Author: Iwanbanaran

  • Mengintip Aero Radikal Aprilia MotoGP…..Makin kayak Serangga !!

    Mengintip Aero Radikal Aprilia MotoGP…..Makin kayak Serangga !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Aprilia menunjukkan taringnya di sesi tes pascabalapan MotoGP Spanyol, Senin (27/4/2026). Tiga pembalap Aprilia berhasil menguasai posisi teratas, dengan Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse menjadi yang tercepat di akhir sesi. Ogura mencatatkan waktu 1 menit 35,944 detik, hanya unggul 0,005 detik dari rekan setimnya, Raul Fernandez. Pembalap pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi, melengkapi podium tes di posisi ketiga dengan selisih 0,328 detik. Yang menarik Aprilia juga ngetest Aero baru..yakni gelembung diarea samping kiri kanan fairing. Hmm makin kayak serangga cak. Apa fungsinya ???

    Pada test Jerez…Aprilia Pesta cak, ketiga pembalap mereka berhasil menembus batas 1 menit 36 detik—sebuah prestasi yang tidak bisa dicapai oleh pabrikan lain pada hari itu.

    Pos Pembalap Tim Waktu Terbaik
    1 Ai Ogura Trackhouse Aprilia 1’35.944
    2 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia +0.005
    3 Marco Bezzecchi Aprilia Racing +0.328
    4 Marc Marquez Ducati Lenovo +0.333
    5 Pedro Acosta Red Bull KTM +0.355
    6 Alex Marquez Gresini Ducati +0.450
    7 Fabio Quartararo Monster Yamaha +0.495

    Aprilia Makin Dominan

    Hasil tes ini menegaskan bahwa Aprilia bukan hanya kebetulan di awal musim. Di sirkuit Jerez yang menjadi “rumah” bagi banyak tim, pabrikan asal Noale ini tampil sangat meyakinkan. Bahkan, waktu terbaik Ogura (1’35.944) hanya terpaut 0,3 detik dari rekor lap Jerez yang dibuat Fabio Quartararo pada 2025 (1’35.610).

    Jika dibandingkan dengan performa mereka di akhir pekan lalu, Aprilia juga menunjukkan peningkatan signifikan:

    • Bezzecchi meningkatkan waktunya dari 1’36.347 menjadi 1’36.272 (turun 0,075 detik)

    • Ogura bahkan memangkas 0,4 detik dari waktu terbaiknya di kualifikasi

    Sementara itu, Ducati terbaik (Marc Marquez) tertinggal 0,333 detik, meskipun ia sendiri mengaku puas dengan perkembangan aerodinamika baru yang diuji. Selain Aprilia, dua pabrikan lain juga berhasil memperbaiki catatan waktu mereka dibanding akhir pekan lalu:

    • KTM: Pedro Acosta memangkas waktunya menjadi 1’36.299 (turun 0,17 detik)

    • Yamaha: Fabio Quartararo memangkas hampir seperempat detik (0,24 detik)

    Namun, peningkatan ini belum cukup untuk mengejar kecepatan Aprilia yang terlihat semakin jauh di depan. Dani Pedrosa juga turut ambil bagian dalam tes ini. Pembalap legendaris yang kini menjadi test rider KTM itu finis di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1’37.483 detik, tertinggal 1,5 detik dari Ogura. Apa rahasia di balik dominasi Aprilia? Aerodinamika.

    Pada tes kali ini, Aprilia membawa paket aero yang paling radikal dan menarik perhatian paddock. Yang paling mencolok adalah kemunculan dua sayap kecil berbentuk ‘gagang’ (handle-style winglets) di sisi samping windscreen motor RS-GP. Apa fungsi aero ini ??

    Fungsi Aero Baru Aprilia

    Komponen Aero Lokasi Fungsi Dugaan
    Handle-style winglets Samping windscreen Mengarahkan aliran udara ke buritan untuk menekan wheelie dan menambah stabilitas saat akselerasi keluar tikungan
    Revised front fairing Seluruh depan Mengoptimalkan downforce tanpa menambah drag berlebihan
    Swingarm aero Lengan ayun belakang Membantu “menyapu” udara dari ban belakang, mengurangi turbulensi

    Aprilia terlihat sangat serius dalam pengembangan aero, berbeda dengan Ducati yang masih bereksperimen dengan berbagai konfigurasi (Marc Marquez dan Pecco Bagnaia menguji paket berbeda). Sementara itu, Yamaha dan Honda masih tertinggal jauh dalam hal inovasi aero.

    Hasil Tes (Top 10)

    Pos Pembalap Tim Waktu Gap
    1 Ai Ogura Trackhouse Aprilia 1’35.944 –
    2 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia 1’35.949 +0.005
    3 Marco Bezzecchi Aprilia Racing 1’36.272 +0.328
    4 Marc Marquez Ducati Lenovo 1’36.277 +0.333
    5 Pedro Acosta Red Bull KTM 1’36.299 +0.355
    6 Alex Marquez Gresini Ducati 1’36.394 +0.450
    7 Fabio Quartararo Monster Yamaha 1’36.439 +0.495
    8 Fabio Di Giannantonio VR46 Ducati 1’36.477 +0.533
    9 Johann Zarco LCR Honda 1’36.658 +0.714
    10 Francesco Bagnaia Ducati Lenovo 1’36.671 +0.727

    Analisis: Aprilia Makin Sulit Dikejar

    Tes Jerez memberikan gambaran yang cukup jelas tentang peta kekuatan MotoGP saat ini. Aprilia tidak hanya unggul, tetapi mulai menjauh.

    1. Konsistensi Lintasan: Aprilia mampu tampil cepat di tiga sirkuit berbeda (Thailand, Brasil, Texas, dan sekarang Jerez). Ini bukan lagi kebetulan.

    2. Kedalaman Skuad: Bukan hanya Bezzecchi, tetapi Ogura dan Fernandez dari tim satelit juga kompetitif. Aprilia memiliki “tentara” yang siap merebut poin kapan saja.

    3. Aerodinamika Radikal: Aprilia berani mengambil risiko dengan desain aero yang ekstrem. Hasilnya, stabilitas motor di kecepatan tinggi dan akselerasi keluar tikungan meningkat drastis.

    Last…Ducati, meski masih kompetitif (terlihat dari Marquez di posisi 4), sepertinya masih mencari “titik manis” yang hilang sejak awal musim. Sementara Yamaha dan Honda masih tertinggal jauh, meskipun Quartararo berhasil menunjukkan peningkatan. Aprilia saat ini adalah team to beat. Jika Ducati tidak segera menemukan terobosan serius, dominasi Aprilia di MotoGP 2026 akan semakin kokoh. Le Mans dan Mugello akan menjadi ujian sesungguhnya. Piye menurut sampeyan cak ? (iwb)

  • Tantang Yamaha Aerox !! Aveta Nova 200 resmi dirilis…mesin 183cc, lho kok Mirip ???

    Tantang Yamaha Aerox !! Aveta Nova 200 resmi dirilis…mesin 183cc, lho kok Mirip ???

    Iwanbanaran.com – Caakkkk….IWB bener-bener dibuat dlongop, Cak! Pasar skutik di negeri jiran Malaysia mendadak geger setelah Aveta resmi meluncurkan jagoan barunya yang diberi nama Aveta Nova 200. Bukannya apa cak…. motor ini datang dengan spek mesin yang cukup ngeri bagi kompetitor di kelasnya. Yang bikin IWB garuk-garuk aliss…laahhh kok desainnya mirip banget Aerox ?? apakah memang desainernya nyontek Yamaha Aerox ???

    Jadi cak…Pabrikan motor lokal Malaysia, Aveta, kembali memperluas jajaran model Nova mereka. Setelah sebelumnya hadir Nova 125, Nova 160, dan Nova 250, kini giliran Aveta Nova 200 yang resmi diluncurkan. Secara visual, Aveta Nova 200 punya aura “Aerox Look” yang kental tapi tetap punya sentuhan agresif mirip ala lampu Panigale. Garis desainnya tajam-tajam, Cak. Lampu depannya ganda (dual keen eyes) yang memberikan kesan angker. Deknya tidak rata (ada punuk tengah) yang menegaskan bahwa ini adalah skutik performa….

    Kaki-kakinya juga kekar, menggunakan ban berukuran gambot yang membalut velg ring 14 inci di depan dan 13 inci di belakang. Posisi berkendaranya dibuat ergonomis namun tetap sporty, cocok buat sampeyan yang suka touring jarak jauh atau sekadar pamer di tongkrongan. Shape dari samping benar-benar Aerox banget. Termasuk suspensi belakangpun juga sudah tabung…

    Spesifikasi Mesin: Tenaga 18 hp dari 183 cc

    Aveta Nova 200 ini menggendong mesin berkubikasi murni 183cc, satu silinder, 4-katup, SOHC, dengan pendingin cairan (liquid cooled). Ediannya lagi, power yang dimuntahkan nggak main-main, tembus di angka 18.5 hp pada 8.500 rpm dan torsi puncak mencapai 17.5 Nm pada 6.500 rpm.

    Kalau kita bandingkan dengan skutik 150-160cc yang ada di tanah air, jelas Nova 200 ini bukan lawan. Tenaganya disalurkan lewat transmisi CVT yang diklaim sangat responsif. Mesin ini seolah-olah berteriak… “Ayo wani ora kowe drag musuh akuuuu !”…sombong tenan cak pokoke hehehehe

    Spesifikasi Mesin Detail
    Tenaga Maksimal 18 hp @ 8.000 rpm
    Torsi Puncak 17,6 Nm @ 5.500 rpm
    Sistem Starter Elektrik
    Kapasitas Tangki BBM 10 liter

    Fitur Keselamatan: ABS Dual-Channel + Traction Control

    Nah, ini yang juga jadi kelebihan tersendiri. Aveta nggak pelit soal fitur. Bayangkan, Cak, skutik ini sudah dibekali sistem pengereman Dual-Channel ABS. Jadi bukan cuma depan doang, tapi belakang juga sudah dijaga ABS. Belum cukup sampai di situ, fitur keselamatan Traction Control System (TCS) juga sudah nemplok manis! Kerennya sistem ini bisa dihidup dan dimatikan hanya dari tombol stang…

    Untuk sektor pencahayaan? Jelas sudah full LED dari depan sampai belakang dengan desain yang sangat agresif. Panel instrumennya sudah menggunakan layar TFT warna yang bisa terkoneksi dengan smartphone. Dan lagi-lagi shape desain speedo juga mirip dengan Aerox lawas…weladalaahhh, klonengan tulen iki. Dan yang paling bikin melongo adalah suspensi belakangnya yang sudah menggunakan dual-shock dengan tabung (sub-tank) berwarna emas. Ciamik tenan!

    Kaki-Kaki: Roda 14 Inci

    • Suspensi depan: Teleskopik

    • Suspensi belakang: Dua unit peredam kejut dengan tabung gas (monoshock with gas reservoir)

    • Velg: 14 inci

    • Ban depan: 100/80-14

    • Ban belakang: 120/70-14.

    Fitur Kenyamanan dan Kelistrikan

    Aveta juga menyematkan sejumlah fitur pendukung kenyamanan:

    • Smart key (kunci pintar)

    • USB charger (tipe C dan A) di poket barang depan

    • Ruang bagasi bawah jok yang lega

    • Panel instrumen LCD digital

    • Lampu full LED

    • Joki sporty dengan desain konsep yang sama dengan bodi

    Tersedia dalam Tiga Pilihan Warna

    Aveta Nova 200 ditawarkan dalam tiga pilihan warna:

    • Neon (mencolok)

    • Abu-abu (elegan)

    • Biru (sporty)

    Last…Aveta Nova 200 adalah penantang serius bagi pabrikan Jepang jika bikers hanya mencari power sebab matic ini memang sangar tenan tenaga. Hanya saja kalau sampeyan tipe bikers yang mengutamakan gengsi..kayaknya butuh mental baja kalau nggak kuping iso panas kena bully. Lhaa piyee…terkesan Aerox versi KW je wkwkwk. Di Malaysia, motor ini dibanderol di angka RM 8.488 (sekitar Rp 31 jutaan) belum termasuk asuransi.. Kalau masuk Indonesia dengan spek begini, kira-kira bakal laku nggak ya? Monggo berikan opininya di kolom komentar Cak..gazzz !! (iwb)


  • Breaking….Yamaha Rilis New MT-10 2026, Ini baru Monster !!!

    Breaking….Yamaha Rilis New MT-10 2026, Ini baru Monster !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha MT-10, motor naked sport teratas dari lini “Master of Torque”, kembali hadir untuk model tahun 2026. Mengusung DNA pengendara jalanan yang agresif, motor ini tetap setia pada basis mekanisnya yang diwariskan dari YZF-R1, namun disesuaikan untuk memberikan sensasi berkendara maksimal di jalanan umum. Nahhh…pada gen terbaru ini ada beberapa perbedaaan, dan fix…makin Beringass cakkkkk. Emang seperti apa mesin dan fitur serta tampangnya ? simak penjabaran IWB berikut ini….

    Jantung pacu Yamaha MT-10 adalah mesin CP4 (Crossplane Crankshaft 4-cylinder) 997cc, 4-silinder segaris, DOHC, berpendingin cairan. Mesin yang sama pada dasarnya digunakan oleh superbike YZF-R1, namun dengan setelan yang dioptimalkan untuk torsi di putaran menengah dan bawah.

    Spesifikasi mesin ini cukup garang:

    • Bore x Stroke: 79,0 mm x 50,9 mm

    • Rasio Kompresi: 12,0 : 1

    • Tenaga Maksimal: 122 kW (sekitar 166 PS / 164 hp) pada 11.500 rpm

    • Torsi Maksimal: 112 Nm (sekitar 11,4 kgfm) pada 9.000 rpm

    Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan yang telah dilengkapi dengan quickshifter untuk perpindahan gigi naik-turun tanpa kopling. Tidak hanya itu cak….Yamaha membekali MT-10 dengan berbagai kontrol elektronik yang membuatnya tidak hanya bertenaga, tetapi juga mudah dikendalikan:

    • YVSL (Yamaha Variable Speed Limiter): Sistem pembatas kecepatan yang dapat disetel sesuai keinginan pengendara.

    • Cruise Control: Membantu mengurangi kelelahan saat perjalanan jauh di jalan tol.

    • Mode Berkendara: Pilihan karakteristik power delivery yang bisa disesuaikan.

    Dua Varian: Standar dan SP

    Di pasar Jepang, Yamaha MT-10 tersedia dalam dua varian utama: MT-10 ABS (Standar) dan MT-10 SP ABS (versi premium).

    Perbedaan utama ada pada sektor kaki-kaki:

    • MT-10 Standar: Menggunakan suspensi konvensional yang sudah sangat mumpuni untuk penggunaan harian dan sporty.

    • MT-10 SP: Dibekali sistem suspensi elektronik buatan Öhlins yang dilengkapi dengan spool valve. Suspensi ini dapat menyesuaikan karakter redaman secara otomatis berdasarkan kondisi jalan dan gaya berkendara. Keren ini…canggih tenan !

    Selain itu, varian SP juga mendapatkan sentuhan eksklusif seperti swingarm dengan finishing buff & clear coating yang memberikan kesan mewah, serta grafis warna khusus yang mirip dengan YZF-R1M. Terus apa perbedaan gen sebelumnya dengan versi 2026 ??

    Memang cak….untuk model tahun 2026, Yamaha tidak melakukan perubahan besar pada mesin atau fitur, tetapi melakukan penyegaran pada pilihan warna.

    Varian Standar:

    1. Matte Light Grey Metallic 4 (Abu-abu Doff): Warna baru yang langsung mencuri perhatian dengan velg berwarna Sky Blue (biru langit) yang kontras.

    2. Blueish White Metallic 2 (Putih Kebiruan): Warna yang memberikan kesan bersih dan modern.

    3. Matte Dark Grey Metallic 6 (Abu-abu Gelap Doff): Warna gelap agresif yang masih bertahan dari tahun sebelumnya.

    Varian SP:

    Varian tertinggi ini tetap mempertahankan warna eksklusifnya, yaitu Deep Purplish Blue Metallic (Biru keunguan metalik), yang memberikan nuansa premium dan misterius.

    Dimensi dan Sasis

    • Tangki BBM: 17 liter

    • Castor Angle: 24°00‘

    • Trail: 102 mm

    • Rem Depan: Cakram ganda hidrolik

    • Rem Belakang: Cakram tunggal hidrolik

    • Ban Depan: 120/70ZR17M/C (58W)

    • Ban Belakang: 190/55ZR17M/C (75W)

    Harga

    Di pasar Jepang, Yamaha MT-10 dibanderol dengan harga:

    • MT-10 ABS: 1.925.000 Yen (termasuk pajak)

    • MT-10 SP ABS: 2.189.000 Yen (termasuk pajak)

    Last….Yamaha MT-10 2026 tidak mengalami perubahan revolusioner, dan itu bukanlah hal buruk cak. Menurut IWB…Motor ini sudah sangat baik sebagai “muscle naked” yang beringas berkat mesin CP4-nya. Fokus Yamaha di tahun ini adalah pada penyegaran visual untuk menjaga daya tariknya di pasar. Pilihan warna baru Matte Light Grey dengan velg Sky Blue menjadi nilai jual utama untuk model standar, memberikan tampilan yang lebih segar dan kekinian. Sementara itu, varian SP tetap menjadi incaran bagi sampeyan yang menginginkan paket suspensi elektronik terbaik dan sentuhan eksklusif ala R1M. Bagi pecinta motor naked berperforma tinggi yang menginginkan sensasi mesin crossplane khas Yamaha, MT-10 tetap menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelasnya, baik untuk penggunaan harian, touring, maupun sekadar “joyride” di akhir pekan. Sayang gen ini belum masuk Indonesia cak…semoga dimasa depan. So..New MT10 ? ini baru Monster…piye menurut sampeyan ? (iwb)

  • GIGI DALL’IGNA NGAMUK?? “Jerez Sangat Mengecewakan…” serunya !!!

    GIGI DALL’IGNA NGAMUK?? “Jerez Sangat Mengecewakan…” serunya !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… siapa yang menyangka kalau sirkuit Jerez yang biasanya jadi “taman bermain” Ducati, kemarin malah jadi mimpi buruk buat tim pabrikan mereka. Walau Alex juara namun karena yang menang tim satelit….Gigi Dall’Igna, bapaknya Desmosedici, nggak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah melihat apa yang terjadi di lintasan Spanyol itu. Kenapa Gigi bilang “dua kali lipat lebih mengecewakan”? Mari kita bedah bareng-bareng cak…

    Tim Pabrikan “Zonk”, Tim Satelit Juara!

    IWB pantau, ini yang bikin nyesek. Di satu sisi, Gigi bangga karena Alex Marquez (Gresini Ducati) berhasil juara dan membuktikan motor Ducati masih kencang. Tapi di sisi lain, dua jagoan utama mereka di tim Lenovo—Pecco Bagnaia dan Marc Marquez—malah DNF alias gagal finish!

    Bayangkan cak, motor sudah kencang tapi poin buat tim pabrikan malah nol besar. Marc Marquez yang diharapkan tampil all-out di depan publik sendiri malah terjatuh saat posisi kedua di balapan. Sebagai pabrikan factory jelas mereka kehilangan muka didepan sponsor utama yakni Lenovo…

    Gigi juga menyoroti progres rival abadi mereka dari Italia, yaitu Aprilia. Di Jerez kemarin, Marco Bezzecchi yang sekarang nunggang RS-GP berhasil finish kedua dan nempel ketat Alex Marquez.

    Gigi sadar betul kalau dominasi Ducati sekarang lagi digoyang. Regulasi konsesi yang menguntungkan lawan mulai terasa dampaknya. “Lawan sudah sangat dekat, dan kita melakukan kesalahan di saat yang paling tidak tepat,” kurang lebih begitu curhatan si jenius berambut putih ini cak.

    ” Balapan yang dimulai dengan start yang menarik dari Marc yang, sayangnya, jatuh di lap berikutnya dan dilanjutkan dengan dominasi adiknya, Alex, serta performa luar biasa dari Di Giannantonio. Pecco, di sisi lain, terpaksa mundur karena masalah teknis. Seharusnya dan sudah sepantasnya hari Minggu yang berbeda bagi tim pabrikan kami, tetapi ternyata menjadi dua kali lipat mengecewakan. Pertama, karena kondisinya tepat untuk penampilan yang kuat, dan kedua, karena cara kami tersingkir dari balapan yang seharusnya dilupakan…

    “Dari perspektif ini, gambaran keseluruhan positif setelah kesulitan yang dihadapi di beberapa GP pertama, tapi kami jelas merasakan kurangnya hasil dari pembalap pabrikan. Kenyataannya adalah kami perlu meningkatkan dan terus bekerja tanpa lelah untuk memberikan keunggulan ekstra kepada para pembalap kami.  Sekarang saatnya menganalisis data yang terkumpul dan membuat keputusan yang tepat.  Tantangan baru ada di depan…” seru Gigi…

    Masalah Teknis di Balik Layar?

    Bisikan yang IWB dengar, selain soal insiden jatuh, ada sedikit ketidakpuasan soal feeling ban depan pada motor GP26 versi terbaru di suhu aspal Jerez yang panas. Gigi merasa timnya gagal memaksimalkan potensi motor di saat krusial, padahal secara pace mereka nggak kalah.

    Last…. persaingan antar pabrikan makin merata, nggak ada lagi yang bisa santai-santai. Gigi Dall’Igna itu orangnya perfeksionis, kalau dia sudah bilang “kecewa”, biasanya bakal ada lembur besar-besaran di pabrik Borgo Panigale buat nyiapin “senjata” baru di seri berikutnya. Menurut IWB sih, ini peringatan keras buat Pecco dan Marc. Apakah Ducati factory bakal kembali bangkit di Le Mans nanti, atau malah makin terpuruk? kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Bos Pramac Sebut Toprak Razgatlioglu Apessss Gabung ke MotoGP ?! Waduhhh

    Bos Pramac Sebut Toprak Razgatlioglu Apessss Gabung ke MotoGP ?! Waduhhh

    Iwanbanaran.com – Cakkk… siapa sih yang nggak kenal Toprak Razgatlioglu? Rider Turki yang skill-nya nggilani kenceng tenan saat di WSBK. Toprak seringkali jadi buah bibir karena kepiawaiannya menaklukkan mesin 1000ccc masspro. Tapi, ada satu pertanyaan besar…Apakah tahun 2026 adalah waktu yang tepat buat dia debut di MotoGP? Yup…Bos Pramac Sebut Toprak Razgatlioglu Apessss Gabung ke MotoGP ?! Waduhhh…kok isoo ??

    Gino Borsoi, sosok penting di balik suksesnya Pramac Racing, punya opini yang cukup pedas tapi logis. Menurutnya, Toprak sepertinya memilih “waktu yang kurang tepat” untuk melakukan debutnya. Lho, kok iso gitu cak?

    Transisi Regulasi 2027: Jebakan Batman?

    Borsoi menjelaskan kalau tahun 2026 adalah tahun terakhir bagi mesin 1.000cc sebelum semua pabrikan beralih ke mesin 850cc di tahun 2027. Ini yang bikin IWB mikir juga cak…

    • Adaptasi Cuma Setahun: Kalau Toprak masuk di 2026, dia harus mati-matian belajar menjinakkan motor 1.000cc yang teknologinya sudah di puncak pengembangan (aerodinamika, ride height device, dll).

    • Ganti Total di 2027: Begitu dia baru mulai “nyambung” sama motornya, eh… regulasi berubah total di 2027. Artinya, dia harus mulai dari nol lagi bareng rider-rider lain. Borsoi menganggap ini bakal jadi beban mental dan fisik yang luar biasa buat Toprak. Jiannn… mumet tenan pasti cak!

    Bukan cuma soal teknis motor, Borsoi juga menyoroti level persaingan yang makin ngeri. Rider-rider muda sekarang sudah kayak robot, kencang sejak sesi FP1 karena mereka sudah ditempa dengan motor full intervensi elektronik !

    Buat Toprak yang sudah sangat dominan di WorldSBK, pindah ke MotoGP itu bukan cuma soal ganti ban atau rem karbon, tapi soal merubah mindset balap secara total. Borsoi bukannya meragukan skill Toprak…karena kita tahu Toprak itu luar biasa—tapi dia cuma mau bilang kalau tantangannya kali ini benar-benar luar biasa. Apesnya lagi cak…Toprak gabung ke tim Yamaha, tim yang saat ini pada kondisi yang sangat sulit…

    ” Saya yakin Yamaha bekerja keras pada motor tahun ini, dengan tetap mengingat bahwa motor musim depan tidak akan jauh berbeda dari motor saat ini, yang merupakan basis untuk proyek 2027. Jadi, sangat penting bagi kami bahwa motor saat ini mulai tampil baik, sehingga kami bisa siap untuk 2027. Apa yang menjadi fokus kami? Segalanya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini adalah proyek yang benar-benar baru, dan ketika kalian memulai dari lembaran kosong, kamu harus mengerjakan setiap aspek. Kami mencoba meningkatkan aerodinamika, performa mesin, sasis, dan segalanya. Kami masih jauh dari puncak, kami tahu itu, tapi itu wajar karena kami baru saja memulai. Kami harus memiliki pola pikir yang benar, bersabar, dan melangkah selangkah demi selangkah tanpa kehilangan akal sehat….

    “Seorang pembalap datang ke balapan karena dia ingin tampil baik. Toprak datang ke sini karena dia ingin membuktikan bahwa dia cepat, dan dia belum berhasil melakukannya karena beberapa alasan: pertama karena dia masih kurang pengalaman, dan kedua karena motornya tidak memungkinkannya. Jelas, setelah memenangkan tiga Kejuaraan Dunia, dia tidak akan menerima tertinggal. Dia juga sangat baik, karena orang lain mungkin sudah jauh lebih frustrasi dan mulai membanting tinju di meja. Saya mengerti bahwa itu bisa sulit bagi seorang pembalap yang menginginkan hasil.”…tukas Gino…

    Last…jujur IWB pribadi pengen banget lihat Toprak “ngacak-ngacak” barisan depan MotoGP. Aksinya yang suka stoppie ekstrem itu pasti bakal jadi hiburan tersendiri. Tapi omongan Borsoi ada benarnya juga. Datang di akhir era regulasi lama bisa jadi blunder kalau nggak punya adaptasi secepat kilat. Apalagi kalau kita ingat, di 2026 nanti persaingan bukan cuma soal mesin, tapi mentalitas. Apakah Toprak sanggup menanggung ekspektasi fans yang begitu tinggi di tengah transisi regulasi besar-besaran? Nah, kalau menurut sampeyan piye cak? Apakah Toprak apes MotoGP di 2026 ?? atau seharusnya sekalian di 2027 pas semua mulai dari nol? Monggo tumpahkan opininya di kolom komentar….(iwb)
  • Daftar Lengkap Harga BBM 1 Mei 2026… Pertalite Tetap, Pertamax Makin Galak!!?

    Daftar Lengkap Harga BBM 1 Mei 2026… Pertalite Tetap, Pertamax Makin Galak!!?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… selamat pagi dari warung IWB! Piye kabare sampeyan semua? Semoga tetap sehat, dompet tebal, dan tangki motor nggak pernah dibiarkan kerontang alias kosong melompong. Nah, masuk bulan Mei 2026 ini, IWB dapet banyak bisikan dan pantauan langsung di lapangan soal “darah” buat tunggangan kita semua, apalagi kalau bukan BBM!

    Yup, setiap awal bulan, ritual kita adalah ngecek harga. Opo maneh jaman sekarang cak, harga BBM suka bikin jantungan kalau nggak dipantau. Pertamina sendiri sudah merilis daftar harga resmi per 1 Mei 2026. Dan jujur cak… ada yang tetap, tapi ada juga yang harganya bikin alis IWB naik !

    Oke, langsung saja kita bedah satu-satu berdasarkan pantauan di SPBU wilayah Jakarta dan sekitarnya. Cekidottt cak!

    Pertamina: Pertalite dan Pertamax Masih Bertahan!

    Kabar gembira buat para pejuang aspal, Pertalite ternyata masih adem ayem di angka Rp 10.000. Jadi buat sampeyan yang masih mengandalkan subsidi, napas masih bisa panjang cak. Tapi buat yang pakai Pertamax…… siap-siap, dan Harganya ternyata masih samaaaa, Juozzz gandozzz tenan iki !

    Karyawan melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan konsumen di SPBU Coco Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/2/2020). PT Pertamia (Persero) terus mempercepat penerapan digitalisasi SPBU untuk meningkatkan kepastian takaran, dari total lebih dari lima ribu SPBU yang akan digitalisasi, saat ini sekitar tiga ribu SPBU sudah di digitalisasi dan sisanya akan terus dilakukan pada tahun 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

    Berikut rincian lengkapnya di wilayah DKI Jakarta:

    • Pertalite: Rp 10.000/liter

    • Pertamax (RON 92): Rp 12.300/liter

    • Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

    • Pertamax Turbo: Rp 19.400/liter (Walahhh…!!)

    • Dexlite: Rp 23.600/liter

    • Pertamina Dex: Rp 23.900/liter

    • Solar Subsidi: Rp 6.800/liter

    Piye dengan SPBU Swasta?

    Bukan cuma Pertamina cak, IWB juga intip-intip tetangga sebelah kayak Shell dan Vivo. Ternyata mereka juga main di angka yang kompetitif. Shell Super misalnya, dipasang di angka Rp 12.390, tipis banget bedanya sama Pertamax. Sementara Vivo lewat Revvo 92-nya juga nempel ketat.

    Berikut pantauan di SPBU Swasta:

    • BP Ultimate: –

    • BP 92: Rp 12.390 per liter

    • BP Ultimate Diesel: Rp 25.560 per liter

    • Vivo Revvo 92 (RON 92): Rp 12.390 per liter

    • Revvo 95 (RON 95): –

    • Diesel Primus Plus (CN 51): Rp 14.610 per liter

    Last…. fluktuasi harga BBM memang sudah jadi “makanan” kita tiap bulan. Namun perang Iran Amerika ini memang bikin jantungan. Jadi Saran IWB sih simpel, berkendara alon-alon ora usah sruntulan buat keiritan motor. Dan gunakan BBM sesuai kompresi mesin motor sampeyan. Jangan dipaksa pakai yang murah kalau spek mesin kudu RON tinggi, nanti malah nglitik dan performa amsyong! Rugi bandar nanti cak kalau umur mesin lebih pendek gara-gara salah minum. Nah, dari daftar di atas, wilayah sampeyan piye harganya? Apakah ada perbedaan yang mencolok? Monggo tumpahkan opininya di kolom komentar. Gazzzz ! (IWB)

  • Geger !! Honda NS150ES 2026 Rilis…ketika”Jiwa” PCX Dipaksa Punya Dek Rata Vario!

    Geger !! Honda NS150ES 2026 Rilis…ketika”Jiwa” PCX Dipaksa Punya Dek Rata Vario!

    Iwanbanaran.com – Asli cak….dunia otomotif memang nggak pernah kehabisan berita. Lhaa piyee…Baru saja IWB memelototi sosok motor baru dari Wuyang Honda (partner Honda di China) bernama Honda NS150ES. Dan impresi pertama IWB pas melihat motor ini adalah: “Lho, ini PCX kok kakinya selonjoran dek rata?”

    Iya beneran cak! Bayangkan sampeyan punya Honda PCX 160 yang elegan dan bongsor itu, tapi tiba-tiba area tengahnya dipangkas, punuk tangki bensinnya dibuang, dan diganti dengan dek rata yang luas persis Honda Vario. Inilah konsep yang diusung oleh NS150ES.

    Desain: Mewah Tapi Praktis!

    Kalau kita intip area depan, aura mewahnya emang dapet banget. Lampu depan atau headlight-nya itu lho cak… besar, sangar, dan sudah full LED dengan desain yang sangat identik dengan keluarga maxi-skutik Honda. Garis-garis bodi sampingnya juga mengalir manis, memberikan kesan high-end scooter.

    Tapi kejutan utamanya ada di bawah dek. Berbeda dengan PCX yang tangki bensinnya di depan, NS150ES ini balik ke “khittah” skutik fungsional. Dek rata yang luas ini tentu menjadi jawaban buat Kangbro yang sering bawa barang belanjaan atau galon, tapi tetap pengen tampil parlente layaknya naik motor premium.

    Mesin: Tenaga 150cc eSP+

    Dapur pacunya nggak kaleng-kaleng cak. Mengusung mesin 150cc eSP+, motor ini diklaim mampu memuntahkan tenaga sekitar 14,5 HP dengan torsi 14,2 Nm. Memang secara kapasitas sedikit di bawah PCX 160 versi Indonesia, tapi untuk penggunaan harian di perkotaan, IWB yakin karakter mesin Honda yang halus dan responsif bakal tetap terasa di sini.

    Fitur Melimpah, Khas Honda Modern

    Fiturnya? lumayan komplit cak!

    • Panel Instrumen TFT: Layarnya sudah full warna dan bisa konek ke smartphone. Navigasi? Bisa langsung nongol di speedometer!

    • Smart Key System: Jelas sudah nggak pakai kunci kontak fisik lagi.

    • Pengereman: Sudah dibekali cakram depan-belakang plus fitur ABS (Anti-lock Braking System) dan HSTC (Honda Selectable Torque Control) biar nggak gampang sliding pas jalanan basah.

    • Socket USB: Buat ngecas HP sambil riding tetap aman terkendali.

    Last….Munculnya Honda NS150ES ini seolah menjadi jawaban bagi konsumen yang selama ini “galau” antara memilih kemewahan PCX atau fungsionalitas Vario. Di China, motor ini diposisikan sebagai skutik premium serba guna. Pertanyaannya… apakah PT AHM (Astra Honda Motor) bakal memboyong konsep dek rata 150cc ini ke tanah air? Mengingat pasar Indonesia sangat suka dengan dek rata (seperti suksesnya Vario), bukan tidak mungkin sosok NS150ES ini bisa menjadi inspirasi buat “Vario 160 Generasi Baru” atau malah model mandiri lainnya. Kalau menurut sampeyan gimana cak? Cocok nggak NS150ES ini mengaspal di jalanan Indonesia? Atau tetep setia sama PCX berpunuk? Monggo berikan opininya di kolom komentar… gass ! (iwb)

  • Mesin Turbo Panaskan Bengkulu dalam Tour Boemi Nusantara Etape 2 !!!

    Mesin Turbo Panaskan Bengkulu dalam Tour Boemi Nusantara Etape 2 !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Setelah pada pekan lalu sukses membuka etape perjalanan perdananya mengeksplorasi keindahan bumi Toba Samosir, Sumatera Utara yang menakjubkan, kini MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) kembali bersiap melanjutkan perjalanan ikoniknya menyusuri keindahan panorama dan kekayaan alam bumi rafflesia Bengkulu dalam semangat eksplorasi dan solidaritas yang MAXimal.

    Di etape kedua yang berlangsung pada 25-26 April 2026 ini, Yamaha kembali mengajak dan merangkul para bikers MAXi Yamaha yang terdiri dari media, blogger, vlogger, serta komunitas MAXi yang ada di wilayah Bengkulu untuk menikmati pengalaman riding yang andal bersama MAXi Yamaha dalam menyusuri aneka medan perjalanan Bengkulu yang penuh dengan hidden gems dan kejutan di tiap kilometernya.

    “Etape kedua MAXi Tour Boemi Nusantara di Bengkulu ini menjadi wujud nyata komitmen Yamaha dalam merangkul komunitas sekaligus mengeksplorasi kekayaan alam Bumi Rafflesia yang luar biasa. Melalui perjalanan ini, kami tidak hanya ingin mengajak rekan-rekan media, blogger, vlogger, dan konsumen setia untuk sekadar menikmati berbagai hidden gems yang ada di wilayah Bengkulu. Namun lebih dari itu, kami pun ingin terus membuktikan berbagai keunggulan yang diterjemahkan ke dalam fitur canggih MAXi Yamaha dalam memberikan pengalaman berkendara yang MAXimal. Kami berharap melalui kegiatan ini, tali silahturahmi antara para bikers MAXi Yamaha di tanah Sumatera semakin solid dan erat untuk kini dan waktu yang akan datang.,” ujar Wahidin, Deputy GM Sales & Operation Yamaha Main Dealers Thamrin Brothers.

    Etape kedua MTBN mengajak para bikers mengeksplorasi panorama alam Kepahiang dengan titik awal keberangkatan dari Yamaha Sentral Bengkulu menuju dataran tinggi. Menempuh rute sejauh 128 km, peserta disuguhkan keindahan perkebunan teh Kabawetan dan jajaran Bukit Barisan yang sangat memanjakan mata. Tantangan utama hadir saat melintasi jalur Liku 9 yang ikonik, di mana berbagai kelokan tajam, tanjakan, dan turunan menguji skill berkendara.

    Kondisi perjalanan yang menantang dan penuh kejutan ini pun menjadi playground yang menarik untuk menguji berbagai fitur unggulan pada MAXi Yamaha, mulai dari kehadiran rem ABS dan Traction Control System (TCS) yang bikin sensasi riding terasa semakin pede, rear sub-tank suspension yang mampu meningkatkan performa saat bermanuver, hingga fitur front LED lamp with Dual Projector yang mampu memberikan kualitas pencahayaan yang lebih fokus dan optimal, utamanya saat berkendara di malam hari.

    Dalam perjalanan pada hari kedua, para peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Bengkulu untuk join dalam acara community gathering bersama para pengguna MAXi Yamaha yang ada di kota Bengkulu. Melalui rute perjalanan yang jauh lebih panjang sejauh 134 kilometer, para peserta disuguhkan dengan berbagai spot-spot pemberhentian untuk berfoto dan mengabadikan momen perjalanan.

    Berbagai spot pemberhentian hidden gem layaknya Sungai Trokon, Danau Mas Harun Bastari, lembah kebun teh Kabawetan, hingga menikmati panorama sunset Samudra Hindia di Pantai Sungai Suci, menunjukkan bahwa Bengkulu boleh jadi salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang layak untuk dieksplore dan disinggahi bagi para bikers yang hobi lakoni touring bersama MAXi kesayangannya.

    Setibanya di venue community gathering yang berlokasi di Rafflesia Beach Club, para peserta disambut dengan aneka pertunjukkan kebudayaan khas Bengkulu, mulai dari Tari Sekapur Sirih yang menjadi simbol penyambutan yang hangat, atraksi perkusi Dhol yang unik dan anti-mainstream, hingga menerima ikat kepala Besurek yang menyimbolkan rasa solidaritas antar sesama pengguna MAXi Yamaha.

    Acara community gathering terasa spesial dengan kehadiran Wiwik Rahayu, S.T., M.Si, selaku Kabid E-Government Kominfo Kota Bengkulu yang memberikan cinderamata ikonik Bunga Rafflesia dan miniatur Tabot. Dalam momen hangat ini, Yamaha turut membagikan informasi produk terbaru seperti oli Yamalube “TURBO” MATIC, aksesori resmi, hingga koleksi apparel kolaborasi eksklusif. Selain itu, para peserta juga diedukasi mengenai pemanfaatan aplikasi My Yamaha Motor yang dirancang untuk menghadirkan kemudahan layanan serta pengalaman digital bagi konsumen….(YIMM PR)

  • Marc Marquez Menguji “Monster” Baru….Sayap Bawah lebih tebal !!

    Marc Marquez Menguji “Monster” Baru….Sayap Bawah lebih tebal !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan lalu, Ducati kembali menjadi pusat perhatian di MotoGP. Alex Marquez sukses meraih kemenangan mengejutkan di Grand Prix Spanyol bersama tim Gresini, mengendarai Desmosedici GP26. Namun, kegembiraan tidak berhenti di sana. Di sesi tes resmi hari Senin di sirkuit yang sama, pabrikan asal Borgo Panigale itu memamerkan sejumlah komponen inovatif yang mendorong batas performa dan aerodinamika jauh melampaui ekspektasi…!!

    Marc Marquez Menguji “Monster” Baru

    Marc Marquez, yang terjatuh di balapan utama, menjadi pusat uji coba pengembangan terbaru Ducati. Motor yang ia kendarai dihiasi banyak bagian yang tidak dicat—menandakan bahwa tim masih dalam tahap eksperimen agresif.

    Bagian depan motor ini menampilkan fairing yang dirancang ulang secara radikal. Desainnya terlihat lebih lebar dari generasi sebelumnya, memanjang hingga sejajar dengan lebar sayap depan. Ini adalah penyimpangan dari bentuk tradisional seperti anak panah yang selama ini dikenali para penggemar.

    Sayap Baru, Filosofi Baru

    Tim yang dipimpin oleh jenius aerodinamika Gigi Dall’Igna tidak berhenti di fairing. Mereka mengerjakan ulang kedua sayap depan untuk meningkatkan performa:

    • Sayap bawah: Memiliki leading edge yang lebih tebal.

    • Sayap atas: Sudut serangan (angle of incidence) dikurangi dan chord (lebar sayap) dibuat lebih ramping.

    Perubahan ini mengindikasikan bahwa para insinyur Ducati berusaha memperluas area kontak aerodinamis, yang secara dramatis dapat mengubah karakteristik handling bagian depan motor.

    Fitur lain yang ikut berubah adalah slot pada fairing, yang sebelumnya memiliki desain ramping dan aerodinamis. Kini, slot tersebut dikonfigurasi ulang untuk mengelola dinamika aliran udara dari depan dengan lebih baik.

    Difuser, yang diposisikan di bagian bawah fairing, tetap mempertahankan asupan udara yang kuat namun mendapat keuntungan dari saluran keluar atas (upper outlet) yang dirancang untuk mengoptimalkan aliran udara—meningkatkan efisiensi dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.

    Yang menarik, saluran pemisah (separation channel) antara difuser dan bodi tengah fairing tampak diminimalkan. Ini mengindikasikan kemungkinan adanya efek Venturi—sebuah prinsip fisika yang dapat meningkatkan kecepatan aliran udara dan downforce secara signifikan.

    Bodi aerodinamika baru Ducati ini bukan hanya soal penampilan. Setiap detail dikerjakan dengan presisi untuk peningkatan performa:

    • Panel samping vertikal (step): Masih dipertahankan, tetapi leading edge-nya dilunakkan.

    • Leading edge kini lebih membulat untuk mengakomodasi asupan udara yang lebih besar dan tidak terlalu vertikal, yang ditempatkan tepat di bawah step.

    Dengan kata lain, seluruh celah pada motor ini telah diteliti dan direvisi.

    Kembalinya Sayap Lateral dan Lengan Ayun Baru

    Sayap lateral yang sempat menuai kritik dan dipertanyakan khasiatnya selama pramusim, kini kembali hadir. Kehadirannya kali ini tentu dengan penyempurnaan.

    Yang lebih menggoda, Ducati juga memperkenalkan lengan ayun belakang baru yang secara artistik menggabungkan komponen logam dengan fairing karbon yang inovatif.

    Sementara Marquez menguji paket aerodinamika paling radikal, Francesco Bagnaia terlihat menguji konfigurasi aerodinamika yang sudah dikenali dari tes Sepang. Konfigurasi ini menampilkan fairing berundak (stepped) dengan bagian bawah tanpa saluran sebelumnya—sebuah desain yang sempat disingkirkan, namun kini kembali dipertimbangkan untuk dievaluasi oleh para pembalap.

    Last….setelah akhir pekan yang sukses (kemenangan Alex Marquez), Ducati tidak berpuas diri. Tes Jerez membuktikan bahwa mereka terus mengejar inovasi tanpa henti. Portofolio komponen yang diuji—dari fairing lebar, sayap baru, difuser yang dioptimalkan, lengan ayun hybrid (logam-karbon), hingga sayap lateral yang kembali hadir—menunjukkan bahwa Borgo Panigale sedang membangun motor yang benar-benar berbeda. Akankah desain berani ini melambungkan Ducati ke level yang lebih tinggi di kejuaraan? Atau justru ada risiko “tersesat” di tengah pengembangan yang agresif? Satu hal yang pasti: suara Ducati kini lebih keras dari sebelumnya, bergema di seluruh dunia balap MotoGP. Persaingan menuju Le Mans dan seri Eropa berikutnya dipastikan akan semakin sengit. Kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Ramadhipa….Bintang Baru yang bikin Geger Jerez !!! Interview Eksklusif IWB

    Ramadhipa….Bintang Baru yang bikin Geger Jerez !!! Interview Eksklusif IWB

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Dunia balap motor internasional baru saja dikejutkan oleh kemunculan talenta muda asal Indonesia, Muhammad Rama Putra Pratama, atau yang akrab disapa Rama Dipa. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini sukses mencatatkan sejarah dengan menjadi pemenang di ajang Red Bull Rookies Cup (RBRC) seri Jerez, Spanyol. Dan alhamdulilah cak IWB berkesempatan melakukan interview Eksklusif IWB vs Ramadhipa…yup, bintang baru yang bikin Geger Jerez !!

    Keajaiban dari Posisi 17 Kemenangan Rama di Jerez bukanlah hal yang biasa. Memulai balapan dari posisi ke-17, Rama menunjukkan mentalitas baja dengan merangsek ke barisan depan. Dalam wawancara eksklusif bersama IWB, Rama mengungkapkan bahwa strateginya hanya satu: menyerang sejak awal. “Saya hanya ingin memberikan 100 persen dari apa yang saya punya, tanpa mau membebani diri dengan target muluk,” ujar pembalap yang juga mengidolai Marc Marquez ini.

    Saat ini, Rama menetap di Spanyol untuk menjalani program pelatihan intensif. Hidup di Eropa bukan sekadar soal memutar gas. Rama harus menjalani disiplin fisik yang luar biasa, mulai dari bersepeda puluhan kilometer untuk melatih ketahanan (endurance) hingga sesi gym rutin. Menariknya, di sela-sela jadwal balap yang padat, Rama tetap mengutamakan pendidikan dengan bersekolah di British School. Nahh dari sinilah IWB jadi tahu seperti apa perjuangan Rama. Interview eksklusif yang IWB lakukan membuat mata kita terbuka bahwa untuk meraih prestasi memang butuh konsistensi dan edukasi. Dan dari sini kita juga jadi tahu ternyata Rama sering bertanya pada Veda saat akan balapan. Berikut ringkasan interview IWB dan Rama…

    Interview IWB – Rama Pasca Race Jerez

    Iwan Banaran (IWB): “Assalamualaikum Rama, apa kabar? Kita sudah memantau kamu sejak zaman Honda Dream Cup saat masih mungil sekali, dan sekarang luar biasa prestasimu. Boleh share ke kita, apa perbedaan mendasar antara pembalap Eropa dengan pembalap lokal yang pernah kamu lawan, khususnya saat di Jerez kemarin?”

    Ramadipa: “Alhamdulillah baik, Mas. Perbedaan terbesarnya mungkin di pengalaman. Mereka lebih mengetahui sirkuit-sirkuit di Eropa. Selain itu, level start mereka saat memulai balap sudah lebih tinggi dibanding di Indonesia, jadi perkembangan mereka bisa lebih cepat. Rider Indonesia seperti saya, Veda, atau Mas Mario harus beradaptasi sangat cepat. Saya juga sering bertanya kepada coach agar bisa belajar lebih cepat.”

    IWB: “Ada persiapan khusus tidak untuk balapan di Jerez kemarin?”

    Ramadipa: “Sebenarnya tidak ada yang khusus, persiapannya tetap konsisten: latihan fisik, gym, sepedaan, dan latihan motor setiap minggu. Yang paling penting adalah fisik untuk recovery agar tetap fit saat balapan, serta mental. Saya mencoba untuk tidak membebani diri sendiri.”

    IWB: “Bagaimana jalannya race kemarin? Kamu kan menyalip banyak sekali pembalap.”

    Ramadipa: “Seluruh race kemarin sangat menantang. Setiap lap posisi selalu berganti. Saya mencoba memanajemen ban karena saya sudah push sejak lap pertama. Saya lihat lap time saya tidak terlalu kencang di awal, jadi harusnya ban tidak terlalu habis. Yang paling sulit itu saat sudah di grup depan; kita tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun karena sekali melebar, sangat sulit untuk maju lagi.”

    IWB: “Kapan kamu mulai merasa yakin bisa menang atau minimal naik podium?”

    Ramadipa: “Di tiga lap terakhir saya mulai percaya diri karena saya rasa punya pace yang bagus dan bisa mengontrol diri untuk tidak melakukan kesalahan. Kalau untuk menang, saya baru memprediksinya di sektor terakhir (last sector). Saya lihat saya ada di posisi tiga besar, lalu saya memanfaatkan slipstream sampai tikungan terakhir. Di situ saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan.”

    IWB: “Boleh cerita sedikit tentang rutinitas latihan kamu di Spanyol?”

    Ramadipa:

    • Sepedaan: “Itu untuk kardio, endurance, dan melatih fokus. Biasanya 2 jam, jaraknya sekitar 60-65 km.”

    • Gym: “Tiga kali seminggu. Ada latihan kekuatan (strength), sirkuit, dan High Intensity (HIIT).”

    • Motor: “Latihan motor dua sampai tiga kali seminggu.”

    • Istirahat: “Tidur minimal 8 jam untuk recovery hari selanjutnya.”

    IWB: “Kamu kan masih sekolah juga di sana, bagaimana pembagian waktunya?”

    Ramadipa: “Iya, saya sekolah di British School. Di sana belajar bahasa Spanyol, Katalan, dan Inggris. Sekolahnya offline tapi hanya hari Senin saja, karena biasanya setelah balapan hari Senin itu libur. Sisa hari lainnya fokus untuk latihan jika tidak ada jadwal balap.”

    IWB: “Apakah kamu sering bertanya atau diskusi dengan senior seperti Veda Ega atau Mario Aji?”

    Ramadipa: “Sering. Karena Veda punya pengalaman lebih banyak di Red Bull Rookies Cup (RBRC) dan motornya sama, saya tanya detail teknis seperti di tikungan ini pakai gigi (gear) berapa. Kalau dengan Mas Mario Aji, biasanya lebih ke cerita-cerita personal.”

    IWB: “Siapa rival terberat kamu tahun ini dan apa bekal paling berharga dari Astra Honda Racing Team (AHRT)?”

    Ramadipa: “Rival yang sudah pengalaman seperti Beñat, Kristian Daniel, atau yang dari Thailand. Tapi saya tidak boleh fokus ke mereka saja, saya harus terus improve diri sendiri. Dari AHRT, bekal paling berharga adalah fasilitas; mulai dari latihan di Spanyol, tempat tinggal, sampai semua biaya ditanggung. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini.”

    IWB: “Terakhir, apa pesan untuk fans di Indonesia dan target untuk balapan selanjutnya?”

    Ramadipa: “Mohon doanya untuk keselamatan dan kelancaran di setiap race. Target saya adalah bisa konsisten seperti di seri pertama. Target harian saya adalah harus lebih baik dari hari kemarin. Jangan pernah batasi mimpi untuk menjadi nomor satu. Terima kasih semua dukungannya!”

    Yup..itulah cak sesi interview IWB dengan Rama. Mimpi Menuju MotoGP Langkah Rama di Red Bull Rookies Cup merupakan jembatan emas menuju kelas utama MotoGP. Dengan konsistensi yang ditunjukkan, Rama Dipa kini dipandang sebagai calon bintang masa depan Indonesia yang siap mengikuti jejak para pendahulunya di ajang Moto3 atau Moto2. Bagi masyarakat Indonesia, kehadiran Rama Dipa adalah simbol harapan baru. Dukungan doa dan apresiasi terus mengalir agar bendera Merah Putih bisa terus berkibar di podium-podium tertinggi sirkuit dunia. Goooo Indonesiaaa !!! (iwb)