Author: Iwanbanaran

  • Veda Ega Menggila di Catalunya…Meroket dari Grid 20 hingga Amankan Finis Ke-8!

    Veda Ega Menggila di Catalunya…Meroket dari Grid 20 hingga Amankan Finis Ke-8!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa luar biasa dalam ajang balap internasional kelas Moto3 di Monster Energy Grand Prix of Catalonia. Mengawali balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, pembalap andalan Honda Team Asia ini berhasil melakukan comeback fantastis dan finis di zona poin penting. Asli cakk…ini luarrr biasaaaa !!!

    Sesi kualifikasi yang menempatkannya di urutan ke-20 pada starting grid tentu menjadi tantangan besar bagi Veda. Memulai balapan sepanjang 18 lap di Circuit de Barcelona-Catalunya dari barisan belakang membutuhkan fokus tinggi dan strategi yang matang. Namun, modal tersebut terbukti dimiliki oleh pembalap bernomor motor 9 ini.

    Sejak lampu hijau menyala, Veda langsung tampil agresif namun tetap terukur. Lap demi lap ia gunakan untuk memangkas jarak dengan pembalap di depannya. Di sirkuit sepanjang 4.657 meter yang terkenal teknis ini, ia berhasil melewati satu per satu rivalnya dengan aksi overtake yang bersih…

    Ritme Balap Konsisten dan Catatan Waktu Impresif

    Kunci utama dari keberhasilan Veda menembus posisi 8 besar adalah konsistensi kecepatannya di atas lintasan. Berdasarkan data resmi Tissot, Veda mencatatkan waktu lap terbaik pribadinya pada lap ke-3 dengan torehan 1 menit 47,577 detik. Catatan waktu ini menempatkannya sebagai salah satu pembalap dengan kecepatan satu lap (fastest lap) yang sangat kompetitif di antara barisan depan, hanya terpaut 0,325 detik dari lap tercepat balapan yang dicetak oleh David Almansa.

    Kecepatan motor Honda tunggangannya juga sangat stabil, di mana ia mampu mencatatkan total waktu balapan 32 menit 29,948 detik, atau hanya berselisih kurang dari satu detik (0,984 detik) dari sang juara seri, Maximo Quiles. Persaingan yang sangat ketat di grup depan memperlihatkan betapa matangnya mental bertarung Veda di atas lintasan.

    Veda mencatatkan waktu lap yang sangat konsisten di kisaran 1 menit 47,5 detik hingga 1 menit 48,1 detik. Berikut perbandingan lap time Veda dengan pemenang balapan (Quiles):

    Lap ke- Veda Pratama Maximo Quiles Selisih
    2 1’47.633 1’48.606 -0.973
    3 1’47.577 1’48.605 -1.028
    4 1’47.929 1’48.394 -0.465
    5 1’47.860 1’47.859 -0.001
    6 1’47.663 1’47.734 -0.071
    7 1’47.890 1’48.629 -0.739
    8 1’47.964 1’48.027 -0.063

    Veda bahkan sempat mencatatkan waktu lap yang lebih cepat dari pemenang di beberapa lap awal. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan setara dengan para pembalap papan atas

    Perbandingan dengan Rekan Setim

    Pembalap Posisi Start Posisi Finish Poin
    Veda PRATAMA 20 8 8
    Zen MITANI 23 22 0

    Data Menarik: Kompetisi yang Super Ketat

    Metrik Data
    Gap Veda ke Pemenang +0,984 detik
    Gap P1 ke P8 (Veda) Kurang dari 1 detik
    Gap P1 ke P15 (Yamanaka) Kurang dari 10 detik

    Dalam 1 detik saja, terdapat 8 pembalap yang bersaing ketat di garis finis. Ini adalah salah satu balapan dengan persaingan terketat musim ini. Hampir seluruh pembalap Top 15 saling berhimpitan!

    Analisis: Comeback Luar Biasa

    Aspek Performa Veda Analisis
    Start Posisi 20 Start dari baris ketujuh (sangat tidak ideal)
    Posisi Akhir Posisi 8 Naik 12 posisi!
    Gap ke P1 +0.984 detik Hanya terpaut kurang dari 1 detik dari pemenang
    Rekan Setim Zen Mitani (P22, +27.942 detik) Veda unggul sangat jauh dari rekannya sendiri

    Strategi dan Keunggulan Veda

    1. Start Bukan Segalanya
      Start di posisi buncit tidak menghentikan Veda. Ia membuktikan bahwa di Moto3, siapa yang paling berani dan cerdaslah yang akan menang, bukan hanya siapa yang start di depan.

    2. Kemampuan Mengejar yang Tinggi
      Naik 12 posisi dalam balapan yang kompetitif menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan membaca balapan dengan baik, memanfaatkan slipstream, serta mengambil risiko di saat yang tepat.

    3. Mental Baja
      Kegagalan di kualifikasi seringkali menjadi pukulan mental bagi pembalap. Namun, Veda menunjukkan mental juara dengan tetap fokus dan mampu finis di zona poin.

    4. Sisa Pekerjaan Rumah
      Pekerjaan besar tetap ada: kualifikasi. Jika ia bisa start di baris depan (P1-P8), bukan tidak mungkin ia akan bersaing untuk podium atau bahkan kemenangan.

    Last….dengan finis di posisi ke-8, pembalap kebanggaan tanah air ini berhak membawa pulang tambahan 8 poin berharga. Tambahan poin dari Catalunya ini membuat posisi Veda Ega Pratama semakin kokoh di peringkat ke-5 klasemen sementara World Championship dengan total raihan 58 poin. Hasil ini sekaligus membawa kontribusi besar bagi negaranya dan tim Honda Team Asia yang terus berjuang di papan atas klasemen kejuaraan tim dunia. Performa impresif di Catalonia menjadi bukti nyata bahwa posisi start yang jauh di belakang bukanlah halangan bagi Veda Ega Pratama untuk bisa bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik dunia. Luarrr biasaaaaaa Vedaaa …(iwb)

  • Satu Dekade Yamaha Aerox Dimulai dari Bandung… Modifikasinya Jiannn Moncrot Tenan!!

    Satu Dekade Yamaha Aerox Dimulai dari Bandung… Modifikasinya Jiannn Moncrot Tenan!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk..Bandung emang nggak ada matinya kalau soal urusan gaya, Cak! Sabtu kemarin (25/4), area Pasir Koja mendadak berubah jadi “lautan” Aerox. Bukan tanpa alasan, ternyata Yamaha resmi membuka rangkaian event akbar Gathering Team Aerox (GTA) sebagai gong pembuka perayaan satu dekade alias 10 tahun kiprah Yamaha Aerox di Indonesia. Oalahhh… nggak terasa ya Cak, sudah 10 tahun kita ditemani motor sporty bin beraura racy ini!

    Dari Generasi Lawas sampai Aerox Alpha YECVT… Ngumpul Kabeh!

    IWB salut sama antusiasme para youngster masa kini. Ratusan peserta tumplek blek jadi satu. Mulai dari pengguna Aerox generasi awal sampai yang paling gres, yaitu Yamaha Aerox Alpha yang sudah dibekali teknologi canggih YECVT.

    Rifki Maulana, pentolan PR dari Yamaha Indonesia, sempet bisikin ke IWB kalau Aerox ini memang sudah jadi lifestyle item. Mau dipakai night ride, sunmori, sampai dimodifikasi gila-gilaan, Aerox emang paling juozzz buat anak muda yang ogah tampil standar….

    ” Menyambut perayaan satu dekade Yamaha AEROX, secara spesial kami kembali menggelar event Gathering Team AEROX sebagai pembuka keseruan. Sejak meluncur pada tahun 2016, dari generasi pertama hingga generasi AEROX ALPHA yang tampil MAXimal dengan teknologi YECVT, AEROX telah berhasil membuktikan dirinya sebagai lifestyle item anak-anak muda. Menjamurnya kultur modifikasi, night ride, sunmori, dan lainnya adalah segelintir manifestasi keberhasilan AEROX sebagai lifestyle item bagi para youngster masa kini. Menyambut momen spesial ini, kami pun kembali menghelat GTA sebagai wadah bagi para pengguna setia untuk menyalurkan passion mereka. Event ini pun turut diselenggarakan di beberapa kota untuk semakin memperkuat rasa bangga mereka sebagai pengguna AEROX,” ujar cak Rifki Maulana, Manager PR, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg

    Racun Modifikasi: Indo Proper Sampai Vietnam Style!

    Nah, ini yang bikin mripat IWB nggak kedip, Cak! Kolaborasi bareng Matic Undercover, event GTA Bandung ini menyuguhkan kontes modifikasi yang outstanding. Bayangkan, ada 21 kategori kelas kompetisi!

    IWB intip satu-satu, konsepnya bener-bener anti-mainstream:

    • Genre Indo Proper: Yang tampilannya bersih, rapi, tapi part-nya bikin dompet bergetar!

    • Vietnam Style: Yang lagi hits dengan aura racy khas negeri tetangga.

    • Sparepart Premium: Mulai dari body karbon asli, part CNC eksklusif, sampai suspensi yang harganya mungkin bisa buat beli motor matic entry level, Cak! Walahhh… totalitas tanpa batas!

    Night Ride yang Memecah Keheningan Bandung

    Nggak cuma pamer motor ganteng, keseruan lanjut ke hiburan musik EDM yang bikin suasana makin panas. Salah satu peserta bernama Riswan sampai bilang kalau vibes-nya dapet banget, apalagi pas lihat modifikasi yang out of the box.

    Puncaknya? Apalagi kalau bukan Night Ride, Cak! Ratusan Aerox menyusuri jalanan kota Bandung, memecah kesunyian malam dengan deru mesin yang khas. Ini baru namanya satu frekuensi!

    Last….buat sampeyan yang kemarin nggak sempet ke Bandung, jangan berkecil hati. Rangkaian perayaan satu dekade Aerox ini bakal lanjut terus dari Mei sampai Juni mendatang di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Siapkan unit sampeyan, poles yang kinclong, dan jangan lupa servis rutin biar tetep juozzz gandozzz pas diajak nongkrong! Siapa di sini yang sudah nungguin GTA mampir di kotanya? Atau ada yang Aerox-nya sudah full spek “racun”? Tumpahkan komentarnya di bawah….Salam Gazz zpolllll cakkkk….(IWB)

  • Massimo Meregalli Akui Proyek V4 Yamaha “Lebih Sulit dari Perkiraan” !!

    Massimo Meregalli Akui Proyek V4 Yamaha “Lebih Sulit dari Perkiraan” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Bos tim MotoGP Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui bahwa pengembangan proyek mesin V4 berjalan lebih sulit dari yang ia bayangkan. Dalam pernyataan jujurnya usai tes resmi di Jerez, ia mengungkapkan rasa frustrasi sekaligus optimisme bahwa masa depan masih bisa lebih baik….

    Musim 2026 adalah tahun pertama Yamaha menggunakan mesin V4 setelah bertahun-tahun setia dengan konfigurasi inline-4. Harapannya, dengan mengikuti arus mayoritas pabrikan lain (Ducati, Aprilia, KTM), Yamaha bisa kembali bersaing di papan atas.

    Namun, kenyataan berkata lain. Hingga seri keempat (Spanyol), Yamaha hanya mengoleksi 14 poin —jauh di bawah capaian periode yang sama tahun lalu (42 poin). Fabio Quartararo, yang tahun lalu masih bisa naik podium di Jerez, kali ini finis lebih dari 30 detik dari pemenang.

    “Saya Kira Akan Lebih Mudah”

    Meregalli tidak menutupi keterkejutannya atas beratnya jalan yang harus dilalui timnya.

    “Tentu saja kami sadar ini tidak akan mudah. Tapi saya harus akui, saya pikir proyek ini akan sedikit lebih mudah dari yang terjadi. Sayangnya, kami menghadapi jalan yang mungkin tidak kami duga, yang sedikit memperlambat proses pengembangan.”

    Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Yamaha menemui “batu sandungan” tak terduga dalam transisi dari inline-4 ke V4. Apakah itu masalah getaran? Distribusi bobot? Atau integrasi dengan elektronika? Meregalli tidak merinci.

    Atmosfer Tim Masih Baik

    Meski hasil di lintasan buruk, Meregalli menegaskan bahwa suasana di dalam tim tetap positif.

    “Tim sendiri terus berusaha semaksimal mungkin. Dan atmosfernya, menurut saya, masih baik. Ketika ada sesuatu yang baru, itu sudah membawa positif dan menjadi dorongan tambahan.”

    Ia juga realistis bahwa bagian awal musim ini memang sudah diprediksi akan sulit.

    “Kami semua sadar, sejak memulai musim ini, kami berpikir—dan berbicara secara internal— bahwa bagian pertama akan berat. Tapi kami tetap percaya di paruh kedua kami mungkin akan mulai melihat hasil yang berbeda.”

    Dampak: Quartararo Pergi, Martin & Ogura Datang

    Kinerja buruk Yamaha di awal musim V4 ini menjadi salah satu pemicu hengkangnya Fabio Quartararo ke Honda pada 2027. Pembalap Prancis itu frustrasi dengan kurangnya progres.

    Namun, Yamaha tidak tinggal diam. Mereka telah mengamankan Jorge Martin dan Ai Ogura untuk musim depan—sebuah sinyal bahwa pabrikan Jepang ini masih dipercaya oleh pembalap top.

    Strategi ke Depan

    Meregalli menolak terburu-buru. Baginya, proyek V4 ini adalah maraton, bukan sprint.

    “Kita baru di awal, dan sejauh ini kami berada di posisi yang kami kira bisa kami capai. Kami masih percaya di paruh kedua musim ini kami akan mulai melihat hasil yang berbeda.”

    Yamaha berharap peningkatan yang diuji di tes Jerez (termasuk aerodinamika dan setup mesin) bisa membuahkan hasil di seri Eropa berikutnya, seperti Le Mans dan Mugello.

    Last….Pengakuan jujur Meregalli bahwa proyek V4 Yamaha “lebih sulit dari perkiraan” adalah cerminan realita di paddock. Transisi teknologi yang radikal tidak pernah mudah, bahkan untuk pabrikan sekelas Yamaha. Pertanyaan besarnya… Akankah Yamaha bisa bangkit di paruh kedua musim seperti yang diharapkan Meregalli? Atau justru musim 2026 akan menjadi “musim transisi” yang terlupakan, sambil bersiap menyambut Martin dan Ogura di 2027? piye menurut sampeyan cak…? (iwb)

  • Tech3 Buka Suara soal Masa Depan 2027: Pindah ke Honda atau Tetap KTM?

    Tech3 Buka Suara soal Masa Depan 2027: Pindah ke Honda atau Tetap KTM?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Tech3, tim satelit MotoGP yang saat ini bermitra dengan KTM, masih belum menentukan pabrikan mana yang akan digandeng pada era regulasi 850cc mulai 2027. Namun mereka sudah memberikan petunjuk…kemana sepertinya Tech 3 akan berlabuh. Yup..Tech3 Buka Suara soal Masa Depan 2027: Pindah ke Honda atau Tetap KTM?

    Nicolas Goyon, manajer tim Tech3, mengungkapkan bahwa pabrikan masih menjadi teka-teki terbesar. Laporan terbaru justru mengaitkan tim asal Prancis itu dengan Honda, setelah rumor kepindahan ke Gresini Ducati dinyatakan batal. Sejak diambil alih oleh konsorsium pimpinan eks bos tim F1 Haas, Guenther Steiner, Tech3 sempat dianggap akan melanjutkan kerja sama dengan KTM. Namun, beberapa pekan terakhir justru muncul isu bahwa Honda sangat ingin memperluas kehadirannya di grid menjadi enam motor pada 2027, dan Tech3 adalah target paling realistis.

    “Ketika kita bicara soal 2027, masalah besar tetap pada keputusan pabrikan mana yang akan kita ikuti. Penandatanganan pembalap juga tergantung pada ini. Saya sudah bicara dengan beberapa pembalap. Kami tahu—meskipun semua tidak resmi—pembalap mana yang akan tersedia tahun depan. Beberapa manajer menyatakan minat mereka untuk membalap untuk kami. Tapi mengadakan pembicaraan konkret tanpa mengetahui pabrikan mana yang akan bekerja sama dengan Tech3 adalah tidak ada gunanya.”..” ujar Goyon kepada Speedweek Jerman.

    Goyon menyadari bahwa pembalap Moto2 bisa menjadi pilihan menarik untuk 2027 berkat pengalaman mereka dengan ban Pirelli (yang akan digunakan di MotoGP mulai tahun depan). Namun, ia waspada untuk mengisi kedua kursi Tech3 dengan rookie, mengingat pengalaman pahit tim pada 2022 dengan duo Remy Gardner dan Raul Fernandez.

    “Tech3 memiliki banyak pengalaman dengan pembalap yang baru naik kelas. Ada yang baik, ada yang kurang baik. Musim ketika kami balapan dengan dua rookie, Remy Gardner dan Raul Fernandez, tidak terlalu positif. Anda tidak bisa menyamaratakan, karena faktor lain juga terlibat. Saya pikir dalam situasi saat ini, akan baik bagi Tech3 untuk memulai dengan satu pembalap MotoGP berpengalaman dan satu rookie.”

    Line-up Tech3 saat ini, Enea Bastianini dan Maverick Vinales, kemungkinan besar tidak akan bertahan untuk 2027.

    • Enea Bastianini dikabarkan akan kembali ke Gresini Ducati, tempat ia pernah meraih kemenangan perdananya di MotoGP.

    • Maverick Vinales tadinya diyakini akan naik ke tim pabrikan KTM, tetapi kabar terbaru menyebutkan ia mungkin kalah saing dengan Fabio Di Giannantonio.

    Last….Keputusan Tech3 untuk belum menentukan pabrikan mungkin juga terkait dengan keputusan Grand Prix Commission yang melarang wildcard mulai 2027. Jika Tech3 pindah ke Honda, maka pabrikan asal Tokyo itu akan memiliki enam motor di grid (dua pabrikan, dua LCR, dua Tech3). Jika tetap di KTM, jumlah motor KTM di grid bisa menyusut jika Pierer Mobility tidak memperluas tim satelit lain. Artinya cak….Tech3 berada di persimpangan jalan. Keputusan memilih antara KTM (mitra lama) atau Honda (pabrikan yang sedang bangkit) akan menentukan nasib tim di era 850cc. Apapun pilihannya, komposisi pembalap kemungkinan besar akan terdiri dari satu pembalap berpengalaman dan satu rookie. Kita tunggu perkembangannya dalam beberapa pekan ke depan…..(iwb)

  • Sprint Race Catalunya 2026…Alex Marquez Menang, Jorge Martin crash, Bezzechi kenapa ?

    Sprint Race Catalunya 2026…Alex Marquez Menang, Jorge Martin crash, Bezzechi kenapa ?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Sprint race MotoGP Catalunya 2026 berlangsung sengit dan penuh drama. Alex Marquez (Gresini Ducati) keluar sebagai pemenang setelah duel ketat dengan Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang hanya terpaut 0,041 detik di garis finis. Ini adalah kemenangan sprint race pertama musim ini bagi adik dari Marc Marquez tersebut, sekaligus kemenangan terdekat dalam sejarah MotoGP Sprint !! (more…)

  • Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!

    Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….IWB lumayan terkejut melihat tayangan Ducati yang membongkar perasaan Marc. Kabar paling baru dari garasi Ducati Lenovo Team, sang juara bertahan, Marc Marquez, ternyata menyimpan rahasia yang bener-bener mengiris hati. Lewat video eksklusif serial Inside Ducati, terlihat jelas momen emosional saat Marquez menangis tersedu di depan Gigi Dall’Igna dan kru mekaniknya setelah menjadi korban kecelakaan highside di Sprint Race Le Mans kemarin. Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!

    Bukannya mengeluhkan perkara kakinya yang patah akibat insiden tersebut, Marquez malah blak-blakan mengakui perkara yang jauh lebih mengerikan: “I’m riding with one and a half arms… Aku balapan cuma pakai tangan satu setengah. Sampeyan pasti ingat insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi di sirkuit Mandalika, Indonesia, musim 2025 kemarin kan? Nah, ternyata dari situlah petakanya, cakk! Baut bedah yang ada di bagian pundak Marquez ternyata bergeser pasca tabrakan tersebut.

    Marquez merasakan ada yang aneh pasca seri Jerez kemarin. Saat doi membungkuk dalam posisi riding, baut yang bergeser itu malah mengenai dan menjepit saraf radial-nya. Itu adalah saraf utama yang berfungsi untuk menggerakkan tiga jari dan lengan kanannya cakk! Akibatnya? Kekuatan tangane langsung loyo alias hilang seketika! Ini yang membuat nyesek, cakk. Marquez sampai matanya berkaca-kaca saat mengatakan bahwa sejatinya doi balapan di angka setengah detik lebih lambat dari limit aslinya.

    “Aku tidak ada yang perlu dibuktikan, aku bisa melaju kencang. Buktinya Q1 Le Mans kemarin aku bisa pecah rekor lap! Tapi masalahnya, aku balapan jauh dari limitku,” ujar Marquez emosional. Doi sering ndlosor alias kecelakaan di tikungan cepat (seperti saat balapan hari Minggu di Jerez) yang doi sendiri tidak paham sebabe. Ternyata ya itu cakk, tangannya sudah tidak kuat menahan bobot dan traksi motor Ducati spek dewa tersebut. Berikut kutipan lengkap Marc Marquez didalam pit Ducati…

    • Marc Marquez: “Aku tidak bisa bilang apa-apa.”

    • Marc Marquez: “Ada satu baut yang membuat sarafku bermasalah. Kadang terasa, kadang tidak.”

    • Anggota Tim: “Setidaknya kamu sudah mengerti masalahnya.”

    • Marc Marquez: “Ya, tapi aku sudah tahu ini bakal terjadi padaku. Kamu tidak bisa mengendarai motor dengan kondisi ‘on-off’ (sebentar oke, sebentar tidak). Sekarang terasa, nanti tidak… Aku tahu ini akan terjadi.”

    • Marc Marquez: “Itulah kenapa operasinya sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya. Aku balapan hanya dengan satu setengah lengan.”

    • Marc Marquez: “Kita perlu cari tahu apakah bisa melakukan satu operasi saja… Melewatkan balapan Catalunya… Karena mereka harus membedah dan mengambil baut yang patah itu.”

    • Marc Marquez: “Baut itu (patah) saat kecelakaan di Indonesia… Mereka melihat bautnya bergeser. Setelah balapan di Jerez, aku melakukan pemeriksaan dan bilang, ‘Ada sesuatu yang salah’.”

    • Marc Marquez: “Sebenarnya, saat aku dalam posisi berkendara… kalau posisi biasa seperti ini tidak terasa, tapi saat posisi balap, baut yang patah itu—setelah cedera di Indonesia—ia bergeser dan menekan saraf.”

    • Marc Marquez: “Saraf yang menggerakkan tiga jari ini… dan seluruh lenganku.” (menangis)

    • Anggota Tim: “Jadi itu membuat tenagamu hilang?”

    • Marc Marquez: “Ya, itu membuatku kehilangan tenaga.”

    Marquez sebenarnya sudah janjian dengan dokter untuk operasi pencabutan baut tersebut pasca balapan sirkuit Catalunya akhir pekan ini. Tapi, karena kakinya keburu cedera patah duluan di Le Mans, tim dokter langsung gerak cepat melakukan operasi ganda sekaligus untuk membenahi kaki dan pundaknya…

    Marquez memang punya mental bukan manusia biasa cakk. Bayangkan, balapan di level tertinggi MotoGP dengan kondisi saraf kejepit dan tangan cuma berfungsi separuh saja masih bisa menang Sprint Race dua kali berturut-turut musim ini! Doi memang sengaja meminta manajemen Ducati untuk merahasiakan problem ini supaya tidak menjadi bahan omongan media atau membuat fokus tim buyar selama akhir pekan. Tapi dari data telemetri, Gigi Dall’Igna dan Marco Rigamonti memang sudah merasa ada yang ganjil dengan gaya balap nomor 93 ini…

    Last..sekarang operasi sudah rampung cakk. Pihak Ducati sendiri belum bisa memastikan kapan sang Superhero ini bakal comeback, apakah sudah siap tempur lagi saat di sirkuit Mugello atau harus menunggu lebih lama. Yang pasti, keputusan operasi ini sudah benar banget demi kesehatan jangka panjang. Kita doakan saja cakk, semoga pemulihan saraf tangan Marc Marquez bisa cepat lancar, supaya doi bisa kembali nggegirisi dan balapan menggunakan dua tangan utuh lagi untuk mengacak-ngacak podium MotoGP. Gws Marc…(iwb)

  • Breaking !! Suzuki New Burgman 150 Terbaru 2026 Resmi dirilis..ini baru Gantenggg !!!

    Breaking !! Suzuki New Burgman 150 Terbaru 2026 Resmi dirilis..ini baru Gantenggg !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….lama tak terdengar suaranya di pasar skutik bongsor 150cc, kini dunia otomotif dikejutkan oleh kabar rilisnya skutik legendaris Suzuki yang sudah lama dinanti-nanti. Bukan di Indonesia, cakk! Kabar terbaru menyebutkan bahwa Suzuki Burgman 150 terbaru kini sudah resmi rilis di Kolombia. Ini baru gantenggg !!!

    Langkah mengejutkan ini sekaligus menjawab teka-teki panjang mengenai masa depan lini Burgman di kelas premium, mengingat pasar 150cc Maxy didominasi oleh Yamaha NMax dan Honda PCX. Dengan membawa desain legendaris “Maxi Scooter” yang berkelas dan fitur modern yang tak kalah tanding, Burgman 150 akhirnya resmi mengaspal keluar dari Cina cak. Yup…ini basisnya adalah Hajoue UFR150 yang sudah pernah kita bahas. IWB sendiri cukup penasaran apakah Burgman 150 versi kolombia ini sama dengan Hajoue UFR150 Cina. IWB langsung searching data lengkap dari sumber-sumber tepercaya yang berbasis di Amerika Latin. Ini dia bocoran data spesifikasi Burgman 150 terbaru yang kini resmi mengaspal di sana :

    1. Desain Maxi Scooter Murni: Mewah dan Berkelas

    Kalau dilihat cak…Burgman 150 terbaru ini tetap mempertahankan DNA asli Burgman. Desain bodinya lebar, gagah, namun tetap elegan dengan garis-garis yang mengalir lembut. Nggak sama dengan skutik sporty lainnya; Burgman 150 lebih menonjolkan aura premium, kemewahan, dan kenyamanan berkendara, khas maxi-scooter murni.

    2. Mesin 150cc SEP-i: Tenaga Menggigit, Tetap Irit

    Berdasarkan data teknis, Burgman 150 ini dibekali mesin generasi terbaru: 4-stroke, 1-silinder, berpendingin cairan (Liquid-cooled), 149 cc.

    Data Teknis Spesifikasi
    Isi Silinder 149 cm³
    Tenaga Maksimum 14,4 HP (daya kuda) @ 8.500 rpm
    Torsi Maksimum 14,2 Nm @ 6.500 rpm
    Transmisi CVT (Automatic)
    Sistem Bahan Bakar Fuel Injection (dengan teknologi Suzuki Eco Performance – SEP)

    Mesinnya di-tune untuk memberikan torsi yang besar di putaran bawah hingga menengah, membuat akselerasi di perkotaan menjadi sigap namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.

    3. Fitur Modern: Penuh dengan Teknologi Terkini

    Di Kolombia, Burgman 150 ini tidak mau kalah telak. Ia dibekali segudang fitur modern untuk kenyamanan dan keselamatan:

    Fitur Spesifikasi
    Tablero (Panel Instrumen) Digital TFT Color Display (lengkap dengan Turn-by-Turn Navigation)
    Luces (Pencahayaan) Full LED System (Headlight, Tail Light, dan DRL)
    Conectividad (Konektivitas) Smartphone Connectivity melalui Bluetooth (seperti Ride Connect)
    Puerto USB Yes (Type USB-C, standard charging)
    Encendido (Starter) Keyless Smart Key System (Sistem Kunci Pintar)
    Frenos (Pengereman) Double Disc Brake (Cakram Ganda depan-belakang) dengan opsi ABS (Anti-lock Braking System)
    Safety Additional Ada opsi TCS (Traction Control System) di varian premium

    4. Akomodasi dan Kenyamanan: “Amplio Espacio”

    Inilah keunggulan utama Burgman 150 sejak dulu:

    Akomodasi Spesifikasi
    Amplio Espacio de Almacenamiento Bagasi Bawah Jok Sangat Luas (± 24-25 Liter), bisa muat satu helm full-face plus barang bawaan lain.
    Peso en Marcha (Berat Isi) ± 145 – 150 kg
    Altura del Asiento (Tinggi Jok) 760 mm (Terbilang rendah dan bersahabat nggo postur rata-rata)
    Kapasitas Tangki 8 Liter (Cukup besar buat touring)
    Ukuran Roda  Rin 14 Inci (Lebih stabil buatmaxi-scooter) dengan (ban) tubeless.

    Last….dirilisnya Burgman 150 di Kolombia ini tentu menjadi angin segar. Ini membuktikan bahwa Suzuki akhirnya punya produk yang ‘apple-to-apple’ untuk melawan duo penguasa pasar skutik premium 150cc di Indonesia. Mengingat tren skutik premium 150cc terus meningkat, kehadiran Burgman 150 bisa menjadi opsi menarik bagi mereka yang jenuh dengan dominasi Yamaha dan Honda, terutama bagi pecinta sejati brand Suzuki. Tim Suzuki Indomobil Sales (SIS) pasti sudah mengantongi data ini. Kita doakan saja cakk, muga-muga para petinggi SIS mendapat wangsit agar Burgman 150 ini segera masuk ke pasar tanah air. Bagaimana menurut sampeyan, cakk? Apakah Burgman 150 sanggup bangkit jika dijual di Indonesia? Monggo corat-coret di kolom komentar! (Iwb)

    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
  • Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Harapan besar publik Indonesia untuk menyaksikan bocah ajaib kita, Veda Ega Pratama, tampil kompetitif di Sirkuit Catalunya sepertinya harus sedikit tertahan. Pada sesi Practice Moto3 yang digelar Jumat kemarin (15/5/2026), pembalap andalan Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik. Hasil ini bener-bener kontras dengan ekspektasi kita semua setelah performa apiknya di Le Mans kemarin (P4). Ono opo iki Rek?

    Jujur saja, mata IWB agak melotot saat melihat data komparasi internal sesama penunggang Honda NSF250RW. Veda yang biasanya jadi ujung tombak, justru sempat menjadi pembalap Honda yang paling lambat di antara rider papan atas. Doi tertinggal cukup jauh dari Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang sukses menembus P3 dengan waktu 1’47.146. Selisih hampir satu detik (0,990 detik) di kelas Moto3 itu rasanya sudah seperti beda sak kecamatan, alias jauh banget!

    Nah, mari kita bedah bersama-sama, apa sebenarnya yang terjadi pada motor nomor 54 ini? Ini dia analisis anomali performa Veda ala IWB:

    1. Mesin Ora Lemot, Top Speed Masih Njengat!

    Ini yang menarik, cakk. Kalau ada yang menuduh mesinnya loyo, sampeyan salah besar. Data Top Speed menunjukkan Veda sukses tembus 246,0 km/jam. Angka ini bahkan lebih ngibrit ketimbang Fernandez yang ada di P3 (242,1 km/jam). Berarti, secara potensi power di trek lurus sebenarnya tidak ada masalah. Tapi pertanyaannya, kenapa lap time-nya malah memble? Nah, ini indikasi kalau kecepatan trek lurus tidak menjamin waktu putaran bagus kalau tidak diimbangi dengan cornering speed yang mulus.

    2. Lap Time Inkonsisten, Seperti Kehilangan Grip

    Kalau kita intip data lap milik Veda, doi cuma bisa mencetak satu lap valid di angka 1’48.136. Sisa lap lainnya? Ambyar cakk, cuma bermain di kisaran 1’49 sampai 1’52 detik! Ini menjadi indikasi kuat bahwa Veda belum menemukan feeling atau grip yang pas dengan aspal Catalunya. Kadang dapat ritme bagus di satu lap, eh lap berikutnya motor malah seperti mlayu-mlayu tidak karuan.

    3. Dejavu JuniorGP 2025, Kok Tidak Ada Peningkatan?

    Ini yang membuat IWB agak heran. Pada bulan November 2025 lalu saat masih berlaga di FIM JuniorGP, Veda sudah bisa mencetak waktu kisaran 1’48.2 (dan finis P6 & P8). Sekarang, dengan motor spek Moto3 World Championship yang di atas kertas jauh lebih canggih dan bertenaga, kok catatane cuma 1’48.136? Cuma selisih se-upil alias hampir tidak ada peningkatan signifikan! Harusnya, dengan skill Veda, doi sudah bisa bermain di angka 1’46 atau 1’47 kecil. Fix, ini murni perkara set-up!

    Hasil Teropong IWB: Apa yang Menghambat Veda?

    Melihat data yang ada, IWB mencium ada tiga perkara utama yang membuat performa Veda kurang menggigit:

    • Set-up Suspensi Mumet: Catalunya sangat butuh stabilitas tinggi di tikungan cepat (T10-T14). Kalau suspensi terlalu kaku atau justru terlalu empuk, Veda akan kehilangan traksi saat exit tikungan, sehingga momentum menuju trek lurus jadi terlambat.

    • Masalah Ban (Grip): Kemungkinan besar Veda kesulitan membuat bannya mencapai suhu kerja optimal. Kalau ban kurang pas, rasanya seperti jalan di atas kulit pisang, licin cakk!

    • Traffic Padat Khas Moto3: Di kelas capung ini, pembalap sering sekali bergerombol untuk mencari towing (curi angin). Sesi balap Veda disinyalir sering terganggu oleh pembalap lain yang menghalangi racing line-nya.

    Ora Perlu Panik, Ini Baru Sesi Practice!

    Wis tho, ra usah jantungan disik! Perlu diingat bahwa sesi Practice adalah tempatnya tim untuk melakukan eksperimen. Seringkali pembalap sengaja menyembunyikan performa asli mereka atau sedang fokus menguji ketahanan ban bekas untuk simulasi balap.

    Veda bukan pembalap kemarin sore di Catalunya. Doi sudah paham luar dalam karakter sirkuit ini sejak musim lalu. Tim Honda Team Asia pasti sedang membedah data telemetri semalaman demi menemukan racikan set-up yang pas untuk sesi kualifikasi hari Sabtu ini.

    Last…Langkah pertama, Veda harus lolos ke Q2 terlebih dahulu (hari ini dia harus berjuang di Q1). Jika problem motornya sudah terpecahkan, target start di posisi 10-12 sangat realistis, atau bahkan syukur-syukur bisa menyodok ke barisan 6-8 besar. Kita doakan saja, semoga para mekanik Honda Team Asia mendapat wangsit agar motor Veda Ega Pratama kembali ngacir  dan siap tempur habis-habisan demi mendulang poin di Catalunya. Goooo Vedaaa !! (iwb)

    Perbandingan Performa Veda dengan Pembalap Honda Lain

    Pembalap Tim (Motor) Catatan Waktu Posisi Top Speed (km/h)
    Adrian FERNANDEZ Leopard Racing (HONDA) 1’47.146 P3 242.1
    Jesus RIOS Rivacold Snipers (HONDA) 1’47.689 P10 245.4
    Eddie O’SHEA GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’47.704 P11 248.8
    Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 1’48.136 P19 246.0
    Joel KELSO GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’47.846 P14 246.5
    Guido PINI Leopard Racing (HONDA) 1’48.484 P22 243.7
    Zen MITANI Honda Team Asia (HONDA) 1’48.507 P23 244.8

    Anomali Lap Time: Inkonsistensi yang Mencolok

    Veda hanya mencatatkan 1 lap valid di bawah 1 menit 49 detik (1’48.136). Selebihnya, waktu putarannya berkisar di 1’49-1’52—jauh dari standarnya.

    Lap Catatan Waktu Catatan
    2 1’49.829 Lap awal
    6 1’49.127 Membaik
    11 1’48.384 Hampir terbaik
    14 1’48.136 Lap terbaik
    Lap lain 1’49-1’52 Inkonsisten

    Perbandingan dengan JuniorGP 2025

    Ajang Waktu Terbaik Posisi
    JuniorGP 2025 (Race 1) ~1’48.2 P6
    JuniorGP 2025 (Race 2) ~1’48.5 P8
    Moto3 Practice 2026 1’48.136 P19
  • Celakaaa…Ducati Ragu Marquez bisa kembali di Mugello !! Indikasi Parah ??

    Celakaaa…Ducati Ragu Marquez bisa kembali di Mugello !! Indikasi Parah ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengakui bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan apakah Marc Marquez akan fit untuk kembali pada balapan kandang Ducati di Mugello (29-31 Mei). Pembalap asal Spanyol itu baru saja menjalani operasi ganda pada kaki dan bahu setelah kecelakaan keras di sprint race Le Mans.

    “Tujuannya adalah kembali secepat mungkin, tapi kami belum tahu kapan. Kami tidak bisa mengatakan hari ini apakah dia akan berada di Mugello,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia di Barcelona, Kamis (14/5/2026).

    Marquez menjalani operasi yang disebut “sukses” pada Minggu lalu untuk memperbaiki patah tulang kaki akibat kecelakaan di Le Mans. Namun, yang lebih krusial, ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk memajukan operasi bahu yang semula dijadwalkan setelah seri Catalunya.

    Operasi bahu ini diperlukan untuk membebaskan kompresi pada saraf radial di lengan kanan—masalah yang membuat Marquez mengendarai motor “hanya dengan satu setengah lengan” sepanjang musim 2026.

    Para dokter bedah mengangkat dua sekrup (satu bengkok dan satu patah) dari operasi sebelumnya pada 2019, serta sebuah fragmen tulang—cedera yang didapat saat insiden dengan Marco Bezzecchi di Mandalika tahun lalu.

    Tardozzi memuji perjuangan Marquez yang masih bisa meraih dua kemenangan sprint race musim ini meskipun dalam kondisi fisik yang sangat terbatas.

    “Mengetahui apa yang terjadi dan mengetahui apa yang dikatakan dokter kepada kami, saya pikir Marquez kembali menunjukkan bahwa dia adalah seorang superhero dan pembalap super. Dia melakukan sesuatu yang luar biasa karena, dengan kondisi tubuhnya, saya rasa tidak ada orang lain yang mampu melakukan apa yang dia lakukan.”

    Untuk seri Catalunya akhir pekan ini, Ducati memutuskan untuk tidak mengganti Marquez. Aturan mengizinkan tim untuk tidak mengganti pembalap dalam situasi back-to-back race.

    “Aturan mengizinkan kami untuk tidak menggantinya untuk balapan ini (Catalunya). Tapi jika karena suatu alasan Marc tidak bisa berada di Mugello, pastinya kami akan menggantinya,” tegas Tardozzi.

    Sementara itu, pembalap Tech3, Maverick Vinales, yang baru saja menjalani operasi pengangkatan sekrup bahu serupa, akan kembali beraksi di Catalunya setelah enam minggu absen. Namun, kondisi Marquez disebut lebih kompleks karena melibatkan operasi ganda (kaki dan bahu) sekaligus.

    Kepastian kapan Marquez kembali masih menjadi teka-teki. Jika ia melewatkan Mugello, maka ia akan absen di dua seri Eropa berturut-turut (Catalunya dan Italia). Kerugian poin ini akan semakin menyulitkan usahanya mengejar ketertinggalan dari Marco Bezzecchi di puncak klasemen.

    Yang pasti, pengakuan Tardozzi bahwa Marquez adalah “superhero” yang membalap dengan satu setengah lengan membuat publik semakin penasaran: Akan seperti apa performa Marquez jika ia benar-benar pulih 100 persen? Kita mungkin harus menunggu hingga paruh kedua musim untuk melihat jawabannya cak…(iwb)

  • Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Catalunya bukanlah arena yang ramah bagi mereka yang hanya mengandalkan mesin besar. Dengan panjang 4,657 km dan kombinasi 14 tikungan yang mengalir (flowing), trek ini menjadi “ujian nyata” bagi kemampuan corner speed, keseimbangan sasis, dan keberanian pembalap. Veda Ega Pratama datang ke Spanyol dengan modal berharga: pengalaman langsung di sirkuit ini pada ajang FIM JuniorGP 2025, di mana ia finis 6 dan 8 . Berikut adalah analisis mendetail kekuatan Veda tikungan per tikungan, berdasarkan karakteristik trek dan gaya balapnya cak !!..

    Veda datang ke Catalunya dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil luar biasa di GP Prancis (Le Mans) pekan lalu cak. Ia berhasil finis di posisi ke-4, yang merupakan pencapaian terbaiknya disirkuit ini. Hasil ini membawanya melesat ke peringkat 5 klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Namun tentunya kita penasaran seperti apa kans Veda di Catalunya, sirkuit Eropa yang legendaris.  Sebelum membedah tikungan, penting untuk memahami bahwa karakteristik trek Catalunya sangat cocok dengan gaya balap Veda. Sirkuit ini terkenal dengan:

    • Tikungan mengalir: Tidak banyak tikungan “stop-and-go” ekstrem.

    • Corner speed tinggi: Kecepatan di tikungan menjadi faktor penentu, bukan hanya akselerasi di trek lurus.

    • Sektor 3 paling krusial: Tikungan 10 hingga 14 yang panjang dan teknis sering menjadi penentu kemenangan .

    Kunci sukses di Catalunya ada pada kemampuan menahan corner speed. Motor Honda terbukti kompetitif di sini. Taiyo Furusato (Honda Team Asia) finis podium P3 hanya terpaut 0,156 detik dari pemenang di Moto3 Catalunya 2025 . Trek ini secara garis besar terbagi menjadi 3 sektor utama. Berikut breakdown kekuatan Veda di setiap sektor…..

    Sektor 1 (Tikungan 1 – 4): Zona Krusial untuk Bertahan

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T1-2 Elf (Kanan-Kiri) Chicane cepat, traksi keluar tikungan kiri sangat penting. Memanfaatkan slipstream: Start yang baik krusial. Veda berpeluang menyalip di T1 jika dapat memanfaatkan slipstream dari trek lurus start.
    T3-4 Kanan-Kanan Menanjak menuju T4. Membutuhkan stabilitas motor. Stabilitas di tanjakan: Di JuniorGP, Veda konsisten menjaga pace di sektor ini tanpa kehilangan banyak waktu .

    Analisis: Sektor ini adalah “medan perang” lap pertama. Veda harus menghindari “kebakaran” di awal, karena jika tertinggal terlalu jauh, sulit mengejar di sektor 3 nanti.

    Sektor 2 (Tikungan 5 – 9): Titik Rawan Ketinggalan

    Tikungan Nama Karakter Kelemahan / Tantangan
    T5 Kiri Tikungan cepat, penentu kecepatan di lintasan lurus berikutnya. Kalah top speed?: Motor Honda mungkin kehilangan waktu di sini jika harus keluar dengan RPM rendah akibat tertahan lawan.
    T7-8-9 “La Caixa” (Kanan-Kiri) Kombinasi tikungan lambat kecepatan rendah. Akselerasi keluar tikungan: Veda harus menjaga momentum agar tidak disalip di trek lurus pendek menuju T10.

    Catatan Penting: Di sinilah motor KTM biasanya mulai menunjukkan taringnya. Namun, dengan pengalaman Veda di sirkuit ini (mencatatkan fastest lap di sesi tertentu di JuniorGP), ia mampu meminimalisir defisit .

    Sektor 3 – 4 (Tikungan 10 – 14): Domain Veda (Kekuatan Utama)

    Ini adalah “Rumah” bagi Veda dan Honda. Jika Veda finis di posisi 6 dan 8 di JuniorGP, itu karena ia menguasai sektor ini.

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T10-11-12 “New Holland” (Kanan-Kiri-Kanan) Tikungan panjang radius lebar, corner speed sangat tinggi. Kemampuan banting motor: Veda jago dalam mempertahankan sudut kemiringan. Honda terbukti kompetitif di sini (Furusato P3 di Moto3 2025) .
    T13 Kanan Tikungan panjang yang menuntut keberanian. Keberanian: Veda tidak gentar mengambil risiko di tikungan cepat.
    T14 “Mira & Cuc” (Kanan) Tikungan terakhir, penentu akselerasi ke trek lurus start/finish. Traksi keluar: Mampu mendaratkan tenaga dengan mulus. Jika Veda bisa keluar lebih cepat, ia siap menyalip di garis finis.

    Fakta Menarik: Veda Ega dan Hakim Danish sama-sama punya pengalaman di Catalunya. Dalam dua balapan JuniorGP 2025, Veda mengoleksi 18 poin sementara Hakim 17 poin. Veda finis P6 dan P8, unggul tipis dari rivalnya yang sempat finis P9 dan P6 .

    Potensi Pace dan Data Pendukung

    Data Telemetri JuniorGP (Catalunya 2025)

    Sesi Posisi Veda Catatan Waktu (indikasi) Gap ke Pemenang
    Race 1 P6 1 menit 48,2 detik (estimasi) ~ +9,5 detik
    Race 2 P8 1 menit 48,5 detik (estimasi) ~ +10,1 detik

    Catatan: Waktu di atas adalah perkiraan berdasarkan standar pace Moto3 di Catalunya.

    Catatan Penting: Veda datang dengan status Rookie of the Year (50 poin) dan finis P4 di Le Mans. Level motornya di Moto3 (NSF250RW) tentu sudah jauh lebih kompetitif dibanding JuniorGP. Dengan kata lain, potensi peningkatan waktunya sangat besar…

    Berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan, berikut strategi ideal bagi Veda:

    1. Start Eksplosif (T1): Harus merebut posisi sebaik mungkin di tikungan pertama untuk menghindari terjebak di belakang rombongan tengah yang rawan crash.

    2. Kunci Sektor 2 (T5-T9): Veda harus “mengirit ban” di sini. Tidak perlu memaksakan diri menyalip jika motor KTM lebih kencang, cukup tempel dan jangan sampai putus kontak.

    3. Gas Pol di Sektor 3 (T10-T14): Di sinilah Veda menyerang. Corner speed yang tinggi dan traksi keluar yang mulus akan menjadi senjata utamanya untuk merebut posisi di lap-lap akhir.

    Jika kualifikasi lancar (Start P1-P8), Veda diprediksi finis di P4 hingga P7. Namun, jika ia berhasil “mencuri” start yang bagus dan masuk ke dalam grup pemimpin, podium bukanlah hal yang mustahil .

    Last….Veda Ega memiliki kombinasi pengalaman, gaya balap, dan motor yang pas untuk Sirkuit Catalunya. Kelemahan motor KTM di tikungan cepat adalah celah besar yang harus ia manfaatkan. Veda bisa survive di sektor 1-2, lalu “banting setir” di sektor 3 untuk merebut posisi. Jika cuaca cerah dan tidak ada insiden di awal, Veda adalah kandidat kuat Top 5, dan siap mencuri podium jika para pembalap KTM melakukan kesalahan . Siapkan kopi dan dukung Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya cak…gazzz ! (iwb)