Iwanbanaran.com – Cakkk…kejutan datang dari India yang dipastikan akan merilis New YZF-R2. Jadi kini bukan sekedar isu namun fix udah pasti. Yamaha India secara resmi mulai membuka keran pemesanan (pre-booking) untuk sepeda motor sport fairing terbaru dari klan R-Series. Konsumen yang berminat dapat melakukan pemesanan awal melalui situs resmi Yamaha India dengan biaya tanda jadi sebesar 10.000 Rupee (sekitar Rp1,8 jutaan). Meski Yamaha belum secara gamblang menyebutkan nama modelnya, kampanye teaser terbaru bertagline “We R On Our Way” dengan tagar #RInstinct menguatkan spekulasi bahwa motor yang akan meluncur pada 27 Agustus 2026 ini adalah Yamaha YZF-R2. Dan saat IWB intip mesinnya…woww powernya gilaaa cakkk !!
IWB menemukan detail menarik pada desain teaser yang diunggah Yamaha. Sisi kanan pada logo ikonik “R” sengaja dibentuk memanjang hingga menyerupai angka “2”. Langkah ini dinilai sebagai petunjuk terselubung mengenai nama “R2”, menyusul pendaftaran hak paten nama Yamaha R2 yang sebelumnya telah terdaftar di India serta sejumlah pasar internasional seperti Australia, Selandia Baru, Eropa, dan Filipina.
| Detail Pemesanan & Peluncuran | Keterangan |
| Tanggal Peluncuran | 27 Agustus 2026 |
| Biaya Pemesanan (Uang Muka) | 10.000 Rupee (Refundable / Dapat dikembalikan) |
| Sistem Pengiriman | Prioritas bagi konsumen pre-booking |
| Estimasi Harga (India) | 2,00 Lakh – 2,50 Lakh Rupee (sekitar Rp37 juta – Rp46 jutaan) |
Diplot dengan kode internal 070, Yamaha R2 diproyeksikan untuk mengisi celah performa dan harga antara YZF-R15 dan YZF-R3. Berbeda dengan R3 yang diimpor secara CBU, R2 kabarnya dirakit secara lokal di pabrik Yamaha Chennai, India, guna menjaga efisiensi harga agar tetap kompetitif cak. Secara teknis, R2 diperkirakan akan mengusung sasis Deltabox dan suspensi upside-down (USD) yang diturunkan dari R15 V4, namun dibekali dapur pacu berkapasitas lebih besar:
-
Mesin: ~200 cc, 1-silinder, berpendingin cairan.
-
Estimasi Performa: Tenaga maksimum sekitar 25 PS dan torsi 20 Nm.
-
Fitur Unggulan: Teknologi Variable Valve Actuation (VVA), Quick Shifter, Assist & Slipper Clutch, Traction Control System (TCS), panel instrumen digital TFT warna, serta konektivitas ponsel Y-Connect.
Last…Kehadiran Yamaha R2 akan menjadi penantang serius di kelas motor sport fairing entry-to-mid level. Di pasar India dan global, R2 siap berhadapan langsung dengan rival sekelas seperti KTM RC 200, Hero Karizma XMR 210, dan Bajaj Pulsar RS200. Informasi resmi mengenai rincian spesifikasi, varian, dan harga pasti baru akan diumumkan secara lengkap pada acara peluncuran resminya akhir Agustus mendatang. So….apakah mesin 20occ VVA ini akan masuk Tanah air ?? pesimis sih cak tapi nggak ada salahnya kita pantau terus perkembangannya nanti. Seruuu kiiii….(iwb)











Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar skutik bongsor (maxi-scooter) kelas 150–160 cc di kawasan Asia Tenggara dipastikan semakin panas. Menyusul peluncuran perdananya di Filipina sebagai negara pertama di ASEAN, Suzuki Burgman 15 kini menjadi sorotan utama di Thailand dan diprediksi kuat akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Motor Expo mendatang. Kehadiran Burgman 15 dirancang untuk mengisi celah strategis di antara Burgman Street 125 EX dan Burgman 400. Berbeda dari para pesaingnya yang cenderung menonjolkan gaya sporty, Suzuki mengusung konsep “Intelligent Luxury”—menghadirkan kombinasi desain elegan, kenyamanan berkendara jarak jauh, serta kelengkapan fitur keselamatan modern. Pertanyaannya..Indonesia kapan ??
Di sektor dapur pacu, skutik ini dibekali mesin 149 cc, monosilinder, SOHC 2-katup berpendingin cairan. Mesin ini sanggup menyemburkan tenaga maksimal hingga 14,4 PS (10,6 kW) pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Karakter penyaluran tenaganya dirancang halus dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi, yakni mencapai 43,6 km/liter (standar WMTC). Ditambah kapasitas tangki bahan bakar yang tergolong besar di kelasnya (8 liter), Burgman 15 mampu menempuh jarak jauh tanpa perlu sering mampir ke SPBU.





Honda tidak main-main dalam menyematkan teknologi pada CB300F Twister. Panel instrumen digitalnya sudah mengusung teknologi Optical Bonding—metode perekat khusus antara kaca dan layar LCD yang menghilangkan celah udara, sehingga indikator tetap terlihat jelas tanpa pantulan bayangan meski di bawah terik matahari.













Karya dari tanah Makassar ini menyuguhkan konsep rally yang terkesan simpel namun super rapi. Kombinasi warna blok merah dan putih tampak kontras, dipermanis stripping oranye tipis di bodi samping serta depan. Penambahan grafis angka “5” ber-font balap makin mempertegas auranya. Area kaki-kaki belakang makin padat berkat velg wheeldop dan knalpot kustom berbahan stainless. Proper tenan!
Garapan bro Christian Bobby Chandra (@tian_b.c) asal Surabaya ini mengusung nuansa metal yang kental. Bodi didominasi warna hitam dengan grafis white flame (api putih) di bodi samping bawah. Bagian depan makin ciamik dengan cover lampu berdesain checkerboard hitam-putih. Aksen krom pada velg, suspensi depan, hingga knalpot metal-putih sukses bikin aura rockstars-nya makin pekat!







Nggak cuma itu, speedometer kini sudah mendukung konektivitas smartphone via aplikasi Y-Connect (Yamaha Motor Connectivity) melalui unit kawalan Simple Communication Control Unit (SCCU). Desain fairing depan juga dibuat lebih runcing dan padat untuk aerodinamika yang lebih ciamik, lengkap dengan headlamp LED baru yang lebih terang. Yahhh pokoknya secara fitur dan desain sama blok ketiplek dengan Vietnam…
• Varian Standar (Kouka Grey, Raijin Green, Yoru Black) : RM 10,888 (Sekitar Rp 39 Jutaan)
• Varian Limited GP Edition (Pramac Racing Replica) : RM 13,388 (Sekitar Rp 48 Jutaan)
















Iwanbanaran.com – Cakkk….Pecco Bagnaia di MotoGP Silverstone 2026 ini dibuat hopeless alias frustrasi berat. Setelah Sabtu kemarin kepayahan setengah mati di balapan Sprint, puncaknya di race hari Minggu (9/8) doi malah crash misterius alias DNF! Pecco sampai blak-blakan ngaku timnya udah “lost” alias bingung mau ngapain lagi buat nyari grip Desmosedici miliknya. “Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya..
• Start Grid : P16 (Hasil kualifikasi terburuk musim 2026)