Iwanbanaran.com – Cak… asli, bener-bener senep kalau kita ngomongin biaya perawatan mobil listrik (EV). Setelah kemarin kita bahas soal harga baterai Innova Zenix yang bikin dompet bergetar, sekarang ada kabar yang nggak kalah panas dari merk pendatang baru yang lagi naik daun, yaitu Jaecoo. Yup….Pabrikan asal Tiongkok ini sepertinya nggak mau main rahasia-rahasiaan. Mereka blak-blakan soal “jeroan” paling berharga di mobil mereka, apalagi kalau bukan baterai. IWB dapet bisikan dari Mas Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, yang membeberkan estimasi biaya kalau sampeyan harus ganti baterai di luar garansi. Siap-siap pegangan kursi cak sebab Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!
Kendaraan listrik memang dimanja betul sekarang ini cak. Pajak bener-bener hampir dihapus membuat semua ngiler bin ngeces. Apalagi biaya Per KWH yang tentunya langit dan bumi dibandingkan harga BBM yang sekarang jabang bajul nggilani tenan. Namun tahukah sampeyan dibalik kemudahan dan murah yang diberikan harga baterei masih menjadi momok paling menakutkan. Info akurat bisa kita dapatkan sebagai contoh dari Jaecoo..merk Cina yang sekarang menjadi raja mobil ini membocorkan harga baterei mereka. Emang piro harga batereinya ? intip saja dibawah ini cak…
-
Jaecoo J7 SHS: Kapasitas 18,3 kWh, harganya sekitar Rp 106 Juta!
-
Jaecoo J8 SHS: Kapasitas 34,4 kWh, harganya tembus Rp 160 Juta!
-
Jaecoo J5 EV: Nah ini yang paling ngeri cak, kapasitas 60,9 kWh, harganya menyentuh Rp 174 Juta!
Eits… tunggu dulu, jangan pingsan dulu. Harga segitu ternyata belum termasuk PPN alias pajak pertambahan nilai. Jiaannn… ngeri banget kan? Kalau ditotal sama pajak, harganya sudah bisa buat beli mobil LCGC baru atau moge R6 bekas dari dealer cak! Amsyongggg tenan !!
Sama seperti pabrikan sebelah, Jaecoo juga nggak mau ribet. Kalau ada kerusakan, mereka gantinya langsung satu paket (pack), nggak bisa cuma ganti modul-modul kecil yang rusak saja. Jadi memang harus satu set baru. Tapi ada kabar baiknya, buat urusan pasang-memasang, teknisi Jaecoo ternyata sudah lihai. Proses gantinya relatif cepat, cuma butuh waktu sekitar 3 jam saja. Jadi sampeyan tinggal ngopi-ngopi santai, mobil sudah siap gaspol lagi.
Nah, biar sampeyan nggak was-was di tengah jalan, sistem Jaecoo ini ternyata sudah pintar. Di panel instrumennya sudah ada indikator khusus yang bakal menyala kalau ada potensi kerusakan atau masalah pada baterainya. Jadi ada peringatan awal cak, biar nggak sampai kejadian mogok di jalanan. Transparansi harga seperti ini memang penting banget buat edukasi konsumen. Memang bener, biaya ganti baterai EV itu masih jadi “momok” yang menakutkan karena harganya yang setinggi langit. Tapi ya itulah konsekuensi teknologi masa depan. Saran IWB, buat sampeyan yang naksir Jaecoo, pastikan pahami benar-benar skema garansinya. Biasanya pabrikan EV berani kasih garansi baterai yang cukup panjang. Yang penting perawatannya harus telaten. Jadi kalau ada yang bilang EV murah segalanya emang benar…tapi sebenarnya hanya dibalik skema pengeluarannya. Kalau ICE didepan, sedang EV dibelakang. Lha piyee…batereine bikin mules je. Gimana menurut sampeyan? Harga baterai 174 juta itu wajar atau mending kendaraan ICE ? Monggo sampaikan opininya di kolom komentar! (iwb)
