Iwanbanaran.com – Cakkk…Ducati kembali memperkuat posisinya di segmen hyper-naked middleweight global melalui kehadiran Ducati Streetfighter V2 dan varian tertingginya, Streetfighter V2 S. Mengusung filosofi Fight Formula, Ducati mentransformasikan performa murni khas motor sport menjadi sebuah naked bike yang tidak hanya memancarkan aura agresif, tetapi juga dirancang agar jauh lebih lincah dan mudah dikendalikan untuk penggunaan harian maupun aksi agresif di lintasan balap. Perubahan paling revolusioner pada model anyar ini terletak pada sektor dapur pacu. Betul cak…Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!
Pada gen terbaru…Ducati resmi menanggalkan mekanisme katup Desmodromic yang menjadi ciri khas lamanya pada varian ini, lalu menggantinya dengan mesin V-Twin (V2) berkapasitas 890 cc berpendingin cairan yang menggunakan sistem pengembali katup pegas (spring-valve return system). Langkah teknis ini dipadukan dengan fitur Intake Variable Timing (IVT) pada katup hisap, yang secara signifikan mampu mengoptimalkan distribusi torsi sejak putaran bawah hingga menengah. Hasilnya, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimum hingga 120 PS pada 10.750 rpm serta torsi puncak sebesar 93,3 Nm pada 8.250 rpm dengan penyaluran daya yang sangat responsif namun tetap halus….
Dapur Pacu: Mesin 890cc Tanpa Desmodromic
-
Teknologi IVT: Dilengkapi katup variabel Intake Variable Timing (IVT) untuk mengoptimalkan limpahan torsi di putaran bawah-menengah serta penyaluran tenaga yang lebih halus.
-
Tenaga & Torsi: Mampu memuntahkan tenaga maksimum 120 PS (88 kW) pada 10.750 rpm dan torsi puncak 93.3 Nm pada 8.250 rpm.
-
Sasis Mono-coque Aluminium: Mesin difungsikan sebagai stressed member yang terhubung langsung ke sasis monokok aluminium ultra-ringan, menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang sangat responsif.
Yess…Performa mesin tersebut dipadukan secara presisi dengan struktur sasis monokok berbahan aluminium ultra-ringan yang menjadikan mesin sebagai bagian dari struktur utama penopang beban (stressed member). Penggunaan konstruksi ini berhasil menekan bobot keseluruhan kendaraan secara signifikan, sehingga menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang ideal serta memberikan respons pengendalian yang sangat intuitif saat diajak bermanuver cepat di tikungan. Jadi makin ngacirrrr cakkk….
Meskipun kedua varian dibangun di atas basis mesin dan sasis yang identik, Ducati menghadirkan pembeda yang cukup jelas pada komponen kaki-kaki dan kelengkapan fitur antara Streetfighter V2 standar dan Streetfighter V2 S. Pada versi standar, sektor peredam kejut mengandalkan garpu depan upside-down Marzocchi berdiameter 43 mm dan suspensi belakang monoshock dari KYB, yang turut didukung oleh steering damper buatan Sachs untuk menjaga stabilitas stang steer….
Sementara itu, varian Streetfighter V2 S mendapatkan peningkatan spesifikasi ke tingkat yang lebih tinggi. Varian S ini dibekali dengan paket suspensi sepenuhnya dari Öhlins, menggunakan garpu depan Öhlins NIX30 berdiameter 43 mm serta monoshock Öhlins di bagian belakang. Tak hanya suspensi, Streetfighter V2 S juga mengalami pemangkasan bobot ekstra hingga menyentuh angka 176,6 kg (tanpa bahan bakar), berkat penggunaan aki Lithium-ion yang lebih ringan serta penyesuaian konfigurasi jok model single-seat khas motor balap. Pilihan warnanya pun dibuat lebih eksklusif, di mana varian V2 S hadir dalam balutan warna khas Ducati Yellow selain opsi Ducati Red yang menjadi warna standar pada kedua tipe.
Last…dari segi dimensi dan proporsi berkendara, Ducati Streetfighter V2 memiliki jarak sumbu roda 1.493 mm dengan ketinggian jok setinggi 838 mm yang memberikan posisi berkendara tegap namun tetap siap untuk manuver agresif. Keseluruhan tenaga disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan, didukung oleh kapasitas tangki bahan bakar sebesar 15 liter serta balutan ban berukuran 120/70ZR17 di bagian depan dan 190/55ZR17 di bagian belakang. Melalui pembaruan menyeluruh pada sektor mesin, sasis, dan komponen pendukungnya, Ducati Streetfighter V2 dan V2 S berhasil melahirkan tolok ukur baru bagi sebuah naked sportbike yang bertenaga, ringan, dan menyenangkan untuk dikendarai di berbagai kondisi jalan. Ducati Streetfighter V2 (Standar) dijual sekitar Rp 220 jutaan sedang Ducati Streetfighter V2 S dijual 235 jutaan. Berikut beberapa foto gen StreetFighter V2 S…piye sangarr oraaa cak ? (iwb)





































Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar skutik bongsor (maxi-scooter) kelas 150–160 cc di kawasan Asia Tenggara dipastikan semakin panas. Menyusul peluncuran perdananya di Filipina sebagai negara pertama di ASEAN, Suzuki Burgman 15 kini menjadi sorotan utama di Thailand dan diprediksi kuat akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Motor Expo mendatang. Kehadiran Burgman 15 dirancang untuk mengisi celah strategis di antara Burgman Street 125 EX dan Burgman 400. Berbeda dari para pesaingnya yang cenderung menonjolkan gaya sporty, Suzuki mengusung konsep “Intelligent Luxury”—menghadirkan kombinasi desain elegan, kenyamanan berkendara jarak jauh, serta kelengkapan fitur keselamatan modern. Pertanyaannya..Indonesia kapan ??
Di sektor dapur pacu, skutik ini dibekali mesin 149 cc, monosilinder, SOHC 2-katup berpendingin cairan. Mesin ini sanggup menyemburkan tenaga maksimal hingga 14,4 PS (10,6 kW) pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Karakter penyaluran tenaganya dirancang halus dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi, yakni mencapai 43,6 km/liter (standar WMTC). Ditambah kapasitas tangki bahan bakar yang tergolong besar di kelasnya (8 liter), Burgman 15 mampu menempuh jarak jauh tanpa perlu sering mampir ke SPBU.














Konsumen yang beli varian baru berharga Rp 150-180 jutaan (Air ev Lite / Aira EV) memang kehilangan layar ganda 10,25 inci dan fitur komando suara WIND. Tapi secara feel berkendara, motor penggerak, hingga durabilitas bodi harian, fungsinya 80% sama persis! Nah, kondisi inilah yang bikin pembeli mobil bekas ogah bayar mahal untuk Air ev Long Range seken. Wong beli baru gres yang hemat saja harganya makin murah!
Lalu, bagaimana nasib para pemilik atau calon pembeli EV ke depan? Menurut kacamata IWB, akan terjadi pergeseran mentalitas konsumen otomotif: