim HC3 AHM yang selalu juozz gandozzz….serta Honda NTB tentunya yang ngawal kita dari awal hingga akhir, membawa kita pada spot-spot wisata yang bikin leleh karena keindahannya. Sukses buat MotoGP Mandalika 2026….see You Motogp Mandalika 2027, gooo merah putihhhh !!! (iwb)

    Video Interview Veda Ega P6 Mandalika 2026

    Foto-foto MotoGP Mandalika 2026