Iwanbanaran.com – Cakkk….Panggung kejuaraan dunia MotoGP dipastikan akan mengalami perubahan regulasi secara masif pada musim 2027 mendatang. Perubahan ini mencakup penurunan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc, pembatasan perangkat aerodinamika, penonaktifan ride-height device, hingga pergantian penyedia ban tunggal dari Michelin ke Pirelli. Di tengah berbagai dinamika perubahan teknis tersebut, pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, secara terbuka memberikan pandangan resminya mengenai regulasi baru yang akan diterapkan. Termasuk tantangan Marc agar Motogp melepas semua aeronya atau setidaknya mengurangi Aero sebanyak mungkin…
Banyak pihak menganggap penurunan kapasitas mesin atau pengurangan fungsi aerodinamika sebagai fokus utama perombakan 2027. Namun, Marc Marquez menegaskan bahwa sektor ban merupakan variabel yang paling menentukan arah peta persaingan.
“Saya sudah mencoba (motor 2027) di Brno. Memang tidak secepat motor saat ini, tetapi saya rasa penonton tidak akan terlalu merasakan perbedaannya di lintasan. Menurut saya, perubahan paling besar dan paling menentukan sebenarnya ada pada sektor ban,” ujar Marc Marquez.
Pernyataan tersebut berdasar pada pengalaman historis Marquez saat MotoGP melakukan transisi dari Bridgestone ke Michelin pada musim 2016. Karakter ban menentukan bagaimana pembalap mengolah grip, mengatur setelan sasis, serta menyesuaikan gaya berkendara (riding style).
Selain menyoroti faktor ban, Marquez juga menyampaikan pandangannya mengenai regulasi aerodinamika. Ia menilai pengurangan perangkat downforce untuk musim 2027 seharusnya bisa dilakukan secara lebih radikal guna meningkatkan intensidad pertarungan di lintasan.
“Jujur, saya berharap mereka memotong dan mengurangi perangkat aerodinamis lebih banyak lagi. Tanpa aerodinamika yang berlebihan, kita bisa menyaksikan balapan jarak dekat yang seru seperti di kelas Moto3,” lanjutnya.
Marquez menjelaskan bahwa aerodinamika yang terlalu kompleks pada sepeda motor modern kerap menyulitkan proses mendahului (overtaking) akibat hilangnya downforce saat membuntut di belakang pembalap lain. Kendati demikian, ia memahami dinamika teknologis yang ada dan siap beradaptasi.
“Di MotoGP memang lebih sulit karena jika aerodinamika dikurangi, sepeda motor akan terasa lebih liar dan kinerjanya menurun. Namun, kita harus beradaptasi. Setiap era memiliki tantangan dan keunggulannya masing-masing,” pungkas pembalap asal Spanyol tersebut.
Last…Pernyataan Marquez mempertegas bahwa transisi menuju era Pirelli pada 2027 tidak sekadar perubahan teknis biasa, melainkan titik balik yang akan menguji kemampuan adaptasi dasar setiap pembalap. Dengan minimnya data awal terkait karakter ban baru, insting dan fleksibilitas pembalap akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan kejuaraan. Selain itu Marc menantang agar Dorna sebisa mungkin mengurangi Aero atau kalau perlu melepasnya ? ini sih bakal seru kalau diluluskan. Sayang regulasi sudah diketuk sehingga bakal sulit tantangan Marc akan diwujudkan. Motogp tanpa Aero ? seru sih…piye menurut sampeyan ?? (iwb)



















Tenaganya melonjak drastis! Mesin anyar ini mampu melontarkan tenaga hingga 18.5 PS pada 9.500 rpm dan torsi 14.4 Nm pada 8.000 rpm. Artinya ada kenaikan tenaga sekitar 2.5 PS dibanding versi lama. Bajaj bahkan mengklaim akselerasi 0-60 km/jam cuma butuh waktu 4,5 detik saja, menjadikannya yang tercepat di kelasnya! Namun untuk penyaluran tenaga, Bajaj tetap mempercayakan transmisi manual 5-percepatan. Edannya cak… untuk motor kelas 160 cc, Bajaj menyuntikkan fitur elektronik yang tergolong mewah bingitz:
Melirik ke area kokpit, perbedaannya cukup mencolok antara varian S dan SS:
Spesifikasi Singkat:


Iwanbanaran.com – Cakkk…kejutan datang dari India yang dipastikan akan merilis New YZF-R2. Jadi kini bukan sekedar isu namun fix udah pasti. Yamaha India secara resmi mulai membuka keran pemesanan (pre-booking) untuk sepeda motor sport fairing terbaru dari klan R-Series. Konsumen yang berminat dapat melakukan pemesanan awal melalui situs resmi Yamaha India dengan biaya tanda jadi sebesar 10.000 Rupee (sekitar Rp1,8 jutaan). Meski Yamaha belum secara gamblang menyebutkan nama modelnya, kampanye teaser terbaru bertagline “We R On Our Way” dengan tagar #RInstinct menguatkan spekulasi bahwa motor yang akan meluncur pada 27 Agustus 2026 ini adalah Yamaha YZF-R2. Dan saat IWB intip mesinnya…woww powernya gilaaa cakkk !!










Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar skutik bongsor (maxi-scooter) kelas 150–160 cc di kawasan Asia Tenggara dipastikan semakin panas. Menyusul peluncuran perdananya di Filipina sebagai negara pertama di ASEAN, Suzuki Burgman 15 kini menjadi sorotan utama di Thailand dan diprediksi kuat akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Motor Expo mendatang. Kehadiran Burgman 15 dirancang untuk mengisi celah strategis di antara Burgman Street 125 EX dan Burgman 400. Berbeda dari para pesaingnya yang cenderung menonjolkan gaya sporty, Suzuki mengusung konsep “Intelligent Luxury”—menghadirkan kombinasi desain elegan, kenyamanan berkendara jarak jauh, serta kelengkapan fitur keselamatan modern. Pertanyaannya..Indonesia kapan ??
Di sektor dapur pacu, skutik ini dibekali mesin 149 cc, monosilinder, SOHC 2-katup berpendingin cairan. Mesin ini sanggup menyemburkan tenaga maksimal hingga 14,4 PS (10,6 kW) pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Karakter penyaluran tenaganya dirancang halus dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi, yakni mencapai 43,6 km/liter (standar WMTC). Ditambah kapasitas tangki bahan bakar yang tergolong besar di kelasnya (8 liter), Burgman 15 mampu menempuh jarak jauh tanpa perlu sering mampir ke SPBU.





Honda tidak main-main dalam menyematkan teknologi pada CB300F Twister. Panel instrumen digitalnya sudah mengusung teknologi Optical Bonding—metode perekat khusus antara kaca dan layar LCD yang menghilangkan celah udara, sehingga indikator tetap terlihat jelas tanpa pantulan bayangan meski di bawah terik matahari.
