Ramadhipa….Bintang Baru yang bikin Geger Jerez !!! Interview Eksklusif IWB

Written by

in

Iwanbanaran.com – Cakkkk….Dunia balap motor internasional baru saja dikejutkan oleh kemunculan talenta muda asal Indonesia, Muhammad Rama Putra Pratama, atau yang akrab disapa Rama Dipa. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini sukses mencatatkan sejarah dengan menjadi pemenang di ajang Red Bull Rookies Cup (RBRC) seri Jerez, Spanyol. Dan alhamdulilah cak IWB berkesempatan melakukan interview Eksklusif IWB vs Ramadhipa…yup, bintang baru yang bikin Geger Jerez !!

Keajaiban dari Posisi 17 Kemenangan Rama di Jerez bukanlah hal yang biasa. Memulai balapan dari posisi ke-17, Rama menunjukkan mentalitas baja dengan merangsek ke barisan depan. Dalam wawancara eksklusif bersama IWB, Rama mengungkapkan bahwa strateginya hanya satu: menyerang sejak awal. “Saya hanya ingin memberikan 100 persen dari apa yang saya punya, tanpa mau membebani diri dengan target muluk,” ujar pembalap yang juga mengidolai Marc Marquez ini.

Saat ini, Rama menetap di Spanyol untuk menjalani program pelatihan intensif. Hidup di Eropa bukan sekadar soal memutar gas. Rama harus menjalani disiplin fisik yang luar biasa, mulai dari bersepeda puluhan kilometer untuk melatih ketahanan (endurance) hingga sesi gym rutin. Menariknya, di sela-sela jadwal balap yang padat, Rama tetap mengutamakan pendidikan dengan bersekolah di British School. Nahh dari sinilah IWB jadi tahu seperti apa perjuangan Rama. Interview eksklusif yang IWB lakukan membuat mata kita terbuka bahwa untuk meraih prestasi memang butuh konsistensi dan edukasi. Dan dari sini kita juga jadi tahu ternyata Rama sering bertanya pada Veda saat akan balapan. Berikut ringkasan interview IWB dan Rama…

Interview IWB – Rama Pasca Race Jerez

Iwan Banaran (IWB): “Assalamualaikum Rama, apa kabar? Kita sudah memantau kamu sejak zaman Honda Dream Cup saat masih mungil sekali, dan sekarang luar biasa prestasimu. Boleh share ke kita, apa perbedaan mendasar antara pembalap Eropa dengan pembalap lokal yang pernah kamu lawan, khususnya saat di Jerez kemarin?”

Ramadipa: “Alhamdulillah baik, Mas. Perbedaan terbesarnya mungkin di pengalaman. Mereka lebih mengetahui sirkuit-sirkuit di Eropa. Selain itu, level start mereka saat memulai balap sudah lebih tinggi dibanding di Indonesia, jadi perkembangan mereka bisa lebih cepat. Rider Indonesia seperti saya, Veda, atau Mas Mario harus beradaptasi sangat cepat. Saya juga sering bertanya kepada coach agar bisa belajar lebih cepat.”

IWB: “Ada persiapan khusus tidak untuk balapan di Jerez kemarin?”

Ramadipa: “Sebenarnya tidak ada yang khusus, persiapannya tetap konsisten: latihan fisik, gym, sepedaan, dan latihan motor setiap minggu. Yang paling penting adalah fisik untuk recovery agar tetap fit saat balapan, serta mental. Saya mencoba untuk tidak membebani diri sendiri.”

IWB: “Bagaimana jalannya race kemarin? Kamu kan menyalip banyak sekali pembalap.”

Ramadipa: “Seluruh race kemarin sangat menantang. Setiap lap posisi selalu berganti. Saya mencoba memanajemen ban karena saya sudah push sejak lap pertama. Saya lihat lap time saya tidak terlalu kencang di awal, jadi harusnya ban tidak terlalu habis. Yang paling sulit itu saat sudah di grup depan; kita tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun karena sekali melebar, sangat sulit untuk maju lagi.”

IWB: “Kapan kamu mulai merasa yakin bisa menang atau minimal naik podium?”

Ramadipa: “Di tiga lap terakhir saya mulai percaya diri karena saya rasa punya pace yang bagus dan bisa mengontrol diri untuk tidak melakukan kesalahan. Kalau untuk menang, saya baru memprediksinya di sektor terakhir (last sector). Saya lihat saya ada di posisi tiga besar, lalu saya memanfaatkan slipstream sampai tikungan terakhir. Di situ saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan.”

IWB: “Boleh cerita sedikit tentang rutinitas latihan kamu di Spanyol?”

Ramadipa:

  • Sepedaan: “Itu untuk kardio, endurance, dan melatih fokus. Biasanya 2 jam, jaraknya sekitar 60-65 km.”

  • Gym: “Tiga kali seminggu. Ada latihan kekuatan (strength), sirkuit, dan High Intensity (HIIT).”

  • Motor: “Latihan motor dua sampai tiga kali seminggu.”

  • Istirahat: “Tidur minimal 8 jam untuk recovery hari selanjutnya.”

IWB: “Kamu kan masih sekolah juga di sana, bagaimana pembagian waktunya?”

Ramadipa: “Iya, saya sekolah di British School. Di sana belajar bahasa Spanyol, Katalan, dan Inggris. Sekolahnya offline tapi hanya hari Senin saja, karena biasanya setelah balapan hari Senin itu libur. Sisa hari lainnya fokus untuk latihan jika tidak ada jadwal balap.”

IWB: “Apakah kamu sering bertanya atau diskusi dengan senior seperti Veda Ega atau Mario Aji?”

Ramadipa: “Sering. Karena Veda punya pengalaman lebih banyak di Red Bull Rookies Cup (RBRC) dan motornya sama, saya tanya detail teknis seperti di tikungan ini pakai gigi (gear) berapa. Kalau dengan Mas Mario Aji, biasanya lebih ke cerita-cerita personal.”

IWB: “Siapa rival terberat kamu tahun ini dan apa bekal paling berharga dari Astra Honda Racing Team (AHRT)?”

Ramadipa: “Rival yang sudah pengalaman seperti Beñat, Kristian Daniel, atau yang dari Thailand. Tapi saya tidak boleh fokus ke mereka saja, saya harus terus improve diri sendiri. Dari AHRT, bekal paling berharga adalah fasilitas; mulai dari latihan di Spanyol, tempat tinggal, sampai semua biaya ditanggung. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini.”

IWB: “Terakhir, apa pesan untuk fans di Indonesia dan target untuk balapan selanjutnya?”

Ramadipa: “Mohon doanya untuk keselamatan dan kelancaran di setiap race. Target saya adalah bisa konsisten seperti di seri pertama. Target harian saya adalah harus lebih baik dari hari kemarin. Jangan pernah batasi mimpi untuk menjadi nomor satu. Terima kasih semua dukungannya!”

Yup..itulah cak sesi interview IWB dengan Rama. Mimpi Menuju MotoGP Langkah Rama di Red Bull Rookies Cup merupakan jembatan emas menuju kelas utama MotoGP. Dengan konsistensi yang ditunjukkan, Rama Dipa kini dipandang sebagai calon bintang masa depan Indonesia yang siap mengikuti jejak para pendahulunya di ajang Moto3 atau Moto2. Bagi masyarakat Indonesia, kehadiran Rama Dipa adalah simbol harapan baru. Dukungan doa dan apresiasi terus mengalir agar bendera Merah Putih bisa terus berkibar di podium-podium tertinggi sirkuit dunia. Goooo Indonesiaaa !!! (iwb)