Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, mengungkapkan dampak emosional dan fisik yang terus membayanginya akibat cedera bahu kanan berkepanjangan. Di balik penampilan agresifnya di atas lintasan balap, pebalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa cedera tersebut telah mengubah berbagai pola kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya secara drastis. Yup..Pengakuan Terbaru Marquez…Kini Tidur tidak bisa Miring Kanan !!!
Masalah kesehatan pembalap Tim Ducati ini bersumber dari rentetan cedera rumit. Setelah mengalami patah tulang lengan atas (humerus) di Sirkuit Jerez pada 2020 yang membutuhkan empat kali tindakan operasi besar, Marquez kembali mengalami insiden kecelakaan di GP Indonesia. Benturan keras tersebut menyebabkan fraktur kompleks pada bahu kanannya. Kendala saraf radialis sempat menghambat performanya di awal musim ini sebelum ia kembali menjalani tindakan medis. Dalam wawancara terbarunya bersama media Inggris The I Paper, pembalap bernomor 93 itu membeberkan sejumlah adaptasi fisik yang wajib ia jalani demi menjaga kestabilan kondisi tubuhnya:
-
Pengaturan Pola Tidur: Marquez mengaku tidak bisa lagi tidur secara bebas. Setiap malam, ia wajib tidur miring ke sisi kiri atau dalam posisi telentang untuk menghindari tekanan berlebih pada lengan dan bahu kanannya.
-
Rutinitas Terapi Fisik: Demi mempertahankan kenyamanan beraktivitas, Marquez harus menjalani sesi fisioterapi secara intensif. “Saya mendatangi fisioterapis lebih sering dari yang saya inginkan. Namun, itulah satu-satunya cara agar saya bisa memiliki kehidupan yang normal,” tuturnya.
-
Berhenti dari Olahraga Padel: Marquez terpaksa menyalurkan hobi utamanya di luar lintasan balap, yakni bermain padel. Karena lengan kanannya tidak lagi memungkinkan untuk melakukan ayunan keras, ia sempat berupaya belajar menggunakan tangan kiri, namun mengakui langkah tersebut tidak berhasil.
-
Penyesuaian Gaya Balap: Di atas sepeda motor, Marquez menegaskan mampu beradaptasi untuk tetap tampil kompetitif di barisan depan. Meski demikian, ia secara terbuka mengakui belum dapat menunggangi motor secara maksimal sesuai dengan gaya ideal yang diinginkannya.
Last…hebatnya cak, Kendati harus berkompromi dengan keterbatasan fisik, Marquez terus membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pembalap terbaik. Setelah memangkas jarak poin secara signifikan di papan klasemen musim ini, Marquez menegaskan fokusnya untuk terus beradaptasi dengan kondisi fisiknya demi mempertahankan performa puncak bersama Ducati. Semangattt Marcc !! (iwb)
Leave a Reply