Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez finis di posisi ketujuh pada balapan utama MotoGP Italia, Minggu (31/5/2026). Ia kalah dalam duel sengit melawan Pedro Acosta (KTM) serta disalip Ai Ogura (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (Ducati) di lap-lap akhir. Namun, bagi Marquez, hasil akhir bukanlah segalanya. Ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: perasaan baru di lengannya setelah menjalani operasi ganda (bahu dan kaki). Betul cak….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!
Dalam wawancara seusai balapan, Marquez mengungkapkan bahwa target utama operasi bahunya telah tercapai. Masalah mati rasa (numbness) yang selama ini mengganggunya tidak lagi terasa. Ia mengakui bahwa tidak ada yang bisa menjamin ia akan kembali seperti dulu. Tapi ia berjanji akan berusaha sekuat tenaga….
“Bagi saya, yang terpenting adalah mati rasa itu tidak ada. Saya merasa memiliki perasaan baru di lengan. Ini yang paling penting dan itu adalah target dari operasi. Mulai sekarang, tidak masalah berapa 100 persen kemampuan saya. Saya akan mencoba mencapai 100 persen saya setiap hari. Saya akan mencoba memacu lengan ini hingga batasnya, dan kemudian kita lihat di mana saya bisa sampai. Tidak ada yang mengatakan saya akan kembali seperti dulu. Tapi saya akan mencoba. Anda tahu sisi mental saya.”
Marquez mengaku tidak tahu bagaimana kondisi bahunya akan bertahan sepanjang akhir pekan. Ia hanya memaksakan diri hingga tubuh dan lengan kanannya berkata “berhenti”.
“Faktanya, saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Saya hanya memberikan segalanya hingga tubuh dan lengan kanan saya berkata ‘oke, berhenti!’.”
Ia mengingat momen ketika ia merasa sangat lelah dan melihat ke pit wall—masih tersisa sepuluh lap. Ada rasa frustrasi di sana, tetapi ia memilih untuk terus bertarung.
“Saya tahu saya akan kalah dalam pertarungan itu, tapi saya berkata, ‘jika saya harus menjual kulit saya, saya akan menjualnya dengan mahal’. Kami memiliki pertarungan yang hebat dengan banyak pembalap, dan yang terpenting bagi saya adalah saya menyelesaikan seluruh akhir pekan, dan titik awal bagi saya adalah bahwa rehabilitasi di atas motor tidaklah buruk.”
Marquez juga menyinggung cedera kakinya yang didapat di Le Mans. Ia meremehkan cedera tersebut dibandingkan dengan masalah bahunya.
“Cedera kaki itu ‘peanuts’ (remeh temeh) dibandingkan dengan apa yang saya alami di bahu. Berbicara tentang cedera itu (kaki), saya sudah siap untuk balapan di Catalunya (jika tidak ada masalah bahu). Kaki kanan tidak 100 persen, tapi itu bukanlah batasan di atas motor.”
Hasil finis P7 mungkin tidak spektakuler. Namun, pernyataan Marquez bahwa mati rasa di bahunya telah hilang adalah kabar luar biasa. Selama awal musim, ia mengaku mengendarai motor “hanya dengan satu setengah lengan” karena saraf radialnya tertekan oleh sekrup patah dari cedera lama. Kini, setelah sekrup tersebut diangkat, ia bisa mulai “membangun kembali” kekuatan dan kepercayaan dirinya. Mugello menjadi titik awal rehabilitasi yang sesungguhnya.
Yang menarik cak, Marquez menunjukkan bahwa ia masih bisa bertarung sengit dengan pembalap top seperti Acosta, meskipun akhirnya kalah. Jika ia terus membaik, ia bisa menjadi ancaman serius di paruh kedua musim—meskipun gelar juara mungkin sudah terlalu jauh. Target Marquez ke depan: Bukan mengejar Bezzecchi, tetapi membangun kembali performa dan kebugarannya, satu balapan pada satu waktu. Goooo Marc !!! (iwb)
2026 Italian MotoGP, Mugello – Race Results |
||||
| Pos | Rider | Nat | Team | Time/Diff |
| 1 | Marco Bezzecchi | ITA | Aprilia Racing (RS-GP26) | 40m 57.347s |
| 2 | Jorge Martin | SPA | Aprilia Racing (RS-GP26) | +3.559s |
| 3 | Francesco Bagnaia | ITA | Ducati Lenovo (GP26) | +5.098s |
| 4 | Ai Ogura | JPN | Trackhouse Aprilia (RS-GP26) | +5.132s |
| 5 | Fabio Di Giannantonio | ITA | Pertamina VR46 Ducati (GP26) | +5.453s |
| 6 | Pedro Acosta | SPA | Red Bull KTM (RC16) | +7.467s |
| 7 | Marc Marquez | SPA | Ducati Lenovo (GP26) | +10.762s |
| 8 | Fermin Aldeguer | SPA | BK8 Gresini Ducati (GP25) | +14.644s |
| 9 | Raul Fernandez*** | SPA | Trackhouse Aprilia (RS-GP26) | +13.380s |
| 10 | Diogo Moreira | BRA | Pro Honda LCR (RC213V)* | +21.366s |
| 11 | Brad Binder | RSA | Red Bull KTM (RC16) | +21.479s |
| 12 | Joan Mir | SPA | Honda HRC Castrol (RC213V) | +21.795s |
| 13 | Luca Marini | ITA | Honda HRC Castrol (RC213V) | +22.059s |
| 14 | Franco Morbidelli | ITA | Pertamina VR46 Ducati (GP25) | +29.789s |
| 15 | Jack Miller | AUS | Pramac Yamaha (YZR-M1) | +32.289s |
| 16 | Toprak Razgatlioglu** | TUR | Pramac Yamaha (YZR-M1)* | +31.920s |
| 17 | Maverick Viñales | SPA | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | +32.717s |
| 18 | Fabio Quartararo | FRA | Monster Yamaha (YZR-M1) | +34.335s |
| 19 | Michele Pirro | ITA | BK8 Gresini Ducati (GP25) | +40.553s |
| Enea Bastianini | ITA | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | DNF | |
| Alex Rins | SPA | Monster Yamaha (YZR-M1) | DNF | |
| Cal Crutchlow | GBR | Castrol Honda LCR (RC213V) | DNF | |