Category: Motogp

  • Moto3 FP1 Hongaria : Veda Melesat ke 2 tempel Quiles…ediann kencang cakkk !!!

    Moto3 FP1 Hongaria : Veda Melesat ke 2 tempel Quiles…ediann kencang cakkk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kebangkitan luar biasa ditunjukkan oleh pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada rangkaian Moto3 Hungaria 2026. Setelah sempat kesulitan dan terdampar di posisi buncit pada sesi awal, pembalap andalan Honda Team Asia ini mengamuk di sesi berikutnya dengan berhasil mengamankan posisi kedua sebagai pembalap tercepat. Yuppp…Veda Melesat ke 2 tempel Quiles…ediann kencang cakkk !!!

    Lompatan performa yang drastis di Sirkuit Balaton Park ini membuktikan mentalitas baja serta kejelian Veda dan timnya dalam merombak pengaturan (set-up) motor Honda NSF250RW miliknya. Veda Ega Pratama sukses membukukan waktu putaran terbaiknya di angka 1 menit 46,653 detik. Catatan impresif ini menempatkannya tepat di bawah sang pemuncak sesi, Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team), yang menjadi satu-satunya pembalap di angka 1 menit 46,292 detik.

    Veda hanya terpaut +0,361 detik dari Quiles. Jarak yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa “bocah ajaib” asal Gunung kidul tersebut sudah berhasil menemukan racing line yang ideal dan titik pengereman yang tepat di sirkuit sepanjang 4,08 kilometer yang baru pertama kali dikunjungi oleh para pembalap Moto3 ini.

    Berikut adalah gambaran sengitnya persaingan di posisi 5 besar sesi tersebut:

    Pos Rider Tim Waktu Gap 1st
    1 M. Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:46.292
    2 V. Pratama Honda Team Asia 1:46.653 +0.361
    3 D. Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:46.684 +0.393
    4 D. Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:46.775 +0.477
    5 J. Kelso GRYD Racing 1:46.836 +0.536

    Keberhasilan Veda menembus posisi kedua ini terasa semakin manis karena ia mampu mengasapi pembalap-pembalap yang menjadi rival langsungnya di papan atas klasemen. Adrian Fernandez (Leopard Racing) harus puas tertahan di posisi ke-7 dengan waktu 1:46,918 detik, sementara Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) terlempar ke posisi 13.

    Bahkan, Brian Uriarte yang baru saja terkena sanksi diskualifikasi dari balapan sebelumnya, tampak masih kesulitan beradaptasi dengan sirkuit baru ini dan terpuruk di posisi ke-18 dengan catatan waktu 1:47,383 detik.

    Sementara itu, rekan satu tim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, tampaknya masih mencari bentuk permainan terbaiknya akhir pekan ini dan berada di posisi ke-25.

    Last…Hasil ini menjadi modal yang luar biasa bagi Veda Ega Pratama menjelang sesi kualifikasi resmi (QP) dan balapan utama. Kemampuan adaptasi kilat dari posisi paling belakang langsung melesat ke posisi ke-2 dalam waktu singkat menegaskan statusnya sebagai salah satu rookie paling berbahaya di Moto3 musim 2026. Jika performa konstan dan manajemen ban pada sektor teknis Balaton Park dapat dipertahankan, peluang Veda untuk meraih front row (baris depan) saat start dan mengincar podium pertamanya musim ini di GP Hungaria kini terbuka sangat lebar. Jalur Merah Putih berkibar di Hungaria sudah berada di depan mata! Gazz vedaaa !! (iwb)

  • Kejutan….Marc Marquez Melesat di FP1 Hongaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Kejutan….Marc Marquez Melesat di FP1 Hongaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Maju ke Sirkuit Balaton Park untuk putaran ketujuh kejuaraan dunia MotoGP 2026, sirkuit yang terkenal dengan desainnya yang berliku dan teknis ini menyuguhkan aksi pembuka yang mendebarkan. Meskipun masih dalam fase pemulihan setelah operasi bahu baru-baru ini, juara bertahan Marc Marquez membuktikan statusnya sebagai pembalap yang sulit ditandingi dengan mendominasi sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Grand Prix Hongaria. Marc Marquez Terkencang di FP1 Hungaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Sebelum aksi dimulai, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) sempat merendah dan menyatakan bahwa peluangnya untuk menang akhir pekan ini cukup tipis. Hal ini mengingat ia masih membangun kembali kekuatan fisiknya setelah operasi pengangkatan sekrup dan serpihan tulang di bagian bahunya.

    Namun, pemenang GP Hongaria tahun lalu ini justru memamerkan performa yang sangat meyakinkan sepanjang sesi 45 menit tersebut. Hanya menggunakan satu set ban jenis medium dari awal hingga akhir, Marquez mencatatkan waktu tercepat 1:38.626s pada menit-menit pertengahan sesi. Kecepatan luar biasa di sektor pertama yang didominasi tikungan kiri, serta kelincahannya di area chicane sektor ketiga, membuat posisinya nyaman di tempat teratas hingga bendera finis dikibarkan.

    Di belakang Marquez, pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, terus menjaga momentum positifnya setelah kemenangan Tissot Sprint di Mugello minggu lalu. Fernandez membuat kejutan pada detik-detik terakhir dengan mencatatkan waktu 1:38.795s, hanya selisih 0.169s di belakang Marquez, sekaligus mengamankan posisi kedua.

    Pembalap muda sensasi Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, yang sempat memimpin catatan waktu pada awal sesi dengan keunggulan cukup telak, harus puas berada di tempat ketiga dengan waktu 1:38.924s. Acosta dan Marquez menjadi dua pembalap paling menonjol yang menunjukkan ritme balap (race pace) yang sangat konsisten sepanjang sesi pagi tersebut.

    Gresini Ducati yang diwakili oleh Fermin Aldeguer menyelesaikan sesi di tempat keempat, ditempel ketat oleh pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio di posisi kelima. Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, menduduki tempat keenam dengan selisih 0.615s dari waktu tercepat.

    Melengkapi daftar 10 pembalap terbaik adalah Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) di tempat ketujuh, Luca Marini yang membawa kebangkitan kecil untuk Honda HRC di tempat kedelapan, pemimpin klasemen sementara Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di tempat kesembilan, dan bintang WorldSBK Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha) yang melesat ke posisi ke-10 setelah sempat terlibat insiden kecil menabrak bagian belakang motor Ogura di awal sesi.

    Sementara itu, penantang utama gelar juara, Jorge Martin (Aprilia Racing), memulai akhir pekan dengan lambat dan harus puas berada di posisi ke-12.

    Daftar Pembalap Pengganti

    Sesi kali ini juga diwarnai beberapa perombakan pembalap akibat cedera parah pasca-Catalunya bulan lalu:

    • Cal Crutchlow kembali bertugas menggantikan Johann Zarco di LCR Honda.

    • Iker Lecuona, yang saat ini bersaing ketat di ajang WorldSBK, dipanggil oleh tim Gresini untuk menggantikan Alex Marquez yang terpaksa absen.

    Last….Sesi FP1 yang relatif bersih dari insiden besar ini menjadi modal positif untuk akhir pekan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Akankah Marquez mempertahankan kecepatannya di FP2 dan kualifikasi cak ? Atau Aprilia yang akan bangkit seperti biasa? Kita nantikan saja sesi selanjutnya…Goo Marquezz !! (iwb)

    Hasil Resmi FP1 GP Hongaria 2026 (Balaton Park):

    Pos. Pembalap Tim / Motor Waktu / Selisih
    1 Marc Marquez (ESP) Ducati Lenovo Team (GP26) 1:38.626s
    2 Raul Fernandez (ESP) Trackhouse Racing (Aprilia) +0.169s
    3 Pedro Acosta (ESP) Red Bull KTM Factory Racing +0.298s
    4 Fermin Aldeguer (ESP) Gresini Racing (Ducati) +0.472s
    5 Fabio Di Giannantonio (ITA) Pertamina Enduro VR46 (Ducati) +0.532s
    6 Francesco Bagnaia (ITA) Ducati Lenovo Team (GP26) +0.615s
    7 Ai Ogura (JPN) Trackhouse Racing (Aprilia) +0.639s
    8 Luca Marini (ITA) Honda HRC Castrol +0.726s
    9 Marco Bezzecchi (ITA) Aprilia Racing +0.742s
    10 Toprak Razgatlioglu (TUR) Prima Pramac Yamaha MotoGP +0.772s
  • Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, secara blak-blakan mengungkap kelemahan terbesar Ducati saat ini. Menurutnya, masalah tersebut sudah terlihat sejak Jorge Martin pertama kali mengendarai Aprilia pada tes Barcelona 2024. Pernyataan ini muncul setelah Pecco Bagnaia berhasil meraih podium pertama musim ini di Mugello. Dalam video Inside Ducati, Bagnaia mengakui bahwa peningkatan di bagian depan motor dicapai dengan menggeser beban ke depan. “Kami telah mengambil langkah maju… Dengan menggeser beban ke depan, kami telah meningkat.” serunya. Yup…Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Di Giannantonio, yang saat ini menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen (ketiga), menjelaskan mengapa bagian depan Desmosedici menjadi masalah kronis.

    “Ini bukan rahasia sama sekali. Saat Martin bergabung dengan Aprilia, jika Anda ingat tes di Barcelona, komentar pertamanya adalah ‘bagian depannya luar biasa’. Saya pikir itulah yang kurang dari kami saat ini.”

    Ia menjelaskan perbedaan filosofi antara Ducati dan Aprilia:

    Aspek Ducati Aprilia
    Masuk tikungan Mengandalkan ban belakang untuk berputar Sangat presisi, menggunakan ban depan
    Keluar tikungan Semua dilakukan dengan ban belakang Baru menggunakan ban belakang
    Konsekuensi Jika manajemen ban belakang gagal, pace drop drastis Lebih konsisten karena ban depan tidak cepat aus

    “Saya melakukan seluruh balapan Mugello dengan menghemat ban belakang, tapi sepuluh kali ban depan hampir close. Anda perlu mengambil banyak risiko dengan ban depan. Sementara Aprilia jauh lebih presisi. Di tahun-tahun ketika Ducati unggul dari kompetisi di banyak area, sekarang kompetisi bekerja dan dalam beberapa hal setara dengan kami. Jadi sekarang karena kami memacu motor ke batas sebenarnya, bagian depan menjadi titik kritis dan menjadi lebih terlihat. Karena kami tidak pernah banyak berubah di bagian depan, itu sudah menjadi titik lemah kecil kami. Jika Anda ingat, Pecco di Austin 2023 mengatakan motornya terlalu bagus, lalu tiba-tiba ia kehilangan bagian depan. Dia tidak pernah mengerti mengapa. Saya, Pecco, dan terkadang tahun lalu Marc juga berjuang dengan bagian depan. Marc tentu luar biasa, tapi dia akan jatuh dengan bagian depan tanpa mengetahuinya. Itu selalu menjadi motor yang super, paketnya luar biasa, tapi bagian depan selalu menjadi hal yang perlu dipikirkan.” serunya…

    Dari tujuh balapan utama musim ini, Ducati hanya memenangkan dua (Alex Marquez di Jerez, Di Giannantonio di Catalunya). Lima lainnya dimenangkan Aprilia, termasuk Mugello akhir pekan lalu.

    Di Giannantonio mengakui bahwa Aprilia saat ini memiliki keunggulan.

    “Saya tidak mengatakan kami tidak punya peluang. Tentu motor kami luar biasa dan kami bisa bertarung dengan Aprilia, tapi saat ini mereka memiliki sesuatu yang lebih dari kami. Aprilia mengerem dengan depan dan menggunakan belakang untuk keluar tikungan. Kami melakukan semuanya dengan belakang. Jadi jika, kadang-kadang, Anda tidak mengelola ban belakang, Anda bisa mengalami penurunan drastis.”

    Di Giannantonio datang ke Balaton Park (GP Hungaria) dengan tertinggal 39 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia) dan 22 poin dari Jorge Martin (Aprilia). Ia menjadi satu-satunya harapan Ducati untuk mengejar ketertinggalan di kejuaraan, mengingat Bagnaia dan Marquez masih kesulitan performa.

    Pernyataan Di Giannantonio ini adalah “alarm” bagi insinyur Ducati di Borgo Panigale. Kelemahan di bagian depan sudah menjadi rahasia umum, tetapi sekarang kompetitor (Aprilia) sudah menemukan cara mengeksploitasinya.

    Last…Jika Ducati tidak segera menemukan solusi untuk meningkatkan presisi dan feeling bagian depan, musim 2026 bisa menjadi tahun di mana dominasi mereka benar-benar runtuh. Sementara itu, Aprilia terus melesat dengan paket yang lebih seimbang. Pertanyaan besarnya: Mampukah Ducati memperbaiki masalah ini di tengah musim, atau mereka sudah fokus ke proyek 850cc untuk 2027? Kita lihat di seri Hungaria setelah ini cak….(iwb)

  • BREAKING NEWS: Hasil GP Catalunya Dibatalkan, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi…Veda Ega Melesat !!!

    BREAKING NEWS: Hasil GP Catalunya Dibatalkan, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi…Veda Ega Melesat !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….`KTM Ajo Mrongos tenan cak-cakkk. Kabar mengejutkan datang dari paddock Moto3 menjelang gelaran Grand Prix Hungaria. Panel Pengawas Balapan FIM (FIM MotoGP Stewards Panel) secara resmi menjatuhkan hukuman diskualifikasi total kepada pembalap muda Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, dari seluruh sesi Kualifikasi 2 (Q2) dan balapan utama seri CatalanGP yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya beberapa waktu lalu. Keputusan berat ini diambil setelah hasil uji laboratorium independen mengonfirmasi adanya pelanggaran teknis fatal terkait regulasi pelumas (oli) pada motor KTM milik pembalap asal Spanyol tersebut. Keputusan ini membawa berkah pada Veda karena kini posisinya melesat menjadi Rookie of The Year !! (more…)

  • Alex Rins Buka Suara Soal Masa Depan di Yamaha…”Aku Dikhianati, Tapi Belum Menyerah” !!

    Alex Rins Buka Suara Soal Masa Depan di Yamaha…”Aku Dikhianati, Tapi Belum Menyerah” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia MotoGP dikejutkan dengan kabar bahwa Alex Rins tidak akan melanjutkan kariernya bersama Yamaha di musim depan. Keputusan ini membuat pembalap asal Spanyol itu harus mencari peluang baru di tengah pasar pembalap yang semakin kompetitif. Dalam wawancara eksklusif dengan media Italia, Rins mengungkapkan kekecewaan dan rasa frustrasinya selama berseragam pabrikan Iwata. “Saya Kaget Hanya Tiga Balapan Mereka Sudah Ambil Keputusan” keluhnya….

    Rins mengakui bahwa momen terberat adalah ketika ia mendengar kabar bahwa Yamaha tidak akan memperpanjang kontraknya.

    “Ini adalah periode yang sulit sejak saya tahu tidak akan melanjutkan bersama Yamaha,” ujar Rins.

    Ia mengenang awal kedatangannya yang penuh harapan. Saat menandatangani kontrak, ia masih bersama LCR Honda dan merasa percaya diri. Yamaha datang membawa prospek menarik, dan Rins melihat potensi besar di sana.

    Namun, transisi dari mesin inline-4 Honda ke V4 Yamaha ternyata tidak mulus.

    “Saya terkejut bahwa setelah hanya tiga balapan, mereka sudah mengambil keputusan tentang masa depan saya. Saya sudah sepenuhnya berkomitmen kepada mereka,” keluhnya, menyiratkan rasa dikhianati.

    “Tanpa Ducati atau Aprilia, Kami Dilupakan”

    Rins tidak ragu menyuarakan ketimpangan kompetitif di MotoGP saat ini.

    “Tahun lalu, mustahil menang tanpa Ducati. Sekarang Aprilia tampil luar biasa. Ducati mungkin menghadapi beberapa tantangan, tapi tetap kompetitif. Rasanya tanpa motor itu, kami dilupakan. Keajaiban tidak mungkin terjadi; kami harus bekerja dengan motor yang kami miliki.”

    Pernyataan ini menjadi kritik tajam terhadap ketimpangan performa antar pabrikan di era MotoGP modern. Rins merasa bahwa bakat dan kerja keras seringkali tidak cukup ketika motor yang dikendarai tidak kompetitif.

    “Saya Masih Alex yang Dulu”

    Meskipun tiga tahun terakhir penuh pasang surut, Rins menegaskan bahwa dirinya tidak berubah.

    “Saya masih Alex yang sama yang dulu bisa memenangkan balapan dan naik podium.”

    Cedera serius di kaki sempat menjadi momok yang menghambat performanya. Namun, Rins mengaku belajar banyak selama masa pemulihan. Ia bahkan mendirikan klinik rehabilitasi yang ia gunakan sendiri untuk pulih.

    “Setelah cedera serius seperti yang saya alami di kaki, sulit untuk kembali lebih kuat. Tapi saya telah belajar banyak. Jika saya merasa sudah tidak bisa tampil lagi, saya akan mempertimbangkan pensiun. Tapi sejujurnya, saya masih merasa seperti berusia 24 tahun, bukan 30 tahun.”

    Pernyataan ini menunjukkan tekad luar biasa. Rins tidak siap menyerah.

    Opsi dan Masa Depan

    Dengan pintu Yamaha tertutup, Rins harus mencari tim baru. Spekulasi yang beredar:

    • Kemungkinan kembali ke Honda, tetapi kursi di LCR terisi dan tim pabrikan sudah penuh.

    • Pindah ke tim satelit Aprilia (Trackhouse) jika salah satu pembalapnya hengkang.

    • Atau bergabung dengan tim KTM yang kemungkinan akan berekspansi.

    Satu hal yang pasti: Rins ingin membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing. Pengalamannya meraih kemenangan di MotoGP, termasuk kemenangan spektakuler di Silverstone 2019 dan Phillip Island 2022, menjadi modal berharga.

    Last…Alex Rins mungkin tersingkir dari Yamaha cak, tetapi kariernya di MotoGP belum berakhir. Dengan tekad baja dan pengalaman panjang, ia masih layak diperhitungkan. Yang ia butuhkan hanyalah motor kompetitif dan tim yang percaya padanya. Pertanyaannya sekarang: Tim mana yang akan memberinya kesempatan kedua? Kita akan segera tahu dalam beberapa minggu ke depan di tengah hiruk-pikuk pasar pembalap MotoGP 2027 cak….(iwb)

  • MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…Yealahhhh !!

    MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…Yealahhhh !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… Ada kabar panas nan mbeledos dari jagad balap kasta tertinggi, MotoGP! Baru saja ada update regulasi yang bikin peta persaingan musim depan bakal berubah total. Komisi Grand Prix resmi mengetok palu soal aturan wildcard dan tekanan ban yang selama ini jadi bahan perdebatan panas para pembalap. MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…lahhhh !!

    Mulai musim depan, Dorna dan FIM resmi melarang penggunaan entri wildcard bagi pabrikan yang masuk dalam kategori konsesi tertentu. Aturan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan kompetisi (balance of performance). Jadi, jangan harap kita bakal sering melihat pembalap penguji legendaris macam Dani Pedrosa atau Casey Stoner (kalau dia mau balik) tiba-tiba nongol di grid jika pabrikan mereka sudah dianggap terlalu dominan. Wildcard sekarang hanya diprioritaskan bagi pabrikan yang memang butuh bantuan teknis lebih untuk mengejar ketertinggalan. Strategi pabrikan buat “curi-curi” data lewat balapan langsung sekarang jadi makin sempit ruang geraknya, cak!

    Saat ini, aturan wildcard sangat bervariasi tergantung pada peringkat konsesi pabrikan:

    • Rank A (Ducati): Sudah dilarang total

    • Rank D (terbawah): Diizinkan hingga 6 wildcard per musim

    Wildcard biasanya digunakan oleh pembalap uji (test rider) untuk menguji komponen baru atau mengumpulkan data balapan tambahan. Namun, mulai 2027, tidak ada satupun peringkat konsesi yang diizinkan menurunkan wildcard.

    Alasan utama di balik keputusan ini kemungkinan terkait dengan kapasitas produksi. Pabrikan sedang berjuang untuk memproduksi cukup banyak motor 850cc baru untuk pembalap reguler mereka. Menambah beban dengan kewajiban menyediakan motor wildcard akan memberatkan.

    KTM Ingin Mempertahankan Wildcard, Tapi Kalah Suara

    KTM adalah salah satu pabrikan yang ingin mempertahankan atau bahkan memperluas jatah wildcard ke 2027, bukan menghapusnya. Hal ini kemungkinan terkait dengan kekhawatiran KTM kehilangan tim satelit Tech3 dan hanya memiliki dua motor di grid.

    Dengan disahkannya larangan ini, bisa diartikan bahwa KTM kemungkinan besar akan memiliki tim satelit pada 2027 —karena jika tidak, mereka akan sangat dirugikan dengan hanya dua motor. Spekulasi yang beredar, Tech3 bisa beralih ke Honda atau pabrikan lain.

    Mengapa Wildcard Langka di Sisa Musim 2026?

    Untuk sisa musim 2026, hampir pasti tidak akan banyak wildcard lagi. Alasannya sederhana: wildcard dengan motor 1000cc tidak akan diizinkan ketika motor 850cc sudah mulai diuji dan dikembangkan.

    Tim dan pabrikan akan sepenuhnya beralih ke pengembangan motor 850cc sekitar musim panas 2026. Tidak ada manfaat berarti yang bisa diperoleh dengan menurunkan motor 1000cc di seri-seri akhir musim, karena data yang dihasilkan tidak akan relevan untuk motor 850cc.

    Wildcards will remain permitted in Moto2 and Moto3.

    Artinya, larangan ini hanya berlaku untuk kelas premier MotoGP. Kelas Moto2 dan Moto3 masih mengizinkan entri wildcard.

    Aturan Tekanan Ban Tetap, Tapi dengan Perubahan

    Keputusan lain yang diumumkan adalah bahwa aturan pemantauan tekanan ban akan tetap berlaku.

    Namun, ada perubahan penting yang membuatnya tidak seburuk yang dibayangkan:

    Aspek Saat Ini (Michelin) Mulai 2027 (Pirelli)
    Waktu pengecekan Setelah balapan (post-race) Sebelum balapan (pre-race)
    Sanksi Penalti pascabalapan (penambahan waktu) Kemungkinan penalti sebelum start
    Referensi Mirip aturan di WorldSBK

    Dengan Pirelli sebagai pemasok ban tunggal mulai 2027, pengecekan tekanan ban akan dilakukan sebelum balapan—mirip dengan aturan yang sudah diterapkan di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK). Ini akan mengurangi drama sanksi pascabalapan yang selama ini kontroversial.

    Perubahan Prosedur Start yang Tertunda

    Komisi Grand Prix juga menyetujui penyempurnaan kecil pada prosedur start yang tertunda (delayed start). Waktu hitung mundur sebelum restart diperpanjang dari 3 menit menjadi 5 menit. Ini memberi tim lebih banyak waktu untuk bersiap jika balapan dihentikan dan diulang.

    Ringkasan Keputusan

    Keputusan Detail
    Wildcard MotoGP Dihapus total mulai 2027, untuk semua peringkat konsesi
    Wildcard Moto2/3 Tetap diizinkan
    Aturan tekanan ban Tetap, tetapi dengan pengecekan pre-race oleh Pirelli
    Prosedur start tertunda Hitung mundur diperpanjang dari 3 ke 5 menit

    Last….Larangan wildcard adalah langkah pragmatis di era transisi ke 850cc. Pabrikan sudah kewalahan dengan produksi motor baru untuk pembalap utama—menambah wildcard hanya akan memperburuk situasi. Bagi KTM, keputusan ini mungkin pahit, tetapi kabar bahwa mereka kemungkinan akan memiliki tim satelit di 2027 (mungkin Tech3 tetap bersama mereka, atau Honda, atau Aprilia) setidaknya memberikan kejelasan. Sementara itu, aturan tekanan ban yang tetap dipertahankan namun dengan mekanisme pre-race check dari Pirelli seharusnya mengurangi kontroversi dan sanksi pascabalapan yang selama ini membingungkan. Kita tunggu implementasinya di 2027 cak….(iwb)

  • MotoGP Italia : Aprilia Akui Puas “Hancurkan” Ducati di Mugello…!!

    MotoGP Italia : Aprilia Akui Puas “Hancurkan” Ducati di Mugello…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak dapat menyembunyikan rasa gembira dan bangganya setelah pabrikan asal Noale tersebut sukses mencetak kemenangan finis 1-2 yang dominan dalam gelaran Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello. Keberhasilan ini dinilai sebagai tamparan keras bagi rival utama mereka, Ducati, yang harus rela ditumbangkan di hadapan publik dan pendukung fanatik mereka sendiri. ” Ya…aku sangat puas..!! seru Rivola…

    Mugello selama ini dikenal sebagai ‘benteng pertahanan’ sekaligus markas keramat bagi Ducati. Namun, dalam balapan dramatis akhir pekan ini, jentera Aprilia RS-GP26 membuktikan bahwa peta kekuatan MotoGP kini mulai bergeser. Rivola ditanya apakah dirinya merasa puas bisa mengalahkan Ducati di tempat yang paling mereka kuasai…??

    “Puas bisa mengalahkan Ducati di kandang mereka? Ya, saya sangat senang dan puas! (Yeah, I’m thrilled!)” ujar Rivola sembari tersenyum lebar. “Menang di Italia selalu memberikan atmosfer yang luar biasa. Namun, melakukannya dengan finis di posisi 1-2 di Mugello—sirkuit yang sangat menuntut performa aerodinamis dan tenaga mesin yang besar—adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh tim di Noale. Kami tidak hanya sekadar kompetitif, tapi kami telah menetapkan standar baru,” tambahnya.

    Akhir pekan di Mugello akhir Mei kemarin memang sepenuhnya menjadi panggung milik Aprilia. Setelah berhasil menguasai baris terdepan (front-row lock) saat kualifikasi dan memenangi balapan Sprint lewat Raul Fernandez, puncaknya terjadi pada sesi balapan utama (Minggu, 31/5/2026). Kali ini giliran Marco Bezzecchi yang menunjukkan performa berkelas dunia.

    Bezzecchi, yang saat ini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia, sukses meredam tekanan awal dari andalan Ducati Lenovo, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Memasuki lap ke-14, Bezzecchi melakukan manuver berani menyalip Bagnaia di tikungan pertama dan langsung melesat di depan hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan 3,5 detik dari rekan setimnya, Jorge Martin.

    Hasil akhir balapan mengukuhkan Aprilia di podium 1-2, sementara Pecco Bagnaia (Ducati) harus puas menyelamatkan muka di podium ketiga setelah menerima perlawanan sengit di lap-lap akhir dari pembalap satelit Aprilia (Trackhouse), Ai Ogura.

    Last….kemenangan ini tidak hanya memperlebar jarak poin Bezzecchi di papan klasemen, tetapi juga mengirimkan sinyal bahaya bagi Ducati bahwa dominasi mutlak mereka dalam beberapa musim terakhir kini menghadapi ancaman paling serius. Rivola menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan Aprilia saat ini adalah stabilitas motor RS-GP26 yang mampu beradaptasi dengan cepat di berbagai karakter sirkuit. Selain itu, keharmonisan dan ketajaman duet pembalap baru mereka terbukti menjadi strategi jitu yang membuahkan hasil sangat manis untuk musim 2026 ini. Dengan kompetisi yang masih panjang, kemenangan di Mugello ini dipastikan menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi seluruh kru Aprilia Racing untuk terus menekan Ducati demi memburu takhta juara dunia MotoGP 2026….(iwb)

  • Iannone Menang di Mugello dan Tantang Casey Stoner: “Ayo Balapan Lagi! Motor Ini Tak Punya Elektronik”

    Iannone Menang di Mugello dan Tantang Casey Stoner: “Ayo Balapan Lagi! Motor Ini Tak Punya Elektronik”

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Andrea Iannone kembali menunjukkan taringnya. Setelah menerima penalti long-lap pada Race 1 King of the Baggers di Mugello, pembalap asal Italia itu bangkit dan mendominasi Race 2. Kemenangan ini menjadi yang pertamanya sejak ia menang di Aragon pada musim SBK 2024. Dalam konferensi pers usai balapan, Iannone tampak berseri-seri. Ia mengaku sangat bahagia dan terharu dengan dukungan luar biasa dari para penggemar. Yang paling menarik perhatian adalah pernyataan Iannone tentang motor yang dikendarainya saat ini. Ia justru menantang legenda MotoGP, Casey Stoner, untuk kembali turun balapan. “Motor ini hebat. Kami tidak punya aerodinamika, tidak punya elektronik. Mungkin Casey Stoner bisa balapan lagi,” kata Iannone dengan antusias….

    Andrea Iannone tidak buang-buang waktu: setelah menerima penalti long-lap di Balapan 1 melawan para pembalap kelas Baggers di Mugello, ia mendominasi balapan kedua dan kembali meraih kemenangan untuk pertama kalinya sejak kemenangannya di Aragon pada musim SBK 2024. Sesuai dengan kodratnya sebagai seorang pembalap murni, The Maniac memberikan segalanya, dan selama konferensi pers pasca-balapan, ia benar-benar terpancar kegembiraan dari wajahnya.

    “Setelah pagi ini, ketika saya tidak melihat bendera kuning itu, saya sempat berpikir, ‘Wah, kapan hari keberuntungan saya akan tiba?’” ujarnya. “Dan saya meyakinkan diri sendiri bahwa hari ini adalah harinya. Apa pun risikonya, saya akan mencoba membawa pulang kemenangan di Mugello. Kami melewatkan balapan pertama. Nasib buruk datang bertubi-tubi. Lalu bendera itu bahkan disebabkan oleh rekan setim saya sendiri. Saya sempat berpikir, ‘Sialan’.”

    “Saya bahagia. Ini luar biasa, dan saya sangat bersenang-senang. Melihat betapa banyak orang yang peduli pada saya itu lebih mengharukan daripada saat mengendarai motor. Kami berada di upper paddock, kami lebih dekat dengan para penggemar, dan melihat semua orang ini datang hanya untuk saya… untuk memeluk saya, untuk memberi tahu saya agar tidak menyerah. Seorang gadis memberi saya mawar buatan tangan ini dan menulis sebuah catatan yang membuat saya meneteskan air mata. Itu sangat indah. Saya bahagia orang-orang melihat fakta bahwa saya tidak pernah menyerah, fakta bahwa saya selalu bangkit kembali sambil tersenyum saat terjatuh. Itulah yang dia tulis kepada saya, dan itu benar-benar menyentuh hati saya karena itulah kenyataannya.”

    “Balapannya sangat sengit karena semua orang berkendara dengan sangat cepat, sama seperti di setiap kategori dan setiap kompetisi. Semua orang ingin menang, lalu, jika saya ada di sana… mereka berpikir, ‘kapan lagi momen seperti ini akan terjadi?’ Saya merasa seperti di rumah sendiri di sini. Saya ingin berterima kasih kepada Harley-Davidson atas dukungan mereka, Niti, Fabrizio Cecchini, dan semua orang yang mewujudkan hal ini, dan saya juga ingin berterima kasih kepada diri saya sendiri karena tidak pernah menyerah dalam perjuangan, karena memiliki gairah dan semangat untuk balapan.”

    “Motor ini hebat. Kami tidak punya aerodinamika, tidak ada elektronik. Mungkin Casey Stoner bisa balapan lagi. Saya akan bertanya padanya, ‘apakah kamu mau datang dan balapan lagi di sini bersama kami? Kami bersenang-senang di sini. Aku menunggumu!’ Dengan legenda seperti dia, mungkin Vale (Valentino Rossi) juga akan kembali. Tapi saya rasa pembalap lain tidak terlalu tertarik, meski begitu saya hanya sekadar melemparkan ide ini. Cukup satu balapan saja. Kita akan melakukannya di Phillip Island, jadi Casey tidak perlu bepergian terlalu jauh.” serunya…

    “Motor Ini Tidak Berhenti!”

    Iannone juga menjelaskan betapa uniknya karakter motor yang dikendarainya. Saat ditanya bagaimana cara mengerem di tikungan San Donato yang terkenal cepat di Mugello, jawabannya membuat geleng-geleng kepala.

    “Motor ini tidak berhenti! Saat kamu mulai mengerem dan motornya mulai melambat, buka matamu lebar-lebar, karena jika kamu melakukan semua itu dengan mata terbuka, rasanya tidak mungkin. Untuk sesaat, kamu harus memalingkan muka,” jelasnya.

    Ia juga menggambarkan bagaimana motor ini melaju dengan rentang putaran mesin yang sangat sempit, antara 3.000 hingga 6.000 rpm. Ban pun harus bekerja keras dan mengalami selip panjang. Terlepas dari segala tantangan, kemenangan ini terasa sangat istimewa bagi Iannone. Ia mengaku memikirkan segala perjuangannya saat melihat bendera finis dikibarkan.

    “Setiap kemenangan itu hebat, terlepas dari kategorinya. Menang itu selalu kerja keras, baik di MotoGP, Moto2, atau SBK. Tidak ada yang memberikan kemenangan cuma-cuma,” tegasnya.

    Last…Iannone, yang kini menjadi bagian dari keluarga Harley-Davidson, menutup dengan pernyataan bahwa ia masih sangat mencintai dunia balap. “Hari-hari terbaik dalam hidupku kuhabiskan di garasi sebagai anak kecil, mengerjakan skuter atau motorku. Ini adalah hidupku,” pungkasnya. Apakah tantangan Iannone akan ditanggapi oleh Casey Stoner caj ? Atau mungkinkan kita melihat balapan eksibisi antara Iannone, Stoner, dan Rossi di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab….(iwb)

  • Kabar bagus Pasca Mugello….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!

    Kabar bagus Pasca Mugello….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez finis di posisi ketujuh pada balapan utama MotoGP Italia, Minggu (31/5/2026). Ia kalah dalam duel sengit melawan Pedro Acosta (KTM) serta disalip Ai Ogura (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (Ducati) di lap-lap akhir. Namun, bagi Marquez, hasil akhir bukanlah segalanya. Ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: perasaan baru di lengannya setelah menjalani operasi ganda (bahu dan kaki). Betul cak….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!

    Dalam wawancara seusai balapan, Marquez mengungkapkan bahwa target utama operasi bahunya telah tercapai. Masalah mati rasa (numbness) yang selama ini mengganggunya tidak lagi terasa. Ia mengakui bahwa tidak ada yang bisa menjamin ia akan kembali seperti dulu. Tapi ia berjanji akan berusaha sekuat tenaga….

    “Bagi saya, yang terpenting adalah mati rasa itu tidak ada. Saya merasa memiliki perasaan baru di lengan. Ini yang paling penting dan itu adalah target dari operasi. Mulai sekarang, tidak masalah berapa 100 persen kemampuan saya. Saya akan mencoba mencapai 100 persen saya setiap hari. Saya akan mencoba memacu lengan ini hingga batasnya, dan kemudian kita lihat di mana saya bisa sampai. Tidak ada yang mengatakan saya akan kembali seperti dulu. Tapi saya akan mencoba. Anda tahu sisi mental saya.”

    Marquez mengaku tidak tahu bagaimana kondisi bahunya akan bertahan sepanjang akhir pekan. Ia hanya memaksakan diri hingga tubuh dan lengan kanannya berkata “berhenti”.

    “Faktanya, saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Saya hanya memberikan segalanya hingga tubuh dan lengan kanan saya berkata ‘oke, berhenti!’.”

    Ia mengingat momen ketika ia merasa sangat lelah dan melihat ke pit wall—masih tersisa sepuluh lap. Ada rasa frustrasi di sana, tetapi ia memilih untuk terus bertarung.

    “Saya tahu saya akan kalah dalam pertarungan itu, tapi saya berkata, ‘jika saya harus menjual kulit saya, saya akan menjualnya dengan mahal’. Kami memiliki pertarungan yang hebat dengan banyak pembalap, dan yang terpenting bagi saya adalah saya menyelesaikan seluruh akhir pekan, dan titik awal bagi saya adalah bahwa rehabilitasi di atas motor tidaklah buruk.”

    Marquez juga menyinggung cedera kakinya yang didapat di Le Mans. Ia meremehkan cedera tersebut dibandingkan dengan masalah bahunya.

    “Cedera kaki itu ‘peanuts’ (remeh temeh) dibandingkan dengan apa yang saya alami di bahu. Berbicara tentang cedera itu (kaki), saya sudah siap untuk balapan di Catalunya (jika tidak ada masalah bahu). Kaki kanan tidak 100 persen, tapi itu bukanlah batasan di atas motor.”

    Hasil finis P7 mungkin tidak spektakuler. Namun, pernyataan Marquez bahwa mati rasa di bahunya telah hilang adalah kabar luar biasa. Selama awal musim, ia mengaku mengendarai motor “hanya dengan satu setengah lengan” karena saraf radialnya tertekan oleh sekrup patah dari cedera lama. Kini, setelah sekrup tersebut diangkat, ia bisa mulai “membangun kembali” kekuatan dan kepercayaan dirinya. Mugello menjadi titik awal rehabilitasi yang sesungguhnya.

    Yang menarik cak, Marquez menunjukkan bahwa ia masih bisa bertarung sengit dengan pembalap top seperti Acosta, meskipun akhirnya kalah. Jika ia terus membaik, ia bisa menjadi ancaman serius di paruh kedua musim—meskipun gelar juara mungkin sudah terlalu jauh. Target Marquez ke depan: Bukan mengejar Bezzecchi, tetapi membangun kembali performa dan kebugarannya, satu balapan pada satu waktu. Goooo Marc !!! (iwb)

    2026 Italian MotoGP, Mugello – Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 40m 57.347s
    2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +3.559s
    3 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +5.098s
    4 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +5.132s
    5 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +5.453s
    6 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +7.467s
    7 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +10.762s
    8 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +14.644s
    9 Raul Fernandez*** SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +13.380s
    10 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +21.366s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +21.479s
    12 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +21.795s
    13 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +22.059s
    14 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +29.789s
    15 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +32.289s
    16 Toprak Razgatlioglu** TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +31.920s
    17 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +32.717s
    18 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +34.335s
    19 Michele Pirro ITA BK8 Gresini Ducati (GP25) +40.553s
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) DNF
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) DNF
    Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V) DNF
  • Pertempuran Mugello 2026: Veda Berjuang keras, Finis P8 Hanya Terpaut 1 Detik dari Juara !!

    Pertempuran Mugello 2026: Veda Berjuang keras, Finis P8 Hanya Terpaut 1 Detik dari Juara !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Seri ketujuh Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Mugello kembali menyajikan salah satu balapan paling menegangkan musim ini. Di tengah dominasi motor-motor bermesin KTM, pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), sukses mencuri perhatian lewat penampilan taktis dan penuh nyali untuk mengamankan posisi finis 10 besar. Yup Veda Ega Pratama, Finis P8 Hanya Terpaut 1 Detik dari Juara !!

    Berdasarkan data klasifikasi resmi….balapan sepanjang 17 lap ini berlangsung sangat rapat akibat efek slipstream konstan di lintasan lurus Mugello yang panjang. Veda Ega Pratama yang mengendarai motor nomor #54 berhasil finis di posisi ke-8 (P8). Pencapaian luar biasa terlihat dari margin waktu yang sangat tipis. Veda menyentuh garis finis dengan total catatan waktu yang hanya terpaut +1.081 detik dari sang pemenang balapan, Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo). Jarak yang sangat ketat ini membuktikan bahwa Veda sepanjang balapan terus berada di dalam rombongan utama (leading group) dan aktif bertarung memperebutkan podium hingga tikungan terakhir. Di belakangnya, Veda sukses menahan gempuran pembalap tangguh seperti Joel Kelso (P9) dan Jesus Rios (P10).

    Sirkuit Mugello dikenal memiliki lintasan lurus utama sepanjang 1.141 km yang menjadi tantangan besar bagi motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia dalam menandingi akselerasi KTM. Namun, data menunjukkan bahwa Veda mampu meminimalkan kelemahan tersebut dengan cerdik. Kecepatan puncak (Top Speed) tertinggi yang berhasil ditembus oleh Veda selama akhir pekan ini tercatat mencapai 244.3 km/jam. Melalui strategi penempatan posisi yang presisi dan pemanfaatan tow (curi angin) dari pembalap di depannya, Veda berhasil menjaga top speed motornya tetap setara dengan rombongan depan Honda lainnya (seperti Adrian Fernandez dan David Almansa), serta hanya kalah tipis dari catatan absolut motor KTM yang berada di kisaran 246–247 km/jam. Walaupun pada akhirnya Veda harus mengakui top speed Pini yang tembus 252,9 km/jam disaat Veda tembus 249,4km/jam..

    Kunci keberhasilan Veda menembus posisi 8 besar adalah konsistensi ritme balapnya yang sangat solid (pacing).

    • Konsistensi Lap: Mayoritas waktu putaran Veda berada di angka stabil 1 menit 56 detik rendah hingga 1 menit 55 detik tinggi.

    • Manajemen Ban Akhir Balapan: Keunggulan fisik dan manajemen ban Veda terlihat jelas pada 4 lap terakhir. Ketika performa cengkeraman ban mulai menurun drastis, Veda justru sukses mendobrak 1’55.991 detik pada lap 13…ini gilaaa. Kemampuan meredam degradasi ban ini memungkinkannya memenangi duel sengit melawan Joel Kelso tepat saat keluar dari tikungan terakhir, Bucine, menuju garis finis.

    Dengan finis di posisi ke-8, Veda Ega Pratama berhak membawa pulang 8 poin tambahan yang sangat berharga. Tambahan poin dari sirkuit Mugello ini memperkokoh posisi Veda di papan tengah klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Meskipun puncak klasemen masih dipimpin kuat oleh Maximo Quiles (yang pada balapan ini mengalami nasib sial dan hanya finis di posisi ke-11), keberhasilan Veda mencetak poin reguler di tanah Eropa secara beruntun menunjukkan grafik perkembangan yang terus menanjak tajam sebagai pembalap rookie.

    Last…GP Italia 2026 menegaskan kematangan Veda Ega Pratama di atas lintasan. Mampu finis dengan selisih waktu hanya 1.081 detik dari podium puncak di sirkuit teknis sekelas Mugello adalah bukti nyata bahwa talenta emas Indonesia ini memiliki kecepatan dan mentalitas yang setara dengan pembalap top Eropa lainnya. Putaran berikutnya di Litar Balaton Park, Hongaria, akan menjadi pembuktian lanjutan bagi Veda untuk terus mendekati podium impian. Gooo Vedaaa !! (iwb)

    Hasil Lengkap Balapan Moto3 GP Italia 2026 (Mugello)

    • P1  | Brian Uriarte (SPA) – Red Bull KTM Ajo [KTM] | Waktu: 33’07.801

    • P2 | Alvaro Carpe (SPA) – Red Bull KTM Ajo [KTM] | Selisih: +0.418

    • P3 | Hakim Danish (MAL) – AEON Credit – MT Helmets – MSI [KTM] | Selisih: +0.456

    • P4 | Adrian Fernandez (SPA) – Leopard Racing [HONDA] | Selisih: +0.482

    • P5 | Joel Esteban (SPA) – LEVEL UP – MTA [KTM] | Selisih: +0.842

    • P6 | Eddie O’Shea (GBR) – GRYD – MLav Racing [HONDA] | Selisih: +0.970

    • P7 | David Muñoz (SPA) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP [KTM] | Selisih: +1.069

    • P8 🇮🇩 | Veda Pratama (INA) – Honda Team Asia [HONDA] | Selisih: +1.081

    • P9 | Joel Kelso (AUS) – GRYD – MLav Racing [HONDA] | Selisih: +1.085

    • P10 | Jesus Rios (SPA) – Rivacold Snipers Team [HONDA] | Selisih: +1.091

    • P11 | Maximo Quiles (SPA) – CFMOTO Valresa Aspar Team [KTM] | Selisih: +1.202

    • P12 | Matteo Bertelle (ITA) – LEVEL UP – MTA [KTM] | Selisih: +1.285

    • P13 | Marco Morelli (ARG) – CFMOTO Valresa Aspar Team [KTM] | Selisih: +1.351

    • P14 | Scott Ogden (GBR) – CIP Green Power [KTM] | Selisih: +1.569

    • P15 | Guido Pini (ITA) – Leopard Racing [HONDA] | Selisih: +2.330

    • P16 | Ryusei Yamanaka (JPN) – AEON Credit – MT Helmets – MSI [KTM] | Selisih: +5.565

    • P17 | Adrian Cruces (SPA) – CIP Green Power [KTM] | Selisih: +5.596

    • P18 | Valentin Perrone (ARG) – Red Bull KTM Tech3 [KTM] | Selisih: +5.636

    • P19 | Cormac Buchanan (NZE) – CODE Motorsports [KTM] | Selisih: +5.740

    • P20 | Nicola Carraro (ITA) – Rivacold Snipers Team [HONDA] | Selisih: +8.904

    • P21 | Ruche Moodley (RSA) – CODE Motorsports [KTM] | Selisih: +9.679

    • P22 | Zen Mitani (JPN) – Honda Team Asia [HONDA] | Selisih: +26.357

    • P23 | Leo Rammerstorfer (AUT) – SIC58 Squadra Corse [HONDA] | Selisih: +26.435