Iwanbanaran.com – Cakkk… siapa yang menyangka kalau sirkuit Jerez yang biasanya jadi “taman bermain” Ducati, kemarin malah jadi mimpi buruk buat tim pabrikan mereka. Walau Alex juara namun karena yang menang tim satelit….Gigi Dall’Igna, bapaknya Desmosedici, nggak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah melihat apa yang terjadi di lintasan Spanyol itu. Kenapa Gigi bilang “dua kali lipat lebih mengecewakan”? Mari kita bedah bareng-bareng cak…
Tim Pabrikan “Zonk”, Tim Satelit Juara!
IWB pantau, ini yang bikin nyesek. Di satu sisi, Gigi bangga karena Alex Marquez (Gresini Ducati) berhasil juara dan membuktikan motor Ducati masih kencang. Tapi di sisi lain, dua jagoan utama mereka di tim Lenovo—Pecco Bagnaia dan Marc Marquez—malah DNF alias gagal finish!
Bayangkan cak, motor sudah kencang tapi poin buat tim pabrikan malah nol besar. Marc Marquez yang diharapkan tampil all-out di depan publik sendiri malah terjatuh saat posisi kedua di balapan. Sebagai pabrikan factory jelas mereka kehilangan muka didepan sponsor utama yakni Lenovo…
Gigi juga menyoroti progres rival abadi mereka dari Italia, yaitu Aprilia. Di Jerez kemarin, Marco Bezzecchi yang sekarang nunggang RS-GP berhasil finish kedua dan nempel ketat Alex Marquez.
Gigi sadar betul kalau dominasi Ducati sekarang lagi digoyang. Regulasi konsesi yang menguntungkan lawan mulai terasa dampaknya. “Lawan sudah sangat dekat, dan kita melakukan kesalahan di saat yang paling tidak tepat,” kurang lebih begitu curhatan si jenius berambut putih ini cak.
” Balapan yang dimulai dengan start yang menarik dari Marc yang, sayangnya, jatuh di lap berikutnya dan dilanjutkan dengan dominasi adiknya, Alex, serta performa luar biasa dari Di Giannantonio. Pecco, di sisi lain, terpaksa mundur karena masalah teknis. Seharusnya dan sudah sepantasnya hari Minggu yang berbeda bagi tim pabrikan kami, tetapi ternyata menjadi dua kali lipat mengecewakan. Pertama, karena kondisinya tepat untuk penampilan yang kuat, dan kedua, karena cara kami tersingkir dari balapan yang seharusnya dilupakan…
“Dari perspektif ini, gambaran keseluruhan positif setelah kesulitan yang dihadapi di beberapa GP pertama, tapi kami jelas merasakan kurangnya hasil dari pembalap pabrikan. Kenyataannya adalah kami perlu meningkatkan dan terus bekerja tanpa lelah untuk memberikan keunggulan ekstra kepada para pembalap kami. Sekarang saatnya menganalisis data yang terkumpul dan membuat keputusan yang tepat. Tantangan baru ada di depan…” seru Gigi…
Masalah Teknis di Balik Layar?
Bisikan yang IWB dengar, selain soal insiden jatuh, ada sedikit ketidakpuasan soal feeling ban depan pada motor GP26 versi terbaru di suhu aspal Jerez yang panas. Gigi merasa timnya gagal memaksimalkan potensi motor di saat krusial, padahal secara pace mereka nggak kalah.
Last…. persaingan antar pabrikan makin merata, nggak ada lagi yang bisa santai-santai. Gigi Dall’Igna itu orangnya perfeksionis, kalau dia sudah bilang “kecewa”, biasanya bakal ada lembur besar-besaran di pabrik Borgo Panigale buat nyiapin “senjata” baru di seri berikutnya. Menurut IWB sih, ini peringatan keras buat Pecco dan Marc. Apakah Ducati factory bakal kembali bangkit di Le Mans nanti, atau malah makin terpuruk? kita tunggu saja cak…(iwb)