Category: Motogp

  • Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

    Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menegaskan bahwa dirinya memiliki target besar untuk musim MotoGP 2027, meskipun harus menjalani paruh pertama musim debut yang dinilainya penuh tantangan. Setelah mendominasi WorldSBK dalam dua musim terakhir, kepindahan Razgatlioglu ke MotoGP belum membuahkan hasil manis di papan atas. Dalam 12 balapan pertamanya di kelas utama, bintang asal Turki tersebut bertengger di posisi ke-21 klasemen sementara dengan hasil finis terbaik sejauh ini di urutan ke-11. Yup…Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

    Meski belum berhasil menembus posisi 10 besar, Razgatlioglu memandang sisa musim 2026 sebagai masa pembelajaran penting untuk membangun fondasi yang kuat menyongsong musim keduanya di 2027.

    “Musim ini baru berjalan setengahnya—setengah musim di sini terasa seperti satu musim penuh di Superbike karena total balapan di Superbike hanya 12 seri. Sekarang kami masih punya setengah musim lagi. Saya berharap bisa belajar lebih banyak dan makin berkembang. Saya fokus pada hal tersebut karena target saya untuk tahun depan sangat besar. Musim ini saya harus banyak belajar agar tahun depan bisa tampil jauh lebih kuat.”

    Rekan setimnya di Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, menilai Razgatlioglu sedikit kurang beruntung terkait momentum kepindahannya ke MotoGP. Pasalnya, Razgatlioglu datang di saat Yamaha sedang melakukan pengembangan besar-besaran pada proyek mesin baru V4 mereka.

    Razgatlioglu mengakui bahwa situasi tersebut tidaklah mudah bagi pebalap yang terbiasa bersaing memperebutkan kemenangan.

    “Ini adalah proyek baru bagi Yamaha, mereka sedang beradaptasi dan mencoba meningkatkan performa mesin ini. Namun saya sangat memahami posisi mereka. Bagi saya, ini adalah tahun untuk belajar. Tentu tidak mudah ketika setelah dua tahun tampil sangat kompetitif di Superbike, lalu sekarang harus finis di posisi ke-13, 14, atau 15. Tapi ini adalah tahun pertama bagi Yamaha [dengan mesin V4] dan juga bagi saya.”

    Meskipun harus melewati fase yang sulit, Razgatlioglu tetap menaruh kepercayaan penuh pada pabrikan asal Iwata tersebut untuk kembali ke barisan depan persaingan MotoGP.

    “Ini tahun yang sulit bagi saya dan juga Yamaha, tetapi saya percaya Yamaha bisa berkembang lebih baik. Saya tahu sejarah Yamaha, mereka selalu menjadi yang terbaik. Saya yakin mereka akan segera bangkit,” pungkasnya.

    Last…Melihat optimisme dan kepercayaan tinggi yang ditunjukkan Toprak Razgatlioglu, menarik untuk menanti sejauh mana progres adaptasinya bersama Prima Pramac Yamaha di sisa musim 2026 ini. Jika proses pengembangan mesin V4 Yamaha berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin kejutan besar benar-benar akan dihadirkan sang bintang asal Turki pada musim 2027 mendatang….(iwb)

  • Gokill…Jelang Motogp Aragon, Veda Ega Latihan Bareng Marc Marquez !!

    Gokill…Jelang Motogp Aragon, Veda Ega Latihan Bareng Marc Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….sebuah pemandangan langka datang dari dunia racing. Yup…lagi-lagi jagat balap dibuat geger gara-gara rekaman video yang bikin bulu kuduk merinding. Piye ora geger, lha wong bocah ajaib asal Indonesia yang lagi berjuang di kelas Moto3, Veda Ega Pratama, kedapatan lagi mengasah skill di atas sirkuit mini dikuntit dari belakang oleh sang Juara Dunia 8 kali, Marc Marquez! Sontak wae video unggahan Idemitsu Honda Team Asia ini langsung bikin paddock gempar jelang bentrok GP Aragon!

    Jujur wae Cak, ngeliat momen itu ati bungah tenan. Ini bukan sekadar latihan rutinitas biasa, tapi privat coaching secara tidak langsung dari sang maesta! Ibarat murid lagi dites langsung sama gurunya, Veda yang mengaspal di lintasan pendek benar-benar diuji nyalinya. Membiarkan pebalap belia seperti Veda merasakan langsung pressure hebat dan intimasi racing line dari seorang legenda hidup jelas bakal merombak mentalitasnya. Jalur balap yang presisi, cara mengambil apex, sampai manajemen pengereman Marc bisa diserap langsung secara visual oleh Veda dari jarak hanya hitungan sentimeter. Ilmu super mahal yang gak bakal ada di buku teori manapun Cak!

    Veda – Marquez

    Di sisi lain, pemandangan ini sekaligus jadi tamparan buat para rival Marc di kelas utama. Sempat bikin cemas gara-gara rumor kondisi fisiknya pasca-balapan seri Inggris lalu, aksi Marc yang tampil begitu agresif dan lincah melibas tikungan demi tikungan sirkuit mini seolah memberi sinyal tegas bahwa si Semut Merah siap full power untuk menguasai MotorLand Aragon—salah satu trek spesialisasi yang sangat disukainya.

    Nggak cuma itu Cak, atmosfir persaingan di Aragon nanti dipastikan bakal panas membara. Pasukan Aprilia yang lagi on-fire diprediksi bakal makin rapat melancarkan serangan buat membendung dominasi Marc di paruh kedua musim ini.

    Over all, momen senggol-senggolan halus di lintasan latihan ini jelas jadi suntikan modal yang sangat berharga buat Veda Ega. Moga-moga wae “gemblengan” mendadak dari Marc Marquez bisa bikin Veda makin tampil kesetanan dan siap mengibarkan bendera Merah Putih di podium Moto3 Aragon akhir pekan ini! Goooo vedaaaaa !!! (Iwb)

  • Pol Espargaro Peringatkan Lawan Ducati di 2027….Marquez akan  “Gila-gilaan” ??

    Pol Espargaro Peringatkan Lawan Ducati di 2027….Marquez akan “Gila-gilaan” ??

    Iwanbanaran.com – Caakkk….Kabar geger datang dari panggung balap paling bergengsi sejagat, MotoGP! Musim 2027 memang masih di depan mata, tapi kasak-kusuk soal perombakan regulasi besar-besaran (peralihan ke mesin 850cc, penyunatan aerodinamis, penghapusan ride height device, hingga transisi karet bundar dari Michelin ke Pirelli) makin panas. Dan yang bikin penasaran, pabrikan Borgo Panigale alias Ducati diprediksi bakal langsung meledak dan mendominasi di awal era baru ini! lhoo kok isoo ???

    Isu panas ini dilontarkan langsung oleh test rider kawakan KTM, Pol Espargaro. Doi yang baru saja melakoni sesi private test di Sirkuit Mugello membocorkan bahwa Ducati terlihat sangat siap dan berpotensi memegang keunggulan telak dibanding pabrikan lainnya.

    “Kalian nggak bakal percaya sejauh mana kategori balap ini berubah di musim depan. Sangat mudah untuk berpikir kalau Ducati bakal gila-gilaan (insane) sejak hari pertama!” tutur Pol.

    Pertanyaannya… Kenapa Ducati bisa diunggulkan secepat itu padahal regulasi benar-benar diacak total?

    1. Senjata Rahasia: Data Melimpah dari WorldSBK!

    Cak… Salah satu faktor kunci yang bikin Ducati di atas angin adalah penggunaan ban Pirelli. Seperti yang kita tahu, Ducati sudah bertahun-tahun merajai ajang World Superbike (WSBK) menggunakan ban Pirelli lewat keganasan Panigale V4 R.

    Sementara rival seperti KTM dan Aprilia tidak berlaga di WSBK, pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha malah kedodoran di sana. Ducati sudah mengantongi database raksasa soal karakter ban Pirelli—mulai dari cara menjaga degradasi ban saat balapan hingga strategi one-lap pace untuk kualifikasi. Keunggulan basis data ini jelas bikin riset motor 850cc Ducati selangkah lebih maju!

    2. Hasil Tes Mugello yang Bikin Merinding

    Dalam tes rahasia di Mugello baru-baru ini yang diikuti hampir seluruh pabrikan (minus Yamaha), Ducati yang ditunggangi Nicolo Bulega tampil amat dominan dan sangat meyakinkan. Bulega yang kenyang pengalaman di WSBK bersama Pirelli tampak begitu menyatu dengan prototipe 850cc milik Borgo Panigale.

    3. Ancaman Rider Muda Moto2 & Bulega

    Pol Espargaro juga memberikan analisis menarik terkait perpindahan dari mesin 1000cc ke 850cc. Karakter motor 850cc dengan ban Pirelli ternyata memiliki sensasi berkendara (riding style) yang jauh lebih dekat dengan motor Moto2 dibanding MotoGP 1000cc versi sekarang! Bahkan Pol mengaku sempat kelabakan saat harus mendadak kembali menunggangi KTM RC16 1000cc di Silverstone setelah berminggu-minggu menguji motor 850cc.

    “Bedanya gila banget! Pembalap-pembalap jebolan Moto2 seperti Bulega, Izan Guevara, Senna Agius, hingga David Alonso justru akan punya keuntungan besar. Rider MotoGP senior yang sudah terbiasa dengan kebuasan 1000cc dan Michelin bakal butuh adaptasi ekstra keras,” tambah Pol.

    Last…Tentu saja, regulasi anyar 2027 diprediksi bakal meratakan kekuatan dalam jangka panjang. Tapi untuk tahun pertama atau bahkan musim awal transisi? Ducati jelas memegang kartu as terkuat. Kombinasi mesin 850cc baru, pengalaman bertahun-tahun di WSBK dengan Pirelli, plus amunisi rider top seperti Marquez akan membuat pabrikan Italia ini siap menebar ancaman nyata sejak putaran perdana! Yup…Marquez akan gila-gilaan cak. Dikatakan Pabrikan lain auto pusing tujuh keliling ki cak. Piye menurut sampeyan, apakah dominasi Merah bakal berlanjut tanpa celah di era 850cc nanti? Monggo corat-coret di kolom komentar yo cak! (iwb)

  • Ketakutan ?? Aprilia Minta Marco Bezzecchi Main aman Hadapi Marquez !!

    Ketakutan ?? Aprilia Minta Marco Bezzecchi Main aman Hadapi Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Setelah mengalami rentetan hasil buruk akibat insiden, penalti, hingga cedera sebelum jeda musim panas, pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, akhirnya bangkit di GP Silverstone dengan meraih podium ganda (Sprint dan Balapan Utama). Kebangkitan Bezzecchi ini membawanya naik ke posisi kedua klasemen sementara, tepat di belakang rekan setimnya, Jorge Martin. Di balik hasil manis tersebut, ada perubahan pendekatan mental yang diterapkan oleh tim pabrikan asal Noale tersebut. Yup…Aprilia Minta Bezzecchi Lebih Tenang: “Tidak Perlu Memaksa Menang di Setiap Balapan” !

    Team Manager Aprilia, Paolo Bonora, mengungkapkan bahwa selama jeda musim panas timnya melakukan analisis mendalam terhadap paruh pertama musim. Meski RS-GP terbukti kompetitif di berbagai lintasan, Bezzecchi sempat mengalami periode kelam dengan mencatatkan non-score (gagal meraih poin) di enam dari delapan balapan sebelum Silverstone (termasuk di Balaton, Brno, Assen, dan Sachsenring).

    “Pesan kami jelas: kami tahu potensi pesaing dan potensi diri kami sendiri. Khusus untuk Marco, kami harus lebih memperhatikannya dalam balapan panjang—memintanya untuk lebih tenang dan tidak memberinya tekanan. Cobalah untuk tetap berada dalam persaingan tanpa harus memaksakan diri menang di setiap kesempatan,” ujar Paolo Bonora.

    Menurut Bonora, kelemahan Bezzecchi di paruh pertama musim terjadi saat sang pembalap merasa memiliki kecepatan terbaik. Merasa punya margin dan potensi besar, Bezzecchi kerap menekan motor secara berlebihan (push more than necessary) di awal balapan yang akhirnya berujung pada kesalahan atau kecelakaan. Aprilia menegaskan kepada pembalap asal Italia tersebut untuk menganggap sisa musim sebagai awal yang baru (fresh start) dan fokus mengelola energi serta poin secara konsisten.

    Strategi baru ini langsung membuahkan hasil di Silverstone. Meski masih memulihkan cedera lutut dan tulang selangka (collarbone) akibat insiden di Sachsenring, Bezzecchi tampil jauh lebih tenang dan berhasil mengamankan podium ketiga di Sprint maupun Balapan Utama. Kini, Bezzecchi bertolak ke seri berikutnya di MotorLand Aragon dengan selisih 31 poin dari Jorge Martin di puncak klasemen pembalap. Apakah instruksi ini akan diikuti Marco ?? kita tunggu saja cak…(iwb)

  • HOT…Honda Dekati Kesepakatan dengan Tim Moto2 MSi, Untuk Bekal MotoGP ??

    HOT…Honda Dekati Kesepakatan dengan Tim Moto2 MSi, Untuk Bekal MotoGP ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda Racing Corporation (HRC) dilaporkan tengah berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut dengan tim Moto2 papan atas, MT Helmets – MSi. Langkah ini diambil Honda demi memperkuat jalur pengembangan pembalap (rider development program) yang siap berlaga di kelas tertinggi MotoGP dalam beberapa tahun ke depan.

    Menurut laporan dari Sky Italia, pembicaraan antara kedua belah pihak berfokus pada pembentukan kemitraan jangka panjang. MSi, yang sukses meraih gelar juara dunia Moto2 2024 bersama Ai Ogura, dipandang sebagai mitra ideal bagi Honda untuk menjaring dan menggembleng calon bintang masa depan.

    Hingga saat ini, belum dipastikan apakah kerja sama dengan tim MSi asal Spanyol ini akan menggantikan struktur yang sudah ada—seperti proyek Honda Team Asia—atau justru berjalan secara mendampingi (komplementer) untuk memperluas jangkauan pembinaan.

    Bentuk kolaborasi yang paling kentara dalam kesepakatan ini nantinya adalah hadirnya branding resmi Honda pada motor balap tim MSi. Namun, rumor di paddock yang disampaikan oleh jurnalis Sky, Rosario Triolo, menyebutkan bahwa peran HRC akan jauh lebih dalam dari sekadar sponsor. Honda berpotensi terlibat langsung dalam pengelolaan dan keterikatan kontrak para pembalap MSi.

    Saat ini, MSi diperkuat oleh jajaran pembalap muda yang impresif:

    • Ivan Ortola: Duduk di peringkat keempat klasemen sementara Moto2 dengan mengantongi dua kemenangan dari empat balapan terakhir.

    • Angel Piqueras: Runner-up Moto3 musim lalu yang telah naik kelas ke Moto2 bersama MSi pada musim ini.

    Jika aliansi antara HRC dan MSi resmi terwujud, nama-nama seperti Ivan Ortola dan Angel Piqueras diprediksi akan berada di barisan terdepan kandidat pembalap masa depan Honda di MotoGP, setidaknya untuk musim 2028.

    Last…Langkah ini juga menjadi strategi penting Honda dalam menyusun proyeksi skuat masa depan. Saat ini, beberapa pembalap top telah mengamankan kontrak jangka panjang di Grid, sementara dinamika kontrak internal Honda sendiri terus bergerak. Kerja sama ini menjadi benteng pertahanan HRC agar tidak kehabisan stok talenta muda berkualitas di masa mendatang. Kemitraan ini menegaskan kembali komitmen Honda untuk membangun kembali kejayaannya di MotoGP dari akar rumput, memastikan transisi pembalap muda dari Moto2 ke motor MotoGP HRC berjalan mulus dan kompetitif….(iwb)

  • Terbongkar Misteri Pecco Bagnaia sulit di atas GP26….Ducati memang bermasalah !!

    Terbongkar Misteri Pecco Bagnaia sulit di atas GP26….Ducati memang bermasalah !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Performa buruk Francesco Bagnaia di GP Inggris 2026 mempertegas krisis mendalam yang dialami sang pembalap bersama tim pabrikan Ducati. Peraih dua kali gelar juara dunia MotoGP tersebut kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara, mencatatkan salah satu periode tersulit dalam kariernya sebelum dipastikan hengkang ke Aprilia musim depan. Keterpurukan di Silverstone—di mana ia finis ke-17 di sesi Sprint dan gagal finis (DNF) akibat kecelakaan di balapan utama—menjadi cerminan nyata bahwa masalah adaptasi Bagnaia di atas Ducati GP26 belum menemukan titik terang. Namun dalam artikel ini cak…IWB pastikan bahwa yang problem bukan Pecco namun Ducati memang bermasalah. Lhoo kok iso ?? ternyata gara-gara ini cak….

    Berbeda dengan musim 2025 ketika masalah Bagnaia bersumber pada kepercayaan diri roda depan (front-end confidence) pada GP25, kendala utama pada spesifikasi motor GP26 terletak pada ketiadaan cengkeraman roda belakang (rear grip). Kondisi ini memaksa Bagnaia mengubah gaya berkendara secara ekstrem demi memaksa motor berbelok, yang berdampak pada kelelahan fisik hingga berujung pada operasi arm pump pada pertengahan Juli 2026. Bagnaia secara terbuka menyatakan kekecewaannya karena penyesuaian setup maupun elektronika tidak membuahkan hasil, sementara rider Ducati lainnya seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang mengemas GP26 justru tampil lebih stabil. Karakter khas Bagnaia yang unggul saat corner-entry kini sirna karena keterbatasan traksi ban belakang…..

    ” Saya sudah mengubah semuanya: set-up, elektronika, tetapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini saya sama sekali tidak mendapatkan grip (daya cengkeram), benar-benar nol. Dan kami tidak tahu harus melakukan apa karena ada pembalap Ducati lain yang memiliki rear grip sangat melimpah, jadi ini sangat sulit untuk dipahami…” keluhnya. Hal ini pernah ia bicarakan sebelumnya, yang tampaknya merujuk pada Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang keduanya juga menunggangi GP26 tahun ini dengan pola performa mereka yang terlihat sangat berbeda dibanding Bagnaia. Masalah ini bermanifestasi pada keterbatasan Bagnaia saat masuk tikungan (corner entry—yang dulunya merupakan senjata utamanya) dan memaksanya harus menekan motor secara berlebihan agar mau berbelok (yang ia sebut sebagai penyebab cedera arm pump-nya)…

    Kegagalan meraih poin di GP Inggris secara praktis menutup peluang Bagnaia dalam peta persaingan gelar juara dunia 2026. Bagi Ducati, menyelesaikan masalah GP26 milik Bagnaia tampaknya tak lagi menjadi prioritas utama menyusul kepastian transisi sang pembalap ke Aprilia dengan kontrak empat tahun mulai musim 2027. Fokus Bagnaia di sisa musim 2026 kini bergeser dari memburu gelar menuju persiapan mental dan teknis menjelang era baru 850cc serta ban tunggal Pirelli.

    Perbandingan Performa Pecco Bagnaia di GP Inggris 2026

    Sesi Selisih Waktu dari Ducati Terdepan Catatan/Posisi Akhir
    Free Practice 1 (FP1) +0,954 detik Ketertinggalan signifikan
    Practice (PR) +1,013 detik Gagal menembus papan atas
    Qualifying (Q) +1,476 detik Kesulitan mencetak flying lap
    Sprint Race (SPR) +16,766 detik Finis di posisi ke-17
    Grand Prix (GP) N/A DNF (Kecelakaan pada lap ke-7 saat tertinggal 10 detik)

    Last…krisis yang dialami Pecco Bagnaia di sisa musim 2026 menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara dominasi dan keterpurukan di kelas tertinggi MotoGP. Dengan peluang gelar juara dunia yang kian tertutup, sisa seri musim ini tidak lagi berpatokan pada perburuan poin, melainkan menjadi momentum krusial bagi Bagnaia untuk memulihkan rasa percaya diri dan gaya berkendaranya. Langkah besar menuju Aprilia pada musim 2027—bersamaan dengan perombakan regulasi mesin 850cc dan hadirnya ban Pirelli—memberikan kesempatan emas bagi sang juara dunia dua kali untuk melakukan reset total. Babak baru ini akan menjadi pembuktian sejati bagi Bagnaia untuk bangkit dan kembali menegaskan kapasitasnya di papan atas kejuaraan dunia. Goo Peccooo…!! (iwb)

  • Marquez Tantang Motogp Copot Aerodinamika…!!

    Marquez Tantang Motogp Copot Aerodinamika…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Panggung kejuaraan dunia MotoGP dipastikan akan mengalami perubahan regulasi secara masif pada musim 2027 mendatang. Perubahan ini mencakup penurunan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc, pembatasan perangkat aerodinamika, penonaktifan ride-height device, hingga pergantian penyedia ban tunggal dari Michelin ke Pirelli. Di tengah berbagai dinamika perubahan teknis tersebut, pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, secara terbuka memberikan pandangan resminya mengenai regulasi baru yang akan diterapkan. Termasuk tantangan Marc agar Motogp melepas semua aeronya atau setidaknya mengurangi Aero sebanyak mungkin…

    Banyak pihak menganggap penurunan kapasitas mesin atau pengurangan fungsi aerodinamika sebagai fokus utama perombakan 2027. Namun, Marc Marquez menegaskan bahwa sektor ban merupakan variabel yang paling menentukan arah peta persaingan.

    “Saya sudah mencoba (motor 2027) di Brno. Memang tidak secepat motor saat ini, tetapi saya rasa penonton tidak akan terlalu merasakan perbedaannya di lintasan. Menurut saya, perubahan paling besar dan paling menentukan sebenarnya ada pada sektor ban,” ujar Marc Marquez.

    Pernyataan tersebut berdasar pada pengalaman historis Marquez saat MotoGP melakukan transisi dari Bridgestone ke Michelin pada musim 2016. Karakter ban menentukan bagaimana pembalap mengolah grip, mengatur setelan sasis, serta menyesuaikan gaya berkendara (riding style).

    Selain menyoroti faktor ban, Marquez juga menyampaikan pandangannya mengenai regulasi aerodinamika. Ia menilai pengurangan perangkat downforce untuk musim 2027 seharusnya bisa dilakukan secara lebih radikal guna meningkatkan intensidad pertarungan di lintasan.

    “Jujur, saya berharap mereka memotong dan mengurangi perangkat aerodinamis lebih banyak lagi. Tanpa aerodinamika yang berlebihan, kita bisa menyaksikan balapan jarak dekat yang seru seperti di kelas Moto3,” lanjutnya.

    Marquez menjelaskan bahwa aerodinamika yang terlalu kompleks pada sepeda motor modern kerap menyulitkan proses mendahului (overtaking) akibat hilangnya downforce saat membuntut di belakang pembalap lain. Kendati demikian, ia memahami dinamika teknologis yang ada dan siap beradaptasi.

    “Di MotoGP memang lebih sulit karena jika aerodinamika dikurangi, sepeda motor akan terasa lebih liar dan kinerjanya menurun. Namun, kita harus beradaptasi. Setiap era memiliki tantangan dan keunggulannya masing-masing,” pungkas pembalap asal Spanyol tersebut.

    Last…Pernyataan Marquez mempertegas bahwa transisi menuju era Pirelli pada 2027 tidak sekadar perubahan teknis biasa, melainkan titik balik yang akan menguji kemampuan adaptasi dasar setiap pembalap. Dengan minimnya data awal terkait karakter ban baru, insting dan fleksibilitas pembalap akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan kejuaraan. Selain itu Marc menantang agar Dorna sebisa mungkin mengurangi Aero atau kalau perlu melepasnya ? ini sih bakal seru kalau diluluskan. Sayang regulasi sudah diketuk sehingga bakal sulit tantangan Marc akan diwujudkan. Motogp tanpa Aero ? seru sih…piye menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Berani Bertaruh..Alex Marquez Yakin Marc Juara Dunia 2026 !!!

    Berani Bertaruh..Alex Marquez Yakin Marc Juara Dunia 2026 !!!

    Iwanbanaran.com – Caaakkk…usai seri Silverstone Inggris yang cukup menguras emosi, sebuah pernyataan menghebohkan keluar dari mulut rider Gresini Racing, Alex Marquez. Tanpa keraguan sedikit pun, adik kandung dari Sang Baby Alien ini menegaskan berani bertaruh “seluruh uangnya” demi mendukung Marc Marquez merebut mahkota juara dunia MotoGP 2026! Waduhhh… mantap tenan iki cak! Penasaran piye rinciannya? Tarik maanggg…!

    Cak, kalau sampeyan mengamati hasil di GP Silverstone kemarin, persaingan papan atas memang lagi padat-padatnya. Pembalap Aprilia, Jorge Martin, saat ini memimpin klasemen dengan 240 poin—unggul 40 angka dari Marc Marquez yang sempat keteteran di GP Inggris akibat kendala tyre degradation alias ban belakang yang cepat aus di atas Ducati GP26 miliknya. Selisih poin antara lima pembalap teratas kini hanya 41 poin! Selain Martin lan Marc Marquez, ada nama Marco Bezzecchi, Ai Ogura, hingga Fabio Di Giannantonio yang mengintai di papan atas. Namun situasi sulit yang sedang dialami Marc sama sekali tidak menggoyahkan keyakinan Alex Marquez cak…

    Saat diwawancarai media, Alex menyampaikan analisisnya mengenai siapa saja yang berpeluang besar menjadi kandidat kuat juara dunia musim ini.

    “Aku memikirkan Jorge, Marc, dan Marco yang paling berpeluang menjadi lakon utama. Tapi jangan lupakan Ai Ogura, atau bahkan Diggia yang cuma berjarak selangkah lagi di balapan-balapan mendatang. Tapi kalau disuruh bertaruh, aku akan pertaruhkan seluruh uangku untuk Marc memenangkan gelar juara dunia! Bukan tanpa alasan, aku tinggal serumah dengannya, latihan bareng dia, balapan bareng dia, bahkan sering adu argumen sama dia. Aku paham betul dan ngerti secara detail apa yang sanggup dia lakukan. Dalam hal ini, aku sama sekali nggak punya keraguan. Marc tidak membutuhkan bantuanku untuk jadi juara,”  seru Alex…

    Meskipun Marc sempat kesulitan di Silverstone dan finish di posisi ke-7 pada balapan utama, Marc sendiri enggan mengibarkan bendera putih atau menganggap ada satu pembalap yang mendominasi musim ini. Apalagi ronde ke-13 berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Aragon, Spanyol! Sampeyan kan tahu sendiri cak, Aragon itu bagaikan “kandang banteng” buat Marc Marquez. Sepanjang karirnya, Marc sudah mengemas 8 kemenangan di sana (7 di antaranya di kelas para raja MotoGP). Ini tentu menjadi modal krusial buat The Baby Alien untuk melakukan comeback lan memangkas jarak poin dari Jorge Martin…

    Last…Pernyataan Alex Marquez ini makin mempertegas betapa kuatnya mental bertarung dan kapasitas seorang Marc Marquez di mata rival sekaligus keluarganya sendiri. Meskipun Jorge Martin dan Aprilia sedang on fire, persaingan menuju mahkota MotoGP 2026 jelas masih sangat panjang dan penuh kejutan. Pertanyaannya… apakah taruhan nekat Alex Marquez ini bakal terbukti manis di akhir musim nanti cak? Mampukah Marc bangkit di Aragon dan merebut puncak klasemen? Monggo berikan opinimu di kolom komentar cakkk….(iwb)

  • Ducati akui mereka kalah dari Aprilia…” Kami Gagal” seru Gigi !!

    Ducati akui mereka kalah dari Aprilia…” Kami Gagal” seru Gigi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dominasi Ducati di panggung MotoGP mendapat tamparan keras pada seri Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone. General Manager Ducati Corse, Luigi “Gigi” Dall’Igna, secara terbuka mengakui bahwa timnya diseret kembali ke realita keras persaingan musim ini setelah digilas oleh ketangguhan armada Aprilia sepanjang akhir pekan. Di sirkuit legendaris sepanjang 5,9 kilometer tersebut, sang juara bertahan sama sekali tidak berkutik. Pabrikan Borgo Panigale gagal menempatkan satu pun pembalapnya di panggung podium, baik pada sesi kualifikasi, Sprint Race, maupun balapan utama (Grand Prix). Ducati akui mereka kalah dari Aprilia…” Kami Gagal” seru Gigi !!

    Melalui unggahan tinjauan balapannya, Dall’Igna mengungkapkan rasa kecewanya atas performa Desmosedici yang kehilangan sentuhan terbaiknya usai jeda musim panas.

    “Silverstone sekali lagi membuktikan betapa tidak tertebaknya kompetisi ini. Tak banyak yang bisa disampaikan: kami tidak pernah benar-benar berada dalam perburuan kemenangan,” ujar Dall’Igna. “Sejak kualifikasi hingga balapan utama, kami gagal menemukan ritme kompetitif dan selalu kekurangan feeling yang pas pada motor.”

    Kendati demikian, sosok teknisi genius asal Italia itu menegaskan tidak ada alasan untuk panik berlebihan, melainkan menjadi sinyal peringatan penting bagi pengembangan teknis timnya.

    Hasil Pembalap Ducati Sesi Sprint Balapan Utama (GP) Catatan Musim / Klasemen
    Alex Marquez Posisi 6 Posisi 4 Perwakilan Ducati terbaik di Silverstone
    Marc Marquez Posisi 9 Posisi 7 Turun ke posisi 4 klasemen (-40 poin dari puncak)
    Fabio Di Giannantonio Posisi 8 Posisi 6 Mengamankan poin krusial untuk VR46
    Francesco Bagnaia Posisi 11 Gagal Finis (Crash) Terkendala pasca-operasi lengan

    Sorotan Marquez dan Bagnaia

    Dua bintang utama Ducati mengalami akhir pekan yang ingin segera mereka lupakan. Francesco “Pecco” Bagnaia harus mengakhiri balapan di area gravel setelah mengalami kecelakaan (crash). Karakteristik Silverstone yang cepat dan menguras fisik terbukti terlalu berat bagi fisik Bagnaia yang baru saja menjalani operasi lengan.

    Sementara itu, Marc Marquez yang datang membawa modal kemenangan ganda di Sachsenring (Jerman), justru mencatatkan hasil terburuknya sejak operasi bahu. Terkendala masalah degradasi ban belakang yang parah serta insiden bendera kuning saat kualifikasi, juara dunia delapan kali tersebut terlempar ke posisi ke-9 saat Sprint dan hanya sanggup mengamankan posisi ke-7 di balapan utama.

    “Marc sudah memperingatkan bahwa ini akan menjadi pekan yang sulit. Ia sempat melakukan start bagus dan bertahan di zona podium, sebelum akhirnya merosot secara perlahan. Namun, ia terus berjuang cerdik tanpa mengambil risiko yang tak perlu,” tambah Dall’Igna.

    Last…Kekecewaan Ducati menjadi panggung pesta bagi Aprilia. Lewat kemenangan mengejutkan Raul Fernandez dari tim satelit Trackhouse Aprilia, pabrikan asal Noale tersebut kini mencatatkan rekor impresif: keempat pembalapnya berhasil memenangi balapan utama di musim ini. Persaingan gelar juara dunia kini semakin memanas menuju seri Aragon. Pimpinan klasemen Jorge Martin melebarkan keunggulan menjadi 31 poin atas rekan setimnya di tim pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi, sementara Marc Marquez harus bekerja ekstra keras setelah merosot ke posisi keempat klasemen sementara….(iwb)

  • Pecco Frustrasi di Silverstone….”Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya

    Pecco Frustrasi di Silverstone….”Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pecco Bagnaia di MotoGP Silverstone 2026 ini  dibuat hopeless alias frustrasi berat. Setelah Sabtu kemarin kepayahan setengah mati di balapan Sprint, puncaknya di race hari Minggu (9/8) doi malah crash misterius alias DNF! Pecco sampai blak-blakan ngaku timnya udah “lost” alias bingung mau ngapain lagi buat nyari grip Desmosedici miliknya. “Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya..

    Akhir pekan di Silverstone ini bener-bener jadi mimpi buruk terkelam Bagnaia musim ini cak :

    • Kualifikasi: Start dari posisi ke-16 (posisi kualifikasi terburuknya musim ini).

    • Sprint Race: Menderita tyre degradation parah sampai nggak bisa lean angle maksimal.

    • Main Race: Crash aneh di lap ke-9 dari posisi 15 saat mencoba merangsek ke 10 besar.

    Catatan Akhir Pekan Pecco Bagnaia – Silverstone 2026:

    • Start Grid : P16 (Hasil kualifikasi terburuk musim 2026)

    • Main Race  : DNF (Lowside misterius di Lap 9/20)

    hitungan milidetik saat keluar tikungan

    • Penyebab  : Ban depan kehilangan grip kilat dala
    m
    

    Insiden crash-nya pun tergolong sangat aneh cak! Pecco kehilangan bagian depan motor (lost the front) justru saat akselerasi keluar dari tikungan.

    “Aneh banget jujur aja. Saya belum pernah kehilangan ban depan pas posisi keluar dari tikungan (exiting corner),” keluh Pecco dengan nada bingung.

    “Dan pas ngeliat data, susah banget buat nemuin penyebab pastinya. Satu-satunya hal yang kelihatan cuma ban depan tiba-tiba hilang grip cuma dalam hitungan milidetik. Sangat aneh, tapi ya itu yang terjadi. Susah banget diterima, apalagi ini salah satu pekan tersulit musim ini. Kita Gak Tahu Harus Berbuat Apa Lagi…”

    Yang bikin Pecco makin pusing tuju keliling, mekanik Ducati sebenarnya sudah membongkar total perataan motor dari Jumat sampai Minggu. Tapi hasilnya? NIHIL CAK!

    Eksperimen Ducati yang Tetap Gagal Total:

    • Setup mekanikal : Dirombak total (Gagal)

    • Pengaturan Elektronik : Diubah dari nol (Gagal)

    • Masalah Utama : Grip roda belakang & depan “NOL KEBANGETAN” sejak awal musim!

    Pecco Bagnaia: “Kita udah ubah semuanya. Setup, dari sisi elektronik juga. Tapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini, saya bener-bener gak punya grip sama sekali, NOL!

    Dan kita bingung mau bikin apa lagi (we don’t know what to do), karena pebalap Ducati lainnya malah punya grip yang melimpah. Jadi bener-bener susah buat dipahami. Saya gak mau ngalamin akhir pekan kayak gini lagi!”

    Di saat Pecco tersungkur DNF dan Marc Marquez hanya mampu finis ke-7, justru Alex Marquez yang jadi pebalap Ducati terbaik di P4, di belakang trio Aprilia yang mendominasi Silverstone. Ini memang PR besar buat kru Ducati Lenovo cak. Ada misteri apa di balik motor Pecco sampai doi kehilangan feeling total dan nggak punya grip sama sekali? Jelas ini aduh masalahnya aku dipecahkan oleh tim Bologna…. Kita tunggu saja usaha mereka….(iwb)