Author: Iwanbanaran

  • Gegerr !! MoLinas CAKRA Resmi Dirilis Presiden Prabowo….Lho kok tampang Kayak Alva ??

    Gegerr !! MoLinas CAKRA Resmi Dirilis Presiden Prabowo….Lho kok tampang Kayak Alva ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/8/2026). Jadi masih angettt poll cakkk. Namun yang bikin IWB kaget….Molinas berlabel Cakra ini ternyata memiliki desain yang sangat identik denganMolis Alva N3. Lhooo kok isooo ???

    Jadi memang benar cak, sampeyan jangan kaget karena Pengembangan Molinas memanfaatkan platform kendaraan listrik buatan dalam negeri dari Indika Group, yaitu ALVA N3.  Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa efisiensi penggunaan anggaran harian masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama dari konversi kendaraan listrik ini. Penggunaan motor listrik diperkirakan mampu memangkas biaya operasional harian hingga 50 persen sampai 70 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).

    Performa dan Spesifikasi Teknis ALVA N3 (Molinas)

    Sebagai tulang punggung produk Molinas, sejauh Cakra memang belum dishare speknya cak. Namun jika benar identik dengan ALVA N3…maka spesifikasi gambarannya sbb…

    Spesifikasi Detail Teknis
    Tipe Penggerak Hub Drive
    Daya Maksimal (Power) 4,5 kW (6,1 PS)
    Torsi Maksimal 125 Nm
    Kecepatan Maksimum 80 km/jam
    Kapasitas Baterai Baterai Lithium (Next Gen Battery) 3,3 kWh / dual baterai
    Jarak Tempuh Hingga 140 km (dengan 2 baterai)
    Waktu Pengisian Daya

    Normal: 4 jam (0–100%)

     

    Boost Charging: < 25 menit (10–50%)

    Fitur Pendukung Dek rata luas, Reverse Mode (mundur), Combi Braking System (CBS), USB Port (Type A & C), serta tiga mode berkendara (Eco, Urban, Sport)

    Skema Pembiayaan Ringan: Beli Tanpa DP

    Guna mempermudah akses kepemilikan bagi masyarakat luas, pemerintah tengah merumuskan sejumlah insentif pembiayaan khusus untuk unit Molinas berbasis ALVA N3 ini. Pemerintah berkomitmen menekan suku bunga cicilan dan mengupayakan skema pembelian tanpa uang muka (down payment/DP).

    “Sekarang kita sudah mulai bangkit, hari ini launching. Hari ini saya telah menandatangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu (unit) saya datang lagi, 2 juta (unit) saya datang lagi. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP. Hari ini adalah yang sangat penting di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Perusahaan swasata, dunia akademis, menghadirkan pakar inti untuk RnD, litbang,,” kata Prabowo, Kamis (13/8/2026).

    Selain fasilitas keringanan kredit, pemerintah juga sedang menyusun mekanisme tukar tambah (trade-in) bagi masyarakat pemilik kendaraan berbahan bakar bensin yang berminat beralih ke unit Molinas. Program Molinas mengintegrasikan peran BUMN, pelaku usaha swasta, dan akademisi. Secara khusus, Presiden mengapresiasi kontribusi Indika Group—melalui PT Ilectra Motor Group (IMG) sebagai produsen ALVA—yang telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik mendahului peluncuran resmi program nasional ini. Pemerintah mendorong akselerasi kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara berkelanjutan. Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, jajaran TNI-Polri, serta sejumlah pimpinan dunia usaha nasional….

    Pada peluncuran resmi tanggal 13 Agustus 2026, rincian harga pasti untuk unit Molinas Cakra (Cakra NX1) belum diumumkan secara mendetail kepada publik.

    Beberapa poin penting mengenai penetapan harga dan skema kepemilikannya:

    1. Belum Ada Angka Resmi (Pricelist): Pemerintah dan pihak produsen (Indika Group/ALVA) masih dalam tahap finalisasi penetapan harga On The Road (OTR) serta formula insentif/subsidi final.

    2. Sebagai Pembanding (ALVA N3): Karena Cakra NX1 menggunakan basis penuh dari ALVA N3, sebagai gambaran, ALVA N3 standar dipasarkan di kisaran Rp11,5 juta hingga Rp18,5 jutaan (tergantung varian baterai tunggal/ganda serta skema sewa/pembelian baterai).

    3. Skema Pembelian Tanpa DP & Bunga Kering: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa untuk program Molinas Cakra ini, pemerintah mengupayakan skema pembiayaan khusus rakyat berupa DP 0% (Tanpa DP), suku bunga cicilan yang sangat rendah, serta fasilitas program tukar tambah (trade-in) dari motor bensin lama.

    Last…konsep Molinas namun mengambil dari brand dan produk yang sudah eksis dipasaran memang membuat kita bingung cak. Apalagi pihak Alva juga menjual produk ini secara umum sebelum muncul Cakra ini. Jadi soul Motor Nasionalnya terasa kurang menggigit. Sebagai Blogger roda dua tanah air yang sudah sangat lama, niat positif pemerintah tentunya kita dukung. Hanya saja akan lebih baik sebenarnya Molinas tsb diracik betul agar nuansa Made Indonesianya memang kuat. Sisi bagusnya karena pendanaan mendapatkan banyak keringanan kini sampeyan kalau membeli Alva N3 eh…Molinas Cakra akan lebih mudah hehehe. Cakra ?? piye menurut sampeyan cak…tertarik oraaa dengan Molinas ini ? monggo berikan opininya…(iwb)

  • Kalibrasi Skill “Tekuk Stang” ….Inilah Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia 2026 !!

    Kalibrasi Skill “Tekuk Stang” ….Inilah Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia 2026 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….bicarain soal komitmen keselamatan berkendara di jalan raya, PT Astra Honda Motor (AHM) memang rajanya. Udah bukan rahasia lagi kalau AHM paling konsisten menggembleng para rider dan instruktur Honda agar makin mumpuni. Nah, memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya, puncak acara The 17th Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2026 resmi sukses digelar pada 4–7 Agustus 2026 kemarin! Kalibrasi Skill “Tekuk Stang” ….Inilah Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia 2026 !!

    IWB mencatat, pertempuran para jawara safety riding ini dihelat di markas besarnya langsung, yakni Astra Honda Motor Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang. Iki fasilitas pelatihan keselamatan berkendara sepeda motor Honda yang paling megah dan terbesar di kawasan Asia Tenggara, Cak!

    Mengusung tema bertajuk “Beyond Seventeen, The Change Makers”, AHM nggak cuma ngajak peserta buat adu ketangkasan skill berkendara aman, tapi juga menempa mereka menjadi agen perubahan (change makers) di tengah masyarakat. Harapannya, nilai-nilai #Cari_Aman bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat lintas profesi dan usia.

    Andy Wijaya (General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM) menegaskan:

    “Kami secara konsisten mengembangkan AHSRIC sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas edukasi keselamatan berkendara di Indonesia. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah membangun keterampilan berkendara sekaligus mencetak individu-individu yang menjadi teladan keselamatan di seluruh penjuru negeri…”

    Seleksi Ketat dari Ribuan Peserta se-Indonesia!

    Sebelum tembus ke panggung nasional di Cikarang, perjuangan para peserta asli berdarah-darah, Cak! Di tingkat regional, ajang ini diserbu oleh:

    • 120 Instruktur Safety Riding

    • 2.690 Advisor Safety Riding dari jaringan Dealer Honda

    • 916 Advisor dari Komunitas Honda se-Indonesia

    Setelah disaring super ketat, terpilihlah 209 peserta terbaik yang berhak mencicipi aspal AHM Safety Riding Park di level nasional. Di edisi ke-17 ini, AHM mempertandingkan 9 kategori kompetisi, termasuk parameter penilaian coaching baru berbasis riset internal serta ekspansi kategori uji inovasi untuk edukasi lalu lintas anak-anak.

    Last…Nggak cuma bikin kompetisi tahunan, AHM bersama jaringan main dealer saat ini sudah membangun 9 Safety Riding Center Honda di berbagai wilayah Tanah Air, plus 6 Safety Riding Lab dan kerja sama di 38 sekolah binaan. Payung besar #Cari_Aman yang digaungkan sejak 2017 ini terbukti ampuh menanamkan pondasi budaya berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi generasi muda sejak dini. Fasilitas mewah AHM Safety Riding Park di Cikarang pun terbuka luas untuk masyarakat umum yang ingin mengasah skill berkendara. Selamat buat para pemenang! Semoga terus jadi panutan dan penular budaya #Cari_Aman di jalan raya. Gasss polll tur tetep safety, Cak! (iwb)

    Daftar Lengkap Jawara AHSRIC 2026

    Piye hasilnya? Sopo wae sing berhasil menyabet podium tertinggi? Cekidot daftarnya di bawah iki, Cak!

    1. Instructor Category (Sport Class)

    • Juara 1: Adni Rahmat Ramli – PT Daya Adicipta Motora

    • Juara 2: Achmad Hilmy – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    • Juara 3: Rama Dhandyano – PT Capella Dinamik Nusantara – Riau

    2. Instructor Category (AT Class)

    • Juara 1: Septi Chamerawati – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    • Juara 2: Resty Purbaningrum – PT Wahana Makmur Sejati

    • Juara 3: Novara Dita – PT Capella Dinamik Nusantara – Aceh

    3. Instructor Category (Big Bike Class)

    • Juara 1: Ibnu Fachrizal – Astra Motor Kaltim 2

    • Juara 2: Amizar Maas – PT Daya Adicipta Motora

    • Juara 3: Fendrik Alam – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    4. Community Advisor Category (Sport Class)

    • Juara 1: Romandhoni Nurrokhim – PT Mitra Pinasthika Mulia Malang

    • Juara 2: Hilmi Eka Fadlillah – PT Daya Adicipta Motora

    • Juara 3: Pius Deo Saputra – Astra Motor Yogyakarta

    5. Community Advisor Category (AT Class)

    • Juara 1: Daya Fawzia N Wibowo – PT Mitra Pinasthika Mulia Malang

    • Juara 2: Ferrina Eky Prasanti – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    • Juara 3: Endy Wulan Agustin – PT Capella Dinamik Nusantara – Riau

    6. Dealer Advisor Category

    • Juara 1: Muhammad Alfan Davinda – PT Wahana Makmur Sejati

    • Juara 2: Eko Junianto – Astra Motor Sulselbartrabon

    • Juara 3: I Nengah Suardiawan – Astra Motor Bali

    +——————————————+————————————+

    |                Kategori                  |               Jawara               |

    | Group Main Dealer (Juara 1) | PT Mitra Pinasthika Mulia Malang |

    +------------------------------------------+------------------------------------+
    | Group Main Dealer (Juara 2)              | PT Capella Dinamik Nusantara - Aceh|

    | Innovation Category (Juara 1) | PT Daya Adicipta Motora |

    | Group Main Dealer (Juara 3)              | Astra Motor Kaltim 2               |
    | Main Dealer Safety Riding Center         | PT Daya Adicipta Motora            |
    | Innovation Category (Juara 2)            | PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya |
    | Innovation Category (Juara 3)            | PT Capella Dinamik Nusantara - Riau|
    +------------------------------------------+------------------------------------+

  • Ketika Yamaha Grand Filano bersolek…lhooo, jadi Cuakeppp poll !!

    Ketika Yamaha Grand Filano bersolek…lhooo, jadi Cuakeppp poll !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Bicara soal kreativitas anak muda Indonesia, asli nggak ada obatnya. Kreativitas mereka memang selalu berhasil bikin mata terbelalak lewat karya-karya modifikasi yang memukau. Nah, salah satu ajang yang paling ditunggu-tunggu, yakni Classy Modifest, resmi purna usai menggelar partai puncaknya di Kota Istimewa, Yogyakarta, pada akhir Juni lalu! Ketika Yamaha Grand Filano bersolek…Classy Modifest 2026 !!

    IWB mencatat, dari total ribuan peserta yang membanjiri ajang Classy Modifest di 5 kota besar Tanah Air, terpilihlah 5 unit Yamaha Grand Filano Hybrid terbaik yang sukses memikat hati para juri dan menyabet mahkota tertinggi: Best of The Best Modification!

    Desain bawaan Grand Filano Hybrid yang timeless dan punya proporsi bodi pas memang ibarat kanvas putih, Cak. Sangat mudah buat dioprek para modifikator muda. Konsep yang dihadirkan pun liar dan beragam banget—mulai dari gaya Urban Rally, Rock and Roll, Racing Look, Royal Heritage, sampai tema kartun Donald Duck yang unik abis!

    IWB garansi, gelar Best of The Best ini nggak didapat dengan modal keberuntungan semata. Tim juri menilai eksekusi teknisnya benar-benar detail, orisinal, dan punya tingkat kerapian yang sangat tinggi. Iki jelas bentuk apresiasi jempolan dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) buat para pencinta modifikasi.

    Rifki Maulana (Manager Public Relations, YRA, & Community PT YIMM) menyampaikan kebahagiaannya:

    “Ajang Classy Modifest tahun ini kembali membuktikan bahwa skutik Classy Yamaha selalu dipilih anak muda untuk menjadi sarana berkreasi sesuai dengan gaya dan kesenangannya masing-masing. Di tahun 2026, aktivitas ini membuktikan bahwa para pengendara Grand Filano Hybrid punya antusiasme sangat tinggi terhadap dunia modifikasi…”

    5 Modifikasi Grand Filano Hybrid “Best of The Best”

    Penasaran kayak apa saja racikan 5 jawara dari masing-masing kota? Mari kita kupas siji-siji, Cak!

    +—————+————————+————————————+

    |     Kota      |     Nama Konsep        |          Kreator / Modifikator     |

    | Makassar | Urban Rally | Irmansyah Nurdin |

    +---------------+------------------------+------------------------------------+
    | Surabaya      | Rock and Roll          | Christian Bobby Chandra (@tian_b.c)|

    | Bandung | Royal Heritage Mooneyes| Jawara Kota Kembang |

    | Bali          | Donald Duck Sport      | I Kadek Gunawa                     |
    | Jawa Tengah   | Japanese Racing Look   | Enggarino Diambona (Team Blastoise)|
    +---------------+------------------------+------------------------------------+
    

    1. Urban Rally – Makassar (Irmansyah Nurdin)

    Karya dari tanah Makassar ini menyuguhkan konsep rally yang terkesan simpel namun super rapi. Kombinasi warna blok merah dan putih tampak kontras, dipermanis stripping oranye tipis di bodi samping serta depan. Penambahan grafis angka “5” ber-font balap makin mempertegas auranya. Area kaki-kaki belakang makin padat berkat velg wheeldop dan knalpot kustom berbahan stainless. Proper tenan!

    2. Rock and Roll – Surabaya (Christian Bobby Chandra)

    Garapan bro Christian Bobby Chandra (@tian_b.c) asal Surabaya ini mengusung nuansa metal yang kental. Bodi didominasi warna hitam dengan grafis white flame (api putih) di bodi samping bawah. Bagian depan makin ciamik dengan cover lampu berdesain checkerboard hitam-putih. Aksen krom pada velg, suspensi depan, hingga knalpot metal-putih sukses bikin aura rockstars-nya makin pekat!

    3. Donald Duck Sport – Bali (I Kadek Gunawa)

    Nah, ini dia yang out of the box! Bro I Kadek Gunawa dari Pulau Dewata berhasil menyulap Grand Filano Hybrid dengan livery animasi kartun Donald Duck berbalut warna cerah biru dan kuning. Uniknya, tema imut ini dipadukan dengan aura sporty lewat part balap seperti velg palang berwarna emas, knalpot racing, hingga sentuhan aksen serat karbon di area dek kaki dan cover CVT. Unik tapi gahar!

    4. Japanese Racing Look – Jawa Tengah (Enggarino Diambona / Team Blastoise)

    Biasa dijuluki “Filantoise”, modifikasi garapan Enggarino dari Team Blastoise ini menggabungkan seni Japanese Artdengan racing look. Bodinya dibalut seni grafis motif ombak, bunga sakura, hingga ilustrasi Daruma dan Maneki-neko (kucing keberuntungan). Aura balapnya makin kencang berkat penggunaan velg multi-spoke warna emas, upgrade sistem pengereman, dan suspensi belakang kelas atas.

    5. Royal Heritage Mooneyes – Bandung

    Jawara dari Kota Kembang ini memancarkan kemewahan ala Royal Emperor. Perpaduan bodi hitam glowing dengan aksen kuning keemasan bikin tampilannya sangat elegan. Sentuhan pinstriping rumit serta tipografi bergaya klasik menghiasi beberapa sudut bodi. Tak lupa, identitas kultural Mooneyes terpampang jelas lewat slogan khas “Go! With Moon!!” di area dek kaki. Juozzz!

    Last….Yamaha Grand Filano Hybrid memang menjadi salah satu skutik yang diklaim paling fashionable sekaligus paling irit di kelasnya, dengan konsumsi BBM menembus 60,1 km/liter! Piye menurutmu, Cak? Mana konsep modifikasi Grand Filano Hybrid terlampir yang paling bikin sampeyan kepincut? Monggo berikan komennya….(iwb)

    Spek sekilas Grand Filano

    • Mesin: Blue Core Hybrid 125 cc (Irit dan powerful).

    • Panel Indikator: Digital Speedometer dengan TFT Sub Display.

    • Kepraktisan: Smart Front Refuel (isi bensin tanpa buka jok), Bagasi super lega 27 Liter, serta Electric Power Socket (USB Type A).

    • Varian & Harga (OTR):

      • Hybrid NEO: (Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, Essential White)Rp 28.665.000

      • Hybrid LUX: (Royal Iron, Magma Black)Rp 29.145.000

  • Breaking !! New MX King 155 Terbaru 2027 Gempur Malaysia…Gilaa Pakai Shockbraker Ohlins !!

    Breaking !! New MX King 155 Terbaru 2027 Gempur Malaysia…Gilaa Pakai Shockbraker Ohlins !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….. Ternyata ogah menunggu lama, Hong Leong Yamaha Motor (HLYM) di Malaysia baru saja secara resmi meluncurkan Yamaha Y16ZR-R 2026 (saudara kandung MX King kalau di Indonesia). Bebek super performance ini bukan cuma sekadar ganti baju alias ganti striping, tapi benar-benar mendapatkan upgrade besar dari segi mesin, fitur elektronik, hingga desain aerodinamika! Nggak tanggung-tanggung, Yamaha juga merilis versi super eksklusif Pramac Racing Replica yang cuma diproduksi 3.000 unit saja di seluruh dunia! Asli, makin ganteng cak!

    Peningkatan Mesin & Napas Baru: Power Naik Jadi 18.2 HP!

    Dapur pacu Yamaha Y16ZR-R 2026 masih mengusung mesin 155cc 1-silinder SOHC berpendingin cairan dengan teknologi VVA. Tapi tenang cak, racikan dapur pacunya kini disempurnakan!

    Spesifikasi Performa Yamaha Y16ZR-R 2026:

    • Tenaga Maksimum : 18.2 HP @ 9.500 rpm (Naik dari versi sebelumnya 17.7 HP)

    • Torsi Maksimum  : 14.4 Nm @ 8.500 rpm


    • Fitur Baru Utama: Traction Control Sy

    • Ukuran Sproket  : 48T (Sebelumnya 46T) & (TCS) + Twin Funnel Intake

    Racikan sproket belakang yang kini membesar jadi 48T bikin akselerasi dari posisi diam jauh lebih joss lan ngejambak. Begitu juga pas operan gear 6, nafasnya tetap ngisi tanpa mengorbankan top speed! Ditambah lagi ada fitur Twin Funnel pada intake udara yang bikin suara raungan mesin saat melintir gas makin nyaring lan sporty!

    Fitur canggih yang paling meledak adalah dibenamkannya Traction Control System (TCS). Ini bikin Y16ZR-R resmi jadi motor moped/bebek Yamaha pertama yang dibekali kontrol traksi cak! Jadi pas melibas jalanan licin atau hujan, ban belakang nggak gampang sliding.

    Nggak cuma itu, speedometer kini sudah mendukung konektivitas smartphone via aplikasi Y-Connect (Yamaha Motor Connectivity) melalui unit kawalan Simple Communication Control Unit (SCCU). Desain fairing depan juga dibuat lebih runcing dan padat untuk aerodinamika yang lebih ciamik, lengkap dengan headlamp LED baru yang lebih terang. Yahhh pokoknya secara fitur dan desain sama blok ketiplek dengan Vietnam…

    Pilihan Warna & Harga Resmi

    Untuk varian standar, Yamaha Y16ZR-R hadir dalam 3 opsi warna menarik:

    1. Kouka Grey

    2. Raijin Green

    3. Yoru Black (Iki istimewa cak! Pakai cat efek ‘Chameleon’ yang bisa berubah warna tergantung sudut datangnya cahaya!)

    Daftar Harga Resmi (Malaysia):

    • Varian Standar (Kouka Grey, Raijin Green, Yoru Black) : RM 10,888 (Sekitar Rp 39 Jutaan)

    • Varian Limited GP Edition (Pramac Racing Replica) : RM 13,388 (Sekitar Rp 48 Jutaan)

    Edisi Spesikal GP Edition: Livery Prima Pramac Racing + Sokbreker Öhlins!

    Nah, ini dia yang bikin ngiler para kolektor lan pencinta MotoGP. Yamaha merilis Yamaha Y16ZR-R Pramac Racing Replica edisi terbatas!

    Cuma diproduksi 3.000 unit di dunia, varian ini tampil gagah dengan livery khas tim Yamaha Prima Pramac MotoGP, disematkan nomor seri unik (serial number), dan paling gokil sudah langsung dipasangi suspensi belakang Öhlins yang ditawarkan khusus dari pabrikan! Unit standar mulai didistribusikan ke dealer Malaysia per 10 Agustus 2026, sedangkan varian Limited Edition Pramac bakal menyusul pertengahan Agustus 2026. New MX King 155 Malaysia ?? bikin ngilerrr euy….(iwb)

    Screenshot

    Screenshot
    Screenshot

    Screenshot

    Screenshot
    Screenshot

    Screenshot
  • Pecco Frustrasi di Silverstone….”Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya

    Pecco Frustrasi di Silverstone….”Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pecco Bagnaia di MotoGP Silverstone 2026 ini  dibuat hopeless alias frustrasi berat. Setelah Sabtu kemarin kepayahan setengah mati di balapan Sprint, puncaknya di race hari Minggu (9/8) doi malah crash misterius alias DNF! Pecco sampai blak-blakan ngaku timnya udah “lost” alias bingung mau ngapain lagi buat nyari grip Desmosedici miliknya. “Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya..

    Akhir pekan di Silverstone ini bener-bener jadi mimpi buruk terkelam Bagnaia musim ini cak :

    • Kualifikasi: Start dari posisi ke-16 (posisi kualifikasi terburuknya musim ini).

    • Sprint Race: Menderita tyre degradation parah sampai nggak bisa lean angle maksimal.

    • Main Race: Crash aneh di lap ke-9 dari posisi 15 saat mencoba merangsek ke 10 besar.

    Catatan Akhir Pekan Pecco Bagnaia – Silverstone 2026:

    • Start Grid : P16 (Hasil kualifikasi terburuk musim 2026)

    • Main Race  : DNF (Lowside misterius di Lap 9/20)

    hitungan milidetik saat keluar tikungan

    • Penyebab  : Ban depan kehilangan grip kilat dala
    m
    

    Insiden crash-nya pun tergolong sangat aneh cak! Pecco kehilangan bagian depan motor (lost the front) justru saat akselerasi keluar dari tikungan.

    “Aneh banget jujur aja. Saya belum pernah kehilangan ban depan pas posisi keluar dari tikungan (exiting corner),” keluh Pecco dengan nada bingung.

    “Dan pas ngeliat data, susah banget buat nemuin penyebab pastinya. Satu-satunya hal yang kelihatan cuma ban depan tiba-tiba hilang grip cuma dalam hitungan milidetik. Sangat aneh, tapi ya itu yang terjadi. Susah banget diterima, apalagi ini salah satu pekan tersulit musim ini. Kita Gak Tahu Harus Berbuat Apa Lagi…”

    Yang bikin Pecco makin pusing tuju keliling, mekanik Ducati sebenarnya sudah membongkar total perataan motor dari Jumat sampai Minggu. Tapi hasilnya? NIHIL CAK!

    Eksperimen Ducati yang Tetap Gagal Total:

    • Setup mekanikal : Dirombak total (Gagal)

    • Pengaturan Elektronik : Diubah dari nol (Gagal)

    • Masalah Utama : Grip roda belakang & depan “NOL KEBANGETAN” sejak awal musim!

    Pecco Bagnaia: “Kita udah ubah semuanya. Setup, dari sisi elektronik juga. Tapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini, saya bener-bener gak punya grip sama sekali, NOL!

    Dan kita bingung mau bikin apa lagi (we don’t know what to do), karena pebalap Ducati lainnya malah punya grip yang melimpah. Jadi bener-bener susah buat dipahami. Saya gak mau ngalamin akhir pekan kayak gini lagi!”

    Di saat Pecco tersungkur DNF dan Marc Marquez hanya mampu finis ke-7, justru Alex Marquez yang jadi pebalap Ducati terbaik di P4, di belakang trio Aprilia yang mendominasi Silverstone. Ini memang PR besar buat kru Ducati Lenovo cak. Ada misteri apa di balik motor Pecco sampai doi kehilangan feeling total dan nggak punya grip sama sekali? Jelas ini aduh masalahnya aku dipecahkan oleh tim Bologna…. Kita tunggu saja usaha mereka….(iwb)

  • Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….nyesek banget cak! Alex Marquez blak-blakan ngaku kesel setengah mati sama dirinya sendiri usai gagal ngamanin podium di balapan MotoGP Silverstone, Inggris 2026. Doi nyebut kesalahannya di T1 (Tikungan 1) sebagai blunder yang konyol alias “unacceptable” (nggak bisa ditoleransi), hingga bikin posisi podium 2 yang udah di depan mata ambyar seketika. Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Start dari P7, Alex Marquez (Gresini Racing) sebenarnya tampil perkasa dan pelan-pelan merangsek naik ke barisan depan. Memasuki pertengahan balapan, doi berhasil menempel ketat Marco Bezzecchi dan sukses melancarkan manuver Over-Take yang manis di Tikungan 15 untuk merebut posisi ke-4.

    Tapi apesnya, giliran masuk Tikungan 1 di lap berikutnya, petaka datang cak! Alex ngaku terlalu optimis dan melipat rem sedikit terlambat (late braking). Efeknya? Bagian depan motor goyang dan ban belakang mendadak kehilangan grip alias kontak dengan aspal.

    Gara-gara overshoot di T1 itu, posisi Alex langsung melorot ke P5. Meskipun doi bisa bangkit dan menyalip Pedro Acosta kembali ke P4, doi udah nggak punya cukup momentum maupun sisa umur ban untuk ngejar Bezzecchi lagi yang ngamanin P3.

    Pasca balapan, raut muka adik Marc Marquez ini kelihatan muram banget, Cak. Doi merasa potensi motor Ducati Desmosedici GP miliknya sebenarnya sanggup buat finis runner-up di belakang sang pemenang!

    ” “Iya nyesel banget… ketika kamu kehilangan podium gara-gara kesalahan konyol—yang sejujurnya nggak bisa ditoleransi dari diri saya sendiri karena sedikit melewatkan titik pengereman—rasanya sungguh menyakitkan (painful), apalagi kamu tahu potensi podium itu sangat realistis.

    ” Saya pikir peluang kami hari ini sebenarnya bisa finis kedua. Tapi kesalahan di T1 pasca menyalip Marco itu murni karena saya terlalu optimis dan mengerem terlalu lambat. Di situ saya merasakan ban belakang mulai mengalami penurunan grip (drop) untuk pertama kalinya.” serunya

    Last…Alex juga memuji taktik Bezzecchi yang dinilainya cerdik menyimpan usia ban belakang buat dua lap terakhir, sehingga Bezzecchi punya pace yang jauh lebih ngacir di akhir balapan. Akhirnya Alex Marquez harus puas membawa pulang poin P4 sembari menahan rasa penyesalan mendalam. Semoga saja seri berikutnya di Aragon atau Misano Alex bisa bangkit…..(iwb)

  • Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”

    Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”

    Screenshot

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… drama Silverstone Inggris benar-benar menjadi ujian berat bagi sang Juara Dunia 8 kali, Marc Marquez! Datang dengan modal apik usai double victory di Sachsenring dan hanya tertinggal 18 poin dari puncak klasemen, Marc justru kudu gigit jari usai terseok-seok dan cuma mampu finish di posisi ke-7. Imbasnya, jarak poin di klasemen kini membengkak jadi 40 poin dari Jorge Martin, cakkk!

    Marc sendiri blak-blakan usai balapan dan nggak mau cari-cari alasan. Doi mengakui kalau di Silverstone kemarin, paket motor maupun ban sebenarnya bekerja dengan cukup baik, tapi masalah utamanya justru datang dari performa dirinya sendiri!

    “Motor bekerja dengan baik, ban juga oke. Hanya saja hari ini aku nggak menemukan cara untuk tampil lebih baik. Posisi ketujuh ini adalah sesuatu yang secara teori memang sudah bisa diprediksi. Hasil paling optimistis ya Top 5, tapi kita tidak bisa mengelolanya dengan baik dan akhirnya finish ke-7,” ujar Marquez gamblang.

    Cak, yang menarik adalah ketegasan Marc saat ditanya apa masalah utamanya hingga bisa disalip sang adik, Alex Marquez, bahkan calon rekan satu timnya di Ducati, Pedro Acosta. Dengan singkat dan tanpa tendeng aling-aling Marc menjawab: “Diriku sendiri!”

    Doi merasa kondisi fisiknya pasca cedera bahu masih terus perlu dikelola, terutama soal daya tahan (endurance) saat balapan berlangsung lama. Marc juga mengakui kalau sang adik, Alex Marquez, memang tampil jauh lebih jempolan di trek Silverstone. “Bahkan tahun lalu saat aku di performa terbaik pun, Alex memang lebih kencang dariku di sirkuit ini. Alex naik motor dengan sangat bagus dan dia lebih cepat dari kami, padahal motor kami sama,” tambahnya.

    Lalu gimana soal persaingan gelar juara dunia yang makin menjauh? Nah ini dia cakk, mentalitas The Baby Alien memang rada beda sekarang. Doi memilih realistis dan ogah memaksakan diri kalau situasinya nggak memungkinkan.

    “Kemarin aku ada masalah besar dengan daya tahan ban sprint dan finish ke-9. Hari ini, aku merasa memang tidak mungkin untuk bertarung dengan pebalap lain. Ya sudah, aku tidak bertarung. Memang begitu keadaannya. Aku sudah cukup bertarung sepanjang karirku. Aku bakal bertarung saat merasa enak, tapi kalau lagi nggak enak, aku cuma ingin tetap bertahan di atas motor,” tegas Marc.

    Bahkan doi menambahkan kalau gelar Juara Dunia tambahan nggak akan mengubah jalan hidupnya kelak. “Targetku sekarang adalah menikmati di atas motor. Gelar juara dunia tidak akan mengubah masa depanku. Ambisiku tetap sama, pendekatan tiap akhir pekan balapan juga sama, tapi harus selalu realistis dan jangan terburu-buru,” pungkasnya.

    Yup… lugas dan bijak banget cakk! Marc sadar betul kapan harus menekan dan kapan harus main aman demi selamat sampai garis finish. Menariknya, seri berikutnya bakal berlangsung di Aragon—sirkuit ‘makanan empuk’ Marc Marquez tempat doi pernah menyapu bersih kemenangan. Akankah Si Semut dari Cervera bangkit mengamuk di Aragon? Kita tunggu saja aksi lanjutannya cakk! (iwb)

  • Cetak Sejarah Baru! Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Race Perdana SS600 ARRC

    Cetak Sejarah Baru! Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Race Perdana SS600 ARRC

    Iwanbanaran.com – Cakk…Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Nugroho, sukses mencatatkan kemenangan perdana di kelas SuperSport 600cc (SS600) Asia Road Racing Championship (ARRC) setelah menjadi juara pertama pada Race 1 Round 4 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/8). Bermula dari grid ke-3, Wahyu tampil konsisten dan mampu mengatasi persaingan ketat para pembalap Asia, termasuk Malaysia dan Thailand, hingga akhirnya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di podium tertinggi.

    Kemenangan ini menjadi pencapaian spesial bagi Wahyu karena telah melalui proses yang panjang dan evaluasi bersama Yamaha Racing Indonesia (YRI) dari beberapa round sebelumnya untuk bisa menjadi juara dan memperbesar peluang Wahyu Nugroho untuk menembus posisi Top 5 klasemen sementara ARRC 2026.

    “Ini kemenangan yang sangat spesial karena akhirnya saya bisa pecah telor dan mendapatkan juara satu di kelas SS600 dan sedari awal saya terus berusaha menjaga pace supaya tetap konsisten dari lap pertama sampai terakhir serta tetap fokus dan percaya diri dengan kecepatan saya, jadi sebisa mungkin tidak membuat kesalahan dan terus menjaga ritme sampai lap terakhir dan Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana dan akhirnya kami bisa meraih kemenangan ini,” ujar Wahyu Nugroho, pembalap Yamaha Racing Indonesia.

    Selain membuktikan kemampuan pembalap, penampilan apik selama 12 laps yang membawa kemenangan, ini juga membuktikan perkembangan dan improvement nyata tim Yamaha Racing Indonesia dari tahun ke tahun karena di ARRC Mandalika tahun 2025, Yamaha Racing Indonesia mendapatkan podium 2 oleh Wahyu Nugroho dan podium 3 oleh M. Faerozi Toreqottullah.

    “Ini merupakan bagian dari strategi dan hasil evaluasi kami dari round-round sebelumnya karena kami terus melihat apa yang perlu ditingkatkan dan menerapkannya mulai dari saat free practice, kualifikasi, sampai Race 1 dan hasil hari ini tentu sangat memuaskan dan sangat positif, tapi kami tidak ingin cepat puas karena masih ada Race 2 sehingga kami akan tetap kembali melakukan evaluasi dan fokus mempersiapkan semuanya agar bisa mendapatkan hasil terbaik di race berikutnya,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

    Kemenangan perdana di SS600 ini menjadi momentum penting bagi Wahyu Nugroho dan Yamaha Racing Indonesia. Dengan Indonesia Raya yang berkumandang di podium tertinggi ARRC Mandalika, Wahyu membawa modal kepercayaan diri positif untuk kembali menghadapi Race 2 dan melanjutkan perjuangan di pentas balap Asia….(YIMM PR iwb)

     

  • ARRC Mandalika 2026: AHRT Ngamuk..Irfan Ardiansyah Juara AP250, Herjun Podium SS600!

    ARRC Mandalika 2026: AHRT Ngamuk..Irfan Ardiansyah Juara AP250, Herjun Podium SS600!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…. Skuad merah-putih Astra Honda Racing Team (AHRT) benar-benar tampil luar biasa di Seri 4 FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (9/8). Tampil di kandang sendiri, pasukan AHRT berhasil mengacak-acak barisan depan hingga sukses merebut podium tertinggi di kelas Asia Production 250 (AP250) dan amankan podium kelas Supersport 600 (SS600)…!!

    Pertarungan di kelas AP250 Race 2 bener-bener gila ! Irfan Ardiansyah (#16) yang mengawali balapan dari posisi ke-7 (P7) tampil sangat cerdik dan tenang. Melesat nempel ketat di lead pack, Irfan bahkan mencatatkan fastest lap1:46,919 pada Lap 7.

    Puncaknya terjadi di lap terakhir yang bikin senut-senut! Saat barisan depan terlibat kontak keras di Tikungan 16, Irfan dengan reflek super cepat melihat celah sempit di sisi dalam. Tanpa ampun, doi langsung penetrasi masuk dan menyabet kemenangan dramatis dengan catatan waktu 18:00,799! Juozzzz!

    Hasil Pembalap AHRT – AP250 Race 2:

    • Irfan Ardiansyah (#16) : P1 (Juara! 18:00,799)

    • M. Badly Ayatullah (#45): P5 (Start P15 -> P5, +1,182d)

    • Rheza Danica (#123) : DNF (Apes disundul di T16 lap akhir)

    Sementara Rekan satu timnya, M. Badly Ayatullah (#45), juga tampil ngotot luar biasa. Bangkit dari hasil DNF hari Sabtu, Badly merangsek naik dari posisi ke-15 hingga finis di P5 (+1,182 detik).

    Sayang pisaunya takdir berkehendak lain untuk mantan juara Asia, Rheza Danica Ahrens (#123). Setelah mengontrol ritme rombongan depan sepanjang balapan, Rheza menempatkan Honda CBR250RR miliknya dengan sangat apik menuju sektor terakhir. Namun saat mempertahankan racing line di Tikungan 16 lap terakhir, musibah datang! Motor Rheza dihantam rival yang melakukan late-braking agresif. Rheza tersungkur hanya beberapa meter sebelum garis finis… podium depan mata melayang seketika, aduhhh mbrebes mili cak!

    Di kelas SS600, Herjun Atna Firdaus (#46) tampil kesetanan setelah insiden hari Sabtu. Start dari front row (P2), Herjun terlibat aksi saling salip dan tusuk-tusukan dalam pertarungan 6 pebalap sepanjang 12 lap. Doi berhasil mencetak waktu terbaik 1:37,893 dan memanfaatkan celah di sektor terakhir untuk mengamankan podium 3 (+1,637 detik)!

    Sementara di kelas liter bike ASB1000, M. Adenanta Putra (#88) menunjukkan mental baja. Melesat dari P6, Adenanta bertarung menahan rasa sakit luar biasa akibat cedera patah tulang selangka (collarbone) yang belum pulih 100%. Konsisten menempel kecepatan tinggi barisan depan sepanjang 15 lap, Adenanta sukses mengamankan P5 yang sangat berharga untuk poin kejuaraan!

    Klasemen Sementara Pasca Seri 4 Mandalika:

    • Klasemen Tim AP250 : Posisi 2 (174 Poin – hanya beda 7 poin dari puncak!)

    • Rheza Danica       : Posisi 2 AP250 (92 Poin)

    • Herjun Atna F. : Posisi 5 SS600 (91 Poin)

    • Irfan Ardiansyah   : Posisi 4 AP250 (82 Poin)

    )

    • M. Adenanta Putra  : Posisi 6 ASB1000 (71 Poi
    n
    

    APA KATA MEREKA? (Ungkapan Para Rider AHRT)

    M. Adenanta Putra (ASB1000 – P5): “Alhamdulillah, pada Race 2 hari ini saya bisa merebut hasil yang lebih baik. Tantangan utamanya adalah menahan rasa sakit pada bagian bahu. Begitu rasa sakitnya datang setelah melewati pertengahan lomba, rasanya bahkan lebih hebat dibanding kemarin, sehingga sangat sulit untuk menjaga ritme. Saya fokus mengatur tempo agar bisa membawa motor finis dengan selamat.”

    Herjun Atna Firdaus (SS600 – P3): “Alhamdulillah, hari ini kami bisa bertarung di barisan depan dan mengamankan podium. Kami sempat sedikit kesulitan dengan rear grip sepanjang balapan… Namun, ketika ada kesempatan untuk memperebutkan podium, saya langsung melancarkan manuver di tikungan terakhir dan mengamankan posisi ketiga. Terima kasih banyak untuk AHRT, mekanik, dan keluarga yang mendukung!”

    Rheza Danica Ahrens (AP250 – DNF): “Di balapan kedua ini, sayangnya saya tidak bisa menyentuh garis finis setelah mengalami insiden di lap terakhir dan terjatuh saat bertarung berebut podium. Hari yang kurang beruntung dan akhir pekan yang berat. Saya berharap di seri berikutnya bisa bangkit lebih kuat!”

    Irfan Ardiansyah (AP250 – P1): “Alhamdulillah, di Race 2 hari ini saya berhasil merebut kemenangan. Ini poin yang sangat bagus untuk saya pribadi maupun tim di klasemen kejuaraan tim. Ini adalah hasil maksimal yang bisa saya berikan, dan saya berharap kami bisa menjaga momentum ini!”

    M. Badly Ayatullah (AP250 – P5): “Alhamdulillah, saya berhasil mengamankan posisi kelima di Race 2. Di lap-lap awal, saya fokus menemukan ritme dan bertahan di lead group. Menjelang lap-lap akhir, saya melakukan sedikit kesalahan yang membuat jarak dengan rombongan depan melebar.”

    Last…Selesai seri kandang Mandalika, Astra Honda Racing Team langsung memasang mode tempur penuh untuk menghadapi Seri 5 di Sepang International Circuit, Malaysia. Mantap jiwa! Mari kita doakan skuad Merah-Putih makin berkibar di Sepang nanti. AHRT… Gazzz !! (iwb)

  • Motogp Silverstone 2026 : Marquez ambyarr….Ducati mawut, Aprilia Tak Tersentuh !!!

    Motogp Silverstone 2026 : Marquez ambyarr….Ducati mawut, Aprilia Tak Tersentuh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Trackhouse Racing Aprilia, Raul Fernandez, tampil luar biasa mendominasi balapan utama MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Fernandez memimpin sejak lap pertama hingga finis untuk mengamankan kemenangan manis sekaligus menebus kesalahannya pada sesi Sprint Race sehari sebelumnya. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor unik Silverstone yang mencatatkan 12 pemenang berbeda secara beruntun dalam ajang Grand Prix. Sayang cak pada race hari sekali ini terlihat sekali bagaimana kondisi itu Ducati yang kesulitan. Yup…Marquez ambyarr….Ducati mawut, Aprilia Tak Tersentuh !!!

    Memulai balapan dari barisan depan, Fernandez langsung mengamankan holeshot saat memasuki Tikungan 1. Nasib sial dialami oleh pemegang pole position sekaligus pemenang Sprint, Jorge Martin, serta rekan setimnya Ai Ogura. Rear ride-height device (perangkat pengatur ketinggian bagian belakang) pada motor Martin dan Ogura gagal kembali ke posisi semula, membuat keduanya melar dan melebar di tikungan pertama.

    Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Raul Fernandez. Di pertengahan balapan, Fernandez berhasil melebarkan jarak hingga lebih dari 4 detik dari kejaran duo pabrikan Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Meski mengandalkan ban belakang kompon medium, Fernandez mampu menjaga kestabilan ritme hingga mengibarkan bendera chequered flag dengan keunggulan 2,538 detik.

    Sapu Bersih Podium oleh Aprilia & Insiden Papan Atas

    Keberhasilan Fernandez melengkapi podium sapu bersih (1-2-3) untuk pabrikan Aprilia di Silverstone:

    1. Raul Fernandez (Trackhouse Racing – Aprilia)

    2. Jorge Martin (Aprilia Racing)

    3. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)

    Marco Bezzecchi, yang baru saja kembali pasca-operasi bahu dan lutut, tampil heroik menahan gempuran ketat dari Alex Marquez (Gresini Ducati) menjelang garis finis untuk mengamankan podium ketiga.

    Sementara itu, nasib buruk menimpa beberapa nama besar:

    • Ai Ogura terjatuh saat berada di posisi ke-7. Ini menjadi kesalahan balapan pertamanya di musim 2026.

    • Marc Marquez kembali mengalami masalah ban belakang  dan harus puas finis di urutan ke-7.

    • Pecco Bagnaia, Enea Bastianini, Iker Lecuona, dan Cal Crutchlow semuanya mengalami insiden gugur/terjatuh (crash) secara terpisah.

    • Di lap pembuka, Joan Mir dan Alex Rins terlibat kontak hingga keduanya jatuh bersamaan.

    Tidak Finis (DNF):

    • Ai Ogura (Trackhouse Aprilia)

    • Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo)

    • Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3)

    • Joan Mir (Honda HRC)

    • Alex Rins (Monster Energy Yamaha)

    • Cal Crutchlow (LCR Honda)

    • Iker Lecuona (Gresini Ducati)

    Last….dengan hasil ini, Jorge Martin makin kokoh di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia dengan keunggulan 31 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Ai Ogura terlempar ke posisi ketiga berjarak 37 poin, disusul Marc Marquez di peringkat keempat terpaut 40 poin….(iwb)

    Hasil Race MotoGP Silverstone 2026

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) 20 laps
    2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.538s
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +3.393s
    4 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +4.702s
    5 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +6.256s
    6 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +6.382s
    7 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +9.55s
    8 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +22.288s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +23.845s
    10 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +25.411s
    11 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +26.301s
    12 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +26.883s
    13 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +29.458s
    14 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +41.31s
    15 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +41.492s
    16 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +42.379s
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26)
    Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V)
    Iker Lecuona SPA BK8 Gresini Ducati (GP26)
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)