Iwanbanaran.com – Cakkk….Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/8/2026). Jadi masih angettt poll cakkk. Namun yang bikin IWB kaget….Molinas berlabel Cakra ini ternyata memiliki desain yang sangat identik denganMolis Alva N3. Lhooo kok isooo ???
Jadi memang benar cak, sampeyan jangan kaget karena Pengembangan Molinas memanfaatkan platform kendaraan listrik buatan dalam negeri dari Indika Group, yaitu ALVA N3. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa efisiensi penggunaan anggaran harian masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama dari konversi kendaraan listrik ini. Penggunaan motor listrik diperkirakan mampu memangkas biaya operasional harian hingga 50 persen sampai 70 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Performa dan Spesifikasi Teknis ALVA N3 (Molinas)

Sebagai tulang punggung produk Molinas, sejauh Cakra memang belum dishare speknya cak. Namun jika benar identik dengan ALVA N3…maka spesifikasi gambarannya sbb…
| Spesifikasi | Detail Teknis |
| Tipe Penggerak | Hub Drive |
| Daya Maksimal (Power) | 4,5 kW (6,1 PS) |
| Torsi Maksimal | 125 Nm |
| Kecepatan Maksimum | 80 km/jam |
| Kapasitas Baterai | Baterai Lithium (Next Gen Battery) 3,3 kWh / dual baterai |
| Jarak Tempuh | Hingga 140 km (dengan 2 baterai) |
| Waktu Pengisian Daya |
Normal: 4 jam (0–100%)
Boost Charging: < 25 menit (10–50%) |
| Fitur Pendukung | Dek rata luas, Reverse Mode (mundur), Combi Braking System (CBS), USB Port (Type A & C), serta tiga mode berkendara (Eco, Urban, Sport) |
Skema Pembiayaan Ringan: Beli Tanpa DP
Guna mempermudah akses kepemilikan bagi masyarakat luas, pemerintah tengah merumuskan sejumlah insentif pembiayaan khusus untuk unit Molinas berbasis ALVA N3 ini. Pemerintah berkomitmen menekan suku bunga cicilan dan mengupayakan skema pembelian tanpa uang muka (down payment/DP).
“Sekarang kita sudah mulai bangkit, hari ini launching. Hari ini saya telah menandatangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu (unit) saya datang lagi, 2 juta (unit) saya datang lagi. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP. Hari ini adalah yang sangat penting di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Perusahaan swasata, dunia akademis, menghadirkan pakar inti untuk RnD, litbang,,” kata Prabowo, Kamis (13/8/2026).
Selain fasilitas keringanan kredit, pemerintah juga sedang menyusun mekanisme tukar tambah (trade-in) bagi masyarakat pemilik kendaraan berbahan bakar bensin yang berminat beralih ke unit Molinas. Program Molinas mengintegrasikan peran BUMN, pelaku usaha swasta, dan akademisi. Secara khusus, Presiden mengapresiasi kontribusi Indika Group—melalui PT Ilectra Motor Group (IMG) sebagai produsen ALVA—yang telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik mendahului peluncuran resmi program nasional ini. Pemerintah mendorong akselerasi kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara berkelanjutan. Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, jajaran TNI-Polri, serta sejumlah pimpinan dunia usaha nasional….
Pada peluncuran resmi tanggal 13 Agustus 2026, rincian harga pasti untuk unit Molinas Cakra (Cakra NX1) belum diumumkan secara mendetail kepada publik.
Beberapa poin penting mengenai penetapan harga dan skema kepemilikannya:
-
Belum Ada Angka Resmi (Pricelist): Pemerintah dan pihak produsen (Indika Group/ALVA) masih dalam tahap finalisasi penetapan harga On The Road (OTR) serta formula insentif/subsidi final.
-
Sebagai Pembanding (ALVA N3): Karena Cakra NX1 menggunakan basis penuh dari ALVA N3, sebagai gambaran, ALVA N3 standar dipasarkan di kisaran Rp11,5 juta hingga Rp18,5 jutaan (tergantung varian baterai tunggal/ganda serta skema sewa/pembelian baterai).
-
Skema Pembelian Tanpa DP & Bunga Kering: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa untuk program Molinas Cakra ini, pemerintah mengupayakan skema pembiayaan khusus rakyat berupa DP 0% (Tanpa DP), suku bunga cicilan yang sangat rendah, serta fasilitas program tukar tambah (trade-in) dari motor bensin lama.
Last…konsep Molinas namun mengambil dari brand dan produk yang sudah eksis dipasaran memang membuat kita bingung cak. Apalagi pihak Alva juga menjual produk ini secara umum sebelum muncul Cakra ini. Jadi soul Motor Nasionalnya terasa kurang menggigit. Sebagai Blogger roda dua tanah air yang sudah sangat lama, niat positif pemerintah tentunya kita dukung. Hanya saja akan lebih baik sebenarnya Molinas tsb diracik betul agar nuansa Made Indonesianya memang kuat. Sisi bagusnya karena pendanaan mendapatkan banyak keringanan kini sampeyan kalau membeli Alva N3 eh…Molinas Cakra akan lebih mudah hehehe. Cakra ?? piye menurut sampeyan cak…tertarik oraaa dengan Molinas ini ? monggo berikan opininya…(iwb)







Karya dari tanah Makassar ini menyuguhkan konsep rally yang terkesan simpel namun super rapi. Kombinasi warna blok merah dan putih tampak kontras, dipermanis stripping oranye tipis di bodi samping serta depan. Penambahan grafis angka “5” ber-font balap makin mempertegas auranya. Area kaki-kaki belakang makin padat berkat velg wheeldop dan knalpot kustom berbahan stainless. Proper tenan!
Garapan bro Christian Bobby Chandra (@tian_b.c) asal Surabaya ini mengusung nuansa metal yang kental. Bodi didominasi warna hitam dengan grafis white flame (api putih) di bodi samping bawah. Bagian depan makin ciamik dengan cover lampu berdesain checkerboard hitam-putih. Aksen krom pada velg, suspensi depan, hingga knalpot metal-putih sukses bikin aura rockstars-nya makin pekat!







Nggak cuma itu, speedometer kini sudah mendukung konektivitas smartphone via aplikasi Y-Connect (Yamaha Motor Connectivity) melalui unit kawalan Simple Communication Control Unit (SCCU). Desain fairing depan juga dibuat lebih runcing dan padat untuk aerodinamika yang lebih ciamik, lengkap dengan headlamp LED baru yang lebih terang. Yahhh pokoknya secara fitur dan desain sama blok ketiplek dengan Vietnam…
• Varian Standar (Kouka Grey, Raijin Green, Yoru Black) : RM 10,888 (Sekitar Rp 39 Jutaan)
• Varian Limited GP Edition (Pramac Racing Replica) : RM 13,388 (Sekitar Rp 48 Jutaan)
















Iwanbanaran.com – Cakkk….Pecco Bagnaia di MotoGP Silverstone 2026 ini dibuat hopeless alias frustrasi berat. Setelah Sabtu kemarin kepayahan setengah mati di balapan Sprint, puncaknya di race hari Minggu (9/8) doi malah crash misterius alias DNF! Pecco sampai blak-blakan ngaku timnya udah “lost” alias bingung mau ngapain lagi buat nyari grip Desmosedici miliknya. “Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya..
• Start Grid : P16 (Hasil kualifikasi terburuk musim 2026)

Pasca balapan, raut muka adik Marc Marquez ini kelihatan muram banget, Cak. Doi merasa potensi motor Ducati Desmosedici GP miliknya sebenarnya sanggup buat finis runner-up di belakang sang pemenang!

“Motor bekerja dengan baik, ban juga oke. Hanya saja hari ini aku nggak menemukan cara untuk tampil lebih baik. Posisi ketujuh ini adalah sesuatu yang secara teori memang sudah bisa diprediksi. Hasil paling optimistis ya Top 5, tapi kita tidak bisa mengelolanya dengan baik dan akhirnya finish ke-7,” ujar Marquez gamblang.
Yup… lugas dan bijak banget cakk! Marc sadar betul kapan harus menekan dan kapan harus main aman demi selamat sampai garis finish. Menariknya, seri berikutnya bakal berlangsung di Aragon—sirkuit ‘makanan empuk’ Marc Marquez tempat doi pernah menyapu bersih kemenangan. Akankah Si Semut dari Cervera bangkit mengamuk di Aragon? Kita tunggu saja aksi lanjutannya cakk! (iwb)




Sayang pisaunya takdir berkehendak lain untuk mantan juara Asia, Rheza Danica Ahrens (#123). Setelah mengontrol ritme rombongan depan sepanjang balapan, Rheza menempatkan Honda CBR250RR miliknya dengan sangat apik menuju sektor terakhir. Namun saat mempertahankan racing line di Tikungan 16 lap terakhir, musibah datang! Motor Rheza dihantam rival yang melakukan late-braking agresif. Rheza tersungkur hanya beberapa meter sebelum garis finis… podium depan mata melayang seketika, aduhhh mbrebes mili cak!
Klasemen Sementara Pasca Seri 4 Mandalika:
Herjun Atna Firdaus (SS600 – P3): “Alhamdulillah, hari ini kami bisa bertarung di barisan depan dan mengamankan podium. Kami sempat sedikit kesulitan dengan rear grip sepanjang balapan… Namun, ketika ada kesempatan untuk memperebutkan podium, saya langsung melancarkan manuver di tikungan terakhir dan mengamankan posisi ketiga. Terima kasih banyak untuk AHRT, mekanik, dan keluarga yang mendukung!”
Rheza Danica Ahrens (AP250 – DNF): “Di balapan kedua ini, sayangnya saya tidak bisa menyentuh garis finis setelah mengalami insiden di lap terakhir dan terjatuh saat bertarung berebut podium. Hari yang kurang beruntung dan akhir pekan yang berat. Saya berharap di seri berikutnya bisa bangkit lebih kuat!”
Irfan Ardiansyah (AP250 – P1): “Alhamdulillah, di Race 2 hari ini saya berhasil merebut kemenangan. Ini poin yang sangat bagus untuk saya pribadi maupun tim di klasemen kejuaraan tim. Ini adalah hasil maksimal yang bisa saya berikan, dan saya berharap kami bisa menjaga momentum ini!”
M. Badly Ayatullah (AP250 – P5): “Alhamdulillah, saya berhasil mengamankan posisi kelima di Race 2. Di lap-lap awal, saya fokus menemukan ritme dan bertahan di lead group. Menjelang lap-lap akhir, saya melakukan sedikit kesalahan yang membuat jarak dengan rombongan depan melebar.”
Keberhasilan Fernandez melengkapi podium sapu bersih (1-2-3) untuk pabrikan Aprilia di Silverstone: