Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai melakoni sesi Sprint Race di Sirkuit Silverstone. Mengalami masalah degradasi ban belakang yang sangat parah, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa performa motor Ducati terpuruk dibandingkan para pesaingnya, khususnya Aprilia yang tampil dominan. Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?
Masalah utama yang dialami Marquez dan jajaran pembalap Ducati lainnya adalah fenomena graining atau terkikis berlebih pada ban belakang. Masalah tersebut membuat cengkeraman (grip) merosot drastis hanya dalam beberapa lap awal, sehingga memaksa Marquez mengubah strateginya dari menyerang menjadi sekadar bertahan hidup (survival mode) agar tidak terjatuh.
Melihat kondisi tersebut jelang balapan utama Grand Prix, Marquez melontarkan peringatan keras bahwa jika solusi belum ditemukan oleh tim teknis Ducati, ia berisiko terlempar dari zona 15 besar (zona poin).
Marquez menjelaskan bahwa degradasi ban belakang yang ia alami berada di tingkat yang sangat ekstrim. Saat menyadari motornya mulai tidak stabil dan berisiko mengalami kecelakaan fatal, ia memilih untuk bermain aman dan mulai melakukan kalkulasi poin.
“Degradasi ban hari ini sangat luar biasa parah, dan pada satu titik saya hanya fokus berusaha untuk bisa mencapai garis finis. Saya mulai berhitung di atas motor: finis keenam, ketujuh, kesembilan, atau kesepuluh hanya berselisih sedikit poin, sedangkan jika terjatuh, saya mendapatkan nol poin. Motor bisa saja terlempar (Highside) kapan saja. Jika besok kami mengalami tingkat degradasi ban yang sama seperti ini, saya berisiko finis di luar zona poin. Saya tidak berpikir ini semata-mata masalah suhu udara yang lebih tinggi. Ketika kamu mengalami graining, itu seperti ban tidak bekerja pada jendela temperatur yang tepat.
Meskipun saya bukan satu-satunya — pembalap Ducati lain juga mengalami hal serupa, termasuk Diggia — saya adalah yang paling menderita. Kami harus memahami apakah ada hal yang bisa saya perbaiki dari gaya balap saya, dan tim harus mencari solusi dalam hal pengaturan (setup) motor. Saya akan melakukan bagian saya, dan mereka akan melakukan bagian mereka.” ujar Marquez. Menurutnya, mengambil risiko berlebih demi satu atau dua posisi tambahan tidak sepadan dengan risiko kehilangan seluruh poin akibat terjatuh.
Masalah graining ini tidak hanya menimpa Marquez, tetapi juga dirasakan oleh pembalap Ducati lainnya seperti Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia. Namun, Marquez mengakui bahwa dirinya adalah pembalap yang menderita paling parah di lintasan.
Aprilia Sangat Dominan di Silverstone
Selain masalah teknis pada ban, Marquez secara terbuka mengakui keunggulan pabrikan rival, Aprilia, di sirkuit sepanjang 5,9 kilometer tersebut. Karakteristik Silverstone yang mengandalkan kecepatan tinggi di tikungan mengalir (sweeping corners) dinilai sangat cocok dengan paket aerodinamika dan sasis Aprilia.
“”Di sini Aprilia jauh lebih unggul. Ini adalah balapannya Aprilia. Kami para pembalap Ducati harus berusaha untuk tetap sedekat mungkin dan meminimalisir kerugian. Ini bukan pertama kalinya kami tiba di sirkuit yang tidak menguntungkan bagi kami. Setidaknya untuk satu lap cepat saya merasa kencang, tetapi untuk ritme balapan (race pace), kami masih harus banyak berkembang..,” tegas sang juara dunia delapan kali tersebut.
Last…Meski demikian, Marquez tetap melihat sedikit titik terang dari segi kecepatan satu lap (single-lap pace). Namun, ia menegaskan bahwa ritme balapan (race pace) Ducati masih memerlukan pembenahan besar sebelum balapan utama dimulai. So…. Sejauh ini memang tidak ada konfirmasi apa pun dari Michelin perihal dropnya performa ban Marquez. Apakah ini ada hubungannya dengan kualitas bahan yang dianggap cacat, atau hanya sekedar karakter motor Ducati yang mungkin kurang cocok dengan kompon yang diberikan oleh Michelin di Silverstone ?? Kita tunggu saja perjuangan Marc untuk bangkit nanti….(iwb)


Leave a Reply