Author: Iwanbanaran

  • Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

    Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai pemasok tunggal (single-supplier) sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin 250cc silinder tunggal yang selama ini dikuasai oleh pabrikan raksasa seperti Honda dan KTM. Sebagai tahap awal, fase transisi dan pengujian perdana prototipe motor baru ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2027, sebelum akhirnya seluruh tim di grid wajib menggunakan spesifikasi dari pabrikan Iwata tersebut pada musim 2028. Pertanyaannya….Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda gimana ???

    Sebagai informasi….perubahan regulasi ini tidak hanya menyangkut pergantian merek, melainkan perombakan total pada arsitektur mesin dan performa motor. Yamaha dikabarkan akan mengadopsi basis mesin produksi massal berteknologi CP2 (Parallel Twin dengan crankshaft 270 derajat) yang serupa dengan lini populer mereka seperti Yamaha MT-07 atau YZF-R7. Kendati demikian, mesin ini akan mengalami re-engineering secara masif oleh divisi balap untuk diubah menjadi prototipe balap murni. Jika versi jalan rayanya memiliki tenaga sekitar 73 hingga 74 dk dengan bobot basah mencapai 180 kg lebih, mesin Moto3 versi Yamaha ini diproyeksikan mampu memuntahkan tenaga hingga 95 dk dengan bobot motor yang dipangkas drastis menjadi hanya sekitar 120 kg.

    Lonjakan power-to-weight ratio yang sangat signifikan ini dipadukan dengan dimensi sasis baru yang lebih ideal. Desain ergonomi tersebut sengaja disesuaikan untuk mengakomodasi postur fisik pembalap muda masa kini yang cenderung semakin tinggi, sehingga posisi tuck-in di atas motor menjadi jauh lebih natural dan aerodinamis. Terus bagaimana Nasib Veda Ega Pratama sebagai Pembalap Honda?

    Nahh..ini banyak ditanyakan ke IWB cak. Transformasi masif ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar balap tanah air, terutama terkait nasib pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, yang saat ini meniti karier di bawah naungan ekosistem Honda. Menanggapi situasi ini, ada beberapa aspek penting mengenai proyeksi karier Veda di tengah transisi pabrikan tersebut:

    1. Jangka Waktu dan Fase Transisi: Regulasi baru pemasok tunggal Yamaha baru akan efektif berlaku pada tahun 2028. Mengingat Veda tengah berjuang menapaki tangga karier internasional saat ini, ia masih memiliki rentang waktu di musim-musim sebelumnya (2026 dan 2027) untuk memaksimalkan potensinya di atas motor berspesifikasi Honda saat ini.

    2. Potensi Promosi ke Kelas Lebih Tinggi: Memasuki tahun 2028, usia dan progres performa Veda diprediksikan sudah semakin matang. Ada kemungkinan besar bahwa pada saat era mesin Yamaha dimulai, Veda sudah tidak lagi berada di kelas Moto3, melainkan telah melangkah naik untuk berkompetisi di kelas yang lebih tinggi seperti Moto2.

    3. Dinamika Tim Penjenjangan Asia: Selama ini, Veda merupakan salah satu produk kebanggaan dari program pembinaan Astra Honda Racing Team yang berkompetisi lewat struktur Honda TeamAsia. Ketika regulasi 2028 wajib menggunakan mesin Yamaha, tim-tim penjenjangan dari Asia ini mau tidak mau harus beradaptasi dengan regulasi baru atau melakukan penyesuaian struktural agar para pembalap binaan mereka tetap bisa bersaing di panggung kejuaraan dunia.

    4. Tantangan Adaptasi Pembalap Profesional: Sebagai seorang rider masa depan yang kompetitif, Veda dituntut memiliki fleksibilitas tinggi. Perubahan karakteristik dari mesin silinder tunggal ke platform dua silinder (parallel twin) Yamaha justru akan menjadi batu loncatan yang sangat berharga untuk mengasah teknik balapnya sebelum menembus level tertinggi di MotoGP.

    Transisi besar ini tidak hanya menjadi babak baru bagi regulasi teknik Grand Prix, tetapi juga menjadi tolok ukur penting bagi bagaimana para pembalap muda berbakat menyesuaikan diri dengan era modern balap motor dunia. Artinya apaaa ??

    Kalaupun masih tetap di Moto3, mau nggak mau Veda ataupun pembalap muda binaan AHRT akan tetap menyesuaikan regulasi cak. Yahh…mirip dengan masa lalu dimana Honda toh juga pernah menjadi pemasok mesin Moto2. Saat kelas Moto2 pertama kali dibentuk oleh Dorna Sports pada tahun 2010 untuk menggantikan kelas 250cc dua tak, Honda ditunjuk sebagai pemasok mesin tunggal resmi bagi seluruh tim di grid. Mesin yang digunakan adalah 4-silinder segaris berkapasitas 600 cc yang diambil dan disesuaikan dari motor sport komersial Honda CBR600RR. Meskipun mesinnya seragam memakai suplai dari Honda, tim-tim di Moto2 bebas menggunakan sasis buatan pabrikan atau chassis builder manapun, seperti Kalex, Suter, Moriwaki, FTR, hingga Tech3. Era mesin Honda di Moto2 ini berlangsung selama sembilan musim penuh, sebelum akhirnya digantikan oleh Triumph pada tahun 2019..

    Last…Meskipun Yamaha tidak memiliki tim pabrikan resmi di kelas Moto2 pada era mesin Honda 600cc (karena Yamaha saat itu lebih fokus di MotoGP dan WorldSSP), beberapa pembalap atau tim binaan satelit/akademi yang kelak lekat dengan Yamaha pernah merasakannya. Sebagai contoh, pembalap-pembalap didikan VR46 Academy (yang kini menjadi mitra dekat Yamaha) seperti Franco Morbidelli, Francesco Bagnaia, hingga Luca Marini semuanya pernah menjadi juara atau membalap di Moto2 menggunakan motor berselisih sasis bebas tetapi bermekanikal mesin Honda CBR600RR. Baru dalam beberapa tahun terakhir (terutama setelah era mesin beralih ke Triumph 765cc pada 2019 hingga ekspansi proyek balap mereka), Yamaha mulai membangun dan menurunkan struktur tim resmi di kelas Moto2 melalui kerja sama dengan struktur tim top, salah satunya menggandeng kolaborasi bLU cRU bersama Pramac Racing untuk mengawal skuad mereka di ajang Moto2 (yang diperkuat oleh pembalap seperti Izan Guevara). Jadi pembalap Honda pakai mesin Yamaha R7 di Moto3 ?? seharusnya tidak akan menjadi masalah dan pasti akan ada celah branding yang bisa digunakan nanti…kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Breaking !! Yamaha Fuzzy 125 Gempur Dunia….skutik Retro ala Vespa, Cakep polll !!!

    Breaking !! Yamaha Fuzzy 125 Gempur Dunia….skutik Retro ala Vespa, Cakep polll !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar skuter matik kompak kembali diramaikan oleh kehadiran model terbaru lansiran Yamaha. Melalui ajang peluncuran terbarunya, Yamaha secara resmi memperkenalkan Yamaha Fuzzy 125, sebuah skuter bergaya retro-modern yang menyasar segmen perkotaan dengan menawarkan seabrek teknologi kelas atas yang jarang ditemui pada motor sekelasnya. Kehadiran model ini langsung menarik perhatian pecinta otomotif global karena membawa standar baru dalam kenyamanan dan fungsionalitas skuter berkapasitas kecil. Yup…Yamaha Fuzzy 125 Gempur Dunia….skutik Retro ala Vespa, Cakep polll !!

    Jadi cak…Yamaha bikin gebrakan dengan merilis skutik retro mewah ala Vespa dengan label Fuzzy 125. Yang membuat IWB kaget, desainnya kok plek ketiplek dengan CFMoto 125 Aura ? ternyata cak…selidik punya selidik, Skuter ini lahir melalui kerja sama joint venture (usaha patungan) antara Yamaha dan CFMOTO di Tiongkok, di mana Fuzzy 125 berbagi basis platform dengan model CFMOTO 125 AURA yang sudah lebih dulu hadir di sana. Namun dengan sentuhan desain, emblem, serta diferensiasi fitur khas Yamaha seperti panel instrumen dan opsi trim yang sedikit berbeda di pasaran Tiongkok. Oalaahhh pantesss….

    ” Yamaha Fuzzy “
    ” CFMoto 125 Aura “

    Dari segi estetika, Yamaha Fuzzy 125 mengusung garis desain klasik yang dipadukan secara harmonis dengan sentuhan modern masa kini. Bodi kompaknya dirancang sangat ramah untuk mobilitas harian di jalanan perkotaan yang padat. Motor ini memiliki tinggi jok yang bersahabat serta bobot keseluruhan yang ringan, sehingga sangat mudah dikendalikan oleh berbagai kalangan pengendara.

    Sektor performa menjadi salah satu nilai jual utama berkat disematkannya mesin 124cc satu silinder, 4-langkah, berpendingin udara yang dikawinkan dengan teknologi Hybrid Assist. Sistem hibrida ini dirancang untuk memberikan dorongan tenaga instan ekstra selama beberapa detik ketika pengendara melakukan akselerasi awal, mendahului kendaraan lain, atau saat menanjak dengan beban penuh. Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 8,3HP  dengan torsi optimal di putaran menengah, disalurkan melalui transmisi CVT yang halus. Fitur pendukung seperti sistem start mesin yang senyap serta teknologi Idling Stop turut melengkapi efisiensi bahan bakar motor ini…

    Tidak hanya mengandalkan performa mesin cak, Yamaha benar-benar memanjakan pengendara lewat kelengkapan fitur modern yang biasanya hanya ditemukan pada motor-motor premium. Pada bagian kokpit, tersemat panel instrumen layar sentuh TFT berukuran 6,2 inci yang sudah mendukung konektivitas smartphone lengkap dengan navigasi visual secara real-time. Jadi terlihat berkelas. Sedang urusan keamanan dan kepraktisan juga ditingkatkan lewat kunci keyless, USB charging Type C, serta fitur pemantau tekanan ban (TPMS) demi keselamatan berkendara. Wediann wis ada sensor tekanan angin…mantaapp. Bahkan Fuzzy 125 juga mendukung multiple unlocking melalui Kartu NFC, Bluetooth, smartphone app, dan kunci bawaannya. Juozzz..

    Last….Untuk sektor kaki-kaki, skuter ini dibekali roda berukuran 12 inci depan 100/80-12 dan belakang 110/70-12 untuk memberikan stabilitas ekstra. Pengereman depannya pun sudah mengadopsi sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) single channel untuk mengoptimalkan deselerasi di berbagai kondisi jalan. Termasuk ESS (emergency stop signal) saat mengeram dadakan.  Yamaha memasarkan Fuzzy 125 di Tiongkok dengan banderol kompetitif di kisaran angka 11.580 yuan atau setara dengan kisaran Rp30 jutaan. Kehadirannya tentu menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang mendambakan skuter retro penuh gaya namun kaya akan inovasi teknologi mutakhir. Sayang cak…Fuzzy 125 baru hanya dipasarkan di Cina. Jadi kita mung iso ngaplo lan ngowoh wkwkwk. Nah untuk memberikan gambaran berikut beberapa foto Yamaha Fuzzy 125 vs CFMoto 125 Aura…sulitnya membedakan keduanya, bener ora cak…(iwb)

  • Performa “Aneh” Yamaha M1 V4 Bikin Toprak Razgatlioglu heran..!!!

    Performa “Aneh” Yamaha M1 V4 Bikin Toprak Razgatlioglu heran..!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pekan balap MotoGP San Marino di Sirkuit Misano menyisakan cerita positif sekaligus frustrasi bagi Toprak Razgatlioglu. Pembalap Pramac Yamaha tersebut sukses mencuri perhatian lewat catatan waktu paruh kedua lomba yang sangat kompetitif. Namun, masalah klasik di sesi kualifikasi serta kesulitan melakukan overtake membuat potensi besarnya tertahan di posisi ke-12. Yup…Performa Aneh Yamaha M1 V4 Bikin Toprak Razgatlioglu heran..!! Kok iso ?? simak detilnya dibawah ini…

    Jadi cak…Ada yang menarik dari performa pembalap asal Turki ini sepanjang hari Minggu. Alih-alih mencatat waktu terbaiknya saat menggunakan ban lunak baru di sesi kualifikasi, lap tercepat Toprak justru tercipta pada paruh kedua balapan utama (Grand Prix) di atas ban medium bekas. Pada lap ke-12 dari total 27 putaran, ia membukukan waktu 1 menit 31,770 detik—setengah detik lebih cepat ketimbang catatan waktu kualifikasinya sehari sebelumnya.

    Bahkan, torehan waktu tersebut sempat menyamai kecepatan para pembalap papan atas, termasuk Fermin Aldeguer, Pedro Acosta, hingga sang pemenang balapan Marc Marquez. Ia juga mengakui bahwa ritme balapnya sangat mirip dengan rekan pabrikannya, Fabio Quartararo. “Saya juga terkejut karena setelah setengah balapan, saya mulai mencatat waktu ’31 dan ini sangat mengesankan,” ungkap Toprak yang merasa bingung dengan performa aneh Yamaha. Lhaa piye cak…lap time Race malah lebih kencang dari kualiafikasi…

    Kendati demikian, kerja keras jawara WorldSBK itu di lintasan terbentur oleh tembok besar bernama posisi start. Memulai balapan dari grid paling belakang membuatnya harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki posisi. Sayangnya, karakter motor MotoGP modern membuat usaha tersebut berbuah simalakama.

    Toprak menjelaskan betapa sulitnya menyalip pembalap lain di Misano. Pola balapannya selalu berulang: tertinggal di lintasan lurus karena defisit akselerasi, lalu harus mengerem secara ekstrem di tikungan demi menutup celah. Situasi “kejar-kejaran” ini memaksa ban depannya terus-menerus berada di balik motor pembalap lain, yang membuat temperatur ban depan melonjak drastis. Akibatnya, ban mulai mengalami locking dan kehilangan cengkeraman, membuat upaya overtake menjadi hampir mustahil dilakukan dengan bersih.

    Selain insiden jatuhnya beberapa pembalap di depan serta penalti long lap yang didapat Franco Morbidelli, sebagian besar posisi yang diraih Toprak murni berasal dari kegigihannya mempertahankan ritme, meski pada akhirnya ia harus puas finis di urutan ke-12.

    Bagi Toprak, akhir pekan di Misano memberikan sinyal yang sangat jelas: basis motor Yamaha sudah menunjukkan kemajuan besar dalam hal race pace, namun kelemahan di sesi kualifikasi harus segera dibereskan. “Bagi saya, masalah terbesarnya adalah saya start dari posisi paling belakang. Jika saya start di posisi ke-10, 12, atau 13, mungkin lebih mudah bertahan di sepuluh besar karena pace saya sama dengan pembalap di posisi 7–8,” ujarnya.

    Last….Evaluasi ini langsung dibawa oleh Toprak dan tim menuju seri berikutnya di Red Bull Ring, Austria. Dengan fokus penuh untuk memperbaiki catatan waktu di sesi latihan Jumat dan Sabtu agar bisa mengamankan posisi start yang lebih baik, Toprak optimistis bisa menerjemahkan kecepatan balapnya yang masuk jajaran sepuluh besar ke dalam hasil lomba yang jauh lebih optimal. Gooo Toprakkk !! (iwb)

  • Ada apa dengan Veda ???

    Ada apa dengan Veda ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan musim debut Veda Ega Pratama di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia menyajikan cerita yang menarik untuk dibedah. Setelah menggebrak pada awal musim lewat torehan poin impresif termasuk finis sensasional di podium Grand Prix Brasil, grafik perolehan poin pembalap asal Gunungkidul ini justru menunjukkan tren fluktuatif cenderung melandai, bahkan beberapa kali nirpoin selepas paruh musim Eropa. Pertanyaannya….Ada apa dengan Veda Ega Pratama ???

    Jika ditarik garis performa mulai dari seri Jerman, Inggris, Aragon, hingga San Marino, grafik Veda memperlihatkan selang-seling antara zona poin dan hasil tanpa angka (0). Pertanyaan besar pun muncul: apakah penurunan tren ini murni karena kendala teknis pada perangkat motor Honda, ataukah para rival utama melaju begitu pesat sementara Veda menemui jalan terjal dalam adaptasi?…

    ” Pada Jumat, terutama dalam kondisi lintasan yang lembap, aku merasa sangat percaya diri dan bisa melaju dengan cepat. Namun, balapan sepenuhnya berlangsung dalam kondisi kering. Jadi, kondisinya berbeda.  Saat sesi latihan dan kualifikasi, aku sudah merasa ada beberapa hal yang masih perlu aku tingkatkan.  Kami mencoba melakukan sejumlah perubahan dan tim bekerja keras untuk membantuku. Sayang hasil balapan memang tidak sesuai dengan yang aku inginkan, tetapi kami melakukan beberapa perubahan dari Q2 menuju balapan dan aku merasa motor bergerak ke arah yang positif. Tentu saja, ini bukan hanya soal motor. Aku juga perlu meningkatkan kemampuan diri sendiri dan memahami bagian mana yang masih bisa aku perbaiki. Aku akan bekerja keras dalam beberapa hari ke depan karena Austria juga merupakan trek yang aku sukai. Kami akan menjalani balapan lagi pekan depan, jadi saya akan mengatur ulang semuanya dan berusaha memberikan yang terbaik di sana,” seru Veda setelah finish ke 18 di Misano…

    Pertanyaannya ada apa dengan Veda ?? Kenapa performa grafiknya cenderung turun ??

    Memang cak…Sebagai seorang rookie yang naik kelas setelah menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda dihadapkan pada ekosistem balap Grand Prix yang jauh lebih kompleks. Di kelas Moto3 cak, aspek set-up sasis dan manajemen ban menjadi penentu utama. Mulai paruh musim, tingkat keausan ban dan konsistensi cengkeraman (traksi) kerap menjadi sorotan utama bagi penunggang mesin Honda. Kendati demikian, Veda sendiri secara terbuka menyatakan tidak ingin menjadikan spesifikasi motor sebagai kambing hitam atas hasil-hasil sulit yang diterimanya. Ia menyadari bahwa sebagai debutan berusia 17 tahun, proses pembelajaran dalam memahami batasan maksimal motor secara konsisten di setiap karakter sirkuit masih terus berproses…

    Faktor eksternal tak kalah memegang peran penting. Para pesaing utama—terutama dominasi pembalap-pembalap muda di barisan terdepan seperti Máximo Quiles dan David Almansa telah melakukan lompatan besar dalam hal adaptasi kecepatan, terutama saat melakoni sesi latihan bebas (practice) hingga kualifikasi. Ketatnya persaingan di grup tengah membuat selisih catatan waktu antarpembalap begitu tipis, seringkali hanya terpaut sepersekian detik. Ketika seorang pembalap sedikit saja terlambat menemukan ritme terbaik di sesi kualifikasi—seperti yang sempat dialami Veda saat terlempar ke barisan belakang di Aragon maka peluang untuk merangsek ke grup depan saat race menjadi sangat berat akibat turbulensi angin (slipstream) dan agresivitas grup.

    Last….Meski grafik perolehannya fluktuatif di paruh kedua, posisi Veda di tangga klasemen sementara Moto3 2026 masih tertahan di peringkat ketujuh dengan koleksi 97 poin. Ini membuktikan bahwa fondasi kecepatan Veda sebenarnya sangat kompetitif. Tren melandai ini bukan sebuah kemunduran bakat, melainkan fase krusial pendewasaan mental dan teknik bagi sang rookie. Dengan sisa kalender balap yang masih panjang, evaluasi menyeluruh dari data telemetri bersama Honda Team Asia akan menjadi kunci bagi Veda untuk kembali menemukan konsistensi traksi dan ritme balapnya pada seri-seri berikutnya. Semoga saja Veda untuk bangkit dan mengamankan kembali finis 10 besar pada seri balap berikutnya di Austria…..(iwb)

  • Hanya 10 Unit di Dunia! Suzuki Rilis “GSX-R1000R Stealth” Edition…ediann sangarrr !!!

    Hanya 10 Unit di Dunia! Suzuki Rilis “GSX-R1000R Stealth” Edition…ediann sangarrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Suzuki Italia kembali membuat gebrakan di dunia motor sport dengan meluncurkan varian super eksklusif, Suzuki GSX-R1000R Stealth, di ajang Salone Auto Torino. Mengambil basis dari model 2027, motor super sport flagship ini hadir dengan balutan visual serba gelap serta berbagai komponen balap premium, dan hanya diproduksi sebanyak 10 unit di seluruh dunia. Asli…sangarrrr cakkk !!

    Tampilan paling mencolok dari GSX-R1000R Stealth tentu saja ada pada skema warnanya. Konsep desain ini ternyata terinspirasi dari lini mesin tempel kapal laut premium milik Suzuki, yakni “Suzuki Stealth Line”. Bodi motor dibalut dengan perpaduan dua tekstur warna hitam yang elegan: Nero Lucido (gloss black) yang mengkilap dan Nero Opaco (matte black) yang berkesan berat dan misterius. Pendekatan warna tone-on-tone ini membuat tampilannya tampak sangat agresif sekaligus mewah. Sebagai penanda eksklusivitas, di bagian atas tangki bahan bakar tersemat logo “Stealth” khusus beserta nomor seri produksi dari 1 hingga 10.

    Tidak hanya sekadar jualan tampang, GSX-R1000R Stealth juga dilengkapi dengan berbagai komponen performa tinggi untuk mendongkrak aura track-ready:

    • Knalpot Akrapovič: Menggunakan sistem pembuangan full titanium dari Akrapovič yang tidak hanya menyuarakan deru mesin 4-silinder yang merdu, tetapi juga memangkas bobot sekaligus mengoptimalkan aliran gas buang.

    • Aero Winglet Karbon: Bagian depan dipermanis dengan winglet serat karbon asli untuk memaksimalkan downforce di kecepatan tinggi.

    • Aksesoris Kosmetik Balap: Dilengkapi dengan smoke windscreen (visor gelap) dan penutup jok belakang (single seat cowl) yang memperkuat estetika motor balap tulen.

    Di balik balutan bodi hitam legamnya, motor ini mengandalkan mesin andalan berkapasitas 999,8cc, 4-silinder segaris, berpendingin cairan, yang sudah mengusung teknologi katup variabel Suzuki Racing Variable Valve Timing (SR-VVT). Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 195 HP (143,5 kW) pada 13.200 rpm dan torsi puncak 110 Nm pada 11.000 rpm. Urusan elektronik dan pengereman pun sudah dibekali paket terlengkap kelas atas, termasuk rem Brembo dan kontrol traksi canggih.

    Last…Suzuki Italia membanderol motor super langka ini seharga 21.690 Euro (sekitar Rp387 juta). Uniknya, untuk mendapatkan salah satu dari 10 unit yang ada, konsumen tidak bisa membelinya lewat diler konvensional, melainkan harus melalui sistem pemesanan online khusus via situs web resmi Suzuki Italia yang dibuka sejak 11 September 2026. Dengan kombinasi DNA balap, estetika serba gelap yang misterius, serta kuota yang sangat terbatas, GSX-R1000R Stealth dipastikan menjadi barang buruan para kolektor motor performa tinggi….(iwb)

  • Marc Marquez diprediksi sukses hancurkan Mental Martin dan Bezzecchi ?!

    Marc Marquez diprediksi sukses hancurkan Mental Martin dan Bezzecchi ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pekan balap MotoGP San Marino di Sirkuit Misano seharusnya menjadi momen kejayaan bagi Aprilia. Di atas kertas, pabrikan asal Noale ini sukses meracik motor RS-GP sebagai kendaraan paling kompetitif di grid musim ini. Rekor pole position sub-1 menit 29,9 detik yang dicetak Marco Bezzecchi menjadi bukti sahih betapa superiornya performa motor Aprilia. Namun, alih-alih meraup poin maksimal, Aprilia justru harus menyaksikan Marc Marquez (Ducati Corse) kembali menyapu bersih kemenangan dan melejit ke puncak klasemen. Di balik hasil yang mengecewakan tersebut, terungkap satu kelemahan fundamental yang tidak dapat diperbaiki oleh departemen teknik mana pun yakni faktor manusia dan tekanan mental dalam perebutan gelar juara cak !!

    Sepanjang paruh musim ini, Aprilia memegang keunggulan teknis yang jelas atas Ducati. Sayangnya, keunggulan tersebut sering kali kandas akibat inkonsistensi pebalapnya sendiri. Di Misano, Marco Bezzecchi memulai balapan dengan sempurna dan langsung memimpin jalannya lomba. Namun, ia kembali melakukan kesalahan fatal dengan mengalami crash di Tikungan 13 pada lap pembuka. Insiden tersebut menandai kali kelima dalam tujuh seri terakhir Bezzecchi gagal mendulang poin pada balapan hari Minggu. Akibatnya, ia tertinggal semakin jauh di klasemen, terpaut 33 poin dari puncak. Di sisi lain, rekan setimnya, Jorge Martin, juga harus berjuang menghadapi masalah fisik berupa arm pump yang mengancam performanya ke depan.

    Ironisnya, kebangkitan luar biasa Marc Marquez terjadi di tengah kondisi fisik yang tidak 100% prima—bahkan bahu kanannya dikabarkan hanya beroperasi pada kapasitas 50% akibat cedera lama. Kendati demikian, Marquez justru memanfaatkan situasi ini untuk melepaskan diri dari tekanan psikologis. Tanpa beban berlebih, ia mampu tampil konsisten dan memaksimalkan setiap peluang, sementara tekanan berat justru menghujam pundak para pebalap Aprilia. Marco Bezzecchi maupun Martin sama sekali belum pernah memiliki pengalaman bertarung dalam memperebutkan gelar juara dunia MotoGP secara langsung melawan pebalap sekaliber Marquez. Di 2024 Marc saat itu hanya mencoba beradaptasi tanpa mengejar poin juara dunia. Tekanan mental inilah yang menjadi batu sandungan terbesar. Ketika dihadapkan pada situasi krusial di barisan depan, ketenangan mental sering kali runtuh cak…

    Last….Menyongsong seri-seri berikutnya seperti di Red Bull Ring, Austria, Aprilia sebenarnya masih memegang kartu As berupa performa motor RS-GP yang sangat mumpuni. Secara teori, karakteristik sirkuit tersebut sangat cocok dengan paket teknis mereka. Kendati demikian, insiden di Misano memberikan pelajaran berharga bagi kubu Noale: tidak ada komponen aerodinamika, sasis, atau peta mesin baru yang diciptakan insinyur untuk mengatasi tekanan mental dan inkonsistensi pebalap di lintasan. Jika Aprilia benar-benar ingin mewujudkan mimpi meraih titel juara dunia MotoGP, para pebalapnya harus segera belajar mengatasi tekanan psikologis saat melawan sang maestro, Marc Marquez. Yup…melawan sang macan yang ditakuti dari dulu hingga sekarang memang tidak mudah…kita tunggu saja kebangkitan pasukan Aprilia dimasa depan….(iwb)

  • Nicolo Bulega Resmi Gabung VR46 MotoGP….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Nicolo Bulega Resmi Gabung VR46 MotoGP….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan tahu, Langkah besar baru saja diambil oleh Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyambut musim MotoGP 2027. Tim satelit Ducati ini resmi mengumumkan perekrutan bintang WorldSBK, Nicolo Bulega, yang akan mengisi kursi balap mendampingi Fermin Aldeguer. Sayangnya, di balik euforia kepindahan Bulega yang juga lulusan akademi VR46 ada satu hal ganjil yang langsung memicu tanda tanya besar di paddock yakni keheningan total dari sang pemilik tim, Valentino Rossi. Betul cak….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Dalam rilis resmi tim maupun unggahan media sosial terkait bergabungnya Bulega, sama sekali tidak ditemukan kutipan, pernyataan, ataupun komentar dari Valentino Rossi. Sorotan justru sepenuhnya terbagi kepada sang pebalap anyar, Direktur Tim Uccio Salucci, Manajer Tim Pablo Nieto, hingga General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna. Sikap bungkam Rossi ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, The Doctor juga tidak memberikan komentar publik apa pun mengenai kepergian Franco Morbidelli dari tim. Absennya suara sang legenda hidup mendadak menguatkan spekulasi publik mengenai sejauh mana keterlibatannya saat ini dalam mengelola skuad balap yang ia dirikan sendiri…

    Faktor pendukung spekulasi tersebut terlihat jelas dari tingkat kehadiran Rossi di paddock MotoGP musim ini. Tercatat, juara dunia sembilan kali itu baru mendatangi dua dari 13 seri Grand Prix yang sudah digelar, yakni di Barcelona dan Brno. Pola ini menunjukkan tren penurunan keterlibatan fisik Rossi secara langsung di ajang Grand Prix….

    Sebaliknya, fokus utama pria asal Tavullia tersebut kini lebih banyak tersita di dunia balap mobil (car racing). Sebagai contoh nyata, pada akhir pekan GP Jerman Juli lalu, Rossi lebih memilih hadir di festival otomotif bergengsi Goodwood Festival of Speed daripada mendatangi lintasan balap MotoGP. Pergeseran prioritas ini disebut-sebut ikut berdampak pada performa bisnis dan profit merek VR46 secara keseluruhan. Terus betulkah isu sebenarnya Rossi tidak suka Bulega karena meninggalkan VR46 academy dimasa lalu ?? Kalau kita analisa kecil cak…ini alasan IWB…

    • Perpisahan Baik-Baik di Tahun 2019: Bulega sempat meninggalkan VR46 Riders Academy dan tim Sky Racing Team VR46 pada akhir musim 2019 setelah mengalami penurunan performa di kelas Moto2 dan gagal memperbarui perjanjian manajemennya. Kendati demikian, saat itu Bulega menegaskan bahwa keputusan tersebut murni untuk mencari tantangan baru secara mandiri, tanpa ada rasa dendam atau sakit hati. Ia bahkan tetap menyebut Rossi sebagai sosok “kakak dan panutan terbesarnya.”

    • Tetap Akur dan Terhubung: Selepas keluar dari akademi, hubungan personal mereka tetap harmonis. Bulega terpantau beberapa kali masih menghadiri acara balap internal Rossi, seperti 100Km of Champions di Ranch milik The Doctor.

    • Konsultasi Karier Langsung dengan Rossi: Menjelang keputusannya naik ke MotoGP, Bulega bahkan mengakui bahwa ia sempat menelepon dan meminta saran langsung kepada Valentino Rossi ketika dirinya sempat dilanda keraguan. Rossi meresponsnya dengan hangat dan memberikan dukungan penuh.

    Last….mengingat Morbidelli dan Bulega merupakan produk binaan asli VR46 Riders Academy, publik tentu berharap Rossi bisa berdiri di garis depan menyambut langkah besar mereka. Namun, dengan situasi sekarang, VR46 seolah berjalan sebagai tim milik Rossi “hanya di atas kertas saja”, sementara gairahnya pada balap roda dua tampak mulai meredup. Apakah Rossi akan segera angkat bicara atau justru memilih terus menikmati perannya di dunia balap roda empat? Waktu yang akan menjawabnya nanti cak….(iwb)

  • HOT…Suzuki Rilis Aero Motogp GSX-R1000R Terbaru, Makin Sangarrrr !!!

    HOT…Suzuki Rilis Aero Motogp GSX-R1000R Terbaru, Makin Sangarrrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kembalinya model flagship supersport andalan pabrikan bermerek S, Suzuki GSX-R1000R, sebagai jajaran line-up tahun 2026 langsung mencuri perhatian dunia roda dua. Lhaa piye cakkk…tidak hanya mengandalkan performa buas yang diturunkan langsung dari ajang balap serta teknologi elektronik modern yang kian ramah pengendara, Suzuki rupanya tidak setengah-setengah memanjakan para konsumennya. Bersamaan dengan peluncuran unit motornya, pabrikan langsung merilis ekosistem suku cadang dan aksesori kustom resmi (genuine accessories) dalam jumlah yang melimpah.

    Keunggulan utama dari rangkaian aksesori resmi ini terletak pada proses perancangannya. Seluruh komponen dikembangkan secara bersamaan dengan proses 研发 (riset dan pengembangan) kendaraan utamanya. Hal ini menjamin tingkat presisi pemasangan, keselarasan desain estetika, serta faktor keamanan dan durabilitas yang sudah teruji ketat, memberikan rasa aman total bagi para pemilik tanpa perlu khawatir mengorbankan performa motor cak….

    Sentuhan Aerodinamika dan Estetika Balap

    Bagi sampeyan yang ingin mendongkrak aura racing look secara maksimal, Suzuki menyediakan perangkat Dry Carbon Winglet. Terbuat dari serat karbon kering berkualitas tinggi, komponen aerodinamika ala motor MotoGP ini tidak hanya menghadirkan visual depan yang jauh lebih agresif, tetapi juga mempertegas DNA balap yang mengalir di dalam darah GSX-R1000R. Komponen ini dibanderol 187.000 Yen per sisi atau sekitar Rp21,3 juta (total kanan-kiri mencapai Rp42,6 juta). Ediann muless cak harganya….

    Selain itu, tersedia pula Single Seat Cowl seharga 20.350 Yen atau sekitar Rp2,32 juta yang dirancang untuk menggantikan jok pembonceng. Dengan pilihan warna bodi pabrikan yang senada—seperti Gloss Sparkle Black, Matte Stella Blue Metallic, hingga Pearl Tech White—aksesori ini mampu mengubah siluet buritan menjadi lebih lancip dan aerodinamis layaknya motor balap tulen.

    Peningkatan Fungsionalitas Kokpit dan Kontrol

    Sektor kemudi juga mendapat perhatian serius lewat jajaran komponen full-machining berbahan aluminium. Sepasang Billet Brake & Clutch Lever berhiaskan logo ukiran GSX-R masing-masing dipasarkan seharga 47.300 Yen atau sekitar Rp5,39 juta per unit. Komponen ini tidak hanya mendongkrak kemewahan area kokpit, tetapi juga menawarkan fleksibilitas penyesuaian serta presisi genggaman yang sangat diandalkan saat bermanuver ekstrem.

    Btw…Guna melengkapi sektor keamanan tangan biker, Suzuki menawarkan Lever Guards (pelindung tuas rem dan kopling) masing-masing seharga 27.500 Yen atau sekitar Rp3,14 juta. Perangkat ini berfungsi mencegah risiko tuas tertekan secara tidak sengaja akibat benturan dengan pengendara lain, sekaligus meminimalisir kerusakan fatal pada tuas apabila terjadi insiden rebah ringan. Tidak ketinggalan, sepasang Handlebar Ends (jalu stang) seharga 19.800 Yen (sekitar Rp2,26 juta) turut dihadirkan untuk meredam getaran sekaligus mempermanis detail ujung kemudi.

    Menariknya, meski berstatus sebagai motor supersport murni, Suzuki sangat memahami bahwa banyak pemilik GSX-R1000R yang gemar melakukan perjalanan jauh (touring). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pabrikan menyediakan lini Tank Bag berkapasitas variabel.

    Pilihan ukurannya meliputi versi besar (11–15 liter) seharga 28.050 Yen atau sekitar Rp3,20 juta, serta versi kecil (5–9 liter) seharga 19.580 Yen atau sekitar Rp2,23 juta. Agar tas dapat terpasang dengan sempurna, dibutuhkan komponen tambahan berupa Tank Ring (Bracket) seharga 8.360 Yen atau sekitar Rp953 ribu. Dipadukan dengan sistem ring-lock khusus pada tutup tangki, tas ini dapat dipasang dan dilepas dengan mudah tanpa merusak lapisan bodi tangki motor.

    Last…Melalui kehadiran ragam aksesori resmi berbalut kualitas pabrikan ini, pemilik Suzuki GSX-R1000R diharapkan memiliki kebebasan penuh untuk mempersonalisasi tunggangan mereka—mulai dari memperkuat identitas balap hingga meningkatkan kenyamanan fungsional—tanpa pernah kehilangan esensi performa sejati. Sayang cak semua aksesories ini baru ada di Jepang. Apakah akan dieksport kenegara lain ? eropa terbuka…tapi kalau Indonesia sih jangan bermimpi. Tahu sendirilah hehehhe….(iwb)

  • Marquez hancurkan Aprilia di Misano…Poin Klasemen Motogp 2026 diambil alih !!

    Marquez hancurkan Aprilia di Misano…Poin Klasemen Motogp 2026 diambil alih !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Marc Marquez sukses merebut kemenangan gemilang dalam balapan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano, Minggu, yang mengantarkannya mengambil alih pimpinan klasemen sementara MotoGP 2026. Keberhasilan pebalap bintang asal Spanyol ini tak lepas dari drama lap pertama ketika pesaing terdekatnya, Marco Bezzecchi, secara mengejutkan mengalami kecelakaan saat memimpin jalannya race pada 2 tikungan awal…

    Sesi akhir pekan di Misano sebenarnya dikuasai oleh Bezzecchi sejak sesi kualifikasi. Tampil di hadapan publik pendukungnya sendiri, pebalap Aprilia tersebut mencetak sejarah dengan menembus batasan waktu di bawah 30 detik, mencatatkan lap time sensasional 1:29,982 untuk merebut pole position. Sementara itu, Marc Marquez mengamankan posisi start kedua dengan catatan waktu 1:30,180 atau terpaut 0,198 detik di belakang Bezzecchi. Fermín Aldeguer melengkapi baris terdepan di posisi ketiga dengan torehan 1:30,350, diikuti oleh Fabio Di Giannantonio di posisi keempat (1:30,386), Jorge Martín di posisi kelima (1:30,569), dan Luca Marini di tempat keenam (1:30,609).

    Ketika lampu start padam, Bezzecchi langsung melesat memanfaatkan pole position miliknya. Namun, tekanan ketat dari Marquez di tikungan pembuka (Turn 1) menciptakan persaingan sengit sejak meter pertama. Drama besar langsung terjadi di lap pembuka ketika Bezzecchi yang mencoba mempertahankan posisinya kehilangan kendali pada motornya dan mengalami kecelakaan parah. Crash pada kecepatan tinggi di Tikungan 13, yang meloloskan Marquez ke posisi memimpin di depan Martin. Namun kemudian Martin sukses nyalip Marquez di Tikungan 4 pada putaran ketujuh, dan berhasil membangun keunggulan lebih dari delapan persepuluh detik selama beberapa putaran berikutnya….

    Di belakang, Acosta dan Alex Marquez saling tukar posisi, dengan Alex yang akhirnya unggul kemudian mendekati dua pebalap terdepan. Menjelang awal lap 11, kecepatan Marquez kembali meningkat, dan ia mulai menekan Martin dan melancarkan serangan yang sukses merebut kembali pimpinan balapan di Tikungan 6 pada lap ke-12. Alex Marquez berhasil melewati Martin dua lap kemudian mulai mengejar Marc, yang unggul lebih dari satu detik di depan. Namun Marc Marquez tetap mampu bertahan dengan kokoh didepan…

    Masuk garis finish….Acosta berada di posisi ketiga, tertinggal 2,3 detik dari Marc, sementara Fermín Aldeguer berhasil overtake Martin turun ke posisi kelima. Martin terpaut 14,021 detik dari Marc Marquez saat bendera finis dikibarkan. Raul Fernandez finis di posisi keenam yang cukup jauh dengan Trackhouse Aprilia, sementara Fabio Di Giannantonio dari VR46 kesulitan di posisi ketujuh di depan Enea Bastianini, Luca Marini dan Fabio Quartararo. Johann Zarco (LCR) mengalami kecelakaan di detik-detik akhir, sementara Jack Miller (Pramac), Pecco Bagnaia (Ducati), dan Diogo Moreira (LCR) juga terjatuh. Alex Rins (Yamaha) dan Joan Mir (Honda) masuk ke pit dan memilih retire (gagal finis).

    Last…Kemenangan mutlak ini melengkapi akhir pekan yang nyaris sempurna bagi Marquez, yang sehari sebelumnya juga sukses mengamankan kemenangan dalam sesi Sprint Race di sirkuit yang sama. Tambahan 38 poin penuh tersebut memiliki arti sangat krusial bagi ambisi perebutan gelar juara dunia musim ini, mengingat ia berhasil menduduki puncak klasemen kejuaraan untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Dominasi Marquez sepanjang akhir pekan di Misano memperlihatkan kematangan taktik dan performa kompetitifnya, sekaligus membuktikan betapa tipisnya margin kesalahan di kelas premier yang mampu mengubah total peta persaingan titel juara dunia….(iwb)

    2026 Misano MotoGP – Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 41m 13.013s
    2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.657s
    3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +2.326s
    4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +6.027s
    5 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +14.021s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +18.252s
    7 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +20.581s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +20.858s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +22.911s
    10 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +23.229s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +23.905s
    12 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +28.031s
    13 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +28.927s
    14 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +31.792s
    Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) DNF
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) DNF
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) DNF
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
    Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* DNF
    Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) DNF
    Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
  • Breaking !! Honda Rilis New CB1300 Super Boldór Final Edition…Good Bye Legend !

    Breaking !! Honda Rilis New CB1300 Super Boldór Final Edition…Good Bye Legend !

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..dunia permotoran kembali dikejutkan oleh langkah besar dari pabrikan berlogo sayap mengepak, Honda. Melalui lini motor sport legendaris yang telah menemani para pengendara sejak tahun 1992, Honda secara resmi memperkenalkan model penutup dari seri ikonik mereka, yaitu Honda CB1300 Super Bold’or Final Edition / SP. Kehadiran edisi spesial ini sekaligus menjadi tanda penghormatan terakhir bagi salah satu sport tourer bermesin 4-silinder paling disegani di dunia.

    Sebagai model penutup tirai (Final Edition), Honda merilis dua varian utama yang masing-masing membawa karakter visual serta performa tingkat tinggi. Varian paling puncaknya adalah CB1300 Super Bold’or SP, yang tampil memukau dengan balutan warna Pearl Sunbeam White. Skema warna ini dirancang untuk membangkitkan memori masa lalu, mengingatkan para pecinta motor pada era kejayaan awal keluarga CB.

    Tidak hanya sekadar estetika, varian SP ini benar-benar memanjakan pengendara lewat sektor kaki-kaki papan atas. Honda membenamkan sistem suspensi premium buatan Öhlins serta perangkat pengereman mumpuni dari Brembo, yang menjanjikan pengalaman berkendara jauh lebih stabil, responsif, dan presisi di berbagai kondisi jalan.

    Sementara itu, bagi pengendara yang menyukai tampilan lebih gelap, misterius, dan garang, Honda menyediakan varian Final Edition standar dalam balutan warna Graphite Black. Warna hitam pekat ini mempertegas garis bodi kekar khas motor berkapasitas mesin besar. Sebagai pembeda utama dan penanda eksklusivitas, kedua varian ini sama-sama disematkan stiker khusus bertuliskan “Final Edition” tepat di atas tangki bahan bakar, menegaskan statusnya sebagai barang buruan kolektor.

    Di balik tampilannya yang elegan dan berwibawa, Honda CB1300 Super Bold’or dibekali dapur pacu bertenaga besar yang siap melibas perjalanan jauh. Motor ini mengandalkan mesin 4-tak, 4-silinder segaris, DOHC, berpendingin cairan dengan kapasitas murni 1.284cc. Konfigurasi mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga 113 PS (83 kW) pada putaran 7.750 rpm, serta torsi puncak mencapai 112 N·m pada 6.250 rpm.

    Dipadukan dengan transmisi 6-percepatan dan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 21 liter, motor ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan tingkat tinggi saat melakukan perjalanan jauh (long-distance touring). Desain half-faired (setengah fairing) yang diusungnya terbukti sangat efektif dalam membelah angin, mengurangi kelelahan pengendara di jalan tol maupun rute lintas provinsi.

    Last…bagi para kolektor maupun loyalis lini CB yang ingin meminang sejarah otomotif ini, Honda membanderol kedua model dengan harga yang sepadan dengan eksklusivitasnya. Varian standar Final Edition dipasarkan seharga 1.837.000 Yen atau Sekitar Rp209,3 jutaan , sementara varian tertinggi SP dilepas ke pasar dengan harga 2.211.000 Yen (sudah termasuk pajak) Sekitar Rp251,9 juta. Dengan berakhirnya masa produksi lini ini, Honda CB1300 Super Bold’or Final Edition akan dikenang bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebuah mahakarya penutup dari era keemasan motor besar konvensional ber-cc besar yang sarat akan emosi dan sejarah kejayaan roda dua. Good Bye Legend ! (iwb)