Author: Iwanbanaran

  • Jorge Lorenzo kaget dengan kecerdasan Marc Marquez..” Sekarang dia lebih berbahaya “!!

    Jorge Lorenzo kaget dengan kecerdasan Marc Marquez..” Sekarang dia lebih berbahaya “!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Sachsenring kembali menjadi saksi bisu kebangkitan Marc Marquez. Namun, kemenangan di seri Jerman kali ini terasa berbeda—bukan sekadar tentang kecepatan murni atau keberanian nekat di setiap tikungan. Jorge Lorenzo, legenda MotoGP yang pernah menjadi rival sekaligus rekan setim Marquez, melihat perubahan fundamental dalam cara sang pembalap asal Cervera tersebut menaklukkan lintasan tahun ini. Yup..Lorenzo sebut Marc Marquez kini menggunakan otak saat membalap. Yup…Lorenzo kaget dengan kecerdasan Marc Marquez dalam mengelola balapan…!!!

    Jika dahulu Marquez dikenal dengan gaya balap “tak kenal takut” yang seringkali mendorong motor hingga batas 110 persen, Lorenzo mencatat adanya pergeseran mindset yang signifikan. Baginya, Marquez yang sekarang adalah sosok yang lebih dewasa, lebih tenang, dan—yang paling berbahaya bagi lawan—lebih cerdas.

    “Marc telah berubah akhir-akhir ini. Dia menang menggunakan kepalanya,” ujar Lorenzo dalam ulasannya mengenai dominasi Marquez di paruh musim 2026.

    Strategi 99 Persen

    Inti dari transformasi ini terletak pada manajemen risiko. Lorenzo menyoroti bahwa Marquez telah berhenti mengejar kesempurnaan yang berisiko fatal. Di atas Ducati Desmosedici miliknya, Marquez kini tidak lagi memaksa motor untuk selalu tampil di angka 110 persen yang rentan terhadap crash.

    “Sekarang, dia berkendara di level 99 persen,” jelas Lorenzo. “Itu adalah tingkat di mana dia tetap sangat cepat, namun memiliki margin keamanan yang jauh lebih besar. Dan kenyataannya, 99 persen dari Marc Marquez saat ini sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan semua orang di grid.”

    Perubahan pendekatan ini bukan hanya soal estetika balapan, tetapi tentang efisiensi poin. Dengan menghindari kesalahan fatal dan konsisten berada di barisan depan, Marquez berhasil memangkas defisit poin yang sempat menganga lebar di awal musim.

    Bagi para rival seperti Jorge Martin atau Francesco Bagnaia, Marquez yang “berkepala dingin” adalah ancaman yang jauh lebih nyata daripada Marquez yang “agresif membabi buta”. Saat sang pembalap tidak lagi terobsesi untuk memenangkan setiap sesi dengan selisih waktu yang fantastis, dia justru menjadi pembalap yang paling sulit dikalahkan dalam jarak jauh—terutama dalam perebutan gelar juara dunia.

    Kini, perdebatan bukan lagi tentang apakah Marquez masih memiliki kecepatan, melainkan tentang seberapa efisien dia akan menjalankan sisa musim 2026 ini. Lorenzo menegaskan bahwa The Baby Alien telah bermutasi menjadi predator yang jauh lebih kalkulatif, dan itulah yang membuat paruh kedua musim ini diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan gelar paling sengit dalam sejarah MotoGP modern antara Ducati vs Aprilia….(iwb)

  • Breaking !! Yamaha Rilis new MX King 150 Terbaru 2027….edian warna gold !!

    Breaking !! Yamaha Rilis new MX King 150 Terbaru 2027….edian warna gold !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha resmi merilis versi paling gres dari motor bebek legendaris mereka. Yup, Yamaha New MX King 150 generasi terbaru Yamaha Y15ZR versi 2027 yang baru aja mengaspal. IWB berani jamin, melihat tampilannya yang sekarang, para pecinta kecepatan pasti langsung bergejolak dan dibuat klenger cakk karena makin gagah ! Warna goldd cakkkkk…

    Sampeyan semua pasti tahu, Yamaha Y15ZR atau yang di tanah air kita kenal erat sebagai Yamaha MX King, adalah sosok bebek super yang punya basis fans fanatik luar biasa besar. Nah, di tahun 2026 ini, Yamaha Malaysia (Hong Leong Yamaha Motor) tampaknya ogah main aman. Mereka langsung menyuntikkan refreshment visual yang bener-bener fresh dan makin racy!

    Memang cakk, kalau diintip dari sektor dapur pacu, mesinnya masih setia mengandalkan jantung mekanis 150cc, 4-katup, SOHC, berpendingin cairan yang legendaris itu. Mesin ini terkenal bandel dan tetep memuntahkan tenaga badak di angka 15,4 PS pada 8.500 rpm dan torsi maksimal 13,8 Nm pada 7.000 rpm. Dipadukan dengan transmisi 5-percepatan, performanya udah nggak perlu diragukan lagi buat zig-zag di kemacetan kota….

    Nahhh, yang bikin mata IWB berbinar adalah permainan grafis dan pilihan warna barunya, cakk! Untuk edisi 2027, Yamaha Y15ZR hadir dengan jubah baru yang bener-bener berani dan ekspresif. Ada kombinasi warna yang kontras plus velg yang dicat ngejreng, bikin aura sport bebek ini naik beberapa level. Jadi warna emas cakkkk. Desain lampu depannya yang sudah LED dengan model triple lamp yang tajam tetep dipertahankan, memberikan tatapan intimidatif yang khas. Sumpah, kalau sampeyan liat langsung dari depan, auranya itu racing banget!

    Fitur-fiturnya juga tetep fungsional nan modern. Panel instrumen digital LCD yang informatif tetep nangkring manis di balik kemudi. Jangan lupakan juga suspensi belakang monoshock dan velg lebar yang dibalut ban gambot, membuat handling motor ini tetep menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Buat diajak rebahan di tikungan? Pasti Nuruttt tenan cakk! Untuk urusan banderol, di Malaysia sana motor ini dilepas dengan harga yang masih sangat kompetitif di angka 8.998 Ringgit (atau kalau dikonversi ke Rupiah berkisar di angka 32 jutaan, belum termasuk pajak lokal sana ya cakk).

    Last… Kehadiran Yamaha Y15ZR 2026 di Malaysia ini tentu langsung memicu satu pertanyaan besar di benak kita semua: Kapan PT YIMM bakal menyegarkan MX King di Indonesia dengan jubah gres ini? Mengingat pasar motor bebek super tanah air masih punya peminat setianya sendiri, kita harapkan aja Yamaha Indonesia nggak pakai lama buat menelurkan versi lokalnya. Piye cakk, warna baru Y15ZR 2026 ini menurut sampeyan? Ganteng opo ora? Monggo berikan komentarnya, cakkk! (iwb)

  • Jorge Martin Tantang Marquez…” Aku akan Berjuang Mengalahkannya..” !!

    Jorge Martin Tantang Marquez…” Aku akan Berjuang Mengalahkannya..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan tahu, Sang juara bertahan MotoGP, Jorge Martin, menyadari betul besarnya tekanan yang ia hadapi saat ini. Menjelang jeda musim panas MotoGP 2026, keunggulannya di puncak klasemen terus terkikis oleh ancaman nyata dari pembalap Ducati, Marc Marquez. Saat ditanya mengenai persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini, pembalap Aprilia Racing tersebut tidak segan memberikan penghormatan tertinggi kepada rivalnya tersebut. “Tentu saja, tantangan terbesarnya adalah mengalahkan pembalap terbaik dalam sejarah. Jadi, bisa bertarung melawannya saja sudah sangat luar biasa,” ungkap Martin…!!

    Marc Marquez baru saja menunjukkan performa dominan dengan menyapu bersih kemenangan di sesi Sprint dan balapan utama Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring. Hasil sempurna ini membuat pembalap berjuluk The Ant of Cervera tersebut melesat ke peringkat ketiga klasemen, hanya tertinggal 18 poin dari Jorge Martin. Padahal, hanya dalam kurun waktu empat seri balapan ke belakang, Marquez sempat tertinggal lebih dari 100 poin. Di sisi lain, performa Martin justru cenderung stagnan sejak kemenangan terakhirnya di Le Mans pada bulan Mei lalu, di mana ia hanya mampu mengamankan dua podium balapan utama setelahnya. Di Sachsenring sendiri, Martin harus puas finis di posisi kelima. Saat ini Martin memimpin klasemen dengan keunggulan 14 poin atas rekan sesama penunggang Aprilia dari tim Trackhouse, Ai Ogura, disusul ketat oleh Marquez di posisi ketiga.

    Meskipun mengakui keunggulan performa Marquez saat ini, pembalap berjuluk Martinator ini menegaskan bahwa dirinya belum menyerah. Ia bertekad memanfaatkan jeda musim panas untuk memulihkan diri dan meningkatkan performa motornya.

    “Saat ini, dia (Marquez) berada di level yang jauh lebih baik daripada kami. Namun, saya rasa ketika saya bisa menyatu 100% dengan motor, saya pasti bisa bertarung melawan Marc. Aku akan Berjuang Mengalahkannya. Aku akan mencoba memberikan 100% kemampuanku selama di rumah, mencoba berkembang setiap hari, dan jika saya mampu bertarung dengannya sampai akhir, itu akan menjadi hal yang luar biasa….” seru Martin. Persaingan musim 2026 ini juga menjadi pertaruhan sejarah bagi Aprilia. Jika Jorge Martin mampu mempertahankan posisinya dan meraih gelar juara dunia, ia akan mempersembahkan titel kelas utama pertama bagi pabrikan asal Noale tersebut, sebelum akhirnya ia beranjak pindah ke Yamaha pada musim depan dengan membawa plat nomor 1. So…apakah Martin mampu mengalahkan Marc ? piye menurut sampeyan cak ? (iwb)

  • Turing 200KM+ nunggang Honda New Vario EVO 160 Belitung….Mesinnya Menipu !!!

    Turing 200KM+ nunggang Honda New Vario EVO 160 Belitung….Mesinnya Menipu !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…puas, bener-bener puas IWB dibuatnya. Setelah sekian lama dibuat penasaran dengan sepak terjang matik terbaru gacoan PT AHM, akhirnya IWB berkesempatan langsung melakukan ritual wajib, yaitu real test di jalanan raya! Gak tanggung-tanggung cak, IWB bersama rekan-rekan blogger dan vlogger baru saja menuntaskan agenda sakral bertajuk “Touring Explore Belitung” pada Juli 2026 ini. Menempuh perjalanan dari pagi hingga sore…fix, Mesinnya Menipu !! Lhoo kok isooo ?

    Jalur yang dilalui nggak main-main cak, rute sejauh 216,1 KM dengan waktu tempuh murni sekitar 4 Jam 27 Menit sukses kita babat habis dari start di Marriott Belitung, menyisir belasan check point ikonik seperti Replika Sekolah Laskar Pelangi, Kelapa Kampit, Tanjung Tinggi, hingga finish kembali di Fairfield by Marriott Belitung. Diajak cruising santai hingga betot gas mentok di aspal Belitung, lantas bagaimana impresi sesungguhnya dari New Honda Vario EVO ini? Mari kita bedah satu per satu kelebihannya cakkk!

    Begitu keluar dari garis start dan mulai ketemu jalur lengang, jambakan awal mesin Vario EVO ini langsung bikin IWB ngomong dalam hati, “Asyemm…ancen enak nih motor mesinnya”. Karakter penyaluran tenaganya bener-bener padat berisi cak. Nggak ada ceritanya jeda atau lemot pas selongsong gas dipuntir mendadak. Tenaganya ngisi terus dari putaran bawah (low RPM) merambat mulus tanpa ada gejala loyo sampai ke putaran atas (high RPM). Yang IWB suka sensasi ketika motor digeber pada kecepatan tinggi konstan…mesin Honda ini minim getaran. Mesinnya sukses bikin kaget….hanya oprek mapping ECU kok peningkatannya cukup terasa ya…..wahhhh…

    Bukan cuma akselerasinya yang jempolan, pas ketemu trek lurus panjang dan aman, IWB coba maksimalkan nafas mesinnya. Fix…..nafas mesinnya seperti enggan habis. Sepertinya Honda mematik limiter cukup tinggi pada Vario EVO ini. Edannya bahkan banyak dari rekan-rekan blogger lain yang sukses menembus angka top speed hingga 125 km/jam! Yup…akangMV sempat tembus segitu cak. Sedang Wak haji Taufik tembus 124 km/jam. Asyemm…jadi kena tipu mesinnya cak. Lawong klaim Honda top speed hanya 109km/jam…ini kok sengacir ini. Eitt…tunggu dulu cak, itu nggak menipu karena memang pengukuran Honda menggunakan GPS. Sedang pengetesan kita pakai speedometer. Tapi tetap sih…motor ini lebih kencang dari bayangan kita. Sebab estimasi kasar bisa saja Vario EVO ini tembus 115km/jam by GPS.  Jelas Untuk ukuran matik harian, kecepatan segini sudah lebih dari cukup dan membuktikan kalau output mesin Vario EVO ini emang dinaikkan secara serius oleh AHM. Terus piye handlingnya ??

    Nah, ini sektor yang juga IWB acungi jempol selama meliuk-liuk di jalanan Belitung yang bervariasi. Handling-nya bener-bener mantap, lincah, dan terukur banget. Kehadiran rangka eSAF terbukti memberikan kontribusi besar di sini. Bobot yang proposional dipadukan dengan rigiditas rangka eSAF sukses membuat Vario EVO menjelma menjadi motor yang super agile (lincah). Ditekuk masuk tikungan cornering tajam atau diajak zig-zag menghindari rintangan, motor menurut banget tanpa ada gejala geol-geol. Juozzz tenan ! Tapi tidak afdol kalau kita nggak intip gimana sensasi suspensi….

    Jadi cak…Untuk urusan peredaman, karakter suspensi belakang Vario EVO ini memang terasa agak stiff alias sedikit kaku dibagian belakang. Tapi jangan salah cak… setingan begini justru membawa berkah pas dipakai turing kecepatan tinggi. Karakter suspensinya bener-bener stabil dan tidak ngocok (ajrut-ajrutan secara liar) ketika motor dipaksa menghantam lubang atau jalanan yang rusak. Redamannya mantap dan bikin motor tetap anteng di jalurnya. Ini yang IWB harus berikan apresiasi pada engineering Honda. Stiff tapi tidak ngocok saat menghantam lubang atau speedtrap tinggi, racikannya pas. Btw…Satu hal yang bikin turing jarak jauh sejauh 200 km lebih ini nggak bikin badan cepat capek adalah kehalusan mesinnya. Saat motor diajak menjelajah (cruising) konstan di kecepatan 90 km/jam, getaran mesinnya terasa sangat halus cak. Minim vibrasi baik di area setang maupun di area pijakan kaki (dek)….

    Untuk varian yang IWB tes sudah dibekali sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System). Remnya bener-bener jempolan, pakem, tur terukur banget. Hal ini didukung juga oleh bobot motor yang tergolong ringan di kelasnya, yaitu hanya 118 kg. Dengan bobot seringan itu, daya cengkeram rem menjadi jauh lebih efektif untuk menghentikan laju motor saat terjadi pengereman mendadak. Dan dari sekian nilai plus lain adalah komsumsi BBMnya. Ini dia yang paling krusial dan bikin dahi berkerut heran. Mesin bertenaga tapi kok iritnya kebangetan? Selama turing dengan gaya berkendara IWB yang agresif, sering geber-geberan, dan seting gas mentok demi merasakan performa puncaknya, konsumsi bensinnya masih sanggup menembus 45 km/liter! Bahkan yang lebih edan lagi, rekan kita Wak Haji Taufik dari TMCblog yang berbobot 58kg sukses mencatatkan angka keiritan hingga 55 km/liter! Gendeng tenan, iritnya naudzubillah cak!

    Namun Nggak ada gading yang tak retak, cak. Di samping limpahan kelebihannya, IWB punya sedikit masukan kecil buat tim AHM untuk penyempurnaan ke depan. Masukannya ada di sektor jok. Karakter busa jok bawaannya saat ini dirasakan cenderung medium agak keras. Efeknya baru berasa kalau sampeyan berkendara non-stop di atas 2 jam, area bokong lumayan terasa panas. Kalau racikan joknya nanti bisa dibuat sedikit lebih empuk lagi, dijamin tingkat kenyamanan turing bakal naik berlipat-lipat. Yang kedua speedometernya…bagi IWB yang matanya udah senin kamis (wkwkwk), display Vario EVO ini kekecilan. Praktis untuk melihat speed kadang butuh effort lebih. Kuwi cak beberapa kekurangan yang IWB temui selama seharian penuh membawa turing sejauh 214 km. Selebihnya…juozz gandozz tenan !!

    Last….Secara garis besar, Honda Vario EVO sukses menyuguhkan paket komplit yang sangat memuaskan, terutama dari segi sensasi mesin yang responsif, handling terbaik di kelasnya, serta tingkat keiritan bahan bakar yang jempolan. Motor ini tampil makin keren dengan power meningkat drastis yang mampu menyajikan sensasi riding super menyenangkan. Dengan segala keunggulan sultan tersebut, motor ini dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni termurah di angka 28 jutaan dan termahal menyentuh 31 jutaan Rupiah. Dengan rentang harga segitu, jelas motor ini bakal menjadi racun akut yang sangat menggoda iman dan celengan tabungan sampeyan! Terima kasih sebesar-besarnya IWB ucapkan untuk Honda BaBEL (Main Dealer Honda Motorcycle Bangka Belitung) dan PT AHM yang sudah memfasilitasi perjalanan epik ini. New Vario EVO 160 ?? hati-hati cak…jangan pernah ngetes tiwas mumet ndase sampeyan wkwkwk…(iwb)

    Mega Gallery Touring Explore Belitung Vario EVO 2026

    Lokasi Pulau Lengkuas, Laskar Pelangi dll

     

  • Foto Lengkap New Yamaha MX King 155 VVA 2027….Mesin Makin kencang + TCS !!!

    Foto Lengkap New Yamaha MX King 155 VVA 2027….Mesin Makin kencang + TCS !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… Jagad permotoran roda dua kembali dibuat geger, khususnya di segmen bebek super alias hyperunderbone! Siapa lagi kalau bukan pergerakan dari pabrikan garpu tala, Yamaha. Baru-baru ini, jagad maya dihebohkan oleh kasak-kusuk kemunculan New Exciter 155 VVA yang kini sudah dibekali fitur canggih TCS (Traction Control System) di negara tetangga. Mendapatkan langsung foto dan video dari cak Nguyen….inilah Foto Lengkap New Yamaha MX King 155 VVA 2027….Mesin Makin kencang + TCS !! Sadizzzz !!!

    Seperti yang kita tahu, pasar bebek sport di tanah air memang tidak se-seksi dulu karena gempuran matic bongsor. Namun, buat para petrolhead sejati dan loyalis kecepatan, nama MX King itu punya tempat tersendiri di hati. Di saat Malaysia, Vietnam, dan Thailand sudah menikmati versi mesin 155cc VVA berkode Y16ZR atau Exciter, Indonesia tercinta masih setia dengan mesin 150cc lawasnya. Dilalah cak perkemarin akhirnya Yamah Vietnam bikin kejutan. Meluncurkan generasi terbaru bebek super Exciter 155 VVA 2027….Yamaha tidak hanya sekadar menanamkan mesin 155cc VVA (Variable Valve Actuation) yang terkenal bertenaga dan ngisi di setiap putaran RPM. Kali ini, mereka melangkah lebih jauh dengan menyematkan fitur keselamatan premium, yaitu TCS (Traction Control System)! Bayangkan, cakkk… motor bebek tapi sudah pakai TCS. Fitur anti-selip roda belakang yang biasanya ada di motor sport 250cc ke atas atau matic premium seperti NMAX Turbo dan XMAX, kini nemplok di motor bebek super. Yuk kita bedah satu persatu fiturnya…

    1. Sistem Keselamatan Kasta Tertinggi: TCS & ABS!

    Ini dia hidangan utamanya. Sebagai varian SP (Special Edition), Yamaha nggak tanggung-tanggung dalam memberikan fitur keselamatan

    • Traction Control System (TCS): Fitur penjinak tenaga ini bertugas mendeteksi jika ada perbedaan kecepatan antara ban depan dan belakang. Begitu ban belakang mulai kehilangan traksi (selip) akibat jalanan basah atau berpasir, sistem langsung memotong pasokan tenaga secara halus. Aman tenan cak!

    • Sistem Pengereman Anti-lock Braking System (ABS): Khusus versi SP, rem depan sudah dibekali sensor ABS satu channel yang dipadukan dengan kaliper 2-piston dan piringan cakram yang lebih besar. Nggak ada lagi cerita ban depan ngunci pas sampeyan hard braking.

    2. Dapur Pacu 155cc VVA: Turunan DNA R-Series

    Sektor mesin inilah yang membuat motor ini dijuluki The King of Street. Yamaha mencangkokkan mesin 155cc, 4-valve, SOHC, berpendingin cairan dengan teknologi VVA (Variable Valve Actuation). Yamaha menegaskan bahwa jantung mekanis berkapasitas 155cc SOHC, 4-valve, dengan pendingin cairan (liquid-cooled) ini dikembangkan langsung dari platform mesin sport fairing legendaris mereka, Yamaha YZF-R15. Yamaha menyuntikkan piston dengan rasio kompresi baru yang lebih tinggi, kini menyentuh angka 11.6:1. Imbas dari kenaikan kompresi yang padat ini membuat muntahan tenaga maksimalnya melonjak drastis hingga 18.5 PS! Kebayang gak cak, bodi bebek super yang ringkas tapi diledakkan oleh tenaga 18.5 PS?

    Karakter penyaluran tenaga pada New Exciter 155 VVA TCS ini menyuguhkan torsi yang sangat halus (smooth torque) namun memiliki respon yang instan saat selongsong gas dipuntir. Untuk mengejar akselerasi instan Yamaha juga melakukan optimalisasi pada secondary gear ratio.

    • Ukuran Gir Belakang Naik: Ukuran drive gear belakang kini dinaikkan dari yang semula 46T menjadi 48T.

    • Perubahan Final Gear: Dengan demikian, final gear ratio berubah dari yang awalnya 14/46 kini menjadi 14/48.

    Langkah ini menghasilkan dampak yang sangat signifikan, cak. Motor mampu berakselerasi jauh lebih cepat dibandingkan dengan model-model terdahulu. Dan yang paling juozzz, ubahan rasio ini membuat dorongan tenaga di gigi tinggi—khususnya di gigi 6—tetap bertenaga dan anti kedodoran saat diajak top speed di trek lurus! Mesin yang juga sudah dibekali ASC (assist slipper clutch)…

    3. Desain dan Ergonomi Balap (R-DNA Design)

    Tampilan luar dari Phien Ban SP ini bener-bener mencerminkan motor performa tinggi.

    • Muka Bengis ala R1: Lampu utama Full LED dibuat terpisah. Lampu dekat berada di tebeng bawah, sedangkan lampu jauh di stang, memberikan visibilitas maksimal sekaligus tatapan mata yang intimidatif. Yahh walau sedikit pro kontra karena dikatakan mirip muka Satria lawas tapi ini sih lebih normal cak…

    • Jok Bergaya Sporty (Stepped Seat): Desain jok dibuat berundak. Penumpang belakang posisinya agak naik, memberikan efek racy yang kental dan mengunci posisi duduk pengendara agar tidak gampang geser saat berakselerasi.

    • Sasis Underbone yang Di-tweak: Dirancang lebih kokoh namun tetap fleksibel untuk melibas tikungan dengan kecepatan tinggi (cornering stabil banget cak). Yamaha menyebutnya ULTRA-LIGHT FRAME, FLEXIBLE GRIP, STABLE STEERING…

    4. Fitur Fungsionalitas Modern & Praktis

    Biar performanya sangar, Yamaha nggak melupakan kenyamanan harian pengendaranya:

    • Smart Key System (Keyless): Nggak perlu colok kunci lagi, cak. Cukup kantongi remotenya, putar knop, dan motor siap digeber. Lengkap dengan Answer Back System buat nyari motor di parkiran mall yang padat.

    • Digital Instrument Cluster Baru: Layar LCD full digital dengan negative display. Informasinya lengkap mulai dari speedometer, takometer, indikator VVA, hingga konsumsi bahan bakar real-time.

    • DC Power Outlet (12V): Berada di bagian kiri tebeng depan. Berguna banget buat ngecas smartphone atau perangkat navigasi/action cam sampeyan saat turing jarak jauh.

    • Tangki Bensin 5,4 Liter: Cukup besar untuk ukuran bebek sport, membuat daya jelajahnya makin jauh tanpa sering-sering mampir ke SPBU.

    Di Vietnam, Yamaha menyajikan Exciter 155 VVA TCS dalam empat pilihan varian dengan rentang harga dari 49,9 juta hingga 60,9 juta VND (Dong Vietnam). Kalau dikonversi ke rupiah, nilainya berkisar antara Rp34,3 juta sampai Rp41,8 jutaan.

    Rincian harga per variannya berdasarkan data resmi rilisnya:

    • Varian Tiêu chuẩn (Standard Version): 49,9 juta VND (sekitar Rp34,3 jutaan)

    • Varian Cao cấp (Premium Version): 54,9 juta VND (sekitar Rp37,7 jutaan)

    • Varian SP (Special Edition): 59,9 juta VND (sekitar Rp41,1 jutaan)

    • Varian Giới hạn (Limited Edition): 60,9 juta VND (sekitar Rp41,8 jutaan)

    Varian kasta tertinggi seperti tipe SP dan Limited Edition inilah yang sudah mengemas paket komplit fitur Traction Control System (TCS) beserta pengereman ABS.

    Last….Kehadiran Exciter 155 VVA TCS ini seolah menjadi sinyal terang benderang bahwa Yamaha tetap ingin menjadi raja di kelas bebek super. Kita tinggal menunggu waktu dan strategi dari YIMM, apakah mereka akan merilisnya tahun ini untuk memuaskan dahaga para pencinta kecepatan di tanah air. Walau jujur cak dalam setiap kesempatan kita ngobrol bersama mereka keinginan untuk memasarkan sang bebek super 155 ini cukup lemah. Bukannya karena apa, masalahnya adalah pasar di Indonesia yang memang sudah sangat kecil. So…apakah sampeyan masih tertarik dengan new MX King 155 TCS terbaru ini ? monggo berikan komennya…gazzz !! (iwb)

    Spesifikasi Yamaha Exciter 155 TCS VVA Vietnam

    Spesification Yamaha MX-King 155 Vietnam
    Jenis Mesin  4 langkah, 1 silinder, pendingin cairan
    Susunan Silinder Silinder tunggal
    Kapasitas Silinder 155,1 cm³
    Diameter x Langkah Piston 58,0 × 58,7 mm
    Rasio Kompresi 11,6 : 1
    Daya Maksimum 13,6 kW / 9.500 rpm
    Torsi Maksimum 14,4 N·m / 8.500 rpm
    Jenis Oli Mesin 10W-40
    Kapasitas Oli Mesin 1,1 L (0,85 L saat diganti)
    Sistem Injeksi Bahan Bakar Injeksi bahan bakar elektronik
    Sistem Pasokan Bahan Bakar Pompa bahan bakar
    Kapasitas Tangki Bahan Bakar 5,4 L
    Konsumsi Bahan Bakar 2,07 liter/100 km
    Sistem Pendingin Cairan
    Sistem Starter Starter elektrik
    Sistem Penggerak Mekanik, 6 tingkat
    Penggerak Akhir Rantai (tanpa pelumasan)
    Baterai Aki timbal-asam, 12V – 3.5Ah
    Jenis Rangka Tulang punggung keluarga
    Suspensi Depan Pegas spiral / Hidrolik
    Suspensi Belakang Pegas spiral / Hidrolik
    Rem Depan Rem cakram, dilengkapi dengan ABS
    Rem Belakang Rem cakram
    Ban Depan 90/80-17M/C 46P
    Ban Belakang 120/70-17M/C 58P

  • Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman : Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman : Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa gemilang dalam lanjutan Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7/2026). Membalap untuk Honda Team Asia, Veda sukses melakukan aksi comeback impresif dengan finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari grid ke-13. Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Jalannya Balapan: Duel KTM vs CFMOTO

    Memulai balapan dari posisi terdepan (Pole Position), Brian Uriarte langsung memimpin rombongan sejak lampu hijau menyala. Namun, ia tidak bisa bernapas lega karena Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) terus menempel ketat di posisi kedua. Quiles bahkan sempat mencetak rekor putaran tercepat balapan yang baru (Fastest Lap) pada putaran ke-3 dengan catatan waktu 1 menit 25,227 detik.

    Pertarungan sengit di grup depan melibatkan lima pembalap teratas yang terus saling tekan hingga putaran terakhir. Uriarte akhirnya berhasil menyentuh garis finis pertama dengan total waktu 33 menit 2,694 detik, hanya unggul tipis 0,063 detik dari Quiles yang harus puas berada di tempat kedua. Podium ketiga berhasil diamankan oleh pembalap asal Italia, Matteo Bertelle (LEVEL UP – MTA), yang finis 5,053 detik di belakang sang pemenang.

    Veda Pratama Tampil Solid, Raih Top Speed Tertinggi

    Pembalap muda asal Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Pratama, menunjukkan performa yang sangat impresif. Mengawali balapan dengan baik, Veda berhasil menjaga konsistensi di tengah ketatnya persaingan sirkuit Sachsenring yang pendek dan teknis.

    Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-8 dengan catatan waktu total 33 menit 18,351 detik (selisih 15,657 detik dari Uriarte). Menariknya, data performa mencatat bahwa Veda Pratama sukses menorehkan kecepatan puncak tertinggi (Event Best Maximum Speed) sepanjang akhir pekan ini, yakni mencapai 216,4 km/jam yang ia cetak saat sesi balapan berlangsung, mengungguli motor-motor KTM yang mendominasi grid.

    Analisis Performa Sektor: Di Mana Veda Pratama Mengungguli Lawan?

    Sirkuit Sachsenring terkenal dengan karakternya yang pendek (3,7 km), sempit, dan didominasi oleh tikungan ke kiri yang mengalir konlong (flowing). Berdasarkan data catatan waktu per sektor, berikut adalah peta kekuatan Veda Pratama:

    • Sektor 1 (Tikungan 1 hingga Tikungan 3): Sektor pembuka yang lambat dan teknis setelah lintasan lurus utama. Di sini, Veda Pratama mencatatkan waktu yang cukup konsisten, namun sering kali tertahan oleh kepadatan rombongan. Keunggulan top speed motor Honda miliknya baru terlihat saat ia melakukan late-braking di Tikungan 1 (Omega).

    • Sektor 2 & 3 (Tikungan 4 hingga Tikungan 10 – The Waterfall Pre-stage): Ini adalah area mengalir di mana pembalap harus menjaga momentum sudut kemiringan motor. Sektor ini didominasi oleh motor-motor KTM dan CFMOTO yang memiliki kelincahan sasis sedikit lebih unggul di tikungan kiri beruntun. Veda kehilangan rata-rata 0,15 hingga 0,2 detik per putaran di area ini dibanding kelompok lima besar terdepan.

    • Sektor 4 (Tikungan 11 The Waterfall hingga Lintasan Lurus Utama): Sektor ini menjadi panggung utama bagi Veda Pratama. Tikungan 11 (The Waterfall) yang merupakan turunan buta berkecepatan tinggi ke arah kanan membutuhkan nyali besar. Keberanian Veda di titik ini, dikombinasikan dengan akselerasi keluar dari Tikungan 13, memungkinkannya mencetak kecepatan puncak tertinggi akhir pekan ini di angka 216,4 km/jam. Keunggulan aerodinamika dan manajemen girboks di trek lurus ini menjadi senjata utama Veda untuk melakukan aksi salip (overtaking) sebelum garis finis.

    Head-to-Head Honda Team Asia: Veda Pratama vs Eddie O’Shea

    Balapan GP Jerman 2026 ini menunjukkan dinamika yang menarik di dalam garasi Honda Team Asia. Meskipun kedua pembalap berhasil mengamankan poin ganda untuk tim, Veda Pratama berhasil mengungguli rekan setimnya, Eddie O’Shea, lewat performa yang lebih klinis.

    Metrik Evaluasi Veda Pratama (Posisi 8) Eddie O’Shea (Posisi 10)
    Total Waktu Balapan 33 menit 18,351 detik 33 menit 18,483 detik
    Selisih Waktu (Gap) +15,657 detik dari P1 +15,789 detik dari P1
    Waktu Putaran Terbaik 1 menit 25,985 detik (Lap 3) 1 menit 26,012 detik (Lap 5)
    Kecepatan Puncak (Top Speed) 216,4 km/jam (Event Best) 213,8 km/jam
    Konsistensi Paruh Kedua Stabil di kisaran 1’26,2 – 1’26,5 Fluktuatif akibat degradasi ban belakang

    Catatan Kekuatan Veda

    1. Manajemen Ban: Di paruh pertama balapan (hingga lap 10), O’Shea sempat menempel ketat Veda dengan selisih kurang dari 0,2 detik. Namun memasuki paruh kedua, gaya balap Veda yang lebih halus di tikungan panjang Sachsenring membuat ban belakangnya bertahan lebih baik. Hasilnya, Veda mampu mempertahankan ritme di angka 1 menit 26,3 detik, sementara O’Shea mulai kedodoran dan turun ke ritme 1 menit 26,7 detik.

    2. Duel Lap Terakhir: Pada putaran penentu, O’Shea mencoba memanfaatkan slipstream Veda di sektor terakhir. Namun, keunggulan top speed Veda (216,4 km/jam) membuatnya mampu mempertahankan posisi ke-8 di garis finis, hanya unggul tipis 0,132 detik dari Ryusei Yamanaka (P9) dan Eddie O’Shea (P10) yang finis hampir bersamaan.

    Catatan waktu terbaik per putaran milik Veda dibukukan pada putaran ke-3 dengan waktu 1 menit 25,985 detik. Hasil finis ke-8 ini memberinya tambahan 8 poin penting untuk klasemen kejuaraan dunia cak

    Banyak Pembalap Tumbang

    Karakter sirkuit Sachsenring yang menuntut konsistensi memakan banyak korban. Tercatat beberapa pembalap mengalami kecelakaan (crashed out) dan gagal finis, di antaranya:

    • Valentin Perrone dan Marcos Uriarte langsung terlibat insiden di putaran pembuka (putaran 1).

    • Casey O’Gorman sempat terjatuh pada putaran ke-7, masuk ke pit, kembali ke lintasan, sebelum akhirnya resmi menyudahi balapan di dalam pit pada putaran ke-15.

    • Scott Ogden terjatuh pada putaran ke-7 namun masih bisa melanjutkan balapan hingga finis di posisi 17.

    • Joel Esteban dan Adrian Cruces mengalami kecelakaan bersamaan pada putaran ke-7 dan harus dibawa ke Medical Centre.

    Last….Veda akhirnya menyentuh garis finis di peringkat ke-8 dengan selisih waktu +15,657 detik dari sang pemenang balapan, Brian Uriarte. Keberhasilan mengamankan posisi 10 besar ini sekaligus membawa angin segar bagi posisinya di papan klasemen kejuaraan dunia. Dengan finis di posisi kedelapan, Veda berhak membawa pulang tambahan 8 poin. Hasil ini membuat posisinya di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 kembali menyalip rival sengitnya asal Malaysia, Hakim Danish. Pada balapan kali ini, Hakim Danish yang membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI hanya mampu finis di posisi ke-12 dan mendapatkan 4 poin. Berkat hasil tersebut, Veda Ega Pratama kini naik ke peringkat ke-6 klasemen sementara dengan total koleksi 90 poin, unggul empat angka atas Hakim Danish yang menguntit di peringkat ke-7 dengan 86 poin dari sebelumnya sama-sama 82 poin.  Performa solid di GP Jerman 2026 ini menjadi modal berharga bagi Veda Pratama untuk terus bersaing di papan atas Moto3 dan menjaga momentum positif pada seri-seri berikutnya. Gooo Vedaaaa….(iwb)

    Hasil Balapan Moto3 Jerman 2026 (Top 10):

    1. Brian Uriarte (SPA) – KTM | 33’02.694

    2. Maximo Quiles (SPA) – KTM | +0.063

    3. Matteo Bertelle (ITA) – KTM | +5.053

    4. Marco Morelli (ARG) – KTM | +5.060

    5. Rico Salmela (FIN) – KTM | +5.139

    6. Adrian Fernandez (SPA) – HONDA | +8.626

    7. Jesus Rios (SPA) – HONDA | +11.418

    8. Veda Pratama (INA) – HONDA | +15.657

    9. Ryusei Yamanaka (JPN) – KTM | +15.774

    10. Eddie O’Shea (GBR) – HONDA | +15.789

  • Kualifikasi Moto3 Jerman : Veda Start P13…..tantangan besar Mendobrak KTM !!

    Kualifikasi Moto3 Jerman : Veda Start P13…..tantangan besar Mendobrak KTM !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan kualifikasi Moto3 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, penuh dengan kejutan dramatis bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Setelah sempat mencuri perhatian dunia dengan menjadi yang tercepat di sesi latihan, Veda akhirnya harus puas mengamankan posisi start ke-13 dalam sesi Kualifikasi 2 (Q2).

    Sachsenring sebenarnya bukan sirkuit yang asing bagi pemuda asal Gunungkidul ini. Berbekal memori manis di ajang Red Bull Rookies Cup tahun lalu, Veda mengawali rangkaian GP Jerman dengan penuh percaya diri. Pada sesi Practice hari Jumat, ia sukses membuat kejutan besar dengan menorehkan waktu terbaik 1 menit 25,848 detik. Catatan fantastis ini membawanya keluar sebagai pembalap tercepat sekaligus mengamankan tiket lolos otomatis ke babak Kualifikasi 2 (Q2).

    Namun, dinamika balapan kelas Moto3 yang sangat ketat kembali menguji konsistensi pembalap bernomor motor 9 ini saat memasuki hari Sabtu ini cak. Pada latihan bebas kedua (FP2), kecepatan motornya belum keluar secara maksimal sehingga ia sempat terlempar ke posisi bawah sebelum akhirnya bersiap tarung di Q2.

    Hasil Sengit Sesi Q2 Jerman

    Memasuki sesi krusial Q2 untuk memperebutkan posisi start terdepan (pole position), persaingan antar pembalap rookiemaupun veteran berlangsung sangat intens. Veda Ega berupaya keras mempertajam catatan waktunya di sirkuit pendek yang menguras fisik ini.

    Pada akhir sesi kualifikasi, Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo sukses mengamankan posisi start terdepan. Sayang Veda Ega Pratama harus puas menempati urutan ke-13 dengan selisih waktu (gap) hanya 0,693 detik dari sang polesitter. Walau meleset dari target barisan depan (front row), posisi start di baris kelima ini tetap membuka peluang besar bagi Veda untuk merangsek ke zona poin saat balapan utama.

    Menariknya, rival sekaligus rekan sesama pembalap Asia Tenggara, Hakim Danish asal Malaysia, berhasil tampil cemerlang di kualifikasi kali ini dengan mengamankan posisi start ke-3.

    Berikut adalah gambaran posisi 5 besar hasil Q2 Moto3 Jerman beserta posisi Veda Ega:

    Posisi Pembalap Tim
    1 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo
    2 Marco Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team
    3 Hakim Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI
    4 Maximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team
    5 Alvaro Carpe Red Bull KTM Ajo
    …
    13 Veda Ega Pratama Honda Team Asia

    Fokus Balapan Utama: Karakter Sirkuit Sachsenring yang mengalir dengan dominasi tikungan kiri menuntut manajemen ban yang cerdas. Start dari posisi ke-13 berarti Veda harus melakukan awalan yang agresif sejak lampu start padam demi menghindari kepadatan di tikungan-tikungan awal.

    Last…Balapan utama Moto3 Jerman akan berlangsung sepanjang 23 putaran (lap). Ini menjadi kesempatan emas bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut untuk bangkit membayar kegagalan finis (DNF) pada seri sebelumnya di Assen, sekaligus menambah pundi-pundi poin penting di klasemen kejuaraan dunia Moto3 2026. Veda Start P13…..tantangan besar Mendobrak KTM !! semoga bisa cak…(iwb)

  • Breaking !! Suzuki Rilis Trail ” Monster” RM-Z450 Model 2027…Bengisss !!!

    Breaking !! Suzuki Rilis Trail ” Monster” RM-Z450 Model 2027…Bengisss !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Suzuki resmi memperkenalkan pembaruan untuk salah satu motor dirt bike kasta tertinggi mereka, Suzuki RM-Z450 model tahun 2027. Motor yang menyandang status sebagai salah satu mesin kompetisi paling tangguh di kelasnya ini kembali hadir dengan membawa sejumlah penyempurnaan teknis untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih presisi, bertenaga, dan adaptif di lintasan motocross. Dan auranya sangarrrr cakkk….

    Sejak lama, keluarga RM-Z dikenal dengan filosofi “Run, Turn, and Stop” yang sangat seimbang. Pada versi 2027 ini, Suzuki tidak merombak total basis mesinnya, melainkan fokus menyempurnakan bagian-bagian krusial agar motor semakin mudah dikendalikan oleh kroser profesional maupun pengendara hobi.

    Di sektor jantung pacu, Suzuki RM-Z450 2027 tetap mengandalkan mesin 449cc, 4-tak, berpendingin cairan, DOHC dengan pengabutan bahan bakar injeksi yang sudah sangat teruji durabilitasnya. Karakter tenaga di putaran bawah hingga menengah dibuat semakin padat dan responsif agar motor bisa melesat cepat saat keluar dari tikungan tajam khas sirkuit tanah.

    Untuk menjinakkan tenaganya, Suzuki menyematkan sistem elektronik canggih Suzuki Holeshot Assist Control (SADC) yang diperbarui. Fitur ini membantu pembalap mendapatkan traksi maksimal dan meminimalkan gejala roda depan terangkat (wheelie) saat melakukan start dari garis awal.

    Selain itu, manajemen pengaturan mesin kini jauh lebih praktis berkat dukungan MX-Tuner 2.0. Melalui aplikasi di smartphone, pengendara bisa mengubah peta pengapian (mapping ECU) dan suplai bahan bakar secara instan di paddock sesuai dengan karakter sirkuit atau kondisi tanah yang dihadapi (berlumpur, gembur, atau keras).

    Kelincahan Suzuki RM-Z450 dalam melahap tikungan (cornering) bersumber dari sasis twin-spar aluminium yang ringan namun memiliki tingkat kekakuan (rigidity) yang optimal. Struktur ini dikombinasikan dengan suspensi depan coil-spring dari Showa yang dapat disetel sepenuhnya, serta suspensi belakang bertipe Showa Balance Free Rear Cushion (BFRC) yang memberikan redaman luar biasa saat motor mendarat dari lompatan tinggi. Sektor pengereman juga mendapat perhatian dengan penyematan cakram depan berdiameter besar untuk memastikan daya henti (stopping power) yang kuat dan akurat sebelum memasuki tikungan.

    Last….Suzuki RM-Z450 model 2027 tampil dengan baju baru yang lebih segar. Skema warna khas Champion Yellow dipadukan dengan grafis minimalis namun tajam, mempertegas kesan agresif dan aura balap yang kental khas pabrikan Hamamatsu. Untuk pasar global (MSRP resmi dari pabrikan), Suzuki RM-Z450 model tahun 2027 dibanderol dengan harga $9,699 USD (atau sekitar Rp157,5 Juta jika dikonversi langsung dengan kurs saat ini). Melalui penyegaran ini, Suzuki membuktikan bahwa RM-Z450 tetap menjadi ancaman serius di kejuaraan balap garuk tanah sekaligus menjadi pilihan rasional bagi para pengendara yang mendambakan motor motocross performa tinggi dengan pengendalian yang paling presisi di kelasnya. Sayang Indonesia mung iso ngaplo bin doweh cak wkwkwk….(iwb)

    Spesifikasi Suzuki RM-Z450 2027
    ・Overall Length x Overall Width x Overall Height: 2,175mm x 835mm x 1,260mm
    ・Wheelbase: 1,480mm
    ・Minimum Ground Clearance: 330mm
    ・Seat Height: 960mm
    ・Dry Weight: 113kg
    ・Engine: Liquid-cooled 4-stroke single-cylinder DOHC 4-valve 449cc
    ・Maximum Output / Maximum Torque: Not announced
    ・Fuel Tank Capacity: 6.3L
    ・Transmission Type: 5-speed constant mesh return
    ・Brake Type (F/R): Disc / Single Disc
    ・Tire Size (F/R): 80/100-21 / 110/90-19

  • FP1 MotoGP Jerman: Raul Fernandez Tercepat, Marc Marquez crash !!

    FP1 MotoGP Jerman: Raul Fernandez Tercepat, Marc Marquez crash !!

    Iwanbanaran.com – Cakk….Sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring menyajikan kejutan sekaligus drama. Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, berhasil keluar sebagai yang tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik di menit-menit akhir sesi, mengungguli sang “King of Sachsenring”, Marc Marquez yang crash. Waduhhh….

    Sesi FP1 yang berlangsung selama 45 menit ini menjadi pembuka dari rangkaian seri terakhir sebelum jeda musim panas MotoGP. Trackhouse Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil impresif mereka di seri sebelumnya, dan Fernandez membuktikannya dengan mencetak waktu 1 menit 20,829 detik menggunakan ban belakang medium baru tepat sebelum bendera finis berkibar.

    Drama Marc Marquez dan Franco Morbidelli di Tikungan 3

    Sorotan utama di awal sesi langsung tertuju pada Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut mengalami kecelakaan (crash) di Tikungan 3 saat baru menjalani lap ketiganya. Kendati demikian, pembalap yang memegang rekor sembilan kemenangan di Sachsenring ini mampu bangkit dengan cepat.

    Marquez kembali ke lintasan dan bahkan sempat memimpin lembaran waktu dengan catatan 1 menit 20,880 detik di sisa 25 menit sesi. Ia akhirnya menyudahi FP1 di posisi kedua, terpaut tipis 0,051 detik dari Fernandez, sebuah catatan impresif mengingat Marquez tidak melakukan pergantian ke ban baru di akhir sesi.

    Tikungan 3 tampaknya menjadi momok bagi pembalap Ducati pada sesi kali ini. Selain Marquez, Franco Morbidelli (VR46 Ducati) juga mengalami insiden kecelakaan di titik yang sama menjelang akhir sesi. Meski begitu, Morbidelli tetap mengamankan tempat di posisi ke-9.

    Jalannya Persaingan dan Hasil FP1

    Di awal sesi, posisi teratas sempat diperebutkan oleh Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati). Di Giannantonio akhirnya mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan, tepat di depan Joan Mir dari tim Honda yang merangsek ke posisi keempat setelah menggunakan ban baru.

    Sementara itu, Jack Miller (Pramac) melengkapi posisi lima besar. Pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia), harus puas berada di posisi ke-10 pada sesi pembuka ini. Nasib kurang beruntung dialami Maverick Vinales (Tech3 KTM) yang mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 11 pada pertengahan sesi, namun beruntung ia bisa berjalan tanpa cedera serius dan finis di posisi ke-11.

    Di sisi lain, juara bertahan Pecco Bagnaia (Ducati) memilih pendekatan yang lebih tenang tanpa memasang ban baru di akhir sesi, membuatnya terdampar di posisi ke-19….(iwb)

    Hasil 10 Besar FP1 MotoGP Jerman:

    1. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) – 1:20.829

    2. Marc Marquez (Gresini Ducati) – +0.051

    3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) – +0.354

    4. Joan Mir (Repsol Honda)

    5. Jack Miller (Pramac Racing)

    6. Alex Marquez (Gresini Ducati)

    7. Alex Rins (Monster Yamaha)

    8. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)

    9. Franco Morbidelli (VR46 Ducati)

    10. Jorge Martin (Aprilia Racing)

  • Trek Ekstrim…Michelin Siapkan Ban Khusus Hadapi Karakter Unik GP Jerman !!

    Trek Ekstrim…Michelin Siapkan Ban Khusus Hadapi Karakter Unik GP Jerman !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Seri kesepuluh MotoGP 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan ini tidak hanya menjadi ujian fisik bagi para pembalap, tetapi juga menjadi salah satu tantangan paling ekstrem bagi Michelin selaku pemasok ban tunggal kelas utama. Karakter sirkuit yang sangat tidak simetris menuntut alokasi ban dengan spesifikasi yang sangat spesifik. Trek Ekstrim…Michelin Siapkan Senjata Khusus Hadapi Karakter Unik GP Jerman !!

    Sachsenring merupakan salah satu trek terpendek dalam kalender balap, namun memiliki tata letak (layout) yang luar biasa unik. Dengan panjang hanya 3.671 meter, sirkuit ini mengitari lintasan berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) dan didominasi oleh 10 tikungan kiri serta hanya 3 tikungan kanan.

    Ketidakseimbangan ini menciptakan beban kerja yang sangat timpang pada ban. Sisi kiri ban akan terus-menerus mendapatkan tekanan tinggi dan suhu ekstrem tanpa waktu yang cukup untuk mendingin, sementara sisi kanan ban justru berisiko kehilangan suhu ideal karena jarang menyentuh aspal dalam waktu lama.

    Menyikapi karakter “kejam” Sachsenring, manajemen teknis Michelin telah menyiapkan alokasi ban yang dirancang khusus untuk menjamin keamanan sekaligus performa maksimal para pembalap…

    “Sachsenring tanpa diragukan lagi merupakan salah satu sirkuit paling menuntut musim ini dari perspektif ban. Selain fakta bahwa para pembalap membalap dengan arah berlawanan jarum jam, tata letak trek itu sendirilah yang terutama membuat sirkuit ini menjadi tantangan nyata. Antara tikungan 4 dan 10, motor-motor menghadapi tikungan kiri secara eksklusif; akibatnya, sisi kanan ban memiliki waktu untuk mendingin sebelum memasuki tikungan 11, sebuah tikungan kanan panjang menurun yang tiba-tiba membebani ban dengan beban tinggi. Ini adalah sektor yang sangat rapuh, di mana hanya ban yang dikembangkan secara khusus untuk jenis tantangan seperti ini yang dapat menjamin tingkat performa yang mumpuni. Berkat pengalaman yang telah kami petik di sirkuit ini, kami telah memilih paket ban yang sangat cocok dengan kebutuhannya. Situasi-situasi seperti inilah yang membuat para pembalap membutuhkan kepercayaan diri yang tertinggi.” seru Piere Taramasso….

    Untuk ban belakang, Michelin wajib menyediakan ban asimetris untuk semua kompon (Soft, Medium, Hard). Sisi kiri ban belakang akan menggunakan kompon yang jauh lebih keras guna menahan temperatur tinggi akibat gesekan konstan di tikungan panjang seperti sektor Waterfall. Sebaliknya, sisi kanan ban dibuat lebih lembut agar bisa langsung memberikan cengkeraman (grip) instan saat pembalap harus bermanuver ke tiga tikungan kanan sirkuit.

    Tantangan tidak berhenti di ban belakang. Sektor depan juga krusial karena titik pengereman keras di tikungan pertama (Turn 1) membutuhkan stabilitas tinggi dari ban depan setelah pembalap melaju kencang di trek lurus utama.

    Pihak teknis menegaskan bahwa kunci utama untuk menaklukkan Sachsenring adalah bagaimana para pembalap dan tim mekanik mengelola jendela suhu ban (thermal window). Ban depan harus mampu memberikan umpan balik (feedback) yang konsisten sejak lap pertama, terutama di beberapa tikungan kiri beruntun yang menguras fisik.

    Dengan kombinasi tikungan sempit meliuk dan turunan tajam berkecepatan tinggi, Sachsenring tidak memberikan ruang bagi kesalahan sekecil apa pun dalam pemilihan kompon. Michelin menyatakan bahwa seluruh data dari tahun-tahun sebelumnya telah dianalisis untuk memastikan struktur ban musim ini siap menghadapi daya tekan (downforce) motor-motor MotoGP modern yang kian masif. Apakah racikan ban khusus dari Michelin ini mampu mengakomodasi gaya balap agresif para penunggang Desmosedici dan rival lainnya di lintasan Sachsenring? Kita akan melihat pembuktiannya mulai sesi latihan bebas hingga balapan utama akhir pekan ini.