Iwanbanaran.com – Cakkk…..mumet tenan cak sepertinya kendaraan EV. Jadi ada kabar terbaru cak….mumpung lagi hangat-hangatnya dari panggung GIIAS 2026, IWB mau bawa kabar buat para pecinta roda dua tanah air! Sampeyan yang lagi ngincer motor listrik siap-siap elus dada sekaligus pasang mata lebar-lebar. Soale apa? Sebab dipastikan subsidi kendaraan Listrik akan dicabut, kecuali…??? nahhh ikii cakkk…..
Jadi cak….Pemerintah fix mengumumkan aturan baru soal subsidi motor listrik. Kalau kemarin-kemarin insentif digelontorkan buat umum asal tembus syarat TKDN, sekarang skemanya dirombak total! Bantuan insentif ke depan cuma bakal dicurahkan khusus buat Program Motor Nasional (Mokel/Monas) dan Mobil Nasional (Molinas). Kabar gempar ini terkuak langsung saat Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita hadir di ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Jadi kendaraan yang bukan termasuk monas atau molinas akan dicabut. Beliau menegaskan bahwa Kemenperin sudah menyiapkan aspek teknisnya.
“Insentif yang akan kita berikan itu basisnya adalah mobil-mobil yang dikategorikan mobil nasional. Juga motor-motor yang dikategorikan motor nasional, ada program Molinas,” cletuk Pak Menperin di depan awak media.
Nggak hanya itu…porsi penentuan kriteria siapa yang berhak menerima subsidi bakal dikoordinasikan langsung oleh Menko Perekonomian, Pak Airlangga Hartarto. Arah kebijakannya jelas: Ora sekadar jualan motor listrik, tapi bener-bener murni buat memperkuat industri manufaktur otomotif lokal dalam negeri! Yang paling krusial dan wajib sampeyan catet, ki!! Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, mekanismenya tak lagi berbentuk pemotongan harga langsung (7 juta atau diskon OTR) ke dompet konsumen saat beli di diler….
-
Skema Lama: Potongan harga langsung untuk pembeli/konsumen per unit.
-
Skema Baru: Dialihkan langsung ke perusahaan produsen tertentu yang ditunjuk dan masuk kriteria industri nasional.
Last….kaget kalau besok-besok mekanismenya beda banget dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah pengen pabrikan makin terpacu menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), investasi riset lokal, dan nggak cuma sekadar rakit-rakit komponen Import/CKD belaka. Jelas menurut IWB pribadi melihat langkah ini bak pisau bermata dua, Kangbro. Di satu sisi, ini vitamin super jossss buat pabrikan lokal atau prinsipal yang mau serius all-out investasi di bumi pertiwi. Tapi di sisi lain, buat konsumen umum yang ngarep diskon instan pas ngeboyong motor listrik, jelas kudu gigit jari dan adaptasi ulang. Apalagi detail aturan kriteria baku “Motor Nasional” iki masih dimatangkan pemerintah. Artinya yah…kita belum tahu akan seperti apa bentuknya nanti ?? piye menurut sampeyan cak…punya komen soal ini ? (iwb)
Leave a Reply