Category: Motogp

  • Moto3 FP1 Jerez..Veda Ega Kesulitan, Motor Honda Banyak PR ??

    Moto3 FP1 Jerez..Veda Ega Kesulitan, Motor Honda Banyak PR ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Veda Ega Pratama mengakhiri sesi FP1 di posisi yang kurang menguntungkan. Di saat pembalap muda lainnya seperti Maximo Quiles dan Matteo Bertelle (Level Up – MTA) berhasil menembus catatan waktu 1 menit 44 detik, Veda masih berjuang di papan bawah. Waaaduhhh…

    Moto3 2026 memasuki seri keempat di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto, Spanyol. Namun, harapan besar publik Tanah Air terhadap Veda Ega Pratama sepertinya masih harus sedikit bersabar. Dalam sesi Free Practice 1 (FP1) yang digelar Jumat (24/4/2026), pembalap Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-24 dengan catatan waktu 1 menit 46,808 detik. Catatan waktu ini menempatkannya lebih dari 2 detik terpaut dari pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) yang melesat dengan waktu 1 menit 44,833 detik.

    Berikut adalah tiga alasan utama mengapa Veda tampak kesulitan di sesi ini:

    1. Defisit Top Speed yang Signifikan

    Data Maximum Speed menunjukkan celah besar antara motor Honda yang ditunggangi Veda dengan para pengguna KTM.

    • Veda Pratama (Honda): 213.4 km/jam.

    • Maximo Quiles (KTM): 219.0 km/jam.

    • Selisih: 5.6 km/jam.

    Di kelas Moto3 yang sangat kompetitif, selisih kecepatan puncak lebih dari 5 km/jam adalah kerugian besar, terutama saat harus melakukan slipstream atau mengejar ketertinggalan di trek lurus Jerez yang menuntut efisiensi mesin.

    2. Masalah Konsistensi di Sektor Tengah (T2 & T3)

    Berdasarkan data Best Partial Times, Veda belum mampu menyatukan sektor-sektor terbaiknya menjadi satu putaran yang sempurna (Ideal Lap).

    • Veda kehilangan banyak waktu di Sektor 2 dan Sektor 3, yang di Jerez didominasi oleh tikungan cepat dan perubahan arah yang lincah.

    • Sementara pembalap papan atas seperti Matteo Bertelle dari tim Level Up – MTA sangat kuat di Sektor 3 (30.758 detik), Veda masih tertinggal cukup jauh di area teknis ini. Ini mengindikasikan Veda mungkin masih mencari setup suspensi yang pas untuk menjaga stabilitas motor saat melibas tikungan cepat Jerez.

    Jika kita tidak hanya melihat satu lap terbaik, tetapi perkembangan catatan waktu Veda sepanjang sesi, terlihat adanya trend peningkatan.

    Dari data yang dihimpun, Veda memulai sesi dengan sangat hati-hati. Catatan waktunya di awal sempat di angka 1 menit 52,7 detik. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mampu memangkas waktu secara signifikan hingga menyentuh 1 menit 46,8 detik di lap ke-11, dan bahkan sempat mencatatkan 1 menit 46,133 detik di lap ke-7.

    Lap Catatan Waktu Kecepatan (km/h)
    2 1’52.702
    5 1’47.669 213,4
    6 1’47.727
    7 1’47.133 213,4
    11 1’46.808
    13 1’47.073

    Ini mengindikasikan bahwa adaptasi Veda terhadap sirkuit Jerez berjalan secara progresif. Ia tidak mengalami kebuntuan, melainkan mencari setelan dan feeling yang tepat.

    3. Adaptasi dengan Paket Honda NSF250RW

    Tahun 2026 menjadi pembuktian berat bagi pengguna Honda. Dari data Top Speed, mayoritas posisi 5 besar dikuasai oleh motor KTM. Veda, yang membela Honda Team Asia, harus bekerja ekstra keras karena karakteristik Honda NSF250RW yang sangat bergantung pada cornering speed yang presisi, namun seringkali kalah tenaga dibandingkan akselerasi brutal KTM/CFMoto.

    Meski saat ini tertahan di urutan 24, Veda bukan tanpa peluang. Sejarah di beberapa seri sebelumnya menunjukkan bahwa ia adalah tipe pembalap yang cepat belajar. Jika tim berhasil menemukan setelan tepat untuk meningkatkan grip belakang dan menemukan titik pengereman optimal di Sektor 3, bukan tidak mungkin Veda bisa melompat masuk ke Q2.

    Target Realistis di Kualifikasi:

    • Minimal: Lolos ke Q2 (Top 18)

    • Target Ideal: Start di posisi 12-16

    Last….kesulitan Veda di FP1 Jerez bukan semata-mata soal talenta, melainkan kombinasi antara performa mesin (Top Speed) yang kalah saing serta optimalisasi di sektor teknis. Jika Honda Team Asia tidak segera menemukan solusi untuk meningkatkan kecepatan di trek lurus, Veda akan terus kesulitan bertarung memperebutkan posisi front row melawan dominasi pasukan KTM dan Level Up – MTA. Kita tungggu saja usaha Veda dan Honda…Gazzz !! (iwb)

  • Gawattt….Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!!

    Gawattt….Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Menjelang MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto akhir pekan ini, banyak pihak berharap bahwa seri Eropa perdana akan menjadi titik balik bagi Ducati untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia. Namun, Marc Marquez tidak seoptimis itu. Betul cak…Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!! Waaahhhh

    Jadi cak kabar terbaru jelang race Jerez….Marc dengan tegas meragukan klaim bahwa Jerez akan mengubah peta kekuatan yang saat ini didominasi Aprilia. Menurutnya, fakta di lintasan sudah berbicara terlalu keras untuk diabaikan. Marquez menyoroti bahwa musim 2026 telah melewati tiga seri dengan karakter sirkuit yang sangat berbeda: Thailand (Buriram), Brasil (Goiania), dan Amerika Serikat (COTA). Masing-masing memiliki tata letak, permukaan aspal, dan pilihan ban belakang yang berbeda. Namun, hasilnya tetap sama.

    “Maksud saya, bagi saya, orang-orang yang berkata ‘tidak, kita harus menunggu sampai Jerez’… Kita sudah pergi ke tiga trek yang berbeda, dengan tiga tata letak yang berbeda, tiga ban belakang yang berbeda, dan pemenangnya adalah orang yang sama. Pada akhirnya, fakta adalah fakta: Aprilia, terutama dengan Marco, adalah favorit yang jelas. Yang perlu kami lakukan adalah mencoba bekerja langkah demi langkah dan mencoba lebih dekat dengan mereka.” seru Marc…

    Meski Aprilia mendominasi dengan tiga kemenangan utama beruntun, Marquez mencatat bahwa Ducati sebenarnya tidak tertinggal terlalu jauh di klasemen. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) duduk di posisi keempat, tertinggal 31 poin dari Bezzecchi di puncak.

    “Karena meskipun dengan tiga balapan pertama yang buruk, kami tidak terlalu jauh di kejuaraan. Jadi, mari kita lihat apakah langkah demi langkah kami bisa meningkatkan level kami.”

    Marquez mengakui bahwa jeda panjang pascapenundaan GP Qatar (akibat perang di Iran) telah membantunya memulihkan cedera bahu. Ia merasa lebih siap secara fisik untuk tampil maksimal.

    “Tiga minggu di rumah sangat penting. Saya mencoba bekerja pada titik lemah saya. Tiga balapan pertama tidak mudah, terutama untuk bertahan sepanjang akhir pekan dengan cara yang baik. Tiga balapan pertama sulit, di dalam dan di luar trek. Di dalam, terutama karena saya kesulitan menemukan cara berkendara yang baik. Saya cepat di beberapa area, di beberapa lap, tapi tidak konsisten. Kami tahu alasannya dan kami berusaha memperbaikinya.” tambahnya…

    Pernyataan paling jujur datang saat Marquez mengakui bahwa ia belum memberikan kontribusi maksimal yang diharapkan Ducati saat merekrutnya.

    “Memang benar saya tidak tampil baik dalam tiga balapan pertama ini, tapi saya tidak memberikan ‘ekstra’ yang dibutuhkan seorang pembalap bagus untuk diberikan kepada pabrikan. Ketika sebuah pabrikan merekrut Anda, mereka menunggu ‘ekstra’ itu dari Anda. Itu yang akan kami coba lakukan di balapan-balapan berikutnya. Berusaha menjadi lebih baik dan terus meningkat, karena terutama Marco Bezzecchi dan Aprilia berkendara dengan sangat baik.”

    Last….Marquez datang ke Jerez dengan fisik lebih prima, tetapi kepalanya tetap realistis. Ia tahu bahwa mengalahkan Aprilia tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, tekadnya untuk memberikan “ekstra” bagi Ducati bisa menjadi awal dari kebangkitan—atau setidaknya, awal dari perlawanan yang lebih sengit. Nah menurut sampeyan sendiri piyee cak…optimis atau pesimis Marc akan mampu kalahkan Aprilia ? monggo berikan komennya disini…gazzz ! (iwb)

  • Gigi Dall’Igna Berikan komen Senjata Ducati 850cc 2027….Sulit ??

    Gigi Dall’Igna Berikan komen Senjata Ducati 850cc 2027….Sulit ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, akhirnya buka suara mengenai prototipe motor MotoGP 850cc untuk musim 2027. Setelah uji coba perdana yang dilakukan Michele Pirro di Misano, Dall’Igna memberikan kesan positif dan mengonfirmasi bahwa pengembangan akan segera dilanjutkan. Yup…Gigi Dall’Igna Beberkan Senjata Ducati 850cc 2027….Akhirnya Terbongkar !!

    Musim 2027 akan menjadi salah satu era dengan perubahan regulasi paling drastis dalam sejarah MotoGP. Mulai dari penggantian pemasok ban (Pirelli menggantikan Michelin), aturan aerodinamika yang lebih ketat, penggunaan bahan bakar 100 persen terbarukan, pelarangan ride-height device, hingga yang paling signifikan: penurunan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc.

    Berbicara di sirkuit Jerez menjelang Grand Prix Spanyol akhir pekan ini (24-26 April), Dall’Igna mengungkapkan bahwa uji coba perdana prototipe 850cc berjalan lancar.

    “Kesan pertama saya dengan motor ini sangat baik. Semuanya bekerja dengan baik, dan motor ini siap untuk pengujian lebih lanjut,” ujar Dall’Igna

    Uji coba yang dilakukan Pirro di Misano ini bersifat tertutup, sehingga detail teknis masih sangat terbatas. Namun, pernyataan optimistis dari Dall’Igna menjadi sinyal bahwa Ducati berada di jalur yang tepat menuju era baru.

    Dall’Igna mengonfirmasi bahwa pengujian akan berlanjut “pekan depan” . Tes selanjutnya akan digelar di Sirkuit Mugello dengan Michele Pirro kembali menjadi test rider.

    Yang menarik, pada tes kali ini, Ducati akan menggunakan paket yang hampir lengkap sesuai regulasi 2027:

    • Mesin 850cc baru

    • Aerodinamika baru (lebih sederhana)

    • Tanpa ride-height device

    • Ban Pirelli (versi pengembangan terkini)

    • Bahan bakar 100% terbarukan hasil kolaborasi dengan Shell

    “Dia (Pirro) akan memiliki seluruh paket yang kami miliki saat ini. Mesin 850cc baru, aerodinamika, tanpa alat bantu atau perangkat penyesuaian ketinggian—hampir semuanya,” jelas Dall’Igna.

    Ducati bukan satu-satunya pabrikan yang sibuk mengembangkan motor 850cc:

    Pabrikan Status Pengembangan 850cc Lokasi Tes
    Ducati Sudah tes di Misano, lanjut di Mugello Misano → Mugello
    Honda Akan hadir di Mugello (dengan Takaaki Nakagami) Mugello
    Aprilia Tes perdana pekan depan di Jerez (Lorenzo Savadori) Jerez
    KTM Paling awal, sudah tes sejak Desember 2025 Jerez
    Yamaha Paling lambat, debut 850cc pekan depan di Jerez Jerez

    Aprilia, misalnya, akan melakukan tes perdana motor 850cc mereka pekan depan di Jerez setelah sesi tes resmi MotoGP pada hari Senin. Pembalap uji Lorenzo Savadori akan menjadi orang pertama yang menjajal RS-GP 850cc.

    Sementara itu, Honda juga dipastikan hadir di Mugello pekan depan bersama Takaaki Nakagami, berbagi trek dengan Ducati.

    Dall’Igna menekankan bahwa prototipe yang diuji sudah mendekati spesifikasi final untuk 2027. Tidak adanya ride-height device dan pembatasan aerodinamika menjadi perubahan fundamental yang harus diadaptasi oleh semua pabrikan.

    Namun, pengalaman Ducati dalam mengelola ban dan elektronik selama era 1.000cc bisa menjadi modal berharga. Pertanyaannya: mampukah mereka mempertahankan dominasi di era 850cc?

    Last…kesan positif Dall’Igna terhadap prototipe 850cc adalah kabar baik bagi para penggemar Ducati. Namun, jalan masih panjang. Semua pabrikan masih dalam tahap awal pengembangan, dan persaingan sesungguhnya baru akan terlihat saat semua tim sudah memiliki data yang cukup. Yang jelas, babak baru MotoGP telah dimulai dari dalam garasi cak. Kita akan menyaksikan hasilnya di lintasan mulai Maret 2027….horaaa sabarrr !! (iwb)

  • Jadwal Lengkap Motogp Jerez 2026…Trans7 Akhirnya tayangkan Moto3 ?!

    Jadwal Lengkap Motogp Jerez 2026…Trans7 Akhirnya tayangkan Moto3 ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….setelah melewati jeda panjang pascapenundaan Grand Prix Qatar, MotoGP 2026 akhirnya memasuki seri Eropa perdana. Grand Prix Spanyol yang berlangsung di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto pada 24-26 April 2026 menjadi penanda dimulainya babak baru musim ini .

    Sirkuit Jerez yang legendaris ini akan menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap setelah tiga seri pembuka di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat .

    Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026 (WIB)

    Berikut jadwal sesi untuk kelas premier MotoGP dan balapan pendukungnya :

    Jumat, 24 April 2026

    Sesi Kelas Waktu (WIB)
    Free Practice 1 (FP1) Moto3 14:00 – 14:35
    Free Practice 1 (FP1) Moto2 14:50 – 15:30
    Free Practice 1 (FP1) MotoGP 15:45 – 16:30
    Practice Moto3 18:15 – 18:50
    Practice Moto2 19:05 – 19:45
    Practice MotoGP 20:00 – 21:00

    Sabtu, 25 April 2026

    Sesi Kelas Waktu (WIB)
    Free Practice 2 (FP2) Moto3 13:40 – 14:10
    Free Practice 2 (FP2) Moto2 14:25 – 14:55
    Free Practice 2 (FP2) MotoGP 15:10 – 15:40
    Qualifying 1 MotoGP 15:50 – 16:05
    Qualifying 2 MotoGP 16:15 – 16:30
    Kualifikasi Moto3 17:45 – 18:25
    Kualifikasi Moto2 18:40 – 19:20
    Sprint Race MotoGP 20:00 (12 lap)

    Minggu, 26 April 2026

    Sesi Kelas Waktu (WIB)
    Warm Up MotoGP 14:40 – 15:00
    Race Moto3 16:00
    Race Moto2 17:15
    Race MotoGP 19:00 (25 lap)

    Cerita Menarik yang Patut Disimak

    Aprilia Incar Dominasi

    Setelah Marco Bezzecchi memenangkan tiga balapan utama berturut-turut di awal musim, Aprilia datang ke Eropa sebagai pabrikan yang sedang panas. Namun, Jerez adalah sirkuit yang sangat teknis dan sering menjadi “pemeriksa realitas” bagi motor-motor yang dominan. Pertanyaan besarnya: mampukah Aprilia mempertahankan ritme atau Ducati yang akan bangkit? .

    KTM dan Honda Mulai Menunjukkan Taring

    Pedro Acosta (KTM) sudah merasakan kemenangan Sprint Race di Thailand. Sementara Honda mulai menunjukkan perkembangan di beberapa seri terakhir. Jerez akan menjadi indikator awal siapa yang benar-benar siap menantang duet Aprilia di paruh musim Eropa .

    Kabar dari Kelas Bawah

    Di Moto2, perhatian tertuju pada absennya Ángel Piqueras akibat kecelakaan keras di Austin. Posisinya akan digantikan sementara oleh Marcos Ramírez untuk dua seri ke depan. Di Moto3, semua mata tertuju pada Veda Ega…apakah ia bisa melanjutkan momentum ketajaman performanya ? jelas bikin kita penasaran cak…so kita tunggu saja apalagi kabarnya Trans7 akhirnya akan menayangkan race Moto3 pasca Veda menyedot perhatian kita semua…gazzzz Vedaaa !! (iwb)

    Pekan ini, aksi MotoGP bisa disaksikan melalui berbagai platform:

    • Indonesia: Trans7 (free-to-air) dan layanan streaming Vidio .

    • Spanyol: DAZN, Movistar+, dan siaran gratis di Telecinco (race) & BeMad (kualifikasi) .

    • Amerika Latin: ESPN .

    • Amerika Serikat: NBC Sports dan CNBC .

  • Breaking !! Tulang belakang “Prothol”, Aleix Espargaró Jalani Operasi 6 Jam…….Honda Pusing ?!

    Breaking !! Tulang belakang “Prothol”, Aleix Espargaró Jalani Operasi 6 Jam…….Honda Pusing ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…kabar mengejutkan datang dari Aleix Espargaró, yang menjalani operasi panjang dan rumit pasca kecelakaan serius yang menimpanya saat sesi uji coba tertutup di Sirkuit Sepang, Malaysia. Mantan pembalap Aprilia itu mengalami cedera pada beberapa ruas tulang belakang akibat kecelakaan berkecepatan tinggi. Ini membuatnya harus dioperasi selama 6 jam..waahh ngiluuuu puolll !!

    Melalui unggahan di media sosial, Espargaró mengabarkan kabar terkini kondisinya sekaligus menenangkan para penggemar yang khawatir. Ia mengonfirmasi telah menjalani operasi yang berlangsung lebih dari enam jam untuk menstabilkan empat ruas tulang belakang yang terdampak.

    “Kemarin mereka akhirnya mengoperasi saya dan menstabilkan empat ruas tulang belakang,” tulis pembalap asal Spanyol itu.

    Dalam video yang diunggah, Espargaró terlihat masih menggunakan penyangga leher (cervical collar). Ia mengaku masih merasakan sedikit nyeri pasca operasi, namun sudah mulai bisa bergerak.

    “Operasi berlangsung lebih dari enam jam, dan Dr. Fiol serta timnya melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Saya masih merasakan sedikit nyeri, tapi saya sudah mulai bisa bergerak. Saya berharap bisa pulang dalam beberapa hari ke depan. Salam untuk semuanya,” lanjutnya.

    Kronologi Kecelakaan

    Espargaró mengalami kecelakaan saat menjalani sesi uji coba pribadi bersama Honda di Sepang. Informasi awal menyebutkan bahwa ia mengalami cedera pada beberapa ruas tulang belakang setelah terjatuh dengan kecepatan tinggi.

    Insiden ini menjadi pukulan berat bagi Espargaró yang baru bergabung dengan Honda sebagai test rider setelah pensiun dari balapan aktif di akhir musim 2024. Perannya sangat krusial dalam pengembangan motor Honda menjelang era regulasi baru 850cc pada 2027.

    Kondisi Terkini dan Prognosis

    Operasi selama enam jam yang melibatkan stabilisasi empat ruas tulang belakang mengindikasikan cedera yang cukup serius. Namun, pernyataan Espargaró bahwa ia sudah mulai bisa bergerak adalah kabar positif. Prognosis pemulihan cedera tulang belakang biasanya bervariasi tergantung lokasi dan tingkat keparahan, namun bisa memakan waktu beberapa minggu hingga bulan.

    Kabar baiknya, tidak ada indikasi cedera pada sumsum tulang belakang yang disebutkan, sehingga peluang pemulihan penuh masih terbuka lebar. Namun, proses rehabilitasi kemungkinan akan memakan waktu cukup panjang.

    Dampak pada Honda

    Kehilangan Espargaró di masa kritis pengembangan motor 850cc jelas menjadi kerugian besar bagi Honda. Sebagai pembalap dengan pengalaman puluhan tahun di MotoGP, termasuk musim terakhirnya yang kompetitif bersama Aprilia, umpan balik Espargaró sangat berharga.

    Honda kini harus mengandalkan pembalap uji lainnya atau mungkin menunda beberapa program pengembangan. Namun, keselamatan dan pemulihan pembalap tetaplah prioritas utama.

    Last….dunia balap MotoGP kompak mengirimkan doa dan dukungan untuk Espargaró. Rekan-rekan pembalap, tim, dan penggemar berharap agar “El Cantador” dapat pulih sepenuhnya dan segera kembali ke aktivitasnya, baik di lintasan maupun di luar. Proses pemulihan yang panjang telah dimulai. Semua mata tertuju pada langkah berikutnya dari salah satu pembalap paling dihormati di paddock ini. GWS Aleix…(iwb)

  • Marquez akui Nggak Kaget Marco Bezzecchi kencang….ini alasannya !!

    Marquez akui Nggak Kaget Marco Bezzecchi kencang….ini alasannya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Tiga seri pembuka MotoGP 2026 telah berlalu, dan satu fakta tak terbantahkan: Aprilia sedang mendominasi. Marco Bezzecchi menyapu bersih semua balapan utama (Thailand, Brasil, Amerika Serikat), sementara Jorge Martin menjadi pemenang sprint race di COTA dan duduk manis di peringkat kedua klasemen. Namun, Marc Marquez, semua ini bukanlah kejutan. Ia mengaku sudah melihat tanda-tanda kebangkitan Aprilia sejak akhir musim lalu dan selama tes pramusim….

    Marco Bezzecchi telah menyapu bersih kemenangan di tiga Grand Prix awal, dengan rekan setimnya, Jorge Martin, sukses menjadi pemenang Sprint Race menggunakan RS-GP, serta meraih sepasang podium di balapan utama untuk mengamankan posisi kedua di klasemen kejuaraan dunia. Pedro Acosta berada di posisi ketiga dengan kemenangan debutnya di Sprint Race untuk KTM, sementara pembalap VR46, Fabio di Giannantonio, menjadi penunggang Ducati terbaik di posisi keempat.

    Marquez, berada di posisi kelima secara keseluruhan dan masih mengejar podium Grand Prix pertamanya musim ini, di mana satu-satunya kemenangan yang ia raih sejauh ini berasal dari Sprint Race Goiania. Meskipun Bezzecchi dan Aprilia juga mendominasi seri-seri terakhir musim lalu, banyak pihak merasa kondisinya akan berbeda jika Marquez tidak absen karena cedera. Namun, Marquez menegaskan bahwa ia selalu melihat performa Aprilia tahun lalu yang kemudian dibuktikan lagi dalam tes pramusim sebagai ancaman yang nyata.

    “Menurutku itu bukan kejutan sama sekali. Sudah sejak musim lalu dan pramusim, kami memahami bahwa Marco sangat cepat, dan Aprilia juga cepat serta terus berkembang…” seru Marc. Marquez sendiri masih berusaha mencari performa terbaiknya. Satu-satunya kemenangan musim ini ia raih di sprint race Brasil. Di balapan utama, ia belum sekalipun menjejak podium sebuah fakta yang cukup mengejutkan mengingat statusnya sebagai juara bertahan. Luca Marini (Honda) setuju bahwa dominasi Aprilia sudah terlihat sejak pramusim.

    “Kurang lebih semuanya berjalan sama seperti tes pramusim. Kami melihat semua pabrikan meningkat pesat, terutama Aprilia. Kami (Honda) benar-benar fokus pada rencana kami dan mencoba memahami ber banyak pembaruan yang bisa kami dapatkan di awal musim ini.”

    Sementara itu, rookie Honda Diogo Moreira justru menempatkan Bezzecchi, Martin, dan Aprilia secara umum sebagai kejutan terbesar baginya.

    “Saya akan mengatakan Bezzecchi. Di akhir tahun lalu dia sudah ada di sana, tapi tahun ini dia sangat kuat. Dan juga Martin. Saya akan mengatakan, Aprilia secara umum melakukan pekerjaan sangat baik di musim dingin ini, jadi mereka sangat kuat sekarang. Menurut saya, kombinasi terbaik saat ini adalah Aprilia.”

    Menariknya, Jorge Martin sendiri mengaku tidak menyangka akan sekuat ini. Pembalap Spanyol itu melewatkan sebagian tes pramusim karena rehabilitasi pasca operasi di musim dingin.

    “Berada di podium setelah dua seri sudah cukup mengejutkan,” ujar Martin, yang berhasil meraih podium ganda di Brasil dan COTA.

    Sementara itu, Franco Morbidelli (VR46) memilih sikap hati-hati: “MotoGP penuh dengan kejutan, dan sangat sulit untuk menunjuk hanya satu. Itulah indahnya…” tukasnya. Dominasi Aprilia tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor kunci yang membuat RS-GP begitu kompetitif di awal musim 2026:

    1. Kesinambungan dari Akhir Musim Lalu

    Aprilia sudah menunjukkan performa impresif di akhir musim 2025, bahkan saat Marquez absen karena cedera. Bezzecchi memenangkan tiga dari empat balapan terakhir tahun lalu.

    2. Stabilitas Pembalap

    Berbeda dengan Ducati yang harus beradaptasi dengan kepergian Martin dan kedatangan Marquez, Aprilia mempertahankan duo Bezzecchi-Martin yang sudah kompak.

    3. Pengembangan Musim Dingin yang Efektif

    Saat pabrikan lain sibuk dengan perubahan line-up, Aprilia fokus pada pengembangan RS-GP. Hasilnya terlihat: motor mereka tidak hanya cepat di satu lap, tetapi juga konsisten di jarak balapan penuh.

    Ketiadaan Ducati di tiga besar klasemen adalah sinyal yang cukup mengkhawatirkan bagi pabrikan Borgo Panigale. Satu-satunya pembalap Ducati yang konsisten adalah Fabio Di Giannantonio (VR46) di posisi keempat. Marquez sendiri mengakui bahwa ia masih dalam masa pencarian performa. Cedera bahu yang dideritanya tampaknya masih mempengaruhi kemampuannya untuk memacu motor sejak lap pertama. Ia lebih kuat di akhir balapan, tetapi sering kehilangan terlalu banyak waktu di awal. Apakah ini akhir dari dominasi Marc Ducati ?? (iwb)

    Posisi Pembalap Tim Poin Catatan
    1 Marco Bezzecchi Aprilia Racing Menang semua GP
    2 Jorge Martin Aprilia Racing Juara Sprint COTA
    3 Pedro Acosta KTM Juara Sprint Thailand
    4 Fabio Di Giannantonio VR46 Ducati Pembalap Ducati teratas
    5 Marc Marquez Ducati Lenovo Masih cari podium GP
  • Jack Miller Bongkar Seremnya Mesin V4 Yamaha MotoGP….!!!

    Jack Miller Bongkar Seremnya Mesin V4 Yamaha MotoGP….!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Jack Miller, dengan gaya blak-blakannya yang khas melukiskan situasi sulit yang dihadapi timnya di MotoGP 2026. Dalam pernyataan yang keras namun jujur, pembalap asal Australia itu mengakui bahwa motor Yamaha M1 dengan mesin V4 baru cukup menyeramkan. Bahkan Miller menggambarkan ketika motor digeber….stiker motormu seakan ingin terkelupas. Lhoo kok isooo ???

    Motor Yamaha yang saat ini dalam masa transisi dari mesin inline-4 ke V4 masih terus berjuang untuk menemukan performa kompetitif. Hasil di MotoGP Austin menjadi bukti pahit: keempat pembalap Yamaha tertinggal jauh dengan gap kecepatan di lintasan lurus yang sangat signifikan dibanding kompetitor. Miller menggunakan analogi yang gamblang untuk menggambarkan betapa rentannya Yamaha V4 saat ini. Baginya, berkendara di lintasan lurus dengan motor tersebut seperti menjadi hewan buruan yang tak berdaya.

    “Saat kami mencoba membuka gas di lintasan lurus, Anda seperti domba yang masuk perangkap. Setiap kali melewati trek lurus, stiker motor Anda akan terkelupas,” ujar Miller menggunakan istilah slang yang berarti “dilewati dengan mudah.”

    Pernyataan ini diperkuat oleh data di lintasan. Bahkan dalam duel langsung dengan motor Ducati, seperti yang terjadi pada Morbidelli di sprint race, perbedaannya sangat terang: begitu gas dibuka, Yamaha tidak punya peluang untuk membalas.

    Perjalanan Panjang Proyek V4

    Meski menghadapi masa sulit, Miller mengajak semua pihak untuk tetap tenang. Proyek V4 Yamaha masih dalam tahap pengembangan penuh dan membutuhkan waktu. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar sudah dilewati, yaitu menurunkan empat motor di trek. Namun, setelah itu, pekerjaan justru semakin berat.

    “Rintangan besar adalah bisa menurunkan empat motor di trek. Kami sudah melewatinya, tapi Anda bahkan tidak punya waktu untuk menarik napas. Anda langsung dibanjiri data dan umpan balik dari pembalap, lalu mencoba mencari tahu apa yang perlu ditingkatkan.”

    Miller tetap yakin bahwa masa depan akan lebih baik. Ia berharap jeda sebelum seri Jerez bisa dimanfaatkan tim untuk membawa pembaruan signifikan, termasuk perubahan pada rangka, lengan ayun, dan pengembangan lebih lanjut pada mesin.

    “Mudah-mudahan saat Jerez nanti, kami bisa sedikit lebih kompetitif dan berusaha menjadi lebih baik seiring berjalannya musim. Bukan karena kurang berusaha.”

    Analisis Livio Suppo: Risiko Yamaha Sangat Besar

    Livio Suppo, manajer tim legendaris yang pernah membawa Miller ke MotoGP, memberikan analisis tajam tentang strategi Yamaha. Menurutnya, pabrikan Jepang itu memilih jalan yang sangat sulit dan berisiko.

    “Masalahnya adalah Yamaha memilih jalan yang sangat sulit. Saya sudah mengkritik keputusan mereka sampai batas tertentu. Memang benar bahwa semuanya akan berubah tahun depan, tapi juga benar bahwa dengan mengembangkan mesin V4 1000cc dan mesin 850cc untuk regulasi baru secara bersamaan, risikonya adalah alih-alih melakukan satu hal dengan baik, mereka malah melakukan dua hal dengan buruk.”

    Suppo mengingatkan bahwa motor Yamaha versi inline-4 tahun lalu sebenarnya masih kompetitif. Ia mencatat bahwa motor tersebut meraih lima pole position, dan Fabio Quartararo hampir menang di Silverstone jika bukan karena masalah teknis.

    “Motor saat ini, seperti yang terlihat, masih jauh dari performa seperti itu. Mereka memilih strategi yang tentu sangat berani dan bahkan terpuji dari sudut pandang tertentu. Mereka berkata: kami mulai bekerja tahun ini untuk memastikan motor lebih baik tahun depan. Waktu yang akan membuktikan apakah mereka benar.”

    Perbandingan Top speed (Ilustrasi)

    Meski data pastinya bervariasi per sirkuit, secara umum Yamaha V4 2026 masih tertinggal cukup jauh dari kompetitornya di lintasan lurus:

    Pabrikan Estimasi Kecepatan Puncak Keterangan
    Ducati ~360 km/jam Tercepat di kelasnya
    Aprilia ~358 km/jam Kompetitif
    KTM ~355 km/jam Di atas rata-rata
    Honda ~350 km/jam Masih mengejar
    Yamaha V4 ~340-345 km/jam Tertinggal signifikan

    Data di atas menjelaskan mengapa Miller merasa “stikernya terkelupas” setiap kali di lintasan lurus. Selisih 10-15 km/jam di kecepatan puncak adalah jurang yang sangat sulit ditutup hanya dengan kemampuan pengereman atau kecepatan tikungan.

    Yamaha kini berharap banyak pada jeda panjang sebelum seri Eropa. Para insinyur di Iwata terus bekerja tanpa henti, menganalisis data dari tiga seri pembuka (Thailand, Brasil, Austin) untuk menemukan formula yang tepat.

    Target realistis Yamaha saat ini bukanlah kemenangan, melainkan mendekati zona poin dan mengurangi jarak dari para pesaing. Miller dan rekan-rekannya kemungkinan besar masih akan menghadapi musim yang berat sebelum motor V4 benar-benar matang.

    Last….keputusan Yamaha untuk beralih ke mesin V4 di tengah musim, sambil juga mempersiapkan regulasi 850cc untuk 2027, adalah langkah yang sangat berani. Namun, seperti yang diingatkan Suppo, keberanian ini bisa berbuah manis atau pahit. Untuk saat ini, Miller dan pembalap Yamaha lainnya harus bertahan dan terus mengumpulkan data sebanyak mungkin. Pertanyaannya: akankah pengorbanan ini membuahkan hasil saat regulasi baru diberlakukan tahun depan? Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya cak..abott rekkk-rekkkk !! (iwb)

  • Dominasi Jepang – Eropa Runtuh……Merk Cina ZXMOTO 820RR juara di balap WSSP !!

    Dominasi Jepang – Eropa Runtuh……Merk Cina ZXMOTO 820RR juara di balap WSSP !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…dunia gegerrrr cakkk, semua bengong termasuk IWB yang belum pernah mendengar merk ini muncul sebagai merk besar Cina. Sampeyan pasti pernah dengar merk Cina seperti CFMoto ataupun QJMotor….tapi ZXMoto baru sekarang. Namun justru merk ini sukses menghancurkan dominasi Jepang dan Eropa dibalap WSSP Portimao 2026. Yup….pada akhir Maret 2026, pabrikan asal China, ZXMOTO, berhasil mencatatkan namanya sebagai yang pertama dari Negeri Tirai Bambu yang menjuarai ajang World Supersport (WSSP) di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) di Portimão, Portugal. Kok iso…apakah hanya kebetulan ? yuk IWB akan share sedikit perihal merk yang buat geger jagad racing dunia ini cak…

    Kemenangan ZXMOTO 830RR di ajang World Supersport (WSSP) Portimao 2026 memang menjadi kejutan besar sekaligus pernyataan tegas bahwa pabrikan Cina bukan lagi sekadar “pengikut” di dunia balap motor internasional cak. ZXMOTO bahkan mengalahkan Yamaha, Ducati serta Kawasaki. Betul cak…Kemenangan ganda ZXMOTO di Portimão menjadi lebih spektakuler jika melihat siapa saja lawan yang berhasil mereka taklukkan. Apalagi ZXMOTO bukan merk kolaborasi seperti halnya CFMoto ataupun QJMotor yang memang perusahaan sangar besar. ZXMOTO punya pribadi…seseorang yang berbakat dibidangnya yakni mekanik. Dalam dua balapan WorldSSP di Portugal tersebut, ZXMOTO 820RR-RS berhasil mengalahkan para pabrikan besar yang sudah puluhan tahun mendominasi ajang balap dunia. Ini lawan ZXMOTO cak….

    Ducati Panigale V2

    Riders : Jaume Masia | Orelac Racing Verdnatura

    Ducati merupakan rival terdekat ZXMOTO di Portimão. Jaume Masia finis sebagai runner-up di kedua balapan, hanya terpaut 3.685 detik di Race 1 dan 0.720 detik di Race 2.

    Motor yang digunakan adalah Panigale V2 dengan mesin 955cc 2-silinder. Dengan kapasitas mesin terbesar di kelasnya, Ducati mengandalkan torsi besar yang menguntungkan di tikungan lambat. Kelebihan Ducati ada pada akselerasi keluar tikungan berkat torsinya.

    Yamaha YZF-R9

    Riders : Lucas Mahias (P4), Roberto García (P5), Albert Arenas (P3 Race 2) | GMT94 & AS BluCru Racing

    Yamaha menjadi pabrikan dengan jumlah pembalap terbanyak di papan atas. Lucas Mahias bahkan sempat memimpin Race 2 sebelum akhirnya finis keempat.

    Motor yang digunakan adalah YZF-R9 dengan mesin 890cc 3-silinder. Yamaha mengandalkan keseimbangan power dan handling yang baik. Kelebihan Yamaha ada pada stabilitas di kecepatan tinggi dan sasis yang sudah matang.

    Pabrikan Lain yang Berlaga

    Selain tiga pabrikan utama di podium, beberapa merek lain juga ikut ambil bagian namun belum mampu menembus 5 besar:

    • Kawasaki (ZX-6R 636) – Dengan mesin 636cc 4-silinder, Kawasaki unggul di putaran atas (top-end) tetapi kalah tenaga di putaran bawah.

    • Honda (CBR600RR) – Mesin 600cc 4-silinder yang sudah sangat matang, tetapi mulai tertinggal dalam urusan tenaga mentah.

    • Triumph (Street Triple 765 RS) – Mesin 765cc 3-silinder yang cukup kompetitif di kelas menengah.

    • MV Agusta (F3 800 RR) – Motor Italia eksklusif dengan basis teknis solid, tetapi kalah dari segi dukungan tim dan anggaran.

    Namun semua merk diatas bisa ditaklukkan oleh ZXMoto 820RR. Pertanyaannya kok bisa ??

    Kalo dari analisa spek cak..racikan motor Cina memang cukup istimewa karena ZXMOTO memilih jalan dengan mesin 3 silinder yang dianggap pas. Mesin 819cc 3-silinder ZXMOTO berada di posisi paling menguntungkan. Lebih besar dari 600cc 4-silinder (Kawasaki/Honda) tetapi lebih kecil dari 955cc Ducati, sehingga tidak terlalu dihukum oleh aturan keseimbangan performa. ZXMOTO mendesain motor dengan karakter high-rpm power. Di trek Portimão yang memiliki straight panjang 970 meter, kecepatan puncak menjadi senjata utama yang membuat ZXMOTO unggul hingga 3.6 detik di Race 1. Dibalik motor yang kuat, ada tim Italia Evan Bros Racing yang sebelumnya sukses membawa Yamaha juara. Tim ini paham betul cara mengatur strategi balapan dan manajemen ban Pirelli—faktor krusial di balapan jarak jauh….

    Artinya cak….Keberhasilan ini bukan kebetulan semata, melainkan hasil dari kombinasi regulasi yang mendukung, investasi teknis yang masif, dan strategi tim yang sangat matang. Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan. Ini bukti bahwa “Kecepatan China” kini harus diperhitungkan. Terus gimana sejarah ZXMOTO ?? Semua berawal dari mimpi dari seorang montir jalanan yang bernama Zhang Xue….

    Pria yang sempat berhenti sekolah dan magang di bengkel ini memiliki tekad untuk membuktikan bahwa China bisa membuat motor kelas dunia .

    • Tahun 2013: Datang ke Chongqing dengan hanya 20.000 yuan dan bermodalkan mimpi .

    • Tahun 2024: Mendirikan ZXMOTO dan meluncurkan 500RR.

    • Tahun 2025: Penjualan menembus 25.000 unit, omset mencapai 745 juta yuan .

    Perjalanannya yang penuh liku ini membuktikan bahwa inovasi di China saat ini tidak lagi lahir dari pabrik besar semata, tetapi juga dari individu-individu berani dengan visi besar. Berbeda dengan strategi konvensional (jual dulu baru naik kelas), ZXMOTO memilih “Race to Win” . Mereka mengikuti jejak legenda Jepang seperti Honda yang dulu membuktikan kualitasnya di lintasan balap untuk mendapatkan pengakuan global. Kemenangan ini langsung menggerus skeptisisme konsumen dan mengangkat nilai merek secara instan, membuka jalan bagi produk jalanan mereka. Dari informasi yang IWB dapatkan…kemenangan ini telah memicu efek domino yang luar biasa :

    • Gelombang Pemesanan: Dalam 100 jam setelah kemenangan, total pesanan melonjak menjadi 5.543 unit .

    • Minat Investor: Perusahaan menyelesaikan pendanaan Seri A senilai 90 juta yuan, dengan valuasi mencapai 1,09 miliar yuan .

    • Target Ambisius: ZXMOTO menargetkan penjualan 60.000 unit dan omset 1,8 miliar yuan pada tahun 2026 .

    Dengan target besar ini, China tidak hanya ingin membuat motor murah, tetapi juga ingin mengambil pangsa pasar kelas menengah ke atas yang selama ini dikuasai oleh merek Eropa dan Jepang..

    Last…ZXMOTO 830RR menang karena mereka tidak lagi mencoba meniru motor Jepang, melainkan menciptakan segmen baru melalui mesin 3-silinder 800cc+ yang sangat kompetitif di bawah regulasi WSSP saat ini. Keberhasilan di Portimao adalah bukti bahwa “Engineering China” kini sudah setara dengan standar World Championship. So…kita tunggu saja apakah ketajaman ZXMOTO akan berlanjut di balapan berikutnya ? (iwb)

    Spesifikasi sekilas ZXMOTO

    Aspek Keunggulan ZXMOTO 820RR-RS
    Mesin & Performa Mengusung mesin 820cc triple (3 silinder) yang diklaim memiliki akselerasi dan performa sebanding dengan motor 1000cc .
    Bobot Super Ringan Versi balapnya (820RR-RS) hanya berbobot 175 kg atau sekitar 10% lebih ringan dari pesaing .
    Sasis & Elektronik Menggabungkan sasis kokoh dengan sistem kontrol IMU 6 sumbu canggih, memungkinkan traksi dan pengereman optimal di tikungan .
    Spesifikasi & Prestasi Detail
    Model Juara ZXMOTO 820RR / 820RR-RS
    Kelas Balap WorldSSP (Supersport 600-800cc)
    Pembalap Valentin Debise (Prancis)
    Hasil Balapan Juara 1 (Race 1 & Race 2) di Portimão, Portugal
    Keunggulan Menang dengan selisih 3.685 detik di Race 1
    Berat Versi Balap 175 kg
    Target Ekspor Eropa, Amerika Utara, Rusia, Uni Emirat Arab

  • Pecco Bagnaia Ungkap Teori “Konsumsi Ban Sangat Aneh” pada Ducati GP26 !!

    Pecco Bagnaia Ungkap Teori “Konsumsi Ban Sangat Aneh” pada Ducati GP26 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Iki baru panas, cak! Lhaa piyee….Di saat para fans lagi adem-ayem, Pecco Bagnaia malah melempar sebuah teori yang bikin dahi mengernyit. Setelah balapan yang penuh drama, sang juara dunia bertahan ini buka suara soal masalah yang bikin dia gagal tampil maksimal. Dan poin utamanya? Apalagi kalau bukan si karet bundar alias ban! (more…)

  • EKSKLUSIF: Bocor Foto dan Video Ducati GP27 850cc…ini Senjata Marquez Tahun depan !!

    EKSKLUSIF: Bocor Foto dan Video Ducati GP27 850cc…ini Senjata Marquez Tahun depan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…akhirnya setelah adem cukup lama kalah start dari KTM dan Honda, kini pabrikan Bologna menggebrak dengan bocoran foto dan video GP27. Yang terbaru Ducati sudah menerjunkan senjata rahasia mereka di Sirkuit Misano. Ducati Desmosedici GP27….ini senjata Marquez tahun depan !! (more…)