Iwanbanaran.com – Cakk….Sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring menyajikan kejutan sekaligus drama. Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, berhasil keluar sebagai yang tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik di menit-menit akhir sesi, mengungguli sang “King of Sachsenring”, Marc Marquez yang crash. Waduhhh….
Sesi FP1 yang berlangsung selama 45 menit ini menjadi pembuka dari rangkaian seri terakhir sebelum jeda musim panas MotoGP. Trackhouse Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil impresif mereka di seri sebelumnya, dan Fernandez membuktikannya dengan mencetak waktu 1 menit 20,829 detik menggunakan ban belakang medium baru tepat sebelum bendera finis berkibar.
Drama Marc Marquez dan Franco Morbidelli di Tikungan 3
Sorotan utama di awal sesi langsung tertuju pada Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut mengalami kecelakaan (crash) di Tikungan 3 saat baru menjalani lap ketiganya. Kendati demikian, pembalap yang memegang rekor sembilan kemenangan di Sachsenring ini mampu bangkit dengan cepat.
Marquez kembali ke lintasan dan bahkan sempat memimpin lembaran waktu dengan catatan 1 menit 20,880 detik di sisa 25 menit sesi. Ia akhirnya menyudahi FP1 di posisi kedua, terpaut tipis 0,051 detik dari Fernandez, sebuah catatan impresif mengingat Marquez tidak melakukan pergantian ke ban baru di akhir sesi.
Tikungan 3 tampaknya menjadi momok bagi pembalap Ducati pada sesi kali ini. Selain Marquez, Franco Morbidelli (VR46 Ducati) juga mengalami insiden kecelakaan di titik yang sama menjelang akhir sesi. Meski begitu, Morbidelli tetap mengamankan tempat di posisi ke-9.
Jalannya Persaingan dan Hasil FP1
Di awal sesi, posisi teratas sempat diperebutkan oleh Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati). Di Giannantonio akhirnya mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan, tepat di depan Joan Mir dari tim Honda yang merangsek ke posisi keempat setelah menggunakan ban baru.
Sementara itu, Jack Miller (Pramac) melengkapi posisi lima besar. Pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia), harus puas berada di posisi ke-10 pada sesi pembuka ini. Nasib kurang beruntung dialami Maverick Vinales (Tech3 KTM) yang mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 11 pada pertengahan sesi, namun beruntung ia bisa berjalan tanpa cedera serius dan finis di posisi ke-11.
Di sisi lain, juara bertahan Pecco Bagnaia (Ducati) memilih pendekatan yang lebih tenang tanpa memasang ban baru di akhir sesi, membuatnya terdampar di posisi ke-19….(iwb)
Hasil 10 Besar FP1 MotoGP Jerman:
-
Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) – 1:20.829
-
Marc Marquez (Gresini Ducati) – +0.051
-
Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) – +0.354
-
Joan Mir (Repsol Honda)
-
Jack Miller (Pramac Racing)
-
Alex Marquez (Gresini Ducati)
-
Alex Rins (Monster Yamaha)
-
Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)
-
Franco Morbidelli (VR46 Ducati)
-
Jorge Martin (Aprilia Racing)




Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan ini (10–12 Juli 2026), perhatian seluruh pencinta balap motor dunia akan tertuju penuh pada Sirkuit Sachsenring, Jerman. Trek ikonik yang melingkar berlawanan arah jarum jam ini bukan sekadar balapan biasa bagi seorang Marc Marquez, melainkan sebuah panggung di mana sejarah besar berpotensi kembali ditulis ulang oleh Marc. Yup…Tatap GP Jerman: Peluang Emas Marc Marquez Samai Rekor Kemenangan Bersejarah Giacomo Agostini !!
Angka 9 kemenangan ini akan membawa Marquez menyamai rekor legendaris milik Giacomo Agostini, pemegang gelar juara dunia terbanyak dalam sejarah. Agostini merupakan satu-satunya pembalap dalam sejarah grand prix yang mampu memenangkan 9 balapan kelas premier di satu lintasan yang sama, yang ia cetak di sirkuit Imatra (Finlandia) dan sirkuit Spa-Francorchamps (Belgia).
Domenicali juga menegaskan bahwa hingga saat ini, sama sekali tidak ada pembahasan internal di Borgo Panigale mengenai rencana penjualan perusahaan. Walaupun secara teori keputusan untuk membeli atau menjual sebuah brand sepenuhnya merupakan hak prerogatif pemilik saham sesuai dengan kebutuhan korporasi mereka, posisi Ducati saat ini tergolong sangat aman.
“Di Assen kami sudah tahu sejak awal bahwa kami harus menahan diri dan menderita, tetapi kami tetap berhasil mengendalikan situasi dan membawa pulang poin penting untuk kejuaraan,” ungkap Marc Marquez menjelang GP Jerman.
Meski begitu, sirkuit ini tetap menyajikan tantangan teknis tinggi lewat tikungan kanan menurun yang sangat ikonik dan ekstrem bernama ‘The Waterfall’ pada T11, sebuah turunan tajam yang menuntut fokus penuh serta stabilitas motor yang tinggi.
Meskipun Bagnaia sempat memenangkan GP Jerman pada tahun 2024 lalu—memanfaatkan jatuhnya Jorge Martin di dua lap terakhir saat memimpin balapan—Pecco secara terbuka mengakui bahwa Sachsenring bukanlah sirkuit favoritnya.



Menurut Bulega, keunggulan Acosta terletak pada bagaimana pembalap berjuluk The Shark of Mazarron tersebut memanfaatkan berat badannya untuk memanipulasi motor. Acosta adalah produk murni dari evolusi berkendara modern:
Last…Analisis Nicolo Bulega bukan berarti mengecilkan status Marc Marquez sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa. Marquez tetap menjadi master dalam pengelolaan ban, taktik balapan, dan kecepatan menikung murni dalam kondisi sulit. Namun, komentar Bulega menegaskan satu hal penting: Pedro Acosta adalah cetak biru pembalap masa depan. Kemampuannya mengungguli Marquez dalam hal efisiensi dan kecepatan change of direction menunjukkan bahwa transisi generasi di MotoGP bukan lagi sekadar prediksi, melainkan realitas teknis yang sedang terjadi di atas aspal sirkuit. Nahh kalau sampeyan sendiri piye cak…setuju nggak dengan opini Bulega ?? (iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah resmi mengamankan masa depannya lewat perpanjangan kontrak multi-tahunan bersama tim pabrikan Ducati, Marc Marquez kini berada di posisi yang sangat strategis untuk memecahkan rekor-rekor terbesar dalam sejarah MotoGP. Sang juara bertahan kini hanya butuh satu gelar juara dunia lagi di kelas utama untuk menyamai rekor legendaris Giacomo Agostini (8 gelar), dan terpaut 14 kemenangan dari rekor kemenangan sepanjang masa milik Valentino Rossi (89 kemenangan). Dengan posisinya ini Marquez akui masih haus kemenangan…Waahh ikiii !!
Meskipun memprioritaskan kebahagiaan dan kesehatan mental di atas lintasan, bukan berarti insting “predator” Marc Marquez telah tumpul. Pembalap bernomor start #93 ini menegaskan bahwa dirinya akan tetap menuntut performa maksimal dari dirinya sendiri.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Red Bull KTM Factory Racing resmi mengumumkan rekrutan terbaru mereka untuk menghadapi era baru regulasi MotoGP pada tahun 2027. Pabrikan asal Austria tersebut sukses mengamankan tanda tangan Fabio Di Giannantonio dengan kontrak multi-tahun (multi-year deal). Pengumuman ini sekaligus melengkapi susunan pembalap di garasi utama KTM, di mana pembalap yang akrab disapa “Diggia” tersebut akan bertandem dengan Alex Marquez, yang kesepakatannya juga diumumkan di hari yang sama. Mengejutkan !!
Direktur Motorsports KTM, Pit Beirer, mengungkapkan alasan kuat di balik keputusan mereka memboyong pembalap bernomor start #49 tersebut. Menurutnya, konsistensi Diggia di barisan depan menjadi faktor penentu.


Cedera pada medial collateral ligament (MCL) Zarco dilaporkan mulai membaik dengan sangat baik. Selain itu, bagian posterior cruciate ligament (PCL) yang awalnya diduga robek, anehnya kini memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yang sangat menjanjikan, meskipun bagian anterior cruciate ligament (ACL) miliknya dipastikan tetap robek. Selama beberapa minggu terakhir, pembalap bernomor motor 5 ini juga harus menunggu luka bakar akibat kecelakaan tersebut sembuh sebelum tindakan operasi benar-benar diputuskan. Di masa tunggu tersebut, Zarco tetap giat berlatih secara mandiri dan menunjukkan kemajuan fisik yang luar biasa. Ini sih aneh bagus cak…
“Tim Castrol Honda LCR dengan sangat gembira mengonfirmasi perkembangan positif ini dan sudah tidak sabar untuk melihat Johann Zarco kembali ke lintasan balap jika waktunya tiba,” tulis pernyataan resmi tim.