Author: Iwanbanaran

  • Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan di Sirkuit Assen yang sejatinya berjalan dominan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia harus ternoda oleh keputusan Steward. Pasca-balapan Sprint GP Belanda, sang juara bertahan Ducati itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah dijatuhi penalti pasca-balapan yang merenggut posisi finisnya di zona poin. Bagnaia pun secara terbuka melayangkan kritik dan meminta pihak otoritas MotoGP untuk meninjau ulang regulasi penalti yang dinilainya kurang adil..!!

    Bagnaia sejatinya melintasi garis finis di posisi kelima setelah pertarungan sengit di sirkuit klasik tersebut. Namun, kegembiraannya sirna seketika setelah Steward menyatakan dirinya melanggar batas trek (track limits) di lap terakhir, yang berujung pada penalti waktu 3 detik. Alhasil, posisinya merosot tajam ke peringkat kedelapan, memberikan keuntungan bagi pembalap di belakangnya, termasuk Marc Marquez yang naik ke posisi keenam.

    Pemicu penalti ini terjadi di chicane terakhir Assen—sebuah sektor krusial yang terkenal sering memicu kontroversi. Menurut sensor, ban motor Bagnaia sedikit menyentuh area hijau (zona terlarang) saat ia berusaha mempertahankan posisi dari tekanan pembalap di belakangnya. Bagnaia tidak membantah bahwa motornya mungkin sedikit melebar, namun ia mempertanyakan esensi dari penalti tersebut jika tidak ada keuntungan waktu (gain) yang ia dapatkan….

    “Saya menerima keputusan itu karena aturan adalah aturan, tetapi kita harus menggunakan akal sehat. Saya tidak menyalip siapa pun, saya tidak mendapatkan keuntungan waktu, dan saya justru kehilangan momentum di akselerasi berikutnya. Menjatuhkan penalti yang merusak seluruh hasil kerja keras akhir pekan hanya karena masalah beberapa milimeter di lap terakhir adalah hal yang berlebihan. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana aturan ini diterapkan, terutama di lap terakhir ketika semua pembalap berkendara di batas maksimal absolut. Hari Minggu adalah cerita yang berbeda. Kami memiliki kecepatan untuk menang, tetapi kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun, dan kami harus berdoa agar tidak ada kejutan lain dari ruang Steward,” pungkas Pecco dengan tegas…

    Last….selain masalah track limits, akhir pekan di Assen juga diwarnai oleh kecemasan para pembalap terkait regulasi tekanan ban minimum yang semakin ketat. Bagnaia mengakui bahwa berkendara dalam kelompok (pack) di Assen membuat pengelolaan suhu dan tekanan ban depan menjadi sebuah mimpi buruk teknis. Kekecewaan di sesi Sprint ini menjadi alarm penting bagi kubu Ducati Lenovo menjelang balapan utama hari Minggu nanti cak. Kehilangan poin berharga di Sprint membuat Bagnaia harus tampil tanpa celah di balapan panjang jika ingin memangkas jarak dari Marco Bezzecchi yang masih kokoh di puncak klasemen….(iwb)

  • Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Perebutan takhta juara dunia MotoGP memang masih sangat terbuka, namun bagi Marc Marquez, sirkuit Assen akhir pekan ini adalah tentang kalkulasi risiko yang matang, bukan nekat tanpa arah. Pasca-balapan Sprint di GP Belanda, sang juara bertahan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah mengaktifkan “safe mode” (mode aman) demi mengamankan poin penting dan menghindari fatalnya area gravel sirkuit legendaris tersebut. Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marquez menyudahi Sprint Race sepanjang 13 lap di posisi ketujuh sebelum akhirnya naik satu strip ke posisi keenam menyusul penalti yang didapatkan rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Meski posisinya terdongkrak, pembalap asal Spanyol itu tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia memang sedang kesulitan menyamai level kecepatan barisan depan di sirkuit cepat nan mengalir ini. Sejak sesi latihan hari Jumat, Marquez sudah mengisyaratkan ketidaknyamanannya dengan karakter tata letak Assen yang menuntut feeling front-end luar biasa di tikungan berkecepatan tinggi. Upaya perubahan set-up motor pada Sabtu pagi pun belum membuahkan hasil instan yang masif.

    “Pagi ini kami mencoba melakukan satu langkah maju, tetapi kami kembali tertahan di area posisi ke-7 atau ke-8 bersama beberapa pembalap KTM. Saya berkendara tidak terlalu buruk, tapi saya kehilangan terlalu banyak waktu di beberapa titik spesifik. Saya merasa tidak nyaman dan tidak konsisten. Saya sudah memeriksa catatan tahun lalu dan melihat beberapa kecelakaan tahun ini. Di sini, area gravel-nya sangat menyakitkan. Ukuran kerikilnya lebih besar dari biasanya. Jadi, kamu harus benar-benar berhati-hati,” tegasnya mengenai alasan memilih pendekatan konservatif. Yup…Bagi pembalap dengan gaya agresif seperti Marquez, Assen tahun ini menyajikan sinyal peringatan keras. Rentetan kecelakaan hebat yang menimpa sang adik, Alex Marquez, serta patah tulang vertebra yang dialami Fermin Aldeguer di sesi latihan menjadi bukti nyata betapa kejamnya sirkuit ini jika pembalap memaksakan diri melampaui batas….

    Selain faktor kenyamanan berkendara, Marquez secara jantan mengakui keunggulan Aprilia yang mengunci barisan depan di kualifikasi dan tampil dominan lewat laju kencang RS-GP di tikungan-tikungan cepat Assen cak. Meski kini jaraknya melebar menjadi 42 poin di belakang pemimpin klasemen Marco Bezzecchi, pembalap bernomor start 93 itu menolak untuk merasa frustrasi. Baginya, bisa berada di rombongan pemburu gelar musim ini sudah merupakan bonus luar biasa….

    “Kami sudah tahu titik kuat Aprilia, dan di sirkuit seperti Belanda ini—serta beberapa trek lain dengan fast corners—mereka memang lebih kuat dari kami. Kami harus mengevaluasi ini dalam kalender penuh 22 seri. Tapi akhir pekan ini, Aprilia berada di level yang berbeda. Jika saya berada dalam perebutan kejuaraan, itu adalah hadiah. Saya tidak melakukan sesuatu yang berbeda, hanya saja pembalap lain melakukan kesalahan dan tentu saja saya memenangkan beberapa balapan. Tapi bagi saya pribadi, momentum berisiko tinggi itu sudah lewat. Jadi, jika hasil baik datang, itu sangat bagus, tetapi inilah realitas saya saat ini. Targetnya sama seperti hari ini: mencoba finis di posisi ke-7 atau ke-8, dan itu saja. Saya tidak sedang sengaja bermain aman demi poin, saya sudah mengerahkan 100%, tetapi saya tidak bisa berbuat lebih banyak sekarang. Di sirkuit ini, kita harus memahami batas itu. Tidak ada rasa frustrasi karena ini memang sesuai ekspektasi saya,” tutupnya. Semangat Marc !! (iwb)

  • Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!

    Perjalanan Veda di Sirkuit Assen akhir pekan ini sebenarnya tidak dimulai dengan mulus cak. Pada sesi Practice hari Jumat, pembalap asal Gunungkidul ini sempat tertahan di posisi ke-23. Begitu pula di sesi FP2 hari Sabtu siang, di mana ia menempati posisi ke-13. Akibat hasil tersebut, pembalap Honda Team Asia bernomor motor #9 ini harus rela berjuang dari sesi Kualifikasi 1 (Q1) terlebih dahulu. Peraturannya ketat: Veda wajib finis di posisi 4 besar pada Q1 jika ingin menembus Q2 dan memperebutkan posisi start terdepan. Di sinilah kelas Veda terlihat. Di bawah tekanan besar, ia berhasil tampil lepas, mencatatkan waktu impresif, dan lolos ke sesi Q2…

    Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.

    Catatan Menarik: Posisi start ke-7 ini sangat krusial bagi Veda. Berkaca pada balapan sebelumnya di Brno (GP Ceko), Veda harus menerima penalti ekstrem turun 12 grid sehingga harus start dari P20, namun ia tetap mampu melakukan comeback gila untuk finis di posisi ke-5! Kali ini, dengan posisi start yang jauh lebih ideal di baris ketiga, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium terbuka sangat lebar.

    Last….Hingga seri ke-10 ini, Veda Ega Pratama kokoh berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 82 poin. Di kategori pembalap pendatang baru, ia bertengger di posisi kedua klasemen Rookie of the Year, menempel ketat Brian Uriarte di posisi puncak (92 poin). Balapan utama Moto3 Belanda 2026 akan berlangsung sepanjang 20 lap. Dengan modal start dari baris ketiga dan ritme balap (race pace) yang dikenal sangat stabil, mari kita dukung penuh Veda Ega Pratama agar bisa kembali mengibarkan Merah Putih di podium Assen! Goooo….(iwb)

    Hasil kualifikasi Moto3 Assen

    Pos No Pembalap Tim Waktu Terbaik Gap P1
    1 28 Máximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.132
    2 66 Joel Kelso GRYD Racing 1:40.153 +0.025
    3 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.434 +0.300
    4 97 Marco Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.455 +0.324
    5 11 Adrián Cruces CIP Green Power 1:40.456 +0.326
    6 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.617 +0.485
    7 9 Veda Ega Pratama Honda Team Asia 1:40.698 +0.560
    8 83 Alvaro Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.729 +0.590
    9 94 Guido Pini Leopard Racing 1:40.731 +0.609
    10 31 Adrián Fernández Leopard Racing 1:40.761 +0.630
    11 88 Marcos Uriarte Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.781 +0.657
    12 6 Ryusei Yamanaka AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.790 +0.669
    13 18 Matteo Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.860 +0.738
    14 67 Casey O’Gorman SIC58 Squadra Corse 1:40.920 +0.791
    15 8 Eddie O’Shea GRYD Racing 1:41.080 +0.951
    16 13 Hakim Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:41.130 +1.006
    17 27 Rico Salmela Red Bull KTM Tech3 1:41.160 +1.037
    18 19 Scott Ogden CIP Green Power 1:41.650 +1.526
  • Breaking !! AHM Rilis New BeAT 2027….ediann warnanya makin Keren !!

    Breaking !! AHM Rilis New BeAT 2027….ediann warnanya makin Keren !!

    Iwanbanaran.com – Cakeeep… bener-bener nggak kasih kendor cakkk! PT Astra Honda Motor (AHM) diam-diam langsung tancap gas di pertengahan tahun ini dengan memberikan sentuhan fresh pada skutik sejuta umat mereka, New Honda BeAT series. Yup, skutik penopang market roda dua tanah air ini resmi mendapatkan baju baru alias penyegaran warna dan desain striping yang makin berani, ekspresif, dan tentu saja… makin memikat mata! Yesss….warnanya makin Keren cakkk !!

    Octavianus Dwi, selaku Marketing Director AHM menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk terus mengikuti perkembangan tren anak muda zaman now. BeAT harus tetap menjadi motor yang lincah, irit, tapi tetap punya tongkrongan yang stylish.

    Terus, apa saja ubahan detilnya di setiap tipe? Monggo intip bedahannya di bawah ini, cak!

    Gaya Baru Setiap Tipe: Dari Glossy Sampai yang Premium!

    AHM membagi racikan warna baru ini dengan sangat rapi di setiap varian. Desain stripingnya pun dirombak total agar aura racy dan dinamisnya makin keluar.

    • Tipe CBS (Entry Level yang Tetap Genit): Nah, buat tipe paling terjangkau, ada jagoan baru namanya Glossy Blue Black. Kombinasi warna biru mentereng berpadu hitam bikin karakter motor ini makin tegas. Warna baru ini bakal menemani opsi lawas yang tetap laris manis, yaitu Glossy Black dan Gradation Red Black.

    • Tipe ISS (Idling Stop System): Di tipe ini, AHM meluncurkan warna Glossy Red Blue. Perpaduan merah dan biru yang tabrakan tapi justru terlihat sangat berkarakter, pas banget buat anak muda yang ogah tampil biasa aja. Selain itu, warna Glossy Metallic Black di versi sebelumnya kini dieliminasi dan digantikan oleh Matte Black (hitam doff) yang condong ke arah premium.

    • Tipe Deluxe Smart Key (Varian Tertinggi): Buat sampeyan yang suka tampilan elegan ala skutik mahal, varian Deluxe Smart Key warna Matte Black kini dijejali emblem 3D baru beraksen silver Chrome. Mewah banget, cak! Sementara warna Matte Brown dan Matte Blue yang kalem bin elegan tetap dipertahankan.

    • New Honda BeAT Street (Si Gaul Setang Telanjang): Pecinta gaya street style juga kecipratan untung. BeAT Street kedatangan warna baru Glossy Gray (Abu-abu glossy) yang kental banget nuansa urban modern-nya. Menemani warna Matte Black dan Matte Brown yang sudah eksis duluan. Grafis stripingnya? Jelas dibikin makin rebel dan ekspresif!

    Fitur & Dapur Pacu: Tetap Juara di Kelas Lincah-Irit

    Urusan jeroan dan fitur, AHM tampaknya menganut prinsip “don’t fix if it ain’t broken”. Semua keunggulan fungsional BeAT series tetap dipertahankan utuh.

    Lampu depan sudah mengadopsi teknologi LED, dipadu dengan Combined Digital Panel Meter yang punya indikator ECO buat memandu sampeyan berkendara super irit. Untuk fitur keamanan, tipe CBS, ISS, dan Street dibekali Secure Key Shutter plus tombol pembuka jok praktis serta Anti Theft Alarm. Khusus tipe Deluxe, tentunya sudah keyless alias tinggal kantongin remot aja tanpa anak kunci.

    Urusan performa, mesin 110cc SOHC eSP dengan pengabutan bahan bakar PGM-FI andalan Honda tetap menjadi aktor utama. Di atas kertas, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 6,6 kW pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,2 Nm pada 6.000 rpm. Karakter mesin yang responsif di putaran bawah, ditambah starter halus berkat teknologi ACG Starter, plus fitur ISS yang bikin bensin makin awet.

    Daftar Harga New Honda BeAT Series (OTR Jakarta)

    Berapa mahar yang harus disiapkan untuk meminang skutik berwajah segar ini? Ini dia list resminya, cak:

    Tipe Motor Harga (On The Road Jakarta)
    New Honda BeAT Tipe CBS Rp 19.155.000
    New Honda BeAT Tipe ISS Rp 20.026.000
    New Honda BeAT Street Rp 20.026.000
    New Honda BeAT Deluxe Smart Key Rp 20.556.000
  • Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??

    Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dua puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi sebuah nama untuk bertahan, apalagi memimpin pasar sepeda motor di Indonesia. Sejak pertama kali mengaspal pada tahun 2006, Honda Vario tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan sebuah fenomena kultural yang membentuk lanskap pasar skuter matik (skutik) tanah air. Dan tahukah sampeyan..sejak 2006 dirilis, keluarga Vario Series secara total telah dipilih oleh lebih dari 18 juta konsumen di Indonesia. Menariknya lagi, khusus untuk trah bermesin besar (Vario 150 dan Vario 160), populasi di jalanan sudah menembus angka 4,5 juta unit sejak 2022. Hingga lahir Vario EVO yang diklaim memiliki top speed hanya 109km/jam ??? laah penurunan dong…

    Di tengah perayaan tonggak sejarah emas tersebut, AHM tidak ingin berpuas diri. Seperti yang sampeyan tahu….Sebagai jawaban atas loyalitas jutaan biker, mereka resmi melahirkan sang penerus takhta: New Honda Vario Evo 160. Nama “Evo” yang disematkan bukan sekadar gimik pemasaran. Diambil dari kata Evolution, nama ini mencerminkan lompatan besar yang dilakukan Honda untuk menyempurnakan skutik premium sporti andalan mereka. Jika generasi Vario 160 sebelumnya (rilisan 2022) kental dengan aura beefy dan padat, Vario Evo 160 membawa pendekatan yang jauh lebih agresif. Desain bodinya kini memadukan garis-garis tajam khas motor sport dengan jalur aliran udara (lekukan aerodinamis) baru di bagian depan dan samping. Efeknya? Motor ini terlihat lebih ramping, kencang, dan siap membelah angin. Terus piye soal mesin ??

    Pastinya wis IWB bahas cak. Namun IWB sedikit ingin ulang dimana Kelahiran Vario Evo 160 juga membawa pembaruan di sektor performa. Tetap mengandalkan mesin 160cc 4-katup eSP+ berpendingin cairan, Honda memberikan racikan internal baru untuk meminimalkan gesekan serta mapping engine yang lebih agresif. Torsi meningkat dari 13,8Nm menjadi 14Nm. Di atas kertas, angka performanya mengalami peningkatan minor namun krusial pada karakter berkendara harian:

    • Tenaga Maksimal: 11,3KW@8.500 RPM

    • Torsi Puncak: 14NM@ 6.500 RPM (ada peningkatan respons pada tarikan bawah hingga menengah).

    Berdasarkan pengujian internal dengan alat ukur performa, skutik flat deck ini mampu menuntaskan jarak 0-200 meter hanya dalam waktu 11,9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 109 km/jam. Urusan konsumsi bahan bakar tetap efisien di angka 46,7 km/liter (metode WMTC EURO 3) berkat fitur Idling Stop System (ISS). Nahh…ini IWB banyak ditanya soal top speed yang hanya 109 km/jam. Lhoo kok jadi turun cak IWB ??

    Eittt..ini cak yang ingin IWB berikan pencerahan ke sampeyan. Jadi gini cak…angka 109 km/jam bukan angka di speedometer, catet kieee cak. Namun, pabrikan mengukur angka top speed ini dari alat GPS (Global Positioning System), bukan berdasarkan putaran roda atau transmisi. Hampir tidak ada pabrikan otomotif di dunia yang membuat speedometer dengan akurasi tepat 100% sama dengan kecepatan riil GPS. Fenomena ini disebut dengan Deviasi Speedometer atau kalibrasi pabrikan. Secara rata-rata industri, deviasi atau margin “kelebihan” pada motor matik jepang berkisar antara 8% hingga 10%. Pabrikan sengaja melakukan ini bukan untuk menipu biker, melainkan demi alasan keselamatan dan regulasi hukum. Di Eropa (ECE R39) dan banyak wilayah lain, aturan hukumnya sangat ketat:

    Speedometer tidak boleh menampilkan angka yang LEBIH RENDAH dari kecepatan riil.

    Bayangin cak…jika kecepatan riil 100 km/jam, tapi panel meter menunjukkan 98 km/jam, pabrikan bisa dituntut jika pengendara terkena tilang kamera kecepatan (speed trap). Oleh karena itu, pabrikan mengambil batas aman dengan melebihkan angka di panel meter sekitar 10%…

    So…Jika kita menggunakan dasar pengujian alat (GPS) yang mencatatkan angka 109 km/jam pada Vario EVO, lalu kita hitung berapa angka yang sebenarnya muncul di layar panel meter digital Vario Evo dengan asumsi rumus deviasi standar sebesar 10%. Akan terpampang speed dispeedometer sekitar 119 km/jam hingga 120 km/jam. Jadi bukannya turun cak…namun data yang dishare Honda dalam top speed test adalah real speed GPS. So..kalau sampeyan nanya ke IWB berapa top speed speedometer ? kisaran 119 – 120 km/jam. Kira-kira demikian…nanti coba kita buktikan…

    Last…Kelahiran Vario Evo 160 adalah langkah taktis Honda untuk mengunci dominasi mereka di kelas skutik 160cc. Dengan modal reputasi 18 juta unit, AHM sangat optimistis menetapkan target penjualan Vario Evo 160 di angka 250.000 hingga 300.000 unit per tahun. Menghormati warisan 18 juta unit terdahulu bukan berarti mempertahankan formula lama, melainkan terus berevolusi mengikuti detak selera pasar. Gitu cak kira-kira…piyeee wis clear kan ? (iwb)

    Harga Vario EVO On The Road (OTR) DKI Jakarta:

    • Vario Evo 160 CBS: Rp 28.525.000

    • Vario Evo 160 CBS Nitro: Rp 28.775.000

    • Vario Evo 160 ABS: Rp 31.406.000 (Menggunakan rem cakram depan-belakang berdiameter 220 mm)

  • Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan “Cathedral of Speed”, trek ini terkenal dengan karakteristiknya yang cepat dan mengalir sebuah tantangan yang sangat dinantikan oleh pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini. Pertanyannya…gimana potensi Veda di Assen Moto3 ? ini dia cak analisanya…

    Penampilan Veda di Sirkuit Brno, Ceko, pekan lalu menjadi bukti nyata ketangguhannya. Meskipun terkena penalti turun 12 grid yang membuatnya start dari urutan ke-20, ia langsung tancap gas dan berhasil menembus posisi 11 di lap pertama cak. Bukan cuma itu, Veda juga mencatatkan rekor lap tercepat dengan waktu 2 menit 4,524 detik, yang menjadi bukti kecepatan murninya di atas motor Honda NSF250RW . Ia bahkan sempat bersaing di grup depan dan berhasil menyalip beberapa pembalap KTM, termasuk Alvaro Carpe di lap terakhir. Hasil ini membawanya finis di posisi kelima, hanya tertinggal 0,9 detik dari pemenang balapan . Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, pun memuji perjuangan Veda dan berharap ia bisa melanjutkan tren positif ini .

    Karakter Sirkuit Assen yang cepat dan mengalir membuat adaptasi menjadi kunci utama. Veda sendiri mengaku sangat antusias menghadapi tantangan ini .

    “Sekarang kami berada di Assen… Sirkuitnya terlihat sangat menarik karena cepat dan mengalir, jadi saya pikir ini akan menjadi tantangan yang bagus.” ujar Veda .

    Musim ini, Veda telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia sudah mengoleksi 82 poin dan berada di peringkat keenam klasemen, hanya terpaut 4 poin dari posisi lima besar.  Dua podium (Brasil dan Prancis) serta hasil konsisten di lima besar menjadi bukti bahwa ia bukan lagi “pendatang baru” yang mudah terkejut. Tantangan terbesar Veda di Assen tetap sama: melawan dominasi motor KTM. Di Brno, ia adalah satu-satunya pembalap Honda yang mampu bersaing dengan lima pembalap KTM di grup depan.  Meskipun motor Honda masih tertinggal dalam hal kecepatan puncak, Veda mampu mengkompensasinya dengan kemampuan late braking dan konsistensi di tikungan…

    Aspek Catatan
    Posisi Klasemen Peringkat 6 (82 poin) 
    Poin dari Posisi 5 Terpaut 4 poin dari Marco Morelli (77 poin) 
    Klasemen Rookie Peringkat 2 (di bawah Brian Uriarte) 
    Target Minimal Finis di posisi 10 besar untuk menambah poin
    Target Maksimal Podium (jika kualifikasi lancar dan start di barisan depan)

    Bagi sebagian pembalap rookie, sirkuit Eropa sering kali menyulitkan karena mereka harus menghafal racing line dari nol. Beruntung bagi Veda, TT Circuit Assen bukan trek yang asing.

    Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:

    • Race 1: Finis di posisi ke-4

    • Race 2: Finis di posisi ke-7

    Pengalaman berharga dua tahun lalu ini membuat Veda sudah memiliki pemahaman mendasar (baseline data) mengenai titik pengereman, perubahan arah, dan karakter grip sirkuit. Sirkuit Assen dijuluki sebagai “The Cathedral of Speed”. Trek sepanjang 4,54 km ini memiliki 18 tikungan (12 kanan, 6 kiri) dengan lintasan lurus terpendek (hanya 487 meter).

    • Karakter Trek (Fast and Flowing): Assen menuntut kecepatan mengalir yang konstan. Perubahan arah motor terjadi sangat cepat (khususnya di sektor akhir sebelum chicane menuju garis finis). Pembalap tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun saat transisi menikung karena taruhannya adalah kehilangan momentum kecepatan.

    • Tantangan Motor Honda NSF250RW: Salah satu tantangan terbesar Veda pekan ini adalah adaptasi gaya balap untuk memaksimalkan motor Hondanya. Motor Moto3 Honda musim ini dikenal butuh presisi tinggi saat masuk tikungan (corner entry) agar bisa mengimbangi akselerasi motor KTM yang dominan di tikungan patah. Karena Assen mengutamakan cornering speed, Veda dituntut bermain sangat halus dan presisi.

    Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini:

    1. Hindari Penalti Sanksi: Dalam beberapa seri terakhir, Veda sempat terkena pinalti karena dinilai melakukan pelanggaran saat sesi latihan atau kualifikasi (seperti berkendara terlalu lambat di jalur balap/riding slowly). Di Moto3, memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti sangat menguras fisik dan berisiko tinggi terlibat kecelakaan di lap-lap awal.

    2. Mengejar Barisan Depan saat Kualifikasi (Q2): Veda harus bisa mengamankan posisi start minimal di dua baris terdepan (posisi 1–6). Karakter Assen yang mengalir membuat rombongan depan biasanya langsung melesat dan memisahkan diri dengan cepat. Jika Veda bisa start di depan, peluangnya untuk slipstream (memanfaatkan pusaran angin pembalap di depan) demi mengamankan podium ketiga kalinya musim ini (setelah GP Brasil dan GP Prancis) akan sangat terbuka.

    Last…Jika Veda mampu menjaga kedisiplinan sejak sesi latihan bebas ($FP$) hari Jumat hingga kualifikasi hari Sabtu tanpa terkena penalti, Veda Ega Pratama sangat berpotensi finis di posisi 5 besar, bahkan kembali bertarung memperebutkan podium ke-3. Karakter sirkuit Assen yang mengalir sangat cocok dengan talenta alaminya yang agresif namun rapi dalam menjaga momentum speed. Balapan utama (Race 20 Laps) akan berlangsung hari Minggu, 28 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Mari kita kawal terus perjuangan rider masa depan Indonesia ini! Goooo Vedaaa !! (iwb)

  • Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia balap MotoGP akan memasuki era baru pada tahun 2028. Dalam konferensi pers khusus yang digelar di sirkuit Assen, Kamis (25/6/2026), MotoGP mengumumkan bahwa Yamaha akan menjadi pemasok tunggal untuk kelas Moto3 mulai musim 2028. Keputusan ini mengakhiri era persaingan antara pabrikan KTM dan Honda yang telah berlangsung sejak kelas Moto3 diperkenalkan pada 2012, menggantikan kelas 125cc 2-tak. Wowwww…ini mengejutkan cakkk !!

    Sebuah gebrakan besar resmi diumumkan dari paddock MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Mulai musim 2028, Moto3 akan meninggalkan era kompetisi terbuka antar-pabrikan dan resmi bertransformasi menjadi balapan satu merek (one-make class) dengan menunjuk Yamaha sebagai pemasok tunggal eksklusif.

    Langkah revolusioner ini menandai berakhirnya era mesin 250cc satu silinder yang telah berjalan sejak 2012 (menggantikan kelas 125cc 2-tak). Kontrak awal antara Dorna Sports dan pabrikan berlogo garpu tala ini disepakati untuk durasi enam tahun, yakni dari musim 2028 hingga 2033.

    Lompatan Performa: Berbasis Mesin Yamaha R7

    Meskipun motor prototipe aslinya baru akan diuji coba pada September atau Oktober tahun ini, bocoran spesifikasi teknis utamanya sudah resmi diungkap ke publik.

    Alih-alih mengembangkan mesin prototipe murni dari nol yang berbiaya selangit, paket motor baru Moto3 ini akan menggendong basis jantung pacu yang sudah sangat dikenal di pasar komersial cak, namun dengan rombakan ekstrem. Apa saja perbedaan dan persamaan R7 versi Moto3 ??

    • Mesin: Berbasis mesin Yamaha R7 (CP2) yang dimodifikasi secara masif (highly modified).

    • Sasis: Menggunakan sasis prototipe murni (prototype chassis).

    • Tenaga: Mampu memuntahkan daya hingga 90 horsepower.

    • Bobot: Target berat total kendaraan hanya 120 kg.

    Dengan figur performa tersebut, motor baru ini diproyeksikan memiliki catatan waktu dan performa keseluruhan yang lebih superior dibanding motor Moto3 spek kompetisi saat ini. Langkah ini juga otomatis memperkecil gap atau jarak performa antara kelas Moto3 dan Moto2 (yang saat ini bermesin tunggal Triumph 765cc). Terus apa alasannya ganti mesin R7 ??

    Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa perubahan regulasi ini didorong oleh aspek keselamatan, kesetaraan mekanis bagi para pembalap, serta efisiensi finansial.

    Jadi cak…Saat ini, persaingan ketat antara KTM (bersama grupnya seperti GasGas, Husqvarna, CFMOTO) vs Honda di kelas Moto3 kerap membuat ongkos riset membengkak. Meskipun Dorna sudah menerapkan batasan harga (price cap) pada mesin dan girboks, pabrikan sering kali rela merugi demi mengejar kemenangan demi gengsi brand.

    “Target utama kami dengan regulasi baru ini adalah memangkas biaya operasional Moto3 hingga 50 persen dari pengeluaran saat ini. Hal ini dilakukan tidak hanya dengan keterlibatan langsung dari tim-tim, tetapi juga dengan banyak masukan dari mereka. Dan kemudian memahami bahwa saat ini Moto2 dan Moto3 hadir bukan hanya sebagai satu produk balapan yang fantastis di lintasan untuk kita semua, tetapi kedua kelas ini juga berfungsi untuk mengembangkan talenta dan jalur pembinaan menuju MotoGP. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dalam lingkungan dengan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk mewujudkan hal itu adalah dengan pemasok tunggal.

    “Pengalaman membuktikan bahwa ketika ada ketegangan kompetitif antar-pabrikan dan tidak peduli seberapa besar skalanya, apakah itu pabrikan terbesar di dunia atau pabrikan sasis yang lebih kecil biayanya akan terus melonjak. Dan itulah mengapa keputusan ini sudah sangat jelas bagi kami sejak awal. Motor baru ini akan lebih cepat daripada motor yang sekarang, kita harapkan ini akan mengurai barisan rapat yang biasa terjadi akibat efek slipstream saat ini, sehingga menciptakan balapan yang lebih aman. Targetnya adalah motor baru ini akan lebih cepat daripada motor Moto3 saat ini, yang mana dalam taraf tertentu bisa dibilang menjadi kurang aman.

    “Namun saya rasa apa yang jelas adalah dinamika balapan di Moto3 saat ini, di mana efek slipstream menjadi sangat, sangat, sangat krusial. Berdasarkan studi yang telah kami lakukan, hal tersebut seharusnya bisa berkurang secara signifikan. Di MotoGP, area run-off (pembatas lintasan) bukanlah masalah utamanya, melainkan kecelakaan yang melibatkan banyak pembalap sekaligus yang sayangnya sering menjadi masalah. Langkah ini seharusnya bisa membantu mengatasi hal tersebut sampai batas tertentu. Itulah mengapa kami merasa yakin bahwa ini adalah langkah ke arah yang benar….ungkap Ezpeleta.

    Dengan motor yang sepenuhnya seragam, persaingan murni akan bertumpu pada talenta dan kemampuan adaptasi para pembalap muda di atas lintasan, sekaligus memberikan jembatan karier yang lebih linier menuju Moto2 dan MotoGP. Waah berarti Moto3 jadi terkesan Yamaha Cup race dong ??

    Logis cak pikiran tersebut. Namun Kekhawatiran bahwa kelas junior ini akan kehilangan identitas dan hanya menjadi ajang kejuaraan internal Yamaha langsung ditepis oleh Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio. Pavesio menegaskan bahwa status Yamaha sebagai pemasok tunggal tidak akan menutup pintu bagi pabrikan lain untuk tetap eksis. Skemanya akan meniru apa yang terjadi di Moto2 saat ini: meskipun mesin seragam dipasok oleh Triumph, pabrikan lain seperti KTM, Honda, atau bahkan brand kosmetik dan otomotif lainnya tetap bisa hadir sebagai sponsor utama, menyokong tim, ataupun menjalankan program pembinaan pembalap muda mereka sendiri di grid Moto3. Yahh emang sih ujung-ujungnya sami mawon hehehe. Terus apa saja yang dilakukan Yamaha untuk membuatnya berbeda dari R7 dipasaran ??

    ” Ini bukanlah motor produksi massal yang dimodifikasi (spin-off). Mesinnya memang mesin produksi massal yang akan dimodifikasi secara masif. Kami memangkas bobotnya secara besar-besaran menggunakan banyak material magnesium. Kami akan menaikkan tenaganya, dan kami akan menyematkan girboks balap murni (complete racing gearbox). Jadi, mesin adalah satu-satunya bagian produksi massal pada motor ini. Semua bagian sisanya adalah prototipe murni. Mulai dari rangka, swingarm (lengan ayun), hingga keseluruhan sasis roda (rolling chassis), semuanya ditargetkan untuk menjadi sebuah mesin balap prototipe seutuhnya. Motor ini bisa dibilang menjadi sarana pelatihan bagi para insinyur muda yang akan bekerja di Moto3 untuk berkembang, begitu juga bagi para pembalap untuk tumbuh. Ini akan menjadi langkah awal yang alami menuju Moto2 dan MotoGP, termasuk secara teknis.”…tegas Pavesio. So…selamat buat Yamaha yang terpilih dan sanggup menyokong penuh project Moto3 dengan R7 cak…kayaknya makin seru cak…(iwb)

  • Mega gallery New Vario EVO 160 2027….desainer Honda makin pintar !!

    Mega gallery New Vario EVO 160 2027….desainer Honda makin pintar !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….seperti yang sampeyan semua tahu New Honda Vario Evo 160 model 2026 telah lahir dengan embel-embel EVO. Walau Core desain sama jujur AHM sukses membuat auranya jauh lebih racy dan agresif. Disebut Evolusi, new Vario Evo ini sukses IWB jepret dari berbagai angle agar sampeyan mendapatkan gambaran. Nahh seperti apa detilnya ? intip saja Mega gallery New Vario EVO 160 2027….desainer Honda memang pintar !!

    Desain: Wajah Baru Berkonsep Double Layer, Agresif Pol!

    Selama ini desainer jago selalu dalam benak kita ki cak…Yamaha atau Kawasaki. Namun harus kita akui desainer Honda makin kesini makin pintar dalam memahami keinginan kita para biker Indonesia khususnya Asia Tenggara. Yup…kita suka model agresif dan ini bekerja dengan baik pada new facelift Vario. Kalau sampeyan melihat area muka Vario EVO, lekukan bodi depannya kini mengadopsi konsep double layer. Garis desainnya ditarik lebih tajam, memberikan efek visual tiga dimensi yang padat dan aerodinamis. Tatapan lampunya makin intimidatif cak..

    Tapi tunggu dulu. IWB coba melipir ke area kaki-kaki bawah. Nah, di sektor ini ternyata AHM masih mempertahankan sasis roda lama. Desain velg palang melengkung khas Vario 160 generasi sebelumnya serta balutan ban tubeless lebar masih setia menemani. Jadi praktis, ubahan radikal memang difokuskan pada area aesthetic bodi bagian atas. Yahh nggak masalah sih toh shape velg udah ganteng. Yang asyik revisi nggak hanya diarea muka sebab side body buritan juga sama…feel 3D lebih bertekuk membuatnya makin garang. …

    Dapur Pacu: Mesin eSP+ Racikan Baru, Torsi Makin Jengat!

    Bagaimana dengan mesinnya? Masih mengandalkan jantung mekanis 156,9 cc (dibulatkan 160cc) 4-katup eSP+ berpendingin cairan dengan kompresi padat 12:1. Tapi, jangan salah cak karena insinyur Honda memberikan sentuhan mapping baru yang membuat putaran menengahnya makin responsif.

    Di atas kertas, tenaganya kini tembus 11,3 kW (15,4 PS) pada 8.500 rpm, dan yang bikin ngiler adalah torsi puncaknya terkoreksi naik menjadi 14,0 Nm pada 6.500 rpm dari sebelumnya 13,6NM. Feelnya….Juozzz gandozzz! Tarikan makin ngacir. Jadi kombinasi overbore yang terkenal kuat pada top speed dengan torsi bawah yang makin njengat. Untuk urusan performa, klaim internal pabrikan mencatatkan angka yang cukup menjanjikan cak :

    • Akselerasi 0–200 meter: Tembus 11,9 detik saja!

    • Top Speed: Mentok di angka 109 km/jam (GPS)

    • Konsumsi BBM: Tetap efisien dan ramah kantong di kisaran 46,7 hingga 46,9 km/liter.

    Sasis: Tetap Setia dengan Rangka eSAF

    Nahhh…Ini dia pertanyaan yang paling banyak mampir ke meja redaksi IWB. “Cak, sasisnya gimana? Berubah nggak?”

    Oke, catat brosis. Untuk sektor sasis, Honda Vario Evo 160 ini dipastikan masih setia menggunakan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) tipe underbone. AHM bergeming dan tetap mempertahankan sasis ini karena bobotnya yang ringan dan fleksibel, terbukti ampuh membuat handling motor makin lincah dan nurut diajak meliuk-liuk di padatnya jalanan kota. Suspensi depan masih teleskopik, ditemani suspensi tunggal di belakang.

    Fitur: Selamat Tinggal Adaptor Lighter!

    Penyegaran juga menyasar sisi fungsionalitas harian. Yang paling IWB acungi jempol adalah hadirnya USB Type-C Charger di dalam konsol box. Nah, ini baru jos! Sampeyan nggak perlu lagi repot-repot beli colokan adaptor tambahan buat ngecas smartphone.

    Selebihnya, fitur-fitur canggih bawaan Vario 160 masih nemplok dengan sempurna:

    • Honda Smart Key System (Keyless dengan answer back & alarm).

    • Pop Up Center Hook (Gantungan barang tengah yang bisa dilipat rapi).

    • Lampu full LED di sekujur tubuh, bagasi luas berkapasitas 18 liter, serta tangki bensin 5,5 liter. Sayang seribu sayang, panel instrumen digitalnya belum mendukung konektivitas smartphone (Y-Connect atau sejenisnya).

    AHM menelurkan total 8 pilihan warna yang dibagi ke dalam 3 varian. Dan jujur, pandangan mata IWB langsung tertuju pada warna Nitro Glossy Grey Lime di varian CBS Nitro. Kombinasi abu-abu abu dengan aksen hijau stabilo (lime) ini bener-bener berani, mencolok, dan anak muda banget! Sementara untuk varian tertinggi (ABS), kini ada warna eksklusif Ultimate Matte Purple yang elegan pol. Berikut jajaran varian beserta harga On The Road (OTR) wilayah DKI Jakarta:

    Varian Pilihan Warna Harga OTR Jakarta
    Vario Evo 160 CBS Glossy Blue Lime, Glossy White Red Rp 28.525.000
    Vario Evo 160 CBS Nitro Nitro Matte Black Red, Nitro Glossy Grey Lime Rp 28.775.000
    Vario Evo 160 ABS Ultimate Matte Black, Ultimate Matte White, Ultimate Matte Red, Ultimate Matte Purple Rp 31.406.000

    Last….Dengan tampang baru yang makin galak, torsi yang lebih padat, dan varian warna yang makin segar, New Honda Vario Evo 160 jelas siap mengacaukan peta persaingan skutik 160cc tanah air. AHM sendiri pede karena Vario sejak dirilis di 2006 sudah terjual hingga 18 juta unit. Dan khusus untuk V150/160 terjual hingga 4,5 juta unit motor. Ediann njaran tenan…dodolan motor koyok dodolan permen, banyakk benerrrr. So…Vario EVO 160 ?? Piye menurut sampeyan cak, celengan wis siap bedah belum? Monggo berikan opininya di kolom komentar…gazzz !! (iwb)

    Honda Vario EVO 160 tipe CBS std

    Rp 28.525.000 otr Jakarta

    Honda Vario Evo 160 2026 CBS Nitro

    Rp 28.775.000 OTR Jakarta

    Honda Vario Evo 160 2026 ABS

    Rp 31.406.000 OTR Jakarta

  • MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Era baru MotoGP sudah mulai mengetuk pintu, dan kali ini sirkuit Brno di Ceko saksinya! Di kala sampeyan lagi asyik nyruput kopi, para pembalap utama MotoGP baru saja menyelesaikan sesi tes privat leg pertama yang super krusial. Betul cak, mereka resmi mencicipi mesin anyar 850cc berbalut ban Pirelli yang bakal menjadi regulasi wajib di musim 2027 mendatang. Dan hasilnya? Weladalah, Marc crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Sesi tes di Brno kemarin bener-bener diselimuti aura misteri. Maklum cak, tidak ada media yang boleh meliput secara langsung dan live timing resmi dari Dorna pun absen. Walhasil, para tim di pit lane terpaksa sibuk pencet stopwatch manual demi mengintip kekuatan lawan.

    Nah, dari data kasak-kusuk stopwatch tersebut, motor prototipe 850cc milik Aprilia dilaporkan sukses bertengger di posisi paling atas! Duo rider Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez (meski Raul sempat didera radang usus buntu sepanjang akhir pekan), dikabarkan berhasil mencetak waktu terbaik di kisaran 1 menit 54.0 detik.

    Jengat tenan cak, kalau dipikir-pikir, catatan waktu 1m 54.0s itu cuma terpaut sekitar 0,9 detik saja dari rekor lap tercepat saat balapan hari Minggu kemarin yang dicetak oleh Fabio Di Giannantonio (1m 53.122s) yang masih menggunakan motor 1000cc penuh perangkat aero dan ride-height device. Padahal, motor 850cc ini tenaganya dipangkas, piranti elektronik dikurangi, perangkat ride-height dilarang, plus sayap-sayap aerodinamisnya dipreteli habis-habisan. Ini membuktikan kalau ban baru dari Pirelli punya daya cengkeram yang ciamik, cak!

    Namun nasib apes justru menimpa sang mega bintang, Marc Marquez. Bersama Ducati, Marc yang turun memeras keringat untuk mengembangkan prototipe 850cc ini harus mengalami minor crash alias ndlosor ringan di tengah sesi simulasi. Untungnya, Marc dilaporkan langsung bangkit berdiri tanpa cedera apa pun dan bisa melanjutkan agenda tes. Sesi ini memang memaksa pembalap mengeksplorasi limit ban depan Pirelli yang karakternya beda total dengan Michelin, jadi kalau ada yang ndlosor ya wajar cak, jenenge ae nyari limit!

    Bukan cuma Ducati dan Aprilia yang sibuk, pabrikan lain juga totalitas. KTM menurunkan Pedro Acosta demi mendapatkan benchmark terbaik, meskipun Acosta santer digosipkan bakal pindah haluan musim depan. Pit Beirer sendiri menegaskan, “Pedro adalah pembalap tercepat kami, kami butuh feedback terbaiknya.” Sementara di kubu Yamaha, yang paling bikin heboh adalah kembalinya Toprak Razgatlioglu ke atas motor prototipe Yamaha yang sudah mengusung konfigurasi mesin V4 850cc! Toprak bangkit cak. Toprak torehkan lap time 1m 54.2 atau lebih kencang dari Acosta ??

    Pirelli sendiri dilaporkan membawa total 400 ban ke Brno dengan berbagai spek compound (3 spek ban belakang soft, 2 medium, serta varian hard untuk depan). Sayang, karena cuaca Brno yang super panas membakar aspal, ban spek wet dan intermediate sama sekali tidak tersentuh.

    Last… tes Brno ini baru awalan dari revolusi panjang MotoGP. Masih ada dua sesi tes resmi lagi bersama pembalap reguler sepanjang musim 2026 ini sebelum kita benar-benar melihat full grid motor 850cc pada tes pramusim resmi 1 Desember nanti di Valencia. Pertanyaannya, apakah Aprilia bakal konsisten memimpin peta persaingan regulasi baru ini, atau Ducati sengaja masih menyimpan kekuatan aslinya? Kita pantau terus cak! Piye menurut sampeyan? (iwb)

    Posisi Pebalap Pabrikan / Motor Catatan Waktu
    1 Marco Bezzecchi Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    2 Raul Fernandez Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    3 Fermin Aldeguer Ducati GP27 850cc 1:54,0
    4 Toprak Razgatlioglu Yamaha V4 850cc 1:54,2
    5 Pedro Acosta KTM RC16 850cc 1:54,3
    6 Marc Marquez Ducati GP27 850cc 1:54,4

  • Breaking !! Honda New Vario EVO 160 Terbaru 2027 resmi rilis…sangarrr !!

    Breaking !! Honda New Vario EVO 160 Terbaru 2027 resmi rilis…sangarrr !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….PT Astra Honda Motor (AHM) dino iki resmi nggawe geger jagad otomotif tanah air. Bertempat di Cikarang, Rabu (24 Juni 2026), pabrikan sayap mengepak secara mengejutkan resmi merilis generasi terbaru skutik andalan mereka yang diberi label New Honda Vario Evo 160! Asli cak, embel-embel nama “Evo” alias Evolution bukan hanya pemanis, melainkan tanda ada perombakan yang bikin sosoknya makin cakep. Yukkk kita bedah…

    Sampeyan intip wae mukanya, cak. Vice President PT AHM, Pak Thomas Wijaya, blak-blakan nyebut kalau nama “Evo” ini diambil dari kata Evolution, yang menggambarkan perubahan besar pada sisi desain. Dan bener wae cak! Perubahan paling mencolok dan paling bikin IWB senyum dalah area bodi bagian depan. Cocok klop tenan. Mukanya kini terlihat jauh lebih agresif, rona wajahnya makin galak, dengan garis-garis desain yang ditarik lebih tajam dan sporty. Desain lampu depan depannya iki lho cak… bener-bener gahar dan memberikan aura high performance yang kental banget!

    President Director PT AHM yang baru, Yuichi Shimizu, juga menegaskan kalau New Honda Vario Evo 160 ini diluncurkan demi memenuhi tingginya permintaan masyarakat Indonesia terhadap skutik premium yang bertenaga namun tetap fungsional. “Generasi terbaru ini kami perkenalkan dengan nama New Honda Vario Evo 160. Didukung performa tinggi serta beragam fitur dan teknologi yang melimpah,” ujare meneer Shimizu.

    Lalu piye dengan sektor dapur pacu? Nah, iki sing menarik cak. Secara basis mekanis, AHM rupanya masih sangat percaya diri dengan mesin generasi terbaru berkapasitas 160cc 4 katup eSP+ dengan pendingin cairan. Mesin yang sama dengan yang digendong PCX160 dan ADV160 ini terbukti sangat minim gesekan. Di atas kertas, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimal hingga 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi puncak yang njengat mencapai 13,8 Nm pada 7.000 rpm. Karakter mesin eSP+ 4 katup ini pancen legendaris cak, tarikan bawahnya responsif, tapi putaran atasnya ngisi terus ora ono enteke!

    Urusan fitur, New Honda Vario Evo 160 dipastikan tetep melimpah cak. Mulai dari sasis eSAF yang lincah, panel meter full digital, fitur fungsional USB Charger Type A di console box sing praktis tanpa perlu adaptor, hingga Honda Smart Key System sing aman dari incaran maling. Untuk pengereman, AHM menyediakan opsi tipe CBS dan juga tipe tertinggi yang sudah dibekali peranti keselamatan Anti-lock Braking System (ABS) plus rem cakram belakang (rear disc brake)…

    Nah, saiki piro regane? Iki sing paling ditunggu-tunggu. AHM membanderol New Honda Vario Evo 160 dengan harga yang tergolong masih sangat rasional dan kompetitif banget di kelasnya, cak.

    • Harga mulai dari Rp 28,5 Juta untuk varian termurah/standar.

    • Hingga Rp 31,4 Juta untuk varian tertinggi (OTR Jakarta).

    Pancen joss tenan langkah AHM kali ini cak. Di saat pasar skutik 150-160cc makin panas, mereka langsung menyodorkan New Vario Evo 160 dengan tampang depan yang agresifnya melompat jauh dibanding generasi sebelumnya. Piye menurut sampeyan, cak? New Honda Vario Evo 160 iki ganteng pol opo ganteng banget? Monggo berikan komentarmu di kolom komentar bawah iki, cak. New Vario Evo 160? Celengan ambrollll tenan iki rek!! (IWB)

    Screenshot