Author: Iwanbanaran

  • Kejutan….Marc Marquez Melesat di FP1 Hongaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Kejutan….Marc Marquez Melesat di FP1 Hongaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Maju ke Sirkuit Balaton Park untuk putaran ketujuh kejuaraan dunia MotoGP 2026, sirkuit yang terkenal dengan desainnya yang berliku dan teknis ini menyuguhkan aksi pembuka yang mendebarkan. Meskipun masih dalam fase pemulihan setelah operasi bahu baru-baru ini, juara bertahan Marc Marquez membuktikan statusnya sebagai pembalap yang sulit ditandingi dengan mendominasi sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Grand Prix Hongaria. Marc Marquez Terkencang di FP1 Hungaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Sebelum aksi dimulai, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) sempat merendah dan menyatakan bahwa peluangnya untuk menang akhir pekan ini cukup tipis. Hal ini mengingat ia masih membangun kembali kekuatan fisiknya setelah operasi pengangkatan sekrup dan serpihan tulang di bagian bahunya.

    Namun, pemenang GP Hongaria tahun lalu ini justru memamerkan performa yang sangat meyakinkan sepanjang sesi 45 menit tersebut. Hanya menggunakan satu set ban jenis medium dari awal hingga akhir, Marquez mencatatkan waktu tercepat 1:38.626s pada menit-menit pertengahan sesi. Kecepatan luar biasa di sektor pertama yang didominasi tikungan kiri, serta kelincahannya di area chicane sektor ketiga, membuat posisinya nyaman di tempat teratas hingga bendera finis dikibarkan.

    Di belakang Marquez, pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, terus menjaga momentum positifnya setelah kemenangan Tissot Sprint di Mugello minggu lalu. Fernandez membuat kejutan pada detik-detik terakhir dengan mencatatkan waktu 1:38.795s, hanya selisih 0.169s di belakang Marquez, sekaligus mengamankan posisi kedua.

    Pembalap muda sensasi Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, yang sempat memimpin catatan waktu pada awal sesi dengan keunggulan cukup telak, harus puas berada di tempat ketiga dengan waktu 1:38.924s. Acosta dan Marquez menjadi dua pembalap paling menonjol yang menunjukkan ritme balap (race pace) yang sangat konsisten sepanjang sesi pagi tersebut.

    Gresini Ducati yang diwakili oleh Fermin Aldeguer menyelesaikan sesi di tempat keempat, ditempel ketat oleh pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio di posisi kelima. Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, menduduki tempat keenam dengan selisih 0.615s dari waktu tercepat.

    Melengkapi daftar 10 pembalap terbaik adalah Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) di tempat ketujuh, Luca Marini yang membawa kebangkitan kecil untuk Honda HRC di tempat kedelapan, pemimpin klasemen sementara Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di tempat kesembilan, dan bintang WorldSBK Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha) yang melesat ke posisi ke-10 setelah sempat terlibat insiden kecil menabrak bagian belakang motor Ogura di awal sesi.

    Sementara itu, penantang utama gelar juara, Jorge Martin (Aprilia Racing), memulai akhir pekan dengan lambat dan harus puas berada di posisi ke-12.

    Daftar Pembalap Pengganti

    Sesi kali ini juga diwarnai beberapa perombakan pembalap akibat cedera parah pasca-Catalunya bulan lalu:

    • Cal Crutchlow kembali bertugas menggantikan Johann Zarco di LCR Honda.

    • Iker Lecuona, yang saat ini bersaing ketat di ajang WorldSBK, dipanggil oleh tim Gresini untuk menggantikan Alex Marquez yang terpaksa absen.

    Last….Sesi FP1 yang relatif bersih dari insiden besar ini menjadi modal positif untuk akhir pekan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Akankah Marquez mempertahankan kecepatannya di FP2 dan kualifikasi cak ? Atau Aprilia yang akan bangkit seperti biasa? Kita nantikan saja sesi selanjutnya…Goo Marquezz !! (iwb)

    Hasil Resmi FP1 GP Hongaria 2026 (Balaton Park):

    Pos. Pembalap Tim / Motor Waktu / Selisih
    1 Marc Marquez (ESP) Ducati Lenovo Team (GP26) 1:38.626s
    2 Raul Fernandez (ESP) Trackhouse Racing (Aprilia) +0.169s
    3 Pedro Acosta (ESP) Red Bull KTM Factory Racing +0.298s
    4 Fermin Aldeguer (ESP) Gresini Racing (Ducati) +0.472s
    5 Fabio Di Giannantonio (ITA) Pertamina Enduro VR46 (Ducati) +0.532s
    6 Francesco Bagnaia (ITA) Ducati Lenovo Team (GP26) +0.615s
    7 Ai Ogura (JPN) Trackhouse Racing (Aprilia) +0.639s
    8 Luca Marini (ITA) Honda HRC Castrol +0.726s
    9 Marco Bezzecchi (ITA) Aprilia Racing +0.742s
    10 Toprak Razgatlioglu (TUR) Prima Pramac Yamaha MotoGP +0.772s
  • Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, secara blak-blakan mengungkap kelemahan terbesar Ducati saat ini. Menurutnya, masalah tersebut sudah terlihat sejak Jorge Martin pertama kali mengendarai Aprilia pada tes Barcelona 2024. Pernyataan ini muncul setelah Pecco Bagnaia berhasil meraih podium pertama musim ini di Mugello. Dalam video Inside Ducati, Bagnaia mengakui bahwa peningkatan di bagian depan motor dicapai dengan menggeser beban ke depan. “Kami telah mengambil langkah maju… Dengan menggeser beban ke depan, kami telah meningkat.” serunya. Yup…Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Di Giannantonio, yang saat ini menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen (ketiga), menjelaskan mengapa bagian depan Desmosedici menjadi masalah kronis.

    “Ini bukan rahasia sama sekali. Saat Martin bergabung dengan Aprilia, jika Anda ingat tes di Barcelona, komentar pertamanya adalah ‘bagian depannya luar biasa’. Saya pikir itulah yang kurang dari kami saat ini.”

    Ia menjelaskan perbedaan filosofi antara Ducati dan Aprilia:

    Aspek Ducati Aprilia
    Masuk tikungan Mengandalkan ban belakang untuk berputar Sangat presisi, menggunakan ban depan
    Keluar tikungan Semua dilakukan dengan ban belakang Baru menggunakan ban belakang
    Konsekuensi Jika manajemen ban belakang gagal, pace drop drastis Lebih konsisten karena ban depan tidak cepat aus

    “Saya melakukan seluruh balapan Mugello dengan menghemat ban belakang, tapi sepuluh kali ban depan hampir close. Anda perlu mengambil banyak risiko dengan ban depan. Sementara Aprilia jauh lebih presisi. Di tahun-tahun ketika Ducati unggul dari kompetisi di banyak area, sekarang kompetisi bekerja dan dalam beberapa hal setara dengan kami. Jadi sekarang karena kami memacu motor ke batas sebenarnya, bagian depan menjadi titik kritis dan menjadi lebih terlihat. Karena kami tidak pernah banyak berubah di bagian depan, itu sudah menjadi titik lemah kecil kami. Jika Anda ingat, Pecco di Austin 2023 mengatakan motornya terlalu bagus, lalu tiba-tiba ia kehilangan bagian depan. Dia tidak pernah mengerti mengapa. Saya, Pecco, dan terkadang tahun lalu Marc juga berjuang dengan bagian depan. Marc tentu luar biasa, tapi dia akan jatuh dengan bagian depan tanpa mengetahuinya. Itu selalu menjadi motor yang super, paketnya luar biasa, tapi bagian depan selalu menjadi hal yang perlu dipikirkan.” serunya…

    Dari tujuh balapan utama musim ini, Ducati hanya memenangkan dua (Alex Marquez di Jerez, Di Giannantonio di Catalunya). Lima lainnya dimenangkan Aprilia, termasuk Mugello akhir pekan lalu.

    Di Giannantonio mengakui bahwa Aprilia saat ini memiliki keunggulan.

    “Saya tidak mengatakan kami tidak punya peluang. Tentu motor kami luar biasa dan kami bisa bertarung dengan Aprilia, tapi saat ini mereka memiliki sesuatu yang lebih dari kami. Aprilia mengerem dengan depan dan menggunakan belakang untuk keluar tikungan. Kami melakukan semuanya dengan belakang. Jadi jika, kadang-kadang, Anda tidak mengelola ban belakang, Anda bisa mengalami penurunan drastis.”

    Di Giannantonio datang ke Balaton Park (GP Hungaria) dengan tertinggal 39 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia) dan 22 poin dari Jorge Martin (Aprilia). Ia menjadi satu-satunya harapan Ducati untuk mengejar ketertinggalan di kejuaraan, mengingat Bagnaia dan Marquez masih kesulitan performa.

    Pernyataan Di Giannantonio ini adalah “alarm” bagi insinyur Ducati di Borgo Panigale. Kelemahan di bagian depan sudah menjadi rahasia umum, tetapi sekarang kompetitor (Aprilia) sudah menemukan cara mengeksploitasinya.

    Last…Jika Ducati tidak segera menemukan solusi untuk meningkatkan presisi dan feeling bagian depan, musim 2026 bisa menjadi tahun di mana dominasi mereka benar-benar runtuh. Sementara itu, Aprilia terus melesat dengan paket yang lebih seimbang. Pertanyaan besarnya: Mampukah Ducati memperbaiki masalah ini di tengah musim, atau mereka sudah fokus ke proyek 850cc untuk 2027? Kita lihat di seri Hungaria setelah ini cak….(iwb)

  • BREAKING NEWS: Hasil GP Catalunya Dibatalkan, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi…Veda Ega Melesat !!!

    BREAKING NEWS: Hasil GP Catalunya Dibatalkan, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi…Veda Ega Melesat !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….`KTM Ajo Mrongos tenan cak-cakkk. Kabar mengejutkan datang dari paddock Moto3 menjelang gelaran Grand Prix Hungaria. Panel Pengawas Balapan FIM (FIM MotoGP Stewards Panel) secara resmi menjatuhkan hukuman diskualifikasi total kepada pembalap muda Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, dari seluruh sesi Kualifikasi 2 (Q2) dan balapan utama seri CatalanGP yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya beberapa waktu lalu. Keputusan berat ini diambil setelah hasil uji laboratorium independen mengonfirmasi adanya pelanggaran teknis fatal terkait regulasi pelumas (oli) pada motor KTM milik pembalap asal Spanyol tersebut. Keputusan ini membawa berkah pada Veda karena kini posisinya melesat menjadi Rookie of The Year !! (more…)

  • Breaking !! Yamaha Pamerkan Winglet Karbon buat R25…keren !!

    Breaking !! Yamaha Pamerkan Winglet Karbon buat R25…keren !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pameran Osaka Motorcycle Show akhir pekan lalu menjadi saksi kehadiran Yamaha YZF-R3 dengan tampilan paling berani dan segar dalam beberapa tahun terakhir. Dibungkus warna Miami Mint Green yang jarang ditemui pada motor sport fairing penuh, motor ini langsung menyedot perhatian pengunjung. Namun, yang membuatnya lebih spesial bukan hanya warna catnya. Yamaha (melalui divisi aksesori Y’s Gear) juga memamerkan tiga bagian prototipe (referensi) yang kemungkinan akan dijual tergantung respons pasar salah satunya winglet…keren !!

    Jadi cak kabar terbaru datang dari Yamaha lewat new R25 gen terbaru 2026. Memang Warna hijau mint segar dengan paduan hitam doff ini sebenarnya bukanlah hal baru di kancah global. Yamaha telah memperkenalkan skema warna ini untuk pasar Amerika Utara dengan nama yang sangat khas: “Miami Mint Green / Matt Stealth Black”Namun, untuk pasar Jepang dan Asia, ini adalah penampilan perdananya. Yamaha sendiri mengindikasikan bahwa R23/R3 dengan warna ini kemungkinan akan segera tersedia di Jepang dalam waktu dekat…

    Yang paling menarik adalah tiga aksesori opsional yang dipasang pada motor ini. Ketiganya masih berstatus “referensi pameran” , artinya Yamaha akan mempertimbangkan untuk merilisnya secara komersial jika ada respons positif dari pengunjung dan konsumen. Apa saja ?? ini cak….

    1. Screen Deflector

    Detail Informasi
    Fungsi Meningkatkan efek luruskan aliran udara (rectification effect)
    Penampilan Memberikan tampilan lebih garang dan agresif
    Material Resin karbon
    Pemasangan Double-sided tape (mudah, tanpa bor)

    Deflektor ini dipasang di tepi windscreen standar, membuat tampilan depan R3 lebih berotot.

    2. Winglets (Sayap Kecil)

    Detail Informasi
    Fungsi Meningkatkan stabilitas aerodinamika (terutama di kecepatan tinggi)
    Lokasi Sisi samping cowl
    Material Resin karbon
    Pemasangan Double-sided tape

    Ini adalah bagian paling kontroversial sekaligus paling menarik. Winglet biasanya hanya ditemukan di motor sport liter (1000cc) atau superbike. Kini Yamaha menghadirkannya untuk R3, memberikan sentuhan “MotoGP” untuk motor sport 300cc.

    3. Mirror Covers (Penutup Spion)

    Detail Informasi
    Desain Tiga sirip (three fins)
    Fungsi Meningkatkan kualitas estetika dan sedikit efek aerodinamika
    Material Resin karbon

    Penutup spion dengan tiga sirip ini memberikan kesan lebih agresif dan race-oriented pada area setang.

    Aksesori Lain yang Sudah Tersedia

    Selain tiga prototipe, Yamaha juga sudah menjual beberapa aksesori aftermarket untuk R3/R25:

    Aksesori Harga (Philippines) Fungsi
    Single Seat Cowl ₱20.350 Penutup jok belakang, tampilan ala motor balap
    KYB Special Suspension Rear ₱29.775 Suspensi belakang dengan rebound damping force + preload adjustment

    Suspensi KYB ini menawarkan performa lebih baik dengan harga terjangkau, cocok untuk pemilik yang ingin meningkatkan handling R25/R3. Peluncuran edisi warna Miami Mint Green dan aksesori aerodinamika (winglet) untuk YZF-R3 menunjukkan bahwa Yamaha masih serius menggarap segmen sport 300cc. Ini adalah langkah cerdas karena:

    Last….Sayangnya, Yamaha Indonesia (YIMM) belum mengonfirmasi apakah edisi warna ini dan aksesorinya akan masuk ke Tanah Air. Namun, mengingat popularitas R25 (versi 250cc untuk Indonesia) sekarang naik lagi, bukan tidak mungkin Yamaha akan membawa warna ini sebagai edisi terbatas di masa depan. Yang jelas, di Jepang dan Filipina, penggemar motor sport 300cc kini punya alasan baru untuk melirik R3 lagi. Piye cak…cakep oraaa ?? (iwb)

  • Alex Rins Buka Suara Soal Masa Depan di Yamaha…”Aku Dikhianati, Tapi Belum Menyerah” !!

    Alex Rins Buka Suara Soal Masa Depan di Yamaha…”Aku Dikhianati, Tapi Belum Menyerah” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia MotoGP dikejutkan dengan kabar bahwa Alex Rins tidak akan melanjutkan kariernya bersama Yamaha di musim depan. Keputusan ini membuat pembalap asal Spanyol itu harus mencari peluang baru di tengah pasar pembalap yang semakin kompetitif. Dalam wawancara eksklusif dengan media Italia, Rins mengungkapkan kekecewaan dan rasa frustrasinya selama berseragam pabrikan Iwata. “Saya Kaget Hanya Tiga Balapan Mereka Sudah Ambil Keputusan” keluhnya….

    Rins mengakui bahwa momen terberat adalah ketika ia mendengar kabar bahwa Yamaha tidak akan memperpanjang kontraknya.

    “Ini adalah periode yang sulit sejak saya tahu tidak akan melanjutkan bersama Yamaha,” ujar Rins.

    Ia mengenang awal kedatangannya yang penuh harapan. Saat menandatangani kontrak, ia masih bersama LCR Honda dan merasa percaya diri. Yamaha datang membawa prospek menarik, dan Rins melihat potensi besar di sana.

    Namun, transisi dari mesin inline-4 Honda ke V4 Yamaha ternyata tidak mulus.

    “Saya terkejut bahwa setelah hanya tiga balapan, mereka sudah mengambil keputusan tentang masa depan saya. Saya sudah sepenuhnya berkomitmen kepada mereka,” keluhnya, menyiratkan rasa dikhianati.

    “Tanpa Ducati atau Aprilia, Kami Dilupakan”

    Rins tidak ragu menyuarakan ketimpangan kompetitif di MotoGP saat ini.

    “Tahun lalu, mustahil menang tanpa Ducati. Sekarang Aprilia tampil luar biasa. Ducati mungkin menghadapi beberapa tantangan, tapi tetap kompetitif. Rasanya tanpa motor itu, kami dilupakan. Keajaiban tidak mungkin terjadi; kami harus bekerja dengan motor yang kami miliki.”

    Pernyataan ini menjadi kritik tajam terhadap ketimpangan performa antar pabrikan di era MotoGP modern. Rins merasa bahwa bakat dan kerja keras seringkali tidak cukup ketika motor yang dikendarai tidak kompetitif.

    “Saya Masih Alex yang Dulu”

    Meskipun tiga tahun terakhir penuh pasang surut, Rins menegaskan bahwa dirinya tidak berubah.

    “Saya masih Alex yang sama yang dulu bisa memenangkan balapan dan naik podium.”

    Cedera serius di kaki sempat menjadi momok yang menghambat performanya. Namun, Rins mengaku belajar banyak selama masa pemulihan. Ia bahkan mendirikan klinik rehabilitasi yang ia gunakan sendiri untuk pulih.

    “Setelah cedera serius seperti yang saya alami di kaki, sulit untuk kembali lebih kuat. Tapi saya telah belajar banyak. Jika saya merasa sudah tidak bisa tampil lagi, saya akan mempertimbangkan pensiun. Tapi sejujurnya, saya masih merasa seperti berusia 24 tahun, bukan 30 tahun.”

    Pernyataan ini menunjukkan tekad luar biasa. Rins tidak siap menyerah.

    Opsi dan Masa Depan

    Dengan pintu Yamaha tertutup, Rins harus mencari tim baru. Spekulasi yang beredar:

    • Kemungkinan kembali ke Honda, tetapi kursi di LCR terisi dan tim pabrikan sudah penuh.

    • Pindah ke tim satelit Aprilia (Trackhouse) jika salah satu pembalapnya hengkang.

    • Atau bergabung dengan tim KTM yang kemungkinan akan berekspansi.

    Satu hal yang pasti: Rins ingin membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing. Pengalamannya meraih kemenangan di MotoGP, termasuk kemenangan spektakuler di Silverstone 2019 dan Phillip Island 2022, menjadi modal berharga.

    Last…Alex Rins mungkin tersingkir dari Yamaha cak, tetapi kariernya di MotoGP belum berakhir. Dengan tekad baja dan pengalaman panjang, ia masih layak diperhitungkan. Yang ia butuhkan hanyalah motor kompetitif dan tim yang percaya padanya. Pertanyaannya sekarang: Tim mana yang akan memberinya kesempatan kedua? Kita akan segera tahu dalam beberapa minggu ke depan di tengah hiruk-pikuk pasar pembalap MotoGP 2027 cak….(iwb)

  • Honda ogah sombong di MotoGP 850cc, Masih Terlalu Dini!

    Honda ogah sombong di MotoGP 850cc, Masih Terlalu Dini!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Direktur Teknis HRC (Honda Racing Corporation), Romano Albesiano, mengingatkan semua pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan tentang performa motor MotoGP 850cc yang akan digunakan mulai musim 2027. Menurutnya, membandingkan performa prototipe dari berbagai pabrikan saat ini adalah tindakan yang “sia-sia” (worthless). Pernyataan ini keluar di tengah keingintahuan besar publik menyusul beberapa pabrikan seperti KTM, Honda, Ducati, dan Aprilia yang mulai menguji motor 850cc mereka di berbagai sirkuit.

    Honda sendiri menjadi pabrikan kedua setelah KTM yang merilis gambar motor 850cc-nya, dengan tes perdana di Sepang pada Desember lalu. Sejak saat itu, pembalap uji Takaaki Nakagami dan Aleix Espargaro terus melakukan pengembangan lebih lanjut.

    Albesiano menjelaskan bahwa apa yang terlihat saat ini hanyalah “motor uji coba.”

    “Proyek ini mengikuti jadwal yang direncanakan. Motor pertama yang terlihat adalah semacam motor uji. Kami akan memperkenalkan komponen baru ke motor ini selangkah demi selangkah. Kami mungkin akan mencapai versi final menjelang akhir musim panas. Tapi tentu saja, motor ini akan terus berkembang.”

    Yang paling menarik adalah peringatan Albesiano bahwa performa yang terlihat saat ini bisa menyesatkan. Ia menekankan bahwa masih terlalu banyak variabel yang belum diketahui, terutama terkait dengan ban baru Pirelli.

    “Untuk berbicara tentang performa motor ini – motor kami dan motor kompetitor – masih sangat, sangat, sangat dini… sia-sia, menurut saya. Masih banyak yang harus dikembangkan dan banyak hal yang perlu kami pahami, terutama mengenai ban.”

    Menurutnya, hirarki kekuatan sebenarnya di era 850cc baru akan mulai terlihat setelah tes pramusim di Sepang pada awal 2027.

    “Mungkin kita akan mulai memahami sesuatu di tes Sepang. Tidak sebelumnya.”

    Meskipun performa belum bisa dibandingkan, setidaknya ada satu kesepakatan di antara para pembalap uji. Aleix Espargaro, yang kini menjadi test rider Honda, mengungkapkan bahwa motor 850cc akan “jauh lebih menyenangkan” untuk dikendarai dibandingkan motor 1000cc saat ini. Ini mungkin merujuk pada berkurangnya aerodinamika rumit yang membuat pembalap saat ini kesulitan untuk mengikuti motor di depan.

    Menariknya, tes multi-pabrikan pertama untuk motor 850cc akan digelar secara tertutup setelah seri MotoGP Brno bulan depan. Dalam tes ini, para pembalap balap reguler akan turun bersama dengan ban Pirelli. Para pabrikan pasti akan mengukur waktu satu sama lain. Namun, sekali lagi, Albesiano mengingatkan kita semua untuk tidak langsung percaya pada angka-angka yang muncul dari tes tersebut.

    Pernyataan Albesiano adalah pengingat penting bahwa pengembangan motor MotoGP adalah maraton, bukan sprint. Fabrikasi dan pengujian komponen baru akan berlangsung hingga menit-menit terakhir sebelum musim 2027 dimulai.

    Pabrikan Status Pengembangan 850cc Target
    Honda Versi final ditargetkan akhir musim panas 2026 Tes Sepang 2027
    Ducati Uji coba ekstensif dengan Pirro & Bulega Peningkatan bertahap
    KTM Paling awal, sudah uji di Jerez Desember 2025 Fine-tuning
    Aprilia Uji coba di Jerez pasca balapan Evaluasi data
    Yamaha Paling lambat, masih dalam tahap awal Mengejar ketertinggalan

    Last….drama sesungguhnya tentang siapa yang tercepat di era 850cc baru akan terungkap di lintasan pada Maret 2027, atau setidaknya di tes pramusim Sepang 2027. Untuk saat ini, nikmati saja momen “teka-teki” yang menyelimuti motor-motor masa depan ini cak. So..Honda di mesin 850cc ? ogah pongah jebule….ini baru benerrr !! (iwb)

  • MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…Yealahhhh !!

    MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…Yealahhhh !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… Ada kabar panas nan mbeledos dari jagad balap kasta tertinggi, MotoGP! Baru saja ada update regulasi yang bikin peta persaingan musim depan bakal berubah total. Komisi Grand Prix resmi mengetok palu soal aturan wildcard dan tekanan ban yang selama ini jadi bahan perdebatan panas para pembalap. MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…lahhhh !!

    Mulai musim depan, Dorna dan FIM resmi melarang penggunaan entri wildcard bagi pabrikan yang masuk dalam kategori konsesi tertentu. Aturan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan kompetisi (balance of performance). Jadi, jangan harap kita bakal sering melihat pembalap penguji legendaris macam Dani Pedrosa atau Casey Stoner (kalau dia mau balik) tiba-tiba nongol di grid jika pabrikan mereka sudah dianggap terlalu dominan. Wildcard sekarang hanya diprioritaskan bagi pabrikan yang memang butuh bantuan teknis lebih untuk mengejar ketertinggalan. Strategi pabrikan buat “curi-curi” data lewat balapan langsung sekarang jadi makin sempit ruang geraknya, cak!

    Saat ini, aturan wildcard sangat bervariasi tergantung pada peringkat konsesi pabrikan:

    • Rank A (Ducati): Sudah dilarang total

    • Rank D (terbawah): Diizinkan hingga 6 wildcard per musim

    Wildcard biasanya digunakan oleh pembalap uji (test rider) untuk menguji komponen baru atau mengumpulkan data balapan tambahan. Namun, mulai 2027, tidak ada satupun peringkat konsesi yang diizinkan menurunkan wildcard.

    Alasan utama di balik keputusan ini kemungkinan terkait dengan kapasitas produksi. Pabrikan sedang berjuang untuk memproduksi cukup banyak motor 850cc baru untuk pembalap reguler mereka. Menambah beban dengan kewajiban menyediakan motor wildcard akan memberatkan.

    KTM Ingin Mempertahankan Wildcard, Tapi Kalah Suara

    KTM adalah salah satu pabrikan yang ingin mempertahankan atau bahkan memperluas jatah wildcard ke 2027, bukan menghapusnya. Hal ini kemungkinan terkait dengan kekhawatiran KTM kehilangan tim satelit Tech3 dan hanya memiliki dua motor di grid.

    Dengan disahkannya larangan ini, bisa diartikan bahwa KTM kemungkinan besar akan memiliki tim satelit pada 2027 —karena jika tidak, mereka akan sangat dirugikan dengan hanya dua motor. Spekulasi yang beredar, Tech3 bisa beralih ke Honda atau pabrikan lain.

    Mengapa Wildcard Langka di Sisa Musim 2026?

    Untuk sisa musim 2026, hampir pasti tidak akan banyak wildcard lagi. Alasannya sederhana: wildcard dengan motor 1000cc tidak akan diizinkan ketika motor 850cc sudah mulai diuji dan dikembangkan.

    Tim dan pabrikan akan sepenuhnya beralih ke pengembangan motor 850cc sekitar musim panas 2026. Tidak ada manfaat berarti yang bisa diperoleh dengan menurunkan motor 1000cc di seri-seri akhir musim, karena data yang dihasilkan tidak akan relevan untuk motor 850cc.

    Wildcards will remain permitted in Moto2 and Moto3.

    Artinya, larangan ini hanya berlaku untuk kelas premier MotoGP. Kelas Moto2 dan Moto3 masih mengizinkan entri wildcard.

    Aturan Tekanan Ban Tetap, Tapi dengan Perubahan

    Keputusan lain yang diumumkan adalah bahwa aturan pemantauan tekanan ban akan tetap berlaku.

    Namun, ada perubahan penting yang membuatnya tidak seburuk yang dibayangkan:

    Aspek Saat Ini (Michelin) Mulai 2027 (Pirelli)
    Waktu pengecekan Setelah balapan (post-race) Sebelum balapan (pre-race)
    Sanksi Penalti pascabalapan (penambahan waktu) Kemungkinan penalti sebelum start
    Referensi Mirip aturan di WorldSBK

    Dengan Pirelli sebagai pemasok ban tunggal mulai 2027, pengecekan tekanan ban akan dilakukan sebelum balapan—mirip dengan aturan yang sudah diterapkan di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK). Ini akan mengurangi drama sanksi pascabalapan yang selama ini kontroversial.

    Perubahan Prosedur Start yang Tertunda

    Komisi Grand Prix juga menyetujui penyempurnaan kecil pada prosedur start yang tertunda (delayed start). Waktu hitung mundur sebelum restart diperpanjang dari 3 menit menjadi 5 menit. Ini memberi tim lebih banyak waktu untuk bersiap jika balapan dihentikan dan diulang.

    Ringkasan Keputusan

    Keputusan Detail
    Wildcard MotoGP Dihapus total mulai 2027, untuk semua peringkat konsesi
    Wildcard Moto2/3 Tetap diizinkan
    Aturan tekanan ban Tetap, tetapi dengan pengecekan pre-race oleh Pirelli
    Prosedur start tertunda Hitung mundur diperpanjang dari 3 ke 5 menit

    Last….Larangan wildcard adalah langkah pragmatis di era transisi ke 850cc. Pabrikan sudah kewalahan dengan produksi motor baru untuk pembalap utama—menambah wildcard hanya akan memperburuk situasi. Bagi KTM, keputusan ini mungkin pahit, tetapi kabar bahwa mereka kemungkinan akan memiliki tim satelit di 2027 (mungkin Tech3 tetap bersama mereka, atau Honda, atau Aprilia) setidaknya memberikan kejelasan. Sementara itu, aturan tekanan ban yang tetap dipertahankan namun dengan mekanisme pre-race check dari Pirelli seharusnya mengurangi kontroversi dan sanksi pascabalapan yang selama ini membingungkan. Kita tunggu implementasinya di 2027 cak….(iwb)

  • Yamaha Resmi Rilis XSR155 ABS Model 2026…..Buatan Indonesia masuk Jepang !!

    Yamaha Resmi Rilis XSR155 ABS Model 2026…..Buatan Indonesia masuk Jepang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah sukses besar dengan kehadiran XSR125 di kelas motor ringkas (moped), Yamaha Motor Jepang akhirnya menjawab kerinduan para pencinta motor sport neo-retro kelas menengah. Secara resmi, Yamaha mengumumkan peluncuran Yamaha XSR155 ABS model 2026 untuk pasar domestik Jepang (Japan Domestic Market/JDM) yang dijadwalkan rilis pada 30 Juni 2026. Langkah ini diambil Yamaha demi mengakomodasi permintaan konsumen yang menginginkan motor berkarakter klasik namun memiliki tenaga lebih besar untuk kebutuhan touring jarak jauh dan legal untuk masuk ke jalan tol (akses jalan bebas hambatan di Jepang mensyaratkan mesin di atas 125cc). Yup…Makin Klasik dan Keren !!

    Menariknya, motor sport bergaya timeless yang sangat dinanti ini merupakan produk buatan Indonesia yang diekspor secara utuh ke Negeri Sakura. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai spesifikasi, fitur, dan keunggulan XSR155 JDM model terbaru ini.

    Konsep Desain: Perpaduan Gaya Klasik Modis dan Jiwa Kebebasan

    Mengusung konsep pengembangan “Fashionable × Ride to Fun”, Yamaha XSR155 ABS tetap mempertahankan identitas utama keluarga XSR series yang kental dengan aura Neo-Retro. Siluet bodinya dibuat horizontal, dipadukan dengan lampu depan dan lampu belakang berbentuk bulat yang ikonik namun sudah menggunakan teknologi LED modern.

    Detail estetika motor ini digarap sangat serius. Mulai dari jok dengan motif garis timbul (tack-roll seat), panel spidometer digital bulat, hingga penutup samping berbahan metal dengan aksen lubang yang memberikan kesan premium. Kesan motor penjelajah semakin kuat berkat penggunaan ban bermotif balok (block-pattern) yang siap menemani pengendara mengeksplorasi rute-rute baru.

    Di sektor performa, XSR155 ABS dibekali mesin 155cc (Berpendingin Cairan), 4-tak, SOHC, 4-katup, tunggal. Jantung pacu ini mampu menyemburkan tenaga maksimal sebesar 19 PS pada 10.000 rpm dan torsi puncak 14 Nm pada 7.500 rpm. Keunggulan utama dari mesin ini adalah adopsi teknologi VVA (Variable Valve Actuation) khas Yamaha cak. Sistem ini bekerja dengan mengubah profil kem bukaan katup pada putaran mesin rendah dan tinggi, sehingga motor tetap memiliki torsi yang padat di putaran bawah namun tidak kehilangan napas di putaran atas.

    Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan yang dilengkapi dengan fitur Assist & Slipper Clutch (A&S). Fitur ini membuat pengoperasian tuas kopling menjadi jauh lebih ringan sekaligus mencegah roda belakang mengunci (slip) akibat efek engine brake yang agresif saat menurunkan gigi secara mendadak.

    Meskipun memiliki tampilan klasik, arsitektur sasis motor ini sangat modern. Yamaha menyematkan rangka Deltabox berbahan baja yang terkenal rigid namun memiliki fleksibilitas optimal untuk memberikan kendali yang lincah dan natural.

    Kaki-kakinya tergolong kekar di kelasnya, menggunakan suspensi depan Upside-Down (USD) berdiameter 37mm dan suspensi belakang monocross tipe tautan (link-type). Untuk memberikan traksi maksimal dan tampilan yang proporsional, roda belakang dibekali ban berukuran lebar, yaitu 140/70-17. Menariknya, dengan segala komponen tersebut, bobot total motor ini tergolong sangat ringan, hanya 137 kg, dengan tinggi jok berada di angka 810 mm.

    Yang menarik cak dalam peluncurannya, Yamaha juga memamerkan model konsep hasil kolaborasi dengan lini fashion ternama Jepang, “HAPPY OUTSIDE BEAMS”. Mengusung tema “Sobat Main di Luar”, motor kustom ini dilabur warna eksklusif Cedar Green dan dilengkapi dengan aksesori pelindung serta boks samping/belakang, menegaskan karakter XSR155 sebagai motor yang sempurna untuk berkemah maupun aktivitas outdoor lainnya.

    Untuk pasar Jepang, Yamaha XSR155 ABS 2026 hadir dalam tiga pilihan warna menawan:

    1. Greenish Gray Metallic 2 (Hijau) – Menampilkan kesan petualang yang matang.

    2. Black Metallic 12 (Hitam) – Menggunakan grafis garis emas-putih yang mengingatkan pada motor sport legendaris Yamaha zaman dulu.

    3. Light Bluish Gray Metallic 9 (Silver) – Tampil futuristik dan bersih dengan aksen modern.

    Last….soal efisiensi, motor ini mencatatkan angka konsumsi bahan bakar yang sangat irit, yakni 48,1 km/liter berdasarkan pengujian standar WMTC. Yamaha menargetkan volume penjualan sebanyak 4.000 unit per tahun di Jepang, dengan harga ritel resmi dipatok sebesar 539.000 Yen (termasuk pajak 10%), atau berkisar di angka Rp56 jutaan jika dikonversi langsung ke rupiah. Seperti apa sosok Yamaha XSR155 ABS (Model 2026 – JDM) ? intip saja beberapa fotonya dibawah ini….! (iwb)

    New Spesifikasi Lengkap Yamaha XSR155 ABS (Model 2026 – JDM)

    • Dimensi (P x L x T): 2.005 × 805 × 1.075 mm

    • Jarak Sumbu Roda: 1.325 mm

    • Tinggi Tempat Duduk: 810 mm

    • Bobot Kendaraan: 137 kg

    • Jenis Mesin: (Berpendingin Cairan), 4-Tak, SOHC, 4-Katup, Tunggal

    • Kapasitas Mesin: 155 cc

    • Tenaga Maksimal: 14 kW (19 PS) / 10.000 rpm

    • Torsi Maksimal: 14 N·m (1.4 kgf·m) / 7.500 rpm

    • Kapasitas Tangki BBM: 10 Liter (Bensin Reguler Tanpa Timbal)

    • Sistem Transmisi: 6-Percepatan Manual (Return)

    • Konsumsi BBM (WMTC): 48,1 km/Liter

    • Ukuran Ban (Depan/Belakang): 110/70-17M/C (54S) / 140/70-17M/C (66S)

    • Sistem Rem: Depan Cakram Tunggal / Belakang Cakram Tunggal (ABS)

    • Negara Produsen: Indonesia

  • MotoGP Italia : Aprilia Akui Puas “Hancurkan” Ducati di Mugello…!!

    MotoGP Italia : Aprilia Akui Puas “Hancurkan” Ducati di Mugello…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak dapat menyembunyikan rasa gembira dan bangganya setelah pabrikan asal Noale tersebut sukses mencetak kemenangan finis 1-2 yang dominan dalam gelaran Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello. Keberhasilan ini dinilai sebagai tamparan keras bagi rival utama mereka, Ducati, yang harus rela ditumbangkan di hadapan publik dan pendukung fanatik mereka sendiri. ” Ya…aku sangat puas..!! seru Rivola…

    Mugello selama ini dikenal sebagai ‘benteng pertahanan’ sekaligus markas keramat bagi Ducati. Namun, dalam balapan dramatis akhir pekan ini, jentera Aprilia RS-GP26 membuktikan bahwa peta kekuatan MotoGP kini mulai bergeser. Rivola ditanya apakah dirinya merasa puas bisa mengalahkan Ducati di tempat yang paling mereka kuasai…??

    “Puas bisa mengalahkan Ducati di kandang mereka? Ya, saya sangat senang dan puas! (Yeah, I’m thrilled!)” ujar Rivola sembari tersenyum lebar. “Menang di Italia selalu memberikan atmosfer yang luar biasa. Namun, melakukannya dengan finis di posisi 1-2 di Mugello—sirkuit yang sangat menuntut performa aerodinamis dan tenaga mesin yang besar—adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh tim di Noale. Kami tidak hanya sekadar kompetitif, tapi kami telah menetapkan standar baru,” tambahnya.

    Akhir pekan di Mugello akhir Mei kemarin memang sepenuhnya menjadi panggung milik Aprilia. Setelah berhasil menguasai baris terdepan (front-row lock) saat kualifikasi dan memenangi balapan Sprint lewat Raul Fernandez, puncaknya terjadi pada sesi balapan utama (Minggu, 31/5/2026). Kali ini giliran Marco Bezzecchi yang menunjukkan performa berkelas dunia.

    Bezzecchi, yang saat ini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia, sukses meredam tekanan awal dari andalan Ducati Lenovo, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Memasuki lap ke-14, Bezzecchi melakukan manuver berani menyalip Bagnaia di tikungan pertama dan langsung melesat di depan hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan 3,5 detik dari rekan setimnya, Jorge Martin.

    Hasil akhir balapan mengukuhkan Aprilia di podium 1-2, sementara Pecco Bagnaia (Ducati) harus puas menyelamatkan muka di podium ketiga setelah menerima perlawanan sengit di lap-lap akhir dari pembalap satelit Aprilia (Trackhouse), Ai Ogura.

    Last….kemenangan ini tidak hanya memperlebar jarak poin Bezzecchi di papan klasemen, tetapi juga mengirimkan sinyal bahaya bagi Ducati bahwa dominasi mutlak mereka dalam beberapa musim terakhir kini menghadapi ancaman paling serius. Rivola menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan Aprilia saat ini adalah stabilitas motor RS-GP26 yang mampu beradaptasi dengan cepat di berbagai karakter sirkuit. Selain itu, keharmonisan dan ketajaman duet pembalap baru mereka terbukti menjadi strategi jitu yang membuahkan hasil sangat manis untuk musim 2026 ini. Dengan kompetisi yang masih panjang, kemenangan di Mugello ini dipastikan menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi seluruh kru Aprilia Racing untuk terus menekan Ducati demi memburu takhta juara dunia MotoGP 2026….(iwb)

  • Breaking !! Kawasaki Resmi Rilis Z650S Model 2026…ediann serem tenan !!!

    Breaking !! Kawasaki Resmi Rilis Z650S Model 2026…ediann serem tenan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kawasaki kembali menggebrak pasar naked bike kelas menengah dengan resmi mengumumkan kehadiran Kawasaki Z650S model 2026. Motor yang mengusung konsep agresif khas keluarga “Z Series” ini dijadwalkan akan resmi meluncur ke pasar Jepang pada tanggal 11 Juli 2026. Membawa nama baru dengan imbuhan huruf “S”, Kawasaki menjelaskan bahwa “S” di sini mewakili filosofi Stunning (Memikat), Style (Gaya), Stage (Panggung), dan Spotlight (Pusat Perhatian). Motor ini dirancang untuk langsung mencuri perhatian di tengah padatnya jalanan perkotaan. Yup…Makin Kekar dan Canggih cakkk !!!

    Secara visual, Kawasaki Z650S 2026 tetap mempertahankan garis desain berfilosofi “Sugomi” yang mengintimidasi. Namun, dibandingkan pendahulunya, model terbaru ini tampil dengan bodi yang jauh lebih padat dan kekar (massive). Perubahan paling mencolok terlihat pada area tangki dan shroud samping yang kini dibuat lebih lebar dengan lubang aksen (air scoop) yang tegas. Setang yang lebar dipadukan dengan desain lampu depan yang merunduk tajam memberikan siluet agresif layaknya predator yang siap menerkam.

    Sektor pencahayaan juga mendapatkan peningkatan signifikan. Bagian wajah kini dibekali Triple LED Headlight yang mengadopsi gaya sang kakak, Z900 di mana dua lampu atas berfungsi sebagai low beam dan satu lampu bawah sebagai high beam. Bagian lampu belakang pun sudah menggunakan LED berdesain khas Z-Series yang ikonik.

    Di balik sasisnya, Kawasaki membenarkan mesin 649cc, 2-silinder sejajar (Parallel-Twin), DOHC, 4-katup berpendingin cairan. Mesin ini dirancang untuk kebutuhan berkendara harian maupun touring ringan, dengan fokus optimasi torsi pada putaran mesin rendah hingga menengah (antara 3.000 hingga 6.000 rpm).

    Dapur pacu ini mampu memuntahkan tenaga maksimal sebesar 68 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 63 Nm pada 6.700 rpm. Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 6-percepatan manual, yang kini juga menyediakan opsi aksesori Quick Shifter (KQS) khusus untuk perpindahan gigi ke atas (shift-up).

    Keseimbangan antara kelincahan dan stabilitas Z650S ditopang oleh sasis trellis berbahan baja tegangan tinggi yang sangat ringan, dengan bobot rangka hanya 15 kg. Total bobot keseluruhan motor ini berada di angka 190 kg, menjadikannya salah satu yang paling proporsional dan mudah dikendalikan di kelasnya.

    Untuk sektor pengereman, terjadi perubahan minor namun fungsional. Kawasaki menanggalkan piringan cakram model gelombang (petal disc) lama dan menggantinya dengan cakram bulat konvensional ganda berdiameter 300 mm di bagian depan, serta cakram tunggal 220 mm di belakang. Sistem pengereman ini tentunya sudah dikawal oleh ABS. Bagian roda dibalut oleh ban performa tinggi Dunlop Sportmax Roadsport 2 untuk grip yang maksimal. Terus piye soal speedometer dan fitur ??

    Mengikuti tren digital masa kini, panel instrumen Kawasaki Z650S kini menggunakan layar TFT warna 4,3 inci dengan tata letak informasi baru yang jauh lebih mudah dibaca. Menariknya, panel ini sudah mendukung konektivitas smartphone melalui aplikasi RIDEOLOGY THE APP MOTORCYCLE. Melalui fitur ini, pengendara bisa mengakses fungsi navigasi turn-by-turn serta fitur perintah suara (voice command). Untuk pasar domestik Jepang, motor ini juga sudah dilengkapi dengan perangkat built-in ETC 2.0 secara standar.

    Last…Untuk model tahun 2026 ini, Kawasaki menghadirkan satu varian warna eksklusif bertema gelap yang elegan: Metallic Matt Graphene Steel Gray × Metallic Flat Spark Black. Perpaduan warna hitam dan abu-abu matte ini semakin mewah berkat laburan warna emas (gold) pada area rangka trellis-nya. Diproduksi di pabrik Kawasaki Thailand, Z650S 2026 dipasarkan secara eksklusif melalui jaringan dealer Kawasaki Plaza di Jepang dengan harga 1.078.000 Yen (atau sekitar Rp112 jutaan jika dikonversi langsung). Motor ini juga masuk ke dalam kategori “Kawasaki Care Model”, yang berarti konsumen berhak mendapatkan garansi perawatan berkala dan penggantian oli gratis selama 3 tahun pertama. Hmm…kapan masuk Indonesia ya cak ?  semoga saja segera nyusul…juozzzz tenan sangarnya !! (iwb)

    Spesifikasi Lengkap Kawasaki Z650S (Model 2026)

    • Dimensi (P x L x T): 2.055 × 805 × 1.080 mm

    • Jarak Sumbu Roda: 1.410 mm

    • Tinggi Tempat Duduk: 805 mm

    • Bobot Kendaraan: 190 kg

    • Jenis Mesin: 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Parallel-Twin, Berpendingin Cairan

    • Kapasitas Mesin: 649 cc

    • Tenaga Maksimal: 50 kW (68 PS) / 8.000 rpm

    • Torsi Maksimal: 63 N·m (6.4 kgf·m) / 6.700 rpm

    • Kapasitas Tangki BBM: 15 Liter

    • Konsumsi BBM (WMTC): 23.6 km/Liter

    • Ukuran Ban (Depan/Belakang): 120/70ZR17 / 160/60ZR17

    • Sistem Rem: Depan Cakram Ganda Φ300mm / Belakang Cakram Tunggal Φ220mm (ABS)