Author: Iwanbanaran

  • Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!

    Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….IWB lumayan terkejut melihat tayangan Ducati yang membongkar perasaan Marc. Kabar paling baru dari garasi Ducati Lenovo Team, sang juara bertahan, Marc Marquez, ternyata menyimpan rahasia yang bener-bener mengiris hati. Lewat video eksklusif serial Inside Ducati, terlihat jelas momen emosional saat Marquez menangis tersedu di depan Gigi Dall’Igna dan kru mekaniknya setelah menjadi korban kecelakaan highside di Sprint Race Le Mans kemarin. Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!

    Bukannya mengeluhkan perkara kakinya yang patah akibat insiden tersebut, Marquez malah blak-blakan mengakui perkara yang jauh lebih mengerikan: “I’m riding with one and a half arms… Aku balapan cuma pakai tangan satu setengah. Sampeyan pasti ingat insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi di sirkuit Mandalika, Indonesia, musim 2025 kemarin kan? Nah, ternyata dari situlah petakanya, cakk! Baut bedah yang ada di bagian pundak Marquez ternyata bergeser pasca tabrakan tersebut.

    Marquez merasakan ada yang aneh pasca seri Jerez kemarin. Saat doi membungkuk dalam posisi riding, baut yang bergeser itu malah mengenai dan menjepit saraf radial-nya. Itu adalah saraf utama yang berfungsi untuk menggerakkan tiga jari dan lengan kanannya cakk! Akibatnya? Kekuatan tangane langsung loyo alias hilang seketika! Ini yang membuat nyesek, cakk. Marquez sampai matanya berkaca-kaca saat mengatakan bahwa sejatinya doi balapan di angka setengah detik lebih lambat dari limit aslinya.

    “Aku tidak ada yang perlu dibuktikan, aku bisa melaju kencang. Buktinya Q1 Le Mans kemarin aku bisa pecah rekor lap! Tapi masalahnya, aku balapan jauh dari limitku,” ujar Marquez emosional. Doi sering ndlosor alias kecelakaan di tikungan cepat (seperti saat balapan hari Minggu di Jerez) yang doi sendiri tidak paham sebabe. Ternyata ya itu cakk, tangannya sudah tidak kuat menahan bobot dan traksi motor Ducati spek dewa tersebut. Berikut kutipan lengkap Marc Marquez didalam pit Ducati…

    • Marc Marquez: “Aku tidak bisa bilang apa-apa.”

    • Marc Marquez: “Ada satu baut yang membuat sarafku bermasalah. Kadang terasa, kadang tidak.”

    • Anggota Tim: “Setidaknya kamu sudah mengerti masalahnya.”

    • Marc Marquez: “Ya, tapi aku sudah tahu ini bakal terjadi padaku. Kamu tidak bisa mengendarai motor dengan kondisi ‘on-off’ (sebentar oke, sebentar tidak). Sekarang terasa, nanti tidak… Aku tahu ini akan terjadi.”

    • Marc Marquez: “Itulah kenapa operasinya sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya. Aku balapan hanya dengan satu setengah lengan.”

    • Marc Marquez: “Kita perlu cari tahu apakah bisa melakukan satu operasi saja… Melewatkan balapan Catalunya… Karena mereka harus membedah dan mengambil baut yang patah itu.”

    • Marc Marquez: “Baut itu (patah) saat kecelakaan di Indonesia… Mereka melihat bautnya bergeser. Setelah balapan di Jerez, aku melakukan pemeriksaan dan bilang, ‘Ada sesuatu yang salah’.”

    • Marc Marquez: “Sebenarnya, saat aku dalam posisi berkendara… kalau posisi biasa seperti ini tidak terasa, tapi saat posisi balap, baut yang patah itu—setelah cedera di Indonesia—ia bergeser dan menekan saraf.”

    • Marc Marquez: “Saraf yang menggerakkan tiga jari ini… dan seluruh lenganku.” (menangis)

    • Anggota Tim: “Jadi itu membuat tenagamu hilang?”

    • Marc Marquez: “Ya, itu membuatku kehilangan tenaga.”

    Marquez sebenarnya sudah janjian dengan dokter untuk operasi pencabutan baut tersebut pasca balapan sirkuit Catalunya akhir pekan ini. Tapi, karena kakinya keburu cedera patah duluan di Le Mans, tim dokter langsung gerak cepat melakukan operasi ganda sekaligus untuk membenahi kaki dan pundaknya…

    Marquez memang punya mental bukan manusia biasa cakk. Bayangkan, balapan di level tertinggi MotoGP dengan kondisi saraf kejepit dan tangan cuma berfungsi separuh saja masih bisa menang Sprint Race dua kali berturut-turut musim ini! Doi memang sengaja meminta manajemen Ducati untuk merahasiakan problem ini supaya tidak menjadi bahan omongan media atau membuat fokus tim buyar selama akhir pekan. Tapi dari data telemetri, Gigi Dall’Igna dan Marco Rigamonti memang sudah merasa ada yang ganjil dengan gaya balap nomor 93 ini…

    Last..sekarang operasi sudah rampung cakk. Pihak Ducati sendiri belum bisa memastikan kapan sang Superhero ini bakal comeback, apakah sudah siap tempur lagi saat di sirkuit Mugello atau harus menunggu lebih lama. Yang pasti, keputusan operasi ini sudah benar banget demi kesehatan jangka panjang. Kita doakan saja cakk, semoga pemulihan saraf tangan Marc Marquez bisa cepat lancar, supaya doi bisa kembali nggegirisi dan balapan menggunakan dua tangan utuh lagi untuk mengacak-ngacak podium MotoGP. Gws Marc…(iwb)

  • Breaking !! Suzuki New Burgman 150 Terbaru 2026 Resmi dirilis..ini baru Gantenggg !!!

    Breaking !! Suzuki New Burgman 150 Terbaru 2026 Resmi dirilis..ini baru Gantenggg !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….lama tak terdengar suaranya di pasar skutik bongsor 150cc, kini dunia otomotif dikejutkan oleh kabar rilisnya skutik legendaris Suzuki yang sudah lama dinanti-nanti. Bukan di Indonesia, cakk! Kabar terbaru menyebutkan bahwa Suzuki Burgman 150 terbaru kini sudah resmi rilis di Kolombia. Ini baru gantenggg !!!

    Langkah mengejutkan ini sekaligus menjawab teka-teki panjang mengenai masa depan lini Burgman di kelas premium, mengingat pasar 150cc Maxy didominasi oleh Yamaha NMax dan Honda PCX. Dengan membawa desain legendaris “Maxi Scooter” yang berkelas dan fitur modern yang tak kalah tanding, Burgman 150 akhirnya resmi mengaspal keluar dari Cina cak. Yup…ini basisnya adalah Hajoue UFR150 yang sudah pernah kita bahas. IWB sendiri cukup penasaran apakah Burgman 150 versi kolombia ini sama dengan Hajoue UFR150 Cina. IWB langsung searching data lengkap dari sumber-sumber tepercaya yang berbasis di Amerika Latin. Ini dia bocoran data spesifikasi Burgman 150 terbaru yang kini resmi mengaspal di sana :

    1. Desain Maxi Scooter Murni: Mewah dan Berkelas

    Kalau dilihat cak…Burgman 150 terbaru ini tetap mempertahankan DNA asli Burgman. Desain bodinya lebar, gagah, namun tetap elegan dengan garis-garis yang mengalir lembut. Nggak sama dengan skutik sporty lainnya; Burgman 150 lebih menonjolkan aura premium, kemewahan, dan kenyamanan berkendara, khas maxi-scooter murni.

    2. Mesin 150cc SEP-i: Tenaga Menggigit, Tetap Irit

    Berdasarkan data teknis, Burgman 150 ini dibekali mesin generasi terbaru: 4-stroke, 1-silinder, berpendingin cairan (Liquid-cooled), 149 cc.

    Data Teknis Spesifikasi
    Isi Silinder 149 cm³
    Tenaga Maksimum 14,4 HP (daya kuda) @ 8.500 rpm
    Torsi Maksimum 14,2 Nm @ 6.500 rpm
    Transmisi CVT (Automatic)
    Sistem Bahan Bakar Fuel Injection (dengan teknologi Suzuki Eco Performance – SEP)

    Mesinnya di-tune untuk memberikan torsi yang besar di putaran bawah hingga menengah, membuat akselerasi di perkotaan menjadi sigap namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.

    3. Fitur Modern: Penuh dengan Teknologi Terkini

    Di Kolombia, Burgman 150 ini tidak mau kalah telak. Ia dibekali segudang fitur modern untuk kenyamanan dan keselamatan:

    Fitur Spesifikasi
    Tablero (Panel Instrumen) Digital TFT Color Display (lengkap dengan Turn-by-Turn Navigation)
    Luces (Pencahayaan) Full LED System (Headlight, Tail Light, dan DRL)
    Conectividad (Konektivitas) Smartphone Connectivity melalui Bluetooth (seperti Ride Connect)
    Puerto USB Yes (Type USB-C, standard charging)
    Encendido (Starter) Keyless Smart Key System (Sistem Kunci Pintar)
    Frenos (Pengereman) Double Disc Brake (Cakram Ganda depan-belakang) dengan opsi ABS (Anti-lock Braking System)
    Safety Additional Ada opsi TCS (Traction Control System) di varian premium

    4. Akomodasi dan Kenyamanan: “Amplio Espacio”

    Inilah keunggulan utama Burgman 150 sejak dulu:

    Akomodasi Spesifikasi
    Amplio Espacio de Almacenamiento Bagasi Bawah Jok Sangat Luas (± 24-25 Liter), bisa muat satu helm full-face plus barang bawaan lain.
    Peso en Marcha (Berat Isi) ± 145 – 150 kg
    Altura del Asiento (Tinggi Jok) 760 mm (Terbilang rendah dan bersahabat nggo postur rata-rata)
    Kapasitas Tangki 8 Liter (Cukup besar buat touring)
    Ukuran Roda  Rin 14 Inci (Lebih stabil buatmaxi-scooter) dengan (ban) tubeless.

    Last….dirilisnya Burgman 150 di Kolombia ini tentu menjadi angin segar. Ini membuktikan bahwa Suzuki akhirnya punya produk yang ‘apple-to-apple’ untuk melawan duo penguasa pasar skutik premium 150cc di Indonesia. Mengingat tren skutik premium 150cc terus meningkat, kehadiran Burgman 150 bisa menjadi opsi menarik bagi mereka yang jenuh dengan dominasi Yamaha dan Honda, terutama bagi pecinta sejati brand Suzuki. Tim Suzuki Indomobil Sales (SIS) pasti sudah mengantongi data ini. Kita doakan saja cakk, muga-muga para petinggi SIS mendapat wangsit agar Burgman 150 ini segera masuk ke pasar tanah air. Bagaimana menurut sampeyan, cakk? Apakah Burgman 150 sanggup bangkit jika dijual di Indonesia? Monggo corat-coret di kolom komentar! (Iwb)

    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
    Screenshot
  • Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Harapan besar publik Indonesia untuk menyaksikan bocah ajaib kita, Veda Ega Pratama, tampil kompetitif di Sirkuit Catalunya sepertinya harus sedikit tertahan. Pada sesi Practice Moto3 yang digelar Jumat kemarin (15/5/2026), pembalap andalan Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik. Hasil ini bener-bener kontras dengan ekspektasi kita semua setelah performa apiknya di Le Mans kemarin (P4). Ono opo iki Rek?

    Jujur saja, mata IWB agak melotot saat melihat data komparasi internal sesama penunggang Honda NSF250RW. Veda yang biasanya jadi ujung tombak, justru sempat menjadi pembalap Honda yang paling lambat di antara rider papan atas. Doi tertinggal cukup jauh dari Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang sukses menembus P3 dengan waktu 1’47.146. Selisih hampir satu detik (0,990 detik) di kelas Moto3 itu rasanya sudah seperti beda sak kecamatan, alias jauh banget!

    Nah, mari kita bedah bersama-sama, apa sebenarnya yang terjadi pada motor nomor 54 ini? Ini dia analisis anomali performa Veda ala IWB:

    1. Mesin Ora Lemot, Top Speed Masih Njengat!

    Ini yang menarik, cakk. Kalau ada yang menuduh mesinnya loyo, sampeyan salah besar. Data Top Speed menunjukkan Veda sukses tembus 246,0 km/jam. Angka ini bahkan lebih ngibrit ketimbang Fernandez yang ada di P3 (242,1 km/jam). Berarti, secara potensi power di trek lurus sebenarnya tidak ada masalah. Tapi pertanyaannya, kenapa lap time-nya malah memble? Nah, ini indikasi kalau kecepatan trek lurus tidak menjamin waktu putaran bagus kalau tidak diimbangi dengan cornering speed yang mulus.

    2. Lap Time Inkonsisten, Seperti Kehilangan Grip

    Kalau kita intip data lap milik Veda, doi cuma bisa mencetak satu lap valid di angka 1’48.136. Sisa lap lainnya? Ambyar cakk, cuma bermain di kisaran 1’49 sampai 1’52 detik! Ini menjadi indikasi kuat bahwa Veda belum menemukan feeling atau grip yang pas dengan aspal Catalunya. Kadang dapat ritme bagus di satu lap, eh lap berikutnya motor malah seperti mlayu-mlayu tidak karuan.

    3. Dejavu JuniorGP 2025, Kok Tidak Ada Peningkatan?

    Ini yang membuat IWB agak heran. Pada bulan November 2025 lalu saat masih berlaga di FIM JuniorGP, Veda sudah bisa mencetak waktu kisaran 1’48.2 (dan finis P6 & P8). Sekarang, dengan motor spek Moto3 World Championship yang di atas kertas jauh lebih canggih dan bertenaga, kok catatane cuma 1’48.136? Cuma selisih se-upil alias hampir tidak ada peningkatan signifikan! Harusnya, dengan skill Veda, doi sudah bisa bermain di angka 1’46 atau 1’47 kecil. Fix, ini murni perkara set-up!

    Hasil Teropong IWB: Apa yang Menghambat Veda?

    Melihat data yang ada, IWB mencium ada tiga perkara utama yang membuat performa Veda kurang menggigit:

    • Set-up Suspensi Mumet: Catalunya sangat butuh stabilitas tinggi di tikungan cepat (T10-T14). Kalau suspensi terlalu kaku atau justru terlalu empuk, Veda akan kehilangan traksi saat exit tikungan, sehingga momentum menuju trek lurus jadi terlambat.

    • Masalah Ban (Grip): Kemungkinan besar Veda kesulitan membuat bannya mencapai suhu kerja optimal. Kalau ban kurang pas, rasanya seperti jalan di atas kulit pisang, licin cakk!

    • Traffic Padat Khas Moto3: Di kelas capung ini, pembalap sering sekali bergerombol untuk mencari towing (curi angin). Sesi balap Veda disinyalir sering terganggu oleh pembalap lain yang menghalangi racing line-nya.

    Ora Perlu Panik, Ini Baru Sesi Practice!

    Wis tho, ra usah jantungan disik! Perlu diingat bahwa sesi Practice adalah tempatnya tim untuk melakukan eksperimen. Seringkali pembalap sengaja menyembunyikan performa asli mereka atau sedang fokus menguji ketahanan ban bekas untuk simulasi balap.

    Veda bukan pembalap kemarin sore di Catalunya. Doi sudah paham luar dalam karakter sirkuit ini sejak musim lalu. Tim Honda Team Asia pasti sedang membedah data telemetri semalaman demi menemukan racikan set-up yang pas untuk sesi kualifikasi hari Sabtu ini.

    Last…Langkah pertama, Veda harus lolos ke Q2 terlebih dahulu (hari ini dia harus berjuang di Q1). Jika problem motornya sudah terpecahkan, target start di posisi 10-12 sangat realistis, atau bahkan syukur-syukur bisa menyodok ke barisan 6-8 besar. Kita doakan saja, semoga para mekanik Honda Team Asia mendapat wangsit agar motor Veda Ega Pratama kembali ngacir  dan siap tempur habis-habisan demi mendulang poin di Catalunya. Goooo Vedaaa !! (iwb)

    Perbandingan Performa Veda dengan Pembalap Honda Lain

    Pembalap Tim (Motor) Catatan Waktu Posisi Top Speed (km/h)
    Adrian FERNANDEZ Leopard Racing (HONDA) 1’47.146 P3 242.1
    Jesus RIOS Rivacold Snipers (HONDA) 1’47.689 P10 245.4
    Eddie O’SHEA GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’47.704 P11 248.8
    Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 1’48.136 P19 246.0
    Joel KELSO GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’47.846 P14 246.5
    Guido PINI Leopard Racing (HONDA) 1’48.484 P22 243.7
    Zen MITANI Honda Team Asia (HONDA) 1’48.507 P23 244.8

    Anomali Lap Time: Inkonsistensi yang Mencolok

    Veda hanya mencatatkan 1 lap valid di bawah 1 menit 49 detik (1’48.136). Selebihnya, waktu putarannya berkisar di 1’49-1’52—jauh dari standarnya.

    Lap Catatan Waktu Catatan
    2 1’49.829 Lap awal
    6 1’49.127 Membaik
    11 1’48.384 Hampir terbaik
    14 1’48.136 Lap terbaik
    Lap lain 1’49-1’52 Inkonsisten

    Perbandingan dengan JuniorGP 2025

    Ajang Waktu Terbaik Posisi
    JuniorGP 2025 (Race 1) ~1’48.2 P6
    JuniorGP 2025 (Race 2) ~1’48.5 P8
    Moto3 Practice 2026 1’48.136 P19
  • Celakaaa…Ducati Ragu Marquez bisa kembali di Mugello !! Indikasi Parah ??

    Celakaaa…Ducati Ragu Marquez bisa kembali di Mugello !! Indikasi Parah ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengakui bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan apakah Marc Marquez akan fit untuk kembali pada balapan kandang Ducati di Mugello (29-31 Mei). Pembalap asal Spanyol itu baru saja menjalani operasi ganda pada kaki dan bahu setelah kecelakaan keras di sprint race Le Mans.

    “Tujuannya adalah kembali secepat mungkin, tapi kami belum tahu kapan. Kami tidak bisa mengatakan hari ini apakah dia akan berada di Mugello,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia di Barcelona, Kamis (14/5/2026).

    Marquez menjalani operasi yang disebut “sukses” pada Minggu lalu untuk memperbaiki patah tulang kaki akibat kecelakaan di Le Mans. Namun, yang lebih krusial, ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk memajukan operasi bahu yang semula dijadwalkan setelah seri Catalunya.

    Operasi bahu ini diperlukan untuk membebaskan kompresi pada saraf radial di lengan kanan—masalah yang membuat Marquez mengendarai motor “hanya dengan satu setengah lengan” sepanjang musim 2026.

    Para dokter bedah mengangkat dua sekrup (satu bengkok dan satu patah) dari operasi sebelumnya pada 2019, serta sebuah fragmen tulang—cedera yang didapat saat insiden dengan Marco Bezzecchi di Mandalika tahun lalu.

    Tardozzi memuji perjuangan Marquez yang masih bisa meraih dua kemenangan sprint race musim ini meskipun dalam kondisi fisik yang sangat terbatas.

    “Mengetahui apa yang terjadi dan mengetahui apa yang dikatakan dokter kepada kami, saya pikir Marquez kembali menunjukkan bahwa dia adalah seorang superhero dan pembalap super. Dia melakukan sesuatu yang luar biasa karena, dengan kondisi tubuhnya, saya rasa tidak ada orang lain yang mampu melakukan apa yang dia lakukan.”

    Untuk seri Catalunya akhir pekan ini, Ducati memutuskan untuk tidak mengganti Marquez. Aturan mengizinkan tim untuk tidak mengganti pembalap dalam situasi back-to-back race.

    “Aturan mengizinkan kami untuk tidak menggantinya untuk balapan ini (Catalunya). Tapi jika karena suatu alasan Marc tidak bisa berada di Mugello, pastinya kami akan menggantinya,” tegas Tardozzi.

    Sementara itu, pembalap Tech3, Maverick Vinales, yang baru saja menjalani operasi pengangkatan sekrup bahu serupa, akan kembali beraksi di Catalunya setelah enam minggu absen. Namun, kondisi Marquez disebut lebih kompleks karena melibatkan operasi ganda (kaki dan bahu) sekaligus.

    Kepastian kapan Marquez kembali masih menjadi teka-teki. Jika ia melewatkan Mugello, maka ia akan absen di dua seri Eropa berturut-turut (Catalunya dan Italia). Kerugian poin ini akan semakin menyulitkan usahanya mengejar ketertinggalan dari Marco Bezzecchi di puncak klasemen.

    Yang pasti, pengakuan Tardozzi bahwa Marquez adalah “superhero” yang membalap dengan satu setengah lengan membuat publik semakin penasaran: Akan seperti apa performa Marquez jika ia benar-benar pulih 100 persen? Kita mungkin harus menunggu hingga paruh kedua musim untuk melihat jawabannya cak…(iwb)

  • Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Catalunya bukanlah arena yang ramah bagi mereka yang hanya mengandalkan mesin besar. Dengan panjang 4,657 km dan kombinasi 14 tikungan yang mengalir (flowing), trek ini menjadi “ujian nyata” bagi kemampuan corner speed, keseimbangan sasis, dan keberanian pembalap. Veda Ega Pratama datang ke Spanyol dengan modal berharga: pengalaman langsung di sirkuit ini pada ajang FIM JuniorGP 2025, di mana ia finis 6 dan 8 . Berikut adalah analisis mendetail kekuatan Veda tikungan per tikungan, berdasarkan karakteristik trek dan gaya balapnya cak !!..

    Veda datang ke Catalunya dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil luar biasa di GP Prancis (Le Mans) pekan lalu cak. Ia berhasil finis di posisi ke-4, yang merupakan pencapaian terbaiknya disirkuit ini. Hasil ini membawanya melesat ke peringkat 5 klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Namun tentunya kita penasaran seperti apa kans Veda di Catalunya, sirkuit Eropa yang legendaris.  Sebelum membedah tikungan, penting untuk memahami bahwa karakteristik trek Catalunya sangat cocok dengan gaya balap Veda. Sirkuit ini terkenal dengan:

    • Tikungan mengalir: Tidak banyak tikungan “stop-and-go” ekstrem.

    • Corner speed tinggi: Kecepatan di tikungan menjadi faktor penentu, bukan hanya akselerasi di trek lurus.

    • Sektor 3 paling krusial: Tikungan 10 hingga 14 yang panjang dan teknis sering menjadi penentu kemenangan .

    Kunci sukses di Catalunya ada pada kemampuan menahan corner speed. Motor Honda terbukti kompetitif di sini. Taiyo Furusato (Honda Team Asia) finis podium P3 hanya terpaut 0,156 detik dari pemenang di Moto3 Catalunya 2025 . Trek ini secara garis besar terbagi menjadi 3 sektor utama. Berikut breakdown kekuatan Veda di setiap sektor…..

    Sektor 1 (Tikungan 1 – 4): Zona Krusial untuk Bertahan

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T1-2 Elf (Kanan-Kiri) Chicane cepat, traksi keluar tikungan kiri sangat penting. Memanfaatkan slipstream: Start yang baik krusial. Veda berpeluang menyalip di T1 jika dapat memanfaatkan slipstream dari trek lurus start.
    T3-4 Kanan-Kanan Menanjak menuju T4. Membutuhkan stabilitas motor. Stabilitas di tanjakan: Di JuniorGP, Veda konsisten menjaga pace di sektor ini tanpa kehilangan banyak waktu .

    Analisis: Sektor ini adalah “medan perang” lap pertama. Veda harus menghindari “kebakaran” di awal, karena jika tertinggal terlalu jauh, sulit mengejar di sektor 3 nanti.

    Sektor 2 (Tikungan 5 – 9): Titik Rawan Ketinggalan

    Tikungan Nama Karakter Kelemahan / Tantangan
    T5 Kiri Tikungan cepat, penentu kecepatan di lintasan lurus berikutnya. Kalah top speed?: Motor Honda mungkin kehilangan waktu di sini jika harus keluar dengan RPM rendah akibat tertahan lawan.
    T7-8-9 “La Caixa” (Kanan-Kiri) Kombinasi tikungan lambat kecepatan rendah. Akselerasi keluar tikungan: Veda harus menjaga momentum agar tidak disalip di trek lurus pendek menuju T10.

    Catatan Penting: Di sinilah motor KTM biasanya mulai menunjukkan taringnya. Namun, dengan pengalaman Veda di sirkuit ini (mencatatkan fastest lap di sesi tertentu di JuniorGP), ia mampu meminimalisir defisit .

    Sektor 3 – 4 (Tikungan 10 – 14): Domain Veda (Kekuatan Utama)

    Ini adalah “Rumah” bagi Veda dan Honda. Jika Veda finis di posisi 6 dan 8 di JuniorGP, itu karena ia menguasai sektor ini.

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T10-11-12 “New Holland” (Kanan-Kiri-Kanan) Tikungan panjang radius lebar, corner speed sangat tinggi. Kemampuan banting motor: Veda jago dalam mempertahankan sudut kemiringan. Honda terbukti kompetitif di sini (Furusato P3 di Moto3 2025) .
    T13 Kanan Tikungan panjang yang menuntut keberanian. Keberanian: Veda tidak gentar mengambil risiko di tikungan cepat.
    T14 “Mira & Cuc” (Kanan) Tikungan terakhir, penentu akselerasi ke trek lurus start/finish. Traksi keluar: Mampu mendaratkan tenaga dengan mulus. Jika Veda bisa keluar lebih cepat, ia siap menyalip di garis finis.

    Fakta Menarik: Veda Ega dan Hakim Danish sama-sama punya pengalaman di Catalunya. Dalam dua balapan JuniorGP 2025, Veda mengoleksi 18 poin sementara Hakim 17 poin. Veda finis P6 dan P8, unggul tipis dari rivalnya yang sempat finis P9 dan P6 .

    Potensi Pace dan Data Pendukung

    Data Telemetri JuniorGP (Catalunya 2025)

    Sesi Posisi Veda Catatan Waktu (indikasi) Gap ke Pemenang
    Race 1 P6 1 menit 48,2 detik (estimasi) ~ +9,5 detik
    Race 2 P8 1 menit 48,5 detik (estimasi) ~ +10,1 detik

    Catatan: Waktu di atas adalah perkiraan berdasarkan standar pace Moto3 di Catalunya.

    Catatan Penting: Veda datang dengan status Rookie of the Year (50 poin) dan finis P4 di Le Mans. Level motornya di Moto3 (NSF250RW) tentu sudah jauh lebih kompetitif dibanding JuniorGP. Dengan kata lain, potensi peningkatan waktunya sangat besar…

    Berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan, berikut strategi ideal bagi Veda:

    1. Start Eksplosif (T1): Harus merebut posisi sebaik mungkin di tikungan pertama untuk menghindari terjebak di belakang rombongan tengah yang rawan crash.

    2. Kunci Sektor 2 (T5-T9): Veda harus “mengirit ban” di sini. Tidak perlu memaksakan diri menyalip jika motor KTM lebih kencang, cukup tempel dan jangan sampai putus kontak.

    3. Gas Pol di Sektor 3 (T10-T14): Di sinilah Veda menyerang. Corner speed yang tinggi dan traksi keluar yang mulus akan menjadi senjata utamanya untuk merebut posisi di lap-lap akhir.

    Jika kualifikasi lancar (Start P1-P8), Veda diprediksi finis di P4 hingga P7. Namun, jika ia berhasil “mencuri” start yang bagus dan masuk ke dalam grup pemimpin, podium bukanlah hal yang mustahil .

    Last….Veda Ega memiliki kombinasi pengalaman, gaya balap, dan motor yang pas untuk Sirkuit Catalunya. Kelemahan motor KTM di tikungan cepat adalah celah besar yang harus ia manfaatkan. Veda bisa survive di sektor 1-2, lalu “banting setir” di sektor 3 untuk merebut posisi. Jika cuaca cerah dan tidak ada insiden di awal, Veda adalah kandidat kuat Top 5, dan siap mencuri podium jika para pembalap KTM melakukan kesalahan . Siapkan kopi dan dukung Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya cak…gazzz ! (iwb)

  • Gawattt…Motogp Pecah, Liberty Media dan MSMA Perang Dingin !!

    Gawattt…Motogp Pecah, Liberty Media dan MSMA Perang Dingin !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Konflik antara MotoGP Sports Entertainment Group (dulu Dorna) dan para pabrikan (MSMA) mengenai pembagian pendapatan untuk kontrak baru Concorde Agreement 2027-2031 memasuki babak baru. Setelah para pabrikan berusaha bersatu dengan tembok kokoh, Liberty Media dan keluarga Ezpeleta kembali menggunakan strategi klasik: “divide and conquer” (pecah belah dan kuasai). Ini jelas gawat cak….sebab kini Motogp Pecah, Liberty Media dan MSMA Perang Dingin !!

    Jadi cak…dunia balap kasta tertinggi alias MotoGP lagi nggak baik-baik saja! Kalau biasanya kita bahas soal lap time atau adu kencang di trek, kali ini tensinya justru lebih panas di meja perundingan. Liberty Media, bos baru yang juga empunya Formula 1, ternyata mulai menunjukkan “taring” aslinya. Dan jujur saja cakk… gaya mainnya bener-bener bikin pabrikan pusing tujuh keliling!

    IWB dapet bisikan panas dari Jerez, ada istilah ngeri yang muncul: Divide and Conquer! Alias pecah belah dan kuasai. Wahhh… opo ora ngeri kuwi cakk?

    Jadi ceritanya begini…

    Liberty Media, di bawah komando Derek Chang, sekarang lagi bergandengan mesra sama Carmelo Ezpeleta. Mereka punya satu misi: Gimana caranya pabrikan nggak terlalu dominan ngatur jalannya balapan. Karena apa? Karena selama ini yang namanya MSMA (asosiasi pabrikan) itu kompak banget kayak pasukan elit, susah ditembus!

    Nah, tuntutan Liberty Media yang paling anyar ini bener-bener bikin dahi mengkerut:

    1. Pecah Kekuatan MSMA: Liberty ogah dengerin suara kolektif. Mereka pengennya negosiasi face-to-face sama masing-masing merk. Strateginya cerdik cakk… mereka “ngerayu” Honda dulu, terus Ducati dicolek, supaya yang lain kayak Yamaha atau KTM akhirnya kepojok sendiri. Kalau satu sudah tanda tangan, yang lain pasti rontok satu-satu.

    2. Kuasai Aliran Duit: Pabrikan sebenernya minta bagi hasil (revenue sharing) yang lebih gede buat modal riset. Tapi Liberty kabarnya lebih pelit soal ini. Mereka lebih milih duitnya dipake buat promosi jor-joran biar MotoGP makin viral di Amerika. Intinya: “Kalian balapan aja yang bener, urusan cuan dan promosi biar kami yang atur total!”

    3. Regulasi 2027 Tanpa Debat: Liberty pengen mesin 850cc dan sunat aero serta ride-height device segera diteken tanpa banyak protes. Tujuannya biar balapan lebih banyak aksi salip-salipan (hiburan), padahal buat pabrikan, ini artinya buang-buang duit buat riset dari nol lagi.

    Puncaknya pas di Jerez kemarin, cakk. Ada acara makan malam resmi tapi malah kayak “kuburan”. Yamaha, Aprilia, sama KTM kompak memboikot alias nggak dateng! Bayangin, acara sekelas itu tapi kursinya kosong melompong. Ini sinyal perang terbuka antara produsen motor lawan promotor.

    Tapi ya itu tadi cakk… Liberty Media bukan pemain baru. Mereka pinter banget mainin psikologi. Kabar terakhir, Honda malah konon sudah “manut” duluan. Kalau raksasa Jepang sudah luluh, otomatis posisi tawar Lin Jarvis (Yamaha) dkk jadi makin lemah.

    Last…Liberty Media pengen MotoGP itu jadi show bisnis murni kayak F1. Pabrikan nggak boleh terlalu banyak protes soal aturan teknis atau bisnis. Pokoknya ikut aturan main bos baru, atau ketinggalan kereta. Dunia politik emang kejam cakk, lebih kejam dari persaingan ban gundul di lap terakhir! Kita pantau terus perkembangannya, semoga aja ego masing-masing pihak nggak malah ngerusak kualitas balapan yang kita cintai ini. MotoGP 2027? Bakal panas luar dalem ini sih.. (IWB)

  • Motor Street Fighter Italia New Fantic Stealth 500…tantang Motor Jepang !!

    Motor Street Fighter Italia New Fantic Stealth 500…tantang Motor Jepang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Fantic Stealth 500! Motor bergaya streetfighter asal Italia makin agresif. Mungkin dari sampeyan nggak banyak yang tahu tapi merk ini. Nama Fantic masih agak asing di telinga kalau dibandingin sama Honda, Yamaha, atau Kawasaki. Tapi kalau sampeyan tanya ke orang Eropa atau pecinta off-road sejati, Fantic itu dianggap sebagai merek yang punya “jiwa” dan sejarah panjang. Nah kini mereka yang terbaru memperkenalkan street fighter berlabel new Fantic Stealth 500…!!

    Fantic selama ini kita kenal lewat seri Caballero yang klasik-klasik joss atau motor trail XEF yang garang. Tapi jangan salah, mereka ini juara dunia Moto2 tahun 2025 kemarin, cak!  Gelar juara dunia tim (Team World Championship) pada musim 2025 setelah para pembalapnya, Aron Canet dan Barry Baltus, secara konsisten mencatatkan 13 kali podium sepanjang musim . Mereka mengunci gelar juara dunia tim saat masih menyisakan satu balapan lagi di musim tersebut. Nah…Pengalaman di lintasan balap kelas dunia itu tumpah semua ke Stealth 500 ini. Emang apa kelebihan motor ini ??

    1. Bobot Enteng-nya Nggak Masuk Akal!

      IWB kaget pas baca speknya. Berat kendaraannya cuma 147 kg (tanpa bensin). Bayangkan cak, motor 500cc tapi beratnya hampir sama dengan motor 150cc-250cc di sini. Ini rahasia kenapa handling-nya disebut sangat tajam. Sekali tekuk, langsung nurut!

    2. Mesin Single Cylinder yang “Smoth”

      Jantung pacunya pakai mesin 463cc DOHC satu silinder (MM460). Powernya tembus 45 PS. Yang narik perhatian IWB, pistonnya dibuat lebih ringan 20 gram dari versi lawas. Efeknya? Getaran minim tapi nafas mesin sanggup teriak sampai 9.500 rpm! Njedut tapi halus, cak!

    3. Desain Italia: Agresif Bin Eksotis

      Namanya juga motor Italia, desainnya itu lho… nyeni tapi galak. Tanki bensin ditaruh di bawah jok buat ngejar Center of Gravity yang sempurna. Rangkanya pakai model trellis baja dikombinasikan dengan swingarm aluminium yang cakep bener.

    Spesifikasi Kunci Fantic Stealth 500 (2026 Model)

    Komponen Spesifikasi
    Mesin 463cc, Water Cooled, DOHC Single Cylinder
    Tenaga Maks 45 PS @ 8.000 rpm
    Torsi Maks 42,5 Nm @ 7.000 rpm
    Berat 147 kg (Dry)
    Tinggi Jok 810 mm
    Ban Pirelli Diablo Rosso IV
    Fitur 4 Riding Modes (Street, Rain, Track, Custom), Cornering ABS

    Fitur Melimpah, Harga “Premium”

    Nggak cuma modal tampang dan mesin, fiturnya juga up-to-date. Sudah pakai layar TFT 5 inci yang bisa konek ke smartphone dan ada 4 mode berkendara. Bahkan ada fitur Traction Control dan Cornering ABS yang biasanya cuma ada di motor kasta tinggi.

    Di Jepang, motor ini bakal dibanderol sekitar 1.265.000 Yen (sekitar 130 jutaan Rupiah kalau kurs langsung). Memang bukan buat kaum mendang-mending, tapi buat yang nyari eksklusivitas dan sensasi berkendara yang murni, Stealth 500 ini adalah ancaman nyata buat dominasi pabrikan Jepang di kelas menengah.

    Last….Fantic Stealth 500 ini ibarat “pembunuh senyap”. Dia datang dengan bobot super ringan dan teknologi Moto2. Kalau pabrikan Jepang nggak waspada, ceruk pasar enthusiast bisa dimakan sama motor ini. Gimana menurut sampeyan, cak? Kira-kira kalau motor ini masuk Indonesia dengan harga yang bersaing, apakah menarik dan bisa menggoda celengan sampeyan ? Monggo corat-coret di kolom komentar!…(iwb)

  • Gawattt !! Pangsa Pasar Astra Turun ke 49 Persen, Merek China BYD dan Jaecoo Makin Mengancam !!

    Gawattt !! Pangsa Pasar Astra Turun ke 49 Persen, Merek China BYD dan Jaecoo Makin Mengancam !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..ini benar-benar diluar dugaan. Lhaa piyee…Dominasi Grup Astra di pasar otomotif nasional mulai menghadapi tekanan serius. Beda dengan roda 2 yang tetap perkasa, nasib Astra roda 4 berbeda. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pangsa pasar Astra pada periode Januari–April 2026 turun menjadi 49 persen. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana pangsa pasar Astra sempat berada di kisaran 51 persen hingga 56 persen per bulan. Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan pasar nasional yang justru meningkat dua digit. Sementara itu, merek-merek asal China semakin agresif dan mulai menggerus dominasi pemain lama…!!!

    Sepanjang empat bulan pertama 2026, total penjualan mobil Astra tercatat sebanyak 143.365 unit. Sementara total pasar domestik mencapai 289.787 unit, atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun masih menjadi pemain terbesar di industri otomotif nasional, pertumbuhan penjualan Astra hanya sekitar 4 persen secara tahunan—jauh tertinggal dari pertumbuhan pasar nasional yang mencapai dua digit.

    Kontribusi Penjualan Astra (Januari–April 2026)

    Merek Penjualan (Unit)
    Toyota & Lexus 86.574
    Daihatsu 48.280
    Isuzu 8.250
    UD Trucks 261
    Total 143.365

    Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan Astra ditopang oleh kendaraan komersial dan model hybrid baru.

    “Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha konsumen,” ujar Windy dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

    Selain kendaraan niaga, kontribusi juga mulai datang dari model elektrifikasi.

    “Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan,” katanya.

    Di sisi lain, merek non-Astra mulai menunjukkan peningkatan agresivitas. Mitsubishi mencatat penjualan 35.367 unit sepanjang Januari–April 2026, sedangkan Suzuki mencapai 24.154 unit. Namun, tekanan paling besar justru datang dari merek asal China, terutama BYD dan Denza. Penjualan gabungan keduanya mencapai 19.247 unit hanya dalam empat bulan pertama tahun ini.

    Merek Non-Astra Penjualan (Jan–Apr 2026)
    Mitsubishi 35.367
    Suzuki 24.154
    BYD + Denza 19.247
    Jaecoo 11.284
    Hyundai 6.308
    Wuling 5.178
    Chery 4.348

    Jaecoo juga menunjukkan performa signifikan dengan mencatat total penjualan 11.284 unit secara wholesales pada periode yang sama—bahkan melampaui penjualan Hyundai (6.308 unit), Wuling (5.178 unit), serta Chery (4.348 unit).

    Selain meningkatnya persaingan dari merek non-Astra, pasar otomotif juga mulai mengalami perubahan tren. Konsumen kini cenderung melirik kendaraan elektrifikasi dan model dengan fitur lebih lengkap. Hal ini terlihat dari penurunan penjualan low cost green car (LCGC). Total penjualan LCGC nasional pada Januari–April 2026 hanya mencapai 37.823 unit, turun 22,9 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 49.068 unit. Meskipun demikian, Astra masih mendominasi segmen LCGC dengan pangsa pasar 75 persen sepanjang awal 2026.

    Last…Penurunan pangsa pasar Astra menjadi 49 persen adalah sinyal bahwa dominasi tunggal Grup Astra mulai terkikis. Merek-merek China seperti BYD, Denza, dan Jaecoo tumbuh dengan sangat cepat, menawarkan kendaraan elektrifikasi dengan fitur lengkap dan harga kompetitif. Sementara itu, tren pergeseran dari LCGC ke kendaraan listrik/hybrid juga menjadi tantangan tersendiri. Jika Astra tidak segera beradaptasi dengan cepat, bukan tidak mungkin pangsa pasarnya akan terus tergerus dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaan besarnya: Bisakah Astra mempertahankan posisinya sebagai raja otomotif roda 4 Indonesia, atau akankah merek China yang akan menguasai jalanan di masa depan? piye cak menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Dominasi AHM Tak Terbendung…Penjualan April 2026 Honda Tembus 394.000 Unit!

    Dominasi AHM Tak Terbendung…Penjualan April 2026 Honda Tembus 394.000 Unit!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..luarrr biasa memang pasar tanah air. Ibarat balapan, Honda ini kayak sudah dapet holeshot terus melesat sendirian di depan meninggalkan lawan-lawannya di belakang dengan jarak yang cukup jauh. Berdasarkan data yang IWB endus, penjualan Honda di bulan April kemarin sukses menembus angka 394.000 unit. Yup…AHM panen cak, horaaa umum !!!

    PT Astra Honda Motor (AHM) mencatatkan hasil positif pada penjualan motor domestik di bulan April 2026. Sebanyak 394.000 unit sepeda motor Honda berhasil didistribusikan ke konsumen di seluruh Indonesia cak. Secara nasional, total penjualan sepeda motor domestik pada April 2026 mencapai 520.972 unit berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

    Angka ini meningkat sekitar 16 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 448.974 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (April 2025: 406.691 unit), terjadi peningkatan sekitar 28 persen secara tahunan (year-on-year).

    Dari total penjualan nasional tersebut, Honda menyumbang 394.000 unit. Artinya, pangsa pasar (market share) Honda mencapai sekitar 75,6 persen—sebuah angka yang menunjukkan dominasi absolut di pasar roda dua Indonesia.

    Grafik Penjualan

    Periode Penjualan Nasional Penjualan Honda Pangsa Pasar Honda
    April 2026 520.972 394.000 75,6%
    Maret 2026 448.974 (data tidak tersedia)
    April 2025 406.691 (data tidak tersedia)

    Capaian Honda di April 2026 ini sekaligus mencerminkan pemulihan pasar sepeda motor nasional. Pada bulan-bulan sebelumnya, industri sempat mengalami pelemahan. Namun, momentum Lebaran yang diikuti dengan normalisasi aktivitas kerja terbukti mampu mendorong lonjakan distribusi.

    Target AHM untuk menembus 400.000 unit dalam waktu dekat bukanlah hal mustahil. Jika tren positif ini berlanjut, bulan Mei atau Juni 2026 bisa menjadi saksi rekor baru penjualan Honda.

    Last…dengan pangsa pasar 75,6 persen, Honda masih menjadi “raja” tak terbantahkan di jalanan Indonesia cak. Kompetitor seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki harus berbagi sisa 25 persen pasar yang ada. Namun, tantangan ke depan tetap ada: perubahan daya beli masyarakat, fluktuasi harga BBM, serta persaingan dari merek motor listrik China yang mulai meramaikan pasar. So…Apakah Honda bisa mempertahankan dominasi ini di tengah gempuran motor listrik? Kita lihat saja pergerakan pasar di bulan-bulan berikutnya. Yang jelas, angka 394.000 unit di April 2026 adalah bukti bahwa permintaan sepeda motor di Indonesia masih sangat tinggi. Piye menurut sampeyan cak…kenapa motor Honda makin ngacirrrr seperti VTEC ?? monggo berikan opininya…(iwb)

  • Marco Melandri sebut Marc Marquez dalam Keraguan Luar biasa…waduhh !!!

    Marco Melandri sebut Marc Marquez dalam Keraguan Luar biasa…waduhh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Selain sibuk jadi komentator, beberapa bulan terakhir kita juga sering melihat Marco Melandri jadi pundit bareng Davide Valsecchi di acara baru mereka, Chiacchiere da Box. Di sini mereka bedah tuntas berita dunia roda dua dan roda empat. Dan yang terbaru cak…Melandri bercerita soal musim MotoGP 2026. Menurutnya, Aprilia sekarang lagi punya “darah” lebih, sementara Ducati lagi pusing karena kehilangan Marc Marquez yang baru saja naik meja operasi setelah crash di Le Mans sabtu kemarin. Menurutnya lagi….Marco Melandri sebut Marc Marquez dalam Keraguan Luar biasa…waduhh !!!

    Berikut interview GPone dengan Marco yang menyoroti beberapa poin penting di Motogp 2026….

    Soal Kondisi Marc Marquez: “Sejak dia balik bulan Februari lalu, dia bukan lagi pembalap yang sama seperti tahun kemarin. Gerakannya lebih tertahan, nggak natural. Menurutku, dia cuma mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau dia baik-baik saja, padahal nggak. Saraf itu bukan tulang; nggak bisa cuma dipasang baut terus beres. Kalau saraf rusak, risikonya nggak akan pernah sembuh total. Makanya, dia nggak bisa nunggu jeda musim panas lagi, harus operasi sekarang juga!”

    Gimana Prospek Marc ke Depan? “Dia lagi di persimpangan jalan: antara balik ke performa tahun lalu, atau kalau nggak, menurutku dia sudah habis (selesai). Aku lihat dia capek, energinya habis. Di Ducati dia juga dibebani banyak acara promosi, itu sangat menguras tenaga. Yang bikin aku heran, dia sudah nggak pernah senyum lagi di pit, padahal tahun lalu tiap kena kamera dia selalu tersenyum”

    Apa Sekarang Aprilia Motor yang Harus Dikalahkan? “Iya, karena aku nggak lihat ada celah lemahnya. Dulu mereka payah di sirkuit dengan tikungan patah (slow corner), tapi sekarang sudah nggak. Menurutku, Jorge Martin sudah menaikkan standar lebih tinggi, dia lagi kencang-kencangnya sepanjang hidupnya. Bezzecchi juga kuat, tapi Martin punya ‘sesuatu’ yang lebih sekarang. Dia punya rasa percaya diri yang gila.”

    Soal Strategi Ducati yang Kehilangan Banyak Pembalap Muda: “Dall’Igna bertaruh besar buat Marc, tapi di sisi lain Ducati kehilangan banyak pembalap kuat. Sekarang, di atas kertas, cuma Marquez yang benar-benar bisa tarung buat gelar juara dunia—selama hitungan poinnya masih memungkinkan. Tapi di saat yang sama, Aprilia sepertinya sudah memegang kendali kejuaraan. Diggia memang punya pace, tapi itu nggak cukup buat mukul Aprilia; butuh sesuatu yang lebih besar.”

    Soal Bagnaia di Le Mans: “Positifnya, aku lihat Bagnaia sudah kencang lagi. Di Le Mans kemarin menurutku dia cuma terlalu memaksakan diri. Kalau lihat tayangan ulangnya, sebelum lowside, motornya sudah goyang beberapa kali di bagian depan. Tapi yang penting dia pulang dengan mentalitas kalau dia masih kencang. Buat pembalap, itu fundamental banget setelah setahun setengah yang sulit.”

    Apakah Juara Dunia Bakal Jadi Duel Internal Aprilia (Martin vs Bezzecchi)? “Iya, karena Martin sudah kencang dari beberapa bulan lalu padahal sempat lama nggak balapan. Mentalnya tahu kalau dia bisa berkembang. Sedangkan Bezzecchi, karena dia sudah sering menang dan mendominasi, lebih susah buat melangkah lebih jauh lagi. Martin sekarang punya kepercayaan diri yang luar biasa. Start-nya juga gila, kayak roket! Kalau orang lain yang start kayak gitu, pasti sudah jadi omongan di mana-mana.”…tutupnya…(iwb)