Author: Iwanbanaran

  • Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?

    Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai melakoni sesi Sprint Race di Sirkuit Silverstone. Mengalami masalah degradasi ban belakang yang sangat parah, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa performa motor Ducati terpuruk dibandingkan para pesaingnya, khususnya Aprilia yang tampil dominan. Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?

    Masalah utama yang dialami Marquez dan jajaran pembalap Ducati lainnya adalah fenomena graining atau terkikis berlebih pada ban belakang. Masalah tersebut membuat cengkeraman (grip) merosot drastis hanya dalam beberapa lap awal, sehingga memaksa Marquez mengubah strateginya dari menyerang menjadi sekadar bertahan hidup (survival mode) agar tidak terjatuh.

    Melihat kondisi tersebut jelang balapan utama Grand Prix, Marquez melontarkan peringatan keras bahwa jika solusi belum ditemukan oleh tim teknis Ducati, ia berisiko terlempar dari zona 15 besar (zona poin).

    Marquez menjelaskan bahwa degradasi ban belakang yang ia alami berada di tingkat yang sangat ekstrim. Saat menyadari motornya mulai tidak stabil dan berisiko mengalami kecelakaan fatal, ia memilih untuk bermain aman dan mulai melakukan kalkulasi poin.

    “Degradasi ban hari ini sangat luar biasa parah, dan pada satu titik saya hanya fokus berusaha untuk bisa mencapai garis finis. Saya mulai berhitung di atas motor: finis keenam, ketujuh, kesembilan, atau kesepuluh hanya berselisih sedikit poin, sedangkan jika terjatuh, saya mendapatkan nol poin. Motor bisa saja terlempar (Highside) kapan saja. Jika besok kami mengalami tingkat degradasi ban yang sama seperti ini, saya berisiko finis di luar zona poin. Saya tidak berpikir ini semata-mata masalah suhu udara yang lebih tinggi. Ketika kamu mengalami graining, itu seperti ban tidak bekerja pada jendela temperatur yang tepat.

    Meskipun saya bukan satu-satunya — pembalap Ducati lain juga mengalami hal serupa, termasuk Diggia — saya adalah yang paling menderita. Kami harus memahami apakah ada hal yang bisa saya perbaiki dari gaya balap saya, dan tim harus mencari solusi dalam hal pengaturan (setup) motor. Saya akan melakukan bagian saya, dan mereka akan melakukan bagian mereka.” ujar Marquez. Menurutnya, mengambil risiko berlebih demi satu atau dua posisi tambahan tidak sepadan dengan risiko kehilangan seluruh poin akibat terjatuh.

    Masalah graining ini tidak hanya menimpa Marquez, tetapi juga dirasakan oleh pembalap Ducati lainnya seperti Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia. Namun, Marquez mengakui bahwa dirinya adalah pembalap yang menderita paling parah di lintasan.

    Aprilia Sangat Dominan di Silverstone

    Selain masalah teknis pada ban, Marquez secara terbuka mengakui keunggulan pabrikan rival, Aprilia, di sirkuit sepanjang 5,9 kilometer tersebut. Karakteristik Silverstone yang mengandalkan kecepatan tinggi di tikungan mengalir (sweeping corners) dinilai sangat cocok dengan paket aerodinamika dan sasis Aprilia.

    “”Di sini Aprilia jauh lebih unggul. Ini adalah balapannya Aprilia. Kami para pembalap Ducati harus berusaha untuk tetap sedekat mungkin dan meminimalisir kerugian. Ini bukan pertama kalinya kami tiba di sirkuit yang tidak menguntungkan bagi kami. Setidaknya untuk satu lap cepat saya merasa kencang, tetapi untuk ritme balapan (race pace), kami masih harus banyak berkembang..,” tegas sang juara dunia delapan kali tersebut.

    Last…Meski demikian, Marquez tetap melihat sedikit titik terang dari segi kecepatan satu lap (single-lap pace). Namun, ia menegaskan bahwa ritme balapan (race pace) Ducati masih memerlukan pembenahan besar sebelum balapan utama dimulai. So…. Sejauh ini memang tidak ada konfirmasi apa pun dari Michelin perihal dropnya performa ban Marquez. Apakah ini ada hubungannya dengan kualitas bahan yang dianggap cacat, atau hanya sekedar karakter motor Ducati yang mungkin kurang cocok dengan kompon yang diberikan oleh Michelin di Silverstone ?? Kita tunggu saja perjuangan Marc untuk bangkit nanti….(iwb)

  • Torehkan Record….Marco Bezzecchi Tahan Dengkul Nyeri !!!

    Torehkan Record….Marco Bezzecchi Tahan Dengkul Nyeri !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marco Bezzecchi, mencatatkan rekor lap baru dan menjadi yang tercepat dalam sesi latihan (Friday Practice) MotoGP Inggris di Silverstone. Namun, di balik performa impresifnya tersebut, Bezzecchi mengungkapkan bahwa dirinya masih berjuang keras menahan rasa sakit akibat cedera rumit yang didapatnya di Sachsenring bulan lalu. Betul cak, walau Torehkan Record….Marco Bezzecchi Tahan Dengkul Nyeri !!!

    Marco mengungguli Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) dengan selisih 0,3 detik dan mengasapi para rival utamanya. Kendati berhasil memuncaki catatan waktu, Bezzecchi menegaskan bahwa kondisi fisiknya masih jauh dari kata pulih total. Bezzecchi mengungkapkan bahwa cedera lutut yang dialaminya ternyata jauh lebih rumit dan menyiksa ketimbang cedera tulang selangka (collarbone) yang juga dideritanya di Jerman.

    “Hari ini luar biasa dan saya tentu sangat senang bisa mencetak catatan waktu yang bagus. Namun, secara keseluruhan ritme balap saya sedikit berbeda,” ungkap Bezzecchi. “Dalam hal kecepatan balap (pace), saya masih sedikit kesulitan. Ketika harus melahap empat atau lima lap beruntun, saya sangat menderita dan di akhir sesi saya merasa sangat lelah. Cedera tulang selangka memang parah hingga membutuhkan operasi rumit. Namun, luka di lutut adalah yang paling membuat saya gila. Di Jerman luka itu sempat ditutup agar saya bisa terbang pulang, tetapi harus dibuka kembali. Saat dibuka, dokter melihat tulang lutut saya juga terkikis. Jadi saya sebenarnya kehilangan serpihan kecil dari tulang tersebut.” keluhnya…

    Kondisi lutut yang membengkak dan berisi cairan membuat pembalap yang memenangi GP Inggris musim lalu itu kesulitan melakukan manuver dinamis di lintasan Silverstone yang memiliki banyak perubahan arah (change of direction).

    “Hari-hari di rumah terasa seperti bencana. Saya harus sedikit memaksakan diri, terutama saat perubahan arah cepat. Saya tidak bisa menekuk kaki sepenuhnya,” tambah pembalap yang saat ini berada di peringkat ketiga klasemen kejuaraan tersebut. Meski harus menahan rasa sakit dan nyeri di atas motor, Bezzecchi mengaku puas bisa membuktikan kecepatannya di hari pertama, terlebih Aprilia mendominasi dengan menempatkan empat motor RS-GP di lima besar.

    “Menjadi yang tercepat selalu membantu. Ada kepuasan tersendiri bisa mencetak rekor lap, meskipun ini baru hari Jumat. Setidaknya untuk satu hari saya memegang rekor lintasan,” pungkasnya….(iwb)

  • Marc Marquez kurang KLIK dengan motornya di Silverstone ” Sulit” !!

    Marc Marquez kurang KLIK dengan motornya di Silverstone ” Sulit” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, mengakui bahwa dirinya masih berada di posisi yang cukup jauh dari persaingan podium usai melakoni sesi latihan (practice) GP Inggris di sirkuit Silverstone. Sirkuit Silverstone secara historis menjadi salah satu lintasan yang paling menantang bagi gaya balap Marquez. Meskipun musim lalu berhasil meraih podium, pembalap asal Spanyol tersebut menuntaskan sesi latihan hari Jumat dengan finis di urutan keenam, terpaut 0,733 detik dari catatan waktu tercepat. Yup…Pesimis….Marc Marquez akui sulit di Silverstone !!

    Bicara kepada media seusai latihan, pembalap berusia 33 tahun itu menyebut bahwa karakter Silverstone yang didominasi tikungan cepat mengalir (flowing corners) sangat menguntungkan bagi kompetitor seperti Aprilia.

    “Ini adalah hari yang memang sudah kami perkirakan. Di sini, Aprilia memiliki keunggulan pada tikungan mengalir, yang merupakan titik terkuat motor mereka—mirip seperti di Assen. Kami bekerja keras untuk menemukan setup terbaik, namun saat ini kami masih jauh dari podium, bahkan belum menembus lima besar.” serunya…

    Kendati demikian, pembalap berjuluk The Ant of Cervera tersebut merasa sedikit lebih optimistis dibandingkan saat mengaspal di Assen beberapa waktu lalu. Di saat pembalap Ducati lainnya seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio mampu menunjukkan kecepatan impresif, Marquez menjelaskan tantangan dalam mengadaptasi gaya balapnya di usianya saat ini.

    “Di usia 33 tahun, saya bisa sedikit beradaptasi, tetapi gaya balap saya tetaplah gaya balap saya sejak 2013. Saya selalu kesulitan di sirkuit dengan karakter yang sama, dan kuat di sirkuit tertentu,” jelasnya.

    Marquez menambahkan bahwa mencoba meniru atau memaksa mengikuti gaya balap adiknya, Alex Marquez, di sektor cepat justru terbukti memperburuk situasinya.

    “Ketika saya mencoba meniru dan mengikutinya, hasilnya justru lebih buruk karena saya berkendara terlalu memaksakan (overriding) dan kehilangan lebih banyak waktu.” tutupnya..

    Last…Meski menghadapi kendala teknis dan kondisi fisik lengan kanan yang belum sepenuhnya optimal, juara dunia delapan kali itu tetap bertekad untuk memaksimalkan potensi motornya dan menikmati sisa akhir pekan balapan di GP Inggris sebelum bertolak ke Aragon—sirkuit yang secara historis jauh lebih menguntungkan baginya…..(iwb)

  • Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Veda Ega Pratama (#6), sukses mencuri perhatian dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Qatar Airways Grand Prix of Great Britain di Sirkuit Silverstone. Mengendarai Honda NSF250R milik Honda Team Asia, Veda menorehkan waktu lap impresif 2 menit 11,085 detik dan mengamankan posisi ke-6 dari total 26 pebalap dunia. Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Hasil ini menempatkan Veda hanya terpaut 0,532 detik dari pebalap tercepat David Almansa (2’10.553). Bahkan, Veda hanya berjarak sangat tipis 0,010 detik dari Marco Morelli di P5 dan 0,035 detik dari pebalap papan atas Honda, Adrian Fernandez yang menghuni P3. Oke…mari kita bedah data lapnya dibawa sini cak…

    Pos Pebalap Tim / Motor Waktu Lap Gap ke P1 Top Speed
    1 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM) 2’10.553 233.7 km/h
    2 Scott Ogden CIP Green Power (KTM) 2’10.956 +0.403 234.2 km/h
    3 Adrian Fernandez Leopard Racing (HONDA) 2’11.050 +0.497 236.3 km/h
    4 Joel Kelso GRYD Racing (HONDA) 2’11.070 +0.517 234.7 km/h
    5 Marco Morelli CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.075 +0.522 237.3 km/h
    6 Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 2’11.085 +0.532 232.7 km/h
    7 Maximo Quiles CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.097 +0.544 232.7 km/h

    Data lembar timing resmi menunjukkan kecepatan puncak (top speed) Veda di trek lurus berada di angka 232,7 km/jam, lebih rendah dibanding pebalap seperti Morelli (237,3 km/jam). Namun, Veda sangat digdaya di sektor-sektor teknis:

    • Sektor 1 (T1): Mengukir waktu 29,363 detik (Tercepat ke-4), membuktikan keberaniannya di pengereman kencang Abbey dan Village.

    • Sektor 3 (T3): Menorehkan 20,100 detik (Tercepat ke-6) di kompleks tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel.

    • Sektor 4 (T4): Mencatat 45,585 detik (Tercepat ke-5).

    Karakter gaya balap Veda yang halus dan berani di titik masuk tikungan (corner entry) sangat cocok dengan tata letak mengalir (flowing) Sirkuit Silverstone.

    Screenshot

    Silverstone merupakan salah satu sirkuit terpanjang di kalender balap (5,9 km) dengan variasi tikungan cepat yang menuntut hafalan racing line yang presisi. Sering kali pebalap butuh waktu beberapa sesi untuk adaptasi, namun Veda membuktikan kapasitasnya dengan langsung menembus papan atas sejak sesi latihan pembuka.

    Kombinasi waktu sektor terbaik Veda menghasilkan Ideal Lap Time (IT) sebesar 2’11.018. Waktu terbaiknya di lintasan (BT) tercatat 2’11.085. Delta selisih yang hanya 0,067 detik membuktikan bahwa Veda mampu menyatukan performa terbaik tiap sektor dalam satu putaran utuh tanpa melakukan kesalahan fatal maupun melebar.

    Last…Veda mencetak waktu lap terbaiknya pada lap ke-13 dari total 14 lap yang ia jalani. Ini menandakan strategi manajemen ban dan pembangunan rasa percaya diri yang berjenjang hingga puncak performa di akhir sesi. Kita tunggu saja next session apakah Veda masih bisa improve atau sebaliknya ?? Kita pantau terus cak…(iwb)

     

  • Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???

    Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pengumuman kepindahan Fabio Quartararo ke Honda untuk musim MotoGP 2027 menjadi salah satu kabar paling menyedot perhatian di paddock. Menjelang seri GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Juara Dunia MotoGP 2021 tersebut akhirnya angkat bicara mengenai alasannya mengambil tantangan baru bersama pabrikan asal Jepang itu. Dan yang mengejutkan cak…Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???

    Setelah bertahun-tahun membela Monster Energy Yamaha, pembalap berjuluk El Diablo itu merasa bahwa sudah waktunya untuk keluar dari zona nyaman dan mengusung tantangan baru demi kembali bersaing di barisan depan.

    “Sudah waktunya untuk perubahan… untuk sebuah tantangan baru. Saya telah melewati momen-momen luar biasa bersama Yamaha, tetapi kini saatnya melihat ke depan dan mencari dorongan motivasi yang berbeda,”ungkap Quartararo saat sesi media di Silverstone.

    Menaruh Harapan Besar pada Paket Motor 2027

    Perubahan regulasi besar-besaran yang akan diterapkan pada MotoGP 2027 (termasuk mesin 850cc dan regulasi aerodinamika baru) menjadi salah satu alasan utama Quartararo mempercayakan masa depannya kepada Honda. Pabrikan berlambang sayap mengepak tersebut saat ini sedang gencar membangun proyek baru di bawah arahan teknis yang terus diperbarui.

    Ketika ditanya mengenai ekspektasinya terhadap apa yang akan ia dapatkan di Honda, Quartararo menyampaikan harapannya secara lugas. Dan indikasi kuat Fabio memberikan pressure besar kepada Honda dan ini sudah pernah dilontarkan oleh Pernat….

    “Apa yang saya harapkan dibawakan dari Honda? Saya mengharapkan motor yang menang (winning bike). Itulah target utama saya. Honda adalah pabrikan raksasa dengan sejarah panjang di dunia balap, dan mereka memiliki kapasitas besar untuk kembali ke puncak,” tegasnya.

    Tetap Profesional Bersama Yamaha di Sisa Musim 2026

    Meskipun kesepakatan untuk musim 2027 telah diumumkan, pembalap asal Prancis itu menegaskan komitmennya untuk tetap tampil 100 persen bersama Yamaha di sisa paruh kedua musim 2026.

    Quartararo menekankan bahwa dirinya ingin menyelesaikan hubungannya dengan Yamaha secara profesional dan memberikan hasil terbaik sejauh yang ia mampu.

    “Fokus saya saat ini masih sepenuhnya ada di musim 2026 bersama Yamaha. Kami masih memiliki banyak balapan untuk dijalani, dan saya akan memberikan segalanya hingga seri terakhir di Valencia,” tutup pembalap berusia 27 tahun tersebut.

    Last… Ungkapan Fabio memang tidak langsung menembak Honda. Akan tetapi pernyataan di atas jelas merupakan tekanan besar buat tim sayap mengepak. Ibaratnya ini adalah ancaman harus dari Fabio kepada Honda untuk menyediakan motor yang bagus karena itulah alasan dia kenapa mau pindah ke Honda. Apakah duet keduanya menghasilkan hasil bagus ?? Kita tunggu saja sepak terjang nya tahun depan…(iwb)

  • Gawattt…Marquez akui lengannya sudah cacat ???

    Gawattt…Marquez akui lengannya sudah cacat ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, kembali memberikan pengakuan jujur mengenai kondisi fisik lengan kanannya yang sempat melewati empat kali operasi besar. Juara dunia delapan kali tersebut menegaskan bahwa kondisi lengan kanannya tidak akan pernah bisa kembali seperti sediakala, sehingga ia harus terus menyesuaikan gaya balapnya di atas motor MotoGP. Kalau Bahasa kasarnya lengannya sudah cacat ?? waduhhh…..gawaatttt…

    Namun Marc idak ingin menjadikan kondisi fisiknya sebagai alasan untuk menyerah. Dalam pernyataannya, Marquez mengungkapkan perkembangan otot fisiknya yang tidak merata, namun ia memilih untuk fokus mencari solusi ketimbang meratapi keadaan.

    “Beberapa otot memang menunjukkan peningkatan, tetapi beberapa lainnya tidak. Namun, ya begitulah kenyataannya, tidak ada yang perlu diratapi. Jadi dengan mempertimbangkan hal itu, saya akan berusaha menemukan solusinya,” ujar Marquez.

    Menerima Realita Lengan Kanan yang Berbeda

    Masalah cedera humerus kanan yang dialami Marquez sejak insiden fatal di Jerez beberapa tahun lalu memang terus membayang-bayangi kariernya. Kendati kini mampu bersaing ketat di papan atas kejuaraan dunia bersama pabrikan Ducati, Marquez mengakui bahwa keterbatasan fisik masih ada.

    “Ini adalah lengan kanan yang berbeda. Jadi saya akan mencoba terbiasa dan terus berusaha berada dalam kondisi 100 persen di setiap akhir pekan balapan,” tambahnya.

    Marquez menjelaskan bahwa alih-alih memikirkan keterbatasan tersebut, langkah terbaik yang bisa ia lakukan adalah kembali mengubah cara mengendarai motor agar sesuai dengan tuntutan kondisi fisiknya saat ini.

    Penyesuaian Gaya Balap di Atas Desmosedici

    Adaptasi bukanlah hal baru bagi pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Sejak kembali dari masa pemulihan panjang, ia telah berulang kali memodifikasi teknik pengereman dan posisi tubuhnya saat melintasi tikungan.

    “Saya akan kembali menyesuaikan gaya balap saya dengan apa yang dibutuhkan oleh kondisi fisik saya saat ini. Saya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan level kebugaran fisik saya semaksimal mungkin,”tegas Marquez.

    Last….Sikap pantang menyerah dan mentalitas baja yang ditunjukkan Marc Marquez membuktikan mengapa ia tetap menjadi salah satu pembalap paling disegani di grid MotoGP. Meski harus berlomba dengan kondisi fisik yang tak lagi utuh, Marquez bertekad untuk terus tampil maksimal di setiap seri demi memperebutkan gelar juara dunia. Piye cak…optimis ora dengan Marc Akan mampu mempertahankan juara dunianya ?? (iwb)

  • Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap melakoni tantangan besar pada lanjutan seri Moto3 musim 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini (7–9/8). Balapan ini bakal menjadi momen penting bagi Veda untuk mempertahankan tren positif sekaligus memperkokoh posisinya di papan atas klasemen sementara. Yup…Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Waktunya Bangkit ??

    Saat ini, pebalap binaan Astra Honda Racing Team yang membela Honda Team Asia tersebut bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan torehan 90 poin. Raihan ini terbilang impresif bagi seorang rookie yang sudah mengoleksi dua kali podium di Brasil dan Prancis. Veda kini berpeluang besar menembus posisi 5 besar, hanya terpaut 19 angka dari pebalap Spanyol, David Almansa.

    Meski demikian, Silverstone menyajikan tantangan tersendiri. Lintasan sepanjang 5,89 kilometer dengan 18 tikungan ini belum pernah dijajal Veda di ajang mana pun sebelumnya, baik di Asia Talent Cup maupun Red Bull Rookies Cup.

    Maksimalkan Kelincahan Honda

    Sirkuit Silverstone dikenal memiliki karakter fast and flowing yang menguji keberanian dan presisi. Sektor ketiga—terdiri dari rangkaian tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel (T10–T13)—menjadi area krusial. Karakter lincah sasis Honda NSF250R diyakini bakal memberi keuntungan bagi Veda di sektor teknis ini.

    “Target utama di sesi latihan bebas Jumat adalah langsung menemukan rhythm dan adaptasi racing line. Jika bisa langsung mengamankan slot di Kualifikasi 2 (Q2) tanpa melewati Q1, peluang untuk meraih posisi start terdepan akan jauh lebih besar,” serunya…

    Tantangan utama Veda ada di trek lurus panjang seperti Hangar Straight. Di kelas Moto3 yang identik dengan pack racing (rombongan rapat), kemampuan memanfaatkan slipstream atau mencuri angin di titik pengereman keras seperti Tikungan 3 (Village), Tikungan 6 (Brooklands), dan Tikungan 14 (Stowe) akan menjadi kunci penentu kemenangan.

    Persaingan Ketat Rombongan Depan

    Persaingan di Silverstone diprediksi berlangsung sengit. Selain harus mewaspadai pimpinan klasemen Maximo Quiles dan barisan pebalap KTM/CFMoto, Veda juga harus mengawasi pergerakan rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish, yang berada di posisi ke-7 dengan selisih hanya 4 poin.

    Jika mampu menjaga konsistensi pengereman dan cerdik mengeksekusi strategi di lap-lap terakhir, peluang Veda untuk kembali membawa kibaran Merah Putih ke podium Silverstone sangat terbuka lebar. Goooo Vedaaa….(iwb)

    Jadwal Moto3 Silverstone 2026:

    • Jumat (7/8): Free Practice & Practice 1

    • Sabtu (8/8): Practice 2 & Kualifikasi (Q1 & Q2)

    • Minggu (9/8): Race Utama

  • Honda Vario EVO Gempur Thailand…Warna Kuning + Pakai Subtank Suspension!

    Honda Vario EVO Gempur Thailand…Warna Kuning + Pakai Subtank Suspension!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…. Kejutan datang dari APHonda Thailand yang ternyata secara resmi meluncurkan generasi terbaru  seperti Vario 160 evo tanah air. AP Honda Thailand secara resmi merilis gebrakan terbaru untuk skutik sporty andalan mereka: Honda Click 160R Edisi 2026! Yang bikin ngiler mereka meluncurkan versi warna kuning termasuk juga hadirnya varian Limited edition yang sudah dicari dengan suspensi sub tank Profender. Waahhhhh…..ediann ikii cakkk !!!

    Motor matic sporty yang dikenal sebagai saudara kembar dari Honda Vario 160 di Indonesia ini hadir jauh lebih garang dengan imbuhan kode ‘R’, pembaruan desain, varian warna/tipe anyar, serta rincian harga resmi yang bikin ngiler. Dan inilah cak penjabaran Vario 160 Thailand yang kini juga ada warna kuning…

    1. Gebrakan Utama: Subtank Suspension & Kaki-Kaki R

    Perubahan paling mencolok yang sukses bikin geger para antusias otomotif terletak pada area peredam kejut belakang. Honda Click 160R edisi 2026 kini secara standar sudah dibekali subtank suspension (suspensi tabung) berwarna keemasan/merah khas gaya racing! Memang ini bukanlah suspensi bawaan pabrikan karena Honda menggandeng profender untuk menjadi supplier suspensi andalan ini. Dan suspensi Subtank hanya diberikan spesial khusus untuk varian SE…

    2. Varian Tipe, Pilihan Warna & Special Edition

    Honda Thailand menghadirkan 2 pilihan varian/tipe untuk Click 160R 2026 guna menyesuaikan karakter berkendara para konsumennya:

    • Varian ABS : Tampil lebih eksklusif dengan pilihan warna kuning, hijau Army, Hitam dan juga putih yang makin mempertegas aura premium sporty.

    • Special Edition (R-Racing Limited Edition): Ini dia bintang utamanya, cak ! Honda merilis edisi spesial R-Racing Edition yang mengusung grafis ala Honda Racing Corporation (HRC) dengan paduan warna khas Merah-Putih-Biru (Tricolor). Varian ini…Honda Vario Evo type-R mendapatkan decal eksklusif bertuliskan logo ‘R’, cast wheel berwarna hitam dengan striping merah cerah. Model ini dijual terbatas hanya 500 unit…

    Untuk Sektor dapur pacu masih mempercayakan ketangguhan mesin eSP+ (Enhanced Smart Power+) berkapasitas 157,7 cc, 4-katup, SOHC, berpendingin cairan, serta disokong sistem pembakaran PGM-FI. Tenaga Maksimum: 15,4 PS (11,3 kW) pada 8.500 rpm…Torsi Maksimum: 13,8 Nm pada 7.000 rpm. Mesin ini terkenal sangat responsif sejak putaran bawah-menengah, irit bahan bakar, serta halus minim getaran. Fitur pendukung harian juga melimpah cak..

    • Honda Smart Key System (Keyless) lengkap dengan Answer Back System & alarm.

    • Panel Meter Full Digital: Menampilkan takometer, jam digital, indikator konsumsi BBM, serta pengingat ganti oli.

    • USB Charging Port Console Box: Mengisi daya gadget tanpa perlu adaptor tambahan.

    • Kapasitas Bagasi: Bagasi luas 18 Liter yang muat helm serta barang bawaan harian

    4. Rincian Harga & Banderol Resmi di Thailand

    Mengenai soal banderol, Honda Thailand memasarkan Click 160R 2026 dengan skema harga resmi sebagai berikut (jika dikonversikan ke Rupiah):

    Tipe / Varian Honda Click 160R 2026 Harga (Baht Thailand) Estimasi Harga (Rupiah)
    Click 160R ABS Type ~69,900 THB ± Rp 37  Jutaan
    Click 160R Special Edition (R-Racing) ~76,499 THB ± Rp 41 Jutaan

    Last…Langkah AP Honda Thailand menghadirkan Click 160R 2026 serta hadirnya varian Special Edition R-Racing dengan suspensi subtank jelas memanjakan para pencinta matic sporty di Thailand. Memang cak…secara mesin dan juga fitur tidak ada perbedaan dibandingkan dengan versi Indonesia. Akan tetapi kehadiran profender termasuk juga warna kuning eye catching jelas membuat motor ini makin menarik. Piye menurut sampeyan cak? (iwb)

  • Horeee Retro Suzuki Datang cakkk….ini adalah Suzuki GN160 !!

    Horeee Retro Suzuki Datang cakkk….ini adalah Suzuki GN160 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…di saat pabrikan lain sibuk dengan trennya masing-masing, pabrikan berlogo “S” alias Suzuki ternyata punya amunisi yang nggak kalah aduhai. Yup, apalagi kalau bukan Suzuki GN160! Motor berkonsep neo-retro roadster ini sukses mencuri perhatian para pencinta roda dua. Nah, daripada penasaran, yuk kita bedah secara mendalam asal-usul, spesifikasi mesin, hingga detail fiturnya…!!

    Ngomongin soal silsilah cak, Suzuki GN160 ini sejatinya mengusung DNA besar dari keluarga legendaris Suzuki GN Series (seperti GN125) yang terkenal amat sangat tangguh di berbagai belahan dunia. Bedanya, kalau pendahulunya kental dengan aura cruiser, GN160 kini bertransformasi menjadi sebuah roadster klasik modern yang jauh lebih fresh!

    Nah, yang menarik nih cak… lahirnya Suzuki GN160 merupakan hasil racikan kolaborasi Suzuki bersama mitranya di Tiongkok, yaitu Haojue (melalui basis pabrikan Haojue-Suzuki).

    Secara rancangan dan struktur platform, motor ini mengambil basis yang mirip dengan Haojue DN150 yang dipasarkan di pasar Tiongkok. Namun, oleh Suzuki tidak mentah-mentah dicomot begitu saja! Identitas khas Suzuki tetap ditanamkan kuat, termasuk membenamkan mesin yang kapasitasnya dinaikkan menjadi 162 cc. Motor ini pertama kali diperkenalkan dan dipasarkan untuk kawasan Amerika Latin, seperti Kolombia. Piye detil mesinnya ??

    Suzuki GN160 dibekali mesin berkapasitas 162 cc, 1-silinder, 4-tak, SOHC, 2-katup, berpendingin udara (air-cooled), serta didukung sistem pembakaran Injeksi Elektronik (FI).

    IWB catat angka performanya nih cak :

    • Tenaga Maksimum (Power): 14,1 HP pada 8.000 rpm

    • Torsi Maksimum: 14,5 Nm pada 6.500 rpm

    • Transmisi: Manual 5-Percepatan

    Karakter mesinnya memang disetel untuk memuntahkan torsi melimpah pada putaran bawah hingga menengah (low-to-mid range). Jadi saat dipakai untuk stop-and-go di kemacetan maupun melibas tanjakan, dorongan tenaganya terasa terisi terus. Plus, yang paling utama adalah keunggulan khas Suzuki: konsumsi bahan bakar yang irit serta daya tahan mesin yang mbandel lan tahan banting!

    Sektor kokpit juga tidak luput dari perhatian Suzuki. Untuk mempertahankan estetika retro cak, panel instrumen Suzuki GN160 dirancang mengusung bentuk rumah instrumen (pod) bulat bergaya klasik. Di dalamnya mengadopsi konsep semi-digital / gabungan analog-digital dengan layar LCD ringkas yang mampu menyajikan berbagai informasi penting:

    • Speedometer Digital: Menampilkan angka kecepatan kendaraan secara presisi.

    • Odometer & Trip Meter: Pencatat jarak tempuh perjalanan total maupun trip.

    • Fuel Gauge: Indikator kapasitas bensin model bar digital.

    • Lampu Indikator: Kluster indikator lampu terpisah untuk posisi netral, lampu jauh (high beam), lampu sein, serta lampu cek sistem injeksi (FI).

    4. Rangka, Dimensi & Kaki-Kaki

    Secara proporsi bodi, Suzuki GN160 memiliki dimensi yang sangat pas dan ramah pengendara:

    • Panjang x Lebar x Tinggi: 2.005 mm × 770 mm × 1.090 mm

    • Jarak Sumbu Roda (Wheelbase): 1.280 mm

    • Jarak Terendah ke Tanah (Ground Clearance): 178 mm

    • Tinggi Jok: 760 mm (sangat bersahabat, bikin kaki gampang menapak)

    • Bobot Kosong/Siap Pakai (Kerb Weight): 128 kg

    Sektor kaki-kaki mempergunakan velg berukuran 18 inci bergaya klasik yang dibalut ban berukuran 80/100-R18 di depan dan 90/90-R18 di belakang. Suspensi depan mengandalkan model teleskopik, sementara bagian belakang ditopang oleh twin shock absorber (peredam kejut ganda).

    Urusan pengereman sudah sangat mumpuni berkat pengaplikasian rem cakram di bagian depan yang dipadukan dengan Single-Channel ABS, sementara rem belakang mengandalkan model tromol. Yahh namanya wae klasik cak….jadi remnya juga klasik hehehe….

    Tapi cak…tak cuma sekadar tampang klasik, Suzuki juga membekalinya dengan beberapa sentuhan fitur modern pendukung harian:

    • Lampu Depan LED: Headlamp bulat yang sudah LED lengkap dengan DRL (Daytime Running Light).

    • Lampu Belakang LED: Taillight bergaya klasik berteknologi LED.

    • USB-A Charging Port: Fitur praktis untuk mengisi daya smartphone saat berkendara.

    • Jok Bergaya Roti Sobek: Jok berdesain garis-garis klasik yang empuk dan nyaman.

    Last…Secara keseluruhan, Suzuki GN160 merupakan wujud nyata kepiawaian Suzuki dalam meracik motor bergenre neo-retroyang mengombinasikan warisan histori keluarga GN, estetika klasik, serta ketangguhan mesin 162 cc yang irit dan bertenaga. Sayang PT SIS sukanya mengambil desain atau produk dari India bukan Cina. Jadi rasanya lumayan pesimis pabrikan S tanah air sudah membawanya ke Indonesia. Tapi Menurut sampeyan piye cak? Apakah motor retro racikan Suzuki ini layak dan menarik banget kalau seandainya diboyong ke Indonesia? Coba coret-coret pendapat sampeyan di kolom komentar! gazzz (iwb)

  • Hot..Jorge Lorenzo tawarkan jadi Test Rider Yamaha ” Salah Mereka Melepasku” !!

    Hot..Jorge Lorenzo tawarkan jadi Test Rider Yamaha ” Salah Mereka Melepasku” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Drama panas kembali meletup dari panggung MotoGP, Kali ini mantan juara dunia 5 kali, Jorge Lorenzo, mendadak buka kartu terkait kenangan lamanya bersama pabrikan garputala, Yamaha. Lewat wawancara terbarunya, sang kolektor 3 gelar juara dunia MotoGP bareng Yamaha ini secara terbuka melontarkan pernyataan menohok. Lorenzo menilai Yamaha telah melakukan kesalahan fatal karena tidak mempertahankannya sebagai test rider (pembalap penguji) beberapa tahun lalu!

    Setelah memutuskan gantung helm dari balapan reguler pada akhir musim 2019 bersama Repsol Honda, Lorenzo langsung direkrut oleh Yamaha sebagai test rider untuk musim 2020. Namun, kebersamaan mereka hanya bertahan setahun dan terkesan angin-anginan, apalagi saat itu terhalang situasi pandemi.

    Mantan pembalap berjuluk X-Fuera ini secara jujur mengakui bahwa saat baru pensiun, fokusnya memang belum 100% untuk peran penguji.

    “Begitu saya pensiun, Yamaha langsung menawarkan posisi test rider. Saat itu saya cuma ingin menikmati hidup setelah 18 tahun berada di bawah tekanan konstan, saya butuh benar-benar lepas dari dunia balap,”ungkap Lorenzo.

    Doi bahkan terang-terangan melayangkan kritik ke dirinya sendiri:

    “Saya ini seorang perfeksionis. Tapi jujur saja, saat itu saya tidak memberikan perhatian yang layak untuk peran sebagai test pilot. Namun Saya pikir Yamaha salah karena tidak mempertahankanku. Aku yakin bahwa saya dapat memberikan informasi yang sangat penting untuk pengembangan motor mereka…” seru Jorge seperti kembali menawarkan diri…

    Meskipun menyadari kekurangannya di awal, Lorenzo menilai langkah Yamaha yang langsung melepasnya setelah satu tahun adalah sebuah blunder besar…

    Menurut pembalap asal Majorca ini, masukan teknis dan kemampuan analisisnya dalam merasakan detail perilaku motor seandainya dipertahankan bakal sangat membantu Yamaha—terutama untuk mencegah keterpurukan YZR-M1 yang kini kesulitan menandingi keperkasaan pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, hingga KTM. Lorenzo merasa feeling presisi serta pengalamannya membawa YZR-M1 ke puncak kejayaan adalah modal berharga yang disia-siakan oleh skuad Iwata.

    Pernyataan Lorenzo ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan fans MotoGP, cak!

    Di satu sisi, gaya balap Lorenzo yang sangat halus (smooth like butter) dan fokus pada cornering speed memang terbukti melahirkan YZR-M1 paling dominan di masanya. Bahkan saat pindah ke Ducati, sentuhan masukan teknis Lorenzo (seperti bentuk tangki khusus) terbukti berhasil mengubah kelemahan Desmosedici menjadi motor yang lebih mudah dikendalikan.

    Last…. di sisi lain, problem terpuruknya Yamaha beberapa tahun terakhir jauh lebih kompleks daripada sekadar masukan pembalap penguji. Perubahan era aerodinamika radikal, ride height device, hingga mesin In-line 4 yang kehabisan nafas meladeni keangkeran mesin V4 membuat krisis Yamaha merembet ke ranah filosofi pengembangan pabrikan Jepang secara keseluruhan. So..apakah sampeyan setuju Lorenzo gabung Yamaha kembali sebagai test rider atau keputusan Yamaha sudah benar melepas Jorge ? piye menurut sampeyan cak ?? (iwb)