Category: Otomotif

  • Gegerr !! Leopard Racing Menang Banding, Diskualifikasi Fernández dibatalkan…Nasib Veda Piye ???

    Gegerr !! Leopard Racing Menang Banding, Diskualifikasi Fernández dibatalkan…Nasib Veda Piye ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….mumet ndase tenan cakkk cakkk. Tahu nggak sampeyan….setelah empat bulan lebih bergelut di meja hijau, akhirnya kasus yang bikin panas dingin jagat balap ini menemukan titik terang. Dan hasilnya? Sungguh di luar dugaan, Cak! Leopard Racing cs. Adrián Fernández akhirnya MENANG TELAK di Mahkamah Banding Internasional alias CAI. Diskualifikasi resmi DIBATALKAN, Cak !

    Dunia balap Grand Prix Moto3 bikin geger cak setelah lebih dari empat bulan lamanya, drama kusir soal dugaan tampering atau utak-atik segel mesin Honda NSF250R milik skuad jagoan Leopard Racing akhirnya menemui babak akhir yang bikin ndhas sirah pusing. Mahkamah Banding Internasional alias FIM International Court of Appeal (CAI) resmi mengabulkan dan memenangkan gugatan banding yang dilayangkan oleh Leopard Racing bersama sang pembalap, Adrián Fernández. Keputusan kontroversial dari FIM Stewards yang sempat menjatuhkan vonis berat bulan Juni lalu… ndilalah resmi dibatalkan!

    Flashback Dulu: Drama Panas Bulan Juni 2026

    Kasus ini meledak pas seri GP Hungaria tanggal 5 Juni 2026 silam. Waktu itu, Panel FIM Stewards yang dipimpin langsung sama The Professor Simon Crafar bikin gebrakan yang bikin jidat berkerut: mendiskualifikasi Adrián Fernández dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, sampai Catalunya).

    Usut punya usut, gara-garanya sepele tapi fatal: hasil inspeksi teknis dua unit mesin Honda bernomor 810 dan 811 dituding bermasalah. Segel pengamannya (security seals) dianggep melenceng dari SOP FIM, bahkan ada indikasi kuat mesin itu sempat dibuka tanpa izin (unauthorised opening).

    Namanya regulasi teknis Moto3, rek, kalau segel jebol atau diubah tanpa restu, langsung dicap sebagai mesin baru yang kena pinalti alokasi. Hasilnya? Fernández—adik kandung pembalap MotoGP Raúl Fernández—langsung dipreteli 77 poin berharganya. Dua podium runner-up manis di Jerez dan Le Mans amblas seketika, bikin posisinya yang tadinya anteng di peringkat ketiga klasemen (90 poin) langsung terjun bebas sisa 13 biji doang!

    Perlawanan Leopard Racing: “Nggak Ada Peningkatan Performa, Prosedur Ngawur!”

    Leopard Racing tentu nggak tinggal diam cak. Mereka bawa kasus ini naik banding ke tingkat pengadilan tertinggi olahraga balap motor, CAI. Argumen yang diusung tim asal Luksemburg ini tajam setajam silet:

    1. Clear dari Part Ilegal: Hasil bongkar mesin sama sekali nggak nemu komponen atau ubahan jeroan ilegal yang mendongkrak performa kuda besi. Nol besar!

    2. Prosedur Cacat: Tim teknis Leopard nggak diajak langsung melihat proses pembongkaran mesin pas diperiksa inspektur FIM.

    3. Nggak Ada Keuntungan (Sporting Advantage): Nggak terbukti kapan segel itu rusak, dan yang penting, nggak ada secuil pun keuntungan teknis yang didapat pembalap di lintasan.

    Putusan Resmi CAI: Martabat Dipulihkan, Poin Dikembalikan!

    Tepat tanggal 15 Oktober 2026 kemarin, CAI mengeluarkan lembar putusan yang bikin kubu Leopard bernapas lega. Intinya ada tiga poin sakti:

    • Banding diterima sah secara hukum.

    • Segala bentuk sanksi dan keputusan diskualifikasi dari FIM Appeal Stewards per 5 Juni resmi dibatalkan.

    • Otoritas terkait diperintah kilat buat balikin hak-hak sang pembalap.

    “Kami ucapkan terima kasih seluas-luasnya buat para ahli, saksi, dan tim hukum yang sudah balikin kehormatan serta martabat tim Leopard Racing dan Adrián Fernández,” tulis pernyataan resmi tim dengan nada penuh kemenangan.

    Buntutnya ke Klasemen piye ??

    Otomatis, FIM dan Dorna sekarang punya PR besar buat nge-revisi ulang buku catatan poin Moto3 2026. Sebanyak 77 poin milik Fernández yang kemarin dirampas bakal dibalikin utuh ke kantongnya. Peta persaingan di papan atas klasemen dipastikan bakal berubah drastis cak. Meskipun kabarnya pihak FIM masih punya celah waktu sebulan buat nggugat balik ke Pengadilan Canton of Vaud di Swiss, kemenangan telak di meja hijau ini setidaknya jadi penegasan bahwa masalah ini memang rumit. Pertanyaannya…apakah ada permainan dibelakang sana ??

    Mari kita coba sedikit kritis mencermati semua kronologi kejadian Leopard racing….

    Pada Juni 2026, FIM Stewards mengumumkan bahwa mereka menemukan Leopard Racing telah membuka segel pada dua mesin Adrián Fernández tanpa otorisasi dari Direktur Teknis FIM. Ini bukan tuduhan kosong. Ini temuan dari inspeksi fisik. Dua mesin, nomor 810 dan 811, segelnya rusak. Dan menurut FIM, mesin-mesin itu telah dibuka dan dirakit ulang tanpa izin.

    Dalam regulasi Moto3, mesin yang segelnya rusak dianggap sudah “rebuilt” dan harus dihitung sebagai alokasi mesin baru. Sanksinya berat: diskualifikasi dari enam seri pertama musim 2026. GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Adrián Fernández, yang saat itu duduk di peringkat ketiga klasemen, kehilangan 77 poin dalam sekejap. Dari 90 poin, tersisa 13. Bagaikan gedung yang ambruk, Cak.

    Tapi Kenapa Sekarang Menang?

    Nah, ini yang perlu sampeyan pahami betul. Leopard Racing memenangkan banding di CAI. Tapi kemenangan ini bukan karena mereka terbukti tidak bersalah secara teknis. Bukan karena tiba-tiba ditemukan bukti bahwa mesin mereka memang tidak pernah dibuka. Coba baca pernyataan resmi FIM Court of Appeal berikut ini:

    “The ruling overturns the previous sporting decisions, although the detailed legal and technical grounds for their annulment will only be known once the reasoned judgment has been examined.”

    Artinya? Alasan detail hukum dan teknis atas pembatalan ini baru akan diketahui setelah putusan lengkap dipelajari. Jadi, Cak, sampai detik ini kita belum tahu apa alasan sebenarnya CAI membatalkan sanksi tersebut. Yang kita tahu: banding itu dinyatakan admissible dan dikabulkan pada pokoknya. Apakah karena prosedur inspeksi dianggap cacat? Apakah karena perwakilan tim tidak diizinkan hadir saat pemeriksaan? Apakah karena metodologi penetapan pelanggaran dipertanyakan? Kita belum tahu pasti. Yang jelas, temuan teknis bahwa segel mesin telah dirusak dan mesin dibuka tanpa izin itu tidak dibatalkan. Yang dibatalkan adalah konsekuensi hukumnya…

    Efek Spanyol? Apa Itu?

    Istilah “efek Spanyol” yang sampeyan sebut itu menarik. Dalam konteks ini, bisa jadi merujuk pada bagaimana keputusan ini menguntungkan pembalap Spanyol dan merugikan pembalap lain yang sempat naik posisi karena diskualifikasi tersebut. Tapi mari kita jujur: tidak ada bukti bahwa keputusan CAI ini dipengaruhi oleh faktor kebangsaan. Yang ada adalah celah prosedural yang berhasil dimanfaatkan Leopard Racing.

    Namun, sampeyan tidak salah kalau merasa ada yang janggal. Kenapa sanksi seberat itu dijatuhkan tanpa prosedur yang dianggap sempurna? Kenapa baru dibatalkan setelah empat bulan? Dan kenapa putusan ini keluar di akhir musim, saat peta kejuaraan sudah hampir final? Pertanyaan-pertanyaan ini yang bikin kasus ini terasa “bau” bagi sebagian orang….

    Nasib Veda Ega: Podium yang Harus Dilepas

    Celakanya cak….Dengan dipulihkannya hasil Fernández dari enam seri pertama, podium ketiga Veda di GP Prancis resmi hilang. Posisi itu kembali menjadi milik Fernández. Veda juga kehilangan tambahan satu poin dari GP Spanyol, di mana dia sempat naik dari posisi keenam ke kelima setelah Fernández dicoret. Tapi dengar dulu, Cak. Veda tidak kehilangan poin aslinya. Poin yang dia kumpulkan dari hasil balapan sesungguhnya, dari start sampai finis, itu tetap miliknya. Yang hilang adalah poin bonus yang datang dari hukuman Fernández. Sebelum keputusan banding, Veda berada di posisi ketujuh dengan 115 poin. Ini pencapaian luar biasa untuk seorang debutan. Dengan hilangnya tambahan dari Prancis dan Spanyol, poin Veda akan kembali ke angka sebelum dia mendapat “berkah” dari diskualifikasi tersebut.

    Klasemen Berubah: Fernández Naik, Morelli Turun

    Dari putusan ini langsung terasa di klasemen. Fernández yang tadinya terpuruk di peringkat 14, sekarang melonjak ke posisi kelima dengan 148 poin. Dia menggeser Marco Morelli yang turun ke posisi keenam dengan 146 poin. Bayangkan, Cak. Selisih dua poin. Morelli yang sepanjang musim berjuang mati-matian, sekarang harus rela posisinya digeser oleh pembalap yang sempat didiskualifikasi. Dan yang lebih penting: FIM Technical Commission masih punya waktu empat minggu untuk mengajukan banding atas putusan ini. Jadi drama ini secara legal belum sepenuhnya berakhir.

    Last….kemenangan Leopard Racing di CAI ini memang kemenangan hukum. Tapi jangan sampai kita lupa apa yang sudah ditemukan secara teknis. Segel mesin itu memang rusak. Mesin itu memang dibuka tanpa izin. Itu fakta yang tidak dibatalkan oleh putusan banding. Yang dibatalkan adalah konsekuensi hukumnya, karena prosedur yang dianggap tidak sesuai. Tapi di sinilah masalahnya, Cak. Kalau prosedur inspeksi dianggap cacat, kenapa baru ketahuan sekarang? Kenapa FIM Appeal Stewards yang menolak banding pertama Leopard di bulan Juni tidak mendeteksi cacat prosedural yang sama? Apakah ini murni soal keadilan, atau ada tekanan dari pihak-pihak tertentu? Kita tidak tahu. Tapi yang jelas, kasus ini meninggalkan pertanyaan besar tentang integritas proses teknis di MotoGP dan Moto3. Dan soal Veda, Cak, ini pelajaran berharga. Poin yang datang dari hukuman orang lain itu sifatnya sementara. Bisa ditarik kapan saja. Yang benar-benar milik sampeyan adalah poin yang sampeyan raih dengan keringat sendiri di lintasan. Podium Prancis memang hilang dari catatan resmi Veda. Tapi kualitasnya sebagai pembalap tidak hilang. Podium di Brasil, performa comeback di Catalunya, konsistensi sepanjang musim, itu semua fakta yang tidak bisa dibatalkan oleh putusan pengadilan mana pun. Dan yang lebih penting, Cak: Veda tidak butuh podium “warisan” dari hukuman orang lain. Dia punya talenta untuk meraih podium dengan caranya sendiri. Tetap dukung Veda, Cak. Podium yang sesungguhnya masih menanti. Dan itu akan jauh lebih manis. Berikan komen dan opini sampeyan perkara ini..gazzz !! (iwb)

  • Geger !! CFMoto Berambisi Masuk MotoGP…..pabrikan Cina makin Agresif !!!

    Geger !! CFMoto Berambisi Masuk MotoGP…..pabrikan Cina makin Agresif !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Siapa yang tidak kaget membaca berita satu ini? bener cak…pabrikan asal Tiongkok yang belakangan ini pergerakannya sangat agresif, CFMoto, resmi menabuh genderang perang. Yup, mereka tidak sekadar ‘numpang lewat’ di kelas Moto2 dan Moto3 bersama tim Aspar, melainkan sedang menyiapkan langkah raksasa untuk mencaplok satu tempat di kelas tertinggi… MotoGP! Tidak main-main, CFMoto baru saja membocorkan peta jalan (roadmap) ambisius mereka. Untuk membuktikan bahwa gertakan ini bukan sekadar pamer, CFMoto resmi membangun markas divisi balap super megah (Racing Headquarters) langsung di jantung balap dunia: Rimini, Italia! Ediannnn serius kiii ???

    Markas dibangun Bertetangga dengan Ducati

    Lokasi markas balap baru CFMoto ini berada di wilayah Emilia-Romagna, hanya berjarak sekitar satu jam dari Bologna—alias bertetangga langsung dengan markas besar Ducati. Biaya investasi dan niatnya sangat besar.

    Samantha Liu, General Manager dari Motorsports Management Centre CFMoto, menjelaskan secara terbuka kepada media mengenai proyek besar ini. Ia menuturkan bahwa pusat teknologi balap di Italia tersebut dibangun untuk memperkuat struktur tim, merekrut para insinyur berpengalaman, serta bekerja berdampingan dengan tim R&D industrial design mereka yang sudah berada di lokasi yang sama.

    “Pusat teknologi Italia kami khusus untuk balap sedang berjalan. Kami bekerja sangat keras membangun struktur, mengumpulkan staf, dan segera menempati bangunan baru ini… Apakah ini hanya untuk MotoGP? Tidak. Ini membantu kami di berbagai bidang balap. Memang butuh jalan panjang dan kami siap untuk bersabar. Kami adalah CFMoto, dan kami fokus pada strategi kami sendiri,” ujar Samantha Liu.

    Langkah strategis ini dinilai sangat tepat. Selain mengejar gengsi di kelas para raja, hasil riset dari balapan kelas tinggi ini nantinya akan ditransfer langsung ke produk-produk harian mereka.

    Kapan Resmi Bergabung ke MotoGP?

    Lantas, kapan CFMoto akan resmi turun sebagai pabrikan di grid MotoGP?

    Jawabannya: Harus bersabar.

    Saat ini, lima pabrikan utama—Ducati, Aprilia, Honda, Yamaha, dan KTM—masih terikat kontrak komersial dengan Dorna hingga tahun 2031. Namun, CFMoto memiliki hubungan kerja sama yang sangat erat dengan Pierer Mobility Group (induk KTM) dan tim Aspar yang dipimpin Jorge Martinez “Aspar”. Relasi inilah yang menjadi kunci utama.

    Jalur ekspansi CFMoto di area paddock terus meluas secara terstruktur:

    • 2022: Mulai masuk ke Grand Prix kelas Moto3 bersama PrüstelGP.

    • 2024: Resmi menggantikan GasGas sebagai sponsor utama tim Aspar di Moto2 dan Moto3.

    • Masa Depan: Mengincar slot pabrikan di MotoGP, serta persiapan superbike V4 SR-RR untuk ajang WorldSBK.

    • 2027: Dipastikan menjadi pemasok motor resmi untuk kejuaraan dunia balap motor wanita (WorldWCR) menggantikan Yamaha.

    Last….Keputusan CFMoto mendirikan basis di Italia merupakan langkah taktis yang sangat cerdik karena daerah tersebut merupakan pusat berkumpulnya para insinyur top MotoGP. Menggabungkan dukungan finansial yang kuat dari Tiongkok dengan keahlian teknik balap Eropa membuat posisi CFMoto semakin solid. Pabrikan Tiongkok masa kini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Niat dan modal mereka sangat diperhitungkan. Akankah CFMoto menjadi pabrikan Tiongkok pertama yang mencetak sejarah di kelas para raja MotoGP? Kita pantau terus perkembangannya cak….(IWB)

  • Race Mandalika…VR46 Racing Perkenalkan Livery Garuda !!!

    Race Mandalika…VR46 Racing Perkenalkan Livery Garuda !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Menjelang bergulirnya seri ke-17 MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Indonesia, tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team membuat kejutan besar bagi para penggemar balap motor dunia. Tim milik legenda balap Valentino Rossi ini secara resmi memperkenalkan corak (livery) baru yang sangat mencolok dan penuh makna filosofis dalam acara peluncuran yang digelar di Jakarta…!!

    Langkah spesial ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada sponsor utama mereka asal Indonesia, Pertamina Enduro, yang telah menjadi mitra strategis sejak tahun 2024 lalu. Desain anyar yang disematkan pada motor Ducati Desmosedici GP milik tim mengusung tema Garuda—lambang nasional Republik Indonesia yang sarat akan nilai perjuangan, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

    Berdasarkan penjelasan resmi dari tim, pemilihan tema Garuda diambil dari mitologi Hindu dan Buddha, di mana makhluk perkasa tersebut dikenal sebagai wahana atau tunggangan Dewa Wisnu. Melalui adaptasi budaya nusantara, Garuda kemudian menjelma menjadi lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, dengan semboyan nasional “Bhinneka Tunggal Ika”. Nilai-nilai ketangguhan dan keberanian yang terkandung dalam simbol tersebut dinilai sangat sejalan dengan DNA kompetitif dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

    Secara visual, motor Ducati Desmosedici GP tampil memukau dengan dominasi warna putih sebagai latar belakang, dipadukan warna merah yang merepresentasikan sosok sang Garuda. Desain grafisnya dirancang sedemikian rupa sehingga sayap Garuda tampak membentang di kedua sisi bodi motor, sementara bagian kepalanya diposisikan dengan apik di atas tangki bahan bakar. Tidak hanya itu, sentuhan nyala api berwarna keemasan serta warna kuning neon khas VR46 tetap dipertahankan di bagian depan, menciptakan kombinasi warna yang sangat ikonik. Karya seni visual ini kembali dipercayakan kepada desainer kenamaan dunia asal Italia, Aldo Drudi bersama Drudi Performance.

    Kehadiran livery spesial Garuda ini diharapkan mampu menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi skuad VR46. Pasalnya, tim datang ke Indonesia dengan membawa misi bangkit setelah melewati rangkaian hasil yang kurang memuaskan pada balapan sebelumnya di Sirkuit Motegi, Jepang. Pada seri Jepang lalu, Franco Morbidelli finis di posisi ke-15, sementara rekan setimnya, Fabio Di Giannantonio, harus puas P18 akibat mengalami sejumlah kendala teknis pada motor Ducatinya.

    Hasil minor di Motegi tersebut membuat peluang juara dunia Di Giannantonio musim ini semakin menipis, di mana pebalap asal Italia itu kini tertinggal 103 poin dari pimpinan klasemen sementara dengan menyisakan enam seri terakhir di kalender 2026. Selain itu, akhir pekan di Mandalika juga akan menjadi momen kebersamaan terakhir bagi susunan pebalap saat ini, mengingat Di Giannantonio akan hengkang ke skuad pabrikan KTM musim depan, sementara Morbidelli dipastikan melangkah ke ajang WorldSBK bersama Ducati tahun depan.

    Last…dengan balutan bodi baru yang membawa semangat Garuda Nusantara, publik tentu menantikan apakah perubahan visual ini mampu menginspirasi Morbidelli dan Di Giannantonio untuk tampil menggila dan meraih hasil positif di hadapan pendukung setia Indonesia di Sirkuit Mandalika akhir pekan ini…!! (iwb)

  • Pabrikan Cina bikin produsen Sparepart Putar Otak !!

    Pabrikan Cina bikin produsen Sparepart Putar Otak !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dinamika industri otomotif di Indonesia kembali mengalami pergeseran peta kekuatan yang signifikan. Kehadiran gelombang produsen mobil asal China yang agresif merangsek pasar domestik tidak hanya mengubah persaingan di segmen penjualan kendaraan semata, tetapi juga mulai dirasakan dampaknya secara langsung oleh sektor hulu, yakni industri komponen dan suku cadang dalam negeri. Betul cak….Pabrikan Cina bikin produsen Sparepart Putar Otak !! lho kenapa ?

    Sebagian besar pabrikan asal China ini masuk ke Indonesia dengan strategi lokalisasi, baik melalui kerja sama perakitan lewat pihak kedua maupun dengan membangun fasilitas pabrik mandiri di tanah air—seperti sentra manufaktur kendaraan listrik (EV) di kawasan Subang, Jawa Barat. Kehadiran pabrik-pabrik baru ini sejatinya membuka secercah harapan baru bagi para pengusaha komponen lokal untuk melebarkan sayap dan masuk ke dalam rantai pasok (supply chain) global mereka.

    Dewan Pengawas Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Irianto Santoso, mengungkapkan bahwa sejumlah anggota GIAMM sudah mulai mengambil bagian dan melakukan suplai komponen untuk merek-merek asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Kendati demikian, harus diakui bahwa volume produksi dan suplai komponen untuk saat ini masih tergolong relatif kecil.

    Kondisi tersebut dinilai sangat wajar dan rasional. Pasalnya, fasilitas-fasilitas produksi milik pabrikan China di Indonesia sebagian besar masih berada di tahap awal operasional (ramp-up). Mereka masih membutuhkan waktu penyesuaian serta proses bertahap untuk menggenjot kapasitas produksi harian maupun bulanan agar bisa memenuhi skala ekonomi yang ideal.

    Namun, para pelaku industri komponen lokal tidak melihat situasi jangka pendek ini dengan kacamata pesimistis. Sebaliknya, proyeksi jangka panjang justru dipandang jauh lebih menjanjikan, terutama dengan masifnya transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan atau Electric Vehicle (EV). Penetrasi pasar mobil listrik berbasis baterai yang terus menunjukkan tren peningkatan diyakini akan memperluas kebutuhan komponen spesifik yang wajib diproduksi secara lokal demi mengejar regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

    Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik diprediksi bakal menciptakan ceruk pasar dan peluang bisnis baru bagi industri pendukung. Perusahaan-perusahaan komponen yang saat ini mulai merintis kerja sama dan masuk ke dalam rantai pasok produsen China diposisikan berada di jalur yang tepat untuk memanen hasilnya pada masa mendatang. Ketika volume produksi pabrikan tersebut nantinya melompat naik seiring tingginya permintaan pasar, pasokan komponen lokal otomatis akan ikut terdongkrak secara signifikan.

    Last….Secara keseluruhan, masuknya mobil-mobil asal China ini merupakan pedang bermata dua sekaligus peluang emas. Tantangan di masa transisi saat ini memang menuntut kesabaran dan adaptasi tinggi dari industri komponen lokal. Akan tetapi, komitmen terhadap pengembangan jangka panjang di sektor otomotif elektrifikasi diyakini akan membawa angin segar bagi ketahanan industri manufaktur Indonesia ke depan….(iwb)

  • Bismillah…IWB nonton F1 di Baku Azerbaijan, ngimpi opo cakkkk !!!

    Bismillah…IWB nonton F1 di Baku Azerbaijan, ngimpi opo cakkkk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…ngimpi opo IWB bisa bertolak ke Baku Azerbaijan nonton Formula 1. Sebuah experience luar biasa karena disana nanti kita juga akan digelandang menuju lokasi wisata ikonik. Yang keren cak nggak hanya Azerbaijan karena IWB nanti juga akan ke Doha Qatar sebagai rangkaian Experience yang diberikan oleh Motul. Betul cak…berangkat hari ini 22 September 2026 hingga 30 September 2026….warung akan masuk Autopilot mode !!

    Siapa menyangka IWB dipercaya Motul Indonesia untuk meliput dan melihat secara langsung balapan termahal didunia. Yup…IWB berangkat dengan 4 influencer lain cak seperti Cak Jejelogi, Zikoi GarasiDrift, Vamel dan Natasha Rider. Lhoo kok cuma IWB yang Blogger Motor ?? nahh kuwi yang IWB heran, tapi pasti Motul punya alasan tersendiri cak. Apalagi saat IWB tanda tangan kontrak…ediann, cost per-orang kesana selama 9 hari serta jalan-jalan ke Doha tembus ratusan juga rupiah, ngimpii opo rekkk-rekkk. FYI…Kalender Kejuaraan Dunia Formula 1 2026 kembali akan digelar di jalanan kota tua, yakni Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Baku City, dijadwalkan bergulir dengan format waktu yang tidak biasa. Infonya cak…Seluruh rangkaian akhir pekan balap dimajukan satu hari lebih awal dari jadwal konvensional, di mana sesi puncak balapan utama (main race) dipastikan akan dihelat pada hari Sabtu, bukan hari Minggu seperti biasanya.

    Keputusan penyesuaian jadwal yang unik ini terpaksa diambil oleh pihak penyelenggara F1 demi menghormati hari besar nasional di negara tuan rumah. Tanggal 27 September bertepatan dengan Azerbaijan Remembrance Day (Hari Peringatan Nasional Azerbaijan). Guna menyesuaikan diri dengan agenda penghormatan tersebut serta memastikan kelancaran operasional di area sirkuit jalan raya ibu kota Baku, seluruh agenda resmi dari FIA dan promotor lokal digeser lebih cepat, mulai dari hari Kamis hingga Sabtu.

    Bagi para penonton setia maupun pencinta kecepatan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, penyesuaian ini menuntut perhatian ekstra agar tidak ketinggalan setiap sesi penting. Rangkaian akhir pekan akan dimulai lebih cepat melalui sesi latihan bebas pertama (Free Practice 1) dan kedua pada hari Kamis waktu setempat. Sesi pembuka FP1 dijadwalkan berlangsung pukul 09:30 pagi waktu Inggris atau sekitar pukul 15:30 WIB, yang kemudian dilanjutkan oleh sesi FP2 pada siang harinya pukul 13:00 BST (19:00 WIB).

    Memasuki hari kedua yaitu Jumat, ketegangan persaingan di lintasan jalan raya Baku langsung meningkat drastis. Para pembalap dan tim harus memaksimalkan sesi latihan bebas terakhir atau FP3 pada pukul 09:30 BST (15:30 WIB) sebagai persiapan krusial terakhir sebelum menghadapi penentuan posisi start. Sesi yang paling dinantikan pada hari Jumat adalah Kualifikasi (Qualifying), yang akan dihelat pukul 13:00 waktu setempat atau pukul 19:00 WIB. Hasil dari sesi kualifikasi inilah yang nantinya akan menentukan grid terdepan untuk perebutan podium utama.

    Puncak dari seluruh rangkaian akhir pekan ini, yakni balapan utama Grand Prix Azerbaijan yang melibas sebanyak 51 putaran di sirkuit jalan raya sepanjang 6 kilometer lebih, akan dilangsungkan pada hari Sabtu, 26 September 2026. Lampu start utama akan padam tepat pukul 12:00 siang waktu BST, atau setara dengan pukul 18:00 WIB di sore hari. Pergeseran hari balapan ke Sabtu ini tentu memberikan nuansa yang berbeda sekaligus menantang bagi para pembalap, karena mereka memiliki waktu pemulihan fisik yang jauh lebih singkat di antara sesi kualifikasi dan race utama.

    Last….Sirkuit Baku City sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu trek jalan raya paling menantang sekaligus mematikan dalam kalender F1. Kombinasi lintasan lurus yang sangat panjang—di mana mobil-mobil melaju dengan kecepatan puncak mendekati batas maksimal—yang langsung berpadu dengan tikungan-tikungan sempit berliku di area kastil tua selalu menjanjikan drama tinggi, insiden safety car, dan kejutan di garis finis. Dengan format balapan hari Sabtu yang langka ini, GP Azerbaijan 2026 dipastikan menjadi salah satu seri paling ikonik dan wajib ditonton musim ini. So…ikuti terus perjalanan IWB karena akan seru pastinya. Gazzz cakkk !! (iwb)

  • Race Moto3 Austria : Diganjar Long Lap Penalty…..Veda Ega Pratama Luarrrr biasaa !!!

    Race Moto3 Austria : Diganjar Long Lap Penalty…..Veda Ega Pratama Luarrrr biasaa !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….nyesekkk dan kesel ketika Veda Ega yang sukses ngacak-ngacak pasukan KTM kedepan harus mendapatkan Long Lap Penalty karena insiden dengan Munoz. Pembalap Spanyol seakan memprovokasi dengan memberikan isyarat Veda suruh minggir saat berebut posisi 6. Alhasil Veda yang membidik posisi 4 tidak mampu menahan untuk menggempur Munoz saat hard braking dan membuat pembalap Spanyol tsb Crash. Namun jujur cak…terlepas dari hasil yang mundur ke 13 gara-gara double long lap penalty, penampilan Veda Ega kali ini luarrr biasaaa !!

    Jalannya balapan memang cukup sengit cak. Pack depan diisi Almansa, Quiles, Carpe dan Uriarte. Sementara pack kedua diisi para pembalap yang akhirnya silih berganti. Namun yang mengejutkan adalah Veda. Progressnya luarrr biasa. Lhaa piyee cak…Veda start dari posisi ke 19, namun tiba-tiba bisa mendekati Munoz yang saat itu nangkring diposisi 6. Kecepatan pembalap asal gunung Kidul ini tidak hanya berhenti sampai disana sebab dia terus mendorong hingga puncaknya terbaik berada diposisi ke 4. Sayang cak..dewi fortuna belum sepenuhnya berpihak. Perjuangan keras Veda harus diganjar dengan dua kali hukuman long lap penalty selama balapan berlangsung gara-gara insiden dengan Munoz…

    Kecepatan Murni yang Menakutkan

    Meskipun harus melakoni penalti berat yang biasanya langsung merusak ritme balap dan membuang banyak waktu, mental baja Veda sama sekali tidak ciut. Berdasarkan data Fastest Lap of Each Rider, pembalap bernomor 9 ini mencatatkan waktu lap terbaik 1’40.268, yang menempatkannya sebagai pembalap tercepat ke-5 secara keseluruhan di sesi balap tersebut (hanya terpaut 0,783 detik dari pemegang waktu tercepat David Almansa). Catatan waktu ini membuktikan bahwa secara kecepatan motor dan ritme balap (race pace), Veda sebenarnya memiliki potensi besar untuk bertarung di barisan terdepan demi podium. Performanya saat mencatatkan waktu-waktu impresif di tengah padatnya pembalap memperlihatkan daya juang luar biasa khas seorang petarung sejati.

    Last…Insiden penalti ganda tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi Veda dan tim untuk tampil lebih disiplin tanpa kehilangan agresivitas. Namun, aksi comeback spektakulernya dari posisi 19 hingga sempat menyodok ke grup depan menunjukkan bahwa talenta Veda Ega Pratama di panggung dunia Moto3 adalah sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu untuk benar-benar meledak di atas podium tertinggi. Veda…kamu luarrr biasaaa !! (iwb)

    Hasil Race Moto3 Austria:

    1. Maximo QUILES (SPA / CFMOTO Gaviota Aspar Team / KTM) – 33’24.323

    2. Brian URIARTE (SPA / Red Bull KTM Ajo / KTM) – +2.334

    3. Alvaro CARPE (SPA / Red Bull KTM Ajo / KTM) – +7.394

    4. Eddie O’SHEA (GBR / GRYD Racing / Honda) – +20.717

    5. Guido PINI (ITA / Leopard Racing / Honda) – +20.822

    6. Casey O’GORMAN (IRL / SIC58 Squadra Corse / Honda) – +20.948

    7. Adrian CRUCES (SPA / CIP Green Power / KTM) – +21.065

    8. Marco MORELLI (ARG / CFMOTO Gaviota Aspar Team / KTM) – +21.118

    9. Hakim DANISH (MAL / AEON Credit – MT Helmets – MSI / KTM) – +21.594

    10. Ryusei YAMANAKA (JPN / AEON Credit – MT Helmets – MSI / KTM) – +21.701

    11. Joel KELSO (AUS / GRYD Racing / Honda) – +21.880

    12. Valentin PERRONE (ARG / Red Bull KTM Tech3 / KTM) – +23.852

    13. Veda PRATAMA (INA / Honda Team Asia / Honda) – +26.821

    14. Matteo BERTELLE (ITA / LEVEL UP – MTA / KTM) – +28.016

    15. Scott OGDEN (GBR / CIP Green Power / KTM) – +28.936

    16. Joel ESTEBAN (SPA / LEVEL UP – MTA / KTM) – +31.044

    17. Marcos URIARTE (SPA / CODE Motorsports / KTM) – +32.381

    18. Zen MITANI (JPN / Honda Team Asia / Honda) – +38.006

    19. Ruche MOODLEY (RSA / CODE Motorsports / KTM) – +41.064

    20. Leo RAMMERSTORFER (AUT / SIC58 Squadra Corse / Honda) – +41.192

    21. Jesus RIOS (SPA / Rivacold Snipers Team / Honda) – +57.773

    22. Nicola CARRARO (ITA / Rivacold Snipers Team / Honda) – +1’17.045

    Gagal Finis (DNF):

    • Adrian FERNANDEZ

    • David MUÑOZ

    • Rico SALMELA

    • David ALMANSA

  • Penjualan Mobil Januari – Agustus 2026…Toyota masih Raja, Merk Cina Makin Serem !!

    Penjualan Mobil Januari – Agustus 2026…Toyota masih Raja, Merk Cina Makin Serem !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….karena roda 2 garing tidak diumbar, tertarik IWB mengamati pergerakan persaingan roda 4 tanah air cak. Dunia roda empat nasional kita benar-benar lagi disuguhkan drama persaingan yang bikin jidat berkerut tapi mata gak bisa lepas. Mengacu pada data paling sahih dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi wholesales (pabrik ke diler) nasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026 kemarin resmi mendekati angka 600.000 unit! Dan tahu nggak sampeyan…Penjualan Mobil Januari – Agustus 2026…Toyota masih Raja, Merk Cina Makin Serem !! (more…)

  • Meluncur Skutik Nyawa Suzuki….Haojue ADX125 Plus, Mukanya Garang !!

    Meluncur Skutik Nyawa Suzuki….Haojue ADX125 Plus, Mukanya Garang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pabrikan Haojue yang merupakan hasil kerja sama strategis antara Suzuki Jepang dan Da长江 Group (Dachangjiang Group) asal Tiongkok—kembali membuat gebrakan di segmen motor komuter. Lewat peluncuran model terbarunya, ADX125 Plus, mereka sukses mendobrak standar kelas 125cc berkat penyematan berbagai perlengkapan mewah yang biasanya hanya bisa ditemui pada motor berkapasitas mesin besar. Yess betul cak…Meluncur Skutik Nyawa Suzuki….Haojue ADX125 Plus, Mukanya Garang !! Penasaran ?? yuk kita bedah detilnya…

    Meski berada di kategori entry-level, ADX125 Plus sama sekali tidak kompromi soal keselamatan berkendara. Skuter ini sudah dibekali dengan Traction Control System (TCS) buatan Hitachi yang berfungsi mencegah roda belakang mengalami selip saat melintasi jalanan basah atau licin, seperti di atas marka jalan maupun penutup manhole.

    Perlindungan tersebut semakin disempurnakan oleh Anti-lock Braking System (ABS) buatan Bosch untuk menghindari penguncian roda saat pengendara melakukan pengereman mendadak. Tidak hanya itu, sektor kaki-kaki juga dipercayakan pada ban anti-selip berdaya cengkeram tinggi dari Maxxis, sehingga rasa percaya diri dan kenyamanan berkendara di tengah cuaca buruk kian terjaga.

    Kesan premium langsung terpancar begitu melihat area kemudi, di mana pengendara akan disambut oleh panel meter TFT full-color buatan Nissei. Layar canggih ini tidak hanya menyuguhkan grafis yang tajam dan animasi saat kunci dinyalakan, tetapi juga mendukung pilihan dual UI yang fleksibel.

    Urusan kepraktisan harian juga dijamin oleh sistem Keyless Start (kunci pintar). Teknologi ini memungkinkan Anda menyalakan mesin, membuka jok, hingga mengunci setang tanpa harus memasukkan anak kunci konvensional, lengkap dengan fitur answer-back dan alarm anti-maling demi keamanan ekstra.

    Bukan hanya itu, visibilitas malam hari dijamin sangat terang berkat lampu utama LED bermodul ganda dari Osram dan Philips. Guna menunjang mobilitas modern, skuter ini turut menyediakan port pengisian cepat USB 18W untuk smartphone, kompartemen penyimpanan depan yang praktis, serta bagasi bawah jok berkapasitas luas hingga 21 liter. Terus apa saja fitur lain ??

    Jadi cak…Haojue menyediakan ADX125 Plus dalam dua varian paket yang berbeda:

    • Versi Hand Rail (Pegangan Tangan): Dirancang lebih ramping dengan panjang 1.940 mm dan berat 120 kg, sangat pas untuk mobilitas harian di perkotaan yang padat dan dinamis.

    • Versi Tail Box + Crash Bar: Ditujukan bagi pengendara yang mendambakan fungsionalitas lebih atau hobi bertualang. Varian ini hadir dengan bodi yang sedikit lebih panjang (2.075 mm) serta dilengkapi crash bar kokoh guna melindungi komponen bodi dan mesin dari risiko benturan ringan, serta tambahan top box bawaan pabrik yang siap menampung banyak barang bawaan.

    Sekilas Spesifikasi Haojue ADX125 Plus:

    • Mesin: 4-langkah, silinder tunggal, pendingin udara, 124cc

    • Tenaga Maksimal: 7,0 kW (9,5 PS) pada 7.500 rpm

    • Torsi Maksimal: 10,4 N·m pada 5.000 rpm

    • Kapasitas Tangki: 6,5 liter

    • Tinggi Jok: 760 mm

    Last….Meskipun hingga saat ini pihak pabrikan belum memberikan pengumuman resmi mengenai ketersediaannya di pasar global di luar Tiongkok, kehadiran ADX125 Plus terbukti berhasil menarik perhatian luas dan menjadi standar baru bagi sebuah skuter komuter kelas pemula. Kalau menurut sampeyan piye cak….muka garang buntut kurang atau oke semua ? monggo berikan komennya….(iwb)

    HAOJUE ADX125 Plus [2027 model / CN] 

    item Handrail specifications Tail box + crash bar specification
    Engine type Forced air-cooled 4-stroke single-cylinder Forced air-cooled 4-stroke single-cylinder
    Total displacement 124 mL (124 cc) 124 mL (124 cc)
    Maximum output 7.0kW (9.5PS) / 7500rpm 7.0kW (9.5PS) / 7500rpm
    Maximum Torque 10.4 N・m/5000 rpm 10.4 N・m/5000 rpm
    Transmission type Continuously Variable Transmission (CVT) Continuously Variable Transmission (CVT)
    Total length x width x height 1940mm x 750mm x 1100mm 2075mm x 750mm x 1160mm
    Center distance 1300mm 1300mm
    minimum ground clearance 120mm 120mm
    Seat height 760mm 760mm
    Vehicle weight 120kg (Measurement conditions: Vehicle weight) 125kg (Measurement conditions: Vehicle weight)
    Fuel tank capacity 6.5L 6.5L
    Tire size Front=90/90-12 / Back=100/90-10 Front=90/90-12 / Back=100/90-10
    Brake type Front: Disc brake / Rear: Drum brake Front: Disc brake / Rear: Drum brake
    Safety and cyber equipment Bosch ABS / Hitachi TCS / Nissei TFT full-color meter / Keyless Start Bosch ABS / Hitachi TCS / Nissei TFT full-color meter / Keyless Start
    Starter type Cellulite and kick-operated combination Cell starter type
  • Skutik MODA Sporters S SKII…Penantang Yamaha XMAX dan Honda Forza Lahir !!!

    Skutik MODA Sporters S SKII…Penantang Yamaha XMAX dan Honda Forza Lahir !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Segmen skuter berbadan besar (maxi scooter) kelas menengah kembali kedatangan penantang serius cak. Kali ini, sebuah merek asal Malaysia, MDUA Motor, merilis skuter petualangan bergaya agresif bernama MODA Sporters S. Dibekali dengan spesifikasi mesin yang kompetitif serta segudang fitur modern kelas atas, motor ini diposisikan untuk mengusik dominasi penguasa tak tertandingi di kelasnya, seperti Yamaha XMAX dan Honda Forza. Lantas, sejauh mana MODA Sporters S SKII mampu memberikan perlawanan kepada dua raksasa Jepang tersebut? Yukk…kita kupas spesifikasi dan fitur yang diusungnya !!

    MODA adalah merek sepeda motor lokal asal Malaysia yang lahir di bawah naungan Mdua Motor Sdn. Bhd., yang merupakan anak perusahaan dari AFY Mobility Industries (AMI). Merek ini resmi diperkenalkan ke publik industri roda dua pada awal Januari 2025. Jadi memang angetttt bangettt. Nah MODA menandai debutnya di pasar melalui peluncuran MODA Sporters S ini cak. Speknya sih nggak main-main cak. Dari sektor jantung pacu, MODA Sporters S mengandalkan mesin 244cc, 1-silinder, 4-katup, SOHC berpendingin cairan. Sistem suplai bahan bakarnya sudah mempercayakan teknologi injeksi dari BOSCH EFI yang dikawinkan dengan manajemen elektronik BOSCH serta kipas radiator Panasonic.

    Mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 24.8 Hp pada 8.500 rpm serta torsi puncak mencapai 22.5 Nm pada 6.500 rpm, serta sudah lolos standar emisi Euro 4. Dengan spesifikasi tersebut, tenaganya sangat kompetitif untuk bersaing langsung dengan kapasitas mesin di kelas 250cc penjelajah jalan raya. Salah satu daya tarik utama yang membedakan MODA Sporters S dari skuter perkotaan konvensional adalah sektor kaki-kakinya yang kekar. Bagian depan sudah menggunakan suspensi Inverted Telescopic Fork (Upside-Down), dipadukan dengan Double Adjustable Shock di bagian belakang.

    Urusan pengereman juga tidak main-main. Skuter ini dibekali sistem ABS dual channel dengan piringan cakram double floating disc berukuran 260 mm di roda depan, serta cakram tunggal 240 mm di roda belakang. Kaki-kaki ini dibalut ban tubeless berukuran 120/70-15 di depan dan 140/60-14 di belakang. Gitu doang ?? eittttt nggak dong cak. Jika berbicara soal fitur teknologi, MODA Sporters S tampil sangat royal dan berani adu gengsi dengan XMAX maupun Forza. Beberapa fitur unggulannya meliputi:

    • Layar TFT Multifungsi 7 Inci: Panel instrumen digital berukuran besar yang menyajikan informasi kendaraan dengan sangat jernih.

    • Electronic Adjustable Windshield: Ketinggian kaca depan dapat diatur secara elektrik, sebuah fitur kenyamanan kelas atas yang biasanya hanya ditemukan di motor-motor kubikasi jauh lebih besar.

    • HD Front Dashcam: Kamera dasbor bawaan berkualitas tinggi yang langsung terintegrasi untuk merekam perjalanan demi keamanan berkendara.

    • Aerodynamic Winglet & Alloy Racing Side Mirror: Sentuhan estetika balap yang memperkuat karakter sporty-adventure.

    • Keyless Ignition: Sistem kunci pintar tanpa anak kunci konvensional.

    Secara dimensi, skuter ini memiliki jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 1538 mm, ground clearance setinggi 165 mm, serta kapasitas tangki bahan bakar yang cukup besar yaitu 13 liter, sangat ideal untuk kebutuhan komuter harian maupun turing lintas kota. Dengan bobot kosong mencapai 184 kg, motor ini terasa kokoh di jalanan. Jadi kembali secara spek…jelas nggak main-main…

    Last…MODA Sporters S ditawarkan dalam dua varian warna menarik, yakni Porsch White dan Titan Blue, serta dilindungi dengan garansi pabrikan selama 2 tahun atau 20.000 km. Di pasar Malaysia, MODA Sporters S dibanderol dengan harga resmi sekitar RM17,998 (harga On The Road / OTR di Kuala Lumpur, belum termasuk pajak jalan dan asuransi). Jika dikonversikan ke mata uang Rupiah (dengan asumsi kurs 1 Ringgit Malaysia sekitar Rp3.700 – Rp3.800), harga tersebut berkisar di angka Rp66 juta hingga Rp68 jutaan. Bandingkan dengan XMAX dan Forza disana yang tembus 95 jutaan. Dengan kombinasi tampang agresif, suspensi upside-down, hingga fitur canggih seperti electronic windshield dan dashcam bawaan pabrik, menarik untuk dinantikan apakah motor ini nantinya juga akan memperluas ekspansi pasar ke negara-negara tetangga untuk merusak dominasi Yamaha XMAX dan Honda Forza. Seperti apa sosoknya ? intip saja beberapa fotonya dibawah ini…piyee, ganteng tooo !! (iwb)

  • Sejarah Bebek Kawasaki ZX130 yang dilupakan Jaman…Baby Ninja !!

    Sejarah Bebek Kawasaki ZX130 yang dilupakan Jaman…Baby Ninja !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB adalah saksi sejarah gimana sepak terjang Kawasaki, geng ijo yang disegani dari dulu hingga sekarang. Bagaimana mereka bergerak dan berusaha sebelum fokus pada sport. Dan seperti yang sampeyan tahu pada pertengahan dekade 2000-an, pasar sepeda motor Indonesia didominasi oleh pertempuran sengit di segmen moped (motor bebek). Di tengah persaingan ketat antara Honda dan Yamaha, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) membuat langkah berani dengan menghadirkan gebrakan yang keluar dari pakem arus utama: meluncurkan Kawasaki ZX130. Motor bebek ini tidak hanya mengusung kapasitas mesin terbesar di kelas bebek standar kala itu, tetapi juga membawa berbagai inovasi teknis radikal yang membuatnya dijuluki “Baby Ninja”. Nah seperti apa Sejarah Bebek Kawasaki ZX130 yang dilupakan Jaman…si Baby Ninja ?? Ninja penjabaran IWB berikut ini…

    Kawasaki ZX130 resmi diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2005. Kehadirannya dirancang untuk merusak dominasi bebek 110–125 cc yang saat itu dikuasai oleh Honda Karisma 125 dan Yamaha Jupiter Z. Kawasaki tidak sekadar menjual mesin berkapasitas 130 cc (tepatnya 129,9 cc) dengan karakter long-stroke yang responsif cak. Mereka menyematkan fitur-fitur yang ter tergolong unik dan belum pernah ada pada motor bebek buatan Jepang lainnya di Indonesia saat itu…

    Mesin Kawasaki ZX130 mengusung konfigurasi silinder tunggal 129,9 cc, SOHC, 2-katup dengan pendingin udara, yang disokong oleh suplai bahan bakar karburator Keihin NCV24 serta sistem pengapian DC-CDI. Dapur pacu ini mengadopsi rancangan overstroke dengan diameter piston 53,0 mm dan langkah 59,1 mm, serta rasio kompresi 10,0 : 1. Kombinasi tersebut mampu menyemburkan daya maksimum sebesar 10,1 PS pada 7.500 rpm dan limpahan torsi puncak 10,7 Nm pada 5.500 rpm yang disalurkan melalui transmisi manual 4-percepatan berkopling otomatis.

    Kelebihan utama mesin ini terletak pada karakter long-stroke yang melimpahkan torsi sangat galak sejak putaran bawah hingga menengah, membuat tarikan awalnya sangat responsif dan tangguh saat melibas tanjakan maupun membawa beban berat. Kapasitas murni 130 cc memberikan keunggulan performa yang jauh lebih bertenaga dibandingkan kompetitor bebek 110–125 cc pada zamannya, namun tetap memiliki daya tahan komponen internal yang luar biasa awet untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, penggunaan karburator konvensional Keihin NCV24 dan pengapian DC-CDI membuat mesin ini sangat mudah dirawat, praktis dalam penyetelan, serta ramah bagi berbagai bengkel umum. Berikut beberapa kelebihan dan keunikan ZX130…

    • Inovasi Tangki BBM Depan: Lubang pengisian bahan bakar diletakkan di apron bodi depan sebelah kiri, sehingga pengendara tidak perlu turun atau membuka jok saat mengisi bensin.

    • Bagasi Ekstra Luas: Pemindahan lokasi tangki membuat ruang di bawah jok berubah menjadi bagasi berkapasitas 16,3 liter—sebuah konsep helm-in jauh sebelum pabrikan lain mempopulerkannya di segmen skutik.

    • Panel Meter Bergaya Sporty: Instrumen panel dilengkapi dengan tachometer (penunjuk RPM) analog, memberikan impresi berkendara ala motor sport.

    Dengan desain serba tajam dan headlamp yang menyatu di bagian dada (apron) depan ala jajaran supersport Ninja, ZX130 cepat merebut perhatian para pencinta otomotif Tanah Air.

    Masa Penyuntikan Mati: Akhir Perjalanan (2014)

    Sayang cak kompetisi memang kejam. Meskipun sempat menjadi tulang punggung penjualan KMI di kategori bebek bersama Kaze dan Edge, masa edar Kawasaki ZX130 secara resmi berakhir sekitar tahun 2014. Setelah memproduksi dan memasarkan ZX130 selama hampir satu dekade (termasuk memberikan sedikit penyegaran grafis dan varian pelek cast wheel), KMI akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualannya di Indonesia tanpa menghadirkan penerus langsung di kelas bebek 130 cc.

    Mengapa Kawasaki ZX130 Disuntik Mati?

    Penyuntikan mati Kawasaki ZX130 tidak lepas dari pergeseran peta industri roda dua Tanah Air serta perubahan strategi internal pabrikan. Berikut adalah alasan utamanya:

    • Pergeseran Tren Pasar ke Skutik Modern

      Memasuki era 2010-an, peta industri sepeda motor Indonesia mengalami pergeseran masif. Konsumen perkotaan mulai beralih dari motor bebek manual ke skuter matik (skutik) yang menawarkan kemudahan berkendara tanpa perpindahan gigi. Pasar motor bebek tergerus secara drastis dari tahun ke tahun.

    • Faktor Kepraktisan Posisi Tangki BBM

      Meskipun fitur pengisian bensin di depan dinilai inovatif, sebagian konsumen di Indonesia masih merasa cemas terhadap aspek keselamatan jika terjadi benturan dari depan. Selain itu, mekanisme kabel pembuka tangki yang rumit rentan bermasalah seiring bertambahnya usia kendaraan.

    • Penetrasi Pasar dan Jaringan Dealer yang Terbatas

      Sebagai pabrikan dengan fokus segmen yang lebih berorientasi pada penggemar (niche market), jaringan 3S (Sales, Service, Spareparts) Kawasaki tidak seluas pabrikan raksasa Honda atau Yamaha. Hal ini membuat ketersediaan suku cadang ZX130 di daerah pelosok relatif lebih sulit didapat.

    • Perubahan Strategi Global Kawasaki (Fokus pada Motor Sport & Premium)

      Alasan paling krusial datang dari internal KMI. Kawasaki secara global memutuskan untuk mengubah arah bisnisnya di Indonesia dengan menghentikan persaingan di pasar commuter (bebek dan matik massal). Mereka memilih fokus penuh pada segmen motor sport, trail/adventure, dan big bike melalui flagship seri Ninja, KLX, dan Z-series.

    Last…Kawasaki ZX130 kini dikenang sebagai salah satu karya out-of-the-box terbaik dalam sejarah sepeda motor di Indonesia. Meski kiprahnya telah usai pada 2014, ZX130 tetap memiliki tempat khusus di hati para kolektor dan antusias motor bebek Tanah Air berkat keunikan desain dan ketangguhan mesin long-stroke-nya. Nahh piye dengan sampeyan cak…pernahkah memili ZX130 Baby Ninja ini ?? (iwb)

    Spesifikasi Teknis Kawasaki ZX130

    Kategori Detail Spesifikasi
    Tipe Mesin 4-Langkah, SOHC, 2-Katup, Silinder Tunggal
    Sistem Pendinginan Pendingin Udara (Air-Cooled)
    Kapasitas Mesin 129,9 cc (Bore 53,0 mm x Stroke 59,1 mm)
    Rasio Kompresi 10,0 : 1
    Daya Maksimum 10,1 PS (7,4 kW) @ 7.500 rpm
    Torsi Maksimum 10,7 Nm @ 5.500 rpm
    Sistem Bahan Bakar Karburator Keihin NCV24
    Sistem Pengapian DC-CDI
    Sistem Starter Electric Starter & Kick Starter
    Transmisi 4-Speed (Pola N-1-2-3-4), Kopling Otomatis Basah (Centrifugal)
    Rangka Pipe Backbone Frame
    Suspensi Depan Teleskopik
    Suspensi Belakang Swing Arm dengan Suspensi Ganda
    Ban Depan / Belakang 70/90-17 M/C 38P / 80/90-17 M/C 44P
    Sistem Pengereman Depan: Cakram Hidrolik Dual-Piston / Belakang: Tromol (Drum)
    Dimensi (P x L x T) 1.904 x 709 x 1.050 mm
    Tinggi Tempat Duduk 752 mm
    Jarak Terendah ke Tanah 142 mm
    Berat Kosong 104 kg
    Kapasitas Tangki BBM 3,7 Liter (Posisi Lubang Tangki di Bodi Depan)
    Kapasitas Oli Mesin 1,1 Liter (Kering) / 0,9 Liter (Penggantian Berkala)