Author: Iwanbanaran

  • Veda Guncang COTA: Merangsek di Posisi Start Ke-4 di Moto3 Amerika Serikat…ediann !!

    Veda Guncang COTA: Merangsek di Posisi Start Ke-4 di Moto3 Amerika Serikat…ediann !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Panggung balap motor dunia, Moto3, kembali dikejutkan oleh talenta muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Dalam sesi kualifikasi (Q2) di Circuit of The Americas (COTA) pada Sabtu, 28 Maret 2026, pembalap tim Honda Team Asia ini berhasil mengamankan posisi start ke-4. Pencapaian ini sangat fenomenal mengingat statusnya sebagai rookie di lintasan yang dikenal sangat teknis dan menantang bagi pembalap berpengalaman sekalipun.

    Salah satu poin paling mencolok dari performa Veda adalah kemampuannya menaklukkan sektor pertama (T1) COTA. Data Best Partial Times menunjukkan bahwa Veda Ega Pratama menjadi pembalap tercepat di sektor pertama dengan catatan waktu 37,056 detik. Catatan ini bahkan lebih cepat dibandingkan pemegang pole position, Alvaro Carpe, yang hanya mampu mencatatkan 37,110 detik di sektor yang sama. Keunggulan Veda di sektor pembuka ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi dalam melakukan braking dan mengambil jalur tikungan (racing line) yang presisi.

    Konsistensi di Atas Lintasan

    Veda menyelesaikan total 6 lap selama sesi Q2. Progres catatan waktunya menunjukkan adaptasi yang terus meningkat:

    • Lap 2: Memulai dengan catatan kompetitif 2’13.164.

    • Lap 3: Mencatatkan waktu terbaiknya, 2’12.813, yang membawanya ke baris kedua start.

    • Lap 6: Veda bahkan sempat mencatatkan waktu sektor pertama yang lebih tajam lagi, yaitu 37,056 detik, meskipun waktu lap totalnya pada putaran tersebut tidak lebih baik dari putaran ketiga.

    Top Speed dan Performa Mesin

    Keandalan motor Honda yang ditunggangi Veda juga terlihat dari data kecepatan puncak (top speed). Veda berhasil menembus kecepatan 237,0 km/jam. Kecepatan ini sangat bersaing dengan pembalap top lainnya seperti Scott Ogden (237,5 km/jam) dan hanya terpaut tipis dari Alvaro Carpe (238,6 km/jam).

    Potensi Ideal Lap

    Menariknya, jika seluruh waktu terbaik Veda di setiap sektor digabungkan (Ideal Lap Time), ia memiliki potensi waktu 2’12.566. Hal ini menandakan bahwa Veda memiliki kapasitas mentah untuk bertarung memperebutkan posisi tiga besar, hanya berselisih sekitar 0,4 detik dari waktu kualifikasi Carpe.

    Last….dengan menempati posisi ke-4, Veda hanya terpaut 0,706 detik dari Alvaro Carpe yang berada di posisi teratas. Di belakang Veda, pembalap seperti Guido Pini (2’12.837) dan Joel Esteban (2’12.869) siap mengintai, namun keunggulan Veda di sektor pertama diharapkan menjadi modal kuat untuk melakukan start yang agresif dan menjaga posisi di rombongan depan. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Veda, tetapi juga memberikan harapan besar bagi kebangkitan prestasi balap motor Indonesia di kancah internasional. Balapan utama nanti akan menjadi pembuktian sesungguhnya apakah sang rookie mampu mengonversi posisi start yang menguntungkan ini menjadi podium. Gooo merah putihhh !!! (iwb)

  • Marco Bezzecchi : ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !!

    Marco Bezzecchi : ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Pemimpin klasemen MotoGP, Marco Bezzecchi, memulai misinya untuk meraih kemenangan kelima secara beruntun dengan catatan positif di hari pertama latihan MotoGP Amerika Serikat. Pembalap Aprilia itu menempati posisi keempat pada sesi Practice di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Jumat (27/3/2026) waktu setempat. Marco mengakui walaupun sempat crash parah, Marc sulit di kalahkan. ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !! serunya…

    Bezzecchi memang menjanjikan di COTA. Posisi ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan akhir pekan lalu di Brasil, di mana ia hanya mampu finis di posisi ke-20 pada sesi Practice dan harus melakoni Q1. Di Austin, Bezzecchi lolos langsung ke Q2 setelah mencatatkan waktu hanya terpaut 0,200 detik di belakang Marc Marquez (Ducati) yang menjadi yang tercepat.

    Peningkatan Drastis dari Brasil

    Bezzecchi mengawali akhir pekan dengan optimisme. Ia merasa jauh lebih baik dibandingkan Jumat lalu di Goiania yang penuh drama.

    “Ini adalah Jumat yang positif—jauh lebih baik daripada Jumat lalu di Brasil!” ujar Bezzecchi kepada MotoGP.com. “Secara keseluruhan, saya merasa baik pagi ini dan juga sore ini.”

    Ia mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun secara umum ia puas dengan start di Texas.

    “Kami harus terus bekerja karena saya masih belum merasa sepenuhnya nyaman dengan motor, tapi saya tidak bisa mengeluh sama sekali. Dan kami memiliki banyak data untuk dipelajari. Ai [Ogura] juga cepat, jadi secara keseluruhan saya senang.”

    Salah satu rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura, finis di posisi ketiga dan menjadi sumber data berharga bagi Bezzecchi untuk meningkatkan performa pada hari Sabtu.

    Insiden Kecil yang Tak Terasa

    Sebuah insiden kecil sempat menarik perhatian kamera televisi. Terlihat ada benda yang jatuh dari motor RS-GP milik Bezzecchi saat ia keluar dari pit untuk menjalani sesi terakhirnya.

    Namun, Bezzecchi mengaku tidak menyadari hal tersebut.

    “Saya tidak tahu. Tim televisi tadi baru memberitahu saya. Jadi saya pikir itu bukan barang yang terlalu penting!” ujarnya santai.

    Menghadapi Marquez yang “Super Kuat”

    Ketika ditanya apakah ia bisa menantang Marc Marquez—yang telah tujuh kali menang di COTA—akhir pekan ini, Bezzecchi tidak menampik kehebatan pembalap Spanyol tersebut.

    “Marc memang super kuat. Selain insiden kecelakaan yang dialaminya, dia menunjukkan bahwa dia bisa sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat.”

    Ia tetap optimistis dengan peluangnya.

    “Tapi kami berusaha melakukan yang terbaik, jadi semoga saya bisa membuat langkah kecil untuk besok. Saya membutuhkannya, untuk lebih cepat, dan kemudian kita lihat saja.”

    Statistik Awal Musim Bezzecchi

    Meski sukses di balapan utama dengan empat kemenangan beruntun sejak Grand Prix Portugal November lalu, Bezzecchi masih belum meraih podium sprint race di musim 2026. Ia terjatuh di Thailand dan finis keempat di Brasil.

    Last…Bezzecchi memulai akhir pekan di Austin dengan modal bagus. Ia akan memulai sprint race dengan keunggulan 11 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin, yang finis di posisi ketujuh pada sesi Practice. Dengan performa yang jauh lebih baik dari Brasil, Bezzecchi siap memberikan perlawanan sengit kepada “sheriff” Texas, Marc Marquez, di akhir pekan yang diprediksi akan berlangsung seru. Apakah sampeyan optimis Marco akan mengalahkan Marc ? monggo berikan opininya cak…(iwb)

    Hasil Practice MotoGP COTA (Top 5)

    Pos Pembalap Tim Catatan Waktu Gap
    1 Marc MARQUEZ Ducati Lenovo 2’03.448
    2 Fabio DI GIANNANTONIO VR46 Ducati 2’03.562 +0.114
    3 Ai OGURA Trackhouse Aprilia 2’03.619 +0.171
    4 Marco BEZZECCHI Aprilia Racing 2’03.648 +0.200
    5 Alex MARQUEZ Gresini Ducati 2’03.679 +0.231

  • Michelin Membuang Opsi ban ” HARD” di Austin…lhoo kenapaa ???

    Michelin Membuang Opsi ban ” HARD” di Austin…lhoo kenapaa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Menjelang MotoGP Amerika Serikat yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA) akhir pekan ini, Michelin buka suara mengenai tantangan terbesar yang akan dihadapi para pembalap. Piero Taramasso, manajer balap trek Michelin, mengungkapkan bahwa perbedaan jenis aspal dan suhu trek yang tinggi menjadi faktor penentu utama performa ban di sirkuit Texas ini. (more…)

  • Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) bukanlah akhir pekan biasa bagi Marc Marquez. Ia adalah sheriff di trek sepanjang 5,5 km ini, dengan rekor luar biasa: tujuh kali menang, termasuk enam kemenangan beruntun dari 2013 hingga 2018 . Di sinilah ia membangun reputasi sebagai penguasa absolut Texas. Namun, dua edisi terakhir Grand Prix Austin justru menjadi mimpi buruk. Ia terjatuh dua kali berturut-turut saat memimpin balapan. Musim lalu, ia harus puas dengan kemenangan di sprint race tanpa bisa mengulanginya di balapan utama. Belum lagi performa Marc kemarin di Brasil. Jadi nggak heran… Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Akhir pekan ini, Marc Marquez memiliki peluang untuk meraih kemenangan ke-100 dalam kariernya di MotoGP—sebuah angka prestisius yang luput dari genggamannya di dua seri awal musim. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal rekor cak, melainkan kondisi fisiknya yang masih belum prima.

    “Saya belum dalam kondisi puncak, dan setelah cedera serius, apa yang disebut 100 persen bisa berubah,” kata Marc Marquez berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.

    Di Thailand dan Brasil, ia terlihat masih kesulitan. Gerakannya di atas motor terasa kaku, dan ia harus mengatur ritme, terutama saat balapan berlangsung.

    Ducati Mulai Khawatir?

    Jika Marc masih menyisakan tanda tanya soal performa, hal yang sama juga berlaku bagi Ducati. Mengatakan bahwa pabrikan Borgo Panigale sedang mengalami masalah mungkin terlalu berlebihan setelah hanya dua seri. Namun, fakta bahwa tidak ada satu pun pembalap Ducati di tiga besar klasemen jelas menjadi sinyal yang patut dicermati.

    Marc Marquez sebenarnya bisa berada di posisi lebih baik dari peringkat kelima yang kini ia tempati, andai peleknya tidak pecah di Buriram. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ia menjadi satu-satunya pembalap Desmosedici yang kompetitif di kedua balapan utama.

    Pembalap Ducati Posisi Klasemen Catatan
    Fabio Di Giannantonio 4 3 poin di depan Marquez
    Marc Marquez 5 Satu-satunya yang kompetitif di dua seri
    Alex Marquez 10 Hanya 13 poin dari dua seri
    Francesco Bagnaia 13 Hanya 10 poin

    Jika ditambah dengan absennya Fermin Aldeguer akibat cedera dan performa Franco Morbidelli yang masih jauh dari harapan, situasi di kubu Ducati saat ini jauh dari kata mulus.

    Aprilia Makin Menggila

    Di sisi lain, ada Marco Bezzecchi yang datang dengan semangat menggila bersama kapal hitam Aprilia. Empat pembalap Aprilia kini menempati tujuh besar klasemen—sebuah bukti nyata peningkatan performa RS-GP.

    Pembalap Aprilia Posisi Klasemen
    Marco Bezzecchi 1
    Jorge Martin 2
    Ai Ogura 6
    Raul Fernandez 7

    Last….Austin bukan sekadar tentang poin. Bagi Marc Marquez, ini tentang membuktikan bahwa ia masih bisa menaklukkan “rumahnya” sendiri meski dalam kondisi belum prima. Bagi Bezzecchi dan krunya, ini tentang merampok “harta karun” di wilayah musuh. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang akhir pekan ini? Akankah Sheriff Texas kembali berjaya, atau justru Bajak Laut yang akan membawa pulang harta karun? Kita saksikan di Circuit of the Americas nanti cak…kok jadi tegang yak…(iwb)

  • Dani Pedrosa..” Marquez terlihat tidak nyaman dengan motornya ! “

    Dani Pedrosa..” Marquez terlihat tidak nyaman dengan motornya ! “

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Legenda MotoGP sekaligus pembalap penguji KTM, Dani Pedrosa, memberikan analisis tajam mengenai peta persaingan musim 2026 setelah balapan sengit di Sirkuit Goiania, Brasil. Fokus utamanya tertuju pada dua hal: kesulitan Marc Marquez dan kebangkitan masif Aprilia !!

    Pedrosa mengamati bahwa Marc Marquez saat ini sedang berada dalam fase yang menantang. Meskipun Marquez menunjukkan kecepatan yang solid, ia tampak harus bekerja jauh lebih keras dibandingkan para rival utamanya yang menggunakan Ducati spek terbaru maupun motor Eropa lainnya. Menurutnya Marc masih belum nyaman dengan motornya…

    ” Dia terlihat sedikit tidak nyaman di atas motor, dengan beberapa gerakan mendadak di berbagai bagian lintasan. Terutama pada bagian trek yang bergelombang dan ketika dia mencoba untuk memacu motor dengan keras, motor langsung berkata ‘tidak’ padanya. Namun Marc memiliki kemampuan khusus untuk mengelola batas kemampuan. Itulah mengapa dia mampu tetap dekat dengan Di Giannantonio tanpa membiarkannya menjauh terlalu jauh. Dia berjuang untuk podium hingga akhir, tapi dia tidak memiliki kecepatan yang biasanya dia miliki. Saya tidak tahu apakah ini masalah fisik, masalah pengaturan motor, atau keduanya. Tapi dia kesulitan. Marc adalah seseorang yang tahu bagaimana bertahan melewati rasa sakit, dan itulah mengapa dia tetap bertahan dalam pertarungan….

    “Kita melihat seorang Márquez yang menyadari bahwa dirinya belum dalam performa terbaik dan berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin sampai dia cukup kompetitif untuk menang lagi. Jika kamu melihat gelar-gelar Marc, jarang sekali dia tidak memenangkan setidaknya satu dari balapan-balapan awal. Ini bisa menjadi pertama kalinya dia memulai tanpa memenangkan dua balapan pertama dan tetap berhasil memenangkan kejuaraan dunia. Untuk Aprilia Saya pikir mereka telah menemukan keseimbangan yang tepat. Antara aerodinamika, traksi, dan kemampuan menikung, tanpa kehilangan kecepatan puncak. Mereka memiliki keseimbangan yang tepat dari segalanya: stabilitas, masuk tikungan, grip, dan traksi. Mereka mampu menyalurkan tenaga ke permukaan jalan lebih baik daripada yang lain…” tutup Dani…

    Last…kita akan melihat apakah kesulitan Marquez bersifat teknis permanen atau hanya masalah penyesuaian set-up. Di sisi lain, Aprilia diprediksi akan menjadi penantang podium utama yang sangat kuat di COTA berkat kelincahan motor mereka di sektor S-curves. Kita tunggu saja update selanjutnya cak…(iwb)

  • Gawattt….Harga Bensin di Filipina sudah tembus 33 ribu/liter, Waduhhhh !!!

    Gawattt….Harga Bensin di Filipina sudah tembus 33 ribu/liter, Waduhhhh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….kayaknya perang Iran-Amerika/Israel mulai memberikan dampak signifikan pada pasokan BBM. Baru-baru ini seperti dilansir BBC…Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., secara resmi mendeklarasikan “Keadaan Darurat Energi Nasional” sebagai respons terhadap konflik yang semakin memanas di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Langkah ini diambil menyusul ancaman nyata terhadap pasokan bahan bakar negara yang kini berada dalam level bahaya.  Tahu nggak sampeyan…harga BBM disana kini sudah tembus 33 ribu/liter….duhhh ngiluuuu !!!

    Beda dengan Indonesia yang masih cenderung ditahan, ternyata Filipina sudah mulai terguncang dengan dampak Penutupan selat Hormuz. Dalam perintah eksekutif yang ditandatangani baru-baru ini, Presiden Marcos Jr. menyoroti dampak destruktif dari penutupan Selat Hormuz—jalur pelayaran vital global—yang telah menyebabkan guncangan hebat pada pasar energi dunia. Filipina sangat rentan terhadap krisis ini karena sekitar 98% pasokan minyak mentahnya bergantung pada pengiriman yang melewati Teluk Persia. Laporan menyebutkan bahwa Filipina saat ini diperkirakan hanya memiliki cadangan bahan bakar untuk sekitar 45 hari ke depan…

    Akibat krisis energi dan penutupan Selat Hormuz, harga bensin di Filipina melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dari harga normal. Berdasarkan laporan terbaru per 25 Maret 2026, berikut adalah rincian harganya jika dikonversi ke Rupiah:

    Harga Bensin di Filipina (Maret 2026)

    • Harga per Liter (PHP): Diperkirakan berada di kisaran 100 – 120 Peso (PHP) per liter untuk bensin standar (sebelumnya di kisaran 50–60 PHP).

    • Kurs Konversi: 1 PHP ≈ Rp282

    • Harga dalam Rupiah: Sekitar Rp28.200 – Rp33.840 per liter.

    Perbandingan Harga di Filipina vs Indonesia

    Jenis BBM Filipina (Estimasi Rupiah) Indonesia (Pertamina)
    Bensin (RON 95) ± Rp31.500 Rp12.300 (Pertamax)
    Diesel ± Rp25.300 Rp6.800 (Biosolar)

    Mengapa Begitu Mahal?

    1. Ketergantungan Impor: Filipina mengimpor hampir 98% kebutuhan minyaknya, sehingga harga langsung mengikuti pasar dunia tanpa “bantalan” subsidi sekuat Indonesia.

    2. Kenaikan Beruntun: Di Maret 2026 saja, terjadi kenaikan harga bensin berturut-turut selama 9 minggu, dengan lonjakan terakhir mencapai 13 Peso (±Rp3.600) dalam satu kali kenaikan saja.

    3. Krisis Pasokan: Stok bensin di beberapa pom bensin Filipina dilaporkan mulai menipis (running dry), menyebabkan kepanikan pembeli (panic buying) yang mendorong harga semakin liar.

    Konflik tersebut telah memicu kenaikan harga yang drastis di dalam negeri. Harga diesel dan bensin di Filipina dilaporkan telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak perang meletus. Kondisi ini memicu efek domino pada sektor lain:

    • Krisis Pangan: Harga beras telah melonjak lebih dari dua kali lipat karena biaya transportasi dari wilayah pelabuhan ke daerah pedesaan dan perkotaan yang membengkak.

    • Sektor Transportasi: Pengemudi transportasi umum, seperti Jeepney yang menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga Manila, mengaku subsidi dari pemerintah tidak lagi cukup untuk menutupi biaya operasional dan sewa kendaraan.

    Kekuasaan Darurat dan Pembatasan

    Deklarasi darurat ini memberikan wewenang luas kepada pemerintah tanpa harus menunggu persetujuan Kongres. Wewenang tersebut meliputi:

    1. Kendali Distribusi Pangan: Pemerintah berhak mengontrol distribusi makanan untuk mencegah penimbunan dan kelangkaan.

    2. Pembatasan Pergerakan: Upaya untuk mengurangi konsumsi energi secara nasional.

    3. Kebijakan Kerja: Filipina telah menerapkan kebijakan 4 hari kerja bagi pegawai kantoran dan instruksi penghematan energi di gedung pemerintah (seperti penggunaan tangga alih-alih lift).

    Last….Filipina tercatat sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengumumkan status darurat nasional akibat gangguan pasokan minyak dari konflik Timur Tengah saat ini. Meskipun pemerintah telah menyalurkan subsidi tunai, banyak pihak menilai langkah tersebut hanyalah bantuan sementara yang tidak mampu meredam dampak jangka panjang dari perang yang melibatkan kekuatan besar tersebut. Situasi di Manila saat ini diwarnai dengan antrean panjang warga yang mengantre subsidi dan kekhawatiran akan kelumpuhan total sektor transportasi jika pasokan minyak benar-benar terputus. Hhmm…semoga saja Indonesia aman cak, asli jadi kepikiran juga euy. Piyee dengan sampeyan cak ? (iwb)

  • Breaking !! Honda perkenalkan Motor Listrik Kencang WN7….Serem mukanya !!

    Breaking !! Honda perkenalkan Motor Listrik Kencang WN7….Serem mukanya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda sebenarnya sudah memperkenalkan motor listrik WN7 ini sejak September 2-25. Namun baru kali ini Honda WN7 ini dipastikan mendapatkan iF Design Award. Ya…Honda kembali membuktikan dominasinya tidak hanya dalam performa, tetapi juga dalam keunggulan desain. Nahh seperti apa sosok Honda WN7 dan kenapa diganjar penghargaan bergengsi ? simak detilnya dibawah ini… (more…)

  • Pecco pusing….” Masalah Ducati masih Sama ” !!

    Pecco pusing….” Masalah Ducati masih Sama ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang berat kembali dialami Francesco Bagnaia di MotoGP Brasil. Pembalap Ducati Lenovo itu harus puas tersungkur di tikungan pada lap ke-11 balapan utama di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026). Ia mengakui bahwa dirinya kesulitan memahami kondisi trek dan merasa sangat terbebani untuk sekadar menjaga motor tetap berada di jalur… (more…)

  • Marc Marquez Ungkap “Satu-satunya” Kekurangan pada Ducati GP26 di Brasil !!

    Marc Marquez Ungkap “Satu-satunya” Kekurangan pada Ducati GP26 di Brasil !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez, mengungkapkan bahwa satu-satunya kelemahan yang masih ia rasakan pada motor Ducati GP26 saat race Brasil. Meski berhasil meraih kemenangan pertama musim ini di sprint race Brasil, juara bertahan itu hanya mampu finis di posisi keempat pada balapan utama, tertinggal sekitar empat detik dari pemenang, Marco Bezzecchi (Aprilia). Emang apa kelemahannya ?? (more…)

  • Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!!

    Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Toprak Razgatlioglu, kembali menyuarakan keluhan menjalani akhir pekan yang berat di MotoGP Brasil. Mengawali akhir pekan MotoGP Brasil dengan cukup baik. Pada hari Jumat yang berlangsung dalam kondisi trek campuran, ia berhasil menembus Q2 untuk pertama kalinya. Namun, performanya justru menurun pada Sabtu. Ia hanya mampu menempati posisi ke-12 di kualifikasi—catatan waktu yang jika di Q1 akan menempatkannya di posisi kedua terbawah—dan finis di posisi ke-17 pada balapan utama, hanya unggul dari Maverick Vinales. Sisi positifnya kini Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!! Apa gerangan ?

    Meski hari Minggu berjalan lebih baik dibandingkan sprint race, masalah yang dihadapi tetap sama. Razgatlioglu mengeluhkan kurangnya traksi saat keluar tikungan, masalah yang sudah berulang kali dikeluhkan pembalap Yamaha sejak era ban Michelin dan kontrol elektronik dimulai pada 2016-2017.

    “Balapan utama berjalan lebih baik daripada Sprint. Tapi traksi belakang terasa aneh. Pabrikan lain memiliki grip yang lebih baik daripada Yamaha,” keluh Razgatlioglu usai balapan di Goiania…

    Ia menjelaskan bahwa upaya untuk memperbaiki situasi tidak membuahkan hasil signifikan. “Kami mencoba memperbaiki situasi, tetapi begitu saya membuka gas, saya kehilangan banyak waktu. Saya mengalami wheelspin besar dan tidak bisa akselerasi dengan baik.”

    Tertinggal dari Quartararo di Sektor Akselerasi

    Sepanjang balapan, Razgatlioglu menghabiskan banyak waktu di belakang rekan sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia merasa di beberapa tikungan ia lebih kuat, bahkan mampu mendekat. Namun, setiap kali memasuki lintasan lurus, ia selalu tertinggal.

    “Ketika saya berada di belakang Fabio, saya melakukannya dengan sangat baik di hampir setiap tikungan. Di beberapa tikungan, saya bahkan mampu mengejar ketertinggalan darinya. Tapi begitu kami membuka gas, dia selalu memiliki keuntungan besar. Mungkin dia mengelola ban lebih baik atau memiliki pengaturan yang lebih baik. Dia selalu sangat efektif di bawah akselerasi. Di tikungan 12 dan tikungan terakhir, dia selalu berhasil menambah jarak.”

    Kesalahan Sendiri Memperburuk Keadaan

    Nasib Razgatlioglu semakin buruk setelah ia melakukan kesalahan di tikungan pertama yang membuatnya keluar dari jalur dan kehilangan kontak dengan kelompok di depannya.

    “Saya membuat kesalahan di tikungan 1, keluar jalur, dan kehilangan kontak. Sejak saat itu, saya tidak memiliki referensi dan berkendara sendirian. Saya tidak puas, karena sekali lagi saya finis hampir di posisi terakhir.”

    Meski hasil akhir mengecewakan, Razgatlioglu mencoba mengambil sisi positif dari akhir pekan yang berat ini. Ia merasa ada pelajaran berharga yang didapat, terutama terkait pengaturan pengereman mesin (engine braking).

    “Akhir pekan ini saya mempelajari beberapa hal tentang engine braking. Sekarang saya lebih puas dengan pengereman saya.”

    Last….keluhan Razgatlioglu ini kembali menegaskan bahwa Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait pengembangan mesin dan traksi. Meskipun Quartarao berhasil finis di posisi yang lebih baik, jarak yang cukup signifikan dengan para pembalap di depan menunjukkan bahwa motor YZR-M1 masih kesulitan bersaing dalam hal akselerasi dan grip keluar tikungan dibandingkan dengan pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM. Dengan seri selanjutnya yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Yamaha dan para pembalapnya harus segera menemukan solusi agar tidak kembali tertinggal jauh di trek yang memiliki banyak tikungan dan akselerasi. Semangattt Toprakkk !! (iwb)