Author: Iwanbanaran

  • Segini Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!

    Segini Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cak… asli, bener-bener senep kalau kita ngomongin biaya perawatan mobil listrik (EV). Setelah kemarin kita bahas soal harga baterai Innova Zenix yang bikin dompet bergetar, sekarang ada kabar yang nggak kalah panas dari merk pendatang baru yang lagi naik daun, yaitu Jaecoo. Yup….Pabrikan asal Tiongkok ini sepertinya nggak mau main rahasia-rahasiaan. Mereka blak-blakan soal “jeroan” paling berharga di mobil mereka, apalagi kalau bukan baterai. IWB dapet bisikan dari Mas Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, yang membeberkan estimasi biaya kalau sampeyan harus ganti baterai di luar garansi. Siap-siap pegangan kursi cak sebab Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!

    Kendaraan listrik memang dimanja betul sekarang ini cak. Pajak bener-bener hampir dihapus membuat semua ngiler bin ngeces. Apalagi biaya Per KWH yang tentunya langit dan bumi dibandingkan harga BBM yang sekarang jabang bajul nggilani tenan. Namun tahukah sampeyan dibalik kemudahan dan murah yang diberikan harga baterei masih menjadi momok paling menakutkan. Info akurat bisa kita dapatkan sebagai contoh dari Jaecoo..merk Cina yang sekarang menjadi raja mobil ini membocorkan harga baterei mereka. Emang piro harga batereinya ? intip saja dibawah ini cak…

    1. Jaecoo J7 SHS: Kapasitas 18,3 kWh, harganya sekitar Rp 106 Juta!

    2. Jaecoo J8 SHS: Kapasitas 34,4 kWh, harganya tembus Rp 160 Juta!

    3. Jaecoo J5 EV: Nah ini yang paling ngeri cak, kapasitas 60,9 kWh, harganya menyentuh Rp 174 Juta!

    Eits… tunggu dulu, jangan pingsan dulu. Harga segitu ternyata belum termasuk PPN alias pajak pertambahan nilai. Jiaannn… ngeri banget kan? Kalau ditotal sama pajak, harganya sudah bisa buat beli mobil LCGC baru atau moge R6 bekas dari dealer cak! Amsyongggg tenan !!

    Sama seperti pabrikan sebelah, Jaecoo juga nggak mau ribet. Kalau ada kerusakan, mereka gantinya langsung satu paket (pack), nggak bisa cuma ganti modul-modul kecil yang rusak saja. Jadi memang harus satu set baru. Tapi ada kabar baiknya, buat urusan pasang-memasang, teknisi Jaecoo ternyata sudah lihai. Proses gantinya relatif cepat, cuma butuh waktu sekitar 3 jam saja. Jadi sampeyan tinggal ngopi-ngopi santai, mobil sudah siap gaspol lagi.

    Nah, biar sampeyan nggak was-was di tengah jalan, sistem Jaecoo ini ternyata sudah pintar. Di panel instrumennya sudah ada indikator khusus yang bakal menyala kalau ada potensi kerusakan atau masalah pada baterainya. Jadi ada peringatan awal cak, biar nggak sampai kejadian mogok di jalanan. Transparansi harga seperti ini memang penting banget buat edukasi konsumen. Memang bener, biaya ganti baterai EV itu masih jadi “momok” yang menakutkan karena harganya yang setinggi langit. Tapi ya itulah konsekuensi teknologi masa depan. Saran IWB, buat sampeyan yang naksir Jaecoo, pastikan pahami benar-benar skema garansinya. Biasanya pabrikan EV berani kasih garansi baterai yang cukup panjang. Yang penting perawatannya harus telaten. Jadi kalau ada yang bilang EV murah segalanya emang benar…tapi sebenarnya hanya dibalik skema pengeluarannya. Kalau ICE didepan, sedang EV dibelakang. Lha piyee…batereine bikin mules je.  Gimana menurut sampeyan? Harga baterai 174 juta itu wajar atau mending kendaraan ICE ? Monggo sampaikan opininya di kolom komentar! (iwb)

  • MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!

    MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…kalau sampeyan ngikutin perkembangan MotoGP belakangan ini, ternyata suasananya bener-bener lagi chaos bin puyeng! Liberty Media yang tadinya digadang-gadang bakal bawa “koper duit” ke MotoGP, ternyata malah bikin tim-tim di paddock gigit jari. IWB dapet bisikan bahwa MotoGP lagi krisis sponsor, dan sekarang yang pegang kendali bukan lagi bos tim, tapi para pembalapnya sendiri! Lhoo kok iso ??

    Jadi gini lho ceritanya…

    Sampeyan liat nggak Aprilia? Motor kenceng, ganteng, tapi fairing-nya masih banyak yang “polos” tanpa sponsor utama. Ini kan aneh, cakk! Liberty Media emang pinter bikin konten, pinter bikin MotoGP jadi viral kayak Formula 1, tapi ternyata mereka belum becus narik minat perusahaan raksasa buat naruh duit di balap motor. Efeknya? Tim-tim mandiri sampe tim pabrikan mulai megap-megap bayar operasional yang makin selangit!

    Nah, di sinilah muncul fenomena “The Riders are in Charge”. Kenapa pembalap yang berkuasa? IWB coba jabarkan pake bahasa warung kopi ya cakk:

    1. Sponsor Cuma Mau “Wajah” Pembalap: Sekarang brand itu nggak peduli motornya merk apa. Mereka cuma mau nempel kalau ada sosok kayak Marc Marquez, Pedro Acosta, atau si “darah muda” Veda Ega kalau nanti naik kelas. Tanpa pembalap bintang, proposal tim cuma jadi bungkus kacang di meja sponsor cakk!

    2. Pembalap Pegang Kartu AS: Karena tim butuh banget sponsor, dan sponsor butuh pembalap bintang, akhirnya para rider ini punya posisi tawar yang edan-edanan. Mereka bisa minta gaji selangit atau milih tim sesuka hati. Tim nggak punya pilihan, daripada nggak dapet sponsor sama sekali, mending nurut apa maunya pembalap.

    3. Liberty Terlalu Fokus “Show”: Liberty Media kabarnya terlalu maksa bikin balapan makin banyak (ada Sprint Race segala), tapi mereka lupa kalau tiap balapan itu butuh biaya. Pabrikan mulai protes: “Kita disuruh main drama terus, tapi mana duit sponsor barunya?”

    Jujur aja cakk, IWB ngelihat ini sebagai alarm bahaya. MotoGP emang makin populer di sosmed, followers naik drastis, tapi kalau di dalem paddock kantongnya kering ya percuma. Liberty Media harus cepet gerak. Jangan sampe MotoGP cuma jadi ajang “pamer tampang” tapi jeroannya keropos karena nggak ada dukungan finansial yang sehat.

    Bayangin cakk, motor prototype biayanya jutaan Euro tapi nggak ada logo sponsor di badannya… bener-bener pusing ! Makanya sekarang ini Liberty sedang utar otak namun sayangnya usul Liberty Media banyak ditolak tim yang berkaitan dengan artikel sebelumnya. Kita pantau terus, apakah strategi Liberty Media ini bakal beneran berhasil atau malah bikin MotoGP makin “mahal” tapi nggak terjangkau buat tim-tim kecil. Kita tunggu saja pamor MotoGP dimasa depan….. (IWB)

  • Santi Hernández: “Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Santi Hernández: “Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Santi Hernández, teknisi legendaris yang menemani perjalanan Marc Marquez sejak era Moto2, angkat bicara soal masa depan mantan anak asuhnya. Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Hernández menegaskan bahwa Marquez tidak akan kembali ke Honda dan memperkirakan juara dunia sembilan kali itu tidak akan balap hingga usia 40 tahun. Yup….”Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Hernández, yang telah menghabiskan 30 tahun di paddock, memiliki perspektif unik tentang Marquez. Ia menyaksikan langsung bagaimana pembalap asal Cervera itu tumbuh dari “anak kecil” menjadi juara dunia. Namun, hubungan mereka kini telah melampaui lintasan. Hernández mengenang masa-masa awal bersama Marquez di Moto2 sebagai periode paling istimewa. Saat itu, mereka membangun tim dari nol, dan Marquez masih sangat muda.

    “Kami membangun tim yang sangat hebat, mulai dari nol. Kami banyak tertawa; dia adalah salah satu dari kami. Saya menyaksikan Marc tumbuh dewasa.” serunya

    Bagi Hernández, meskipun gelar dan kesuksesan berdatangan (termasuk gelar juara dunia MotoGP 2013), warisan terpenting dari hubungan mereka adalah persahabatan.

    “Saya mendapatkan persahabatan dengannya, yang bagi saya adalah hal paling penting. Suatu hari nanti dia akan pensiun, suatu hari nanti saya akan pensiun… dan persahabatan itu akan tetap ada.”

    Tidak Akan Kembali ke Honda

    Ketika ditanya tentang kemungkinan Marquez kembali ke Honda, Hernández tidak memberi ruang untuk spekulasi.

    “Saya rasa tidak, sepertinya pintu sudah tertutup,” tegasnya.

    Alasannya sederhana: Marquez saat ini terlihat sangat nyaman di Ducati.

    “Dia di Ducati, dia bahagia, dia menemukan kembali senyumannya.”

    Hernández juga memberikan prediksi mengejutkan tentang kapan Marquez akan gantung helm. Berbeda dengan Valentino Rossi yang pensiun di usia 42 tahun, Hernández yakin Marquez tidak akan selama itu.

    “Saya tidak melihat Marc balap sampai usia 40 tahun,” ujarnya blak-blakan.

    Pernyataan ini masuk akal mengingat cedera serius yang dialami Marquez, terutama pada lengan kanannya, yang membutuhkan pemulihan panjang dan mungkin membatasi kariernya.

    Hernández mengakui bahwa jalan mereka kini telah berbeda. Marquez pergi dari Honda, dan Hernández tidak berharap mereka akan bekerja sama lagi secara profesional.

    “Babak di lintasan tampaknya sudah benar-benar tertutup. Tapi yang dibangun di luar lintasan—antara pit dan kehidupan yang dijalani bersama—akan tetap ada.”

    Di sanalah, kata Hernández, nilai sebenarnya dari perjalanan mereka diukur…

    Last….Pernyataan Hernández mengonfirmasi apa yang sudah diketahui banyak pihak: Marc Marquez bahagia di Ducati dan tidak punya alasan untuk kembali ke Honda yang sedang dalam masa transisi sulit. Prediksi bahwa ia tidak akan balap hingga 40 tahun juga menambah spekulasi bahwa kontraknya saat ini (yang hampir pasti diperpanjang hingga 2027) bisa menjadi kontrak terakhirnya di MotoGP. Jika Marquez pensiun setelah 2027, ia akan berusia 34 tahun—masih cukup muda untuk pensiun, tetapi masuk akal mengingat cedera yang ia alami. Yang jelas, persahabatan antara Hernández dan Marquez adalah salah satu kisah paling mengharukan di paddock: dari teknisi dan pembalap, menjadi saudara seperjuangan……(iwb)

  • Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid…bikin meriang cakkkk !!!!

    Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid…bikin meriang cakkkk !!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…sopo sih nggak ngiler dengan sensasi nunggang kendaraan Hybrid. Senyap, irit dan spontan. Apalagi dikombinasikan dengan suspensi yang nyaman seperti Zenix….wisss seger tenan.  Eitttt tapi jangan salah…..sampeyan harus siapin dana besar kalau baterei bermasalah. Dan tahukah sampeyan….Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid…bikin mulessss cakkkk !!!!

    Fenomena mobil hybrid saat ini memang penjualannya makin moncer bin meroket di tanah air. Salah satu aktor utamanya siapa lagi kalau bukan si bongsor Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. IWB akui, mobil ini emang dadi primadona baru buat para bapak-bapak atau keluarga yang pengen gaya tapi tetep irit bbm.

    Tapi begini cak… di balik kemewahan dan senyapnya mesin hybrid, ternyata masih banyak sampeyan-sampeyan semua yang masih “ketar-ketir” alias was-was. Kenapa ? Apalagi kalau bukan soal BATERAI. Banyak yang nanya ke IWB, “Cak, kalau baterainya jebol, piye nasibe?  ” ….Nah, kebetulan IWB dapet bisikan dari PT Toyota Astra Motor (TAM). Mas Philardi Ogi selaku PR Manager TAM langsung buka suara buat nenangin kegelisahan kita semua. Intinya satu cak: Ojo Panik!

    Pihak Toyota sebenernya sudah memikirkan hal itu cak. Makanya Mereka ngasih jaminan alias garansi baterai itu nggak main-main, yaitu 8 tahun atau 160.000 km (mana yang tercapai lebih dulu). Jadi selama masa itu, kalau ada apa-apa sama sel baterainya, sampeyan tinggal bawa ke bengkel resmi, beres! Nggak perlu pusing mikirin biaya gantinya yang bikin meriang….

    Tapi pertanyaannya… gimana kalau masa garansinya wis wassalam alias habis? Nah, ini yang bikin IWB dlongop bin mlongo cak.

    Mas Ogi blak-blakan bilang kalau harga spare part baterai assembly buat Innova Zenix Hybrid itu ada di angka kisaran Rp 48 Juta! Jiaannn… ngeri tenan ! Duit segitu kalau buat beli motor wis dapet sport 250cc second sing masih kinyis-kinyis, atau dapet matic premium satu unit gress dari dealer.

    Dan yang perlu dicatat cak, Toyota itu jualnya satu paket alias assembly, nggak dijual per modul atau eceran. Jadi kalau rusak dan harus ganti ya langsung glundung satu set. Cakepppp tenann bikin gemeterrrr….

    Last….meskipun harganya bikin mripat mendelik, Mas Ogi negasin kalau tim teknisi nggak bakal asal vonis ganti. Semua bakal lewat pemeriksaan teknis yang super akurat di bengkel resmi. Dilihat dulu tingkat kerusakannya, didiagnosis bener-bener, baru deh keluar estimasi penanganannya. Jadi nggak main hantam cak. Saran IWB… buat sampeyan yang nunggang Zenix Hybrid, rajin-rajinlah servis rutin di bengkel resmi. Biar kondisi baterai terpantau terus. Dan mumpung garansinya panjang banget, dinikmati aja kenyamanannya. Nggak usah dipikirin harga baterainya dulu, sing penting gaspol cari cuan nggo gantine sesuk, bener ora? hehehe. Baterei Zenix 48 juta ?? piyee cak….masih berani gazzz beli oraa kieee ? (iwb)

  • Nicolò Bulega ngetes MotoGP Ducati 850cc….Gilaaa Langsung Ngacirrrrrr !!!

    Nicolò Bulega ngetes MotoGP Ducati 850cc….Gilaaa Langsung Ngacirrrrrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia MotoGP dikejutkan oleh penampilan gemilang Nicolò Bulega dalam uji coba tertutup motor Ducati 850cc di Sirkuit Mugello. Pembalap yang baru saja meraih kemenangan triple di WorldSBK Hungaria itu langsung melaju 900 km ke Mugello tanpa istirahat dan sukses mencatatkan waktu yang mengalahkan test rider berpengalaman Ducati, Michele Pirro. Nicolò Bulega Menggebrak Tes Mugello….Ducati GP27 Bikin Para Veteran MotoGP Terpana !!

    Performa Bulega ini menjadi sinyal kuat bahwa ia bukan hanya pembalap top di kelas Superbike, tetapi juga calon bintang masa depan MotoGP—mungkin satu dekade lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang. Setelah merayakan kemenangan di WorldSBK Hungaria (yang digelar akhir pekan sebelumnya), Bulega tidak mengambil waktu istirahat. Ia langsung mengemudikan mobilnya sejauh 900 kilometer atau sekitar 10 jam perjalanan pada Minggu malam untuk mencapai Sirkuit Mugello tepat waktu. Sesampainya di trek, cuaca buruk mengancam. Namun, Bulega tetap melaju. Ia menyelesaikan 20 lap dengan motor Ducati 850cc—prototipe yang akan digunakan di MotoGP mulai musim 2027.

    Waktu Mencengangkan: 1 Menit 47,2 Detik

    Pada tes yang awalnya dijadwalkan sehari kemudian tetapi dipercepat karena ancaman hujan, Bulega mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47,2 detik.

    Pembalap Motor Catatan Waktu Gap ke Bulega
    Nicolò Bulega Ducati 850 1’47.2 –
    Michele Pirro Ducati 850 1’47.6 +0.4
    Dani Pedrosa KTM 850 1’48.5 +1.3
    Jonas Folger KTM 850 1’49.8 +2.6

    Bulega unggul 0,4 detik dari Michele Pirro—pembalap tes Ducati yang sudah sangat berpengalaman. Sementara itu, legenda hidup Dani Pedrosa (meski masih cepat di usia 40 tahun) tertinggal 1,3 detik, dan Jonas Folger (pengganti Maverick Vinales di Grand Prix Prancis) tertinggal 2,6 detik. Bulega sendiri tidak menganggap tes ini sebagai ajang pencarian rekor. Fokus utamanya adalah mengenal motor dan membangun kepercayaan diri.

    “Prioritasnya bukan untuk memecahkan rekor, tetapi untuk berkenalan dengan motor dan membangun kepercayaan diri saya,” ujar Bulega.

    Namun, kecepatan alaminya langsung muncul. Ia tidak hanya sekadar “beradaptasi”, tetapi langsung kompetitif melawan pembalap yang sudah bertahun-tahun mengembangkan motor MotoGP. Sebagai informasi official lap record Kualifikasi Motogp 1000cc di Mugello ditorehkan Marc Marquez dengan 1m 44.169 detik (2025). Sementara lap record ditorehkan Pecco ditahun 2024 dengan 1m 45.770 detik. Dengan mesin 850cc terpaut hanya +1.4 detik dari Pecco jelas luarr biasaaaa….

    Last….Honda juga hadir di Mugello pada hari yang sama. Namun, mereka tidak menguji motor 850cc mereka seperti Ducati dan KTM. Sebaliknya, mereka hanya menjalankan motor RC213V versi saat ini. Ini menunjukkan bahwa pengembangan motor 850cc Honda mungkin masih tertinggal dari Ducati dan KTM. Nicolò Bulega adalah pembalap yang tidak kenal lelah. Perjalanan 900 km, kelelahan setelah kemenangan triple, cuaca buruk—semua tidak menghentikannya untuk tampil brilian di atas Ducati 850. Ia mengirim pesan yang jelas ke paddock MotoGP: Ia bukan hanya sekadar pembalap WorldSBK, melainkan calon bintang MotoGP. Kini, semua mata tertuju padanya, menanti apakah Ducati akan memberikan kesempatan kepadanya di kelas premier pada 2027 atau lebih cepat ? sebab jika tidak rumornya Aprilia TrackHouse Racing sedang mengincarnya…kita tunggu saja…(iwb)

  • Hot…pabrik AHM berlakukan Red Zone, New Vario 160 Makin Dekat ???

    Hot…pabrik AHM berlakukan Red Zone, New Vario 160 Makin Dekat ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….IWB dalam beberapa bulan ini memang anteng tidak banyak membahas produk baru karena kondisi memang sedang lesu gara-gara perang Iran-USA. Makanya cak otak IWB fokus perihal BBM dan juga racing yang saat ini sedang hot atas kemunculan Veda Ega. Tapi dilalah saat kita meleng tidak terlalu memancarkan radar telik sandi…dilalah perkemarin IWB mendapatkan terawangan terbaru yakni adanya Red Zone di Honda. Hot…pabrik AHM berlakukan Red Zone, New Vario 160 Makin Dekat ??? (more…)

  • Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Ducati akhirnya mendapat angin segar. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengonfirmasi bahwa perpanjangan kontrak Marc Marquez untuk musim 2027 sudah hampir rampung. Pengumuman resmi diperkirakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat….!!

    Seperti kebanyakan pembalap papan atas, masa depan juara dunia bertahan itu memang belum diumumkan secara resmi, meskipun banyak pihak yakin kesepakatan telah tercapai sejak lama. Kini, pernyataan dari pucuk pimpinan Ducati sendiri mengonfirmasi hal tersebut.

    “Katakanlah perpanjangan (kontrak) sudah hampir final, hanya tinggal beberapa detail terakhir. Saya pikir pengumuman resmi akan segera tiba,” ujar Domenicali

    Domenicali menjelaskan bahwa penundaan pengumuman kontrak para pembalap tidak hanya terjadi di Ducati, tetapi juga di pabrikan lain. Hal ini disebabkan oleh negosiasi yang masih berlangsung antara pabrikan dan pemegang hak komersial MotoGP (Dorna).

    “Jelas bahwa semua komunikasi sedikit melambat karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan penyelenggara, dan semua ini berdampak pada 2027. Namun, tampaknya bagi saya kita semakin dekat dengan solusi komprehensif, jadi saya akan mengatakan kita akan segera mendapatkan kejelasan.” serunya

    Berdasarkan informasi yang berkembang di paddock cak, gaji Marc Marquez di Ducati untuk musim 2027 dipastikan akan mengalami kenaikan sangat signifikan, meskipun diperkirakan belum cukup untuk menjadikannya pembalap dengan bayaran tertinggi di grid.

    Informasi dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kontrak baru Marquez berada di kisaran €12 juta hingga €15 juta per musim. Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini, nominal fantastis ini setara dengan sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 260 miliar.

    Sebagai gambaran, berikut adalah perbandingan pendapatannya dari tahun ke tahun bersama Ducati :

    • 2024 (Gresini Racing): Dilaporkan membalap secara gratis atau dengan bayaran minimum untuk bisa mendapatkan motor Ducati.

    • 2025 (Ducati Pabrikan): Gaji pokok diperkirakan sekitar €3 juta (± Rp 51 Miliar), ditambah bonus besar karena menjadi juara dunia. Marc berhak atas bonus sekitar €4,5 juta (Rp78 miliar) dari Dorna dan timnya

    • 2027 (Ducati Pabrikan – Estimasi): Melonjak menjadi €12-15 juta, yang berarti kenaikan hingga 5 kali lipat dari tahun 2025.

    Last….kabar hampir rampungnya kontrak Marc Marquez bersama Ducati untuk 2027 adalah sebuah kepastian yang sudah dinanti. meskipun harus menunggu pengumuman resmi, pernyataan dari CEO Ducati ini menegaskan bahwa Marquez akan tetap menjadi andalan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut di era regulasi mesin 850cc. Fokus Marquez sekarang adalah mengejar ketertinggalan poin dari Bezzecchi, dimulai dari seri Le Mans akhir pekan ini. Kita tunggu saja cak…(iwb)

  • HOT GOSSIP….Betulkah Pengembangan Honda CBR250RR “Membeku”?

    HOT GOSSIP….Betulkah Pengembangan Honda CBR250RR “Membeku”?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Sejak pertama kali menggebrak pasar pada akhir 2016 (dan masuk tahap pengembangan beberapa tahun sebelumnya), Honda CBR250RR tetap menjadi tolok ukur performa di kelas motor sport 250cc dua silinder. Yang unik….sementara kompetitor seperti Kawasaki merilis Ninja ZX-25R yang empat silinder, Honda hanya memberikan update kecil berupa kenaikan tenaga tipis atau perubahan suspensi depan. Makanya cak…banyakkk banget dari sampeyan yang bertanya….Mengapa Pengembangan CBR250RR Seolah “Membeku”?

    Banyak dari sampeyan yang bertanya ke IWB, apakah ada indikasi Honda mengembangkan ulang CBR250RR mengingat umurnya sudah mendekati 10 tahun. Sampeyan pasti ingat gen ini dirilis pada 2016….dan sampai 2026 CBR250RR tetap pada tempatnya. Banyak dari sampeyan bertanya…kenapa Honda seolah tanpa ada pergerakan mesin seperempat liter mereka ? ini tidak biasa cak dilakukan AHM karena bisanya pengembangan dilakukan per 3 tahun. Makanya pada artikel ini IWB akan memberikan beberapa analisa pangkal penyebab RND gen ini seolah membeku. Dan ini penjabaran IWB….

    1. Tercapainya Puncak Evolusi Dua Silinder

    Secara teknis, mesin CBR250RR (khususnya varian SP Quick Shifter) sudah berada di ambang batas maksimal efisiensi mesin 250cc dua silinder produksi massal. Tenaga yang mencapai 42 PS adalah angka yang luar biasa.

    • Hukum “Diminishing Returns”: Untuk menaikkan tenaga lebih jauh lagi (misal ke 45-48 PS), Honda harus menggunakan material yang jauh lebih mahal atau mengorbankan durabilitas mesin. Pada titik ini, biaya pengembangan tidak lagi sebanding dengan tambahan performa yang didapat plus harga jual nantinya.

    2. Pergeseran Tren Pasar Global ke “Moped” dan Skutik

    Ini adalah core dari semua cak. Pasar motor sport fairing di kelas menengah mengalami penyusutan secara global. Jadi nggak hanya di Indonesia…motorsport fairing mengalami penurunan signifikan soal market share…

    • Dominasi Skutik Besar: Di Indonesia sendiri, minat konsumen bergeser ke arah kepraktisan skutik besar 150-250cc. Sport sekarang isunya hanya mengisi 2% market share…jauhhh cak

    • Segmentasi Hobi: Motor sport 250cc kini murni menjadi pasar hobi yang sangat tersegmentasi. Dengan volume penjualan yang tidak semasif dulu, pabrikan cenderung lebih berhati-hati dalam menggelontorkan dana riset (R&D) yang mencapai triliunan rupiah untuk model yang pasarnya mengecil.

    3. Dilema “Empat Silinder” vs Regulasi Emisi

    Banyak penggemar berharap Honda merilis CBR250RR-R empat silinder untuk menjegal ZX-25R. Namun, ada tembok besar yakni harga jual yang akan melejit tinggi. Belum lagi Euro 5+ dan regulasi emisi masa depan.

    • Mesin dengan jumlah silinder banyak dan RPM tinggi menghasilkan emisi yang sulit dikendalikan.

    • Honda, sebagai perusahaan global, sedang melakukan transisi besar-besaran menuju elektrifikasi dan netralitas karbon. Mengembangkan mesin pembakaran internal (ICE) baru yang sangat spesifik untuk pasar terbatas dianggap tidak sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.

    4. CBR250RR Masih Terlalu Kompetitif di Balap

    Di ajang balap seperti ARRC (Asia Road Racing Championship) kelas AP250, CBR250RR masih sangat dominan. Bahkan dengan regulasi pemotongan RPM (RPM limit) dari panitia, motor ini tetap sulit dikalahkan. Jika motor lama saja masih menang terus di lintasan balap, Honda secara logis tidak merasa “terdesak” untuk menciptakan mesin baru dari nol.

    5. Strategi “Milking the Product”

    Dalam manajemen produk, CBR250RR saat ini berada dalam fase Cash Cow. Investasi pengembangan awal sudah tertutupi oleh penjualan selama bertahun-tahun. Kini, Honda tinggal memanen keuntungan dengan melakukan penyegaran kosmetik (warna/grafis) atau fitur minor untuk menjaga relevansi tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pengembangan sasis atau mesin baru.

    Nah…jadi itu cak beberapa alasan yang IWB dapat kumpulkan kenapa Honda seolah tidak tertarik mengembangkan ulang atau meracik all new facelift CBR250RR.  Jadi jangan heran ketika IWB terawang pergerakan motor berkode K64 ini seolah membeku…

    Last….CBR250RR adalah korban dari kesempurnaannya sendiri. Honda berhasil membuat motor yang “terlalu bagus” di tahun 2016, sehingga standar yang mereka ciptakan sendiri sulit ditembus tanpa menaikkan harga jual secara drastis ke angka yang mungkin tidak lagi rasional bagi konsumen kelas 250cc. Kemungkinan besar, kita tidak akan melihat generasi baru yang revolusioner sampai ada perubahan market sport fairing. Termasuk regulasi balap yang signifikan atau jika kompetitor utama (Yamaha R25) melakukan lompatan teknologi yang memaksa Honda untuk bergerak. Namun dengan kondisi pasar sport yang lesu, rasanya Kawasaki dan Yamaha pun akan enggan menggelontorkan dana triliunan untuk mengembangkan ulang senjata 250cc mereka…..dan ini jelas berdampak pada strategi Honda dipasar 25occ fairing yang kini terkesan mandeg tidak ada lanjutan pengembangan…..(iwb)

  • Harga BBM 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Menggilaaaa…jadi deg-degan !!

    Harga BBM 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Menggilaaaa…jadi deg-degan !!

    Gasoline nozzle with drop of oil, close-up

    Iwanbanaran.com – Cakkk….asli ngilu iki cak melihat harga BBM. Sebab yang terbaru PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 4 Mei 2026. Kenaikan terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Keputusan ini berdampak pada perbandingan harga BBM di tiga jaringan SPBU utama: Pertamina, BP AKR, dan Vivo. Yup…Harga BBM 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Melesat naik Lagi…jadi deg-degan !!

    Kenaikan paling drastis dialami Pertamina Dex (naik Rp 4.000 per liter), diikuti Dexlite (naik Rp 2.400 per liter). Sementara Pertamax Turbo naik Rp 500 per liter.

    Catatan: Harga Pertamax Green di situs resmi Pertamina terpantau sama dengan Pertamax biasa (Rp 12.900 per liter), berbeda dengan periode sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 15.000 – Rp 16.900 per liter.

    BP AKR

    Jenis BBM Harga per 4 Mei 2026
    BP 92 (setara Pertamax) Rp 12.390
    BP Ultimate Diesel Rp 30.890

    Vivo Energy Indonesia

    Jenis BBM Harga per 4 Mei 2026
    Revvo 92 (setara Pertamax) Rp 12.390
    Revvo 95 Tidak tersedia
    Diesel Primus Plus (CN 51) Rp 30.890

    Tabel Perbandingan Lengkap

    Karyawan melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan konsumen di SPBU Coco Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/2/2020). PT Pertamia (Persero) terus mempercepat penerapan digitalisasi SPBU untuk meningkatkan kepastian takaran, dari total lebih dari lima ribu SPBU yang akan digitalisasi, saat ini sekitar tiga ribu SPBU sudah di digitalisasi dan sisanya akan terus dilakukan pada tahun 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
    Jenis BBM Pertamina BP AKR Vivo
    Pertalite (RON 90) 10.000 – –
    Biosolar 6.800 – –
    Pertamax / BP 92 / Revvo 92 12.300 12.390 12.390
    Pertamax Turbo 19.900 – –
    Dexlite 26.000 – –
    Pertamina Dex 27.900 – –
    BP Ultimate / Diesel Primus Plus – 30.890 30.890

    Catatan: Harga BP Ultimate (bensin) dan Revvo 95 tidak tersedia atau tidak tercantum dalam data.

    Dari data di atas, ada beberapa poin menarik:

    1. BBM Subsidi Stabil – Pertalite (Rp 10.000) dan Biosolar (Rp 6.800) tidak mengalami perubahan. Ini kabar baik bagi pengendara motor dan pemilik kendaraan angkutan yang mengandalkan BBM subsidi.

    2. Pertamax (RON 92) Stabil – Pertamax masih di Rp 12.300, bahkan lebih murah Rp 90 dari BP 92 dan Revvo 92 (Rp 12.390). Ini membuat Pertamax menjadi pilihan paling ekonomis di kelas RON 92.

    3. Kenaikan Drastis BBM Diesel Nonsubsidi – Dexlite (Rp 26.000) dan Pertamina Dex (Rp 27.900) naik signifikan. Ini akan berdampak pada biaya operasional kendaraan logistik dan transportasi yang menggunakan solar nonsubsidi.

    4. Diesel Swasta Lebih Mahal – BP Ultimate Diesel dan Diesel Primus Plus mencapai Rp 30.890 per liter, lebih mahal sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000 dari produk Pertamina Dex.

    Faktor Penyebab Kenaikan?

    Meski tidak dijelaskan secara rinci dalam rilis, kenaikan BBM nonsubsidi umumnya dipicu oleh:

    • Harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif akibat perang

    • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

    • Biaya logistik dan distribusi

    • Penyesuaian kuota BBM subsidi oleh pemerintah

    Sementara itu, BBM subsidi (Pertalite, Biosolar) masih ditahan harganya oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

    Last….Kenaikan harga BBM nonsubsidi per 4 Mei 2026 cukup signifikan, terutama untuk produk diesel (Dexlite, Pertamina Dex, dan produk diesel swasta). Sementara itu, Pertamax (RON 92) justru masih kompetitif dengan harga lebih murah dari kompetitor. Bagi sampeyan yang ingin mengirit pengeluaran, Pertamax menjadi pilihan paling rasional di kelas RON 92. Sementara pengguna diesel nonsubsidi harus merelakan dompet lebih terkuras. Adapun pengguna BBM subsidi (Pertalite/Biosolar) masih bisa bernapas lega karena harganya belum tersentuh penyesuaian. Demikian cak update IWB…asli Trump ancen Duanc*kkkk tenan kieee wkwkwk !! (iwb)

    Harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026

    Jenis BBM Harga Sebelumnya Harga Baru Perubahan
    Pertalite Rp 10.000 Rp 10.000 Stabil
    Biosolar Rp 6.800 Rp 6.800 Stabil
    Pertamax Rp 12.300 Rp 12.300 Stabil
    Pertamax Green Rp 12.900 Rp 12.900 Stabil
    Pertamax Turbo Rp 19.400 Rp 19.900 ▲ +Rp 500
    Dexlite Rp 23.600 Rp 26.000 ▲ +Rp 2.400
    Pertamina Dex Rp 23.900 Rp 27.900 ▲ +Rp 4.000
  • Yamaha Ngamuk! New Factor 150 Resmi Meluncur, Tampang Berotot Tapi Irit !!

    Yamaha Ngamuk! New Factor 150 Resmi Meluncur, Tampang Berotot Tapi Irit !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… Sugeng siang sedulur kabeh! sampeyan tahu nggak bahwa Yamaha secara resmi meluncurkan generasi terbaru dari motorsport legendaris mereka, Yamaha Factor. Model tahun 2026 ini hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan di sektor desain, pencahayaan, dan panel instrumen, menegaskan bahwa segmen sport masih hidup dan terus berkembang di pasar Amerika Selatan. Yup…Yamaha Ngamuk! New Factor 150 Resmi Meluncur, Tampang Berotot Tapi Irit !!

    Yamaha Brasil secara resmi meluncurkan generasi terbaru dari motor bebek legendaris mereka, Yamaha Factor. Model tahun 2026 ini hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan di sektor desain, pencahayaan, dan panel instrumen, menegaskan bahwa segmen underbone masih hidup dan terus berkembang di pasar Amerika Selatan. Kalau melihat sekilas, motor ini memang didesain untuk kerja keras, tapi tampilannya nggak kalah mbois dibanding motor streetfighter masa kini. Apa saja yang baru? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

    Desain Baru yang Lebih Berotot

    Yamaha Factor ini aslinya menyasar segmen motor komuter, alias motor untuk harian. Desainnya simpel, nggak kakehan “sayap” yang aneh-aneh. Tapi coba perhatikan tangkinya, cak… garis-garis bodinya tegas banget dan bikin motor ini kelihatan kekar (muscle look).

    Yang paling menarik, Yamaha Brazil sekarang memperkenalkan varian Factor DX yang tampil lebih premium. Cat bodinya lebih mengkilap dengan pilihan warna baru seperti Sports White, Black Eclipse, dan Red Hot. Wah, kalau lewat di depan gang, auto jadi pusat perhatian ini cak!

    Yamaha melakukan penyegaran total pada tampilan Factor 2026. Tujuannya jelas: memberikan kesan lebih modern, sporty, dan sedikit mewah (premium) untuk motor bebek yang biasanya identik dengan fungsi semata.

    Beberapa perubahan desain yang mencolok:

    • Lampu Depan LED: Factor kini mengadopsi lampu depan LED yang benar-benar baru. Selain terang dan efisien, desainnya memberikan karakter wajah yang lebih tajam dan modern.

    • Spoiler Mesin: Yamaha menyematkan spoiler atau undercowl pada bagian bawah mesin. Komponen ini biasanya hanya ditemukan pada motor sport berkapasitas besar, jadi kehadirannya membuat Factor tampil lebih sporty dan berotot.

    • Tangki Bahan Bakar: Panel samping tangki kini dicat serasi dengan bodi utama, berbeda dari model sebelumnya yang mungkin terlihat “tambal sulam”. Ini meningkatkan kesan integrasi desain.

    • Ban Belakang Lebih Besar: Yamaha memperlebar ukuran ban belakang, memberikan kesan gagah dan stabil saat dikendarai.

    Fitur Modern dan Fungsional

    Di sektor teknologi dan kenyamanan, Yamaha tidak ketinggalan. Factor 2026 dibekali dengan:

    • Tutup Tangki model flat: Mirip dengan motor sport atau naked, tutup tangki model pesawat ini selain estetis juga lebih praktis saat mengisi bahan bakar.

    • Panel Instrumen Blackout: Layar LCD dengan desain “gelap” atau blackout ini memberikan tampilan lebih premium. Informasi kecepatan, posisi gigi, dan indikator ECO (penghemat bahan bakar) ditampilkan dengan jelas, baik siang maupun malam.

    • Lampu Full LED: Selain lampu utama, lampu belakang dan sein kemungkinan juga sudah menggunakan LED (berdasarkan semangat pembaruan).

    • Mesin Blueflex: Jantung pacu motor ini adalah mesin 150cc (perkiraan) dengan teknologi Blueflex, yang memungkinkan motor menggunakan bahan bakar bensin murni (gasoline) maupun etanol (E100) dengan penyesuaian otomatis, sehingga tetap irit dan bertenaga.

    Mesin: Teknologi BlueFlex yang “Pinter”!

    Ini yang bikin kita iri, cak. Mesin 150cc SOHC 2-katup berpendingin udara ini sudah menggunakan teknologi BlueFlex. Artinya apa? Motor ini bisa diisi bensin biasa atau etanol (alkohol), bahkan bisa dicampur-campur!

    Tenaganya gimana? Untuk bensin murni, bisa tembus 12,2 HP, sedangkan kalau pakai etanol naik sedikit jadi 12,4 HP. Torsi maksimalnya ada di angka 1,3 kgf.m. Memang bukan buat balapan, tapi untuk selap-selip di kemacetan kota, ini poweernya sudah turah-turah (lebih dari cukup) cak!

    Yang bikin geleng-geleng kepala, Yamaha mengklaim konsumsi bensin motor ini bisa tembus 55,3 km/liter. Dengan kapasitas tangki raksasa 15,4 liter, sekali isi full, motor ini bisa melaju sejauh 800 km lebih! Bayangkan cak, Jakarta-Jogja sekali isi bensin bisa langsung sampai tanpa perlu antre di SPBU. Iritnya njengattt tenan!

    Fitur & Kaki-kaki

    Meskipun motor komuter, fiturnya nggak boleh dianggap remeh. Panel instrumen sudah Full Digital “Blackout Style”. Tampilan LCD-nya bersih, ada indikator gear, dan fitur ECO sebagai panduan biar tarikan gas makin irit.

    Untuk sektor pengereman, Yamaha Factor menggunakan sistem UBS (Unified Brake System). Ini mirip-mirip sistem CBS, jadi kalau rem belakang diinjak, rem depan ikut bekerja secara otomatis biar pengereman lebih stabil. Velg-nya pun sudah cast wheel (racing) palang lima yang sporty, dibalut ban Metzeler ME Street yang terkenal awet.

    Spesifikasi Utama Yamaha Factor 150 2026:

    • Mesin: 149 cc, SOHC, 4-tak, Air Cooled

    • Teknologi: BlueFlex (Gasoline/Ethanol)

    • Tenaga: 12,2 cv (Gas) / 12,4 cv (Etanol) @ 7.500 rpm

    • Kapasitas Tangki: 15,4 liter

    • Berat Isi: 127 kg

    • Ban: Metzeler ME Street (18 inci)

    • Fitur: Panel Digital Blackout, UBS, Fungsi ECO

    Last….Yamaha Factor 2026 dibanderol dengan harga awal R$ 18.490 atau 53 jutaan (belum termasuk ongkos kirim dan asuransi). Warna yang tersedia merah, hitam dan putih. Pertanyaan klasik langsung muncul…Akankah Yamaha Factor hadir di Indonesia? Sayangnya, hingga saat ini, Yamaha Indonesia (YIMM) masih fokus pada lini skutik matic (NMAX, Aerox, Lexi) dan motor sport (R15, R25). Segmen motor bebek (underbone) di Indonesia perlahan tergusur oleh skutik. Namun, jika YIMM melihat ada celah pasar, misalnya untuk motor niaga atau motor pedesaan yang tangguh dan irit, bukan tidak mungkin mereka akan mempertimbangkan motor sekelas Factor. Atau, bisa saja Yamaha Indonesia meluncurkannya dengan nama berbeda dan spesifikasi lokal. Untuk saat ini, kita hanya bisa berharap. Yang jelas, Yamaha Brasil telah membuktikan bahwa motor bebek 150cc masih bisa tampil keren tanpa meninggalkan akar fungsionalnya. Kalau sampeyan sendiri piye cak…tertarik dengan Yamaha Factor ini ? monggo berikan komennya…gazzz !! (iwb)