Category: Motogp

  • Nicolò Bulega ngetes MotoGP Ducati 850cc….Gilaaa Langsung Ngacirrrrrr !!!

    Nicolò Bulega ngetes MotoGP Ducati 850cc….Gilaaa Langsung Ngacirrrrrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia MotoGP dikejutkan oleh penampilan gemilang Nicolò Bulega dalam uji coba tertutup motor Ducati 850cc di Sirkuit Mugello. Pembalap yang baru saja meraih kemenangan triple di WorldSBK Hungaria itu langsung melaju 900 km ke Mugello tanpa istirahat dan sukses mencatatkan waktu yang mengalahkan test rider berpengalaman Ducati, Michele Pirro. Nicolò Bulega Menggebrak Tes Mugello….Ducati GP27 Bikin Para Veteran MotoGP Terpana !!

    Performa Bulega ini menjadi sinyal kuat bahwa ia bukan hanya pembalap top di kelas Superbike, tetapi juga calon bintang masa depan MotoGP—mungkin satu dekade lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang. Setelah merayakan kemenangan di WorldSBK Hungaria (yang digelar akhir pekan sebelumnya), Bulega tidak mengambil waktu istirahat. Ia langsung mengemudikan mobilnya sejauh 900 kilometer atau sekitar 10 jam perjalanan pada Minggu malam untuk mencapai Sirkuit Mugello tepat waktu. Sesampainya di trek, cuaca buruk mengancam. Namun, Bulega tetap melaju. Ia menyelesaikan 20 lap dengan motor Ducati 850cc—prototipe yang akan digunakan di MotoGP mulai musim 2027.

    Waktu Mencengangkan: 1 Menit 47,2 Detik

    Pada tes yang awalnya dijadwalkan sehari kemudian tetapi dipercepat karena ancaman hujan, Bulega mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47,2 detik.

    Pembalap Motor Catatan Waktu Gap ke Bulega
    Nicolò Bulega Ducati 850 1’47.2
    Michele Pirro Ducati 850 1’47.6 +0.4
    Dani Pedrosa KTM 850 1’48.5 +1.3
    Jonas Folger KTM 850 1’49.8 +2.6

    Bulega unggul 0,4 detik dari Michele Pirro—pembalap tes Ducati yang sudah sangat berpengalaman. Sementara itu, legenda hidup Dani Pedrosa (meski masih cepat di usia 40 tahun) tertinggal 1,3 detik, dan Jonas Folger (pengganti Maverick Vinales di Grand Prix Prancis) tertinggal 2,6 detik. Bulega sendiri tidak menganggap tes ini sebagai ajang pencarian rekor. Fokus utamanya adalah mengenal motor dan membangun kepercayaan diri.

    “Prioritasnya bukan untuk memecahkan rekor, tetapi untuk berkenalan dengan motor dan membangun kepercayaan diri saya,” ujar Bulega.

    Namun, kecepatan alaminya langsung muncul. Ia tidak hanya sekadar “beradaptasi”, tetapi langsung kompetitif melawan pembalap yang sudah bertahun-tahun mengembangkan motor MotoGP. Sebagai informasi official lap record Kualifikasi Motogp 1000cc di Mugello ditorehkan Marc Marquez dengan 1m 44.169 detik (2025). Sementara lap record ditorehkan Pecco ditahun 2024 dengan 1m 45.770 detik. Dengan mesin 850cc terpaut hanya +1.4 detik dari Pecco jelas luarr biasaaaa….

    Last….Honda juga hadir di Mugello pada hari yang sama. Namun, mereka tidak menguji motor 850cc mereka seperti Ducati dan KTM. Sebaliknya, mereka hanya menjalankan motor RC213V versi saat ini. Ini menunjukkan bahwa pengembangan motor 850cc Honda mungkin masih tertinggal dari Ducati dan KTM. Nicolò Bulega adalah pembalap yang tidak kenal lelah. Perjalanan 900 km, kelelahan setelah kemenangan triple, cuaca buruk—semua tidak menghentikannya untuk tampil brilian di atas Ducati 850. Ia mengirim pesan yang jelas ke paddock MotoGP: Ia bukan hanya sekadar pembalap WorldSBK, melainkan calon bintang MotoGP. Kini, semua mata tertuju padanya, menanti apakah Ducati akan memberikan kesempatan kepadanya di kelas premier pada 2027 atau lebih cepat ? sebab jika tidak rumornya Aprilia TrackHouse Racing sedang mengincarnya…kita tunggu saja…(iwb)

  • Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Ducati akhirnya mendapat angin segar. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengonfirmasi bahwa perpanjangan kontrak Marc Marquez untuk musim 2027 sudah hampir rampung. Pengumuman resmi diperkirakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat….!!

    Seperti kebanyakan pembalap papan atas, masa depan juara dunia bertahan itu memang belum diumumkan secara resmi, meskipun banyak pihak yakin kesepakatan telah tercapai sejak lama. Kini, pernyataan dari pucuk pimpinan Ducati sendiri mengonfirmasi hal tersebut.

    “Katakanlah perpanjangan (kontrak) sudah hampir final, hanya tinggal beberapa detail terakhir. Saya pikir pengumuman resmi akan segera tiba,” ujar Domenicali

    Domenicali menjelaskan bahwa penundaan pengumuman kontrak para pembalap tidak hanya terjadi di Ducati, tetapi juga di pabrikan lain. Hal ini disebabkan oleh negosiasi yang masih berlangsung antara pabrikan dan pemegang hak komersial MotoGP (Dorna).

    “Jelas bahwa semua komunikasi sedikit melambat karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan penyelenggara, dan semua ini berdampak pada 2027. Namun, tampaknya bagi saya kita semakin dekat dengan solusi komprehensif, jadi saya akan mengatakan kita akan segera mendapatkan kejelasan.” serunya

    Berdasarkan informasi yang berkembang di paddock cak, gaji Marc Marquez di Ducati untuk musim 2027 dipastikan akan mengalami kenaikan sangat signifikan, meskipun diperkirakan belum cukup untuk menjadikannya pembalap dengan bayaran tertinggi di grid.

    Informasi dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kontrak baru Marquez berada di kisaran €12 juta hingga €15 juta per musim. Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini, nominal fantastis ini setara dengan sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 260 miliar.

    Sebagai gambaran, berikut adalah perbandingan pendapatannya dari tahun ke tahun bersama Ducati :

    • 2024 (Gresini Racing): Dilaporkan membalap secara gratis atau dengan bayaran minimum untuk bisa mendapatkan motor Ducati.

    • 2025 (Ducati Pabrikan): Gaji pokok diperkirakan sekitar €3 juta (± Rp 51 Miliar), ditambah bonus besar karena menjadi juara dunia. Marc berhak atas bonus sekitar €4,5 juta (Rp78 miliar) dari Dorna dan timnya

    • 2027 (Ducati Pabrikan – Estimasi): Melonjak menjadi €12-15 juta, yang berarti kenaikan hingga 5 kali lipat dari tahun 2025.

    Last….kabar hampir rampungnya kontrak Marc Marquez bersama Ducati untuk 2027 adalah sebuah kepastian yang sudah dinanti. meskipun harus menunggu pengumuman resmi, pernyataan dari CEO Ducati ini menegaskan bahwa Marquez akan tetap menjadi andalan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut di era regulasi mesin 850cc. Fokus Marquez sekarang adalah mengejar ketertinggalan poin dari Bezzecchi, dimulai dari seri Le Mans akhir pekan ini. Kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Mengintip Aero Radikal Aprilia MotoGP…..Makin kayak Serangga !!

    Mengintip Aero Radikal Aprilia MotoGP…..Makin kayak Serangga !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Aprilia menunjukkan taringnya di sesi tes pascabalapan MotoGP Spanyol, Senin (27/4/2026). Tiga pembalap Aprilia berhasil menguasai posisi teratas, dengan Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse menjadi yang tercepat di akhir sesi. Ogura mencatatkan waktu 1 menit 35,944 detik, hanya unggul 0,005 detik dari rekan setimnya, Raul Fernandez. Pembalap pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi, melengkapi podium tes di posisi ketiga dengan selisih 0,328 detik. Yang menarik Aprilia juga ngetest Aero baru..yakni gelembung diarea samping kiri kanan fairing. Hmm makin kayak serangga cak. Apa fungsinya ???

    Pada test Jerez…Aprilia Pesta cak, ketiga pembalap mereka berhasil menembus batas 1 menit 36 detik—sebuah prestasi yang tidak bisa dicapai oleh pabrikan lain pada hari itu.

    Pos Pembalap Tim Waktu Terbaik
    1 Ai Ogura Trackhouse Aprilia 1’35.944
    2 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia +0.005
    3 Marco Bezzecchi Aprilia Racing +0.328
    4 Marc Marquez Ducati Lenovo +0.333
    5 Pedro Acosta Red Bull KTM +0.355
    6 Alex Marquez Gresini Ducati +0.450
    7 Fabio Quartararo Monster Yamaha +0.495

    Aprilia Makin Dominan

    Hasil tes ini menegaskan bahwa Aprilia bukan hanya kebetulan di awal musim. Di sirkuit Jerez yang menjadi “rumah” bagi banyak tim, pabrikan asal Noale ini tampil sangat meyakinkan. Bahkan, waktu terbaik Ogura (1’35.944) hanya terpaut 0,3 detik dari rekor lap Jerez yang dibuat Fabio Quartararo pada 2025 (1’35.610).

    Jika dibandingkan dengan performa mereka di akhir pekan lalu, Aprilia juga menunjukkan peningkatan signifikan:

    • Bezzecchi meningkatkan waktunya dari 1’36.347 menjadi 1’36.272 (turun 0,075 detik)

    • Ogura bahkan memangkas 0,4 detik dari waktu terbaiknya di kualifikasi

    Sementara itu, Ducati terbaik (Marc Marquez) tertinggal 0,333 detik, meskipun ia sendiri mengaku puas dengan perkembangan aerodinamika baru yang diuji. Selain Aprilia, dua pabrikan lain juga berhasil memperbaiki catatan waktu mereka dibanding akhir pekan lalu:

    • KTM: Pedro Acosta memangkas waktunya menjadi 1’36.299 (turun 0,17 detik)

    • Yamaha: Fabio Quartararo memangkas hampir seperempat detik (0,24 detik)

    Namun, peningkatan ini belum cukup untuk mengejar kecepatan Aprilia yang terlihat semakin jauh di depan. Dani Pedrosa juga turut ambil bagian dalam tes ini. Pembalap legendaris yang kini menjadi test rider KTM itu finis di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1’37.483 detik, tertinggal 1,5 detik dari Ogura. Apa rahasia di balik dominasi Aprilia? Aerodinamika.

    Pada tes kali ini, Aprilia membawa paket aero yang paling radikal dan menarik perhatian paddock. Yang paling mencolok adalah kemunculan dua sayap kecil berbentuk ‘gagang’ (handle-style winglets) di sisi samping windscreen motor RS-GP. Apa fungsi aero ini ??

    Fungsi Aero Baru Aprilia

    Komponen Aero Lokasi Fungsi Dugaan
    Handle-style winglets Samping windscreen Mengarahkan aliran udara ke buritan untuk menekan wheelie dan menambah stabilitas saat akselerasi keluar tikungan
    Revised front fairing Seluruh depan Mengoptimalkan downforce tanpa menambah drag berlebihan
    Swingarm aero Lengan ayun belakang Membantu “menyapu” udara dari ban belakang, mengurangi turbulensi

    Aprilia terlihat sangat serius dalam pengembangan aero, berbeda dengan Ducati yang masih bereksperimen dengan berbagai konfigurasi (Marc Marquez dan Pecco Bagnaia menguji paket berbeda). Sementara itu, Yamaha dan Honda masih tertinggal jauh dalam hal inovasi aero.

    Hasil Tes (Top 10)

    Pos Pembalap Tim Waktu Gap
    1 Ai Ogura Trackhouse Aprilia 1’35.944
    2 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia 1’35.949 +0.005
    3 Marco Bezzecchi Aprilia Racing 1’36.272 +0.328
    4 Marc Marquez Ducati Lenovo 1’36.277 +0.333
    5 Pedro Acosta Red Bull KTM 1’36.299 +0.355
    6 Alex Marquez Gresini Ducati 1’36.394 +0.450
    7 Fabio Quartararo Monster Yamaha 1’36.439 +0.495
    8 Fabio Di Giannantonio VR46 Ducati 1’36.477 +0.533
    9 Johann Zarco LCR Honda 1’36.658 +0.714
    10 Francesco Bagnaia Ducati Lenovo 1’36.671 +0.727

    Analisis: Aprilia Makin Sulit Dikejar

    Tes Jerez memberikan gambaran yang cukup jelas tentang peta kekuatan MotoGP saat ini. Aprilia tidak hanya unggul, tetapi mulai menjauh.

    1. Konsistensi Lintasan: Aprilia mampu tampil cepat di tiga sirkuit berbeda (Thailand, Brasil, Texas, dan sekarang Jerez). Ini bukan lagi kebetulan.

    2. Kedalaman Skuad: Bukan hanya Bezzecchi, tetapi Ogura dan Fernandez dari tim satelit juga kompetitif. Aprilia memiliki “tentara” yang siap merebut poin kapan saja.

    3. Aerodinamika Radikal: Aprilia berani mengambil risiko dengan desain aero yang ekstrem. Hasilnya, stabilitas motor di kecepatan tinggi dan akselerasi keluar tikungan meningkat drastis.

    Last…Ducati, meski masih kompetitif (terlihat dari Marquez di posisi 4), sepertinya masih mencari “titik manis” yang hilang sejak awal musim. Sementara Yamaha dan Honda masih tertinggal jauh, meskipun Quartararo berhasil menunjukkan peningkatan. Aprilia saat ini adalah team to beat. Jika Ducati tidak segera menemukan terobosan serius, dominasi Aprilia di MotoGP 2026 akan semakin kokoh. Le Mans dan Mugello akan menjadi ujian sesungguhnya. Piye menurut sampeyan cak ? (iwb)

  • GIGI DALL’IGNA NGAMUK?? “Jerez Sangat Mengecewakan…” serunya !!!

    GIGI DALL’IGNA NGAMUK?? “Jerez Sangat Mengecewakan…” serunya !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… siapa yang menyangka kalau sirkuit Jerez yang biasanya jadi “taman bermain” Ducati, kemarin malah jadi mimpi buruk buat tim pabrikan mereka. Walau Alex juara namun karena yang menang tim satelit….Gigi Dall’Igna, bapaknya Desmosedici, nggak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah melihat apa yang terjadi di lintasan Spanyol itu. Kenapa Gigi bilang “dua kali lipat lebih mengecewakan”? Mari kita bedah bareng-bareng cak…

    Tim Pabrikan “Zonk”, Tim Satelit Juara!

    IWB pantau, ini yang bikin nyesek. Di satu sisi, Gigi bangga karena Alex Marquez (Gresini Ducati) berhasil juara dan membuktikan motor Ducati masih kencang. Tapi di sisi lain, dua jagoan utama mereka di tim Lenovo—Pecco Bagnaia dan Marc Marquez—malah DNF alias gagal finish!

    Bayangkan cak, motor sudah kencang tapi poin buat tim pabrikan malah nol besar. Marc Marquez yang diharapkan tampil all-out di depan publik sendiri malah terjatuh saat posisi kedua di balapan. Sebagai pabrikan factory jelas mereka kehilangan muka didepan sponsor utama yakni Lenovo…

    Gigi juga menyoroti progres rival abadi mereka dari Italia, yaitu Aprilia. Di Jerez kemarin, Marco Bezzecchi yang sekarang nunggang RS-GP berhasil finish kedua dan nempel ketat Alex Marquez.

    Gigi sadar betul kalau dominasi Ducati sekarang lagi digoyang. Regulasi konsesi yang menguntungkan lawan mulai terasa dampaknya. “Lawan sudah sangat dekat, dan kita melakukan kesalahan di saat yang paling tidak tepat,” kurang lebih begitu curhatan si jenius berambut putih ini cak.

    ” Balapan yang dimulai dengan start yang menarik dari Marc yang, sayangnya, jatuh di lap berikutnya dan dilanjutkan dengan dominasi adiknya, Alex, serta performa luar biasa dari Di Giannantonio. Pecco, di sisi lain, terpaksa mundur karena masalah teknis. Seharusnya dan sudah sepantasnya hari Minggu yang berbeda bagi tim pabrikan kami, tetapi ternyata menjadi dua kali lipat mengecewakan. Pertama, karena kondisinya tepat untuk penampilan yang kuat, dan kedua, karena cara kami tersingkir dari balapan yang seharusnya dilupakan…

    “Dari perspektif ini, gambaran keseluruhan positif setelah kesulitan yang dihadapi di beberapa GP pertama, tapi kami jelas merasakan kurangnya hasil dari pembalap pabrikan. Kenyataannya adalah kami perlu meningkatkan dan terus bekerja tanpa lelah untuk memberikan keunggulan ekstra kepada para pembalap kami.  Sekarang saatnya menganalisis data yang terkumpul dan membuat keputusan yang tepat.  Tantangan baru ada di depan…” seru Gigi…

    Masalah Teknis di Balik Layar?

    Bisikan yang IWB dengar, selain soal insiden jatuh, ada sedikit ketidakpuasan soal feeling ban depan pada motor GP26 versi terbaru di suhu aspal Jerez yang panas. Gigi merasa timnya gagal memaksimalkan potensi motor di saat krusial, padahal secara pace mereka nggak kalah.

    Last…. persaingan antar pabrikan makin merata, nggak ada lagi yang bisa santai-santai. Gigi Dall’Igna itu orangnya perfeksionis, kalau dia sudah bilang “kecewa”, biasanya bakal ada lembur besar-besaran di pabrik Borgo Panigale buat nyiapin “senjata” baru di seri berikutnya. Menurut IWB sih, ini peringatan keras buat Pecco dan Marc. Apakah Ducati factory bakal kembali bangkit di Le Mans nanti, atau malah makin terpuruk? kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Marc Marquez Menguji “Monster” Baru….Sayap Bawah lebih tebal !!

    Marc Marquez Menguji “Monster” Baru….Sayap Bawah lebih tebal !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan lalu, Ducati kembali menjadi pusat perhatian di MotoGP. Alex Marquez sukses meraih kemenangan mengejutkan di Grand Prix Spanyol bersama tim Gresini, mengendarai Desmosedici GP26. Namun, kegembiraan tidak berhenti di sana. Di sesi tes resmi hari Senin di sirkuit yang sama, pabrikan asal Borgo Panigale itu memamerkan sejumlah komponen inovatif yang mendorong batas performa dan aerodinamika jauh melampaui ekspektasi…!!

    Marc Marquez Menguji “Monster” Baru

    Marc Marquez, yang terjatuh di balapan utama, menjadi pusat uji coba pengembangan terbaru Ducati. Motor yang ia kendarai dihiasi banyak bagian yang tidak dicat—menandakan bahwa tim masih dalam tahap eksperimen agresif.

    Bagian depan motor ini menampilkan fairing yang dirancang ulang secara radikal. Desainnya terlihat lebih lebar dari generasi sebelumnya, memanjang hingga sejajar dengan lebar sayap depan. Ini adalah penyimpangan dari bentuk tradisional seperti anak panah yang selama ini dikenali para penggemar.

    Sayap Baru, Filosofi Baru

    Tim yang dipimpin oleh jenius aerodinamika Gigi Dall’Igna tidak berhenti di fairing. Mereka mengerjakan ulang kedua sayap depan untuk meningkatkan performa:

    • Sayap bawah: Memiliki leading edge yang lebih tebal.

    • Sayap atas: Sudut serangan (angle of incidence) dikurangi dan chord (lebar sayap) dibuat lebih ramping.

    Perubahan ini mengindikasikan bahwa para insinyur Ducati berusaha memperluas area kontak aerodinamis, yang secara dramatis dapat mengubah karakteristik handling bagian depan motor.

    Fitur lain yang ikut berubah adalah slot pada fairing, yang sebelumnya memiliki desain ramping dan aerodinamis. Kini, slot tersebut dikonfigurasi ulang untuk mengelola dinamika aliran udara dari depan dengan lebih baik.

    Difuser, yang diposisikan di bagian bawah fairing, tetap mempertahankan asupan udara yang kuat namun mendapat keuntungan dari saluran keluar atas (upper outlet) yang dirancang untuk mengoptimalkan aliran udara—meningkatkan efisiensi dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.

    Yang menarik, saluran pemisah (separation channel) antara difuser dan bodi tengah fairing tampak diminimalkan. Ini mengindikasikan kemungkinan adanya efek Venturi—sebuah prinsip fisika yang dapat meningkatkan kecepatan aliran udara dan downforce secara signifikan.

    Bodi aerodinamika baru Ducati ini bukan hanya soal penampilan. Setiap detail dikerjakan dengan presisi untuk peningkatan performa:

    • Panel samping vertikal (step): Masih dipertahankan, tetapi leading edge-nya dilunakkan.

    • Leading edge kini lebih membulat untuk mengakomodasi asupan udara yang lebih besar dan tidak terlalu vertikal, yang ditempatkan tepat di bawah step.

    Dengan kata lain, seluruh celah pada motor ini telah diteliti dan direvisi.

    Kembalinya Sayap Lateral dan Lengan Ayun Baru

    Sayap lateral yang sempat menuai kritik dan dipertanyakan khasiatnya selama pramusim, kini kembali hadir. Kehadirannya kali ini tentu dengan penyempurnaan.

    Yang lebih menggoda, Ducati juga memperkenalkan lengan ayun belakang baru yang secara artistik menggabungkan komponen logam dengan fairing karbon yang inovatif.

    Sementara Marquez menguji paket aerodinamika paling radikal, Francesco Bagnaia terlihat menguji konfigurasi aerodinamika yang sudah dikenali dari tes Sepang. Konfigurasi ini menampilkan fairing berundak (stepped) dengan bagian bawah tanpa saluran sebelumnya—sebuah desain yang sempat disingkirkan, namun kini kembali dipertimbangkan untuk dievaluasi oleh para pembalap.

    Last….setelah akhir pekan yang sukses (kemenangan Alex Marquez), Ducati tidak berpuas diri. Tes Jerez membuktikan bahwa mereka terus mengejar inovasi tanpa henti. Portofolio komponen yang diuji—dari fairing lebar, sayap baru, difuser yang dioptimalkan, lengan ayun hybrid (logam-karbon), hingga sayap lateral yang kembali hadir—menunjukkan bahwa Borgo Panigale sedang membangun motor yang benar-benar berbeda. Akankah desain berani ini melambungkan Ducati ke level yang lebih tinggi di kejuaraan? Atau justru ada risiko “tersesat” di tengah pengembangan yang agresif? Satu hal yang pasti: suara Ducati kini lebih keras dari sebelumnya, bergema di seluruh dunia balap MotoGP. Persaingan menuju Le Mans dan seri Eropa berikutnya dipastikan akan semakin sengit. Kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Test MotoGP Jerez 2026 : Ducati GP26 bawa Aero Baru…Marquez Sumringah !!!

    Test MotoGP Jerez 2026 : Ducati GP26 bawa Aero Baru…Marquez Sumringah !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez meninggalkan Sirkuit Jerez-Ángel Nieto dengan senyum tipis. Meski akhir pekan yang berat harus ia lalui—jatuh di balapan utama MotoGP Spanyol dan kini tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi ada kabar baik dari sisi teknis. Dalam sesi tes resmi hari Senin (27/4), juara bertahan itu berhasil menguji sejumlah pengembangan baru pada Ducati GP26 dan pulang dengan perasaan “senang”….

    Marquez menjadi pembalap Ducati tercepat di belakang trio Aprilia yang mendominasi tes. Ia sempat memimpin papan waktu dengan catatan 1 menit 36,277 detik di sesi sore dan total melahap 68 lap. Kondisi fisiknya pun disebutnya “oke” setelah absen lebih awal di balapan Minggu.

    Peningkatan di Tikungan Kiri dan Kanan

    Fokus utama pengembangan Ducati kali ini ada pada aerodinamika dan sasis. Marquez menguji fairing baru, sayap aerodinamika di lengan ayun (swingarm aero), serta rangka yang dimodifikasi.

    Hasilnya? Ia mulai kembali merasakan kepercayaan diri di bagian depan motor area yang selama ini menjadi keluhan utamanya.

    “Saya mulai merasa sedikit lebih percaya diri dengan bagian depan, terutama di tikungan kiri, yang biasanya menjadi salah satu kekuatan saya, tapi saya justru kesulitan di sana selama beberapa balapan pertama ini,” ujar Marquez.

    Ia menambahkan bahwa tikungan kanan juga ikut membaik.

    “Kami tidak kehilangan poin-poin kuat, dan kami mendapatkan sedikit peningkatan di area-area lemah.”

    Tardozzi: “Marc Senang”

    Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa aerodinamika menjadi prioritas utama dalam tes ini. Menurutnya, tim menemukan sesuatu yang menjanjikan.

    “Kami banyak menyelidiki area aerodinamika karena itu adalah salah satu kemungkinan kami untuk meningkatkan motor, dan sejujurnya kami menemukan sesuatu,” jelas Tardozzi kepada situs resmi MotoGP.

    “Marc senang dengan konfigurasi baru ini. Sementara di sisi lain, Pecco masih memiliki beberapa tanda tanya.”

    Perbedaan Kebutuhan Marc dan Pecco

    Tardozzi mengungkapkan bahwa Marquez dan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, saat ini sedang berjuang dengan masalah yang berbeda pada GP26.

    Pembalap Area yang Ingin Ditingkatkan
    Marc Marquez Kecepatan di tikungan cepat (fast corner speed)
    Francesco Bagnaia Area pengereman dan masuk tikungan (brake area & corner entry)

    “Masing-masing dari mereka ingin meningkatkan area yang berbeda. Kami mencoba menemukan sesuatu untuk keduanya. Di sisi Marc, mungkin sudah berhasil. Di sisi Pecco, kita lihat saja nanti,” tambah Tardozzi.

    Bagnaia: Cukup Puas, Tapi Masih Butuh Pengereman

    Bagnaia, yang juga gagal finis di balapan utama karena masalah teknis, mengakhiri tes di posisi ke-10 gabungan, tertinggal 0,727 detik dari Ai Ogura (Trackhouse Aprilia).

    Ia mengaku cukup puas dengan beberapa item yang diuji.

    “Paket aerodinamika bekerja dengan baik. Jelas kami butuh lebih banyak waktu untuk memahami semuanya, dan tim perlu menganalisis semuanya, tapi saya cukup yakin hari ini kami mengambil langkah kecil.”

    Namun, Bagnaia masih belum menemukan solusi untuk masalah pengereman.

    “Kami hanya perlu lebih fokus pada kemampuan menghentikan motor. Hari ini kami mencoba sesuatu, mungkin kami menemukan arah. Jadi, untuk Le Mans, saya harap kami punya sesuatu untuk ditingkatkan.”

    Last….dengan tertinggal 44 poin dari Bezzecchi, Marquez sadar bahwa ia tidak bisa terus-menerus mengandalkan pengembangan motor. Namun, temuan positif di tes Jerez setidaknya memberikan harapan bahwa Ducati bergerak ke arah yang benar. Pertanyaan besarnya: Akankah peningkatan di area depan ini cukup untuk mengejar Aprilia yang saat ini sedang sangat kuat? Atau justru Ducati masih perlu satu atau dua langkah besar lagi? Jawabannya mungkin akan terlihat di seri berikutnya, Le Mans, akhir pekan depan cak….(iwb)

    2026 Official Jerez Test: Day 2 – Final Combined Times

    Pos Rider Nat Team Time
    1 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) 1m35.944s Session 2
    2 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) 1m35.949s Session 2
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1m36.272s Session 2
    4 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 1m36.277s Session 2
    5 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) 1m36.299s Session 2
    6 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) 1m36.394s Session 1
    7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) 1m36.439s Session 2
    8 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) 1m36.477s Session 2
    9 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) 1m36.658s Session 1
    10 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) 1m36.671s Session 2
    11 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) 1m36.683s Session 2
    12 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1m36.687s Session 2
    13 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* 1m36.878s Session 2
    14 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) 1m36.896s Session 2
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) 1m36.977s Session 1
    16 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) 1m36.980s Session 2
    17 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) 1m37.008s Session 2
    18 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) 1m37.039s Session 1
    19 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) 1m37.071s Session 2
    20 Daniel Pedrosa SPA KTM Test Rider (RC16) 1m37.483s Session 2
    21 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* 1m37.490s Session 2
    22 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 1m37.541s Session 2
    23 Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP26) 1m37.737s Session 2
  • Veda Ega Guncang Jerez Moto3 2026….torehkan record dunia !!!

    Veda Ega Guncang Jerez Moto3 2026….torehkan record dunia !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Estrella Galicia 0,0 Grand Prix of Spain di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Minggu (26/4/2026), menjadi panggung pembuktian bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Start dari posisi ke-17 yang sangat merugikan, Veda melesat bak roket menyelesaikan balapan di peringkat 6 yang spektakuler.

    Lebih membanggakan lagi, hasil ini memperkuat posisinya di kancah dunia. Berdasarkan data World Championship Classification pasca balapan, Veda Pratama saat ini bercokol di peringkat 6 dunia dengan koleksi 37 poin. Meski masih awal musim dan rookie, tren peningkatannya sangat jelas: ia adalah salah satu pembalap dengan lompatan posisi terbanyak dalam balapan ini.

    Analisis: Tiga Kunci Kehebatan Veda Pratama

    Apa yang membuat Veda begitu istimewa di Sirkuit Jerez? Berikut rincian teknis berdasarkan data resmi MotoGP:

    1. Kecepatan Puncak (Top Speed) yang Mematikan

    Veda adalah pembalap tercepat di antara seluruh peserta dalam hal kecepatan puncak. Bahkan untuk urusan top speed Veda torehkan rekor dunia dengan all time top speed record Moto3 Jerez. Data Top Speed & Average menunjukkan ia mencatatkan 222,2 km/jam, sendirian di puncak klasemen.

    • Pembanding: Pembalap peringkat 1 (Maximo Quiles) hanya mencapai 219,5 km/jam. Adrian Fernandez (peringkat 2) di 221,7 km/jam.

    • Dampak: Keunggulan ini memungkinkan Veda menyalip lawan dengan mudah di lintasan lurus panjang Jerez, sebuah senjata utama saat memulai lomba dari belakang.

    2. Kemampuan Membaca Balapan (Race Pace) Kelas Dunia

    Veda tidak hanya cepat di satu lap, tetapi konsisten sepanjang 19 lap. Catatan Fastest Lap menempatkan Veda di urutan 9 dengan waktu 1’45.077 (lap ke-5).

    • Uniknya, catatan waktu tercepat Veda hanya terpaut 0,523 detik dari fastest lap mutlak yang diciptakan Adrian Fernandez (1’44.554). Artinya, dalam kondisi ideal, Veda mampu menyamai kecepatan para pembalap terdepan.

    • Ia finis hanya +10.027 detik dari pemenang balapan. Sangat tipis untuk ukuran start dari posisi 17.

    3. Ketangguhan Mental dan Manajemen Ban

    Start dari posisi buncit (baris keenam) biasanya memaksa pembalap memaksakan motor di awal. Namun, analisis Chronological Performance menunjukkan Veda justru melakukan pendekatan cerdas:

    • Lap awal stabil: Di 3 lap pertama, ia tidak ambil risiko berlebihan.

    • Akurasi Pengereman: Data Average Speed di sektor T4 (tikungan terakhir sebelum start/finish) menunjukkan konsistensi tinggi, menandakan ia sangat baik dalam mengerem lambat untuk menyalip di dalam tikungan, bukan hanya mengandalkan kecepatan lurus.

    Hasil finis 6 ini bukan hanya tambahan 10 poin, tetapi sebuah pernyataan. Di klasemen konstruktor, Honda (motor Veda) mengoleksi 72 poin, tertinggal dari KTM (95 poin). Namun, Veda menjadi pembalap Honda ke 2 dengan performa terbaik di balapan ini setelah Fernandez, mengungguli rekannya di Honda Team Asia seperti Zen Mitani (P21).

    Dengan modal kecepatan puncak tertinggi dan kemampuan menyalip luar biasa, Veda Pratama kini menjadi ancaman serius di setiap seri. Jika ia mampu memperbaiki kualifikasi (start lebih depan), bukan tidak mungkin podium utama akan segera ia raih.

    Last….Veda Pratama bukan lagi sekadar pembalap Asia dengan potensi. Ia adalah the real fighter. Start dari posisi 17 dan finis 6 adalah bukti bahwa ia memiliki kombinasi langka: kecepatan pure (top speed)dan kecerdasan balap (race craft). Peringkat 6 dunia hanyalah awal. Target utama sekarang adalah menembus 5 besar klasemen dalam tiga seri ke depan. Goooo Vedaaa…!! (iwb)

  • Marquez dlosorrr lageee…..Alex kalahkan Bezzecchi di Motogp Jerez 2026 !!

    Marquez dlosorrr lageee…..Alex kalahkan Bezzecchi di Motogp Jerez 2026 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..Ducati akhirnya meraih kemenangan perdananya di MotoGP 2026. Prestasi ini diraih di Sirkuit Jerez, Spanyol, oleh pembalap tim satelit Gresini, Alex Marquez, sementara kakaknya sekaligus juara bertahan, Marc Marquez, gagal finis setelah jatuh di lap awal. Judule ancurrrr cakkkk……

    Dalam balapan Grand Prix Spanyol yang berlangsung Minggu (26/4/2026), Alex Marquez sukses tampil dominan. Ia memenangi balapan 25 lap ini dengan keunggulan 1,9 detik atas pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi (Aprilia). Kemenangan ini sekaligus memutus rekor lima kemenangan beruntun Bezzecchi sejak awal musim.

    Ini adalah kemenangan grand prix pertama bagi Ducati sejak Grand Prix Malaysia tahun lalu.

    Marc Marquez Jatuh, Pekan yang Pahit

    Harapan besar menyertai Marc Marquez setelah ia menaklukkan Sprint Race yang kacau sehari sebelumnya. Yang lebih impresif, ia memenangi sprint tersebut setelah memulai balapan dari juru kunci alias posisi terakhir.

    Pada balapan utama, Marc yang start dari pole position langsung memimpin awal lomba. Namun, situasi berbalik cepat. Pada lap kedua, sang adik, Alex Marquez, berhasil menyalipnya di tikungan 6. Di tikungan 11 di lap yang sama, Marc kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh. Kayaknya Marc ingin mengimbangi pace Alex tapi gagal cak…

    Ini menjadi kegagalan finis kedua Marc Marquez di hari Minggu pada musim 2026. Nasib buruk juga menimpa rekan setimnya di Ducati pabrikan, Pecco Bagnaia, yang harus tersingkir karena masalah teknis. Akibatnya, tim pabrikan Ducati masih belum pernah naik podium di hari balapan utama sejauh musim ini.

    Meski begitu, kabar baik tetap datang dari keluarga Ducati berkat kemenangan Alex Marquez.

    Alex Marquez Sempurna, Persaingan Ketat di Belakang

    Alex Marquez yang mengendarai Ducati GP26 tampil sangat matang. Setelah memimpin di lap kedua, ia perlahan menjauh dari kejaran Bezzecchi. Pada awal lap kesembilan, keunggulannya sudah mencapai 1,5 detik, dan sempat membesar hingga lebih dari dua detik sebelum ia sedikit melambat di lap terakhir untuk merayakan kemenangan bersama para penggemar Spanyol.

    Di belakang Bezzecchi, persaingan memperebutkan posisi ketiga berlangsung sengit. Fabio Di Giannantonio (VR46) akhirnya berhasil mengamankan podium terakhir setelah menyalip Jorge Martin (Aprilia) di lap keempat. Martin yang start dari posisi ke-10 karena penalti harus puas di urutan keempat.

    Berikut hasil akhir posisi 5 besar Grand Prix Spanyol:

    • 1. Alex Marquez (Gresini Ducati)

    • 2. Marco Bezzecchi (Aprilia)

    • 3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati)

    • 4. Jorge Martin (Aprilia)

    • 5. Ai Ogura (Trackhouse Aprilia)

    Dengan hasil ini, Bezzecchi memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 11 poin atas Martin. Sementara itu, Di Giannantonio naik ke peringkat ketiga sebagai pembalap Ducati dengan posisi tertinggi di klasemen. Hasil buruk pabrikan dekati semakin lengkap karena Bagnaia mengalami masalah teknis dengan motor…

    Last….Balapan yang kurang beruntung dialami Johann Zarco (LCR Honda) yang start kedua namun hanya finis ketujuh, serta Pedro Acosta (KTM) yang harus puas di posisi 10 setelah motornya mengalami kerusakan fairing depan akibat tabrakan. Hmmm…kayaknya Marc tahun ini kok berat banget ya cak…amsyong tenan hiks ! (iwb)

    2026 SPANISH MOTOGP, JEREZ – RACE RESULTS

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) 40m 48.861s
    2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +1.903s
    3 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +5.796s
    4 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +9.229s
    5 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +9.891s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +10.614s
    7 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +13.039s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +14.411s
    9 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +19.778s
    10 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +22.431s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +22.799s
    12 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +24.867s
    13 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +26.871s
    14 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +29.532s
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +29.899s
    16 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +32.921s
    17 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +36.656s
    18 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +37.577s
    19 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +44.557s
    20 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +65.023s
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) DNF
    Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP26) DNF
    Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) DNF
  • Motogp Sprint Jerez 2026 : Marc Marquez King of Rain….Bezzecchi crash !!

    Motogp Sprint Jerez 2026 : Marc Marquez King of Rain….Bezzecchi crash !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Jerez kembali menjadi panggilan sensasi balap MotoGP. Sprint seri MotoGP Spanyol 2026 yang digelar dalam kondisi cuaca sulit berhasil dimenangkan oleh juara bertahan Marc Marquez dengan cara yang paling tidak terduga: ia menang meskipun sempat jatuh pada lap kedelapan. Yup….Marc Marquez King of Rain….Bezzecchi crash !!

    Dalam balapan yang berlangsung kering namun dihujani ancaman hujan, pembalap tim Ducati Lenovo itu menunjukkan kecepatan berpikir dan keberuntungan yang luar biasa, mengalahkan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang finis kedua dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) yang melengkapi podium.

    Kualifikasi Basah: Marquez Sihir di Tengah Hujan

    Sesi kualifikasi pagi hari diguyur hujan, menciptakan kondisi trek yang licin cak. Di sinilah Marc Marquez menunjukkan kelasnya dengan merebut pole position. Ia menyebut target podium di kandang sendiri awalnya terasa “optimistis”, start terdepan membuka peluang besar.

    Kejutan datang dari Johann Zarco (LCR Honda) yang berhasil mendampingi Marquez di baris terdepan. Zarco menjadi satu-satunya rider yang mampu menantang Marquez saat kualifikasi basah, meskipun pace-nya di sesi latihan kering kurang menjanjikan.

    Sementara itu, Alex Marquez (Gresini Racing) yang tampil dominan di latihan Jumat, harus puas start dari baris kedua setelah mengalami kecelakaan di Q2. Rekan setimnya, Fabio Di Giannantonio, dan Marco Bezzecchi (Aprilia) mengisi baris kedua.

    Jalannya Sprint: Kekacauan dan Strategi Jenius

    Sprint yang digelar siang hari dipastikan dimulai dalam trek kering, namun awan gelap menggantung di atas Jerez, mengintensifkan drama.

    Awal Balapan:

    Marc Marquez langsung melesat memimpin dari Zarco yang berperan sebagai “cork in the bottle” (penahan laju pembalap di belakang). Namun, masalah langsung menimpa Jorge Martin (Aprilia) yang mundur ke belakang karena masalah rem cakram depan yang membara. Marco Bezzecchi juga melorot ke posisi 16 akibat start buruk.

    Puncak Drama Lap 8:

    Ketika balapan memasuki lap kedelapan, hujan mulai rintik-rintik. Bendera hujan dikibarkan. Dalam situasi krusial ini, Marc Marquez terjatuh di tikungan terakhir saat diposisi 2. Namun, dengan refleks luar biasa, ia segera kembali menaiki motornya, melaju ke dalam pit, dan langsung mengganti motor. Keputusan untuk masuk pit saat ia terjatuh di area long lap menjadi titik balik kemenangan.

    Saat Marquez masuk pit, kepemimpinan berganti. Putaran berikutnya (lap 9), hujan semakin deras. Hampir semua pembalap yang masih di trek kering, termasuk Di Giannantonio yang sempat memimpin, berbondong-bondong masuk pit untuk mengganti motor. Namun, Marquez sudah lebih dulu keluar dari pit dengan motor ban hujan.

    Di sisi lain, mereka yang bertahan dengan motor ban slick malah bernasib sial. Brad Binder dan Bezzecchi jatuh di tikungan yang sama (tikungan 2). Alex Marquez yang sempat memimpin pun ikut terjatuh.

    Lap Penentu:

    Marquez yang keluar dari pit langsung tancap gas. Di lap ke-11, ia sukses menyalip Bagnaia di tikungan sembilan untuk merebut pimpinan. Dengan keunggulan satu detik di lap terakhir, Marc Marquez melesat tak terkejar.

    Hasil Akhir Sprint (Top 10) – 12 Lap

    1. Marc Marquez (Ducati Lenovo)

    2. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo)

    3. Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46)

    4. Brad Binder (Red Bull KTM) – sempat crash

    5. Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46)

    6. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia)

    7. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha)

    8. Johann Zarco (LCR Honda)

    9. Luca Marini (Honda HRC)

    10. Alex Rins (Monster Energy Yamaha)

    Last….kemenangan ini adalah contoh sempurna dari kecerdasan balap di era flag-to-flag (ganti motor di tengah balapan karena hujan). Marc Marquez mengubah bencana (jatuh) menjadi peluang (masuk pit lebih awal) sementara para pesaingnya ragu-ragu. Sementara itu, Alex Marquez dan Pedro Acosta (KTM) yang cukup kompetitif harus puas gagal finis atau finis di luar poin. Sprint yang dramatis ini menjadi pemanasan sempurna menjelang balapan utama (Grand Prix) besok. Gooo Marc !!! (iwb)

    2026 SPANISH MOTOGP, JEREZ – SPRINT RACE RESULTS

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 21m 25.651s
    2 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +3.050s
    3 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +7.493s
    4 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +8.752s
    5 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +9.237s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +11.958s
    7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +13.525s
    8 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +14.522s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +15.769s
    10 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +15.821s
    11 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +16.190s
    12 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +17.985s
    13 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +19.777s
    14 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +21.583s
    15 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +31.079s
    16 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +44.686s
    17 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +58.756s
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
    Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
    Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) DNF
    Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP26) DNF
    Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* DNF
    Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
  • Motogp FP1 Jerez..Martin Crash, Pertarungan Ducati vs Aprilia ketat !!

    Motogp FP1 Jerez..Martin Crash, Pertarungan Ducati vs Aprilia ketat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, langsung tancap gas di sesi latihan bebas pertama MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto, Jumat (24/4/2026). Ia mencatatkan waktu tercepat 1 menit 36,954 detik menggunakan ban baru di menit-menit akhir sesi, mengungguli rekan setimnya, Franco Morbidelli, yang finis kedua dengan selisih 0,288 detik…!!

    Hasil Lengkap Sesi Practice

    Pos Pembalap Tim Catatan Waktu Gap
    1 Fabio Di Giannantonio VR46 Ducati 1’36.954
    2 Franco Morbidelli VR46 Ducati +0.288
    3 Alex Marquez Gresini Ducati +0.378
    4 Marco Bezzecchi Aprilia Racing +0.393
    5 Marc Marquez Ducati Lenovo +0.542
    6 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia +0.556
    7 Jack Miller Pramac Yamaha +0.562
    8 Pedro Acosta Red Bull KTM +0.606
    9 Johann Zarco LCR Honda +0.649
    10 Jorge Martin Aprilia Racing +0.720

    Catatan: Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) finis di posisi 11, sementara Fabio Quartararo (Monster Yamaha) terdampar di posisi 20.

    Drama di Lintasan: Martin Jatuh Lagi

    Jorge Martin, yang sebelumnya terjatuh saat merayakan kemenangan sprint race di COTA, kembali terlibat insiden. Kali ini ia jatuh setelah sesi usai, tepatnya saat sedang dalam perjalanan menuju practice start. Beruntung tidak cedera.

    Rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura, juga sempat mengalami momen heart-stopping ketika ban depan motornya mengunci saat masuk pit lane. Ia nyaris terjatuh tetapi berhasil menyelamatkan motor.

    Toprak Razgatlioglu Terkendala Masalah Teknis

    Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu—yang dua kali merebut gelar WorldSBK di Jerez—harus puas finis di posisi 15. Ia bahkan harus memarkir motornya di pinggir lintasan di pertengahan sesi karena masalah teknis. Meski sempat kembali melaju, waktu yang tersisa tidak cukup untuk memperbaiki catatan waktunya.

    Strategi Ban Baru vs Ban Bekas

    Menariknya, posisi 1-2 dikuasai oleh pembalap VR46 yang menggunakan ban baru di akhir sesi (new tyres). Sementara itu, Alex Marquez (posisi 3), Marco Bezzecchi (4), dan Marc Marquez (5) masih mengandalkan ban bekas (old tyres) sepanjang sesi. Ini menunjukkan bahwa potensi waktu sebenarnya dari para pembalap Ducati dan Aprilia di depan masih bisa lebih cepat.

    Status Wildcard dan Absennya Vinales

    Sesi ini juga menjadi ajang uji coba bagi dua pembalap wildcard:

    • Augusto Fernandez (Yamaha): finis di posisi 23 (terakhir)

    • Lorenzo Savadori (Aprilia): finis di posisi 22

    Keduanya turun untuk mengumpulkan data pengembangan motor, bukan mengejar hasil instan.

    Sementara itu, Maverick Vinales (Tech3 KTM) absen karena masih dalam masa pemulihan pasca operasi bahu. Posisinya tidak digantikan oleh pembalap lain.

    Rekor dan Fakta Menarik

    • Marco Bezzecchi berpeluang meraih kemenangan grand prix keenam secara beruntun, rekor yang dimulai dari Portimão akhir 2025.

    • Ia juga telah memimpin 121 lap MotoGP berturut-turut—sebuah angka yang mencengangkan.

    • Fabio Quartararo memegang rekor lap terbaik Jerez (1 menit 35,610 detik) yang dibuatnya pada 2025.

    • Alex Marquez memegang rekor lap tercepat balapan di Jerez (1 menit 37,349 detik), juga dari 2025.

    Agenda Akhir Pekan

    Setelah sesi practice, para pembalap akan kembali ke lintasan untuk FP2 dan kualifikasi pada Sabtu (25/4/2026). Sprint race akan berlangsung pukul 20.00 WIB malam itu juga.

    Sementara itu, tes resmi MotoGP akan digelar di Jerez pada hari Senin (27/4/2026), menjadi momen penting bagi tim untuk menguji komponen baru setelah seri Eropa pertama.

    Analisis Singkat

    Pabrikan Performa di FP1 Catatan
    Ducati Dominan (posisi 1,2,3,5) VR46 tampil mengesankan, Marquez bersaudara solid
    Aprilia Kompetitif (posisi 4,6,10) Bezzecchi konsisten meski pakai ban bekas
    KTM Di belakang (posisi 8,12,18) Acosta terbaik di P8, masih perlu kerja ekstra
    Honda Lumayan (posisi 9,13,14,17) Zarco di P9 jadi yang terbaik, rookie Moreira P13
    Yamaha Tertinggal (posisi 7,15,20,21,23) Miller P7 jadi yang terbaik, Quartararo masih terpuruk

    Last….Dari sesi ini, Ducati masih menjadi pabrikan yang harus dipecundangi, dengan lima motor di 10 besar. Namun, Aprilia tidak kalah siap dengan Bezzecchi dan Martin yang siap menggigit. Persaingan sengit diprediksi akan terjadi di kualifikasi dan sprint race besok….(iwb)