Author: Iwanbanaran

  • Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Balapan Moto3 Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park berlangsung penuh drama dan ketegangan sepanjang 20 lap. Diwarnai dengan insiden Red Flag di lap terakhir, pembalap muda Maximo Quiles sukses mengamankan podium tertinggi. Di sisi lain, pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas finis di posisi ke-16 setelah berjuang keras melewati hukuman Long Lap Penalty (LLP).

    Balapan dimulai dalam kondisi lintasan yang kering dengan suhu permukaan trek mencapai 42°C. David Almansa, yang memilih kombinasi ban Soft-Medium, memulai balapan dari posisi terdepan (pole position).

    Sementara itu, Veda Ega Pratama yang start dari grid ke-9 dengan kombinasi ban Soft-Soft, langsung melakukan start yang sangat impresif. Sesaat setelah lampu start padam, Veda langsung melesat dan sempat merangsek naik ke posisi ke-6. Di saat yang sama, beberapa pembalap seperti Guido Pini, Hakim Danish, dan Moodley langsung terlibat kecelakaan (crash) di awal lap.

    Memasuki lap ke-3, Veda mendapatkan instruksi resmi untuk menjalankan hukuman Long Lap Penalty (LLP). Eksekusi LLP di lap ke-4 ini memaksa pembalap asal Gunungkidul tersebut melorot jauh hingga ke posisi ke-17, tepat di belakang Ryusei Yamanaka.

    Meski terlempar ke barisan belakang, Veda tidak menyerah. Mengandalkan performa ban barunya, ia perlahan merangkak naik ke posisi 16, lalu masuk ke zona poin di posisi ke-15 pada lap ke-7, menempel ketat Joel Kelso.

    Di barisan depan, David Almansa sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya diambil alih oleh Maximo Quiles pada lap ke-8. Quiles terus konsisten menjaga jarak aman sekitar 1,6 detik di depan Almansa hingga memasuki lap-lap akhir. Di belakang mereka, persaingan sengit untuk memperebutkan podium ketiga terjadi antara Ruche Moodley (kembali setelah crash), Jakob Salmela, David Muñoz, dan Angel Piqueras.

    Menjelang akhir balapan, performa ban Veda tampaknya mulai menurun. Posisinya sempat melorot ke peringkat 18 pada lap 14, bahkan hingga ke posisi 19 pada lap 18.

    Drama puncaknya terjadi pada lap terakhir. Sebuah kecelakaan hebat yang melibatkan tiga pembalap memaksa steward mengibarkan bendera merah (Red Flag), yang sekaligus menghentikan balapan secara prematur.

    Berdasarkan regulasi, hasil balapan dihitung mundur ke lap sebelumnya. Maximo Quiles pun resmi dinyatakan sebagai pemenang Moto3 Hongaria 2026, diikuti oleh David Almansa di posisi kedua. Sementara itu, Veda Ega Pratama diputuskan finis di posisi ke-16, tepat satu strip di luar zona poin.

    Last….Meski gagal membawa pulang poin dari seri Hongaria ini, posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026 masih tergolong aman. Saat ini, Maximo Quiles semakin kokoh memimpin klasemen dengan total 170 poin, sedangkan Veda Ega Pratama tertahan di peringkat ke-6 dengan koleksi 71 poin. Perjalanan musim masih panjang, dan Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk kembali bertarung di barisan depan pada seri berikutnya. Gooo Veda !!! (iwb)

  • Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia Moto3 diguncang skandal besar jelang balapan utama GP Hungaria. Pembalap andalan Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya). Keputusan ini dijatuhkan oleh FIM MotoGP Stewards. Akibat hukuman ini, posisi Fernandez yang semula berada di peringkat ketiga klasemen langsung anjlok ke posisi 19. Ia hanya menyisakan poin dari finis keempat di Mugello pekan lalu (13 poin). Namun kabar terbaru ternyata Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!! Waahh panass cakkk…

    Kasus ini bermula dari investigasi teknis terhadap dua unit mesin Honda NSF250RW milik Adrian Fernandez…

    Unit Mesin Inspeksi Temuan
    Mesin #810 Setelah GP Prancis Segel mesin dibuka dalam prosedur rutin oleh Honda, ditemukan kejanggalan pada kawat segel (wire seals) yang tidak sesuai standar, plus indikasi manipulasi pada stiker pengaman. Kesimpulan: Mesin telah dibuka tanpa izin.
    Mesin #811 Setelah GP Mugello Disita FIM dan dibongkar di bawah pengawasan Technical Director (3 Juni 2026). Ditemukan anomali serupa.

    Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru/rebuilt. Penggunaan mesin ilegal ini berujung pada diskualifikasi total dari balapan terkait.

    Leopard Racing Lawan: “Tidak Ada Perwakilan Tim Saat Inspeksi”

    Namun Tim asal Italia itu tidak tinggal diam. Leopard Racing merilis pernyataan resmi yang keras dan menyatakan “perang” hukum untuk membela integritas tim dan pembalapnya. Berikut poin-poin utama pembelaan mereka:

    Poin Pernyataan Leopard Racing
    Nol Komponen Ilegal Tidak ditemukan satu pun komponen ilegal, tidak ada modifikasi pendongkrak performa, dan tidak ada part yang menyalahi regulasi. Mesin 100% standar Moto3.
    Hanya Perbedaan Interpretasi Kasus ini murni masalah perbedaan interpretasi mengenai kondisi sistem penyegelan fisik mesin, bukan tindakan kecurangan teknis.
    Prosedur Inspeksi Dipertanyakan Tidak ada perwakilan tim yang dihadirkan saat inspeksi pembongkaran mesin oleh pabrikan dan FIM.
    Tanpa Bukti Kuat FIM tidak bisa menyodorkan bukti konkret kapan dan bagaimana pelanggaran itu terjadi, serta apa keuntungan kompetitif yang didapatkan tim.

    “Leopard Racing selalu beroperasi dalam batasan ketat regulasi teknis dan olahraga Moto3. Kami menolak keras segala sugesti bahwa mesin telah dibuka tanpa izin. Kami akan terus membela posisi kami melalui semua jalur hukum yang tersedia.”
    — Pernyataan Resmi Leopard Racing

    Banding Pertama Ditolak

    Meskipun Leopard Racing sempat mengajukan banding sesaat setelah keputusan keluar, FIM dikabarkan telah menolak banding pertama tersebut. Alasannya: tim dianggap belum bisa memberikan penjelasan yang kokoh (robust explanation) terkait rusaknya segel mesin. Namun, Leopard dipastikan tidak akan berhenti di sini. Mereka siap membawa kasus ini ke pengadilan olahraga yang lebih tinggi cak…

    Dampak pada Klasemen dan Reputasi

    Sebelum Diskualifikasi Setelah Diskualifikasi
    Peringkat 3 klasemen Peringkat 19 klasemen
    Poin dari 6 seri (detail tidak disebutkan) Hanya 13 poin (dari Mugello)

    Kasus ini menjadi preseden serius di kelas Moto3. Taruhannya bukan hanya nasib poin Adrian Fernandez, tetapi juga reputasi Leopard Racing—salah satu tim tersukses di kelas ringan dengan koleksi gelar juara dunia bersama Danny Kent, Joan Mir, Lorenzo Dalla Porta, dan Jaume Masia.

    Analisis: Apakah Hukuman Ini Adil?

    Dari kasus ini, ada dua sisi yang perlu dicermati:

    Sisi FIM Sisi Leopard Racing
    Menjaga sakralitas regulasi mesin tunggal. Segel rusak = pelanggaran, apapun alasannya. Tidak ada komponen ilegal, hanya masalah administrasi segel. Prosedur inspeksi juga dipertanyakan.

    Jika Leopard Racing berhasil membuktikan bahwa tidak ada niat kecurangan dan prosedur FIM cacat, hukuman ini bisa dibatalkan. Namun, jika FIM konsisten, ini akan menjadi peringatan keras bagi semua tim Moto3 untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan segel mesin.

    Last….Dengan diskualifikasi Adrian Fernandez, secara otomatis posisi Veda Ega Pratama di klasemen Moto3 2026 akan naik. Fernandez sebelumnya berada di posisi 3 dengan poin yang cukup jauh. Kini, ia tersungkur ke posisi 19. Ini membuka peluang bagi Veda untuk terus mendekati papan atas klasemen. IWB akan terus memantau perkembangan kasus ini. Apakah banding Leopard Racing akan dikabulkan? Ataukah hukuman FIM tetap berlaku? Satu hal yang pasti: dunia balap Moto3 sedang panas cakkkk !!! (iwb)

  • MotoGP Sprint Hongaria : The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    MotoGP Sprint Hongaria : The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Juara dunia bertahan, Marc Marquez, membuktikan kembali mentalitas juaranya dengan memenangkan balapan Tissot Sprint dalam Grand Prix Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park (6/6/2026). Kemenangan ini terasa luar biasa mengingat pembalap utama Ducati tersebut baru saja menjalani operasi pada bahu kanannya bulan lalu dan masih berada dalam proses pemulihan kebugaran fisik. Yup…The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    Sebelum akhir pekan ini dimulai, Marquez sempat meredam ekspektasi publik dengan menyatakan dirinya belum cukup bugar untuk memperebutkan podium. Namun, performa di atas lintasan menceritakan kisah yang sama sekali berbeda. Sang “Baby Alien” merebut posisi pole pada kualifikasi pagi hari dan mengonversinya menjadi kemenangan dominan dalam balapan sepanjang 13 lap tersebut.

    Sejak lampu start padam, Marc Marquez langsung melakukan holeshot sempurna dari posisi terdepan. Pembalap KTM, Pedro Acosta, menempel ketat di posisi kedua, sementara pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi (Aprilia), melakukan start brilian melesat dari posisi keenam menuju posisi ketiga di Tikungan 1.

    Keunggulan teknis Marquez langsung terlihat di lap-lap awal. Memasuki lap kedua, Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menembus catatan waktu 1 menit 37 detik, tepatnya 1 menit 37,901 detik, menjadikannya pemilik Fastest Lap pada sesi Sprint ini. Sebagai perbandingan, lap terbaik Pedro Acosta berada di angka 1 menit 38,332 s.

    Kecepatan luar biasa tersebut membuat Marquez sukses membuka jarak hingga lebih dari dua detik di pertengahan balapan, sebelum akhirnya mengendurkan kecepatan di lap terakhir untuk mengamankan kemenangan dengan keunggulan 1,548 detik atas Acosta.

    Di posisi ketiga, Marco Bezzecchi berhasil mengamankan podium terakhir setelah menahan gempuran dari pembalap Gresini Ducati, Fermin Aldeguer, yang sayangnya melakukan kesalahan melebar di Tikungan 9 pada lap keempat. Kesalahan Aldeguer tersebut juga menguntungkan Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) yang naik dan finis di posisi keempat. Sementara itu, rival utama Bezzecchi di klasemen, Jorge Martin, harus puas finis di posisi keenam setelah sempat melebar memotong chicane saat mencoba menyalip pembalap LCR Honda, Diogo Moreira.

    Hasil Lengkap MotoGP Sprint Hungaria 2026 (Poin Teratas):

    1. Marc Marquez (Ducati) – 13 Lap (12 Poin)

    2. Pedro Acosta (KTM) +1.548s (9 Poin)

    3. Marco Bezzecchi (Aprilia) +2.722s (7 Poin)

    4. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) +3.940s (6 Poin)

    5. Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) +4.211s (5 Poin)

    6. Jorge Martin (Aprilia) +5.102s (4 Poin)

    Kemenangan Sprint ketiga bagi Marc Marquez di musim 2026 ini memberikan suntikan 12 poin penting dalam upayanya mengejar ketertinggalan di papan klasemen akibat absen dan pemulihan operasi.

    Di sisi lain, keberhasilan Marco Bezzecchi finis di depan Jorge Martin membuat pembalap Italia tersebut memperlebar jaraknya di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia. Dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh tim Aprilia dan kebangkitan dramatis dari Marc Marquez bersama Ducati, jalannya balapan utama (Main Race) pada hari Minggu dipastikan akan berlangsung sangat sengit.

    Last…Kemenangan di Balaton Park ini menjadi pesan tegas dari Marc Marquez kepada rival-rivalnya: bahkan dalam kondisi fisik yang belum 100 persen pasca operasi, insting membunuh sang juara dunia di atas lintasan tetap tidak terkalahkan. Piyee masih nyinyirin Marc waktunya pensiun ? wkwkwkwk….Goooo Marquezz !!! (iwb)

    2026 Hungarian MotoGP, Balaton Park – Sprint Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 13 laps
    2 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +1.548s
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.722s
    4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +3.973s
    5 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +4.366s
    6 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +5.708s
    7 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +6.285s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +7.587s
    9 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +8.237s
    10 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +8.469s
    11 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +11.609s
    12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +12.07s
    13 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +14.173s
    14 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +15.799s
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +15.961s
    16 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +16.376s
    17 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +17.07s
    18 Iker Lecuona SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +17.381s
    19 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +19.49s
    20 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +20.662s
    21 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +24.063s
    22 Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V) +30.947s
  • Licik Bongkar Mesin !! Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari 6 Balapan….Veda Melesat P3 di Moto3 !!

    Licik Bongkar Mesin !! Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari 6 Balapan….Veda Melesat P3 di Moto3 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia balap Moto3 diguncang skandal teknis besar. Pebalap tim Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari hasil enam Grand Prix (GP) awal musim ini. Keputusan berat ini diambil setelah Direktur Teknis kejuaraan menemukan adanya indikasi kecurangan berupa manipulasi atau perusakan segel pada mesin Honda milik tim asal Luksemburg tersebut…!!

    Berdasarkan hasil investigasi mendalam, Fernandez dicoret dari hasil balapan yang berlangsung di Thailand, Brasil, Amerika Serikat (Austin), Spanyol (Jerez), Prancis (Le Mans), dan Catalunya (Barcelona).

    Kronologi Terbongkarnya Kecurangan

    Sanksi tegas ini dijatuhkan setelah pihak penyelenggara melakukan inspeksi menyeluruh terhadap dua mesin Honda yang digunakan oleh Adrian Fernandez, yaitu mesin dengan nomor seri 810 dan 811.

    Dari hasil pemeriksaan teknis, ditemukan ketidaksesuaian regulasi yang fatal pada kedua mesin tersebut:

    • Mesin 810 (Digunakan pada 4 GP pertama: Thailand, Brasil, Austin, dan Jerez): Direktur Teknis menemukan bahwa segel resmi pada mesin ini telah rusak atau terkompromi (compromised). Meski demikian, tidak ditemukan bukti adanya modifikasi atau manipulasi komponen di bagian dalam mesin ini.

    • Mesin 811 (Digunakan di Le Mans dan Barcelona): Temuan pada mesin kedua jauh lebih serius. Selain segelnya yang rusak karena sengaja diakali, petugas teknis menemukan tanda-tanda jelas bahwa mesin tersebut telah dibongkar. Begitu mesin dibuka, tim teknis kejuaraan mendeteksi berbagai anomali yang membuktikan bahwa mekanik Leopard Racing telah mengutak-atik bagian dalam mesin tersebut tanpa izin.

    Sesuai dengan Pasal 3.3.2.2 dalam regulasi teknis kejuaraan, setiap tim dilarang keras merusak, membuka, atau memodifikasi segel mesin yang telah dipasang oleh pihak otoritas balap tanpa adanya izin tertulis sebelumnya.

    Dampak Besar pada Klasemen Kejuaraan

    Hukuman diskualifikasi massal ini menjadi pukulan telak bagi Adrian Fernandez dan tim Leopard Racing. Pebalap asal Spanyol tersebut harus merelakan sejumlah pencapaian gemilang yang diraihnya dengan susah payah di awal musim ini, termasuk podium yang ia amankan di GP Le Mans dan GP Barcelona.

    Dampak terhadap posisinya di papan klasemen sementara Moto3 juga sangat masif:

    • Sebelum hukuman dijatuhkan, Fernandez berada di peringkat ke-3 klasemen sementara dengan koleksi 90 poin.

    • Setelah poin dari enam balapan tersebut hangus, ia kini hanya menyisakan 13 poin saja di kantongnya.

    Last…Hingga saat ini, keputusan pembatalan poin tersebut telah berkekuatan hukum tetap, memaksa Leopard Racing untuk mengevaluasi kinerja internal mereka dan berjuang keras mengembalikan posisi mereka yang merosot tajam di sisa musim kompetisi. Dan dengan didiskualifikasi Adrian otomatis akan membuat posisi Veda Naik ke P3 dalam klasemen sementara Moto3 2026…Goooo Veda !! (iwb)

  • Moto3 FP1 Hongaria : Veda Melesat ke 2 tempel Quiles…ediann kencang cakkk !!!

    Moto3 FP1 Hongaria : Veda Melesat ke 2 tempel Quiles…ediann kencang cakkk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kebangkitan luar biasa ditunjukkan oleh pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada rangkaian Moto3 Hungaria 2026. Setelah sempat kesulitan dan terdampar di posisi buncit pada sesi awal, pembalap andalan Honda Team Asia ini mengamuk di sesi berikutnya dengan berhasil mengamankan posisi kedua sebagai pembalap tercepat. Yuppp…Veda Melesat ke 2 tempel Quiles…ediann kencang cakkk !!!

    Lompatan performa yang drastis di Sirkuit Balaton Park ini membuktikan mentalitas baja serta kejelian Veda dan timnya dalam merombak pengaturan (set-up) motor Honda NSF250RW miliknya. Veda Ega Pratama sukses membukukan waktu putaran terbaiknya di angka 1 menit 46,653 detik. Catatan impresif ini menempatkannya tepat di bawah sang pemuncak sesi, Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team), yang menjadi satu-satunya pembalap di angka 1 menit 46,292 detik.

    Veda hanya terpaut +0,361 detik dari Quiles. Jarak yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa “bocah ajaib” asal Gunung kidul tersebut sudah berhasil menemukan racing line yang ideal dan titik pengereman yang tepat di sirkuit sepanjang 4,08 kilometer yang baru pertama kali dikunjungi oleh para pembalap Moto3 ini.

    Berikut adalah gambaran sengitnya persaingan di posisi 5 besar sesi tersebut:

    Pos Rider Tim Waktu Gap 1st
    1 M. Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:46.292 –
    2 V. Pratama Honda Team Asia 1:46.653 +0.361
    3 D. Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:46.684 +0.393
    4 D. Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:46.775 +0.477
    5 J. Kelso GRYD Racing 1:46.836 +0.536

    Keberhasilan Veda menembus posisi kedua ini terasa semakin manis karena ia mampu mengasapi pembalap-pembalap yang menjadi rival langsungnya di papan atas klasemen. Adrian Fernandez (Leopard Racing) harus puas tertahan di posisi ke-7 dengan waktu 1:46,918 detik, sementara Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) terlempar ke posisi 13.

    Bahkan, Brian Uriarte yang baru saja terkena sanksi diskualifikasi dari balapan sebelumnya, tampak masih kesulitan beradaptasi dengan sirkuit baru ini dan terpuruk di posisi ke-18 dengan catatan waktu 1:47,383 detik.

    Sementara itu, rekan satu tim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, tampaknya masih mencari bentuk permainan terbaiknya akhir pekan ini dan berada di posisi ke-25.

    Last…Hasil ini menjadi modal yang luar biasa bagi Veda Ega Pratama menjelang sesi kualifikasi resmi (QP) dan balapan utama. Kemampuan adaptasi kilat dari posisi paling belakang langsung melesat ke posisi ke-2 dalam waktu singkat menegaskan statusnya sebagai salah satu rookie paling berbahaya di Moto3 musim 2026. Jika performa konstan dan manajemen ban pada sektor teknis Balaton Park dapat dipertahankan, peluang Veda untuk meraih front row (baris depan) saat start dan mengincar podium pertamanya musim ini di GP Hungaria kini terbuka sangat lebar. Jalur Merah Putih berkibar di Hungaria sudah berada di depan mata! Gazz vedaaa !! (iwb)

  • Kejutan….Marc Marquez Melesat di FP1 Hongaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Kejutan….Marc Marquez Melesat di FP1 Hongaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Maju ke Sirkuit Balaton Park untuk putaran ketujuh kejuaraan dunia MotoGP 2026, sirkuit yang terkenal dengan desainnya yang berliku dan teknis ini menyuguhkan aksi pembuka yang mendebarkan. Meskipun masih dalam fase pemulihan setelah operasi bahu baru-baru ini, juara bertahan Marc Marquez membuktikan statusnya sebagai pembalap yang sulit ditandingi dengan mendominasi sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Grand Prix Hongaria. Marc Marquez Terkencang di FP1 Hungaria, Toprak Razgatlioglu Jadi Yamaha Tercepat !!

    Sebelum aksi dimulai, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) sempat merendah dan menyatakan bahwa peluangnya untuk menang akhir pekan ini cukup tipis. Hal ini mengingat ia masih membangun kembali kekuatan fisiknya setelah operasi pengangkatan sekrup dan serpihan tulang di bagian bahunya.

    Namun, pemenang GP Hongaria tahun lalu ini justru memamerkan performa yang sangat meyakinkan sepanjang sesi 45 menit tersebut. Hanya menggunakan satu set ban jenis medium dari awal hingga akhir, Marquez mencatatkan waktu tercepat 1:38.626s pada menit-menit pertengahan sesi. Kecepatan luar biasa di sektor pertama yang didominasi tikungan kiri, serta kelincahannya di area chicane sektor ketiga, membuat posisinya nyaman di tempat teratas hingga bendera finis dikibarkan.

    Di belakang Marquez, pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, terus menjaga momentum positifnya setelah kemenangan Tissot Sprint di Mugello minggu lalu. Fernandez membuat kejutan pada detik-detik terakhir dengan mencatatkan waktu 1:38.795s, hanya selisih 0.169s di belakang Marquez, sekaligus mengamankan posisi kedua.

    Pembalap muda sensasi Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, yang sempat memimpin catatan waktu pada awal sesi dengan keunggulan cukup telak, harus puas berada di tempat ketiga dengan waktu 1:38.924s. Acosta dan Marquez menjadi dua pembalap paling menonjol yang menunjukkan ritme balap (race pace) yang sangat konsisten sepanjang sesi pagi tersebut.

    Gresini Ducati yang diwakili oleh Fermin Aldeguer menyelesaikan sesi di tempat keempat, ditempel ketat oleh pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio di posisi kelima. Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, menduduki tempat keenam dengan selisih 0.615s dari waktu tercepat.

    Melengkapi daftar 10 pembalap terbaik adalah Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) di tempat ketujuh, Luca Marini yang membawa kebangkitan kecil untuk Honda HRC di tempat kedelapan, pemimpin klasemen sementara Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di tempat kesembilan, dan bintang WorldSBK Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha) yang melesat ke posisi ke-10 setelah sempat terlibat insiden kecil menabrak bagian belakang motor Ogura di awal sesi.

    Sementara itu, penantang utama gelar juara, Jorge Martin (Aprilia Racing), memulai akhir pekan dengan lambat dan harus puas berada di posisi ke-12.

    Daftar Pembalap Pengganti

    Sesi kali ini juga diwarnai beberapa perombakan pembalap akibat cedera parah pasca-Catalunya bulan lalu:

    • Cal Crutchlow kembali bertugas menggantikan Johann Zarco di LCR Honda.

    • Iker Lecuona, yang saat ini bersaing ketat di ajang WorldSBK, dipanggil oleh tim Gresini untuk menggantikan Alex Marquez yang terpaksa absen.

    Last….Sesi FP1 yang relatif bersih dari insiden besar ini menjadi modal positif untuk akhir pekan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Akankah Marquez mempertahankan kecepatannya di FP2 dan kualifikasi cak ? Atau Aprilia yang akan bangkit seperti biasa? Kita nantikan saja sesi selanjutnya…Goo Marquezz !! (iwb)

    Hasil Resmi FP1 GP Hongaria 2026 (Balaton Park):

    Pos. Pembalap Tim / Motor Waktu / Selisih
    1 Marc Marquez (ESP) Ducati Lenovo Team (GP26) 1:38.626s
    2 Raul Fernandez (ESP) Trackhouse Racing (Aprilia) +0.169s
    3 Pedro Acosta (ESP) Red Bull KTM Factory Racing +0.298s
    4 Fermin Aldeguer (ESP) Gresini Racing (Ducati) +0.472s
    5 Fabio Di Giannantonio (ITA) Pertamina Enduro VR46 (Ducati) +0.532s
    6 Francesco Bagnaia (ITA) Ducati Lenovo Team (GP26) +0.615s
    7 Ai Ogura (JPN) Trackhouse Racing (Aprilia) +0.639s
    8 Luca Marini (ITA) Honda HRC Castrol +0.726s
    9 Marco Bezzecchi (ITA) Aprilia Racing +0.742s
    10 Toprak Razgatlioglu (TUR) Prima Pramac Yamaha MotoGP +0.772s
  • Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, secara blak-blakan mengungkap kelemahan terbesar Ducati saat ini. Menurutnya, masalah tersebut sudah terlihat sejak Jorge Martin pertama kali mengendarai Aprilia pada tes Barcelona 2024. Pernyataan ini muncul setelah Pecco Bagnaia berhasil meraih podium pertama musim ini di Mugello. Dalam video Inside Ducati, Bagnaia mengakui bahwa peningkatan di bagian depan motor dicapai dengan menggeser beban ke depan. “Kami telah mengambil langkah maju… Dengan menggeser beban ke depan, kami telah meningkat.” serunya. Yup…Kelemahan Ducati makin Kelihatan….Pantes Marquez crash terus !!

    Di Giannantonio, yang saat ini menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen (ketiga), menjelaskan mengapa bagian depan Desmosedici menjadi masalah kronis.

    “Ini bukan rahasia sama sekali. Saat Martin bergabung dengan Aprilia, jika Anda ingat tes di Barcelona, komentar pertamanya adalah ‘bagian depannya luar biasa’. Saya pikir itulah yang kurang dari kami saat ini.”

    Ia menjelaskan perbedaan filosofi antara Ducati dan Aprilia:

    Aspek Ducati Aprilia
    Masuk tikungan Mengandalkan ban belakang untuk berputar Sangat presisi, menggunakan ban depan
    Keluar tikungan Semua dilakukan dengan ban belakang Baru menggunakan ban belakang
    Konsekuensi Jika manajemen ban belakang gagal, pace drop drastis Lebih konsisten karena ban depan tidak cepat aus

    “Saya melakukan seluruh balapan Mugello dengan menghemat ban belakang, tapi sepuluh kali ban depan hampir close. Anda perlu mengambil banyak risiko dengan ban depan. Sementara Aprilia jauh lebih presisi. Di tahun-tahun ketika Ducati unggul dari kompetisi di banyak area, sekarang kompetisi bekerja dan dalam beberapa hal setara dengan kami. Jadi sekarang karena kami memacu motor ke batas sebenarnya, bagian depan menjadi titik kritis dan menjadi lebih terlihat. Karena kami tidak pernah banyak berubah di bagian depan, itu sudah menjadi titik lemah kecil kami. Jika Anda ingat, Pecco di Austin 2023 mengatakan motornya terlalu bagus, lalu tiba-tiba ia kehilangan bagian depan. Dia tidak pernah mengerti mengapa. Saya, Pecco, dan terkadang tahun lalu Marc juga berjuang dengan bagian depan. Marc tentu luar biasa, tapi dia akan jatuh dengan bagian depan tanpa mengetahuinya. Itu selalu menjadi motor yang super, paketnya luar biasa, tapi bagian depan selalu menjadi hal yang perlu dipikirkan.” serunya…

    Dari tujuh balapan utama musim ini, Ducati hanya memenangkan dua (Alex Marquez di Jerez, Di Giannantonio di Catalunya). Lima lainnya dimenangkan Aprilia, termasuk Mugello akhir pekan lalu.

    Di Giannantonio mengakui bahwa Aprilia saat ini memiliki keunggulan.

    “Saya tidak mengatakan kami tidak punya peluang. Tentu motor kami luar biasa dan kami bisa bertarung dengan Aprilia, tapi saat ini mereka memiliki sesuatu yang lebih dari kami. Aprilia mengerem dengan depan dan menggunakan belakang untuk keluar tikungan. Kami melakukan semuanya dengan belakang. Jadi jika, kadang-kadang, Anda tidak mengelola ban belakang, Anda bisa mengalami penurunan drastis.”

    Di Giannantonio datang ke Balaton Park (GP Hungaria) dengan tertinggal 39 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia) dan 22 poin dari Jorge Martin (Aprilia). Ia menjadi satu-satunya harapan Ducati untuk mengejar ketertinggalan di kejuaraan, mengingat Bagnaia dan Marquez masih kesulitan performa.

    Pernyataan Di Giannantonio ini adalah “alarm” bagi insinyur Ducati di Borgo Panigale. Kelemahan di bagian depan sudah menjadi rahasia umum, tetapi sekarang kompetitor (Aprilia) sudah menemukan cara mengeksploitasinya.

    Last…Jika Ducati tidak segera menemukan solusi untuk meningkatkan presisi dan feeling bagian depan, musim 2026 bisa menjadi tahun di mana dominasi mereka benar-benar runtuh. Sementara itu, Aprilia terus melesat dengan paket yang lebih seimbang. Pertanyaan besarnya: Mampukah Ducati memperbaiki masalah ini di tengah musim, atau mereka sudah fokus ke proyek 850cc untuk 2027? Kita lihat di seri Hungaria setelah ini cak….(iwb)

  • BREAKING NEWS: Hasil GP Catalunya Dibatalkan, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi…Veda Ega Melesat !!!

    BREAKING NEWS: Hasil GP Catalunya Dibatalkan, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi…Veda Ega Melesat !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….`KTM Ajo Mrongos tenan cak-cakkk. Kabar mengejutkan datang dari paddock Moto3 menjelang gelaran Grand Prix Hungaria. Panel Pengawas Balapan FIM (FIM MotoGP Stewards Panel) secara resmi menjatuhkan hukuman diskualifikasi total kepada pembalap muda Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, dari seluruh sesi Kualifikasi 2 (Q2) dan balapan utama seri CatalanGP yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya beberapa waktu lalu. Keputusan berat ini diambil setelah hasil uji laboratorium independen mengonfirmasi adanya pelanggaran teknis fatal terkait regulasi pelumas (oli) pada motor KTM milik pembalap asal Spanyol tersebut. Keputusan ini membawa berkah pada Veda karena kini posisinya melesat menjadi Rookie of The Year !! (more…)

  • Breaking !! Yamaha Pamerkan Winglet Karbon buat R25…keren !!

    Breaking !! Yamaha Pamerkan Winglet Karbon buat R25…keren !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pameran Osaka Motorcycle Show akhir pekan lalu menjadi saksi kehadiran Yamaha YZF-R3 dengan tampilan paling berani dan segar dalam beberapa tahun terakhir. Dibungkus warna Miami Mint Green yang jarang ditemui pada motor sport fairing penuh, motor ini langsung menyedot perhatian pengunjung. Namun, yang membuatnya lebih spesial bukan hanya warna catnya. Yamaha (melalui divisi aksesori Y’s Gear) juga memamerkan tiga bagian prototipe (referensi) yang kemungkinan akan dijual tergantung respons pasar salah satunya winglet…keren !!

    Jadi cak kabar terbaru datang dari Yamaha lewat new R25 gen terbaru 2026. Memang Warna hijau mint segar dengan paduan hitam doff ini sebenarnya bukanlah hal baru di kancah global. Yamaha telah memperkenalkan skema warna ini untuk pasar Amerika Utara dengan nama yang sangat khas: “Miami Mint Green / Matt Stealth Black” . Namun, untuk pasar Jepang dan Asia, ini adalah penampilan perdananya. Yamaha sendiri mengindikasikan bahwa R23/R3 dengan warna ini kemungkinan akan segera tersedia di Jepang dalam waktu dekat…

    Yang paling menarik adalah tiga aksesori opsional yang dipasang pada motor ini. Ketiganya masih berstatus “referensi pameran” , artinya Yamaha akan mempertimbangkan untuk merilisnya secara komersial jika ada respons positif dari pengunjung dan konsumen. Apa saja ?? ini cak….

    1. Screen Deflector

    Detail Informasi
    Fungsi Meningkatkan efek luruskan aliran udara (rectification effect)
    Penampilan Memberikan tampilan lebih garang dan agresif
    Material Resin karbon
    Pemasangan Double-sided tape (mudah, tanpa bor)

    Deflektor ini dipasang di tepi windscreen standar, membuat tampilan depan R3 lebih berotot.

    2. Winglets (Sayap Kecil)

    Detail Informasi
    Fungsi Meningkatkan stabilitas aerodinamika (terutama di kecepatan tinggi)
    Lokasi Sisi samping cowl
    Material Resin karbon
    Pemasangan Double-sided tape

    Ini adalah bagian paling kontroversial sekaligus paling menarik. Winglet biasanya hanya ditemukan di motor sport liter (1000cc) atau superbike. Kini Yamaha menghadirkannya untuk R3, memberikan sentuhan “MotoGP” untuk motor sport 300cc.

    3. Mirror Covers (Penutup Spion)

    Detail Informasi
    Desain Tiga sirip (three fins)
    Fungsi Meningkatkan kualitas estetika dan sedikit efek aerodinamika
    Material Resin karbon

    Penutup spion dengan tiga sirip ini memberikan kesan lebih agresif dan race-oriented pada area setang.

    Aksesori Lain yang Sudah Tersedia

    Selain tiga prototipe, Yamaha juga sudah menjual beberapa aksesori aftermarket untuk R3/R25:

    Aksesori Harga (Philippines) Fungsi
    Single Seat Cowl ₱20.350 Penutup jok belakang, tampilan ala motor balap
    KYB Special Suspension Rear ₱29.775 Suspensi belakang dengan rebound damping force + preload adjustment

    Suspensi KYB ini menawarkan performa lebih baik dengan harga terjangkau, cocok untuk pemilik yang ingin meningkatkan handling R25/R3. Peluncuran edisi warna Miami Mint Green dan aksesori aerodinamika (winglet) untuk YZF-R3 menunjukkan bahwa Yamaha masih serius menggarap segmen sport 300cc. Ini adalah langkah cerdas karena:

    Last….Sayangnya, Yamaha Indonesia (YIMM) belum mengonfirmasi apakah edisi warna ini dan aksesorinya akan masuk ke Tanah Air. Namun, mengingat popularitas R25 (versi 250cc untuk Indonesia) sekarang naik lagi, bukan tidak mungkin Yamaha akan membawa warna ini sebagai edisi terbatas di masa depan. Yang jelas, di Jepang dan Filipina, penggemar motor sport 300cc kini punya alasan baru untuk melirik R3 lagi. Piye cak…cakep oraaa ?? (iwb)

  • Alex Rins Buka Suara Soal Masa Depan di Yamaha…”Aku Dikhianati, Tapi Belum Menyerah” !!

    Alex Rins Buka Suara Soal Masa Depan di Yamaha…”Aku Dikhianati, Tapi Belum Menyerah” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia MotoGP dikejutkan dengan kabar bahwa Alex Rins tidak akan melanjutkan kariernya bersama Yamaha di musim depan. Keputusan ini membuat pembalap asal Spanyol itu harus mencari peluang baru di tengah pasar pembalap yang semakin kompetitif. Dalam wawancara eksklusif dengan media Italia, Rins mengungkapkan kekecewaan dan rasa frustrasinya selama berseragam pabrikan Iwata. “Saya Kaget Hanya Tiga Balapan Mereka Sudah Ambil Keputusan” keluhnya….

    Rins mengakui bahwa momen terberat adalah ketika ia mendengar kabar bahwa Yamaha tidak akan memperpanjang kontraknya.

    “Ini adalah periode yang sulit sejak saya tahu tidak akan melanjutkan bersama Yamaha,” ujar Rins.

    Ia mengenang awal kedatangannya yang penuh harapan. Saat menandatangani kontrak, ia masih bersama LCR Honda dan merasa percaya diri. Yamaha datang membawa prospek menarik, dan Rins melihat potensi besar di sana.

    Namun, transisi dari mesin inline-4 Honda ke V4 Yamaha ternyata tidak mulus.

    “Saya terkejut bahwa setelah hanya tiga balapan, mereka sudah mengambil keputusan tentang masa depan saya. Saya sudah sepenuhnya berkomitmen kepada mereka,” keluhnya, menyiratkan rasa dikhianati.

    “Tanpa Ducati atau Aprilia, Kami Dilupakan”

    Rins tidak ragu menyuarakan ketimpangan kompetitif di MotoGP saat ini.

    “Tahun lalu, mustahil menang tanpa Ducati. Sekarang Aprilia tampil luar biasa. Ducati mungkin menghadapi beberapa tantangan, tapi tetap kompetitif. Rasanya tanpa motor itu, kami dilupakan. Keajaiban tidak mungkin terjadi; kami harus bekerja dengan motor yang kami miliki.”

    Pernyataan ini menjadi kritik tajam terhadap ketimpangan performa antar pabrikan di era MotoGP modern. Rins merasa bahwa bakat dan kerja keras seringkali tidak cukup ketika motor yang dikendarai tidak kompetitif.

    “Saya Masih Alex yang Dulu”

    Meskipun tiga tahun terakhir penuh pasang surut, Rins menegaskan bahwa dirinya tidak berubah.

    “Saya masih Alex yang sama yang dulu bisa memenangkan balapan dan naik podium.”

    Cedera serius di kaki sempat menjadi momok yang menghambat performanya. Namun, Rins mengaku belajar banyak selama masa pemulihan. Ia bahkan mendirikan klinik rehabilitasi yang ia gunakan sendiri untuk pulih.

    “Setelah cedera serius seperti yang saya alami di kaki, sulit untuk kembali lebih kuat. Tapi saya telah belajar banyak. Jika saya merasa sudah tidak bisa tampil lagi, saya akan mempertimbangkan pensiun. Tapi sejujurnya, saya masih merasa seperti berusia 24 tahun, bukan 30 tahun.”

    Pernyataan ini menunjukkan tekad luar biasa. Rins tidak siap menyerah.

    Opsi dan Masa Depan

    Dengan pintu Yamaha tertutup, Rins harus mencari tim baru. Spekulasi yang beredar:

    • Kemungkinan kembali ke Honda, tetapi kursi di LCR terisi dan tim pabrikan sudah penuh.

    • Pindah ke tim satelit Aprilia (Trackhouse) jika salah satu pembalapnya hengkang.

    • Atau bergabung dengan tim KTM yang kemungkinan akan berekspansi.

    Satu hal yang pasti: Rins ingin membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing. Pengalamannya meraih kemenangan di MotoGP, termasuk kemenangan spektakuler di Silverstone 2019 dan Phillip Island 2022, menjadi modal berharga.

    Last…Alex Rins mungkin tersingkir dari Yamaha cak, tetapi kariernya di MotoGP belum berakhir. Dengan tekad baja dan pengalaman panjang, ia masih layak diperhitungkan. Yang ia butuhkan hanyalah motor kompetitif dan tim yang percaya padanya. Pertanyaannya sekarang: Tim mana yang akan memberinya kesempatan kedua? Kita akan segera tahu dalam beberapa minggu ke depan di tengah hiruk-pikuk pasar pembalap MotoGP 2027 cak….(iwb)