Category: Motogp

  • Fokus Berat…Marco Bezzecchi Ogah Mikirin Marc Marquez !!

    Fokus Berat…Marco Bezzecchi Ogah Mikirin Marc Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, sukses mencatatkan waktu tercepat pada hari pertama sesi latihan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano. Meskipun tampil impresif di kand sendiri dan mengungguli juara bertahan Marc Marquez dengan selisih tipis sekitar 0,1 detik, Bezzecchi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin ambil pusing dengan performa para rivalnya termasuk Marquez…

    “Bagi saya, tidak ada gunanya melihat pebalap lain,” ujar Bezzecchi setelah menguasai sesi latihan. “Satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah melihat diri sendiri dan mencoba memperbaiki apa yang bisa saya kendalikan.” serunya…

    Bagi Bezzecchi, fokus utamanya tertuju pada pengembangan gaya balapnya sendiri, kinerja motor RS-GP, serta sensasi secara keseluruhan di atas lintasan. Ia merasa masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan performa, baik dari sisi teknik berkendara maupun penyesuaian setelan pada motornya, meskipun secara basis awal motornya sudah terasa sangat baik.

    Dominasi Bezzecchi di Misano terlihat jelas pada sektor pertama dan ketiga berkat kecepatan tikungan (cornering speed) dari motor Aprilia. Kendati demikian, hasil kontras justru ditunjukkan oleh rekan setim sekaligus pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin, yang harus puas tercecer di posisi kesepuluh, sementara empat posisi di belakang Bezzecchi justru dikuasai oleh barisan pebalap Ducati.

    Terkait pemilihan ban untuk balapan mendatang, Bezzecchi membuka peluang untuk menggunakan ban belakang kompon soft (lunak). Mengingat tingkat degradasi ban di Sirkuit Misano tidak terlalu masif, opsi ban lunak maupun medium sama-sama menjadi pertimbangan yang realistis baginya.

    Last…menyongsong sesi kualifikasi dan Sprint Race, Bezzecchi saat ini berada di posisi yang kompetitif dalam perebutan gelar juara dunia, di mana ia tertinggal beberapa poin dari Marc Marquez dan Jorge Martin. Dengan pendekatan fokus pada diri sendiri, ia berharap bisa terus mengamankan posisi terdepan di sirkuit rumahnya….(iwb)

  • Marc Marquez akui sulit kalahkan Bezzecchi – Aprilia di Misano !!

    Marc Marquez akui sulit kalahkan Bezzecchi – Aprilia di Misano !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez datang ke Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano dengan status sebagai juara bertahan yang baru saja menyapu bersih kemenangan ganda di Sirkuit Aragon. Namun, pebalap andalan Ducati tersebut secara terbuka mengakui bahwa ia menghadapi tantangan yang jauh lebih pelik akhir pekan ini. Berbeda dengan dominasi mutlak yang ditunjukkannya sebelumnya, Marquez merasa dirinya sedikit kesulitan untuk menemukan ritme terbaik di atas motor Desmosedici. Yup…Marc Marquez akui sulit kalahkan Aprilia di Misano !!

    Pada sesi latihan hari Jumat, Marquez sebenarnya sempat menunjukkan kecepatan yang kompetitif dengan memuncaki sesi latihan bebas pertama (FP1) serta mengamankan posisi kedua di bawah pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pada sesi latihan sore. Meskipun demikian, ia merasa posisi kedua tersebut tidak serta-merta mencerminkan kenyamanan penuh di atas lintasan. Di Aragon, ia selalu berada di jajaran teratas tanpa hambatan berarti sepanjang sesi latihan, sementara di Misano ia dan timnya masih harus bekerja keras mencari setelan tambahan agar bisa tampil optimal.

    “ Sekarang aku tercepat kedua tapi sebenarnya situasinya tidak seperti di Aragon, ketika saya selalu berada di tiga besar klasemen latihan sepanjang sesi. Disini Saya sedikit kesulitan dan kami harus bekerja, kami harus mencoba mencari sesuatu yang lebih. Memang benar dalam catatan waktu lap cepat saya berada di sana. Namun seperti yang kita lihat, semuanya sangat ketat dan sesi kualifikasi besok akan menjadi sangat penting. Karena jika kamu membuat sedikit saja kesalahan, kamu bisa start di baris kedua atau bahkan ketiga, dan inilah masalah terbesar di MotoGP era sekarang…

    ” Misano adalah salah satu sirkuit di mana segalanya menjadi lebih merata. Seperti yang kita lihat pada catatan waktu lap, Aprilia sangat kuat di tikungan-tikungan cepat dan Ducati kuat di tikungan tipikal stop-and-go. Jadi pada akhirnya, Aprilia kuat di sektor 3, dan Ducati lebih kuat di sektor lain. Setiap motor memiliki potensinya masing-masing dan tugas kami adalah mencoba mencari yang terbaik untuk gaya balapku….

    “Bez dan Aprilia sangat cepat di tikungan-tikungan jenis ini (fast corner). Di area cepat seperti Assen dan Silverstone, mereka sangat kuat. Kami harus mencoba memahami apakah kami bisa menjadi lebih kuat di area lain. Saya belajar dari Silverstone. Saya mencoba mendekatinya dengan cara yang berbeda pada hari Jumat. Target saya adalah tampil sebaik mungkin pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk urusan membalap, saya lebih menyukai Austria daripada di sini, tetapi sayang di Austria saya lebih jarang menang. Saya lebih menyukai Motegi daripada trek ini, tetapi di Motegi saya juga lebih jarang menang. Ini adalah sirkuit di mana saya pernah meraih kesuksesan di masa lalu, dan tahun ini kami akan mencoba untuk dekat dengan pebalap terdepan, yang saya yakini Marco akan sulit dikalahkan. Ya, podium, saya yakin masuk podium namun menang ? ini akan menjadi tantangan besar…” tutupnya…

    Jadi cak…dari penuturan diatas, Marquez secara tegas menunjuk Marco Bezzecchi sebagai pebalap paling tangguh dan ancaman terbesar di Misano. Menurut pengamatan peraih sembilan gelar juara dunia tersebut, kekuatan antara pabrikan Ducati dan Aprilia menjadi jauh lebih seimbang di sirkuit ini. Aprilia terbukti sangat superior di tikungan-tikungan cepat, terutama pada sektor ketiga yang mencakup area ikonik Curvone. Sebaliknya, Ducati memiliki keunggulan tersendiri di area pengereman keras dan akselerasi keluar tikungan.

    Menyadari keunggulan rivalnya di area tikungan cepat, Marquez dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan memaksakan diri mencari kecepatan ekstra di sektor tiga. Ia belajar dari pengalaman balapan sebelumnya, di mana mencoba memaksakan motor di luar batas wajar pada area cepat justru membawa risiko besar. Strategi terbaik baginya adalah memaksimalkan potensi Desmosedici di sektor lain di mana mereka memiliki keunggulan kompetitif.

    Selain faktor teknis motor, persaingan ketat di Misano juga membuat sesi kualifikasi menjadi penentu yang sangat krusial. Selisih catatan waktu antar pebalap begitu tipis, sehingga kesalahan kecil saja saat kualifikasi dapat membuat seorang pebalap terlempar ke baris start kedua atau ketiga. Di era MotoGP modern yang sangat kompetitif ini, memulai balapan dari posisi tengah merupakan sebuah kerugian besar yang harus dihindari.

    Last….Dari aspek fisik, Marquez juga mengambil pendekatan yang lebih terukur setelah sempat mengalami masalah kelelahan fisik pada balapan-balapan sebelumnya. Ia mengatur ritme kerja fisiknya sejak hari Jumat demi menjaga kondisi optimal menghadapi sesi kualifikasi, Sprint race, dan balapan utama. Saat ini, Marquez berada di posisi yang kompetitif dalam perebutan gelar juara dunia. Mengingat ketatnya persaingan akhir pekan ini, ia secara realistis menyatakan akan merasa sangat puas dan siap menandatangani hasil podium jika mampu mendapatkannya di Misano. Apakah Marc mampu mengalahkan Bez ?? piye cak…optimis oraa ?? (iwb)

    2026 San Marino MotoGP – Practice Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’30.144s 24/25 300k
    2 ˅1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.103s 18/23 299k
    3 ^1 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.185s 25/27 299k
    4 ^6 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.241s 25/25 298k
    5 ^8 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.271s 21/21 298k
    6 = Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.344s 19/24 299k
    7 = Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.496s 23/24 298k
    8 ˅3 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.510s 24/27 301k
    9 ^2 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.530s 22/23 301k
    10 ˅2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.546s 23/26 299k
    Qualifying 1:
    11 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.560s 19/24 299k
    12 ˅9 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.572s 20/26 295k
    13 ˅1 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.614s 17/22 297k
    14 ^5 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.715s 24/26 300k
    15 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +0.799s 25/25 301k
    16 ˅7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.034s 26/26 293k
    17 ^3 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +1.119s 5/25 301k
    18 ^3 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.137s 20/21 295k
    19 ˅1 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.315s 6/19 297k
    20 ˅3 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.423s 21/23 293k
    21 ˅7 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.927s 19/19 294k
  • Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakk….Pujian setinggi langit diberikan oleh bintang WorldSBK sekaligus pebalap masa depan VR46 MotoGP, Nicolo Bulega, kepada sang juara dunia berkali-kali, Marc Marquez. Bulega mengaku dibuat kagum luar biasa dengan ketangguhan fisik dan mental pebalap andalan Ducati tersebut yang tetap mampu tampil kompetitif di barisan depan MotoGP meski harus berjuang mengatasi cedera lengan yang parah. Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Pernyataan tersebut dilontarkan Bulega menyusul sorotan publik terhadap kondisi fisik Marquez serta foto-foto medis lengannya yang sempat viral di media sosial. Seperti diketahui, The Baby Alien harus menjalani serangkaian operasi berat pada lengan kanannya akibat akumulasi cedera serius sejak beberapa musim lalu, termasuk insiden kecelakaan di Indonesia dan pergeseran sekrup yang menekan saraf radial.

    Bahkan, sejumlah tim medis menyebut fungsi lengan kanan Marquez saat ini tidak berada dalam kondisi 100 persen penuh akibat prosedur pembedahan komprehensif yang telah ia lalui. Melihat perjuangan tersebut, Bulega takjub bagaimana sang pebalap Spanyol masih sanggup menjinakkan motor MotoGP berkecepatan tinggi.

    “Olahraga ini sangat berat. Anda harus berlatih keras dan berada dalam kondisi fisik prima. Saya rasa hanya Marc yang bisa melakukan apa yang dia lakukan sekarang dengan satu setengah lengan,” ujar Bulega, menggambarkan betapa luar biasanya level determinasi Marquez.

    Last….lebih lanjut, Bulega yang sempat merasakan langsung mengendarai Desmosedici GP milik Marquez saat menjadi pebalap pengganti di akhir musim lalu, juga menyoroti anggapan keliru sebagian orang terhadap profesi pebalap. Ia menegaskan bahwa mengendalikan motor kelas premier menuntut kapasitas fisik, kekuatan otot, dan stamina yang jauh lebih ekstrem dibanding yang dibayangkan banyak orang di luar sana….(iwb)

  • Cedera Ai Ogura Belum Pulih, Ikut Race San Marino di Tolak !!

    Cedera Ai Ogura Belum Pulih, Ikut Race San Marino di Tolak !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pukulan telak kembali harus diterima oleh pebalap andalan Trackhouse MotoGP, Ai Ogura, dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Pebalap asal Jepang tersebut secara resmi dinyatakan harus absen pada seri Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano akhir pekan ini setelah gagal lolos dalam pemeriksaan medis wajib. Yup…kabarnya cak keputusan berat ini diambil menyusul hasil asesmen medis lanjutan yang dijalaninya di Barcelona. Tim dokter memutuskan bahwa kondisi ibu jari tangan kiri Ogura belum cukup pulih dan berisiko tinggi jika dipaksakan turun ke lintasan…!!

    Sebelumnya, pebalap bernomor start andalan tersebut harus menderita cedera patah tulang metakarpal pertama pada ibu jari kirinya akibat kecelakaan saat berlatih motocross di Jepang beberapa pekan lalu. Cedera tersebut memaksanya menjalani prosedur operasi yang ditangani langsung oleh spesialis dr. Xavier Mir, yang sekaligus membuatnya harus melewatkan seri Aragon sebelumnya. Berikut kronologi lengkap perjalanan cedera Ogura…

    • Kronologi Kecelakaan (Akhir Agustus 2026): Cedera ini bermula ketika Ai Ogura menjalani sesi latihan motocross di Jepang selang beberapa waktu setelah merampungkan seri Grand Prix Inggris (Silverstone). Dalam sesi latihan tersebut, ia mengalami kecelakaan yang berdampak langsung pada tangan kirinya.

    • Deteksi Cedera Setibanya di Eropa: Setibanya kembali di Eropa untuk persiapan menghadapi rangkaian balapan berikutnya, rasa nyeri hebat di tangan kirinya tak kunjung reda. Pemeriksaan lanjutan mengungkapkan adanya patah tulang (fracture) yang cukup serius di bagian ibu jari tangan kirinya.

    • Prosedur Operasi oleh Dr. Xavier Mir: Guna mempercepat proses penyambungan tulang dan pemulihan, pebalap Trackhouse Aprilia ini langsung diterbangkan ke Barcelona. Ia menjalani tindakan operasi darurat yang ditangani langsung oleh ahli bedah ortopedi ternama spesialis pebalap MotoGP, Dr. Xavier Mir.

    • Pemasangan Plat Besi: Dalam tindakan operasi tersebut, tim medis memutuskan untuk memasang plat penyangga kecil (plate) pada struktur tulang ibu jari kiri Ogura yang mengalami patah, agar posisi tulangnya stabil selama masa penyembuhan.

    Last…Absen untuk kedua kalinya secara beruntun tentu menjadi kerugian besar bagi Ogura yang sebelumnya tampil sensasional dan bertengger di papan atas klasemen sementara pebalap MotoGP 2026. Kehilangan poin krusial di dua balapan penting membuat peluang perburuan gelarnya berada di bawah tekanan berat, sementara tim Trackhouse memilih untuk tidak mencari pebalap pengganti di Misano demi fokus penuh pada proses pemulihan jangka panjang sang pebalap. GWS Ai…..(iwb)

  • Ketika Marco Bezzecchi Jajal F1 Kimi Antonelli..” Rem Keras Kayak Marmer ! “

    Ketika Marco Bezzecchi Jajal F1 Kimi Antonelli..” Rem Keras Kayak Marmer ! “

    Iwanbanaran.com – Cakkk….ada momen crossover yang bener-bener gokil dan bikin jantungan di sela-sela akhir pekan Grand Prix Italia di Sirkuit Monza! Bayangkan saja, pembalap MotoGP yang biasanya terbiasa merebahkan diri di atas kuda besi bertenaga beringas, mendadak dikasih kesempatan emas buat nyemplung ke kokpit mobil Formula 1 milik bintang Mercedes, Kimi Antonelli. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Marco Bezzecchi! Lewat rekaman video eksklusif yang dibagikan di Instagram, Bezzecchi memperlihatkan reaksi super jujur nan jenaka saat pertama kali merasakan langsung betapa radikal dan intimidatifnya interior mobil jet darat F1. Kira-kira apa yang bikin Bez sampai ciut nyali, Cak?

    Usut punya usut, hal pertama yang sukses bikin Bezzecchi shock berat adalah pedal rem mobil F1. Sambil meringis, ia mendeskripsikan injakan rem tersebut kerasnya “seperti balok marmer!”—menggambarkan betapa ekstremnya tekanan fisik yang dibutuhkan cuma buat menghentikan mobil F1.

    Belum lagi masalah ruang gerak. Masuk ke kokpit yang super sempit bikin Bez merasa nggak leluasa, bahkan sempat keliatan agak susah pas mau keluar lagi. Sontak sambil tertawa lepas ia ngaku, “Aku ngerasa jauh lebih nyaman di atas motor!”

    Puncak kebingungannya terjadi waktu dia melihat lingkar kemudi alias setir mobil F1 yang penuh sesak dengan deretan tombol rumit. Dengan nada takjub sekaligus ngeri, Bez spontan nyeletuk, “Ya Ampun, emangnya apa aja sih yang kudu diurusin di sini?”

    Last…Momen seru ini nggak cuma nunjukin betapa bedanya dunia antara balap roda dua dan roda empat, tapi juga mempererat persahabatan antara dua pembalap muda Italia tersebut. Seperti yang kita tahu, Kimi Antonelli—yang baru saja mencatatkan sejarah manis menang di Monza—memang punya kedekatan erat dengan anak-anak didik VR46 Academy dan sering nongkrong bareng di Tavullia. Wah, kalau disuruh tukaran profesi, kira-kira Bezzecchi bakal keteteran nggak ya ngebut pakai ban empat? wkwkwk….(iwb)

  • Saran Buat Honda….Cal Crutchlow sebut Moreira Titisan Marc Marquez ??

    Saran Buat Honda….Cal Crutchlow sebut Moreira Titisan Marc Marquez ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Bursa transfer pembalap MotoGP selalu menyita perhatian, terlebih ketika sebuah pabrikan besar harus menentukan arah masa depan proyek mereka. Di tengah teka-teki formasi tim Honda Racing Corporation (HRC) untuk musim 2027, suara-suara bernas mulai bermunculan dari dalam paddock. Salah satunya datang dari Cal Crutchlow, sosok berpengalaman yang sempat merasakan langsung garasi yang sama dengan para bintang muda Honda.

    Bagi Crutchlow, perdebatan mengenai siapa yang paling layak mengisi sisa kursi di tim pabrikan HRC untuk mendampingi Fabio Quartararo sebenarnya bukan lagi hal yang pelik. Membandingkan potensi antara Diogo Moreira dan David Alonso, Crutchlow secara terbuka menilai bahwa memberikan tiket utama kepada Moreira adalah sebuah langkah mutlak yang tidak perlu lagi diperdebatkan.

    Bukan tanpa alasan Crutchlow menjagokan Moreira. Selama beberapa putaran berbagi pengalaman dan telemetri di lintasan, ia melihat bagaimana sang rookie asal Brasil tersebut memperlakukan motor dengan tingkat pemahaman yang jauh melampaui usianya. Di atas RC213V yang karakternya masih terus digembleng untuk bisa kembali kompetitif di papan atas, Moreira justru mampu tampil konsisten dan kerap menjadi yang terdepan di antara para penunggang Honda lainnya.

    Bakat besar saja tentu belum cukup di kasta tertinggi balap motor dunia. Crutchlow menyoroti bahwa Moreira memiliki paket lengkap: talenta yang mumpuni dipadu dengan kepala dingin yang sangat matang. Ia jarang mengeluh, mampu membaca data dengan cermat, serta memiliki kecerdasan dalam mengelola ban di paruh kedua balapan. Bahkan, Crutchlow tidak ragu melontarkan pujian tinggi bahwa dengan waktu tiga tahun ke depan, Moreira memiliki kapasitas penuh untuk menjelma sebagai seorang Juara Dunia MotoGP.

    Satu hal menarik yang dibongkar oleh Crutchlow dari garasi Honda adalah gaya balap Moreira. Pemuda tersebut ternyata kerap berlatih bersama Marc Marquez dan berhasil menyerap salah satu trik pengereman paling ekstrem milik sang juara dunia sembilan kali. Sebuah teknik agresif di titik pengereman keras yang diakui Crutchlow sangat sulit ditiru dan penuh risiko, namun mampu dieksekusi dengan presisi oleh Moreira tanpa menjadikannya “penumpang” di atas motor.

    Lantas, bagaimana nasib David Alonso yang juga memegang kontrak resmi dari Honda untuk musim depan? Menanggapi hal tersebut, Crutchlow menilai skenario menempatkan Alonso di tim satelit LCR Honda adalah langkah yang paling ideal. Menurutnya, atmosfer di tim satelit memberikan ruang tumbuh yang lebih natural bagi seorang debutan tanpa beban tekanan berlebih dari struktur pabrikan utama—sebuah jalur yang terbukti ampuh untuk mematangkan mental pembalap muda sebelum terjun ke kancah pabrikan sepenuhnya.

    Last…Pada akhirnya, dinamika di kubu HRC menunjukkan bahwa regenerasi Honda sedang berada di jalur yang sangat menjanjikan. Dengan talenta-talenta muda haus kemenangan seperti Diogo Moreira dan David Alonso yang bersiap menggebrak kelas para raja, era baru panji sayap mengepak di MotoGP dipastikan bakal semakin membara dalam beberapa musim ke depan. Apakah sampeyan setuju dengan opini Cal cak ? monggo berikan komennya…(iwb)

  • Marc Marquez Sebut Mandalika adalah Sirkuit Horor !!

    Marc Marquez Sebut Mandalika adalah Sirkuit Horor !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa Sirkuit Mandalika (GP Indonesia) merupakan trek yang paling horor dan mengkhawatirkannya dari sisa kalender MotoGP 2026. Meskipun baru saja memangkas jarak poin secara signifikan dari Jorge Martin usai menyapu bersih kemenangan (double win) di GP Aragon, pembalap asal Spanyol tersebut memilih tetap realistis dan memantau persaingan gelar juara dunia secara race-by-race. “Berdasarkan sejarah, Indonesia adalah sirkuit terburuk bagi saya karena setiap tahun saya selalu memiliki kenangan buruk di sana…” serunya… (more…)

  • Terbongkar kondisi Lengan Terbaru Marc Marquez….Mengerikannn !!!

    Terbongkar kondisi Lengan Terbaru Marc Marquez….Mengerikannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..asliii, ngiluuu cakk melihat foto terbaru Marc Marquez. Yup….pembalap andalan Ducati Lenovo Team tsb membagikan sebuah galeri foto di akun Instagram pribadinya setelah seri Aragon. Di antara deretan foto tersebut, ada satu potret saat ia berada di gym yang langsung menyita perhatian publik pencinta balap motor dunia. Foto tersebut secara blak-blakan memperlihatkan jejak fisik nyata dan perbedaan otot yang mencolok pada lengan serta bahu kanannya. Kondisi pangkal lengan yang kecil mengeriput….asli mengerikan cakk. Sebuah bukti visual sahih dari tujuh kali operasi yang pernah ia jalani di area tersebut. Ediann…kayak gini kok masih bisa membalap ya, luarrr biasaaa….

    Perjuangan seorang pembalap MotoGP tidak hanya diukur dari seberapa cepat mereka melibas tikungan di atas lintasan. Lebih dari itu, pertarungan sesungguhnya terkadang terjadi di ruang operasi dan pusat kebugaran (gym). Operasi terakhir yang dijalani Marquez pada bulan Mei lalu sejatinya dilakukan untuk mengatasi saraf radial yang terkompresi akibat pelat logam sisa operasi sebelumnya. Meski ia menegaskan bahwa sarafnya kini sudah berfungsi secara normal, batasan fisik yang harus ia tanggung jelas tidak bisa disembunyikan begitu saja. Pengakuan jujur ini sempat terungkap usai balapan di Silverstone, di mana Marquez finis di posisi ketujuh. Kala itu, pembalap berpaspor Spanyol tersebut secara terbuka melapor kepada krunya di garasi Ducati dengan nada getir:

    “Hari ini bannya lebih baik. Secara fisik saya tidak sanggup. Saya berada di ambang crash. Saya tidak memiliki kendali penuh atas lengan kananku.” serunya…

    Setibanya di seri Aragon, The Baby Alien memperjelas situasinya. Ia mengakui bahwa dirinya belum bisa tampil full attack atau memaksakan motornya secara maksimal sepanjang akhir pekan balap penuh tanpa strategi pengelolaan energi yang matang….

    “Selepas jeda musim panas, saya tadinya yakin kondisi fisikku akan jauh lebih baik karena saya berhasil membangun sedikit massa otot bahu di gym. Namun, begitu hari Minggu [di Silverstone] tiba, saya langsung sadar bahwa belum waktunya untuk memaksakan itu. Saya harus [menyimpan sedikit energi]… agar berada dalam kondisi fisik yang lebih baik untuk hari Sabtu dan Minggu saat race. Semua ini berkaitan langsung dengan tujuh operasi berbeda di bahu kananku. Ya, begitulah adanya.”

    Perjalanan karier Marc Marquez memang tidak hanya diwarnai oleh deretan gelar juara dunia, tetapi juga perjuangan panjang melawan cedera parah, terutama di area lengan dan bahu kanannya cak. Berdasarkan pengungkapan terbaru mengenai total tujuh kali operasi yang telah ia jalani pada bahu kanannya, berikut adalah rekap jejak operasi lengan dan bahunya dari awal hingga yang terbaru:

    1 & 2. Operasi Bahu Kanan Pertama & Kedua (2018–2019)

    • Penyebab: Masalah kronis berupa dislokasi berulang (bahu sering copot sendiri) yang dialami Marquez sejak akhir musim 2018 (paling parah saat perayaan gelar juara di Motegi/Cervera dan insiden kualifikasi di Malaysia 2019).

    • Tindakan: Ia harus menjalani operasi rekonstruksi besar pada bahu kirinya terlebih dahulu pada akhir 2018, disusul dengan operasi pada bahu kanannya di penghujung musim 2019. Operasi ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup menyiksa selama musim dingin sebelum ia kembali membalap.

    3, 4, & 5. Rangkaian Operasi Humerus & Komplikasi (2020)

    • Penyebab: Kecelakaan horror di seri pembuka musim 2020 di Sirkuit Jerez yang menyebabkan patah tulang lengan atas kanan (humerus).

    • Tindakan:

      • Operasi 1 (Juli 2020): Pemasangan plat titanium (internal fixation) untuk menyatukan kembali tulang humerus yang patah.

      • Operasi 2 (Agustus 2020): Dilakukan karena plat titanium tersebut mengalami kerusakan akibat Marquez terlalu cepat memaksakan diri untuk comeback berlatih.

      • Operasi 3 (Desember 2020): Operasi lanjutan di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid, karena proses penyambungan tulang mengalami infeksi dan lambat (infeksi pseudarthrosis), yang memaksanya absen sepanjang musim 2020 penuh.

    6. Operasi Keempat Humerus di Amerika Serikat (Juni 2022)

    • Penyebab: Tulang humerusnya gagal menyatu dengan posisi rotasi yang benar (posisi tulang berputar sekitar 30 derajat), sehingga sangat membatasi performa berkendaranya dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

    • Tindakan: Marquez terbang ke Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat, untuk menjalani operasi besar keempat pada lengan kanannya. Tulangnya dipotong ulang (osteotomi) dan diputar ke posisi normal agar bisa berfungsi optimal kembali.

    7. Operasi Saraf Radial & Stabilisasi Bahu Lanjutan (Oktober 2025 & Mei 2026)

    • Penyebab:

      • Pada akhir 2025, Marquez sempat mengalami kecelakaan di GP Indonesia yang mencederai bagian belikat/tulang selangka (coracoid fracture dan kerusakan ligamen akromioklavikular) yang memerlukan tindakan bedah. Dan ternyata dari sana kondisi Bahu tidak normal akibat saraf tertekan skrup yang bergeser akibat benturan

      • Akhirnya pada Mei 2026, ia kembali harus naik meja operasi untuk mengatasi kompresi atau terjepitnya saraf radial akibat gesekan dengan plat logam (metalwork) dari riwayat operasi sebelumnya. Skrup dikabarkan diangkat dan posisi plat dibenahi dan akhirnya saraf bisa terbebas….

    Akibat akumulasi dari tujuh kali prosedur bedah yang melintasi area bahu, sendi, hingga tulang lengan kanannya, Marquez tidak lagi memiliki kondisi fisik yang 100% simetris. Foto gym terbarunya secara kasat mata memperlihatkan perbedaan massa otot yang sangat kontras antara bahu kiri dan kanannya. Beighhh….luarr biasa ini bocah !!

    Last…hebatnya cak, kendati masih harus berjibaku dengan masalah daya tahan fisik—di mana asimetri otot antara bahu kiri dan kanannya terlihat jelas dalam foto latihan tersebut Marquez membuktikan bahwa skill, mental juara dan kecerdasannya di atas Desmosedici GP masih berada di level berbeda. Di Sirkuit Aragon, yang notabene merupakan salah satu trek favoritnya, pembalap nomor 93 ini sukses mengamankan kemenangan ganda yang sempurna dengan menyapu bersih podium tertinggi di sesi Sprint Race dan Grand Prix utama. Hasil fenomenal di Aragon ini sekaligus membawanya merangsek naik ke posisi kedua klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP, terpaut 19 poin saja dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Kisah Marquez sekali lagi menegaskan bahwa apa yang disaksikan penonton di layar televisi hanyalah puncak gunung es. Di balik aksi-aksi fantastisnya mengendalikan motor bertenaga lebih dari 300 tenaga kuda, tersimpan perjuangan fisik luar biasa dari seorang atlet yang terus berdamai dengan sejarah cederanya demi tetap berada di puncak kejayaan. Gooo Marc !!! (iwb)

  • Bos Aprilia Akui Marc Marquez sangat Cerdik !!

    Bos Aprilia Akui Marc Marquez sangat Cerdik !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas dan mengerucut menjadi pertarungan tiga besar yang sengit setelah Grand Prix Aragon. Jorge Martin saat ini memimpin klasemen sementara untuk pabrikan Aprilia dengan keunggulan 19 poin. Sementara itu, Marc Marquez melesat ke posisi kedua setelah menyapu bersih kemenangan ganda di Aragon, disusul oleh pembalap Aprilia lainnya, Marco Bezzecchi, di posisi ketiga yang terpaut 24 poin dari puncak. Melihat performa impresif dan dominasi sang juara dunia asal Spanyol tersebut, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara terbuka memberikan pujian tinggi sekaligus mengakui bahwa Aprilia masih memiliki banyak hal untuk dipelajari dari sosok Marc Marquez. Bos Aprilia Akui Marquez sangat Cerdik !!

    Bagi Rivola, bertarung langsung melawan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang memberikan motivasi luar biasa bagi skuad Noale. Lebih lanjut, Rivola menyoroti mentalitas juara dan pendekatan taktis yang diterapkan oleh Marquez dalam mengarungi musim perebutan gelar tahun ini. Menurutnya, ada pelajaran besar yang bisa dipetik dari cara rival-rivalnya memanajemen poin. Rivola akui Marquez sangat cerdik dan pandai membaca situasi dengan sangat baik….

    ” Memang benar kami telah mengambil langkah-langkah yang tepat, terutama untuk masa depan. Namun itu saja belum cukup….kita berada di sini, kita harus berjuang sampai balapan terakhir melawan Marquez, yang merupakan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah. Merupakan suatu kehormatan untuk bisa mencoba mengalahkannya. Hal itu luar biasa dan menjadi motivasi yang sangat besar. Kami tidak akan menyerah sampai akhir. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Marc. Dia pembalap yang cerdik dan pintar membaca situasi, Ketika ia tampak sedang kesulitan, ia tetap memenangi balapan tanpa mengambil risiko, karena ia tahu bahwa konsistensi adalah hal yang paling penting dari sekarang hingga akhir tahun.

    ” Dan ketika ia perlu mengamankan kemenangan, karena ia tahu dialah yang terbaik, ia langsung melakukannya. Kita perlu belajar dari sikap tersebut. Saya sering mengatakan kepada para pembalap kami agar tidak kecewa ketika finis di posisi keempat atau kelima atau bahkan ke 7 karena kita tidak boleh lupa bahwa kita sedang melawan para raksasa dan pembalap yang terbiasa menang jauh lebih banyak daripada kita. Selain itu, jika ada satu orang yang percaya bahwa Bezzecchi dan Martin bisa menjadi Juara Dunia sejak tahun lalu, orang itu adalah saya.

    “Ini semacam bukti bahwa kami telah melakukan hal yang benar dengan berjuang tahun lalu untuk mempertahankan Martin, dan sangat memuaskan melihat Bezzecchi telah membangun motor yang benar-benar kompetitif bersama tim. Ia adalah pembalap yang jauh lebih baik daripada perkiraan banyak orang selama berkarier. Kami akan berjuang sampai akhir…” tukas Rivola…

    Last…Rivola juga terus menjaga motivasi para pembalap dan kru di garasi Aprilia agar tidak berkecil hati ketika hanya mampu finis di posisi keempat, kelima, atau ketiga. Ia selalu mengingatkan timnya bahwa Aprilia sedang berhadapan dengan “para raksasa” yang sudah jauh lebih berpengalaman dan terbiasa mendominasi kejuaraan dunia dibanding mereka. Dengan sisa musim MotoGP 2026 yang masih panjang dan persaingan ketat antara Martin, Marquez, dan Bezzecchi, pertarungan memperebutkan mahkota juara dunia. Apakah mereka mampu mengalahkan Marc ?? biarlah waktu yang berbicara cak….(iwb)

  • Perang Iran-US tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !?

    Perang Iran-US tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !?

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Federasi Motor dan Sepeda Motor Qatar (QMMF) menegaskan bahwa persiapan untuk menggelar ajang balap Formula 1 dan MotoGP pada musim ini tetap berjalan sesuai rencana. Di tengah spekulasi dan laporan pembatalan yang beredar, pihak berwenang di Qatar menyatakan bahwa “semuanya berjalan lancar” (everything is a go-ahead). Yup…perang Iran tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !??

    Konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari lalu memang telah banyak memberikan dampak dan disrupsi pada berbagai ajang olahraga internasional di kawasan tersebut. Sejumlah ajang, seperti FIA World Endurance Championship (WEC), terpaksa memindahkan jadwal pembukaannya ke Eropa. Sementara itu, Formula 1 bahkan harus memindahkan seri Bahrain ke Malaysia, dengan status balapan di Qatar (27–29 November) dan Abu Dhabi yang masih dalam tahap evaluasi.

    Di sisi lain, nasib Grand Prix MotoGP Qatar yang dijadwalkan ulang ke tanggal 6–8 November turut dipertanyakan, dengan laporan yang sempat mengindikasikan potensi pembatalan tanpa seri pengganti. Kendati demikian, Presiden QMMF Abdul Rahman bin Abdul Latif Al Mannai menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa begitu saja menghentikan persiapan.

    “Rencananya adalah tetap menggelar balapan tersebut,” ujar Al Mannai. “Kami sudah aktif dan bersiap untuk MotoGP, begitu pula dalam diskusi kami dengan Formula 1.”

    Last….Meski mengakui situasi keamanan di kawasan masih dinamis dan sulit diprediksi sepenuhnya, pihak QMMF memilih untuk tetap bersikap siaga dan mengambil langkah satu persatu sambil memantau perkembangan situasi dalam beberapa bulan ke depan. Walaupun mereka memastikan tetap akan menggelar sesuai rencana…keputusan final terkait kepastian penyelenggaraan balapan-balapan bergengsi ini diperkirakan akan segera diambil dalam waktu dekat sebelum rangkaian tur luar Eropa dimulai….(iwb)