Iwanbanaran.com – Cakkkk…Harapan besar publik Indonesia untuk menyaksikan bocah ajaib kita, Veda Ega Pratama, tampil kompetitif di Sirkuit Catalunya sepertinya harus sedikit tertahan. Pada sesi Practice Moto3 yang digelar Jumat kemarin (15/5/2026), pembalap andalan Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik. Hasil ini bener-bener kontras dengan ekspektasi kita semua setelah performa apiknya di Le Mans kemarin (P4). Ono opo iki Rek?
Jujur saja, mata IWB agak melotot saat melihat data komparasi internal sesama penunggang Honda NSF250RW. Veda yang biasanya jadi ujung tombak, justru sempat menjadi pembalap Honda yang paling lambat di antara rider papan atas. Doi tertinggal cukup jauh dari Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang sukses menembus P3 dengan waktu 1’47.146. Selisih hampir satu detik (0,990 detik) di kelas Moto3 itu rasanya sudah seperti beda sak kecamatan, alias jauh banget!
Nah, mari kita bedah bersama-sama, apa sebenarnya yang terjadi pada motor nomor 54 ini? Ini dia analisis anomali performa Veda ala IWB:
1. Mesin Ora Lemot, Top Speed Masih Njengat!
Ini yang menarik, cakk. Kalau ada yang menuduh mesinnya loyo, sampeyan salah besar. Data Top Speed menunjukkan Veda sukses tembus 246,0 km/jam. Angka ini bahkan lebih ngibrit ketimbang Fernandez yang ada di P3 (242,1 km/jam). Berarti, secara potensi power di trek lurus sebenarnya tidak ada masalah. Tapi pertanyaannya, kenapa lap time-nya malah memble? Nah, ini indikasi kalau kecepatan trek lurus tidak menjamin waktu putaran bagus kalau tidak diimbangi dengan cornering speed yang mulus.
2. Lap Time Inkonsisten, Seperti Kehilangan Grip
Kalau kita intip data lap milik Veda, doi cuma bisa mencetak satu lap valid di angka 1’48.136. Sisa lap lainnya? Ambyar cakk, cuma bermain di kisaran 1’49 sampai 1’52 detik! Ini menjadi indikasi kuat bahwa Veda belum menemukan feeling atau grip yang pas dengan aspal Catalunya. Kadang dapat ritme bagus di satu lap, eh lap berikutnya motor malah seperti mlayu-mlayu tidak karuan.
3. Dejavu JuniorGP 2025, Kok Tidak Ada Peningkatan?
Ini yang membuat IWB agak heran. Pada bulan November 2025 lalu saat masih berlaga di FIM JuniorGP, Veda sudah bisa mencetak waktu kisaran 1’48.2 (dan finis P6 & P8). Sekarang, dengan motor spek Moto3 World Championship yang di atas kertas jauh lebih canggih dan bertenaga, kok catatane cuma 1’48.136? Cuma selisih se-upil alias hampir tidak ada peningkatan signifikan! Harusnya, dengan skill Veda, doi sudah bisa bermain di angka 1’46 atau 1’47 kecil. Fix, ini murni perkara set-up!
Hasil Teropong IWB: Apa yang Menghambat Veda?
Melihat data yang ada, IWB mencium ada tiga perkara utama yang membuat performa Veda kurang menggigit:
-
Set-up Suspensi Mumet: Catalunya sangat butuh stabilitas tinggi di tikungan cepat (T10-T14). Kalau suspensi terlalu kaku atau justru terlalu empuk, Veda akan kehilangan traksi saat exit tikungan, sehingga momentum menuju trek lurus jadi terlambat.
-
Masalah Ban (Grip): Kemungkinan besar Veda kesulitan membuat bannya mencapai suhu kerja optimal. Kalau ban kurang pas, rasanya seperti jalan di atas kulit pisang, licin cakk!
-
Traffic Padat Khas Moto3: Di kelas capung ini, pembalap sering sekali bergerombol untuk mencari towing (curi angin). Sesi balap Veda disinyalir sering terganggu oleh pembalap lain yang menghalangi racing line-nya.
Ora Perlu Panik, Ini Baru Sesi Practice!
Wis tho, ra usah jantungan disik! Perlu diingat bahwa sesi Practice adalah tempatnya tim untuk melakukan eksperimen. Seringkali pembalap sengaja menyembunyikan performa asli mereka atau sedang fokus menguji ketahanan ban bekas untuk simulasi balap.
Veda bukan pembalap kemarin sore di Catalunya. Doi sudah paham luar dalam karakter sirkuit ini sejak musim lalu. Tim Honda Team Asia pasti sedang membedah data telemetri semalaman demi menemukan racikan set-up yang pas untuk sesi kualifikasi hari Sabtu ini.
Last…Langkah pertama, Veda harus lolos ke Q2 terlebih dahulu (hari ini dia harus berjuang di Q1). Jika problem motornya sudah terpecahkan, target start di posisi 10-12 sangat realistis, atau bahkan syukur-syukur bisa menyodok ke barisan 6-8 besar. Kita doakan saja, semoga para mekanik Honda Team Asia mendapat wangsit agar motor Veda Ega Pratama kembali ngacir dan siap tempur habis-habisan demi mendulang poin di Catalunya. Goooo Vedaaa !! (iwb)
Perbandingan Performa Veda dengan Pembalap Honda Lain
| Pembalap | Tim (Motor) | Catatan Waktu | Posisi | Top Speed (km/h) |
|---|---|---|---|---|
| Adrian FERNANDEZ | Leopard Racing (HONDA) | 1’47.146 | P3 | 242.1 |
| Jesus RIOS | Rivacold Snipers (HONDA) | 1’47.689 | P10 | 245.4 |
| Eddie O’SHEA | GRYD – MLav Racing (HONDA) | 1’47.704 | P11 | 248.8 |
| Veda PRATAMA | Honda Team Asia (HONDA) | 1’48.136 | P19 | 246.0 |
| Joel KELSO | GRYD – MLav Racing (HONDA) | 1’47.846 | P14 | 246.5 |
| Guido PINI | Leopard Racing (HONDA) | 1’48.484 | P22 | 243.7 |
| Zen MITANI | Honda Team Asia (HONDA) | 1’48.507 | P23 | 244.8 |
Anomali Lap Time: Inkonsistensi yang Mencolok
Veda hanya mencatatkan 1 lap valid di bawah 1 menit 49 detik (1’48.136). Selebihnya, waktu putarannya berkisar di 1’49-1’52—jauh dari standarnya.
| Lap | Catatan Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| 2 | 1’49.829 | Lap awal |
| 6 | 1’49.127 | Membaik |
| 11 | 1’48.384 | Hampir terbaik |
| 14 | 1’48.136 | Lap terbaik |
| Lap lain | 1’49-1’52 | Inkonsisten |
Perbandingan dengan JuniorGP 2025
| Ajang | Waktu Terbaik | Posisi |
|---|---|---|
| JuniorGP 2025 (Race 1) | ~1’48.2 | P6 |
| JuniorGP 2025 (Race 2) | ~1’48.5 | P8 |
| Moto3 Practice 2026 | 1’48.136 | P19 |
