Author: Iwanbanaran

  • Honda ogah sombong di MotoGP 850cc, Masih Terlalu Dini!

    Honda ogah sombong di MotoGP 850cc, Masih Terlalu Dini!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Direktur Teknis HRC (Honda Racing Corporation), Romano Albesiano, mengingatkan semua pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan tentang performa motor MotoGP 850cc yang akan digunakan mulai musim 2027. Menurutnya, membandingkan performa prototipe dari berbagai pabrikan saat ini adalah tindakan yang “sia-sia” (worthless). Pernyataan ini keluar di tengah keingintahuan besar publik menyusul beberapa pabrikan seperti KTM, Honda, Ducati, dan Aprilia yang mulai menguji motor 850cc mereka di berbagai sirkuit.

    Honda sendiri menjadi pabrikan kedua setelah KTM yang merilis gambar motor 850cc-nya, dengan tes perdana di Sepang pada Desember lalu. Sejak saat itu, pembalap uji Takaaki Nakagami dan Aleix Espargaro terus melakukan pengembangan lebih lanjut.

    Albesiano menjelaskan bahwa apa yang terlihat saat ini hanyalah “motor uji coba.”

    “Proyek ini mengikuti jadwal yang direncanakan. Motor pertama yang terlihat adalah semacam motor uji. Kami akan memperkenalkan komponen baru ke motor ini selangkah demi selangkah. Kami mungkin akan mencapai versi final menjelang akhir musim panas. Tapi tentu saja, motor ini akan terus berkembang.”

    Yang paling menarik adalah peringatan Albesiano bahwa performa yang terlihat saat ini bisa menyesatkan. Ia menekankan bahwa masih terlalu banyak variabel yang belum diketahui, terutama terkait dengan ban baru Pirelli.

    “Untuk berbicara tentang performa motor ini – motor kami dan motor kompetitor – masih sangat, sangat, sangat dini… sia-sia, menurut saya. Masih banyak yang harus dikembangkan dan banyak hal yang perlu kami pahami, terutama mengenai ban.”

    Menurutnya, hirarki kekuatan sebenarnya di era 850cc baru akan mulai terlihat setelah tes pramusim di Sepang pada awal 2027.

    “Mungkin kita akan mulai memahami sesuatu di tes Sepang. Tidak sebelumnya.”

    Meskipun performa belum bisa dibandingkan, setidaknya ada satu kesepakatan di antara para pembalap uji. Aleix Espargaro, yang kini menjadi test rider Honda, mengungkapkan bahwa motor 850cc akan “jauh lebih menyenangkan” untuk dikendarai dibandingkan motor 1000cc saat ini. Ini mungkin merujuk pada berkurangnya aerodinamika rumit yang membuat pembalap saat ini kesulitan untuk mengikuti motor di depan.

    Menariknya, tes multi-pabrikan pertama untuk motor 850cc akan digelar secara tertutup setelah seri MotoGP Brno bulan depan. Dalam tes ini, para pembalap balap reguler akan turun bersama dengan ban Pirelli. Para pabrikan pasti akan mengukur waktu satu sama lain. Namun, sekali lagi, Albesiano mengingatkan kita semua untuk tidak langsung percaya pada angka-angka yang muncul dari tes tersebut.

    Pernyataan Albesiano adalah pengingat penting bahwa pengembangan motor MotoGP adalah maraton, bukan sprint. Fabrikasi dan pengujian komponen baru akan berlangsung hingga menit-menit terakhir sebelum musim 2027 dimulai.

    Pabrikan Status Pengembangan 850cc Target
    Honda Versi final ditargetkan akhir musim panas 2026 Tes Sepang 2027
    Ducati Uji coba ekstensif dengan Pirro & Bulega Peningkatan bertahap
    KTM Paling awal, sudah uji di Jerez Desember 2025 Fine-tuning
    Aprilia Uji coba di Jerez pasca balapan Evaluasi data
    Yamaha Paling lambat, masih dalam tahap awal Mengejar ketertinggalan

    Last….drama sesungguhnya tentang siapa yang tercepat di era 850cc baru akan terungkap di lintasan pada Maret 2027, atau setidaknya di tes pramusim Sepang 2027. Untuk saat ini, nikmati saja momen “teka-teki” yang menyelimuti motor-motor masa depan ini cak. So..Honda di mesin 850cc ? ogah pongah jebule….ini baru benerrr !! (iwb)

  • MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…Yealahhhh !!

    MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…Yealahhhh !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… Ada kabar panas nan mbeledos dari jagad balap kasta tertinggi, MotoGP! Baru saja ada update regulasi yang bikin peta persaingan musim depan bakal berubah total. Komisi Grand Prix resmi mengetok palu soal aturan wildcard dan tekanan ban yang selama ini jadi bahan perdebatan panas para pembalap. MotoGP Hapus Wildcard Mulai 2027, Aturan Tekanan Ban Tetap Berlaku…lahhhh !!

    Mulai musim depan, Dorna dan FIM resmi melarang penggunaan entri wildcard bagi pabrikan yang masuk dalam kategori konsesi tertentu. Aturan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan kompetisi (balance of performance). Jadi, jangan harap kita bakal sering melihat pembalap penguji legendaris macam Dani Pedrosa atau Casey Stoner (kalau dia mau balik) tiba-tiba nongol di grid jika pabrikan mereka sudah dianggap terlalu dominan. Wildcard sekarang hanya diprioritaskan bagi pabrikan yang memang butuh bantuan teknis lebih untuk mengejar ketertinggalan. Strategi pabrikan buat “curi-curi” data lewat balapan langsung sekarang jadi makin sempit ruang geraknya, cak!

    Saat ini, aturan wildcard sangat bervariasi tergantung pada peringkat konsesi pabrikan:

    • Rank A (Ducati): Sudah dilarang total

    • Rank D (terbawah): Diizinkan hingga 6 wildcard per musim

    Wildcard biasanya digunakan oleh pembalap uji (test rider) untuk menguji komponen baru atau mengumpulkan data balapan tambahan. Namun, mulai 2027, tidak ada satupun peringkat konsesi yang diizinkan menurunkan wildcard.

    Alasan utama di balik keputusan ini kemungkinan terkait dengan kapasitas produksi. Pabrikan sedang berjuang untuk memproduksi cukup banyak motor 850cc baru untuk pembalap reguler mereka. Menambah beban dengan kewajiban menyediakan motor wildcard akan memberatkan.

    KTM Ingin Mempertahankan Wildcard, Tapi Kalah Suara

    KTM adalah salah satu pabrikan yang ingin mempertahankan atau bahkan memperluas jatah wildcard ke 2027, bukan menghapusnya. Hal ini kemungkinan terkait dengan kekhawatiran KTM kehilangan tim satelit Tech3 dan hanya memiliki dua motor di grid.

    Dengan disahkannya larangan ini, bisa diartikan bahwa KTM kemungkinan besar akan memiliki tim satelit pada 2027 —karena jika tidak, mereka akan sangat dirugikan dengan hanya dua motor. Spekulasi yang beredar, Tech3 bisa beralih ke Honda atau pabrikan lain.

    Mengapa Wildcard Langka di Sisa Musim 2026?

    Untuk sisa musim 2026, hampir pasti tidak akan banyak wildcard lagi. Alasannya sederhana: wildcard dengan motor 1000cc tidak akan diizinkan ketika motor 850cc sudah mulai diuji dan dikembangkan.

    Tim dan pabrikan akan sepenuhnya beralih ke pengembangan motor 850cc sekitar musim panas 2026. Tidak ada manfaat berarti yang bisa diperoleh dengan menurunkan motor 1000cc di seri-seri akhir musim, karena data yang dihasilkan tidak akan relevan untuk motor 850cc.

    Wildcards will remain permitted in Moto2 and Moto3.

    Artinya, larangan ini hanya berlaku untuk kelas premier MotoGP. Kelas Moto2 dan Moto3 masih mengizinkan entri wildcard.

    Aturan Tekanan Ban Tetap, Tapi dengan Perubahan

    Keputusan lain yang diumumkan adalah bahwa aturan pemantauan tekanan ban akan tetap berlaku.

    Namun, ada perubahan penting yang membuatnya tidak seburuk yang dibayangkan:

    Aspek Saat Ini (Michelin) Mulai 2027 (Pirelli)
    Waktu pengecekan Setelah balapan (post-race) Sebelum balapan (pre-race)
    Sanksi Penalti pascabalapan (penambahan waktu) Kemungkinan penalti sebelum start
    Referensi – Mirip aturan di WorldSBK

    Dengan Pirelli sebagai pemasok ban tunggal mulai 2027, pengecekan tekanan ban akan dilakukan sebelum balapan—mirip dengan aturan yang sudah diterapkan di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK). Ini akan mengurangi drama sanksi pascabalapan yang selama ini kontroversial.

    Perubahan Prosedur Start yang Tertunda

    Komisi Grand Prix juga menyetujui penyempurnaan kecil pada prosedur start yang tertunda (delayed start). Waktu hitung mundur sebelum restart diperpanjang dari 3 menit menjadi 5 menit. Ini memberi tim lebih banyak waktu untuk bersiap jika balapan dihentikan dan diulang.

    Ringkasan Keputusan

    Keputusan Detail
    Wildcard MotoGP Dihapus total mulai 2027, untuk semua peringkat konsesi
    Wildcard Moto2/3 Tetap diizinkan
    Aturan tekanan ban Tetap, tetapi dengan pengecekan pre-race oleh Pirelli
    Prosedur start tertunda Hitung mundur diperpanjang dari 3 ke 5 menit

    Last….Larangan wildcard adalah langkah pragmatis di era transisi ke 850cc. Pabrikan sudah kewalahan dengan produksi motor baru untuk pembalap utama—menambah wildcard hanya akan memperburuk situasi. Bagi KTM, keputusan ini mungkin pahit, tetapi kabar bahwa mereka kemungkinan akan memiliki tim satelit di 2027 (mungkin Tech3 tetap bersama mereka, atau Honda, atau Aprilia) setidaknya memberikan kejelasan. Sementara itu, aturan tekanan ban yang tetap dipertahankan namun dengan mekanisme pre-race check dari Pirelli seharusnya mengurangi kontroversi dan sanksi pascabalapan yang selama ini membingungkan. Kita tunggu implementasinya di 2027 cak….(iwb)

  • Yamaha Resmi Rilis XSR155 ABS Model 2026…..Buatan Indonesia masuk Jepang !!

    Yamaha Resmi Rilis XSR155 ABS Model 2026…..Buatan Indonesia masuk Jepang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah sukses besar dengan kehadiran XSR125 di kelas motor ringkas (moped), Yamaha Motor Jepang akhirnya menjawab kerinduan para pencinta motor sport neo-retro kelas menengah. Secara resmi, Yamaha mengumumkan peluncuran Yamaha XSR155 ABS model 2026 untuk pasar domestik Jepang (Japan Domestic Market/JDM) yang dijadwalkan rilis pada 30 Juni 2026. Langkah ini diambil Yamaha demi mengakomodasi permintaan konsumen yang menginginkan motor berkarakter klasik namun memiliki tenaga lebih besar untuk kebutuhan touring jarak jauh dan legal untuk masuk ke jalan tol (akses jalan bebas hambatan di Jepang mensyaratkan mesin di atas 125cc). Yup…Makin Klasik dan Keren !!

    Menariknya, motor sport bergaya timeless yang sangat dinanti ini merupakan produk buatan Indonesia yang diekspor secara utuh ke Negeri Sakura. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai spesifikasi, fitur, dan keunggulan XSR155 JDM model terbaru ini.

    Konsep Desain: Perpaduan Gaya Klasik Modis dan Jiwa Kebebasan

    Mengusung konsep pengembangan “Fashionable × Ride to Fun”, Yamaha XSR155 ABS tetap mempertahankan identitas utama keluarga XSR series yang kental dengan aura Neo-Retro. Siluet bodinya dibuat horizontal, dipadukan dengan lampu depan dan lampu belakang berbentuk bulat yang ikonik namun sudah menggunakan teknologi LED modern.

    Detail estetika motor ini digarap sangat serius. Mulai dari jok dengan motif garis timbul (tack-roll seat), panel spidometer digital bulat, hingga penutup samping berbahan metal dengan aksen lubang yang memberikan kesan premium. Kesan motor penjelajah semakin kuat berkat penggunaan ban bermotif balok (block-pattern) yang siap menemani pengendara mengeksplorasi rute-rute baru.

    Di sektor performa, XSR155 ABS dibekali mesin 155cc (Berpendingin Cairan), 4-tak, SOHC, 4-katup, tunggal. Jantung pacu ini mampu menyemburkan tenaga maksimal sebesar 19 PS pada 10.000 rpm dan torsi puncak 14 Nm pada 7.500 rpm. Keunggulan utama dari mesin ini adalah adopsi teknologi VVA (Variable Valve Actuation) khas Yamaha cak. Sistem ini bekerja dengan mengubah profil kem bukaan katup pada putaran mesin rendah dan tinggi, sehingga motor tetap memiliki torsi yang padat di putaran bawah namun tidak kehilangan napas di putaran atas.

    Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan yang dilengkapi dengan fitur Assist & Slipper Clutch (A&S). Fitur ini membuat pengoperasian tuas kopling menjadi jauh lebih ringan sekaligus mencegah roda belakang mengunci (slip) akibat efek engine brake yang agresif saat menurunkan gigi secara mendadak.

    Meskipun memiliki tampilan klasik, arsitektur sasis motor ini sangat modern. Yamaha menyematkan rangka Deltabox berbahan baja yang terkenal rigid namun memiliki fleksibilitas optimal untuk memberikan kendali yang lincah dan natural.

    Kaki-kakinya tergolong kekar di kelasnya, menggunakan suspensi depan Upside-Down (USD) berdiameter 37mm dan suspensi belakang monocross tipe tautan (link-type). Untuk memberikan traksi maksimal dan tampilan yang proporsional, roda belakang dibekali ban berukuran lebar, yaitu 140/70-17. Menariknya, dengan segala komponen tersebut, bobot total motor ini tergolong sangat ringan, hanya 137 kg, dengan tinggi jok berada di angka 810 mm.

    Yang menarik cak dalam peluncurannya, Yamaha juga memamerkan model konsep hasil kolaborasi dengan lini fashion ternama Jepang, “HAPPY OUTSIDE BEAMS”. Mengusung tema “Sobat Main di Luar”, motor kustom ini dilabur warna eksklusif Cedar Green dan dilengkapi dengan aksesori pelindung serta boks samping/belakang, menegaskan karakter XSR155 sebagai motor yang sempurna untuk berkemah maupun aktivitas outdoor lainnya.

    Untuk pasar Jepang, Yamaha XSR155 ABS 2026 hadir dalam tiga pilihan warna menawan:

    1. Greenish Gray Metallic 2 (Hijau) – Menampilkan kesan petualang yang matang.

    2. Black Metallic 12 (Hitam) – Menggunakan grafis garis emas-putih yang mengingatkan pada motor sport legendaris Yamaha zaman dulu.

    3. Light Bluish Gray Metallic 9 (Silver) – Tampil futuristik dan bersih dengan aksen modern.

    Last….soal efisiensi, motor ini mencatatkan angka konsumsi bahan bakar yang sangat irit, yakni 48,1 km/liter berdasarkan pengujian standar WMTC. Yamaha menargetkan volume penjualan sebanyak 4.000 unit per tahun di Jepang, dengan harga ritel resmi dipatok sebesar 539.000 Yen (termasuk pajak 10%), atau berkisar di angka Rp56 jutaan jika dikonversi langsung ke rupiah. Seperti apa sosok Yamaha XSR155 ABS (Model 2026 – JDM) ? intip saja beberapa fotonya dibawah ini….! (iwb)

    New Spesifikasi Lengkap Yamaha XSR155 ABS (Model 2026 – JDM)

    • Dimensi (P x L x T): 2.005 × 805 × 1.075 mm

    • Jarak Sumbu Roda: 1.325 mm

    • Tinggi Tempat Duduk: 810 mm

    • Bobot Kendaraan: 137 kg

    • Jenis Mesin: (Berpendingin Cairan), 4-Tak, SOHC, 4-Katup, Tunggal

    • Kapasitas Mesin: 155 cc

    • Tenaga Maksimal: 14 kW (19 PS) / 10.000 rpm

    • Torsi Maksimal: 14 N·m (1.4 kgf·m) / 7.500 rpm

    • Kapasitas Tangki BBM: 10 Liter (Bensin Reguler Tanpa Timbal)

    • Sistem Transmisi: 6-Percepatan Manual (Return)

    • Konsumsi BBM (WMTC): 48,1 km/Liter

    • Ukuran Ban (Depan/Belakang): 110/70-17M/C (54S) / 140/70-17M/C (66S)

    • Sistem Rem: Depan Cakram Tunggal / Belakang Cakram Tunggal (ABS)

    • Negara Produsen: Indonesia

  • MotoGP Italia : Aprilia Akui Puas “Hancurkan” Ducati di Mugello…!!

    MotoGP Italia : Aprilia Akui Puas “Hancurkan” Ducati di Mugello…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak dapat menyembunyikan rasa gembira dan bangganya setelah pabrikan asal Noale tersebut sukses mencetak kemenangan finis 1-2 yang dominan dalam gelaran Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello. Keberhasilan ini dinilai sebagai tamparan keras bagi rival utama mereka, Ducati, yang harus rela ditumbangkan di hadapan publik dan pendukung fanatik mereka sendiri. ” Ya…aku sangat puas..!! seru Rivola…

    Mugello selama ini dikenal sebagai ‘benteng pertahanan’ sekaligus markas keramat bagi Ducati. Namun, dalam balapan dramatis akhir pekan ini, jentera Aprilia RS-GP26 membuktikan bahwa peta kekuatan MotoGP kini mulai bergeser. Rivola ditanya apakah dirinya merasa puas bisa mengalahkan Ducati di tempat yang paling mereka kuasai…??

    “Puas bisa mengalahkan Ducati di kandang mereka? Ya, saya sangat senang dan puas! (Yeah, I’m thrilled!)” ujar Rivola sembari tersenyum lebar. “Menang di Italia selalu memberikan atmosfer yang luar biasa. Namun, melakukannya dengan finis di posisi 1-2 di Mugello—sirkuit yang sangat menuntut performa aerodinamis dan tenaga mesin yang besar—adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh tim di Noale. Kami tidak hanya sekadar kompetitif, tapi kami telah menetapkan standar baru,” tambahnya.

    Akhir pekan di Mugello akhir Mei kemarin memang sepenuhnya menjadi panggung milik Aprilia. Setelah berhasil menguasai baris terdepan (front-row lock) saat kualifikasi dan memenangi balapan Sprint lewat Raul Fernandez, puncaknya terjadi pada sesi balapan utama (Minggu, 31/5/2026). Kali ini giliran Marco Bezzecchi yang menunjukkan performa berkelas dunia.

    Bezzecchi, yang saat ini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia, sukses meredam tekanan awal dari andalan Ducati Lenovo, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Memasuki lap ke-14, Bezzecchi melakukan manuver berani menyalip Bagnaia di tikungan pertama dan langsung melesat di depan hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan 3,5 detik dari rekan setimnya, Jorge Martin.

    Hasil akhir balapan mengukuhkan Aprilia di podium 1-2, sementara Pecco Bagnaia (Ducati) harus puas menyelamatkan muka di podium ketiga setelah menerima perlawanan sengit di lap-lap akhir dari pembalap satelit Aprilia (Trackhouse), Ai Ogura.

    Last….kemenangan ini tidak hanya memperlebar jarak poin Bezzecchi di papan klasemen, tetapi juga mengirimkan sinyal bahaya bagi Ducati bahwa dominasi mutlak mereka dalam beberapa musim terakhir kini menghadapi ancaman paling serius. Rivola menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan Aprilia saat ini adalah stabilitas motor RS-GP26 yang mampu beradaptasi dengan cepat di berbagai karakter sirkuit. Selain itu, keharmonisan dan ketajaman duet pembalap baru mereka terbukti menjadi strategi jitu yang membuahkan hasil sangat manis untuk musim 2026 ini. Dengan kompetisi yang masih panjang, kemenangan di Mugello ini dipastikan menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi seluruh kru Aprilia Racing untuk terus menekan Ducati demi memburu takhta juara dunia MotoGP 2026….(iwb)

  • Breaking !! Kawasaki Resmi Rilis Z650S Model 2026…ediann serem tenan !!!

    Breaking !! Kawasaki Resmi Rilis Z650S Model 2026…ediann serem tenan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kawasaki kembali menggebrak pasar naked bike kelas menengah dengan resmi mengumumkan kehadiran Kawasaki Z650S model 2026. Motor yang mengusung konsep agresif khas keluarga “Z Series” ini dijadwalkan akan resmi meluncur ke pasar Jepang pada tanggal 11 Juli 2026. Membawa nama baru dengan imbuhan huruf “S”, Kawasaki menjelaskan bahwa “S” di sini mewakili filosofi Stunning (Memikat), Style (Gaya), Stage (Panggung), dan Spotlight (Pusat Perhatian). Motor ini dirancang untuk langsung mencuri perhatian di tengah padatnya jalanan perkotaan. Yup…Makin Kekar dan Canggih cakkk !!!

    Secara visual, Kawasaki Z650S 2026 tetap mempertahankan garis desain berfilosofi “Sugomi” yang mengintimidasi. Namun, dibandingkan pendahulunya, model terbaru ini tampil dengan bodi yang jauh lebih padat dan kekar (massive). Perubahan paling mencolok terlihat pada area tangki dan shroud samping yang kini dibuat lebih lebar dengan lubang aksen (air scoop) yang tegas. Setang yang lebar dipadukan dengan desain lampu depan yang merunduk tajam memberikan siluet agresif layaknya predator yang siap menerkam.

    Sektor pencahayaan juga mendapatkan peningkatan signifikan. Bagian wajah kini dibekali Triple LED Headlight yang mengadopsi gaya sang kakak, Z900 di mana dua lampu atas berfungsi sebagai low beam dan satu lampu bawah sebagai high beam. Bagian lampu belakang pun sudah menggunakan LED berdesain khas Z-Series yang ikonik.

    Di balik sasisnya, Kawasaki membenarkan mesin 649cc, 2-silinder sejajar (Parallel-Twin), DOHC, 4-katup berpendingin cairan. Mesin ini dirancang untuk kebutuhan berkendara harian maupun touring ringan, dengan fokus optimasi torsi pada putaran mesin rendah hingga menengah (antara 3.000 hingga 6.000 rpm).

    Dapur pacu ini mampu memuntahkan tenaga maksimal sebesar 68 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 63 Nm pada 6.700 rpm. Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 6-percepatan manual, yang kini juga menyediakan opsi aksesori Quick Shifter (KQS) khusus untuk perpindahan gigi ke atas (shift-up).

    Keseimbangan antara kelincahan dan stabilitas Z650S ditopang oleh sasis trellis berbahan baja tegangan tinggi yang sangat ringan, dengan bobot rangka hanya 15 kg. Total bobot keseluruhan motor ini berada di angka 190 kg, menjadikannya salah satu yang paling proporsional dan mudah dikendalikan di kelasnya.

    Untuk sektor pengereman, terjadi perubahan minor namun fungsional. Kawasaki menanggalkan piringan cakram model gelombang (petal disc) lama dan menggantinya dengan cakram bulat konvensional ganda berdiameter 300 mm di bagian depan, serta cakram tunggal 220 mm di belakang. Sistem pengereman ini tentunya sudah dikawal oleh ABS. Bagian roda dibalut oleh ban performa tinggi Dunlop Sportmax Roadsport 2 untuk grip yang maksimal. Terus piye soal speedometer dan fitur ??

    Mengikuti tren digital masa kini, panel instrumen Kawasaki Z650S kini menggunakan layar TFT warna 4,3 inci dengan tata letak informasi baru yang jauh lebih mudah dibaca. Menariknya, panel ini sudah mendukung konektivitas smartphone melalui aplikasi RIDEOLOGY THE APP MOTORCYCLE. Melalui fitur ini, pengendara bisa mengakses fungsi navigasi turn-by-turn serta fitur perintah suara (voice command). Untuk pasar domestik Jepang, motor ini juga sudah dilengkapi dengan perangkat built-in ETC 2.0 secara standar.

    Last…Untuk model tahun 2026 ini, Kawasaki menghadirkan satu varian warna eksklusif bertema gelap yang elegan: Metallic Matt Graphene Steel Gray × Metallic Flat Spark Black. Perpaduan warna hitam dan abu-abu matte ini semakin mewah berkat laburan warna emas (gold) pada area rangka trellis-nya. Diproduksi di pabrik Kawasaki Thailand, Z650S 2026 dipasarkan secara eksklusif melalui jaringan dealer Kawasaki Plaza di Jepang dengan harga 1.078.000 Yen (atau sekitar Rp112 jutaan jika dikonversi langsung). Motor ini juga masuk ke dalam kategori “Kawasaki Care Model”, yang berarti konsumen berhak mendapatkan garansi perawatan berkala dan penggantian oli gratis selama 3 tahun pertama. Hmm…kapan masuk Indonesia ya cak ?  semoga saja segera nyusul…juozzzz tenan sangarnya !! (iwb)

    Spesifikasi Lengkap Kawasaki Z650S (Model 2026)

    • Dimensi (P x L x T): 2.055 × 805 × 1.080 mm

    • Jarak Sumbu Roda: 1.410 mm

    • Tinggi Tempat Duduk: 805 mm

    • Bobot Kendaraan: 190 kg

    • Jenis Mesin: 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Parallel-Twin, Berpendingin Cairan

    • Kapasitas Mesin: 649 cc

    • Tenaga Maksimal: 50 kW (68 PS) / 8.000 rpm

    • Torsi Maksimal: 63 N·m (6.4 kgf·m) / 6.700 rpm

    • Kapasitas Tangki BBM: 15 Liter

    • Konsumsi BBM (WMTC): 23.6 km/Liter

    • Ukuran Ban (Depan/Belakang): 120/70ZR17 / 160/60ZR17

    • Sistem Rem: Depan Cakram Ganda Φ300mm / Belakang Cakram Tunggal Φ220mm (ABS)

  • Iannone Menang di Mugello dan Tantang Casey Stoner: “Ayo Balapan Lagi! Motor Ini Tak Punya Elektronik”

    Iannone Menang di Mugello dan Tantang Casey Stoner: “Ayo Balapan Lagi! Motor Ini Tak Punya Elektronik”

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Andrea Iannone kembali menunjukkan taringnya. Setelah menerima penalti long-lap pada Race 1 King of the Baggers di Mugello, pembalap asal Italia itu bangkit dan mendominasi Race 2. Kemenangan ini menjadi yang pertamanya sejak ia menang di Aragon pada musim SBK 2024. Dalam konferensi pers usai balapan, Iannone tampak berseri-seri. Ia mengaku sangat bahagia dan terharu dengan dukungan luar biasa dari para penggemar. Yang paling menarik perhatian adalah pernyataan Iannone tentang motor yang dikendarainya saat ini. Ia justru menantang legenda MotoGP, Casey Stoner, untuk kembali turun balapan. “Motor ini hebat. Kami tidak punya aerodinamika, tidak punya elektronik. Mungkin Casey Stoner bisa balapan lagi,” kata Iannone dengan antusias….

    Andrea Iannone tidak buang-buang waktu: setelah menerima penalti long-lap di Balapan 1 melawan para pembalap kelas Baggers di Mugello, ia mendominasi balapan kedua dan kembali meraih kemenangan untuk pertama kalinya sejak kemenangannya di Aragon pada musim SBK 2024. Sesuai dengan kodratnya sebagai seorang pembalap murni, The Maniac memberikan segalanya, dan selama konferensi pers pasca-balapan, ia benar-benar terpancar kegembiraan dari wajahnya.

    “Setelah pagi ini, ketika saya tidak melihat bendera kuning itu, saya sempat berpikir, ‘Wah, kapan hari keberuntungan saya akan tiba?’” ujarnya. “Dan saya meyakinkan diri sendiri bahwa hari ini adalah harinya. Apa pun risikonya, saya akan mencoba membawa pulang kemenangan di Mugello. Kami melewatkan balapan pertama. Nasib buruk datang bertubi-tubi. Lalu bendera itu bahkan disebabkan oleh rekan setim saya sendiri. Saya sempat berpikir, ‘Sialan’.”

    “Saya bahagia. Ini luar biasa, dan saya sangat bersenang-senang. Melihat betapa banyak orang yang peduli pada saya itu lebih mengharukan daripada saat mengendarai motor. Kami berada di upper paddock, kami lebih dekat dengan para penggemar, dan melihat semua orang ini datang hanya untuk saya… untuk memeluk saya, untuk memberi tahu saya agar tidak menyerah. Seorang gadis memberi saya mawar buatan tangan ini dan menulis sebuah catatan yang membuat saya meneteskan air mata. Itu sangat indah. Saya bahagia orang-orang melihat fakta bahwa saya tidak pernah menyerah, fakta bahwa saya selalu bangkit kembali sambil tersenyum saat terjatuh. Itulah yang dia tulis kepada saya, dan itu benar-benar menyentuh hati saya karena itulah kenyataannya.”

    “Balapannya sangat sengit karena semua orang berkendara dengan sangat cepat, sama seperti di setiap kategori dan setiap kompetisi. Semua orang ingin menang, lalu, jika saya ada di sana… mereka berpikir, ‘kapan lagi momen seperti ini akan terjadi?’ Saya merasa seperti di rumah sendiri di sini. Saya ingin berterima kasih kepada Harley-Davidson atas dukungan mereka, Niti, Fabrizio Cecchini, dan semua orang yang mewujudkan hal ini, dan saya juga ingin berterima kasih kepada diri saya sendiri karena tidak pernah menyerah dalam perjuangan, karena memiliki gairah dan semangat untuk balapan.”

    “Motor ini hebat. Kami tidak punya aerodinamika, tidak ada elektronik. Mungkin Casey Stoner bisa balapan lagi. Saya akan bertanya padanya, ‘apakah kamu mau datang dan balapan lagi di sini bersama kami? Kami bersenang-senang di sini. Aku menunggumu!’ Dengan legenda seperti dia, mungkin Vale (Valentino Rossi) juga akan kembali. Tapi saya rasa pembalap lain tidak terlalu tertarik, meski begitu saya hanya sekadar melemparkan ide ini. Cukup satu balapan saja. Kita akan melakukannya di Phillip Island, jadi Casey tidak perlu bepergian terlalu jauh.” serunya…

    “Motor Ini Tidak Berhenti!”

    Iannone juga menjelaskan betapa uniknya karakter motor yang dikendarainya. Saat ditanya bagaimana cara mengerem di tikungan San Donato yang terkenal cepat di Mugello, jawabannya membuat geleng-geleng kepala.

    “Motor ini tidak berhenti! Saat kamu mulai mengerem dan motornya mulai melambat, buka matamu lebar-lebar, karena jika kamu melakukan semua itu dengan mata terbuka, rasanya tidak mungkin. Untuk sesaat, kamu harus memalingkan muka,” jelasnya.

    Ia juga menggambarkan bagaimana motor ini melaju dengan rentang putaran mesin yang sangat sempit, antara 3.000 hingga 6.000 rpm. Ban pun harus bekerja keras dan mengalami selip panjang. Terlepas dari segala tantangan, kemenangan ini terasa sangat istimewa bagi Iannone. Ia mengaku memikirkan segala perjuangannya saat melihat bendera finis dikibarkan.

    “Setiap kemenangan itu hebat, terlepas dari kategorinya. Menang itu selalu kerja keras, baik di MotoGP, Moto2, atau SBK. Tidak ada yang memberikan kemenangan cuma-cuma,” tegasnya.

    Last…Iannone, yang kini menjadi bagian dari keluarga Harley-Davidson, menutup dengan pernyataan bahwa ia masih sangat mencintai dunia balap. “Hari-hari terbaik dalam hidupku kuhabiskan di garasi sebagai anak kecil, mengerjakan skuter atau motorku. Ini adalah hidupku,” pungkasnya. Apakah tantangan Iannone akan ditanggapi oleh Casey Stoner caj ? Atau mungkinkan kita melihat balapan eksibisi antara Iannone, Stoner, dan Rossi di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab….(iwb)

  • Kabar bagus Pasca Mugello….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!

    Kabar bagus Pasca Mugello….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez finis di posisi ketujuh pada balapan utama MotoGP Italia, Minggu (31/5/2026). Ia kalah dalam duel sengit melawan Pedro Acosta (KTM) serta disalip Ai Ogura (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (Ducati) di lap-lap akhir. Namun, bagi Marquez, hasil akhir bukanlah segalanya. Ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: perasaan baru di lengannya setelah menjalani operasi ganda (bahu dan kaki). Betul cak….Mati Rasa di Bahu Marquez telah hilang !!

    Dalam wawancara seusai balapan, Marquez mengungkapkan bahwa target utama operasi bahunya telah tercapai. Masalah mati rasa (numbness) yang selama ini mengganggunya tidak lagi terasa. Ia mengakui bahwa tidak ada yang bisa menjamin ia akan kembali seperti dulu. Tapi ia berjanji akan berusaha sekuat tenaga….

    “Bagi saya, yang terpenting adalah mati rasa itu tidak ada. Saya merasa memiliki perasaan baru di lengan. Ini yang paling penting dan itu adalah target dari operasi. Mulai sekarang, tidak masalah berapa 100 persen kemampuan saya. Saya akan mencoba mencapai 100 persen saya setiap hari. Saya akan mencoba memacu lengan ini hingga batasnya, dan kemudian kita lihat di mana saya bisa sampai. Tidak ada yang mengatakan saya akan kembali seperti dulu. Tapi saya akan mencoba. Anda tahu sisi mental saya.”

    Marquez mengaku tidak tahu bagaimana kondisi bahunya akan bertahan sepanjang akhir pekan. Ia hanya memaksakan diri hingga tubuh dan lengan kanannya berkata “berhenti”.

    “Faktanya, saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Saya hanya memberikan segalanya hingga tubuh dan lengan kanan saya berkata ‘oke, berhenti!’.”

    Ia mengingat momen ketika ia merasa sangat lelah dan melihat ke pit wall—masih tersisa sepuluh lap. Ada rasa frustrasi di sana, tetapi ia memilih untuk terus bertarung.

    “Saya tahu saya akan kalah dalam pertarungan itu, tapi saya berkata, ‘jika saya harus menjual kulit saya, saya akan menjualnya dengan mahal’. Kami memiliki pertarungan yang hebat dengan banyak pembalap, dan yang terpenting bagi saya adalah saya menyelesaikan seluruh akhir pekan, dan titik awal bagi saya adalah bahwa rehabilitasi di atas motor tidaklah buruk.”

    Marquez juga menyinggung cedera kakinya yang didapat di Le Mans. Ia meremehkan cedera tersebut dibandingkan dengan masalah bahunya.

    “Cedera kaki itu ‘peanuts’ (remeh temeh) dibandingkan dengan apa yang saya alami di bahu. Berbicara tentang cedera itu (kaki), saya sudah siap untuk balapan di Catalunya (jika tidak ada masalah bahu). Kaki kanan tidak 100 persen, tapi itu bukanlah batasan di atas motor.”

    Hasil finis P7 mungkin tidak spektakuler. Namun, pernyataan Marquez bahwa mati rasa di bahunya telah hilang adalah kabar luar biasa. Selama awal musim, ia mengaku mengendarai motor “hanya dengan satu setengah lengan” karena saraf radialnya tertekan oleh sekrup patah dari cedera lama. Kini, setelah sekrup tersebut diangkat, ia bisa mulai “membangun kembali” kekuatan dan kepercayaan dirinya. Mugello menjadi titik awal rehabilitasi yang sesungguhnya.

    Yang menarik cak, Marquez menunjukkan bahwa ia masih bisa bertarung sengit dengan pembalap top seperti Acosta, meskipun akhirnya kalah. Jika ia terus membaik, ia bisa menjadi ancaman serius di paruh kedua musim—meskipun gelar juara mungkin sudah terlalu jauh. Target Marquez ke depan: Bukan mengejar Bezzecchi, tetapi membangun kembali performa dan kebugarannya, satu balapan pada satu waktu. Goooo Marc !!! (iwb)

    2026 Italian MotoGP, Mugello – Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 40m 57.347s
    2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +3.559s
    3 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +5.098s
    4 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +5.132s
    5 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +5.453s
    6 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +7.467s
    7 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +10.762s
    8 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +14.644s
    9 Raul Fernandez*** SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +13.380s
    10 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +21.366s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +21.479s
    12 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +21.795s
    13 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +22.059s
    14 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +29.789s
    15 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +32.289s
    16 Toprak Razgatlioglu** TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +31.920s
    17 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +32.717s
    18 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +34.335s
    19 Michele Pirro ITA BK8 Gresini Ducati (GP25) +40.553s
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) DNF
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) DNF
    Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V) DNF
  • Pertempuran Mugello 2026: Veda Berjuang keras, Finis P8 Hanya Terpaut 1 Detik dari Juara !!

    Pertempuran Mugello 2026: Veda Berjuang keras, Finis P8 Hanya Terpaut 1 Detik dari Juara !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Seri ketujuh Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Mugello kembali menyajikan salah satu balapan paling menegangkan musim ini. Di tengah dominasi motor-motor bermesin KTM, pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), sukses mencuri perhatian lewat penampilan taktis dan penuh nyali untuk mengamankan posisi finis 10 besar. Yup Veda Ega Pratama, Finis P8 Hanya Terpaut 1 Detik dari Juara !!

    Berdasarkan data klasifikasi resmi….balapan sepanjang 17 lap ini berlangsung sangat rapat akibat efek slipstream konstan di lintasan lurus Mugello yang panjang. Veda Ega Pratama yang mengendarai motor nomor #54 berhasil finis di posisi ke-8 (P8). Pencapaian luar biasa terlihat dari margin waktu yang sangat tipis. Veda menyentuh garis finis dengan total catatan waktu yang hanya terpaut +1.081 detik dari sang pemenang balapan, Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo). Jarak yang sangat ketat ini membuktikan bahwa Veda sepanjang balapan terus berada di dalam rombongan utama (leading group) dan aktif bertarung memperebutkan podium hingga tikungan terakhir. Di belakangnya, Veda sukses menahan gempuran pembalap tangguh seperti Joel Kelso (P9) dan Jesus Rios (P10).

    Sirkuit Mugello dikenal memiliki lintasan lurus utama sepanjang 1.141 km yang menjadi tantangan besar bagi motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia dalam menandingi akselerasi KTM. Namun, data menunjukkan bahwa Veda mampu meminimalkan kelemahan tersebut dengan cerdik. Kecepatan puncak (Top Speed) tertinggi yang berhasil ditembus oleh Veda selama akhir pekan ini tercatat mencapai 244.3 km/jam. Melalui strategi penempatan posisi yang presisi dan pemanfaatan tow (curi angin) dari pembalap di depannya, Veda berhasil menjaga top speed motornya tetap setara dengan rombongan depan Honda lainnya (seperti Adrian Fernandez dan David Almansa), serta hanya kalah tipis dari catatan absolut motor KTM yang berada di kisaran 246–247 km/jam. Walaupun pada akhirnya Veda harus mengakui top speed Pini yang tembus 252,9 km/jam disaat Veda tembus 249,4km/jam..

    Kunci keberhasilan Veda menembus posisi 8 besar adalah konsistensi ritme balapnya yang sangat solid (pacing).

    • Konsistensi Lap: Mayoritas waktu putaran Veda berada di angka stabil 1 menit 56 detik rendah hingga 1 menit 55 detik tinggi.

    • Manajemen Ban Akhir Balapan: Keunggulan fisik dan manajemen ban Veda terlihat jelas pada 4 lap terakhir. Ketika performa cengkeraman ban mulai menurun drastis, Veda justru sukses mendobrak 1’55.991 detik pada lap 13…ini gilaaa. Kemampuan meredam degradasi ban ini memungkinkannya memenangi duel sengit melawan Joel Kelso tepat saat keluar dari tikungan terakhir, Bucine, menuju garis finis.

    Dengan finis di posisi ke-8, Veda Ega Pratama berhak membawa pulang 8 poin tambahan yang sangat berharga. Tambahan poin dari sirkuit Mugello ini memperkokoh posisi Veda di papan tengah klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Meskipun puncak klasemen masih dipimpin kuat oleh Maximo Quiles (yang pada balapan ini mengalami nasib sial dan hanya finis di posisi ke-11), keberhasilan Veda mencetak poin reguler di tanah Eropa secara beruntun menunjukkan grafik perkembangan yang terus menanjak tajam sebagai pembalap rookie.

    Last…GP Italia 2026 menegaskan kematangan Veda Ega Pratama di atas lintasan. Mampu finis dengan selisih waktu hanya 1.081 detik dari podium puncak di sirkuit teknis sekelas Mugello adalah bukti nyata bahwa talenta emas Indonesia ini memiliki kecepatan dan mentalitas yang setara dengan pembalap top Eropa lainnya. Putaran berikutnya di Litar Balaton Park, Hongaria, akan menjadi pembuktian lanjutan bagi Veda untuk terus mendekati podium impian. Gooo Vedaaa !! (iwb)

    Hasil Lengkap Balapan Moto3 GP Italia 2026 (Mugello)

    • P1  | Brian Uriarte (SPA) – Red Bull KTM Ajo [KTM] | Waktu: 33’07.801

    • P2 | Alvaro Carpe (SPA) – Red Bull KTM Ajo [KTM] | Selisih: +0.418

    • P3 | Hakim Danish (MAL) – AEON Credit – MT Helmets – MSI [KTM] | Selisih: +0.456

    • P4 | Adrian Fernandez (SPA) – Leopard Racing [HONDA] | Selisih: +0.482

    • P5 | Joel Esteban (SPA) – LEVEL UP – MTA [KTM] | Selisih: +0.842

    • P6 | Eddie O’Shea (GBR) – GRYD – MLav Racing [HONDA] | Selisih: +0.970

    • P7 | David Muñoz (SPA) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP [KTM] | Selisih: +1.069

    • P8 🇮🇩 | Veda Pratama (INA) – Honda Team Asia [HONDA] | Selisih: +1.081

    • P9 | Joel Kelso (AUS) – GRYD – MLav Racing [HONDA] | Selisih: +1.085

    • P10 | Jesus Rios (SPA) – Rivacold Snipers Team [HONDA] | Selisih: +1.091

    • P11 | Maximo Quiles (SPA) – CFMOTO Valresa Aspar Team [KTM] | Selisih: +1.202

    • P12 | Matteo Bertelle (ITA) – LEVEL UP – MTA [KTM] | Selisih: +1.285

    • P13 | Marco Morelli (ARG) – CFMOTO Valresa Aspar Team [KTM] | Selisih: +1.351

    • P14 | Scott Ogden (GBR) – CIP Green Power [KTM] | Selisih: +1.569

    • P15 | Guido Pini (ITA) – Leopard Racing [HONDA] | Selisih: +2.330

    • P16 | Ryusei Yamanaka (JPN) – AEON Credit – MT Helmets – MSI [KTM] | Selisih: +5.565

    • P17 | Adrian Cruces (SPA) – CIP Green Power [KTM] | Selisih: +5.596

    • P18 | Valentin Perrone (ARG) – Red Bull KTM Tech3 [KTM] | Selisih: +5.636

    • P19 | Cormac Buchanan (NZE) – CODE Motorsports [KTM] | Selisih: +5.740

    • P20 | Nicola Carraro (ITA) – Rivacold Snipers Team [HONDA] | Selisih: +8.904

    • P21 | Ruche Moodley (RSA) – CODE Motorsports [KTM] | Selisih: +9.679

    • P22 | Zen Mitani (JPN) – Honda Team Asia [HONDA] | Selisih: +26.357

    • P23 | Leo Rammerstorfer (AUT) – SIC58 Squadra Corse [HONDA] | Selisih: +26.435

  • Veda Start dari P13 di Mugello…Jangan Kuatir, jurus Attacking akan dilakukan !!!

    Veda Start dari P13 di Mugello…Jangan Kuatir, jurus Attacking akan dilakukan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Veda Ega Pratama harus memulai balapan Moto3 Italia dari posisi ke-13 (baris kelima) setelah sesi kualifikasi (Q2) yang berlangsung ketat di Sirkuit Mugello, Sabtu (30/5/2026). Pembalap Honda Team Asia itu mencatatkan waktu 1 menit 55,548 detik, terpaut 0,686 detik dari David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) yang merebut pole position. Meskipun start dari posisi yang kurang ideal, analisis mendalam terhadap jalannya Q2 dan karakteristik sirkuit menunjukkan bahwa peluang Veda untuk tampil kompetitif di balapan utama tetaplah besar. Yup….Jangan Kuatir cak, Kans kedepan Terbuka !!

    Berdasarkan data kualifikasi (Q2) Moto3 Mugello 2026 dan situasi di lintasan, Veda Ega Pratama harus puas start dari posisi ke-13 dengan catatan waktu 1 menit 55,548 detik (terpaut +0,686 detik dari David Almansa di posisi pole). Faktor taktis paling krusial pada Q2 kemarin adalah gagalnya sebagian besar pembalap untuk melakukan final run (lap pemungkas). Menjelang menit-menit akhir, mayoritas pembalap melakukan strategi waiting game di pit dan keluar bersamaan untuk mencari slipstream.

    Akibatnya, rombongan besar ini…termasuk Veda cak, terlambat keluar dan tidak sempat melewati garis start/finis sebelum bendera finis (chequered flag) berkibar. Hal ini membuat catatan waktu Veda di awal sesi (percobaan pertama) tidak bisa dipertajam di menit-menit krusial saat kondisi sirkuit biasanya menyediakan grip terbaik. Mugello terkenal dengan trek lurusnya yang sangat panjang (main straight sepanjang 1,1 km). Di Moto3, mendapatkan slipstream (curi angin/towing) di trek lurus ini bisa memangkas waktu hingga 0,5 – 0,8 detik per lap. Nah disini IWB berikan beberapa catatan penting yakni…

    • Jika melihat data waktu parsial (Best Partial Time), Veda sebenarnya memiliki ritme yang konsisten sejak sesi Practice hari Jumat (di mana ia sempat menembus posisi ke-9 untuk lolos langsung ke Q2).

    • Namun di Q2, ketika pembalap seperti David Almansa berhasil mencetak waktu benchmark yang kuat sendirian di awal (1:54,862) dan Hakim Danish mendapat towing yang tepat untuk posisi ke-2, Veda terjebak di grup yang tidak ideal secara positioning di lintasan saat melakukan hot lap.

    Dalam wawancara resminya seusai kualifikasi, Veda mengakui bahwa kondisi cuaca di Mugello sangat panas dan terik. Di kelas Moto3 yang menggunakan motor berkapasitas kecil, suhu aspal yang tinggi sangat memengaruhi performa ban depan dan belakang (ban Pirelli lebih cepat greasing atau kehilangan grip optimum), serta sedikit menurunkan densitas udara yang berpengaruh pada performa maksimal mesin NSF250RW khususnya konsistensi stop and go. Dan dari data cak…secara performa murni, Veda tidak lambat. Jaraknya dari urutan ke-13 ke posisi ke-4 (Brian Uriarte – 1:55,092) hanya berkisar 0,4 detik. Di kelas Moto3 yang sangat kompetitif, kesalahan kecil di satu tikungan atau kehilangan momen slipstream di sektor terakhir langsung membuat posisi pembalap merosot 5 hingga 10 peringkat. Terus gimana peluang Veda hari ini ??

    Meskipun harus start dari grid ke-13 (barisan kelima), peluang Veda di Mugello masih sangat terbuka lebar. Karakteristik sirkuit ini justru diuntungkan oleh posisi start barisan tengah karena:

    • Balapan Rombongan (Group Racing): Mugello hampir selalu menyajikan balapan pack besar di Moto3. Pembalap di posisi belasan bisa dengan cepat merangsek ke rombongan depan memanfaatkan slipstream massal di trek lurus utama setiap lapnya.

    • Modal Positif: Veda punya kenangan manis di Mugello saat menyapu bersih kemenangan (Race 1 & Race 2) di ajang Red Bull Rookies Cup musim lalu. Ia sudah sangat paham titik pengereman terbaik (hard braking) setelah trek lurus panjang Mugello (Tikungan 1 – San Donato) untuk melakukan overtaking.

    Last…Tren performa Veda musim ini menunjukkan bahwa ia adalah comeback king. Dari posisi start buruk di Catalunya (P20), ia finis P8. Dari P17 di Jerez, ia finis P6. Jika ia bisa start dari P13, target finis di P7-P10 sangat realistis, bahkan P5 jika ada insiden di depan. Veda Ega Pratama mungkin gagal menembus 10 besar di kualifikasi cak, tetapi balapan utama adalah cerita yang berbeda. Start dari P13 di Mugello dengan trek lurus super panjang dan sejarah balapan grup yang ketat bukanlah bencana. Kunci utama adalah start yang bersih dan tetap tenang. Mugello adalah trek yang panjang, dan di Moto3, segalanya bisa terjadi di lap-lap akhir. So…mari doakan Veda lancar, gooo merah putihhh !! (iwb)

    Hasil Kualifikasi Moto3 Mugello (Q2) – Posisi 1-14

    Posisi No Pembalap Tim Catatan Waktu Gap
    1 22 David ALMANSA Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1’54.862 –
    2 13 Hakim DANISH AEON Credit – MT Helmets – MSI 1’55.138 +0.276
    3 97 Marco MORELLI CFMOTO Gaviota Aspar Team 1’55.151 +0.289
    4 51 Brian URIARTE Red Bull KTM Ajo 1’55.209 +0.347
    5 28 Maximo QUILES CFMOTO Gaviota Aspar Team 1’55.298 +0.436
    6 64 David MUÑOZ Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1’55.365 +0.503
    7 31 Adrian FERNANDEZ Leopard Racing (HONDA) 1’55.379 +0.517
    8 27 Rico SALMELA Red Bull KTM Tech3 1’55.429 +0.567
    9 66 Joel KELSO GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’55.498 +0.636
    10 73 Valentin PERRONE Red Bull KTM Tech3 1’55.503 +0.641
    11 54 Jesus RIOS Rivacold Snipers Team (HONDA) 1’55.527 +0.665
    12 83 Alvaro CARPE Red Bull KTM Ajo 1’55.538 +0.676
    13 9 Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 1’55.548 +0.686
    14 18 Matteo BERTELLE LEVEL UP – MTA 1’55.699 +0.837
  • Tantang PCX dan NMAX !! Zontes 150X Model 2026 lahir, Gendong Rangka Aluminium…Ediannn !!!

    Tantang PCX dan NMAX !! Zontes 150X Model 2026 lahir, Gendong Rangka Aluminium…Ediannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… Segmen skutik bongsor kelas 150cc yang selama ini adem ayem dikuasai oleh duet raksasa Jepang, Honda PCX dan Yamaha NMAX, sepertinya bakal kedatangan badai besar dari negeri tirai bambu! Yup, pabrikan Zontes secara resmi telah meluncurkan gacoan teranyar mereka, yaitu Zontes 150X model 2026 di pasar Thailand! Asliii cakk, pas IWB intip spesifikasinya, ini motor bukan kaleng-kaleng, fiturnya bener-bener bikin geleng-geleng kepala!

    Secara visual, Zontes 150X mengusung konsep yang mereka sebut sebagai Urban Adventure. Garis bodinya bertumpuk-tumpuk tajam, kekar, aerodinamis, dan punya aura futuristik yang kental banget. Sektor pencahayaannya pun super ciamik, cakk! Di bagian depan, sampeyan bakal disuguhi lampu utama full LED berbentuk “X-Shape” yang dikombinasikan dengan 4 buah lampu proyektor, plus lampu DRL yang mempertegas tatapan sangarnya. Bener-bener kelihatan mahal dan intimidatif!

    Gebrakan Sasis Aluminium Alloy

    Nah, ini dia rahasia paling ngeri dari Zontes 150X yang nggak dipunyai rival-rivalnya. Kalau skutik mainstream biasanya pakai rangka baja tubular biasa, Zontes nekat membekali motor ini dengan sasis berbahan aluminum alloy utuh satu bagian!

    Keputusan ekstrem ini bikin bobot rangkanya cuma 8,5 kg saja, cakk! Dampaknya? Bobot kosong total motor ini berhasil ditekan hingga di angka 108 kg. Bayangkan cakk, bodi segambot itu tapi bobotnya enteng mirip motor matic kecil! Sudah pasti power-to-weight ratio-nya jadi superior, bikin manuver selap-selip di kemacetan kota jadi makin lincah, enteng, dan responsif banget!

    Fitur Super Hedon, Ada Electric Windscreen-nya Cakk!

    Soal fitur, Zontes bener-bener royal dan tega mengemas fitur kelas matic 250cc ke atas ke dalam motor 150cc ini:

    • Electric Windscreen: Kaca depan bisa naik-turun secara elektrik hanya dengan pencetan tombol di setang! Ediaann, udah kayak Forza

    • Panel Instrumen TFT 5 Inchi: Sudah full color dan mendukung fitur Mirror Screen serta konektivitas Zontes Smart App (DriveSync). Navigasi hingga status motor terpampang jelas.

    • Keyless Entry 3.0 (Rating IP67): Canggihnya, kalau baterai remote sampeyan habis di jalan, motor tetap bisa dinyalakan secara darurat lewat sensor cadangan bertanda “IMMO” di laci kiri.

    • Safety Kelas Wahid: Sudah dilengkapi rem cakram depan-belakang, sistem ABS Dual Channel, serta Traction Control System (TCS) dan TPMS (pengukur tekanan ban) sebagai standar bawaan pabrik!

    • Bagasi & Tangki Gajah: Ruang penyimpanan di bawah joknya lega banget sampai bisa menelan 2 helm sekaligus! Ditambah kapasitas tangki BBM yang mencapai 11 liter, sekali isi full tank diklaim bisa menempuh jarak hingga hampir 500 km!

    Gimana dengan mesinnya? Zontes 150X menggendong mesin berkasitas murni 149,5cc, SOHC, 4-katup dengan pendingin cairan. Di atas kertas, semburan tenaganya tembus 17,7 HP pada 8.700 rpm dan torsi puncak 15,5 Nm pada 6.500 rpm dengan pasokan bensin dari injeksi pintar Bosch. Ini gedeeee cak. Kompresinya pun cukup tinggi di angka 12,5:1. Nggak main-main, jeroan mesinnya sudah dilapisi material keramik tanpa liner (sleeveless) serta mengadopsi Forged Piston (Piston Tempa). Teknologi ini biasanya cuma ada di motor sport performa tinggi agar mesin lebih tahan siksaan RPM tinggi, minim gesekan, dan suhu mesin tetap stabil dalam jangka panjang….

    Last….di pasar Thailand, Zontes 150X model 2026 ini dipasarkan dengan harga mulai dari 74.800 Baht atau jika kita konversikan ke rupiah berada di kisaran Rp 33 jutaan (tergantung varian dan kurs setempat). Banderol harganya bener-bener mepet dan menyenggol langsung pasar Honda PCX dan Yamaha NMAX. Rangka aluminium super ringan, mesin bertenaga dengan piston tempa, bagasi muat dua helm, plus fitur electric windscreen yang mewah. Kalau seandainya Zontes Indonesia berani memasukkan motor ini ke tanah air dengan harga yang sama, kira-kira bakal laku keras nggak nih, cakk? Sampenyan tertarik meminang? Monggo corat-coret opininya di kolom komentar… Juozzz gandozzz!! (iwb)