Author: Iwanbanaran

  • Breaking….Yamaha Resmi Stop produksi Motor Roda 3 Tricity dan Niken !! Waduhhh…

    Breaking….Yamaha Resmi Stop produksi Motor Roda 3 Tricity dan Niken !! Waduhhh…

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Ada kabar yang kurang menyenangkan datang dari negeri Sakura, dimana Yamaha Jepang baru saja memberikan pengumuman yang judulnya cukup kontras: antara prestasi dan tragedi. Kenapa? Karena Yamaha resmi mengumumkan kalau seri Yamaha Tricity skutik roda tiga yang legendaris itu bakal disuntik mati alias stop produksi di Jepang! Waduh, kok bisa ya, Cak? Padahal teknologi LMW (Leaning Multi Wheel) itu sudah jadi identitas Yamaha banget. Mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi di balik berita ini….

    Yamaha Motor secara resmi mengumumkan penghentian produksi untuk seluruh lini model TRICITY di pasar Jepang. Mulai musim panas 2026, skutik roda tiga dengan teknologi kemiringan unik ini akan resmi pensiun dari showroom Negeri Sakura.

    Keputusan ini menandai berakhirnya era LMW (Leaning Multi Wheel) di Jepang, menyusul penghentian model NIKEN pada 2024 lalu. Namun kabar baiknya, untuk pasar luar negeri, termasuk Eropa, model ini kemungkinan masih akan terus dijual.

    Tiga Varian, Satu Nasib

    Yamaha Tricity pertama kali diperkenalkan pada 2013 dan mulai dijual pada 2014. Awalnya hanya tersedia dalam kapasitas 125cc, kemudian diperluas ke 155cc dan 300cc seiring dengan tingginya permintaan akan kendaraan komuter yang stabil dan praktis.

    Ketiga varian tersebut Tricity 125, 155, dan 300 akan dihentikan penjualannya di Jepang tanpa alasan resmi yang diungkapkan Yamaha. Namun, beberapa indikasi menunjukkan bahwa faktor pasar domestik dan pergeseran strategi produk menjadi latar belakangnya.

    Keunggulan LMW: Stabil tapi Lincah

    Keunikan utama Tricity terletak pada sistem dua roda depan dengan mekanisme parallelogram linkage. Sistem ini memungkinkan kedua roda depan bergerak independen saat motor dimiringkan, memberikan stabilitas ekstra tanpa mengorbankan kelincahan layaknya motor roda dua biasa.

    Ini menjadikan Tricity sangat diminati untuk berbagai keperluan:

    • Pengiriman barang (bisnis) karena stabilitas saat berhenti dan bermanuver di perkotaan

    • Touring jarak jauh terutama untuk varian 155cc dan 300cc yang boleh masuk jalan tol (karena kelasnya light motorcycle)

    • Pengguna pemula atau yang kurang percaya diri karena rasa aman yang lebih tinggi

    Semua varian dibekali mesin BLUE CORE dengan VVA (Variable Valve Actuation) yang juga digunakan di NMAX, terkenal irit bahan bakar dan halus.

    Nasib Berbeda di Luar Negeri

    Meskipun pensiun di Jepang, Tricity masih akan terus diproduksi dan dijual di luar negeri. Beberapa bukti menunjukkan:

    • Tricity 300 baru saja diumumkan akan dilengkapi airbag di Eropa (kerja sama dengan Autoliv)

    • Tricity 125 juga mendapat pembaruan model (model change) untuk tahun 2025 di pasar global

    • Tidak ada pengumuman serupa tentang penghentian di situs Yamaha global atau regional Eropa

    Ini berarti pasar Eropa dan kemungkinan Asia Tenggara (termasuk Filipina, Thailand, Vietnam) masih akan menikmati skutik roda tiga ini.

    Dengan dihentikannya Tricity, maka tidak ada lagi model LMW baru yang dijual Yamaha di Jepang. Sebelumnya, saudara besarnya yaitu NIKEN GT (model sport LMW 900cc) sudah lebih dulu dihentikan pada 2024.

    Bagi penggemar LMW di Jepang, tahun 2026 adalah kesempatan terakhir membeli unit baru Tricity. Yamaha menyarankan konsumen yang berminat segera menghubungi dealer resmi.

    Last….keputusan Yamaha menghentikan Tricity di pasar domestiknya sendiri cukup mengejutkan cak. Namun, ini bisa dimaklumi karena pasar Jepang cenderung konservatif dan lebih menyukai skutik roda dua konvensional untuk mobilitas harian. Sementara di Eropa, keunggulan stabilitas LMW sangat dihargai, terutama oleh pengendara pemula dan pengguna lansia. Yang menarik cak, Yamaha justru menambah fitur (airbag) untuk Tricity 300 di Eropa, menandakan bahwa mereka masih serius menggarap segmen ini secara global. Jadi, ini bukan akhir dari LMW hanya pergeseran fokus pasar. Alhamdulilah cak….nggak jadi berduka cita, jebule mung Jepang wae hehehe….(iwb)
  • Test MotoGP Jerez 2026 : Ducati GP26 bawa Aero Baru…Marquez Sumringah !!!

    Test MotoGP Jerez 2026 : Ducati GP26 bawa Aero Baru…Marquez Sumringah !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez meninggalkan Sirkuit Jerez-Ángel Nieto dengan senyum tipis. Meski akhir pekan yang berat harus ia lalui—jatuh di balapan utama MotoGP Spanyol dan kini tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi ada kabar baik dari sisi teknis. Dalam sesi tes resmi hari Senin (27/4), juara bertahan itu berhasil menguji sejumlah pengembangan baru pada Ducati GP26 dan pulang dengan perasaan “senang”….

    Marquez menjadi pembalap Ducati tercepat di belakang trio Aprilia yang mendominasi tes. Ia sempat memimpin papan waktu dengan catatan 1 menit 36,277 detik di sesi sore dan total melahap 68 lap. Kondisi fisiknya pun disebutnya “oke” setelah absen lebih awal di balapan Minggu.

    Peningkatan di Tikungan Kiri dan Kanan

    Fokus utama pengembangan Ducati kali ini ada pada aerodinamika dan sasis. Marquez menguji fairing baru, sayap aerodinamika di lengan ayun (swingarm aero), serta rangka yang dimodifikasi.

    Hasilnya? Ia mulai kembali merasakan kepercayaan diri di bagian depan motor area yang selama ini menjadi keluhan utamanya.

    “Saya mulai merasa sedikit lebih percaya diri dengan bagian depan, terutama di tikungan kiri, yang biasanya menjadi salah satu kekuatan saya, tapi saya justru kesulitan di sana selama beberapa balapan pertama ini,” ujar Marquez.

    Ia menambahkan bahwa tikungan kanan juga ikut membaik.

    “Kami tidak kehilangan poin-poin kuat, dan kami mendapatkan sedikit peningkatan di area-area lemah.”

    Tardozzi: “Marc Senang”

    Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa aerodinamika menjadi prioritas utama dalam tes ini. Menurutnya, tim menemukan sesuatu yang menjanjikan.

    “Kami banyak menyelidiki area aerodinamika karena itu adalah salah satu kemungkinan kami untuk meningkatkan motor, dan sejujurnya kami menemukan sesuatu,” jelas Tardozzi kepada situs resmi MotoGP.

    “Marc senang dengan konfigurasi baru ini. Sementara di sisi lain, Pecco masih memiliki beberapa tanda tanya.”

    Perbedaan Kebutuhan Marc dan Pecco

    Tardozzi mengungkapkan bahwa Marquez dan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, saat ini sedang berjuang dengan masalah yang berbeda pada GP26.

    Pembalap Area yang Ingin Ditingkatkan
    Marc Marquez Kecepatan di tikungan cepat (fast corner speed)
    Francesco Bagnaia Area pengereman dan masuk tikungan (brake area & corner entry)

    “Masing-masing dari mereka ingin meningkatkan area yang berbeda. Kami mencoba menemukan sesuatu untuk keduanya. Di sisi Marc, mungkin sudah berhasil. Di sisi Pecco, kita lihat saja nanti,” tambah Tardozzi.

    Bagnaia: Cukup Puas, Tapi Masih Butuh Pengereman

    Bagnaia, yang juga gagal finis di balapan utama karena masalah teknis, mengakhiri tes di posisi ke-10 gabungan, tertinggal 0,727 detik dari Ai Ogura (Trackhouse Aprilia).

    Ia mengaku cukup puas dengan beberapa item yang diuji.

    “Paket aerodinamika bekerja dengan baik. Jelas kami butuh lebih banyak waktu untuk memahami semuanya, dan tim perlu menganalisis semuanya, tapi saya cukup yakin hari ini kami mengambil langkah kecil.”

    Namun, Bagnaia masih belum menemukan solusi untuk masalah pengereman.

    “Kami hanya perlu lebih fokus pada kemampuan menghentikan motor. Hari ini kami mencoba sesuatu, mungkin kami menemukan arah. Jadi, untuk Le Mans, saya harap kami punya sesuatu untuk ditingkatkan.”

    Last….dengan tertinggal 44 poin dari Bezzecchi, Marquez sadar bahwa ia tidak bisa terus-menerus mengandalkan pengembangan motor. Namun, temuan positif di tes Jerez setidaknya memberikan harapan bahwa Ducati bergerak ke arah yang benar. Pertanyaan besarnya: Akankah peningkatan di area depan ini cukup untuk mengejar Aprilia yang saat ini sedang sangat kuat? Atau justru Ducati masih perlu satu atau dua langkah besar lagi? Jawabannya mungkin akan terlihat di seri berikutnya, Le Mans, akhir pekan depan cak….(iwb)

    2026 Official Jerez Test: Day 2 – Final Combined Times

    Pos Rider Nat Team Time
    1 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) 1m35.944s Session 2
    2 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) 1m35.949s Session 2
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1m36.272s Session 2
    4 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 1m36.277s Session 2
    5 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) 1m36.299s Session 2
    6 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) 1m36.394s Session 1
    7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) 1m36.439s Session 2
    8 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) 1m36.477s Session 2
    9 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) 1m36.658s Session 1
    10 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) 1m36.671s Session 2
    11 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) 1m36.683s Session 2
    12 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1m36.687s Session 2
    13 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* 1m36.878s Session 2
    14 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) 1m36.896s Session 2
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) 1m36.977s Session 1
    16 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) 1m36.980s Session 2
    17 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) 1m37.008s Session 2
    18 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) 1m37.039s Session 1
    19 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) 1m37.071s Session 2
    20 Daniel Pedrosa SPA KTM Test Rider (RC16) 1m37.483s Session 2
    21 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* 1m37.490s Session 2
    22 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 1m37.541s Session 2
    23 Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP26) 1m37.737s Session 2
  • Veda Ega Guncang Jerez Moto3 2026….torehkan record dunia !!!

    Veda Ega Guncang Jerez Moto3 2026….torehkan record dunia !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Estrella Galicia 0,0 Grand Prix of Spain di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Minggu (26/4/2026), menjadi panggung pembuktian bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Start dari posisi ke-17 yang sangat merugikan, Veda melesat bak roket menyelesaikan balapan di peringkat 6 yang spektakuler.

    Lebih membanggakan lagi, hasil ini memperkuat posisinya di kancah dunia. Berdasarkan data World Championship Classification pasca balapan, Veda Pratama saat ini bercokol di peringkat 6 dunia dengan koleksi 37 poin. Meski masih awal musim dan rookie, tren peningkatannya sangat jelas: ia adalah salah satu pembalap dengan lompatan posisi terbanyak dalam balapan ini.

    Analisis: Tiga Kunci Kehebatan Veda Pratama

    Apa yang membuat Veda begitu istimewa di Sirkuit Jerez? Berikut rincian teknis berdasarkan data resmi MotoGP:

    1. Kecepatan Puncak (Top Speed) yang Mematikan

    Veda adalah pembalap tercepat di antara seluruh peserta dalam hal kecepatan puncak. Bahkan untuk urusan top speed Veda torehkan rekor dunia dengan all time top speed record Moto3 Jerez. Data Top Speed & Average menunjukkan ia mencatatkan 222,2 km/jam, sendirian di puncak klasemen.

    • Pembanding: Pembalap peringkat 1 (Maximo Quiles) hanya mencapai 219,5 km/jam. Adrian Fernandez (peringkat 2) di 221,7 km/jam.

    • Dampak: Keunggulan ini memungkinkan Veda menyalip lawan dengan mudah di lintasan lurus panjang Jerez, sebuah senjata utama saat memulai lomba dari belakang.

    2. Kemampuan Membaca Balapan (Race Pace) Kelas Dunia

    Veda tidak hanya cepat di satu lap, tetapi konsisten sepanjang 19 lap. Catatan Fastest Lap menempatkan Veda di urutan 9 dengan waktu 1’45.077 (lap ke-5).

    • Uniknya, catatan waktu tercepat Veda hanya terpaut 0,523 detik dari fastest lap mutlak yang diciptakan Adrian Fernandez (1’44.554). Artinya, dalam kondisi ideal, Veda mampu menyamai kecepatan para pembalap terdepan.

    • Ia finis hanya +10.027 detik dari pemenang balapan. Sangat tipis untuk ukuran start dari posisi 17.

    3. Ketangguhan Mental dan Manajemen Ban

    Start dari posisi buncit (baris keenam) biasanya memaksa pembalap memaksakan motor di awal. Namun, analisis Chronological Performance menunjukkan Veda justru melakukan pendekatan cerdas:

    • Lap awal stabil: Di 3 lap pertama, ia tidak ambil risiko berlebihan.

    • Akurasi Pengereman: Data Average Speed di sektor T4 (tikungan terakhir sebelum start/finish) menunjukkan konsistensi tinggi, menandakan ia sangat baik dalam mengerem lambat untuk menyalip di dalam tikungan, bukan hanya mengandalkan kecepatan lurus.

    Hasil finis 6 ini bukan hanya tambahan 10 poin, tetapi sebuah pernyataan. Di klasemen konstruktor, Honda (motor Veda) mengoleksi 72 poin, tertinggal dari KTM (95 poin). Namun, Veda menjadi pembalap Honda ke 2 dengan performa terbaik di balapan ini setelah Fernandez, mengungguli rekannya di Honda Team Asia seperti Zen Mitani (P21).

    Dengan modal kecepatan puncak tertinggi dan kemampuan menyalip luar biasa, Veda Pratama kini menjadi ancaman serius di setiap seri. Jika ia mampu memperbaiki kualifikasi (start lebih depan), bukan tidak mungkin podium utama akan segera ia raih.

    Last….Veda Pratama bukan lagi sekadar pembalap Asia dengan potensi. Ia adalah the real fighter. Start dari posisi 17 dan finis 6 adalah bukti bahwa ia memiliki kombinasi langka: kecepatan pure (top speed)dan kecerdasan balap (race craft). Peringkat 6 dunia hanyalah awal. Target utama sekarang adalah menembus 5 besar klasemen dalam tiga seri ke depan. Goooo Vedaaa…!! (iwb)

  • Marquez dlosorrr lageee…..Alex kalahkan Bezzecchi di Motogp Jerez 2026 !!

    Marquez dlosorrr lageee…..Alex kalahkan Bezzecchi di Motogp Jerez 2026 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..Ducati akhirnya meraih kemenangan perdananya di MotoGP 2026. Prestasi ini diraih di Sirkuit Jerez, Spanyol, oleh pembalap tim satelit Gresini, Alex Marquez, sementara kakaknya sekaligus juara bertahan, Marc Marquez, gagal finis setelah jatuh di lap awal. Judule ancurrrr cakkkk……

    Dalam balapan Grand Prix Spanyol yang berlangsung Minggu (26/4/2026), Alex Marquez sukses tampil dominan. Ia memenangi balapan 25 lap ini dengan keunggulan 1,9 detik atas pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi (Aprilia). Kemenangan ini sekaligus memutus rekor lima kemenangan beruntun Bezzecchi sejak awal musim.

    Ini adalah kemenangan grand prix pertama bagi Ducati sejak Grand Prix Malaysia tahun lalu.

    Marc Marquez Jatuh, Pekan yang Pahit

    Harapan besar menyertai Marc Marquez setelah ia menaklukkan Sprint Race yang kacau sehari sebelumnya. Yang lebih impresif, ia memenangi sprint tersebut setelah memulai balapan dari juru kunci alias posisi terakhir.

    Pada balapan utama, Marc yang start dari pole position langsung memimpin awal lomba. Namun, situasi berbalik cepat. Pada lap kedua, sang adik, Alex Marquez, berhasil menyalipnya di tikungan 6. Di tikungan 11 di lap yang sama, Marc kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh. Kayaknya Marc ingin mengimbangi pace Alex tapi gagal cak…

    Ini menjadi kegagalan finis kedua Marc Marquez di hari Minggu pada musim 2026. Nasib buruk juga menimpa rekan setimnya di Ducati pabrikan, Pecco Bagnaia, yang harus tersingkir karena masalah teknis. Akibatnya, tim pabrikan Ducati masih belum pernah naik podium di hari balapan utama sejauh musim ini.

    Meski begitu, kabar baik tetap datang dari keluarga Ducati berkat kemenangan Alex Marquez.

    Alex Marquez Sempurna, Persaingan Ketat di Belakang

    Alex Marquez yang mengendarai Ducati GP26 tampil sangat matang. Setelah memimpin di lap kedua, ia perlahan menjauh dari kejaran Bezzecchi. Pada awal lap kesembilan, keunggulannya sudah mencapai 1,5 detik, dan sempat membesar hingga lebih dari dua detik sebelum ia sedikit melambat di lap terakhir untuk merayakan kemenangan bersama para penggemar Spanyol.

    Di belakang Bezzecchi, persaingan memperebutkan posisi ketiga berlangsung sengit. Fabio Di Giannantonio (VR46) akhirnya berhasil mengamankan podium terakhir setelah menyalip Jorge Martin (Aprilia) di lap keempat. Martin yang start dari posisi ke-10 karena penalti harus puas di urutan keempat.

    Berikut hasil akhir posisi 5 besar Grand Prix Spanyol:

    • 1. Alex Marquez (Gresini Ducati)

    • 2. Marco Bezzecchi (Aprilia)

    • 3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati)

    • 4. Jorge Martin (Aprilia)

    • 5. Ai Ogura (Trackhouse Aprilia)

    Dengan hasil ini, Bezzecchi memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 11 poin atas Martin. Sementara itu, Di Giannantonio naik ke peringkat ketiga sebagai pembalap Ducati dengan posisi tertinggi di klasemen. Hasil buruk pabrikan dekati semakin lengkap karena Bagnaia mengalami masalah teknis dengan motor…

    Last….Balapan yang kurang beruntung dialami Johann Zarco (LCR Honda) yang start kedua namun hanya finis ketujuh, serta Pedro Acosta (KTM) yang harus puas di posisi 10 setelah motornya mengalami kerusakan fairing depan akibat tabrakan. Hmmm…kayaknya Marc tahun ini kok berat banget ya cak…amsyong tenan hiks ! (iwb)

    2026 SPANISH MOTOGP, JEREZ – RACE RESULTS

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) 40m 48.861s
    2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +1.903s
    3 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +5.796s
    4 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +9.229s
    5 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +9.891s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +10.614s
    7 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +13.039s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +14.411s
    9 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +19.778s
    10 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +22.431s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +22.799s
    12 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +24.867s
    13 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +26.871s
    14 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +29.532s
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +29.899s
    16 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +32.921s
    17 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +36.656s
    18 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +37.577s
    19 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +44.557s
    20 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +65.023s
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) DNF
    Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP26) DNF
    Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) DNF
  • Motogp Sprint Jerez 2026 : Marc Marquez King of Rain….Bezzecchi crash !!

    Motogp Sprint Jerez 2026 : Marc Marquez King of Rain….Bezzecchi crash !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Jerez kembali menjadi panggilan sensasi balap MotoGP. Sprint seri MotoGP Spanyol 2026 yang digelar dalam kondisi cuaca sulit berhasil dimenangkan oleh juara bertahan Marc Marquez dengan cara yang paling tidak terduga: ia menang meskipun sempat jatuh pada lap kedelapan. Yup….Marc Marquez King of Rain….Bezzecchi crash !!

    Dalam balapan yang berlangsung kering namun dihujani ancaman hujan, pembalap tim Ducati Lenovo itu menunjukkan kecepatan berpikir dan keberuntungan yang luar biasa, mengalahkan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang finis kedua dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) yang melengkapi podium.

    Kualifikasi Basah: Marquez Sihir di Tengah Hujan

    Sesi kualifikasi pagi hari diguyur hujan, menciptakan kondisi trek yang licin cak. Di sinilah Marc Marquez menunjukkan kelasnya dengan merebut pole position. Ia menyebut target podium di kandang sendiri awalnya terasa “optimistis”, start terdepan membuka peluang besar.

    Kejutan datang dari Johann Zarco (LCR Honda) yang berhasil mendampingi Marquez di baris terdepan. Zarco menjadi satu-satunya rider yang mampu menantang Marquez saat kualifikasi basah, meskipun pace-nya di sesi latihan kering kurang menjanjikan.

    Sementara itu, Alex Marquez (Gresini Racing) yang tampil dominan di latihan Jumat, harus puas start dari baris kedua setelah mengalami kecelakaan di Q2. Rekan setimnya, Fabio Di Giannantonio, dan Marco Bezzecchi (Aprilia) mengisi baris kedua.

    Jalannya Sprint: Kekacauan dan Strategi Jenius

    Sprint yang digelar siang hari dipastikan dimulai dalam trek kering, namun awan gelap menggantung di atas Jerez, mengintensifkan drama.

    Awal Balapan:

    Marc Marquez langsung melesat memimpin dari Zarco yang berperan sebagai “cork in the bottle” (penahan laju pembalap di belakang). Namun, masalah langsung menimpa Jorge Martin (Aprilia) yang mundur ke belakang karena masalah rem cakram depan yang membara. Marco Bezzecchi juga melorot ke posisi 16 akibat start buruk.

    Puncak Drama Lap 8:

    Ketika balapan memasuki lap kedelapan, hujan mulai rintik-rintik. Bendera hujan dikibarkan. Dalam situasi krusial ini, Marc Marquez terjatuh di tikungan terakhir saat diposisi 2. Namun, dengan refleks luar biasa, ia segera kembali menaiki motornya, melaju ke dalam pit, dan langsung mengganti motor. Keputusan untuk masuk pit saat ia terjatuh di area long lap menjadi titik balik kemenangan.

    Saat Marquez masuk pit, kepemimpinan berganti. Putaran berikutnya (lap 9), hujan semakin deras. Hampir semua pembalap yang masih di trek kering, termasuk Di Giannantonio yang sempat memimpin, berbondong-bondong masuk pit untuk mengganti motor. Namun, Marquez sudah lebih dulu keluar dari pit dengan motor ban hujan.

    Di sisi lain, mereka yang bertahan dengan motor ban slick malah bernasib sial. Brad Binder dan Bezzecchi jatuh di tikungan yang sama (tikungan 2). Alex Marquez yang sempat memimpin pun ikut terjatuh.

    Lap Penentu:

    Marquez yang keluar dari pit langsung tancap gas. Di lap ke-11, ia sukses menyalip Bagnaia di tikungan sembilan untuk merebut pimpinan. Dengan keunggulan satu detik di lap terakhir, Marc Marquez melesat tak terkejar.

    Hasil Akhir Sprint (Top 10) – 12 Lap

    1. Marc Marquez (Ducati Lenovo)

    2. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo)

    3. Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46)

    4. Brad Binder (Red Bull KTM) – sempat crash

    5. Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46)

    6. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia)

    7. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha)

    8. Johann Zarco (LCR Honda)

    9. Luca Marini (Honda HRC)

    10. Alex Rins (Monster Energy Yamaha)

    Last….kemenangan ini adalah contoh sempurna dari kecerdasan balap di era flag-to-flag (ganti motor di tengah balapan karena hujan). Marc Marquez mengubah bencana (jatuh) menjadi peluang (masuk pit lebih awal) sementara para pesaingnya ragu-ragu. Sementara itu, Alex Marquez dan Pedro Acosta (KTM) yang cukup kompetitif harus puas gagal finis atau finis di luar poin. Sprint yang dramatis ini menjadi pemanasan sempurna menjelang balapan utama (Grand Prix) besok. Gooo Marc !!! (iwb)

    2026 SPANISH MOTOGP, JEREZ – SPRINT RACE RESULTS

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 21m 25.651s
    2 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +3.050s
    3 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +7.493s
    4 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +8.752s
    5 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +9.237s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +11.958s
    7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +13.525s
    8 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +14.522s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +15.769s
    10 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +15.821s
    11 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +16.190s
    12 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +17.985s
    13 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +19.777s
    14 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +21.583s
    15 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +31.079s
    16 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +44.686s
    17 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +58.756s
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
    Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
    Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) DNF
    Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP26) DNF
    Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* DNF
    Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
  • Efek Menang Balap WSSP….Penjualan Moto Cina ZXMOTO melesat !!

    Efek Menang Balap WSSP….Penjualan Moto Cina ZXMOTO melesat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kemenangan bersejarah ZXMOTO di ajang World Superbike Championship (WSBK) Portimão ternyata tidak hanya mengguncang papan klasemen, tetapi juga pasar motor global. Pabrikan asal China ini mencatatkan lebih dari 5.000 unit motor terjual dalam waktu kurang dari tiga pekan setelah kemenangan ganda mereka di Portugal. Yup…penjualan mereka melesatttttt !!!

    Seperti yang pernah IWB bahas sebelumnya….Pada putaran penutup Kejuaraan Dunia Superbike di Sirkuit Portimão, Portugal, ZXMOTO menciptakan sejarah. Pembalap Valentin Debise bersama tim Evan Bros Racing berhasil meraih kemenangan 1-2 (finis pertama dan kedua) dengan motor 820 RR. Mereka mengalahkan pabrikan-pabrikan besar seperti Yamaha, Kawasaki, Triumph, Ducati, Honda, MV Agusta, dan QJ. Bagi merek asal China, ini adalah pencapaian yang di luar dugaan (unexpected milestone). Namun, yang lebih mengejutkan adalah respons pasar di dalam negeri setelah kabar kemenangan ini menyebar.

    Menurut laporan efek dari kemenangan di WSBK ini langsung terasa pada angka penjualan ZXMOTO. Dalam kurang dari tiga minggu setelah kemenangan di Portimão, pabrikan tersebut berhasil menjual lebih dari 5.000 unit sepeda motor.

    Angka ini mencerminkan fenomena yang jarang terjadi: prestasi balap secara langsung mendorong keputusan pembelian konsumen. Biasanya, hubungan antara “minggu balap” dan “penjualan showroom” membutuhkan waktu lebih lama. Namun untuk ZXMOTO, kemenangan di sirkuit seolah menjadi “iklan langsung” yang paling efektif.

    Fenomena ini mengingatkan pada kisah sukses pabrikan Jepang di era 1970-an-1980-an, di mana Honda, Yamaha, dan Suzuki menggunakan ajang balap sebagai batu loncatan untuk merebut pasar global. Kini, giliran pabrikan China yang menjalankan strategi serupa—dan berhasil.

    Meski antusiasme pasar sangat tinggi, ZXMOTO menghadapi tantangan klasik:

    1. Kapasitas produksi – Mampu memenuhi lonjakan pesanan?

    2. Layanan purna jual – Jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang di luar China

    3. Konsistensi performa – Mempertahankan keunggulan di musim-musim berikutnya

    Last….Efek ZXMOTO adalah bukti bahwa kemenangan di sirkuit masih menjadi salah satu alat pemasaran paling kuat di industri sepeda motor. Lebih dari 5.000 unit terjual dalam tiga pekan adalah angka yang membuat pabrikan Eropa dan Jepang harus mulai memikirkan ulang strategi mereka. Pertanyaannya sekarang: mampukah ZXMOTO mempertahankan momentum ini, atau ini hanya “efek kejutan” sesaat? Jawabannya akan sangat menentukan apakah kita sedang menyaksikan awal dari pergeseran kekuatan global di industri motor….(iwb)

  • Motogp FP1 Jerez..Martin Crash, Pertarungan Ducati vs Aprilia ketat !!

    Motogp FP1 Jerez..Martin Crash, Pertarungan Ducati vs Aprilia ketat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, langsung tancap gas di sesi latihan bebas pertama MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto, Jumat (24/4/2026). Ia mencatatkan waktu tercepat 1 menit 36,954 detik menggunakan ban baru di menit-menit akhir sesi, mengungguli rekan setimnya, Franco Morbidelli, yang finis kedua dengan selisih 0,288 detik…!!

    Hasil Lengkap Sesi Practice

    Pos Pembalap Tim Catatan Waktu Gap
    1 Fabio Di Giannantonio VR46 Ducati 1’36.954 –
    2 Franco Morbidelli VR46 Ducati +0.288 –
    3 Alex Marquez Gresini Ducati +0.378 –
    4 Marco Bezzecchi Aprilia Racing +0.393 –
    5 Marc Marquez Ducati Lenovo +0.542 –
    6 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia +0.556 –
    7 Jack Miller Pramac Yamaha +0.562 –
    8 Pedro Acosta Red Bull KTM +0.606 –
    9 Johann Zarco LCR Honda +0.649 –
    10 Jorge Martin Aprilia Racing +0.720 –

    Catatan: Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) finis di posisi 11, sementara Fabio Quartararo (Monster Yamaha) terdampar di posisi 20.

    Drama di Lintasan: Martin Jatuh Lagi

    Jorge Martin, yang sebelumnya terjatuh saat merayakan kemenangan sprint race di COTA, kembali terlibat insiden. Kali ini ia jatuh setelah sesi usai, tepatnya saat sedang dalam perjalanan menuju practice start. Beruntung tidak cedera.

    Rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura, juga sempat mengalami momen heart-stopping ketika ban depan motornya mengunci saat masuk pit lane. Ia nyaris terjatuh tetapi berhasil menyelamatkan motor.

    Toprak Razgatlioglu Terkendala Masalah Teknis

    Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu—yang dua kali merebut gelar WorldSBK di Jerez—harus puas finis di posisi 15. Ia bahkan harus memarkir motornya di pinggir lintasan di pertengahan sesi karena masalah teknis. Meski sempat kembali melaju, waktu yang tersisa tidak cukup untuk memperbaiki catatan waktunya.

    Strategi Ban Baru vs Ban Bekas

    Menariknya, posisi 1-2 dikuasai oleh pembalap VR46 yang menggunakan ban baru di akhir sesi (new tyres). Sementara itu, Alex Marquez (posisi 3), Marco Bezzecchi (4), dan Marc Marquez (5) masih mengandalkan ban bekas (old tyres) sepanjang sesi. Ini menunjukkan bahwa potensi waktu sebenarnya dari para pembalap Ducati dan Aprilia di depan masih bisa lebih cepat.

    Status Wildcard dan Absennya Vinales

    Sesi ini juga menjadi ajang uji coba bagi dua pembalap wildcard:

    • Augusto Fernandez (Yamaha): finis di posisi 23 (terakhir)

    • Lorenzo Savadori (Aprilia): finis di posisi 22

    Keduanya turun untuk mengumpulkan data pengembangan motor, bukan mengejar hasil instan.

    Sementara itu, Maverick Vinales (Tech3 KTM) absen karena masih dalam masa pemulihan pasca operasi bahu. Posisinya tidak digantikan oleh pembalap lain.

    Rekor dan Fakta Menarik

    • Marco Bezzecchi berpeluang meraih kemenangan grand prix keenam secara beruntun, rekor yang dimulai dari Portimão akhir 2025.

    • Ia juga telah memimpin 121 lap MotoGP berturut-turut—sebuah angka yang mencengangkan.

    • Fabio Quartararo memegang rekor lap terbaik Jerez (1 menit 35,610 detik) yang dibuatnya pada 2025.

    • Alex Marquez memegang rekor lap tercepat balapan di Jerez (1 menit 37,349 detik), juga dari 2025.

    Agenda Akhir Pekan

    Setelah sesi practice, para pembalap akan kembali ke lintasan untuk FP2 dan kualifikasi pada Sabtu (25/4/2026). Sprint race akan berlangsung pukul 20.00 WIB malam itu juga.

    Sementara itu, tes resmi MotoGP akan digelar di Jerez pada hari Senin (27/4/2026), menjadi momen penting bagi tim untuk menguji komponen baru setelah seri Eropa pertama.

    Analisis Singkat

    Pabrikan Performa di FP1 Catatan
    Ducati Dominan (posisi 1,2,3,5) VR46 tampil mengesankan, Marquez bersaudara solid
    Aprilia Kompetitif (posisi 4,6,10) Bezzecchi konsisten meski pakai ban bekas
    KTM Di belakang (posisi 8,12,18) Acosta terbaik di P8, masih perlu kerja ekstra
    Honda Lumayan (posisi 9,13,14,17) Zarco di P9 jadi yang terbaik, rookie Moreira P13
    Yamaha Tertinggal (posisi 7,15,20,21,23) Miller P7 jadi yang terbaik, Quartararo masih terpuruk

    Last….Dari sesi ini, Ducati masih menjadi pabrikan yang harus dipecundangi, dengan lima motor di 10 besar. Namun, Aprilia tidak kalah siap dengan Bezzecchi dan Martin yang siap menggigit. Persaingan sengit diprediksi akan terjadi di kualifikasi dan sprint race besok….(iwb)

  • Moto3 FP1 Jerez..Veda Ega Kesulitan, Motor Honda Banyak PR ??

    Moto3 FP1 Jerez..Veda Ega Kesulitan, Motor Honda Banyak PR ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Veda Ega Pratama mengakhiri sesi FP1 di posisi yang kurang menguntungkan. Di saat pembalap muda lainnya seperti Maximo Quiles dan Matteo Bertelle (Level Up – MTA) berhasil menembus catatan waktu 1 menit 44 detik, Veda masih berjuang di papan bawah. Waaaduhhh…

    Moto3 2026 memasuki seri keempat di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto, Spanyol. Namun, harapan besar publik Tanah Air terhadap Veda Ega Pratama sepertinya masih harus sedikit bersabar. Dalam sesi Free Practice 1 (FP1) yang digelar Jumat (24/4/2026), pembalap Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-24 dengan catatan waktu 1 menit 46,808 detik. Catatan waktu ini menempatkannya lebih dari 2 detik terpaut dari pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) yang melesat dengan waktu 1 menit 44,833 detik.

    Berikut adalah tiga alasan utama mengapa Veda tampak kesulitan di sesi ini:

    1. Defisit Top Speed yang Signifikan

    Data Maximum Speed menunjukkan celah besar antara motor Honda yang ditunggangi Veda dengan para pengguna KTM.

    • Veda Pratama (Honda): 213.4 km/jam.

    • Maximo Quiles (KTM): 219.0 km/jam.

    • Selisih: 5.6 km/jam.

    Di kelas Moto3 yang sangat kompetitif, selisih kecepatan puncak lebih dari 5 km/jam adalah kerugian besar, terutama saat harus melakukan slipstream atau mengejar ketertinggalan di trek lurus Jerez yang menuntut efisiensi mesin.

    2. Masalah Konsistensi di Sektor Tengah (T2 & T3)

    Berdasarkan data Best Partial Times, Veda belum mampu menyatukan sektor-sektor terbaiknya menjadi satu putaran yang sempurna (Ideal Lap).

    • Veda kehilangan banyak waktu di Sektor 2 dan Sektor 3, yang di Jerez didominasi oleh tikungan cepat dan perubahan arah yang lincah.

    • Sementara pembalap papan atas seperti Matteo Bertelle dari tim Level Up – MTA sangat kuat di Sektor 3 (30.758 detik), Veda masih tertinggal cukup jauh di area teknis ini. Ini mengindikasikan Veda mungkin masih mencari setup suspensi yang pas untuk menjaga stabilitas motor saat melibas tikungan cepat Jerez.

    Jika kita tidak hanya melihat satu lap terbaik, tetapi perkembangan catatan waktu Veda sepanjang sesi, terlihat adanya trend peningkatan.

    Dari data yang dihimpun, Veda memulai sesi dengan sangat hati-hati. Catatan waktunya di awal sempat di angka 1 menit 52,7 detik. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mampu memangkas waktu secara signifikan hingga menyentuh 1 menit 46,8 detik di lap ke-11, dan bahkan sempat mencatatkan 1 menit 46,133 detik di lap ke-7.

    Lap Catatan Waktu Kecepatan (km/h)
    2 1’52.702 –
    5 1’47.669 213,4
    6 1’47.727 –
    7 1’47.133 213,4
    11 1’46.808 –
    13 1’47.073 –

    Ini mengindikasikan bahwa adaptasi Veda terhadap sirkuit Jerez berjalan secara progresif. Ia tidak mengalami kebuntuan, melainkan mencari setelan dan feeling yang tepat.

    3. Adaptasi dengan Paket Honda NSF250RW

    Tahun 2026 menjadi pembuktian berat bagi pengguna Honda. Dari data Top Speed, mayoritas posisi 5 besar dikuasai oleh motor KTM. Veda, yang membela Honda Team Asia, harus bekerja ekstra keras karena karakteristik Honda NSF250RW yang sangat bergantung pada cornering speed yang presisi, namun seringkali kalah tenaga dibandingkan akselerasi brutal KTM/CFMoto.

    Meski saat ini tertahan di urutan 24, Veda bukan tanpa peluang. Sejarah di beberapa seri sebelumnya menunjukkan bahwa ia adalah tipe pembalap yang cepat belajar. Jika tim berhasil menemukan setelan tepat untuk meningkatkan grip belakang dan menemukan titik pengereman optimal di Sektor 3, bukan tidak mungkin Veda bisa melompat masuk ke Q2.

    Target Realistis di Kualifikasi:

    • Minimal: Lolos ke Q2 (Top 18)

    • Target Ideal: Start di posisi 12-16

    Last….kesulitan Veda di FP1 Jerez bukan semata-mata soal talenta, melainkan kombinasi antara performa mesin (Top Speed) yang kalah saing serta optimalisasi di sektor teknis. Jika Honda Team Asia tidak segera menemukan solusi untuk meningkatkan kecepatan di trek lurus, Veda akan terus kesulitan bertarung memperebutkan posisi front row melawan dominasi pasukan KTM dan Level Up – MTA. Kita tungggu saja usaha Veda dan Honda…Gazzz !! (iwb)

  • Gawattt….Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!!

    Gawattt….Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Menjelang MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto akhir pekan ini, banyak pihak berharap bahwa seri Eropa perdana akan menjadi titik balik bagi Ducati untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia. Namun, Marc Marquez tidak seoptimis itu. Betul cak…Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!! Waaahhhh

    Jadi cak kabar terbaru jelang race Jerez….Marc dengan tegas meragukan klaim bahwa Jerez akan mengubah peta kekuatan yang saat ini didominasi Aprilia. Menurutnya, fakta di lintasan sudah berbicara terlalu keras untuk diabaikan. Marquez menyoroti bahwa musim 2026 telah melewati tiga seri dengan karakter sirkuit yang sangat berbeda: Thailand (Buriram), Brasil (Goiania), dan Amerika Serikat (COTA). Masing-masing memiliki tata letak, permukaan aspal, dan pilihan ban belakang yang berbeda. Namun, hasilnya tetap sama.

    “Maksud saya, bagi saya, orang-orang yang berkata ‘tidak, kita harus menunggu sampai Jerez’… Kita sudah pergi ke tiga trek yang berbeda, dengan tiga tata letak yang berbeda, tiga ban belakang yang berbeda, dan pemenangnya adalah orang yang sama. Pada akhirnya, fakta adalah fakta: Aprilia, terutama dengan Marco, adalah favorit yang jelas. Yang perlu kami lakukan adalah mencoba bekerja langkah demi langkah dan mencoba lebih dekat dengan mereka.” seru Marc…

    Meski Aprilia mendominasi dengan tiga kemenangan utama beruntun, Marquez mencatat bahwa Ducati sebenarnya tidak tertinggal terlalu jauh di klasemen. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) duduk di posisi keempat, tertinggal 31 poin dari Bezzecchi di puncak.

    “Karena meskipun dengan tiga balapan pertama yang buruk, kami tidak terlalu jauh di kejuaraan. Jadi, mari kita lihat apakah langkah demi langkah kami bisa meningkatkan level kami.”

    Marquez mengakui bahwa jeda panjang pascapenundaan GP Qatar (akibat perang di Iran) telah membantunya memulihkan cedera bahu. Ia merasa lebih siap secara fisik untuk tampil maksimal.

    “Tiga minggu di rumah sangat penting. Saya mencoba bekerja pada titik lemah saya. Tiga balapan pertama tidak mudah, terutama untuk bertahan sepanjang akhir pekan dengan cara yang baik. Tiga balapan pertama sulit, di dalam dan di luar trek. Di dalam, terutama karena saya kesulitan menemukan cara berkendara yang baik. Saya cepat di beberapa area, di beberapa lap, tapi tidak konsisten. Kami tahu alasannya dan kami berusaha memperbaikinya.” tambahnya…

    Pernyataan paling jujur datang saat Marquez mengakui bahwa ia belum memberikan kontribusi maksimal yang diharapkan Ducati saat merekrutnya.

    “Memang benar saya tidak tampil baik dalam tiga balapan pertama ini, tapi saya tidak memberikan ‘ekstra’ yang dibutuhkan seorang pembalap bagus untuk diberikan kepada pabrikan. Ketika sebuah pabrikan merekrut Anda, mereka menunggu ‘ekstra’ itu dari Anda. Itu yang akan kami coba lakukan di balapan-balapan berikutnya. Berusaha menjadi lebih baik dan terus meningkat, karena terutama Marco Bezzecchi dan Aprilia berkendara dengan sangat baik.”

    Last….Marquez datang ke Jerez dengan fisik lebih prima, tetapi kepalanya tetap realistis. Ia tahu bahwa mengalahkan Aprilia tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, tekadnya untuk memberikan “ekstra” bagi Ducati bisa menjadi awal dari kebangkitan—atau setidaknya, awal dari perlawanan yang lebih sengit. Nah menurut sampeyan sendiri piyee cak…optimis atau pesimis Marc akan mampu kalahkan Aprilia ? monggo berikan komennya disini…gazzz ! (iwb)

  • Makin Agresif…..Yamaha Turunkan Motor Kelima di Jerez Motogp !!

    Makin Agresif…..Yamaha Turunkan Motor Kelima di Jerez Motogp !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha mengambil langkah berani di Grand Prix Spanyol akhir pekan ini. Pabrikan asal Iwata tersebut akan menurunkan motor MotoGP kelima di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto melalui balapan wild-card untuk pembalap uji pabrikan, Augusto Fernandez. Keputusan ini diambil di tengah tekanan besar untuk mempercepat pengembangan motor Yamaha V4, yang sejauh ini masih kesulitan bersaing dengan pabrikan Eropa.

    Augusto Fernandez, pembalap Spanyol yang musim lalu menggantikan Miguel Oliveira di event yang sama (dengan motor Inline Yamaha), akan kembali turun lintasan. Namun, targetnya bukanlah podium atau poin. Fokus utama penampilan Fernandez adalah “pengumpulan data untuk pengembangan motor” . Setelah akhir pekan yang sulit di COTA, di mana keempat pembalap Yamaha finis di posisi belakang dengan jarak 25 hingga 38 detik dari pemenang, Yamaha butuh jawaban cepat…

    “Saya sangat antusias dengan wild-card pertama saya musim ini, terutama karena digelar di Jerez. Musim dingin terasa panjang bagi saya dengan sedikit kilometer di atas motor MotoGP. Saya tidak sabar untuk kembali akhir pekan ini,” ujar Fernandez.

    Jerez dipilih sebagai lokasi wild-card karena beberapa alasan strategis:

    1. Tata letak lebih ketat – Kelemahan Yamaha di kecepatan puncak tidak akan terlalu terlihat dibandingkan di sirkuit seperti COTA atau Mugello.

    2. Tes resmi hari Senin – Data dari wild-card bisa langsung dianalisis dan diuji lebih lanjut dalam sesi tes pasca-balapan.

    Namun, para pembalap Yamaha memperingatkan bahwa motor V4 juga masih kekurangan di area lain, seperti kemampuan menikung (turning) dan grip belakang.

    Peluang Upgrade Mesin?

    Berkat status konsesi Grade D, Yamaha adalah satu-satunya pabrikan yang diizinkan memodifikasi desain mesin selama musim berjalan. Seri berikutnya di Le Mans telah disebut-sebut sebagai target peluncuran peningkatan mesin pertama Yamaha di 2026.

    Ini membuka kemungkinan bahwa Fernandez akan menggunakan mesin revisi di Jerez, sebelum pembalap reguler (Quartararo, Rins, Miller, dan Oliveira) menjajalnya dalam sesi tes hari Senin.

    Pabrikan Status Wild-card Jerez
    Yamaha Ya – Augusto Fernandez (fokus pengembangan)
    Aprilia Ya – Lorenzo Savadori
    KTM Tidak – Pol Espargaro cedera tangan
    Honda Tidak – Aleix Espargaro pulih dari operasi punggung
    Ducati Tidak – Status konsesi Grade A melarang wild-card

    Catatan Kinerja Yamaha V4 Sejauh Ini

    Sejak debutnya musim lalu melalui tiga kali penampilan wild-card, motor V4 Yamaha belum menunjukkan peningkatan signifikan. Fernandez mencatatkan hasil terbaik di posisi 14. Rekor itu bahkan belum bisa disamai oleh Fabio Quartararo atau Alex Rins di musim 2026, meskipun Quartararo sempat meraih posisi keenam di sprint race Goiania.

    Beberapa pabrikan lain sebenarnya ingin menurunkan wild-card di Jerez, namun terhalang berbagai faktor:

    • KTM – Pol Espargaro cedera tangan, tidak bisa menggantikan Maverick Vinales di Tech3

    • Honda – Aleix Espargaro masih dalam pemulihan pasca operasi tulang belakang

    • Ducati – Status konsesi Grade A (karena terlalu dominan) melarang mereka menurunkan wild-card

    Last…Wild-card Yamaha di Jerez adalah sinyal jelas bahwa pabrikan Jepang itu tidak puas dengan perkembangan V4-nya. Mereka butuh data, dan mereka butuh cepat. Dengan mesin yang masih bisa dikembangkan sepanjang musim (berkat konsesi), setiap sesi di lintasan adalah emas. Pertanyaannya: akankah Fernandez dan tim insinyur Yamaha mendapatkan cukup informasi untuk melakukan lompatan signifikan sebelum seri Eropa berikutnya? Atau ini hanya langkah kecil di tengah laju Aprilia dan Ducati yang sulit dikejar? Kita pantau akhir pekan ini cak…(iwb)