Category: Racing

  • Marc Marquez Persembahkan Kemenangan ke-100…Gigi Dall’Igna Terharu !!

    Marc Marquez Persembahkan Kemenangan ke-100…Gigi Dall’Igna Terharu !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Kemenangan sensasional Marc Marquez pada balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi akhir pekan lalu tidak hanya memanaskan perebutan gelar juara dunia, tetapi juga menorehkan tonggak sejarah spesial bagi General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna. Kemenangan tersebut resmi menandai kemenangan ke-100 Ducati di ajang MotoGP di bawah kepemimpinan teknisnya. Namun, di balik pencapaian gemilang era keemasan Ducati saat ini, Dall’Igna membuat pengakuan menarik. Motor Ducati yang paling melekat dan menduduki tempat khusus di hatinya justru bukanlah motor yang berhasil merajai podium tertinggi, melainkan sebuah mesin yang belum pernah sekalipun mengecap kemenangan.

    Kisah di Balik GP15: Lompatan Besar yang Penuh Tekanan

    Setelah hijrah dari Aprilia ke Ducati pada akhir 2013, sentuhan tangan dingin Dall’Igna perlahan-lahan membantu Desmosedici yang saat itu tengah terpuruk untuk kembali kompetitif dan naik podium pada musim 2014. Puncaknya, lahirlah GP15, motor pertama yang dikembangkan sepenuhnya di bawah kepemimpinan teknisnya.

    Meskipun belum pernah mempersembahkan trofi juara pertama, GP15 sukses mengoleksi total sembilan podium—termasuk lima kali finis di posisi kedua—lewat aksi-aksi ciamik dari Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci sepanjang musim 2015.

    “Sejujurnya, mesin 2015 adalah yang paling penting, karena dengan motor itu kami membuat lompatan yang sesungguhnya. Dan itu tidak mudah, ada banyak tekanan saat itu. Jadi saya pikir motor itu, mesin itu, tetap berada di hati saya melebihi semua motor lainnya. Meskipun motor juara dunia pertama tentu saja merupakan motor penting lainnya bagi saya.” serunya

    Selepas era GP15, Andrea Iannone akhirnya memutus puasa kemenangan Ducati dengan mempersembahkan kemenangan perdana di era Dall’Igna pada tahun 2016. Setelahnya, butuh waktu hingga tahun 2022 bagi Francesco “Pecco” Bagnaia untuk mengakhiri penantian panjang Ducati dengan merengkuh gelar juara dunia pembalap pertama sejak Casey Stoner. Sejak saat itu, dominasi Ducati tidak pernah terhentikan dan terus menyapu bersih titel dunia setiap musimnya.

    “Tentu saja ini adalah era keemasan bagi kami! Karena kami mendapatkan hasil yang luar biasa! Saya pikir sangat sulit untuk bisa berbuat lebih baik dari ini,” puji Dall’Igna.

    Last…Kemenangan ke-100 Dall’Igna di Motegi dipersembahkan oleh Marc Marquez, yang tampil luar biasa sepanjang akhir pekan. Meski Francesco Bagnaia sejauh ini masih menjadi penyumbang kemenangan terbanyak untuk rekor abadinya dengan 31 kemenangan, performa apik Marquez musim ini turut memegang peran penting dalam persaingan ketat pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Kini, dengan selisih poin di klasemen yang semakin menipis—di mana Marquez hanya terpaut dua angka di belakang pimpinan klasemen Jorge Martin jelang seri berikutnya di Mandalika—Dall’Igna memberikan apresiasi tinggi kepada pembalap barunya itu. “Marc tampil luar biasa, dan dalam balapan-balapan terakhir ini ia melakukan segalanya dengan benar, jadi selamat untuknya dan seluruh tim,” tutup Dall’Igna terharu atas angka 100 kemenangan yang diberikan Marc…(iwb)

  • Breaking !! Aleix Espargaro Gantikan Joan Mir di MotoGP Indonesia 2026…Siap Hadapi Tantangan Fisik di Mandalika

    Breaking !! Aleix Espargaro Gantikan Joan Mir di MotoGP Indonesia 2026…Siap Hadapi Tantangan Fisik di Mandalika

    Iwanbanaran.com – Cakk…Pabrikan asal Jepang, Honda HRC, kembali melakukan rotasi pebalap menjelang gelaran balap akhir pekan ini. Melalui pengumuman resmi, Honda mengonfirmasi bahwa Joan Mir harus kembali menepi dari lintasan akibat masalah kesehatan yang belum pulih sepenuhnya. Sebagai penggantinya, test rider andalan Honda, Aleix Espargaro, dipastikan turun gunung untuk membesut RC213V di Sirkuit Mandalika, Indonesia…!!

    Keputusan ini sekaligus menandai penampilan perdana Espargaro di kejuaraan dunia MotoGP musim 2026. Sejak insiden kecelakaan hebat yang dialaminya saat tes pramusim di Sepang awal tahun lalu, pebalap veteran asal Spanyol tersebut harus absen panjang. Kala itu, ia mengalami cedera parah berupa empat patah tulang vertebra yang mengharuskannya menjalani operasi pemasangan plat dan sekrup, serta tindakan medis lanjutan untuk mengangkat pen di punggungnya.

    Akibat proses pemulihan yang panjang, jam terbang Espargaro di atas motor RC213V sangat terbatas. Sejumlah rencana penampilan sebagai pebalap wildcard pun terpaksa batal. Oleh karena itu, turun langsung di Sirkuit Mandalika—yang dikenal memiliki karakter trek sangat menguras fisik serta cuaca tropis yang menantang—menjadi ujian tersendiri bagi pebalap berjuluk Capitano tersebut.

    Menanggapi kembalinya dirinya ke grid utama, Espargaro mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim. Ia menegaskan bahwa dirinya datang ke Lombok dengan target dan ekspektasi yang realistis.

    “Tentu saja merupakan sebuah kehormatan besar untuk bergabung dengan tim pabrikan Honda di MotoGP, dan saya ingin berterima kasih kepada mereka yang telah mempercayai saya untuk membalap sementara Joan dan Taka memulihkan diri,” ujar Espargaro. “Setelah kecelakaan di awal tahun dan cedera yang saya alami, saya tidak memiliki banyak waktu di atas motor seperti yang saya inginkan. Kami datang ke Mandalika dengan ekspektasi yang realistis karena saya hanya melibas sedikit putaran, ditambah ini adalah trek yang sangat menguras fisik, belum lagi faktor cuaca.”

    Kehadiran Espargaro tentu diharapkan mampu memberikan masukan krusial bagi pengembangan motor Honda di paruh musim ini. Pada seri sebelumnya di Jepang, posisi Joan Mir sempat diisi oleh pebalap WorldSBK asal Thailand, Somkiat Chantra, yang sukses mencuri perhatian lewat penampilan solidnya dan finis di posisi ke-13. Sementara itu, Luca Marini saat ini masih memimpin barisan pebalap Honda di klasemen sementara, berjuang ketat untuk merangsek ke sepuluh besar melawan pebalap seperti Enea Bastianini dan Fermin Aldeguer.

    Last….Dengan pengalaman luar biasa yang dimiliki Aleix Espargaro, para penggemar balap tanah air tentu menantikan bagaimana sang pebalap penguji mampu beradaptasi cepat dengan panasnya atmosfer Sirkuit Mandalika serta memberikan dorongan positif bagi kebangkitan performa Honda akhir pekan ini….(iwb)

  • Jorge Martin Bertekad akan Balas kekalahan di Mandalika !!

    Jorge Martin Bertekad akan Balas kekalahan di Mandalika !!

    Iwanbanaran.com – Cakk…Usai jalannya Grand Prix Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, persaingan di papan atas klasemen MotoGP semakin memanas. Jorge Martin, yang harus puas finis di posisi kedua setelah duel sengit melawan Marc Marquez, secara terbuka mengungkapkan pandangannya mengenai ketatnya perburuan gelar juara dunia musim ini. Meskipun kalah cepat dari sang bintang Ducati di Motegi, pembalap Aprilia tersebut mengaku merasa terhormat bisa bertarung secara langsung melawan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP. Jorge Martin Pastikan akan Balas kekalahan di Mandalika !!

    Memulai balapan dari pole position, Martin sebenarnya melakukan start yang sangat baik dan berhasil memimpin jalannya balapan sejak tikungan pertama. Ia berusaha keras menahan gempuran Marquez di depannya.

    Namun, seiring berjalannya balapan, kecepatan motor dan ritme balap Marquez terbukti sedikit lebih unggul. Puncaknya terjadi ketika Marquez melakukan aksi menyalip yang brilian di tikungan sembilan, yang sekaligus merebut posisi pimpinan lomba hingga garis finis.

    “Saya senang dengan performa saya. Tentu saja saya membuat beberapa kesalahan kecil. Dengan gaya balap yang saya miliki, saya pikir saya bisa menang, tapi Marc memang tak terkalahkan hari ini,” ungkap Martin seusai balapan.

    Kendati gagal meraih kemenangan, Martin tetap memetik catatan positif dari seri Motegi. Hasil podium ini menandai sejarah baru bagi Aprilia, mengingat Sirkuit Motegi dulunya merupakan trek yang cukup sulit bagi pabrikan asal Noale tersebut.

    Martin juga mengakui bahwa dirinya sudah berupaya memangkas jarak kecepatan di tikungan-tikungan ke kiri, namun Marquez masih memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan, terutama di sektor pertama lintasan.

    “Kami mampu membuat perbedaan selama akhir pekan. Saya merasa saya berhasil memangkas jarak darinya di tikungan-tikungan kiri, tapi itu masih belum cukup. Sektor pertama itu adalah saat ia benar-benar sangat kompetitif,” jelasnya.

    Menatap sisa seri musim ini, Martin menyadari bahwa mengalahkan Marquez untuk merebut mahkota juara dunia bukanlah tugas yang mudah. Terlebih, Marquez kembali memperlihatkan performa dominan yang menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar.

    Walaupun demikian, pembalap asal Spanyol ini memilih untuk melihat situasi tersebut dari sudut pandang yang positif. Bagi Martin, berbagi lintasan dan bersaing secara langsung dalam perebutan gelar juara melawan pembalap sekaliber Marc Marquez adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

    “Akan sangat sulit untuk mengalahkannya, tetapi ini adalah sebuah keistimewaan bisa bertarung dengan Marc pada tahap kejuaraan seperti ini,” tutup Martin….(iwb)

  • Motegi 2026 : Marc Marquez kena Tegur Steward….wah ada apa ???

    Motegi 2026 : Marc Marquez kena Tegur Steward….wah ada apa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pekan balap MotoGP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi diwarnai oleh sebuah insiden unik yang mencuri perhatian paddock dan para penggemar. Pembalap bintang Ducati, Marc Marquez, secara terbuka mengakui bahwa dirinya sengaja menggunakan seorang stunt double (pemeran pengganti) untuk menggantikannya dalam sesi parade go-kart pra-balapan. Di saat sebagian besar pembalap lain—termasuk rival-rival utamanya—turut ambil bagian dalam acara hiburan tersebut, Marquez memilih untuk absen dan mementingkan kondisi fisiknya….

    Sebelum balapan utama dimulai, pihak penyelenggara mengadakan acara hiburan berupa balap go-kart yang melibatkan para pembalap MotoGP (serupa dengan acara tuk-tuk race di Buriram atau parade serupa di Formula 1).

    Sebagian besar pembalap turun ke lintasan, sementara Somkiat Chantra keluar sebagai pemenang diikuti oleh Pedro Acosta. Namun, sosok Marc Márquez sama sekali tidak terlihat berada di balik kemudi go-kart tersebut. Sebagai gantinya, sebuah ide spontan muncul ketika salah satu anggota tim menawarkan agar seorang stunt double mengenakan perlengkapan balap lengkap dan berdiri di grid menggantikannya.

    Rival terdekatnya, Jorge Martin, mengaku langsung menyadari kejanggalan tersebut sejak awal. “Saya langsung menyadari dengan cepat, saya tahu itu bukan Marc,” ujar Martin.

    Tanpa rasa canggung, Marquez mengakui bahwa keputusan tersebut memang egois, namun sangat krusial bagi fokusnya di paruh musim yang krusial ini. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah memburu gelar juara, bukan sekadar mencari hiburan di atas go-kart.

    “Jelas saya paham ini untuk pertunjukan (show), tapi kami sedang bertarung demi kejuaraan, bukan untuk bersenang-senang mengelilingi sirkuit dengan go-kart,” tegas Marquez.

    “Untuk sesi Warm-Up, saya bilang saya butuh es (perawatan lengan/fisik), lalu salah satu anggota tim mengusulkan, ‘Bagaimana kalau stunt double yang turun?’ Ini seperti momen ‘pegang minuman saya’, dan akhirnya hal itu terjadi.”

    Meskipun aksi tersebut berhasil mengelabui sebagian orang di grid untuk sementara waktu, aksi “pemberontakan” kecil ini tidak luput dari pengawasan pengawas balapan (stewards). Marquez mengakui bahwa ia sempat mendapat teguran (telling-off) dari pihak berwenang atas pergantian pembalap terselubung tersebut.

    Kendati demikian, pembalap asal Cervera ini tampaknya tidak ambil pusing dengan teguran tersebut. Ia menegaskan bahwa di fase perebutan gelar juara dunia saat ini, bersikap egois adalah sebuah keharusan agar ia bisa selalu tampil prima di lintasan utama.

    “Saat ini kami harus bersikap egois dan tampil di level terbaik saat hal itu benar-benar dihitung, yaitu di dalam balapan,” tutupnya. Pada akhirnya, keputusan tersebut terbukti efektif setelah Marquez sukses mengamankan kemenangan gemilang di Grand Prix Jepang akhir pekan kemarin….(iwb)

  • Warm UP Motegi : Pakai Ban keras….Marquez Terkencang !!

    Warm UP Motegi : Pakai Ban keras….Marquez Terkencang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, menyajikan drama teknis yang tidak biasa menjelang balapan utama Grand Prix MotoGP 2026. Sesi warm-up atau pemanasan yang biasanya berjalan singkat mendadak menjadi pusat perhatian seluruh paddock setelah Michelin mengambil keputusan darurat menarik penggunaan ban belakang kompon soft (lunak). Langkah drastis ini diambil pabrikan ban asal Prancis tersebut menyusul masalah blistering parah (permukaan ban melepuh) yang dialami sejumlah pembalap pada balapan Sprint sehari sebelumnya.

    Akibat penarikan kompon soft tersebut, penyelenggara MotoGP bersama Race Direction sepakat memperpanjang durasi sesi pemanasan pagi hari dari yang mulя berdurasi standar 10 menit menjadi 20 menit penuh. Perpanjangan waktu ini sangat krusial bagi para tim dan pembalap untuk beradaptasi, mengingat sesi warm-up hari Minggu ini menjadi kesempatan pertama bagi seluruh grid untuk menguji kompon ban belakang hard (keras) di akhir pekan ini, di samping opsi ban medium yang tetap tersedia.

    Di tengah situasi trek yang menuntut adaptasi cepat dan kalkulasi cermat, Marc Marquez kembali menunjukkan kelasnya. Pembalap andalan tersebut berhasil keluar sebagai yang tercepat dalam sesi warm-up yang krusial ini. Catatan waktu dan ritme balap yang ditorehkan Marquez di atas kuda besi andalannya memberikan sinyal positif sekaligus modal psikologis yang kuat menghadapi persaingan ketat di balapan utama nanti siang.

    Bagi para insinyur dan teknisi tim, data dari sesi 20 menit ini menjadi panduan vital dalam menentukan setup motor serta strategi keausan ban (tyre degradation). Karakter Sirkuit Motegi yang terkenal dengan tipe stop-and-go—mengandalkan titik pengereman keras dan akselerasi brutal—selalu menjadi ujian terberat bagi ketahanan karet ban. Dengan absennya opsi kompon soft, pemilihan antara ban medium dan hard dipastikan akan menjadi penentu utama siapa yang mampu menjaga kecepatan hingga lap terakhir.

    Last…Hasil dari sesi pemanasan ini menegaskan bahwa faktor manajemen ban dan strategi pemilihan kompon akan memegang peranan sentral dalam jalannya balapan utama GP Jepang 2026. Para penggemar balap motor kini menantikan apakah keunggulan Marc Marquez di sesi warm-up ini dapat dikonversi menjadi kemenangan penting di Motegi, di tengah ancaman persaingan ketat dari para rival terdekat mereka….(iwb)

    2026 MotoGP Japan, Motegi – Warm-up Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Tyres (F/R) Lap Max
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 1’42.957s S/H 10/11 318k
    2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.452s M/M 11/11 320k
    3 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.490s M/M 11/11 321k
    4 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.661s M/H 7/12 313k
    5 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.711s M/H 8/11 323k
    6 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.814s M/H 12/12 320k
    7 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.846s M/H 10/11 318k
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.888s M/H 10/10 320k
    9 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +0.894s M/H 5/11 319k
    10 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.918s M/H 11/11 319k
    11 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +0.925s M/H 11/12 320k
    12 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.962s S/H 10/10 320k
    13 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.193s M/H 10/12 320k
    14 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.220s M/H 10/11 312k
    15 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +1.296s S/H 9/10 318k
    16 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.407s S/H 11/11 315k
    17 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +1.409s M/H 8/11 316k
    18 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.446s M/H 10/11 311k
    19 Somkiat Chantra THA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.573s S/H 11/11 319k
    20 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +1.618s M/M 6/10 316k
    21 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.787s M/H 6/12 310k
    22 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +1.948s M/H 11/11 316k
  • Breaking !! Michelin Tarik Semua ban Lunak di Motegi….Cacat konstruksi ??

    Breaking !! Michelin Tarik Semua ban Lunak di Motegi….Cacat konstruksi ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemasok ban resmi MotoGP, Michelin, mengambil langkah besar jelang balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi. Pabrikan asal Prancis itu resmi mencoret opsi ban belakang kompon lunak (soft) dari alokasi balapan hari Minggu menyusul masalah serius yang dialami para pembalap pada sesi Sprint Race…!!

    Keputusan ini diambil setelah sejumlah pembalap top—termasuk pemimpin klasemen Jorge Martin dan pembalap pabrikan Ducati Francesco Bagnaia—mengalami kendala parah berupa panas berlebih (overheating) serta blistering (melepuh) pada ban belakang soft mereka akibat tingginya suhu lintasan dan aspal baru Motegi yang sangat mencengkeram.

    Dalam keterangan resminya, Michelin menjelaskan bahwa kombinasi aspal baru dengan daya cengkeram tinggi, suhu trek yang menyentuh angka sekitar 40°C, serta kecepatan Sprint yang sangat tinggi (selisih sembilan detik lebih cepat dibanding tahun 2025) telah menghasilkan temperatur ban belakang yang ekstrem.

    Meski tingkat keparahan dampaknya berbeda-beda pada setiap pembalap tergantung gaya balap dan setelan motor, Michelin memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan mencabut ban soft dari daftar pilihan.

    Sebagai gantinya, Michelin kini menyediakan opsi ban medium yang masih diperbolehkan namun menuntut manajemen ban yang sangat cermat. Selain itu, mereka sangat merekomendasikan penggunaan ban belakang kompon keras (hard) berstruktur reinforced (diperkuat)—meskipun ban jenis ini belum pernah dicoba sama sekali oleh satu pun pembalap sepanjang akhir pekan ini.

    Kebijakan darurat ini langsung memicu kekhawatiran di paddock. Pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, bahkan memperingatkan bahwa situasi ini bisa mengubah balapan utama menjadi sebuah “lotre”. Pasalnya, para tim dan pembalap harus turun ke lintasan dengan ban hard tanpa memiliki data referensi sama sekali, selain mengandalkan sesi warm-up singkat berdurasi 10 menit di pagi hari.

    “Anda hampir bisa menjamin hal itu akan menjadi lotre,” ujar Miller menanggapi keharusan menggunakan ban yang belum teruji di Motegi.

    Last…Di sisi lain, ban hard berstruktur reinforced ini juga mengingatkan pada jenis ban yang sebelumnya sempat memicu masalah cengkeraman bagi kubu Ducati di Red Bull Ring. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur dan pembalap, termasuk Marc Marquez yang tengah mengincar kemenangan ganda di kandang Honda tersebut untuk terus memangkas selisih poin ketat di puncak klasemen kejuaraan dunia….(iwb)

  • Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???

    Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi berubah menjadi mimpi buruk bagi Francesco Bagnaia. Pembalap andalan Ducati Lenovo tersebut terpaksa mengambil keputusan langka dengan melakukan retirement atau mundur lebih awal dari sesi Sprint Race 12 lap setelah motornya dihantam masalah teknis yang tidak biasa. Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???

    Bagnaia, yang musim depan dipastikan akan menyeberang ke skuad Aprilia Racing, memang mengawali rangkaian balapan di Motegi dengan perjuangan berat. Ia gagal menembus zona Q2 pada sesi kualifikasi dan harus rela memulai balapan dari posisi ke-13 di grid start. Namun, alih-alih bisa memperbaiki posisi secara perlahan di barisan tengah, masalah mekanis pada ban belakang justru menghentikan lajunya sebelum bendera finis berkibar.

    Berbicara seusai balapan, pembalap asal Italia itu menjelaskan bahwa dirinya sempat menunjukkan progres positif di awal lomba. Memanfaatkan kekacauan di tikungan-tikungan awal—termasuk insiden kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap—Bagnaia sempat merangsek naik dua posisi. Ia memproyeksikan bahwa posisi kesembilan atau setidaknya bertarung memperebutkan zona poin terluar adalah target yang sangat realistis.

    Namun, situasi berubah drastis ketika balapan memasuki paruh kedua. Bagnaia mulai merasakan getaran hebat yang bersumber dari sektor ban belakang Desmosedici miliknya. Seiring berjalannya waktu, getaran tersebut tidak kunjung mereda, melainkan semakin memburuk di tiap tikungan hingga membuat motornya sangat sulit dikendalikan.

    “Di balapan saya start normal, lalu saya sempat memulihkan beberapa posisi setelah insiden kecelakaan tiga pembalap. Peluang untuk finis di posisi kesembilan sebenarnya terbuka. Tapi setelah setengah balapan berlalu, saya mulai kesulitan dengan getaran yang sangat parah. Getarannya semakin lama semakin memburuk lap demi lap, sampai pada akhirnya saya benar-benar harus berhenti. Ini sangat disayangkan, tetapi keadaannya memang sudah seperti ini,” tambahnya dengan nada pasrah.

    Meskipun dihantam hasil minor dan gagal mendulang poin di sesi Sprint, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 ini tetap berusaha melihat sisi terang. Ia merasa ada sedikit peningkatan performa dari hari Jumat ke hari Sabtu, meskipun masalah fundamental terkait cengkeraman ban belakang (rear grip) dan stabilitas sasis masih menjadi PR besar bagi krunya.

    Last….Kegagalan ini membuat posisi Bagnaia di grid balapan utama hari Minggu menjadi semakin berat karena ia harus memulai lomba dari baris kelima (posisi ke-13). Di sisi lain, rekan setimnya, Marc Marquez, justru sukses mendominasi podium juara Sprint, membuat pekerjaan rumah Ducati kian menumpuk untuk mencari solusi tuntas atas masalah ban yang menghantui Bagnaia sebelum lampu hijau balapan utama dinyalakan….(iwb)

  • Jorge Martin Ungkap Kekhawatiran Besar Jelang Duel Melawan Marc Marquez Besok !!

    Jorge Martin Ungkap Kekhawatiran Besar Jelang Duel Melawan Marc Marquez Besok !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Jorge Martin, mengakui bahwa ia menghadapi masalah serius yang membuatnya merasa “khawatir” jelang balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi. Kekhawatiran ini muncul setelah dirinya mengalami masalah tak terduga pada ban belakang saat sesi Sprint Race. Yup…Jorge Martin Ungkap Kekhawatiran Besar Jelang Duel Melawan Marc Marquez !!

    Dalam Sprint Race tersebut, Martin yang memulai balapan dari pole position setelah mencetak rekor lap baru di Q2, sempat kehilangan posisi terdepan dari rival perebutan gelar juara dunia, Marc Marquez, di tikungan pertama. Meski sempat menempel ketat Marquez di awal balapan, pembalap andalan Aprilia Racing itu perlahan mulai tertinggal akibat masalah performa ban. Memasuki pertengahan balapan, Martin mendapati ban belakang kompon lunak (soft) miliknya mengalami overheating (panas berlebih), yang bermula dari sisi kiri sebelum menyebar ke bagian tengah ban.

    “Tidak ada tanda-tanda sama sekali [sebelumnya]. Tidak ada indikasi mengenai masalah ini, jadi sangat khawatir untuk balapan besok. Kita perlu mencoba sesuatu pada sesi warm-up. Sepertinya ban kompon lunak (soft) bukan pilihan yang tepat. Tetapi saya melihat pembalap lain seperti Pecco [Bagnaia] mengalami hal yang sama…. bagi saya sendiri [masalah overheating-nya] bahkan lebih besar daripada Pecco, tetapi saya mampu menyelesaikannya. Kami melangkah maju dengan sebuah podium, jadi saya senang. Mungkin tadinya ban itu sempat menjadi opsi. Saya pikir, dalam hal penurunan performa (drop), tidak terlalu besar. Tapi panas berlebih (overheating) di bagian tengah adalah masalah besar…..

    ” Kami melakukan peningkatan yang luar biasa dari kemarin hingga hari ini. Itu sungguh luar biasa. Mencetak rekor [lap baru], saya sangat senang, dan saya sudah siap untuk balapan. Saya rasa ritme balapku sangat bagus. Sangat mirip dengan Marc. Saya pikir kecepatan kami benar-benar seimbang. Kemudian, setelah lima atau enam lap, saya mulai mengalami beberapa masalah pada ban belakang. Masalah itu bermula dari sisi kiri dan saya mencoba sedikit mengendalikannya. Tapi pada empat lap terakhir, masalahnya berpindah ke bagian tengah. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ban saya terus berputar (spinning) hingga gigi enam. Sayang sekali, tapi saya senang bisa finis. Kami harus mencoba sesuatu saat sesi warm-up. Tampaknya ban kompon lunak tidak lagi menjadi opsi yang bagus.”..serunya…

    Martin awalnya memperkirakan bahwa ban soft akan menjadi pilihan yang logis untuk balapan utama hari Minggu. Namun, masalah degradasi dan panas berlebih pada bagian tengah ban membuat rencana tersebut kemungkinan besar harus diubah.

    “Mungkin tadinya ban itu bakal jadi opsi. Saya pikir dalam hal penurunan performa [secara umum] tidak terlalu besar. Tapi overheating di bagian tengah ban adalah masalah besar,” tambahnya.

    Last….Terlepas dari masalah ban yang membuatnya kesulitan—bahkan mengalami spinning hingga gigi enam di beberapa tikungan akhir—Martin tetap merasa puas dengan peningkatan besar yang berhasil dibuat timnya dari hari Jumat ke hari Sabtu. Ia menyebut ritme balapnya sebenarnya sangat kompetitif dan setara dengan Marc Marquez. Akibat masalah ban serta insiden melebihi batas trek (track limits) di lap terakhir, Martin yang awalnya finis di posisi kedua akhirnya harus rela terdepak ke posisi ketiga pada hasil akhir Sprint Race. Hasil ini membuat keunggulan poinnya di puncak klasemen terpangkas menjadi hanya tersisa tujuh poin dari Marc Marquez….(iwb)

  • Pecco Bagnaia semakin Frustasi di Motegi….” Zero Grip” keluhnya !!

    Pecco Bagnaia semakin Frustasi di Motegi….” Zero Grip” keluhnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kontras yang sangat tajam dirasakan oleh Francesco “Pecco” Bagnaia di Sirkuit Motegi. Mengingat kembali musim lalu, pembalap pabrikan Ducati ini tampil luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan di balapan Sprint dan Utama dari pole position. Namun, cerita manis tersebut tampaknya jauh panggang dari api pada gelaran Grand Prix Jepang tahun ini. Setelah merampungkan sesi latihan bebas (Practice) hari Jumat, Bagnaia harus puas terdampar di posisi ke-16, tertinggal 0,775 detik dari catatan waktu tercepat yang dibukukan oleh sesama pembalap Ducati, Alex Marquez. Hasil minor ini memperpanjang tren negatifnya yang harus rela terlempar ke Q1 untuk enam balapan berturut-turut setelah sesi Jumat. Pecco Bagnaia semakin Frustasi di Motegi….” Zero Grip” keluhnya !!

    Ketika ditanya oleh awak media mengenai apa yang membuat motornya terasa begitu berbeda dibandingkan dengan kemenangannya tahun lalu di Motegi, Bagnaia memberikan respons satu kata yang sangat telak:

    “Semuanya. Sayangnya, semuanya,” ujar Bagnaia.

    Dalam sesi tanya jawab singkat yang berlangsung kurang dari 90 detik, juara dunia dua kali itu menjelaskan bahwa masalah klasik yang menghantuinya sepanjang musim ini kembali kambuh di Motegi—terutama soal cengkeraman ban belakang (rear grip).

    “Standar. Hari Jumat yang standar untuk musim ini. Berjuang dengan grip, tidak ada grip, sama sekali nol grip (zero grip). Kami harus bekerja keras untuk mengatasinya. Selalu, kurang lebih, masalahnya sama. Tapi, kami tahu. Kami mencoba bekerja dengan pendekatan yang baik dan kami mencoba sedikit memperbaikinya. Saya pikir kali ini lebih sulit dibandingkan di Austria, karena di Austria, tingkat daya cengkeram dengan ban lebih rendah untuk semua orang. Jadi, saya lebih dekat. Tapi kali ini, karkas bannya sama seperti biasanya. Saya lebih kesulitan karena saya tidak merasakan tambahan daya cengkeram…” keluh Pecco yang nongkrong diposisi 16….

    Last…Bagnaia menambahkan bahwa kendala ini terasa lebih sulit diatasi di Motegi dibandingkan saat di Austria. Menurutnya, di Austria tingkat cengkeraman ban dengan spesifikasi tertentu memang rendah bagi semua pembalap sehingga jarak performanya tidak terlalu jauh. Namun di Jepang, dengan karkas ban yang normal, ia justru kesulitan karena tidak merasakan tambahan grip ekstra saat memacu motornya. Kondisi ini membuat Bagnaia menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang gagal langsung lolos ke Q2 secara otomatis, sementara rekan setimnya, Marc Marquez, justru tampil kompetitif dengan mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan...(iwb)

  • Ancaman Ban Baru Michelin di Motegi….Bikin Marc Marquez dan Ducati Ketar-Ketir ??

    Ancaman Ban Baru Michelin di Motegi….Bikin Marc Marquez dan Ducati Ketar-Ketir ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….tensi persaingan di paruh musim kian memanas! Menjelang seri MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, sebuah isu krusial mendadak jadi sorotan utama di paddock. Bukan cuma soal aspal baru sirkuit, melainkan alokasi ban dari Michelin yang kembali menghadirkan momok menakutkan bagi kubu Ducati dan sang bintang, Marc Marquez. Usut punya usut, ban belakang dengan konstruksi kaku (stiff rear casing) yang sempat bikin para pembalap Ducati kewalahan di Red Bull Ring, Austria, kabarnya kembali masuk dalam daftar alokasi ban Michelin untuk akhir pekan ini! Waduhhh….

    Dengan kondisi sirkuit Motegi yang kini telah dilapisi aspal baru dan minimnya data uji coba untuk permukaan tersebut, pihak Michelin memutuskan untuk memperluas opsi alokasi bannya. Mereka menyediakan tiga opsi ban depan dan tiga opsi ban belakang.

    Piero Taramasso selaku manajer kompetisi roda dua Michelin menjelaskan bahwa ban belakang yang disiapkan memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibanding musim 2025 demi mengantisipasi ketidakpastian aspal anyar.

    • Ban depan menggunakan kompon soft, medium, dan hard simetris (dengan opsi hard yang mendapat konstruksi khusus tahanan Asia seperti halnya di Mandalika).

    • Nah, yang jadi sorotan adalah ban belakang tipe Hard, di mana Michelin menyematkan konstruksi casing bertulang (reinforced casing) yang sama persis seperti yang dipakai di Austria lalu.

    Trauma Red Bull Ring: Sinyal Bahaya Buat Ducati?

    Bagi kubu Ducati, ban dengan karakter kaku ini menyisakan kenangan kurang sedap. Pasalnya, saat balapan di Austria, para pembalap pengguna Desmosedici—termasuk Marc Marquez—terbukti sangat kesulitan mendapatkan grip atau cengkeraman optimal pada ban tersebut.

    Meskipun Motegi secara historis merupakan salah satu teritori paling ‘ramah’ bagi Ducati (di mana mereka mendominasi kemenangan dalam tujuh balapan terakhir), kehadiran ban kompon khusus ini bisa jadi batu sandungan serius. Marquez sendiri sempat mengakui bahwa timnya punya PR besar dalam menjinakkan ban berkonstruksi kaku tersebut.

    “Memang benar kami harus bekerja ekstra keras karena di Thailand kami sangat kesulitan, dan di Austria kami kembali kesulitan, meski setidaknya kami masih bisa kompetitif,” ujar Marquez, merujuk pada problem cengkeraman ban belakang beberapa waktu lalu.

    Last…ada sedikit angin segar bagi Marquez dan skuad Borgo Panigale. Prakiraan cuaca di Motegi akhir pekan ini menunjukkan suhu lintasan yang cenderung dingin, yang notabene dapat mengurangi probabilitas ban belakang tipe keras (hard) menjadi pilihan utama para pembalap. Suhu dingin dan potensi hujan diprediksi bakal mengubah peta strategi pemilihan ban secara drastis. Tantangan ini juga berlanjut ke seri berikutnya di Mandalika, di mana versi ban dengan konstruksi kaku yang lebih ekstrem akan kembali digunakan…..(iwb)