Author: Iwanbanaran

  • Suzuki Burgman 150 Terbaru 2027…muka Alien yang mulai Tebar pesona !!!

    Suzuki Burgman 150 Terbaru 2027…muka Alien yang mulai Tebar pesona !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Suzuki kembali menggebrak pasar roda dua internasional dengan memperkenalkan model skutik terbarunya untuk lini tahun 2027. Mengincar pasar yang berbeda, pabrikan berlogo “S” ini meluncurkan Suzuki Burgman 150 yang punya desain sangat agresif. Walau sudah landing dibeberapa region namun kini muncul gen baru ini di Filipina. Yup….Suzuki Burgman 150 Terbaru 2027…muka Alien yang mulai Tebar pesona !!

    Sampeyan kalau melihat tampang motor ini dijamin bakal mengernyitkan dahi sambil membatin, “Iki motor opo robot fiksi ilmiah, Cak?” Asli, Suzuki melepas ego desain kalemnya lewat Burgman 150 terbaru! Motor yang merupakan hasil kongkalikong Suzuki dengan raksasa China, Dachangjiang Group (Haojue), resmi mendarat di Filipina setelah sebelumnya tebar pesona di Kolombia. Lupakan desain Burgman lawas yang bunder-bunder elegan. Burgman 150 iki bengisss pol! Lampu depannya mengadopsi gaya triple LED alias tiga lensa bertumpuk dengan DRL yang lekukannya mirip gelombang radikal. Kalau dilihat dari depan, jiannn mirip ra Roman Alien yang siap menerkam mangsa. Agresif dan berkarakter kuat!

    Secara dimensi, motor beroda 14 inci ini memang disiapkan buat nantang kedigdayaan Honda PCX serta Yamaha NMAX. Tapi hebatnya, tinggi jok cuma 760 mm—ramah banget buat postur tubuh rata-rata orang Asia, anti-jinjit-jinjit club, Cak! Dapur pacunya mengandalkan mesin 149cc SOHC berpendingin cairan dengan muntahan tenaga mencapai 14,2 HP. Tapi yang bikin IWB tersenyum adalah fiturnya yang lumayan juozzz. Lawong ada sensor tekanan angin segala. Dan berikut sekilas fiturnya :

    • Layar TFT Full-Color

    • Traction Control System (TCS) & ABS 2-Channel: Biar sampeyan ora ndlosor pas nemu jalan licin.

    • TPMS (Tyre Pressure Monitoring System): Tekanan ban bisa dipantau langsung dari speedometer.

    • Keyless + Dual Slot Charger USB-C.

    Soal harga? Di Filipina motor iki dijual 165.000 Peso atau kalau dirupiahkan ketemu di angka Rp43,7 jutaan. Walah….mringis tenan celengan sampeyan nek masuk kene, Cak! Mahalll wkwkwk

    Pertanyaannya… apakah kedua motor ini bakal diboyong PT SIS ke tanah air?

    Untuk Burgman 150 ini masih abu-abu, Cak. Mengingat statusnya yang diproduksi di China, tentu butuh kalkulasi matang biar harganya ora melambung tinggi pas masuk Indonesia. Jadi saran IWB ora usah banyak ngarep walaupun udah masuk Filipina. Wisss… kita pantau terus pergerakan Suzuki. Piye menurut sampeyan? Tertarik nunggu Burgman 15o berwajah alien ini ?? Monggo berikan komentarnya di kolom bawah… Gasss poll!! (iwb)

     

    Spesifikasi Teknis Lengkap Suzuki Burgman 150 (Model 2027)

    Parameter Spesifikasi Detail Teknis Suzuki Burgman 15
    Dimensi (P x L x T) 1.970 × 755 × 1.160 mm
    Jarak Sumbu Roda (Wheelbase) 1.315 mm
    Grounded Clearance (Min.) 135 mm
    Tinggi Jok (Seat Height) 760 mm (Sangat Ramah Postur Asia)
    Berat Kendaraan (Curb Weight) 145 kg
    Tipe / Bentuk Mesin 4-Tak, SOHC, Silinder Tunggal, Berpendingin Cairan (Water-Cooled)
    Kapasitas Total Silinder 149 cc
    Bore × Stroke (Diameter x Langkah) 57,3 × 57,9 mm
    Tenaga Maksimum 14,2 HP / 8.500 rpm
    Torsi Maksimum 14,2 N·m (1,44 kg-m) / 6.500 rpm
    Kapasitas Tangki BBM 8 Liter
    Tipe Transmisi Otomatis (CVT)
    Sistem Rem (Depan / Belakang) Cakram Hidrolik / Cakram Hidrolik (Dilengkapi 2-Channel ABS)
    Ukuran Ban Depan 110/80 R14 53P
    Ukuran Ban Belakang 130/70 R14 61P
    Kapasitas Penumpang 2 Orang
    Konsumsi BBM Efisiensi 43,6 km/Liter (Metode pengetesan internal / WMTC mode belum rilis resmi)
  • Rahasia Dapur Terbongkar: Enea Bastianini Gandeng Mantan Ahli Elektronik Marc Marquez!

    Rahasia Dapur Terbongkar: Enea Bastianini Gandeng Mantan Ahli Elektronik Marc Marquez!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Gelaran MotoGP 2026 terus menyajikan kejutan, tidak hanya di atas lintasan, tetapi juga di balik dinding paddock yang super rahasia. Baru-baru ini, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari pembalap asal Italia, Enea Bastianini. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pembalap yang dijuluki The Beast ini membongkar satu rahasia besar yang selama ini ditutup rapat-rapat dari publik dan media….!!

    “Tidak ada yang tahu tentang hal ini, tetapi saya bekerja sama dengan mantan insinyur elektronik Marc Marquez,” ungkap Bastianini demi menjelaskan performa dan adaptasinya belakangan ini.

    Pernyataan ini langsung memicu kegemparan di paddock. Di era MotoGP modern, di mana sistem elektronik seperti traction control, anti-wheelie, dan engine braking memegang porsi hingga 70% dari performa motor, kehadiran seorang insinyur papan atas adalah jaminan lompatan performa. Terlebih lagi, sosok tersebut adalah orang yang bertahun-tahun menjinakkan agresivitas Marc Marquez.

    Mengapa Faktor Elektronik Begitu Krusial bagi ‘The Beast’?

    Bastianini dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap yang sangat halus dalam manajemen ban belakang, terutama di paruh kedua balapan. Namun, transisi dan pengembangan motor dalam satu-dua musim terakhir menuntut fleksibilitas yang luar biasa pada karakternya.

    Bekerja sama dengan mantan ahli elektronik Marquez—juru taktik yang terbiasa mengelola sistem elektronik untuk pembalap dengan gaya riding super agresif—memberikan Bastianini perspektif dan data baru yang sangat berharga. Kombinasi ini memungkinkannya untuk:

    • Optimalisasi Penyaluran Tenaga (Power Delivery): Menemukan titik temu antara kenyamanan berkendara (rideability) dan agresivitas yang dibutuhkan saat kualifikasi.

    • Adaptasi Instan: Mempercepat proses pemecahan masalah (troubleshooting) saat motor mengalami kendala chatter atau kehilangan traksi di tikungan lambat.

    • Strategi Manajemen Elektronik Fase Akhir: Mempertajam senjata utama Bastianini, yaitu late-race pace (kecepatan di putaran-putaran akhir).

    ” Balapan yang bagus. Di awal, saya sempat agak tertinggal dari para pembalap di depan dan harus memangkas jarak. Itu tidak mudah, karena saya hanya bisa mengejar 0,1 detik per lap. Namun pada akhirnya, saya berhasil merapatkan jarak. Kami sempat mengalami beberapa kendala kecil dengan bagian belakang, dan mungkin ban soft bisa bekerja sedikit lebih baik. Tapi saya bersenang-senang dan memberikan segalanya dari lap pertama hingga lap terakhir untuk mengamankan finis keenam ini. Pada akhirnya, saya rasa Marc menyentuh area hijau (track limits). Kami melewati garis finis hampir berdampingan, tetapi saya berhasil keluar dari tikungan terakhir dengan lebih baik. Jelas, kesalahan kecil itu merugikannya.”

    ” Kini kami sedang melakukan pekerjaan yang hebat, dan menurut saya ini bukan sebuah kejutan. Saya sangat suka cara tim ini bekerja dan bagaimana kami bekerja sama. Saya belum menyebutkannya, tapi akhir pekan ini saya kedatangan ahli elektronik baru di dalam kru saya. Namanya Jenny, dan saya langsung cocok bekerja dengannya. Bahkan, kinerjanya sangat luar biasa. Dia dulu bekerja dengan Marquez saat masih di Honda, dan akhir pekan ini, dia menggantikan posisi mekanik elektronik saya yang baru saja menjadi seorang ayah.”

    ” Jenni…mantan electronik Marc yang kini kerja dengan Bastianini…”

    “Balapan seperti ini jelas membangkitkan semangatku. Yang terpenting adalah saya tidak finis keenam dengan jarak tertinggal ratusan detik dari para pembalap terdepan. Saya finis hanya terpaut sekitar satu detik dari rombongan depan, sementara tim Aprilia memang memiliki sedikit keunggulan hari ini. Hasil ini memberi saya motivasi dan dorongan untuk terus berkembang.” seru Bastianini…

    Last….Kepindahan mekanik atau insinyur bintang antar pabrikan sebenarnya adalah hal lumrah di MotoGP, namun sering kali diselimuti klausul non-kompetisi (gardening leave) atau kerahasiaan yang ketat. Langkah Bastianini mengamankan tanda tangan ahli elektronik kawakan ini menunjukkan betapa seriusnya ia dalam membangun proyek jangka panjang demi mengamankan titel juara dunia. Bagi para pengamat, rahasia yang baru terungkap ini menjawab teka-teki mengapa Bastianini mampu tampil solid dan keluar dari masa-masa sulit dalam beberapa seri terakhir. Ia tidak hanya mengandalkan talenta alaminya, melainkan juga didukung oleh “otak” di balik dominasi multi-gelar juara dunia. Menarik untuk melihat bagaimana dampak jangka panjang dari kolaborasi rahasia ini di sisa musim 2026. Satu yang pasti: The Beast kini punya senjata elektronik yang setara dengan para pembalap terbaik di grid….(iwb)

  • Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus…” !!

    Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus…” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap rookie andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026) sore WIB. Sempat tampil memukau bahkan memimpin jalannya balapan, pembalap Honda Team Asia itu gagal membawa pulang poin setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan. Dalam wawancara pasca race, Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus, tapi sayang aku lakukan kesalahan…” !! (more…)

  • Update Marco Bezzecchi crash Assen…masuk Rumah sakit, Cedera parah ?!

    Update Marco Bezzecchi crash Assen…masuk Rumah sakit, Cedera parah ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap utama Aprilia Racing sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP, Marco Bezzecchi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mengerikan dalam kecepatan tinggi pada balapan utama MotoGP Belanda di Sirkuit TT Assen. Hasil pemeriksaan medis sudah keluar…..apakah cedera parah ??

    Insiden tersebut terjadi pada lap kedua di Tikungan 15 (Ramshoek), salah satu bagian tercepat di sirkuit Assen. Saat sedang bertarung ketat dengan Marc Marquez untuk memperebutkan posisi keempat, Bezzecchi kehilangan kendali atas motor Aprilia RS-GP miliknya. Ia terlempar keras dan berguling berkali-kali di atas area gravel. Mengingat kerasnya benturan yang terjadi pada kecepatan sekitar 209 km/jam, bendera kuning langsung dikibarkan dan Bezzecchi segera dievakuasi ke Pusat Medis Sirkuit untuk mendapatkan penanganan darurat dari tim dokter MotoGP yang dipimpin oleh Dr. Ángel Charte. Melalui rilis resminya, tim Aprilia Racing memberikan pembaruan awal terkait kondisi pembalapnya. Apakah cedera parah ??

    “Pemeriksaan klinis awal menunjukkan bahwa pembalap berada dalam kondisi sadar penuh. Ia mampu menggerakkan keempat anggota badannya secara normal, serta tidak menunjukkan tanda-tanda awal komplikasi neurologis atau sistemik yang serius.”

    Meski hasil pemeriksaan awal cukup positif, Bezzecchi mengeluhkan rasa nyeri yang sangat hebat di tubuhnya. Demi keselamatan, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Universitas Groningen untuk menjalani pemindaian CT (CT scan) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada cedera dalam yang tersembunyi. Setelah sempat membuat publik MotoGP khawatir, kabar melegakan akhirnya datang beberapa jam kemudian. Hasil tes diagnostik mendalam menunjukkan tidak ada patah tulang maupun kerusakan organ dalam yang dialami Bezzecchi. Syukurlah tidak ada cedera cak…

    “Marco Bezzecchi telah menjalani CT scan dan pemeriksaan radiologi lengkap, dan hasilnya tidak ditemukan cedera apa pun. Oleh karena itu, ia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan diizinkan pulang pada Minggu malam,” tulis pernyataan lanjutan dari Aprilia.

    Last…Meski dinyatakan fit dan terhindar dari cedera, insiden gagal finis (DNF) ini menjadi kerugian besar bagi Bezzecchi dalam upayanya mengamankan takhta juara dunia. Sebelum balapan Assen dimulai, Bezzecchi berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara. Akibat kehilangan poin di balapan ini, posisi puncak klasemen kini berhasil direbut oleh rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, yang sukses finis di podium ketiga. Kini, Bezzecchi tertinggal tujuh poin dari Martin, sementara podium tertinggi di Assen sendiri secara mengejutkan berhasil direbut oleh pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura…..(iwb)

  • Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” ….kehabisan tenaga ??!!

    Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” ….kehabisan tenaga ??!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa posisi ini adalah hasil maksimal yang bisa ia kejar di MotoGP Belanda. Meski begitu, ia mengaku sangat lega dan puas bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen dalam kondisi sehat dan tanpa cedera tambahan. Bagi pembalap berjuluk The Baby Alien ini, seri Assen memang sudah diprediksi menjadi “akhir pekan untuk bertahan hidup”. Desain sirkuit yang didominasi tikungan kanan cepat dinilai sangat menguras fisik dan tidak cocok dengan kondisi kebugarannya saat ini. Yup…Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” alias bertahan !!

    Sepanjang akhir pekan, Marquez finis ketujuh di sesi Sprint dan sebenarnya menyentuh garis finis di posisi keenam saat balapan utama. Namun, posisinya harus turun satu setrip menjadi finis ketujuh setelah dijatuhi penalti akibat melanggar batas lintasan (track limits) di lap terakhir. Marquez menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang nekat memilih ban belakang lunak (soft rear tyre). Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini murni karena keterbatasan fisiknya.

    “Saya tidak punya kondisi fisik yang cukup untuk memaksimalkan potensi ban medium di setiap putaran. Jadi saya memutuskan, ‘Saya akan berkendara dengan santai dan hanya menekan di lap-lap tertentu saja’ Aku menggunakan safe mode atau hanya bertahan. Untuk strategi seperti itu, ban belakang soft jauh lebih baik,” jelas Marquez.

    Balapan Marquez juga diwarnai momen menegangkan saat ia terlibat aksi saling salip yang agresif dengan Fabio Di Giannantonio. Akibat manuver tersebut, Marquez terpaksa melebar dan memotong jalur di chicane terakhir. Momen ini mengingatkan penggemar pada insiden legendaris antara dirinya dengan Valentino Rossi di sirkuit yang sama pada tahun 2015. Pengawas balapan (Stewards) akhirnya menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Di Giannantonio karena memotong chicane. Menanggapi insiden tersebut, Marquez menganggapnya sebagai hal biasa dalam balapan. “Ya, pada akhirnya itu adalah insiden balap (racing incident). Setidaknya pada tahun 2015 lalu, saya masih melewati chicane itu,” candanya.

    Last….Meski menjalani akhir pekan yang berat, posisi Marquez di klasemen sementara tidak terlalu buruk. Berkat jatuhnya Marco Bezzecchi dan kegagalan Pecco Bagnaia melanjutkan balapan, Marquez kini hanya tertinggal 40 poin dari puncak klasemen yang dipegang oleh Jorge Martin (yang finis ketiga di Assen). Melihat persaingan yang sangat ketat dengan selisih poin yang rapat di posisi delapan besar, Marquez tetap membumi. “Saya merasa bukan yang terkuat, juga bukan yang tercepat. Saat ini ada lima nama di kejuaraan yang siap bertarung sengit di setiap balapan,” tutupnya….(iwb)

  • Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan di Sirkuit Assen yang sejatinya berjalan dominan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia harus ternoda oleh keputusan Steward. Pasca-balapan Sprint GP Belanda, sang juara bertahan Ducati itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah dijatuhi penalti pasca-balapan yang merenggut posisi finisnya di zona poin. Bagnaia pun secara terbuka melayangkan kritik dan meminta pihak otoritas MotoGP untuk meninjau ulang regulasi penalti yang dinilainya kurang adil..!!

    Bagnaia sejatinya melintasi garis finis di posisi kelima setelah pertarungan sengit di sirkuit klasik tersebut. Namun, kegembiraannya sirna seketika setelah Steward menyatakan dirinya melanggar batas trek (track limits) di lap terakhir, yang berujung pada penalti waktu 3 detik. Alhasil, posisinya merosot tajam ke peringkat kedelapan, memberikan keuntungan bagi pembalap di belakangnya, termasuk Marc Marquez yang naik ke posisi keenam.

    Pemicu penalti ini terjadi di chicane terakhir Assen—sebuah sektor krusial yang terkenal sering memicu kontroversi. Menurut sensor, ban motor Bagnaia sedikit menyentuh area hijau (zona terlarang) saat ia berusaha mempertahankan posisi dari tekanan pembalap di belakangnya. Bagnaia tidak membantah bahwa motornya mungkin sedikit melebar, namun ia mempertanyakan esensi dari penalti tersebut jika tidak ada keuntungan waktu (gain) yang ia dapatkan….

    “Saya menerima keputusan itu karena aturan adalah aturan, tetapi kita harus menggunakan akal sehat. Saya tidak menyalip siapa pun, saya tidak mendapatkan keuntungan waktu, dan saya justru kehilangan momentum di akselerasi berikutnya. Menjatuhkan penalti yang merusak seluruh hasil kerja keras akhir pekan hanya karena masalah beberapa milimeter di lap terakhir adalah hal yang berlebihan. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana aturan ini diterapkan, terutama di lap terakhir ketika semua pembalap berkendara di batas maksimal absolut. Hari Minggu adalah cerita yang berbeda. Kami memiliki kecepatan untuk menang, tetapi kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun, dan kami harus berdoa agar tidak ada kejutan lain dari ruang Steward,” pungkas Pecco dengan tegas…

    Last….selain masalah track limits, akhir pekan di Assen juga diwarnai oleh kecemasan para pembalap terkait regulasi tekanan ban minimum yang semakin ketat. Bagnaia mengakui bahwa berkendara dalam kelompok (pack) di Assen membuat pengelolaan suhu dan tekanan ban depan menjadi sebuah mimpi buruk teknis. Kekecewaan di sesi Sprint ini menjadi alarm penting bagi kubu Ducati Lenovo menjelang balapan utama hari Minggu nanti cak. Kehilangan poin berharga di Sprint membuat Bagnaia harus tampil tanpa celah di balapan panjang jika ingin memangkas jarak dari Marco Bezzecchi yang masih kokoh di puncak klasemen….(iwb)

  • Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Perebutan takhta juara dunia MotoGP memang masih sangat terbuka, namun bagi Marc Marquez, sirkuit Assen akhir pekan ini adalah tentang kalkulasi risiko yang matang, bukan nekat tanpa arah. Pasca-balapan Sprint di GP Belanda, sang juara bertahan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah mengaktifkan “safe mode” (mode aman) demi mengamankan poin penting dan menghindari fatalnya area gravel sirkuit legendaris tersebut. Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marquez menyudahi Sprint Race sepanjang 13 lap di posisi ketujuh sebelum akhirnya naik satu strip ke posisi keenam menyusul penalti yang didapatkan rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Meski posisinya terdongkrak, pembalap asal Spanyol itu tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia memang sedang kesulitan menyamai level kecepatan barisan depan di sirkuit cepat nan mengalir ini. Sejak sesi latihan hari Jumat, Marquez sudah mengisyaratkan ketidaknyamanannya dengan karakter tata letak Assen yang menuntut feeling front-end luar biasa di tikungan berkecepatan tinggi. Upaya perubahan set-up motor pada Sabtu pagi pun belum membuahkan hasil instan yang masif.

    “Pagi ini kami mencoba melakukan satu langkah maju, tetapi kami kembali tertahan di area posisi ke-7 atau ke-8 bersama beberapa pembalap KTM. Saya berkendara tidak terlalu buruk, tapi saya kehilangan terlalu banyak waktu di beberapa titik spesifik. Saya merasa tidak nyaman dan tidak konsisten. Saya sudah memeriksa catatan tahun lalu dan melihat beberapa kecelakaan tahun ini. Di sini, area gravel-nya sangat menyakitkan. Ukuran kerikilnya lebih besar dari biasanya. Jadi, kamu harus benar-benar berhati-hati,” tegasnya mengenai alasan memilih pendekatan konservatif. Yup…Bagi pembalap dengan gaya agresif seperti Marquez, Assen tahun ini menyajikan sinyal peringatan keras. Rentetan kecelakaan hebat yang menimpa sang adik, Alex Marquez, serta patah tulang vertebra yang dialami Fermin Aldeguer di sesi latihan menjadi bukti nyata betapa kejamnya sirkuit ini jika pembalap memaksakan diri melampaui batas….

    Selain faktor kenyamanan berkendara, Marquez secara jantan mengakui keunggulan Aprilia yang mengunci barisan depan di kualifikasi dan tampil dominan lewat laju kencang RS-GP di tikungan-tikungan cepat Assen cak. Meski kini jaraknya melebar menjadi 42 poin di belakang pemimpin klasemen Marco Bezzecchi, pembalap bernomor start 93 itu menolak untuk merasa frustrasi. Baginya, bisa berada di rombongan pemburu gelar musim ini sudah merupakan bonus luar biasa….

    “Kami sudah tahu titik kuat Aprilia, dan di sirkuit seperti Belanda ini—serta beberapa trek lain dengan fast corners—mereka memang lebih kuat dari kami. Kami harus mengevaluasi ini dalam kalender penuh 22 seri. Tapi akhir pekan ini, Aprilia berada di level yang berbeda. Jika saya berada dalam perebutan kejuaraan, itu adalah hadiah. Saya tidak melakukan sesuatu yang berbeda, hanya saja pembalap lain melakukan kesalahan dan tentu saja saya memenangkan beberapa balapan. Tapi bagi saya pribadi, momentum berisiko tinggi itu sudah lewat. Jadi, jika hasil baik datang, itu sangat bagus, tetapi inilah realitas saya saat ini. Targetnya sama seperti hari ini: mencoba finis di posisi ke-7 atau ke-8, dan itu saja. Saya tidak sedang sengaja bermain aman demi poin, saya sudah mengerahkan 100%, tetapi saya tidak bisa berbuat lebih banyak sekarang. Di sirkuit ini, kita harus memahami batas itu. Tidak ada rasa frustrasi karena ini memang sesuai ekspektasi saya,” tutupnya. Semangat Marc !! (iwb)

  • Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!

    Perjalanan Veda di Sirkuit Assen akhir pekan ini sebenarnya tidak dimulai dengan mulus cak. Pada sesi Practice hari Jumat, pembalap asal Gunungkidul ini sempat tertahan di posisi ke-23. Begitu pula di sesi FP2 hari Sabtu siang, di mana ia menempati posisi ke-13. Akibat hasil tersebut, pembalap Honda Team Asia bernomor motor #9 ini harus rela berjuang dari sesi Kualifikasi 1 (Q1) terlebih dahulu. Peraturannya ketat: Veda wajib finis di posisi 4 besar pada Q1 jika ingin menembus Q2 dan memperebutkan posisi start terdepan. Di sinilah kelas Veda terlihat. Di bawah tekanan besar, ia berhasil tampil lepas, mencatatkan waktu impresif, dan lolos ke sesi Q2…

    Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.

    Catatan Menarik: Posisi start ke-7 ini sangat krusial bagi Veda. Berkaca pada balapan sebelumnya di Brno (GP Ceko), Veda harus menerima penalti ekstrem turun 12 grid sehingga harus start dari P20, namun ia tetap mampu melakukan comeback gila untuk finis di posisi ke-5! Kali ini, dengan posisi start yang jauh lebih ideal di baris ketiga, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium terbuka sangat lebar.

    Last….Hingga seri ke-10 ini, Veda Ega Pratama kokoh berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 82 poin. Di kategori pembalap pendatang baru, ia bertengger di posisi kedua klasemen Rookie of the Year, menempel ketat Brian Uriarte di posisi puncak (92 poin). Balapan utama Moto3 Belanda 2026 akan berlangsung sepanjang 20 lap. Dengan modal start dari baris ketiga dan ritme balap (race pace) yang dikenal sangat stabil, mari kita dukung penuh Veda Ega Pratama agar bisa kembali mengibarkan Merah Putih di podium Assen! Goooo….(iwb)

    Hasil kualifikasi Moto3 Assen

    Pos No Pembalap Tim Waktu Terbaik Gap P1
    1 28 Máximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.132 –
    2 66 Joel Kelso GRYD Racing 1:40.153 +0.025
    3 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.434 +0.300
    4 97 Marco Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.455 +0.324
    5 11 Adrián Cruces CIP Green Power 1:40.456 +0.326
    6 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.617 +0.485
    7 9 Veda Ega Pratama Honda Team Asia 1:40.698 +0.560
    8 83 Alvaro Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.729 +0.590
    9 94 Guido Pini Leopard Racing 1:40.731 +0.609
    10 31 Adrián Fernández Leopard Racing 1:40.761 +0.630
    11 88 Marcos Uriarte Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.781 +0.657
    12 6 Ryusei Yamanaka AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.790 +0.669
    13 18 Matteo Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.860 +0.738
    14 67 Casey O’Gorman SIC58 Squadra Corse 1:40.920 +0.791
    15 8 Eddie O’Shea GRYD Racing 1:41.080 +0.951
    16 13 Hakim Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:41.130 +1.006
    17 27 Rico Salmela Red Bull KTM Tech3 1:41.160 +1.037
    18 19 Scott Ogden CIP Green Power 1:41.650 +1.526
  • Breaking !! AHM Rilis New BeAT 2027….ediann warnanya makin Keren !!

    Breaking !! AHM Rilis New BeAT 2027….ediann warnanya makin Keren !!

    Iwanbanaran.com – Cakeeep… bener-bener nggak kasih kendor cakkk! PT Astra Honda Motor (AHM) diam-diam langsung tancap gas di pertengahan tahun ini dengan memberikan sentuhan fresh pada skutik sejuta umat mereka, New Honda BeAT series. Yup, skutik penopang market roda dua tanah air ini resmi mendapatkan baju baru alias penyegaran warna dan desain striping yang makin berani, ekspresif, dan tentu saja… makin memikat mata! Yesss….warnanya makin Keren cakkk !!

    Octavianus Dwi, selaku Marketing Director AHM menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk terus mengikuti perkembangan tren anak muda zaman now. BeAT harus tetap menjadi motor yang lincah, irit, tapi tetap punya tongkrongan yang stylish.

    Terus, apa saja ubahan detilnya di setiap tipe? Monggo intip bedahannya di bawah ini, cak!

    Gaya Baru Setiap Tipe: Dari Glossy Sampai yang Premium!

    AHM membagi racikan warna baru ini dengan sangat rapi di setiap varian. Desain stripingnya pun dirombak total agar aura racy dan dinamisnya makin keluar.

    • Tipe CBS (Entry Level yang Tetap Genit): Nah, buat tipe paling terjangkau, ada jagoan baru namanya Glossy Blue Black. Kombinasi warna biru mentereng berpadu hitam bikin karakter motor ini makin tegas. Warna baru ini bakal menemani opsi lawas yang tetap laris manis, yaitu Glossy Black dan Gradation Red Black.

    • Tipe ISS (Idling Stop System): Di tipe ini, AHM meluncurkan warna Glossy Red Blue. Perpaduan merah dan biru yang tabrakan tapi justru terlihat sangat berkarakter, pas banget buat anak muda yang ogah tampil biasa aja. Selain itu, warna Glossy Metallic Black di versi sebelumnya kini dieliminasi dan digantikan oleh Matte Black (hitam doff) yang condong ke arah premium.

    • Tipe Deluxe Smart Key (Varian Tertinggi): Buat sampeyan yang suka tampilan elegan ala skutik mahal, varian Deluxe Smart Key warna Matte Black kini dijejali emblem 3D baru beraksen silver Chrome. Mewah banget, cak! Sementara warna Matte Brown dan Matte Blue yang kalem bin elegan tetap dipertahankan.

    • New Honda BeAT Street (Si Gaul Setang Telanjang): Pecinta gaya street style juga kecipratan untung. BeAT Street kedatangan warna baru Glossy Gray (Abu-abu glossy) yang kental banget nuansa urban modern-nya. Menemani warna Matte Black dan Matte Brown yang sudah eksis duluan. Grafis stripingnya? Jelas dibikin makin rebel dan ekspresif!

    Fitur & Dapur Pacu: Tetap Juara di Kelas Lincah-Irit

    Urusan jeroan dan fitur, AHM tampaknya menganut prinsip “don’t fix if it ain’t broken”. Semua keunggulan fungsional BeAT series tetap dipertahankan utuh.

    Lampu depan sudah mengadopsi teknologi LED, dipadu dengan Combined Digital Panel Meter yang punya indikator ECO buat memandu sampeyan berkendara super irit. Untuk fitur keamanan, tipe CBS, ISS, dan Street dibekali Secure Key Shutter plus tombol pembuka jok praktis serta Anti Theft Alarm. Khusus tipe Deluxe, tentunya sudah keyless alias tinggal kantongin remot aja tanpa anak kunci.

    Urusan performa, mesin 110cc SOHC eSP dengan pengabutan bahan bakar PGM-FI andalan Honda tetap menjadi aktor utama. Di atas kertas, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 6,6 kW pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,2 Nm pada 6.000 rpm. Karakter mesin yang responsif di putaran bawah, ditambah starter halus berkat teknologi ACG Starter, plus fitur ISS yang bikin bensin makin awet.

    Daftar Harga New Honda BeAT Series (OTR Jakarta)

    Berapa mahar yang harus disiapkan untuk meminang skutik berwajah segar ini? Ini dia list resminya, cak:

    Tipe Motor Harga (On The Road Jakarta)
    New Honda BeAT Tipe CBS Rp 19.155.000
    New Honda BeAT Tipe ISS Rp 20.026.000
    New Honda BeAT Street Rp 20.026.000
    New Honda BeAT Deluxe Smart Key Rp 20.556.000
  • Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??

    Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dua puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi sebuah nama untuk bertahan, apalagi memimpin pasar sepeda motor di Indonesia. Sejak pertama kali mengaspal pada tahun 2006, Honda Vario tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan sebuah fenomena kultural yang membentuk lanskap pasar skuter matik (skutik) tanah air. Dan tahukah sampeyan..sejak 2006 dirilis, keluarga Vario Series secara total telah dipilih oleh lebih dari 18 juta konsumen di Indonesia. Menariknya lagi, khusus untuk trah bermesin besar (Vario 150 dan Vario 160), populasi di jalanan sudah menembus angka 4,5 juta unit sejak 2022. Hingga lahir Vario EVO yang diklaim memiliki top speed hanya 109km/jam ??? laah penurunan dong…

    Di tengah perayaan tonggak sejarah emas tersebut, AHM tidak ingin berpuas diri. Seperti yang sampeyan tahu….Sebagai jawaban atas loyalitas jutaan biker, mereka resmi melahirkan sang penerus takhta: New Honda Vario Evo 160. Nama “Evo” yang disematkan bukan sekadar gimik pemasaran. Diambil dari kata Evolution, nama ini mencerminkan lompatan besar yang dilakukan Honda untuk menyempurnakan skutik premium sporti andalan mereka. Jika generasi Vario 160 sebelumnya (rilisan 2022) kental dengan aura beefy dan padat, Vario Evo 160 membawa pendekatan yang jauh lebih agresif. Desain bodinya kini memadukan garis-garis tajam khas motor sport dengan jalur aliran udara (lekukan aerodinamis) baru di bagian depan dan samping. Efeknya? Motor ini terlihat lebih ramping, kencang, dan siap membelah angin. Terus piye soal mesin ??

    Pastinya wis IWB bahas cak. Namun IWB sedikit ingin ulang dimana Kelahiran Vario Evo 160 juga membawa pembaruan di sektor performa. Tetap mengandalkan mesin 160cc 4-katup eSP+ berpendingin cairan, Honda memberikan racikan internal baru untuk meminimalkan gesekan serta mapping engine yang lebih agresif. Torsi meningkat dari 13,8Nm menjadi 14Nm. Di atas kertas, angka performanya mengalami peningkatan minor namun krusial pada karakter berkendara harian:

    • Tenaga Maksimal: 11,3KW@8.500 RPM

    • Torsi Puncak: 14NM@ 6.500 RPM (ada peningkatan respons pada tarikan bawah hingga menengah).

    Berdasarkan pengujian internal dengan alat ukur performa, skutik flat deck ini mampu menuntaskan jarak 0-200 meter hanya dalam waktu 11,9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 109 km/jam. Urusan konsumsi bahan bakar tetap efisien di angka 46,7 km/liter (metode WMTC EURO 3) berkat fitur Idling Stop System (ISS). Nahh…ini IWB banyak ditanya soal top speed yang hanya 109 km/jam. Lhoo kok jadi turun cak IWB ??

    Eittt..ini cak yang ingin IWB berikan pencerahan ke sampeyan. Jadi gini cak…angka 109 km/jam bukan angka di speedometer, catet kieee cak. Namun, pabrikan mengukur angka top speed ini dari alat GPS (Global Positioning System), bukan berdasarkan putaran roda atau transmisi. Hampir tidak ada pabrikan otomotif di dunia yang membuat speedometer dengan akurasi tepat 100% sama dengan kecepatan riil GPS. Fenomena ini disebut dengan Deviasi Speedometer atau kalibrasi pabrikan. Secara rata-rata industri, deviasi atau margin “kelebihan” pada motor matik jepang berkisar antara 8% hingga 10%. Pabrikan sengaja melakukan ini bukan untuk menipu biker, melainkan demi alasan keselamatan dan regulasi hukum. Di Eropa (ECE R39) dan banyak wilayah lain, aturan hukumnya sangat ketat:

    Speedometer tidak boleh menampilkan angka yang LEBIH RENDAH dari kecepatan riil.

    Bayangin cak…jika kecepatan riil 100 km/jam, tapi panel meter menunjukkan 98 km/jam, pabrikan bisa dituntut jika pengendara terkena tilang kamera kecepatan (speed trap). Oleh karena itu, pabrikan mengambil batas aman dengan melebihkan angka di panel meter sekitar 10%…

    So…Jika kita menggunakan dasar pengujian alat (GPS) yang mencatatkan angka 109 km/jam pada Vario EVO, lalu kita hitung berapa angka yang sebenarnya muncul di layar panel meter digital Vario Evo dengan asumsi rumus deviasi standar sebesar 10%. Akan terpampang speed dispeedometer sekitar 119 km/jam hingga 120 km/jam. Jadi bukannya turun cak…namun data yang dishare Honda dalam top speed test adalah real speed GPS. So..kalau sampeyan nanya ke IWB berapa top speed speedometer ? kisaran 119 – 120 km/jam. Kira-kira demikian…nanti coba kita buktikan…

    Last…Kelahiran Vario Evo 160 adalah langkah taktis Honda untuk mengunci dominasi mereka di kelas skutik 160cc. Dengan modal reputasi 18 juta unit, AHM sangat optimistis menetapkan target penjualan Vario Evo 160 di angka 250.000 hingga 300.000 unit per tahun. Menghormati warisan 18 juta unit terdahulu bukan berarti mempertahankan formula lama, melainkan terus berevolusi mengikuti detak selera pasar. Gitu cak kira-kira…piyeee wis clear kan ? (iwb)

    Harga Vario EVO On The Road (OTR) DKI Jakarta:

    • Vario Evo 160 CBS: Rp 28.525.000

    • Vario Evo 160 CBS Nitro: Rp 28.775.000

    • Vario Evo 160 ABS: Rp 31.406.000 (Menggunakan rem cakram depan-belakang berdiameter 220 mm)