Category: Motogp

  • Gawatt !! Cedera Terbaru Marquez bisa Ancam Skill Balap Permanen ?!

    Gawatt !! Cedera Terbaru Marquez bisa Ancam Skill Balap Permanen ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez, sudah menjalani operasi bahu yang telah dijadwalkan. Namun, di balik keputusan untuk mengangkat sekrup yang menekan saraf, tersimpan sebuah misteri medis yang jauh lebih kompleks: apakah saraf yang tertekan berbulan-bulan telah mengalami kerusakan permanen? Waduhhhh….

    Laporan dari dalam kubu Ducati mengungkapkan bahwa situasi ini jauh lebih rumit dari yang terlihat. Operasi bisa menghasilkan dua skenario yang sangat berbeda: penyelesaian masalah secara total, atau konsekuensi neurologis permanen. Anatomi saraf median (median nerve) —yang ditandai dengan warna kuning dalam ilustrasi medis—berasal dari pleksus brakialis di bahu, menjalar ke seluruh lengan dan lengan bawah, hingga ke tangan. Saraf ini mengendalikan sebagian besar kekuatan dan sensasi di ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.

    Ketiga jari ini adalah jari yang penting untuk pengereman, kontrol gas, dan mengendalikan motor MotoGP di batas tertinggi.

    Pada kasus Marquez cak, sekrup yang patah (akibat tabrakan dengan Bezzecchi di Indonesia) bergeser posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menekan saraf median secara intermiten (tidak terus-menerus) pada posisi bahu dan lengan tertentu.

    Mengapa Gejala Hanya Muncul di Atas Motor?

    Inilah kunci misterinya. Marquez merasa baik-baik saja dalam kehidupan sehari-hari atau saat latihan motocross. Namun, begitu ia berada di atas motor MotoGP—dengan posisi lengan terentang jauh ke depan dan menerima tekanan konstan—masalahnya mulai muncul.

    “Lengan saya secara bertahap berhenti mengimbangi (motor),” ujar Marquez.

    Secara medis, kompresi saraf yang berkepanjangan dapat menyebabkan:

    • Kehilangan kekuatan di tangan dan lengan bawah

    • Kesulitan motorik halus (fine motor skills)

    • Sensasi “lengan mati” (dead arm sensation)

    • Kram dan penurunan sensitivitas

    Ini menjelaskan perilaku tidak biasa Marquez di lintasan: kecelakaan aneh, ketidakmampuan bereaksi dalam duel, dan inkonsistensi berkendara yang ia akui sendiri tanpa bisa memahami penyebabnya.

    Dua Skenario Pasca Operasi

    Skenario Deskripsi Kemungkinan
    Optimal Kompresi bersifat intermiten (tidak terus-menerus). Setelah sekrup diangkat, saraf pulih dan kekuatan kembali normal. Masih terbuka
    Kurang Optimal Kompresi berlangsung terlalu lama, menyebabkan kerusakan neurologis permanen. Kekuatan tidak pulih sepenuhnya. Masih terbuka

    Fakta bahwa masalah terutama muncul saat membalap—dan tidak dalam aktivitas lain—justru meninggalkan kemungkinan positif: kompresi bersifat intermiten. Jika itu masalahnya, kerusakan neurologis bisa terbatas atau bahkan reversibel setelah penyebab mekanis dihilangkan.

    Berapa lama saraf tertekan? Ini adalah pertanyaan jutaan dolar. Semakin lama kompresi, semakin besar risiko kerusakan permanen.

    Kabar baiknya: determinasi Marquez yang hampir obsesif bisa menjadi aset besar. Pemulihan neurologis sangat terbantu oleh stimulasi neurofisiologis berkelanjutan, latihan khusus, dan terapi. Hanya sedikit pembalap dalam sejarah yang mampu menahan rasa sakit, kelelahan, dan rehabilitasi seperti Marc Marquez.

    Namun, tanda tanya terbesar bukanlah fisik. Pemulihan neurologis seringkali menuntut kesabaran dan keseimbangan mental. Otak juga perlu belajar untuk sepenuhnya mempercayai kembali lengan kanan yang pernah “mengkhianatinya” di kecepatan 300 km/jam.

    Pekan-pekan mendatang akan menjadi penentu. Hanya setelah operasi dan dengan berjalannya waktu, akan jelas apakah Marquez dapat sepenuhnya mendapatkan kembali kekuatan yang dibutuhkan untuk mengendarai motor MotoGP di batas tertinggi, atau apakah kali ini kariernya akan menghadapi tantangan terberat yang pernah ia alami. Karena saraf ini bisa membunuh skill balap secara permanen..amsyong tenan !! (iwb)

  • Brembo beberkan sadisnya trek Le Mans…..suhu Kampas Nyaris 1000 Derajat Celcius !!

    Brembo beberkan sadisnya trek Le Mans…..suhu Kampas Nyaris 1000 Derajat Celcius !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Bugatti di Le Mans kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu lintasan paling menantang dalam kalender MotoGP 2026. Berdasarkan data terbaru dari para teknisi Brembo, sirkuit sepanjang 4,185 km ini masuk dalam kategori sirkuit dengan tingkat kesulitan pengereman yang sangat tinggi (highly demanding). Yup…rembo beberkan sadisnya trek Le Mans…..suhu Kampas Nyaris 1000 Derajat Celcius !!

    Pada skala indeks kesulitan 1 hingga 6, Brembo memberikan nilai 4 untuk GP Prancis tahun ini. Angka tersebut menempatkan Le Mans sejajar dengan sirkuit Jerez dalam hal beban kerja yang harus ditanggung oleh sistem pengereman motor-motor prototipe MotoGP.

    35% Durasi Balapan di Atas Rem

    Salah satu aspek yang membuat Le Mans begitu menguras komponen rem adalah desainnya yang bertipe stop-and-go cak. Dalam satu lap, pembalap menggunakan rem sebanyak 10 kali dengan total durasi pengereman mencapai 31,5 detik. Artinya, sekitar 35% dari total waktu balapan dihabiskan pembalap dengan menekan tuas rem.

    Terdapat dua titik pengereman yang masuk kategori High, enam titik kategori Medium, dan dua titik kategori Light. Singkatnya jeda antar tikungan membuat piringan cakram karbon memiliki waktu yang sangat sedikit untuk mendinginkan suhu sebelum kembali bekerja keras di tikungan berikutnya.

    Titik Terberat: Tikungan 8 (Garage Vert)

    Meskipun pengereman di Tikungan 9 juga sangat intens, Brembo mencatat Tikungan 8 (Garage Vert) sebagai titik paling kritis bagi pengereman di sirkuit Bugatti. Di area ini, motor MotoGP harus:

    • Melambat dari kecepatan 263 km/jam ke 78 km/jam.

    • Menempuh jarak pengereman sejauh 209 meter.

    • Pembalap memberikan beban sebesar 5,8 kg pada tuas rem.

    • Tekanan minyak rem mencapai 12,4 bar dengan gaya deselerasi hingga 1,5 g.

    Untuk menghadapi beban ekstrem ini, tim-tim MotoGP dibekali dengan berbagai pilihan cakram karbon dari Brembo. Sepanjang akhir pekan di Prancis, suhu operasional rem berada di rentang 250°C hingga 850°C. Yup…Nyaris 1000°C cak…

    Penggunaan finned caliper (kaliper bersirip) GP4 menjadi standar utama untuk membantu disipasi panas. Jika suhu rem melonjak melampaui batas optimal, efisiensi pengereman akan menurun, yang bisa berakibat fatal pada stabilitas bagian depan motor—sebagaimana yang sempat dikeluhkan beberapa pembalap setelah sesi balapan.

    Statistik Menarik Brembo di GP Prancis 2026:

    • Total beban tuas rem: Setiap pembalap secara kumulatif menarik tuas rem dengan beban total sekitar 900 kg – 975 kg sepanjang balapan berlangsung.

    • Kecepatan tertinggi: Beberapa motor mencatatkan kecepatan lebih dari 300 km/jam sebelum masuk ke zona pengereman keras di Tikungan 9 (Chemin aux Bœufs).

    Last….Dengan data ini, tidak heran jika sektor pengereman menjadi kunci utama dalam perebutan podium di Le Mans, di mana keseimbangan antara pengereman agresif dan manajemen suhu karbon menjadi penentu kemenangan. Yup..sebuah data luar biasa yang membuat kita melek, betapa beratnya kerja rem yang membuat tontonan Motogp Menegangkan.  Juozzz !! (iwb)

  • Dlosorrr di Le Mans….Pecco salahkan Motor !!

    Dlosorrr di Le Mans….Pecco salahkan Motor !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Harapan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia untuk meraih podium Minggu pertamanya di musim 2026 harus pupus di Sirkuit Bugatti, Le Mans. Pembalap utama Ducati Lenovo Team tersebut mengalami kecelakaan saat berada di posisi kedua, menyisakan tanda tanya besar bagi para penggemar sebelum akhirnya ia memberikan penjelasan teknis.

    Bagnaia, yang memulai balapan dari pole position, sempat melorot ke posisi kelima pada lap pembuka. Namun, ia berhasil menunjukkan performa luar biasa untuk merangkak naik kembali ke posisi kedua, membayangi pemimpin balapan saat itu, Marco Bezzecchi (Aprilia).

    Petaka terjadi pada lap 16 dari total 27 lap. Saat mencoba menjaga ritme untuk mengejar Bezzecchi, Bagnaia kehilangan kendali bagian depan motornya di chicane pertama. Insiden ini membuatnya gagal finis (Did Not Finish) dan kehilangan poin krusial di klasemen sementara….

    ” Kami bekerja dengan baik dan berkembang pesat akhir pekan ini. Kami tampil kompetitif di balapan hari ini, dan meskipun kami sangat kesulitan saat melakukan start, saya berhasil kembali menemukan ritme kecepatan. Sayangnya, kami mengalami masalah kecil, dan lap demi lap, saya mulai kehilangan kepercayaan diri pada bagian depan motor (front end) saat mencoba mempertahankan kecepatan yang sama. Hal seperti ini bisa terjadi, dan kami akan mencoba memperbaikinya…

    “Kami tahu penyebab saya terjatuh, jadi tim pasti sedang mengerjakannya. Ini bukan kesalahan manusia (human error), dan hal semacam ini memang bisa terjadi. Kehilangan rasa percaya diri pada motor ini terjadi dalam tujuh lap terakhir atau sekitar itu, dan sayangnya, kondisinya semakin memburuk hingga saya tidak bisa menikung seperti yang saya inginkan….

    “Namun, kami tahu persis mengapa saya terjatuh, dan itu adalah sesuatu yang sangat membantu kami. Kami tampil cepat sepanjang akhir pekan, kami meraih pole position. Hari ini kami ada di barisan depan, kami berada di belakang Bez (Marco Bezzecchi) pada awalnya, tapi saya mampu mengelola semuanya dengan cukup baik, dan sayangnya apa yang terjadi, terjadilah…

    “Saya memiliki kepercayaan penuh pada pekerjaan yang kami lakukan, dan saya yakin kami akan tiba di Barcelona minggu depan dengan kemajuan besar sejak sesi tes. Saya berharap kami bisa melangkah lebih jauh lagi untuk menyamai, atau bahkan melampaui, performa Aprilia.”serunya…

    Dari sana cak artinya Bagnaia menegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan teknis dalam cara ia berkendara (human error), melainkan adanya masalah teknis berulang pada motornya.

    • Masalah Front-End: Pecco merasakan hilangnya stabilitas pada ban depan yang memburuk dalam tujuh lap terakhir sebelum ia akhirnya terjatuh.

    • Masalah Berulang: Menariknya, Bagnaia menyebutkan bahwa kendala ini serupa dengan apa yang ia alami di seri sebelumnya di Spanyol.

    • Analisis Data: “Kami tahu persis mengapa saya jatuh. Tim sedang mengerjakannya. Hal ini bisa terjadi dalam balapan, tapi yang terpenting kami punya datanya,” tambahnya.

    Last…Jatuhnya Bagnaia memuluskan jalan bagi Aprilia untuk mencetak sejarah dengan menyapu bersih podium (1-2-3) melalui Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura. Dengan hasil ini, posisi Bagnaia di klasemen sedikit tertinggal. Namun, dengan kecepatan yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan di Prancis—termasuk raihan pole position dan podium di sesi Sprint—pembalap asal Italia ini tetap optimis menyongsong balapan berikutnya di Catalunya…(iwb)

  • Breaking !! Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    Breaking !! Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    ” Gambar hanya ilustrasi….”

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar datang dari garasi Ducati Lenovo Team ditengah hiruk pikuk kemenangan Aprilia di Le Mans. Sang juara bertahan, Marc Marquez, dipastikan harus menepi sejenak dari lintasan balap setelah menjalani dua prosedur operasi sekaligus di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid, pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat. Langkah medis ini diambil menyusul kecelakaan hebat (highside) yang dialami Marquez pada lap terakhir sesi Sprint Race di GP Prancis, Sabtu lalu. Insiden tersebut mengakibatkan cedera baru pada kakinya dan memaksa tim medis mempercepat jadwal operasi bahu yang sebelumnya direncanakan akhir bulan ini. Dan kabarnya cak…Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    Seperti yang sampeyan tahu…Marc dipastikan akan absen di dua balapan kedepan pasca mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis. Pembalap yang tahun ini nampak sangat kesulitan pasca ditabrak Bezzecchi di Mandalika ternyata mengalami masalah dengan fisiknya cak. Ibaratnya kayak nggak pernah berakhir. Pasca crash Dalam wawancara dengan DAZN Spanyol, Marquez membuka tabir lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan setelah seri Catalunya. Masalah bahu ini berasal dari cedera lama akibat sekrup patah yang bergeser posisi dan menyentuh saraf radial. Marquez menjelaskan bahwa masalah ini sudah ia rasakan sejak Jerez, dan setelah berkonsultasi dengan dokter, mereka menemukan penyebabnya: sekrup yang patah di ligamen lateral berubah posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menyentuh saraf radial….

    Dan akhirnya Marquez menjalani operasi ganda kemarin…satu untuk memperbaiki patahan di kaki kanannya, dan satu lagi untuk membuka bahu kanan serta mengeluarkan sekrup patah yang mengganggu saraf radial. Tim dokter yang dipimpin oleh Dr. Samuel Antuna mengonfirmasi bahwa kedua operasi tersebut berjalan dengan sukses. Berikut adalah detail intervensi medis yang dilakukan:

    1. Fraktur Metatarsal Kelima (Kaki Kanan): Dokter melakukan stabilisasi pada patah tulang metatarsal kelima di kaki kanan Marquez akibat hantaman keras saat terjatuh di Tikungan 13 Le Mans.

    2. Operasi Bahu Kanan (Saraf Radial): Operasi kedua ini sebenarnya adalah prosedur terencana untuk memperbaiki masalah lama. Tim medis mencabut dua baut dan fragmen tulang dari operasi Latarjet tahun 2019 yang bergeser. Pergeseran ini diketahui menekan saraf radial Marquez, yang menjadi penyebab rasa sakit dan keterbatasan fisik yang ia rasakan sepanjang awal musim 2026.

    Akibat prosedur ini, Marc Marquez dipastikan absen pada seri berikutnya di GP Catalunya (Barcelona). Keputusan ini diambil agar pembalap bernomor 93 tersebut bisa fokus sepenuhnya pada proses rehabilitasi tanpa risiko komplikasi lebih lanjut.

    “Marc akan tetap berada di rumah sakit selama 24 jam untuk observasi sebelum memulai proses pemulihan di rumah besok,” tulis pernyataan resmi dari Ducati.

    Last….Meski harus kehilangan poin penting di klasemen, Marquez tetap optimis. Target realistis untuk kembali ke atas sadel Desmosedici GP26 adalah pada seri GP Italia di Sirkuit Mugello yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei mendatang. Absennya Marquez di Barcelona tentu menjadi kerugian besar bagi Ducati, mengingat performa kompetitif yang ia tunjukkan sebelum insiden Le Mans. Kini, fokus utama sang pembalap adalah mengembalikan kondisi fisiknya ke level 100% demi menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia di sisa musim ini. Semangat Marc !! (iwb)


  • Breaking !! Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut rusak..Marquez Operasi !!

    Breaking !! Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut rusak..Marquez Operasi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….kondisi Marc pasca Kecelakaan di Le Mans sedang tidak bagus. Bahkan dipastikan Marc akan absen dalam 2 race ke depan karena harus kembali masuk meja operasi.  Lhaa piye cak….yang terjadi di tikungan terakhir saat balapan menyisakan satu lap mengakibatkan patah tulang kaki ke 5 metatarsal kanan Marquez. Akibatnya, ia harus absen di balapan utama Prancis dan seri Catalunya pekan depan untuk menjalani operasi. Yup…Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut kendor..Marquez Operasi !! ngiluuu….

    Marc dipastikan akan absen di dua balapan kedepan pasca mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis. Pembalap yang tahun ini nampak sangat kesulitan pasca ditabrak Bezzecchi di Mandalika ternyata mengalami masalah dengan fisiknya cak. Ibaratnya kayak nggak pernah berakhir. Pasca crash Dalam wawancara dengan DAZN Spanyol, Marquez membuka tabir lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan setelah seri Catalunya. Masalah bahu ini berasal dari cedera lama akibat sekrup patah yang bergeser posisi dan menyentuh saraf radial. Marquez menjelaskan bahwa masalah ini sudah ia rasakan sejak Jerez, dan setelah berkonsultasi dengan dokter, mereka menemukan penyebabnya: sekrup yang patah di ligamen lateral berubah posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menyentuh saraf radial….

    Setelah Jerez, saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Kami menemui dokter, dan mereka menyatakan semuanya baik-baik saja, tetapi baut di ligamen lateral ada yang rusak….Bautnya patah dan berada di posisi yang sedikit berbeda. Hanya bergeser satu-dua milimeter, tetapi menyentuh saraf radial. Rasanya sangat aneh, karena saat di rumah saya merasa baik-baik saja, tetapi ketika sampai di sini (sirkuit), hal itu menghalangi saya untuk membalap karena bautnya menyentuh saraf radial. Itulah yang menyebabkan saya melakukan kesalahan, tidak konsisten, dan mengalami kecelakaan yang tidak terduga. Kami akan mencoba membereskan semuanya sekaligus. Prosedur bahu ini hanya sekadar membukanya dan melepas baut tersebut. Waktu pemulihannya seharusnya singkat….

    “Dugaanku sepertinya tepat, kenapa saya tidak bisa konsisten karena ketika ada masalah dengan saraf, saraf akan gagal berfungsi saat kamu membutuhkannya. Saya melakukan kesalahan kemarin, dan hari ini, dalam balapan, saya melakukan kesalahan lagi. Rasanya sangat aneh karena ketika di atas motor motocross, semuanya terasa normal. Prosedur bahu sebenarnya hanya membukanya dan mengeluarkan sekrup itu. Waktu pemulihan seharusnya singkat….” serunya…

    Dengan pernyataan diatas ini berarti Marquez akan menjalani operasi ganda minggu ini:…satu untuk memperbaiki patahan di kaki kanannya, dan satu lagi untuk membuka bahu kanan serta mengeluarkan sekrup patah yang mengganggu saraf radial. Ini bukan pertama kalinya Marquez menyembunyikan masalah cederanya dari media….

    • 2018: Cedera bahu berulang (dislokasi) baru terungkap saat perayaan gelar juara.

    • 2022: Masalah lengan kanan disembunyikan hingga operasi besar keempat diumumkan saat Grand Prix Italia.

    Kini, dengan jarak 51 poin dari puncak klasemen, Marquez memilih untuk fokus pada pemulihan. Ia berharap setelah operasi dan masa rehabilitasi, ia bisa kembali konsisten dan mengejar ketertinggalan.

    Last….Pengakuan Marquez ini menjelaskan banyak hal: inkonsistensi, kesalahan-kesalahan aneh, dan kecelakaan yang seharusnya tidak terjadi pada pembalap sekalibernya. Masalah saraf radial yang “menggagalkan” kendali motor di saat tidak terduga adalah mimpi buruk bagi pembalap MotoGP. Kini, dengan operasi ganda yang akan segera dijalani, musim 2026 Marquez praktis berada di ujung tanduk. Namun, jika pemulihannya berjalan lancar, ia masih bisa kembali untuk seri-seri terakhir musim ini—atau setidaknya bersiap untuk 2027 bersama Ducati. Untuk sementara, gelar juara dunia ke-10 harus ditunda. Prioritas Marquez sekarang adalah kesehatan. Semangat Marc !! (iwb)

  • Moto3 Kualikasi Le Mans : Veda Ega Unjuk Gigi…melesat masuk top 6, ediannn !!!

    Moto3 Kualikasi Le Mans : Veda Ega Unjuk Gigi…melesat masuk top 6, ediannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan hasil gemilang di kualifikasi Le Mans 2026. Dalam sesi kualifikasi Moto3 Prancis yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Sabtu (9/5/2026), Veda sukses mengamankan posisi start ke-6 setelah tampil impresif di sesi Q2. Hasil ini memastikan Veda akan memulai balapan esok hari dari baris kedua (Row 2), sebuah pencapaian krusial yang menempatkannya di tengah persaingan perebutan podium. Juozzz tenan !!!

    Sesi kualifikasi Q2 berlangsung sangat dramatis. Veda menunjukkan ketenangan luar biasa saat menghadapi tekanan dari pebalap-pebalap berpengalaman lainnya. Di menit-menit akhir sesi, Veda berhasil melakukan time attack yang tajam, mempertajam catatan waktunya, dan merangksek naik hingga mengunci posisi keenam.

    Kunci keberhasilan Veda kali ini adalah kemampuannya memaksimalkan sektor terakhir sirkuit Le Mans yang menuntut pengereman keras dan akselerasi cepat. Konsistensi Veda sepanjang sesi latihan bebas hingga kualifikasi membuktikan bahwa ia telah menemukan setup motor yang pas untuk menaklukkan lintasan teknis sepanjang 4,2 kilometer tersebut…

    Analisis Singkat:

    • Dominasi Leopard Racing: A. Fernandez menunjukkan kecepatan luar biasa dengan menembus angka 1 menit 40.0 detik.

    • Performa Veda Pratama: Veda tampil sangat solid. Selisih waktunya dengan peraih pole hanya 0.260 detik, membuktikan bahwa ia sangat kompetitif untuk memperebutkan podium di balapan besok.

    • Kerapatan Grid: Jarak antara posisi 1 hingga posisi 8 bahkan tidak sampai 0.4 detik, menandakan balapan besok akan berlangsung sangat ketat.

    Start dari posisi ke-6 memberikan keuntungan besar bagi Veda. Tikungan pertama Le Mans yang dikenal sangat sempit seringkali menjadi titik kecelakaan massal bagi pebalap yang memulai dari barisan tengah ke belakang. Dengan berada di Row 2, Veda memiliki peluang bersih untuk langsung menusuk ke grup terdepan segera setelah lampu start padam.

    “Berada di baris kedua adalah target yang realistis dan sangat bagus untuk modal balapan besok. Saya merasa motor bekerja dengan sangat baik di area pengereman,” ujar Veda dalam keterangannya setelah sesi.

    Last….Dukungan penuh mengalir dari tanah air untuk pebalap muda ini. Melihat kecepatannya di sesi kualifikasi, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium pertamanya musim ini terbuka sangat lebar. Fokus utama untuk balapan besok adalah manajemen ban yang efektif serta menjaga konsistensi di setiap lap agar tetap berada dalam grup pemimpin lomba. Akankah Veda Ega Pratama berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di podium Le Mans besok? Mari kita pantau terus cak…gazzzz !! (iwb)

    Hasil Kualifikasi Moto3 Le Mans 2026

    Pos No Pebalap Tim Catatan Waktu Selisih (Gap)
    1 31 A. Fernandez Leopard Racing 1:40.042
    2 28 M. Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.183 +0.140
    3 66 J. Kelso GRYD – MLav Racing 1:40.204 +0.160
    4 97 M. Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.265 +0.216
    5 64 D. Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.286 +0.236
    6 9 Veda Pratama Honda Team Asia 1:40.307 +0.260
    7 51 B. Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.348 +0.297
    8 83 A. Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.419 +0.375
    9 18 M. Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.521 +0.483
    10 8 E. O’Shea GRYD – MLav Racing 1:40.681 +0.639
    11 94 G. Pini Leopard Racing 1:40.753 +0.712
    12 13 H. Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.763 +0.717
    13 22 D. Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.873 +0.831
    14 73 V. Perrone Red Bull KTM Tech3 1:40.964 +0.922
    15 14 C. Buchanan CODE Motorsports 1:41.011 +0.969
    16 54 J. Rios Rivacold Snipers Team 1:41.102 +1.060
    17 11 A. Cruces CIP Green Power 1:41.143 +1.101
    18 19 S. Ogden CIP Green Power 1:41.494 +1.452
  • Aturan Baru Pit lane Kontroversi Marquez….Akhirnya di Perketat !!

    Aturan Baru Pit lane Kontroversi Marquez….Akhirnya di Perketat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Komisi Keselamatan MotoGP resmi memperkenalkan aturan baru terkait masuknya pembalap ke jalur pit (pit lane) mulai Grand Prix Prancis akhir pekan ini. Aturan ini secara tidak langsung lahir dari celah regulasi yang dieksploitasi Marc Marquez di Jerez beberapa pekan lalu. Karena sifatnya yang lahir dari sebuah insiden yang melibatkan pembalap Ducati tersebut, aturan baru ini pun dijuluki sebagai “aturan anti-Marquez” …!!

    Insiden yang memicu lahirnya aturan ini terjadi saat sprint race di Jerez cak. Marc Marquez yang terjatuh, memilih jalur “alternatif” untuk kembali ke pit. Ia memotong trek lintasan, melewati rumput, lalu menyusuri jalur masuk pit dari sisi luar garis putih tebal (solid line) yang seharusnya menandai area masuk.

    Setelah insiden tersebut, Race Control melakukan investigasi. Hasilnya mengejutkan: ternyata tidak ada aturan yang secara spesifik melarang manuver seperti itu. Satu-satunya aturan yang ada saat itu adalah kewajiban menghormati batas kecepatan 60 km/jam di jalur pit. Karena tidak ada dasar aturan yang dilanggar, Marquez pun tidak dikenai penalti dan akhirnya memenangkan sprint race tersebut.

    Nah dari sana cak yang terbaru…Race Director menyadari adanya celah ini dan segera mengambil tindakan. Sebuah note (catatan) resmi diterbitkan untuk Grand Prix Prancis yang mengatur:

    Aspek Aturan Sebelumnya Aturan Baru
    Persyaratan masuk pit Tidak spesifik (hanya menghormati batas kecepatan) Wajib melewati garis putus-putus (dotted line) jalur masuk pit
    Larangan memotong Tidak diatur Dilarang memotong garis putih tebal, baik sisi dalam maupun sisi luar
    Sanksi Tidak ada Akan dikenai penalti (spesifikasi sanksi belum dirilis)

    Aturan baru ini telah disosialisasikan kepada para pembalap dalam pertemuan Komisi Keselamatan (Safety Commission) di Le Mans. Race Control ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pembalap yang bisa “memperpendek” atau mengambil jalur pintas masuk pit. Manuver yang dilakukan Marquez di Jerez dinilai sebagai tindakan yang seharusnya tidak diperbolehkan meskipun secara regulasi masih diperbolehkan saat itu. Aturan ini juga menutup kemungkinan pembalap untuk:

    • Memotong dari sisi dalam jalur masuk pit (misalnya setelah melebar di tikungan terakhir)

    • Memotong dari sisi luar seperti yang dilakukan Marquez

    Jelas cak….kelahiran aturan ini mengingatkan pada aturan-aturan sebelumnya di MotoGP yang lahir akibat eksploitasi celah oleh Marquez, seperti aturan tentang batas lintasan atau flag-to-flag. Meskipun aturan ini secara implisit menargetkan perilaku Marquez, pada akhirnya aturan ini bersifat universal untuk semua pembalap. Mereka kini harus lebih berhati-hati saat masuk pit lane, terutama dalam situasi darurat setelah crash….

    Last….Aturan “anti-Marquez” ini adalah bukti bahwa MotoGP terus berkembang. Setiap celah yang ditemukan pembalap akan segera ditutup oleh Race Direction untuk menjaga keadilan dan keselamatan. Bagi penggemar, aturan ini mungkin terlihat sebagai “hukuman” bagi Marquez, tetapi pada dasarnya ini adalah langkah untuk memperjelas regulasi yang sebelumnya ambigu. Pertanyaannya: akankah ada pembalap lain yang menemukan celah baru di masa depan? Kita lihat saja. Yang pasti, MotoGP tidak pernah kehabisan drama, baik di lintasan maupun di meja regulasi cak….(iwb)

  • Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sesi latihan MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti, Jumat (8/5/2026), diwarnai dengan divergensi menarik di kubu Ducati. Para pembalap pabrikan memperkenalkan fairing samping terbaru spesifikasi 2026 yang diuji di Jerez. Namun, Marc Marquez memilih jalur berbeda: ia kembali menggunakan desain aerodinamika yang ia kenakan saat meraih gelar juara dunia 2025. Betul cak…..Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Keputusan ini menjadikan Marquez satu-satunya pembalap Ducati yang tidak menggunakan fairing terbaru yang sama dengan Fabio Di Giannantonio, Alex Marquez, dan Pecco Bagnaia. Jadi cak…Marquez sebelumnya telah meninggalkan paket aero 2025 untuk memulai musim 2026 dengan desain 2024 (yang memiliki “loop” sayap atas lebih besar tetapi saluran downwash lebih kecil). Alasannya sederhana: kondisi bahunya yang masih dalam masa pemulihan.

    “Saya tidak bisa mengendarai motor dengan cara yang sama seperti tahun lalu saat ini. Aerodinamika 2025 sedikit lebih berat, lebih menuntut kondisi fisik,” jelas Marquez saat tes pramusim.

    Kini, setelah beberapa seri berlalu dan kekuatan bahunya bertambah, Marquez kembali ke fairing yang lebih berat. Alex Marquez, adiknya sekaligus pembalap Gresini, menjelaskan perbedaan ini:

    “Kami punya dua arah. Untuk Marc, Ducati percaya (pembaruannya) sedikit lebih baik… mirip dengan yang dia gunakan tahun lalu. Jadi ini adalah campuran, tapi pada akhirnya tujuannya sama.”

    Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa perbedaan pilihan ini didasarkan pada keinginan setiap pembalap.

    “Kami mengikuti keinginan setiap pembalap. Gigi (Dall’Igna) mendengarkan dan mencoba memberikan yang terbaik bagi mereka.”

    ” Marc Aero Jepang 2025″
    ” Marc Jerez 2025″
    ” Marc Le Mans 2025..”

    Namun, Marquez memberikan alasan teknis yang lebih spesifik. Ia mengatakan bahwa pilihan fairing yang berbeda bukan karena efek aerodinamika yang berbeda, melainkan karena perbedaan ukuran tubuhnya dengan pembalap lain.

    “Kami memahami dengan Ducati bahwa fairing ini lebih baik untuk gaya balap saya. Arahnya sama (dengan GP26 lainnya), efeknya sama, tetapi tergantung pada posisi tubuh. Saya jauh lebih kecil dari Diggia, Pecco, dan Alex, dan insinyur Ducati percaya bahwa untuk posisi tubuh dan ukuran saya, fairing ini lebih baik, dengan efek yang sama.”

    Di atas kertas, langkah ini belum serta merta membawa dampak instan. Ketiga pembalap Ducati lainnya (Bagnaia, Di Giannantonio, dan Alex Marquez) berhasil lolos langsung ke Q2.

    Sementara itu, Marquez justru harus puas di posisi 13 dan melakoni Q1, setelah lap terakhirnya terganggu bendera kuning akibat kecelakaan yang menimpa Bagnaia.

    Namun, terlepas dari hasil sesi latihan, kepulangan Marquez ke aero “gaya berat” bisa menjadi sinyal bahwa kondisi fisiknya perlahan pulih. Dengan defisit 44 poin dari Marco Bezzecchi, ia membutuhkan setiap keunggulan yang bisa ia dapatkan, bahkan jika itu berarti mengendarai motor yang lebih “menuntut fisik”.

    Last….Marquez bukan satu-satunya juara dunia yang “mundur” dalam pilihan aero. Di kubu Yamaha, Fabio Quartararo memilih untuk kembali menggunakan front wing versi mesin Inline4 untuk seri kandangnya di Le Mans. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya cak……(iwb)

  • MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!

    MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…kalau sampeyan ngikutin perkembangan MotoGP belakangan ini, ternyata suasananya bener-bener lagi chaos bin puyeng! Liberty Media yang tadinya digadang-gadang bakal bawa “koper duit” ke MotoGP, ternyata malah bikin tim-tim di paddock gigit jari. IWB dapet bisikan bahwa MotoGP lagi krisis sponsor, dan sekarang yang pegang kendali bukan lagi bos tim, tapi para pembalapnya sendiri! Lhoo kok iso ??

    Jadi gini lho ceritanya…

    Sampeyan liat nggak Aprilia? Motor kenceng, ganteng, tapi fairing-nya masih banyak yang “polos” tanpa sponsor utama. Ini kan aneh, cakk! Liberty Media emang pinter bikin konten, pinter bikin MotoGP jadi viral kayak Formula 1, tapi ternyata mereka belum becus narik minat perusahaan raksasa buat naruh duit di balap motor. Efeknya? Tim-tim mandiri sampe tim pabrikan mulai megap-megap bayar operasional yang makin selangit!

    Nah, di sinilah muncul fenomena “The Riders are in Charge”. Kenapa pembalap yang berkuasa? IWB coba jabarkan pake bahasa warung kopi ya cakk:

    1. Sponsor Cuma Mau “Wajah” Pembalap: Sekarang brand itu nggak peduli motornya merk apa. Mereka cuma mau nempel kalau ada sosok kayak Marc Marquez, Pedro Acosta, atau si “darah muda” Veda Ega kalau nanti naik kelas. Tanpa pembalap bintang, proposal tim cuma jadi bungkus kacang di meja sponsor cakk!

    2. Pembalap Pegang Kartu AS: Karena tim butuh banget sponsor, dan sponsor butuh pembalap bintang, akhirnya para rider ini punya posisi tawar yang edan-edanan. Mereka bisa minta gaji selangit atau milih tim sesuka hati. Tim nggak punya pilihan, daripada nggak dapet sponsor sama sekali, mending nurut apa maunya pembalap.

    3. Liberty Terlalu Fokus “Show”: Liberty Media kabarnya terlalu maksa bikin balapan makin banyak (ada Sprint Race segala), tapi mereka lupa kalau tiap balapan itu butuh biaya. Pabrikan mulai protes: “Kita disuruh main drama terus, tapi mana duit sponsor barunya?”

    Jujur aja cakk, IWB ngelihat ini sebagai alarm bahaya. MotoGP emang makin populer di sosmed, followers naik drastis, tapi kalau di dalem paddock kantongnya kering ya percuma. Liberty Media harus cepet gerak. Jangan sampe MotoGP cuma jadi ajang “pamer tampang” tapi jeroannya keropos karena nggak ada dukungan finansial yang sehat.

    Bayangin cakk, motor prototype biayanya jutaan Euro tapi nggak ada logo sponsor di badannya… bener-bener pusing ! Makanya sekarang ini Liberty sedang utar otak namun sayangnya usul Liberty Media banyak ditolak tim yang berkaitan dengan artikel sebelumnya. Kita pantau terus, apakah strategi Liberty Media ini bakal beneran berhasil atau malah bikin MotoGP makin “mahal” tapi nggak terjangkau buat tim-tim kecil. Kita tunggu saja pamor MotoGP dimasa depan….. (IWB)

  • Santi Hernández: “Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Santi Hernández: “Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Santi Hernández, teknisi legendaris yang menemani perjalanan Marc Marquez sejak era Moto2, angkat bicara soal masa depan mantan anak asuhnya. Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Hernández menegaskan bahwa Marquez tidak akan kembali ke Honda dan memperkirakan juara dunia sembilan kali itu tidak akan balap hingga usia 40 tahun. Yup….”Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Hernández, yang telah menghabiskan 30 tahun di paddock, memiliki perspektif unik tentang Marquez. Ia menyaksikan langsung bagaimana pembalap asal Cervera itu tumbuh dari “anak kecil” menjadi juara dunia. Namun, hubungan mereka kini telah melampaui lintasan. Hernández mengenang masa-masa awal bersama Marquez di Moto2 sebagai periode paling istimewa. Saat itu, mereka membangun tim dari nol, dan Marquez masih sangat muda.

    “Kami membangun tim yang sangat hebat, mulai dari nol. Kami banyak tertawa; dia adalah salah satu dari kami. Saya menyaksikan Marc tumbuh dewasa.” serunya

    Bagi Hernández, meskipun gelar dan kesuksesan berdatangan (termasuk gelar juara dunia MotoGP 2013), warisan terpenting dari hubungan mereka adalah persahabatan.

    “Saya mendapatkan persahabatan dengannya, yang bagi saya adalah hal paling penting. Suatu hari nanti dia akan pensiun, suatu hari nanti saya akan pensiun… dan persahabatan itu akan tetap ada.”

    Tidak Akan Kembali ke Honda

    Ketika ditanya tentang kemungkinan Marquez kembali ke Honda, Hernández tidak memberi ruang untuk spekulasi.

    “Saya rasa tidak, sepertinya pintu sudah tertutup,” tegasnya.

    Alasannya sederhana: Marquez saat ini terlihat sangat nyaman di Ducati.

    “Dia di Ducati, dia bahagia, dia menemukan kembali senyumannya.”

    Hernández juga memberikan prediksi mengejutkan tentang kapan Marquez akan gantung helm. Berbeda dengan Valentino Rossi yang pensiun di usia 42 tahun, Hernández yakin Marquez tidak akan selama itu.

    “Saya tidak melihat Marc balap sampai usia 40 tahun,” ujarnya blak-blakan.

    Pernyataan ini masuk akal mengingat cedera serius yang dialami Marquez, terutama pada lengan kanannya, yang membutuhkan pemulihan panjang dan mungkin membatasi kariernya.

    Hernández mengakui bahwa jalan mereka kini telah berbeda. Marquez pergi dari Honda, dan Hernández tidak berharap mereka akan bekerja sama lagi secara profesional.

    “Babak di lintasan tampaknya sudah benar-benar tertutup. Tapi yang dibangun di luar lintasan—antara pit dan kehidupan yang dijalani bersama—akan tetap ada.”

    Di sanalah, kata Hernández, nilai sebenarnya dari perjalanan mereka diukur…

    Last….Pernyataan Hernández mengonfirmasi apa yang sudah diketahui banyak pihak: Marc Marquez bahagia di Ducati dan tidak punya alasan untuk kembali ke Honda yang sedang dalam masa transisi sulit. Prediksi bahwa ia tidak akan balap hingga 40 tahun juga menambah spekulasi bahwa kontraknya saat ini (yang hampir pasti diperpanjang hingga 2027) bisa menjadi kontrak terakhirnya di MotoGP. Jika Marquez pensiun setelah 2027, ia akan berusia 34 tahun—masih cukup muda untuk pensiun, tetapi masuk akal mengingat cedera yang ia alami. Yang jelas, persahabatan antara Hernández dan Marquez adalah salah satu kisah paling mengharukan di paddock: dari teknisi dan pembalap, menjadi saudara seperjuangan……(iwb)