Category: Racing

  • Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….nyesek banget cak! Alex Marquez blak-blakan ngaku kesel setengah mati sama dirinya sendiri usai gagal ngamanin podium di balapan MotoGP Silverstone, Inggris 2026. Doi nyebut kesalahannya di T1 (Tikungan 1) sebagai blunder yang konyol alias “unacceptable” (nggak bisa ditoleransi), hingga bikin posisi podium 2 yang udah di depan mata ambyar seketika. Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Start dari P7, Alex Marquez (Gresini Racing) sebenarnya tampil perkasa dan pelan-pelan merangsek naik ke barisan depan. Memasuki pertengahan balapan, doi berhasil menempel ketat Marco Bezzecchi dan sukses melancarkan manuver Over-Take yang manis di Tikungan 15 untuk merebut posisi ke-4.

    Tapi apesnya, giliran masuk Tikungan 1 di lap berikutnya, petaka datang cak! Alex ngaku terlalu optimis dan melipat rem sedikit terlambat (late braking). Efeknya? Bagian depan motor goyang dan ban belakang mendadak kehilangan grip alias kontak dengan aspal.

    Gara-gara overshoot di T1 itu, posisi Alex langsung melorot ke P5. Meskipun doi bisa bangkit dan menyalip Pedro Acosta kembali ke P4, doi udah nggak punya cukup momentum maupun sisa umur ban untuk ngejar Bezzecchi lagi yang ngamanin P3.

    Pasca balapan, raut muka adik Marc Marquez ini kelihatan muram banget, Cak. Doi merasa potensi motor Ducati Desmosedici GP miliknya sebenarnya sanggup buat finis runner-up di belakang sang pemenang!

    ” “Iya nyesel banget… ketika kamu kehilangan podium gara-gara kesalahan konyol—yang sejujurnya nggak bisa ditoleransi dari diri saya sendiri karena sedikit melewatkan titik pengereman—rasanya sungguh menyakitkan (painful), apalagi kamu tahu potensi podium itu sangat realistis.

    ” Saya pikir peluang kami hari ini sebenarnya bisa finis kedua. Tapi kesalahan di T1 pasca menyalip Marco itu murni karena saya terlalu optimis dan mengerem terlalu lambat. Di situ saya merasakan ban belakang mulai mengalami penurunan grip (drop) untuk pertama kalinya.” serunya

    Last…Alex juga memuji taktik Bezzecchi yang dinilainya cerdik menyimpan usia ban belakang buat dua lap terakhir, sehingga Bezzecchi punya pace yang jauh lebih ngacir di akhir balapan. Akhirnya Alex Marquez harus puas membawa pulang poin P4 sembari menahan rasa penyesalan mendalam. Semoga saja seri berikutnya di Aragon atau Misano Alex bisa bangkit…..(iwb)

  • Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”

    Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”

    Screenshot

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… drama Silverstone Inggris benar-benar menjadi ujian berat bagi sang Juara Dunia 8 kali, Marc Marquez! Datang dengan modal apik usai double victory di Sachsenring dan hanya tertinggal 18 poin dari puncak klasemen, Marc justru kudu gigit jari usai terseok-seok dan cuma mampu finish di posisi ke-7. Imbasnya, jarak poin di klasemen kini membengkak jadi 40 poin dari Jorge Martin, cakkk!

    Marc sendiri blak-blakan usai balapan dan nggak mau cari-cari alasan. Doi mengakui kalau di Silverstone kemarin, paket motor maupun ban sebenarnya bekerja dengan cukup baik, tapi masalah utamanya justru datang dari performa dirinya sendiri!

    “Motor bekerja dengan baik, ban juga oke. Hanya saja hari ini aku nggak menemukan cara untuk tampil lebih baik. Posisi ketujuh ini adalah sesuatu yang secara teori memang sudah bisa diprediksi. Hasil paling optimistis ya Top 5, tapi kita tidak bisa mengelolanya dengan baik dan akhirnya finish ke-7,” ujar Marquez gamblang.

    Cak, yang menarik adalah ketegasan Marc saat ditanya apa masalah utamanya hingga bisa disalip sang adik, Alex Marquez, bahkan calon rekan satu timnya di Ducati, Pedro Acosta. Dengan singkat dan tanpa tendeng aling-aling Marc menjawab: “Diriku sendiri!”

    Doi merasa kondisi fisiknya pasca cedera bahu masih terus perlu dikelola, terutama soal daya tahan (endurance) saat balapan berlangsung lama. Marc juga mengakui kalau sang adik, Alex Marquez, memang tampil jauh lebih jempolan di trek Silverstone. “Bahkan tahun lalu saat aku di performa terbaik pun, Alex memang lebih kencang dariku di sirkuit ini. Alex naik motor dengan sangat bagus dan dia lebih cepat dari kami, padahal motor kami sama,” tambahnya.

    Lalu gimana soal persaingan gelar juara dunia yang makin menjauh? Nah ini dia cakk, mentalitas The Baby Alien memang rada beda sekarang. Doi memilih realistis dan ogah memaksakan diri kalau situasinya nggak memungkinkan.

    “Kemarin aku ada masalah besar dengan daya tahan ban sprint dan finish ke-9. Hari ini, aku merasa memang tidak mungkin untuk bertarung dengan pebalap lain. Ya sudah, aku tidak bertarung. Memang begitu keadaannya. Aku sudah cukup bertarung sepanjang karirku. Aku bakal bertarung saat merasa enak, tapi kalau lagi nggak enak, aku cuma ingin tetap bertahan di atas motor,” tegas Marc.

    Bahkan doi menambahkan kalau gelar Juara Dunia tambahan nggak akan mengubah jalan hidupnya kelak. “Targetku sekarang adalah menikmati di atas motor. Gelar juara dunia tidak akan mengubah masa depanku. Ambisiku tetap sama, pendekatan tiap akhir pekan balapan juga sama, tapi harus selalu realistis dan jangan terburu-buru,” pungkasnya.

    Yup… lugas dan bijak banget cakk! Marc sadar betul kapan harus menekan dan kapan harus main aman demi selamat sampai garis finish. Menariknya, seri berikutnya bakal berlangsung di Aragon—sirkuit ‘makanan empuk’ Marc Marquez tempat doi pernah menyapu bersih kemenangan. Akankah Si Semut dari Cervera bangkit mengamuk di Aragon? Kita tunggu saja aksi lanjutannya cakk! (iwb)

  • Cetak Sejarah Baru! Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Race Perdana SS600 ARRC

    Cetak Sejarah Baru! Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Race Perdana SS600 ARRC

    Iwanbanaran.com – Cakk…Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Nugroho, sukses mencatatkan kemenangan perdana di kelas SuperSport 600cc (SS600) Asia Road Racing Championship (ARRC) setelah menjadi juara pertama pada Race 1 Round 4 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/8). Bermula dari grid ke-3, Wahyu tampil konsisten dan mampu mengatasi persaingan ketat para pembalap Asia, termasuk Malaysia dan Thailand, hingga akhirnya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di podium tertinggi.

    Kemenangan ini menjadi pencapaian spesial bagi Wahyu karena telah melalui proses yang panjang dan evaluasi bersama Yamaha Racing Indonesia (YRI) dari beberapa round sebelumnya untuk bisa menjadi juara dan memperbesar peluang Wahyu Nugroho untuk menembus posisi Top 5 klasemen sementara ARRC 2026.

    “Ini kemenangan yang sangat spesial karena akhirnya saya bisa pecah telor dan mendapatkan juara satu di kelas SS600 dan sedari awal saya terus berusaha menjaga pace supaya tetap konsisten dari lap pertama sampai terakhir serta tetap fokus dan percaya diri dengan kecepatan saya, jadi sebisa mungkin tidak membuat kesalahan dan terus menjaga ritme sampai lap terakhir dan Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana dan akhirnya kami bisa meraih kemenangan ini,” ujar Wahyu Nugroho, pembalap Yamaha Racing Indonesia.

    Selain membuktikan kemampuan pembalap, penampilan apik selama 12 laps yang membawa kemenangan, ini juga membuktikan perkembangan dan improvement nyata tim Yamaha Racing Indonesia dari tahun ke tahun karena di ARRC Mandalika tahun 2025, Yamaha Racing Indonesia mendapatkan podium 2 oleh Wahyu Nugroho dan podium 3 oleh M. Faerozi Toreqottullah.

    “Ini merupakan bagian dari strategi dan hasil evaluasi kami dari round-round sebelumnya karena kami terus melihat apa yang perlu ditingkatkan dan menerapkannya mulai dari saat free practice, kualifikasi, sampai Race 1 dan hasil hari ini tentu sangat memuaskan dan sangat positif, tapi kami tidak ingin cepat puas karena masih ada Race 2 sehingga kami akan tetap kembali melakukan evaluasi dan fokus mempersiapkan semuanya agar bisa mendapatkan hasil terbaik di race berikutnya,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

    Kemenangan perdana di SS600 ini menjadi momentum penting bagi Wahyu Nugroho dan Yamaha Racing Indonesia. Dengan Indonesia Raya yang berkumandang di podium tertinggi ARRC Mandalika, Wahyu membawa modal kepercayaan diri positif untuk kembali menghadapi Race 2 dan melanjutkan perjuangan di pentas balap Asia….(YIMM PR iwb)

     

  • Motogp Silverstone 2026 : Marquez ambyarr….Ducati mawut, Aprilia Tak Tersentuh !!!

    Motogp Silverstone 2026 : Marquez ambyarr….Ducati mawut, Aprilia Tak Tersentuh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Trackhouse Racing Aprilia, Raul Fernandez, tampil luar biasa mendominasi balapan utama MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Fernandez memimpin sejak lap pertama hingga finis untuk mengamankan kemenangan manis sekaligus menebus kesalahannya pada sesi Sprint Race sehari sebelumnya. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor unik Silverstone yang mencatatkan 12 pemenang berbeda secara beruntun dalam ajang Grand Prix. Sayang cak pada race hari sekali ini terlihat sekali bagaimana kondisi itu Ducati yang kesulitan. Yup…Marquez ambyarr….Ducati mawut, Aprilia Tak Tersentuh !!!

    Memulai balapan dari barisan depan, Fernandez langsung mengamankan holeshot saat memasuki Tikungan 1. Nasib sial dialami oleh pemegang pole position sekaligus pemenang Sprint, Jorge Martin, serta rekan setimnya Ai Ogura. Rear ride-height device (perangkat pengatur ketinggian bagian belakang) pada motor Martin dan Ogura gagal kembali ke posisi semula, membuat keduanya melar dan melebar di tikungan pertama.

    Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Raul Fernandez. Di pertengahan balapan, Fernandez berhasil melebarkan jarak hingga lebih dari 4 detik dari kejaran duo pabrikan Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Meski mengandalkan ban belakang kompon medium, Fernandez mampu menjaga kestabilan ritme hingga mengibarkan bendera chequered flag dengan keunggulan 2,538 detik.

    Sapu Bersih Podium oleh Aprilia & Insiden Papan Atas

    Keberhasilan Fernandez melengkapi podium sapu bersih (1-2-3) untuk pabrikan Aprilia di Silverstone:

    1. Raul Fernandez (Trackhouse Racing – Aprilia)

    2. Jorge Martin (Aprilia Racing)

    3. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)

    Marco Bezzecchi, yang baru saja kembali pasca-operasi bahu dan lutut, tampil heroik menahan gempuran ketat dari Alex Marquez (Gresini Ducati) menjelang garis finis untuk mengamankan podium ketiga.

    Sementara itu, nasib buruk menimpa beberapa nama besar:

    • Ai Ogura terjatuh saat berada di posisi ke-7. Ini menjadi kesalahan balapan pertamanya di musim 2026.

    • Marc Marquez kembali mengalami masalah ban belakang  dan harus puas finis di urutan ke-7.

    • Pecco Bagnaia, Enea Bastianini, Iker Lecuona, dan Cal Crutchlow semuanya mengalami insiden gugur/terjatuh (crash) secara terpisah.

    • Di lap pembuka, Joan Mir dan Alex Rins terlibat kontak hingga keduanya jatuh bersamaan.

    Tidak Finis (DNF):

    • Ai Ogura (Trackhouse Aprilia)

    • Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo)

    • Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3)

    • Joan Mir (Honda HRC)

    • Alex Rins (Monster Energy Yamaha)

    • Cal Crutchlow (LCR Honda)

    • Iker Lecuona (Gresini Ducati)

    Last….dengan hasil ini, Jorge Martin makin kokoh di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia dengan keunggulan 31 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Ai Ogura terlempar ke posisi ketiga berjarak 37 poin, disusul Marc Marquez di peringkat keempat terpaut 40 poin….(iwb)

    Hasil Race MotoGP Silverstone 2026

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) 20 laps
    2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.538s
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +3.393s
    4 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +4.702s
    5 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +6.256s
    6 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +6.382s
    7 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +9.55s
    8 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +22.288s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +23.845s
    10 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +25.411s
    11 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +26.301s
    12 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +26.883s
    13 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +29.458s
    14 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +41.31s
    15 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +41.492s
    16 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +42.379s
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26)
    Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V)
    Iker Lecuona SPA BK8 Gresini Ducati (GP26)
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
  • Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?

    Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai melakoni sesi Sprint Race di Sirkuit Silverstone. Mengalami masalah degradasi ban belakang yang sangat parah, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa performa motor Ducati terpuruk dibandingkan para pesaingnya, khususnya Aprilia yang tampil dominan. Hancur Sprint Race Silverstone..Marquez Dapat Ban Cacat !?

    Masalah utama yang dialami Marquez dan jajaran pembalap Ducati lainnya adalah fenomena graining atau terkikis berlebih pada ban belakang. Masalah tersebut membuat cengkeraman (grip) merosot drastis hanya dalam beberapa lap awal, sehingga memaksa Marquez mengubah strateginya dari menyerang menjadi sekadar bertahan hidup (survival mode) agar tidak terjatuh.

    Melihat kondisi tersebut jelang balapan utama Grand Prix, Marquez melontarkan peringatan keras bahwa jika solusi belum ditemukan oleh tim teknis Ducati, ia berisiko terlempar dari zona 15 besar (zona poin).

    Marquez menjelaskan bahwa degradasi ban belakang yang ia alami berada di tingkat yang sangat ekstrim. Saat menyadari motornya mulai tidak stabil dan berisiko mengalami kecelakaan fatal, ia memilih untuk bermain aman dan mulai melakukan kalkulasi poin.

    “Degradasi ban hari ini sangat luar biasa parah, dan pada satu titik saya hanya fokus berusaha untuk bisa mencapai garis finis. Saya mulai berhitung di atas motor: finis keenam, ketujuh, kesembilan, atau kesepuluh hanya berselisih sedikit poin, sedangkan jika terjatuh, saya mendapatkan nol poin. Motor bisa saja terlempar (Highside) kapan saja. Jika besok kami mengalami tingkat degradasi ban yang sama seperti ini, saya berisiko finis di luar zona poin. Saya tidak berpikir ini semata-mata masalah suhu udara yang lebih tinggi. Ketika kamu mengalami graining, itu seperti ban tidak bekerja pada jendela temperatur yang tepat.

    Meskipun saya bukan satu-satunya — pembalap Ducati lain juga mengalami hal serupa, termasuk Diggia — saya adalah yang paling menderita. Kami harus memahami apakah ada hal yang bisa saya perbaiki dari gaya balap saya, dan tim harus mencari solusi dalam hal pengaturan (setup) motor. Saya akan melakukan bagian saya, dan mereka akan melakukan bagian mereka.” ujar Marquez. Menurutnya, mengambil risiko berlebih demi satu atau dua posisi tambahan tidak sepadan dengan risiko kehilangan seluruh poin akibat terjatuh.

    Masalah graining ini tidak hanya menimpa Marquez, tetapi juga dirasakan oleh pembalap Ducati lainnya seperti Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia. Namun, Marquez mengakui bahwa dirinya adalah pembalap yang menderita paling parah di lintasan.

    Aprilia Sangat Dominan di Silverstone

    Selain masalah teknis pada ban, Marquez secara terbuka mengakui keunggulan pabrikan rival, Aprilia, di sirkuit sepanjang 5,9 kilometer tersebut. Karakteristik Silverstone yang mengandalkan kecepatan tinggi di tikungan mengalir (sweeping corners) dinilai sangat cocok dengan paket aerodinamika dan sasis Aprilia.

    “”Di sini Aprilia jauh lebih unggul. Ini adalah balapannya Aprilia. Kami para pembalap Ducati harus berusaha untuk tetap sedekat mungkin dan meminimalisir kerugian. Ini bukan pertama kalinya kami tiba di sirkuit yang tidak menguntungkan bagi kami. Setidaknya untuk satu lap cepat saya merasa kencang, tetapi untuk ritme balapan (race pace), kami masih harus banyak berkembang..,” tegas sang juara dunia delapan kali tersebut.

    Last…Meski demikian, Marquez tetap melihat sedikit titik terang dari segi kecepatan satu lap (single-lap pace). Namun, ia menegaskan bahwa ritme balapan (race pace) Ducati masih memerlukan pembenahan besar sebelum balapan utama dimulai. So…. Sejauh ini memang tidak ada konfirmasi apa pun dari Michelin perihal dropnya performa ban Marquez. Apakah ini ada hubungannya dengan kualitas bahan yang dianggap cacat, atau hanya sekedar karakter motor Ducati yang mungkin kurang cocok dengan kompon yang diberikan oleh Michelin di Silverstone ?? Kita tunggu saja perjuangan Marc untuk bangkit nanti….(iwb)

  • Torehkan Record….Marco Bezzecchi Tahan Dengkul Nyeri !!!

    Torehkan Record….Marco Bezzecchi Tahan Dengkul Nyeri !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marco Bezzecchi, mencatatkan rekor lap baru dan menjadi yang tercepat dalam sesi latihan (Friday Practice) MotoGP Inggris di Silverstone. Namun, di balik performa impresifnya tersebut, Bezzecchi mengungkapkan bahwa dirinya masih berjuang keras menahan rasa sakit akibat cedera rumit yang didapatnya di Sachsenring bulan lalu. Betul cak, walau Torehkan Record….Marco Bezzecchi Tahan Dengkul Nyeri !!!

    Marco mengungguli Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) dengan selisih 0,3 detik dan mengasapi para rival utamanya. Kendati berhasil memuncaki catatan waktu, Bezzecchi menegaskan bahwa kondisi fisiknya masih jauh dari kata pulih total. Bezzecchi mengungkapkan bahwa cedera lutut yang dialaminya ternyata jauh lebih rumit dan menyiksa ketimbang cedera tulang selangka (collarbone) yang juga dideritanya di Jerman.

    “Hari ini luar biasa dan saya tentu sangat senang bisa mencetak catatan waktu yang bagus. Namun, secara keseluruhan ritme balap saya sedikit berbeda,” ungkap Bezzecchi. “Dalam hal kecepatan balap (pace), saya masih sedikit kesulitan. Ketika harus melahap empat atau lima lap beruntun, saya sangat menderita dan di akhir sesi saya merasa sangat lelah. Cedera tulang selangka memang parah hingga membutuhkan operasi rumit. Namun, luka di lutut adalah yang paling membuat saya gila. Di Jerman luka itu sempat ditutup agar saya bisa terbang pulang, tetapi harus dibuka kembali. Saat dibuka, dokter melihat tulang lutut saya juga terkikis. Jadi saya sebenarnya kehilangan serpihan kecil dari tulang tersebut.” keluhnya…

    Kondisi lutut yang membengkak dan berisi cairan membuat pembalap yang memenangi GP Inggris musim lalu itu kesulitan melakukan manuver dinamis di lintasan Silverstone yang memiliki banyak perubahan arah (change of direction).

    “Hari-hari di rumah terasa seperti bencana. Saya harus sedikit memaksakan diri, terutama saat perubahan arah cepat. Saya tidak bisa menekuk kaki sepenuhnya,” tambah pembalap yang saat ini berada di peringkat ketiga klasemen kejuaraan tersebut. Meski harus menahan rasa sakit dan nyeri di atas motor, Bezzecchi mengaku puas bisa membuktikan kecepatannya di hari pertama, terlebih Aprilia mendominasi dengan menempatkan empat motor RS-GP di lima besar.

    “Menjadi yang tercepat selalu membantu. Ada kepuasan tersendiri bisa mencetak rekor lap, meskipun ini baru hari Jumat. Setidaknya untuk satu hari saya memegang rekor lintasan,” pungkasnya….(iwb)

  • Marc Marquez kurang KLIK dengan motornya di Silverstone ” Sulit” !!

    Marc Marquez kurang KLIK dengan motornya di Silverstone ” Sulit” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, mengakui bahwa dirinya masih berada di posisi yang cukup jauh dari persaingan podium usai melakoni sesi latihan (practice) GP Inggris di sirkuit Silverstone. Sirkuit Silverstone secara historis menjadi salah satu lintasan yang paling menantang bagi gaya balap Marquez. Meskipun musim lalu berhasil meraih podium, pembalap asal Spanyol tersebut menuntaskan sesi latihan hari Jumat dengan finis di urutan keenam, terpaut 0,733 detik dari catatan waktu tercepat. Yup…Pesimis….Marc Marquez akui sulit di Silverstone !!

    Bicara kepada media seusai latihan, pembalap berusia 33 tahun itu menyebut bahwa karakter Silverstone yang didominasi tikungan cepat mengalir (flowing corners) sangat menguntungkan bagi kompetitor seperti Aprilia.

    “Ini adalah hari yang memang sudah kami perkirakan. Di sini, Aprilia memiliki keunggulan pada tikungan mengalir, yang merupakan titik terkuat motor mereka—mirip seperti di Assen. Kami bekerja keras untuk menemukan setup terbaik, namun saat ini kami masih jauh dari podium, bahkan belum menembus lima besar.” serunya…

    Kendati demikian, pembalap berjuluk The Ant of Cervera tersebut merasa sedikit lebih optimistis dibandingkan saat mengaspal di Assen beberapa waktu lalu. Di saat pembalap Ducati lainnya seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio mampu menunjukkan kecepatan impresif, Marquez menjelaskan tantangan dalam mengadaptasi gaya balapnya di usianya saat ini.

    “Di usia 33 tahun, saya bisa sedikit beradaptasi, tetapi gaya balap saya tetaplah gaya balap saya sejak 2013. Saya selalu kesulitan di sirkuit dengan karakter yang sama, dan kuat di sirkuit tertentu,” jelasnya.

    Marquez menambahkan bahwa mencoba meniru atau memaksa mengikuti gaya balap adiknya, Alex Marquez, di sektor cepat justru terbukti memperburuk situasinya.

    “Ketika saya mencoba meniru dan mengikutinya, hasilnya justru lebih buruk karena saya berkendara terlalu memaksakan (overriding) dan kehilangan lebih banyak waktu.” tutupnya..

    Last…Meski menghadapi kendala teknis dan kondisi fisik lengan kanan yang belum sepenuhnya optimal, juara dunia delapan kali itu tetap bertekad untuk memaksimalkan potensi motornya dan menikmati sisa akhir pekan balapan di GP Inggris sebelum bertolak ke Aragon—sirkuit yang secara historis jauh lebih menguntungkan baginya…..(iwb)

  • Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Veda Ega Pratama (#6), sukses mencuri perhatian dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Qatar Airways Grand Prix of Great Britain di Sirkuit Silverstone. Mengendarai Honda NSF250R milik Honda Team Asia, Veda menorehkan waktu lap impresif 2 menit 11,085 detik dan mengamankan posisi ke-6 dari total 26 pebalap dunia. Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Hasil ini menempatkan Veda hanya terpaut 0,532 detik dari pebalap tercepat David Almansa (2’10.553). Bahkan, Veda hanya berjarak sangat tipis 0,010 detik dari Marco Morelli di P5 dan 0,035 detik dari pebalap papan atas Honda, Adrian Fernandez yang menghuni P3. Oke…mari kita bedah data lapnya dibawa sini cak…

    Pos Pebalap Tim / Motor Waktu Lap Gap ke P1 Top Speed
    1 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM) 2’10.553 233.7 km/h
    2 Scott Ogden CIP Green Power (KTM) 2’10.956 +0.403 234.2 km/h
    3 Adrian Fernandez Leopard Racing (HONDA) 2’11.050 +0.497 236.3 km/h
    4 Joel Kelso GRYD Racing (HONDA) 2’11.070 +0.517 234.7 km/h
    5 Marco Morelli CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.075 +0.522 237.3 km/h
    6 Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 2’11.085 +0.532 232.7 km/h
    7 Maximo Quiles CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.097 +0.544 232.7 km/h

    Data lembar timing resmi menunjukkan kecepatan puncak (top speed) Veda di trek lurus berada di angka 232,7 km/jam, lebih rendah dibanding pebalap seperti Morelli (237,3 km/jam). Namun, Veda sangat digdaya di sektor-sektor teknis:

    • Sektor 1 (T1): Mengukir waktu 29,363 detik (Tercepat ke-4), membuktikan keberaniannya di pengereman kencang Abbey dan Village.

    • Sektor 3 (T3): Menorehkan 20,100 detik (Tercepat ke-6) di kompleks tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel.

    • Sektor 4 (T4): Mencatat 45,585 detik (Tercepat ke-5).

    Karakter gaya balap Veda yang halus dan berani di titik masuk tikungan (corner entry) sangat cocok dengan tata letak mengalir (flowing) Sirkuit Silverstone.

    Screenshot

    Silverstone merupakan salah satu sirkuit terpanjang di kalender balap (5,9 km) dengan variasi tikungan cepat yang menuntut hafalan racing line yang presisi. Sering kali pebalap butuh waktu beberapa sesi untuk adaptasi, namun Veda membuktikan kapasitasnya dengan langsung menembus papan atas sejak sesi latihan pembuka.

    Kombinasi waktu sektor terbaik Veda menghasilkan Ideal Lap Time (IT) sebesar 2’11.018. Waktu terbaiknya di lintasan (BT) tercatat 2’11.085. Delta selisih yang hanya 0,067 detik membuktikan bahwa Veda mampu menyatukan performa terbaik tiap sektor dalam satu putaran utuh tanpa melakukan kesalahan fatal maupun melebar.

    Last…Veda mencetak waktu lap terbaiknya pada lap ke-13 dari total 14 lap yang ia jalani. Ini menandakan strategi manajemen ban dan pembangunan rasa percaya diri yang berjenjang hingga puncak performa di akhir sesi. Kita tunggu saja next session apakah Veda masih bisa improve atau sebaliknya ?? Kita pantau terus cak…(iwb)

     

  • Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???

    Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pengumuman kepindahan Fabio Quartararo ke Honda untuk musim MotoGP 2027 menjadi salah satu kabar paling menyedot perhatian di paddock. Menjelang seri GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Juara Dunia MotoGP 2021 tersebut akhirnya angkat bicara mengenai alasannya mengambil tantangan baru bersama pabrikan asal Jepang itu. Dan yang mengejutkan cak…Belum dimulai….Fabio Quartararo Sudah ancam Honda ???

    Setelah bertahun-tahun membela Monster Energy Yamaha, pembalap berjuluk El Diablo itu merasa bahwa sudah waktunya untuk keluar dari zona nyaman dan mengusung tantangan baru demi kembali bersaing di barisan depan.

    “Sudah waktunya untuk perubahan… untuk sebuah tantangan baru. Saya telah melewati momen-momen luar biasa bersama Yamaha, tetapi kini saatnya melihat ke depan dan mencari dorongan motivasi yang berbeda,”ungkap Quartararo saat sesi media di Silverstone.

    Menaruh Harapan Besar pada Paket Motor 2027

    Perubahan regulasi besar-besaran yang akan diterapkan pada MotoGP 2027 (termasuk mesin 850cc dan regulasi aerodinamika baru) menjadi salah satu alasan utama Quartararo mempercayakan masa depannya kepada Honda. Pabrikan berlambang sayap mengepak tersebut saat ini sedang gencar membangun proyek baru di bawah arahan teknis yang terus diperbarui.

    Ketika ditanya mengenai ekspektasinya terhadap apa yang akan ia dapatkan di Honda, Quartararo menyampaikan harapannya secara lugas. Dan indikasi kuat Fabio memberikan pressure besar kepada Honda dan ini sudah pernah dilontarkan oleh Pernat….

    “Apa yang saya harapkan dibawakan dari Honda? Saya mengharapkan motor yang menang (winning bike). Itulah target utama saya. Honda adalah pabrikan raksasa dengan sejarah panjang di dunia balap, dan mereka memiliki kapasitas besar untuk kembali ke puncak,” tegasnya.

    Tetap Profesional Bersama Yamaha di Sisa Musim 2026

    Meskipun kesepakatan untuk musim 2027 telah diumumkan, pembalap asal Prancis itu menegaskan komitmennya untuk tetap tampil 100 persen bersama Yamaha di sisa paruh kedua musim 2026.

    Quartararo menekankan bahwa dirinya ingin menyelesaikan hubungannya dengan Yamaha secara profesional dan memberikan hasil terbaik sejauh yang ia mampu.

    “Fokus saya saat ini masih sepenuhnya ada di musim 2026 bersama Yamaha. Kami masih memiliki banyak balapan untuk dijalani, dan saya akan memberikan segalanya hingga seri terakhir di Valencia,” tutup pembalap berusia 27 tahun tersebut.

    Last… Ungkapan Fabio memang tidak langsung menembak Honda. Akan tetapi pernyataan di atas jelas merupakan tekanan besar buat tim sayap mengepak. Ibaratnya ini adalah ancaman harus dari Fabio kepada Honda untuk menyediakan motor yang bagus karena itulah alasan dia kenapa mau pindah ke Honda. Apakah duet keduanya menghasilkan hasil bagus ?? Kita tunggu saja sepak terjang nya tahun depan…(iwb)

  • Gawattt…Marquez akui lengannya sudah cacat ???

    Gawattt…Marquez akui lengannya sudah cacat ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, kembali memberikan pengakuan jujur mengenai kondisi fisik lengan kanannya yang sempat melewati empat kali operasi besar. Juara dunia delapan kali tersebut menegaskan bahwa kondisi lengan kanannya tidak akan pernah bisa kembali seperti sediakala, sehingga ia harus terus menyesuaikan gaya balapnya di atas motor MotoGP. Kalau Bahasa kasarnya lengannya sudah cacat ?? waduhhh…..gawaatttt…

    Namun Marc idak ingin menjadikan kondisi fisiknya sebagai alasan untuk menyerah. Dalam pernyataannya, Marquez mengungkapkan perkembangan otot fisiknya yang tidak merata, namun ia memilih untuk fokus mencari solusi ketimbang meratapi keadaan.

    “Beberapa otot memang menunjukkan peningkatan, tetapi beberapa lainnya tidak. Namun, ya begitulah kenyataannya, tidak ada yang perlu diratapi. Jadi dengan mempertimbangkan hal itu, saya akan berusaha menemukan solusinya,” ujar Marquez.

    Menerima Realita Lengan Kanan yang Berbeda

    Masalah cedera humerus kanan yang dialami Marquez sejak insiden fatal di Jerez beberapa tahun lalu memang terus membayang-bayangi kariernya. Kendati kini mampu bersaing ketat di papan atas kejuaraan dunia bersama pabrikan Ducati, Marquez mengakui bahwa keterbatasan fisik masih ada.

    “Ini adalah lengan kanan yang berbeda. Jadi saya akan mencoba terbiasa dan terus berusaha berada dalam kondisi 100 persen di setiap akhir pekan balapan,” tambahnya.

    Marquez menjelaskan bahwa alih-alih memikirkan keterbatasan tersebut, langkah terbaik yang bisa ia lakukan adalah kembali mengubah cara mengendarai motor agar sesuai dengan tuntutan kondisi fisiknya saat ini.

    Penyesuaian Gaya Balap di Atas Desmosedici

    Adaptasi bukanlah hal baru bagi pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Sejak kembali dari masa pemulihan panjang, ia telah berulang kali memodifikasi teknik pengereman dan posisi tubuhnya saat melintasi tikungan.

    “Saya akan kembali menyesuaikan gaya balap saya dengan apa yang dibutuhkan oleh kondisi fisik saya saat ini. Saya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan level kebugaran fisik saya semaksimal mungkin,”tegas Marquez.

    Last….Sikap pantang menyerah dan mentalitas baja yang ditunjukkan Marc Marquez membuktikan mengapa ia tetap menjadi salah satu pembalap paling disegani di grid MotoGP. Meski harus berlomba dengan kondisi fisik yang tak lagi utuh, Marquez bertekad untuk terus tampil maksimal di setiap seri demi memperebutkan gelar juara dunia. Piye cak…optimis ora dengan Marc Akan mampu mempertahankan juara dunianya ?? (iwb)