Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”

Written by

in

,
Screenshot

Iwanbanaran.com – Cakkkk… drama Silverstone Inggris benar-benar menjadi ujian berat bagi sang Juara Dunia 8 kali, Marc Marquez! Datang dengan modal apik usai double victory di Sachsenring dan hanya tertinggal 18 poin dari puncak klasemen, Marc justru kudu gigit jari usai terseok-seok dan cuma mampu finish di posisi ke-7. Imbasnya, jarak poin di klasemen kini membengkak jadi 40 poin dari Jorge Martin, cakkk!

Marc sendiri blak-blakan usai balapan dan nggak mau cari-cari alasan. Doi mengakui kalau di Silverstone kemarin, paket motor maupun ban sebenarnya bekerja dengan cukup baik, tapi masalah utamanya justru datang dari performa dirinya sendiri!

“Motor bekerja dengan baik, ban juga oke. Hanya saja hari ini aku nggak menemukan cara untuk tampil lebih baik. Posisi ketujuh ini adalah sesuatu yang secara teori memang sudah bisa diprediksi. Hasil paling optimistis ya Top 5, tapi kita tidak bisa mengelolanya dengan baik dan akhirnya finish ke-7,” ujar Marquez gamblang.

Cak, yang menarik adalah ketegasan Marc saat ditanya apa masalah utamanya hingga bisa disalip sang adik, Alex Marquez, bahkan calon rekan satu timnya di Ducati, Pedro Acosta. Dengan singkat dan tanpa tendeng aling-aling Marc menjawab: “Diriku sendiri!”

Doi merasa kondisi fisiknya pasca cedera bahu masih terus perlu dikelola, terutama soal daya tahan (endurance) saat balapan berlangsung lama. Marc juga mengakui kalau sang adik, Alex Marquez, memang tampil jauh lebih jempolan di trek Silverstone. “Bahkan tahun lalu saat aku di performa terbaik pun, Alex memang lebih kencang dariku di sirkuit ini. Alex naik motor dengan sangat bagus dan dia lebih cepat dari kami, padahal motor kami sama,” tambahnya.

Lalu gimana soal persaingan gelar juara dunia yang makin menjauh? Nah ini dia cakk, mentalitas The Baby Alien memang rada beda sekarang. Doi memilih realistis dan ogah memaksakan diri kalau situasinya nggak memungkinkan.

“Kemarin aku ada masalah besar dengan daya tahan ban sprint dan finish ke-9. Hari ini, aku merasa memang tidak mungkin untuk bertarung dengan pebalap lain. Ya sudah, aku tidak bertarung. Memang begitu keadaannya. Aku sudah cukup bertarung sepanjang karirku. Aku bakal bertarung saat merasa enak, tapi kalau lagi nggak enak, aku cuma ingin tetap bertahan di atas motor,” tegas Marc.

Bahkan doi menambahkan kalau gelar Juara Dunia tambahan nggak akan mengubah jalan hidupnya kelak. “Targetku sekarang adalah menikmati di atas motor. Gelar juara dunia tidak akan mengubah masa depanku. Ambisiku tetap sama, pendekatan tiap akhir pekan balapan juga sama, tapi harus selalu realistis dan jangan terburu-buru,” pungkasnya.

Yup… lugas dan bijak banget cakk! Marc sadar betul kapan harus menekan dan kapan harus main aman demi selamat sampai garis finish. Menariknya, seri berikutnya bakal berlangsung di Aragon—sirkuit ‘makanan empuk’ Marc Marquez tempat doi pernah menyapu bersih kemenangan. Akankah Si Semut dari Cervera bangkit mengamuk di Aragon? Kita tunggu saja aksi lanjutannya cakk! (iwb)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *