Jelas Sachsenring, Marquez akui masih haus kemenangan…Waahh ikiii !!!

Written by

in

,

Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah resmi mengamankan masa depannya lewat perpanjangan kontrak multi-tahunan bersama tim pabrikan Ducati, Marc Marquez kini berada di posisi yang sangat strategis untuk memecahkan rekor-rekor terbesar dalam sejarah MotoGP. Sang juara bertahan kini hanya butuh satu gelar juara dunia lagi di kelas utama untuk menyamai rekor legendaris Giacomo Agostini (8 gelar), dan terpaut 14 kemenangan dari rekor kemenangan sepanjang masa milik Valentino Rossi (89 kemenangan). Dengan posisinya ini Marquez akui masih haus kemenangan…Waahh ikiii !!

Yang menarik cak…alih-alih terobsesi dengan deretan angka historis tersebut, pembalap berusia 33 tahun itu justru mengungkapkan bahwa ambisi terbesarnya saat ini jauh lebih sederhana dan menyentuh sisi manusiawinya. Bagi Marquez cak, yang penjelajahan kariernya dipenuhi dengan cedera parah, tekanan mental, dan operasi bahu terbaru pasca-balapan di Le Mans musim ini, target utamanya saat ini adalah menjaga agar api semangatnya tidak padam.

“Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah (passion) saya ini di tahun-tahun terakhir karier saya. Kadang-kadang, para atlet menyelesaikan karier mereka dengan membenci olahraga atau gairah mereka sendiri. Mengapa? Karena biasanya, di tahun-tahun terakhir, Anda bisa sangat menderita akibat cedera, tekanan, dan hasil balapan yang buruk. Apa yang ingin saya lakukan hanyalah mencoba menikmati masa-masa akhir karier saya, dan itu akan menjadi target utama saya.” serunya

Marquez juga meluruskan bahwa kontraknya saat ini tidak berarti akan menjadi ikatan terakhirnya di MotoGP. Namun, ke mana pun ia melangkah, ia ingin bisa mengenang fase akhir perjalanannya di lintasan balap dengan cara yang positif.

Meskipun memprioritaskan kebahagiaan dan kesehatan mental di atas lintasan, bukan berarti insting “predator” Marc Marquez telah tumpul. Pembalap bernomor start #93 ini menegaskan bahwa dirinya akan tetap menuntut performa maksimal dari dirinya sendiri.

“Jelas, saya selalu ingin menjadi kompetitif dan menekan hingga 100 persen,” tambahnya. “Kita akan punya banyak waktu untuk memikirkan target performa pada musim dingin berikutnya.”

Last….Setelah akhir pekan yang penuh perjuangan di Sirkuit Assen, Belanda—di mana ia finis di posisi ke-7 akibat penalti batas trek (track limits)—Marquez kini menatap seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Datang dengan defisit 40 poin dari pemimpin klasemen sementara yang baru, Jorge Martin, Sachsenring akan menjadi pembuktian berikutnya bagi Marquez. Mengingat sirkuit tersebut adalah “kerajaan” pribadinya dengan catatan 12 kemenangan di semua kelas grand prix, menarik untuk melihat bagaimana mindset baru yang berfokus pada kebahagiaan ini akan membantunya memangkas jarak poin di kejuaraan dunia. Goo Marc…!! (iwb)