Author: Iwanbanaran

  • Jorge Martin Dapat “Kejutan Besar” kondisi lengannya di Austria !!

    Jorge Martin Dapat “Kejutan Besar” kondisi lengannya di Austria !!

    Iwanbanaran.com – Cakk….pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mendapatkan secercah harapan sekaligus “kejutan besar” yang melegakan terkait kondisi fisik lengan kanannya jelang rangkaian MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring. Yup..Jorge Martin Dapat “Kejutan Besar” kondisi lengannya di Austria !!

    Pembalap yang kini memimpin klasemen sementara bersama Marc Marquez dengan perolehan poin yang sama tersebut sebelumnya dihantui opsi meja operasi menyusul masalah arm pump (sindrom kompartemen lengan) parah yang dialaminya saat balapan di Misano. Sesi latihan bebas hari Jumat di Austria pun dijadikan ajang tes krusial untuk menentukan apakah ia harus langsung naik meja operasi pekan depan.

    Hasil latihan Jumat memberikan indikasi yang sangat positif. Martin sukses mengamankan posisi kelima tercepat, hanya terpaut tipis dari barisan depan dan di belakang Pedro Acosta yang mendominasi sesi. Yang terpenting, ia sama sekali tidak merasakan keluhan arm pump yang sempat menyiksanya pekan lalu.

    “Bagus. “Sejujurnya, ini adalah kejutan besar. Pastinya, semua perawatan yang saya lakukan selama sepekan ini [pada lengan] bekerja dengan baik, dan saya merasa jauh lebih baik. Tentu ini masih menjadi tanda tanya sampai hari Minggu setelah balapan selesai, tetapi saya merasa sangat luar biasa hari ini, dan saya berharap ini tidak akan menjadi masalah sepanjang akhir pekan. Saya berharap bisa terus membalap dengan kemampuan 100%, dan hari ini saya bisa melakukannya. Jadi, saya bisa lebih fokus mencari set-up dan bekerja dengan motor tanpa memikirkan masalah lengan itu.”

    Jika pada akhirnya keputusan operasi harus diambil setelah seri Austria, Martin memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat—sekitar sepuluh hari—sebelum jadwal latihan bebas di MotoGP Jepang dimulai. Faktor trauma masa lalu membuat juara dunia tersebut harus berfikir sangat cermat sebelum memutuskan tindakan medis.

    “Kamu tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat untuk operasi. Itulah mengapa saya sedikit takut untuk melakukannya. Segalanya bisa berjalan baik dan mungkin setelah satu minggu saya sudah bisa kembali di atas motor. Tapi bisa juga buruk, dan saya tidak punya kenangan bagus dari masa lalu [terkait operasi]. Jadi saya harus cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan ini.”

    Last….terlepas dari bayang-bayang masalah fisik tersebut, kecepatan Martin di atas motor Aprilia RS-GP pada sesi latihan menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu kandidat kuat penantang podium di Red Bull Ring, bersaing ketat dengan para rival utamanya….(iwb)

  • Marquez peringatkan Ducati…hati-hati dengan Acosta !!

    Marquez peringatkan Ducati…hati-hati dengan Acosta !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez secara terbuka memperingatkan Ducati serta para pesaingnya di grid bahwa Pedro Acosta tidak boleh dicoret dari bursa perebutan gelar juara dunia MotoGP. Pembalap pabrikan Ducati itu menegaskan bahwa rider muda KTM tersebut masih memiliki peluang yang sangat nyata untuk mengejar titel musim ini. Peringatan tersebut dilontarkan Marquez usai sesi latihan bebas hari pertama di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Saat itu, Acosta tampil impresif dan keluar sebagai yang tercepat di sesi latihan, menunjukkan kecepatan luar biasa yang langsung menarik perhatian…!!

    Ketika disinggung mengenai potensi persaingan langsung antara dirinya dan Acosta—mengingat pembalap muda Spanyol tersebut sebelumnya dianggap tidak berada dalam pertarungan ketat jalur juara—Marquez langsung menepis anggapan remeh tersebut.

    “Dia ada di dalam perebutan kejuaraan,” tegas Marquez. “Dengan delapan balapan tersisa, selisihnya 65 poin. Saya sendiri sempat tertinggal 100 poin dari puncak tujuh balapan lalu. Jadi, dia benar-benar ada di dalam perburuan gelar.”

    Marquez, yang memimpin klasemen sementara MotoGP dengan koleksi 274 poin usai kemenangan di GP San Marino, sama sekali tidak terkejut dengan performa garang yang ditunjukkan Acosta di Austria. Menurutnya, karakter KTM selalu tampil kompetitif di Red Bull Ring, ditambah kemampuan spesial yang mampu dikeluarkan Acosta di atas motornya.

    “Saya sudah menduganya karena ini bukan pertama kalinya KTM sangat cepat di sini,” tambah juara dunia delapan kali itu. “Dan Pedro memberikan kemampuan ekstra pada KTM. Dia sudah sangat cepat di trek-trek lain, dan di sini untuk saat ini dialah yang terbaik.”

    Last….meski tampil kompetitif, Marquez mengakui bahwa dirinya belum merasa sepenuhnya siap untuk langsung mengamankan kemenangan di Red Bull Ring. Penggunaan ban dengan karkas kaku (stiff tyre carcass)—serupa dengan spesifikasi yang dipakai di Thailand dan Brasil awal musim lalu—kembali menghadirkan tantangan tersendiri bagi motor Desmosedici Ducati miliknya. Meski begitu, Marquez merasa progres adaptasinya jauh lebih baik ketimbang saat menghadapi problem serupa di Thailand. Ia bersama tim fokus memperbaiki set-up motor serta mencari cara untuk mempertajam catatan waktu saat time attack agar bisa mengamankan posisi start yang ideal di barisan terdepan….(iwb)

  • Laris manisssss…Adventure bike Honda NT1100 DCT MY2027 Gebrak dunia !!

    Laris manisssss…Adventure bike Honda NT1100 DCT MY2027 Gebrak dunia !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….pasar motor sport tourer global kembali bergairah dengan pengumuman resmi dari Honda. Melalui divisi Eropa, Honda resmi memperkenalkan model terbaru Honda NT1100 / DCT serta varian tertingginya, NT1100 DCT Electronic Suspension, untuk Model 2027. Sebagai model yang berhasil mendominasi pasar Eropa dan dinobatkan sebagai motor touring terlaris selama tiga tahun berturut-turut (2023, 2024, dan 2025) dengan total penjualan melampaui 25.000 unit, NT1100 terus membuktikan diri sebagai kendaraan penjelajah jarak jauh yang memadukan kenyamanan tingkat tinggi dan performa bertenaga. Pada pembaruan tahun 2027 ini, Honda memberikan penyegaran kosmetik berupa pilihan warna baru yang semakin memperkuat karakter modern dan elegan dari motor penjelajah ini. Yess…Adventure bike Honda NT1100 DCT MY2027 kembali unjuk Gigi cakkk !!

    Di balik tampilannya yang elegan, NT1100 mewarisi DNA ketangguhan mesin dari Honda CRF1100L Africa Twin. Motor ini menggendong mesin berkapasitas 1.084cc, SOHC, 4-katup, 2-silinder paralel (parallel twin) berpendingin cairan. Berkat pembaruan mendalam pada sistem induksi udara—seperti pembesaran diameter saluran boks udara, penyempurnaan ruang bakar, serta penyesuaian kompresi menjadi 10.5:1—mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 75 kW (102 PS) pada 7.500 rpm dan torsi puncak mencapai 112 N·m pada 5.500 rpm. Karakter torsi putaran bawah hingga menengah yang sangat padat memastikan akselerasi tetap responsif meski motor dikendarai membawa beban penuh saat perjalanan jauh.

    Pilihan Warna Baru yang Menawan

    Untuk lini 2027, Honda menghadirkan tiga opsi warna atraktif yang tersedia bagi model standar (MT/DCT) maupun varian ber-suspensi elektronik:

    • Matte Ballistic Black Metallic: Warna hitam matte bertekstur gelap yang memancarkan kesan tangguh, berwibawa, dan kokoh.

    • Matte Beta Silver Metallic: Warna perak matte bernuansa metalik modern yang memberikan kesan futuristis dan bersih.

    • Pearl Hawkseye Blue: Warna biru mutiara (pearly blue) yang tetap dipertahankan untuk menonjolkan kesan elegan di jalan raya.

    Performa Mesin Bertenaga dan Efisien

    Sektor kenyamanan berkendara ditopang oleh teknologi canggih berbasis 6-axis IMU. Sistem ini mengontrol Honda Selectable Torque Control (HSTC), Wheelie Control, Cornering ABS, hingga sistem pengereman anti-angkat roda belakang. Pengendara juga disuguhkan pilihan mode berkendara (Urban, Rain, Tour) serta mode User yang dapat dikustomisasi.

    Last….untuk varian tertinggi, hadir sistem suspensi elektronik Showa EERA (Showa Electronically Equipped Ride Adjustment). Sensor cerdas ini mampu membaca gaya berkendara dan menyesuaikan redaman hanya dalam waktu 15 milidetik. Selain itu, fitur pendukung seperti layar sentuh TFT 6,5 inci dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, Cruise Control, grip heater, serta panier samping standar (kapasitas total 73 liter) menjadikan motor ini siap pakai untuk touring jarak jauh tanpa perlu modifikasi tambahan. Sejauh ini belum ada banderol resmi gen terbaru cak…jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Honda NT1100 DCT MY2027 ?? ini baru motor turing…keren !! (iwb)

    Spek Honda NT1100 DCT Electronic Suspension 

    Total length x width x height 2240 x 860 x 1340 mm
    wheelbase 1535mm
    ground clearance 175mm
    Seat height 820mm
    Vehicle weight 249kg (+12kg panniers)
    Engine type Water-cooled 4-stroke SOHC 4-valve parallel twin-cylinder
    Total displacement 1084cc
    Bore x Stroke 92 x 81.5 mm
    Compression ratio 10.5
    Maximum output 75kW (102PS) / 7500rpm
    Maximum Torque 112N・m (11.42kgf・m)/5500rpm
    Fuel tank capacity 20.4L
    Transmission type 6-stage DCT
    Brake type (front/rear) Hydraulic double disc / Hydraulic disc
    Tire size (front and rear) 120/70ZR17 M/C (58W)・180/55ZR17 M/C (73W)
    Passenger capacity 2 people
    Fuel consumption rate (WMTC mode value) 20.0 km/L (with one occupant)
  • Dani Pedrosa Sarankan Pecco untuk Tenang…Marc hancurkan Mental !!

    Dani Pedrosa Sarankan Pecco untuk Tenang…Marc hancurkan Mental !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Legenda MotoGP, Dani Pedrosa, memberikan analisis mendalam mengenai situasi sulit yang sedang dihadapi oleh juara dunia dua kali, Francesco “Pecco” Bagnaia, di tengah persaingan ketat bersama tim pabrikan Ducati. Di saat rekan setimnya tampil mendominasi, Bagnaia justru harus berjuang keras mengatasi berbagai kendala teknis dan tekanan psikologis di paddock. Dani Pedrosa Sarankan Pecco untuk Tenang…Marc hancurkan Mental !!

    Menurut Pedrosa, salah satu beban terbesar yang harus dipikul oleh Bagnaia bukanlah sekadar masalah kecepatan di atas lintasan, melainkan dinamika internal yang tercipta setelah Ducati memutuskan untuk merekrut Marc Márquez ke garasi tim utama.

    “Ada dua poin utama: aspek psikologis… dan segala hal yang mengiringi keputusan Ducati untuk mendatangkan pebalap dengan gaya seperti itu, menempatkan dua ‘ayam jago’ sekaligus dalam satu garasi. Saya tahu ini mungkin terdengar aneh karena Kejuaraan Dunia adalah tentang hasil, tetapi saya pikir Bagnaia harus berhenti memikirkan tentang hasil. Ketika kamu tidak memiliki kepercayaan diri, kamu tidak bisa berkendara dengan nyaman. Jika kamu selalu memikirkan hasil tidak masuk Q2, melewatkan baris terdepan, atau tidak naik podium kamu akan menilai segalanya dengan lebih negatif. Ini adalah saat yang sulit baginya, tetapi ini hampir menjadi satu-satunya jalan untuk mulai memulihkan perasaan (kecocokan) dan feeling dengan motornya.” seru Dani

    Pedrosa memahami bahwa berada dalam satu tim dengan pebalap sekaliber Márquez menciptakan situasi yang tidak mudah dicerna bagi Bagnaia. Ketika Márquez langsung menunjukkan kecepatan luar biasa, meraih pole position, dan mendulang kemenangan, fokus seorang pebalap sering kali bergeser secara tidak sadar untuk membandingkan data dan mencari tahu bagaimana rival semereknya itu mampu melakukannya.

    Perbedaan Gaya Berkendara

    Lebih lanjut, mantan pebalap Repsol Honda itu menyoroti perbedaan karakteristik membalap antara kedua bintang Ducati tersebut.

    • Marc Márquez dikenal sebagai pebalap yang sangat fleksibel; ia dapat menggunakan setelan suspensi yang berbeda-beda namun tetap mampu mencatatkan waktu lap yang sama cepatnya.

    • Francesco Bagnaia, di sisi lain, sangat bergantung pada kenyamanan pengaturan dasar (basic setup) yang harus benar-benar sesuai dengan preferensinya agar bisa tampil maksimal. Jika motornya diubah dari pakem kesukaannya, Bagnaia cenderung lebih kesulitan untuk menemukan batas optimal dan mencetak waktu kompetitif.

    Last….Melihat tekanan besar yang terus menumpuk akibat hasil-hasil minor di beberapa seri, Pedrosa menyarankan agar Bagnaia mulai mengalihkan fokusnya. Alih-alih terus-menerus meratapi selisih hasil akhir atau terobsesi mengejar apa yang dilakukan oleh sisi garasi sebelah, Bagnaia dinilai perlu kembali fokus pada pemulihan rasa percaya diri (feel) di atas sepedanya sendiri. Saran dari sosok berpengalaman seperti Pedrosa ini menggarisbawahi betapa pentingnya kekuatan mental dalam menghadapi situasi garasi yang kompetitif, di mana harmoni antara penyesuaian motor dan ketenangan psikologis menjadi kunci utama untuk keluar dari tren negatif di ajang MotoGP….(iwb)

  • Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!

    Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini, Marc Marquez mengenang kembali perjalanan kariernya. Menjelang rangkaian akhir pekan GP Austria, pebalap andalan Ducati Lenovo Team ini membeberkan momen yang paling menguji mentalnya di kelas premier. Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!

    Sebagai pebalap dengan pengalaman perebutan gelar terbanyak di grid saat ini, Marquez tahu betul rasanya berada di bawah tekanan ekstrem. Memulai debut sensasionalnya pada tahun 2013, ia langsung mengunci gelar juara dunia pertamanya di kelas utama melalui drama seri pemungkas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, melawan pebalap tangguh Jorge Lorenzo.

    Bagi pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut, balapan penentu tahun 2013 itu tetap memegang rekor sebagai momen dengan tekanan terbesar sepanjang hidupnya.

    “Saya akan bilang tahun 2013 di Valencia, bertarung untuk Kejuaraan Dunia pertama saya di MotoGP melawan Lorenzo,” kenang Marquez, seperti dilansir dari Crash.net.

    “Kelihatannya mudah untuk finis di posisi چهار (top four), tetapi di saat yang sama itu sangat sulit. Valencia, balapan terakhir, cuaca dingin… Hari Minggu itu adalah hari yang sangat sulit.”

    Dalam balapan tersebut, Lorenzo sempat berupaya meningkatkan tekanan dengan memimpin jalannya lomba dan memperlambat tempo untuk menjebak kelompok pebalap di belakang, meski pada akhirnya Marquez berhasil mengamankan gelar juara.

    Menariknya, pebalap asal Cervera, Spanyol, itu mengaku bahwa tekanan besar justru menjadi bahan bakar positif bagi performanya di lintasan. Alih-alih merasa terbebani, ia merasa nyaman dan fokusnya justru semakin tajam.

    “Tetapi biasanya dengan tekanan ekstra, saya menyukainya. Saya merasa nyaman, dan itu memberi saya konsentrasi ekstra,” tambahnya.

    Saat ini, Marquez kembali berada di barisan terdepan persaingan gelar juara dunia. Menanggapi posisinya yang tengah bersaing ketat di klasemen, pebalap berusia 33 tahun ini menegaskan bahwa memimpin kejuaraan atau berada tepat di bawahnya tidak mengubah pendekatan mentalnya dalam menghadapi balapan demi balapan….(iwb)

  • Breaking !! Pecco marah Besar pada Media….isu Ducati Melarang adalah Fitnah !!

    Breaking !! Pecco marah Besar pada Media….isu Ducati Melarang adalah Fitnah !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia, marah besar kepada media atau pemegang hak siar MotoGP, DAZN. Juara dunia dua kali asal Italia itu menyebut tindakan stasiun televisi tersebut “sangat tidak sopan” setelah merilis rekaman percakapan pribadi yang memicu kontroversi. Menurut Pecco ini adalah tindakan fitnah dan tidak bisa diterima…waahh panass cakk !!

    Seperti yang besar IWB bahas cak…Kontroversi ini bermula usai seri San Marino, di mana DAZN menyiarkan potongan video percakapan off-camera antara Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio. Dalam video tersebut, Bagnaia terdengar seolah mengkritik pabrikan Borgo Panigale dengan menyebutkan bahwa Ducati “tidak membiarkannya” melakukan perubahan set-up tertentu di tengah masa sulit yang tengah dihadapinya.

    Sebagaimana diketahui, Bagnaia sedang mengalami periode sulit dalam performanya, termasuk rentetan hasil gagal finis (crash) di tiga grand prix terakhir akibat masalah cengkeraman ban belakang (rear grip) yang membingungkan.

    Menjelang rangkaian GP Austria, Bagnaia akhirnya buka suara untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus mengecam cara kerja media yang mengambil videonya di luar konteks. Ini detil jawaban dan kekesalan Pecco…

    “Saya ingat berkali-kali kalian bertanya, ‘Apakah tim mendukungmu?’ Dan saya selalu menjawab ya….tim melakukan segalanya dengan maksimal untuk membantuku. Setelah aku mengatakan itu, apa yang terjadi pada balapan terakhir di Misano, menurutku ini adalah hal yang sangat tidak sopan dilakukan oleh DAZN. Video dan rekaman itu keluar dari konteks. Kami sedang membicarakan suatu hal, tidak sepenuhnya rahasia, tetapi ini adalah percakapan pribadi….

    “Video itu tidak lengkap. Pastinya, kata terakhir yang saya ucapkan bukanlah kata yang benar, tetapi setiap orang punya masa-masa sulit, setiap orang punya rasa frustrasi. Terkadang kamu mengatakan sesuatu dengan cara yang salah. Namun, apa yang selalu saya katakan adalah Ducati telah sangat mendukungku, dan yang ingin saya maksud adalah bahwa saya telah berkali-kali mencoba hal-hal tersebut (base set up) yang kini tidak lagi diizinkan oleh Ducati, bukan karena apa-apa, melainkan karena saya sudah sering melakukannya dan saya tidak ingin melanjutkan hal semacam itu karena semua terasa tidak bekerja….

    “Apa yang keluar dari mulut saya memang dengan cara yang salah, tetapi kemudian apa yang terjadi selanjutnya adalah bencana bagiku karena itu sepenuhnya keluar dari rasa hormat. Harus ingat….hubungan antara jurnalis dan pebalap harus didasari oleh rasa hormat. Saya pikir saya selalu bersikap baik kepada kalian semua, tidak pernah kasar, tidak pernah mengatakan hal yang salah, mencoba memiliki hubungan baik dengan semua orang karena saya tahu betapa pentingnya hal itu… Dan apa yang terjadi ?? menurutku tindakan kalian ini tidak benar….

    “Jelas bahwa kalian [media] dapat mengambil kata-kata kami dan membagikannya secara online sesuai keinginan kalian, karena kalian bisa mengambil tiga kata dan membuat dua konteks yang sepenuhnya berbeda secara positif atau negatif. Saya tahu kadang penting untuk membuat judul yang bersifat clickbait karena sistemnya bekerja seperti itu. Tapi saya selalu mencoba untuk setransparan mungkin, dan ke depan kalian mungkin tidak akan banyak mendapatkan informasi tentangku (akan lebih membatasi)….

    “Tentu saja [Ducati memahami sudut pandangku] karena kemarin kami langsung membicarakannya. Memang wajar jika hal itu terlihat mengerikan saat sampai di televisi. Tetapi mereka juga memiliki rekaman wawancara pada hari Jumat dan Minggu, dan apa yang saya katakan dalam wawancara-wawancara itu adalah bahwa Ducati mendukungku. Jadi mereka tahu apa yang saya bicarakan, mereka tahu saya tidak gila. Saya meminta maaf atas kata-kata yang saya ucapkan, tetapi saya juga tahu betapa pentingnya hubungan kami (Ducati), dan hubungan kami terus berjalan dengan baik. Jadi, tidak ada yang berbeda dibandingkan masa lalu,” tutupnya….

    Ditempat terpisah Digia juga membenarkan pernyataan Pecco. Dia menyayangkan tingkah laku media yang memotong percakapan dan di framing negatif untuk berita mereka…

    ” Sebenarnya saya tidak ingin berkomentar banyak tentang ini, karena ini bukan cerita saya, tapi yang bisa saya katakan adalah kami sebagai pebalap, terutama kami yang berasal dari Italia, sudah saling kenal sejak lama, dan kami selalu berbicara tentang motor itu adalah hal yang sepenuhnya normal bagi kami. Apa yang terjadi, itu adalah hal di luar kamera, tetapi rupanya ada kamera di sana, jadi saya pikir itu agak tidak adil dilakukan mereka, bukan buat saya melainkan pebalap lain [Bagnaia] sedang membicarakan hal-hal pribadi, jadi terkadang akan lebih baik untuk menghormati hal ini dan tidak hanya mencoba mencari lebih banyak klik….

    “Tetapi terlepas dari itu, dari sudut pandangku, ketika saya sedang kesulitan dengan motor Ducati, saya selalu berbicara dengan Pecco dan mencoba mendapatkan informasi sebanyak yang saya bisa, dan dia selalu membantuku, mencoba memberikan saran terbaik untuk berkembang. Saat saya bisa, saya mencoba melakukan hal yang sama kepada pebalap lain yang sudah saya kenal sejak lama, jadi itu adalah obrolan yang sepenuhnya normal bagi kami.Masalahnya sekarang adalah kita selalu dikelilingi kamera. Kita selalu dikelilingi berbagai macam kamera. Kita sedang menuju ke dunia di mana kita tidak bisa lagi berbicara bebas. Oleh karena itu, saya pikir para jurnalis […] seharusnya memiliki batas etika untuk olahraga ini. Rasanya seperti saya sedang berada di sebuah pub membicarakan tentang motor dan saya tidak perlu khawatir bahwa di suatu tempat ada jurnalis dengan mikrofon, karena itu adalah obrolan yang santai. Jadi, tentu saja ini adalah hal yang bisa kita tingkatkan di olahraga ini, juga karena jujur kakau dibiarkan ini tidak bagus untuk olahraga ini…” tutup Digia…

    Last…jelas cak kemarahan Pecco sudah diubun-ubun dan ini membuat sulit media cak. Celakanya….merasa dirugikan oleh pemberitaan dan fitnah, Bagnaia menyatakan akan lebih tertutup dan membatasi diri kepada media demi menjaga rasa saling menghormati antara pebalap dan jurnalis. Bagnaia menegaskan bahwa hubungannya dengan Ducati tetap berjalan baik dan solid. Pihak manajemen memahami situasi tersebut dan tahu bahwa Bagnaia selalu mengakui dukungan penuh yang diberikan oleh tim. Ambyarrrr tenan kiee mediane wkwkwk….(iwb)

  • Pujian Setinggi Langi Bos Ducati ke Marquez dan Kritikan Pedas ke Pecco….Panas kii !!

    Pujian Setinggi Langi Bos Ducati ke Marquez dan Kritikan Pedas ke Pecco….Panas kii !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pujian setinggi langit kepada Marc Márquez usai kemenangan impresif sang pebalap di Sirkuit Misano. Namun, di sisi lain, Dall’Igna juga tidak segan-segan melontarkan kritik terbuka terhadap hasil akhir pekan yang diraih oleh Francesco “Pecco” Bagnaia. Kenapa bisa jadi makin melenceng seperti ini ya cak ??

    Marc Márquez Adalah Sebuah “Fenomena”

    Performa dominan Marc Márquez di atas Desmosedici bersama tim pabrikan terus memukau para petinggi Borgo Panigale. Usai mengamankan kemenangan gemilang di Misano, Dall’Igna secara terbuka memuji mentalitas dan kapasitas luar biasa yang dimiliki pebalap asal Spanyol tersebut.

    “Marc adalah sebuah fenomena sejati. Apa yang ia tunjukkan di atas lintasan, cara ia memahami motor, dan bagaimana ia mampu mengatasi berbagai situasi sulit benar-benar berada di level yang berbeda. Kegembiraan yang dibawa Marc setiap kali ia berada dalam performa terbaiknya adalah energi murni bagi kita semua. Ia adalah pebalap istimewa yang mengeluarkan kemampuan terbaik pada’sang putri’ kesayangan kita—mesin Ducati.” ungkap Dall’Igna dalam analisis pascabalapnya.

    Pujian ini mempertegas betapa cepatnya adaptasi Márquez dengan motor Ducati, menjadikannya salah satu aset paling dominan di grid MotoGP musim ini sekaligus kandidat terkuat peraih gelar juara dunia.

    Kritik Tajam Terhadap Akhir Pekan Pecco Bagnaia

    Berbeda jauh dengan pujian yang diberikan kepada Márquez, nada bicara Dall’Igna berubah menjadi lebih kritis ketika membahas performa Francesco Bagnaia di Misano. Sang juara dunia dua kali itu mengalami akhir pekan yang sangat sulit, bergulat dengan masalah cengkeraman ban (grip) dan gagal mengoptimalkan potensi motornya.

    Dall’Igna menyatakan kekecewaannya atas hasil yang diraih Bagnaia, menegaskan bahwa seorang pebalap pabrikan utama seharusnya mampu menemukan solusi atau setidaknya tampil kompetitif di setiap kondisi.

    “Akhir pekan ini sama sekali tidak berjalan sesuai harapan untuk Pecco. Kami mengharapkan hasil yang jauh lebih konsisten dan kompetitif darinya. Ada banyak hal yang harus kami evaluasi secara mendalam, baik dari sisi data maupun pendekatan yang diambil di garasinya,” tegas Dall’Igna.

    Last…Pernyataan blak-blakan dari petinggi Ducati ini semakin mempertajam sorotan terhadap dinamika internal di garasi Borgo Panigale. Di satu sisi, pabrikan menikmati dominasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Marc Márquez. Namun di sisi lain, tekanan mental dan teknis yang mendera Pecco Bagnaia terutama di tengah isu pembatasan setelan dan rencana kepindahannya ke tim lain menciptakan situasi yang kompleks menjelang paruh akhir musim balap MotoGP. Wahhhh kok jadi gini ya cak mbah Gigi….?! (iwb)

  • Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih

    Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….sepertinya Suasana di paddock kejuaraan dunia MotoGP mendadak memanas setelah sebuah rekaman video di balik layar yang tertangkap kamera penyiar DAZN mengungkap polemik internal antara Francesco “Pecco” Bagnaia dan kubu pabrikan Ducati. Perbincangan tak terduga tersebut mendadak viral karena membongkar adanya dugaan pembatasan teknis yang dialami sang juara dunia dua kali terkait pengaturan setelan (setup) sepeda motor Desmosedici miliknya. Nggak heran banyak yang mengatakan Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih kalau benerrr….

    Jadi cak…Insiden bermula dari interaksi santai namun sarat makna antara Bagnaia dan pebalap tim VR46, Fabio Di Giannantonio, usai rangkaian sesi penting di Sirkuit Misano. Dalam percakapan tersebut, Di Giannantonio yang mengamati bagian belakang motor Bagnaia menyarankan agar pebalap utama tim pabrikan Borgo Panigale itu mencoba setelan dasar (basic setup) yang lebih konvensional untuk mengatasi kesulitan yang tengah dihadapinya.

    Alih-alih mengabaikannya, Bagnaia justru merespons dengan pengakuan jujur bahwa ia telah mencoba berbagai variasi setelan tanpa membuahkan hasil positif. Ia bahkan mengeluhkan masalah cengkeraman ban depan yang dirasa terus bermasalah konsisten, apa pun jenis kompon ban yang sedang dipasang.

    Ketika Di Giannantonio kembali mendesaknya untuk mencoba pendekatan setelan yang lebih sederhana, Bagnaia melontarkan kalimat singkat yang langsung mencuri perhatian pengamat balap. Ini dia percakapan lengkapnya cak…

    Digia

    ” Kenapa kamu memakai benda kecil itu di bagian belakang?”

    Pecco

    “Saya cuma memasang apa yang mereka minta untuk saya gunakan. Saya sudah mencoba segalanya… tapi yang aku rasakan mau pakai ban depan Soft atau Medium tidak ada bedanya, rasanya sama saja. Bahkan ban Soft bekas di pagi hari atau ban baru untuk kualifikasi pun terasa sama. Rasanya seperti saya menarik tuas kopling begitu mulai mengerem.”

    Digia

    “Saya paham, tapi menurut saya, kalau kamu memakai setup yang lumayan normal seperti milikku… Set-upku  benar-benar dasar (basic), menurutku…”

    Pecco

    They won’t let me do it” (Mereka tidak mengizinkanku melakukannya).

    Pernyataan blak-blakan ini langsung memicu gelombang spekulasi di kalangan media dan penggemar MotoGP. Banyak pihak mempertanyakan siapa pihak “mereka” yang dimaksud oleh Bagnaia—apakah jajaran insinyur pabrikan, manajemen tim, atau para petinggi Borgo Panigale. Muncul dugaan bahwa pembatasan tersebut diberlakukan demi menjaga keselarasan arah pengembangan motor pabrikan atau menghindari eksperimen ekstrem yang dapat membingungkan data telekomunikasi tim.

    Di sisi lain, situasi ini menyoroti tekanan berat yang sedang dipikul oleh Bagnaia di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia. Masalah cengkeraman ban belakang (rear grip) dan inkonsistensi performa pada beberapa seri sebelumnya membuat sang pebalap asal Italia ini dituntut untuk terus mencari terobosan teknis, meski ruang geraknya di garasi tampaknya dibatasi oleh protokol pengembangan tim.

    Menanggapi memanasnya rumor dan pemberitaan di media, manajemen Ducati melalui Direktur Olahraga Davide Tardozzi segera berupaya meredam situasi. Pihak tim menegaskan bahwa hubungan profesional serta tingkat kepercayaan antara Ducati dan Bagnaia tetap terjalin sangat kuat. Manajemen memastikan bahwa para insinyur bekerja keras siang dan malam di balik layar untuk mencarikan solusi komprehensif atas kendala teknis yang dikeluhkan oleh sang pebalap andalan.

    Last…Kendati demikian, bocornya percakapan rahasia ini membuka mata publik akan rumitnya dinamika di dalam garasi tim pabrikan tersukses di era modern MotoGP tersebut. Keseimbangan antara kebebasan pebalap untuk mengeksplorasi potensi maksimal motor dan strategi jangka panjang pabrikan kini menjadi topik perdebatan hangat yang akan terus disorot hingga akhir musim balap. Kalau menurut sampeyan…apakah logis dugaan sabotase motor Pecco yang dilakukan Ducati ?? coba sampeyan berikan analisa dan komennya. Hhmm…menarik kiieee…(iwb)

  • Ini dia New Kawasaki Ninja H2 Carbon 2027…Mesin Makin Gilaaa !!

    Ini dia New Kawasaki Ninja H2 Carbon 2027…Mesin Makin Gilaaa !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia otomotif roda dua kembali dikejutkan oleh pengumuman terbaru dari Kawasaki. Setelah sempat menghentikan penjualannya untuk pasar domestik Jepang pada model tahun 2021, monster bermesin supercharger legendaris, Kawasaki Ninja H2 CARBON, kini dipastikan akan bangkit kembali. Model terbarunya untuk tahun 2027 dijadwalkan meluncur di pasaran pada musim semi 2027 dengan membawa serangkaian pembaruan masif yang berfokus pada performa, kenyamanan harian, serta teknologi canggih. Dan yang penting kabarnya mesin makin Gilaaa !!!

    Jadi isunya cak…Pembaruan paling radikal pada Ninja H2 CARBON model 2027 terletak di sektor dapur pacu. Pembaruan pada model 2027 ini bukan sekadar penyegaran kosmetik, melainkan perombakan besar-besaran pada jantung pacu berteknologi supercharger demi mendongkrak performa di putaran bawah hingga menengah, sekaligus memenuhi regulasi emisi global terbaru (seperti standar Euro 5+). Mesin 998cc 4-silinder segaris kini mendapatkan peningkatan efisiensi termal yang luar biasa. Melalui perubahan pada desain puncak (pinnacle) piston, rasio kompresi melonjak tajam dari sebelumnya 8,5:1 menjadi 11,2:1. Langkah ini dirancang khusus untuk mendongkrak performa akselerasi di putaran mesin bawah hingga menengah (4.000–7.000 rpm) yang kerap digunakan dalam berkendara sehari-hari. Selain itu, sudut masuk bilah impeller supercharger disesuaikan untuk meredam suhu udara masuk, sementara diameter throttle valve diperkecil dari 50 mm menjadi 46 mm demi keseimbangan tenaga di putaran bawah tanpa mengorbankan performa beringas di putaran atas. Power 209HP namun top speed lebih tinggi….yess analisa mesinnya makin gilaaa cak !!

    Perubahan paling signifikan dari Ninja H2 Carbon 2027 terletak pada optimalisasi efisiensi termal mesin 998cc, 4-silinder segaris, berpendingin cairan, dengan spesifikasi mekanis utama sebagai berikut:

    • Rasio Kompresi: Melalui desain ulang bentuk pinnacle (mahkota) pada piston, rasio kompresi ditingkatkan secara drastis dari sebelumnya 8,5:1 menjadi 11,2:1. Angka ini mendongkrak tarikan responsif pada putaran bawah hingga menengah tanpa mengorbankan tenaga puncak di putaran atas.

    • Pengaturan Supercharger: Sudut masuk (entrance angle) pada bilah impeller dioptimalkan guna menekan suhu udara yang masuk (inlet air temperature) dan meredam risiko knocking.

    • Kapasitas & Saluran: Kapasitas intake chamber alumunium disesuaikan ulang, profil camshaft serta port saluran intake dan exhaust dirancang untuk menyelaraskan efisiensi volumetrik.

    • Throttle Valve: Diameter katup gas (throttle valve) diperkecil dari ukuran 50 mm menjadi 46 mm guna memberikan kontrol gas yang jauh lebih halus dan presisi pada kecepatan rendah harian.

    Kaki-Kaki, Knalpot, dan Pengereman Kelas Wahid

    Kawasaki tidak hanya fokus pada tenaga mesin, tetapi juga merombak total sektor penunjang performa lainnya. Sistem pembuangan kini mengadopsi gaya pipa lurus (straight-pipe style) yang lebih ringkas tanpa ruang pre-silencer chamber, guna meningkatkan torsi sekaligus mewujudkan sentralisasi massa yang lebih baik.

    Di sektor pengereman, Ninja H2 CARBON 2027 menjadi salah satu motor pertama yang mengandalkan kaliper rem depan terbaru buatan Brembo, yaitu tipe Hypure. Kaliper ini menawarkan performa gigitan yang presisi, bobot lebih ringan, serta manajemen panas yang optimal. Sementara itu, kestabilan berkendara dipercayakan pada suspensi depan KYB AOS-II Racing Suspension dan suspensi belakang Ohlins TTX36 yang sudah teruji di dunia balap. Detilnya sbb :

    • Sistem Pembuangan (Exhaust System): Mengadopsi tata letak pipa lurus (straight-pipe style) baru yang lebih ringan dan kompak tanpa menggunakan ruang pre-silencer chamber. Desain ini mendongkrak torsi di penggunaan harian sekaligus menciptakan sentralisasi massa (mass centralization) yang lebih optimal pada sasis.

    • Rasio Transmisi: Rasio gigi akhir (secondary reduction ratio) diperpendek untuk memaksimalkan sensasi akselerasi instan saat pengendara membuka gas.

    • Pengereman Depan Brembo “Hypure”: Untuk pertama kalinya, model ini mengaplikasikan kaliper rem depan monoblok terbaru dari Brembo, yaitu tipe Hypure. Kaliper ini tidak hanya menawarkan performa gigitan yang sangat pakem dan presisi, tetapi juga memiliki bobot yang lebih ringan serta manajemen termal jauh lebih baik.

    • Suspensi Kelas Atas: Stabilitas kemudi dipercayakan pada suspensi depan jenis AOS-II Racing Suspension buatan KYB (teknologi turunan ajang motocross/balap) serta suspensi belakang Ohlins TTX36 yang dapat disetel sepenuhnya.

    Fitur Elektronik dan Kenyamanan Berkendara Modern

    Demi mengakomodasi kebutuhan pengendara masa kini, Ninja H2 CARBON dibekali fitur elektronik kelas atas. Sistem kontrol traksi Kawasaki (KTRC) kini memiliki 5 pilihan mode yang terintegrasi dalam Integrated Riding Mode (Sport, Road, Rain, Rider).

    • KTRC (Kawasaki Traction Control): Sistem kontrol traksi kini memiliki 5 pilihan mode yang dapat disesuaikan dengan kondisi jalan raya.

    • Integrated Riding Mode: Memadukan mode tenaga (Power Mode: Sport, Road, Rain) dengan kontrol traksi secara mulus.

    • Cruise Control: Fitur kendali laju konstan (cruise control) disematkan secara standar untuk mengurangi kelelahan pengendara saat melakukan perjalanan jauh (touring).

    • Kawasaki Quick Shifter (KQS): Sistem perpindahan gigi tanpa kopling (naik dan turun) kini dirancang agar dapat mulai aktif pada putaran mesin yang sangat rendah, yakni mulai 1.500 rpm.

    • Konektivitas & TFT Meter: Panel instrumen layar TFT full-color mendukung konektivitas RIDEOLOGY THE APP MOTORCYCLE yang dilengkapi fitur navigasi berbasis peta serta perintah suara.

    Untuk pertama kalinya, fitur Cruise Control disematkan untuk mengurangi rasa lelah saat melakukan perjalanan jarak jauh. Sistem Kawasaki Quick Shifter (KQS) juga disempurnakan sehingga kini dapat mulai aktif pada putaran mesin yang sangat rendah, yakni di angka 1.500 rpm. Seluruh informasi berkendara dapat dipantau melalui layar instrumen TFT baru yang mendukung konektivitas RIDEOLOGY THE APP MOTORCYCLE lengkap dengan navigasi berbasis suara.

    Last….karakter eksklusif tetap dijaga melalui penggunaan upper cowl berbahan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Plastic) yang sangat ringan namun kokoh. Cat perak khas Kawasaki (Silver Mirror Paint) mendapatkan sentuhan baru pada ukuran serta jumlah partikel reflektifnya, menghasilkan kilau metalik yang luar biasa mewah. Ditambah dengan aksen cetak transfer air (hydrographic print) bergradasi hijau pada velg, motor ini tampil semakin memukau. Dengan berbagai penyempurnaan menyeluruh ini, Kawasaki Ninja H2 CARBON 2027 siap menjadi tolok ukur baru di dunia motor sport jalan raya berperforma tinggi. Kita tunggu kehadiran sang supercharger terbaru cak….sangarrr !! (iwb)

    Spesifikasi Ninja H2 Carbon 2027

    Total length x width x height 2085×770×1125mm
    wheelbase 1455mm
    ground clearance 130mm
    Seat height 825mm
    Vehicle weight 238kg
    Engine type Water-cooled 4-stroke DOHC 4-valve inline 4-cylinder
    Total displacement 998cc
    Bore x Stroke 76.0 x 55.0 mm
    Compression ratio 10.2
    Maximum output 147.1kW (200PS) / 11000rpm (with ram air pressurization: 154kW (209PS) / 11000rpm)
    Maximum Torque 135 N・m (13.8 kgf・m) / 8500 rpm
    Fuel tank capacity 17L
    Transmission type 6-speed return
    Caster angle 24.5°
    Trail amount 103mm
    fuel consumption rate 5.9L/100km
    Tire size (front and rear) 120/70ZR17M/C (58W)・200/55ZR17M/C (78W)
    Brake type (front/rear) Φ330mm double disc / Φ250mm single disc
  • Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!

    Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….seperti yang sampeyan tahu, langkah besar dan penuh risiko tengah dipersiapkan oleh juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo. Setelah menghabiskan sebagian besar karier premier kelasnya bersama Yamaha yang puncaknya berbuah manis berupa gelar juara dunia pada musim 2021. Pembalap berjuluk El Diablo ini memutuskan untuk menanggalkan seragam biru khas pabrikan Iwata demi menerima pinangan dan tantangan baru bersama Honda. Dan tahu nggak cak…Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !! ” Setiap malam ketika saya pergi tidur, saya memikirkan bagaimana sensasi pertama saya dengan Honda nantinya..” serunya..

    Keputusan hijrah ini diambil bukan tanpa alasan cak. Dalam beberapa musim terakhir, Quartararo harus berjibaku dengan performa motor Yamaha M1 yang tertinggal jauh dari dominasi pabrikan Eropa seperti Ducati dan Aprilia. Ketidakpuasan terhadap lambatnya progres pengembangan motor, ditambah hubungan yang kian merenggang akibat hasil-hasil minor di papan bawah, membuat pembalap asal Prancis tersebut mantap mencari lembaran baru.

    Meski kepindahannya sudah menjadi rahasia umum di paddock, bayang-bayang transisi besar ini rupanya terus berkecamuk di benak Quartararo. Menjelang tes akhir musim di Valencia yang akan menjadi momen pertamanya menunggangi kuda besi pabrikan asal Jepang berlambang sayap tunggal tersebut, Quartararo mengakui bahwa dia tidak sabar karena pikirannya selalu dipenuhi rasa penasaran setiap kali hendak beristirahat:

    “Setiap malam ketika saya pergi tidur, saya memikirkan bagaimana sensasi pertama saya dengan Honda nantinya. Tapi bukan hanya soal tes di Valencia itu saja. Ini akan terasa sedikit aneh, karena saya telah menghabiskan seluruh karier MotoGP saya bersama Yamaha dan ini adalah perubahan yang sangat besar…

    ” Pada tahun 2021, saya berjuang untuk Kejuaraan Dunia pada tahun 2022, saya hampir meraihnya. Namun, selama tiga tahun terakhir 2023, 2024, dan 2025 kami tidak bersaing di level yang kami targetkan. Hal itu telah menciptakan momen-momen yang pelik. Terdapat saat-saat yang menegangkan, tetapi media memperbesar hal tersebut, membuatnya tampak lebih buruk. Ada masa pasang surutnya. Kami telah menghabiskan delapan tahun bersama, dan saya ingin menyelesaikannya dengan baik.

    “Setelah tes pertama di Barcelona tahun ini, saya merasa optimis, tetapi kami gagal membuat kemajuan secara keseluruhan. Kami tidak dapat meningkatkan kecepatan, daya menikung (turning), cengkeraman (grip), atau tenaga. Yamaha mungkin dapat menjelaskan detail teknisnya lebih baik daripada saya.

    “Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya akan datang ke balapan pertama dengan kesiapan untuk menang. Mungkin setelah dua hari tes, saya akan merasa hebat, tetapi kita harus belajar secara bertahap di putaran-putaran awal. Hanya karena saya pindah ke Honda, bukan berarti motornya akan langsung menjadi yang terbaik. Kami harus bekerja keras dan beradaptasi dengan cepat namun hati-hati. Honda telah berinvestasi besar-besaran untuk bangkit kembali dengan regulasi, motor, dan ban yang baru. Saya yakin mereka bisa memberikan kejutan. Honda kehilangan pembalap terbaiknya dan memahami apa yang dituntut oleh Marc. Mereka telah membuat kemajuan signifikan dalam dua tahun terakhir.”

    Last…Peralihan dari Yamaha ke proyek pengembangan motor baru Honda tentu menjadi perjudian besar bagi karier Quartararo yang kini menginjak usia matang. Tegang bercampur penasaran melingkupi mental sang juara dunia, mengingat ia harus beradaptasi total dengan budaya kerja, karakter mesin, serta sasis yang benar-benar berbeda dari zona nyamannya selama bertahun-tahun. Di sisi lain, ketegangan transisi ini juga sempat diwarnai gesekan kecil dengan Yamaha, termasuk keputusan pabrikan Iwata yang melarang Quartararo ambil bagian dalam uji coba ban Pirelli untuk regulasi masa depan demi mengamankan rahasia data internal. Kendati demikian, fokus utama Quartararo kini sepenuhnya tertuju pada masa depan. Tes perdananya di atas motor Honda kelak akan menjadi babak penentu, apakah perjudian besar ini mampu membawanya kembali ke jalur perebutan gelar juara dunia MotoGP. Piye menurut sampeyan…apakah Fabio bakal bisa kencang di Honda ? monggo berikan opininya…(iwb)