Category: Motogp

  • Breaking !! Marc Marquez diganjar Long Lap Penalty di Austin..ambyarrr !!!

    Breaking !! Marc Marquez diganjar Long Lap Penalty di Austin..ambyarrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya FIM Stewards MotoGP resmi menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Marc Marquez usai insiden yang melibatkan Fabio Di Giannantonio pada lap pertama sprint race MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Sabtu (28/3/2026). Hukuman ini akan berlaku pada balapan utama hari Minggu. Ambyarrrr cakkk…

    Insiden bermula saat start sprint race. Fabio Di Giannantonio yang start dari pole position kehilangan posisi setelah didorong melebar oleh Pedro Acosta di tikungan 1. Pembalap VR46 Ducati itu kemudian cepat bangkit dan berhasil menyalip kembali Marc Marquez untuk merebut posisi ketiga.

    Namun, di lintasan lurus panjang COTA, Marquez mengaku terperangkap dalam slipstream pembalap di depannya. Ia kemudian meluncurkan manuver pengereman mendadak ke arah dalam tikungan untuk menyalip Di Giannantonio.

    Pembalap Italia itu memberikan ruang, namun Marquez kehilangan kendali dan terjatuh, menyebabkan Di Giannantonio ikut terseret dan gagal melanjutkan balapan.

    Putusan Stewards

    Setelah meninjau insiden tersebut, FIM Stewards mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Marc Marquez “menyebabkan kecelakaan yang melibatkan pembalap #49” (Fabio Di Giannantonio). Hukuman yang dijatuhkan adalah long lap penalty yang harus dijalani pada balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026).

    Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi harapan juara bertahan itu untuk meraih kemenangan kedelapan di COTA.

    Marquez Akui Kesalahan

    Bahkan sebelum putusan resmi diumumkan, Marc Marquez telah mengakui bahwa dirinya seharusnya dihukum atas insiden tersebut. Ia menyebut manuvernya terlalu berisiko dan ia salah memperhitungkan kecepatan serta jarak dengan Di Giannantonio.

    Hukuman Lain di Sesi Kualifikasi

    Sebelum insiden sprint race, Stewards juga menjatuhkan hukuman kepada dua pembalap lain terkait kejadian di sesi kualifikasi. Marco Bezzecchi dan Luca Marini masing-masing mendapat penalti turun dua posisi grid untuk balapan utama.

    Keduanya dianggap melakukan pelanggaran karena berkendara dengan kecepatan lambat di jalur cepat (riding slow online) dan mengganggu Marc Marquez yang sedang melintas di tikungan 12—lokasi yang sama dengan insiden Marquez-Di Giannantonio di sprint race.

    Dampak pada Klasemen

    Di sprint race itu sendiri, Jorge Martin (Aprilia) keluar sebagai pemenang setelah Bezzecchi yang berada di posisi kedua terjatuh di lap-lap akhir. Hasil ini membuat Martin merebut puncak klasemen dari Bezzecchi dengan keunggulan poin yang signifikan.

    Sementara itu, Marc Marquez yang gagal finis di sprint race dan harus menjalani long lap penalty di balapan utama dipastikan akan kehilangan peluang besar untuk menambah koleksi poin di “rumahnya” sendiri.

    Last…Long lap penalty Marc Marquez akan dijalani pada balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026). Sesuai regulasi, pembalap harus melewati jalur khusus (long lap) yang telah ditentukan di sirkuit sebelum kembali ke jalur balapan, yang secara otomatis akan membuatnya kehilangan posisi dan waktu berharga. Kayaknya tahun ini Marc kembali terpuruk…piye menurut sampeyan cak ? (iwb)

  • Marco Bezzecchi : ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !!

    Marco Bezzecchi : ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Pemimpin klasemen MotoGP, Marco Bezzecchi, memulai misinya untuk meraih kemenangan kelima secara beruntun dengan catatan positif di hari pertama latihan MotoGP Amerika Serikat. Pembalap Aprilia itu menempati posisi keempat pada sesi Practice di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Jumat (27/3/2026) waktu setempat. Marco mengakui walaupun sempat crash parah, Marc sulit di kalahkan. ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !! serunya…

    Bezzecchi memang menjanjikan di COTA. Posisi ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan akhir pekan lalu di Brasil, di mana ia hanya mampu finis di posisi ke-20 pada sesi Practice dan harus melakoni Q1. Di Austin, Bezzecchi lolos langsung ke Q2 setelah mencatatkan waktu hanya terpaut 0,200 detik di belakang Marc Marquez (Ducati) yang menjadi yang tercepat.

    Peningkatan Drastis dari Brasil

    Bezzecchi mengawali akhir pekan dengan optimisme. Ia merasa jauh lebih baik dibandingkan Jumat lalu di Goiania yang penuh drama.

    “Ini adalah Jumat yang positif—jauh lebih baik daripada Jumat lalu di Brasil!” ujar Bezzecchi kepada MotoGP.com. “Secara keseluruhan, saya merasa baik pagi ini dan juga sore ini.”

    Ia mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun secara umum ia puas dengan start di Texas.

    “Kami harus terus bekerja karena saya masih belum merasa sepenuhnya nyaman dengan motor, tapi saya tidak bisa mengeluh sama sekali. Dan kami memiliki banyak data untuk dipelajari. Ai [Ogura] juga cepat, jadi secara keseluruhan saya senang.”

    Salah satu rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura, finis di posisi ketiga dan menjadi sumber data berharga bagi Bezzecchi untuk meningkatkan performa pada hari Sabtu.

    Insiden Kecil yang Tak Terasa

    Sebuah insiden kecil sempat menarik perhatian kamera televisi. Terlihat ada benda yang jatuh dari motor RS-GP milik Bezzecchi saat ia keluar dari pit untuk menjalani sesi terakhirnya.

    Namun, Bezzecchi mengaku tidak menyadari hal tersebut.

    “Saya tidak tahu. Tim televisi tadi baru memberitahu saya. Jadi saya pikir itu bukan barang yang terlalu penting!” ujarnya santai.

    Menghadapi Marquez yang “Super Kuat”

    Ketika ditanya apakah ia bisa menantang Marc Marquez—yang telah tujuh kali menang di COTA—akhir pekan ini, Bezzecchi tidak menampik kehebatan pembalap Spanyol tersebut.

    “Marc memang super kuat. Selain insiden kecelakaan yang dialaminya, dia menunjukkan bahwa dia bisa sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat.”

    Ia tetap optimistis dengan peluangnya.

    “Tapi kami berusaha melakukan yang terbaik, jadi semoga saya bisa membuat langkah kecil untuk besok. Saya membutuhkannya, untuk lebih cepat, dan kemudian kita lihat saja.”

    Statistik Awal Musim Bezzecchi

    Meski sukses di balapan utama dengan empat kemenangan beruntun sejak Grand Prix Portugal November lalu, Bezzecchi masih belum meraih podium sprint race di musim 2026. Ia terjatuh di Thailand dan finis keempat di Brasil.

    Last…Bezzecchi memulai akhir pekan di Austin dengan modal bagus. Ia akan memulai sprint race dengan keunggulan 11 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin, yang finis di posisi ketujuh pada sesi Practice. Dengan performa yang jauh lebih baik dari Brasil, Bezzecchi siap memberikan perlawanan sengit kepada “sheriff” Texas, Marc Marquez, di akhir pekan yang diprediksi akan berlangsung seru. Apakah sampeyan optimis Marco akan mengalahkan Marc ? monggo berikan opininya cak…(iwb)

    Hasil Practice MotoGP COTA (Top 5)

    Pos Pembalap Tim Catatan Waktu Gap
    1 Marc MARQUEZ Ducati Lenovo 2’03.448
    2 Fabio DI GIANNANTONIO VR46 Ducati 2’03.562 +0.114
    3 Ai OGURA Trackhouse Aprilia 2’03.619 +0.171
    4 Marco BEZZECCHI Aprilia Racing 2’03.648 +0.200
    5 Alex MARQUEZ Gresini Ducati 2’03.679 +0.231

  • Michelin Membuang Opsi ban ” HARD” di Austin…lhoo kenapaa ???

    Michelin Membuang Opsi ban ” HARD” di Austin…lhoo kenapaa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Menjelang MotoGP Amerika Serikat yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA) akhir pekan ini, Michelin buka suara mengenai tantangan terbesar yang akan dihadapi para pembalap. Piero Taramasso, manajer balap trek Michelin, mengungkapkan bahwa perbedaan jenis aspal dan suhu trek yang tinggi menjadi faktor penentu utama performa ban di sirkuit Texas ini. (more…)

  • Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) bukanlah akhir pekan biasa bagi Marc Marquez. Ia adalah sheriff di trek sepanjang 5,5 km ini, dengan rekor luar biasa: tujuh kali menang, termasuk enam kemenangan beruntun dari 2013 hingga 2018 . Di sinilah ia membangun reputasi sebagai penguasa absolut Texas. Namun, dua edisi terakhir Grand Prix Austin justru menjadi mimpi buruk. Ia terjatuh dua kali berturut-turut saat memimpin balapan. Musim lalu, ia harus puas dengan kemenangan di sprint race tanpa bisa mengulanginya di balapan utama. Belum lagi performa Marc kemarin di Brasil. Jadi nggak heran… Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Akhir pekan ini, Marc Marquez memiliki peluang untuk meraih kemenangan ke-100 dalam kariernya di MotoGP—sebuah angka prestisius yang luput dari genggamannya di dua seri awal musim. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal rekor cak, melainkan kondisi fisiknya yang masih belum prima.

    “Saya belum dalam kondisi puncak, dan setelah cedera serius, apa yang disebut 100 persen bisa berubah,” kata Marc Marquez berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.

    Di Thailand dan Brasil, ia terlihat masih kesulitan. Gerakannya di atas motor terasa kaku, dan ia harus mengatur ritme, terutama saat balapan berlangsung.

    Ducati Mulai Khawatir?

    Jika Marc masih menyisakan tanda tanya soal performa, hal yang sama juga berlaku bagi Ducati. Mengatakan bahwa pabrikan Borgo Panigale sedang mengalami masalah mungkin terlalu berlebihan setelah hanya dua seri. Namun, fakta bahwa tidak ada satu pun pembalap Ducati di tiga besar klasemen jelas menjadi sinyal yang patut dicermati.

    Marc Marquez sebenarnya bisa berada di posisi lebih baik dari peringkat kelima yang kini ia tempati, andai peleknya tidak pecah di Buriram. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ia menjadi satu-satunya pembalap Desmosedici yang kompetitif di kedua balapan utama.

    Pembalap Ducati Posisi Klasemen Catatan
    Fabio Di Giannantonio 4 3 poin di depan Marquez
    Marc Marquez 5 Satu-satunya yang kompetitif di dua seri
    Alex Marquez 10 Hanya 13 poin dari dua seri
    Francesco Bagnaia 13 Hanya 10 poin

    Jika ditambah dengan absennya Fermin Aldeguer akibat cedera dan performa Franco Morbidelli yang masih jauh dari harapan, situasi di kubu Ducati saat ini jauh dari kata mulus.

    Aprilia Makin Menggila

    Di sisi lain, ada Marco Bezzecchi yang datang dengan semangat menggila bersama kapal hitam Aprilia. Empat pembalap Aprilia kini menempati tujuh besar klasemen—sebuah bukti nyata peningkatan performa RS-GP.

    Pembalap Aprilia Posisi Klasemen
    Marco Bezzecchi 1
    Jorge Martin 2
    Ai Ogura 6
    Raul Fernandez 7

    Last….Austin bukan sekadar tentang poin. Bagi Marc Marquez, ini tentang membuktikan bahwa ia masih bisa menaklukkan “rumahnya” sendiri meski dalam kondisi belum prima. Bagi Bezzecchi dan krunya, ini tentang merampok “harta karun” di wilayah musuh. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang akhir pekan ini? Akankah Sheriff Texas kembali berjaya, atau justru Bajak Laut yang akan membawa pulang harta karun? Kita saksikan di Circuit of the Americas nanti cak…kok jadi tegang yak…(iwb)

  • Dani Pedrosa..” Marquez terlihat tidak nyaman dengan motornya ! “

    Dani Pedrosa..” Marquez terlihat tidak nyaman dengan motornya ! “

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Legenda MotoGP sekaligus pembalap penguji KTM, Dani Pedrosa, memberikan analisis tajam mengenai peta persaingan musim 2026 setelah balapan sengit di Sirkuit Goiania, Brasil. Fokus utamanya tertuju pada dua hal: kesulitan Marc Marquez dan kebangkitan masif Aprilia !!

    Pedrosa mengamati bahwa Marc Marquez saat ini sedang berada dalam fase yang menantang. Meskipun Marquez menunjukkan kecepatan yang solid, ia tampak harus bekerja jauh lebih keras dibandingkan para rival utamanya yang menggunakan Ducati spek terbaru maupun motor Eropa lainnya. Menurutnya Marc masih belum nyaman dengan motornya…

    ” Dia terlihat sedikit tidak nyaman di atas motor, dengan beberapa gerakan mendadak di berbagai bagian lintasan. Terutama pada bagian trek yang bergelombang dan ketika dia mencoba untuk memacu motor dengan keras, motor langsung berkata ‘tidak’ padanya. Namun Marc memiliki kemampuan khusus untuk mengelola batas kemampuan. Itulah mengapa dia mampu tetap dekat dengan Di Giannantonio tanpa membiarkannya menjauh terlalu jauh. Dia berjuang untuk podium hingga akhir, tapi dia tidak memiliki kecepatan yang biasanya dia miliki. Saya tidak tahu apakah ini masalah fisik, masalah pengaturan motor, atau keduanya. Tapi dia kesulitan. Marc adalah seseorang yang tahu bagaimana bertahan melewati rasa sakit, dan itulah mengapa dia tetap bertahan dalam pertarungan….

    “Kita melihat seorang Márquez yang menyadari bahwa dirinya belum dalam performa terbaik dan berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin sampai dia cukup kompetitif untuk menang lagi. Jika kamu melihat gelar-gelar Marc, jarang sekali dia tidak memenangkan setidaknya satu dari balapan-balapan awal. Ini bisa menjadi pertama kalinya dia memulai tanpa memenangkan dua balapan pertama dan tetap berhasil memenangkan kejuaraan dunia. Untuk Aprilia Saya pikir mereka telah menemukan keseimbangan yang tepat. Antara aerodinamika, traksi, dan kemampuan menikung, tanpa kehilangan kecepatan puncak. Mereka memiliki keseimbangan yang tepat dari segalanya: stabilitas, masuk tikungan, grip, dan traksi. Mereka mampu menyalurkan tenaga ke permukaan jalan lebih baik daripada yang lain…” tutup Dani…

    Last…kita akan melihat apakah kesulitan Marquez bersifat teknis permanen atau hanya masalah penyesuaian set-up. Di sisi lain, Aprilia diprediksi akan menjadi penantang podium utama yang sangat kuat di COTA berkat kelincahan motor mereka di sektor S-curves. Kita tunggu saja update selanjutnya cak…(iwb)

  • Pecco pusing….” Masalah Ducati masih Sama ” !!

    Pecco pusing….” Masalah Ducati masih Sama ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang berat kembali dialami Francesco Bagnaia di MotoGP Brasil. Pembalap Ducati Lenovo itu harus puas tersungkur di tikungan pada lap ke-11 balapan utama di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026). Ia mengakui bahwa dirinya kesulitan memahami kondisi trek dan merasa sangat terbebani untuk sekadar menjaga motor tetap berada di jalur… (more…)

  • Marc Marquez Ungkap “Satu-satunya” Kekurangan pada Ducati GP26 di Brasil !!

    Marc Marquez Ungkap “Satu-satunya” Kekurangan pada Ducati GP26 di Brasil !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez, mengungkapkan bahwa satu-satunya kelemahan yang masih ia rasakan pada motor Ducati GP26 saat race Brasil. Meski berhasil meraih kemenangan pertama musim ini di sprint race Brasil, juara bertahan itu hanya mampu finis di posisi keempat pada balapan utama, tertinggal sekitar empat detik dari pemenang, Marco Bezzecchi (Aprilia). Emang apa kelemahannya ?? (more…)

  • Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!!

    Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Toprak Razgatlioglu, kembali menyuarakan keluhan menjalani akhir pekan yang berat di MotoGP Brasil. Mengawali akhir pekan MotoGP Brasil dengan cukup baik. Pada hari Jumat yang berlangsung dalam kondisi trek campuran, ia berhasil menembus Q2 untuk pertama kalinya. Namun, performanya justru menurun pada Sabtu. Ia hanya mampu menempati posisi ke-12 di kualifikasi—catatan waktu yang jika di Q1 akan menempatkannya di posisi kedua terbawah—dan finis di posisi ke-17 pada balapan utama, hanya unggul dari Maverick Vinales. Sisi positifnya kini Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!! Apa gerangan ?

    Meski hari Minggu berjalan lebih baik dibandingkan sprint race, masalah yang dihadapi tetap sama. Razgatlioglu mengeluhkan kurangnya traksi saat keluar tikungan, masalah yang sudah berulang kali dikeluhkan pembalap Yamaha sejak era ban Michelin dan kontrol elektronik dimulai pada 2016-2017.

    “Balapan utama berjalan lebih baik daripada Sprint. Tapi traksi belakang terasa aneh. Pabrikan lain memiliki grip yang lebih baik daripada Yamaha,” keluh Razgatlioglu usai balapan di Goiania…

    Ia menjelaskan bahwa upaya untuk memperbaiki situasi tidak membuahkan hasil signifikan. “Kami mencoba memperbaiki situasi, tetapi begitu saya membuka gas, saya kehilangan banyak waktu. Saya mengalami wheelspin besar dan tidak bisa akselerasi dengan baik.”

    Tertinggal dari Quartararo di Sektor Akselerasi

    Sepanjang balapan, Razgatlioglu menghabiskan banyak waktu di belakang rekan sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia merasa di beberapa tikungan ia lebih kuat, bahkan mampu mendekat. Namun, setiap kali memasuki lintasan lurus, ia selalu tertinggal.

    “Ketika saya berada di belakang Fabio, saya melakukannya dengan sangat baik di hampir setiap tikungan. Di beberapa tikungan, saya bahkan mampu mengejar ketertinggalan darinya. Tapi begitu kami membuka gas, dia selalu memiliki keuntungan besar. Mungkin dia mengelola ban lebih baik atau memiliki pengaturan yang lebih baik. Dia selalu sangat efektif di bawah akselerasi. Di tikungan 12 dan tikungan terakhir, dia selalu berhasil menambah jarak.”

    Kesalahan Sendiri Memperburuk Keadaan

    Nasib Razgatlioglu semakin buruk setelah ia melakukan kesalahan di tikungan pertama yang membuatnya keluar dari jalur dan kehilangan kontak dengan kelompok di depannya.

    “Saya membuat kesalahan di tikungan 1, keluar jalur, dan kehilangan kontak. Sejak saat itu, saya tidak memiliki referensi dan berkendara sendirian. Saya tidak puas, karena sekali lagi saya finis hampir di posisi terakhir.”

    Meski hasil akhir mengecewakan, Razgatlioglu mencoba mengambil sisi positif dari akhir pekan yang berat ini. Ia merasa ada pelajaran berharga yang didapat, terutama terkait pengaturan pengereman mesin (engine braking).

    “Akhir pekan ini saya mempelajari beberapa hal tentang engine braking. Sekarang saya lebih puas dengan pengereman saya.”

    Last….keluhan Razgatlioglu ini kembali menegaskan bahwa Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait pengembangan mesin dan traksi. Meskipun Quartarao berhasil finis di posisi yang lebih baik, jarak yang cukup signifikan dengan para pembalap di depan menunjukkan bahwa motor YZR-M1 masih kesulitan bersaing dalam hal akselerasi dan grip keluar tikungan dibandingkan dengan pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM. Dengan seri selanjutnya yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Yamaha dan para pembalapnya harus segera menemukan solusi agar tidak kembali tertinggal jauh di trek yang memiliki banyak tikungan dan akselerasi. Semangattt Toprakkk !! (iwb)

  • Marquez Terpuruk di Brasil….Ducati Warning ?!

    Marquez Terpuruk di Brasil….Ducati Warning ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemenang sprint race MotoGP Brasil, Marc Marquez, harus puas finis di posisi keempat pada balapan utama yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026). Pembalap Ducati Lenovo itu mengungkapkan bahwa kondisi trek yang mulai rusak menjadi penyebab utama gagalnya meraih podium.

    Marquez sebenarnya tampil kompetitif sepanjang balapan. Setelah meraih kemenangan perdananya musim ini di sprint race Sabtu, ia kembali bersaing di barisan depan, tepatnya memperebutkan posisi ketiga dengan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) di belakang dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

    Pertarungan sengit terjadi antara Marquez dan Di Giannantonio. Di lap-lap awal, Di Giannantonio berhasil menyalip Marquez dengan manuver block pass yang membuat keduanya melebar, sekaligus menguntungkan Jorge Martin yang naik ke posisi ketiga. Namun, dengan empat lap tersisa, Marquez sukses membalas dan merebut kembali posisi ketiga.

    Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Marquez nyaris kehilangan kendali saat melewati bagian trek yang permukaannya mulai mengelupas.

    “Podium sebenarnya mungkin saja terjadi, tapi sayangnya, saya membuat kesalahan di tikungan di mana aspalnya mulai terlepas,” jelas Marc Marquez.

    Kondisi Trek yang Memburuk

    Balapan utama sendiri sempat dipersingkat dari rencana awal 31 lap menjadi 23 lap karena kondisi trek yang dinilai kurang aman. Permukaan aspal yang “lepas” menjadi momok bagi para pembalap, terutama di titik-titik tertentu yang dilalui jutaan kali selama akhir pekan.

    Marquez menjelaskan detail insiden yang menimpanya.

    “Kondisinya sebenarnya masih bisa diterima untuk balapan. Tapi memang benar, jika kamu menyentuh titik itu, yang berada tepat di jalur balap, permukaannya sangat licin. Di lap itu, saya sedikit menyentuhnya, saya kehilangan grip depan, dan kemudian saya menuju ke tepi trek. Saya memutuskan di tepi trek untuk tidak membanting terlalu dalam. Saya tahu Diggia (Di Giannantonio) ada di dekat dan dia akan menyalip saya, tapi lebih baik posisi keempat daripada terjatuh.”

    Tidak Menyalahkan Manuver Rival

    Meski sempat kehilangan dua posisi akibat block pass dari Di Giannantonio, Marquez tidak mempermasalahkan manuver tersebut. Ia memahami bahwa gaya berkendara agresif adalah satu-satunya cara untuk menyalip di sirkuit yang sulit ini.

    “Di Giannantonio menyalip saya dengan block pass. Kami berdua melebar, dan Martin menyalip kami. Tapi itu satu-satunya cara untuk menyalip di sini, karena sulit menggunakan slipstream di lintasan lurus utama.”

    Evaluasi Akhir Pekan yang Positif

    Meski gagal podium, Marquez menilai akhir pekannya di Brasil secara keseluruhan cukup positif. Setelah gagal finis di Thailand akibat kerusakan pelek, ia kini berhasil mengoleksi poin penting dan menempati posisi kelima klasemen sementara, tertinggal 22 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.

    “Dibandingkan dengan Thailand, saya merasa jauh lebih baik dan saya puas dengan balapan saya. Kami perlu terus meningkatkan, tapi jika kita melihat seluruh akhir pekan dan poin yang diperoleh, ini adalah akhir pekan yang baik.”

    Rekan setimnya di pabrikan, Francesco Bagnaia, justru mengalami nasib kurang beruntung dengan terjatuh di posisi ke-11 saat balapan belum mencapai paruh jarak.

    Selanjutnya, Marc Marquez akan berusaha bangkit di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu sirkuit favoritnya sepanjang karier. Apakah bagus atau juga terpuruk ? hhmm…kayaknya jadi kurang pede yo cak, piye menurut sampeyan ? (iwb)

  • Fabio Quartararo: Yamaha Kekurangan Tenaga, Saya 12 Km/jam Lebih Lambat dari Marquez !!

    Fabio Quartararo: Yamaha Kekurangan Tenaga, Saya 12 Km/jam Lebih Lambat dari Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, kembali menunjukkan peningkatan performa di MotoGP Brasil dengan finis di posisi keenam pada sprint race di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Sabtu (21/3/2026). Namun di balik hasil positif tersebut, pembalap asal Prancis itu kembali menyuarakan keluhan klasik tentang motor Yamaha yang masih kekurangan tenaga.

    Hasil Terbaik Musim Ini

    Quartararo mengakui bahwa dirinya memanfaatkan peluang dengan baik pada sesi kualifikasi pagi hari, di mana banyak pembalap lain mengalami kecelakaan. Ia pun berhasil menempatkan diri di posisi start yang cukup baik dan mengkonversinya menjadi finis keenam di sprint race.

    “Saya puas dengan hari Sabtu ini,” ujar Quartararo. “Saya pikir kami memanfaatkan peluang pagi ini, karena banyak pembalap yang mengalami masalah dengan kecelakaan sementara kami berhasil mencatatkan lap yang baik. Bahkan hari ini, terutama di awal balapan, saya merasa baik. Kami tahu kami belum memiliki potensi untuk bertahan di depan, tapi setidaknya saya menikmati momen-momen ini.”

    Masih Tertinggal Jauh di Kecepatan Puncak

    Ketika ditanya apakah masalah kecepatan yang dialaminya disebabkan oleh masalah di bagian belakang motor, Quartararo dengan tegas menyebutkan bahwa akar masalahnya adalah kekurangan tenaga mesin.

    “Ya, tapi terutama karena kurangnya tenaga motor. Di kualifikasi, kami sekitar 12 km/jam lebih lambat dari Marquez, dan itu sangat jauh dalam satu kilometer. Saya rasa 80% masalahnya adalah tenaga mesin.”

    Selisih kecepatan puncak sebesar 12 km/jam menjadi angka yang sangat signifikan di MotoGP, terutama di sirkuit yang memiliki lintasan lurus panjang seperti Goiania.

    Realistis dengan Target

    Meski finis keenam merupakan hasil terbaiknya musim ini, Quartararo tidak serta merta optimis berlebihan. Ia menegaskan bahwa motor Yamaha yang digunakannya saat ini pada dasarnya sama dengan yang ia gunakan di Thailand, hanya saja ia merasa lebih cocok dengan karakter sirkuit Goiania.

    “Memang benar saya merasa lebih baik di sini daripada di Buriram, tapi motornya sama, jadi tidak mungkin berbeda jauh. Ketika ada peningkatan kecil, Anda merasakannya, tapi fondasinya tetap sama. Saya berharap bisa mendorong sedikit lebih keras, tapi sementara ini, kami akan mengambil apa yang bisa kami dapatkan.”

    Ia juga menegaskan komitmennya untuk memberikan performa terbaik di setiap kesempatan.

    “Saya selalu berusaha memberikan segalanya, karena target tahun ini adalah memberikan 100% di setiap situasi. Jika itu berarti finis keenam, seperti hari ini, itu tidak masalah, sementara di Thailand saya finis ke-14, jadi ini sudah merupakan langkah maju.”

    Prediksi Cuaca dan Sirkuit Brasil

    Ditanya apakah hujan yang diprediksi akan turun pada balapan utama dapat membantunya meraih hasil lebih baik, Quartararo menjawab dengan nada realistis.

    “Tidak, sejujurnya tidak. Meningkat dari posisi keenam hari ini akan sulit. Lagipula, prakiraan cuaca belum terlalu akurat: ketika seharusnya hujan, malah cerah, dan sebaliknya. Jadi kita lihat saja nanti. Akan sulit, karena ada lintasan lurus yang panjang dan akselerasi besar, ditambah Anda membutuhkan banyak grip. Hari ini adalah hari terbaik tahun ini; mari kita lihat apa yang terjadi besok.” tutupnya…(iwb)