Category: Otomotif

  • Motor Street Fighter Italia New Fantic Stealth 500…tantang Motor Jepang !!

    Motor Street Fighter Italia New Fantic Stealth 500…tantang Motor Jepang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Fantic Stealth 500! Motor bergaya streetfighter asal Italia makin agresif. Mungkin dari sampeyan nggak banyak yang tahu tapi merk ini. Nama Fantic masih agak asing di telinga kalau dibandingin sama Honda, Yamaha, atau Kawasaki. Tapi kalau sampeyan tanya ke orang Eropa atau pecinta off-road sejati, Fantic itu dianggap sebagai merek yang punya “jiwa” dan sejarah panjang. Nah kini mereka yang terbaru memperkenalkan street fighter berlabel new Fantic Stealth 500…!!

    Fantic selama ini kita kenal lewat seri Caballero yang klasik-klasik joss atau motor trail XEF yang garang. Tapi jangan salah, mereka ini juara dunia Moto2 tahun 2025 kemarin, cak!  Gelar juara dunia tim (Team World Championship) pada musim 2025 setelah para pembalapnya, Aron Canet dan Barry Baltus, secara konsisten mencatatkan 13 kali podium sepanjang musim . Mereka mengunci gelar juara dunia tim saat masih menyisakan satu balapan lagi di musim tersebut. Nah…Pengalaman di lintasan balap kelas dunia itu tumpah semua ke Stealth 500 ini. Emang apa kelebihan motor ini ??

    1. Bobot Enteng-nya Nggak Masuk Akal!

      IWB kaget pas baca speknya. Berat kendaraannya cuma 147 kg (tanpa bensin). Bayangkan cak, motor 500cc tapi beratnya hampir sama dengan motor 150cc-250cc di sini. Ini rahasia kenapa handling-nya disebut sangat tajam. Sekali tekuk, langsung nurut!

    2. Mesin Single Cylinder yang “Smoth”

      Jantung pacunya pakai mesin 463cc DOHC satu silinder (MM460). Powernya tembus 45 PS. Yang narik perhatian IWB, pistonnya dibuat lebih ringan 20 gram dari versi lawas. Efeknya? Getaran minim tapi nafas mesin sanggup teriak sampai 9.500 rpm! Njedut tapi halus, cak!

    3. Desain Italia: Agresif Bin Eksotis

      Namanya juga motor Italia, desainnya itu lho… nyeni tapi galak. Tanki bensin ditaruh di bawah jok buat ngejar Center of Gravity yang sempurna. Rangkanya pakai model trellis baja dikombinasikan dengan swingarm aluminium yang cakep bener.

    Spesifikasi Kunci Fantic Stealth 500 (2026 Model)

    Komponen Spesifikasi
    Mesin 463cc, Water Cooled, DOHC Single Cylinder
    Tenaga Maks 45 PS @ 8.000 rpm
    Torsi Maks 42,5 Nm @ 7.000 rpm
    Berat 147 kg (Dry)
    Tinggi Jok 810 mm
    Ban Pirelli Diablo Rosso IV
    Fitur 4 Riding Modes (Street, Rain, Track, Custom), Cornering ABS

    Fitur Melimpah, Harga “Premium”

    Nggak cuma modal tampang dan mesin, fiturnya juga up-to-date. Sudah pakai layar TFT 5 inci yang bisa konek ke smartphone dan ada 4 mode berkendara. Bahkan ada fitur Traction Control dan Cornering ABS yang biasanya cuma ada di motor kasta tinggi.

    Di Jepang, motor ini bakal dibanderol sekitar 1.265.000 Yen (sekitar 130 jutaan Rupiah kalau kurs langsung). Memang bukan buat kaum mendang-mending, tapi buat yang nyari eksklusivitas dan sensasi berkendara yang murni, Stealth 500 ini adalah ancaman nyata buat dominasi pabrikan Jepang di kelas menengah.

    Last….Fantic Stealth 500 ini ibarat “pembunuh senyap”. Dia datang dengan bobot super ringan dan teknologi Moto2. Kalau pabrikan Jepang nggak waspada, ceruk pasar enthusiast bisa dimakan sama motor ini. Gimana menurut sampeyan, cak? Kira-kira kalau motor ini masuk Indonesia dengan harga yang bersaing, apakah menarik dan bisa menggoda celengan sampeyan ? Monggo corat-coret di kolom komentar!…(iwb)

  • Gawattt !! Pangsa Pasar Astra Turun ke 49 Persen, Merek China BYD dan Jaecoo Makin Mengancam !!

    Gawattt !! Pangsa Pasar Astra Turun ke 49 Persen, Merek China BYD dan Jaecoo Makin Mengancam !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..ini benar-benar diluar dugaan. Lhaa piyee…Dominasi Grup Astra di pasar otomotif nasional mulai menghadapi tekanan serius. Beda dengan roda 2 yang tetap perkasa, nasib Astra roda 4 berbeda. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pangsa pasar Astra pada periode Januari–April 2026 turun menjadi 49 persen. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana pangsa pasar Astra sempat berada di kisaran 51 persen hingga 56 persen per bulan. Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan pasar nasional yang justru meningkat dua digit. Sementara itu, merek-merek asal China semakin agresif dan mulai menggerus dominasi pemain lama…!!!

    Sepanjang empat bulan pertama 2026, total penjualan mobil Astra tercatat sebanyak 143.365 unit. Sementara total pasar domestik mencapai 289.787 unit, atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun masih menjadi pemain terbesar di industri otomotif nasional, pertumbuhan penjualan Astra hanya sekitar 4 persen secara tahunan—jauh tertinggal dari pertumbuhan pasar nasional yang mencapai dua digit.

    Kontribusi Penjualan Astra (Januari–April 2026)

    Merek Penjualan (Unit)
    Toyota & Lexus 86.574
    Daihatsu 48.280
    Isuzu 8.250
    UD Trucks 261
    Total 143.365

    Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan Astra ditopang oleh kendaraan komersial dan model hybrid baru.

    “Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha konsumen,” ujar Windy dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

    Selain kendaraan niaga, kontribusi juga mulai datang dari model elektrifikasi.

    “Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan,” katanya.

    Di sisi lain, merek non-Astra mulai menunjukkan peningkatan agresivitas. Mitsubishi mencatat penjualan 35.367 unit sepanjang Januari–April 2026, sedangkan Suzuki mencapai 24.154 unit. Namun, tekanan paling besar justru datang dari merek asal China, terutama BYD dan Denza. Penjualan gabungan keduanya mencapai 19.247 unit hanya dalam empat bulan pertama tahun ini.

    Merek Non-Astra Penjualan (Jan–Apr 2026)
    Mitsubishi 35.367
    Suzuki 24.154
    BYD + Denza 19.247
    Jaecoo 11.284
    Hyundai 6.308
    Wuling 5.178
    Chery 4.348

    Jaecoo juga menunjukkan performa signifikan dengan mencatat total penjualan 11.284 unit secara wholesales pada periode yang sama—bahkan melampaui penjualan Hyundai (6.308 unit), Wuling (5.178 unit), serta Chery (4.348 unit).

    Selain meningkatnya persaingan dari merek non-Astra, pasar otomotif juga mulai mengalami perubahan tren. Konsumen kini cenderung melirik kendaraan elektrifikasi dan model dengan fitur lebih lengkap. Hal ini terlihat dari penurunan penjualan low cost green car (LCGC). Total penjualan LCGC nasional pada Januari–April 2026 hanya mencapai 37.823 unit, turun 22,9 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 49.068 unit. Meskipun demikian, Astra masih mendominasi segmen LCGC dengan pangsa pasar 75 persen sepanjang awal 2026.

    Last…Penurunan pangsa pasar Astra menjadi 49 persen adalah sinyal bahwa dominasi tunggal Grup Astra mulai terkikis. Merek-merek China seperti BYD, Denza, dan Jaecoo tumbuh dengan sangat cepat, menawarkan kendaraan elektrifikasi dengan fitur lengkap dan harga kompetitif. Sementara itu, tren pergeseran dari LCGC ke kendaraan listrik/hybrid juga menjadi tantangan tersendiri. Jika Astra tidak segera beradaptasi dengan cepat, bukan tidak mungkin pangsa pasarnya akan terus tergerus dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaan besarnya: Bisakah Astra mempertahankan posisinya sebagai raja otomotif roda 4 Indonesia, atau akankah merek China yang akan menguasai jalanan di masa depan? piye cak menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Horeee…Motor Listrik akan Dapat Subsidi lagi cakkk !! Berapa ???

    Horeee…Motor Listrik akan Dapat Subsidi lagi cakkk !! Berapa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemerintah resmi memastikan akan kembali memberikan insentif untuk kendaraan listrik tahun ini. Rencananya, subsidi dan insentif pajak akan mulai berlaku pada Juni 2026 untuk total 200.000 unit mobil dan motor listrik. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa besaran insentif berbeda antara motor dan mobil listrik. Namun, yang pasti, harga konsumen akan lebih murah. Dan ternyata nilanya…wowww juga nih cakkk !!!

    Untuk sepeda motor listrik, pemerintah dipastikan akan memberikan subsidi langsung sebesar Rp 5.000.000 per unit. Ini adalah potongan harga yang cukup signifikan di kelas motor listrik entry-level. Sementara untuk mobil listrik, insentif diberikan dalam bentuk PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) . Artinya, konsumen tidak membayar PPN penuh, karena pemerintah menanggung sebagian atau seluruhnya.

    “Jadi yang diomongin tadi PPN ya, PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen ada yang 40 persen. Nanti masih disesuaikan skemanya, itu untuk utamanya EV yang bukan hybrid,” jelas Purbaya.

    Insentif Berdasarkan Material Baterai

    Yang menarik, besaran insentif PPN DTP untuk mobil listrik akan dibedakan berdasarkan material baterai yang digunakan. Aturan teknisnya akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian.

    Skema Insentif Mobil Listrik (PPN DTP)

    Untuk mobil listrik, insentif diberikan dalam bentuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Besaran insentif akan sangat bergantung pada jenis baterai yang digunakan:

    • PPN DTP 100%: Diberikan untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel (NMC). Ini adalah upaya pemerintah untuk mendorong hilirisasi nikel Indonesia.

    • PPN DTP 40%: Diberikan untuk mobil listrik dengan baterai selain nikel (seperti LFP).

    • Estimasi Penurunan Harga: Sebagai ilustrasi, jika sebuah mobil listrik seharga Rp300 juta mendapatkan PPN DTP penuh, konsumen hanya perlu membayar PPN sekitar 1% (Rp3 juta) dari tarif normal 11%, sehingga terjadi penghematan sekitar Rp27 juta.

    2. Subsidi Motor Listrik

    Berbeda dengan mobil, motor listrik akan mendapatkan subsidi langsung dalam bentuk potongan harga:

    • Besaran Subsidi: Rp5 juta per unit.

    • Kuota: Pemerintah menyiapkan kuota awal untuk 100.000 unit motor listrik (dan 100.000 unit mobil listrik) untuk tahap pertama tahun ini.

    3. Syarat Utama

    • Bukan Mobil Hybrid: Insentif ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle / BEV). Mobil hybrid dipastikan tidak mendapatkan insentif ini.

    • TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri): Skema ini juga terkait dengan pemenuhan syarat TKDN yang detailnya akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian melalui revisi aturan (seperti Permenperin No. 35 Tahun 2025).

    Ini adalah langkah strategis pemerintah untuk mendorong penggunaan baterai berbasis nikel yang diproduksi di dalam negeri cak, sekaligus mendukung industri smelter yang sudah dibangun. Pemerintah belum menentukan angka pasti persentase PPN DTP untuk mobil listrik pada program 2026 ini cak. Namun, kita bisa melihat simulasi dari program insentif sebelumnya (2023-2024) sebagai gambaran. Pada aturan sebelumnya (berlaku sejak 2023), mobil listrik yang seharusnya dikenai PPN 11% (saat itu) hanya dikenai tarif 1% . Sehingga pemerintah menanggung PPN sebesar 10%. Contoh perhitungannya:

    Harga Mobil (Sebelum PPN) PPN Normal (11%) PPN Setelah Insentif (1%) Hemat
    Rp 300 juta Rp 33 juta Rp 3 juta Rp 30 juta

    Ketika tarif PPN naik menjadi 12% di periode berikutnya, mobil listrik hanya dikenai 2% . Maka dengan harga mobil yang sama, konsumen hanya membayar PPN Rp 6 juta, dibanding Rp 36 juta (hemat Rp 30 juta).

    Artinya, insentif PPN yang pernah diberikan mampu menurunkan harga mobil listrik hingga sekitar Rp 30 juta.

    Untuk program 2026 ini, jika skemanya serupa (misalnya PPN 12% ditanggung pemerintah 10%, konsumen bayar 2%), maka potongan harga di kisaran Rp 25-30 juta masih sangat mungkin, tergantung harga mobil. Jadi emang gede cak potongannya….Pemberian insentif ini kemungkinan adalah respons terhadap penurunan penjualan mobil listrik dalam beberapa bulan terakhir, atau untuk mencapai target adopsi kendaraan listrik yang lebih tinggi. Dengan subsidi motor Rp 5 juta dan potongan PPN hingga puluhan juta untuk mobil, diharapkan masyarakat lebih tertarik beralih ke kendaraan listrik.

    Pemerintah menargetkan insentif ini mulai berlaku pada Juni 2026 dan akan diberikan secara terbatas untuk 200.000 unit (mobil dan motor listrik). Konsumen yang ingin mendapatkan insentif disarankan untuk segera melakukan pemesanan setelah aturan teknis (Peraturan Menteri Perindustrian) terbit.

    Last….Insentif kendaraan listrik kembali hadir di pertengahan 2026. Motor listrik dapat subsidi Rp 5 juta, sementara mobil listrik mendapatkan potongan PPN yang bisa mencapai puluhan juta rupiah, dengan insentif lebih besar untuk mobil yang menggunakan baterai berbasis nikel. Bagi sampeyan yang ingin membeli mobil listrik, sebaiknya menunggu aturan teknis resmi terbit, lalu hitung berapa potongan yang bisa didapatkan. Jika skemanya seperti insentif sebelumnya, harga mobil listrik bisa turun sangat signifikan. Apakah ini waktunya kita ganti EV ?? piye cak menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Segini Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!

    Segini Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cak… asli, bener-bener senep kalau kita ngomongin biaya perawatan mobil listrik (EV). Setelah kemarin kita bahas soal harga baterai Innova Zenix yang bikin dompet bergetar, sekarang ada kabar yang nggak kalah panas dari merk pendatang baru yang lagi naik daun, yaitu Jaecoo. Yup….Pabrikan asal Tiongkok ini sepertinya nggak mau main rahasia-rahasiaan. Mereka blak-blakan soal “jeroan” paling berharga di mobil mereka, apalagi kalau bukan baterai. IWB dapet bisikan dari Mas Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, yang membeberkan estimasi biaya kalau sampeyan harus ganti baterai di luar garansi. Siap-siap pegangan kursi cak sebab Harga Baterai Mobil Jaecoo…..dapat satu Yamaha R6, ediannn !!!

    Kendaraan listrik memang dimanja betul sekarang ini cak. Pajak bener-bener hampir dihapus membuat semua ngiler bin ngeces. Apalagi biaya Per KWH yang tentunya langit dan bumi dibandingkan harga BBM yang sekarang jabang bajul nggilani tenan. Namun tahukah sampeyan dibalik kemudahan dan murah yang diberikan harga baterei masih menjadi momok paling menakutkan. Info akurat bisa kita dapatkan sebagai contoh dari Jaecoo..merk Cina yang sekarang menjadi raja mobil ini membocorkan harga baterei mereka. Emang piro harga batereinya ? intip saja dibawah ini cak…

    1. Jaecoo J7 SHS: Kapasitas 18,3 kWh, harganya sekitar Rp 106 Juta!

    2. Jaecoo J8 SHS: Kapasitas 34,4 kWh, harganya tembus Rp 160 Juta!

    3. Jaecoo J5 EV: Nah ini yang paling ngeri cak, kapasitas 60,9 kWh, harganya menyentuh Rp 174 Juta!

    Eits… tunggu dulu, jangan pingsan dulu. Harga segitu ternyata belum termasuk PPN alias pajak pertambahan nilai. Jiaannn… ngeri banget kan? Kalau ditotal sama pajak, harganya sudah bisa buat beli mobil LCGC baru atau moge R6 bekas dari dealer cak! Amsyongggg tenan !!

    Sama seperti pabrikan sebelah, Jaecoo juga nggak mau ribet. Kalau ada kerusakan, mereka gantinya langsung satu paket (pack), nggak bisa cuma ganti modul-modul kecil yang rusak saja. Jadi memang harus satu set baru. Tapi ada kabar baiknya, buat urusan pasang-memasang, teknisi Jaecoo ternyata sudah lihai. Proses gantinya relatif cepat, cuma butuh waktu sekitar 3 jam saja. Jadi sampeyan tinggal ngopi-ngopi santai, mobil sudah siap gaspol lagi.

    Nah, biar sampeyan nggak was-was di tengah jalan, sistem Jaecoo ini ternyata sudah pintar. Di panel instrumennya sudah ada indikator khusus yang bakal menyala kalau ada potensi kerusakan atau masalah pada baterainya. Jadi ada peringatan awal cak, biar nggak sampai kejadian mogok di jalanan. Transparansi harga seperti ini memang penting banget buat edukasi konsumen. Memang bener, biaya ganti baterai EV itu masih jadi “momok” yang menakutkan karena harganya yang setinggi langit. Tapi ya itulah konsekuensi teknologi masa depan. Saran IWB, buat sampeyan yang naksir Jaecoo, pastikan pahami benar-benar skema garansinya. Biasanya pabrikan EV berani kasih garansi baterai yang cukup panjang. Yang penting perawatannya harus telaten. Jadi kalau ada yang bilang EV murah segalanya emang benar…tapi sebenarnya hanya dibalik skema pengeluarannya. Kalau ICE didepan, sedang EV dibelakang. Lha piyee…batereine bikin mules je.  Gimana menurut sampeyan? Harga baterai 174 juta itu wajar atau mending kendaraan ICE ? Monggo sampaikan opininya di kolom komentar! (iwb)

  • Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid…bikin meriang cakkkk !!!!

    Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid…bikin meriang cakkkk !!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…sopo sih nggak ngiler dengan sensasi nunggang kendaraan Hybrid. Senyap, irit dan spontan. Apalagi dikombinasikan dengan suspensi yang nyaman seperti Zenix….wisss seger tenan.  Eitttt tapi jangan salah…..sampeyan harus siapin dana besar kalau baterei bermasalah. Dan tahukah sampeyan….Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid…bikin mulessss cakkkk !!!!

    Fenomena mobil hybrid saat ini memang penjualannya makin moncer bin meroket di tanah air. Salah satu aktor utamanya siapa lagi kalau bukan si bongsor Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. IWB akui, mobil ini emang dadi primadona baru buat para bapak-bapak atau keluarga yang pengen gaya tapi tetep irit bbm.

    Tapi begini cak… di balik kemewahan dan senyapnya mesin hybrid, ternyata masih banyak sampeyan-sampeyan semua yang masih “ketar-ketir” alias was-was. Kenapa ? Apalagi kalau bukan soal BATERAI. Banyak yang nanya ke IWB, “Cak, kalau baterainya jebol, piye nasibe?  ” ….Nah, kebetulan IWB dapet bisikan dari PT Toyota Astra Motor (TAM). Mas Philardi Ogi selaku PR Manager TAM langsung buka suara buat nenangin kegelisahan kita semua. Intinya satu cak: Ojo Panik!

    Pihak Toyota sebenernya sudah memikirkan hal itu cak. Makanya Mereka ngasih jaminan alias garansi baterai itu nggak main-main, yaitu 8 tahun atau 160.000 km (mana yang tercapai lebih dulu). Jadi selama masa itu, kalau ada apa-apa sama sel baterainya, sampeyan tinggal bawa ke bengkel resmi, beres! Nggak perlu pusing mikirin biaya gantinya yang bikin meriang….

    Tapi pertanyaannya… gimana kalau masa garansinya wis wassalam alias habis? Nah, ini yang bikin IWB dlongop bin mlongo cak.

    Mas Ogi blak-blakan bilang kalau harga spare part baterai assembly buat Innova Zenix Hybrid itu ada di angka kisaran Rp 48 Juta! Jiaannn… ngeri tenan ! Duit segitu kalau buat beli motor wis dapet sport 250cc second sing masih kinyis-kinyis, atau dapet matic premium satu unit gress dari dealer.

    Dan yang perlu dicatat cak, Toyota itu jualnya satu paket alias assembly, nggak dijual per modul atau eceran. Jadi kalau rusak dan harus ganti ya langsung glundung satu set. Cakepppp tenann bikin gemeterrrr….

    Last….meskipun harganya bikin mripat mendelik, Mas Ogi negasin kalau tim teknisi nggak bakal asal vonis ganti. Semua bakal lewat pemeriksaan teknis yang super akurat di bengkel resmi. Dilihat dulu tingkat kerusakannya, didiagnosis bener-bener, baru deh keluar estimasi penanganannya. Jadi nggak main hantam cak. Saran IWB… buat sampeyan yang nunggang Zenix Hybrid, rajin-rajinlah servis rutin di bengkel resmi. Biar kondisi baterai terpantau terus. Dan mumpung garansinya panjang banget, dinikmati aja kenyamanannya. Nggak usah dipikirin harga baterainya dulu, sing penting gaspol cari cuan nggo gantine sesuk, bener ora? hehehe. Baterei Zenix 48 juta ?? piyee cak….masih berani gazzz beli oraa kieee ? (iwb)

  • Tantang Yamaha Aerox !! Aveta Nova 200 resmi dirilis…mesin 183cc, lho kok Mirip ???

    Tantang Yamaha Aerox !! Aveta Nova 200 resmi dirilis…mesin 183cc, lho kok Mirip ???

    Iwanbanaran.com – Caakkkk….IWB bener-bener dibuat dlongop, Cak! Pasar skutik di negeri jiran Malaysia mendadak geger setelah Aveta resmi meluncurkan jagoan barunya yang diberi nama Aveta Nova 200. Bukannya apa cak…. motor ini datang dengan spek mesin yang cukup ngeri bagi kompetitor di kelasnya. Yang bikin IWB garuk-garuk aliss…laahhh kok desainnya mirip banget Aerox ?? apakah memang desainernya nyontek Yamaha Aerox ???

    Jadi cak…Pabrikan motor lokal Malaysia, Aveta, kembali memperluas jajaran model Nova mereka. Setelah sebelumnya hadir Nova 125, Nova 160, dan Nova 250, kini giliran Aveta Nova 200 yang resmi diluncurkan. Secara visual, Aveta Nova 200 punya aura “Aerox Look” yang kental tapi tetap punya sentuhan agresif mirip ala lampu Panigale. Garis desainnya tajam-tajam, Cak. Lampu depannya ganda (dual keen eyes) yang memberikan kesan angker. Deknya tidak rata (ada punuk tengah) yang menegaskan bahwa ini adalah skutik performa….

    Kaki-kakinya juga kekar, menggunakan ban berukuran gambot yang membalut velg ring 14 inci di depan dan 13 inci di belakang. Posisi berkendaranya dibuat ergonomis namun tetap sporty, cocok buat sampeyan yang suka touring jarak jauh atau sekadar pamer di tongkrongan. Shape dari samping benar-benar Aerox banget. Termasuk suspensi belakangpun juga sudah tabung…

    Spesifikasi Mesin: Tenaga 18 hp dari 183 cc

    Aveta Nova 200 ini menggendong mesin berkubikasi murni 183cc, satu silinder, 4-katup, SOHC, dengan pendingin cairan (liquid cooled). Ediannya lagi, power yang dimuntahkan nggak main-main, tembus di angka 18.5 hp pada 8.500 rpm dan torsi puncak mencapai 17.5 Nm pada 6.500 rpm.

    Kalau kita bandingkan dengan skutik 150-160cc yang ada di tanah air, jelas Nova 200 ini bukan lawan. Tenaganya disalurkan lewat transmisi CVT yang diklaim sangat responsif. Mesin ini seolah-olah berteriak… “Ayo wani ora kowe drag musuh akuuuu !”…sombong tenan cak pokoke hehehehe

    Spesifikasi Mesin Detail
    Tenaga Maksimal 18 hp @ 8.000 rpm
    Torsi Puncak 17,6 Nm @ 5.500 rpm
    Sistem Starter Elektrik
    Kapasitas Tangki BBM 10 liter

    Fitur Keselamatan: ABS Dual-Channel + Traction Control

    Nah, ini yang juga jadi kelebihan tersendiri. Aveta nggak pelit soal fitur. Bayangkan, Cak, skutik ini sudah dibekali sistem pengereman Dual-Channel ABS. Jadi bukan cuma depan doang, tapi belakang juga sudah dijaga ABS. Belum cukup sampai di situ, fitur keselamatan Traction Control System (TCS) juga sudah nemplok manis! Kerennya sistem ini bisa dihidup dan dimatikan hanya dari tombol stang…

    Untuk sektor pencahayaan? Jelas sudah full LED dari depan sampai belakang dengan desain yang sangat agresif. Panel instrumennya sudah menggunakan layar TFT warna yang bisa terkoneksi dengan smartphone. Dan lagi-lagi shape desain speedo juga mirip dengan Aerox lawas…weladalaahhh, klonengan tulen iki. Dan yang paling bikin melongo adalah suspensi belakangnya yang sudah menggunakan dual-shock dengan tabung (sub-tank) berwarna emas. Ciamik tenan!

    Kaki-Kaki: Roda 14 Inci

    • Suspensi depan: Teleskopik

    • Suspensi belakang: Dua unit peredam kejut dengan tabung gas (monoshock with gas reservoir)

    • Velg: 14 inci

    • Ban depan: 100/80-14

    • Ban belakang: 120/70-14.

    Fitur Kenyamanan dan Kelistrikan

    Aveta juga menyematkan sejumlah fitur pendukung kenyamanan:

    • Smart key (kunci pintar)

    • USB charger (tipe C dan A) di poket barang depan

    • Ruang bagasi bawah jok yang lega

    • Panel instrumen LCD digital

    • Lampu full LED

    • Joki sporty dengan desain konsep yang sama dengan bodi

    Tersedia dalam Tiga Pilihan Warna

    Aveta Nova 200 ditawarkan dalam tiga pilihan warna:

    • Neon (mencolok)

    • Abu-abu (elegan)

    • Biru (sporty)

    Last…Aveta Nova 200 adalah penantang serius bagi pabrikan Jepang jika bikers hanya mencari power sebab matic ini memang sangar tenan tenaga. Hanya saja kalau sampeyan tipe bikers yang mengutamakan gengsi..kayaknya butuh mental baja kalau nggak kuping iso panas kena bully. Lhaa piyee…terkesan Aerox versi KW je wkwkwk. Di Malaysia, motor ini dibanderol di angka RM 8.488 (sekitar Rp 31 jutaan) belum termasuk asuransi.. Kalau masuk Indonesia dengan spek begini, kira-kira bakal laku nggak ya? Monggo berikan opininya di kolom komentar Cak..gazzz !! (iwb)


  • Efek Menang Balap WSSP….Penjualan Moto Cina ZXMOTO melesat !!

    Efek Menang Balap WSSP….Penjualan Moto Cina ZXMOTO melesat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kemenangan bersejarah ZXMOTO di ajang World Superbike Championship (WSBK) Portimão ternyata tidak hanya mengguncang papan klasemen, tetapi juga pasar motor global. Pabrikan asal China ini mencatatkan lebih dari 5.000 unit motor terjual dalam waktu kurang dari tiga pekan setelah kemenangan ganda mereka di Portugal. Yup…penjualan mereka melesatttttt !!!

    Seperti yang pernah IWB bahas sebelumnya….Pada putaran penutup Kejuaraan Dunia Superbike di Sirkuit Portimão, Portugal, ZXMOTO menciptakan sejarah. Pembalap Valentin Debise bersama tim Evan Bros Racing berhasil meraih kemenangan 1-2 (finis pertama dan kedua) dengan motor 820 RR. Mereka mengalahkan pabrikan-pabrikan besar seperti Yamaha, Kawasaki, Triumph, Ducati, Honda, MV Agusta, dan QJ. Bagi merek asal China, ini adalah pencapaian yang di luar dugaan (unexpected milestone). Namun, yang lebih mengejutkan adalah respons pasar di dalam negeri setelah kabar kemenangan ini menyebar.

    Menurut laporan efek dari kemenangan di WSBK ini langsung terasa pada angka penjualan ZXMOTO. Dalam kurang dari tiga minggu setelah kemenangan di Portimão, pabrikan tersebut berhasil menjual lebih dari 5.000 unit sepeda motor.

    Angka ini mencerminkan fenomena yang jarang terjadi: prestasi balap secara langsung mendorong keputusan pembelian konsumen. Biasanya, hubungan antara “minggu balap” dan “penjualan showroom” membutuhkan waktu lebih lama. Namun untuk ZXMOTO, kemenangan di sirkuit seolah menjadi “iklan langsung” yang paling efektif.

    Fenomena ini mengingatkan pada kisah sukses pabrikan Jepang di era 1970-an-1980-an, di mana Honda, Yamaha, dan Suzuki menggunakan ajang balap sebagai batu loncatan untuk merebut pasar global. Kini, giliran pabrikan China yang menjalankan strategi serupa—dan berhasil.

    Meski antusiasme pasar sangat tinggi, ZXMOTO menghadapi tantangan klasik:

    1. Kapasitas produksi – Mampu memenuhi lonjakan pesanan?

    2. Layanan purna jual – Jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang di luar China

    3. Konsistensi performa – Mempertahankan keunggulan di musim-musim berikutnya

    Last….Efek ZXMOTO adalah bukti bahwa kemenangan di sirkuit masih menjadi salah satu alat pemasaran paling kuat di industri sepeda motor. Lebih dari 5.000 unit terjual dalam tiga pekan adalah angka yang membuat pabrikan Eropa dan Jepang harus mulai memikirkan ulang strategi mereka. Pertanyaannya sekarang: mampukah ZXMOTO mempertahankan momentum ini, atau ini hanya “efek kejutan” sesaat? Jawabannya akan sangat menentukan apakah kita sedang menyaksikan awal dari pergeseran kekuatan global di industri motor….(iwb)

  • Menghitung Pajak Kendaraan Listrik…..wong sugih kok disubsidi terus !?

    Menghitung Pajak Kendaraan Listrik…..wong sugih kok disubsidi terus !?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..Dunia otomotif Tanah Air sedang ramai membahas Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Intinya, mobil dan motor listrik (KBLBB) tidak lagi otomatis bebas pajak. Pemerintah daerah kini punya wewenang penuh untuk memungut Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBNKB) untuk kendaraan listrik, sama seperti saudaranya yang bermesin konvensional (ICE). Namun, bagi sampeyan yang sedang mengincar motor atau mobil listrik, jangan buru-buru panik. Ada sejarah panjang dan alasan logis di balik aturan ini, dan kabar baiknya, pemda diperkirakan tidak akan langsung mengenakan pajak secara penuh. Mari kita bedah dengan bahasa yang santai namun mendalam cak. Gazzzzz….

    Seperti yang sampeyan semua tahu….dulu, pemerintah melalui Perpres No. 55/2019 “memaksa” pemda untuk memberikan insentif penuh (0%) agar masyarakat mau beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan menguap seiring dengan melonjaknya populasi mobil dan motor listrik di jalanan.

    Bayangkan, kendaraan listrik ikut macet, ikut pakai jalan, tapi kas daerah tidak mendapat apa-apa dari mereka. Situasi inilah yang mendorong para pemangku kebijakan di daerah meminta kewenangan memungut pajak kembali.

    Mekanisme Hitung PKB: Bukan Sekadar Harga Kendaraan

    Jadi gini cak…biar paham Sebelum masuk ke aturan baru, kita pahami dulu rumus dasar PKB yang sebenarnya sudah berlangsung lama:

    PKB = NJKB x Bobot

    • NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor): Harga patokan yang ditentukan pemerintah.

    • Bobot: Angka koefisien yang mencerminkan tingkat kerusakan jalan dan polusi yang ditimbulkan.

    Nah, untuk sepeda motor R2 (roda dua), bobotnya adalah 1 (paling rendah). Jadi selama ini, hitungan PKB motor sudah cukup sederhana.

    Isi Krusial Permendagri 11/2026

    Dalam aturan baru yang diteken Mendagri Tito Karnavian ini, ada dua poin penting terkait KBLBB:

    1. Tidak Ada Pengecualian Otomatis: Kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas pajak. Perlakuannya kini setara dengan kendaraan konvensional…yahh asas keadilan juga cak..

    2. Insentif Hanya untuk “Mobil Tua”: Hanya KBLBB dengan tahun produksi sebelum 2026 yang masih mendapat insentif (bisa tetap 0% sesuai aturan lama). Untuk yang lahir di 2026 dan seterusnya, pemda boleh memungut pajak.

    Dengan kata lain, aturan ini adalah pintu legal bagi pemda untuk mulai menarik uang dari kendaraan listrik baru yang mengaspal di wilayahnya. Ini kuncinya cak…

    Diskusi di Belakang Layar: “Pemda Mulai Bersuara”

    Rumor yang IWB terima….dalam sebuah diskusi tertutup antara Pemerintah Pusat (Kemendagri) dengan Pemerintah Daerah serta asosiasi industri (AISI untuk motor, Gaikindo untuk mobil) pada akhir 2025….terungkap keinginan kuat dari beberapa pemda.

    “Beberapa pemerintah daerah sudah menyampaikan keinginan untuk mulai memungut pajak KBLBB pada tahun 2026 ini,” demikian isi diskusi yang terungkap.

    Prediksi: Tidak Langsung 100%, Ada Masa Transisi

    Eittt tapi jangan kuatir….meski aturan sudah mengizinkan pemungutan, para pembuat kebijakan diperkirakan akan sangat berhati-hati. Jika langsung mengenakan pajak 100% (setara kendaraan ICE), pasar otomotif berpotensi terguncang dan minat beralih ke listrik bisa turun drastis.

    Pendapat IWB : Di tahap awal, pemda kemungkinan besar hanya akan mengenakan tarif 10% hingga 30% dari nilai pajak sesungguhnya. Langkah ini adalah kompromi cerdas: pemda tetap mendapat PAD, sementara konsumen tidak kaget dan industri tetap bergerak. Bingung ?? tenang cak…IWB coba racik ilustrasi….

    Contoh Simulasi (Ilustrasi)

    Misalnya NJKB motor listrik Rp 30 juta, dengan bobot 1.

    • Pajak Penuh (2%): Rp 600.000 per tahun.

    • Jika Pemda terapkan 10% dari pajak penuh: Rp 60.000 per tahun.

    • Jika 30%: Rp 180.000 per tahun.

    Angka-angka ini masih jauh di bawah pajak motor matic 150cc yang bisa mencapai Rp 400.000 – Rp 600.000 per tahun. Nahh dari sini wis mudengkan..??

    Last…Kebijakan ini menurut IWB adalah koreksi alamiah untuk menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi. Kendaraan listrik tetap didorong, tetapi kontribusinya terhadap pendapatan daerah tidak lagi nol. Yang penting dana pajak daerah juga harus digunakan dengan proper…ngakunya fokus sama jalanan, tapi aspal berlubang ditambalnya 1 tahun, kan amsyong. Bagi sampeyan, tidak perlu panik. Pajak akan hadir, tapi besarnya diperkirakan masih “sangat bersahabat” sebagai masa transisi. Tentu saja semua memang akan normal dimasa depan alias nggak mungkin listrik disubsidi terus. Apalagi untuk mobil cak…yang beli mobil listrik ini rata-rata ekonomi menengah keatas alias wong sugih. Walau nggak semua. dominasinya sangat mencolok. Mereka membeli mobil listrik biasanya mobil ke 2 atau ke 3. Mosok wong sugih kok disubsidi terus !?…iyo ora cak hehehe. Kalau motor IWB setuju karena mayoritas pengguna malah para ojek online. So…Pantau terus peraturan daerah (Perda/Pergub) di wilayah sampeyan masing-masing untuk tahu pasti berapa persen pajak yang akan dikenakan di tahun 2026 ini. Semoga mencerahkan sampeyan semua. Piye cak….setuju nggak sih mobil listrik mulai dicabut subsidinya ? monggo berikan opininya….(iwb)

  • HOT update…Kendaraan Listrik Nggak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Makin Amsyong !

    HOT update…Kendaraan Listrik Nggak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Makin Amsyong !

    Iwanbanaran.com – Cakkk….sepertinya masa keemasan kendaraan EV soal subsidi pemerintah pelan-pelan mulai dicabut. Asas keadilan mulai ditegakkan (haiyaahhh). Hal ini berdasarkan update-an terbaru soal regulasi kendaraan listrik (KBLBB) di tanah air. Kalau selama ini kita dimanjain dengan “pajak nol rupiah” alias gratis tis buat PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB, sekarang skemanya berubah total Kangbro !!!

    Jadi cak…dari update paling fresh kemarin, Berdasarkan Permendagri No. 11 Tahun 2026 yang diteken Pak Tito Karnavian, mobil listrik sekarang nggak lagi jadi objek yang dikecualikan dari pajak. Artinya apa? Secara “default” atau aturan dasar, mobil listrik itu SEKARANG KENA PAJAK. Titik!

    Terus, kenapa aturannya berubah? Nah, di dalam pasal 14 aturan tersebut, perhitungan pajak sekarang bener-bener ngelihat dua faktor utama: NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) dan Bobot Koefisien. Yang bikin IWB garuk-garuk kepala, bobot koefisien ini dihitung berdasarkan tingkat kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan.

    Dan tahu nggak sampeyan? Di lampiran aturan itu, ternyata nggak ada bedanya antara mobil listrik sama mobil bensin konvensional (ICE). Sebagai contoh, BYD M6 punya koefisien 1,050—sama persis kayak koefisien Daihatsu Xenia! Jadi secara “kertas”, pemerintah nganggep beban jalan yang ditimbulkan mobil listrik sama aja kayak mobil bensin. Waduhhh…

    Apakah bakal langsung mahal pajaknya? Eits, tunggu dulu… jangan langsung lemes bin galau. Meskipun secara aturan pusat sudah nggak otomatis nol rupiah, tapi pemerintah pusat masih ngasih “celah” buat pemerintah daerah (Pemda) untuk ngasih insentif.

    Jadi intinya begini:

    1. Nggak Seragam Lagi: Dulu mungkin nasional rata-rata dibebasin. Sekarang, tiap daerah bebas nentuin sendiri mau dikasih diskon berapa persen atau malah tetep digratisin.

    2. Tergantung Daerah: Kalau Pemda DKI Jakarta mau tetep gratisin (0%), ya monggo. Tapi kalau Pemda lain mutusin buat narik pajak 10% atau 20% dari dasar pengenaan, ya mereka punya payung hukumnya sekarang.

    IWB pribadi ngelihat ini sebagai langkah transisi pemerintah. Mungkin karena populasi EV sudah makin banyak, pemerintah mulai mikirin maintenance jalanan yang juga butuh dana dari pajak kendaraan. Tapi ya itu, buat sampeyan yang baru mau meminang mobil listrik, wajib banget cek aturan di daerah masing-masing nantinya. Jangan sampe kaget pas STNK turun, angkanya nggak nol lagi, mringis tenan nanti!

    Last…aturan ini memang bikin bingung karena kebijakan angka diserahkan ke pemerintah daerah…amsyong sih cak. Soalnya kalau sudah dikasih payung hukum dari pemerintah pusat, kebiasaan daerah pasti di “push” karena aji mumpung untuk menambah pendapatan daerah. Namun disisi yang lain, ketimpangan antara pajak EV dan ICE memang kebangetan tenan. Lhaa piyeee…sebagai contoh, mosok pajak pertahun BYD Sealion 7 yang harganya 600 jutaan hanya dikenakan 500 ribu rupiah alias masih lebih murah dari motor PCX IWB yang kena 600 ribuan. Kan ora adil tenan…wong sugih malah disubsidi, iyooo ora wkwkwk (pembeli mobil listrik rata-rata punya kemampuan ekonomi diatas rata-rata). Kalau motor listrik full subsidi baru IWB setuju. Menurut sampeyan sendiri piye cak….setuju nggak dengan revisi aturan subsidi ini ? monggo berikan opininya…. (IWB)

  • SHAD Indonesia Rayakan Satu Dekade…Langsung Rilis Empat Produk Baru !!!

    SHAD Indonesia Rayakan Satu Dekade…Langsung Rilis Empat Produk Baru !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Menandai perjalanan sepuluh tahun kiprahnya di industri aksesori roda dua, SHAD Indonesia resmi merayakan hari jadinya yang ke-10 (2016-2026) pada hari ini, 18 April 2026. Dalam momentum perayaan satu dekade tersebut, produsen perlengkapan berkendara ini menegaskan komitmennya terhadap pasar nasional dengan meluncurkan rangkaian produk inovatif yang dirancang untuk menjawab beragam karakteristik kebutuhan pengendara di Indonesia…!!

    Sebagai salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam strategi ekspansi internasional SHAD. Selama sepuluh tahun terakhir, perusahaan terus memperkuat operasional lokal guna memastikan standar desain, engineering, dan kualitas global dapat diakses langsung oleh komunitas motor di Tanah Air.

    Inovasi Produk Terbaru 2026

    Dalam rilis resminya, SHAD memperkenalkan empat produk unggulan yang mencakup kategori top case, side case, hingga tas teknis:

    1. TR46 Aluminum Top Case

    Merupakan evolusi dari seri TR41, top case ini menawarkan kapasitas lebih besar yang mampu menampung hingga dua helm (satu modular dan satu JET, atau satu helm trail ukuran XL).

    • Keunggulan: Memiliki struktur tahan air setara IPX5 dan fitur hook atas untuk muatan tambahan hingga 6 kg.

    • Harga: Dibanderol mulai dari Rp 1.499.000 (Varian Black) hingga Rp 1.799.000 (Varian Alu).

    2. TR27 Side Case

    Solusi penyimpanan samping yang ringkas dan tangguh, dirancang untuk penggunaan harian maupun petualangan.

    • Fitur: Menggunakan material polypropylene yang diperkuat, desain bukaan atas (top opening) untuk akses mudah, serta kompatibel dengan sistem mounting 3P & 4P SHAD.

    • Ketersediaan: Produk ini akan mulai tersedia di pasar pada 1 Juni dengan harga mulai Rp 1.799.000.

    3. SH51 Top Case

    Produk ini ditargetkan untuk segmen touring jarak jauh dengan fokus pada aspek aerodinamis dan stabilitas.

    • Spesifikasi: Mampu menampung dua helm flip-up dengan beban maksimal 10 kg dan dilengkapi Double Locking System.

    • Harga: Dipasarkan seharga Rp 2.299.000 (Carbon) dan Rp 2.499.000 (Alu).

    4. TR08 Waterproof Crash Bar Bag

    Tas berkapasitas 8 liter ini menawarkan perlindungan 100% tahan air (IPX4) dan dirancang untuk dipasang secara universal pada crash bar motor.

    • Material: Menggunakan polyester dengan lapisan PVC ganda dan material Hypalon yang memiliki ketahanan UV hingga 1500 jam.

    • Harga: Tersedia dengan harga retail Rp 699.000.

    Last…Josep, perwakilan dari SHAD, mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan budaya penggunaan boks motor di Indonesia yang kini menjadi bagian dari kenyamanan dan keselamatan berkendara. Memasuki dekade kedua, SHAD Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat posisi pasar melalui dukungan terhadap komunitas dan penghadiran solusi mobilitas yang inovatif. Seluruh produk terbaru ini mencerminkan nilai utama merek yang mengedepankan fungsionalitas dan keamanan, sekaligus mempertahankan estetika teknik yang dikembangkan langsung di Barcelona. Keren cak….(iwb)