Author: Iwanbanaran

  • Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan “Cathedral of Speed”, trek ini terkenal dengan karakteristiknya yang cepat dan mengalir sebuah tantangan yang sangat dinantikan oleh pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini. Pertanyannya…gimana potensi Veda di Assen Moto3 ? ini dia cak analisanya…

    Penampilan Veda di Sirkuit Brno, Ceko, pekan lalu menjadi bukti nyata ketangguhannya. Meskipun terkena penalti turun 12 grid yang membuatnya start dari urutan ke-20, ia langsung tancap gas dan berhasil menembus posisi 11 di lap pertama cak. Bukan cuma itu, Veda juga mencatatkan rekor lap tercepat dengan waktu 2 menit 4,524 detik, yang menjadi bukti kecepatan murninya di atas motor Honda NSF250RW . Ia bahkan sempat bersaing di grup depan dan berhasil menyalip beberapa pembalap KTM, termasuk Alvaro Carpe di lap terakhir. Hasil ini membawanya finis di posisi kelima, hanya tertinggal 0,9 detik dari pemenang balapan . Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, pun memuji perjuangan Veda dan berharap ia bisa melanjutkan tren positif ini .

    Karakter Sirkuit Assen yang cepat dan mengalir membuat adaptasi menjadi kunci utama. Veda sendiri mengaku sangat antusias menghadapi tantangan ini .

    “Sekarang kami berada di Assen… Sirkuitnya terlihat sangat menarik karena cepat dan mengalir, jadi saya pikir ini akan menjadi tantangan yang bagus.” ujar Veda .

    Musim ini, Veda telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia sudah mengoleksi 82 poin dan berada di peringkat keenam klasemen, hanya terpaut 4 poin dari posisi lima besar.  Dua podium (Brasil dan Prancis) serta hasil konsisten di lima besar menjadi bukti bahwa ia bukan lagi “pendatang baru” yang mudah terkejut. Tantangan terbesar Veda di Assen tetap sama: melawan dominasi motor KTM. Di Brno, ia adalah satu-satunya pembalap Honda yang mampu bersaing dengan lima pembalap KTM di grup depan.  Meskipun motor Honda masih tertinggal dalam hal kecepatan puncak, Veda mampu mengkompensasinya dengan kemampuan late braking dan konsistensi di tikungan…

    Aspek Catatan
    Posisi Klasemen Peringkat 6 (82 poin) 
    Poin dari Posisi 5 Terpaut 4 poin dari Marco Morelli (77 poin) 
    Klasemen Rookie Peringkat 2 (di bawah Brian Uriarte) 
    Target Minimal Finis di posisi 10 besar untuk menambah poin
    Target Maksimal Podium (jika kualifikasi lancar dan start di barisan depan)

    Bagi sebagian pembalap rookie, sirkuit Eropa sering kali menyulitkan karena mereka harus menghafal racing line dari nol. Beruntung bagi Veda, TT Circuit Assen bukan trek yang asing.

    Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:

    • Race 1: Finis di posisi ke-4

    • Race 2: Finis di posisi ke-7

    Pengalaman berharga dua tahun lalu ini membuat Veda sudah memiliki pemahaman mendasar (baseline data) mengenai titik pengereman, perubahan arah, dan karakter grip sirkuit. Sirkuit Assen dijuluki sebagai “The Cathedral of Speed”. Trek sepanjang 4,54 km ini memiliki 18 tikungan (12 kanan, 6 kiri) dengan lintasan lurus terpendek (hanya 487 meter).

    • Karakter Trek (Fast and Flowing): Assen menuntut kecepatan mengalir yang konstan. Perubahan arah motor terjadi sangat cepat (khususnya di sektor akhir sebelum chicane menuju garis finis). Pembalap tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun saat transisi menikung karena taruhannya adalah kehilangan momentum kecepatan.

    • Tantangan Motor Honda NSF250RW: Salah satu tantangan terbesar Veda pekan ini adalah adaptasi gaya balap untuk memaksimalkan motor Hondanya. Motor Moto3 Honda musim ini dikenal butuh presisi tinggi saat masuk tikungan (corner entry) agar bisa mengimbangi akselerasi motor KTM yang dominan di tikungan patah. Karena Assen mengutamakan cornering speed, Veda dituntut bermain sangat halus dan presisi.

    Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini:

    1. Hindari Penalti Sanksi: Dalam beberapa seri terakhir, Veda sempat terkena pinalti karena dinilai melakukan pelanggaran saat sesi latihan atau kualifikasi (seperti berkendara terlalu lambat di jalur balap/riding slowly). Di Moto3, memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti sangat menguras fisik dan berisiko tinggi terlibat kecelakaan di lap-lap awal.

    2. Mengejar Barisan Depan saat Kualifikasi (Q2): Veda harus bisa mengamankan posisi start minimal di dua baris terdepan (posisi 1–6). Karakter Assen yang mengalir membuat rombongan depan biasanya langsung melesat dan memisahkan diri dengan cepat. Jika Veda bisa start di depan, peluangnya untuk slipstream (memanfaatkan pusaran angin pembalap di depan) demi mengamankan podium ketiga kalinya musim ini (setelah GP Brasil dan GP Prancis) akan sangat terbuka.

    Last…Jika Veda mampu menjaga kedisiplinan sejak sesi latihan bebas ($FP$) hari Jumat hingga kualifikasi hari Sabtu tanpa terkena penalti, Veda Ega Pratama sangat berpotensi finis di posisi 5 besar, bahkan kembali bertarung memperebutkan podium ke-3. Karakter sirkuit Assen yang mengalir sangat cocok dengan talenta alaminya yang agresif namun rapi dalam menjaga momentum speed. Balapan utama (Race 20 Laps) akan berlangsung hari Minggu, 28 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Mari kita kawal terus perjuangan rider masa depan Indonesia ini! Goooo Vedaaa !! (iwb)

  • Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia balap MotoGP akan memasuki era baru pada tahun 2028. Dalam konferensi pers khusus yang digelar di sirkuit Assen, Kamis (25/6/2026), MotoGP mengumumkan bahwa Yamaha akan menjadi pemasok tunggal untuk kelas Moto3 mulai musim 2028. Keputusan ini mengakhiri era persaingan antara pabrikan KTM dan Honda yang telah berlangsung sejak kelas Moto3 diperkenalkan pada 2012, menggantikan kelas 125cc 2-tak. Wowwww…ini mengejutkan cakkk !!

    Sebuah gebrakan besar resmi diumumkan dari paddock MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Mulai musim 2028, Moto3 akan meninggalkan era kompetisi terbuka antar-pabrikan dan resmi bertransformasi menjadi balapan satu merek (one-make class) dengan menunjuk Yamaha sebagai pemasok tunggal eksklusif.

    Langkah revolusioner ini menandai berakhirnya era mesin 250cc satu silinder yang telah berjalan sejak 2012 (menggantikan kelas 125cc 2-tak). Kontrak awal antara Dorna Sports dan pabrikan berlogo garpu tala ini disepakati untuk durasi enam tahun, yakni dari musim 2028 hingga 2033.

    Lompatan Performa: Berbasis Mesin Yamaha R7

    Meskipun motor prototipe aslinya baru akan diuji coba pada September atau Oktober tahun ini, bocoran spesifikasi teknis utamanya sudah resmi diungkap ke publik.

    Alih-alih mengembangkan mesin prototipe murni dari nol yang berbiaya selangit, paket motor baru Moto3 ini akan menggendong basis jantung pacu yang sudah sangat dikenal di pasar komersial cak, namun dengan rombakan ekstrem. Apa saja perbedaan dan persamaan R7 versi Moto3 ??

    • Mesin: Berbasis mesin Yamaha R7 (CP2) yang dimodifikasi secara masif (highly modified).

    • Sasis: Menggunakan sasis prototipe murni (prototype chassis).

    • Tenaga: Mampu memuntahkan daya hingga 90 horsepower.

    • Bobot: Target berat total kendaraan hanya 120 kg.

    Dengan figur performa tersebut, motor baru ini diproyeksikan memiliki catatan waktu dan performa keseluruhan yang lebih superior dibanding motor Moto3 spek kompetisi saat ini. Langkah ini juga otomatis memperkecil gap atau jarak performa antara kelas Moto3 dan Moto2 (yang saat ini bermesin tunggal Triumph 765cc). Terus apa alasannya ganti mesin R7 ??

    Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa perubahan regulasi ini didorong oleh aspek keselamatan, kesetaraan mekanis bagi para pembalap, serta efisiensi finansial.

    Jadi cak…Saat ini, persaingan ketat antara KTM (bersama grupnya seperti GasGas, Husqvarna, CFMOTO) vs Honda di kelas Moto3 kerap membuat ongkos riset membengkak. Meskipun Dorna sudah menerapkan batasan harga (price cap) pada mesin dan girboks, pabrikan sering kali rela merugi demi mengejar kemenangan demi gengsi brand.

    “Target utama kami dengan regulasi baru ini adalah memangkas biaya operasional Moto3 hingga 50 persen dari pengeluaran saat ini. Hal ini dilakukan tidak hanya dengan keterlibatan langsung dari tim-tim, tetapi juga dengan banyak masukan dari mereka. Dan kemudian memahami bahwa saat ini Moto2 dan Moto3 hadir bukan hanya sebagai satu produk balapan yang fantastis di lintasan untuk kita semua, tetapi kedua kelas ini juga berfungsi untuk mengembangkan talenta dan jalur pembinaan menuju MotoGP. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dalam lingkungan dengan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk mewujudkan hal itu adalah dengan pemasok tunggal.

    “Pengalaman membuktikan bahwa ketika ada ketegangan kompetitif antar-pabrikan dan tidak peduli seberapa besar skalanya, apakah itu pabrikan terbesar di dunia atau pabrikan sasis yang lebih kecil biayanya akan terus melonjak. Dan itulah mengapa keputusan ini sudah sangat jelas bagi kami sejak awal. Motor baru ini akan lebih cepat daripada motor yang sekarang, kita harapkan ini akan mengurai barisan rapat yang biasa terjadi akibat efek slipstream saat ini, sehingga menciptakan balapan yang lebih aman. Targetnya adalah motor baru ini akan lebih cepat daripada motor Moto3 saat ini, yang mana dalam taraf tertentu bisa dibilang menjadi kurang aman.

    “Namun saya rasa apa yang jelas adalah dinamika balapan di Moto3 saat ini, di mana efek slipstream menjadi sangat, sangat, sangat krusial. Berdasarkan studi yang telah kami lakukan, hal tersebut seharusnya bisa berkurang secara signifikan. Di MotoGP, area run-off (pembatas lintasan) bukanlah masalah utamanya, melainkan kecelakaan yang melibatkan banyak pembalap sekaligus yang sayangnya sering menjadi masalah. Langkah ini seharusnya bisa membantu mengatasi hal tersebut sampai batas tertentu. Itulah mengapa kami merasa yakin bahwa ini adalah langkah ke arah yang benar….ungkap Ezpeleta.

    Dengan motor yang sepenuhnya seragam, persaingan murni akan bertumpu pada talenta dan kemampuan adaptasi para pembalap muda di atas lintasan, sekaligus memberikan jembatan karier yang lebih linier menuju Moto2 dan MotoGP. Waah berarti Moto3 jadi terkesan Yamaha Cup race dong ??

    Logis cak pikiran tersebut. Namun Kekhawatiran bahwa kelas junior ini akan kehilangan identitas dan hanya menjadi ajang kejuaraan internal Yamaha langsung ditepis oleh Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio. Pavesio menegaskan bahwa status Yamaha sebagai pemasok tunggal tidak akan menutup pintu bagi pabrikan lain untuk tetap eksis. Skemanya akan meniru apa yang terjadi di Moto2 saat ini: meskipun mesin seragam dipasok oleh Triumph, pabrikan lain seperti KTM, Honda, atau bahkan brand kosmetik dan otomotif lainnya tetap bisa hadir sebagai sponsor utama, menyokong tim, ataupun menjalankan program pembinaan pembalap muda mereka sendiri di grid Moto3. Yahh emang sih ujung-ujungnya sami mawon hehehe. Terus apa saja yang dilakukan Yamaha untuk membuatnya berbeda dari R7 dipasaran ??

    ” Ini bukanlah motor produksi massal yang dimodifikasi (spin-off). Mesinnya memang mesin produksi massal yang akan dimodifikasi secara masif. Kami memangkas bobotnya secara besar-besaran menggunakan banyak material magnesium. Kami akan menaikkan tenaganya, dan kami akan menyematkan girboks balap murni (complete racing gearbox). Jadi, mesin adalah satu-satunya bagian produksi massal pada motor ini. Semua bagian sisanya adalah prototipe murni. Mulai dari rangka, swingarm (lengan ayun), hingga keseluruhan sasis roda (rolling chassis), semuanya ditargetkan untuk menjadi sebuah mesin balap prototipe seutuhnya. Motor ini bisa dibilang menjadi sarana pelatihan bagi para insinyur muda yang akan bekerja di Moto3 untuk berkembang, begitu juga bagi para pembalap untuk tumbuh. Ini akan menjadi langkah awal yang alami menuju Moto2 dan MotoGP, termasuk secara teknis.”…tegas Pavesio. So…selamat buat Yamaha yang terpilih dan sanggup menyokong penuh project Moto3 dengan R7 cak…kayaknya makin seru cak…(iwb)

  • Mega gallery New Vario EVO 160 2027….desainer Honda makin pintar !!

    Mega gallery New Vario EVO 160 2027….desainer Honda makin pintar !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….seperti yang sampeyan semua tahu New Honda Vario Evo 160 model 2026 telah lahir dengan embel-embel EVO. Walau Core desain sama jujur AHM sukses membuat auranya jauh lebih racy dan agresif. Disebut Evolusi, new Vario Evo ini sukses IWB jepret dari berbagai angle agar sampeyan mendapatkan gambaran. Nahh seperti apa detilnya ? intip saja Mega gallery New Vario EVO 160 2027….desainer Honda memang pintar !!

    Desain: Wajah Baru Berkonsep Double Layer, Agresif Pol!

    Selama ini desainer jago selalu dalam benak kita ki cak…Yamaha atau Kawasaki. Namun harus kita akui desainer Honda makin kesini makin pintar dalam memahami keinginan kita para biker Indonesia khususnya Asia Tenggara. Yup…kita suka model agresif dan ini bekerja dengan baik pada new facelift Vario. Kalau sampeyan melihat area muka Vario EVO, lekukan bodi depannya kini mengadopsi konsep double layer. Garis desainnya ditarik lebih tajam, memberikan efek visual tiga dimensi yang padat dan aerodinamis. Tatapan lampunya makin intimidatif cak..

    Tapi tunggu dulu. IWB coba melipir ke area kaki-kaki bawah. Nah, di sektor ini ternyata AHM masih mempertahankan sasis roda lama. Desain velg palang melengkung khas Vario 160 generasi sebelumnya serta balutan ban tubeless lebar masih setia menemani. Jadi praktis, ubahan radikal memang difokuskan pada area aesthetic bodi bagian atas. Yahh nggak masalah sih toh shape velg udah ganteng. Yang asyik revisi nggak hanya diarea muka sebab side body buritan juga sama…feel 3D lebih bertekuk membuatnya makin garang. …

    Dapur Pacu: Mesin eSP+ Racikan Baru, Torsi Makin Jengat!

    Bagaimana dengan mesinnya? Masih mengandalkan jantung mekanis 156,9 cc (dibulatkan 160cc) 4-katup eSP+ berpendingin cairan dengan kompresi padat 12:1. Tapi, jangan salah cak karena insinyur Honda memberikan sentuhan mapping baru yang membuat putaran menengahnya makin responsif.

    Di atas kertas, tenaganya kini tembus 11,3 kW (15,4 PS) pada 8.500 rpm, dan yang bikin ngiler adalah torsi puncaknya terkoreksi naik menjadi 14,0 Nm pada 6.500 rpm dari sebelumnya 13,6NM. Feelnya….Juozzz gandozzz! Tarikan makin ngacir. Jadi kombinasi overbore yang terkenal kuat pada top speed dengan torsi bawah yang makin njengat. Untuk urusan performa, klaim internal pabrikan mencatatkan angka yang cukup menjanjikan cak :

    • Akselerasi 0–200 meter: Tembus 11,9 detik saja!

    • Top Speed: Mentok di angka 109 km/jam (GPS)

    • Konsumsi BBM: Tetap efisien dan ramah kantong di kisaran 46,7 hingga 46,9 km/liter.

    Sasis: Tetap Setia dengan Rangka eSAF

    Nahhh…Ini dia pertanyaan yang paling banyak mampir ke meja redaksi IWB. “Cak, sasisnya gimana? Berubah nggak?”

    Oke, catat brosis. Untuk sektor sasis, Honda Vario Evo 160 ini dipastikan masih setia menggunakan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) tipe underbone. AHM bergeming dan tetap mempertahankan sasis ini karena bobotnya yang ringan dan fleksibel, terbukti ampuh membuat handling motor makin lincah dan nurut diajak meliuk-liuk di padatnya jalanan kota. Suspensi depan masih teleskopik, ditemani suspensi tunggal di belakang.

    Fitur: Selamat Tinggal Adaptor Lighter!

    Penyegaran juga menyasar sisi fungsionalitas harian. Yang paling IWB acungi jempol adalah hadirnya USB Type-C Charger di dalam konsol box. Nah, ini baru jos! Sampeyan nggak perlu lagi repot-repot beli colokan adaptor tambahan buat ngecas smartphone.

    Selebihnya, fitur-fitur canggih bawaan Vario 160 masih nemplok dengan sempurna:

    • Honda Smart Key System (Keyless dengan answer back & alarm).

    • Pop Up Center Hook (Gantungan barang tengah yang bisa dilipat rapi).

    • Lampu full LED di sekujur tubuh, bagasi luas berkapasitas 18 liter, serta tangki bensin 5,5 liter. Sayang seribu sayang, panel instrumen digitalnya belum mendukung konektivitas smartphone (Y-Connect atau sejenisnya).

    AHM menelurkan total 8 pilihan warna yang dibagi ke dalam 3 varian. Dan jujur, pandangan mata IWB langsung tertuju pada warna Nitro Glossy Grey Lime di varian CBS Nitro. Kombinasi abu-abu abu dengan aksen hijau stabilo (lime) ini bener-bener berani, mencolok, dan anak muda banget! Sementara untuk varian tertinggi (ABS), kini ada warna eksklusif Ultimate Matte Purple yang elegan pol. Berikut jajaran varian beserta harga On The Road (OTR) wilayah DKI Jakarta:

    Varian Pilihan Warna Harga OTR Jakarta
    Vario Evo 160 CBS Glossy Blue Lime, Glossy White Red Rp 28.525.000
    Vario Evo 160 CBS Nitro Nitro Matte Black Red, Nitro Glossy Grey Lime Rp 28.775.000
    Vario Evo 160 ABS Ultimate Matte Black, Ultimate Matte White, Ultimate Matte Red, Ultimate Matte Purple Rp 31.406.000

    Last….Dengan tampang baru yang makin galak, torsi yang lebih padat, dan varian warna yang makin segar, New Honda Vario Evo 160 jelas siap mengacaukan peta persaingan skutik 160cc tanah air. AHM sendiri pede karena Vario sejak dirilis di 2006 sudah terjual hingga 18 juta unit. Dan khusus untuk V150/160 terjual hingga 4,5 juta unit motor. Ediann njaran tenan…dodolan motor koyok dodolan permen, banyakk benerrrr. So…Vario EVO 160 ?? Piye menurut sampeyan cak, celengan wis siap bedah belum? Monggo berikan opininya di kolom komentar…gazzz !! (iwb)

    Honda Vario EVO 160 tipe CBS std

    Rp 28.525.000 otr Jakarta

    Honda Vario Evo 160 2026 CBS Nitro

    Rp 28.775.000 OTR Jakarta

    Honda Vario Evo 160 2026 ABS

    Rp 31.406.000 OTR Jakarta

  • MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Era baru MotoGP sudah mulai mengetuk pintu, dan kali ini sirkuit Brno di Ceko saksinya! Di kala sampeyan lagi asyik nyruput kopi, para pembalap utama MotoGP baru saja menyelesaikan sesi tes privat leg pertama yang super krusial. Betul cak, mereka resmi mencicipi mesin anyar 850cc berbalut ban Pirelli yang bakal menjadi regulasi wajib di musim 2027 mendatang. Dan hasilnya? Weladalah, Marc crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Sesi tes di Brno kemarin bener-bener diselimuti aura misteri. Maklum cak, tidak ada media yang boleh meliput secara langsung dan live timing resmi dari Dorna pun absen. Walhasil, para tim di pit lane terpaksa sibuk pencet stopwatch manual demi mengintip kekuatan lawan.

    Nah, dari data kasak-kusuk stopwatch tersebut, motor prototipe 850cc milik Aprilia dilaporkan sukses bertengger di posisi paling atas! Duo rider Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez (meski Raul sempat didera radang usus buntu sepanjang akhir pekan), dikabarkan berhasil mencetak waktu terbaik di kisaran 1 menit 54.0 detik.

    Jengat tenan cak, kalau dipikir-pikir, catatan waktu 1m 54.0s itu cuma terpaut sekitar 0,9 detik saja dari rekor lap tercepat saat balapan hari Minggu kemarin yang dicetak oleh Fabio Di Giannantonio (1m 53.122s) yang masih menggunakan motor 1000cc penuh perangkat aero dan ride-height device. Padahal, motor 850cc ini tenaganya dipangkas, piranti elektronik dikurangi, perangkat ride-height dilarang, plus sayap-sayap aerodinamisnya dipreteli habis-habisan. Ini membuktikan kalau ban baru dari Pirelli punya daya cengkeram yang ciamik, cak!

    Namun nasib apes justru menimpa sang mega bintang, Marc Marquez. Bersama Ducati, Marc yang turun memeras keringat untuk mengembangkan prototipe 850cc ini harus mengalami minor crash alias ndlosor ringan di tengah sesi simulasi. Untungnya, Marc dilaporkan langsung bangkit berdiri tanpa cedera apa pun dan bisa melanjutkan agenda tes. Sesi ini memang memaksa pembalap mengeksplorasi limit ban depan Pirelli yang karakternya beda total dengan Michelin, jadi kalau ada yang ndlosor ya wajar cak, jenenge ae nyari limit!

    Bukan cuma Ducati dan Aprilia yang sibuk, pabrikan lain juga totalitas. KTM menurunkan Pedro Acosta demi mendapatkan benchmark terbaik, meskipun Acosta santer digosipkan bakal pindah haluan musim depan. Pit Beirer sendiri menegaskan, “Pedro adalah pembalap tercepat kami, kami butuh feedback terbaiknya.” Sementara di kubu Yamaha, yang paling bikin heboh adalah kembalinya Toprak Razgatlioglu ke atas motor prototipe Yamaha yang sudah mengusung konfigurasi mesin V4 850cc! Toprak bangkit cak. Toprak torehkan lap time 1m 54.2 atau lebih kencang dari Acosta ??

    Pirelli sendiri dilaporkan membawa total 400 ban ke Brno dengan berbagai spek compound (3 spek ban belakang soft, 2 medium, serta varian hard untuk depan). Sayang, karena cuaca Brno yang super panas membakar aspal, ban spek wet dan intermediate sama sekali tidak tersentuh.

    Last… tes Brno ini baru awalan dari revolusi panjang MotoGP. Masih ada dua sesi tes resmi lagi bersama pembalap reguler sepanjang musim 2026 ini sebelum kita benar-benar melihat full grid motor 850cc pada tes pramusim resmi 1 Desember nanti di Valencia. Pertanyaannya, apakah Aprilia bakal konsisten memimpin peta persaingan regulasi baru ini, atau Ducati sengaja masih menyimpan kekuatan aslinya? Kita pantau terus cak! Piye menurut sampeyan? (iwb)

    Posisi Pebalap Pabrikan / Motor Catatan Waktu
    1 Marco Bezzecchi Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    2 Raul Fernandez Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    3 Fermin Aldeguer Ducati GP27 850cc 1:54,0
    4 Toprak Razgatlioglu Yamaha V4 850cc 1:54,2
    5 Pedro Acosta KTM RC16 850cc 1:54,3
    6 Marc Marquez Ducati GP27 850cc 1:54,4

  • Breaking !! Honda New Vario EVO 160 Terbaru 2027 resmi rilis…sangarrr !!

    Breaking !! Honda New Vario EVO 160 Terbaru 2027 resmi rilis…sangarrr !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….PT Astra Honda Motor (AHM) dino iki resmi nggawe geger jagad otomotif tanah air. Bertempat di Cikarang, Rabu (24 Juni 2026), pabrikan sayap mengepak secara mengejutkan resmi merilis generasi terbaru skutik andalan mereka yang diberi label New Honda Vario Evo 160! Asli cak, embel-embel nama “Evo” alias Evolution bukan hanya pemanis, melainkan tanda ada perombakan yang bikin sosoknya makin cakep. Yukkk kita bedah…

    Sampeyan intip wae mukanya, cak. Vice President PT AHM, Pak Thomas Wijaya, blak-blakan nyebut kalau nama “Evo” ini diambil dari kata Evolution, yang menggambarkan perubahan besar pada sisi desain. Dan bener wae cak! Perubahan paling mencolok dan paling bikin IWB senyum dalah area bodi bagian depan. Cocok klop tenan. Mukanya kini terlihat jauh lebih agresif, rona wajahnya makin galak, dengan garis-garis desain yang ditarik lebih tajam dan sporty. Desain lampu depan depannya iki lho cak… bener-bener gahar dan memberikan aura high performance yang kental banget!

    President Director PT AHM yang baru, Yuichi Shimizu, juga menegaskan kalau New Honda Vario Evo 160 ini diluncurkan demi memenuhi tingginya permintaan masyarakat Indonesia terhadap skutik premium yang bertenaga namun tetap fungsional. “Generasi terbaru ini kami perkenalkan dengan nama New Honda Vario Evo 160. Didukung performa tinggi serta beragam fitur dan teknologi yang melimpah,” ujare meneer Shimizu.

    Lalu piye dengan sektor dapur pacu? Nah, iki sing menarik cak. Secara basis mekanis, AHM rupanya masih sangat percaya diri dengan mesin generasi terbaru berkapasitas 160cc 4 katup eSP+ dengan pendingin cairan. Mesin yang sama dengan yang digendong PCX160 dan ADV160 ini terbukti sangat minim gesekan. Di atas kertas, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimal hingga 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi puncak yang njengat mencapai 13,8 Nm pada 7.000 rpm. Karakter mesin eSP+ 4 katup ini pancen legendaris cak, tarikan bawahnya responsif, tapi putaran atasnya ngisi terus ora ono enteke!

    Urusan fitur, New Honda Vario Evo 160 dipastikan tetep melimpah cak. Mulai dari sasis eSAF yang lincah, panel meter full digital, fitur fungsional USB Charger Type A di console box sing praktis tanpa perlu adaptor, hingga Honda Smart Key System sing aman dari incaran maling. Untuk pengereman, AHM menyediakan opsi tipe CBS dan juga tipe tertinggi yang sudah dibekali peranti keselamatan Anti-lock Braking System (ABS) plus rem cakram belakang (rear disc brake)…

    Nah, saiki piro regane? Iki sing paling ditunggu-tunggu. AHM membanderol New Honda Vario Evo 160 dengan harga yang tergolong masih sangat rasional dan kompetitif banget di kelasnya, cak.

    • Harga mulai dari Rp 28,5 Juta untuk varian termurah/standar.

    • Hingga Rp 31,4 Juta untuk varian tertinggi (OTR Jakarta).

    Pancen joss tenan langkah AHM kali ini cak. Di saat pasar skutik 150-160cc makin panas, mereka langsung menyodorkan New Vario Evo 160 dengan tampang depan yang agresifnya melompat jauh dibanding generasi sebelumnya. Piye menurut sampeyan, cak? New Honda Vario Evo 160 iki ganteng pol opo ganteng banget? Monggo berikan komentarmu di kolom komentar bawah iki, cak. New Vario Evo 160? Celengan ambrollll tenan iki rek!! (IWB)

    Screenshot
  • Breaking !! Skutik Yamaha RS Neo 2026 brojol….wahh Buntut R DNA ??

    Breaking !! Skutik Yamaha RS Neo 2026 brojol….wahh Buntut R DNA ??

    Iwanbanaran.com – Menggeliat cakkk! Lagi-lagi sebuah kejutan datang dari negeri seberang, Taiwan. Kalau kita ngomongin skutik pasar Taiwan, emang nggak ada habisnya soal desain yang berani out of the box dan cenderung radikal. Nah, yang terbaru, Yamaha Taiwan baru saja meluncurkan versi penyegaran dari skutik andalan anak muda di sana. Apalagi kalau bukan Yamaha RS Neo versi 2026! Asli cak, melihat tongkrongannya, aura sporty-nya dapat banget tapi hanya diarea belakang hehhe…

    Bila sampeyan intip desainnya secara detail, stoplamp Yamaha RS Neo 2026 ini sekilas menganut bahasa desain R DNA. Khususnya desain stoplamp LED-nya. Sementara di bagian wajah depan, bentuknya meruncing aerodinamis mirip anak panah. Uniknya, di ujung moncong depan ada detail semacam paruh bebek minimalis ala motor adventure, yang justru memperkuat kesan tak biasa pada skutik perkotaan ini. Penempatan headlamp-nya berada di area setang, sedangkan area dada depan diisi oleh lampu DRL dan lampu sein yang sipit dan tajam. Konsepnya mereka sebut “air force aesthetics, streamlined running”. Judule… pancen unik cakkk! Sayangnya cuma ban wae ki kecil sak emprit…jadi rada kebanting…

    Masuk ke area dapur pacu, Yamaha RS Neo 2026 dibekali mesin 1-silinder berkapasitas 125cc Blue Core, SOHC 2-katup dengan pendingin udara. Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga sekitar 7,4 hp dan torsi maksimal di angka 9 Nm. Di atas kertas pancen bukan buat adu kencang di sirkuit, tapi karakter mesin Blue Core ini terkenal sangat responsif di putaran bawah sampai menengah, cocok banget buat stop-and-go membelah kemacetan kota.

    Yang paling gila apa coba? Efisiensi bensinnya itu lho cak! Yamaha mengklaim konsumsi bahan bakar RS Neo 2026 ini bisa menembus 57,9 km/liter. Iritnya keterlaluan buat ukuran motor matik 125cc jaman sekarang! Ditambah lagi, motor ini punya bobot super enteng, cuma 93 kg dengan tinggi jok yang sangat ramah lingkungan alias ramah bokong, hanya 735 mm. Dijamin lincah buat selap-selip, dipake cewek atau rider pemula pun nggak bakalan intimidatif.

    Gimana dengan fiturnya? Jangan remehkan skutik mungil ini. Yamaha melengkapinya dengan panel instrumen digital LCD yang futuristik, soket pengisi daya USB Type-A buat ngecas HP, sistem pengereman Unified Brake System (UBS), hingga fitur Smart Motor Generator (SMG) yang bikin starter mesin halus tanpa suara blethak. Oh ya, tangki bensinnya ada di dek depan mirip Yamaha FreeGo, jadi sampeyan nggak perlu repot buka jok kalau mau isi bensin. Praktis pol!

    Untuk versi 2026 ini, Yamaha Taiwan menghadirkan pilihan warna baru bernuansa street lifestyle yang anak muda banget, mulai dari Shibuya Blue (perpaduan biru muda dan aksen kuning stabilo), Midnight Black (hitam abu-abu dengan aksen hijau), dan Mineral White (putih bersih dengan sentuhan warna ungu tipis).

    Last… Yamaha RS Neo bukanlah matic baru banget karena sebenarnya sudah cukup lama mengaspal. Artinya ini hanya versi penyegaran cak. Dan soal harga, di Taiwan skutik ini dibanderol sekitar 80.000 Dolar Taiwan Baru, atau jika dikonversi ke Rupiah tembus di angka Rp 44,8 jutaan! Weladalah, jengat tenan harganya kalau dibandingin pasar Indonesia, cak. Tapi ya maklum, skema pajak dan daya beli di Taiwan memang jauh berbeda. Pertanyaannya, kalau model ini dibawa ke Indonesia oleh YIMM dengan harga lokal 20 jutaan, kira-kira bakal moncer ora cak? Monggo berikan komentarnya… (iwb)

  • Bongkar Perubahan new Vario 160 Terbaru 2026…Woow, bodi lebih runcing ??

    Bongkar Perubahan new Vario 160 Terbaru 2026…Woow, bodi lebih runcing ??

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….bukan Iwanbanaran kalau nggak menjabarkan dulu sosok New Vario 160 terbaru 2027. Walaupun kita duga akan rilis besok lusa, ijinkan IWB ngeshare hasil terawangan yang sudah IWB ” Hold” selama sebulan lebih biar sampeyan nggak pening hehehe. Dan tahu nggak cak….gen baru ini memang menjadi gen improvemen dibandingkan sebelumnya. Inilah Bongkar Perubahan new Vario 160 Terbaru 2026…Woow, bodi lebih runcing ?? (more…)

  • Moto3 Brno : Veda Ega Finish ke 5 Start ke 20…Record pecah, Asli jantungan cakkkk !!

    Moto3 Brno : Veda Ega Finish ke 5 Start ke 20…Record pecah, Asli jantungan cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja menyuguhkan salah satu aksi comeback paling spektakuler di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Berkompetisi di Grand Prix Republik Ceko, Veda menunjukkan mentalitas petarung sejati dengan membelah rombongan pembalap, dari posisi start ke-20 hingga berhasil menyentuh garis finis di urutan ke-5. Ini adalah manuver spartan sejati yang membuat IWB jantungan cakkkkk !!!

    Balapan kelas Moto3 di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko (Minggu, 21 Juni 2026) benar-benar menyajikan tontonan yang menegangkan cak. Pertarungan ketat di grup depan menghasilkan drama hingga garis finis, dengan lima pembalap teratas hanya terpaut kurang dari 1 detik! Perjuangan Veda dari Barisan Belakang Memulai balapan dari grid ke-20 tentu bukan skenario ideal bagi pembalap manapun. Namun, sejak lampu merah padam, Veda langsung tampil agresif sekaligus taktis. Berdasarkan data ritme balap (fast lap sequence), Veda mampu menjaga konsistensi kecepatan yang luar biasa di setiap putaran. Ia menyalip belasan pembalap di depannya dengan pengereman tajam dan racing line yang sangat rapi. Alih-alih merusak ban karena memacu motor terlalu keras di awal, Veda justru menunjukkan manajemen ban dan mesin yang sangat matang…

    Meski harus puas finis di posisi ke-5 dengan selisih tipis +0,900 detik dari sang juara, Veda berhasil menorehkan tinta emas di Brno cak. Rider asal Gunung Kidul ini resmi memecahkan rekor lap tercepat balapan (New Lap Record) Brno pada Lap ke-4 dengan catatan waktu fantastis 2 menit 04,524 detik! Lap time ini bahkan mengalahkan all time record Pini (KTM 2025) yang menorehkan waktu 2 menit 05.019 Detik !! Ini waktu pole lho cak. Sedang dibandingkan dengan best race lap sangat jauh hampir satu detik dibandingkan record Rueda (KTM 2025) yang menorehkan 2 menit 05.454 detik. Ediannn !!! Kecepatan Veda rata-ratanya menyentuh 156,2 Km/jam, membuktikan bahwa ia punya pace yang sangat kompetitif untuk bersaing di level dunia. Catatan fast lap-nya pada pertengahan hingga akhir balapan membuktikan bahwa ia memiliki pace yang selevel—bahkan di beberapa sektor lebih cepat—dibandingkan para pembalap di rombongan terdepan (leading group)…..

    Suhu lintasan yang mencapai 43°C membuat jalannya balapan 16 lap ini menjadi ujian berat bagi fisik dan ban para pembalap. Banyak rider bertumbangan dan gagal finis akibat kehilangan daya cengkeram. Di antaranya adalah Joel Esteban dan Casey O’Gorman yang mengalami kecelakaan cukup parah hingga harus dilarikan ke Medical Centre. Drama juga terjadi di lap terakhir ketika Eddie O’Shea dan Rico Salmela terlibat insiden kecelakaan beruntun saat mencoba berebut posisi, beruntung kedua pembalap dinyatakan baik-baik saja (Rider OK). Race Brno ini dimenangkan Rider asal Malaysia, Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI), sukses keluar sebagai pemenang setelah Quliles melakukan kesalahan nabrak Uriarte sehingga Hakim mampu menerobos dari P3. Hakim finis pertama dengan total waktu 33 menit 34,264 detik, disusul ketat oleh Brian Uriarte di posisi kedua (+0,466s) dan Maximo Quiles di podium ketiga (+0,629s).

    Last..Dengan hasil GP Czechia ini, Maximo Quiles makin kokoh berada di puncak Klasemen Sementara Pembalap dengan raihan 186 poin. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Alvaro Carpe dengan 121 poin. Berkat tambahan 11 poin krusial dari Brno, Veda Pratama kini bertengger di peringkat ke-6 dunia dengan total 82 poin, menempel ketat Marco Morelli di posisi 5 besar. Sementara sang pemenang balapan, Hakim Danish, naik ke posisi ke-7 dengan mengemas 73 poin. Luarr biasaaa…Gooo Vedaa !! (iwb)

    Hasil Akhir Balapan Moto3 Ceko (Top 10)

    Pos No Pembalap Tim Motor Gap ke P1
    1 13 Hakim DANISH AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM –
    2 51 Brian URIARTE Red Bull KTM Ajo KTM +0.466
    3 28 Maximo QUILES CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM +0.629
    4 22 David ALMANSA Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM +0.741
    5 9 Veda PRATAMA Honda Team Asia HONDA +0.900
    6 83 Alvaro CARPE Red Bull KTM Ajo KTM +0.906
    7 97 Marco MORELLI CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM +10.724
    8 66 Joel KELSO GRYD Racing HONDA +10.925
    9 19 Scott OGDEN CIP Green Power KTM +11.080
    10 73 Valentin PERRONE Red Bull KTM Tech3 KTM +11.394

  • Breaking !! Veda Ega kena Penalti…start anjlok ke 20 di Ceko, wahhh !!!

    Breaking !! Veda Ega kena Penalti…start anjlok ke 20 di Ceko, wahhh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar mengejutkan datang dari Sirkuit Brno menjelang balapan utama Moto3 Ceko 2026. Dua pembalap muda berbakat asal Asia Tenggara, Veda Ega Pratama (Indonesia) dijatuhi hukuman penalti berat oleh FIM MotoGP Steward Panel. Veda dipastikan harus turun sebanyak 12 posisi dari hasil kualifikasi aslinya. Sanksi ini tentu menjadi pukulan telak, terutama bagi performa apik yang sempat Veda tunjukkan pada sesi kualifikasi hari Sabtu (20/6/2026)…!!

    Penyebab Penalti: Melaju Terlalu Lambat

    Berdasarkan investigasi dari FIM MotoGP Steward Panel, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) kedapatan berkendara terlalu lambat (riding slowly) di beberapa sektor lintasan saat sesi kualifikasi berlangsung. Tindakan ini dianggap melanggar Pasal 1.21.2 regulasi Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix mengenai “Protokol Berkendara Lambat”. Dalam aturan Tipe M3-SR8 (Sektor Lambat Berlebihan), catatan waktu sektor seorang pembalap tidak boleh menyentuh atau melebihi 135% dari waktu terbaik pribadi mereka di sektor tersebut. Veda dianggap melanggar aturan ini karena dianggap bisa membahayakan pembalap lain yang sedang melakukan time attack. Tidak hanya Veda cak Hakim Danish juga kena. Pembalap lain Rammerstorfer lebih parah karena kena Penalty LLP. Sedang Eddie O’Shea, Almansa, Kelso, & Perrone Hukumannya masih sebatas Warning dengan tanpa perubahan di Posisi grid…

     

    Isi Penalti

    Moto3™ | MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA 2026

    PEMBERITAHUAN SANKSI

    • Kepada: Veda PRATAMA

    • No: 9

    • Kelas: Moto3™

    • Tim: Honda Team Asia

    • Tanggal: 20 Juni 2026

    • Waktu: 20:20 UTC +2 jam


    Berdasarkan Pasal 3.8 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, kami mengonfirmasi keputusan kami melalui sebuah sidang dengar pendapat.

    Alasan Pada tanggal 20 Juni 2026 selama sesi Kualifikasi 2 MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA, Anda terpantau berkendara sangat lambat di lebih dari satu bagian lintasan dan/atau memiliki sektor lambat yang melebihi 135% dari sektor tercepat pribadi Anda.

    Hal ini bertentangan dengan instruksi khusus yang diberikan kepada kompetitor dan tim Moto3™. Oleh karena itu, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 1.21.2 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM.

    Sanksi Karena alasan-alasan di atas, Panel Juri (Stewards) FIM MotoGP™ telah menjatuhkan penalti turun 12 Posisi Grid untuk Balapan Moto3™ MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA. (sesuai dengan pasal 3.2.1 dan 3.3.2.3)

    Penjelasan Penalti Mengikuti Protokol Berkendara Lambat Moto3™ dan Protokol Penalti yang diberikan kepada tim, tindakan ini dianggap sebagai insiden Tipe M3-SR8: Sektor Lambat Berlebihan. Kriterianya adalah catatan waktu setiap sektor tidak boleh mencapai 135% atau lebih dari waktu terbaik pribadi pembalap di sektor tersebut.

    Sebagai pelanggaran kedua musim ini, penalti yang sesuai dalam kasus ini adalah penalti turun 12 Posisi Grid.

    Hak Banding Menurut pasal 3.7.2, 3.7.2.2, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, Anda memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan Panel Juri FIM MotoGP™ ini kepada Juri Banding FIM. Pernyataan banding harus dibuat dalam waktu 60 menit sejak tanggal dan waktu pemberitahuan ini, serta disertai dengan uang jaminan sebesar €1320. Banding dapat diajukan melalui IRTA yang juga dapat memfasilitasi jaminan pembayaran uang jaminan tersebut.

    Panel Juri (Stewards) FIM MotoGP™

    • Simon CRAFAR

    • Andres SOMOLINOS

    • Tamara MATKO

    Perubahan Posisi Start di Grid

    Hukuman turun 12 grid ini langsung merombak peta persaingan start untuk balapan hari Minggu (21/6/2026):

    • Hakim Danish: Sebelumnya berhasil mengamankan posisi start ke-2 yang sangat strategis di baris depan (front row). Akibat penalti ini, pembalap asal Malaysia tersebut terlempar jauh ke posisi ke-14.

    • Veda Ega Pratama: Pembalap kebanggaan Indonesia ini sejatinya tampil impresif di akhir kualifikasi dengan mengamankan posisi ke-8. Dengan adanya penalti 12 posisi, Veda terpaksa harus memulai balapan dari grid ke-20.

    Respons Veda Pratama: Tetap Optimis Menyerang dari Belakang

    Menanggapi keputusan pahit ini, Veda Ega Pratama bersikap sportif dan mengakui kesalahannya sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas dunia.

    “Catatan waktu lap dan posisi kedelapan sebenarnya adalah hal positif, tetapi saya melakukan kesalahan dengan berkendara terlalu lambat dan saya menerima penalti lagi. Ini adalah sesuatu yang perlu saya pelajari karena hal ini membuat pekerjaan kami jauh lebih sulit besok,” ujar pembalap asal Gunungkidul tersebut.

    Kendati harus memulai balapan dari barisan belakang, Veda menegaskan tidak akan menyerah begitu saja mengingat ia memiliki ritme motor (race pace) yang cukup kompetitif di Brno.

    “Start dari posisi yang lebih belakang berarti balapan akan lebih menantang, namun saya tahu saya memiliki kecepatan yang bagus. Saya akan tetap fokus, melakukan start yang baik, dan berjuang semaksimal mungkin untuk merebut kembali posisi,” pungkas Veda.

    Last…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno dipastikan akan berjalan semakin sengit. Bisakah Veda Pratama melakukan aksi comeback gemilang dan menembus zona poin? Kita nantikan aksi mereka di lintasan! Goooo merah putihhh !! (iwb)

  • Breaking !! Suzuki Rilis new V-Strom 250 Model 2026….Gagah Tenan !!

    Breaking !! Suzuki Rilis new V-Strom 250 Model 2026….Gagah Tenan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar motor adventure-tourer kelas 250cc terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu segmen paling diminati oleh para pencinta perjalanan jarak jauh. Di segmen ini, sampeyan pasti tahu Suzuki memiliki jagoan utama yang posisinya sulit digoyahkan, yaitu Suzuki V-Strom 250. Merilis generasi terbaru…Suzuki V-Strom 250 model tahun 2026 dipastikan tetap mempertahankan desain sebelumnya. Bagaimana detail spesifikasi dan apa saja keunggulan yang ditawarkan oleh motor petualang legendaris ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini cak….

    Secara umum pada gen terbaru memang tidak ada perubahan sama sekali cak. Satu hal yang membuat Suzuki V-Strom 250 begitu dicintai adalah tongkrongannya yang terkesan padat dan berat layaknya motor berkapasitas mesin besar (big bike). Meskipun tampilannya sangat maskulin dan kokoh, Suzuki berhasil merancang motor ini agar tetap bersahabat bagi berbagai postur tubuh pengendara. Dengan tinggi jok yang hanya 800 mm, V-Strom 250 menawarkan seat height yang tergolong rendah untuk ukuran motor adventure. Karakteristik ini memberikan pijakan kaki yang sangat baik ke tanah, memberikan rasa percaya diri dan keamanan ekstra, terutama bagi pengendara pemula atau saat harus berhenti di medan yang tidak rata. Terus piye soal mesin ??

    Sami mawon cak…tetap mempertahankan konfigurasi lawas. Dapur pacu Suzuki V-Strom 250 dibekali mesin 248cc, 4-tak, SOHC, 2-silinder paralel berpendingin cairan. Mesin ini dirancang bukan untuk mengejar top speed instan yang agresif, melainkan untuk menghasilkan kurva tenaga yang linier dan torsi melimpah di putaran bawah hingga menengah (low-to-mid range). Ledakan Tenaga Maksimum 18 kW (24 PS) pada 8.000 rpm serta Torsi Maksimum adalah 22 Nm pada 6.500 rpm. Karakter mesin seperti ini membuat pengiriman tenaga terasa sangat halus, fleksibel, dan mudah dikendalikan di jalur perkotaan yang padat maupun tanjakan curam. Selain itu, mesin ini juga terkenal memiliki efisiensi konsumsi bahan bakar yang sangat impresif, menjadikannya pilihan yang sangat ekonomis untuk perjalanan jauh…

    Untuk model 2026 ini, spesifikasi mekanisnya tetap mempertahankan pembaruan dari versi 2024, termasuk kehadiran fitur Assist & Slipper Clutch yang membuat pengoperasian tuas kopling terasa sangat ringan sekaligus mencegah terjadinya back-torque (gejala ban mengunci) saat menurunkan gigi secara agresif. Sebagai motor yang lahir untuk berpetualang, Suzuki tidak tanggung-tanggung dalam menyematkan aksesori bawaan pabrik yang siap pakai (ready-to-go). Di kelasnya, utilitas V-Strom 250 diakui sebagai salah satu yang terbaik berkat kelengkapan standar berikut:

    1. Windscreen Tinggi & Knuckle Covers: Memberikan perlindungan maksimal bagi pengendara dari terpaan angin depan (windblast) dan kerikil jalanan.

    2. Tangki BBM Raksasa 17 Liter: Kapasitas tangki yang sangat besar ini menjamin jarak tempuh yang luar biasa jauh dalam sekali pengisian penuh, meminimalkan kekhawatiran kehabisan bensin di jalur terpencil.

    3. Behel Belakang Aluminium Cor (Rear Carrier): Dudukan box belakang bawaan yang sangat kokoh dengan kapasitas muat besar, siap menampung top box atau tas perlengkapan kemah Anda.

    Dipasar Jepang, Suzuki V-Strom 250 model 2026 ditawarkan dalam 4 kombinasi warna dual-tone yang sangat menarik, di mana warna kuning khas Suzuki masih menjadi favorit utama dan hadir juga cak…:

    • Solid Dazzling Cool Yellow / Pearl Nebular Black (Kuning-Hitam)

    • Diamond Red Metallic / Pearl Nebular Black (Merah-Hitam)

    • High Tech Silver Metallic / Pearl Nebular Black (Silver-Hitam)

    • Matte Flash Black Metallic / Pearl Nebular Black (Hitam Matte-Hitam)

    Last…Suzuki V-Strom 250 model 2026 tidak ada perubahan berarti kecuali hanya permainan warna atau refreshment color. Dengan mempertahankan resep mesin 2-silinder yang andal, kenyamanan ergonomi yang bersahabat, serta utilitas berkendara jarak jauh yang lengkap, motor ini tetap menjadi salah satu tolok ukur tertinggi di kelas adventure 250cc. Untuk urusan harga, Suzuki V-Strom 250 dibanderol dengan harga 668.800 Yen (sudah termasuk pajak di Jepang). Jika kita konversi kerupiah berkisar 73,9 jutaan. Sayang disini kita hanya ngaplo bin doweh cak karena PT SIS lebih suka membawa V-Strom garapan Maruti India yang satu silinder. Bubarrr wis bubarrr….(iwb)

    Spesifikasi V-Strom 250 2026

    Tipe mesin: Berpendingin air, 4-tak SOHC 2-katup, silinder kembar paralel.
    Kapasitas mesin total: 248cc.
    Diameter x langkah: 53,5 x 55,2mm.
    Rasio kompresi: 11,5.
    Daya maksimum: 18kW (24PS) / 8000rpm.
    Torsi maksimum: 22N・m (2,2kgf・m) / 6500rpm.
    Kapasitas tangki bahan bakar: 17L.
    Tipe transmisi: 6-speed return.
    Sudut caster: 25°10′.
    Trail: 100mm.
    Rem depan/belakang: Cakram tunggal hidrolik / Cakram tunggal hidrolik.
    Ukuran ban: 110/80-17M/C 57H / 140/70-17M/C 66H