Category: Motogp

  • Update Line up Motogp 2027 : Gabung Aprilia…Ducati akui Takut Pecco !!

    Update Line up Motogp 2027 : Gabung Aprilia…Ducati akui Takut Pecco !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Bursa transfer (silly season) untuk MotoGP 2027 benar-benar mengguncang jagat balap global. Menjelang era baru regulasi mesin 850cc dan transisi ke ban Pirelli, peta kekuatan tim-tim pabrikan dan satelit berubah secara drastis setelah serangkaian pengumuman resmi yang mengejutkan. Termasuk Joan Mir serta Daniel Holgado yang gabung Gresini. Sedang Pecco dipastikan akan gabung Aprilia…dan tahu nggak sampeyan Pecco Bagnaia ternyata di Takuti Ducati !! Berikut adalah ulasan mendalam mengenai line-up pembalap MotoGP 2027 yang telah resmi dikonfirmasi sejauh ini….

    Perpindahan pembalap paling menggemparkan terjadi di kubu dua raksasa Eropa, Ducati dan Aprilia.

    • Ducati Lenovo Team (Marc Marquez & Pedro Acosta): Ducati memilih formula super dalam satu garasi. Marc Marquez dipastikan bertahan hingga 2028. Dia akan didampingi oleh fenomena muda, Pedro Acosta, yang memutuskan melepas seragam oranye KTM demi tantangan baru bersama skuad utama Borgo Panigale. Kombi ini memadukan mental juara dunia legendaris dengan masa depan paling menjanjikan di MotoGP.

    • Aprilia Racing (Francesco Bagnaia & Marco Bezzecchi): Kepergian Acosta ke Ducati memicu efek domino. Skuad Noale berhasil mengamankan tanda tangan Francesco “Pecco” Bagnaia dengan durasi kontrak fantastis selama empat tahun (hingga 2030). Pecco akan berpasangan dengan sahabatnya dari VR46 Academy, Marco Bezzecchi, menciptakan All-Italian Line-up yang sangat solid di atas motor RS-GP.

    Revolusi Total Yamaha dan Nasib Baru Skuad Gresini

    Perubahan radikal tidak hanya terjadi di papan atas, melainkan juga merembet ke garasi pabrikan Jepang dan tim independen top.

    • Monster Energy Yamaha (Jorge Martin & Ai Ogura): Setelah mengonfirmasi perpisahan dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins di akhir musim, Yamaha langsung berbenah untuk proyek mesin baru mereka. Garpu tala sukses mengamankan juara dunia 2024, Jorge Martin, serta pemenang balapan terbaru asal Jepang, Ai Ogura. Keduanya diikat kontrak hingga akhir musim 2028.

    • BK8 Gresini Racing (Joan Mir & Daniel Holgado): Tim milik Nadia Padovani ini melakukan perombakan total. Skuad ini berhasil menyelamatkan juara dunia 2020, Joan Mir, yang menyudahi masa sulitnya di Honda untuk menunggangi motor Ducati berspesifikasi pabrikan (factory-spec). Mir akan membimbing rookie potensial yang naik kelas dari Moto2, Daniel Holgado.

    Meskipun tim-tim besar sudah mengunci bintang utama mereka, masih ada beberapa tim penting yang belum mengumumkan susunan pembalapnya secara resmi:

    • Honda HRC: Setelah ditinggal Joan Mir, HRC belum merilis rencana konkret mereka. Namun, rumor kuat berembus bahwa Fabio Quartararo yang keluar dari Yamaha berpotensi besar merapat ke pabrikan berlogo sayap tunggal ini, kemungkinan bertandem dengan talenta muda Moto2 seperti David Alonso.

    • Red Bull KTM Factory & Tech3: Skuad Austria ini harus menyusun ulang strategi mereka setelah kehilangan Pedro Acosta. Kursi Tech3 KTM saat ini santer dikaitkan dengan Luca Marini yang dikabarkan tengah bernegosiasi intens, serta prospek rookie Senna Agius atau Manuel Gonzalez.

    • Pertamina Enduro VR46 Racing: Skuad bentukan Valentino Rossi ini belum mengonfirmasi pembalapnya, namun nama Fermin Aldeguer diprediksi kuat akan mendarat di tim ini setelah posisinya di Gresini tergeser oleh kedatangan Joan Mir.

    Last…Ducati memastikan cukup kuatir dengan bergabungnya Pecco ke Aprilia. Karena menurut Tardozzi Pecco adalah rider yang super fast. ” Kami sadar bahwa Pecco akan menjadi ‘masalah’  bagi kami di masa depan, karena kita semua tahu betapa cepat dan hebatnya dia di atas lintasan.” serunya. Berikut update sementara line up Motogp 2027….(iwb)

    Daftar Resmi Line-Up Sementara MotoGP 2027

    Tim Pembalap Durasi Kontrak / Status
    Ducati Lenovo Team

    Marc Marquez

     

    Pedro Acosta

    Hingga Akhir 2028

     

    Hingga Akhir 2028

    Aprilia Racing

    Marco Bezzecchi

     

    Francesco Bagnaia

    Kontrak Multi-Tahun

     

    Hingga Akhir 2030

    Monster Energy Yamaha

    Jorge Martin

     

    Ai Ogura

    Hingga Akhir 2028

     

    Hingga Akhir 2028

    BK8 Gresini Racing (Ducati)

    Joan Mir

     

    Daniel Holgado (Rookie)

    Hingga Akhir 2028?

     

    Hingga Akhir 2028?

    Castrol Honda LCR

    Johann Zarco

     

    Hingga Akhir 2027

     

    Pro Honda LCR Diogo Moreira TBA (To Be Announced) Kontrak Multi-Tahun
    Prima Pramac Racing (Yamaha)

    Toprak Razgatlioglu

     

    TBA

    Kontrak Yamaha hingga 2027

     

    Belum Ditentukan

    Track House TBA (Kemungkinan Raul Fernandez

  • Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!

    Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Peluang emas Toprak Razgatlıoğlu untuk mencatatkan finis sepuluh besar pertamanya di MotoGP harus kandas akibat masalah teknis yang tak terduga. Tampil impresif di paruh awal balapan GP Assen, pembalap asal Turki ini terpaksa menyudahi balapannya lebih awal setelah motor Yamaha YZR-M1 miliknya mengalami gejala chattering (getaran hebat pada roda/suspensi) yang parah. Padahal, Toprak sempat melakukan start yang luar biasa. Memanfaatkan situasi di Tikungan 5 di mana banyak pembalap melebar, ia mengambil jalur dalam dan sukses melewati tiga hingga empat pembalap sekaligus untuk merangsek naik ke posisi ke-11. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika motornya mulai bertingkah aneh saat menikung ke arah kiri. Yup..Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!

    Toprak mengaku sangat terkejut karena masalah ini muncul tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda peringatan selama sesi latihan maupun pemanasan. Ironisnya, tikungan kiri—khususnya Tikungan 7 dan 9—sebenarnya merupakan titik kuat di mana ia biasanya mampu memangkas banyak waktu.

    “Awalnya semua berjalan sangat baik, ritme saya kuat dan saya merasa punya kecepatan lebih untuk mengejar Fabio (Quartararo),” ungkap Toprak. “Tapi begitu saya berada tepat di belakangnya, masalah itu muncul. Motor mulai melompat-lompat (bouncing) dengan parah di tikungan kiri.”

    Toprak bahkan sempat berdiskusi dengan Brad Binder setelah balapan untuk memastikan situasi tersebut.

    “Saya mengobrol dengan Binder, dan dia juga bilang getarannya luar biasa. Biasanya, saat kita membuka gas, chattering akan berhenti, tapi hari ini tidak. Motor melompat-lompat secara luar biasa hanya di tikungan kiri. Sangat mustahil untuk dikendarai,” tambahnya dengan nada frustrasi.

    Demi mengatasi kendala tersebut, Toprak sempat mencoba mengubah gaya balap dan jalurnya di lintasan. Ketika posisinya melorot ke urutan 15 setelah disalip Binder, ia bahkan sengaja hanya memacu motornya secara maksimal di tikungan kanan untuk membatasi kerugian waktu. Namun, usaha tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan balapannya.

    Meski kecewa berat karena kehilangan poin penting, pembalap berjuluk El Turco ini mencoba melihat sisi positif dari akhir pekan di Belanda. Ia merasa tingkat kompetitifnya di atas motor MotoGP sudah jauh lebih baik dibandingkan balapan-balapan sebelumnya, terutama saat menggunakan ban kompon medium yang membuatnya merasa nyaman dalam melakukan pengereman dan masuk tikungan.

    Last…Tim teknis Yamaha kini tengah memeriksa data telemetri secara mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti fenomena aneh tersebut. “Berdasarkan data, masalahnya terlihat sangat jelas, tetapi saat ini kami belum punya penjelasan yang pasti. Kami harus menganalisis semuanya dengan cermat,” pungkas Toprak. Semangatttt Toprakkk !!! (iwb)

  • Marc Marquez Bongkar Rahasia…” Akan Balik ke Honda di 2027 ” ??

    Marc Marquez Bongkar Rahasia…” Akan Balik ke Honda di 2027 ” ??

    18 GP Valencia 6, 7 y 8 de noviembre de 2014. MotoGP, Mgp, mgp

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Masa depan Marc Marquez di MotoGP akhirnya menemui titik terang setelah sang juara dunia bertahan resmi menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun bersama Ducati Corse. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menahan tensi di paddock selama berbulan-bulan. Namun sebuah fakta menarik baru saja terungkap. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengakui bahwa dirinya sempat melakukan pembicaraan dengan mantan tim yang membesarkan namanya, Honda (HRC), mengenai peluang reuni pada musim 2027 mendatang—saat regulasi baru mesin 850cc mulai diberlakukan.

    Dalam sesi wawancara eksklusif bersama media Spanyol, DAZN, seusai gelaran GP Assen, Marquez tidak menampik adanya kontak dari kubu pabrikan sayap mengepak tersebut. Kendati demikian, pembalap bernomor start 93 ini menegaskan bahwa sejak awal fokus utamanya adalah bertahan di Ducati.

    “Memang sempat ada obrolan informal (dengan Honda), tetapi saya tahu pasti bahwa saya ingin mendengar penawaran dari Ducati terlebih dahulu. Jika saya sudah merasa bahagia di suatu tempat, saya tidak ingin terjebak dalam situasi tarik-ulur untuk pindah ke sana kemari. Dan bersama Ducati, kami duduk bersama dan langsung menemukan kecocokan seketika.”

    Hubungan emosional antara Marquez dan Honda memang sangat mendalam. Bergabung sejak kelas para raja pada tahun 2013, kerja sama keduanya membuahkan enam gelar juara dunia MotoGP. Honda bahkan tetap setia mendukung dan menghormati kontrak bernilai fantastis milik Marquez saat dirinya dihantam cedera parah pada periode 2020 silam.

    Namun, penurunan performa motor RC213V yang drastis memaksa pembalap asal Cervera ini mengambil langkah berani: memutus kontrak lebih awal di akhir 2023, rela tampil tanpa gaji besar di Gresini Racing demi membuktikan kapasitasnya di atas Ducati spek tahun lalu, hingga akhirnya sukses menembus tim pabrikan Ducati Lenovo dan merengkuh gelar juara dunia kembali.

    Kembali ke Honda di saat regulasi teknis MotoGP berubah total pada tahun 2027 dinilai banyak pihak sebagai jalan cerita yang sempurna. Marquez pun mengakui ada gairah tersendiri jika hal itu benar-benar terwujud. Namun, di usianya yang makin matang, ia memilih untuk bersikap realistis.

    “Kembali ke Honda tentu akan menjadi cerita yang sangat romantis, dan jujur saja, saya sempat sangat menginginkannya,” aku Marquez.

    “Namun, saya sudah mengambil terlalu banyak risiko di dalam lintasan. Ada kalanya Anda harus menimbang segala sesuatu menggunakan kepala (logika), bukan dengan hati, sama seperti keputusan terakhir yang saya buat saat memilih pergi (dari Honda). Dan terbukti, langkah itu berjalan sangat baik untuk saya.”

    Last…dengan resminya kontrak baru ini, duet Marc Marquez dan Francesco Bagnaia dipastikan akan tetap menjadi pilar utama Ducati Corse untuk mengarungi musim kompetisi MotoGP 2027 dan 2028, sekaligus menutup pintu spekulasi reuni dini antara sang alien dengan Honda. Sayang sekali cak…(iwb)

  • Rahasia Dapur Terbongkar: Enea Bastianini Gandeng Mantan Ahli Elektronik Marc Marquez!

    Rahasia Dapur Terbongkar: Enea Bastianini Gandeng Mantan Ahli Elektronik Marc Marquez!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Gelaran MotoGP 2026 terus menyajikan kejutan, tidak hanya di atas lintasan, tetapi juga di balik dinding paddock yang super rahasia. Baru-baru ini, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari pembalap asal Italia, Enea Bastianini. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pembalap yang dijuluki The Beast ini membongkar satu rahasia besar yang selama ini ditutup rapat-rapat dari publik dan media….!!

    “Tidak ada yang tahu tentang hal ini, tetapi saya bekerja sama dengan mantan insinyur elektronik Marc Marquez,” ungkap Bastianini demi menjelaskan performa dan adaptasinya belakangan ini.

    Pernyataan ini langsung memicu kegemparan di paddock. Di era MotoGP modern, di mana sistem elektronik seperti traction control, anti-wheelie, dan engine braking memegang porsi hingga 70% dari performa motor, kehadiran seorang insinyur papan atas adalah jaminan lompatan performa. Terlebih lagi, sosok tersebut adalah orang yang bertahun-tahun menjinakkan agresivitas Marc Marquez.

    Mengapa Faktor Elektronik Begitu Krusial bagi ‘The Beast’?

    Bastianini dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap yang sangat halus dalam manajemen ban belakang, terutama di paruh kedua balapan. Namun, transisi dan pengembangan motor dalam satu-dua musim terakhir menuntut fleksibilitas yang luar biasa pada karakternya.

    Bekerja sama dengan mantan ahli elektronik Marquez—juru taktik yang terbiasa mengelola sistem elektronik untuk pembalap dengan gaya riding super agresif—memberikan Bastianini perspektif dan data baru yang sangat berharga. Kombinasi ini memungkinkannya untuk:

    • Optimalisasi Penyaluran Tenaga (Power Delivery): Menemukan titik temu antara kenyamanan berkendara (rideability) dan agresivitas yang dibutuhkan saat kualifikasi.

    • Adaptasi Instan: Mempercepat proses pemecahan masalah (troubleshooting) saat motor mengalami kendala chatter atau kehilangan traksi di tikungan lambat.

    • Strategi Manajemen Elektronik Fase Akhir: Mempertajam senjata utama Bastianini, yaitu late-race pace (kecepatan di putaran-putaran akhir).

    ” Balapan yang bagus. Di awal, saya sempat agak tertinggal dari para pembalap di depan dan harus memangkas jarak. Itu tidak mudah, karena saya hanya bisa mengejar 0,1 detik per lap. Namun pada akhirnya, saya berhasil merapatkan jarak. Kami sempat mengalami beberapa kendala kecil dengan bagian belakang, dan mungkin ban soft bisa bekerja sedikit lebih baik. Tapi saya bersenang-senang dan memberikan segalanya dari lap pertama hingga lap terakhir untuk mengamankan finis keenam ini. Pada akhirnya, saya rasa Marc menyentuh area hijau (track limits). Kami melewati garis finis hampir berdampingan, tetapi saya berhasil keluar dari tikungan terakhir dengan lebih baik. Jelas, kesalahan kecil itu merugikannya.”

    ” Kini kami sedang melakukan pekerjaan yang hebat, dan menurut saya ini bukan sebuah kejutan. Saya sangat suka cara tim ini bekerja dan bagaimana kami bekerja sama. Saya belum menyebutkannya, tapi akhir pekan ini saya kedatangan ahli elektronik baru di dalam kru saya. Namanya Jenny, dan saya langsung cocok bekerja dengannya. Bahkan, kinerjanya sangat luar biasa. Dia dulu bekerja dengan Marquez saat masih di Honda, dan akhir pekan ini, dia menggantikan posisi mekanik elektronik saya yang baru saja menjadi seorang ayah.”

    ” Jenni…mantan electronik Marc yang kini kerja dengan Bastianini…”

    “Balapan seperti ini jelas membangkitkan semangatku. Yang terpenting adalah saya tidak finis keenam dengan jarak tertinggal ratusan detik dari para pembalap terdepan. Saya finis hanya terpaut sekitar satu detik dari rombongan depan, sementara tim Aprilia memang memiliki sedikit keunggulan hari ini. Hasil ini memberi saya motivasi dan dorongan untuk terus berkembang.” seru Bastianini…

    Last….Kepindahan mekanik atau insinyur bintang antar pabrikan sebenarnya adalah hal lumrah di MotoGP, namun sering kali diselimuti klausul non-kompetisi (gardening leave) atau kerahasiaan yang ketat. Langkah Bastianini mengamankan tanda tangan ahli elektronik kawakan ini menunjukkan betapa seriusnya ia dalam membangun proyek jangka panjang demi mengamankan titel juara dunia. Bagi para pengamat, rahasia yang baru terungkap ini menjawab teka-teki mengapa Bastianini mampu tampil solid dan keluar dari masa-masa sulit dalam beberapa seri terakhir. Ia tidak hanya mengandalkan talenta alaminya, melainkan juga didukung oleh “otak” di balik dominasi multi-gelar juara dunia. Menarik untuk melihat bagaimana dampak jangka panjang dari kolaborasi rahasia ini di sisa musim 2026. Satu yang pasti: The Beast kini punya senjata elektronik yang setara dengan para pembalap terbaik di grid….(iwb)

  • Update Marco Bezzecchi crash Assen…masuk Rumah sakit, Cedera parah ?!

    Update Marco Bezzecchi crash Assen…masuk Rumah sakit, Cedera parah ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap utama Aprilia Racing sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP, Marco Bezzecchi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mengerikan dalam kecepatan tinggi pada balapan utama MotoGP Belanda di Sirkuit TT Assen. Hasil pemeriksaan medis sudah keluar…..apakah cedera parah ??

    Insiden tersebut terjadi pada lap kedua di Tikungan 15 (Ramshoek), salah satu bagian tercepat di sirkuit Assen. Saat sedang bertarung ketat dengan Marc Marquez untuk memperebutkan posisi keempat, Bezzecchi kehilangan kendali atas motor Aprilia RS-GP miliknya. Ia terlempar keras dan berguling berkali-kali di atas area gravel. Mengingat kerasnya benturan yang terjadi pada kecepatan sekitar 209 km/jam, bendera kuning langsung dikibarkan dan Bezzecchi segera dievakuasi ke Pusat Medis Sirkuit untuk mendapatkan penanganan darurat dari tim dokter MotoGP yang dipimpin oleh Dr. Ángel Charte. Melalui rilis resminya, tim Aprilia Racing memberikan pembaruan awal terkait kondisi pembalapnya. Apakah cedera parah ??

    “Pemeriksaan klinis awal menunjukkan bahwa pembalap berada dalam kondisi sadar penuh. Ia mampu menggerakkan keempat anggota badannya secara normal, serta tidak menunjukkan tanda-tanda awal komplikasi neurologis atau sistemik yang serius.”

    Meski hasil pemeriksaan awal cukup positif, Bezzecchi mengeluhkan rasa nyeri yang sangat hebat di tubuhnya. Demi keselamatan, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Universitas Groningen untuk menjalani pemindaian CT (CT scan) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada cedera dalam yang tersembunyi. Setelah sempat membuat publik MotoGP khawatir, kabar melegakan akhirnya datang beberapa jam kemudian. Hasil tes diagnostik mendalam menunjukkan tidak ada patah tulang maupun kerusakan organ dalam yang dialami Bezzecchi. Syukurlah tidak ada cedera cak…

    “Marco Bezzecchi telah menjalani CT scan dan pemeriksaan radiologi lengkap, dan hasilnya tidak ditemukan cedera apa pun. Oleh karena itu, ia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan diizinkan pulang pada Minggu malam,” tulis pernyataan lanjutan dari Aprilia.

    Last…Meski dinyatakan fit dan terhindar dari cedera, insiden gagal finis (DNF) ini menjadi kerugian besar bagi Bezzecchi dalam upayanya mengamankan takhta juara dunia. Sebelum balapan Assen dimulai, Bezzecchi berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara. Akibat kehilangan poin di balapan ini, posisi puncak klasemen kini berhasil direbut oleh rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, yang sukses finis di podium ketiga. Kini, Bezzecchi tertinggal tujuh poin dari Martin, sementara podium tertinggi di Assen sendiri secara mengejutkan berhasil direbut oleh pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura…..(iwb)

  • Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” ….kehabisan tenaga ??!!

    Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” ….kehabisan tenaga ??!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa posisi ini adalah hasil maksimal yang bisa ia kejar di MotoGP Belanda. Meski begitu, ia mengaku sangat lega dan puas bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen dalam kondisi sehat dan tanpa cedera tambahan. Bagi pembalap berjuluk The Baby Alien ini, seri Assen memang sudah diprediksi menjadi “akhir pekan untuk bertahan hidup”. Desain sirkuit yang didominasi tikungan kanan cepat dinilai sangat menguras fisik dan tidak cocok dengan kondisi kebugarannya saat ini. Yup…Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” alias bertahan !!

    Sepanjang akhir pekan, Marquez finis ketujuh di sesi Sprint dan sebenarnya menyentuh garis finis di posisi keenam saat balapan utama. Namun, posisinya harus turun satu setrip menjadi finis ketujuh setelah dijatuhi penalti akibat melanggar batas lintasan (track limits) di lap terakhir. Marquez menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang nekat memilih ban belakang lunak (soft rear tyre). Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini murni karena keterbatasan fisiknya.

    “Saya tidak punya kondisi fisik yang cukup untuk memaksimalkan potensi ban medium di setiap putaran. Jadi saya memutuskan, ‘Saya akan berkendara dengan santai dan hanya menekan di lap-lap tertentu saja’ Aku menggunakan safe mode atau hanya bertahan. Untuk strategi seperti itu, ban belakang soft jauh lebih baik,” jelas Marquez.

    Balapan Marquez juga diwarnai momen menegangkan saat ia terlibat aksi saling salip yang agresif dengan Fabio Di Giannantonio. Akibat manuver tersebut, Marquez terpaksa melebar dan memotong jalur di chicane terakhir. Momen ini mengingatkan penggemar pada insiden legendaris antara dirinya dengan Valentino Rossi di sirkuit yang sama pada tahun 2015. Pengawas balapan (Stewards) akhirnya menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Di Giannantonio karena memotong chicane. Menanggapi insiden tersebut, Marquez menganggapnya sebagai hal biasa dalam balapan. “Ya, pada akhirnya itu adalah insiden balap (racing incident). Setidaknya pada tahun 2015 lalu, saya masih melewati chicane itu,” candanya.

    Last….Meski menjalani akhir pekan yang berat, posisi Marquez di klasemen sementara tidak terlalu buruk. Berkat jatuhnya Marco Bezzecchi dan kegagalan Pecco Bagnaia melanjutkan balapan, Marquez kini hanya tertinggal 40 poin dari puncak klasemen yang dipegang oleh Jorge Martin (yang finis ketiga di Assen). Melihat persaingan yang sangat ketat dengan selisih poin yang rapat di posisi delapan besar, Marquez tetap membumi. “Saya merasa bukan yang terkuat, juga bukan yang tercepat. Saat ini ada lima nama di kejuaraan yang siap bertarung sengit di setiap balapan,” tutupnya….(iwb)

  • Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan di Sirkuit Assen yang sejatinya berjalan dominan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia harus ternoda oleh keputusan Steward. Pasca-balapan Sprint GP Belanda, sang juara bertahan Ducati itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah dijatuhi penalti pasca-balapan yang merenggut posisi finisnya di zona poin. Bagnaia pun secara terbuka melayangkan kritik dan meminta pihak otoritas MotoGP untuk meninjau ulang regulasi penalti yang dinilainya kurang adil..!!

    Bagnaia sejatinya melintasi garis finis di posisi kelima setelah pertarungan sengit di sirkuit klasik tersebut. Namun, kegembiraannya sirna seketika setelah Steward menyatakan dirinya melanggar batas trek (track limits) di lap terakhir, yang berujung pada penalti waktu 3 detik. Alhasil, posisinya merosot tajam ke peringkat kedelapan, memberikan keuntungan bagi pembalap di belakangnya, termasuk Marc Marquez yang naik ke posisi keenam.

    Pemicu penalti ini terjadi di chicane terakhir Assen—sebuah sektor krusial yang terkenal sering memicu kontroversi. Menurut sensor, ban motor Bagnaia sedikit menyentuh area hijau (zona terlarang) saat ia berusaha mempertahankan posisi dari tekanan pembalap di belakangnya. Bagnaia tidak membantah bahwa motornya mungkin sedikit melebar, namun ia mempertanyakan esensi dari penalti tersebut jika tidak ada keuntungan waktu (gain) yang ia dapatkan….

    “Saya menerima keputusan itu karena aturan adalah aturan, tetapi kita harus menggunakan akal sehat. Saya tidak menyalip siapa pun, saya tidak mendapatkan keuntungan waktu, dan saya justru kehilangan momentum di akselerasi berikutnya. Menjatuhkan penalti yang merusak seluruh hasil kerja keras akhir pekan hanya karena masalah beberapa milimeter di lap terakhir adalah hal yang berlebihan. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana aturan ini diterapkan, terutama di lap terakhir ketika semua pembalap berkendara di batas maksimal absolut. Hari Minggu adalah cerita yang berbeda. Kami memiliki kecepatan untuk menang, tetapi kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun, dan kami harus berdoa agar tidak ada kejutan lain dari ruang Steward,” pungkas Pecco dengan tegas…

    Last….selain masalah track limits, akhir pekan di Assen juga diwarnai oleh kecemasan para pembalap terkait regulasi tekanan ban minimum yang semakin ketat. Bagnaia mengakui bahwa berkendara dalam kelompok (pack) di Assen membuat pengelolaan suhu dan tekanan ban depan menjadi sebuah mimpi buruk teknis. Kekecewaan di sesi Sprint ini menjadi alarm penting bagi kubu Ducati Lenovo menjelang balapan utama hari Minggu nanti cak. Kehilangan poin berharga di Sprint membuat Bagnaia harus tampil tanpa celah di balapan panjang jika ingin memangkas jarak dari Marco Bezzecchi yang masih kokoh di puncak klasemen….(iwb)

  • Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Perebutan takhta juara dunia MotoGP memang masih sangat terbuka, namun bagi Marc Marquez, sirkuit Assen akhir pekan ini adalah tentang kalkulasi risiko yang matang, bukan nekat tanpa arah. Pasca-balapan Sprint di GP Belanda, sang juara bertahan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah mengaktifkan “safe mode” (mode aman) demi mengamankan poin penting dan menghindari fatalnya area gravel sirkuit legendaris tersebut. Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marquez menyudahi Sprint Race sepanjang 13 lap di posisi ketujuh sebelum akhirnya naik satu strip ke posisi keenam menyusul penalti yang didapatkan rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Meski posisinya terdongkrak, pembalap asal Spanyol itu tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia memang sedang kesulitan menyamai level kecepatan barisan depan di sirkuit cepat nan mengalir ini. Sejak sesi latihan hari Jumat, Marquez sudah mengisyaratkan ketidaknyamanannya dengan karakter tata letak Assen yang menuntut feeling front-end luar biasa di tikungan berkecepatan tinggi. Upaya perubahan set-up motor pada Sabtu pagi pun belum membuahkan hasil instan yang masif.

    “Pagi ini kami mencoba melakukan satu langkah maju, tetapi kami kembali tertahan di area posisi ke-7 atau ke-8 bersama beberapa pembalap KTM. Saya berkendara tidak terlalu buruk, tapi saya kehilangan terlalu banyak waktu di beberapa titik spesifik. Saya merasa tidak nyaman dan tidak konsisten. Saya sudah memeriksa catatan tahun lalu dan melihat beberapa kecelakaan tahun ini. Di sini, area gravel-nya sangat menyakitkan. Ukuran kerikilnya lebih besar dari biasanya. Jadi, kamu harus benar-benar berhati-hati,” tegasnya mengenai alasan memilih pendekatan konservatif. Yup…Bagi pembalap dengan gaya agresif seperti Marquez, Assen tahun ini menyajikan sinyal peringatan keras. Rentetan kecelakaan hebat yang menimpa sang adik, Alex Marquez, serta patah tulang vertebra yang dialami Fermin Aldeguer di sesi latihan menjadi bukti nyata betapa kejamnya sirkuit ini jika pembalap memaksakan diri melampaui batas….

    Selain faktor kenyamanan berkendara, Marquez secara jantan mengakui keunggulan Aprilia yang mengunci barisan depan di kualifikasi dan tampil dominan lewat laju kencang RS-GP di tikungan-tikungan cepat Assen cak. Meski kini jaraknya melebar menjadi 42 poin di belakang pemimpin klasemen Marco Bezzecchi, pembalap bernomor start 93 itu menolak untuk merasa frustrasi. Baginya, bisa berada di rombongan pemburu gelar musim ini sudah merupakan bonus luar biasa….

    “Kami sudah tahu titik kuat Aprilia, dan di sirkuit seperti Belanda ini—serta beberapa trek lain dengan fast corners—mereka memang lebih kuat dari kami. Kami harus mengevaluasi ini dalam kalender penuh 22 seri. Tapi akhir pekan ini, Aprilia berada di level yang berbeda. Jika saya berada dalam perebutan kejuaraan, itu adalah hadiah. Saya tidak melakukan sesuatu yang berbeda, hanya saja pembalap lain melakukan kesalahan dan tentu saja saya memenangkan beberapa balapan. Tapi bagi saya pribadi, momentum berisiko tinggi itu sudah lewat. Jadi, jika hasil baik datang, itu sangat bagus, tetapi inilah realitas saya saat ini. Targetnya sama seperti hari ini: mencoba finis di posisi ke-7 atau ke-8, dan itu saja. Saya tidak sedang sengaja bermain aman demi poin, saya sudah mengerahkan 100%, tetapi saya tidak bisa berbuat lebih banyak sekarang. Di sirkuit ini, kita harus memahami batas itu. Tidak ada rasa frustrasi karena ini memang sesuai ekspektasi saya,” tutupnya. Semangat Marc !! (iwb)

  • Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia balap MotoGP akan memasuki era baru pada tahun 2028. Dalam konferensi pers khusus yang digelar di sirkuit Assen, Kamis (25/6/2026), MotoGP mengumumkan bahwa Yamaha akan menjadi pemasok tunggal untuk kelas Moto3 mulai musim 2028. Keputusan ini mengakhiri era persaingan antara pabrikan KTM dan Honda yang telah berlangsung sejak kelas Moto3 diperkenalkan pada 2012, menggantikan kelas 125cc 2-tak. Wowwww…ini mengejutkan cakkk !!

    Sebuah gebrakan besar resmi diumumkan dari paddock MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Mulai musim 2028, Moto3 akan meninggalkan era kompetisi terbuka antar-pabrikan dan resmi bertransformasi menjadi balapan satu merek (one-make class) dengan menunjuk Yamaha sebagai pemasok tunggal eksklusif.

    Langkah revolusioner ini menandai berakhirnya era mesin 250cc satu silinder yang telah berjalan sejak 2012 (menggantikan kelas 125cc 2-tak). Kontrak awal antara Dorna Sports dan pabrikan berlogo garpu tala ini disepakati untuk durasi enam tahun, yakni dari musim 2028 hingga 2033.

    Lompatan Performa: Berbasis Mesin Yamaha R7

    Meskipun motor prototipe aslinya baru akan diuji coba pada September atau Oktober tahun ini, bocoran spesifikasi teknis utamanya sudah resmi diungkap ke publik.

    Alih-alih mengembangkan mesin prototipe murni dari nol yang berbiaya selangit, paket motor baru Moto3 ini akan menggendong basis jantung pacu yang sudah sangat dikenal di pasar komersial cak, namun dengan rombakan ekstrem. Apa saja perbedaan dan persamaan R7 versi Moto3 ??

    • Mesin: Berbasis mesin Yamaha R7 (CP2) yang dimodifikasi secara masif (highly modified).

    • Sasis: Menggunakan sasis prototipe murni (prototype chassis).

    • Tenaga: Mampu memuntahkan daya hingga 90 horsepower.

    • Bobot: Target berat total kendaraan hanya 120 kg.

    Dengan figur performa tersebut, motor baru ini diproyeksikan memiliki catatan waktu dan performa keseluruhan yang lebih superior dibanding motor Moto3 spek kompetisi saat ini. Langkah ini juga otomatis memperkecil gap atau jarak performa antara kelas Moto3 dan Moto2 (yang saat ini bermesin tunggal Triumph 765cc). Terus apa alasannya ganti mesin R7 ??

    Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa perubahan regulasi ini didorong oleh aspek keselamatan, kesetaraan mekanis bagi para pembalap, serta efisiensi finansial.

    Jadi cak…Saat ini, persaingan ketat antara KTM (bersama grupnya seperti GasGas, Husqvarna, CFMOTO) vs Honda di kelas Moto3 kerap membuat ongkos riset membengkak. Meskipun Dorna sudah menerapkan batasan harga (price cap) pada mesin dan girboks, pabrikan sering kali rela merugi demi mengejar kemenangan demi gengsi brand.

    “Target utama kami dengan regulasi baru ini adalah memangkas biaya operasional Moto3 hingga 50 persen dari pengeluaran saat ini. Hal ini dilakukan tidak hanya dengan keterlibatan langsung dari tim-tim, tetapi juga dengan banyak masukan dari mereka. Dan kemudian memahami bahwa saat ini Moto2 dan Moto3 hadir bukan hanya sebagai satu produk balapan yang fantastis di lintasan untuk kita semua, tetapi kedua kelas ini juga berfungsi untuk mengembangkan talenta dan jalur pembinaan menuju MotoGP. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dalam lingkungan dengan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk mewujudkan hal itu adalah dengan pemasok tunggal.

    “Pengalaman membuktikan bahwa ketika ada ketegangan kompetitif antar-pabrikan dan tidak peduli seberapa besar skalanya, apakah itu pabrikan terbesar di dunia atau pabrikan sasis yang lebih kecil biayanya akan terus melonjak. Dan itulah mengapa keputusan ini sudah sangat jelas bagi kami sejak awal. Motor baru ini akan lebih cepat daripada motor yang sekarang, kita harapkan ini akan mengurai barisan rapat yang biasa terjadi akibat efek slipstream saat ini, sehingga menciptakan balapan yang lebih aman. Targetnya adalah motor baru ini akan lebih cepat daripada motor Moto3 saat ini, yang mana dalam taraf tertentu bisa dibilang menjadi kurang aman.

    “Namun saya rasa apa yang jelas adalah dinamika balapan di Moto3 saat ini, di mana efek slipstream menjadi sangat, sangat, sangat krusial. Berdasarkan studi yang telah kami lakukan, hal tersebut seharusnya bisa berkurang secara signifikan. Di MotoGP, area run-off (pembatas lintasan) bukanlah masalah utamanya, melainkan kecelakaan yang melibatkan banyak pembalap sekaligus yang sayangnya sering menjadi masalah. Langkah ini seharusnya bisa membantu mengatasi hal tersebut sampai batas tertentu. Itulah mengapa kami merasa yakin bahwa ini adalah langkah ke arah yang benar….ungkap Ezpeleta.

    Dengan motor yang sepenuhnya seragam, persaingan murni akan bertumpu pada talenta dan kemampuan adaptasi para pembalap muda di atas lintasan, sekaligus memberikan jembatan karier yang lebih linier menuju Moto2 dan MotoGP. Waah berarti Moto3 jadi terkesan Yamaha Cup race dong ??

    Logis cak pikiran tersebut. Namun Kekhawatiran bahwa kelas junior ini akan kehilangan identitas dan hanya menjadi ajang kejuaraan internal Yamaha langsung ditepis oleh Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio. Pavesio menegaskan bahwa status Yamaha sebagai pemasok tunggal tidak akan menutup pintu bagi pabrikan lain untuk tetap eksis. Skemanya akan meniru apa yang terjadi di Moto2 saat ini: meskipun mesin seragam dipasok oleh Triumph, pabrikan lain seperti KTM, Honda, atau bahkan brand kosmetik dan otomotif lainnya tetap bisa hadir sebagai sponsor utama, menyokong tim, ataupun menjalankan program pembinaan pembalap muda mereka sendiri di grid Moto3. Yahh emang sih ujung-ujungnya sami mawon hehehe. Terus apa saja yang dilakukan Yamaha untuk membuatnya berbeda dari R7 dipasaran ??

    ” Ini bukanlah motor produksi massal yang dimodifikasi (spin-off). Mesinnya memang mesin produksi massal yang akan dimodifikasi secara masif. Kami memangkas bobotnya secara besar-besaran menggunakan banyak material magnesium. Kami akan menaikkan tenaganya, dan kami akan menyematkan girboks balap murni (complete racing gearbox). Jadi, mesin adalah satu-satunya bagian produksi massal pada motor ini. Semua bagian sisanya adalah prototipe murni. Mulai dari rangka, swingarm (lengan ayun), hingga keseluruhan sasis roda (rolling chassis), semuanya ditargetkan untuk menjadi sebuah mesin balap prototipe seutuhnya. Motor ini bisa dibilang menjadi sarana pelatihan bagi para insinyur muda yang akan bekerja di Moto3 untuk berkembang, begitu juga bagi para pembalap untuk tumbuh. Ini akan menjadi langkah awal yang alami menuju Moto2 dan MotoGP, termasuk secara teknis.”…tegas Pavesio. So…selamat buat Yamaha yang terpilih dan sanggup menyokong penuh project Moto3 dengan R7 cak…kayaknya makin seru cak…(iwb)

  • MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Era baru MotoGP sudah mulai mengetuk pintu, dan kali ini sirkuit Brno di Ceko saksinya! Di kala sampeyan lagi asyik nyruput kopi, para pembalap utama MotoGP baru saja menyelesaikan sesi tes privat leg pertama yang super krusial. Betul cak, mereka resmi mencicipi mesin anyar 850cc berbalut ban Pirelli yang bakal menjadi regulasi wajib di musim 2027 mendatang. Dan hasilnya? Weladalah, Marc crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Sesi tes di Brno kemarin bener-bener diselimuti aura misteri. Maklum cak, tidak ada media yang boleh meliput secara langsung dan live timing resmi dari Dorna pun absen. Walhasil, para tim di pit lane terpaksa sibuk pencet stopwatch manual demi mengintip kekuatan lawan.

    Nah, dari data kasak-kusuk stopwatch tersebut, motor prototipe 850cc milik Aprilia dilaporkan sukses bertengger di posisi paling atas! Duo rider Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez (meski Raul sempat didera radang usus buntu sepanjang akhir pekan), dikabarkan berhasil mencetak waktu terbaik di kisaran 1 menit 54.0 detik.

    Jengat tenan cak, kalau dipikir-pikir, catatan waktu 1m 54.0s itu cuma terpaut sekitar 0,9 detik saja dari rekor lap tercepat saat balapan hari Minggu kemarin yang dicetak oleh Fabio Di Giannantonio (1m 53.122s) yang masih menggunakan motor 1000cc penuh perangkat aero dan ride-height device. Padahal, motor 850cc ini tenaganya dipangkas, piranti elektronik dikurangi, perangkat ride-height dilarang, plus sayap-sayap aerodinamisnya dipreteli habis-habisan. Ini membuktikan kalau ban baru dari Pirelli punya daya cengkeram yang ciamik, cak!

    Namun nasib apes justru menimpa sang mega bintang, Marc Marquez. Bersama Ducati, Marc yang turun memeras keringat untuk mengembangkan prototipe 850cc ini harus mengalami minor crash alias ndlosor ringan di tengah sesi simulasi. Untungnya, Marc dilaporkan langsung bangkit berdiri tanpa cedera apa pun dan bisa melanjutkan agenda tes. Sesi ini memang memaksa pembalap mengeksplorasi limit ban depan Pirelli yang karakternya beda total dengan Michelin, jadi kalau ada yang ndlosor ya wajar cak, jenenge ae nyari limit!

    Bukan cuma Ducati dan Aprilia yang sibuk, pabrikan lain juga totalitas. KTM menurunkan Pedro Acosta demi mendapatkan benchmark terbaik, meskipun Acosta santer digosipkan bakal pindah haluan musim depan. Pit Beirer sendiri menegaskan, “Pedro adalah pembalap tercepat kami, kami butuh feedback terbaiknya.” Sementara di kubu Yamaha, yang paling bikin heboh adalah kembalinya Toprak Razgatlioglu ke atas motor prototipe Yamaha yang sudah mengusung konfigurasi mesin V4 850cc! Toprak bangkit cak. Toprak torehkan lap time 1m 54.2 atau lebih kencang dari Acosta ??

    Pirelli sendiri dilaporkan membawa total 400 ban ke Brno dengan berbagai spek compound (3 spek ban belakang soft, 2 medium, serta varian hard untuk depan). Sayang, karena cuaca Brno yang super panas membakar aspal, ban spek wet dan intermediate sama sekali tidak tersentuh.

    Last… tes Brno ini baru awalan dari revolusi panjang MotoGP. Masih ada dua sesi tes resmi lagi bersama pembalap reguler sepanjang musim 2026 ini sebelum kita benar-benar melihat full grid motor 850cc pada tes pramusim resmi 1 Desember nanti di Valencia. Pertanyaannya, apakah Aprilia bakal konsisten memimpin peta persaingan regulasi baru ini, atau Ducati sengaja masih menyimpan kekuatan aslinya? Kita pantau terus cak! Piye menurut sampeyan? (iwb)

    Posisi Pebalap Pabrikan / Motor Catatan Waktu
    1 Marco Bezzecchi Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    2 Raul Fernandez Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    3 Fermin Aldeguer Ducati GP27 850cc 1:54,0
    4 Toprak Razgatlioglu Yamaha V4 850cc 1:54,2
    5 Pedro Acosta KTM RC16 850cc 1:54,3
    6 Marc Marquez Ducati GP27 850cc 1:54,4