Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa posisi ini adalah hasil maksimal yang bisa ia kejar di MotoGP Belanda. Meski begitu, ia mengaku sangat lega dan puas bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen dalam kondisi sehat dan tanpa cedera tambahan. Bagi pembalap berjuluk The Baby Alien ini, seri Assen memang sudah diprediksi menjadi “akhir pekan untuk bertahan hidup”. Desain sirkuit yang didominasi tikungan kanan cepat dinilai sangat menguras fisik dan tidak cocok dengan kondisi kebugarannya saat ini. Yup…Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” alias bertahan !!
Sepanjang akhir pekan, Marquez finis ketujuh di sesi Sprint dan sebenarnya menyentuh garis finis di posisi keenam saat balapan utama. Namun, posisinya harus turun satu setrip menjadi finis ketujuh setelah dijatuhi penalti akibat melanggar batas lintasan (track limits) di lap terakhir. Marquez menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang nekat memilih ban belakang lunak (soft rear tyre). Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini murni karena keterbatasan fisiknya.
“Saya tidak punya kondisi fisik yang cukup untuk memaksimalkan potensi ban medium di setiap putaran. Jadi saya memutuskan, ‘Saya akan berkendara dengan santai dan hanya menekan di lap-lap tertentu saja’ Aku menggunakan safe mode atau hanya bertahan. Untuk strategi seperti itu, ban belakang soft jauh lebih baik,” jelas Marquez.
Balapan Marquez juga diwarnai momen menegangkan saat ia terlibat aksi saling salip yang agresif dengan Fabio Di Giannantonio. Akibat manuver tersebut, Marquez terpaksa melebar dan memotong jalur di chicane terakhir. Momen ini mengingatkan penggemar pada insiden legendaris antara dirinya dengan Valentino Rossi di sirkuit yang sama pada tahun 2015. Pengawas balapan (Stewards) akhirnya menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Di Giannantonio karena memotong chicane. Menanggapi insiden tersebut, Marquez menganggapnya sebagai hal biasa dalam balapan. “Ya, pada akhirnya itu adalah insiden balap (racing incident). Setidaknya pada tahun 2015 lalu, saya masih melewati chicane itu,” candanya.
Last….Meski menjalani akhir pekan yang berat, posisi Marquez di klasemen sementara tidak terlalu buruk. Berkat jatuhnya Marco Bezzecchi dan kegagalan Pecco Bagnaia melanjutkan balapan, Marquez kini hanya tertinggal 40 poin dari puncak klasemen yang dipegang oleh Jorge Martin (yang finis ketiga di Assen). Melihat persaingan yang sangat ketat dengan selisih poin yang rapat di posisi delapan besar, Marquez tetap membumi. “Saya merasa bukan yang terkuat, juga bukan yang tercepat. Saat ini ada lima nama di kejuaraan yang siap bertarung sengit di setiap balapan,” tutupnya….(iwb)
