Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar otomotif roda dua kembali diramaikan dengan kehadiran pemain baru di segmen skutik petualangan (adventure). Honda, melalui mitra produksinya di China, Wuyang-Honda, secara resmi meluncurkan model terbaru yang diberi nama HooRide 125. Sebuah motor dengan tampang ADV namun mesin Vario ?? Woww… (more…)
Author: Iwanbanaran
-

Breaking !! Honda Rilis HooRide 125….mesin Vario Tampang ADV ? Keren puoll !!!
-

Ngerii…sirkut Motogp Brasil Ambles, muncul Lubang ditengah sirkuit !!
Iwanbanaran.com – Cakkk…ini ngeriiii cakkkk. Lhaa piyeeee nggak….Gelaran perdana MotoGP di Autódromo Internacional de Goiânia tidak hanya menyuguhkan aksi balap yang sengit, tetapi juga tantangan alam yang tak terduga. Sesi Sprint Race sempat terancam akibat munculnya sebuah lubang amblas (sinkhole) secara tiba-tiba di area sirkuit. Waduhhh….ngeriiii !!Munculnya Lubang Misterius
Insiden ini menjadi pembicaraan hangat di paddock. Sebuah lubang amblas muncul di dekat lintasan, yang memicu kekhawatiran mengenai keselamatan para pembalap. Beruntung, posisi lubang tersebut berada di luar jalur balap utama (racing line), sehingga balapan masih memungkinkan untuk dilanjutkan setelah penanganan cepat dari pihak pengelola sirkuit. Pihak penyelenggara mengakui bahwa meskipun pembangunan sirkuit telah dilakukan secara masif selama satu setengah tahun terakhir, fenomena pergerakan tanah pada sirkuit baru tetap menjadi risiko yang sulit diprediksi sepenuhnya.
Untuk menangani insiden sinkhole (lubang amblas) yang muncul secara tiba-tiba di Autódromo Internacional de Goiânia selama rangkaian MotoGP Brasil 2026, panitia penyelenggara (FIM, Dorna, dan promotor lokal) melakukan langkah-langkah perbaikan darurat dan preventif sebagai berikut:
Langkah Perbaikan yang Dilakukan:-
Penggalian dan Pemotongan Aspal: Pekerja konstruksi segera memotong lapisan aspal di sekitar area yang rusak (berukuran sekitar 2×1 meter) untuk memastikan tidak ada rongga tersembunyi di bawah permukaan yang tampak masih utuh.
-
Penimbunan Material Padat: Lubang yang dilaporkan memiliki kedalaman setinggi pinggang orang dewasa tersebut ditimbun menggunakan batu-batuan dan material pengeras jalan lainnya. Langkah ini diambil untuk menciptakan fondasi yang stabil sebelum ditutup kembali.
-
Pengaspalan Ulang Cepat: Setelah lubang ditimbun dan dipadatkan, lapisan aspal baru segera dipasang. Penggunaan bahan pengikat aspal (seam sealer) juga dilakukan untuk memastikan sambungan antara aspal lama dan baru tidak mudah retak akibat tekanan motor dalam kecepatan tinggi.
-
Pembersihan Lintasan: Karena proses perbaikan membawa banyak debu dan lumpur, panitia mengerahkan truk tangki air dan penyapu mekanis untuk membersihkan lintasan agar grip ban tetap optimal dan tidak membahayakan pembalap.
Upaya Pencegahan agar Tidak Terulang:-
Perbaikan Drainase: Investigasi awal menunjukkan bahwa sinkhole tersebut muncul akibat pipa drainase yang pecah atau tersumbat karena curah hujan ekstrem. Panitia berfokus pada pembersihan sistem drainase di seluruh sirkuit untuk memastikan air tidak lagi mengumpul di bawah aspal.
-
Pemantauan Pergerakan Tanah: Mengingat Goiânia adalah sirkuit yang baru direnovasi dan tanahnya masih “muda”, petugas teknis melakukan pemindaian berkala di sepanjang lintasan lurus (main straight) untuk mendeteksi tanda-tanda awal undulasi atau retakan baru.
-
Penyiagaan Tim Reaksi Cepat: Selama balapan berlangsung, alat berat dan tim konstruksi tetap dalam posisi standby di area sekitar sirkuit untuk melakukan intervensi instan jika muncul masalah serupa di titik lain.
Meskipun sesi kualifikasi Moto2 dan Moto3 harus ditunda akibat perbaikan ini, langkah cepat panitia memungkinkan Race MotoGP tetap berjalan meski dengan penundaan jadwal selama 80 menit. Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga kestabilan tanah di bawah lintasan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan kemungkinan hujan turun di sirkuit tersebut….(iwb)
-
-

Kualifikasi Moto3 Brasil 2026: Veda Pratama Start ke 4…..Terkepung Dominasi KTM !!!
Iwanbanaran.com – Cakkk…..Sesi kualifikasi Moto3 Estrella Galicia 0,0 Grand Prix of Brazil di Autódromo Internacional de Goiânia, Sabtu (21/3/2026), menyuguhkan drama kecepatan yang mempertemukan dua talenta muda terbaik Asia, Veda Pratama (Indonesia) dan Hakim Danish (Malaysia). Di tengah dominasi mesin KTM yang menyapu bersih barisan depan, Veda harus berjuang keras mengandalkan kelincahan Honda miliknya. Sementara Danish yang mendapatkan sokongan motor tangguh karena informasinya sirkuit ini cocok untuk KTM juga mengalami peningkatan signifikan. Yup…Kualifikasi Moto3 Brasil 2026: Veda Pratama Start ke 4…..Terkepung Dominasi KTM !!!Dominasi KTM dan Tantangan Bagi Honda
Hasil kualifikasi menunjukkan keunggulan nyata mesin KTM. Tiga posisi teratas dikuasai oleh Joel Esteban (1’26.241), Valentin Perrone, dan Hakim Danish yang semuanya memacu motor asal Austria tersebut. Disisi lain cak….Veda Pratama menjadi satu-satunya pembalap pengguna Honda yang mampu menembus posisi lima besar dengan menempati urutan ke-4. Ia mencatatkan waktu 1’26.506, terpaut 0.265 detik dari peraih pole position.
Veda vs Hakim: Adu Cepat di Sektor Krusial
Persaingan antara Veda dan Hakim Danish menjadi sorotan utama cak. Hakim, yang membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI, berhasil mengamankan posisi ke-3 dengan waktu 1’26.448, unggul tipis 0.058 detik di atas Veda. Keunggulan motor KTM milik Hakim terlihat jelas pada data Top Speed. Berikut perbandingannya:
-
Hakim Danish (KTM): Kecepatan tertinggi mencapai 233.7 km/jam dengan rata-rata lima kecepatan teratas di angka 230.9 km/jam.
-
Veda Pratama (Honda): Meskipun memiliki top speed puncak yang sama, yakni 233.7 km/jam, namun konsistensi kecepatannya lebih stabil dengan rata-rata 233.0 km/jam.
Namun, Veda menunjukkan kelasnya dalam hal efisiensi lintasan. Berdasarkan data Ideal Lap Time (gabungan sektor tercepat), Veda memiliki potensi waktu 1’26.371, yang sebenarnya lebih cepat dibandingkan catatan waktu kualifikasi resminya. Di sisi lain, Hakim Danish memiliki waktu ideal 1’26.228, yang menunjukkan bahwa ia memang memiliki paket motor yang sedikit lebih kencang di sirkuit Goiânia ini.
Analisis Sektor
Veda Pratama sangat kompetitif di sektor-sektor teknis. Ia mencatatkan waktu tercepat ke-4 di T1 (25.240) dan T3 (21.640), serta menjadi yang terbaik di sektor terakhir (T4) dengan 18.327. Ini membuktikan bahwa meskipun kalah tenaga mesin dari KTM di beberapa titik, Veda mampu mengompensasinya dengan gaya balap yang presisi di tikungan.Last….dengan degradasi ban yang diperkirakan tinggi akibat karakter sirkuit yang pendek namun sangat cepat, strategi manajemen ban akan menjadi kunci bagi Veda untuk melawan gempuran para penunggang KTM. Memulai balapan dari baris kedua (posisi 4), Veda memiliki peluang besar untuk melakukan slipstream dan mencuri podium dari Hakim Danish maupun Joel Esteban. Gooo Vedaaa !!! (iwb)
Berikut adalah daftar lengkap hasil kualifikasi (Qualifying 2) Moto3 Estrella Galicia 0,0 Grand Prix of Brazil 2026 untuk posisi 1 hingga 18:
Hasil Kualifikasi Moto3 Brasil 2026 (P1 – P18)
Pos # Pembalap Negara Tim Motor Waktu Terbaik 1 78 Joel Esteban
SPA
LEVEL UP – MTA
KTM
1’26.241
2 73 Valentin Perrone
ARG
Red Bull KTM Tech3
KTM
1’26.447
3 13 Hakim Danish
MAL
AEON Credit – MT Helmets – MSI
KTM
1’26.448
4 9 Veda Pratama
INA
Honda Team Asia
HONDA
1’26.506
5 97 Marco Morelli
ARG
CFMOTO Gaviota Aspar Team
KTM
1’26.560
6 51 Brian Uriarte
SPA
Red Bull KTM Ajo
KTM
1’26.835
7 66 Joel Kelso
AUS
GRYD-MLav Racing
HONDA
1’26.967
8 6 Ryusei Yamanaka
JPN
AEON Credit – MT Helmets – MSI
KTM
1’26.970
9 27 Rico Salmela
FIN
Red Bull KTM Tech3
KTM
1’26.990
10 83 Alvaro Carpe
SPA
Red Bull KTM Ajo
KTM
1’27.000
11 28 Maximo Quiles
SPA
CFMOTO Gaviota Aspar Team
KTM
1’27.013
12 31 Adrian Fernandez
SPA
Leopard Racing
HONDA
1’27.036
13 67 Casey O’Gorman
IRL
SIC58 Squadra Corse
HONDA
1’27.041
14 22 David Almansa
SPA
Liqui Moly Dynavolt Intact GP
KTM
1’27.044
15 32 Zen Mitani
JPN
Honda Team Asia
HONDA
1’27.061
16 94 Guido Pini
ITA
Leopard Racing
HONDA
1’27.171
17 5 Leo Rammerstorfer
AUT
SIC58 Squadra Corse
HONDA
1’28.131
18 14 Cormac Buchanan
NZE
Statistik Kecepatan Tertinggi (Top Speed)
Beberapa pembalap mencatatkan kecepatan luar biasa di sirkuit ini, menunjukkan performa mesin yang kompetitif:-
Joel Esteban (KTM): 238.9 km/jam
-
Ryusei Yamanaka (KTM): 238.4 km/jam
-
Valentin Perrone (KTM): 235.2 km/jam
-
Hakim Danish (KTM): 233.7 km/jam
-
Veda Pratama (HONDA): 233.7 km/jam
Informasi Sesi
-
Pole Position: Joel Esteban dengan waktu 1’26.241.
-
All-Time Lap Record: Joel Esteban (2026) – 1’26.241 (160.0 km/jam).
-
Kondisi Lintasan: Kering (Dry).
-
Kelembapan: 48%.
-
-

Hancur di Brazil FP1, Marco Bezzecchi Heran..” Ada yang nggak beres ” keluhnya !!
Iwanbanaran.com – Cakkk…Pemenang Grand Prix Thailand, Marco Bezzecchi, mengalami awal akhir pekan yang sangat sulit di MotoGP Brasil. Pembalap Aprilia itu hanya mampu finis di posisi ke-20 pada sesi Practice di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Jumat (20/3/2026) waktu setempat. Hasil ini memaksanya harus melakoni sesi Q1 untuk pertama kalinya di musim 2026.Favorit Justru Terpuruk
Sebelum akhir pekan dimulai, Bezzecchi masuk dalam daftar favorit kuat untuk seri Brasil. Hal ini didasari oleh karakteristik sirkuit yang diyakini cocok dengan motor Aprilia, serta pilihan ban dari Michelin yang dinilai menguntungkan. Namun, prediksi tersebut sirna sudah setelah sesi latihan yang berlangsung dalam kondisi trek basah dan tidak menentu.
Meskipun memulai hari Jumat dengan solid di FP1 yang berlangsung di trek lembap, Bezzecchi justru mengalami bencana di sesi Practice. Ketika trek sudah cukup kering untuk menggunakan ban slicks, hujan masih terus mengguyur area sirkuit. Bezzecchi gagal mencatatkan waktu lap yang kompetitif di saat kondisi sedang paling optimal.
Dengan sekitar setengah jam tersisa, hujan semakin deras. Bezzecchi pun harus menerima kenyataan bahwa ia akan melakoni Q1 setelah mengakhiri sesi Practice dengan catatan waktu terpaut dua detik dari pemuncak klasemen, dan terdampar di posisi ke-20.
Masalah Teknis yang Belum Teridentifikasi
Berbicara kepada media pada Jumat malam, Bezzecchi mengungkapkan bahwa ada masalah pada motornya yang membuat performanya jeblok. Namun, tim Aprilia hingga saat itu belum mengetahui penyebab pasti masalah tersebut.
“Di sore hari, terutama pada putaran pertama yang merupakan waktu paling menguntungkan untuk membuat catatan waktu cepat karena kondisi cuaca, ada sesuatu yang tidak beres dengan Aprilia. Tapi kami masih belum tahu apa masalahnya. Para insinyur sedang menyelidikinya. Sulit untuk mengatakan apa yang salah dengan motor ini.” serunya..
Harus Melalui Q1 yang Sengit
Bezzecchi mengakui bahwa ia akhirnya mengambil risiko karena terpuruk di posisi belakang. Sayangnya, peluang untuk memperbaiki catatan waktu di kondisi trek yang optimal telah lewat.“Pada akhirnya, saya mencoba mengambil risiko karena saya berada di dekat posisi terbawah grid. Masalahnya adalah saya melewatkan kesempatan saya di kondisi trek terbaik; saya tidak cukup cepat. Saat ini, satu-satunya tujuan saya adalah memperbaiki, tapi kami tahu bahwa Q1 selalu sangat kompetitif.” tambahnya
Meski kecewa dengan hasil latihan, Bezzecchi mengaku tetap menikmati karakter sirkuit Goiania. Namun, ia menyoroti masalah drainase yang membuat trek sulit kering sempurna.
“Treknya menyenangkan. Satu-satunya masalah adalah aspalnya tidak kering. Jika hujan, genangan air tetap ada di sana sepanjang hari.”
Last…Bezzecchi bukan satu-satunya pembalap Aprilia yang kesulitan di sesi Practice. Raul Fernandez dari Trackhouse Racing juga mengalami nasib serupa dengan finis di posisi ke-21. Sementara itu, Jorge Martin menjadi pembalap Aprilia terbaik di posisi ke-4, menunjukkan peningkatan kepercayaan dirinya pada RS-GP. Ai Ogura di motor Trackhouse kedua berhasil menyelinap ke posisi 10 dan lolos langsung ke Q2. Dengan hasil yang kurang memuaskan ini, Bezzecchi harus bekerja ekstra keras pada sesi kualifikasi untuk membalikkan keadaan dan menghindari start dari posisi yang sangat buruk di balapan utama akhir pekan ini….(iwb)
-

Moto3 Brasil FP1 : Veda Ega terkencang ketiga…Pasukan Eropa di acak-acak !!
Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Goiânia yang menantang menjadi saksi bisu tajamnya performa rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam sesi Practice Moto3 Brasil. Meskipun kondisi lintasan tercatat kering dengan kelembapan 65%, Veda menunjukkan adaptasi yang luar biasa dan konsistensi yang menempatkannya sebagai ancaman serius di barisan depan. Yup…Veda Ega terkencang ketiga…Pasukan Eropa terkejut !!! (more…)













