Author: Iwanbanaran

  • Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…tantangan Veda Ega membalap dipekan ini tidak akan mudah. Karena Veda Belum pernah membalap di Ceko. Yup…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada akhir pekan ini (19–21 Juni 2026) akan menjadi momen pertama kalinya Veda Ega Pratama menjajal sirkuit legendaris tersebut dalam kompetisi resmi. Namun jangan kuatir cak…ketika kita Mengintip Potensi Veda Ega di Brno….kans tetap ada dan ini titik kuat Veda !!

    Sebagai seorang rookie di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 ini, status Veda di Brno benar-benar murni sebagai pendatang baru. Ada dua alasan utama mengapa sirkuit ini sangat asing baginya. Sebab Di jenjang karier Veda sebelumnya, baik saat ia mendominasi Asia Talent Cup maupun ketika ia bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP (2024–2025), Sirkuit Brno tidak masuk ke dalam kalender balap ajang-ajang tersebut. Oleh karena itu, tantangan terbesar Veda di seri Ceko kali ini adalah memanfaatkan sesi Free Practice (FP) dan latihan seefektif mungkin untuk menghafal titik pengereman (braking zone) serta memahami perubahan elevasi sirkuit.

    Untuk menganalisis potensi Veda Ega Pratama sektor per sektor di Brno, kita bisa membedah tata letak sirkuit dari gambar dan menggabungkannya dengan karakter sirkuit yang lebar serta mengalir. Berikut adalah analisis detail potensi dan titik kritis Veda di setiap sektor Brno cak:

    Sektor 1 (Garis Start)

    Sektor dibuka dengan lurusan utama, lalu masuk ke kombinasi tikungan kanan-kiri yang cukup cepat (T1 dan T2), diikuti lurusan pendek menuju T3 dan T4.

    • Potensi Veda: Sektor ini adalah zona hard braking pertama setelah lintasan lurus. Veda dikenal sangat kuat di pengereman mendalam (late braking). Tikungan 1 dan 3 yang lebar akan memberikan Veda ruang untuk melakukan aksi overtake agresif, terutama di lap-lap awal saat rombongan masih sangat padat.

    • Titik Kritis: Menjaga momentum keluar dari T2 menuju T3 agar tidak kehilangan kecepatan di lurusan pendek tersebut.

    Sektor 2 (Tikungan 5 ke Tikungan 8)

    Sektor ini sangat teknis, dimulai dari tikungan tusuk konde (hairpin) di T5, lalu langsung disambut oleh rangkaian tikungan mengalir berbalas-balas (T6, T7, T8).

    • Potensi Veda: Di T5, kemampuan pengereman Veda kembali diuji. Namun, kekuatan utama yang harus ia keluarkan di sisa sektor ini adalah cornering speed dan kelincahan flick (mengubah arah motor dengan cepat) dari kiri ke kanan. Jika Veda bisa cepat menemukan rhythm (irama) yang pas di sesi latihan, ia bisa mencetak waktu yang sangat konstan di sini.

    • Titik Kritis: T5 adalah jebakan low-side jika pembalap terlalu memaksakan masuk. Selain itu, salah mengambil line di T6 akan merusak seluruh jalur hingga T8.

    Sektor 3 (Tikungan 9 ke Tikungan 12)

    Sektor ini membawa pembalap turun dan naik melewati area bukit Brno. Karakteristiknya mirip Sektor 2, yaitu rangkaian tikungan cepat yang mengalir (T9, T10, T11, T12).

    • Potensi Veda: Sektor ini menuntut ketahanan fisik dan manajemen ban sisi samping. Di sinilah lebar sirkuit yang mencapai 15 meter (berdasarkan Screenshot_235.jpg) bisa dimanfaatkan Veda untuk mengeksplorasi racing line alternatif jika jalur utamanya ditutup oleh pembalap lain.

    • Titik Kritis: Perubahan elevasi (turunan dan tanjakan) di sektor ini sering kali membuat roda depan motor Moto3 kehilangan traksi (front-end wash). Veda harus sangat halus dalam membuka gas saat motor dalam posisi miring.

    Sektor 4 (Tikungan 13 ke Garis Finis)

    Sektor penentu. Terdiri dari tikungan ganda ke kanan (T13 dan T14) yang melebar, sebelum akhirnya berakselerasi menuju lurusan sepanjang 636 meter menuju garis finis.

    • Potensi Veda: Sektor ini murni tentang taktik dan kecerdasan posisi. Veda tidak boleh egois untuk memimpin di T14 pada lap terakhir. Potensinya justru lebih besar jika ia berada di posisi ke-2 atau ke-3 saat keluar dari T14, memanfaatkan momentum akselerasi maksimal.

    • Titik Kritis: Slipstream. Dengan top speed Moto3 yang bisa menyentuh 234.2 Km/Jam di sini siapa pun yang memimpin keluar dari T14 akan menjadi “makanan empuk” bagi pembalap di belakangnya tepat sebelum garis finis.

    Last…Veda kemungkinan besar akan sangat kuat dan dominan di Sektor 1 dan Sektor 2 berkat kemampuan pengeremannya. Tantangan terbesarnya ada di Sektor 3 untuk menjaga ritme ban, serta Sektor 4 di mana ia harus bermain catur taktis dengan angin (slipstream) demi mengamankan posisi finis terbaik. Apakah Veda akan bisa bangkit setelah terpuruk di Hongaria ? semoga saja cak…goooo merah putih !! (iwb)

  • Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kiandra Ramadhipa mencetak sejarah akhir pekan lalu dengan meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship setelah finis terdepan di Estoril. Hasil ini membuatnya menjadi pebalap Indonesia kedua yang berhasil meraih kemenangan di kelas tersebut. Tidak hanya sampai situ saja, bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Ramadhipa juga menorehkan pencapaian spesial dengan meraih kemenangan perdana di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Jr WCh hanya dalam kurun sebelas bulan, sekaligus menjadi yang tercepat dalam sejarah.

    Sebelumnya, catatan tercepat untuk pencapaian ini dipegang oleh Joel Esteban pada tahun 2023, ketika ia meraih kemenangan di JuniorGP satu tahun dua bulan setelah kemenangan perdananya di European Talent Cup (ETC). Namun Ramadhipa berhasil memecahkan catatan itu dengan selisih tiga bulan lebih cepat dan ia melakukannya pada kedua musim pertamanya, sementara Esteban meraih kemenangan ETC pertamanya pada musim keduanya di kelas tersebut.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh

    Hanya ada tiga pebalap lain yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship pada musim rookie mereka, yaitu Izan Guevara, Brian Uriarte, Maximo Quiles dan Marco Morelli. Namun, hanya Guevara yang sebelumnya mampu mencatat pencapaian serupa dengan Ramadhipa, yakni meraih kemenangan di kedua kelas tersebut secara beruntun dalam dua musim berbeda. Sementara itu, Uriarte, Quiles dan Morelli membutuhkan lebih dari satu musim di European Talent Cup (ETC) sebelum berhasil naik dan menang di Moto3 Junior World Championship.

    Sejarah yang ditorehkan Ramadhipa lewat kemenangan di Estoril tak berhenti sampai di situ. Ramadhipa kini menjadi pebalap pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior World Championship. Ia juga tercatat sebagai pebalap ke-17 yang mampu memenangkan balapan di kedua ajang tersebut.

    Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Musim ini, Ramadhipa juga telah mengamankan kemenangan pertamanya di Red Bull Rookies Cup, yang membuatnya menjadi pebalap ke-24 yang mampu menang baik di Moto3 Junior World Championship maupun ajang pembinaan Red Bull tersebut. Ia juga menjadi pebalap Asia keenam yang berhasil mencatatkan prestasi itu, menyusul Kaito Toba, Ai Ogura, Yuki Kunii, Ryusei Yamanaka, dan Tatchakorn Buasri. Sebelum Ramadhipa, hanya 15 pebalap yang mampu meraih pencapaian ini dalam musim yang sama.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Prestasi yang lebih Istimewa lagi adalah keberhasilannya meraih tiga kemenangan di tiga ajang berbeda. Hingga saat ini, hanya delapan pebalap yang pernah menang di European Talent Cup (ETC), Moto3 Junior World Championship, dan Red Bull Rookies Cup. Hal ini menjadi lebih spesial karena pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi satu-satunya pebalap Asia dalam daftar tersebut.

    Bahkan ini menjadi semakin luar biasa lagi karena tidak ada satu pun pebalap, selain Ramadhipa, yang mampu melakukannya dalam waktu secepat ini. Tiga kemenangan tersebut diraihnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, di European Talent Cup (ETC) pada Sirkuit Magny-Cours, Prancis, 6 Juli 2025; di Red Bull Rookies Cup pada Sirkuit Jerez, Spanyol, 26 April 2026; dan di Moto3 Junior World Championship di Estoril pada Minggu lalu.

    Last…Secara keseluruhan, kemenangan gemilang yang diraih beberapa hari lalu menempatkan Kiandra Ramadhipa dalam jajaran pebalap elite muda dunia, sekaligus menjadikannya pemegang sejumlah rekor baru. Di usia yang baru 16 tahun, pebalap Indonesia ini terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu talenta masa depan, bukan hanya bagi Astra Honda, Indonesia, dan Asia, tetapi juga bagi dunia balap motor internasional yang kini mulai melihat lahirnya pebalap Asia dengan masa depan yang sangat cerah. Master Class !! (iwb)

  • Menggebrak Jakarta Fair 2026, Kawasaki Resmi Rilis Brusky 125 untuk Tantang Honda Vario!

    Menggebrak Jakarta Fair 2026, Kawasaki Resmi Rilis Brusky 125 untuk Tantang Honda Vario!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan tahu, Kejutan besar datang dari jagat roda dua tanah air. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) secara resmi meluncurkan skuter matik (skutik) pertama mereka untuk pasar Indonesia, yaitu Modenas Brusky 125. Langkah berani geng hijau ini dilakukan langsung di panggung megah gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 pada Kamis (11/6/2026) lalu. Kehadiran Brusky 125 dipastikan akan memanaskan persaingan kelas skutik entry-level, khususnya menjadi penantang serius bagi sang penguasa pasar, Honda Vario 125.

    Bagi Kawasaki, ini adalah langkah monumental mengingat brand asal Jepang tersebut selama ini sangat identik dengan motor sport kencang dan lini trail/adventure. Lantas, modal apa saja yang dibawa oleh skutik perdana Kawasaki ini untuk menggoyang dominasi rivalnya?

    Desain Agresif Ala Skutik Harian yang Sporty

    Melihat tampangnya sekilas, aura sporty langsung terpancar kuat. Modenas Brusky 125 mengusung bahasa desain tajam nan agresif yang sangat diminati oleh konsumen Indonesia, mirip dengan pakem desain skutik komuter perkotaan seperti Honda Vario.

    Meski berwajah galak, Kawasaki memastikan kenyamanan berkendara tetap menjadi prioritas utama. Brusky 125 dirancang ergonomis untuk menunjang mobilitas harian dengan penyematan setang yang cukup lebar, area pijakan kaki (dek bawah) anti-slip yang luas, serta pegangan belakang (behel) yang nyaman digenggam oleh penumpang.

    Tak sekadar jual tampang, Kawasaki juga membekali Brusky 125 dengan sederet fitur fungsional yang sangat dibutuhkan pengendara masa kini, di antaranya:

    • USB Power Socket: Terletak strategis di dekat Twin Pocket (kompartemen penyimpanan ganda di bagian depan) untuk memudahkan pengisian daya smartphone selama perjalanan.

    • Integrated Seat Opener: Proses membuka bagasi menjadi jauh lebih praktis karena tombol pembuka jok sudah terintegrasi langsung di dekat rumah kunci kontak.

    • Dual Starter: Fleksibilitas tinggi dengan opsi menyalakan mesin menggunakan Electric Starter maupun Kick Starter.

    • Tangki BBM Besar: Untuk mendukung perjalanan jarak jauh tanpa sering mampir ke SPBU, motor ini dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 5,1 liter—angka yang cukup besar di kelasnya.

    • Panel Instrumen Kombinasi: Pengendara dapat dengan mudah memantau kondisi motor lewat dashboard informatif yang memadukan jarum kecepatan analog klasik dengan indikator bensin digital.

    Beralih ke sektor performa, lini matik hijau ini mengandalkan jantung pacu berkubikasi 125 cc, SOHC, 2-katup, dengan pendingin udara. Yang memang beda cak…mesinnya lebih simpel karena mengandalkan pendinginan angin. Termasuk kick starter masih ada serta starter yang mengandalkan sistem ” blethak” alis bukan ACG starter ataupun smart generator. Di atas kertas, racikan mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga 7.0 kW pada 7.500 rpm serta torsi puncak mencapai 10.0 Nm pada 6.000 rpm. Karakter mesin seperti ini dinilai sangat pas untuk membelah kemacetan kota yang membutuhkan tarikan stop-and-go yang responsif namun tetap efisien.

    Last…Untuk pasar Indonesia, Kawasaki Brusky 125 saat ini ditawarkan dengan satu pilihan warna yang memikat dan elegan, yaitu Glorius Black. Bagi konsumen yang tertarik meminang skutik langka dari geng hijau ini, Modenas Brusky 125 dibanderol dengan harga Rp 26,5 juta On The Road (OTR) Jakarta. Hadirnya Brusky 125 jelas menjadi alternatif yang sangat menyegarkan bagi pencinta roda dua yang menginginkan skutik harian dengan nama besar Kawasaki, sekaligus siap menjadi batu sandungan baru bagi dominasi Honda Vario 125 di jalanan tanah air. Nahh piye cak menurut sampeyan…yess oraa sama Kawasaki Brusky ini ? monggo berikan komennya….(iwb)

  • Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap internasional kembali dikejutkan oleh performa gemilang pembalap muda asal Sleman, Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Dalam balapan di Sirkuit Estoril, Ramadhipa menunjukkan kelasnya dengan gaya balap yang sangat presisi dan terkontrol, yang akhirnya membawa nama Indonesia disegani di kancah balap Eropa. Dalam wawancara eksklusif bersama Iwan Banaran, Ramadhipa mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah keberanian mengambil celah di lap terakhir serta setup motor Honda NSF250RW yang sangat mumpuni. Meski sirkuit Estoril memiliki karakteristik teknikal yang sulit, Ramadhipa berhasil memaksimalkan sektor-sektor krusial untuk melakukan aksi overtaking yang dramatis. Tidak heran sebuah pertanyaan muncul…betulkah Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…?? (more…)

  • Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengaku sangat takjub sekaligus terheran-heran dengan mentalitas dan kemampuan Marc Marquez. Pria asal Italia tersebut berseloroh bahwa dirinya “terkejut karena masih bisa dibuat terkejut” oleh performa luar biasa pembalap berjuluk The Ant of Cervera itu saat merebut kemenangan emosional di MotoGP Hungaria 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park. Kemenangan di GP Hungaria ini merupakan podium tertinggi pertama bagi Marquez di musim kompetisi 2026, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan pertamanya sejak September tahun lalu. Istimewanya, hasil sempurna ini diraih di seri kedelapan musim ini, tepat di tengah perjuangan keras sang pembalap melawan cedera.

    Semenjak awal musim 2026, juara dunia 8 kali tersebut harus membalap dengan kondisi fisik yang jauh dari kata ideal. Marquez mengalami masalah gangguan saraf yang berkepanjangan pada bahu kanannya akibat kecelakaan fatal di GP Indonesia pada Oktober tahun lalu—hanya berselang satu minggu setelah dirinya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025.

    Karakter Sirkuit Balaton Park yang mengalir berlawanan arah jarum jam (anticlockwise) memang sedikit meringankan beban fisik pada bahu kanan Marquez. Kendati demikian, dominasi total dan sapu bersih yang ditunjukkan Marquez sepanjang akhir pekan di Hungaria tetap membuat jajaran petinggi Ducati terperangah.

    “Sangat (terkejut), ya,” jawab Tardozzi ketika ditanya mengenai performa mengejutkan pembalapnya.

    “Namun apa yang ingin saya katakan adalah: saya terkejut karena saya masih bisa terkejut, karena ya, itulah Marc Marquez. Marc tahu persis di mana batas kemampuannya saat ini. Terlepas dari apa yang berhasil dia lakukan sepanjang akhir pekan ini, kondisi fisiknya belum 100 persen,” tambah Tardozzi.

    Tardozzi menegaskan bahwa kru pabrikan Borgo Panigale akan terus bekerja keras di setiap seri agar sang pembalap merasa semakin nyaman di atas motor Desmosedici, mengingat proses pemulihan cedera Marquez masih terus berjalan. “Dia adalah seorang juara sejati, dan dia mampu melakukan balapan serta akhir pekan yang luar biasa seperti yang dia tunjukkan di sini.”

    Kemenangan luar biasa Marquez di Hungaria ini menjadi kemenangan ketiga bagi kubu Ducati sepanjang musim 2026, di mana paruh pertama musim ini justru cenderung didominasi oleh ketangguhan motor Aprilia.

    Menatap dua seri ke depan di Sirkuit Brno (Ceko) dan Assen (Belanda), Tardozzi memprediksi Aprilia masih akan memegang keunggulan trek. Namun, ia tetap optimis dengan potensi motor utama mereka.

    “Kami sangat yakin bahwa kami selalu memiliki motor yang kompetitif sejak awal tahun. Namun, kita juga harus mengakui bahwa rival kami yang memimpin klasemen saat ini melakukan pekerjaan yang fantastis. Saat ini level kami setara, dan di beberapa sirkuit berikutnya mungkin mereka yang diuntungkan, sementara di sirkuit lain giliran kami yang akan unggul,” jelasnya.

    Last…Berkat tambahan 25 poin penuh dari bumi Hungaria, Marc Marquez sukses memangkas jarak poin secara signifikan di papan klasemen. Datang ke Balaton Park dengan ketertinggalan 102 poin, kini pembalap nomor 93 tersebut berhasil memotong defisit menjadi 72 poin dari sang pemuncak klasemen sementara yang menunggangi Aprilia, Marco Bezzecchi. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa sang juara bertahan menolak untuk dicoret dari perburuan gelar juara dunia 2026…(iwb)

  • AHM kerahkan puluhan Motor di PRJ 2026….Vario 160 jadi Pusat perhatian !!

    AHM kerahkan puluhan Motor di PRJ 2026….Vario 160 jadi Pusat perhatian !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….PT Astra Honda Motor (AHM) dipastikan tampil agresif pada gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Mengambil lokasi strategis di Hall A & D, Booth Nomor 35, pabrikan berlambang sayap mengepak ini kerahkan puluhan Motor di PRJ 2026. Dan dilalah cak dilokasi ternyata Vario 160 masih jadi pusat perhatian cak !!

    Akhirnya Pekan Raya Jakarta di buka. AHM seperti biasa hadir disana dengan posisi strategis yakni Hall A & D, Booth Nomor 35. Mereka membagi area pameran ke dalam 10 zona display untuk mengakomodasi berbagai preferensi buat sampeyan. Dan ada puluhan motor dipamerkan oleh merekaBerikut adalah pemetaan zona pameran Honda di JFK 2026:

    • Area Fashion: Menampilkan lini skutik retro modern, antara lain Stylo160, Scoopy, dan Genio.

    • Area Speedy Lifestyle: Diisi oleh varian skutik perkotaan yang responsif, Vario125 dan Vario160.

    • Area Big Scooter: Menampilkan jajaran skutik premium bertubuh bongsor, ADV160 dan PCX160.

    • Area Urban: Menjadi rumah bagi BeAT Series, GTR150, CB150R Streetfire, CB650R, serta lini produk terbaru CMX500.

    • Area Racing: Merepresentasikan DNA balap Honda melalui klan sport fairing, mulai dari CBR150R, CBR250RR, hingga flagship CBR1000RR.

    • Area EV (Electric Vehicle): Menunjukkan komitmen elektrifikasi AHM dengan memajang Honda ICON e: dan CUV e:.

    • Area Lifestyle: Didedikasikan khusus untuk skutik premium Honda Forza.

    • Area Xplorer: Zona bagi para petualang yang diisi oleh CB150X, CRF Series (CRF150L, CRF250L, CRF250Rally), dan moge adventure XL750.

    • Area Modif Corner: Menyajikan inspirasi modifikasi estetis melalui unit display modifikasi Stylo160.

    • Apparel & HGP Display: Menyediakan ragam produk fashion resmi Honda, pelumas, serta suku cadang asli (Honda Genuine Parts).

    Daya tarik utama booth Honda pada JFK 2026 tertuju pada diperkenalkannya produk terbaru, New Honda CMX500 Rebel cak. Mengusung jargon “Express Yourself”, motor besar bergenre cruiser ini mendapatkan penyegaran estetika untuk memperkuat karakternya di pasar moge tanah air. Memang New CMX500 tetap mempertahankan konsep desain low-rider yang berkarakter kuat. Struktur rangka tubular Rebel 500 dirancang secara presisi guna menghasilkan dimensi yang ramping, terutama pada area kaki pengendara demi menunjang aspek kenyamanan.

    Di atas kertas, motor ini memiliki panjang trail 110mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 1.490mm. Konfigurasi tersebut menghasilkan ketinggian jok yang sangat ergonomis, yakni 690mm. Dikombinasikan dengan posisi pijakan kaki tengah (mid-mount footpegs), New CMX500 menawarkan keseimbangan kemudi yang optimal bagi pengendaranya. Untuk pasar domestik, PT AHM memasarkan New Honda CMX500 Rebel dengan harga Rp 209.352.000,- (On The Road Jakarta). Konsumen diberikan dua pilihan warna eksklusif, yaitu:

    • Matte Gunpowder Black Metallic

    • Matte Dim Gray Metallic (Varian warna baru)

    Spesifikasi Teknis dan Fitur Keamanan

    Sektor dapur pacu New Honda CMX500 Rebel mengandalkan mesin berkapasitas 471,03 cc, 4-stroke, DOHC, Parallel Twin Cylinder yang diklaim mampu menyemburkan tenaga optimal di setiap rentang putaran mesin. Mesin ini mengadopsi ukuran bore x stroke 67mm x 66,8mm dengan rasio kompresi 10,7:1, serta didukung kapasitas bak oli sebesar 2,5 liter. Transmisi manual 6-percepatannya juga dikembangkan secara spesifik agar perpindahan gigi terasa halus, sangat ideal untuk operasional di area perkotaan yang padat.

    Dari segi fungsionalitas dan keselamatan berkendara, model ini telah dilengkapi dengan teknologi Assist/Slipper Clutch. Kehadiran fitur ini berfungsi nyata untuk memperingan pengoperasian tuas kopling serta mereduksi potensi selip pada roda belakang akibat efek engine brake saat melakukan penurunan gigi (downshift) secara ekstrem.

    Last…yang menarik dari pantauan IWB ternyata Vario 160 masih jadi pusat perhatian tanda banyak yang nggak tahu gen baru akan segera meluncur. So…Bagi sampeyan yang ingin melihat langsung jajaran produk terbaru serta inovasi teknologi dari Honda, pameran ini dapat dikunjungi di kawasan JIExpo Kemayoran sepanjang periode pelaksanaan JFK 2026. Gazz cakkkk !! (iwb)

  • Breaking !! Yamaha Rilis MX King 150 Pramac Racing Motogp….hanya 2000 unit !!!

    Breaking !! Yamaha Rilis MX King 150 Pramac Racing Motogp….hanya 2000 unit !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggelar launching MX King 150 Prima Pramac livery di event Jakarta Fair Kemayoran, 11 Juni 2026. Edisi spesial itu menjadi pilihan teranyar yang memenuhi passion pecinta racing di Tanah Air. Karakter istimewa MX King 150 sebagai Raja Jalanan “King of Street” makin memperkuat keunggulan produk ini untuk meningkatkan pengalaman berkendara bagi konsumen. Diluncurkannya MX King 150 Prima Pramac livery salah satunya karena popularitas Toprak Razgatlıoğlu yang mendapatkan atensi tinggi dari para fans di Indonesia. Rider asal Turki tim Prima Pramac Yamaha MotoGP itu kian menjadi magnet perhatian setelah mengunjungi Jakarta awal tahun 2026…!!

    Identitas MX King 150 yang memiliki Racing DNA juga sangat sesuai buat biker penyuka kecepatan dengan sentuhan racy style. Ditambah dengan keinginan tampil beda penuh kebanggaan di jalanan, tepat memilih MX King 150 Prima Pramac livery sebagai partner bermobilitas paling ganteng dan paling kenceng.

    ”Di tahun 2026 ini MX King 150 hadir sebagai produk spesial dengan penyematan beberapa livery khusus. Pada awal tahun kami memperkenalkan MX King 150 Special Livery Yamaha 70th Anniversary sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-70 Yamaha. Lalu yang terbaru adalah edisi terbatas MX King 150 Prima Pramac livery diperkenalkan untuk memuaskan kebutuhan penikmat balap dan penggemar bebek sport Yamaha. Kami memang kerap merilis motor-motor unggulan livery Yamaha MotoGP untuk memanjakan konsumen. Kali ini diaplikasikan pada MX King 150 yang kualitasnya telah terbukti andal dari segi performa dan style. Hingga kini menjadi favorit pengendara yang tetap mengenalnya sebagai Raja Bebek yang melegenda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

    Yamaha memasarkan MX King 150 Prima Pramac livery seharga Rp 29.900.000 rekomendasi on the road Jakarta. Line up MX King 150 kini semakin bervariasi setelah sebelumnya telah diisi dengan kehadiran produk bernilai sejarah Special Livery Yamaha 70th Anniversary yang dipasarkan dengan harga Rp 29.200.000 rekomendasi on the road Jakarta. Selain itu, juga tersedia MX King 150 dengan tiga warna yaitu Blue, Silver, Cyber City yang masing-masing seharga Rp 29.000.000 rekomendasi on the road Jakarta.

    MX King 150

    King of Style

    Yamaha MX King 150 tampil dengan tiga lampu (terdiri dari 2 low beam dan 1 high beam) dengan bentuk yang tajam dan sudah mengadopsi teknologi LED sehingga membuat sistem pencahayaan bagian depan motor menjadi lebih terang, efisien dan tahan lama. Motor bebek sport ini juga telah dilengkapi dengan fitur hazard lamp yang berfungsi sebagai tanda ketika pengendara mengalami kondisi darurat.

    King of Agility

    Semakin lincah dengan Light Frame Design serta pijakan kaki pengendara yang dapat dilipat sehingga efektif dalam meningkatkan kelincahan dan kenyamanan saat sedang bermanuver. Posisi berkendara motor juga semakin sporty berkat kehadiran suspensi mono shock yang terdapat pada bagian belakang motor. Perpaduan ban tubeless lebar (F: 90/80-17 dan R: 120/70-17) dengan velg berukuran 17-inch yang terdapat pada bagian kaki-kaki motor, tidak hanya menciptakan rasa berkendara yang lebih stabil tetapi turut membuat tampilan motor menjadi terlihat gagah. Juga telah dilengkapi dengan double disc brake sehingga mampu meningkatkan sistem pengereman menjadi semakin optimal.

    King of Technology

    Menggunakan digital speedometer yang memiliki desain futuristik dan bersifat informatif dalam menyajikan beragam informasi terkait sepeda motor kepada sang pengendara.

    King of Performance

    Mengusung mesin 150cc fuel injection, 4 valve, dengan 5 percepatan yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 11.3 kW/8500 rpm dan torsi 13.8 Nm/7000 rpm. Selain itu, mesin yang mengadopsi teknologi balap tersebut telah dilengkapi dengan liquid cooled (berpendingin cairan) yang mampu menjaga suhu mesin tetap stabil serta Forged Piston & DiASil Cylinder yang membuat mesin motor menjadi tiga kali lebih awet, kuat dan ringan…(YIMM PR edite iwb)

  • PRJ 2026 : Bersiaplah cak…hari ini ada 3 Motor Baru yang dirilis!! New Vario 160 Masuk..??

    PRJ 2026 : Bersiaplah cak…hari ini ada 3 Motor Baru yang dirilis!! New Vario 160 Masuk..??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali menjadi panggung panas bagi para produsen roda dua. Kalau dianalisis dari pergerakan pasar, peta persaingan tahun ini sangat menarik karena adanya pergeseran peta segmen dari pabrikan Jepang besar serta agresivitas merek baru dan motor listrik (EV) yang semakin matang. Inilah cak…analisa PRJ 2026, hari ini ada 3 Motor Baru yang dirilis!! New Vario 160 Masuk..?? (more…)

  • Motor Viral Honda Hoo Ride….ADV versi Dek Rata Yang Makin di Cari !!

    Motor Viral Honda Hoo Ride….ADV versi Dek Rata Yang Makin di Cari !!

    Iwanbanaran.com – Cak… kalau kita ngomongin motor matic adventure Honda, di kepala sampeyan pasti langsung keluar nama ADV160 atau X-ADV. Padahal seperti yang pernah IWB bahas diluar sana ada satu lagi motor matic petualang buatan Honda yang desainnya nggak kalah liar, tapi punya fungsionalitas yang jauh lebih praktis. Yup, namanya Honda “Hoo Ride” (HooRide) rilisan Wuyang Honda Tiongkok! Sebuah matic dek rata dengan desain crossover membuatnya makin di cari….

    IWB baru saja ngintip ulasan menarik hadirnya Honda Hoo Ride yang mengupas tuntas edisi ke-33 dari seri motor langka dunia. Kalau kita coba bedah ulang…Wuyang Honda secara resmi mengklaim kalau garis desain Hoo Ride ini berkiblat pada sang kakak legendaris, Honda CRF1100L Africa Twin. Tengok saja area depan yang dibekali lampu LED ganda berdesain kotak melancip yang kokoh banget. Konon pancaran lampunya tembus 75.000 cd dengan sudut 80 derajat. Padang jingglang pastinya kalau buat turing malam hari, Cak!

    Tapi uniknya, alih-alih mirip Africa Twin, media Jepang justru bergurau kalau wajah depan motor ini sekilas malah mirip robot ayam yang tangguh tapi menggemaskan. Kreatif bener ya Cak, hehehe. Untuk mendukung aura petualang, windshield-nya juga bisa disetel naik-turun dalam dua pilihan ketinggian (1180mm dan 1205mm). Yang bikin ADV minder adalah fiturnya cak….

    Yup…Untuk ukuran matic kelas 125cc, fiturnya bener-bener melimpah ruah dan kelewat mewah. Tiongkok sepertinya sudah selangkah di depan kalau urusan gadget di motor. Coba sampeyan intip daftarnya:

    • Panel Speedometer TFT 5 Inci: Layar full warna multifungsi yang bahkan bisa menampilkan ramalan cuaca! Di bawahnya langsung disediakan accessory bar bawaan pabrik buat pasang holder HP.

    • Konektivitas Wi LINK & NFC: Selain pakai Smart Key alias keyless, sampeyan bisa menyalakan motor ini pakai kartu NFC atau lewat aplikasi di smartphone.

    • Tombol Khusus Kamera DJI: Ini yang paling gila, Cak! Di saklar kemudi varian tertinggi, ada tombol khusus yang terintegrasi langsung dengan action cam DJI (kompatibel untuk Osmo Action 4, 5 Pro, dan 6). Jadi kalau pas turing nemu pemandangan apik, tinggal pencet satu tombol di stang, kamera langsung jepret atau rekam!

    • Dual Port USB: Di laci kiri sudah tertanam dua colokan sekaligus, yaitu USB-A dan USB-C. Kurang ramah apa coba buat kaum gadget-freak?

    • Fitur Keamanan Maksimal: Remnya sudah ABS 2-channel, ada Traction Control (HSTC), plus bonus TPMS (Tyre Pressure Monitoring System) buat memantau tekanan ban langsung dari layar panel indikasinya. Gendeng!

    Berbeda dengan ADV160 yang punya dek tengah menonjol karena tangki bensin, Honda Hoo Ride ini menganut paham lantai dek rata (flat deck) berukuran 276mm x 450mm. Keuntungan dek rata ini jelas buat harian praktis banget, bisa buat naruh galon atau tas belanjaan, plus ada gantungan barangnya juga.

    Lho, terus tangki bensinnya di mana Cak? Nah, tangki bensin diletakkan di bawah lantai dek bawah. Efeknya luar biasa, pusat gravitasi jadi lebih rendah (motor makin stabil) dan ruang bagasi di bawah jok jadi luas banget sampai muat dua helm jet (tergantung ukuran)! Joknya sendiri ramah lingkungan buat postur Asia karena tingginya cuma 760 mm, empuk dan tebal pula.

    Urusan performa, sampeyan nggak usah ragu. Jantung mekanis Honda Hoo Ride ini mengandalkan mesin eSP+ 124,7cc, 4-katup, SOHC, berpendingin cairan. Yup, ini adalah basis mesin yang sama persis dengan yang dipakai Honda PCX 125 atau Honda Lead 125 di pasar global.

    Mesin ini terkenal halus, bertenaga, dan super irit. Klaim resminya, motor ini cuma butuh 2,2 liter bensin untuk menempuh jarak 100 km. Ediann irit tenan. Ditambah kapasitas tangki yang mumpuni, jarak jelajahnya diklaim tembus hingga 380 km sekali full tank. Siap diajak ridding antar kota tanpa sering mampir SPBU, Cak! Kaki-kakinya pun kekar, menggunakan ban dual-purpose lansiran YOSUN dan dual shockbreaker belakang yang bisa disetel preload-nya.

    Di Tiongkok, Wuyang Honda menawarkan Hoo Ride dalam tiga varian: Standard, High-End (punya grafis off-road, velg warna emas yang keren, dan koneksi kamera DJI), serta High-End Box Edition (sudah dilengkapi top box belakang yang tersambung dengan sistem smart key). Harganya berkisar antara 12.980 Yuan hingga 14.680 Yuan (kalau dirupiahkan sekitar Rp29 jutaan sampai Rp33 jutaan, atau sekitar 305.000 hingga 345.000 Yen di Jepang).

    Last…melihat spesifikasi dan fiturnya, Honda Hoo Ride 125 ini bener-bener matic paket lengkap yang sangat menggoda. Bayangin saja, sampeyan dapet ketangguhan matic adventure, kepraktisan dek rata khas matic komuter, mesin badak eSP+ turunan PCX, ditambah fitur masa kini yang komplitnya minta ampun. Nggak heran kalau jurnalis Jepang sampai merengek ke Honda pusat agar motor ini juga dijual resmi di negeri Sakura. Ya…betul cak, motor ini makin di cari walau hingga sekarang masih belum pasti apakah akan masuk ke Jepang. Pertanyaannya, kalau seumpama Astra Honda Motor (AHM) boyong motor ini ke Indonesia buat mendampingi ADV160 di kelas 125cc, kira-kira bakal laris manis tanjung kimpul nggak Cak? Mengingat orang kita demen banget sama motor dek rata yang tampangnya sangar. Tulis pendapat sampeyan di kolom komentar ya! Gazzzz… (Iwb)

    Spesifikasi Honda Hoo Ride

    Panjang total x lebar x tinggi 1905×706×1215 mm
    jarak roda 1315 mm
    jarak bebas tanah 136 mm
    Tinggi dudukan 760 mm
    Berat kendaraan 125 kg
    Jenis mesin Mesin satu silinder 4-tak SOHC 4-katup berpendingin air
    Perpindahan total 124,7cc
    Diameter x Langkah Piston 53,5 x 55,5 mm
    Rasio kompresi 11.5
    Output maksimum 8,2kW (11,2PS) / 8250rpm
    Torsi Maksimum 11,7 Nm (1,19 kgf・m)/5250 rpm
    Kapasitas tangki bahan bakar 8,2 liter
    Jenis transmisi Sabuk V dengan kecepatan variabel kontinu
    Jenis rem (depan/belakang) Satu cakram, satu cakram
    Ukuran ban (depan dan belakang) 100/80-17・130/70-17
    Efisiensi bahan bakar (mode WMTC) 47,17 km/L
    Kapasitas penumpang 2 orang
    Negara asal Cina
  • Terbongkar Kenapa Veda sulit di Hongaria…” Aku kehabisan Ban…” !!

    Terbongkar Kenapa Veda sulit di Hongaria…” Aku kehabisan Ban…” !!

    Iwanbanaran.com – Cak… seri kedelapan Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, akhir pekan kemarin (7/6/2026) bener-bener jadi ujian berat buat pembalap muda kebanggaan tanah air, Veda Ega Pratama. Sempat bikin kita optimis lewat performa apiknya di awal sesi latihan, rider besutan Honda Team Asia ini harus legawa finis di posisi ke-16 dan gagal membawa pulang poin berharga. Selepas balapan, Veda secara blak-blakan membongkar semua rintangan yang bikin dia kerepotan menjinakkan sirkuit baru sepanjang 4,08 kilometer tersebut. Nah, berikut rangkuman analisis dari IWB, monggo disimak Cak!

    Balaton Park ini adalah sirkuit gres yang baru pertama kali dicicipi oleh Veda. Selain belum hafal betul lekuk-lekuknya, kondisi aspal ternyata kurang bersahabat. Layout sirkuit yang punya 17 tikungan dengan kombinasi chicane (tikungan zigzag) rapat bener-bener menguras fisik. IWB mencatat, petaka sebenarnya berawal pada hari Sabtu pagi. Veda sempat mengalami lowside crash di Tikungan 3 yang membuat motornya lumayan babak belur. Proses perbaikan di paddock memakan waktu lama, sehingga Veda kehilangan sisa waktu berharga di sesi tersebut.

    Dampaknya fatal banget, Cak. Tim mekanik jadi kehilangan momen krusial untuk melakukan race simulation (simulasi balapan). Alhasil, mereka kekurangan data penting mengenai ketahanan ban dan setelan final motor untuk hari Minggu. Gara-gara nggak punya data simulasi balap, tim terpaksa meraba-raba setelan motor. Sialnya lagi, saat race day, cuaca di sirkuit mendadak berubah jadi jauh lebih panas. Kombinasi setelan yang kurang matang dan suhu aspal yang menyengat langsung bikin sektor pengereman motor Honda NSF250RW milik Veda terasa kedodoran sejak lap-lap awal…

    Padahal kalau sampeyan intip jalannya start, performa Veda bener-bener gila. Start dari posisi ke-9, dia langsung melesat merangsek ke barisan depan di posisi ke-6. Sayang seribu sayang, momentum emas itu langsung buyar setelah ia harus menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) di Lap ke-3 akibat insiden di sesi sebelumnya. Menjalani LLP di sirkuit sempit seperti Balaton Park otomatis melempar posisinya ke urutan 17 dan tertinggal jauh dari rombongan depan. Saat mencoba push habis-habisan untuk mengejar ketertinggalan, Veda malah terlibat duel sengit dengan pembalap papan bawah yang justru bikin bannya makin tersiksa.

    “Pas balapan, kesulitannya ya mungkin karena pertama kali juga saya balap di situ. Terus, sirkuitnya memang sulit karena banyak chicane dan juga grip-nya tidak terlalu bagus. Akhirnya tidak ada setelan yang siap untuk race, karena memang belum sempat simulasi race. Terus saat balapan kondisi lebih panas dan saya kesulitan saat mengerem. Setelah long lap saya tertinggal ke belakang, terus saya juga sempat bertarung dengan rider di belakang dan sempat naik posisinya. Sayang saya kehabisan grip ban dan ya susah,” keluh Veda.

    Balapan itu sendiri akhirnya harus dihentikan lebih awal (Red Flag) di lap terakhir menyusul crash horor yang melibatkan beberapa pembalap. Berdasarkan regulasi, hitungan finis diambil dari lap sebelumnya, dan Veda dinyatakan finis di posisi ke-16. Akibat pulang dengan tangan hampa dari Hungaria, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 terpaksa melorot dari peringkat 3 ke peringkat 6 dengan raihan 71 poin. Yang bikin makin nyesek, takhta puncak klasemen Rookie of the Year yang sempat dipegang Veda kini direbut oleh rival terdekatnya, Brian Uriarte (72 poin), dengan selisih tipis cuma 1 angka!

    Last…. balapan di Balaton Park kemarin bener-bener jadi learning curve alias pelajaran yang mahal banget buat seorang rookie seperti Veda Ega Pratama. Secara speed, bocah kita ini sejatinya punya potensi luar biasa dan mampu jabanin pembalap Eropa di barisan depan. Hanya saja, manajemen weekend balap dan adaptasi cepat saat ada kendala darurat memang masih perlu dipoles lagi. Tapi Perjalanan musim 2026 masih panjang, masih banyak sirkuit klasik seperti Brno di Ceko (19-21 Juni) yang menanti di depan mata. Kita doakan semoga Veda dan Honda Team Asia bisa segera bangkit. Semangat Veda, Gazzz !! (iwb)