Author: Iwanbanaran

  • Menakar Potensi Veda Ega di Brno: Berjuang Sendirian di Tengah Kepungan “Armada” KTM !!

    Menakar Potensi Veda Ega di Brno: Berjuang Sendirian di Tengah Kepungan “Armada” KTM !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Putaran kesembilan Moto3 musim 2026 di Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceko, menghadirkan tantangan yang luar biasa berat bagi pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Bersama Honda Team Asia, pebalap asal Gunungkidul ini tidak hanya harus menaklukkan sirkuit baru yang asing baginya, tetapi juga harus menghadapi kenyataan pahit mengenai peta persaingan performa motor di lintasan Brno. Melihat hasil lembar klasemen resmi dari sesi Practice (PR) hari Jumat (19/6), terlihat jelas bahwa motor berbasis KTM (termasuk Husqvarna dan CFMoto) mendominasi mutlak barisan depan. Di tengah situasi sulit ini, potensi besar Veda Ega justru terlihat dari caranya memangkas jarak dan menjadi salah satu tumpuan terbaik pabrikan berlambang sayap mengepak tersebut !!

    Sirkuit Brno yang memiliki trek lebar, tikungan mengalir (flowing), serta perubahan elevasi yang konstan tampaknya menjadi momok tersendiri bagi paket motor Honda NSF250RW tahun ini. Dominasi mutlak ditunjukkan oleh motor-motor rival. Di sesi Practice, posisi 1 hingga 12 dikuasai tanpa celah oleh barisan motor KTM. Hakim Danish yang memimpin sesi bahkan sukses memecahkan rekor lap Brno menggunakan motor KTM milik tim MT Helmets-MSi. Di manakah posisi Honda? Motor Honda tercepat barulah muncul di posisi ke 8 Lewat Rios…lalu ke 12 lewat Joel Kelso (Gryd-MLav Racing), disusul Guido Pini (Leopard Racing) di posisi 13. Tepat di belakang mereka, Veda Ega Pratama menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 2 menit 05,911 detik, hanya terpaut tipis 0,012 detik dari Pini. Artinya, dalam kondisi motor yang tampak sulit mengimbangi top speed dan kelincahan KTM di tikungan panjang Brno, Veda mampu berdiri sebagai pebalap Honda tercepat ke 4 di lintasan. Ia bahkan mengungguli pebalap senior Honda berpengalaman seperti Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang terpuruk di posisi ke-21.

    Posisi ke-15 yang diraih Veda sebenarnya tidak mencerminkan potensi aslinya sepanjang sesi sore itu. Pebalap berjuluk The Rocket Boy ini sempat menunjukkan performa luar biasa cerdas. Memanfaatkan strategi towing di belakang pebalap top Valentin Perrone, Veda sempat merangsek naik ke posisi ke-8 dan berada di zona aman untuk langsung lolos ke Kualifikasi 2 (Q2). Sayangnya, drama terjadi di menit-menit krusial akhir sesi. Catatan waktu terbaik yang dicetaknya dibatalkan oleh Steward karena melanggar batas lintasan (track limit). Ditambah dengan peningkatan catatan waktu para rival di detik terakhir, posisi Veda akhirnya melorot ke peringkat 14. Akibat margin tipis tersebut..hanya berjarak 0,012 detik dari batas kelolosan 14 besar yang Veda akan langsung masuk ke Q2…..good !!!

    Potensi Besar untuk Bangkit di Balapan

    Meski di atas kertas hasil hari Jumat terlihat berat, potensi balap Veda Ega di Brno tidak boleh dipandang sebelah mata. Ada beberapa indikator kuat mengapa Veda berpeluang besar melakukan comeback impresif:

    1. Adaptasi Cepat di Trek Baru: Brno adalah sirkuit yang belum pernah ia jajaki sebelumnya. Dari FP1 di mana ia terpuruk di posisi ke-22 dengan waktu 2 menit 07,544 detik, Veda berhasil memangkas catatan waktunya hingga lebih dari 1,6 detik di sesi sore (2 menit 05,911 detik). Kemampuan adaptasi kilat ini adalah modal utama pebalap kelas dunia.

    2. Karakter Spartan dalam Grup Rapat: Moto3 terkenal dengan balapan kelompok besar memanfaatkan slipstream. Keunggulan motor KTM di sesi latihan mandiri bisa diredam saat balapan hari Minggu jika Veda mampu masuk ke rombongan depan sejak awal. Mentalitas bertarung Veda yang agresif sudah terbukti di seri-seri sebelumnya.

    3. Motivasi Penebusan Dosa: Setelah hasil mengecewakan di Hungaria akibat penalti, Veda membawa motivasi berlipat ganda untuk membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di barisan depan.

    Langkah pertama Veda adalah sabet posisi terbaik pada Q2 hari Sabtu ini. Jika ia mampu meraih hasil bagus di Q2 alias mendapatkan posisi start yang layak di empat baris terdepan, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan kembali mengejutkan publik dengan menjadi penjinak motor Honda terbaik di aspal Brno. Mari kita terus berikan dukungan penuh untuk talenta muda Indonesia di kancah dunia! Gooo merah putihhh !! (iwb)

  • Gawat…Marc Marquez Merasa kelelahan di Brno !!!

    Gawat…Marc Marquez Merasa kelelahan di Brno !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Hari pertama MotoGP Republik Ceko 2026 di Sirkuit Brno menjadi panggung yang penuh dinamika bagi Marc Marquez. Pebalap andalan Ducati ini sempat mengejutkan publik dengan memuncaki sesi Free Practice 1 (FP1) pada Jumat pagi (19/6). Namun, kecepatan fantastis tersebut harus dibayar mahal dengan terkurasnya kondisi fisik yang berujung pada dua kali insiden crash. Meski mengakhiri hari di posisi ke-5 secara keseluruhan dan mengamankan tiket langsung ke Kualifikasi 2 (Q2), Marquez mengakui ada penyesalan di balik performa impresifnya di awal hari. Laahh kok isoo ???

    Memulai sesi pagi dengan sangat kuat, Marquez langsung menemukan ritme terbaik di atas Ducati Desmosedici miliknya. Ia bahkan menyebut momen tersebut sebagai “best feeling of the season” atau sensasi berkendara terbaik yang ia rasakan sepanjang musim 2026 ini. Namun, alih-alih menghemat tenaga, juara dunia delapan kali itu justru tampil all-out sejak menit pertama. Dampaknya baru terasa pada sesi siang (Practice), di mana energinya terkuras habis.

    “Secara jujur, saya sedikit menyesal tampil terlalu menekan di FP1. Sensasinya memang yang terbaik sepanjang musim ini, tapi saya menghabiskan terlalu banyak energi di pagi hari. Jika bisa memutar waktu, saya lebih memilih finis ke-10 di sesi pagi asalkan fisik saya lebih segar di sore hari,” ungkap Marquez dengan nada berkelakar.

    Kelelahan fisik yang dialami Marquez tidak lepas dari karakter Sirkuit Brno yang terkenal menuntut fisik prima. Berbeda dengan sirkuit Balaton di Hungaria yang baru saja dilewati, Brno didominasi oleh tikungan kanan yang panjang dan heavy braking. Kondisi ini memberikan tekanan yang jauh lebih berat pada lengan kanan Marquez yang memiliki riwayat cedera panjang. Akibat kelelahan otot tersebut, ritme balapnya di sesi sore menjadi tidak konsisten karena ia kesulitan mempertahankan riding style yang presisi.

    Menariknya, meski lengan kanan yang kelelahan akibat dominasi tikungan kanan, kedua insiden tumbangnya Marquez justru terjadi di tikungan kiri, yaitu Turn 7 pada sesi pagi dan Turn 11 pada sesi siang. Marquez menjelaskan bahwa kedua kecelakaan tersebut memiliki penyebab yang sangat kontras:

    1. Crash Turn 7 (Pagi): Terjadi karena tubuhnya terlambat merespons setelah melakukan perubahan arah (change of direction) yang sangat agresif dari Turn 6 (kanan). Tubuhnya yang mulai lelah tidak mampu mengimbangi agresivitas motor saat menikung ke kiri.

    2. Crash Turn 11 (Siang): Terjadi justru karena Marquez terlalu santai (relaxed). Demi menghemat tenaga untuk menghadapi rangkaian tikungan kanan berikutnya, ia sedikit menurunkan kewaspadaan di tikungan kiri tersebut hingga akhirnya kehilangan daya cengkeram ban depan.

    Melihat situasi fisiknya yang menurun, Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, sempat turun tangan di dalam garasi. Tardozzi mencoba berdiskusi dan menahan Marquez agar tidak memaksakan diri melakukan time attack tambahan demi menjaga kebugaran untuk hari Sabtu dan Minggu. Namun, Marquez mengakui bahwa insting kompetitifnya selalu menang mengalahkan logika.

    “Davide mencoba menenangkan saya, dan secara logika dia benar. Tapi Anda tahu, begitu kaca helm (visor) sudah ditutup dan saya melihat catatan waktu saya sangat dekat dengan pebalap top di Brno, insting balap itu langsung mengambil alih,” jelasnya.

    Meskipun harus melewati hari Jumat yang melelahkan dan penuh drama, hasil posisi ke-5 sudah cukup bagi Marquez untuk langsung mengamankan slot di Q2 tanpa harus melewati Q1 yang sarat risiko. Menghadapi sesi Sprint dan balapan utama, Marquez memasang target yang realistis namun tetap kompetitif:

    • Kualifikasi: Mengamankan posisi di dua baris terdepan (first two rows / posisi 1-6).

    • Balapan (Sprint & Main Race): Konsisten bertarung dan finis di posisi 5 besar.

    Mampukah The Baby Alien mengelola kondisi fisiknya dan mengonversi “sensasi terbaik” menjadi podium di Brno? Menarik untuk kita tunggu jalannya sesi kualifikasi dan Sprint Race hari ini. Kita tunggu saja saja cak….(iwb)

  • Yamaha Larang Fabio Quartararo Ngetes M1 versi 850cc…mulai didepak !!

    Yamaha Larang Fabio Quartararo Ngetes M1 versi 850cc…mulai didepak !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha memutuskan Fabio dilarang ngetes M1 Terbaru 850cc. Pelarangan ini memperkuat isu akan pindahnya Fabio dari pabrikan garputala. Dengan pelarangan maka Yamaha sepertinya ingin memutus akses atau data senjata baru mereka bocor ke Honda ?? Yup…Fabio mulai didepak cak….

    Yamaha akhirnya tidak memasukkan nama Fabio dalam test M1 850cc. Walaupun terkesan didepan…Pembalap utama tim pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, memberikan respons yang tenang dan dewasa setelah namanya tidak dimasukkan dalam daftar pembalap yang akan menguji motor prototipe terbaru 850cc (spesifikasi untuk musim 2027) di Sirkuit Brno pada hari Senin setelah Grand Prix Czechia. Meskipun menegaskan bahwa dirinya selalu siap untuk menunggangi motor masa depan tersebut jika diminta, juara dunia MotoGP 2021 ini menyatakan bahwa ia memahami sepenuhnya keputusan strategis yang diambil oleh pihak Yamaha. Ketika ditanya mengenai rencananya pada hari Senin saat tes tersebut berlangsung, Quartararo menjawab sambil tersenyum:

    “Saya akan berada di rumah bersama keluarga saya dan menikmati barbekyu (BBQ)! Tentu saja saya paham mengapa Yamaha tidak meminta saya menguji motor itu di sini. Bagi saya, ini adalah hal yang wajar. [Tetapi] jika mereka meminta saya, tentu saja saya akan mengujinya.”

    Yamaha sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa slot pengujian untuk motor 850cc tersebut akan diserahkan kepada juara WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, dan pembalap penguji (test rider) resmi mereka, Augusto Fernandez. Keputusan untuk tidak menurunkan pembalap utama seperti Quartararo disebabkan karena fokus pengujian ini juga melibatkan debut pengenalan ban Pirelli. Toprak Razgatlioglu dinilai sebagai kandidat paling ideal untuk tugas ini mengingat ia memiliki pengalaman yang sangat luas menggunakan karet ban Pirelli selama delapan musim di kejuaraan WorldSBK. Quartararo tidak menutup kemungkinan untuk terlibat dalam pengujian motor 850cc berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Austria pada bulan September mendatang. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa khawatir jika harus menunggu hingga tes resmi pasca-musim di Valencia pada bulan Desember untuk merasakan langsung motor dan ban baru tersebut. Bagi Quartararo, prioritas utamanya saat ini adalah memberikan fokus sepenuhnya pada sisa kompetisi musim 2026 bersama tim Yamaha demi mendongkrak performa motor YZR-M1 1000cc yang digunakannya sekarang.

    Last…langkah yang diambil oleh Yamaha ini berbeda dengan beberapa pabrikan lain. Sebagai contoh, Honda (HRC) dilaporkan tetap memilih untuk menurunkan pembalap pabrikan mereka saat ini, Joan Mir dan Luca Marini, untuk menguji motor 850cc di Brno, meskipun kedua pembalap tersebut dikabarkan bakal meninggalkan tim di akhir musim. Sementara itu, juara dunia Pecco Bagnaia juga melewatkan tes ini karena faktor perpindahan tim untuk musim 2027 dan sempat mengusulkan agar pembalap yang tidak menguji motor 850cc diizinkan mencoba ban Pirelli pada motor 1000cc mereka saat ini namun ide tersebut tidak dapat direalisasikan…..(iwb)

  • Breaking…Undangan Honda Masuk, Launching New Vario 160 Terbaru 2027 ???

    Breaking…Undangan Honda Masuk, Launching New Vario 160 Terbaru 2027 ???

    Iwanbanaran.com – Cakkkkk….akhirnya aroma tersebut semakin menguat. Setelah sebelumnya IWB jabarkan kesampeyan berdasarkan ajian lampah lumpuh serat jiwa selama lebih dari setahun lamanya, masa kedatangannya kini semakin terasa. Generasi terbaru K2SM yang sudah masuk radar IWB dengan status ” masuk mass production”. Dan dilalah saat radar IWB menemukan status tsb….Undangan Honda Masuk, so…inikah Launching New Vario 160 Terbaru 2027 ??? (more…)

  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi !!

    CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026. Mengandalkan ketangguhan dan kecepatan lini CBR series, AHRT sukses mengamankan tiga podium dan mengibarkan bendera Merah Putih dua hari berturut-turut di panggung balap Asia pada kelas Asia Production (AP) 250 dan Supersport (SS) 600.

     Irfan Ardiansyah tampil gemilang pada balapan akhir pekan ini. Turun sebagai pebalap pengganti Muhammad Badly Ayatullah yang masih dalam masa pemulihan cedera, Irfan berhasil mengunci podium kedua di dua race sekaligus bersama motor balap unggulan CBR250RR melalui kemenangan di race 1 dan race 2 ARRC Motegi, Jepang.

     Asia Production (AP) 250 

    Pada race 1 yang digelar Sabtu (13/6), Irfan memulai balapan dari posisi keempat dan langsung menempel ketat kelompok depan. Ia membangun pertahanan lini balap yang sangat taktis sepanjang 10 lap sebelum melakukan akselerasi penuh di sektor terakhir pada lap penutup, menyentuh garis finis di posisi kedua dengan selisih 0,161 detik dari pemenang.

    Semangat itu berlanjut pada race 2 yang digelar Minggu (14/6). Irfan kembali bersaing ketat di grup terdepan. Rapatnya jarak antar pebalap membuat aksi saling salip hampir terjadi di tiap sektor. Sempat terlempar di posisi tujuh pada akhir lap, namun Irfan mampu melakukan manuver terukur di beberapa tikungan akhir sehingga ia dapat mengamankan posisi kedua. Back to back podium untuk Irfan di Motegi. Hasil gemilang ini mengantarkan Irfan mengemas 40 poin di putaran Motegi dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara AP250 dengan total 51 poin.

     “Sejak awal balapan, saya berusaha untuk mempertahankan posisi di barisan terdepan dan merencanakan serangan di dua lap terakhir. Strategi tersebut berjalan lancar, dan saya berhasil kembali naik podium di race 2. Terima kasih semua yang telah mendukung,” ujar Irfan.

     Masih di kelas AP250, rekan setim Irfan, Rheza Danica Ahrens, menunjukkan mentalitas juara meski menghadapi tantangan berat. Pada race 1, memulai dari posisi ke-13, Rheza secara perlahan memangkas jarak dengan pebalap depannya untuk masuk ke rombongan terdepan sebelum finis di posisi kelima. Pada race 2, Rheza kembali tampil kompetitif bersaing dengan pebalap grup depan, namun ia harus puas finis di posisi sembilan. Pada putaran Motegi ini Rheza berhasil mengemas 18 poin krusial dan kini menempati posisi ketiga klasemen sementara AP250 dengan total 82 poin.

     Supersport (SS) 600

    Di kelas Supersport 600, Herjun Atna Firdaus menyuguhkan salah satu aksi comeback paling dramatis akhir pekan ini. Sempat tercecer ke posisi kedelapan usai start yang kurang sempurna dari baris depan, Herjun langsung menstabilkan ritme dan melancarkan serangan balik yang agresif bersama CBR600RR. Melalui duel sengit yang melibatkan kontak bodi dan dua kali saling salip di lap-lap akhir, Herjun berhasil mengunci posisi ketiga pada race 1 yang merupakan podium keduanya di musim ini.

     Pada race 2, Herjun kembali tampil dengan determinasi tinggi sejak start dan beberapa kali berhasil menembus jajaran top 3. Namun persaingan yang sangat rapat di lap-lap akhir membuat Herjun harus puas mengakhiri race di posisi keempat. Hasil positif dua race di Motegi mendongkrak Herjun ke posisi keempat klasemen sementara SS600 dengan total 67 poin.

     “Hari ini, saya sangat menikmati jalannya balapan. Saya sangat menikmati duel sengit wheel-to-wheel dengan pebalap lain dan saya sangat senang dengan hasil keseluruhan di akhir pekan ini setelah berhasil finis di posisi ketiga dan keempat. Selanjutnya dukung saya bersaing di Mandalika,” ujar Herjun.

     Asia Superbike (ASB) 1000

    Sementara di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M Adenanta Putra menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa. Pada race 1, Adenanta berhasil finis di posisi kedelapan bersama CBR1000RR-R. Baru pulih dari operasi arm pump Adenanta memulai balapan dari posisi kesembilan, ia tampil tenang dan mampu mengelola kondisi fisiknya dengan baik selama 15 lap.

    Pada race 2, Adenanta kembali menunjukkan proses yang positif dengan kembali finis di posisi kedelapan. Hasil konsisten dua race berturut-turut ini menjadi modal berharga bagi pebalap asal Magetan, Jawa Timur tersebut untuk terus berkembang di kelas tertinggi ARRC. Saat ini Adenanta berhasil mengumpulkan 50 poin dan berada di posisi ke 6 klasemen sementara ASB1000.

     General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Andy Wijaya, mengapresiasi totalitas seluruh pebalap AHRT sepanjang akhir pekan balap di Motegi.

     “Kami sangat bangga dengan semangat juang para pebalap AHRT di Motegi. Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk tampil semakin kuat di putaran-putaran berikutnya dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Andy.

     Hasil positif Motegi turut memperkuat posisi AHRT di klasemen sementara ARRC 2026. Putaran keempat Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026 akan digelar di sirkuit Mandalika pada Agustus mendatang. Bersama CBR series pebalap AHRT siap melesat kencang untuk terus melanjutkan tren positif musim ini….(AHM PR)

  • Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…tantangan Veda Ega membalap dipekan ini tidak akan mudah. Karena Veda Belum pernah membalap di Ceko. Yup…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada akhir pekan ini (19–21 Juni 2026) akan menjadi momen pertama kalinya Veda Ega Pratama menjajal sirkuit legendaris tersebut dalam kompetisi resmi. Namun jangan kuatir cak…ketika kita Mengintip Potensi Veda Ega di Brno….kans tetap ada dan ini titik kuat Veda !!

    Sebagai seorang rookie di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 ini, status Veda di Brno benar-benar murni sebagai pendatang baru. Ada dua alasan utama mengapa sirkuit ini sangat asing baginya. Sebab Di jenjang karier Veda sebelumnya, baik saat ia mendominasi Asia Talent Cup maupun ketika ia bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP (2024–2025), Sirkuit Brno tidak masuk ke dalam kalender balap ajang-ajang tersebut. Oleh karena itu, tantangan terbesar Veda di seri Ceko kali ini adalah memanfaatkan sesi Free Practice (FP) dan latihan seefektif mungkin untuk menghafal titik pengereman (braking zone) serta memahami perubahan elevasi sirkuit.

    Untuk menganalisis potensi Veda Ega Pratama sektor per sektor di Brno, kita bisa membedah tata letak sirkuit dari gambar dan menggabungkannya dengan karakter sirkuit yang lebar serta mengalir. Berikut adalah analisis detail potensi dan titik kritis Veda di setiap sektor Brno cak:

    Sektor 1 (Garis Start)

    Sektor dibuka dengan lurusan utama, lalu masuk ke kombinasi tikungan kanan-kiri yang cukup cepat (T1 dan T2), diikuti lurusan pendek menuju T3 dan T4.

    • Potensi Veda: Sektor ini adalah zona hard braking pertama setelah lintasan lurus. Veda dikenal sangat kuat di pengereman mendalam (late braking). Tikungan 1 dan 3 yang lebar akan memberikan Veda ruang untuk melakukan aksi overtake agresif, terutama di lap-lap awal saat rombongan masih sangat padat.

    • Titik Kritis: Menjaga momentum keluar dari T2 menuju T3 agar tidak kehilangan kecepatan di lurusan pendek tersebut.

    Sektor 2 (Tikungan 5 ke Tikungan 8)

    Sektor ini sangat teknis, dimulai dari tikungan tusuk konde (hairpin) di T5, lalu langsung disambut oleh rangkaian tikungan mengalir berbalas-balas (T6, T7, T8).

    • Potensi Veda: Di T5, kemampuan pengereman Veda kembali diuji. Namun, kekuatan utama yang harus ia keluarkan di sisa sektor ini adalah cornering speed dan kelincahan flick (mengubah arah motor dengan cepat) dari kiri ke kanan. Jika Veda bisa cepat menemukan rhythm (irama) yang pas di sesi latihan, ia bisa mencetak waktu yang sangat konstan di sini.

    • Titik Kritis: T5 adalah jebakan low-side jika pembalap terlalu memaksakan masuk. Selain itu, salah mengambil line di T6 akan merusak seluruh jalur hingga T8.

    Sektor 3 (Tikungan 9 ke Tikungan 12)

    Sektor ini membawa pembalap turun dan naik melewati area bukit Brno. Karakteristiknya mirip Sektor 2, yaitu rangkaian tikungan cepat yang mengalir (T9, T10, T11, T12).

    • Potensi Veda: Sektor ini menuntut ketahanan fisik dan manajemen ban sisi samping. Di sinilah lebar sirkuit yang mencapai 15 meter (berdasarkan Screenshot_235.jpg) bisa dimanfaatkan Veda untuk mengeksplorasi racing line alternatif jika jalur utamanya ditutup oleh pembalap lain.

    • Titik Kritis: Perubahan elevasi (turunan dan tanjakan) di sektor ini sering kali membuat roda depan motor Moto3 kehilangan traksi (front-end wash). Veda harus sangat halus dalam membuka gas saat motor dalam posisi miring.

    Sektor 4 (Tikungan 13 ke Garis Finis)

    Sektor penentu. Terdiri dari tikungan ganda ke kanan (T13 dan T14) yang melebar, sebelum akhirnya berakselerasi menuju lurusan sepanjang 636 meter menuju garis finis.

    • Potensi Veda: Sektor ini murni tentang taktik dan kecerdasan posisi. Veda tidak boleh egois untuk memimpin di T14 pada lap terakhir. Potensinya justru lebih besar jika ia berada di posisi ke-2 atau ke-3 saat keluar dari T14, memanfaatkan momentum akselerasi maksimal.

    • Titik Kritis: Slipstream. Dengan top speed Moto3 yang bisa menyentuh 234.2 Km/Jam di sini siapa pun yang memimpin keluar dari T14 akan menjadi “makanan empuk” bagi pembalap di belakangnya tepat sebelum garis finis.

    Last…Veda kemungkinan besar akan sangat kuat dan dominan di Sektor 1 dan Sektor 2 berkat kemampuan pengeremannya. Tantangan terbesarnya ada di Sektor 3 untuk menjaga ritme ban, serta Sektor 4 di mana ia harus bermain catur taktis dengan angin (slipstream) demi mengamankan posisi finis terbaik. Apakah Veda akan bisa bangkit setelah terpuruk di Hongaria ? semoga saja cak…goooo merah putih !! (iwb)

  • Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kiandra Ramadhipa mencetak sejarah akhir pekan lalu dengan meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship setelah finis terdepan di Estoril. Hasil ini membuatnya menjadi pebalap Indonesia kedua yang berhasil meraih kemenangan di kelas tersebut. Tidak hanya sampai situ saja, bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Ramadhipa juga menorehkan pencapaian spesial dengan meraih kemenangan perdana di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Jr WCh hanya dalam kurun sebelas bulan, sekaligus menjadi yang tercepat dalam sejarah.

    Sebelumnya, catatan tercepat untuk pencapaian ini dipegang oleh Joel Esteban pada tahun 2023, ketika ia meraih kemenangan di JuniorGP satu tahun dua bulan setelah kemenangan perdananya di European Talent Cup (ETC). Namun Ramadhipa berhasil memecahkan catatan itu dengan selisih tiga bulan lebih cepat dan ia melakukannya pada kedua musim pertamanya, sementara Esteban meraih kemenangan ETC pertamanya pada musim keduanya di kelas tersebut.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh

    Hanya ada tiga pebalap lain yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship pada musim rookie mereka, yaitu Izan Guevara, Brian Uriarte, Maximo Quiles dan Marco Morelli. Namun, hanya Guevara yang sebelumnya mampu mencatat pencapaian serupa dengan Ramadhipa, yakni meraih kemenangan di kedua kelas tersebut secara beruntun dalam dua musim berbeda. Sementara itu, Uriarte, Quiles dan Morelli membutuhkan lebih dari satu musim di European Talent Cup (ETC) sebelum berhasil naik dan menang di Moto3 Junior World Championship.

    Sejarah yang ditorehkan Ramadhipa lewat kemenangan di Estoril tak berhenti sampai di situ. Ramadhipa kini menjadi pebalap pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior World Championship. Ia juga tercatat sebagai pebalap ke-17 yang mampu memenangkan balapan di kedua ajang tersebut.

    Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Musim ini, Ramadhipa juga telah mengamankan kemenangan pertamanya di Red Bull Rookies Cup, yang membuatnya menjadi pebalap ke-24 yang mampu menang baik di Moto3 Junior World Championship maupun ajang pembinaan Red Bull tersebut. Ia juga menjadi pebalap Asia keenam yang berhasil mencatatkan prestasi itu, menyusul Kaito Toba, Ai Ogura, Yuki Kunii, Ryusei Yamanaka, dan Tatchakorn Buasri. Sebelum Ramadhipa, hanya 15 pebalap yang mampu meraih pencapaian ini dalam musim yang sama.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Prestasi yang lebih Istimewa lagi adalah keberhasilannya meraih tiga kemenangan di tiga ajang berbeda. Hingga saat ini, hanya delapan pebalap yang pernah menang di European Talent Cup (ETC), Moto3 Junior World Championship, dan Red Bull Rookies Cup. Hal ini menjadi lebih spesial karena pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi satu-satunya pebalap Asia dalam daftar tersebut.

    Bahkan ini menjadi semakin luar biasa lagi karena tidak ada satu pun pebalap, selain Ramadhipa, yang mampu melakukannya dalam waktu secepat ini. Tiga kemenangan tersebut diraihnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, di European Talent Cup (ETC) pada Sirkuit Magny-Cours, Prancis, 6 Juli 2025; di Red Bull Rookies Cup pada Sirkuit Jerez, Spanyol, 26 April 2026; dan di Moto3 Junior World Championship di Estoril pada Minggu lalu.

    Last…Secara keseluruhan, kemenangan gemilang yang diraih beberapa hari lalu menempatkan Kiandra Ramadhipa dalam jajaran pebalap elite muda dunia, sekaligus menjadikannya pemegang sejumlah rekor baru. Di usia yang baru 16 tahun, pebalap Indonesia ini terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu talenta masa depan, bukan hanya bagi Astra Honda, Indonesia, dan Asia, tetapi juga bagi dunia balap motor internasional yang kini mulai melihat lahirnya pebalap Asia dengan masa depan yang sangat cerah. Master Class !! (iwb)

  • Menggebrak Jakarta Fair 2026, Kawasaki Resmi Rilis Brusky 125 untuk Tantang Honda Vario!

    Menggebrak Jakarta Fair 2026, Kawasaki Resmi Rilis Brusky 125 untuk Tantang Honda Vario!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan tahu, Kejutan besar datang dari jagat roda dua tanah air. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) secara resmi meluncurkan skuter matik (skutik) pertama mereka untuk pasar Indonesia, yaitu Modenas Brusky 125. Langkah berani geng hijau ini dilakukan langsung di panggung megah gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 pada Kamis (11/6/2026) lalu. Kehadiran Brusky 125 dipastikan akan memanaskan persaingan kelas skutik entry-level, khususnya menjadi penantang serius bagi sang penguasa pasar, Honda Vario 125.

    Bagi Kawasaki, ini adalah langkah monumental mengingat brand asal Jepang tersebut selama ini sangat identik dengan motor sport kencang dan lini trail/adventure. Lantas, modal apa saja yang dibawa oleh skutik perdana Kawasaki ini untuk menggoyang dominasi rivalnya?

    Desain Agresif Ala Skutik Harian yang Sporty

    Melihat tampangnya sekilas, aura sporty langsung terpancar kuat. Modenas Brusky 125 mengusung bahasa desain tajam nan agresif yang sangat diminati oleh konsumen Indonesia, mirip dengan pakem desain skutik komuter perkotaan seperti Honda Vario.

    Meski berwajah galak, Kawasaki memastikan kenyamanan berkendara tetap menjadi prioritas utama. Brusky 125 dirancang ergonomis untuk menunjang mobilitas harian dengan penyematan setang yang cukup lebar, area pijakan kaki (dek bawah) anti-slip yang luas, serta pegangan belakang (behel) yang nyaman digenggam oleh penumpang.

    Tak sekadar jual tampang, Kawasaki juga membekali Brusky 125 dengan sederet fitur fungsional yang sangat dibutuhkan pengendara masa kini, di antaranya:

    • USB Power Socket: Terletak strategis di dekat Twin Pocket (kompartemen penyimpanan ganda di bagian depan) untuk memudahkan pengisian daya smartphone selama perjalanan.

    • Integrated Seat Opener: Proses membuka bagasi menjadi jauh lebih praktis karena tombol pembuka jok sudah terintegrasi langsung di dekat rumah kunci kontak.

    • Dual Starter: Fleksibilitas tinggi dengan opsi menyalakan mesin menggunakan Electric Starter maupun Kick Starter.

    • Tangki BBM Besar: Untuk mendukung perjalanan jarak jauh tanpa sering mampir ke SPBU, motor ini dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 5,1 liter—angka yang cukup besar di kelasnya.

    • Panel Instrumen Kombinasi: Pengendara dapat dengan mudah memantau kondisi motor lewat dashboard informatif yang memadukan jarum kecepatan analog klasik dengan indikator bensin digital.

    Beralih ke sektor performa, lini matik hijau ini mengandalkan jantung pacu berkubikasi 125 cc, SOHC, 2-katup, dengan pendingin udara. Yang memang beda cak…mesinnya lebih simpel karena mengandalkan pendinginan angin. Termasuk kick starter masih ada serta starter yang mengandalkan sistem ” blethak” alis bukan ACG starter ataupun smart generator. Di atas kertas, racikan mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga 7.0 kW pada 7.500 rpm serta torsi puncak mencapai 10.0 Nm pada 6.000 rpm. Karakter mesin seperti ini dinilai sangat pas untuk membelah kemacetan kota yang membutuhkan tarikan stop-and-go yang responsif namun tetap efisien.

    Last…Untuk pasar Indonesia, Kawasaki Brusky 125 saat ini ditawarkan dengan satu pilihan warna yang memikat dan elegan, yaitu Glorius Black. Bagi konsumen yang tertarik meminang skutik langka dari geng hijau ini, Modenas Brusky 125 dibanderol dengan harga Rp 26,5 juta On The Road (OTR) Jakarta. Hadirnya Brusky 125 jelas menjadi alternatif yang sangat menyegarkan bagi pencinta roda dua yang menginginkan skutik harian dengan nama besar Kawasaki, sekaligus siap menjadi batu sandungan baru bagi dominasi Honda Vario 125 di jalanan tanah air. Nahh piye cak menurut sampeyan…yess oraa sama Kawasaki Brusky ini ? monggo berikan komennya….(iwb)

  • Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap internasional kembali dikejutkan oleh performa gemilang pembalap muda asal Sleman, Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Dalam balapan di Sirkuit Estoril, Ramadhipa menunjukkan kelasnya dengan gaya balap yang sangat presisi dan terkontrol, yang akhirnya membawa nama Indonesia disegani di kancah balap Eropa. Dalam wawancara eksklusif bersama Iwan Banaran, Ramadhipa mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah keberanian mengambil celah di lap terakhir serta setup motor Honda NSF250RW yang sangat mumpuni. Meski sirkuit Estoril memiliki karakteristik teknikal yang sulit, Ramadhipa berhasil memaksimalkan sektor-sektor krusial untuk melakukan aksi overtaking yang dramatis. Tidak heran sebuah pertanyaan muncul…betulkah Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…?? (more…)

  • Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengaku sangat takjub sekaligus terheran-heran dengan mentalitas dan kemampuan Marc Marquez. Pria asal Italia tersebut berseloroh bahwa dirinya “terkejut karena masih bisa dibuat terkejut” oleh performa luar biasa pembalap berjuluk The Ant of Cervera itu saat merebut kemenangan emosional di MotoGP Hungaria 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park. Kemenangan di GP Hungaria ini merupakan podium tertinggi pertama bagi Marquez di musim kompetisi 2026, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan pertamanya sejak September tahun lalu. Istimewanya, hasil sempurna ini diraih di seri kedelapan musim ini, tepat di tengah perjuangan keras sang pembalap melawan cedera.

    Semenjak awal musim 2026, juara dunia 8 kali tersebut harus membalap dengan kondisi fisik yang jauh dari kata ideal. Marquez mengalami masalah gangguan saraf yang berkepanjangan pada bahu kanannya akibat kecelakaan fatal di GP Indonesia pada Oktober tahun lalu—hanya berselang satu minggu setelah dirinya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025.

    Karakter Sirkuit Balaton Park yang mengalir berlawanan arah jarum jam (anticlockwise) memang sedikit meringankan beban fisik pada bahu kanan Marquez. Kendati demikian, dominasi total dan sapu bersih yang ditunjukkan Marquez sepanjang akhir pekan di Hungaria tetap membuat jajaran petinggi Ducati terperangah.

    “Sangat (terkejut), ya,” jawab Tardozzi ketika ditanya mengenai performa mengejutkan pembalapnya.

    “Namun apa yang ingin saya katakan adalah: saya terkejut karena saya masih bisa terkejut, karena ya, itulah Marc Marquez. Marc tahu persis di mana batas kemampuannya saat ini. Terlepas dari apa yang berhasil dia lakukan sepanjang akhir pekan ini, kondisi fisiknya belum 100 persen,” tambah Tardozzi.

    Tardozzi menegaskan bahwa kru pabrikan Borgo Panigale akan terus bekerja keras di setiap seri agar sang pembalap merasa semakin nyaman di atas motor Desmosedici, mengingat proses pemulihan cedera Marquez masih terus berjalan. “Dia adalah seorang juara sejati, dan dia mampu melakukan balapan serta akhir pekan yang luar biasa seperti yang dia tunjukkan di sini.”

    Kemenangan luar biasa Marquez di Hungaria ini menjadi kemenangan ketiga bagi kubu Ducati sepanjang musim 2026, di mana paruh pertama musim ini justru cenderung didominasi oleh ketangguhan motor Aprilia.

    Menatap dua seri ke depan di Sirkuit Brno (Ceko) dan Assen (Belanda), Tardozzi memprediksi Aprilia masih akan memegang keunggulan trek. Namun, ia tetap optimis dengan potensi motor utama mereka.

    “Kami sangat yakin bahwa kami selalu memiliki motor yang kompetitif sejak awal tahun. Namun, kita juga harus mengakui bahwa rival kami yang memimpin klasemen saat ini melakukan pekerjaan yang fantastis. Saat ini level kami setara, dan di beberapa sirkuit berikutnya mungkin mereka yang diuntungkan, sementara di sirkuit lain giliran kami yang akan unggul,” jelasnya.

    Last…Berkat tambahan 25 poin penuh dari bumi Hungaria, Marc Marquez sukses memangkas jarak poin secara signifikan di papan klasemen. Datang ke Balaton Park dengan ketertinggalan 102 poin, kini pembalap nomor 93 tersebut berhasil memotong defisit menjadi 72 poin dari sang pemuncak klasemen sementara yang menunggangi Aprilia, Marco Bezzecchi. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa sang juara bertahan menolak untuk dicoret dari perburuan gelar juara dunia 2026…(iwb)