Author: Iwanbanaran

  • Brembo beberkan sadisnya trek Le Mans…..suhu Kampas Nyaris 1000 Derajat Celcius !!

    Brembo beberkan sadisnya trek Le Mans…..suhu Kampas Nyaris 1000 Derajat Celcius !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Bugatti di Le Mans kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu lintasan paling menantang dalam kalender MotoGP 2026. Berdasarkan data terbaru dari para teknisi Brembo, sirkuit sepanjang 4,185 km ini masuk dalam kategori sirkuit dengan tingkat kesulitan pengereman yang sangat tinggi (highly demanding). Yup…rembo beberkan sadisnya trek Le Mans…..suhu Kampas Nyaris 1000 Derajat Celcius !!

    Pada skala indeks kesulitan 1 hingga 6, Brembo memberikan nilai 4 untuk GP Prancis tahun ini. Angka tersebut menempatkan Le Mans sejajar dengan sirkuit Jerez dalam hal beban kerja yang harus ditanggung oleh sistem pengereman motor-motor prototipe MotoGP.

    35% Durasi Balapan di Atas Rem

    Salah satu aspek yang membuat Le Mans begitu menguras komponen rem adalah desainnya yang bertipe stop-and-go cak. Dalam satu lap, pembalap menggunakan rem sebanyak 10 kali dengan total durasi pengereman mencapai 31,5 detik. Artinya, sekitar 35% dari total waktu balapan dihabiskan pembalap dengan menekan tuas rem.

    Terdapat dua titik pengereman yang masuk kategori High, enam titik kategori Medium, dan dua titik kategori Light. Singkatnya jeda antar tikungan membuat piringan cakram karbon memiliki waktu yang sangat sedikit untuk mendinginkan suhu sebelum kembali bekerja keras di tikungan berikutnya.

    Titik Terberat: Tikungan 8 (Garage Vert)

    Meskipun pengereman di Tikungan 9 juga sangat intens, Brembo mencatat Tikungan 8 (Garage Vert) sebagai titik paling kritis bagi pengereman di sirkuit Bugatti. Di area ini, motor MotoGP harus:

    • Melambat dari kecepatan 263 km/jam ke 78 km/jam.

    • Menempuh jarak pengereman sejauh 209 meter.

    • Pembalap memberikan beban sebesar 5,8 kg pada tuas rem.

    • Tekanan minyak rem mencapai 12,4 bar dengan gaya deselerasi hingga 1,5 g.

    Untuk menghadapi beban ekstrem ini, tim-tim MotoGP dibekali dengan berbagai pilihan cakram karbon dari Brembo. Sepanjang akhir pekan di Prancis, suhu operasional rem berada di rentang 250°C hingga 850°C. Yup…Nyaris 1000°C cak…

    Penggunaan finned caliper (kaliper bersirip) GP4 menjadi standar utama untuk membantu disipasi panas. Jika suhu rem melonjak melampaui batas optimal, efisiensi pengereman akan menurun, yang bisa berakibat fatal pada stabilitas bagian depan motor—sebagaimana yang sempat dikeluhkan beberapa pembalap setelah sesi balapan.

    Statistik Menarik Brembo di GP Prancis 2026:

    • Total beban tuas rem: Setiap pembalap secara kumulatif menarik tuas rem dengan beban total sekitar 900 kg – 975 kg sepanjang balapan berlangsung.

    • Kecepatan tertinggi: Beberapa motor mencatatkan kecepatan lebih dari 300 km/jam sebelum masuk ke zona pengereman keras di Tikungan 9 (Chemin aux Bœufs).

    Last….Dengan data ini, tidak heran jika sektor pengereman menjadi kunci utama dalam perebutan podium di Le Mans, di mana keseimbangan antara pengereman agresif dan manajemen suhu karbon menjadi penentu kemenangan. Yup..sebuah data luar biasa yang membuat kita melek, betapa beratnya kerja rem yang membuat tontonan Motogp Menegangkan.  Juozzz !! (iwb)

  • Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram !!

    Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Astra Honda Racing Team (AHRT) konsisten tampil kencang dan kompetitif di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Menghadapi tantangan yang semakin berat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada 9–10 Mei 2026, para pebalap AHRT mampu menunjukkan performa impresif di tiga kelas yang diikuti. Hasil positif pun kembali dibawa pulang ke Tanah Air melalui Rheza Danica Ahrens yang berhasil mempersembahkan podium kedua pada race pertama kelas Asia Production (AP) 250…!!!

     Pada race pertama kelas AP250 yang digelar Sabtu (9/5), Rheza memulai balapan dari posisi kelima. Mengandalkan performa CBR250RR, Rheza langsung melakukan start yang baik dan mampu memimpin balapan sejak lap pertama. Sepanjang 10 lap balapan, pebalap asal Yogyakarta tersebut terus bertarung di grup terdepan hingga akhirnya sukses mengamankan podium kedua. Sementara itu, Irfan Ardiansyah yang turun menggantikan Muhammad Badly Ayatullah sempat tampil kompetitif di rombongan depan pada lap-lap awal. Namun Irfan mengalami sedikit kendala teknis, sehingga harus menyelesaikan balapan di posisi ke-14.

    Pada race kedua yang digelar Minggu (10/5), Rheza yang kembali start dari posisi kelima langsung bersaing di grup terdepan sejak awal balapan. Irfan yang start dari posisi keenam sempat terdorong ke grup tengah, tetapi ia berhasil memperkecil jarak dan bersaing di grup depan pada lima lap terakhir. Persaingan yang sangat rapat membuat Rheza harus puas finis di posisi keempat setelah sempat melakukan overtake pada lap akhir dan nyaris kembali meraih podium, sementara Irfan menyelesaikan balapan di posisi ketujuh.

     “Pekan ini menjadi pengalaman berharga buat saya. Meskipun tidak meraih podium di race kedua, tapi saya mendapatkan poin yang penting untuk klasemen. Pada putaran berikutnya di Motegi, saya akan berusaha lebih kuat dan mengincar kemenangan bersama tim yang terus memberikan usaha terbaiknya,” ujar Rheza.

     Supersports 600 dan Asia Superbike 1000

    Pada race pertama kelas Supersports (SS) 600, Herjun Atna Firdaus yang start dari posisi ketujuh tampil agresif bersama CBR600RR untuk menembus grup terdepan. Herjun mampu mempertahankan posisi di lima besar sepanjang balapan dan terus bersaing ketat hingga akhirnya nyaris meraih podium dengan finis di posisi keempat. Rekan setimnya, Fadillah Arbi Aditama, yang start dari posisi kesembilan juga tampil kompetitif meskipun dalam kondisi yang tidak prima atas insiden yang didapatnya saat sesi kualifikasi. Arbi pun berhasil menyelesaikan race pertama di posisi ketujuh.

    Pada persaingan race kedua di kelas SS600, Herjun dan Arbi kembali berusaha menembus grup terdepan sejak awal balapan. Upaya kedua pebalap jebolan Astra Honda Racing School ini kerap memperdaya rivalnya. Sayang, Herjun mengalami insiden terjatuh pada lap keempat sehingga pebalap asal Pati, Jawa Tengah ini tidak dapat melanjutkan balapan. Sementara Arbi terus bersaing di lintasan dan berhasil menyelesaikan race kedua di posisi kedelapan.

     M. Adenanta Putra yang turun di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, menjalani musim debutnya di kelas tertinggi ARRC bersama CBR1000RR-R menunjukkan progres positif. pada race pertama, Adenanta start dari posisi kedelapan. Pebalap berusia 22 tahun ini mampu menjaga ritme balap dan bersaing di rombongan tengah, hingga ia finis di posisi kesembilan.

    Dalam persaingan race kedua, Adenanta berupaya untuk menambah daya gedornya bersaing di posisi depan. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur ini berupaya menguasai ritme balap yang kompetitif, ia pun harus puas finis di posisi ketujuh.

    “Putaran 2 ini sangat menantang bagi saya. Di Race 2, saya masih berjuang membangun kepercayaan diri pada area depan motor. Ada beberapa momen saat menikung di mana saya hampir kehilangan kendali ban depan (lowside), yang cukup mengganggu fokus mental saat balapan. Tapi saya percaya ini adalah bagian dari proses belajar. Saya ingin terus mengambil pengalaman selangkah demi selangkah dan kembali lebih kuat di Motegi,” ujar Adenanta.

    General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor, Andy Wijaya mengapresiasi semangat juang seluruh pebalap AHRT yang mampu tampil kompetitif sepanjang akhir pekan balap di Buriram.

    “Kami sangat mengapresiasi hasil yang diraih anak-anak AHRT. Paling tidak, kita bisa tunjukan bahwa binaan kami bisa terus tampil kompetitif dengan dukungan motor Honda yang kami siapkan. Semoga prestasi terus meningkat di putaran selanjutnya untuk harumkan Indonesia di arena balap Internasional,” ujar Andy.

    Last…Hasil seri Buriram turut menjadi modal penting bagi AHRT dalam persaingan klasemen sementara ARRC 2026 di masing-masing kelas. Konsistensi performa pebalap menjadi fokus utama tim untuk menjaga peluang meraih hasil terbaik sepanjang musim. Putaran ketiga Asia Road Racing Championship 2026 akan digelar pada 12–14 Juni 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang. AHRT akan kembali berupaya menampilkan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di ajang balap Asia….(AHRT iwb)

  • Dlosorrr di Le Mans….Pecco salahkan Motor !!

    Dlosorrr di Le Mans….Pecco salahkan Motor !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Harapan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia untuk meraih podium Minggu pertamanya di musim 2026 harus pupus di Sirkuit Bugatti, Le Mans. Pembalap utama Ducati Lenovo Team tersebut mengalami kecelakaan saat berada di posisi kedua, menyisakan tanda tanya besar bagi para penggemar sebelum akhirnya ia memberikan penjelasan teknis.

    Bagnaia, yang memulai balapan dari pole position, sempat melorot ke posisi kelima pada lap pembuka. Namun, ia berhasil menunjukkan performa luar biasa untuk merangkak naik kembali ke posisi kedua, membayangi pemimpin balapan saat itu, Marco Bezzecchi (Aprilia).

    Petaka terjadi pada lap 16 dari total 27 lap. Saat mencoba menjaga ritme untuk mengejar Bezzecchi, Bagnaia kehilangan kendali bagian depan motornya di chicane pertama. Insiden ini membuatnya gagal finis (Did Not Finish) dan kehilangan poin krusial di klasemen sementara….

    ” Kami bekerja dengan baik dan berkembang pesat akhir pekan ini. Kami tampil kompetitif di balapan hari ini, dan meskipun kami sangat kesulitan saat melakukan start, saya berhasil kembali menemukan ritme kecepatan. Sayangnya, kami mengalami masalah kecil, dan lap demi lap, saya mulai kehilangan kepercayaan diri pada bagian depan motor (front end) saat mencoba mempertahankan kecepatan yang sama. Hal seperti ini bisa terjadi, dan kami akan mencoba memperbaikinya…

    “Kami tahu penyebab saya terjatuh, jadi tim pasti sedang mengerjakannya. Ini bukan kesalahan manusia (human error), dan hal semacam ini memang bisa terjadi. Kehilangan rasa percaya diri pada motor ini terjadi dalam tujuh lap terakhir atau sekitar itu, dan sayangnya, kondisinya semakin memburuk hingga saya tidak bisa menikung seperti yang saya inginkan….

    “Namun, kami tahu persis mengapa saya terjatuh, dan itu adalah sesuatu yang sangat membantu kami. Kami tampil cepat sepanjang akhir pekan, kami meraih pole position. Hari ini kami ada di barisan depan, kami berada di belakang Bez (Marco Bezzecchi) pada awalnya, tapi saya mampu mengelola semuanya dengan cukup baik, dan sayangnya apa yang terjadi, terjadilah…

    “Saya memiliki kepercayaan penuh pada pekerjaan yang kami lakukan, dan saya yakin kami akan tiba di Barcelona minggu depan dengan kemajuan besar sejak sesi tes. Saya berharap kami bisa melangkah lebih jauh lagi untuk menyamai, atau bahkan melampaui, performa Aprilia.”serunya…

    Dari sana cak artinya Bagnaia menegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan teknis dalam cara ia berkendara (human error), melainkan adanya masalah teknis berulang pada motornya.

    • Masalah Front-End: Pecco merasakan hilangnya stabilitas pada ban depan yang memburuk dalam tujuh lap terakhir sebelum ia akhirnya terjatuh.

    • Masalah Berulang: Menariknya, Bagnaia menyebutkan bahwa kendala ini serupa dengan apa yang ia alami di seri sebelumnya di Spanyol.

    • Analisis Data: “Kami tahu persis mengapa saya jatuh. Tim sedang mengerjakannya. Hal ini bisa terjadi dalam balapan, tapi yang terpenting kami punya datanya,” tambahnya.

    Last…Jatuhnya Bagnaia memuluskan jalan bagi Aprilia untuk mencetak sejarah dengan menyapu bersih podium (1-2-3) melalui Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura. Dengan hasil ini, posisi Bagnaia di klasemen sedikit tertinggal. Namun, dengan kecepatan yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan di Prancis—termasuk raihan pole position dan podium di sesi Sprint—pembalap asal Italia ini tetap optimis menyongsong balapan berikutnya di Catalunya…(iwb)

  • Horeee…Motor Listrik akan Dapat Subsidi lagi cakkk !! Berapa ???

    Horeee…Motor Listrik akan Dapat Subsidi lagi cakkk !! Berapa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemerintah resmi memastikan akan kembali memberikan insentif untuk kendaraan listrik tahun ini. Rencananya, subsidi dan insentif pajak akan mulai berlaku pada Juni 2026 untuk total 200.000 unit mobil dan motor listrik. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa besaran insentif berbeda antara motor dan mobil listrik. Namun, yang pasti, harga konsumen akan lebih murah. Dan ternyata nilanya…wowww juga nih cakkk !!!

    Untuk sepeda motor listrik, pemerintah dipastikan akan memberikan subsidi langsung sebesar Rp 5.000.000 per unit. Ini adalah potongan harga yang cukup signifikan di kelas motor listrik entry-level. Sementara untuk mobil listrik, insentif diberikan dalam bentuk PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) . Artinya, konsumen tidak membayar PPN penuh, karena pemerintah menanggung sebagian atau seluruhnya.

    “Jadi yang diomongin tadi PPN ya, PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen ada yang 40 persen. Nanti masih disesuaikan skemanya, itu untuk utamanya EV yang bukan hybrid,” jelas Purbaya.

    Insentif Berdasarkan Material Baterai

    Yang menarik, besaran insentif PPN DTP untuk mobil listrik akan dibedakan berdasarkan material baterai yang digunakan. Aturan teknisnya akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian.

    Skema Insentif Mobil Listrik (PPN DTP)

    Untuk mobil listrik, insentif diberikan dalam bentuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Besaran insentif akan sangat bergantung pada jenis baterai yang digunakan:

    • PPN DTP 100%: Diberikan untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel (NMC). Ini adalah upaya pemerintah untuk mendorong hilirisasi nikel Indonesia.

    • PPN DTP 40%: Diberikan untuk mobil listrik dengan baterai selain nikel (seperti LFP).

    • Estimasi Penurunan Harga: Sebagai ilustrasi, jika sebuah mobil listrik seharga Rp300 juta mendapatkan PPN DTP penuh, konsumen hanya perlu membayar PPN sekitar 1% (Rp3 juta) dari tarif normal 11%, sehingga terjadi penghematan sekitar Rp27 juta.

    2. Subsidi Motor Listrik

    Berbeda dengan mobil, motor listrik akan mendapatkan subsidi langsung dalam bentuk potongan harga:

    • Besaran Subsidi: Rp5 juta per unit.

    • Kuota: Pemerintah menyiapkan kuota awal untuk 100.000 unit motor listrik (dan 100.000 unit mobil listrik) untuk tahap pertama tahun ini.

    3. Syarat Utama

    • Bukan Mobil Hybrid: Insentif ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle / BEV). Mobil hybrid dipastikan tidak mendapatkan insentif ini.

    • TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri): Skema ini juga terkait dengan pemenuhan syarat TKDN yang detailnya akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian melalui revisi aturan (seperti Permenperin No. 35 Tahun 2025).

    Ini adalah langkah strategis pemerintah untuk mendorong penggunaan baterai berbasis nikel yang diproduksi di dalam negeri cak, sekaligus mendukung industri smelter yang sudah dibangun. Pemerintah belum menentukan angka pasti persentase PPN DTP untuk mobil listrik pada program 2026 ini cak. Namun, kita bisa melihat simulasi dari program insentif sebelumnya (2023-2024) sebagai gambaran. Pada aturan sebelumnya (berlaku sejak 2023), mobil listrik yang seharusnya dikenai PPN 11% (saat itu) hanya dikenai tarif 1% . Sehingga pemerintah menanggung PPN sebesar 10%. Contoh perhitungannya:

    Harga Mobil (Sebelum PPN) PPN Normal (11%) PPN Setelah Insentif (1%) Hemat
    Rp 300 juta Rp 33 juta Rp 3 juta Rp 30 juta

    Ketika tarif PPN naik menjadi 12% di periode berikutnya, mobil listrik hanya dikenai 2% . Maka dengan harga mobil yang sama, konsumen hanya membayar PPN Rp 6 juta, dibanding Rp 36 juta (hemat Rp 30 juta).

    Artinya, insentif PPN yang pernah diberikan mampu menurunkan harga mobil listrik hingga sekitar Rp 30 juta.

    Untuk program 2026 ini, jika skemanya serupa (misalnya PPN 12% ditanggung pemerintah 10%, konsumen bayar 2%), maka potongan harga di kisaran Rp 25-30 juta masih sangat mungkin, tergantung harga mobil. Jadi emang gede cak potongannya….Pemberian insentif ini kemungkinan adalah respons terhadap penurunan penjualan mobil listrik dalam beberapa bulan terakhir, atau untuk mencapai target adopsi kendaraan listrik yang lebih tinggi. Dengan subsidi motor Rp 5 juta dan potongan PPN hingga puluhan juta untuk mobil, diharapkan masyarakat lebih tertarik beralih ke kendaraan listrik.

    Pemerintah menargetkan insentif ini mulai berlaku pada Juni 2026 dan akan diberikan secara terbatas untuk 200.000 unit (mobil dan motor listrik). Konsumen yang ingin mendapatkan insentif disarankan untuk segera melakukan pemesanan setelah aturan teknis (Peraturan Menteri Perindustrian) terbit.

    Last….Insentif kendaraan listrik kembali hadir di pertengahan 2026. Motor listrik dapat subsidi Rp 5 juta, sementara mobil listrik mendapatkan potongan PPN yang bisa mencapai puluhan juta rupiah, dengan insentif lebih besar untuk mobil yang menggunakan baterai berbasis nikel. Bagi sampeyan yang ingin membeli mobil listrik, sebaiknya menunggu aturan teknis resmi terbit, lalu hitung berapa potongan yang bisa didapatkan. Jika skemanya seperti insentif sebelumnya, harga mobil listrik bisa turun sangat signifikan. Apakah ini waktunya kita ganti EV ?? piye cak menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Breaking !! Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    Breaking !! Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    ” Gambar hanya ilustrasi….”

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar datang dari garasi Ducati Lenovo Team ditengah hiruk pikuk kemenangan Aprilia di Le Mans. Sang juara bertahan, Marc Marquez, dipastikan harus menepi sejenak dari lintasan balap setelah menjalani dua prosedur operasi sekaligus di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid, pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat. Langkah medis ini diambil menyusul kecelakaan hebat (highside) yang dialami Marquez pada lap terakhir sesi Sprint Race di GP Prancis, Sabtu lalu. Insiden tersebut mengakibatkan cedera baru pada kakinya dan memaksa tim medis mempercepat jadwal operasi bahu yang sebelumnya direncanakan akhir bulan ini. Dan kabarnya cak…Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    Seperti yang sampeyan tahu…Marc dipastikan akan absen di dua balapan kedepan pasca mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis. Pembalap yang tahun ini nampak sangat kesulitan pasca ditabrak Bezzecchi di Mandalika ternyata mengalami masalah dengan fisiknya cak. Ibaratnya kayak nggak pernah berakhir. Pasca crash Dalam wawancara dengan DAZN Spanyol, Marquez membuka tabir lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan setelah seri Catalunya. Masalah bahu ini berasal dari cedera lama akibat sekrup patah yang bergeser posisi dan menyentuh saraf radial. Marquez menjelaskan bahwa masalah ini sudah ia rasakan sejak Jerez, dan setelah berkonsultasi dengan dokter, mereka menemukan penyebabnya: sekrup yang patah di ligamen lateral berubah posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menyentuh saraf radial….

    Dan akhirnya Marquez menjalani operasi ganda kemarin…satu untuk memperbaiki patahan di kaki kanannya, dan satu lagi untuk membuka bahu kanan serta mengeluarkan sekrup patah yang mengganggu saraf radial. Tim dokter yang dipimpin oleh Dr. Samuel Antuna mengonfirmasi bahwa kedua operasi tersebut berjalan dengan sukses. Berikut adalah detail intervensi medis yang dilakukan:

    1. Fraktur Metatarsal Kelima (Kaki Kanan): Dokter melakukan stabilisasi pada patah tulang metatarsal kelima di kaki kanan Marquez akibat hantaman keras saat terjatuh di Tikungan 13 Le Mans.

    2. Operasi Bahu Kanan (Saraf Radial): Operasi kedua ini sebenarnya adalah prosedur terencana untuk memperbaiki masalah lama. Tim medis mencabut dua baut dan fragmen tulang dari operasi Latarjet tahun 2019 yang bergeser. Pergeseran ini diketahui menekan saraf radial Marquez, yang menjadi penyebab rasa sakit dan keterbatasan fisik yang ia rasakan sepanjang awal musim 2026.

    Akibat prosedur ini, Marc Marquez dipastikan absen pada seri berikutnya di GP Catalunya (Barcelona). Keputusan ini diambil agar pembalap bernomor 93 tersebut bisa fokus sepenuhnya pada proses rehabilitasi tanpa risiko komplikasi lebih lanjut.

    “Marc akan tetap berada di rumah sakit selama 24 jam untuk observasi sebelum memulai proses pemulihan di rumah besok,” tulis pernyataan resmi dari Ducati.

    Last….Meski harus kehilangan poin penting di klasemen, Marquez tetap optimis. Target realistis untuk kembali ke atas sadel Desmosedici GP26 adalah pada seri GP Italia di Sirkuit Mugello yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei mendatang. Absennya Marquez di Barcelona tentu menjadi kerugian besar bagi Ducati, mengingat performa kompetitif yang ia tunjukkan sebelum insiden Le Mans. Kini, fokus utama sang pembalap adalah mengembalikan kondisi fisiknya ke level 100% demi menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia di sisa musim ini. Semangat Marc !! (iwb)


  • Breaking !! Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut rusak..Marquez Operasi !!

    Breaking !! Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut rusak..Marquez Operasi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….kondisi Marc pasca Kecelakaan di Le Mans sedang tidak bagus. Bahkan dipastikan Marc akan absen dalam 2 race ke depan karena harus kembali masuk meja operasi.  Lhaa piye cak….yang terjadi di tikungan terakhir saat balapan menyisakan satu lap mengakibatkan patah tulang kaki ke 5 metatarsal kanan Marquez. Akibatnya, ia harus absen di balapan utama Prancis dan seri Catalunya pekan depan untuk menjalani operasi. Yup…Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut kendor..Marquez Operasi !! ngiluuu….

    Marc dipastikan akan absen di dua balapan kedepan pasca mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis. Pembalap yang tahun ini nampak sangat kesulitan pasca ditabrak Bezzecchi di Mandalika ternyata mengalami masalah dengan fisiknya cak. Ibaratnya kayak nggak pernah berakhir. Pasca crash Dalam wawancara dengan DAZN Spanyol, Marquez membuka tabir lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan setelah seri Catalunya. Masalah bahu ini berasal dari cedera lama akibat sekrup patah yang bergeser posisi dan menyentuh saraf radial. Marquez menjelaskan bahwa masalah ini sudah ia rasakan sejak Jerez, dan setelah berkonsultasi dengan dokter, mereka menemukan penyebabnya: sekrup yang patah di ligamen lateral berubah posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menyentuh saraf radial….

    ” Setelah Jerez, saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Kami menemui dokter, dan mereka menyatakan semuanya baik-baik saja, tetapi baut di ligamen lateral ada yang rusak….Bautnya patah dan berada di posisi yang sedikit berbeda. Hanya bergeser satu-dua milimeter, tetapi menyentuh saraf radial. Rasanya sangat aneh, karena saat di rumah saya merasa baik-baik saja, tetapi ketika sampai di sini (sirkuit), hal itu menghalangi saya untuk membalap karena bautnya menyentuh saraf radial. Itulah yang menyebabkan saya melakukan kesalahan, tidak konsisten, dan mengalami kecelakaan yang tidak terduga. Kami akan mencoba membereskan semuanya sekaligus. Prosedur bahu ini hanya sekadar membukanya dan melepas baut tersebut. Waktu pemulihannya seharusnya singkat….

    “Dugaanku sepertinya tepat, kenapa saya tidak bisa konsisten karena ketika ada masalah dengan saraf, saraf akan gagal berfungsi saat kamu membutuhkannya. Saya melakukan kesalahan kemarin, dan hari ini, dalam balapan, saya melakukan kesalahan lagi. Rasanya sangat aneh karena ketika di atas motor motocross, semuanya terasa normal. Prosedur bahu sebenarnya hanya membukanya dan mengeluarkan sekrup itu. Waktu pemulihan seharusnya singkat….” serunya…

    Dengan pernyataan diatas ini berarti Marquez akan menjalani operasi ganda minggu ini:…satu untuk memperbaiki patahan di kaki kanannya, dan satu lagi untuk membuka bahu kanan serta mengeluarkan sekrup patah yang mengganggu saraf radial. Ini bukan pertama kalinya Marquez menyembunyikan masalah cederanya dari media….

    • 2018: Cedera bahu berulang (dislokasi) baru terungkap saat perayaan gelar juara.

    • 2022: Masalah lengan kanan disembunyikan hingga operasi besar keempat diumumkan saat Grand Prix Italia.

    Kini, dengan jarak 51 poin dari puncak klasemen, Marquez memilih untuk fokus pada pemulihan. Ia berharap setelah operasi dan masa rehabilitasi, ia bisa kembali konsisten dan mengejar ketertinggalan.

    Last….Pengakuan Marquez ini menjelaskan banyak hal: inkonsistensi, kesalahan-kesalahan aneh, dan kecelakaan yang seharusnya tidak terjadi pada pembalap sekalibernya. Masalah saraf radial yang “menggagalkan” kendali motor di saat tidak terduga adalah mimpi buruk bagi pembalap MotoGP. Kini, dengan operasi ganda yang akan segera dijalani, musim 2026 Marquez praktis berada di ujung tanduk. Namun, jika pemulihannya berjalan lancar, ia masih bisa kembali untuk seri-seri terakhir musim ini—atau setidaknya bersiap untuk 2027 bersama Ducati. Untuk sementara, gelar juara dunia ke-10 harus ditunda. Prioritas Marquez sekarang adalah kesehatan. Semangat Marc !! (iwb)

  • MotoGp Sprint Le Mans 2026 : Marquez crash mengerikan….Martin the King !!!

    MotoGp Sprint Le Mans 2026 : Marquez crash mengerikan….Martin the King !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…ngiluuu cak melihat crash Marc yang sangat mengerikan. Sprint race MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti berlangsung dramatis. Jorge Martin (Aprilia) sukses meraih kemenangan Sprint keduanya musim ini setelah start dari posisi kedelapan. Ia mengalahkan Francesco Bagnaia (Ducati) yang finis kedua dan rekan setimnya Marco Bezzecchi yang melengkapi podium. Nasib buruk menimpa Marc Marquez. Juara bertahan itu mengalami highside keras dari posisi ketujuh saat balapan menyisakan satu lap. Ia terlihat pincang saat kembali ke pit. Waaduhhhh,,,,

    Jorge Martin memulai sprint race dari posisi kedelapan. Namun, ia langsung tancap gas dan mengambil alih posisi terdepan dengan manuver berani di sisi luar tikungan chicane pertama, melewati rekan setimnya Bezzecchi. Martin berhasil mempertahankan keunggulan hingga finis. Bagnaia yang start dari pole position kehilangan posisi kedua setelah Bezzecchi melebar, tetapi bangkit dan finis sebagai runner-up. Sementara itu, Marc Marquez justru mundur ke posisi ketujuh setelah disalip Pedro Acosta dan Joan Mir sebelum insiden kecelakaan terjadi. Dengan satu lap tersisa, Marquez kehilangan kendali saat pengereman menuju tikungan terakhir. Motor Ducati-nya mengamuk dan melemparkannya ke udara. Ia terlihat pincang saat kembali ke pit, menambah daftar panjang masalah fisiknya musim ini. Ini adalah kali kedua ia gagal finis di sprint race (setelah sebelumnya di Thailand). Asli ngeri cak melihat crashnya…

    Fabio Di Giannantonio, yang start dari posisi keempat, mendapat wheelie besar saat start. Ia terjungkir ke posisi 14 dan kemudian terjatuh, mengubur harapannya untuk merebut poin. Sprint race yang hanya 13 lap ini cukup “mahal” bagi banyak pembalap. Selain Marquez dan Di Giannantonio, Franco Morbidelli, Raul Fernandez, Luca Marini, Enea Bastianini, serta Jonas Folger (pengganti Maverick Vinales) juga gagal finis…

    Last….Sprint race MotoGP Prancis menyisakan cerita campur aduk. Di satu sisi, Jorge Martin semakin dekat dengan Bezzecchi di klasemen. Di sisi lain, Marc Marquez kembali pulang dengan badan ringsek—secara harfiah. Jika ia tidak fit untuk balapan utama, peluang Ducati untuk mengejar Aprilia akan semakin berat. Sementara itu, Fabio Quartararo memberikan secercah harapan bagi Yamaha di kandangnya sendiri, meskipun di sprint race ia “hanya” finis kelima. Balapan utama hari Minggu diprediksi akan berlangsung sengit, dengan ancaman hujan ringan yang bisa mengacaukan strategi semua tim. Akankah Martin menang lagi? Atau Bagnaia yang akan memanfaatkan pole position-nya? sing jelas Marc remuk cakkkk…amsyong tenan !! (iwb)

    2026 French MotoGP, Le Mans – Sprint Race Results

    Pos Rider Nat Team
    1 Jorge Martin SPA Aprilia Factory (RS-GP26)
    2 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26)
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Factory (RS-GP26)
    4 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)
    5 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)
    6 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
    7 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
    8 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26)
    9 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)*
    10 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)
    11 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25)
    12 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)
    13 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    14 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)*
    15 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)
    16 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26)
    Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26)
    Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
    Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V)
    Jonas Folger GER Red Bull KTM Tech3 (RC16)

  • Moto3 Kualikasi Le Mans : Veda Ega Unjuk Gigi…melesat masuk top 6, ediannn !!!

    Moto3 Kualikasi Le Mans : Veda Ega Unjuk Gigi…melesat masuk top 6, ediannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan hasil gemilang di kualifikasi Le Mans 2026. Dalam sesi kualifikasi Moto3 Prancis yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Sabtu (9/5/2026), Veda sukses mengamankan posisi start ke-6 setelah tampil impresif di sesi Q2. Hasil ini memastikan Veda akan memulai balapan esok hari dari baris kedua (Row 2), sebuah pencapaian krusial yang menempatkannya di tengah persaingan perebutan podium. Juozzz tenan !!!

    Sesi kualifikasi Q2 berlangsung sangat dramatis. Veda menunjukkan ketenangan luar biasa saat menghadapi tekanan dari pebalap-pebalap berpengalaman lainnya. Di menit-menit akhir sesi, Veda berhasil melakukan time attack yang tajam, mempertajam catatan waktunya, dan merangksek naik hingga mengunci posisi keenam.

    Kunci keberhasilan Veda kali ini adalah kemampuannya memaksimalkan sektor terakhir sirkuit Le Mans yang menuntut pengereman keras dan akselerasi cepat. Konsistensi Veda sepanjang sesi latihan bebas hingga kualifikasi membuktikan bahwa ia telah menemukan setup motor yang pas untuk menaklukkan lintasan teknis sepanjang 4,2 kilometer tersebut…

    Analisis Singkat:

    • Dominasi Leopard Racing: A. Fernandez menunjukkan kecepatan luar biasa dengan menembus angka 1 menit 40.0 detik.

    • Performa Veda Pratama: Veda tampil sangat solid. Selisih waktunya dengan peraih pole hanya 0.260 detik, membuktikan bahwa ia sangat kompetitif untuk memperebutkan podium di balapan besok.

    • Kerapatan Grid: Jarak antara posisi 1 hingga posisi 8 bahkan tidak sampai 0.4 detik, menandakan balapan besok akan berlangsung sangat ketat.

    Start dari posisi ke-6 memberikan keuntungan besar bagi Veda. Tikungan pertama Le Mans yang dikenal sangat sempit seringkali menjadi titik kecelakaan massal bagi pebalap yang memulai dari barisan tengah ke belakang. Dengan berada di Row 2, Veda memiliki peluang bersih untuk langsung menusuk ke grup terdepan segera setelah lampu start padam.

    “Berada di baris kedua adalah target yang realistis dan sangat bagus untuk modal balapan besok. Saya merasa motor bekerja dengan sangat baik di area pengereman,” ujar Veda dalam keterangannya setelah sesi.

    Last….Dukungan penuh mengalir dari tanah air untuk pebalap muda ini. Melihat kecepatannya di sesi kualifikasi, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium pertamanya musim ini terbuka sangat lebar. Fokus utama untuk balapan besok adalah manajemen ban yang efektif serta menjaga konsistensi di setiap lap agar tetap berada dalam grup pemimpin lomba. Akankah Veda Ega Pratama berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di podium Le Mans besok? Mari kita pantau terus cak…gazzzz !! (iwb)

    Hasil Kualifikasi Moto3 Le Mans 2026

    Pos No Pebalap Tim Catatan Waktu Selisih (Gap)
    1 31 A. Fernandez Leopard Racing 1:40.042 –
    2 28 M. Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.183 +0.140
    3 66 J. Kelso GRYD – MLav Racing 1:40.204 +0.160
    4 97 M. Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.265 +0.216
    5 64 D. Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.286 +0.236
    6 9 Veda Pratama Honda Team Asia 1:40.307 +0.260
    7 51 B. Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.348 +0.297
    8 83 A. Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.419 +0.375
    9 18 M. Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.521 +0.483
    10 8 E. O’Shea GRYD – MLav Racing 1:40.681 +0.639
    11 94 G. Pini Leopard Racing 1:40.753 +0.712
    12 13 H. Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.763 +0.717
    13 22 D. Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.873 +0.831
    14 73 V. Perrone Red Bull KTM Tech3 1:40.964 +0.922
    15 14 C. Buchanan CODE Motorsports 1:41.011 +0.969
    16 54 J. Rios Rivacold Snipers Team 1:41.102 +1.060
    17 11 A. Cruces CIP Green Power 1:41.143 +1.101
    18 19 S. Ogden CIP Green Power 1:41.494 +1.452
  • Aturan Baru Pit lane Kontroversi Marquez….Akhirnya di Perketat !!

    Aturan Baru Pit lane Kontroversi Marquez….Akhirnya di Perketat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Komisi Keselamatan MotoGP resmi memperkenalkan aturan baru terkait masuknya pembalap ke jalur pit (pit lane) mulai Grand Prix Prancis akhir pekan ini. Aturan ini secara tidak langsung lahir dari celah regulasi yang dieksploitasi Marc Marquez di Jerez beberapa pekan lalu. Karena sifatnya yang lahir dari sebuah insiden yang melibatkan pembalap Ducati tersebut, aturan baru ini pun dijuluki sebagai “aturan anti-Marquez” …!!

    Insiden yang memicu lahirnya aturan ini terjadi saat sprint race di Jerez cak. Marc Marquez yang terjatuh, memilih jalur “alternatif” untuk kembali ke pit. Ia memotong trek lintasan, melewati rumput, lalu menyusuri jalur masuk pit dari sisi luar garis putih tebal (solid line) yang seharusnya menandai area masuk.

    Setelah insiden tersebut, Race Control melakukan investigasi. Hasilnya mengejutkan: ternyata tidak ada aturan yang secara spesifik melarang manuver seperti itu. Satu-satunya aturan yang ada saat itu adalah kewajiban menghormati batas kecepatan 60 km/jam di jalur pit. Karena tidak ada dasar aturan yang dilanggar, Marquez pun tidak dikenai penalti dan akhirnya memenangkan sprint race tersebut.

    Nah dari sana cak yang terbaru…Race Director menyadari adanya celah ini dan segera mengambil tindakan. Sebuah note (catatan) resmi diterbitkan untuk Grand Prix Prancis yang mengatur:

    Aspek Aturan Sebelumnya Aturan Baru
    Persyaratan masuk pit Tidak spesifik (hanya menghormati batas kecepatan) Wajib melewati garis putus-putus (dotted line) jalur masuk pit
    Larangan memotong Tidak diatur Dilarang memotong garis putih tebal, baik sisi dalam maupun sisi luar
    Sanksi Tidak ada Akan dikenai penalti (spesifikasi sanksi belum dirilis)

    Aturan baru ini telah disosialisasikan kepada para pembalap dalam pertemuan Komisi Keselamatan (Safety Commission) di Le Mans. Race Control ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pembalap yang bisa “memperpendek” atau mengambil jalur pintas masuk pit. Manuver yang dilakukan Marquez di Jerez dinilai sebagai tindakan yang seharusnya tidak diperbolehkan meskipun secara regulasi masih diperbolehkan saat itu. Aturan ini juga menutup kemungkinan pembalap untuk:

    • Memotong dari sisi dalam jalur masuk pit (misalnya setelah melebar di tikungan terakhir)

    • Memotong dari sisi luar seperti yang dilakukan Marquez

    Jelas cak….kelahiran aturan ini mengingatkan pada aturan-aturan sebelumnya di MotoGP yang lahir akibat eksploitasi celah oleh Marquez, seperti aturan tentang batas lintasan atau flag-to-flag. Meskipun aturan ini secara implisit menargetkan perilaku Marquez, pada akhirnya aturan ini bersifat universal untuk semua pembalap. Mereka kini harus lebih berhati-hati saat masuk pit lane, terutama dalam situasi darurat setelah crash….

    Last….Aturan “anti-Marquez” ini adalah bukti bahwa MotoGP terus berkembang. Setiap celah yang ditemukan pembalap akan segera ditutup oleh Race Direction untuk menjaga keadilan dan keselamatan. Bagi penggemar, aturan ini mungkin terlihat sebagai “hukuman” bagi Marquez, tetapi pada dasarnya ini adalah langkah untuk memperjelas regulasi yang sebelumnya ambigu. Pertanyaannya: akankah ada pembalap lain yang menemukan celah baru di masa depan? Kita lihat saja. Yang pasti, MotoGP tidak pernah kehabisan drama, baik di lintasan maupun di meja regulasi cak….(iwb)

  • Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sesi latihan MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti, Jumat (8/5/2026), diwarnai dengan divergensi menarik di kubu Ducati. Para pembalap pabrikan memperkenalkan fairing samping terbaru spesifikasi 2026 yang diuji di Jerez. Namun, Marc Marquez memilih jalur berbeda: ia kembali menggunakan desain aerodinamika yang ia kenakan saat meraih gelar juara dunia 2025. Betul cak…..Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Keputusan ini menjadikan Marquez satu-satunya pembalap Ducati yang tidak menggunakan fairing terbaru yang sama dengan Fabio Di Giannantonio, Alex Marquez, dan Pecco Bagnaia. Jadi cak…Marquez sebelumnya telah meninggalkan paket aero 2025 untuk memulai musim 2026 dengan desain 2024 (yang memiliki “loop” sayap atas lebih besar tetapi saluran downwash lebih kecil). Alasannya sederhana: kondisi bahunya yang masih dalam masa pemulihan.

    “Saya tidak bisa mengendarai motor dengan cara yang sama seperti tahun lalu saat ini. Aerodinamika 2025 sedikit lebih berat, lebih menuntut kondisi fisik,” jelas Marquez saat tes pramusim.

    Kini, setelah beberapa seri berlalu dan kekuatan bahunya bertambah, Marquez kembali ke fairing yang lebih berat. Alex Marquez, adiknya sekaligus pembalap Gresini, menjelaskan perbedaan ini:

    “Kami punya dua arah. Untuk Marc, Ducati percaya (pembaruannya) sedikit lebih baik… mirip dengan yang dia gunakan tahun lalu. Jadi ini adalah campuran, tapi pada akhirnya tujuannya sama.”

    Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa perbedaan pilihan ini didasarkan pada keinginan setiap pembalap.

    “Kami mengikuti keinginan setiap pembalap. Gigi (Dall’Igna) mendengarkan dan mencoba memberikan yang terbaik bagi mereka.”

    ” Marc Aero Jepang 2025″
    ” Marc Jerez 2025″
    ” Marc Le Mans 2025..”

    Namun, Marquez memberikan alasan teknis yang lebih spesifik. Ia mengatakan bahwa pilihan fairing yang berbeda bukan karena efek aerodinamika yang berbeda, melainkan karena perbedaan ukuran tubuhnya dengan pembalap lain.

    “Kami memahami dengan Ducati bahwa fairing ini lebih baik untuk gaya balap saya. Arahnya sama (dengan GP26 lainnya), efeknya sama, tetapi tergantung pada posisi tubuh. Saya jauh lebih kecil dari Diggia, Pecco, dan Alex, dan insinyur Ducati percaya bahwa untuk posisi tubuh dan ukuran saya, fairing ini lebih baik, dengan efek yang sama.”

    Di atas kertas, langkah ini belum serta merta membawa dampak instan. Ketiga pembalap Ducati lainnya (Bagnaia, Di Giannantonio, dan Alex Marquez) berhasil lolos langsung ke Q2.

    Sementara itu, Marquez justru harus puas di posisi 13 dan melakoni Q1, setelah lap terakhirnya terganggu bendera kuning akibat kecelakaan yang menimpa Bagnaia.

    Namun, terlepas dari hasil sesi latihan, kepulangan Marquez ke aero “gaya berat” bisa menjadi sinyal bahwa kondisi fisiknya perlahan pulih. Dengan defisit 44 poin dari Marco Bezzecchi, ia membutuhkan setiap keunggulan yang bisa ia dapatkan, bahkan jika itu berarti mengendarai motor yang lebih “menuntut fisik”.

    Last….Marquez bukan satu-satunya juara dunia yang “mundur” dalam pilihan aero. Di kubu Yamaha, Fabio Quartararo memilih untuk kembali menggunakan front wing versi mesin Inline4 untuk seri kandangnya di Le Mans. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya cak……(iwb)