Category: Motogp

  • FP1 MotoGP Jerman: Raul Fernandez Tercepat, Marc Marquez crash !!

    FP1 MotoGP Jerman: Raul Fernandez Tercepat, Marc Marquez crash !!

    Iwanbanaran.com – Cakk….Sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring menyajikan kejutan sekaligus drama. Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, berhasil keluar sebagai yang tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik di menit-menit akhir sesi, mengungguli sang “King of Sachsenring”, Marc Marquez yang crash. Waduhhh….

    Sesi FP1 yang berlangsung selama 45 menit ini menjadi pembuka dari rangkaian seri terakhir sebelum jeda musim panas MotoGP. Trackhouse Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil impresif mereka di seri sebelumnya, dan Fernandez membuktikannya dengan mencetak waktu 1 menit 20,829 detik menggunakan ban belakang medium baru tepat sebelum bendera finis berkibar.

    Drama Marc Marquez dan Franco Morbidelli di Tikungan 3

    Sorotan utama di awal sesi langsung tertuju pada Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut mengalami kecelakaan (crash) di Tikungan 3 saat baru menjalani lap ketiganya. Kendati demikian, pembalap yang memegang rekor sembilan kemenangan di Sachsenring ini mampu bangkit dengan cepat.

    Marquez kembali ke lintasan dan bahkan sempat memimpin lembaran waktu dengan catatan 1 menit 20,880 detik di sisa 25 menit sesi. Ia akhirnya menyudahi FP1 di posisi kedua, terpaut tipis 0,051 detik dari Fernandez, sebuah catatan impresif mengingat Marquez tidak melakukan pergantian ke ban baru di akhir sesi.

    Tikungan 3 tampaknya menjadi momok bagi pembalap Ducati pada sesi kali ini. Selain Marquez, Franco Morbidelli (VR46 Ducati) juga mengalami insiden kecelakaan di titik yang sama menjelang akhir sesi. Meski begitu, Morbidelli tetap mengamankan tempat di posisi ke-9.

    Jalannya Persaingan dan Hasil FP1

    Di awal sesi, posisi teratas sempat diperebutkan oleh Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati). Di Giannantonio akhirnya mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan, tepat di depan Joan Mir dari tim Honda yang merangsek ke posisi keempat setelah menggunakan ban baru.

    Sementara itu, Jack Miller (Pramac) melengkapi posisi lima besar. Pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia), harus puas berada di posisi ke-10 pada sesi pembuka ini. Nasib kurang beruntung dialami Maverick Vinales (Tech3 KTM) yang mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 11 pada pertengahan sesi, namun beruntung ia bisa berjalan tanpa cedera serius dan finis di posisi ke-11.

    Di sisi lain, juara bertahan Pecco Bagnaia (Ducati) memilih pendekatan yang lebih tenang tanpa memasang ban baru di akhir sesi, membuatnya terdampar di posisi ke-19….(iwb)

    Hasil 10 Besar FP1 MotoGP Jerman:

    1. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) – 1:20.829

    2. Marc Marquez (Gresini Ducati) – +0.051

    3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) – +0.354

    4. Joan Mir (Repsol Honda)

    5. Jack Miller (Pramac Racing)

    6. Alex Marquez (Gresini Ducati)

    7. Alex Rins (Monster Yamaha)

    8. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)

    9. Franco Morbidelli (VR46 Ducati)

    10. Jorge Martin (Aprilia Racing)

  • Gigi Dall’igna tantang Aprilia…” Kami tidak takut ” !!  serunya

    Gigi Dall’igna tantang Aprilia…” Kami tidak takut ” !! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez dan Ducati tidak lagi menutup-nutupinya: mereka ingin memenangkan gelar juara dunia musim ini. Masing-masing memiliki motivasi tersendiri. Bagi Marc, ini akan menjadi gelarnya yang ke-10; bagi Ducati, ini akan menjadi pelengkap manis dari perayaan ulang tahun ke-100 mereka yang baru-baru ini dirayakan di WDW (World Ducati Week). Yang menarik walau tertinggal 40 poin..bos Ducati nyatakan tidak takut. Gigi Dall’igna tantang Aprilia…” Kami tidak takut ” !! serunya

    Tentu saja, tugas di depan mereka jauh dari kata mudah. Musim 2026 tidak diawali dengan awal yang terbaik, dan mereka harus mengejar ketertinggalan. Sachsenring menjadi seri yang sangat krusial bagi keduanya, terutama bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut tiba di trek yang paling ia dominasi sepanjang kariernya, dengan total dua belas kemenangan di kelas 125cc (1), Moto2 (2), dan MotoGP (9), dan ia bertekad untuk memangkas jarak dari duo Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

    Pembalap asal Cervera tersebut yakin bahwa Ducati memiliki semua potensi yang dibutuhkan, namun ia mengidentifikasi dirinya sendiri sebagai area yang perlu diperbaiki…

    “Motornya bekerja dengan baik, tim bekerja dengan baik, pikiran saya pun bekerja dengan baik. Kami perlu melatih kondisi fisik saya untuk melangkah maju musim panas ini. Liburan saya akan lebih pendek karena saya ingin berkembang dan melihat seberapa jauh kami bisa melangkah dengan lengan kanan ini,” jelas Marquez, yang menargetkan untuk memulihkan pundak kanannya ke kondisi puncak selama jeda musim panas….

    Sementara itu, Ducati juga terus melanjutkan pengembangan GP26, yang harus merespons kemajuan yang ditunjukkan oleh Aprilia. Namun, Gigi Dall’Igna merasa percaya diri dengan kemajuan Desmosedici. Gigi memastikan tidak takut pada Aprilia….

    “Kemajuan mereka (Aprilia) tidak membuat saya khawatir atau takut. Justru, hal itu memberi saya motivasi lebih untuk bekerja dan mendorong semua orang untuk melakukan yang lebih baik lagi. Kami belum 100% saat ini; kami masih perlu melakukan beberapa perubahan dan penyesuaian. Tapi kami sudah dekat, dan dalam beberapa kesempatan kami berhasil menang mutlak. Kami baru berada di pertengahan musim; jalan kejuaraan masih panjang, dan kami ingin melakukan segala cara yang memungkinkan untuk memenangkannya.” tegas General Manager Ducati Corse tersebut. Wahhh seruuu ikiiii….(iwb)

  • Tatap GP Jerman: Marquez Berpeluang Samai Rekor Kemenangan Giacomo Agostini !!

    Tatap GP Jerman: Marquez Berpeluang Samai Rekor Kemenangan Giacomo Agostini !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan ini (10–12 Juli 2026), perhatian seluruh pencinta balap motor dunia akan tertuju penuh pada Sirkuit Sachsenring, Jerman. Trek ikonik yang melingkar berlawanan arah jarum jam ini bukan sekadar balapan biasa bagi seorang Marc Marquez, melainkan sebuah panggung di mana sejarah besar berpotensi kembali ditulis ulang oleh Marc. Yup…Tatap GP Jerman: Peluang Emas Marc Marquez Samai Rekor Kemenangan Bersejarah Giacomo Agostini !!

    Sachsenring sudah lama dijuluki sebagai “rumah kedua” atau wilayah kekuasaan mutlak bagi Marquez. Rekornya di lintasan ini begitu superior dan sulit dinalar. Jika ditotal dari seluruh kelas yang pernah ia ikuti sepanjang kariernya, pembalap asal Spanyol ini telah mengoleksi 11 kemenangan beruntun di Jerman yang fantastis sejak tahun 2010 hingga 2021 (terdiri dari 1 kemenangan di kelas 125cc, 2 kemenangan di Moto2, dan 8 kemenangan berturut-turut di kelas utama MotoGP).

    Jika hanya menghitung kemenangan spesifik di kelas premier (MotoGP/500cc) di satu sirkuit yang sama, rekor dominasi milik Marquez ini menempatkannya di jajaran elite para legenda sepanjang masa. Saat ini, Marquez mengantongi 8 kemenangan kelas utama di Sachsenring—jumlah yang setara dengan rekor milik Casey Stoner di Phillip Island dan Valentino Rossi di Mugello.

    Namun, akhir pekan ini menyajikan target yang jauh lebih masif bagi The Baby Alien. Jika Marquez mampu merebut podium tertinggi di balapan hari Minggu nanti, ia akan mengoleksi 9 kemenangan kelas utama di satu sirkuit tunggal (Sachsenring).

    Angka 9 kemenangan ini akan membawa Marquez menyamai rekor legendaris milik Giacomo Agostini, pemegang gelar juara dunia terbanyak dalam sejarah. Agostini merupakan satu-satunya pembalap dalam sejarah grand prix yang mampu memenangkan 9 balapan kelas premier di satu lintasan yang sama, yang ia cetak di sirkuit Imatra (Finlandia) dan sirkuit Spa-Francorchamps (Belgia).

    Satu-satunya pembalap modern selain Marquez yang mampu mendekati angka magis ini adalah Valentino Rossi, yang memiliki rekor 8 kemenangan kelas utama di sirkuit Assen dan Jerez.

    Meskipun statistik sejarah sangat berpihak padanya, perjalanan Marquez menuju rekor Agostini akhir pekan ini dipastikan tidak akan mudah. Ia datang ke Jerman dalam kondisi fisik yang belum pulih 100 persen pasca-operasi yang dijalaninya pada bulan Mei lalu.

    Last…Keterbatasan fisik ini sempat membuatnya terlempar dari perebutan podium dan harus puas finis di posisi ke-7 pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Kendati demikian, karakter Sachsenring yang didominasi oleh tikungan kiri (10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan) diyakini akan banyak membantu meminimalkan beban stres pada lengan kanan Marquez yang sedang dalam masa pemulihan. Apakah magis Sachsenring mampu menutup kekurangan fisik sang SachsenKing untuk menyamai rekor abadi Giacomo Agostini? Ataukah ketatnya persaingan dari rekan setimnya, Francesco Bagnaia, dan para rival lain justru akan menunda torehan sejarah tersebut? Menarik untuk kita tunggu jalannya balapan akhir pekan ini…..(iwb)

  • Gawat…Ducati akan dijual Volkwagen, MotoGP terancam ???

    Gawat…Ducati akan dijual Volkwagen, MotoGP terancam ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Jagat balap MotoGP belakangan ini sempat dihangatkan oleh rumor miring seputar masa depan pabrikan raksasa asal Italia, Ducati. Isu restrukturisasi besar-besaran di tubuh sang induk perusahaan, Volkswagen (VW) Group, memicu spekulasi bahwa Ducati berpotensi bakal dijual atau dilepas ke kepemilikan baru. Kabar burung ini mencuat setelah adanya pernyataan mengambang dari pihak manajemen atas terkait tantangan berat dan “transformasi mendalam” yang sedang dihadapi oleh seluruh lini brand di bawah naungan grup. Terus gimana nasib MotoGP ??

    Melihat rumor yang menggelinding liar, CEO Ducati, Claudio Domenicali, langsung pasang badan dan memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan bahwa kondisi finansial pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale tersebut saat ini justru sedang berada di performa terbaiknya.

    “Kondisi perusahaan kami sangat sehat dan prima. Bahkan, Ducati merupakan entitas yang sepenuhnya mandiri (self-standing),” ungkap Claudio Domenicali.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemandirian finansial ini membuat Ducati tidak bergantung pada kucuran dana segar dari pemegang saham utama untuk mengeksekusi rencana jangka panjang mereka. “Kami tidak benar-benar membutuhkan sokongan dana untuk menjalankan rencana investasi masa depan kami, termasuk dalam proses pengembangan model-model motor baru. Rencana investasi kami sangat solid,” tambahnya.

    Domenicali juga menegaskan bahwa hingga saat ini, sama sekali tidak ada pembahasan internal di Borgo Panigale mengenai rencana penjualan perusahaan. Walaupun secara teori keputusan untuk membeli atau menjual sebuah brand sepenuhnya merupakan hak prerogatif pemilik saham sesuai dengan kebutuhan korporasi mereka, posisi Ducati saat ini tergolong sangat aman.

    Kalaupun di masa mendatang terjadi pergeseran atau pergantian kepemilikan di tingkat atas, hal tersebut tidak akan mengguncang stabilitas divisi balap Ducati Corse. Struktur tim, anggaran riset, hingga pengembangan motor di lintasan balap dinilai terlalu kuat untuk goyah begitu saja, mengingat Ducati telah menancapkan kukunya sebagai ikon paling dominan dan tersukses di era modern MotoGP saat ini. Jadi, buat para fans berat duet Marc Marquez dan Pecco Bagnaia, atau tim satelit seperti VR46 dan Gresini, situasi ini dipastikan aman. Operasi skuad Desmosedici untuk terus berburu gelar juara dunia akan tetap berjalan sesuai rencana tanpa ada gangguan eksternal korporat…jadi judule MotoGP aman cak…(iwb)

  • Marquez di prediksi akan sangat kuat di Sachsenring…Recordnya gilaaa !!!

    Marquez di prediksi akan sangat kuat di Sachsenring…Recordnya gilaaa !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sang juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, memprediksi dirinya akan kembali menghadapi akhir pekan yang berat secara fisik di GP Jerman (10–12 Juli 2026). Kendati demikian, pembalap Ducati Lenovo Team ini menegaskan bahwa situasi di Sirkuit Sachsenring akan sangat berbeda dibandingkan dengan seri sebelumnya di Assen, Belanda. Yup….diprediksi Marquez akan sangat kuat di Sachsenring…Recordnya gilaaa cakkk !!!

    Dua pekan lalu di GP Belanda (26–28 June), Marquez tampil kurang menggigit dari biasanya. The Baby Alien hanya mampu finis keenam di sesi Sprint, dan kembali melintasi garis finis di posisi keenam saat balapan utama hari Minggu—sebelum akhirnya melorot ke posisi ketujuh akibat penalti pasca-balap karena melanggar track limits di lap terakhir.

    Sepanjang akhir pekan di Assen, Marquez mengakui dirinya sengaja membalap dengan pendekatan konservatif demi meminimalisir risiko. Langkah ini diambil karena ia masih dalam proses memulihkan kebugaran fisik dan membangun kembali kekuatannya pasca-operasi yang dijalani pada bulan Mei lalu setelah GP Prancis.

    Menatap balapan di Sachsenring, pembalap asal Spanyol itu menyadari kondisi fisiknya belum akan mencapai 100 persen. Namun, ia optimis karena keterbatasan fisiknya saat ini tidak akan terlalu menyiksa di sirkuit yang menjadi wilayah kekuasaannya tersebut. Sebagai catatan, Marquez memegang rekor fantastis dengan 12 kemenangan di Sachsenring, di mana 9 di antaranya diraih di kelas utama (MotoGP).

    “Di Assen kami sudah tahu sejak awal bahwa kami harus menahan diri dan menderita, tetapi kami tetap berhasil mengendalikan situasi dan membawa pulang poin penting untuk kejuaraan,” ungkap Marc Marquez menjelang GP Jerman.

    “Di Sachsenring skenarionya berbeda. Dari sudut pandang fisik saya pasti akan tetap kesulitan (struggle), tetapi tata letak (layout) sirkuit ini tidak menguras banyak energi. Kami bisa tetap berada dalam rombongan pembalap tercepat,” tambahnya optimis. Karakter sirkuit Sachsenring yang didominasi tikungan kiri memang dikenal lebih bersahabat bagi pembalap yang sedang memulihkan kondisi fisik lengan kanan.

    Karakteristik Unik Lintasan: Dominasi Tikungan Kiri

    Sachsenring merupakan salah satu sirkuit paling tidak biasa di kalender MotoGP karena memiliki arah putaran berlawanan jarum jam (anti-clockwise). Berdasarkan spesifikasi teknis resmi, berikut detail sirkuit yang akan dihadapi para pembalap akhir pekan ini:

    • Panjang Lintasan: 3,67 Km (Salah satu yang terpendek di kalender balap).

    • Lebar Lintasan: 12 meter.

    • Trek Lurus Terpanjang: 700 meter (Membuat top speed tidak terlalu ekstrem).

    • Jumlah Tikungan: 13 Tikungan, yang terbagi secara ekstrem atas 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan.

    Dominasi 10 tikungan kiri inilah yang menjadi kunci utama bagi Marquez cak. Tikungan yang mengarah ke kiri otomatis tumpuan beban fisik pembalap akan lebih banyak bertumpu pada sisi kiri tubuh, sehingga memberikan waktu istirahat dan mengurangi beban stres fisik pada lengan kanan Marquez yang belum pulih total akibat operasi.

    Meski begitu, sirkuit ini tetap menyajikan tantangan teknis tinggi lewat tikungan kanan menurun yang sangat ikonik dan ekstrem bernama ‘The Waterfall’ pada T11, sebuah turunan tajam yang menuntut fokus penuh serta stabilitas motor yang tinggi.

    Karena jarak per lap yang pendek (3,67 Km), jumlah putaran yang harus ditempuh para pembalap di kelas utama terbilang sangat banyak demi memenuhi regulasi jarak minimal. Berikut adalah total lap dan jarak tempuh untuk balapan hari Minggu nanti:

    • MotoGP: 30 Lap (Total jarak: 110,13 Km)

    • Moto2: 25 Lap (Total jarak: 91,78 Km)

    • Moto3: 23 Lap (Total jarak: 84,43 Km)

    Dominasi Historis Sang “SachsenKing”

    Data historis membuktikan mengapa Sachsenring sering disebut sebagai “rumah kedua” bagi Marc Marquez. Di sirkuit ini, ia memegang rekor fantastis yang sulit dipecahkan pembalap aktif lain:

    • Kemenangan Terbanyak: Marc Marquez (9 kali menang di kelas utama, mengungguli legenda Giacomo Agostini dengan 6 kemenangan).

    • Pole Position Terbanyak: Marc Marquez (8 kali pole position di kelas utama).

    Di sisi lain garasi Ducati Lenovo, sang rekan setim, Francesco Bagnaia, datang ke Jerman dengan modal yang kurang apik. Pembalap Italia tersebut gagal finis di Assen akibat mengalami masalah pada sistem pengereman motornya.

    Meskipun Bagnaia sempat memenangkan GP Jerman pada tahun 2024 lalu—memanfaatkan jatuhnya Jorge Martin di dua lap terakhir saat memimpin balapan—Pecco secara terbuka mengakui bahwa Sachsenring bukanlah sirkuit favoritnya.

    “Akhir pekan di Assen berjalan rumit, dan menyudahi hari Minggu dengan gagal finis (retire) sungguh mengecewakan saya, terutama setelah semua kerja keras bersama tim,” ujar Bagnaia.

    “Sachsenring secara historis bukan termasuk trek favorit saya, tetapi kami menghadapi akhir pekan ini dengan determinasi tertinggi. Sangat krusial untuk meraih hasil bagus di sini demi menutup paruh pertama musim ini dengan cara terbaik sebelum jeda musim panas,” pungkas Pecco.

    Last….Dengan jeda musim panas yang sudah di depan mata, balapan di Sachsenring akhir pekan ini dipastikan bakal berjalan panas. Mampukah magis Marc Marquez di “Sachsenring-King” menutupi kekurangan fisiknya, ataukah Pecco Bagnaia dan para rival lainnya yang akan mencuri panggung? Kita tunggu saja aksi mereka di lintasan nanti cak…Go Marccc !!! (iwb)

  • Penjualan Merchandise VR46 Hancurrr….kondisi keuangan Goyang ?

    Penjualan Merchandise VR46 Hancurrr….kondisi keuangan Goyang ?

    Iwanbanaran.com – Cakkk…tahu nggak sampeyan ternyata pensiunnya seorang ikon sebesar Valentino Rossi dari pentas MotoGP pada akhir musim 2021 tidak hanya meninggalkan lubang besar dari segi tontonan dan sportivitas, melainkan juga memicu efek domino yang signifikan pada sektor bisnis Rossi. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa gurita bisnis merchandise milik The Doctor, VR46 Racing Apparel, mulai merasakan dampak finansial yang serius akibat absennya sosok sang megabintang secara reguler di paddock MotoGP. Penjualan atribut kuning khas nomor 46 tsb anjlok dan ini membuktikan satu teori lama: karisma personal di lintasan adalah motor utama penggerak industri retail balap. Penjualan Merchandise VR46 Hancurrr….kondisi keuangan tim MotoGP Rossi Goyang ?

    Selama lebih dari dua dekade, sirkuit MotoGP selalu berubah menjadi “lautan kuning” di mana pun Rossi balapan. Topi, kaus, bendera, dan pernak-pernik berlogo VR46 laku keras karena penggemar merasa terhubung langsung dengan aksi sang pembalap akhir pekan itu. Namun, ketika Rossi beralih fokus ke balap roda empat (ajang balap ketahanan GT) dan tidak lagi terlihat mematangkan kehadirannya di garasi tim setiap seri, kedekatan emosional konsumen secara perlahan mulai mengendur. Meskipun tim balapnya, Pertamina Enduro VR46 Racing Team, tetap berkompetisi di kelas premier, absennya figur fisik Valentino Rossi secara konvensional di sirkuit berdampak langsung pada gairah belanja para fans kasual di gerai-gerai resmi sirkuit.

    Tantangan bisnis VR46 tidak berhenti pada penurunan minat retail konsumen. Struktur pendapatan mereka juga terpukul oleh kebijakan strategis sejumlah pabrikan raksasa. Salah satu pukulan paling nyata terjadi ketika Yamaha Motor Co. secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan lini pakaian VR46 untuk seragam tim pabrikan mereka. Selama bertahun-tahun, VR46 Racing Apparel adalah pihak yang memproduksi dan memasok semua pakaian resmi tim Yamaha MotoGP. Ketika Yamaha beralih ke mitra baru, VR46 tidak hanya kehilangan kontrak bernilai jutaan euro, tetapi juga kehilangan panggung branding utama di mana jutaan pasang mata menyaksikan logo mereka menempel pada pembalap papan atas…

    Data finansial menunjukkan pergeseran performa bisnis dalam struktur perusahaan holding Rossi. Perusahaan manajemen tim balap, VR46 Racing Team, memang menyumbang pemasukan terbesar lewat sirkulasi sponsor dan hak siar. Namun, biaya operasional untuk menjalankan tim MotoGP sangat masif, sehingga margin keuntungan bersih sangat bergantung pada profitabilitas sektor merchandise (VR46 Racing Apparel) yang memiliki biaya produksi lebih terkontrol.

    Ketika grafik penjualan retail merchandise melandai, keseimbangan neraca keuangan holding VR46 secara keseluruhan otomatis ikut tertekan. Tanpa adanya arus kas yang kuat dari penjualan kaus dan topi kuning di seluruh dunia, beban pembiayaan akademi balap (VR46 Riders Academy) dan operasional sirkuit pribadi (The Ranch) menjadi sulit cak…..

    Last…Penurunan penjualan ini menjadi alarm bagi manajemen VR46 bahwa nama besar “Valentino Rossi” tidak bisa selamanya diandalkan hanya lewat nostalgia masa lalu. Untuk mempertahankan takhtanya sebagai pemimpin pasar merchandise motorsport, VR46 kini dihadapkan pada tugas berat: mengeksplorasi strategi pemasaran baru, mendiversifikasi lini produk ke ranah gaya hidup (lifestyle) di luar MotoGP, serta memaksimalkan performa murid-murid akademinya seperti Francesco Bagnaia untuk menjaga relevansi merek di generasi baru. Pertanyaannya…apakah bisaa ?? abot sih cak karena bagaimanapun pamor dan keemasan ada masanya. Dan sepertinya kini Rossi makin tertekan karena nama besarnya tidak lagi menjual…..(iwb)

  • Nicolo Bulega Sebut Marc Marquez bakal Sulit Lawan Acosta ??…Wahhh !!!

    Nicolo Bulega Sebut Marc Marquez bakal Sulit Lawan Acosta ??…Wahhh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….persaingan MotoGP modern tidak hanya ditentukan oleh besaran tenaga kuda (horsepower) mesin, melainkan seberapa taktis seorang pembalap mengeksploitasi kelincahan motor di zona transisi. Sebuah pandangan menarik sekaligus provokatif baru-baru ini dilontarkan oleh bintang Ducati WorldSBK, Nicolo Bulega. Pembalap yang juga kerap menguji motor Desmosedici GP milik pabrikan Borgo Panigale tersebut secara blak-blakan menyebut bahwa dalam aspek perubahan arah (change of direction), rookie sensasional Pedro Acosta memiliki kemampuan yang mengungguli pemegang delapan gelar juara dunia, Marc Marquez. Yup…Nicolo Bulega Sebut Marc Marquez bakal Kalah dari Acosta sisi ini cak !!

    Pernyataan ini seketika memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat sirkuit. Menyamakan, bahkan menempatkan seorang pembalap muda di atas Marc Marquez dalam hal teknik berkendara adalah sebuah klaim yang berani. Namun, dari kacamata teknis, apakah analisis Bulega ini valid?

    Dalam balapan kelas berat seperti MotoGP, salah satu momen paling menguras fisik dan menentukan catatan waktu adalah sirkuit dengan karakter chicane (tikungan S ganda) atau tikungan kombinasi cepat yang mengalir (seperti sektor beruntun di Austin, Silverstone, atau Mugello).

    Pada titik ini, pembalap dituntut melakukan change of direction—yakni merebahkan motor dari sudut ekstrem kiri langsung ke sudut ekstrem kanan (atau sebaliknya) dalam hitungan milidetik. Di era aerodinamika agresif sekarang, motor MotoGP cenderung menjadi lebih berat dan kaku saat kecepatan tinggi akibat tekanan gaya tekan ke bawah (downforce). Di sinilah kejeniusan gaya berkendara seorang pembalap diuji.

    Menurut Bulega, keunggulan Acosta terletak pada bagaimana pembalap berjuluk The Shark of Mazarron tersebut memanfaatkan berat badannya untuk memanipulasi motor. Acosta adalah produk murni dari evolusi berkendara modern:

    • Gaya Berkendara Ekstrem (Extreme Body English): Acosta tidak ragu untuk mengeluarkan hampir seluruh tubuhnya dari area jok untuk menurunkan pusat gravitasi.

    • Kelincahan di Sektor Transisi: Saat melakukan perubahan arah di tikungan cepat, gerakan tubuh Acosta sangat cair, presisi, dan tidak terlihat “berkelahi” dengan motornya. Hambatan dari paket aerodinamika motor dapat diredam dengan efisiensi gerakan tubuh yang sangat aerodinamis.

    Hal inilah yang membuat Bulega terkesima; Acosta mampu membuat motor prototipe yang kaku dan bertenaga liar tampak begitu penurut saat bertransisi dari satu sisi ban ke sisi ban lainnya.

    Di sisi lain, Marc Marquez dikenal dengan gaya berkendaranya yang sangat agresif, mengandalkan kekuatan otot, dan kontrol penuh pada bagian roda depan (front-end feel).

    • Metode Marquez: Sepanjang kariernya, Marquez melakukan change of direction dengan gaya menyentak yang brutal. Ia memaksa motor berpindah arah dengan mengandalkan kekuatan fisik bagian atas tubuhnya dan menekan footstep secara agresif. Gaya ini sangat efektif untuk mengoreksi kesalahan (save) dan melakukan pengereman lambat (late braking).

    • Faktor Fisik dan Evolusi: Namun, seiring bertambahnya usia serta rentetan cedera lengan kanan yang pernah dialaminya, gaya “menyentak” motor ini menguras energi yang jauh lebih besar di atas motor modern yang dipenuhi perangkat aerodinamika. Di sinilah Acosta yang lebih muda, bugar, dan fleksibel terlihat memiliki transisi yang lebih mulus dan efektif tanpa perlu menguras tenaga sebesar Marquez.

    Last…Analisis Nicolo Bulega bukan berarti mengecilkan status Marc Marquez sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa. Marquez tetap menjadi master dalam pengelolaan ban, taktik balapan, dan kecepatan menikung murni dalam kondisi sulit. Namun, komentar Bulega menegaskan satu hal penting: Pedro Acosta adalah cetak biru pembalap masa depan. Kemampuannya mengungguli Marquez dalam hal efisiensi dan kecepatan change of direction menunjukkan bahwa transisi generasi di MotoGP bukan lagi sekadar prediksi, melainkan realitas teknis yang sedang terjadi di atas aspal sirkuit. Nahh kalau sampeyan sendiri piye cak…setuju nggak dengan opini Bulega ?? (iwb)

  • Jelas Sachsenring, Marquez akui masih haus kemenangan…Waahh ikiii !!!

    Jelas Sachsenring, Marquez akui masih haus kemenangan…Waahh ikiii !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah resmi mengamankan masa depannya lewat perpanjangan kontrak multi-tahunan bersama tim pabrikan Ducati, Marc Marquez kini berada di posisi yang sangat strategis untuk memecahkan rekor-rekor terbesar dalam sejarah MotoGP. Sang juara bertahan kini hanya butuh satu gelar juara dunia lagi di kelas utama untuk menyamai rekor legendaris Giacomo Agostini (8 gelar), dan terpaut 14 kemenangan dari rekor kemenangan sepanjang masa milik Valentino Rossi (89 kemenangan). Dengan posisinya ini Marquez akui masih haus kemenangan…Waahh ikiii !!

    Yang menarik cak…alih-alih terobsesi dengan deretan angka historis tersebut, pembalap berusia 33 tahun itu justru mengungkapkan bahwa ambisi terbesarnya saat ini jauh lebih sederhana dan menyentuh sisi manusiawinya. Bagi Marquez cak, yang penjelajahan kariernya dipenuhi dengan cedera parah, tekanan mental, dan operasi bahu terbaru pasca-balapan di Le Mans musim ini, target utamanya saat ini adalah menjaga agar api semangatnya tidak padam.

    “Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah (passion) saya ini di tahun-tahun terakhir karier saya. Kadang-kadang, para atlet menyelesaikan karier mereka dengan membenci olahraga atau gairah mereka sendiri. Mengapa? Karena biasanya, di tahun-tahun terakhir, Anda bisa sangat menderita akibat cedera, tekanan, dan hasil balapan yang buruk. Apa yang ingin saya lakukan hanyalah mencoba menikmati masa-masa akhir karier saya, dan itu akan menjadi target utama saya.” serunya

    Marquez juga meluruskan bahwa kontraknya saat ini tidak berarti akan menjadi ikatan terakhirnya di MotoGP. Namun, ke mana pun ia melangkah, ia ingin bisa mengenang fase akhir perjalanannya di lintasan balap dengan cara yang positif.

    Meskipun memprioritaskan kebahagiaan dan kesehatan mental di atas lintasan, bukan berarti insting “predator” Marc Marquez telah tumpul. Pembalap bernomor start #93 ini menegaskan bahwa dirinya akan tetap menuntut performa maksimal dari dirinya sendiri.

    “Jelas, saya selalu ingin menjadi kompetitif dan menekan hingga 100 persen,” tambahnya. “Kita akan punya banyak waktu untuk memikirkan target performa pada musim dingin berikutnya.”

    Last….Setelah akhir pekan yang penuh perjuangan di Sirkuit Assen, Belanda—di mana ia finis di posisi ke-7 akibat penalti batas trek (track limits)—Marquez kini menatap seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Datang dengan defisit 40 poin dari pemimpin klasemen sementara yang baru, Jorge Martin, Sachsenring akan menjadi pembuktian berikutnya bagi Marquez. Mengingat sirkuit tersebut adalah “kerajaan” pribadinya dengan catatan 12 kemenangan di semua kelas grand prix, menarik untuk melihat bagaimana mindset baru yang berfokus pada kebahagiaan ini akan membantunya memangkas jarak poin di kejuaraan dunia. Goo Marc…!! (iwb)

  • Breaking !! Fabio Di Giannantonio Resmi Gabung Red Bull KTM di 2027…Mengejutkan !

    Breaking !! Fabio Di Giannantonio Resmi Gabung Red Bull KTM di 2027…Mengejutkan !

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Red Bull KTM Factory Racing resmi mengumumkan rekrutan terbaru mereka untuk menghadapi era baru regulasi MotoGP pada tahun 2027. Pabrikan asal Austria tersebut sukses mengamankan tanda tangan Fabio Di Giannantonio dengan kontrak multi-tahun (multi-year deal). Pengumuman ini sekaligus melengkapi susunan pembalap di garasi utama KTM, di mana pembalap yang akrab disapa “Diggia” tersebut akan bertandem dengan Alex Marquez, yang kesepakatannya juga diumumkan di hari yang sama. Mengejutkan !!

    Lompatan Besar Karier Diggia: Menuju Status Pembalap Pabrikan

    Bagi Di Giannantonio, kepindahan ke KTM ini merupakan tonggak sejarah baru dalam kariernya. Meskipun saat ini ia menikmati fasilitas motor berspesifikasi pabrikan (GP26) bersama tim Pertamina Enduro VR46, ia belum pernah sekalipun merasakan status sebagai pembalap dari tim pabrikan resmi (official factory rider).

    Karier Diggia di kelas utama sempat berada di ujung tanduk pada akhir musim 2023 ketika kursinya di Gresini Racing diambil alih oleh Marc Marquez. Namun, performa luar biasa di akhir musim tersebut—termasuk kemenangan emosional di GP Qatar—membuatnya diselamatkan oleh tim milik Valentino Rossi.

    Sejak saat itu, performa Diggia terus meroket. Di musim 2026 yang sedang berjalan, ia bahkan sempat memecahkan rekor puasa kemenangan tim VR46 di Catalunya dan saat ini bertengger kokoh di posisi tiga besar klasemen sementara Juara Dunia, menjadikannya pembalap non-pabrikan terbaik dari kubu Ducati saat ini.

    Alasan KTM Kepincut Performa Di Giannantonio

    Direktur Motorsports KTM, Pit Beirer, mengungkapkan alasan kuat di balik keputusan mereka memboyong pembalap bernomor start #49 tersebut. Menurutnya, konsistensi Diggia di barisan depan menjadi faktor penentu.

    “Fabio telah membuat langkah besar untuk menjadi salah satu pembalap yang konsisten bertarung di barisan depan MotoGP. Kami tidak meragukan kecepatan dan komitmennya untuk memberikan performa terbaik. Dia adalah team player yang kuat dan pribadi yang baik, yang kami tahu akan sangat cocok dengan proyek Red Bull KTM Factory Racing,” ujar Pit Beirer.

    KTM juga terkesan dengan gairah dan motivasi tinggi yang ditunjukkan Diggia selama proses negosiasi, baik untuk performa di dalam maupun di luar lintasan balap.

    Last….Dengan bergabungnya Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez, Red Bull KTM kini telah mengunci amunisi utama mereka untuk menyambut era baru MotoGP 2027, yang akan menandai transisi ke mesin baru bernilai kapasitas 850cc serta penggunaan ban Pirelli. Langkah agresif KTM di bursa transfer ini menegaskan ambisi besar pabrikan oranye tersebut untuk mendobrak dominasi Ducati dan merebut takhta tertinggi di kelas para raja. Sementara bagi VR46, kepindahan Diggia yang diiringi video perpisahan emosional menjadi bukti sukses mereka dalam mematangkan talenta hebat di grid MotoGP. So….Fabio meninggalkan Ducati ? jelas ini mengejutkan cak…piye menurut sampeyan ? (iwb)

  • Breaking News !! Update cedera Johann Zarco…Waduh batal Operasi !!

    Breaking News !! Update cedera Johann Zarco…Waduh batal Operasi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar mengejutkan dari pembalap LCR Honda, Johann Zarco. Setelah sempat dikhawatirkan harus absen lama akibat cedera lutut parah yang dideritanya dalam insiden kecelakaan di MotoGP Catalunya, pembalap asal Prancis ini dipastikan batal menjalani operasi. Kini, Zarco langsung mengalihkan fokusnya untuk bisa kembali balapan pada bulan September mendatang. Berita terbaru ini mengejutkan….kenapa operasi bisa batal ? apakah cederanya ada yang aneh ??

    Kecelakaan hebat tersebut terjadi di tikungan pertama sesaat setelah balapan dimulai kembali (restart). Zarco yang memicu insiden tersebut sayangnya ikut tersangkut di roda belakang motor Ducati milik Francesco Bagnaia. Awalnya, kondisi cederanya terlihat cukup mengkhawatirkan karena adanya pembengkakan yang parah pada lututnya.

    Namun, dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh tim Castrol Honda LCR pada hari Jumat (3/7/2026), proses pemulihan Zarco menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

    Pada Rabu, 1 Juli kemarin, Zarco mengunjungi Dr. Bertrand Sonnery-Cottet di Lyon, Prancis, untuk melakukan pemeriksaan ulang. Berbeda dengan hasil MRI pertama yang dilakukan saat lututnya masih meradang hebat, pemeriksaan terbaru saat pembengkakan sudah mereda justru menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dari perkiraan awal.

    Cedera pada medial collateral ligament (MCL) Zarco dilaporkan mulai membaik dengan sangat baik. Selain itu, bagian posterior cruciate ligament (PCL) yang awalnya diduga robek, anehnya kini memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yang sangat menjanjikan, meskipun bagian anterior cruciate ligament (ACL) miliknya dipastikan tetap robek. Selama beberapa minggu terakhir, pembalap bernomor motor 5 ini juga harus menunggu luka bakar akibat kecelakaan tersebut sembuh sebelum tindakan operasi benar-benar diputuskan. Di masa tunggu tersebut, Zarco tetap giat berlatih secara mandiri dan menunjukkan kemajuan fisik yang luar biasa. Ini sih aneh bagus cak…

    Melihat perkembangan tersebut, tim medis memutuskan bahwa Zarco tidak perlu naik meja operasi. Sebagai gantinya, ia akan menjalani program rehabilitasi intensif yang berfokus pada pemulihan penuh dan penguatan otot lutut.

    “Tim Castrol Honda LCR dengan sangat gembira mengonfirmasi perkembangan positif ini dan sudah tidak sabar untuk melihat Johann Zarco kembali ke lintasan balap jika waktunya tiba,” tulis pernyataan resmi tim.

    Last….Jika proses rehabilitasi berjalan lancar dan lolos evaluasi medis berikutnya, Zarco ditargetkan bisa kembali menunggangi motor Honda RC213V miliknya pada bulan September nanti. Ini berarti Zarco dipastikan absen pada seri Silverstone (Inggris) dan Aragon (Spanyol) yang digelar sepanjang bulan Agustus, dan kemungkinan besar akan mengincar momen comeback pada balapan kandang tim LCR di Sirkuit Misano. Selama masa pemulihan Zarco, posisi pembalap utama LCR Honda digantikan sementara oleh pembalap penguji (test rider), Cal Crutchlow, yang juga sudah dikonfirmasi akan turun membalap pada akhir pekan depan di MotoGP Jerman….(iwb)