Category: Otomotif

  • Breaking !! Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!

    Breaking !! Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Ducati kembali memperkuat posisinya di segmen hyper-naked middleweight global melalui kehadiran Ducati Streetfighter V2 dan varian tertingginya, Streetfighter V2 S. Mengusung filosofi Fight Formula, Ducati mentransformasikan performa murni khas motor sport menjadi sebuah naked bike yang tidak hanya memancarkan aura agresif, tetapi juga dirancang agar jauh lebih lincah dan mudah dikendalikan untuk penggunaan harian maupun aksi agresif di lintasan balap. Perubahan paling revolusioner pada model anyar ini terletak pada sektor dapur pacu. Betul cak…Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!

    Pada gen terbaru…Ducati resmi menanggalkan mekanisme katup Desmodromic yang menjadi ciri khas lamanya pada varian ini, lalu menggantinya dengan mesin V-Twin (V2) berkapasitas 890 cc berpendingin cairan yang menggunakan sistem pengembali katup pegas (spring-valve return system). Langkah teknis ini dipadukan dengan fitur Intake Variable Timing (IVT) pada katup hisap, yang secara signifikan mampu mengoptimalkan distribusi torsi sejak putaran bawah hingga menengah. Hasilnya, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimum hingga 120 PS pada 10.750 rpm serta torsi puncak sebesar 93,3 Nm pada 8.250 rpm dengan penyaluran daya yang sangat responsif namun tetap halus….

    Dapur Pacu: Mesin 890cc Tanpa Desmodromic

    • Teknologi IVT: Dilengkapi katup variabel Intake Variable Timing (IVT) untuk mengoptimalkan limpahan torsi di putaran bawah-menengah serta penyaluran tenaga yang lebih halus.

    • Tenaga & Torsi: Mampu memuntahkan tenaga maksimum 120 PS (88 kW) pada 10.750 rpm dan torsi puncak 93.3 Nm pada 8.250 rpm.

    • Sasis Mono-coque Aluminium: Mesin difungsikan sebagai stressed member yang terhubung langsung ke sasis monokok aluminium ultra-ringan, menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang sangat responsif.

    Yess…Performa mesin tersebut dipadukan secara presisi dengan struktur sasis monokok berbahan aluminium ultra-ringan yang menjadikan mesin sebagai bagian dari struktur utama penopang beban (stressed member). Penggunaan konstruksi ini berhasil menekan bobot keseluruhan kendaraan secara signifikan, sehingga menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang ideal serta memberikan respons pengendalian yang sangat intuitif saat diajak bermanuver cepat di tikungan. Jadi makin ngacirrrr cakkk….

    Meskipun kedua varian dibangun di atas basis mesin dan sasis yang identik, Ducati menghadirkan pembeda yang cukup jelas pada komponen kaki-kaki dan kelengkapan fitur antara Streetfighter V2 standar dan Streetfighter V2 S. Pada versi standar, sektor peredam kejut mengandalkan garpu depan upside-down Marzocchi berdiameter 43 mm dan suspensi belakang monoshock dari KYB, yang turut didukung oleh steering damper buatan Sachs untuk menjaga stabilitas stang steer….

    Sementara itu, varian Streetfighter V2 S mendapatkan peningkatan spesifikasi ke tingkat yang lebih tinggi. Varian S ini dibekali dengan paket suspensi sepenuhnya dari Öhlins, menggunakan garpu depan Öhlins NIX30 berdiameter 43 mm serta monoshock Öhlins di bagian belakang. Tak hanya suspensi, Streetfighter V2 S juga mengalami pemangkasan bobot ekstra hingga menyentuh angka 176,6 kg (tanpa bahan bakar), berkat penggunaan aki Lithium-ion yang lebih ringan serta penyesuaian konfigurasi jok model single-seat khas motor balap. Pilihan warnanya pun dibuat lebih eksklusif, di mana varian V2 S hadir dalam balutan warna khas Ducati Yellow selain opsi Ducati Red yang menjadi warna standar pada kedua tipe.

    Last…dari segi dimensi dan proporsi berkendara, Ducati Streetfighter V2 memiliki jarak sumbu roda 1.493 mm dengan ketinggian jok setinggi 838 mm yang memberikan posisi berkendara tegap namun tetap siap untuk manuver agresif. Keseluruhan tenaga disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan, didukung oleh kapasitas tangki bahan bakar sebesar 15 liter serta balutan ban berukuran 120/70ZR17 di bagian depan dan 190/55ZR17 di bagian belakang. Melalui pembaruan menyeluruh pada sektor mesin, sasis, dan komponen pendukungnya, Ducati Streetfighter V2 dan V2 S berhasil melahirkan tolok ukur baru bagi sebuah naked sportbike yang bertenaga, ringan, dan menyenangkan untuk dikendarai di berbagai kondisi jalan. Ducati Streetfighter V2 (Standar) dijual sekitar Rp 220 jutaan sedang Ducati Streetfighter V2 S dijual 235 jutaan. Berikut beberapa foto gen StreetFighter V2 S…piye sangarr oraaa cak ? (iwb)

  • Pengakuan Terbaru Marquez…Kini Tidur tidak bisa Miring Kanan !!!

    Pengakuan Terbaru Marquez…Kini Tidur tidak bisa Miring Kanan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, mengungkapkan dampak emosional dan fisik yang terus membayanginya akibat cedera bahu kanan berkepanjangan. Di balik penampilan agresifnya di atas lintasan balap, pebalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa cedera tersebut telah mengubah berbagai pola kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya secara drastis. Yup..Pengakuan Terbaru Marquez…Kini Tidur tidak bisa Miring Kanan !!!

    Masalah kesehatan pembalap Tim Ducati ini bersumber dari rentetan cedera rumit. Setelah mengalami patah tulang lengan atas (humerus) di Sirkuit Jerez pada 2020 yang membutuhkan empat kali tindakan operasi besar, Marquez kembali mengalami insiden kecelakaan di GP Indonesia. Benturan keras tersebut menyebabkan fraktur kompleks pada bahu kanannya. Kendala saraf radialis sempat menghambat performanya di awal musim ini sebelum ia kembali menjalani tindakan medis. Dalam wawancara terbarunya bersama media Inggris The I Paper, pembalap bernomor 93 itu membeberkan sejumlah adaptasi fisik yang wajib ia jalani demi menjaga kestabilan kondisi tubuhnya:

    • Pengaturan Pola Tidur: Marquez mengaku tidak bisa lagi tidur secara bebas. Setiap malam, ia wajib tidur miring ke sisi kiri atau dalam posisi telentang untuk menghindari tekanan berlebih pada lengan dan bahu kanannya.

    • Rutinitas Terapi Fisik: Demi mempertahankan kenyamanan beraktivitas, Marquez harus menjalani sesi fisioterapi secara intensif. “Saya mendatangi fisioterapis lebih sering dari yang saya inginkan. Namun, itulah satu-satunya cara agar saya bisa memiliki kehidupan yang normal,” tuturnya.

    • Berhenti dari Olahraga Padel: Marquez terpaksa menyalurkan hobi utamanya di luar lintasan balap, yakni bermain padel. Karena lengan kanannya tidak lagi memungkinkan untuk melakukan ayunan keras, ia sempat berupaya belajar menggunakan tangan kiri, namun mengakui langkah tersebut tidak berhasil.

    • Penyesuaian Gaya Balap: Di atas sepeda motor, Marquez menegaskan mampu beradaptasi untuk tetap tampil kompetitif di barisan depan. Meski demikian, ia secara terbuka mengakui belum dapat menunggangi motor secara maksimal sesuai dengan gaya ideal yang diinginkannya.

    “Aku sekarang memiliki beberapa keterbatasan, Aku harus sangat berhati-hati saat tidur, aku hanya bisa miring ke kiri atau terlentang di malam hari. Dulu Aku sering bermain padel, tetapi sekarang tidak bisa lagi karena kondisi lengan kananku. Aku sempat mencoba belajar bermain Padel dengan tangan kiri, tetapi itu tidak memungkinkan. Beruntungnya, aku bisa menyesuaikan gaya balapku dan tetap kompetitif saat ini. Aku rasa Kondisi Aragon tidak seperti yang aku inginkan, karena sebenarnya aku merasa bisa berbuat lebih banyak. Namun cukuplah untuk bersaing di papan atas. Dalam kehidupan sehari-hari, aku tidak memiliki banyak keterbatasan fisik jika merawatnya dengan cara yang benar. Kini Aku pergi ke fisioterapis lebih sering dari yang aku bayangkan. Hanya itu satu-satunya cara untuk menjalani hidup dengan normal….” tutur Marquez…

    Last…hebatnya cak, Kendati harus berkompromi dengan keterbatasan fisik, Marquez terus membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pembalap terbaik. Setelah memangkas jarak poin secara signifikan di papan klasemen musim ini, Marquez menegaskan fokusnya untuk terus beradaptasi dengan kondisi fisiknya demi mempertahankan performa puncak bersama Ducati. Semangattt Marcc !! (iwb)

  • Kaget Ngetes Jaecoo J5….ini Mobil Tidak Masuk Logika !!!

    Kaget Ngetes Jaecoo J5….ini Mobil Tidak Masuk Logika !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..berawal dari Pidato presiden Prabowo, baru sekarang IWB mulai merenung. Ancaman-ancaman kendaraan bensin, hingga akan diberlakukannya Carbon Tax bener-bener bikin puyeng. Apakah sepengaruh itu ?? sebenarnya nggak….toh IWB percaya tidak akan semudah itu mengganti mesin ICE dengan EV. Lawong pakai ICE durable dan bikin hati aman serta nyaman. Namun pasti ada cak..rasa penasaran untuk akhirnya ngetes Mobil EV. Yahhh…masak dari sekian mobil nggak ada EV-nya. Biar aman setidaknya 1 aja lah jajal, yang murah-murah dulu. Disinilah IWB melongo..lhaa piyeee…mulai dari BYD Atto 1, Geely EX2 serta Jaecoo J5 kok rasanya enakkk. Dan yang terakhir inilah yang bikin IWB ngowoh. Asli cak…ini mobil tidak masuk logika. Lhoo kok isooo ??

    IWB nggak akan menjabarkan detil gimana sensasinya. Inilah sekilas poin-poin penting yang IWB rasakan pasca ngetes Jaecoo J5…

      • Sasis & Suspensi Jempolan: Penggunaan suspensi belakang Multi-link (bukan torsion beam) bikin karakter redamannya pas banget—dewasa, anteng di kecepatan tinggi, tapi nggak bikin pegel pas lewat jalan keriting. Walau masih ada getaran sedikit diarea stir…

      • Tuning Pedal yang Matang: Penyaluran tenaga dan feeling remnya linier serta natural, bikin pengemudi yang baru pindah dari mobil bensin langsung merasa familier dan nyaman.

      • Kabin lumayan bagus serta kedap sehingga nyaman
      • Paket Lengkap di Harganya: Baterai LFP 60,9 kWh + liquid cooling + build quality yang solid

      • Voice command yang cukup akurat, Kamera 540° (Panoramic + Transparent Chassis), 7 Airbag, Sistem Pengereman Canggih: ABS, EBD, BA, Electronic Stability Control (ESC), Traction Control (TCS), serta Hill Start Assist (HSA) dan Hill Descent Control (HDC), Panoramic Sunroof Memberikan kesan lapang dan mewah di dalam kabin, AC Dual-Zone dengan Filter PM2.5: Menjaga kualitas udara di dalam kabin tetap bersih dari debu mikro dan polusi dan banyakkkk lagi lainnya yang nggak bisa IWB sebutkan satu persatu…

    Walau nggak sempurna cak yakni tetap ada beberapa kekurangan yang IWB temukan seperti ADAS yang terlalu sensitif. Rasanya”agak menyebalkan” karena sistem Lane Keeping Assist atau Forward Collision Warning yang terlalu sensitif (over-interventive). Kalibrasi ADAS-nya sering membaca marka jalan atau kendaraan lain secara agresif, sehingga bunyi peringatan atau koreksi setirnya terasa mengagetkan di kondisi lalu lintas harian. Serta Audionya…welehh suaranya mendem benerrr. Ini sih ala kadarnya cak. Namun untuk harga segini ??? asli tetap nggak masuk logika…..

    Ketika IWB baca dan cari-cari info ternyata memang ini adalah strategi Chery. Infonya Chery/Jaecoo menggunakan strategi Volume-First—rela membakar margin di awal demi membangun populasi unit di jalanan dan jaringan diler dengan cepat. Pabrikan lain cenderung memakai pendekatan Margin-First atau menjaga kestabilan finansial perusahaan secara sehat sejak hari pertama. Bahkan isunya margin mereka nyaris nol, tapi memang dari sana mereka akan mendorong seluruh jaringan yang lebih luas dan agresif. Dan memang cak…manuver mereka berhasil. Banyak dealer Mobil Jepang yang kini beralih menjual Omoda Jaecoo. Dan merk Cina ini memang ngeri cak….

    Kalau sampeyan membaca jurnal, Tiongkok menguasai lebih dari 70% rantai pasok baterai EV dunia (lewat raksasa seperti CATL dan BYD). Karena mereka memproduksi sel baterai, bahan mentah, hingga modulnya sendiri secara masif di dalam negeri, biaya produksi komponen termahal EV bisa dipangkas drastis. Hasilnya? Mereka punya sisa anggaran (budget) yang sangat longgar untuk dialokasikan ke kualitas bahan interior, kekakuan sasis, dan fitur keselamatan…

    Pabrikan Tiongkok juga tidak lagi asal desain. Mereka merekrut desainer dan insinyur kelas atas dari merek-merek ternama Eropa (seperti mantan desainer Audi, BMW, Bentley, hingga Porsche). Termasuk J5 ini ada campur tangan dari Range Rover. Sebagai informasi Sejak tahun 2012, Chery (pabrikan induk Jaecoo) menjalin kerja sama usaha patungan (joint venture) resmi dengan Jaguar Land Rover di Tiongkok. Pabrik dan tim manufaktur Chery-JLR memproduksi mobil-mobil Range Rover Evoque, Land Rover Discovery Sport, hingga Jaguar XE/XF untuk pasar lokal Tiongkok….

    Dari kerja sama belasan tahun ini, Chery menyerap secara langsung ilmu perancangan sasis, standar peredaman kabin (NVH), kekakuan struktur bodi, hingga standar QC (Quality Control) kelas premium ala Range Rover. Makanya Bahasa desain Jaecoo—mulai dari garis bodi yang boxy, kap mesin yang kokoh, hingga tampilan grille dan lampu—dirancang oleh tim desainer veteran asal Eropa. Banyak dari insinyur dan desainer yang direkrut oleh grup Chery/Jaecoo merupakan eks-perancang dari merek-merek Inggris dan Eropa, termasuk eks-insinyur Land Rover. Maka tak heran jika rasa kepresisian bodi, racikan suspensi, hingga detail interior mobil seperti Jaecoo atau Chery terasa sangat “Eropa”—karena memang yang meracik adalah tim veteran dari sana. Nahh…Baru tahu to sampeyan hehehe…

    Last..Tiongkok kini sudah menyalip Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia. Lini produk dari grup raksasa seperti Chery/Jaecoo, BYD, dan Geely tidak hanya membanjiri pasar Asia Tenggara, tetapi juga sudah merambah ke Eropa, Australia, Amerika Latin, hingga Timur Tengah. Generasi konsumen baru tidak lagi hanya melihat brand image lama, melainkan mengutamakan teknologi kabin, sistem kecerdasan buatan (smart cockpit), fitur berkendara otonom (ADAS), dan kenyamanan peredaman. Di sektor integrasi teknologi digital ini, Tiongkok melaju jauh lebih cepat dibanding pabrikan lain. Namun Pabrikan Jepang dan Eropa masih memiliki benteng pertahanan yang kuat. Kepercayaan & Ekosistem Purna Jual. Hanya saja kalau mereka tidak segera bergerak cepat secara agresif soal teknologi dan inovasi…bisa saja benteng tersebut pelan-pelan akan terkikis. So…Mobil Cina ?? fix…memang sudah berubah cak, piye menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Kembaran Forza 250 datang…ini adalah Cyclone RT5 2026, dibekali Dashcam !!!

    Kembaran Forza 250 datang…ini adalah Cyclone RT5 2026, dibekali Dashcam !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… Pasar skutik bongsor kelas seperempat liter alias 250cc dimasa depan sepertinya bakal makin ramai. Tidak hanya pemain Jepang dan Eropa karena motor Tiongkok juga makin menggila. Disebut sebagai Kembaran Forza 250 karena desainnya yang sekilas mirip….Pabrikan Cyclone yang berada di bawah naungan MForce Bike Holdings resmi meluncurkan amunisi terbarunya untuk merusak dominasi pasar maxi-scooter, yakni Cyclone RT5 (2026).

    Fitur…yesss Sektor fitur inilah yang paling bikin salfok alias salah fokus karena pabrikan menjejalkan teknologi elektronik modern yang amat langka di kelas harganya. Keselamatan berkendara ditunjang oleh fitur Blind Spot Detection (BSD) berupa radar pemantau titik buta yang siap memberi peringatan saat ada kendaraan menyalip dari area samping atau belakang. Pengendara juga tak perlu repot membeli kamera tambahan karena motor ini sudah dibekali kamera dashcam terintegrasi di bagian depan dan belakang untuk merekam seluruh momen perjalanan. Urusan kenyamanan turing makin memanjakan dengan hadirnya windshield depan yang posisinya bisa naik-turun secara otomatis melalui tombol elektrik. Bahkan saat parkir, kepraktisannya makin gila berkat kehadiran standar tengah bermotor (motorised centre stand), jadi pengendara tak perlu lagi menguras tenaga mengangkat motor bongsor ini! Sekilas fiturnya sbb….

    • Blind Spot Detection (BSD): Radar pemantau titik buta untuk mendeteksi kendaraan dari belakang/samping saat hendak berpindah lajur.

    • Kamera Dashcam Depan & Belakang: Sudah built-in dari pabrik untuk merekam perjalanan maupun kebutuhan keamanan.

    • Adjustable Windshield Otomatis: Visor/windscreen depan yang bisa naik-turun secara elektronik.

    • Motorised Centre Stand: Standar tengah elektrik, jadi parkir motor bongsor tak perlu lagi pakai tenaga ekstra!

    • Panel Meter TFT-LCD & Connectivity: Mendukung konektivitas Carbit Ride via Bluetooth dari smartphone.

    • TPMS (Tyre Pressure Monitoring System): Pemantau tekanan angin tayar secara real-time.

    • Traction Control System (TCS) & Bosch ABS Dual-Channel: Menjaga traksi roda serta sistem pengereman darurat.

    Piyee dengan desain ?? emang keren cak, tapi harus kita akui sepertinya desainer terinspirasi betul raut muka Forza 250. Fascia depan dengan shape headlamp dan juga DRL. Makanya kita sebut kembaran Forza 250. Soal performa mesin, Cyclone RT5 mengusung jantung mekanis 1-silinder 247 cc DOHC berpendingin cairan. Mesin ini sanggup memuntahkan:

    • Tenaga Maksimum: 26 HP @ 8.500 rpm

    • Torsi Maksimum: 24.5 Nm @ 6.500 rpm

    • Transmisi: Otomatis CVT dengan Belt Drive

    Nah, yang sangat istimewa buat para pencinta turing jarak jauh adalah kapasitas tangki bahan bakarnya, cakk! Kalau skuter bongsor biasa tangkinya di kisaran 11–13 liter, Cyclone RT5 dibekali tangki raksasa berkapasitas 18 liter! Bayangkan cakk, sekali isi penuh bisa buat jalan antarkota tanpa pusing nyari SPBU. Untuk menopang bobot kering seberat 190 kg, Cyclone menyematkan suspensi depan teleskopik dan twin shock absorber di bagian belakang. Roda depan memakai velg ukuran 15 inci (ban 120/70) dan belakang 14 inci (ban 140/60). Ketinggian joknya sangat bersahabat di angka 780 mm. Akomodasi kepraktisannya juga jempolan dengan bagasi luas di bawah jok, kompartemen penyimpanan ganda di konsol depan, serta rear carrier bawaan yang siap dipasangi top box….

    Last…Di pasar Malaysia, Cyclone RT5 resmi dijual dengan harga RM 16.888 (atau jika dikonversikan ke Rupiah berada di kisaran Rp 60 jutaan). Angka ini jelas menjadi ancaman serius bagi para kompetitor di kelas 250cc. Unitnya sendiri hadir dalam tiga pilihan warna eksklusif: Prestige Black, Strong Grey, dan Alabaster White. MForce juga memberikan jaminan garansi pabrikan selama 2 tahun atau 20.000 km. Dengan harga RM 16.888, dapet tangki 18 liter, fitur radar blind spot, kamera dashcam, sampai standar tengah otomatis… skuter Tiongkok racikan Cyclone ini bener-bener kenthir fiturnya! Kalau seandainya masuk Indonesia lewat ATPM lokal dengan harga mepet, kira-kira bisa bikin pasar 250cc makin panas ora cakk? Coba tulis pendapat sampeyan di kolom komentar!… (IWB)

    Spesifikasi Cyclone RT5 (2026)

    Parameter Spesifikasi
    Harga (Malaysia) RM 16.888 (Off the road)
    Tipe Mesin 247 cc Single-Cylinder, Liquid-Cooled, DOHC
    Tenaga Maksimal 26 HP @ 8.500 rpm
    Torsi Maksimal 24.5 Nm @ 6.500 rpm
    Kapasitas Tangki 18 Liter
    Bobot Kering 190 kg
    Tinggi Jok 780 mm
    Fitur Unggulan Blind Spot Detection, Dashcam Depan/Belakang, Electric Windscreen, Standar Tengah Elektrik, TFT Display, Bosch Dual ABS & TCS

  • Ini baru Monster cakkk….Bimota TERA model 2026 !!

    Ini baru Monster cakkk….Bimota TERA model 2026 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pabrikan sepeda motor eksotis asal Italia, Bimota, secara resmi mendobrak batasan desain industri roda dua lewat peluncuran Bimota TERA model 2026. Menjadi bagian dari lini “Tesi” yang legendaris, TERA hadir sebagai motor crossover pertama di dunia yang mengadopsi mekanisme kemudi hub-center steering, berpadu dengan performa ekstrem dari mesin berteknologi supercharger. Peluncuran Bimota TERA menetapkan tolok ukur baru di segmen adventure-touring premium. Motor ini dirancang untuk memberikan kenyamanan jelajah jarak jauh bersama pembonceng, sekaligus menyuguhkan performa fantastis dengan kecepatan maksimum mencapai 270 km/jam. Ini baru Monster cakkk….Bimota TERA model 2026 !!

    Jantung mekanis Bimota TERA mengadopsi mesin yang dicangkok langsung dari Kawasaki Ninja H2 SX. Mesin 4-silinder sejajar berkapasitas 998 cc berpendingin cairan ini dilengkapi dengan modul pengisian paksa supercharger yang responsif. Kombinasi tersebut mampu menyemburkan tenaga puncak hingga 200 PS (147,1 kW) pada 11.000 rpm serta torsi maksimal 137 Nm pada 8.500 rpm. Seluruh daya mekanis disalurkan secara presisi melalui transmisi manual 6-percepatan, memberikan akselerasi luar biasa di setiap putaran mesin.

    Keunggulan paling radikal dari Bimota TERA terletak pada arsitektur kendaraan tanpa rangka konvensional. Mesin bertindak sebagai elemen struktural utama (penopang beban), di mana lengan ayun (swingarm) depan dan belakang dipasang langsung pada blok mesin. Mekanisme kemudi hub-center khas Tesi memisahkan fungsi peredaman suspensi dari fungsi kemudi:

    • Minimalisir Anti-Dive: Mengeliminasi gejala penundukan suspensi depan (nose-dive) saat pengereman keras, sehingga traksi ban depan tetap optimal.

    • Pengendalian Presisi: Pusat gravitasi dan poros roll yang rendah menghasilkan kestabilan berkendara yang belum pernah ada sebelumnya di segmen crossover.

    • Performa Edisi Terbatas: Mampu melaju hingga kecepatan puncak 270 km/jam dengan performa mesin supercharged.

    • Kenyamanan Grand Tourer: Ergonomi disesuaikan untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh secara berpasangan.

    • Handling Dinamis: Sistem hub-center steering menjamin stabilitas tinggi saat pengereman lan responsif saat melibas tikungan tajam.

    Last..Hadirnya Bimota TERA 2026 tidak sekadar menambah portofolio motor crossover di pasar global, melainkan menegaskan keahlian rekayasa presisi tinggi dalam memadukan seni desain dan performa brutal. Lewat keberanian mengawinkan mekanisme kemudi hub-center steering yang legendaris dengan dahsyatnya dorongan mesin supercharged 200 PS, Bimota berhasil menciptakan kategori baru dalam sejarah roda dua: sebuah grand tourer berteknologi tinggi yang sanggup menyajikan kenyamanan jelajah tanpa mengurangi sedikit pun sensasi performa kelas superbike. Hingga saat ini, Bimota belum merilis secara resmi banderol harga pasti untuk pasar global maupun wilayah Asia. Namun, berdasarkan estimasi dan posisi pasarnya di Eropa estimasi kisaran 700 jutaan cak. Bimota TERA 2026 ?? intip saja beberapa fotonya dibawah ini cak..piyee sangarr oraaa ?? (iwb)

    Spesifikasi Teknis Bimota TERA 2026

    Parameter Spesifikasi Teknis
    Mesin 998 cc, 4-Silinder Sejajar, DOHC, 4-Katup, Berpendingin Cairan + Supercharged
    Bore x Stroke / Kompresi 76,0 x 55,0 mm / 11,2 : 1
    Tenaga Maksimum 147,1 kW (200 PS) @ 11.000 rpm
    Torsi Maksimum 137,0 Nm (14,0 kgf·m) @ 8.500 rpm
    Sistem Kemudi / Rangka Hub-Center Steering / Engine Stress Member
    Kapasitas Tangki 19 Liter
    Caster / Trail 21,3° / 117 mm
    Rem (Depan / Belakang) Cakram Ganda Hidrolik / Cakram Tunggal Hidrolik
    Ukuran Ban (Depan / Belakang) 120/70ZR17 M/C (58W) / 190/55ZR17 M/C (75W)

  • Presiden Wanti-Wanti Pakai “Motor Bensin”….Ngeri kalau beneran !!

    Presiden Wanti-Wanti Pakai “Motor Bensin”….Ngeri kalau beneran !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pernyataan tegas bernada kelakar meluncur dari Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Bekasi. Di hadapan para pelaku industri, Presiden secara terbuka memberi peringatan (warning) bagi masyarakat yang masih enggan beranjak dari kendaraan berbahan bakar minyak. “Jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri,” seloroh Presiden. Bukan tanpa alasan angka kalkulasi pemerintah menunjukkan bahwa penggunaan motor listrik mampu memangkas biaya operasional harian masyarakat hingga 50 bahkan 70 persen. Ditambah lagi, tekanan emisi global serta besarnya beban impor bahan bakar minyak (BBM) nasional yang menguras devisa negara menjadi alasan kuat mengapa akselerasi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) harus dipacu. Namun, di balik narasi efisiensi dan masa depan hijau tersebut, tersimpan sebuah dilema besar: apa yang terjadi pada perekonomian nasional jika industri kendaraan bensin (Internal Combustion Engine/ICE) dipersulit atau ‘dimatikan’ terlalu cepat?

    Baru-baru ini IWB melihat berseliweran media yang membahas ancaman presiden Prabowo terhadap kendaraan bensin (ICE). Pak presiden berkelakar…”Nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri..” serunya. Pernyataan ini sontak membuat banyak pertanyaan timbul…akan diapain kendaraan ICE yang sudah menjadi andalan transportasi utama kita ? apakah eksistensinya akan dipersulit ? apakah akan ada pajak-pajak tambahan yang dibebankan ke kendaraan ICE agar mulai mati dan semua beralih ke EV ? ini cak yang menurut IWB harus dipertimbangkan betul-betul. Sebab bagaimanapun kendaraan bensin sukses memberikan lapangan kerja buat masyarakat tanah air. Lhoo kok iso ??

    Jadi gini cak…Perbedaan paling mendasar antara kendaraan bensin dan kendaraan listrik terletak pada tingkat kerumitannya. Satu unit mobil atau sepeda motor bensin terdiri dari 2.000 hingga 3.000 lebih komponen bergerak—mulai dari piston, katup (valve), kruk as, sistem injeksi, hingga knalpot dan transmisi multi-percepatan. Sebaliknya, kendaraan listrik hanya mengandalkan sekitar 200 hingga 300 komponen utama yang berpusat pada tiga elemen inti: baterai, controller (inverter), dan dinamo motor.

    Perbandingan Sektor Industri Kendaraan Bensin (ICE) Kendaraan Listrik (EV)
    Kompleksitas Komponen 2.000 – 3.000+ Komponen 200 – 300 Komponen Utama
    Karakteristik Perakitan Padat karya, proses mekanis rumit Berbasis modul elektronik, dominasi otomatisasi
    Ekosistem Pendukung Ribuan UMKM komponen, industri oli, bengkel mesin Pabrik sel baterai, software, SPKLU/SPBKLU
    Perawatan Purna Jual Rutin (Ganti oli, busi, filter, servis mesin) Minimal (Bebas oli mesin & tanpa knalpot)

    1. Rincian Estimasi Tenaga Kerja Vendor & Pabrik Komponen

    Berdasarkan data gabungan dari Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin), industri otomotif Indonesia disokong oleh ribuan pabrik:

    • Vendor Tier-1 (Pabrik Komponen Utama):

      • Jumlah: Sekitar 300 – 500 perusahaan skala menengah-besar (seperti Astra Otoparts, GS Astra, Denso, dll).

      • Fokus: Membuat blok mesin, kabel/harness, sistem pengereman, transmisi, dan suspensi.

      • Estimasi Tenaga Kerja: 150.000 – 220.000 karyawan langsung.

    • Vendor Tier-2 & Tier-3 (UMKM & Industri Kecil Menengah / IKM):

      • Jumlah: Diperkirakan mencapai 1.500 – 2.000+ IKM (termasuk sentra logam seperti di Ceper-Klaten, Tegal, dan Purwakarta).

      • Fokus: Membuat komponen-komponen kecil presisi (baut khusus, ring, bracket, klem, sirip pendingin, komponen knalpot, cor logam).

      • Estimasi Tenaga Kerja: 200.000 – 350.000 pekerja.

    2. Industri Purna Jual & Pendukung Utama (Sangat Terdampak)

    Sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja namun rentan terhadap transisi EV:

    Sektor Pendukung ICE Estimasi Tenaga Kerja di Indonesia Keterangan & Risiko
    Bengkel Tradisional & Independen 600.000 – 1.000.000+ Orang Terdapat >100.000 bengkel kecil (R2 & R4). Mayoritas pendapatan bergantung pada ganti oli & servis mesin bensin.
    Industri Pelumas (Oli Mesin) 30.000 – 50.000 Orang Pabrik formulasi oli, kemasan, hingga jaringan distribusi khusus oli mesin.
    Pabrik Knalpot & Aftermarket 40.000 – 70.000 Orang Industri lokal (seperti sentra knalpot Purbalingga) yang produknya tidak lagi dibutuhkan di EV.

    Jika dijumlahkan secara akumulatif:

    • Manufaktur & Vendor Langsung (Tier 1, 2, 3): Sekitar 350.000 – 570.000 karyawan.

    • Ekosistem Purna Jual & Bengkel: Sekitar 670.000 – 1.120.000 pekerja.

    Last…dengan kalkulasi kasar ada sekitar 1 juta hingga 1,7 juta tenaga kerja di Indonesia yang kehidupannya bergantung langsung pada keberlangsungan rantai pasok dan perawatan komponen mesin pembakaran internal (ICE). Tentu saja ini adalah angka yang super masif dan cukup ngeri kalau beneran ICE diotak atik karena terlalu nafsu dengan EV. Jadi menurut IWB biarkan semua berjalan wajar tidak tergesa-gesa. Toh Penjualan EV di beberapa negara Eropa (seperti Jerman) juga sempat drop signifikan akibat pemerintah mendadak mencabut program subsidi/insentif pembelian mobil listrik. Bahkan Pabrikan besar seperti Ford, General Motors (GM), Mercedes-Benz, dan Volkswagen merestrukturisasi target mereka. Banyak dari mereka yang membatalkan/menunda target menjadi “100% EV” dan beralih kembali memproduksi lebih banyak kendaraan Hybrid serta menunda investasi pabrik baterai baru karena tren market EV yang kurang menguntungkan. Mungkin sekarang masih tertolong dengan harga minyak dunia akibat perang Iran-US. So….apakah kendaraan ICE akan diberangus dimasa depan ?? harapan IWB sih nggak cak karena nggak sesimpel yang kita bayangkan…piye menurut sampeyan cak ?? (iwb)

  • Setelah Filipina, New Suzuki Brugman 15 Siap Gempur Thailand…Indonesia Kapan ???

    Setelah Filipina, New Suzuki Brugman 15 Siap Gempur Thailand…Indonesia Kapan ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar skutik bongsor (maxi-scooter) kelas 150–160 cc di kawasan Asia Tenggara dipastikan semakin panas. Menyusul peluncuran perdananya di Filipina sebagai negara pertama di ASEAN, Suzuki Burgman 15 kini menjadi sorotan utama di Thailand dan diprediksi kuat akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Motor Expo mendatang. Kehadiran Burgman 15 dirancang untuk mengisi celah strategis di antara Burgman Street 125 EX dan Burgman 400. Berbeda dari para pesaingnya yang cenderung menonjolkan gaya sporty, Suzuki mengusung konsep “Intelligent Luxury”—menghadirkan kombinasi desain elegan, kenyamanan berkendara jarak jauh, serta kelengkapan fitur keselamatan modern. Pertanyaannya..Indonesia kapan ??

    Seperti yang sudah IWB share sebelumnya….Secara visual, Burgman 15 mewarisi DNA keluarga besar Burgman dengan proporsi bodi yang padat dan elegan. Fascia depan dilengkapi dengan sistem pencahayaan Triple LED beserta Daytime Running Light (DRL), lampu sein terintegrasi, serta fitur Passing Light dan Hazard Light bawaan pabrik. Posisi duduk dibuat rileks dengan dek pijakan kaki fleksibel yang memungkinkan posisi kaki selonjoran saat touring.

    Di sektor dapur pacu, skutik ini dibekali mesin 149 cc, monosilinder, SOHC 2-katup berpendingin cairan. Mesin ini sanggup menyemburkan tenaga maksimal hingga 14,4 PS (10,6 kW) pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Karakter penyaluran tenaganya dirancang halus dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi, yakni mencapai 43,6 km/liter (standar WMTC). Ditambah kapasitas tangki bahan bakar yang tergolong besar di kelasnya (8 liter), Burgman 15 mampu menempuh jarak jauh tanpa perlu sering mampir ke SPBU.

    Spesifikasi Utama Rincian
    Mesin 149 cc, Monosilinder, SOHC 2-Katup, Pendingin Cairan
    Tenaga Maksimal 14,4 PS (10,6 kW) @ 8.500 rpm
    Torsi Maksimal 14,2 Nm @ 6.500 rpm
    Kapasitas Tangki 8,0 Liter
    Konsumsi BBM 43,6 km/liter (WMTC)
    Layar / Fitur Full Color TFT (Day/Night Mode), TPMS, USB Charger
    Keselamatan Dual-Channel ABS, Traction Control System (TCS)

    Fitur Berlimpah dan Fitur Keselamatan Komplit

    Salah satu keunggulan utama Suzuki Burgman 15 terletak pada panel instrumen digital layar sentuh Full Color TFT yang mendukung Day Mode dan Night Mode. Layar cerdas ini tidak hanya menampilkan informasi standar kendaraan, tetapi juga dilengkapi Sistem Pemantau Tekanan Ban (Tire Pressure Monitoring System / TPMS) secara real-time—fitur langka untuk skutik di kelas 150 cc.

    Untuk menjamin keamanan berkendara, Suzuki menyematkan paket keselamatan yang sangat lengkap:

    1. Dual-Channel ABS: Mencegah roda depan dan belakang terkunci saat pengereman mendadak.

    2. Traction Control System (TCS): Meminimalisir risiko roda belakang selip di jalan licin.

    3. Kepraktisan Harian: Lubang pengisian bahan bakar terletak di bagian depan, dilengkapi kompartemen penyimpanan luas, serta rak belakang (top box rack) bawaan pabrik.

    Last…Di pasar Filipina, Suzuki Burgman 15 dibanderol seharga 165.000 Peso (sekitar Rp45 jutaan). Dan sekarang dikabarkan sudah siap gempur Thailand. Nahh, Dengan masuknya motor ini ke kawasan ASEAN, persaingan di segmen maxi-scooter kelas menengah dipastikan akan semakin menarik perhatian para pecinta otomotif roda dua. Pertanyaannya apakah Suzuki Indonesia akan membawa Brugman 15 ini ketanah air ?? ini yang masih menjadi misteri dan keraguan besar mengingat PT SIS dalam sejarahnya banyak mengambil model dari India ketimbang Hajoue Suzuki. Mumet wiss….(iwb)

  • Gegerr !! MoLinas CAKRA Resmi Dirilis Presiden Prabowo….Lho kok tampang Kayak Alva ??

    Gegerr !! MoLinas CAKRA Resmi Dirilis Presiden Prabowo….Lho kok tampang Kayak Alva ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/8/2026). Jadi masih angettt poll cakkk. Namun yang bikin IWB kaget….Molinas berlabel Cakra ini ternyata memiliki desain yang sangat identik denganMolis Alva N3. Lhooo kok isooo ???

    Jadi memang benar cak, sampeyan jangan kaget karena Pengembangan Molinas memanfaatkan platform kendaraan listrik buatan dalam negeri dari Indika Group, yaitu ALVA N3.  Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa efisiensi penggunaan anggaran harian masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama dari konversi kendaraan listrik ini. Penggunaan motor listrik diperkirakan mampu memangkas biaya operasional harian hingga 50 persen sampai 70 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).

    Performa dan Spesifikasi Teknis ALVA N3 (Molinas)

    Sebagai tulang punggung produk Molinas, sejauh Cakra memang belum dishare speknya cak. Namun jika benar identik dengan ALVA N3…maka spesifikasi gambarannya sbb…

    Spesifikasi Detail Teknis
    Tipe Penggerak Hub Drive
    Daya Maksimal (Power) 4,5 kW (6,1 PS)
    Torsi Maksimal 125 Nm
    Kecepatan Maksimum 80 km/jam
    Kapasitas Baterai Baterai Lithium (Next Gen Battery) 3,3 kWh / dual baterai
    Jarak Tempuh Hingga 140 km (dengan 2 baterai)
    Waktu Pengisian Daya

    Normal: 4 jam (0–100%)

     

    Boost Charging: < 25 menit (10–50%)

    Fitur Pendukung Dek rata luas, Reverse Mode (mundur), Combi Braking System (CBS), USB Port (Type A & C), serta tiga mode berkendara (Eco, Urban, Sport)

    Skema Pembiayaan Ringan: Beli Tanpa DP

    Guna mempermudah akses kepemilikan bagi masyarakat luas, pemerintah tengah merumuskan sejumlah insentif pembiayaan khusus untuk unit Molinas berbasis ALVA N3 ini. Pemerintah berkomitmen menekan suku bunga cicilan dan mengupayakan skema pembelian tanpa uang muka (down payment/DP).

    “Sekarang kita sudah mulai bangkit, hari ini launching. Hari ini saya telah menandatangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu (unit) saya datang lagi, 2 juta (unit) saya datang lagi. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP. Hari ini adalah yang sangat penting di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Perusahaan swasata, dunia akademis, menghadirkan pakar inti untuk RnD, litbang,,” kata Prabowo, Kamis (13/8/2026).

    Selain fasilitas keringanan kredit, pemerintah juga sedang menyusun mekanisme tukar tambah (trade-in) bagi masyarakat pemilik kendaraan berbahan bakar bensin yang berminat beralih ke unit Molinas. Program Molinas mengintegrasikan peran BUMN, pelaku usaha swasta, dan akademisi. Secara khusus, Presiden mengapresiasi kontribusi Indika Group—melalui PT Ilectra Motor Group (IMG) sebagai produsen ALVA—yang telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik mendahului peluncuran resmi program nasional ini. Pemerintah mendorong akselerasi kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara berkelanjutan. Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, jajaran TNI-Polri, serta sejumlah pimpinan dunia usaha nasional….

    Pada peluncuran resmi tanggal 13 Agustus 2026, rincian harga pasti untuk unit Molinas Cakra (Cakra NX1) belum diumumkan secara mendetail kepada publik.

    Beberapa poin penting mengenai penetapan harga dan skema kepemilikannya:

    1. Belum Ada Angka Resmi (Pricelist): Pemerintah dan pihak produsen (Indika Group/ALVA) masih dalam tahap finalisasi penetapan harga On The Road (OTR) serta formula insentif/subsidi final.

    2. Sebagai Pembanding (ALVA N3): Karena Cakra NX1 menggunakan basis penuh dari ALVA N3, sebagai gambaran, ALVA N3 standar dipasarkan di kisaran Rp11,5 juta hingga Rp18,5 jutaan (tergantung varian baterai tunggal/ganda serta skema sewa/pembelian baterai).

    3. Skema Pembelian Tanpa DP & Bunga Kering: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa untuk program Molinas Cakra ini, pemerintah mengupayakan skema pembiayaan khusus rakyat berupa DP 0% (Tanpa DP), suku bunga cicilan yang sangat rendah, serta fasilitas program tukar tambah (trade-in) dari motor bensin lama.

    Last…konsep Molinas namun mengambil dari brand dan produk yang sudah eksis dipasaran memang membuat kita bingung cak. Apalagi pihak Alva juga menjual produk ini secara umum sebelum muncul Cakra ini. Jadi soul Motor Nasionalnya terasa kurang menggigit. Sebagai Blogger roda dua tanah air yang sudah sangat lama, niat positif pemerintah tentunya kita dukung. Hanya saja akan lebih baik sebenarnya Molinas tsb diracik betul agar nuansa Made Indonesianya memang kuat. Sisi bagusnya karena pendanaan mendapatkan banyak keringanan kini sampeyan kalau membeli Alva N3 eh…Molinas Cakra akan lebih mudah hehehe. Cakra ?? piye menurut sampeyan cak…tertarik oraaa dengan Molinas ini ? monggo berikan opininya…(iwb)

  • Kalibrasi Skill “Tekuk Stang” ….Inilah Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia 2026 !!

    Kalibrasi Skill “Tekuk Stang” ….Inilah Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia 2026 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….bicarain soal komitmen keselamatan berkendara di jalan raya, PT Astra Honda Motor (AHM) memang rajanya. Udah bukan rahasia lagi kalau AHM paling konsisten menggembleng para rider dan instruktur Honda agar makin mumpuni. Nah, memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya, puncak acara The 17th Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2026 resmi sukses digelar pada 4–7 Agustus 2026 kemarin! Kalibrasi Skill “Tekuk Stang” ….Inilah Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia 2026 !!

    IWB mencatat, pertempuran para jawara safety riding ini dihelat di markas besarnya langsung, yakni Astra Honda Motor Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang. Iki fasilitas pelatihan keselamatan berkendara sepeda motor Honda yang paling megah dan terbesar di kawasan Asia Tenggara, Cak!

    Mengusung tema bertajuk “Beyond Seventeen, The Change Makers”, AHM nggak cuma ngajak peserta buat adu ketangkasan skill berkendara aman, tapi juga menempa mereka menjadi agen perubahan (change makers) di tengah masyarakat. Harapannya, nilai-nilai #Cari_Aman bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat lintas profesi dan usia.

    Andy Wijaya (General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM) menegaskan:

    “Kami secara konsisten mengembangkan AHSRIC sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas edukasi keselamatan berkendara di Indonesia. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah membangun keterampilan berkendara sekaligus mencetak individu-individu yang menjadi teladan keselamatan di seluruh penjuru negeri…”

    Seleksi Ketat dari Ribuan Peserta se-Indonesia!

    Sebelum tembus ke panggung nasional di Cikarang, perjuangan para peserta asli berdarah-darah, Cak! Di tingkat regional, ajang ini diserbu oleh:

    • 120 Instruktur Safety Riding

    • 2.690 Advisor Safety Riding dari jaringan Dealer Honda

    • 916 Advisor dari Komunitas Honda se-Indonesia

    Setelah disaring super ketat, terpilihlah 209 peserta terbaik yang berhak mencicipi aspal AHM Safety Riding Park di level nasional. Di edisi ke-17 ini, AHM mempertandingkan 9 kategori kompetisi, termasuk parameter penilaian coaching baru berbasis riset internal serta ekspansi kategori uji inovasi untuk edukasi lalu lintas anak-anak.

    Last…Nggak cuma bikin kompetisi tahunan, AHM bersama jaringan main dealer saat ini sudah membangun 9 Safety Riding Center Honda di berbagai wilayah Tanah Air, plus 6 Safety Riding Lab dan kerja sama di 38 sekolah binaan. Payung besar #Cari_Aman yang digaungkan sejak 2017 ini terbukti ampuh menanamkan pondasi budaya berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi generasi muda sejak dini. Fasilitas mewah AHM Safety Riding Park di Cikarang pun terbuka luas untuk masyarakat umum yang ingin mengasah skill berkendara. Selamat buat para pemenang! Semoga terus jadi panutan dan penular budaya #Cari_Aman di jalan raya. Gasss polll tur tetep safety, Cak! (iwb)

    Daftar Lengkap Jawara AHSRIC 2026

    Piye hasilnya? Sopo wae sing berhasil menyabet podium tertinggi? Cekidot daftarnya di bawah iki, Cak!

    1. Instructor Category (Sport Class)

    • Juara 1: Adni Rahmat Ramli – PT Daya Adicipta Motora

    • Juara 2: Achmad Hilmy – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    • Juara 3: Rama Dhandyano – PT Capella Dinamik Nusantara – Riau

    2. Instructor Category (AT Class)

    • Juara 1: Septi Chamerawati – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    • Juara 2: Resty Purbaningrum – PT Wahana Makmur Sejati

    • Juara 3: Novara Dita – PT Capella Dinamik Nusantara – Aceh

    3. Instructor Category (Big Bike Class)

    • Juara 1: Ibnu Fachrizal – Astra Motor Kaltim 2

    • Juara 2: Amizar Maas – PT Daya Adicipta Motora

    • Juara 3: Fendrik Alam – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    4. Community Advisor Category (Sport Class)

    • Juara 1: Romandhoni Nurrokhim – PT Mitra Pinasthika Mulia Malang

    • Juara 2: Hilmi Eka Fadlillah – PT Daya Adicipta Motora

    • Juara 3: Pius Deo Saputra – Astra Motor Yogyakarta

    5. Community Advisor Category (AT Class)

    • Juara 1: Daya Fawzia N Wibowo – PT Mitra Pinasthika Mulia Malang

    • Juara 2: Ferrina Eky Prasanti – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya

    • Juara 3: Endy Wulan Agustin – PT Capella Dinamik Nusantara – Riau

    6. Dealer Advisor Category

    • Juara 1: Muhammad Alfan Davinda – PT Wahana Makmur Sejati

    • Juara 2: Eko Junianto – Astra Motor Sulselbartrabon

    • Juara 3: I Nengah Suardiawan – Astra Motor Bali

    +——————————————+————————————+

    |                Kategori                  |               Jawara               |

    | Group Main Dealer (Juara 1) | PT Mitra Pinasthika Mulia Malang |

    +------------------------------------------+------------------------------------+
    | Group Main Dealer (Juara 2)              | PT Capella Dinamik Nusantara - Aceh|

    | Innovation Category (Juara 1) | PT Daya Adicipta Motora |

    | Group Main Dealer (Juara 3)              | Astra Motor Kaltim 2               |
    | Main Dealer Safety Riding Center         | PT Daya Adicipta Motora            |
    | Innovation Category (Juara 2)            | PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya |
    | Innovation Category (Juara 3)            | PT Capella Dinamik Nusantara - Riau|
    +------------------------------------------+------------------------------------+

  • Harga Bekas Wuling Air EV Hancur karena Aira EV….kini hanya 70 jutaan ?? Ancurrr !

    Harga Bekas Wuling Air EV Hancur karena Aira EV….kini hanya 70 jutaan ?? Ancurrr !

    Iwanbanaran.com – Cakkk…kalau sampeyan ngikutin pergerakan pasar otomotif Tanah Air, khususnya mobil Electric Vehicle (EV), asli iki ngeri-ngeri sedap! Ibarat disambar petir di siang bolong, harga mobil listrik bekas belakangan ini bukannya cuma turun halus, tapi terjun bebas mbrodol tanpa ampun! Salah satu fenomena paling bikin geleng-geleng kepala adalah nasib Wuling Air ev. Harga Bekas Wuling Air EV Hancur karena Kehadiran Aira EV….Terjun bebas cakkkk !!!

    Sampeyan ingat kan waktu pertama kali ini mobil meluncur sekitar tahun 2022-2023? Varian puncaknya, Air ev Long Range, dilepas di kisaran Rp 299 juta sampai Rp 300 jutaan! Waktu itu, orang-orang pada antre dan bangga banget bawa pulang mobil mungil nan futuristik ini. Tapi saiki? bubar tenan… Di pasar mobil bekas, harganya langsung jeblok di angka Rp 120 – 140 jutaan saja! Bahkan untuk tipe Standard/Lite seken, ada yang diobral cuma Rp 70 – 100 jutaan! Anjlok sampai 50–60 persen cuma dalam kurun 2-3 tahun!

    Kenapa kok bisa hancur-hancuran begitu? Salah satu penyebab utamanya adalah strategi pabrikan sendiri yang gencar merilis varian anyar berharga miring macam Wuling Air ev Lite / Aira EV series yang dijual cuma di rentang Rp 150 – 180 jutaan baru dari pabrik! Otomatis yang beli unit awal senilai 300 juta langsung elus dada, Cak! udah lebih murah makin lengkap…4 pintu plus interior lebih lega. Monggo sampeyan intip saja komparasi speknya dibawah ini. Biarpun beda harganya dulu hampir separuh sendiri, kalau kita intip jeroannya, ternyata fungsi utamanya relatif mirip-mirip, Cak! IWB beberkan perbandingannya…

    Fitur / Spesifikasi Wuling Air ev Long Range (Awal ~Rp 300 Juta) Wuling Air ev Lite / Aira EV (~Rp 150-180 Juta)
    Kapasitas Baterai 26,7 kWh (Lithium Ferro-Phosphate) 17,3 kWh – 26,7 kWh (Tergantung tipe)
    Jarak Tempuh (Klaim) Hingga 300 Km 200 Km – 300 Km
    Motor Listrik 30 kW (40 PS) / Torsi 110 Nm 30 kW (40 PS) / Torsi 110 Nm
    Layar Interior Integrated Dual Screen 10.25 inci TFT Single Cluster Meter TFT 7 inci
    Fitur Pintar (WIND & IoV) Ada (Perintah suara Bahasa Indonesia & remote app) Absen / Dipangkas
    Sistem Pengereman Cakram 4 roda + EPB (Rem Tangan Elektrik) & Auto Hold Rem Tromol belakang + Rem Tangan Mekanikal
    Airbag & Safety Dual Airbag, ABS, EBD, ESC, ISOFIX Single/Dual Airbag, ABS, EBD

    Konsumen yang beli varian baru berharga Rp 150-180 jutaan (Air ev Lite / Aira EV) memang kehilangan layar ganda 10,25 inci dan fitur komando suara WIND. Tapi secara feel berkendara, motor penggerak, hingga durabilitas bodi harian, fungsinya 80% sama persis! Nah, kondisi inilah yang bikin pembeli mobil bekas ogah bayar mahal untuk Air ev Long Range seken. Wong beli baru gres yang hemat saja harganya makin murah! Mungkin sampeyan heran, kenapa sih mobil listrik depresiasi harganya bisa sekejam ini dibanding mobil mesin bensin (ICE)? Berdasarkan analisa IWB, ada beberapa faktor krusial:

    1. Mobil EV Dianggap Gadget Berjalan (Bukan Aset)

      Mobil listrik itu karakternya mirip smartphone, Cak! Perkembangan baterai, chip, dan teknologi di EV bergulir sangat cepat. Hp flagship harga 20 juta hari ini, begitu keluar versi baru tahun depan, harganya langsung terjun. Konsumen EV paham betul risikonya.

    2. Perang Harga Pabrikan (Price War)

      Gempuran pabrikan Tiongkok yang saling bantai harga (cuci gudang, diskon PPN, hingga pemangkasan fitur) membuat harga unit baru makin terjangkau. Jika unit baru saja terus didiskon puluhan juta, otomatis harga unit bekas di showroom used car ikut ketarik ke bawah.

    3. Hantu “Garansi Baterai” & Biaya Ganti Baterai

      Ini poin paling horor, Cak! Baterai adalah komponen termahal di EV (bisa 40-50% dari harga mobil). Pembeli unit bekas selalu cemas soal Battery Health. Apalagi garansi baterai produsen sering kali gugur jika pemilik sebelumnya telat servis berkala di bengkel resmi. Tanpa garansi resmi, biaya ganti baterai Air ev bisa menyentuh Rp 140 jutaan—alias lebih mahal dari harga jual mobil bekasnya sendiri!

    4. Leasing / Finance Masih Mikir-Mikir

      Banyak perusahaan pembiayaan (multifinance) yang masih ragu memberikan kredit untuk EV bekas karena taksiran harga di masa depan yang belum stabil. Alhasil, pasar EV bekas didominasi pembeli cash, yang pastinya menawar harga setinggi langit!

    Lalu, bagaimana nasib para pemilik atau calon pembeli EV ke depan? Menurut kacamata IWB, akan terjadi pergeseran mentalitas konsumen otomotif:

    • Mentalitas “Pakai Sampai Lunas”, Bukan Dijual Lagi:

      Jangan lagi bermimpi beli mobil listrik buat dijual 3 tahun kemudian dengan mengharapkan harga yang stabil. Konsumen EV masa depan harus menganggap pembelian mobil listrik sebagai biaya operasional (utility expense), bukan investasi. Kerugian dari depresiasi harga bakal ditutup dari penghematan biaya bahan bakar harian dan pajak tahunan yang murah.

    • Pasar Bekas Jadi Surga Pengguna Komuter Harian:

      Bagi pembeli mobil bekas, ini justru berita gembira! Cukup sediakan dana Rp 100 jutaan, sampeyan sudah bisa dapet mobil listrik tahun muda untuk dipakai mondar-mandir kerja di dalam kota tanpa perlu mikir ganjil-genap.

    • Standardisasi Inspeksi Baterai Bekas:

      Ke depannya, bengkel atau lembaga inspeksi independen yang sanggup melampirkan sertifikat Battery Health secara akurat bakal jadi kunci agar EV bekas tidak terlalu hancur harganya.

    Last….EV memang mengubah peta industri otomotif secara drastis. Teknologi maju pesat, tapi konsekuensinya resale value jadi korbannya. Semua IWB serahkan kesampeyan untuk menilai. Yang jelas poin-poin diatas merupakan kumpulan data dan fakta yang coba IWB angkat bahwa setiap kendaraan punya plus minus. Satunya hemat cost karena EV memang murah tanpa beli BBM yang fluktuatif, pajak miring bener serta maintenance yang cukup rendah namun bekasnya tak ada harga dirinya. Sedang ICE sebaliknya…mahal diawal namun masih punya nilai setelahnya. Kalau menurut sampeyan, Cak? Masih berani minang mobil EV baru, atau mending nunggu harga bekasnya makin ambrol ?  (IWB)