Author: Iwanbanaran

  • Hot…pabrik AHM berlakukan Red Zone, New Vario 160 Makin Dekat ???

    Hot…pabrik AHM berlakukan Red Zone, New Vario 160 Makin Dekat ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….IWB dalam beberapa bulan ini memang anteng tidak banyak membahas produk baru karena kondisi memang sedang lesu gara-gara perang Iran-USA. Makanya cak otak IWB fokus perihal BBM dan juga racing yang saat ini sedang hot atas kemunculan Veda Ega. Tapi dilalah saat kita meleng tidak terlalu memancarkan radar telik sandi…dilalah perkemarin IWB mendapatkan terawangan terbaru yakni adanya Red Zone di Honda. Hot…pabrik AHM berlakukan Red Zone, New Vario 160 Makin Dekat ??? (more…)

  • Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Ducati akhirnya mendapat angin segar. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengonfirmasi bahwa perpanjangan kontrak Marc Marquez untuk musim 2027 sudah hampir rampung. Pengumuman resmi diperkirakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat….!!

    Seperti kebanyakan pembalap papan atas, masa depan juara dunia bertahan itu memang belum diumumkan secara resmi, meskipun banyak pihak yakin kesepakatan telah tercapai sejak lama. Kini, pernyataan dari pucuk pimpinan Ducati sendiri mengonfirmasi hal tersebut.

    “Katakanlah perpanjangan (kontrak) sudah hampir final, hanya tinggal beberapa detail terakhir. Saya pikir pengumuman resmi akan segera tiba,” ujar Domenicali

    Domenicali menjelaskan bahwa penundaan pengumuman kontrak para pembalap tidak hanya terjadi di Ducati, tetapi juga di pabrikan lain. Hal ini disebabkan oleh negosiasi yang masih berlangsung antara pabrikan dan pemegang hak komersial MotoGP (Dorna).

    “Jelas bahwa semua komunikasi sedikit melambat karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan penyelenggara, dan semua ini berdampak pada 2027. Namun, tampaknya bagi saya kita semakin dekat dengan solusi komprehensif, jadi saya akan mengatakan kita akan segera mendapatkan kejelasan.” serunya

    Berdasarkan informasi yang berkembang di paddock cak, gaji Marc Marquez di Ducati untuk musim 2027 dipastikan akan mengalami kenaikan sangat signifikan, meskipun diperkirakan belum cukup untuk menjadikannya pembalap dengan bayaran tertinggi di grid.

    Informasi dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kontrak baru Marquez berada di kisaran €12 juta hingga €15 juta per musim. Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini, nominal fantastis ini setara dengan sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 260 miliar.

    Sebagai gambaran, berikut adalah perbandingan pendapatannya dari tahun ke tahun bersama Ducati :

    • 2024 (Gresini Racing): Dilaporkan membalap secara gratis atau dengan bayaran minimum untuk bisa mendapatkan motor Ducati.

    • 2025 (Ducati Pabrikan): Gaji pokok diperkirakan sekitar €3 juta (± Rp 51 Miliar), ditambah bonus besar karena menjadi juara dunia. Marc berhak atas bonus sekitar €4,5 juta (Rp78 miliar) dari Dorna dan timnya

    • 2027 (Ducati Pabrikan – Estimasi): Melonjak menjadi €12-15 juta, yang berarti kenaikan hingga 5 kali lipat dari tahun 2025.

    Last….kabar hampir rampungnya kontrak Marc Marquez bersama Ducati untuk 2027 adalah sebuah kepastian yang sudah dinanti. meskipun harus menunggu pengumuman resmi, pernyataan dari CEO Ducati ini menegaskan bahwa Marquez akan tetap menjadi andalan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut di era regulasi mesin 850cc. Fokus Marquez sekarang adalah mengejar ketertinggalan poin dari Bezzecchi, dimulai dari seri Le Mans akhir pekan ini. Kita tunggu saja cak…(iwb)

  • HOT GOSSIP….Betulkah Pengembangan Honda CBR250RR “Membeku”?

    HOT GOSSIP….Betulkah Pengembangan Honda CBR250RR “Membeku”?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Sejak pertama kali menggebrak pasar pada akhir 2016 (dan masuk tahap pengembangan beberapa tahun sebelumnya), Honda CBR250RR tetap menjadi tolok ukur performa di kelas motor sport 250cc dua silinder. Yang unik….sementara kompetitor seperti Kawasaki merilis Ninja ZX-25R yang empat silinder, Honda hanya memberikan update kecil berupa kenaikan tenaga tipis atau perubahan suspensi depan. Makanya cak…banyakkk banget dari sampeyan yang bertanya….Mengapa Pengembangan CBR250RR Seolah “Membeku”?

    Banyak dari sampeyan yang bertanya ke IWB, apakah ada indikasi Honda mengembangkan ulang CBR250RR mengingat umurnya sudah mendekati 10 tahun. Sampeyan pasti ingat gen ini dirilis pada 2016….dan sampai 2026 CBR250RR tetap pada tempatnya. Banyak dari sampeyan bertanya…kenapa Honda seolah tanpa ada pergerakan mesin seperempat liter mereka ? ini tidak biasa cak dilakukan AHM karena bisanya pengembangan dilakukan per 3 tahun. Makanya pada artikel ini IWB akan memberikan beberapa analisa pangkal penyebab RND gen ini seolah membeku. Dan ini penjabaran IWB….

    1. Tercapainya Puncak Evolusi Dua Silinder

    Secara teknis, mesin CBR250RR (khususnya varian SP Quick Shifter) sudah berada di ambang batas maksimal efisiensi mesin 250cc dua silinder produksi massal. Tenaga yang mencapai 42 PS adalah angka yang luar biasa.

    • Hukum “Diminishing Returns”: Untuk menaikkan tenaga lebih jauh lagi (misal ke 45-48 PS), Honda harus menggunakan material yang jauh lebih mahal atau mengorbankan durabilitas mesin. Pada titik ini, biaya pengembangan tidak lagi sebanding dengan tambahan performa yang didapat plus harga jual nantinya.

    2. Pergeseran Tren Pasar Global ke “Moped” dan Skutik

    Ini adalah core dari semua cak. Pasar motor sport fairing di kelas menengah mengalami penyusutan secara global. Jadi nggak hanya di Indonesia…motorsport fairing mengalami penurunan signifikan soal market share…

    • Dominasi Skutik Besar: Di Indonesia sendiri, minat konsumen bergeser ke arah kepraktisan skutik besar 150-250cc. Sport sekarang isunya hanya mengisi 2% market share…jauhhh cak

    • Segmentasi Hobi: Motor sport 250cc kini murni menjadi pasar hobi yang sangat tersegmentasi. Dengan volume penjualan yang tidak semasif dulu, pabrikan cenderung lebih berhati-hati dalam menggelontorkan dana riset (R&D) yang mencapai triliunan rupiah untuk model yang pasarnya mengecil.

    3. Dilema “Empat Silinder” vs Regulasi Emisi

    Banyak penggemar berharap Honda merilis CBR250RR-R empat silinder untuk menjegal ZX-25R. Namun, ada tembok besar yakni harga jual yang akan melejit tinggi. Belum lagi Euro 5+ dan regulasi emisi masa depan.

    • Mesin dengan jumlah silinder banyak dan RPM tinggi menghasilkan emisi yang sulit dikendalikan.

    • Honda, sebagai perusahaan global, sedang melakukan transisi besar-besaran menuju elektrifikasi dan netralitas karbon. Mengembangkan mesin pembakaran internal (ICE) baru yang sangat spesifik untuk pasar terbatas dianggap tidak sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.

    4. CBR250RR Masih Terlalu Kompetitif di Balap

    Di ajang balap seperti ARRC (Asia Road Racing Championship) kelas AP250, CBR250RR masih sangat dominan. Bahkan dengan regulasi pemotongan RPM (RPM limit) dari panitia, motor ini tetap sulit dikalahkan. Jika motor lama saja masih menang terus di lintasan balap, Honda secara logis tidak merasa “terdesak” untuk menciptakan mesin baru dari nol.

    5. Strategi “Milking the Product”

    Dalam manajemen produk, CBR250RR saat ini berada dalam fase Cash Cow. Investasi pengembangan awal sudah tertutupi oleh penjualan selama bertahun-tahun. Kini, Honda tinggal memanen keuntungan dengan melakukan penyegaran kosmetik (warna/grafis) atau fitur minor untuk menjaga relevansi tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pengembangan sasis atau mesin baru.

    Nah…jadi itu cak beberapa alasan yang IWB dapat kumpulkan kenapa Honda seolah tidak tertarik mengembangkan ulang atau meracik all new facelift CBR250RR.  Jadi jangan heran ketika IWB terawang pergerakan motor berkode K64 ini seolah membeku…

    Last….CBR250RR adalah korban dari kesempurnaannya sendiri. Honda berhasil membuat motor yang “terlalu bagus” di tahun 2016, sehingga standar yang mereka ciptakan sendiri sulit ditembus tanpa menaikkan harga jual secara drastis ke angka yang mungkin tidak lagi rasional bagi konsumen kelas 250cc. Kemungkinan besar, kita tidak akan melihat generasi baru yang revolusioner sampai ada perubahan market sport fairing. Termasuk regulasi balap yang signifikan atau jika kompetitor utama (Yamaha R25) melakukan lompatan teknologi yang memaksa Honda untuk bergerak. Namun dengan kondisi pasar sport yang lesu, rasanya Kawasaki dan Yamaha pun akan enggan menggelontorkan dana triliunan untuk mengembangkan ulang senjata 250cc mereka…..dan ini jelas berdampak pada strategi Honda dipasar 25occ fairing yang kini terkesan mandeg tidak ada lanjutan pengembangan…..(iwb)

  • Harga BBM 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Menggilaaaa…jadi deg-degan !!

    Harga BBM 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Menggilaaaa…jadi deg-degan !!

    Gasoline nozzle with drop of oil, close-up

    Iwanbanaran.com – Cakkk….asli ngilu iki cak melihat harga BBM. Sebab yang terbaru PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 4 Mei 2026. Kenaikan terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Keputusan ini berdampak pada perbandingan harga BBM di tiga jaringan SPBU utama: Pertamina, BP AKR, dan Vivo. Yup…Harga BBM 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Melesat naik Lagi…jadi deg-degan !!

    Kenaikan paling drastis dialami Pertamina Dex (naik Rp 4.000 per liter), diikuti Dexlite (naik Rp 2.400 per liter). Sementara Pertamax Turbo naik Rp 500 per liter.

    Catatan: Harga Pertamax Green di situs resmi Pertamina terpantau sama dengan Pertamax biasa (Rp 12.900 per liter), berbeda dengan periode sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 15.000 – Rp 16.900 per liter.

    BP AKR

    Jenis BBM Harga per 4 Mei 2026
    BP 92 (setara Pertamax) Rp 12.390
    BP Ultimate Diesel Rp 30.890

    Vivo Energy Indonesia

    Jenis BBM Harga per 4 Mei 2026
    Revvo 92 (setara Pertamax) Rp 12.390
    Revvo 95 Tidak tersedia
    Diesel Primus Plus (CN 51) Rp 30.890

    Tabel Perbandingan Lengkap

    Karyawan melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan konsumen di SPBU Coco Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/2/2020). PT Pertamia (Persero) terus mempercepat penerapan digitalisasi SPBU untuk meningkatkan kepastian takaran, dari total lebih dari lima ribu SPBU yang akan digitalisasi, saat ini sekitar tiga ribu SPBU sudah di digitalisasi dan sisanya akan terus dilakukan pada tahun 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
    Jenis BBM Pertamina BP AKR Vivo
    Pertalite (RON 90) 10.000
    Biosolar 6.800
    Pertamax / BP 92 / Revvo 92 12.300 12.390 12.390
    Pertamax Turbo 19.900
    Dexlite 26.000
    Pertamina Dex 27.900
    BP Ultimate / Diesel Primus Plus 30.890 30.890

    Catatan: Harga BP Ultimate (bensin) dan Revvo 95 tidak tersedia atau tidak tercantum dalam data.

    Dari data di atas, ada beberapa poin menarik:

    1. BBM Subsidi Stabil – Pertalite (Rp 10.000) dan Biosolar (Rp 6.800) tidak mengalami perubahan. Ini kabar baik bagi pengendara motor dan pemilik kendaraan angkutan yang mengandalkan BBM subsidi.

    2. Pertamax (RON 92) Stabil – Pertamax masih di Rp 12.300, bahkan lebih murah Rp 90 dari BP 92 dan Revvo 92 (Rp 12.390). Ini membuat Pertamax menjadi pilihan paling ekonomis di kelas RON 92.

    3. Kenaikan Drastis BBM Diesel Nonsubsidi – Dexlite (Rp 26.000) dan Pertamina Dex (Rp 27.900) naik signifikan. Ini akan berdampak pada biaya operasional kendaraan logistik dan transportasi yang menggunakan solar nonsubsidi.

    4. Diesel Swasta Lebih Mahal – BP Ultimate Diesel dan Diesel Primus Plus mencapai Rp 30.890 per liter, lebih mahal sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000 dari produk Pertamina Dex.

    Faktor Penyebab Kenaikan?

    Meski tidak dijelaskan secara rinci dalam rilis, kenaikan BBM nonsubsidi umumnya dipicu oleh:

    • Harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif akibat perang

    • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

    • Biaya logistik dan distribusi

    • Penyesuaian kuota BBM subsidi oleh pemerintah

    Sementara itu, BBM subsidi (Pertalite, Biosolar) masih ditahan harganya oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

    Last….Kenaikan harga BBM nonsubsidi per 4 Mei 2026 cukup signifikan, terutama untuk produk diesel (Dexlite, Pertamina Dex, dan produk diesel swasta). Sementara itu, Pertamax (RON 92) justru masih kompetitif dengan harga lebih murah dari kompetitor. Bagi sampeyan yang ingin mengirit pengeluaran, Pertamax menjadi pilihan paling rasional di kelas RON 92. Sementara pengguna diesel nonsubsidi harus merelakan dompet lebih terkuras. Adapun pengguna BBM subsidi (Pertalite/Biosolar) masih bisa bernapas lega karena harganya belum tersentuh penyesuaian. Demikian cak update IWB…asli Trump ancen Duanc*kkkk tenan kieee wkwkwk !! (iwb)

    Harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026

    Jenis BBM Harga Sebelumnya Harga Baru Perubahan
    Pertalite Rp 10.000 Rp 10.000 Stabil
    Biosolar Rp 6.800 Rp 6.800 Stabil
    Pertamax Rp 12.300 Rp 12.300 Stabil
    Pertamax Green Rp 12.900 Rp 12.900 Stabil
    Pertamax Turbo Rp 19.400 Rp 19.900 ▲ +Rp 500
    Dexlite Rp 23.600 Rp 26.000 ▲ +Rp 2.400
    Pertamina Dex Rp 23.900 Rp 27.900 ▲ +Rp 4.000
  • Yamaha Ngamuk! New Factor 150 Resmi Meluncur, Tampang Berotot Tapi Irit !!

    Yamaha Ngamuk! New Factor 150 Resmi Meluncur, Tampang Berotot Tapi Irit !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… Sugeng siang sedulur kabeh! sampeyan tahu nggak bahwa Yamaha secara resmi meluncurkan generasi terbaru dari motorsport legendaris mereka, Yamaha Factor. Model tahun 2026 ini hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan di sektor desain, pencahayaan, dan panel instrumen, menegaskan bahwa segmen sport masih hidup dan terus berkembang di pasar Amerika Selatan. Yup…Yamaha Ngamuk! New Factor 150 Resmi Meluncur, Tampang Berotot Tapi Irit !!

    Yamaha Brasil secara resmi meluncurkan generasi terbaru dari motor bebek legendaris mereka, Yamaha Factor. Model tahun 2026 ini hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan di sektor desain, pencahayaan, dan panel instrumen, menegaskan bahwa segmen underbone masih hidup dan terus berkembang di pasar Amerika Selatan. Kalau melihat sekilas, motor ini memang didesain untuk kerja keras, tapi tampilannya nggak kalah mbois dibanding motor streetfighter masa kini. Apa saja yang baru? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

    Desain Baru yang Lebih Berotot

    Yamaha Factor ini aslinya menyasar segmen motor komuter, alias motor untuk harian. Desainnya simpel, nggak kakehan “sayap” yang aneh-aneh. Tapi coba perhatikan tangkinya, cak… garis-garis bodinya tegas banget dan bikin motor ini kelihatan kekar (muscle look).

    Yang paling menarik, Yamaha Brazil sekarang memperkenalkan varian Factor DX yang tampil lebih premium. Cat bodinya lebih mengkilap dengan pilihan warna baru seperti Sports White, Black Eclipse, dan Red Hot. Wah, kalau lewat di depan gang, auto jadi pusat perhatian ini cak!

    Yamaha melakukan penyegaran total pada tampilan Factor 2026. Tujuannya jelas: memberikan kesan lebih modern, sporty, dan sedikit mewah (premium) untuk motor bebek yang biasanya identik dengan fungsi semata.

    Beberapa perubahan desain yang mencolok:

    • Lampu Depan LED: Factor kini mengadopsi lampu depan LED yang benar-benar baru. Selain terang dan efisien, desainnya memberikan karakter wajah yang lebih tajam dan modern.

    • Spoiler Mesin: Yamaha menyematkan spoiler atau undercowl pada bagian bawah mesin. Komponen ini biasanya hanya ditemukan pada motor sport berkapasitas besar, jadi kehadirannya membuat Factor tampil lebih sporty dan berotot.

    • Tangki Bahan Bakar: Panel samping tangki kini dicat serasi dengan bodi utama, berbeda dari model sebelumnya yang mungkin terlihat “tambal sulam”. Ini meningkatkan kesan integrasi desain.

    • Ban Belakang Lebih Besar: Yamaha memperlebar ukuran ban belakang, memberikan kesan gagah dan stabil saat dikendarai.

    Fitur Modern dan Fungsional

    Di sektor teknologi dan kenyamanan, Yamaha tidak ketinggalan. Factor 2026 dibekali dengan:

    • Tutup Tangki model flat: Mirip dengan motor sport atau naked, tutup tangki model pesawat ini selain estetis juga lebih praktis saat mengisi bahan bakar.

    • Panel Instrumen Blackout: Layar LCD dengan desain “gelap” atau blackout ini memberikan tampilan lebih premium. Informasi kecepatan, posisi gigi, dan indikator ECO (penghemat bahan bakar) ditampilkan dengan jelas, baik siang maupun malam.

    • Lampu Full LED: Selain lampu utama, lampu belakang dan sein kemungkinan juga sudah menggunakan LED (berdasarkan semangat pembaruan).

    • Mesin Blueflex: Jantung pacu motor ini adalah mesin 150cc (perkiraan) dengan teknologi Blueflex, yang memungkinkan motor menggunakan bahan bakar bensin murni (gasoline) maupun etanol (E100) dengan penyesuaian otomatis, sehingga tetap irit dan bertenaga.

    Mesin: Teknologi BlueFlex yang “Pinter”!

    Ini yang bikin kita iri, cak. Mesin 150cc SOHC 2-katup berpendingin udara ini sudah menggunakan teknologi BlueFlex. Artinya apa? Motor ini bisa diisi bensin biasa atau etanol (alkohol), bahkan bisa dicampur-campur!

    Tenaganya gimana? Untuk bensin murni, bisa tembus 12,2 HP, sedangkan kalau pakai etanol naik sedikit jadi 12,4 HP. Torsi maksimalnya ada di angka 1,3 kgf.m. Memang bukan buat balapan, tapi untuk selap-selip di kemacetan kota, ini poweernya sudah turah-turah (lebih dari cukup) cak!

    Yang bikin geleng-geleng kepala, Yamaha mengklaim konsumsi bensin motor ini bisa tembus 55,3 km/liter. Dengan kapasitas tangki raksasa 15,4 liter, sekali isi full, motor ini bisa melaju sejauh 800 km lebih! Bayangkan cak, Jakarta-Jogja sekali isi bensin bisa langsung sampai tanpa perlu antre di SPBU. Iritnya njengattt tenan!

    Fitur & Kaki-kaki

    Meskipun motor komuter, fiturnya nggak boleh dianggap remeh. Panel instrumen sudah Full Digital “Blackout Style”. Tampilan LCD-nya bersih, ada indikator gear, dan fitur ECO sebagai panduan biar tarikan gas makin irit.

    Untuk sektor pengereman, Yamaha Factor menggunakan sistem UBS (Unified Brake System). Ini mirip-mirip sistem CBS, jadi kalau rem belakang diinjak, rem depan ikut bekerja secara otomatis biar pengereman lebih stabil. Velg-nya pun sudah cast wheel (racing) palang lima yang sporty, dibalut ban Metzeler ME Street yang terkenal awet.

    Spesifikasi Utama Yamaha Factor 150 2026:

    • Mesin: 149 cc, SOHC, 4-tak, Air Cooled

    • Teknologi: BlueFlex (Gasoline/Ethanol)

    • Tenaga: 12,2 cv (Gas) / 12,4 cv (Etanol) @ 7.500 rpm

    • Kapasitas Tangki: 15,4 liter

    • Berat Isi: 127 kg

    • Ban: Metzeler ME Street (18 inci)

    • Fitur: Panel Digital Blackout, UBS, Fungsi ECO

    Last….Yamaha Factor 2026 dibanderol dengan harga awal R$ 18.490 atau 53 jutaan (belum termasuk ongkos kirim dan asuransi). Warna yang tersedia merah, hitam dan putih. Pertanyaan klasik langsung muncul…Akankah Yamaha Factor hadir di Indonesia? Sayangnya, hingga saat ini, Yamaha Indonesia (YIMM) masih fokus pada lini skutik matic (NMAX, Aerox, Lexi) dan motor sport (R15, R25). Segmen motor bebek (underbone) di Indonesia perlahan tergusur oleh skutik. Namun, jika YIMM melihat ada celah pasar, misalnya untuk motor niaga atau motor pedesaan yang tangguh dan irit, bukan tidak mungkin mereka akan mempertimbangkan motor sekelas Factor. Atau, bisa saja Yamaha Indonesia meluncurkannya dengan nama berbeda dan spesifikasi lokal. Untuk saat ini, kita hanya bisa berharap. Yang jelas, Yamaha Brasil telah membuktikan bahwa motor bebek 150cc masih bisa tampil keren tanpa meninggalkan akar fungsionalnya. Kalau sampeyan sendiri piye cak…tertarik dengan Yamaha Factor ini ? monggo berikan komennya…gazzz !! (iwb)

  • Mengintip Aero Radikal Aprilia MotoGP…..Makin kayak Serangga !!

    Mengintip Aero Radikal Aprilia MotoGP…..Makin kayak Serangga !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Aprilia menunjukkan taringnya di sesi tes pascabalapan MotoGP Spanyol, Senin (27/4/2026). Tiga pembalap Aprilia berhasil menguasai posisi teratas, dengan Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse menjadi yang tercepat di akhir sesi. Ogura mencatatkan waktu 1 menit 35,944 detik, hanya unggul 0,005 detik dari rekan setimnya, Raul Fernandez. Pembalap pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi, melengkapi podium tes di posisi ketiga dengan selisih 0,328 detik. Yang menarik Aprilia juga ngetest Aero baru..yakni gelembung diarea samping kiri kanan fairing. Hmm makin kayak serangga cak. Apa fungsinya ???

    Pada test Jerez…Aprilia Pesta cak, ketiga pembalap mereka berhasil menembus batas 1 menit 36 detik—sebuah prestasi yang tidak bisa dicapai oleh pabrikan lain pada hari itu.

    Pos Pembalap Tim Waktu Terbaik
    1 Ai Ogura Trackhouse Aprilia 1’35.944
    2 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia +0.005
    3 Marco Bezzecchi Aprilia Racing +0.328
    4 Marc Marquez Ducati Lenovo +0.333
    5 Pedro Acosta Red Bull KTM +0.355
    6 Alex Marquez Gresini Ducati +0.450
    7 Fabio Quartararo Monster Yamaha +0.495

    Aprilia Makin Dominan

    Hasil tes ini menegaskan bahwa Aprilia bukan hanya kebetulan di awal musim. Di sirkuit Jerez yang menjadi “rumah” bagi banyak tim, pabrikan asal Noale ini tampil sangat meyakinkan. Bahkan, waktu terbaik Ogura (1’35.944) hanya terpaut 0,3 detik dari rekor lap Jerez yang dibuat Fabio Quartararo pada 2025 (1’35.610).

    Jika dibandingkan dengan performa mereka di akhir pekan lalu, Aprilia juga menunjukkan peningkatan signifikan:

    • Bezzecchi meningkatkan waktunya dari 1’36.347 menjadi 1’36.272 (turun 0,075 detik)

    • Ogura bahkan memangkas 0,4 detik dari waktu terbaiknya di kualifikasi

    Sementara itu, Ducati terbaik (Marc Marquez) tertinggal 0,333 detik, meskipun ia sendiri mengaku puas dengan perkembangan aerodinamika baru yang diuji. Selain Aprilia, dua pabrikan lain juga berhasil memperbaiki catatan waktu mereka dibanding akhir pekan lalu:

    • KTM: Pedro Acosta memangkas waktunya menjadi 1’36.299 (turun 0,17 detik)

    • Yamaha: Fabio Quartararo memangkas hampir seperempat detik (0,24 detik)

    Namun, peningkatan ini belum cukup untuk mengejar kecepatan Aprilia yang terlihat semakin jauh di depan. Dani Pedrosa juga turut ambil bagian dalam tes ini. Pembalap legendaris yang kini menjadi test rider KTM itu finis di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1’37.483 detik, tertinggal 1,5 detik dari Ogura. Apa rahasia di balik dominasi Aprilia? Aerodinamika.

    Pada tes kali ini, Aprilia membawa paket aero yang paling radikal dan menarik perhatian paddock. Yang paling mencolok adalah kemunculan dua sayap kecil berbentuk ‘gagang’ (handle-style winglets) di sisi samping windscreen motor RS-GP. Apa fungsi aero ini ??

    Fungsi Aero Baru Aprilia

    Komponen Aero Lokasi Fungsi Dugaan
    Handle-style winglets Samping windscreen Mengarahkan aliran udara ke buritan untuk menekan wheelie dan menambah stabilitas saat akselerasi keluar tikungan
    Revised front fairing Seluruh depan Mengoptimalkan downforce tanpa menambah drag berlebihan
    Swingarm aero Lengan ayun belakang Membantu “menyapu” udara dari ban belakang, mengurangi turbulensi

    Aprilia terlihat sangat serius dalam pengembangan aero, berbeda dengan Ducati yang masih bereksperimen dengan berbagai konfigurasi (Marc Marquez dan Pecco Bagnaia menguji paket berbeda). Sementara itu, Yamaha dan Honda masih tertinggal jauh dalam hal inovasi aero.

    Hasil Tes (Top 10)

    Pos Pembalap Tim Waktu Gap
    1 Ai Ogura Trackhouse Aprilia 1’35.944
    2 Raul Fernandez Trackhouse Aprilia 1’35.949 +0.005
    3 Marco Bezzecchi Aprilia Racing 1’36.272 +0.328
    4 Marc Marquez Ducati Lenovo 1’36.277 +0.333
    5 Pedro Acosta Red Bull KTM 1’36.299 +0.355
    6 Alex Marquez Gresini Ducati 1’36.394 +0.450
    7 Fabio Quartararo Monster Yamaha 1’36.439 +0.495
    8 Fabio Di Giannantonio VR46 Ducati 1’36.477 +0.533
    9 Johann Zarco LCR Honda 1’36.658 +0.714
    10 Francesco Bagnaia Ducati Lenovo 1’36.671 +0.727

    Analisis: Aprilia Makin Sulit Dikejar

    Tes Jerez memberikan gambaran yang cukup jelas tentang peta kekuatan MotoGP saat ini. Aprilia tidak hanya unggul, tetapi mulai menjauh.

    1. Konsistensi Lintasan: Aprilia mampu tampil cepat di tiga sirkuit berbeda (Thailand, Brasil, Texas, dan sekarang Jerez). Ini bukan lagi kebetulan.

    2. Kedalaman Skuad: Bukan hanya Bezzecchi, tetapi Ogura dan Fernandez dari tim satelit juga kompetitif. Aprilia memiliki “tentara” yang siap merebut poin kapan saja.

    3. Aerodinamika Radikal: Aprilia berani mengambil risiko dengan desain aero yang ekstrem. Hasilnya, stabilitas motor di kecepatan tinggi dan akselerasi keluar tikungan meningkat drastis.

    Last…Ducati, meski masih kompetitif (terlihat dari Marquez di posisi 4), sepertinya masih mencari “titik manis” yang hilang sejak awal musim. Sementara Yamaha dan Honda masih tertinggal jauh, meskipun Quartararo berhasil menunjukkan peningkatan. Aprilia saat ini adalah team to beat. Jika Ducati tidak segera menemukan terobosan serius, dominasi Aprilia di MotoGP 2026 akan semakin kokoh. Le Mans dan Mugello akan menjadi ujian sesungguhnya. Piye menurut sampeyan cak ? (iwb)

  • Tantang Yamaha Aerox !! Aveta Nova 200 resmi dirilis…mesin 183cc, lho kok Mirip ???

    Tantang Yamaha Aerox !! Aveta Nova 200 resmi dirilis…mesin 183cc, lho kok Mirip ???

    Iwanbanaran.com – Caakkkk….IWB bener-bener dibuat dlongop, Cak! Pasar skutik di negeri jiran Malaysia mendadak geger setelah Aveta resmi meluncurkan jagoan barunya yang diberi nama Aveta Nova 200. Bukannya apa cak…. motor ini datang dengan spek mesin yang cukup ngeri bagi kompetitor di kelasnya. Yang bikin IWB garuk-garuk aliss…laahhh kok desainnya mirip banget Aerox ?? apakah memang desainernya nyontek Yamaha Aerox ???

    Jadi cak…Pabrikan motor lokal Malaysia, Aveta, kembali memperluas jajaran model Nova mereka. Setelah sebelumnya hadir Nova 125, Nova 160, dan Nova 250, kini giliran Aveta Nova 200 yang resmi diluncurkan. Secara visual, Aveta Nova 200 punya aura “Aerox Look” yang kental tapi tetap punya sentuhan agresif mirip ala lampu Panigale. Garis desainnya tajam-tajam, Cak. Lampu depannya ganda (dual keen eyes) yang memberikan kesan angker. Deknya tidak rata (ada punuk tengah) yang menegaskan bahwa ini adalah skutik performa….

    Kaki-kakinya juga kekar, menggunakan ban berukuran gambot yang membalut velg ring 14 inci di depan dan 13 inci di belakang. Posisi berkendaranya dibuat ergonomis namun tetap sporty, cocok buat sampeyan yang suka touring jarak jauh atau sekadar pamer di tongkrongan. Shape dari samping benar-benar Aerox banget. Termasuk suspensi belakangpun juga sudah tabung…

    Spesifikasi Mesin: Tenaga 18 hp dari 183 cc

    Aveta Nova 200 ini menggendong mesin berkubikasi murni 183cc, satu silinder, 4-katup, SOHC, dengan pendingin cairan (liquid cooled). Ediannya lagi, power yang dimuntahkan nggak main-main, tembus di angka 18.5 hp pada 8.500 rpm dan torsi puncak mencapai 17.5 Nm pada 6.500 rpm.

    Kalau kita bandingkan dengan skutik 150-160cc yang ada di tanah air, jelas Nova 200 ini bukan lawan. Tenaganya disalurkan lewat transmisi CVT yang diklaim sangat responsif. Mesin ini seolah-olah berteriak… “Ayo wani ora kowe drag musuh akuuuu !”…sombong tenan cak pokoke hehehehe

    Spesifikasi Mesin Detail
    Tenaga Maksimal 18 hp @ 8.000 rpm
    Torsi Puncak 17,6 Nm @ 5.500 rpm
    Sistem Starter Elektrik
    Kapasitas Tangki BBM 10 liter

    Fitur Keselamatan: ABS Dual-Channel + Traction Control

    Nah, ini yang juga jadi kelebihan tersendiri. Aveta nggak pelit soal fitur. Bayangkan, Cak, skutik ini sudah dibekali sistem pengereman Dual-Channel ABS. Jadi bukan cuma depan doang, tapi belakang juga sudah dijaga ABS. Belum cukup sampai di situ, fitur keselamatan Traction Control System (TCS) juga sudah nemplok manis! Kerennya sistem ini bisa dihidup dan dimatikan hanya dari tombol stang…

    Untuk sektor pencahayaan? Jelas sudah full LED dari depan sampai belakang dengan desain yang sangat agresif. Panel instrumennya sudah menggunakan layar TFT warna yang bisa terkoneksi dengan smartphone. Dan lagi-lagi shape desain speedo juga mirip dengan Aerox lawas…weladalaahhh, klonengan tulen iki. Dan yang paling bikin melongo adalah suspensi belakangnya yang sudah menggunakan dual-shock dengan tabung (sub-tank) berwarna emas. Ciamik tenan!

    Kaki-Kaki: Roda 14 Inci

    • Suspensi depan: Teleskopik

    • Suspensi belakang: Dua unit peredam kejut dengan tabung gas (monoshock with gas reservoir)

    • Velg: 14 inci

    • Ban depan: 100/80-14

    • Ban belakang: 120/70-14.

    Fitur Kenyamanan dan Kelistrikan

    Aveta juga menyematkan sejumlah fitur pendukung kenyamanan:

    • Smart key (kunci pintar)

    • USB charger (tipe C dan A) di poket barang depan

    • Ruang bagasi bawah jok yang lega

    • Panel instrumen LCD digital

    • Lampu full LED

    • Joki sporty dengan desain konsep yang sama dengan bodi

    Tersedia dalam Tiga Pilihan Warna

    Aveta Nova 200 ditawarkan dalam tiga pilihan warna:

    • Neon (mencolok)

    • Abu-abu (elegan)

    • Biru (sporty)

    Last…Aveta Nova 200 adalah penantang serius bagi pabrikan Jepang jika bikers hanya mencari power sebab matic ini memang sangar tenan tenaga. Hanya saja kalau sampeyan tipe bikers yang mengutamakan gengsi..kayaknya butuh mental baja kalau nggak kuping iso panas kena bully. Lhaa piyee…terkesan Aerox versi KW je wkwkwk. Di Malaysia, motor ini dibanderol di angka RM 8.488 (sekitar Rp 31 jutaan) belum termasuk asuransi.. Kalau masuk Indonesia dengan spek begini, kira-kira bakal laku nggak ya? Monggo berikan opininya di kolom komentar Cak..gazzz !! (iwb)


  • Breaking….Yamaha Rilis New MT-10 2026, Ini baru Monster !!!

    Breaking….Yamaha Rilis New MT-10 2026, Ini baru Monster !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha MT-10, motor naked sport teratas dari lini “Master of Torque”, kembali hadir untuk model tahun 2026. Mengusung DNA pengendara jalanan yang agresif, motor ini tetap setia pada basis mekanisnya yang diwariskan dari YZF-R1, namun disesuaikan untuk memberikan sensasi berkendara maksimal di jalanan umum. Nahhh…pada gen terbaru ini ada beberapa perbedaaan, dan fix…makin Beringass cakkkkk. Emang seperti apa mesin dan fitur serta tampangnya ? simak penjabaran IWB berikut ini….

    Jantung pacu Yamaha MT-10 adalah mesin CP4 (Crossplane Crankshaft 4-cylinder) 997cc, 4-silinder segaris, DOHC, berpendingin cairan. Mesin yang sama pada dasarnya digunakan oleh superbike YZF-R1, namun dengan setelan yang dioptimalkan untuk torsi di putaran menengah dan bawah.

    Spesifikasi mesin ini cukup garang:

    • Bore x Stroke: 79,0 mm x 50,9 mm

    • Rasio Kompresi: 12,0 : 1

    • Tenaga Maksimal: 122 kW (sekitar 166 PS / 164 hp) pada 11.500 rpm

    • Torsi Maksimal: 112 Nm (sekitar 11,4 kgfm) pada 9.000 rpm

    Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan yang telah dilengkapi dengan quickshifter untuk perpindahan gigi naik-turun tanpa kopling. Tidak hanya itu cak….Yamaha membekali MT-10 dengan berbagai kontrol elektronik yang membuatnya tidak hanya bertenaga, tetapi juga mudah dikendalikan:

    • YVSL (Yamaha Variable Speed Limiter): Sistem pembatas kecepatan yang dapat disetel sesuai keinginan pengendara.

    • Cruise Control: Membantu mengurangi kelelahan saat perjalanan jauh di jalan tol.

    • Mode Berkendara: Pilihan karakteristik power delivery yang bisa disesuaikan.

    Dua Varian: Standar dan SP

    Di pasar Jepang, Yamaha MT-10 tersedia dalam dua varian utama: MT-10 ABS (Standar) dan MT-10 SP ABS (versi premium).

    Perbedaan utama ada pada sektor kaki-kaki:

    • MT-10 Standar: Menggunakan suspensi konvensional yang sudah sangat mumpuni untuk penggunaan harian dan sporty.

    • MT-10 SP: Dibekali sistem suspensi elektronik buatan Öhlins yang dilengkapi dengan spool valve. Suspensi ini dapat menyesuaikan karakter redaman secara otomatis berdasarkan kondisi jalan dan gaya berkendara. Keren ini…canggih tenan !

    Selain itu, varian SP juga mendapatkan sentuhan eksklusif seperti swingarm dengan finishing buff & clear coating yang memberikan kesan mewah, serta grafis warna khusus yang mirip dengan YZF-R1M. Terus apa perbedaan gen sebelumnya dengan versi 2026 ??

    Memang cak….untuk model tahun 2026, Yamaha tidak melakukan perubahan besar pada mesin atau fitur, tetapi melakukan penyegaran pada pilihan warna.

    Varian Standar:

    1. Matte Light Grey Metallic 4 (Abu-abu Doff): Warna baru yang langsung mencuri perhatian dengan velg berwarna Sky Blue (biru langit) yang kontras.

    2. Blueish White Metallic 2 (Putih Kebiruan): Warna yang memberikan kesan bersih dan modern.

    3. Matte Dark Grey Metallic 6 (Abu-abu Gelap Doff): Warna gelap agresif yang masih bertahan dari tahun sebelumnya.

    Varian SP:

    Varian tertinggi ini tetap mempertahankan warna eksklusifnya, yaitu Deep Purplish Blue Metallic (Biru keunguan metalik), yang memberikan nuansa premium dan misterius.

    Dimensi dan Sasis

    • Tangki BBM: 17 liter

    • Castor Angle: 24°00‘

    • Trail: 102 mm

    • Rem Depan: Cakram ganda hidrolik

    • Rem Belakang: Cakram tunggal hidrolik

    • Ban Depan: 120/70ZR17M/C (58W)

    • Ban Belakang: 190/55ZR17M/C (75W)

    Harga

    Di pasar Jepang, Yamaha MT-10 dibanderol dengan harga:

    • MT-10 ABS: 1.925.000 Yen (termasuk pajak)

    • MT-10 SP ABS: 2.189.000 Yen (termasuk pajak)

    Last….Yamaha MT-10 2026 tidak mengalami perubahan revolusioner, dan itu bukanlah hal buruk cak. Menurut IWB…Motor ini sudah sangat baik sebagai “muscle naked” yang beringas berkat mesin CP4-nya. Fokus Yamaha di tahun ini adalah pada penyegaran visual untuk menjaga daya tariknya di pasar. Pilihan warna baru Matte Light Grey dengan velg Sky Blue menjadi nilai jual utama untuk model standar, memberikan tampilan yang lebih segar dan kekinian. Sementara itu, varian SP tetap menjadi incaran bagi sampeyan yang menginginkan paket suspensi elektronik terbaik dan sentuhan eksklusif ala R1M. Bagi pecinta motor naked berperforma tinggi yang menginginkan sensasi mesin crossplane khas Yamaha, MT-10 tetap menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelasnya, baik untuk penggunaan harian, touring, maupun sekadar “joyride” di akhir pekan. Sayang gen ini belum masuk Indonesia cak…semoga dimasa depan. So..New MT10 ? ini baru Monster…piye menurut sampeyan ? (iwb)

  • GIGI DALL’IGNA NGAMUK?? “Jerez Sangat Mengecewakan…” serunya !!!

    GIGI DALL’IGNA NGAMUK?? “Jerez Sangat Mengecewakan…” serunya !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… siapa yang menyangka kalau sirkuit Jerez yang biasanya jadi “taman bermain” Ducati, kemarin malah jadi mimpi buruk buat tim pabrikan mereka. Walau Alex juara namun karena yang menang tim satelit….Gigi Dall’Igna, bapaknya Desmosedici, nggak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah melihat apa yang terjadi di lintasan Spanyol itu. Kenapa Gigi bilang “dua kali lipat lebih mengecewakan”? Mari kita bedah bareng-bareng cak…

    Tim Pabrikan “Zonk”, Tim Satelit Juara!

    IWB pantau, ini yang bikin nyesek. Di satu sisi, Gigi bangga karena Alex Marquez (Gresini Ducati) berhasil juara dan membuktikan motor Ducati masih kencang. Tapi di sisi lain, dua jagoan utama mereka di tim Lenovo—Pecco Bagnaia dan Marc Marquez—malah DNF alias gagal finish!

    Bayangkan cak, motor sudah kencang tapi poin buat tim pabrikan malah nol besar. Marc Marquez yang diharapkan tampil all-out di depan publik sendiri malah terjatuh saat posisi kedua di balapan. Sebagai pabrikan factory jelas mereka kehilangan muka didepan sponsor utama yakni Lenovo…

    Gigi juga menyoroti progres rival abadi mereka dari Italia, yaitu Aprilia. Di Jerez kemarin, Marco Bezzecchi yang sekarang nunggang RS-GP berhasil finish kedua dan nempel ketat Alex Marquez.

    Gigi sadar betul kalau dominasi Ducati sekarang lagi digoyang. Regulasi konsesi yang menguntungkan lawan mulai terasa dampaknya. “Lawan sudah sangat dekat, dan kita melakukan kesalahan di saat yang paling tidak tepat,” kurang lebih begitu curhatan si jenius berambut putih ini cak.

    ” Balapan yang dimulai dengan start yang menarik dari Marc yang, sayangnya, jatuh di lap berikutnya dan dilanjutkan dengan dominasi adiknya, Alex, serta performa luar biasa dari Di Giannantonio. Pecco, di sisi lain, terpaksa mundur karena masalah teknis. Seharusnya dan sudah sepantasnya hari Minggu yang berbeda bagi tim pabrikan kami, tetapi ternyata menjadi dua kali lipat mengecewakan. Pertama, karena kondisinya tepat untuk penampilan yang kuat, dan kedua, karena cara kami tersingkir dari balapan yang seharusnya dilupakan…

    “Dari perspektif ini, gambaran keseluruhan positif setelah kesulitan yang dihadapi di beberapa GP pertama, tapi kami jelas merasakan kurangnya hasil dari pembalap pabrikan. Kenyataannya adalah kami perlu meningkatkan dan terus bekerja tanpa lelah untuk memberikan keunggulan ekstra kepada para pembalap kami.  Sekarang saatnya menganalisis data yang terkumpul dan membuat keputusan yang tepat.  Tantangan baru ada di depan…” seru Gigi…

    Masalah Teknis di Balik Layar?

    Bisikan yang IWB dengar, selain soal insiden jatuh, ada sedikit ketidakpuasan soal feeling ban depan pada motor GP26 versi terbaru di suhu aspal Jerez yang panas. Gigi merasa timnya gagal memaksimalkan potensi motor di saat krusial, padahal secara pace mereka nggak kalah.

    Last…. persaingan antar pabrikan makin merata, nggak ada lagi yang bisa santai-santai. Gigi Dall’Igna itu orangnya perfeksionis, kalau dia sudah bilang “kecewa”, biasanya bakal ada lembur besar-besaran di pabrik Borgo Panigale buat nyiapin “senjata” baru di seri berikutnya. Menurut IWB sih, ini peringatan keras buat Pecco dan Marc. Apakah Ducati factory bakal kembali bangkit di Le Mans nanti, atau malah makin terpuruk? kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Bos Pramac Sebut Toprak Razgatlioglu Apessss Gabung ke MotoGP ?! Waduhhh

    Bos Pramac Sebut Toprak Razgatlioglu Apessss Gabung ke MotoGP ?! Waduhhh

    Iwanbanaran.com – Cakkk… siapa sih yang nggak kenal Toprak Razgatlioglu? Rider Turki yang skill-nya nggilani kenceng tenan saat di WSBK. Toprak seringkali jadi buah bibir karena kepiawaiannya menaklukkan mesin 1000ccc masspro. Tapi, ada satu pertanyaan besar…Apakah tahun 2026 adalah waktu yang tepat buat dia debut di MotoGP? Yup…Bos Pramac Sebut Toprak Razgatlioglu Apessss Gabung ke MotoGP ?! Waduhhh…kok isoo ??

    Gino Borsoi, sosok penting di balik suksesnya Pramac Racing, punya opini yang cukup pedas tapi logis. Menurutnya, Toprak sepertinya memilih “waktu yang kurang tepat” untuk melakukan debutnya. Lho, kok iso gitu cak?

    Transisi Regulasi 2027: Jebakan Batman?

    Borsoi menjelaskan kalau tahun 2026 adalah tahun terakhir bagi mesin 1.000cc sebelum semua pabrikan beralih ke mesin 850cc di tahun 2027. Ini yang bikin IWB mikir juga cak…

    • Adaptasi Cuma Setahun: Kalau Toprak masuk di 2026, dia harus mati-matian belajar menjinakkan motor 1.000cc yang teknologinya sudah di puncak pengembangan (aerodinamika, ride height device, dll).

    • Ganti Total di 2027: Begitu dia baru mulai “nyambung” sama motornya, eh… regulasi berubah total di 2027. Artinya, dia harus mulai dari nol lagi bareng rider-rider lain. Borsoi menganggap ini bakal jadi beban mental dan fisik yang luar biasa buat Toprak. Jiannn… mumet tenan pasti cak!

    Bukan cuma soal teknis motor, Borsoi juga menyoroti level persaingan yang makin ngeri. Rider-rider muda sekarang sudah kayak robot, kencang sejak sesi FP1 karena mereka sudah ditempa dengan motor full intervensi elektronik !

    Buat Toprak yang sudah sangat dominan di WorldSBK, pindah ke MotoGP itu bukan cuma soal ganti ban atau rem karbon, tapi soal merubah mindset balap secara total. Borsoi bukannya meragukan skill Toprak…karena kita tahu Toprak itu luar biasa—tapi dia cuma mau bilang kalau tantangannya kali ini benar-benar luar biasa. Apesnya lagi cak…Toprak gabung ke tim Yamaha, tim yang saat ini pada kondisi yang sangat sulit…

    ” Saya yakin Yamaha bekerja keras pada motor tahun ini, dengan tetap mengingat bahwa motor musim depan tidak akan jauh berbeda dari motor saat ini, yang merupakan basis untuk proyek 2027. Jadi, sangat penting bagi kami bahwa motor saat ini mulai tampil baik, sehingga kami bisa siap untuk 2027. Apa yang menjadi fokus kami? Segalanya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini adalah proyek yang benar-benar baru, dan ketika kalian memulai dari lembaran kosong, kamu harus mengerjakan setiap aspek. Kami mencoba meningkatkan aerodinamika, performa mesin, sasis, dan segalanya. Kami masih jauh dari puncak, kami tahu itu, tapi itu wajar karena kami baru saja memulai. Kami harus memiliki pola pikir yang benar, bersabar, dan melangkah selangkah demi selangkah tanpa kehilangan akal sehat….

    “Seorang pembalap datang ke balapan karena dia ingin tampil baik. Toprak datang ke sini karena dia ingin membuktikan bahwa dia cepat, dan dia belum berhasil melakukannya karena beberapa alasan: pertama karena dia masih kurang pengalaman, dan kedua karena motornya tidak memungkinkannya. Jelas, setelah memenangkan tiga Kejuaraan Dunia, dia tidak akan menerima tertinggal. Dia juga sangat baik, karena orang lain mungkin sudah jauh lebih frustrasi dan mulai membanting tinju di meja. Saya mengerti bahwa itu bisa sulit bagi seorang pembalap yang menginginkan hasil.”…tukas Gino…

    Last…jujur IWB pribadi pengen banget lihat Toprak “ngacak-ngacak” barisan depan MotoGP. Aksinya yang suka stoppie ekstrem itu pasti bakal jadi hiburan tersendiri. Tapi omongan Borsoi ada benarnya juga. Datang di akhir era regulasi lama bisa jadi blunder kalau nggak punya adaptasi secepat kilat. Apalagi kalau kita ingat, di 2026 nanti persaingan bukan cuma soal mesin, tapi mentalitas. Apakah Toprak sanggup menanggung ekspektasi fans yang begitu tinggi di tengah transisi regulasi besar-besaran? Nah, kalau menurut sampeyan piye cak? Apakah Toprak apes MotoGP di 2026 ?? atau seharusnya sekalian di 2027 pas semua mulai dari nol? Monggo tumpahkan opininya di kolom komentar….(iwb)